All language subtitles for The.Judge.from.Hell.S01E11.KOREAN.DSNP.WEB.h264-EDITH.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

The Judge from Hell

KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF.

AKTOR ANAK DAN HEWAN DIREKAM DALAM SITUASI AMAN.

Han Daon.

Han Daon!

Astaga, sakit.

Sudah kubilang jangan turun!

Mulai sekarang,

bergantung dan percaya padaku.

Aku akan melindungimu.

Ayo kita pergi.

EPISODE 11

Tidak!

Pergilah ke Neraka.

Jangan terkejut begitu.

Aku memang pandai membunuh...

Maaf aku menyembunyikannya darimu.

Tapi aku melakukannya demi kau...

Aku Venato.

Memburu para pengkhianat...

adalah tugasku.

Aku paham kau Venato.

Aku juga tahu alasanmu membohongiku.

Terima kasih sudah melindungiku meski aku berkhianat.

Namun, tindakanmu yang membahayakan Han Daon

tidak bisa kumaafkan.

Han Daon bukan apa-apa.

Jangan pernah muncul lagi di hadapanku

dan jangan coba-coba berada di sekitar Han Daon.

Justitia.

Kau...

Pada akhirnya, kau akan mati karena Han Daon.

Permisi sebentar.

PEMBERSIH SERSAN

Bagian belakangnya.

Sudah selesai.

Peti matinya sudah dicap dan disegel.

Ya.

Bael satu-satunya orang yang bisa melepaskan dia ke dunia.

Kenapa kalian membantuku? Kalian bisa terlibat masalah.

Karena kami rasa kami mengerti

alasanmu melakukan ini.

Terima kasih.

Apa aku salah dengar?

Dia bahkan berterima kasih.

Kini dia sudah jadi manusia.

Kau telah jatuh cinta pada manusia.

Seolah melanggar aturan pun tak cukup, kau bahkan membunuh Paimon

untuk menyelamatkan manusia itu.

Apa ada yang ingin kau katakan?

Tidak ada.

Bunuh saja aku.

Kau akan kesepian jika mati sendiri.

Lebih baik kubunuh juga pria yang kau cintai.

Kalau begitu, kau harus mempertaruhkan nyawamu, Bael.

Rupanya kau benar-benar menjadi bodoh.

Mulai sekarang, Iblis Justitia

akan kehilangan semua kekuatannya.

Justitia akan tetap berada di Bumi sebagai manusia biasa

dan hidup sendirian.

Lalu hukuman berat akan segera menantimu.

The Judge from Hell

Kau bertemu Detektif Jang Munjae di lokasi konstruksi malam itu,

tetapi segera berpisah dan tak tahu ke mana dia pergi.

Apa itu benar?

Ya.

Apa yang kalian bicarakan?

Dia bilang sulit menyesuaikan diri dengan jabatan barunya.

Kalian membahas itu pada tengah malam?

Di tempat terpencil tanpa kamera?

Aku hanya pergi ke alamat yang diberikan oleh Detektif Jang.

Sepertinya kau ingin menuduhku membunuhnya.

Sebaiknya hentikan saja.

Aku cukup sibuk.

TOLAK PEMBANGUNAN ULANG HWANGCHEON-DONG!

VILA HWANGCHEON

- Bagaimana interogasinya? - Tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Ternyata aku cukup pandai berbohong.

Kau belajar hal buruk setelah mengenalku.

Konon kita akan jadi mirip dengan orang yang kita suka.

Sudah kubilang kemungkinan J adalah Satan, 'kan?

Ya. Kau sudah tahu siapa dia?

Kurasa Jeong Seonho.

Jeong Seonho adalah J?

Dia yang membunuh Soyeong?

Apa yang akan kau lakukan? Membunuhnya?

Apa aku harus membiarkannya hidup?

Lawanmu adalah iblis. Kau ingin mati sebelum membalas dendam?

Aku curiga pada Seonho,

tapi aku belum yakin apakah dia J.

Akan kucari tahu.

Kau akan buat dia curiga. Biar aku saja.

- Tapi kau... - Aku kenapa?

Tidak.

Aku punya cara.

Jangan lakukan jika berbahaya.

Kau sudah hampir mati karenaku.

Aku janji tidak akan mati dan meninggalkanmu.

Ini belum selesai. Mau ke mana?

