Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan oleh mifae :)
Ini rumahnya.
Lumayan.
Tidak terlalu buruk.
Dari cara Ibumu bicara
kukira ini seperti rumah pembunuh.
Jangan terlalu perhatikan apa yang Ibuku katakan.
Dia dan Paman Alex tidak akur.
Sedikit bau apak.
Pilihannya rumah ini atau bayar $2.000 per bulan
untuk tinggal di apartemen.
Aku suka rumah ini.
Benar.
Itu Pamanmu?
Ya, itu Paman Alexander.
Rasanya sedikit aneh
tinggal di rumah orang yang sudah mati.
Ini hanya rumah, Diane.
Biar aku yang ambil itu.
Aku hamil 3 bulan, Mitch.
- Aku bukan orang cacat. - Aku tahu. Aku hanya... Bisakah kau...
Bisakah kau santai saja?
Demi aku?
Coba krannya.
- Bagus sekali. - Coba cek di bawah konter.
Kurasa sekeringnya ada di basemen.
Akan kulihat dulu.
Diane.
Lihat apa yang kutemukan.
Diane!
Astaga, Diane.
Sial.
- Hai, Bu. - Bagaimana keadaannya?
Dia baik-baik saja. Kami menemui Dr. Fielding.
Semua baik-baik saja, termasuk bayinya.
Kalian harus lebih berhati-hati.
Bayangkan membiarkannya membawa
kardus dari mobil ke dalam rumah.
Sudah kubilang takkan ada hal baik yang terjadi
kalau kalian tinggal di rumah itu.
Ayolah, Bu. Jangan mulai lagi.
Pikirkan adikmu yang malang.
Tapi, Bu, aku tak mengerti
pengaruhnya pada Karen kalau aku tinggal di sini.
Dia bahkan tak tahu hari.
- Jangan bilang begitu. - Itu benar.
Kapan terakhir kali kau menengoknya?
Entahlah. Sudah agak lama.
- Sudah agak lama? - Mungkin setahun.
Mitch Walker, tega sekali kau!
Menelantarkan adikmu sendiri.
Kapan kunjungan terakhir Ibu?
Aku sulit untuk keluar rumah
sejak Ayahmu meninggal.
Kau punya mobil yang sangat bagus.
Ya, kalau sedang berfungsi.
Dengar. Ibu tahu kondisi
keuanganku dan Diane sedang sulit.
Tinggal di rumah ini akan sangat membantu kami.
Menyewa rumah di kota menyulitkan kami.
Aku tak mau cucuku lahir dan dibesarkan di rumah itu.
Tuhan telah melihatmu dan Diane cukup pantas
untuk memiliki anak ini.
Di mana Dia setahun yang lalu?
Ada Iblis di rumah itu.
- Ingat ucapanku ini. - Astaga, Bu!
Kau bilang apa?
Maaf. Aku...
Ini hanya rumah biasa.
Oke? Mungkin aku akan memperbaikinya.
Kita bisa dapat uang dari rumah ini.
Takkan ada hal baik yang muncul dari rumah itu.
Baiklah.
Baiklah. Dengar.
Aku harus menengok Diane, jadi, kutelepon lagi besok ya.
Ingat ucapanku, Mitch.
Aku tahu. Pasti akan kuingat.
Baik. Jaga diri, Bu.
Kita bicara lagi nanti.
Listriknya sudah hidup.
Apa itu Ibumu?
Bagaimana kau bisa menebaknya?
Kau selalu bicara seperti itu
padanya.
Seperti apa?
Seperti bocah yang dimarahi Ibunya.
Kau tahu dia seperti apa.
Dia benar-benar benci rumah ini.
- Mungkin kita harus... - Ini bukan soal rumahnya.
Ini soal Paman Alex.
Kau bilang mereka tidak akur.
Kurasa masalahnya lebih rumit dari itu.
Kau tahu Ibuku orang yang taat.
Ya, aku punya foto pernikahan di gereja sebagai bukti.
Paman Alex sebaliknya.
- Ateis? - Bukan. Lebih buruk dari itu.
Dia pakar kejiwaan, cenayang, atau apa pun istilahnya.
Penyembuhan dengan kristal, kartu Tarot, dan sebagainya.
Tidak terdengar terlalu buruk.
Kita sedang membahas Ibuku.
Ingat saat kita harus sembunyikan buku Harry Potter
yang ada di apartemen? Benar, kan?
- Benar, kan? - Benar.
Ibuku dan Paman Alex baru saja mulai rukun.
Ayahku selalu jadi penjaga perdamaian di antara mereka.
Andai saja aku sempat bertemu Ayahmu.
Ya.
Aku takkan tahu bagaimana dia bisa sampai menikahi Ibuku.
Lalu sesuatu terjadi.
Usiaku baru 8-9 tahun.
Kami menginap di sini selama akhir pekan.
Aku ingat pada hari sebelumnya
kami pergi ke basemen.
Paman Alex sedang memotret.
Dia punya kamera khusus
yang bisa memotret auramu.
Kau pernah dengar itu?
Kurasa namanya Kirlian.
Kirlian, Kurlian, atau apalah.
Katanya aura mewakili kepribadian
malaikat pelindung, atau sejenisnya.
Dan...
