Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
JAV subtitle Indonesia: bit.ly/jav-sub
"10 Kali Melakukannya Dengan Ayah Mertua Disaat Suami Sedang Merokok"
Ya..
Aku mengerti.
Aku tahu punya 4 hari lagi, aku akan secepatnya mengerjakan novelnya.````
baiklah..
Aku akan berusaha untuk mendapatkannya sebelum waktu deadline nya..
Ya! akan kulakukan..
Ya!
Selamat tinggal..
Kau hanya memiliki waktu 4 hari?
Tidak tepat..
Lalu?
Aku tidak bisa berpikir..
Sayang,
aku tahu itu sulit,
tapi merokok tidak baik untukmu,
itu tidak dilarang.. akan tetapi kamu terlalu banyak merokok.
Aku mengerti..
Kau tidak tahu apapun..
Merokok juga menyebabkan kemandulan..
Ayahmu ini ingin sekali segera memiliki cucu.
Tolong lah!
Ayah membuatku bosan..
Eimi dan Ayah mengatakan hal yang sama.
Bosan sekali kalian berdua begitu menekanku.
Dengan menekanku begitu, Ayah mau buatku mati ya?
Bukan begitu..
Kamu mau kemana?
Merokok..
Dia seperti itu..
Maaf ya..
Kami telah menikah selama 3 tahun.
Aku tinggal bersama dengan suamiku seorang novelis dan ayahnya.
Suamiku sekarang ini banyak merokok karena penuh tekanan.
Eimi-san..
Ayah sudah tua..
Hidup ayah tidak akan lama lagi..
Karena itu..
Biarkanlah ayah melihat cucu ayah segera.
Ya..
Juga,
maaf ya.. atas perilaku anak ayah yang stres itu.
Novelnya, ayah juga terus saja menekanku tentang anak, cucu, cucu..
Rasanya mau mati saja..
Nikmat..
Aku tidak bisa..
Itu membuatku lelah..
Ayah mengatakan,
apa itu karena pengaruh rokok.
Kurasa bukan itu..
Bukan karena rokok, rasa stres itu yang membebaniku..
Semua karena itulah penyebabnya..
Eimi dan ayah juga terus menekanku..
Aku tidak bisa..
Bukan karena rokok, rasa stres itu yang membebaniku..
Semua karena itulah penyebabnya..
Eimi dan ayah juga terus menekanku..
Aku tidak bisa memikirkan apapun..
Dan juga melakukan hubungan sex tidak bernafsu..
Stres sekali.
Apa kamu mau merokok lagi?
Tidak apa-apa..
Sayang, ini teh nya.
Aku tidak bisa memikirkan apapun!
Hei nak, ada apa denganmu?
Aku tidak bisa berpikir..
Tidak bisa memikirkan tentang apapun..
Sayang, kamu terlalu banyak merokok.
Apa yang harus kulakukan?
Ini belum selesai.
Biarkan aku merokok sendirian..
Oh.. jangan berkata begitu..
Kelihatannya bagus..
Eimi, pasti sulit ya..
Kalau dia sudah mengirimkan novelnya baru dia merasa tenang.
Mungkin itu sulit,
karena dia melakukannya..
Apa dia membahagiakanmu?
Apa yang ayah tahu?
Ayah berjalan dilorong itu dan mendengarnya.
Kalau ini berlanjut,
Eimi tidak akan merasakan kebahagiaan,
dan kamu tidak akan mungkin menggendong cucuku.
Itu..
Eimi..
Apa yang ayah lakukan?
Ayah tidak bisa melihatmu seperti ini, begitu menderita.
Ayah ingin segera melihat cucu.
Bisakah?
Tunggulah, ayah akan memuaskanmu..
Kumohon hentikan..
Tidak..
Jangan..
Tidak apa-apa..
Apa kau bahagia?
Hentikan..
Jangan..
Jangan..
Jangan membebani ceritanya..
Kau akan melihat semuanya akan baik-baik saja
ini tidak benar..
Hentikan..
Ayah akan membahagiakanmu..
Kau menginginkannya bukan..
Jangan..
Jangan..
Kumohon..
Tidak..
Kumohon hentikan..
Tolong hentikan..
Tidak..
Hentikan..
Hentikan..
Dia tidak menghisap payudaramu kan?
Jangan..
Ayah..
Tidak..
Tidak..
Ayah menginginkannya..