Sudah kukupas.

Ini belum semua...

Kenapa dia...

Kau tahu cara mengupas apel?

Biar kukupaskan.

Kau mengupasnya terlalu tebal.

Tunggu sebentar.

Kemari kau.

Kau kurang diberi pelajaran, ya?

DETEKTIF HAN DAON

Kau sudah diinterogasi?

Ya.

Maaf telah membuatmu khawatir.

Aku tidak tahu kenapa hal buruk selalu terjadi pada tim kita.

Lihatlah wajahmu. Kau sungguh menyebut dirimu polisi?

Sialan. Yang benar saja.

Kami akan berangkat.

- Ayo. - Baik.

Kami pergi dulu.

Tak biasanya kau makan bersama kami. Ini sebuah kehormatan.

Aku harus mencoba makan

dengan semua pekerja di pengadilanku.

Itu moto hidupku.

Ini enak sekali.

Tak apa. Lanjutkan.

Menu belakangan ini lezat.

Kepala Hakim, mungkinkah kau mencalonkan...

Astaga. Nikmati saja makan siangmu.

Kalian dengar sesuatu tentang Hakim Kang?

Tidak. Kurasa dia sedang berencana

- membuka praktik sendiri. - Apa?

Atau dia memang hanya bersikap aneh...

Astaga. Apa aku terlalu jujur?

Aku tak bisa biarkan dia membuat masalah sebelum kembali.

Omong-omong, kenapa kalian selalu berdua?

Kalian berkencan?

- Tidak! - Tidak!

Kenapa Hakim Kang mau datang jauh-jauh kemari?

Kau tidak nyaman atau khawatir?

Ayah tahu perasaanku.

Benar.

Ayah paham perasaanmu.

Ada tamu yang datang.

Ya. Antarkan dia masuk.

Boleh tolong terima ini?

Isinya daging premium dan buah-buahan.

Kubeli semua ini dari pusat perbelanjaan.

Begitu.

Kau tak perlu membawa apa pun.

Omong-omong, kenapa kau memakai itu?

- Pertama-tama, aku akan memberi hormat. - Apa?

Hakim Kang? Apa yang kau lakukan?

Ayah.

Tolong izinkan aku menikahi putra Ayah.

Aku yakin kau bertanya-tanya alasanku tiba-tiba ingin menikahi putramu.

Selama ini aku tak terlalu memikirkannya,

tapi kini aku sadar

tentang apa yang harus kulakukan.

Dan itu menikah dengan putraku?

Lebih tepatnya, meraih kesuksesan dan kekayaan melalui pernikahan.

Aku ingin masuk dunia politik.

Aku pandai berbohong, tak tahu malu,

egois, munafik,

dan menyukai uang.

Kurasa aku punya kualifikasi untuk menjadi politisi hebat.

Kau sendiri yang memutuskan untuk membatalkan pertunangan kita.

Lalu kenapa sekarang begini?

Aku tidak tertarik padamu.

Aku...

ingin menikah dengannya.

Kalau begitu...

kalian harus saling mengenal dulu.

Ayah.

Astaga, menakutkan.

- Aku izin ke toilet sebentar. - Silakan.

- Sejak kapan kau di sana? - Baru saja.

Apa saja yang kau lihat?

Apa yang seharusnya kulihat?

Bertindaklah sewajarnya.

Karena aku punya batas kesabaran.

Bisakah kau singkirkan wajah jelekmu itu?

Kita belum menikah, jadi, tetaplah menjaga jarak.

Kau lupa kesepakatan kita?

Kau tak mengetuk pintu?

Bukan itu yang penting sekarang.

Aku tidak melupakannya.

Bagaimana bisa kulupakan?

Lalu kenapa kau biarkan Kang Bitna masuk ke sini lagi?

Kurasa dia akan berguna.

Tidak, dia tak berguna untukku.

Karena itulah seharusnya kau sudah melakukan pembangunan ulang.

Jadi, itu alasannya?

Jeong Taegyu.

Kau ingin kembali seperti dulu?

Jika terus bersikap seenaknya,

kau akan terlibat masalah,

Ayah.

HARIAN IAN WARTAWAN JO ARAN

HAKIM KANG ADALAH DALANG DI BALIK VONIS RINGAN JEONG

Membaca artikelmu,

tampaknya kau begitu mengenal Hakim Kang.