Sial.
- Apa? - Aku baru ingat
apa yang kutemukan di basemen tadi pagi.
Aku mau tunjukkan sesuatu padamu.
Aku tak datang untuk minum teh, Bu.
Aku mau membicarakan apa yang terjadi pada Paman Alex.
Lihat apa yang kulakukan karenamu.
Tunggu, Bu. Biar aku... Boleh aku yang melakukannya?
Kenapa kau berbuat begini padaku?
Aku tak mau membicarakannya.
Tidak mau!
Jika Ayahmu masih hidup...
Ayah sudah tiada, Bu.
Ayah dan Paman Alex sudah tiada.
Sekarang kita berdua harus membereskan ini.
Aku sudah muak dengan semua rahasia di keluarga ini.
Kau tak pernah bicara begini padaku, Mitch.
Dalam seumur hidupku.
Setelah semua yang kulakukan untukmu.
Setelah semua dosa yang telah kumaafkan.
Aku mencemaskan Karen.
Tidak cukup khawatir untuk menjenguknya.
Dulu aku menjenguknya, Bu. Ibu tahu itu
tapi sejak aku dan Diane...
Sejak Diane keguguran, pernikahan kami
dan kami pindah ke apartemen, Ibu tahu aku kehilangan pekerjaan.
Karen tinggal sangat jauh.
Itu tempat terbaik untuknya.
Ya, tapi apa tidak ada tempat yang lebih dekat...
Itu tempat terbaik.
Ayahmu setuju.
Aku tidak yakin Ayah senang.
Ayahmu setuju.
Kami setuju sebagai keluarga.
Dia butuh penanganan.
Bagaimana Diane?
Dia baik-baik saja.
Hanya tekanan darah rendah.
Apa dia makan obat?
Ya.
Dan banyak istirahat.
Sudah seharusnya.
Kau tahu, aku...
Aku mendoakan kalian berdua setiap malam
dan kau heran kenapa aku khawatir
kalian tinggal di rumah itu?
Diane harus tinggal di tempat yang aman dalam kondisi begitu.
Bukan di tempat semacam itu.
Kalau begitu, beri tahu aku apa yang terjadi di sana.
Beri aku kesempatan untuk memahaminya.
Usiamu baru 9 tahun saat itu.
Rumah itu dingin.
Selalu dingin.
Aku tak mengerti kenapa kita ke sana setiap musim dingin.
Pamanmu...
bermain-main dengan kamera itu.
Dia meminta kita semua...
berfoto di basemen.
Astaga. Di sana dingin sekali.
Malam itu...
Pamanmu sedang...
tidak baik suasana hatinya.
Dia tak menyentuh makan malamnya
dan tak bicara pada siapa pun sepanjang malam.
Lalu di malam yang sama...
Ayahmu membangunkanku.
Katanya dia baru saja melihatmu dan Karen.
Karen...
Dia...
tak ada di tempat tidurnya.
Kami periksa kamar mandi dan...
kamar tidur yang lain.
Pamanmu juga menghilang.
Aku tak ingat soal ini.
Kami tak mau membangunkanmu.
Dan...
Lalu kami periksa basemen.
Ternyata Karen ada di sana.
Gadis kecilku.
Pamanmu melakukan...
Di sana ada tali.
Melingkari kaki dan tangannya.
Mengikatnya.
Wajahnya...
dibasahi air mata
tapi dia tidak menangis.
Sudah berhenti.
Dia...
berbicara.
Berbicara pelan.
Kalimat...
Kalimat yang sama berulang kali.
"Keluarkan dia dari tubuhku."
"Aku tak mau dia ada di dalamku."
"Dia menyakitiku."
Sekarang kau tahu.
Sekarang kau tahu rahasia kecil keluarga kita yang kelam.
Aku tak pernah mau mendengar nama Pamanmu
disebut di rumah ini lagi.
Apa yang terjadi selanjutnya?
Kau tahu itu.
Pikiran Karen rusak sejak Pamanmu...
Setelah malam itu.
Jadi, itu awal mulanya?
Penyakitnya?
Itu traumanya.
Tentu saja mereka...
Mereka yang disebut dokter tak bisa buktikan apa-apa
tapi aku tahu itu apa.
Saat itulah dia mulai mendengar suara-suara
dan tak mengenali keluarganya lagi.
Apa yang terjadi pada Paman?
Apa dia dipenjara?
Sudah kubilang padamu dokter tak bisa buktikan apa-apa.
Karen sakit parah...
dan tak bisa bicara pada polisi
jadi, kami hanya...
memastikan...
tak berhubungan dengannya lagi.
Tentu saja dia menulis surat.
Apa isinya?
Aku membakarnya di perapian
dan sekarang...
sesuai kehendak Tuhan...
hal serupa terjadi padanya.
Dia terbakar di api neraka.
Kau sedang apa?
Entahlah. Mungkin menghabiskan waktu.
Ini kamera yang kuceritakan padamu.
- Yang bisa memotret aura orang? - Benar.
Aku hanya mau tahu apa ini masih berfungsi.
Kenapa?
Lihat ini.
Ini fotoku.
Itu auramu?
Keren sekali.
Apa arti berbagai warna ini?
Baca ini.
