All language subtitles for Possession Kerasukan 2024 1080p HPL NF WEB-DL Sub.Eng.Ind.DDP5.1.H.264-PENC

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Ibu? Ayo.

Tunggu sebentar, Budi.

"Surat cerai."

Sini.

Ayo.

Kukira, Ibu mau bercerai.

Kenapa masih menjemput Bapak?

Ibu sudah bilang untuk jangan bicara seperti orang dewasa, bukan?

Ayo, kita terlambat.

Budi tadi sudah bilang kalau terlambat.

Bapak!

Budi!

Anak Bapak.

Kita perbaiki nanti.

- Ayo, sapalah. - Apa kabar?

Kenapa Budi menjemputmu sendiri? Di mana ibunya?

Di sebelah sana, Pak.

Bu Ratna, jangan berdiri terlalu jauh. Kenapa tidak ke sini?

Apa kabar?

Kenapa lama sekali? Suamimu mulai tak sabar.

Benar, bukan?

- Berapa ronde? - Hentikan.

Faris, ini bonus untukmu.

Tiket ke bioskop. Ambil saja.

- Terima kasih, Pak. - Ya.

Bu, layani suamimu dengan baik. Dia layak mendapatkannya.

Maaf, aku bukan pelayan.

- Dia tidak bisa menunggu lagi, Pak. - Aku mengerti.

Ayo, Budi.

Saya pamit, Pak. Sekali lagi, terima kasih tiketnya.

BIOSKOP LAMA

Maaf aku terlambat.

Kau membuang waktuku.

Hentikan.

Aku minta maaf. Kau mau apa lagi dariku?

Tubuhmu.

Kau gila.

Hubungan kita sudah berakhir.

Kurasa tidak.

Aku jatuh cinta dengan orang lain.

Itu tidak mungkin!

Itu benar!

Budi.

Apa yang kau lakukan?

Aku takkan pernah melepaskanmu.

Akan kubunuh dia.

Katakan siapa dia!

Itu bukan urusanmu! Kau benar-benar sudah gila.

Katakan kepadaku!

Aku ingin bercerai.

Pak Faris! Apa kabar?

Senang melihat Bapak sehat dan kembali dari tugas.

Kau sering keluar di malam hari?

Kau percaya kata-kata pria itu?

Bagaimana tidak percaya? Kau tiba-tiba memberiku surat cerai!

Kau sudah dengar kabar hilangnya istri Pak Tony?

Pak Tony bercerita

istrinya sering melirik tukang pos muda itu.

Katanya tukang pos itu dipecat.

Pasti kabur dengan istrinya.

Tak ada wanita yang mau dengan pria cerewet seperti Tony.

Kau sering bicara dengan Tony?

Tampaknya dia tahu banyak tentangmu.

Kau tak mencium bau mulutnya?

Aku takkan mau bersama pria sepertinya.

Kau pernah menciumnya?

Apa salahku? Tak harus seperti ini, Ratna.

Aku harus bekerja malam ini.

Meski kau minta cerai, kau masih istriku.

Kau punya tugas dan kewajiban di rumah ini.

Apa tanggung jawabku? Melayanimu?

Aku baru pulang.

Aku pergi selama tiga bulan!

Bukankah wajar, sebagai suamimu, aku ingin bersamamu?

Bahwa aku ingin dilayani?

Namun, kau malah pergi?

Berapa kali harus kukatakan aku bukan pelayanmu?

Inilah kenapa aku benci saat kau sibuk bekerja.

Kukatakan berkali-kali, kau seorang perempuan!

Jadilah ibu dan istri yang baik. Cukup.

Ratna!

Besok.

Besok, aku akan mengantarmu ke mana pun kau mau.

Oke?

Namun malam ini, kau tinggal di sini.

Aku sedang menstruasi.

Mana darahnya? Beraninya kau membohongiku?

Aku masih suamimu, Ratna.

Jadi, kau berhak menyentuhku kapan pun kau mau?