Aku tak terlalu mengenalnya.

Aku mengikutinya karena putusannya tak masuk akal.

Jadi, ketika mengikutinya,

apa kau menemukan hal tak wajar terkait Hakim Kang Bitna?

Kalian tahu bahwa beberapa hari setelah Hakim Kang diserang,

artikel soal pembatalan pertunangannya

- langsung dirilis, 'kan? - Ya.

Bukankah aneh jika dua hal itu terjadi bersamaan?

Seorang hakim yang sedang menjabat ditikam,

tetapi pelakunya masih belum tertangkap.

Jadi, menurutmu, penyerangan terhadap Kang Bitna

ada hubungannya dengan keluarga Jeong Jaegeol?

Ya.

Lantas, kenapa kau tak menulis tentang hal itu?

Aku menulisnya.

Namun, langsung dihapus.

Tak ada jawaban yang jelas meski kutanya ke perusahaanku.

Aku baru ingat.

Saat Hakim Kang diserang,

kudengar dia dibawa ke Rumah Sakit Universitas Yeonseon.

Pusat Medis Darurat

Ucapan wartawan itu benar.

Seseorang menggunakan pengaruhnya.

Kita bahas di mobil saja.

Baik.

Kang Bitna meninggalkan rumah Jeong Taegyu pada 19 Desember 2023 pukul 20.00.

Lalu dia dibawa ke rumah sakit malam berikutnya, tanggal 20 pukul 21.00.

Tepat sebelum kejadian, Kang Bitna mengirim pesan pada Jeong Taegyu.

Sejak saat itu, mereka tidak saling menghubungi.

Mereka pasti sudah putus di rumah Jeong malam sebelumnya.

Dia bisa saja meminta putus lewat pesan.

Intinya, kesimpulannya adalah

Kang Bitna ditikam setelah membahas perpisahan itu.

Kang Bitna meminta untuk membatalkan pertunangan,

dan Jeong Taegyu marah, lalu menusuknya?

Coba periksa dulu alibi Jeong Taegyu malam itu.

Aku baru ingat. Ada pecandu juga di rumahnya, 'kan?

- Periksa juga alibinya. - Baik.

Hei!

Sekarang kau mengabaikanku?

Kau mengabaikannya lebih dulu.

Berisik kau...

Ikut aku, Berengsek.

Bukan kau. Daon!

Makanlah pelan-pelan.

Kau akan sakit perut.

Kenapa kau bersikap baik?

Ini sebabnya aku tak bisa membencimu.

Kau tahu Hakim Kang sempat mengalami penusukan, 'kan?

Sepertinya kasus itu ada hubungannya dengan keluarga Jeong Jaegeol.

Namun, kau mencurigai Hakim Kang.

- Jadi, kenapa kau... - Benar.

Aku masih mencurigainya.

Namun, aku harus tahu alasan dia ditusuk

dan orang seperti apa dia sebenarnya

untuk mencari petunjuk tentang kasus

yang melibatkan dirinya itu.

Itulah alasanku menyelidikinya.

Jika Detektif Kim masih hidup, dia pasti akan menyuruhku begitu.

Kang Bitna adalah korban dari serangan itu.

Jadi, dia pasti menyuruhku menangkap pelakunya.

Itulah tugas seorang polisi.

Donghun.

Maaf aku sudah memukulmu.

Tak masalah.

Aku juga minta maaf karena tak bisa melindunginya.

Apa yang terjadi pada Soyeong bukan salahmu.

Aku sungguh minta maaf.

Jika merasa bersalah, traktir aku makan saja.

Astaga.

Ayo bersulang.

Temui Profesor Lee Jihye di Rumah Sakit Yeonseon.

Dia psikiater yang merawat Kang Bitna saat itu.

Dia pasti tahu betul kejadian malam Kang Bitna dirawat.

RUMAH SAKIT UNIVERSITAS YEONSEON

Aku tak bisa memberimu informasi tentang perawatan pasien.

Profesor, aku harus menangkap pelakunya.

Kau seorang polisi yang harus menangkap pelaku,

sementara aku dokter yang harus melindungi pasienku.

Apa solusi terbaiknya?

Kalau begitu, apa ada hal khusus yang terjadi di malam Hakim Kang dirawat?

Tolong beri tahu apa yang kau ingat

sesuai batas yang bisa kau ceritakan.