"Rahasia Fotografi Kirlian" karya Ada Devere.
Baik. Kurasa aku takkan mengusiknya.
Baiklah.
Lihat foto ini.
Astaga.
Siapa itu?
Karen saat berusia 7 tahun.
Apa yang ada di sekelilingnya?
Entahlah. Mungkin kamera ini hanya omong kosong.
Aku tidak tahu.
Tunggu. Berdirilah di sana.
Baik. Jangan bergerak.
Tunggu.
Ini tak menimbulkan radiasi, kan?
Tidak. Tak ada masalah.
Baik. Sekarang kita tunggu.
Astaga.
Apa?
Lihat ini.
Apa warna auraku merah muda?
Lihat lebih teliti.
Mitch.
Apa itu aura bayi kita?
Aku tidak tahu.
Kurasa aku perlu bicara pada seseorang
yang paham hal semacam ini.
Yah...
Menurutmu Ada Devere masih hidup?
Itu dia.
Ada Devere, cenayang terdaftar.
Membaca Tarot, memanggil arwah, penyesuaian chakra.
Memanggil arwah. Yang benar saja.
Semua orang tahu itu penipuan.
Pamanku mempercayainya.
Mungkin Paman Alex percaya
itu bisa membantunya untuk menghasilkan uang.
Begitu pula wanita itu.
Mungkin.
Tn. Walker.
Kurasa kau tertarik pada ramalan Tarot.
Benar.
Aku dan istriku akan mulai membangun satu keluarga.
Istrimu sedang mengandung?
Ya, 3 bulan.
Selamat. Anak pertama?
Benar.
Kau tidak yakin?
Istriku keguguran sekali.
Sebelum yang ini.
Aku turut prihatin mendengarnya.
Jadi, kau mau dengar prediksi kartu Tarot
untuk beberapa waktu ke depan?
Benar sekali.
Kau sadar ini bukan ilmu pasti.
Aku tak bisa memberitahumu harus beli undian yang mana
atau apa warna cat kamar bayi yang benar.
Aku mengerti.
Istrimu tak mau ikut?
Dia...
Dia agak skeptis.
Kurasa bisa dibilang begitu.
Pasangan yang skeptis adalah hal yang umum
tapi biasanya si istri yang datang menemuiku.
Suaminya yang tinggal di rumah.
Benar.
Aku hanya penasaran kenapa kau berbeda?
Menurutku hal ini menarik.
Bagaimana cara kerjanya?
Baik.
Kau pilih satu kartu.
Jangan terlalu khawatir.
Kartunya hanya simbol.
Harus diartikan
dan arti sebenarnya
didapatkan dari kombinasi semua kartu yang dibuka.
Sekarang kocok sisanya
dengan bagian muka selalu menghadap ke bawah.
Baiklah.
Kenapa aku harus melakukan ini?
Konon, dengan menyentuh kartu
kau memindahkan energimu pada kartu tersebut
selain harapanmu
dan impianmu.
Sekarang mari kita lihat kombinasi kartunya.
Apa kau baru saja kehilangan anggota keluarga?
- Selain... - Ya.
Paman...
Kakekku meninggal bulan lalu.
Sungguh?
- Kalian dekat? - Ya.
Apa penyebab kematiannya?
Kanker.
Sangat mendadak.
Siapa namanya?
Namanya...
Tn. Walker!
Kalau kau datang kemari untuk membuang waktu kita berdua
maka kusarankan kau pergi.
Biaya ramalan $98 dan itu untuk
anggota keluargamu yang asli atau palsu.
Maaf.
Aku hanya tak mau memberimu informasi.
Aku pernah baca tentang praktik semacam ini.
Kalian mengajukan pertanyaan
dan orang menceritakan kisah hidupnya pada kalian
lalu kalian sampaikan kisah yang sama seolah itu sihir.
Aku tak pernah mengaku tahu
apa pun soal sihir, Tn. Walker.
Berhentilah berpura-pura seolah kau datang kemari
untuk ramalan Tarot
dan ceritakan lebih banyak tentang Pamanmu.
Kurasa kau berniat menyebut namanya tadi
dan apa pun yang ada di dalam saku jaketmu
dan ingin kau tunjukkan padaku.
Bagaimana kau tahu?
Tanganmu memegangnya terus
untuk memastikan itu masih di sana.
Baiklah.
Siapa gadis ini?
Adikku.
Foto lama saat usianya 7 tahun.
Diambil memakai kamera Kirlian?
Benar. Oleh Pamanku.
Profesinya sama denganmu sebelum dia meninggal.
Ada apa?
"Alexander. Apa kau berdoa?"
Ya. Kau pernah mendengarnya?
Seharusnya aku langsung tahu. Aku pernah melihat fotonya.
Alexander satu-satunya orang yang bersikeras
memakai peralatan fotografi Kirlian
saat semua orang menganggapnya mainan.
Jadi, Alexander sudah meninggal?
Maaf. Aku tak tahu kau mengenalnya.
Kalian berteman?
Ya, bisa dibilang begitu.
Sudah lama sekali.
Lalu...
di mana adikmu sekarang?
Di RS Jiwa.
Dekat pantai.
Sudah tinggal di sana hampir seumur hidupnya.
Sejak usia berapa?