Aku tak pernah tahu apa masalahmu.

Apa aku pernah berbuat salah kepadamu?

- Pernah? - Bukan.

Kau lupa? Aku membuatmu menjadi dirimu yang sekarang.

Tinggal di rumah seperti ini, menulis sesukamu.

Apa karena aku sering pergi?

Aku mengabdi kepada negara, Ratna.

Jangan berpikir macam-macam.

Sekarang, jujurlah kepadaku.

Kau tak benar-benar ingin bercerai, bukan?

Apa yang kau cari? Harta? Perhatian?

Atau ada pria lain? Kau selingkuh?

Banyak yang harus kutulis. Aku harus bekerja malam ini.

Akan kutemukan orang yang mengubahmu menjadi seperti ini.

Astaga, Budi. Kau sedang apa di sini?

Aku jatuh, Ayah.

Aku mau sarapan.

Di mana ibumu?

Aku tidak tahu. Ibu tidak ada.

Namun Ibu sudah membuat bubur, Ayah.

Baiklah.

Tunggu di sini sebentar.

Faris? Kau pulang?

Ya, aku sampai kemarin.

Apa kabar, Mita?

Baik.

Ratna tidak ada di rumah.

Aku tak mencari Ratna. Aku menjemput Budi.

Apa Budi siap?

Kau yang mengantar Budi ke sekolah?

Ya, aku hanya membantu karena Ratna sibuk sekarang.

Kau tahu di mana Ratna?

Beberapa bulan terakhir,

Ratna menyewa kamar hotel untuk menulis.

Karena pementasannya sebentar lagi.

Aku asistennya, tetapi dia tidak pernah mengajakku ke sana.

Kausmu kusut sekali, Faris.

Ayo, Tante. Budi sudah terlambat.

Baiklah. Ayo pergi.

Budi pergi, Bapak.

Mita.

Ada yang tahu hotel yang disewa Ratna?

Wahyu. Dia sutradara baru.

Mereka sering berdiskusi. Dia mungkin sering mengunjunginya.

Mungkin dia yang menyewa kamar hotelnya.

Aku pergi.

- Budi? - Cepat.

Pak Faris.

Sudah lama aku tak mampir ke rumahmu.

Saat Pak Faris pergi, rumah ini menjadi gelap dan sepi.

Omong-omong, di mana Ratna?

Jangan salah paham.

Wanita hanya menyulitkan, mereka butuh perhatian.

Namun, tampaknya takdir kita berbeda, Pak Tony.

Ratna sangat mencintaiku.

Jadi, tak mungkin dia meninggalkanku.

Dia tidak di sini sekarang.

Ratna sepertinya sering pergi sendirian.

Hari ini saat fajar, aku melihatnya pergi sendiri.

Saat kutanya, dia melotot dan pura-pura tak mendengarku.

Kukira Pak Faris tahu ke mana dia pergi.

Aku merasa ada yang membuntutinya.

Bayangan gelap selalu mengikutinya.

Roh jahat atau hantu.

Tak terlihat.

Benar kalau begitu.

Ada pria lain.

Tidak. Sama sekali tidak.

Mari lihat, kemarilah.

Di sana.

Dari sana, aku sering melihatnya, sepertinya ada yang mengawasinya.

Pernah dengar pocong, Pak Faris?

Mungkin itu Budi.

Aku serius, Pak Faris. Kau tak dengar cerita orang?

Temanku bahkan diikuti sampai rumahnya.

Aku juga membaca

seseorang, setelah memakamkan ibunya, terus melihat penampakan.

Akhirnya, pocong tiba-tiba muncul di atas mereka.

Ini benar, Pak.

Pak, jika tak keberatan, aku masih punya janji dengan orang lain.

Tentu saja.

Namun, tunggu, Pak Faris.

Ini untukmu.

Mungkin bisa menyelesaikan masalah dengan Ratna.

MISTIK

- Kau simpan saja. - Aku memaksa.

Aku pelanggan setia mereka.

