All language subtitles for MEYD-479 JAV Subtitle Indonesia Menerima Orderan Subtitle & Jasa Download ke Gdrive (todrivefile@gmail.com)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American) Download
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

JAV subtitle Indonesia: bit.ly/jav-sub

"10 Kali Melakukannya Dengan Ayah Mertua Disaat Suami Sedang Merokok"

Ya..

Aku mengerti.

Aku tahu punya 4 hari lagi, aku akan secepatnya mengerjakan novelnya.````

baiklah..

Aku akan berusaha untuk mendapatkannya sebelum waktu deadline nya..

Ya! akan kulakukan..

Ya!

Selamat tinggal..

Kau hanya memiliki waktu 4 hari?

Tidak tepat..

Lalu?

Aku tidak bisa berpikir..

Sayang,

aku tahu itu sulit,

tapi merokok tidak baik untukmu,

itu tidak dilarang.. akan tetapi kamu terlalu banyak merokok.

Aku mengerti..

Kau tidak tahu apapun..

Merokok juga menyebabkan kemandulan..

Ayahmu ini ingin sekali segera memiliki cucu.

Tolong lah!

Ayah membuatku bosan..

Eimi dan Ayah mengatakan hal yang sama.

Bosan sekali kalian berdua begitu menekanku.

Dengan menekanku begitu, Ayah mau buatku mati ya?

Bukan begitu..

Kamu mau kemana?

Merokok..

Dia seperti itu..

Maaf ya..

Kami telah menikah selama 3 tahun.

Aku tinggal bersama dengan suamiku seorang novelis dan ayahnya.

Suamiku sekarang ini banyak merokok karena penuh tekanan.

Eimi-san..

Ayah sudah tua..

Hidup ayah tidak akan lama lagi..

Karena itu..

Biarkanlah ayah melihat cucu ayah segera.

Ya..

Juga,

maaf ya.. atas perilaku anak ayah yang stres itu.

Novelnya, ayah juga terus saja menekanku tentang anak, cucu, cucu..

Rasanya mau mati saja..

Nikmat..

Aku tidak bisa..

Itu membuatku lelah..

Ayah mengatakan,

apa itu karena pengaruh rokok.

Kurasa bukan itu..

Bukan karena rokok, rasa stres itu yang membebaniku..

Semua karena itulah penyebabnya..

Eimi dan ayah juga terus menekanku..

Aku tidak bisa..

Bukan karena rokok, rasa stres itu yang membebaniku..

Semua karena itulah penyebabnya..

Eimi dan ayah juga terus menekanku..

Aku tidak bisa memikirkan apapun..

Dan juga melakukan hubungan sex tidak bernafsu..

Stres sekali.

Apa kamu mau merokok lagi?

Tidak apa-apa..

Sayang, ini teh nya.

Aku tidak bisa memikirkan apapun!

Hei nak, ada apa denganmu?

Aku tidak bisa berpikir..

Tidak bisa memikirkan tentang apapun..

Sayang, kamu terlalu banyak merokok.

Apa yang harus kulakukan?

Ini belum selesai.

Biarkan aku merokok sendirian..

Oh.. jangan berkata begitu..

Kelihatannya bagus..

Eimi, pasti sulit ya..

Kalau dia sudah mengirimkan novelnya baru dia merasa tenang.

Mungkin itu sulit,

karena dia melakukannya..

Apa dia membahagiakanmu?

Apa yang ayah tahu?

Ayah berjalan dilorong itu dan mendengarnya.

Kalau ini berlanjut,

Eimi tidak akan merasakan kebahagiaan,

dan kamu tidak akan mungkin menggendong cucuku.

Itu..

Eimi..

Apa yang ayah lakukan?

Ayah tidak bisa melihatmu seperti ini, begitu menderita.

Ayah ingin segera melihat cucu.

Bisakah?

Tunggulah, ayah akan memuaskanmu..

Kumohon hentikan..

Tidak..

Jangan..

Tidak apa-apa..

Apa kau bahagia?

Hentikan..

Jangan..

Jangan..

Jangan membebani ceritanya..

Kau akan melihat semuanya akan baik-baik saja

ini tidak benar..

Hentikan..

Ayah akan membahagiakanmu..

Kau menginginkannya bukan..

Jangan..

Jangan..

Kumohon..

Tidak..

Kumohon hentikan..

Tolong hentikan..

Tidak..

Hentikan..

Hentikan..

