All language subtitles for Aura.2018.AMZN.WEB-DL.DDP5.1.H.264-NTG

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan oleh mifae :)

Ini rumahnya.

Lumayan.

Tidak terlalu buruk.

Dari cara Ibumu bicara

kukira ini seperti rumah pembunuh.

Jangan terlalu perhatikan apa yang Ibuku katakan.

Dia dan Paman Alex tidak akur.

Sedikit bau apak.

Pilihannya rumah ini atau bayar $2.000 per bulan

untuk tinggal di apartemen.

Aku suka rumah ini.

Benar.

Itu Pamanmu?

Ya, itu Paman Alexander.

Rasanya sedikit aneh

tinggal di rumah orang yang sudah mati.

Ini hanya rumah, Diane.

Biar aku yang ambil itu.

Aku hamil 3 bulan, Mitch.

- Aku bukan orang cacat. - Aku tahu. Aku hanya... Bisakah kau...

Bisakah kau santai saja?

Demi aku?

Coba krannya.

- Bagus sekali. - Coba cek di bawah konter.

Kurasa sekeringnya ada di basemen.

Akan kulihat dulu.

Diane.

Lihat apa yang kutemukan.

Diane!

Astaga, Diane.

Sial.

- Hai, Bu. - Bagaimana keadaannya?

Dia baik-baik saja. Kami menemui Dr. Fielding.

Semua baik-baik saja, termasuk bayinya.

Kalian harus lebih berhati-hati.

Bayangkan membiarkannya membawa

kardus dari mobil ke dalam rumah.

Sudah kubilang takkan ada hal baik yang terjadi

kalau kalian tinggal di rumah itu.

Ayolah, Bu. Jangan mulai lagi.

Pikirkan adikmu yang malang.

Tapi, Bu, aku tak mengerti

pengaruhnya pada Karen kalau aku tinggal di sini.

Dia bahkan tak tahu hari.

- Jangan bilang begitu. - Itu benar.

Kapan terakhir kali kau menengoknya?

Entahlah. Sudah agak lama.

- Sudah agak lama? - Mungkin setahun.

Mitch Walker, tega sekali kau!

Menelantarkan adikmu sendiri.

Kapan kunjungan terakhir Ibu?

Aku sulit untuk keluar rumah

sejak Ayahmu meninggal.

Kau punya mobil yang sangat bagus.

Ya, kalau sedang berfungsi.

Dengar. Ibu tahu kondisi

keuanganku dan Diane sedang sulit.

Tinggal di rumah ini akan sangat membantu kami.

Menyewa rumah di kota menyulitkan kami.

Aku tak mau cucuku lahir dan dibesarkan di rumah itu.

Tuhan telah melihatmu dan Diane cukup pantas

untuk memiliki anak ini.

Di mana Dia setahun yang lalu?

Ada Iblis di rumah itu.

- Ingat ucapanku ini. - Astaga, Bu!

Kau bilang apa?

Maaf. Aku...

Ini hanya rumah biasa.

Oke? Mungkin aku akan memperbaikinya.

Kita bisa dapat uang dari rumah ini.

Takkan ada hal baik yang muncul dari rumah itu.

Baiklah.

Baiklah. Dengar.

Aku harus menengok Diane, jadi, kutelepon lagi besok ya.

Ingat ucapanku, Mitch.

Aku tahu. Pasti akan kuingat.

Baik. Jaga diri, Bu.

Kita bicara lagi nanti.

Listriknya sudah hidup.

Apa itu Ibumu?

Bagaimana kau bisa menebaknya?

Kau selalu bicara seperti itu

padanya.

Seperti apa?

Seperti bocah yang dimarahi Ibunya.

Kau tahu dia seperti apa.

Dia benar-benar benci rumah ini.

- Mungkin kita harus... - Ini bukan soal rumahnya.

Ini soal Paman Alex.

Kau bilang mereka tidak akur.

Kurasa masalahnya lebih rumit dari itu.

Kau tahu Ibuku orang yang taat.

Ya, aku punya foto pernikahan di gereja sebagai bukti.

Paman Alex sebaliknya.

- Ateis? - Bukan. Lebih buruk dari itu.

Dia pakar kejiwaan, cenayang, atau apa pun istilahnya.

Penyembuhan dengan kristal, kartu Tarot, dan sebagainya.

Tidak terdengar terlalu buruk.

Kita sedang membahas Ibuku.

Ingat saat kita harus sembunyikan buku Harry Potter

yang ada di apartemen? Benar, kan?

- Benar, kan? - Benar.

Ibuku dan Paman Alex baru saja mulai rukun.

Ayahku selalu jadi penjaga perdamaian di antara mereka.

Andai saja aku sempat bertemu Ayahmu.

Ya.