Jika meminta edisi ini lagi, mereka akan mengirimnya.

Kau harus baca ini.

Kita diskusikan nanti.

Pesanannya, Bu.

- Biar aku saja. - Baik, Bu.

Halo? Ya, Bu Wati?

Ada info tentang tempat kerja barunya?

Apa ada informasi soal Ratna hari ini?

Halo?

Apa ini Pak Wahyu?

Aku Faris, suami Ratna.

Apa Ratna ada di sana?

Jangan mengganggunya.

Ratna sangat terinspirasi saat ini.

Jangan suruh dia berhenti. Hasratnya sedang berapi-api.

Baik? Dah.

Halo? Pak?

Pak Wahyu?

KELAB MALAM

Apa kau tahuโ€ฆ

di mana Ratna?

Tahu dan tidak.

Saya tidak tahu apa yang Ratna ceritakan tentangku.

Namun, jangan ikut campur. Ini urusan kami.

Aku tidak perlu mendengarnya dari Ratna.

Semua ditulis dengan jelas dan indah dalam karyanya.

Kau tak pernah ada

saat Ratna butuh jiwa untuk berbagi sesuatu.

Apa maksudmu?

Aku yang selalu hadir untuk melihat hasratnya yang kuat dan membara.

Jarinya menari dan terengah-engah.

Jangan mengganggunya.

Awasi dia.

Lapor kembali kepadaku.

Maaf, Mita. Aku terlalu lama pergi dari rumah, jadi aku lupa.

Tidak apa, Faris. Kadang Ratna pulang larut malam juga.

Ganti bajumu.

Seharusnya kutitipkan kuncinya padamu.

Maaf, rumahnya berantakan.

Mita, apa yang kurang dariku?

Kau juga wanita.

Apa aku tak cukup untuk memenuhi hasrat Ratna?

Apa karena aku sudah tua, jelek, lemah?

Aku tidak bisa memahaminya. Kenapa dia memilih bersama pria lain?

Gairah apa yang bisa lelaki lain berikan yang tak bisa kuberikan sebagai suaminya?

Mungkin gairah yang belum pernah dia rasakan?

Terkadang, seseorang membutuhkan gairah yang baru.

Gairah seperti apa?

Bapak, jadi memandikan Budi atau tidak?

Budi, kau pernah lihat Ibu pulang dengan orang lain?

Ibu aneh.

Ibu suka jalan-jalan sendiri.

- Ibu suka berkeliling. - Berkeliling ke mana?

Tidak tahu. Budi tak pernah ikut.

Saat Ibu pulang, Ibu masuk ke kamar tidur.

Siapa yang masuk kamar bersamanya?

Kasihan Ibu.

Apa lagi yang Budi lihat?

Diam.

Ada yang datang.

Ratna. Aku pulang dulu.

Di mana Budi? Dia sudah makan?

Aku membawakannya makanan.

Aku yang lapar.

Siapkan untukku.

Ratna, kau pergi dan Budi harus siapkan buburnya sendiri.

Kau tinggalkan dia di tangan wanita lain?

Ratna.

Aku kerja keras untuk kita.

Supaya bisa hidup dengan baik. Dengan darah, keringat, dan air mataku.

Wahyu berkata dia selalu melihatmu penuh gairah.

Apa maksudnya?

Kenapa kau bertemu Wahyu?

Jadi, itu benar. Itu dia, bukan?

Ego dan pikiranmu selalu membuatku muak!

Tolong beri tahu aku, Ratna!

Kau sudah tidur dengan Wahyu?

Berapa pria lain yang pernah kau tiduri?

Cukup!

Satu, dua, tiga.

- Faris. - Ratna.

- Faris. - Jangan pergi, Ratna.

Faris.

Ratna?

Faris.

Faris.

Faris.

Faris.

Faris.

Faris.

Ratna!

Ratna!

- Jangan bercanda, Ratna. - Faris.

Faris.

Ratna!

Ratna!

Ratna!

- Halo? - Target baru saja tiba.