Awalnya, dia baik-baik saja
tapi setelah foto itu diambil
dia mengalami trauma.
Trauma?
Kurasa Pamanku menyakitinya.
Menyakiti?
Kau tahu, dianiaya.
Oleh Alexander?
Itu mustahil.
Tidak. Kurasa Pamanmu
bukan penyebab traumanya.
Kurasa penyebabnya itu.
Apa itu?
Kapan foto ini diambil?
30 tahun lalu.
Ada kemungkinan dia sudah bebas.
Bebas dari apa?
Andai saja ada cara untuk memastikannya.
Aku masih punya kameranya.
Kamera Kirlian?
Bisakah kau minta adikmu berdiri di depannya?
Entahlah. Maksudku...
Tn. Walker!
Kusarankan bawa adikmu
keluar dari tempat itu
ke depan kamera Kirlian.
Mungkin aku bisa menolongnya
tapi kita harus tahu dulu
apakah dia masih membawanya.
Satu pertanyaan lagi.
Katamu foto ini diambil 30 tahun lalu.
Bisa beri tahu aku tanggalnya?
Ibuku bilang aku baru saja berusia 9 tahun
jadi, itui bulan November.
Terima kasih.
Ya, Dr. Simms.
Jeff. Aku bukan dokter.
Karen Walker, kan?
Ya, itu adikku.
Apa dia selalu begini?
Begitulah.
Apa dia bicara?
Aku belum pernah dengar
tapi dia suka menggambar.
Menggambar?
Suka menggambar di dinding
jadi, mereka memberinya kertas dan pensil.
Kurasa beberapa gambarnya ada di dalam arsip.
Dia tak berbahaya, kan?
Apa ada formulir atau semacamnya yang menyatakan
alasannya dimasukkan ke sini?
Formulir merah muda.
Aneh.
Apa?
Biasanya ini diparaf oleh dokter
tapi formulir ini menyebutkan, "dipindahkan menjadi pasien
atas persetujuan pribadi Ellen..." Bukan, "Elaine."
Elaine Walker?
Ya, itu Ibuku.
Aku belum pernah melihat yang seperti ini.
Maksudnya?
Adikmu tak pernah dimasukkan secara resmi.
Dia dirawat di sini secara sukarela
atas seizin Elaine Walker.
Berarti dia bebas pergi?
Kau bawa tanda pengenal?
Karen.
Aku akan hidupkan mobilnya sekarang.
Aku akan membawamu pulang.
Oke?
Karen, ini Mitch.
Ini kakakmu, Mitch. Ingat?
Baiklah.
Ayolah.
Ayolah.
Siapa ini?
Apa dia adikmu?
Pelankan suaramu. Aku tak mau membuatnya panik.
Mitch! Ibumu menaruhnya di sana
karena dia butuh penanganan profesional!
Permisi, Karen.
Kau baik-baik saja?
Hanya tekanan darahku. Aku turun tangga terlalu cepat.
Baik. Biar kubantu kau pergi di sofa. Ayo.
Tidak usah. Aku baik-baik saja.
Tidak apa-apa. Aku hanya perlu duduk.
Sebaiknya jangan tinggalkan Karen seorang diri di bawah.
Dia baik-baik saja. Aku hanya mau memastikan kau juga tak apa-apa.
Sial. Kau benar.
Kau benar.
Karen, aku...
Sial.
Di sini rupanya.
Oktober.
November.
Apa dia tidur?
Kurasa begitu. Sulit dipastikan.
Aku meninggalkannya di sofa.
- Apa dia melakukannya? - Melakukan apa?
Kau tahu maksudku.
Memecahkan kameranya.
Tidak. Hanya jatuh dari penyangganya.
Seharusnya kukencangkan sekrupnya.
Alat itu sudah tua. Mungkin longgar.
Benar.
Dia tidak kasar, Diane.
Kau bisa memperbaikinya?
Apa?
Kameranya, Bodoh.
Mungkin. Kurasa filmnya rusak
tapi aku tak tahu tempat yang mungkin menjualnya.
Maaf.
Hanya saja kadang...
Kadang aku sangat takut memikirkan bayi kita.
Dengar.
Semua akan baik-baik saja.
Ibuku saja mendoakan kita.
Apa yang kau lakukan?
Aku hanya memeriksa apa dia nyata.
Bagaimana dia naik kemari?
Aku tidak tahu.
Aku tak tahu apa yang kulakukan.
Mungkin kita harus mengembalikannya.
Mitch, udaranya semakin dingin.
Sial. Aku meninggalkan sweater Karen di basemen.
Baik. Aku akan turun mengambilnya.
Kau bantu dia masuk ke mobil.
Karen, sekarang kita masuk ke mobil.
Pelan-pelan.
Astaga, Karen! Tolonglah!
Hei!
Kukira katamu kameranya rusak.
Kameranya hancur di lantai dan filmnya berserakan di luar.
- Kau yakin? - Yakin.
Kau pasti salah lihat.
Mitch, kau mau ke mana?
Menjemput Karen.
Aku mau memotretnya.
Sekarang.
Kau mau aku memeganginya?
Kurasa itu tidak penting.
Aku harus berikan foto ini pada Ada.
Kau takkan meninggalkanku bersama Karen, kan?