Ada seorang pria

yang datang mencari Kang Bitna.

PASIEN: KANG BITNA

- Tolong periksa sisanya yang ada di meja. - Baik.

Terima kasih.

- Apa dia orangnya? - Bukan.

Kalau begitu...

Benar. Dia orangnya.

Kau bilang hanya melihatnya sebentar beberapa bulan yang lalu.

Bagaimana kau ingat wajahnya?

Dia tampak sangat gelisah.

Seolah merasa bersalah.

Kubilang pada polisi bahwa aku melihat pria mencurigakan,

tapi mereka berkata kasus itu sudah ditutup.

Jeong Seonho membunuhku?

Maksudku... membunuh Kang Bitna?

Ya. Aku yakin dia adalah J.

Jangan terlalu dekat dengannya.

Namun, itu tidak cukup.

Kita butuh bukti yang lebih kuat.

Dia membunuh Kang Bitna dan Soyeong.

Pembunuhan berantai J dimulai tepat setelah dia kembali dari Amerika.

Dia adalah pembunuh.

Jika Jeong Seonho adalah J sekaligus orang yang membunuh Kang Bitna,

kenapa mayatnya tidak terpotong?

Itu benar, tapi...

Kita perlu memeriksanya agar lebih yakin.

Apa itu alasanmu

ingin menikah dengan Jeong Seonho?

Aku tak akan benar-benar menikahinya.

Aku hanya perlu membuatnya lengah agar bisa mendekatinya.

Tetap saja aku tak suka.

- Kau cemburu? - Aku khawatir.

- Aku kecewa. - Setengah khawatir,

setengah cemburu.

Tunggulah sebentar lagi.

- Kau percaya padaku, 'kan? - Aku percaya,

tapi perasaanku tidak senang.

Maka kau harus kubuat senang.

Itu cocok denganmu.

Bagaimana? Memakai hanbok membuatmu merasa lebih baik?

Entahlah, sepertinya kita melakukan ini agar kau merasa lebih baik.

Hanbok ini sangat cantik. Tentu saja aku memang lebih cantik.

Benar juga. Bukan saatnya kita begini. Kita harus pergi.

Ke mana?

Karena subjeknya sempurna, gambar yang dihasilkan pun menakjubkan.

Kau benar. Fotonya tampak unik.

Inilah yang dilakukan anak muda saat berkencan akhir-akhir ini.

Kita juga sedang berkencan?

Nikmatilah, Detektif Han Daon.

Kau juga. Selamat menikmati.

Es krim Turki.

Astaga. Tak ada kerucutnya!

Kau harus memegangnya.

- Tidak bisa? - Bisa.

Kau sungguh bodoh.

Tidak bisa, 'kan? Terima kasih.

Sudah habis?

Selamat menikmati! Astaga.

- Beri aku es krim! - Di mana tadi?

- Tunggu, Hakim Kang. Hentikan. - Beri aku es krim!

- Bisakah kau... - Maaf.

Ini es krim.

Melihatnya membuatku teringat paman yang tadi.

"Bisa pegang? Tidak bisa, 'kan?"

"Kau sungguh bodoh."

Seharusnya kucari tahu namanya tadi.

"The Petty Demon"?

Kenapa iblis dianggap picik?

Padahal ada iblis cantik, kuat,

cerdas, dan sempurna sepertiku.

Benar.

Kau sempurna.

Benar, bukan?

Aku tidak picik.

Bagaimana hari ini?

Aku senang.

Meskipun kita lebih banyak melakukan apa yang kau inginkan.

Aku harus senang agar kau senang juga, 'kan?

Benar.

Jadi, bagaimana perasaanmu?

Bagus. Aku suka sekali.

Suka...

Ini bukan soal aku, tapi perasaanmu.

Ya. Perasaanku baik dan aku menyukainya.

Memangnya apa yang kau pikirkan?

Bukan apa-apa.

Terima kasih.

Untuk segalanya.

Indah sekali.

Maksudku itu. Lampunya indah.

Dinding jalan setapak ini dibuat dengan bagus.

Benar.

Indah sekali.

Ya Tuhan.

Pembunuh putraku kembali muncul.

Kali ini, dia membunuh polisi yang berusaha melindungiku.

Orang-orang tak bersalah mati, kenapa Engkau hanya diam?