Kumohon hentikan..
Kontol ayah didalam vaginamu.. Eimi..
Apa kau merasakannya?
Kontolnya ayah begitu nikmat kan?
Kau akan menyukainya..
Benar kan?
Nikmat..
Kau sudah lama kan tidak pernah terangsang lagi..
Kau mengalami masa-masa yang sulit..
Membungkuk..
Jangan bersuara..
Tidak.. tidak..
Tidak..
Inilah yang benar..
Ayah ingin segera melihat cucu..
Tidak..
Ayah muncrat..
Ayo..
Jangan buat wajah yang begitu sedih..
Ini kesempatan kita..
Untuk cucuku..
Dan untuk Eimi juga..
Itu pekerjaan yang menarik..
Apa kau merasa?
Apa kau tidak mau kalau ayah membaca itu?
Santai saja..
Maaf..
Ayah pergi dulu..
Ya..
Apa ini?
Itu dari teh nya..
Maaf..
Teh?
- Teh, teh.. - Bersihkan dengan tisu..
Bagian mana yang kotor?
Kenapa?
Apa ada masalah?
Tidak ada..
Baguslah kalau begitu..
Sakit kepala ini tidak kunjung sembuh..
Sakit sekali..
Permisi ..
Apa kamu mau merokok lagi?
Apaan sih?
Jangan menekanku..
Kalau begitu aku angkat dulu cupnya..
Tidak, ayah membutuhkanmu..
Tolong hentikan..
Hentikan..
- Apa kau bahagia? - Tolong hentikan.
Tidak menyukainya?
Hentikan..
Kumohon hentikan..
Kalau kita cepat melakukannya nanti dia melihat kita..
Hentikan..
Tolong hentikan..
Kumohon jangan..
Hentikan..
Tidak..
Kenapa kau begitu basah?
Kumohon..
Apa kau tidak ingin mengetahuinya?
Tidak..
Ini begitu penting..
Kamu sangat menginginkannya kan..
Dia tidak memuaskanmu kan?
Apa kau menyukainya?
Ayah, hentikan..
Hentikan..
Kau hanya mengatakan hentikan,
akan tetapi disini..
Kau sudah basah..
Dan juga begitu bernafsu..
Sudah basah semua..
Hentikan..
Hentikan..
Tidak..
Nikmat? luar biasa?
Hentikan..
Hentikan..
Hentikan..
Hentikan..
Nikmat bukan?
Ayolah..
Tidak..
Mulutmu mengatakan jangan berulang kali..
Akan tetapi vaginamu sudah begitu basah..
Eimi..
Kamu sangat kesepian..
Kontol ini akan membuatmu orgasme..
Begini..
Eimi..
Maaf, akan tetapi kontol ayah menjadi milikmu
sungguh nukmat sekali..
Nikmat..
Eimi..
Nikmat bukan?
Kau menikmatinya,
dengan kontol ayahmu.
Nikmat.. nikmat bukan?
Setelah ini kau akan merasa terpuaskan.
Hentikan..
Nikmati saja..
Nikmat kan Eimi?
Kau akan orgasme lagi..
Orgasme lagi..
Eimi..
Keluar
nikmat?
Semuanya akan baik-baik saja.
Pakailah pakaianmu, sebentar lagi dia datang.
Aku harus sedikit berimprovisasi..
Apa kondisi sudah membaik?
Ya..
Apa kamu mau merokok lagi?
Sebelum tidur aku kan merokok dulu.
Kamu banyak membeli rokok ya..
Pekerjaan ini membuatku banyak membuat kebiasaan buruk.
Bukankah mau merokok?
Ayah!
Tolong keluarlah..
Ayah..
Apa dia merokok lagi?
Tolong keluar..
Tidak akan begitu mudah baginya untuk kembali..
Tidak..
Benar, kau begitu menyukainya..
Tidak..
Kita harus rutin melakukan ini..
Kau sudah sangat basah..
Tolong hentikan, ayah.
Jangan berkata seperti itu..
Hentikan..
- Nikmat sekali.. - Hentikan..
Hentikan..
Hentikan..
Hentikan..
Hentikan..
Hentikan..
Hentikan..
Dia tidak akan kembali..
Ayah akan membantumu..
Tidak..
Hentikan..
Hentikan..
Hentikan..
Jantgan berkata hentikan,
ketika kebenarannya bertolak belakang.