Ya, dia akan baik-baik saja. Jangan khawatir.
Bagaimana caraku mengurusnya?
Apa aku harus telepon Ibumu?
Jangan. Dia tak boleh tahu soal ini.
Dia akan marah besar kalau tahu
aku bawa Karen ke rumah ini lagi.
Dia akan baik-baik saja.
Kondisinya memburuk, kan?
Apa itu sesuai dugaanmu?
Kupikir ada kemungkinan kecil
dia sudah meninggalkannya, tapi...
Ada apa?
Mungkin kau sulit menerima penjelasanku ini, Tn. Walker.
Dengar. Jika memang ada cara untuk menolong Karen
aku tak peduli apa pun itu.
Baik.
Kuminta kau dengarkan baik-baik.
"Lama sebelum sejarah dituliskan...
...Bumi kita dihuni oleh satu wujud..."
Aku ragu memakai kata "kehidupan"
karena aturan kehidupan yang kita terapkan
tidak berlaku bagi mereka.
Walau begitu, satu entitas ini...
"...yang tak bisa begitu saja...
...kita lihat atau rasakan."
"Dalam peristiwa langka sepanjang sejarah...
...entitas ini, dengan berbagai alasan...
...memasuki dunia kita."
"Manusia sudah berusaha menggambarkan mereka."
Umat Katolik melihat Iblis dan setan.
Umat Islam menyebutnya jin.
Dari sanalah kata "genie" dalam bahasa Inggris berasal.
Mereka tak terlihat seperti itu.
Maksudku bukan apa yang kau lihat
di film kartun, Tn. Walker.
"Entitas ini bisa sangat berbahaya."
"Sebagian besar tak peduli pada manusia...
...tapi mereka yang masuk dunia kita...
...atau dibawa ke sini...
...bisa sangat dipenuhi dendam."
"Makhluk itu sama sekali tidak ragu...
...merasuki jiwa manusia...
...dengan tujuan murni menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan."
Jadi, apa salah satu makhluk itu...
merasuki adikku?
Aku sangat yakin soal itu.
Foto yang kau tunjukkan padaku telah meyakinkanku.
Dia merasukinya selama ini?
Satu dekade hanya sekejap mata bagi mereka.
Mereka abadi.
Dengar.
Katamu adikku bisa ditolong.
Ya. Mungkin.
Aku hanya bisa mencoba, Tn. Walker.
Elaine, hai.
Diane Sayang.
Aku senang sekali mendengar suaramu.
Aku sangat khawatir atas apa yang terjadi.
Membawa-bawa kardus.
Aku baik-baik saja.
Aku sudah bilang padanya rumah itu tak baik untukmu.
- Dingin sekali, kan? - Kurasa begitu.
Hanya Tuhan yang tahu keadaan di rumah itu.
Kau tahu, ada...
Ada ruang yang cukup luas di sini.
Diane?
Ya. Maaf.
Sinyal di sini jelek.
Aku ada di basemen.
Kau sedang apa di sana?
Diane, ada apa?
Tidak!
Diane!
Tn. Walker.
Mitch. Namaku Mitch.
Baik, Mitch.
Kebanyakan orang cenderung sulit
menerima informasi yang kuberikan padamu ini.
Mereka tak mau berpikir makhluk yang digambarkan
di buku ini sungguh ada.
Tapi kau?
Aku melihat beberapa hal
sejak Karen ada di rumah itu.
Misalnya, kamera itu.
Dia memecahkannya semalam.
Aku bersumpah kameranya berhamburan di lantai.
Pagi ini, kameranya baik-baik saja.
Sudah kubilang makhluk ini sangat dipenuhi dendam.
Mereka tidak terikat
batasan apa pun dalam realita kita.
Mereka mampu menciptakan dunia lain milik mereka sendiri
atau setidaknya menampilkan itu.
Makanya menolong Karen akan sangat sulit.
Mitch.
Maaf aku harus berkata bahwa aku yakin makhluk ini
merasa sangat nyaman di dalam tubuh adikmu.
Dia jelas senang menyiksa orang.
Siapa yang lebih mudah disiksa dari gadis kecil yang polos?
Aku yakin itu alasannya memilih adikmu.
Dia cenderung mengganggu jiwa termuda
dan termurni di dalam rumah.
Dia tahu ketakutan terbesar kita
dan memanfaatkannya untuk melawan kita.
Maaf.
Diane?
Kau mau membahas kejadian hari ini?
Tidak.
Menurutmu apa yang terjadi?
Kau pikir sesuatu terjadi, tapi sebenarnya tidak, kan?
Aku tak mau membahasnya.
Ini seperti saat kukira Karen memecahkan kameranya.
Sumpah. Aku melihatnya, tapi ternyata tidak terjadi.
Dengar.
Makhluk ini...
menakuti kita, tapi tidak nyata.
Hanya bisa menakuti kita kalau kita izinkan, Diane.
Kau pasti Diane.
Apa aku harus bawa Karen turun?
Jangan dulu.
Aku harus menyampaikan beberapa aturan dasar dulu.
Apa ini?
Semacam pengusiran setan?
Apa kau dibesarkan sebagai umat Katolik?
Bisa dibilang begitu.
Dari pihak Ibuku.