Aku takkan tahu bagaimana dia bisa sampai menikahi Ibuku.

Lalu sesuatu terjadi.

Usiaku baru 8-9 tahun.

Kami menginap di sini selama akhir pekan.

Aku ingat pada hari sebelumnya

kami pergi ke basemen.

Paman Alex sedang memotret.

Dia punya kamera khusus

yang bisa memotret auramu.

Kau pernah dengar itu?

Kurasa namanya Kirlian.

Kirlian, Kurlian, atau apalah.

Katanya aura mewakili kepribadian

malaikat pelindung, atau sejenisnya.

Dan...

Sial.

- Apa? - Aku baru ingat

apa yang kutemukan di basemen tadi pagi.

Aku mau tunjukkan sesuatu padamu.

Aku tak datang untuk minum teh, Bu.

Aku mau membicarakan apa yang terjadi pada Paman Alex.

Lihat apa yang kulakukan karenamu.

Tunggu, Bu. Biar aku... Boleh aku yang melakukannya?

Kenapa kau berbuat begini padaku?

Aku tak mau membicarakannya.

Tidak mau!

Jika Ayahmu masih hidup...

Ayah sudah tiada, Bu.

Ayah dan Paman Alex sudah tiada.

Sekarang kita berdua harus membereskan ini.

Aku sudah muak dengan semua rahasia di keluarga ini.

Kau tak pernah bicara begini padaku, Mitch.

Dalam seumur hidupku.

Setelah semua yang kulakukan untukmu.

Setelah semua dosa yang telah kumaafkan.

Aku mencemaskan Karen.

Tidak cukup khawatir untuk menjenguknya.

Dulu aku menjenguknya, Bu. Ibu tahu itu

tapi sejak aku dan Diane...

Sejak Diane keguguran, pernikahan kami

dan kami pindah ke apartemen, Ibu tahu aku kehilangan pekerjaan.

Karen tinggal sangat jauh.

Itu tempat terbaik untuknya.

Ya, tapi apa tidak ada tempat yang lebih dekat...

Itu tempat terbaik.

Ayahmu setuju.

Aku tidak yakin Ayah senang.

Ayahmu setuju.

Kami setuju sebagai keluarga.

Dia butuh penanganan.

Bagaimana Diane?

Dia baik-baik saja.

Hanya tekanan darah rendah.

Apa dia makan obat?

Ya.

Dan banyak istirahat.

Sudah seharusnya.

Kau tahu, aku...

Aku mendoakan kalian berdua setiap malam

dan kau heran kenapa aku khawatir

kalian tinggal di rumah itu?

Diane harus tinggal di tempat yang aman dalam kondisi begitu.

Bukan di tempat semacam itu.

Kalau begitu, beri tahu aku apa yang terjadi di sana.

Beri aku kesempatan untuk memahaminya.

Usiamu baru 9 tahun saat itu.

Rumah itu dingin.

Selalu dingin.

Aku tak mengerti kenapa kita ke sana setiap musim dingin.

Pamanmu...

bermain-main dengan kamera itu.

Dia meminta kita semua...

berfoto di basemen.

Astaga. Di sana dingin sekali.

Malam itu...

Pamanmu sedang...

tidak baik suasana hatinya.

Dia tak menyentuh makan malamnya

dan tak bicara pada siapa pun sepanjang malam.

Lalu di malam yang sama...

Ayahmu membangunkanku.

Katanya dia baru saja melihatmu dan Karen.

Karen...

Dia...

tak ada di tempat tidurnya.

Kami periksa kamar mandi dan...

kamar tidur yang lain.

Pamanmu juga menghilang.

Aku tak ingat soal ini.

Kami tak mau membangunkanmu.

Dan...

Lalu kami periksa basemen.

Ternyata Karen ada di sana.

Gadis kecilku.

Pamanmu melakukan...

Di sana ada tali.

Melingkari kaki dan tangannya.

Mengikatnya.

Wajahnya...

dibasahi air mata

tapi dia tidak menangis.

Sudah berhenti.

Dia...

berbicara.

Berbicara pelan.

Kalimat...

Kalimat yang sama berulang kali.

"Keluarkan dia dari tubuhku."

"Aku tak mau dia ada di dalamku."

"Dia menyakitiku."

Sekarang kau tahu.

Sekarang kau tahu rahasia kecil keluarga kita yang kelam.

Aku tak pernah mau mendengar nama Pamanmu

disebut di rumah ini lagi.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Kau tahu itu.

Pikiran Karen rusak sejak Pamanmu...

Setelah malam itu.

Jadi, itu awal mulanya?

Penyakitnya?

Itu traumanya.

Tentu saja mereka...

Mereka yang disebut dokter tak bisa buktikan apa-apa

tapi aku tahu itu apa.