Dia tidak menghisap payudaramu kan?

Jangan..

Ayah..

Tidak..

Tidak..

Ayah menginginkannya..

Kumohon hentikan..

Kontol ayah didalam vaginamu.. Eimi..

Apa kau merasakannya?

Kontolnya ayah begitu nikmat kan?

Kau akan menyukainya..

Benar kan?

Nikmat..

Kau sudah lama kan tidak pernah terangsang lagi..

Kau mengalami masa-masa yang sulit..

Membungkuk..

Jangan bersuara..

Tidak.. tidak..

Tidak..

Inilah yang benar..

Ayah ingin segera melihat cucu..

Tidak..

Ayah muncrat..

Ayo..

Jangan buat wajah yang begitu sedih..

Ini kesempatan kita..

Untuk cucuku..

Dan untuk Eimi juga..

Itu pekerjaan yang menarik..

Apa kau merasa?

Apa kau tidak mau kalau ayah membaca itu?

Santai saja..

Maaf..

Ayah pergi dulu..

Ya..

Apa ini?

Itu dari teh nya..

Maaf..

Teh?

- Teh, teh.. - Bersihkan dengan tisu..

Bagian mana yang kotor?

Kenapa?

Apa ada masalah?

Tidak ada..

Baguslah kalau begitu..

Sakit kepala ini tidak kunjung sembuh..

Sakit sekali..

Permisi ..

Apa kamu mau merokok lagi?

Apaan sih?

Jangan menekanku..

Kalau begitu aku angkat dulu cupnya..

Tidak, ayah membutuhkanmu..

Tolong hentikan..

Hentikan..

- Apa kau bahagia? - Tolong hentikan.

Tidak menyukainya?

Hentikan..

Kumohon hentikan..

Kalau kita cepat melakukannya nanti dia melihat kita..

Hentikan..

Tolong hentikan..

Kumohon jangan..

Hentikan..

Tidak..

Kenapa kau begitu basah?

Kumohon..

Apa kau tidak ingin mengetahuinya?

Tidak..

Ini begitu penting..

Kamu sangat menginginkannya kan..

Dia tidak memuaskanmu kan?

Apa kau menyukainya?

Ayah, hentikan..

Hentikan..

Kau hanya mengatakan hentikan,

akan tetapi disini..

Kau sudah basah..

Dan juga begitu bernafsu..

Sudah basah semua..

Hentikan..

Hentikan..

Tidak..

Nikmat? luar biasa?

Hentikan..

Hentikan..

Hentikan..

Hentikan..

Nikmat bukan?

Ayolah..

Tidak..

Mulutmu mengatakan jangan berulang kali..

Akan tetapi vaginamu sudah begitu basah..

Eimi..

Kamu sangat kesepian..

Kontol ini akan membuatmu orgasme..

Begini..

Eimi..

Maaf, akan tetapi kontol ayah menjadi milikmu

sungguh nukmat sekali..

Nikmat..

Eimi..

Nikmat bukan?

Kau menikmatinya,

dengan kontol ayahmu.

Nikmat.. nikmat bukan?

Setelah ini kau akan merasa terpuaskan.

Hentikan..

Nikmati saja..

Nikmat kan Eimi?

Kau akan orgasme lagi..

Orgasme lagi..

Eimi..

Keluar

nikmat?

Semuanya akan baik-baik saja.

Pakailah pakaianmu, sebentar lagi dia datang.

Aku harus sedikit berimprovisasi..

Apa kondisi sudah membaik?

Ya..

Apa kamu mau merokok lagi?

Sebelum tidur aku kan merokok dulu.

Kamu banyak membeli rokok ya..

Pekerjaan ini membuatku banyak membuat kebiasaan buruk.

Bukankah mau merokok?

Ayah!

Tolong keluarlah..

Ayah..

Apa dia merokok lagi?

Tolong keluar..

Tidak akan begitu mudah baginya untuk kembali..

Tidak..

Benar, kau begitu menyukainya..

Tidak..

Kita harus rutin melakukan ini..

Kau sudah sangat basah..

Tolong hentikan, ayah.

Jangan berkata seperti itu..

Hentikan..

- Nikmat sekali.. - Hentikan..

Hentikan..

Hentikan..

Hentikan..

Hentikan..

Hentikan..

Hentikan..

Dia tidak akan kembali..

Ayah akan membantumu..

Tidak..

Hentikan..

Hentikan..

Hentikan..