Ya, ampun.
Selalu sulit untuk menbatalkan
apa yang telah dipelajari.
Jika ini bisa menghiburmu
aku tak konsentrasi di sekolah Minggu.
Umat Katolik punya ritual
dengan kostum khusus dan peralatan berkilau mereka.
Bahkan kadang itu berhasil
walau bukan karena sebab yang mereka pikirkan.
Inilah aturan dasarku.
Aku akan memanggil arwah
dan coba mengontak entitas di dalam tubuh Karen.
Berarti kita harus bergandengan tangan.
Apa pun yang kau dengar
atau lihat
betapa pun traumatis atau emosional keadaannya
jangan melepaskan tangan
sebelum kuperintahkan.
Menjaga kontak dengan makhluk semacam itu
butuh energi yang besar dan konsentrasi tinggi.
Mungkin dia pemarah.
Juga agresif.
Terlalu cepat memutuskan kontak
bisa menjadi bencana
bagi kita semua.
Katamu "beberapa aturan".
Apa hanya itu?
Tidak.
Istrimu tak boleh datang ke basemen ini
selama prosesnya.
Aku yakin dia tak keberatan.
Selama prosesnya, Mitch.
Aku mengerti.
Apa dia tahu yang dilakukannya?
Entahlah. Kurasa begitu.
Mitch, bagaimana kalau makhluk ini
apa pun itu, menyakiti Karen
dan memperburuk kondisinya?
Kurasa itu mustahil.
Taruh dia di kursi.
Dia harus diikat kencang.
- Sungguh? - Mitch.
Perlawanannya tak hanya bersifat kejiwaan, tapi juga fisik.
Entitas itu akan berusaha
menguasai jiwa Karen.
Merupakan hal yang umum bagi subyek yang dirasuki
mengalami siksaan
atau bahkan mati
selama prosesnya.
Pegang tangannya, Mitch.
Yang kuat.
Ingat yang kukatakan padamu.
Berjabat tangan membuka saluran komunikasi.
Juga menciptakan jalan di antara kita
dan dunia gaib entitas itu.
Jika terlalu cepat melepaskan tangan, kita takkan bisa mengusirnya.
Lalu bagaimana sekarang?
Ada?
Karen Walker.
Karen.
Karen Walker.
Aku mau bicara pada Karen Walker.
Karen, kau bisa mendengarku?
Aku mau bicara pada Karen Walker.
Karen.
Karen, kau bisa mendengarku?
Aku mau bicara pada Karen Walker.
Karen!
Kau bisa mendengarku?
Tolong aku.
Karen, apa itu kau?
Tolong aku.
Sakit.
Tenang, Karen.
Kami akan menolongmu.
Kakakmu bersamaku di sini.
Kami akan menolongmu.
Dia takkan membiarkannya.
Kami akan mencabut rasa sakitmu, Karen.
Dia takkan membiarkannya.
Dia senang menyakitiku dan tak mau berhenti.
Kami akan tetap melanjutkan.
Jangan.
Dia akan menyakitiku.
Dia akan membunuhku!
Kurasa tidak, Karen.
Pasti.
Dia akan membunuhku kalau kalian mengincarnya.
Jika dia membunuhmu, Karen
dia tak punya tempat tujuan lain.
Dia akan menyakitimu.
Dia akan menyakiti kalian semua.
Bagaimana kalau aku bicara baik-baik padanya, Karen?
Kalau aku coba membujuknya untuk tidak melakukan itu?
Dia tak mau bicara padamu.
Bagaimana kalau aku...
Dia tak mau mendengarkanmu.
Dia tak mau mendengarkanmu!
Dia tak mau mendengarkanmu!
Ada.
Benarkah dia bisa menyakiti Karen?
Sungguh?
Jika dia membunuhnya, Mitch
jiwanya akan meninggalkan tubuhnya
dan makhluk itu terpaksa ikut keluar bersamanya.
Kita tahu dia tak menginginkan itu
tapi dia akan melawan.
Mati-matian.
Kau tahu, dahulu kala...
saat kami masih kecil
ada 2 pohon besar yang tumbang
dan kami biasa memanjatnya.
Suatu waktu, akhirnya aku berani melompat
dari satu pohon ke pohon lainnya.
Kurasa itu bisa dianggap semacam prestasi.
Maka kutantang Karen melakukannya.
Dia jauh lebih kecil dariku.
Aku tahu dia tidak mampu, tapi aku tetap menantangnya.
Maka dia melompat.
Tentu saja dia tidak sampai.
Saat dia meraih pohonnya, tangannya tersangkut.
Pergelangan tangannya patah.
Aku tak bisa melupakan suaranya dan tangisannya.
Lalu aku menggendongnya pulang.
Ibu memarahiku
saat Ayah membawa kami ke RS.
Saat itulah aku menyadari arti
dari menjadi seorang kakak.
Seharusnya aku menjaga Karen.
Melindunginya.
Tindakanmu benar, Mitch.
Kau tak bisa mencegah makhluk itu
merasuki tubuh Karen.
Kau sendiri masih kecil saat itu.
Kau beruntung makhluk itu memilih jiwa termuda
dan termurni.
Jika Karen tidak ada...
dia akan memilihmu.