Apa kau tidak melihatnya?
Kau menikmatinya.
Dia belum kembali..
Berikan lidahmu.
Bagus.. tubuhmu tidak dapat berbohong seperti halnya lidahmu..
Benar bukan?
Pegang ayah..
Tidak..
Kau begitu bernafsu.
Apa kau sudah selesai?
Hentikan..
Jangan khawatir..
Tidak masalah muncratkan saja, kau boleh melakukannya.
Ini untuk cucuku..
Untuk cucuku, Eimi..
Akan kumuncratkan..
Tunjukkan..
Begitu penuh..
Seperti ini..
Nikmat..
Bagus..
Nikmat..
Gengggamlah dengan tanganmu..
Seperti ini..
Luar biasa..
Keluar..
Bagus..
Bantu ayah membersihkannya..
Lebih dalam..
Nikmat bukan?
Kontol ayahmu..
Hisap terus..
Bagus..
Ayah muncrat lagi..
Lihatlah begitu banyak yang keluar.
Dia kembali.
Pakai pakaiannya.. ayah pergi..
Eimi..
Ayah, kumohon jangan.
Ayah ingin segera melihat cucu..
Apa kau tidak ingin melihatnya?
Hentikan..
Tolong hentikan..
Apa kau tidak mau?
Jujurlah pada dirimu sendiri
hentikan..
Hentikan..
Tolong hentikan..
Apa kau tidak mau?,
ayah ingin melihat cucu..
Jangan
hentikan..
Disini kita akan memiliki cucu..
Tidak..
Jangan..
Hentikan..
Kau menginginkannya kan, ayah tahu itu..
Seorang wanita begitu ingin melakukannya.
Nikmat?
Hentikan..
Hentikan..
Hentikan..
Jangan menolaknya..
Hentikan..
- Hentikan..hentikan - biarkan ayah melihatnya..
- Hentikan.. - Biarkan ayah, melihatnya..
Tidak..
Hentikan..
Tidak..
Kenapa kau melarikan diri?
Ayah ingin seorang cucu..
Tidak..
Eimi..
Kau mengatakan tidak..
Akan tetapi sebenarnya kau menginginkannya..
Kemarilah..
- Kemari.. - Hentikan..
Hanya ingin memiliki seorang cucu.
Tidak..
Nikmat?
Angkat pantatmu.
Ayah, hentikan.
Kita tidak punya banyak waktu.
Apa kau tidak suka berhubungan sex dengan ayah?
Nikmatnya..
Ayah suka wajah itu..
Begitu sexy..
Apa kau menyukainya?
Kau sangat menyukainya kan..
Kalau begitu sebentar lagi kita akan memiliki cucu..
Seperti ini..
Kamu mengerti kan..
Kau menyukainya kan?
Kau menyukainya?
Kau menyukai kontol ayah bukan..
Semuanya baik-baik saja..
Eimi..
Keluar..
Ayah menyukai wajahmu yang penuh kenikmatan.
Sungguh nikmat.
Nikmat bukan?
Kalau begitu kita akan memiliki cucu lebih cepat..
Nikmat bukan? Eimi..
Ayah, hentikan..
Hentikan..
Hentikan..
Hentikan.. Hentikan..
Hentikan..
Hentikan..
Hentikan..
Hari ini berbeda bukan?
Begitu berbeda, Eimi..
Hei, Eimi!
Eimi..
Ada apa?
Apa kau melihat hekter?
Apa kau menulis?
Bukankah disana?
Seingatku disini.
Mungkin didalam itu..
Ketemu..
Dapat?
Bagaimana perkembagan novelnya?
Belum selesai..
Aku tidak memiliki ide.
Kau terlihat kepanasan.
Sepertinya kau demam.
Apa kau demam?
Entahlah..
Jagalah kesehatanmu.
Ayah, hentikan..
Anakku sungguh benar-benar tidak menghargaimu.
Ayah,
hentikan.
Ayolah buat cucu lebih cepat lagi..
Begitulah.. gadis pintar..
Kumohon jangan lagi..
Apa yang kau katakan?
Eimi, apa kau tidak ingin memiliki anak?
Luar biasa..
Nikmat..
Nikmat sekali didalam mulutmu, Eimi.
Bagus..
JAV subtitle Indonesia: bit.ly/jav-sub
Mmm.. sepertinya itu terlalu cepat..
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.