Saat itulah dia mulai mendengar suara-suara

dan tak mengenali keluarganya lagi.

Apa yang terjadi pada Paman?

Apa dia dipenjara?

Sudah kubilang padamu dokter tak bisa buktikan apa-apa.

Karen sakit parah...

dan tak bisa bicara pada polisi

jadi, kami hanya...

memastikan...

tak berhubungan dengannya lagi.

Tentu saja dia menulis surat.

Apa isinya?

Aku membakarnya di perapian

dan sekarang...

sesuai kehendak Tuhan...

hal serupa terjadi padanya.

Dia terbakar di api neraka.

Kau sedang apa?

Entahlah. Mungkin menghabiskan waktu.

Ini kamera yang kuceritakan padamu.

- Yang bisa memotret aura orang? - Benar.

Aku hanya mau tahu apa ini masih berfungsi.

Kenapa?

Lihat ini.

Ini fotoku.

Itu auramu?

Keren sekali.

Apa arti berbagai warna ini?

Baca ini.

"Rahasia Fotografi Kirlian" karya Ada Devere.

Baik. Kurasa aku takkan mengusiknya.

Baiklah.

Lihat foto ini.

Astaga.

Siapa itu?

Karen saat berusia 7 tahun.

Apa yang ada di sekelilingnya?

Entahlah. Mungkin kamera ini hanya omong kosong.

Aku tidak tahu.

Tunggu. Berdirilah di sana.

Baik. Jangan bergerak.

Tunggu.

Ini tak menimbulkan radiasi, kan?

Tidak. Tak ada masalah.

Baik. Sekarang kita tunggu.

Astaga.

Apa?

Lihat ini.

Apa warna auraku merah muda?

Lihat lebih teliti.

Mitch.

Apa itu aura bayi kita?

Aku tidak tahu.

Kurasa aku perlu bicara pada seseorang

yang paham hal semacam ini.

Yah...

Menurutmu Ada Devere masih hidup?

Itu dia.

Ada Devere, cenayang terdaftar.

Membaca Tarot, memanggil arwah, penyesuaian chakra.

Memanggil arwah. Yang benar saja.

Semua orang tahu itu penipuan.

Pamanku mempercayainya.

Mungkin Paman Alex percaya

itu bisa membantunya untuk menghasilkan uang.

Begitu pula wanita itu.

Mungkin.

Tn. Walker.

Kurasa kau tertarik pada ramalan Tarot.

Benar.

Aku dan istriku akan mulai membangun satu keluarga.

Istrimu sedang mengandung?

Ya, 3 bulan.

Selamat. Anak pertama?

Benar.

Kau tidak yakin?

Istriku keguguran sekali.

Sebelum yang ini.

Aku turut prihatin mendengarnya.

Jadi, kau mau dengar prediksi kartu Tarot

untuk beberapa waktu ke depan?

Benar sekali.

Kau sadar ini bukan ilmu pasti.

Aku tak bisa memberitahumu harus beli undian yang mana

atau apa warna cat kamar bayi yang benar.

Aku mengerti.

Istrimu tak mau ikut?

Dia...

Dia agak skeptis.

Kurasa bisa dibilang begitu.

Pasangan yang skeptis adalah hal yang umum

tapi biasanya si istri yang datang menemuiku.

Suaminya yang tinggal di rumah.

Benar.

Aku hanya penasaran kenapa kau berbeda?

Menurutku hal ini menarik.

Bagaimana cara kerjanya?

Baik.

Kau pilih satu kartu.

Jangan terlalu khawatir.

Kartunya hanya simbol.

Harus diartikan

dan arti sebenarnya

didapatkan dari kombinasi semua kartu yang dibuka.

Sekarang kocok sisanya

dengan bagian muka selalu menghadap ke bawah.

Baiklah.

Kenapa aku harus melakukan ini?

Konon, dengan menyentuh kartu

kau memindahkan energimu pada kartu tersebut

selain harapanmu

dan impianmu.

Sekarang mari kita lihat kombinasi kartunya.

Apa kau baru saja kehilangan anggota keluarga?

- Selain... - Ya.

Paman...

Kakekku meninggal bulan lalu.

Sungguh?

- Kalian dekat? - Ya.

Apa penyebab kematiannya?

Kanker.

Sangat mendadak.

Siapa namanya?

Namanya...

Tn. Walker!

Kalau kau datang kemari untuk membuang waktu kita berdua

maka kusarankan kau pergi.

Biaya ramalan $98 dan itu untuk

anggota keluargamu yang asli atau palsu.

Maaf.

Aku hanya tak mau memberimu informasi.

Aku pernah baca tentang praktik semacam ini.

Kalian mengajukan pertanyaan

dan orang menceritakan kisah hidupnya pada kalian

lalu kalian sampaikan kisah yang sama seolah itu sihir.