Ayo kita coba lagi.
Karen.
Karen Walker.
Aku mau bicara pada Karen Walker.
Karen Walker.
Aku mau bicara pada Karen Walker.
Karen.
Karen Walker.
Ada yang tidak beres.
Aku mau bicara pada Karen Walker.
Ada, kurasa ada yang tidak beres.
Diane Walker.
Ini pesan untukmu
tentang suamimu, Mitch.
Kau kenal Mitch.
Tidak mampu mempertahankan pekerjaannya.
Tidak bisa membuat bayi.
Karen Walker.
Aku mau bicara pada Karen Walker.
Bayimu akan mati.
Suamimu tak bisa membuat bayi.
Bayinya akan mati!
- Tidak. - Karen!
Karen.
Karen Walker.
Aku mau bicara pada Karen Walker.
Kau lagi.
Dia tak mau bicara padamu.
Tidak masalah.
Aku mau bicara pada Karen.
Kakakmu ada di sini, Karen.
Kau ingat kakakmu, Mitch?
Mitch?
Dia meninggalkanku.
Membiarkanku membusuk.
Melupakanku.
Mitch menyesal.
Dia mau menolongmu.
Tidak bisa.
Dia akan menyakitiku.
Dia akan membunuhku.
Mitch menyesal telah meninggalkanmu.
Dia juga menyesal saat kau cedera.
Ingat kejadian di hutan tempo hari?
Ya.
Itu menyakitkan.
Mitch menyakitiku.
Kau ingat kejadiannya?
Kau melompat dari pohon.
Ya.
Mitch menyuruhku melompat.
Itu kesalahannya.
Dia membenciku.
Kau cedera, kan?
Ya.
Kakimu patah.
Ya. Kakiku sakit sekali.
Itu kesalahan Mitch.
Dia mau menyakitiku.
Masa?
Ya.
Makanya dia ada di sini.
Dia mau aku disakiti.
Dia mau aku dibunuh.
Yang patah bukan kakimu. Bukan begitu, Karen?
Hanya pergelangan tanganmu.
Persetan denganmu
wanita jalang!
Ada.
Dia tidak menyukainya.
Kau menipunya?
Aku sudah menduga dia mengejek kita.
Pura-pura menjadi Karen.
Berusaha membuat kita putus asa.
Itulah makanan mereka.
Derita emosional.
Mereka tak punya wujud fisik
selain yang mereka rasuki.
Lalu apa langkah berikutnya?
Aku butuh istirahat.
Bisa berikan bukunya padaku?
Sebaiknya kau periksa keadaan istrimu.
Ya.
Kapan ini akan selesai?
Aku tidak tahu. Ada sangat lelah.
Ada lelah?
Aku juga lelah.
Aku lelah dengan semua ini.
Ini membuatku gila.
Aku mendengar dan melihat banyak hal.
Aku tahu. Aku juga. Tenang.
Kenapa ini terjadi?
Ada bilang dia mengejek kita. Mempermainkan ketakutan kita.
Siapa?
Aku tak bisa menjelaskannya.
Itu tidak cukup, Mitch.
Ada pakarnya.
Maka aku akan pergi dan bicara pada Ada!
Diane!
Ada. Keluar!
Ada.
Mitch, kau harus bawa dia pergi dari sini.
Apa yang terjadi?
Kubilang keluar!
Sebaiknya kau menuruti dia.
Turuti ucapannya.
Mitch.
Kau harus mematuhi aturan dasarku.
Apa ada kemajuan?
Tentu saja.
Dia tampak semakin buruk.
Itu karena kita membawa entitas itu semakin dekat
ke permukaan.
Saat dia berada jauh di dalam jiwa seseorang
hanya kamera Kirlian yang bisa melihatnya
tapi ketahuilah...
setelah kita mengusirnya dari tubuh adikmu...
mungkin ada satu saat
ketika kita berdua berhadapan dengannya.
Aku pernah melihat orang panik
dan hampir gila
saat menghadapi makhluk semacam itu.
Kau pernah melakukan ini?
Mengusir makhluk itu?
Tidak pernah.
Tapi kau pernah melihatnya?
Di rumah ini.
Kau pernah kemari sebelumnya.
Yah...
Aku sudah lama tak melihat foto itu.
Aku penasaran di mana foto itu.
Ada di dalam buku itu.
Tentu saja. Aku tak punya alasan
untuk melihat buku ini selama bertahun-tahun.
30 tahun, tepatnya.
Kenapa kau tak memberitahuku?
Apa ada bedanya?
Entahlah. Kenapa kau memberitahuku sekarang?
Tentu saja aku kenal Pamanmu.
Dulu, kelompok kami melakukan tur
pameran cenayang. Sebagian besar
penipu dan dukun
tapi ada lima orang yang akrab.
Aku, Alexander, dan tiga lainnya.
Kami memahami kekuatan sebenarnya
dalam pengetahuan yang kami miliki.
Atau setidaknya kami pikir begitu.
Alexander mempelajari peralatan fotografi Kirlian.
Yang lain menganggapnya trik dagang murahan.
Memotret aura seharga $1 per foto
tapi teorinya adalah...
jika kamera itu bisa memotret aura
yang tak terlihat mata awam
maka mungkin kamera itu juga bisa menunjukkan hal lainnya.