Sejauh ini, kegiatannya sebagian besar dilakukan di teater.

Belum ada yang mencurigakan.

Perhatikan seberapa sering dia di sana.

Laporkan secara berkala.

Baik.

Pelacur sialan!

Sekarang aku tahu yang kau lakukan di belakangku!

Dari dulu aku curiga, tetapi kini semuanya jelas.

Aku hanya tak mengerti kenapa harus Wahyu.

Apa yang dia berikan, Ratna?

Atau mungkinโ€ฆ

kau gunakan tubuhmu untuk dapat kesempatan menulis drama.

Ratna?

Ratna?

Sial.

Belum ada gerakan, Pak.

Aku butuh nomor kamarnya.

Sembilan belas, atas nama Wahyu.

Ada yang datang.

Dia datang.

Merindukan ibu Budi.

Di mana dia?

Di mana kau sembunyikan dia?

Ratna!

Aku tahu kau di sini!

- Jangan bersembunyi! - Hei.

Ini tempat sakral.

Kau seharusnya tak ada di sini.

Ratna ada di sini.

Bukan di sana.

Satu, dua, tiga.

Dia ada di sini.

Apa yang kau lakukan?

Semua ini gairah Ratna.

Kau tidak mengerti!

Gairah apa? Apa maksudmu?

Di mana Ratna?

Di mana Ratna?

Kenapa kau belum tidur?

Budi.

Bapak bertanya kepadamu.

Kenapa kau belum tidur?

Ada masalah apa?

Budi ingin ke kamar mandi,

tetapi Budi takut.

- Kenapa Budi takutโ€ฆ - Ada Ibu.

- Ibu! - Budi, tunggu di luar.

Budi.

Kau lihat Ibu pulang ke rumah?

Kau lihat bagaimana Ibu masuk?

Atauโ€ฆ

Apa Budi lihat

siapa yang mengantar?

Ya?

Bagaimana Budi temukan Ibu di kamar mandi?

TAKSI

Apa yang kau lakukan di tengah hujan, Nona Cantik?

Untung aku lewat.

Kita akan ke hotel?

Apa yang akan kau lakukan?

Kau bekerja, ya?

Ada yang menunggumu di sana?

Aku tak bermaksud begitu.

Namun, jika kau sendirian,

aku bisa menemanimu.

Manajemen hotel mengirimku untuk memeriksa kamar Ibu.

Aku tahu suamiku mengirimmu.

Dia membayarmu berapa?

Banyak.

Ratna.

Ratna.

Senyumlah.

Kupikir kau sendirian.

Ada yang iri dengan keluarga Bapak.

Itu sebabnya mereka mengirim setan untuk menjauhkan Ratna dari Pak Faris.

Aku hanya ingin istriku kembali seperti semula.

Tenang, Pak Faris.

Mantra dalam bukuku tak pernah gagal.

Sudah berapa lama itu ada di sana?

Pak Tonyโ€ฆ

juga bisa melihatnya?

Sebelumnya, bekasnya menutupi hampir seluruh langit-langit.

Mungkin tanda-tanda ini

mengarah kepada yang kita cari.

Ini pertanda buruk, Pak Faris.

Seseorang mengirim kutukan.

Tindakan Ratna tak bisa dia kendalikan.

Apa yang harus kita lakukan?

Satu, dua, tiga.

Ayo, ayolah.

Tiga, dua, satu. Ayo.

- Naskah baru. - Ratna.

- Ini naskah baru? - Ya.

Kau yakin?

Aku tak melihat revisi.

Di mana asistenmu?

Sudah lama aku menyukai Faris.

Tolonglah, Ratna.

Semalam saja.

Jangan bicara begitu, Mita.

Aku istrinya.

Jangan hancurkan keluargaku.

Aku hanya bisa puas dengannya.

Aku bisa memberikan gairah baru.

Untuknya.

Dan untukmu.

Aku tak mau orang lain.

Ratna.

Bukan dengan manusia.