Kalau begini...

seharusnya buat dia membunuhku

alih-alih polisi itu.

Karena setidaknya aku bisa melihat wajahnya sebelum mati.

Apa Kau tak mendengar doaku?

Aku sudah berdoa selama 20 tahun.

Berapa lama lagi Kau akan mengujiku?

Aku tak berharap banyak.

Aku hanya meminta dipertemukan dengannya.

Namun, kenapa?

Kenapa?

Kenapa...

Kenapa hujannya deras sekali?

Kau sedang syuting video musik?

Kenapa berjalan tanpa payung?

Bitna.

Astaga, panas!

Myeongsuk! Pelayan gereja!

Panas sekali!

Bangunlah! Hei!

Dia panas sekali.

Kau sudah sadar?

Kenapa kau berat sekali?

Bahuku hampir saja terkilir.

Maafkan aku.

Yah, aku mencoba segala cara.

Aku harus menurunkan demammu.

Kau harus tahu bahwa aku hampir mati membawa itu.

Terima kasih.

ALKITAB

Istirahatlah.

Kau sudah menemukan pria itu?

Aku pernah melihatnya.

Saat itu juga hujan deras seperti sekarang.

Aku takut anakku kehujanan dan kedinginan.

Jadi, aku pergi ke sana untuk membawakan payung.

HWANGCHEON-DONG

Kau kenal Yechan?

Kenapa kabur? Kau membunuh putraku? Iya, 'kan?

Tidak, aku tak membunuhnya!

- Berhenti! - Lepaskan!

Lepaskan aku!

Yechan!

Sejak hari itu, aku hanya berdoa satu hal.

Aku meminta bertemu dengannya sekali saja.

Aku ingin bertanya kenapa dia membunuh putraku.

Namun, Tuhan tak mendengarkanku.

Karena aku mengimani Tuhan,

aku hendak memaafkannya jika dia meminta maaf.

Tapi aku tak sanggup.

Jujur saja...

aku ingin mencabik-cabik dan membunuhnya.

Aku tak tahu wajahnya,

tapi aku telah membunuhnya berulang kali dalam pikiranku.

Namun, aku tetap merasa marah.

Aku frustrasi dan geram.

Sayang.

Sayang.

Kau pernah berkata padaku...

bahwa kau sedang mengejarnya.

Kau seorang hakim dan sangat pintar.

Tolong temukan dia.

Kumohon padamu.

Tolong temukan dia.

Kumohon padamu.

Aku akan memohon padamu.

Tolong.

Kumohon.

- Kau sudah gila? Kau akan mati. - Tidak akan.

Bagaimana jika kau tertangkap saat mencari bukti di rumah itu?

Kau sudah tak punya kekuatan lagi.

Kau pikir kau bisa mengalahkan Satan?

Aku hanya perlu keluar sebelum dia melihat.

Tyson pernah berkata,

"Semua orang punya rencana sampai mereka mendapatkan pukulan di mulutnya."

Daon juga pasti menangis sendiri seperti itu.

Lalu keluarga korban lainnya pun...

mungkin sudah menangis sejadi-jadinya.

Bagaimana bisa aku mengabaikan mereka?

Kau bisa. Abaikan saja.

Kau begitu selama ini.

Aku juga takut. Itu sebabnya aku ragu.

Namun, bila harus, akulah yang akan melakukannya.

Tapi kenapa?

Karena aku adalah hakim.

Aku akan beri tahu Detektif Han.

Kenapa kau tak menghentikanku?

Karena aku tahu kau di pihakku.

Aku merinding.

Pastikan Arong tak mendekati Daon selama aku pergi.

Arong sudah pergi lama. Jangan khawatir.

Kapan...

Kapan kau akan pergi?

Segera.

Aku mohon bantuanmu, Pak.

Tak perlu begitu, Pak Jeong.

Jangan khawatir soal bisnis.

Baik.

Pukulan bagus!

Kau harus pensiun dan menjadi pegolf profesional.

Astaga, kau membuatku malu.

Kau berlebihan memujiku.

- Terima kasih. - Ya.

- Kapan Hakim Kang datang? - Pukul 19.00.

Masih ada waktu. Nikmati permainanmu.

Baik.

Kudengar kau akan makan malam pukul 19.00, ternyata datang lebih awal.

Aku punya banyak waktu.

Apa tak ada orang di rumah?