Seperti entitas ini?
Ya.
Makhluk semacam ini
belum pernah terfoto dalam sejarah.
Bisa bayangkan antusiasme kami
melihat kemungkinan kemenangan besar itu?
Itu bisa membenarkan profesi kami
tapi tentu saja...
kami harus menemukannya dulu.
Atau membuat salah satunya mendatangi kami.
Kalian membawanya kemari?
Instruksi memanggil arwah tertulis lengkap di buku ini
jika kau tahu harus cari di mana.
Maka kami berlima berkumpul di basemen ini
untuk memanggil arwah.
Kami berniat menjangkau dunia mereka.
Kami pikir kami tahu apa yang kami lakukan.
Kami semua tidak siap menghadapi teror
yang kami lepaskan.
Tentu saja kami berusaha mengirimnya kembali.
Mengusirnya ke dunianya sendiri.
Tapi kalian gagal.
Lingkarannya terlalu cepat dilepaskan.
Aku menyadari hal itu sekarang.
Malam itu sangat mengusik kami
sampai kami tak saling bertemu lagi.
Kami tak sanggup melihat satu sama lain.
Barulah sampai kau tunjukkan padaku
foto Karen itu
dan memberitahuku tanggal dia jatuh sakit
aku menyadari...
entah bagaimana makhluk ini
berhasil tinggal di rumah ini.
Menunggu...
jiwa muda yang segar.
Berarti ini tanggung jawabmu?
Karen tersiksa selama 30 tahun
karena sesuatu yang kau bawa ke rumah ini!
Mitch, aku tak tahu sebelumnya.
Pamanmu tak pernah memberitahuku.
Dia pasti langsung tahu
saat melihat fotonya
dan dia akan berusaha melakukan apa yang kita lakukan saat ini
tapi begitu orang tuamu membawa Karen pergi
dan memutuskan tidak berhubungan lagi
maka tak ada lagi
yang dapat dilakukannya.
Dia menulis surat.
Pada Ibuku.
Tapi dia membakarnya.
Astaga.
Dia berusaha memberitahu Ibuku.
Maafkan aku, Mitch.
Kau akan gagal.
Mitch, tunggu.
Itu bukan Karen.
Kau akan gagal
dan mati.
Kau sudah menyerah berpura-pura?
Sakit.
Kau akan membiarkanku bicara pada Karen atau tidak?
Karen sibuk.
Di mana dia?
Bersamaku di sini.
Kalau begitu, kita lanjutkan.
- Apa yang kau lakukan? - Ini sudah berjalan terlalu lama.
Aku yakin hanya tersisa satu pilihan
untuk mengakhiri penderitaan Karen.
Pegang tangannya, Mitch.
Tidak. Ya, Tuhan.
Pasti ada cara lain.
Jika Karen meninggal
jiwanya akan tinggalkan tubuhnya
dan Bumi ini.
Iblis bajingan ini juga akan ikut.
Kau takkan berani.
Bajingan!
Jalang!
Kau melihat amarahnya?
Kau takkan berani membunuh adikmu sendiri.
Kau tak mampu melawannya!
Anak kesayangan Ibu.
Kenapa kau berbuat begini padaku?
Ibu?
Abaikan dia, Mitch.
Setelah aku memaafkan semua dosa-dosamu?
Dosa apa?
Aku tak menyakiti siapa pun.
Dosamu pada Tuhan, Mitch.
Makanya anak harammu itu mati.
Aku mendoakannya setiap hari
dan Tuhan yang baik dengan kebijaksanaannya
merenggut anak harammu
dan melemparnya ke lubang neraka
yang pantas untuknya.
Jangan dengarkan dia, Mitch.
Bersama Ayahmu yang bajingan
yang berbuat kotor dengan wanita lain
setiap kali aku berpaling.
Itu tidak benar!
Mitch, jangan!
Amarahmu membuatnya semakin kuat.
Hanya kau yang kumiliki di dunia ini, Mitch.
Ibu.
Tidak.
Jangan!
Karen?
Astaga. Kurasa dia sudah mati.
Karen?
Jangan!
Tidak!
Mitch?
Karen.
Karen, kau bisa mendengarku?
Karen?
Karen!
Karen?
Ini Mitch.
Kau sudah pulang.
Baiklah.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Aku harus memastikannya.
Ayo berdiri.
Apa yang kau lakukan?
Duduklah di sini.
Di.
Karen, ini hanya kamera.
Aku akan memotretmu.
Ada, kita berhasil!
Dia sudah pergi.
Baiklah, Karen.
Ayo.
Kau baik-baik saja?
Di mana Ayah dan Ibu?
Kau sudah pergi lama sekali.
Aku tahu.
Dengar. Aku akan membawanya naik.
Sebaiknya kau periksa Ada. Kondisinya tampak kurang baik.
Ada.
Kau baik-baik saja?
Ada?
Ada?
Hai, Bu.
Mitch, kau tak meneleponku kemarin.
Diane terdengar sangat aneh.
Aku sangat khawatir.
Semua baik-baik saja, Bu.
Semuanya...
Mitch?
Mitch, kau masih di sana?
Makhluk itu memilih jiwa termuda
dan termurni.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.