Jantgan berkata hentikan,

ketika kebenarannya bertolak belakang.

Apa kau tidak melihatnya?

Kau menikmatinya.

Dia belum kembali..

Berikan lidahmu.

Bagus.. tubuhmu tidak dapat berbohong seperti halnya lidahmu..

Benar bukan?

Pegang ayah..

Tidak..

Kau begitu bernafsu.

Apa kau sudah selesai?

Hentikan..

Jangan khawatir..

Tidak masalah muncratkan saja, kau boleh melakukannya.

Ini untuk cucuku..

Untuk cucuku, Eimi..

Akan kumuncratkan..

Tunjukkan..

Begitu penuh..

Seperti ini..

Nikmat..

Bagus..

Nikmat..

Gengggamlah dengan tanganmu..

Seperti ini..

Luar biasa..

Keluar..

Bagus..

Bantu ayah membersihkannya..

Lebih dalam..

Nikmat bukan?

Kontol ayahmu..

Hisap terus..

Bagus..

Ayah muncrat lagi..

Lihatlah begitu banyak yang keluar.

Dia kembali.

Pakai pakaiannya.. ayah pergi..

Eimi..

Ayah, kumohon jangan.

Ayah ingin segera melihat cucu..

Apa kau tidak ingin melihatnya?

Hentikan..

Tolong hentikan..

Apa kau tidak mau?

Jujurlah pada dirimu sendiri

hentikan..

Hentikan..

Tolong hentikan..

Apa kau tidak mau?,

ayah ingin melihat cucu..

Jangan

hentikan..

Disini kita akan memiliki cucu..

Tidak..

Jangan..

Hentikan..

Kau menginginkannya kan, ayah tahu itu..

Seorang wanita begitu ingin melakukannya.

Nikmat?

Hentikan..

Hentikan..

Hentikan..

Jangan menolaknya..

Hentikan..

- Hentikan..hentikan - biarkan ayah melihatnya..

- Hentikan.. - Biarkan ayah, melihatnya..

Tidak..

Hentikan..

Tidak..

Kenapa kau melarikan diri?

Ayah ingin seorang cucu..

Tidak..

Eimi..

Kau mengatakan tidak..

Akan tetapi sebenarnya kau menginginkannya..

Kemarilah..

- Kemari.. - Hentikan..

Hanya ingin memiliki seorang cucu.

Tidak..

Nikmat?

Angkat pantatmu.

Ayah, hentikan.

Kita tidak punya banyak waktu.

Apa kau tidak suka berhubungan sex dengan ayah?

Nikmatnya..

Ayah suka wajah itu..

Begitu sexy..

Apa kau menyukainya?

Kau sangat menyukainya kan..

Kalau begitu sebentar lagi kita akan memiliki cucu..

Seperti ini..

Kamu mengerti kan..

Kau menyukainya kan?

Kau menyukainya?

Kau menyukai kontol ayah bukan..

Semuanya baik-baik saja..

Eimi..

Keluar..

Ayah menyukai wajahmu yang penuh kenikmatan.

Sungguh nikmat.

Nikmat bukan?

Kalau begitu kita akan memiliki cucu lebih cepat..

Nikmat bukan? Eimi..

Ayah, hentikan..

Hentikan..

Hentikan..

Hentikan.. Hentikan..

Hentikan..

Hentikan..

Hentikan..

Hari ini berbeda bukan?

Begitu berbeda, Eimi..

Hei, Eimi!

Eimi..

Ada apa?

Apa kau melihat hekter?

Apa kau menulis?

Bukankah disana?

Seingatku disini.

Mungkin didalam itu..

Ketemu..

Dapat?

Bagaimana perkembagan novelnya?

Belum selesai..

Aku tidak memiliki ide.

Kau terlihat kepanasan.

Sepertinya kau demam.

Apa kau demam?

Entahlah..

Jagalah kesehatanmu.

Ayah, hentikan..

Anakku sungguh benar-benar tidak menghargaimu.

Ayah,

hentikan.

Ayolah buat cucu lebih cepat lagi..

Begitulah.. gadis pintar..

Kumohon jangan lagi..

Apa yang kau katakan?

Eimi, apa kau tidak ingin memiliki anak?

Luar biasa..

Nikmat..

Nikmat sekali didalam mulutmu, Eimi.

Bagus..

JAV subtitle Indonesia: bit.ly/jav-sub

Mmm.. sepertinya itu terlalu cepat..

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.