Gairah ini akan mengubahmu sepenuhnya.

Ayolah.

Ratna!

"Aku ingat malam itu, di pesta dansa.

"Kau memegang tanganku."

"Laluโ€ฆ"

Ratna!

Di mana sisanya? Selesaikan!

Selesaikan!

Aku tidak tahan!

Cepat!

Cepat!

Di mana? Cepat!

Apa-apaan ini?

Di mana?

Ayolah!

Ratna!

Ada yang datang.

Yang paling seram dan paling berbahaya.

Apa yang akan datang?

Kenapa kau terus berkata, "Ada yang datang"?

Setan?

Senjata?

Pikiran penuh nafsu.

Ratna.

Hei.

Ratna.

Tidak apa-apa, Ratna.

Aku tahu segalanya.

Ini bukan salahmu.

Kau bisa melupakan semuanya sekarang.

Sudah berakhir.

Ratna.

Tidak apa-apa, Ratna.

Aku tahu kau tak berdaya.

Kau telah terjajah.

Terasuki.

Ratna!

Cukup, Ratna!

Aku tak mau!

Aku tak mau!

Aku tak mau!

Ratna.

Ratna.

Ratna.

Ratna!

Pak Tony.

Pak Faris?

Pak.

Aku sudah siapkan Ratna.

Aku sudah melakukan semua yang Pak Tony perintahkan.

Namun, dia semakin memburuk.

Tenang.

Kita akan mengusir setan yang merasuki Ratna.

Bagus sekali, Pak Faris.

Kau lakukan persis seperti yang kuminta.

Bagus sekali.

Apa yang kita lakukan selanjutnya?

Di sini tertulis,

untuk menghilangkan kekuatan setan atas wanita,

langkah pertama,

kita harus periksa alat kelaminnya.

Tunggu.

Tak ada setan di dalam sana.

Setannya adalah kau!

Setan itu ada di dalam kalian semua!

Pak Faris.

Jangan sampai ada yang tahu soal ritual kita.

Jika tidak, kita gagal.

Ada apa, Ayah?

Budi, ke kamarmu, sekarang.

Apa yang kalian lakukan pada Ratna?

Tolong!

Duduk!

Apa yang kalian lakukan kepada Ratna?

Kenapa, Mita?

Kau pikir bisa menang?

Kau mengirim setan kepada kami!

Jangan pura-pura bodoh, Mita.

Aku tahu.

Kau yang ingin menghancurkan keluargaku.

Jika kau sangat menginginkan tubuhku,

ambillah.

Ambillah.

Namun, jangan ambil Ratna.

Aku tak mau membaginya.

Dia milikku.

Berhenti bermain-main, Mita!

Setan itu

adalah kita semua!

Ibu dan Bapak Budi berubah menjadi setan.

Sudah lama aku menunggu kesempatan ini.

Kau sangat menggairahkan.

Lebih baik meniduri setan daripada kau!

Kau semakin menggairahkan.

Kau cantik sekali.

Tony, keparat!

Apa yang kau lakukan kepada istriku?

Iblis! Kalian semua!

Tidak apa-apa.

Setan! Kalian semua!

Persetan kalian semua!

Ratna!

Ratna!

Ratna!

Ratna?

Ratna.

Kau.

Keparat.

Di mana dia?

Apa yang kau lakukan kepadanya?

Budi.

Buka pintunya, Budi!

Tidak!

Tidak!

- Bapak adalah setan! - Budi!

Buka pintunya!

- Akan kuselamatkan kau dan ibumu! - Tidak, Bapak adalah setan!

Buka pintunya, Budi!

Buka pintunya!

Tidak!

Kata Ibu kita bisa selamat

jika kita sendirian!

Bapak adalah setan!

Ibu adalah setan!

Kau membuatku tak berdaya.

Kau dan pikiranmu adalah setan.

Istrikuโ€ฆ

Diamlah!

Aku belum cukup umur untuk menonton ini.

Terjemahan subtitle oleh D I Padmadiwiria

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.