Tuan Muda bungsu ada di lantai dua.

Seonho ada di rumah?

Mungkin dia baru meminum obat tidur dan sedang tidur.

Begitu rupanya.

Kau tahu pusat perbelanjaan besar di Yeoido, 'kan?

Bisa belikan kue tart telur di sana?

Maafkan aku.

Tapi tempatnya terlalu jauh

dan hanya aku yang bertugas menjaga rumah ini.

Aku akan segera jadi bagian dari keluarga ini.

Baiklah.

Apa saja yang kau lihat?

Tempat apa ini?

Apa?

Kenapa mereka membangun ini?

Lilinnya padam.

Jangan-jangan...

JUSTITIA IKON DAN PANUTANKU

Sesuai dugaanku, pecandu ini menyerang Kang Bitna.

Pada malam saat Kang Bitna diserang, dia naik taksi ke dekat taman.

Itu sangat mencurigakan,

tetapi penyelidikannya ditutup karena...

Ada yang meminta.

Kira-kira siapa di antara Jeong Jaegeol dan Jeong Taegyu?

Pasti Jeong Jaegeol.

Apa yang kalian lakukan?

Kami bukannya mencoba menyembunyikan ini darimu.

Kami harus memastikan sebelum...

Kalian harus makan agar sanggup bekerja lembur.

Detektif Yoo.

Mau makan bersama kami?

Kenapa dia tak menjawab?

Nomor yang Anda tuju...

HAKIM KANG BITNA

Mando, ini aku.

Seharian ini aku tak bisa menghubungi Hakim Kang.

Apa?

Aku sudah berusaha mencegahnya, tapi dia tak mendengarkanku.

Kau berani juga.

Kau hanya lemah.

Melihat nyalimu, kurasa aku salah tentangmu di awal.

Dasar jalang...

- Kenapa kau tak masuk ke sana? - Apa maksudmu?

- Bukankah kau Satan? - Omong kosong itu lagi?

Seharusnya kau mati saja saat itu.

Kenapa kau melakukan ini padaku?

Karena kau terus ikut campur.

Kau menerobos masuk ke kamar ibuku.

Jika kau bukan Satan, lalu siapa?

Ayahmu? Kakakmu?

Tak ada gunanya membahas omong kosong itu.

Tak peduli seberapa keras usahamu untuk keluar dari tempat ini,

kau tak akan keluar hidup-hidup.

Kenapa kau ingin membunuh Kang Bitna? Maksudku...

Membunuhku di taman akhir Desember lalu?

DESEMBER 2023

Pak Jeong sedikit terlambat. Bagaimana sebaiknya?

Akan kutunggu.

Boleh aku melihat-lihat rumah ini?

Astaga.

Keren sekali.

TOMBOL DAYA

Taegyu.

Ya?

Kukira aku hanya seorang anak haram untukmu.

Air.

Sialan. Seharusnya katakan, "Tolong ambilkan air."

Tolong ambilkan air.

Hentikan.

Sedang apa kau di sini?

Berengsek.

Ya. Bagus sekali.

Kau juga ingin melihat wanita itu mati?

Itu menyenangkan.

Aku akan pergi.

Kita harus makan malam.

Aku tak enak badan.

Permisi.

Kau tak seharusnya masuk ke ruangan itu.

Taegyu!

Tolong aku sekali ini saja!

Akan kulakukan segalanya. Kumohon.

Tolong beri aku obat.

Segalanya?

Ya, segalanya.

Inilah sebabnya kita tak boleh terlalu memanjakan anak.

TAEGYU, AYO BATALKAN PERTUNANGAN KITA

Sialan.

Kenapa kau melakukan ini?

Kakakku yang menyuruhku, jadi, jangan salahkan aku.

Aku tak beri tahu siapa pun soal apa yang kulihat di rubanah.

Jadi, tolong biarkan aku pergi.

Aku seorang hakim.

Kau pikir bisa lolos setelah membunuh seorang hakim?

Kumohon. Jangan bunuh aku. Tolong.

- Mati kau! - Kumohon!

Sial.

Sialan. Berengsek.

Kau sungguh tidak ingat, ya?

Itu tidak penting.

Karena kini sudah tahu, kau harus mati.

Apa ibumu meninggal di sini?

Dia pasti sangat menderita

sebelum menghadapi kematiannya.

Kau tahu apa?

Katakan siapa yang membunuhnya.

Maka akan kukirim dia ke Neraka untukmu.

Jangan main-main saat membahas ibuku!

Namun, apa tak masalah kau membunuh orang di depan ibumu?

Diam kau!

Kemari kau. Mati.

Mati kau!

Kau harus mati sekarang.

Ayah dan kakakku akan segera pulang.

Kau bajingan menyedihkan yang menempel pada iblis

yang membunuh ibumu.

Aku tak punya banyak waktu. Minggir!

Kudengar dari pria tembam itu bahwa Justitia dalam bahaya.

Itu denah rumah keluarga Jeong. Aku mencurinya.

Ada lorong rahasia di sana. Pada buku hijau keempat.

Ambil ini jika kau butuh.

Ayo pergi bersama.

Justitia membenciku.

Dia kehilangan kekuatannya dan menjadi lemah.

Jadi, kau harus melindunginya.

Hentikan, Berengsek!

Jangan bunuh dia!

Han Daon!

Berhenti memukulinya.

Aku harus memukulnya juga.

Beraninya kau...

Kau tidak apa-apa?

- Kenapa tak beri tahu aku? - Kau tetap datang meski tak kuberi tahu.

- Ayo kita ke rumah sakit dulu. - Sebelum itu...

Jeong Seonho bukan J.

Ataupun Satan.

Pelakunya antara Jeong Jaegeol atau Jeong Taegyu.

Kau bisa saja mati, apa kau tahu itu?

Jangan bertindak sendirian lagi.

Menggemaskan.

Ini sebabnya aku tak bisa berhenti menyukaimu, Daon.

Ada apa itu?

Apa kau merasa pusing?

Aku baik-baik saja.

Mendekatlah.

Terima kasih.

Kau juga boleh memukulku.

Aku memukulmu dua kali.

Astaga.

Ayo.

Kalau begitu, sekali saja.

Justitia.

Kau hebat.

Terima kasih... Maksudku, maaf.

Karena kondisiku sudah membaik,

haruskah kita mulai sekarang?

KANTOR POLISI NOBONG SEOUL

Apa yang dilakukan Jeong Jaegeol?

Dia tak mau meninggalkan rumah.

Jeong Taegyu juga tak berangkat kerja.

Seorang hakim dikurung di rumahnya, tapi mereka masih menolak bicara?

Omong-omong, ke mana dia?

Kang Bitna selesai dirawat hari ini, jadi, kusuruh dia ke rumah sakit.

Di mana lokasi Jeong Seonho?

Ini. Aku sudah melacak pelat nomornya.

Dia ada di Gangwon-do.

- Ayo berangkat. - Baik.

NARATAMA PASIEN: KANG BITNA

- Halo. - Kau datang.

- Ya. - Halo.

Di mana Hakim Kang?

Kami datang karena mendengar dia akan pulang hari ini,

tapi dia tak ada di sini.

Kuserahkan hidupku untuk memanggil Iblis Kematian. Bael.

Beraninya iblis yang sedang dihukum

memanggil namaku.

Aku telah menemukan Satan.

Tolong kembalikan kekuatanku.

Maka, akan kutangkap Satan dan kubawa dia padamu.

Kau satu-satunya penerusku.

Jangan mengecewakanku lagi.

Tidak akan.

PENGINAPAN PHOENIX

Siapa itu?

Aku resepsionis. Bisa buka pintunya sebentar?

Ada polisi yang menelepon.

Seharusnya kau mati saja saat itu.

The Judge from Hell

Jika itu pembunuhan, siapa pelakunya?

Aku tak membunuh adikku.

Aku yang membunuhnya.

Haruskah aku menyampaikan...

belasungkawa?

- Siapa kalian? - Iblis.

Awasi Jaegeol dan Taegyu.

Ayo pergi bersama. Ke Neraka.

Aku tak bisa hentikan Han Daon pergi ke Neraka.

Jangan khawatir. Aku akan melindunginya meski di Neraka.

- Itu... - Kylum!

Jawab dengan jujur. Kau Satan, bukan?

Jadi, itu kau?

Bahkan kekuatan iblis pun ada tingkatannya.

Kau salah. Iblis dari segala iblis

adalah aku.

Diterjemahkan oleh Meidinna Fitrie Lestari

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.