Aku tak pernah mengaku tahu

apa pun soal sihir, Tn. Walker.

Berhentilah berpura-pura seolah kau datang kemari

untuk ramalan Tarot

dan ceritakan lebih banyak tentang Pamanmu.

Kurasa kau berniat menyebut namanya tadi

dan apa pun yang ada di dalam saku jaketmu

dan ingin kau tunjukkan padaku.

Bagaimana kau tahu?

Tanganmu memegangnya terus

untuk memastikan itu masih di sana.

Baiklah.

Siapa gadis ini?

Adikku.

Foto lama saat usianya 7 tahun.

Diambil memakai kamera Kirlian?

Benar. Oleh Pamanku.

Profesinya sama denganmu sebelum dia meninggal.

Ada apa?

"Alexander. Apa kau berdoa?"

Ya. Kau pernah mendengarnya?

Seharusnya aku langsung tahu. Aku pernah melihat fotonya.

Alexander satu-satunya orang yang bersikeras

memakai peralatan fotografi Kirlian

saat semua orang menganggapnya mainan.

Jadi, Alexander sudah meninggal?

Maaf. Aku tak tahu kau mengenalnya.

Kalian berteman?

Ya, bisa dibilang begitu.

Sudah lama sekali.

Lalu...

di mana adikmu sekarang?

Di RS Jiwa.

Dekat pantai.

Sudah tinggal di sana hampir seumur hidupnya.

Sejak usia berapa?

Awalnya, dia baik-baik saja

tapi setelah foto itu diambil

dia mengalami trauma.

Trauma?

Kurasa Pamanku menyakitinya.

Menyakiti?

Kau tahu, dianiaya.

Oleh Alexander?

Itu mustahil.

Tidak. Kurasa Pamanmu

bukan penyebab traumanya.

Kurasa penyebabnya itu.

Apa itu?

Kapan foto ini diambil?

30 tahun lalu.

Ada kemungkinan dia sudah bebas.

Bebas dari apa?

Andai saja ada cara untuk memastikannya.

Aku masih punya kameranya.

Kamera Kirlian?

Bisakah kau minta adikmu berdiri di depannya?

Entahlah. Maksudku...

Tn. Walker!

Kusarankan bawa adikmu

keluar dari tempat itu

ke depan kamera Kirlian.

Mungkin aku bisa menolongnya

tapi kita harus tahu dulu

apakah dia masih membawanya.

Satu pertanyaan lagi.

Katamu foto ini diambil 30 tahun lalu.

Bisa beri tahu aku tanggalnya?

Ibuku bilang aku baru saja berusia 9 tahun

jadi, itui bulan November.

Terima kasih.

Ya, Dr. Simms.

Jeff. Aku bukan dokter.

Karen Walker, kan?

Ya, itu adikku.

Apa dia selalu begini?

Begitulah.

Apa dia bicara?

Aku belum pernah dengar

tapi dia suka menggambar.

Menggambar?

Suka menggambar di dinding

jadi, mereka memberinya kertas dan pensil.

Kurasa beberapa gambarnya ada di dalam arsip.

Dia tak berbahaya, kan?

Apa ada formulir atau semacamnya yang menyatakan

alasannya dimasukkan ke sini?

Formulir merah muda.

Aneh.

Apa?

Biasanya ini diparaf oleh dokter

tapi formulir ini menyebutkan, "dipindahkan menjadi pasien

atas persetujuan pribadi Ellen..." Bukan, "Elaine."

Elaine Walker?

Ya, itu Ibuku.

Aku belum pernah melihat yang seperti ini.

Maksudnya?

Adikmu tak pernah dimasukkan secara resmi.

Dia dirawat di sini secara sukarela

atas seizin Elaine Walker.

Berarti dia bebas pergi?

Kau bawa tanda pengenal?

Karen.

Aku akan hidupkan mobilnya sekarang.

Aku akan membawamu pulang.

Oke?

Karen, ini Mitch.

Ini kakakmu, Mitch. Ingat?

Baiklah.

Ayolah.

Ayolah.

Siapa ini?

Apa dia adikmu?

Pelankan suaramu. Aku tak mau membuatnya panik.

Mitch! Ibumu menaruhnya di sana

karena dia butuh penanganan profesional!

Permisi, Karen.

Kau baik-baik saja?

Hanya tekanan darahku. Aku turun tangga terlalu cepat.

Baik. Biar kubantu kau pergi di sofa. Ayo.

Tidak usah. Aku baik-baik saja.

Tidak apa-apa. Aku hanya perlu duduk.

Sebaiknya jangan tinggalkan Karen seorang diri di bawah.

Dia baik-baik saja. Aku hanya mau memastikan kau juga tak apa-apa.

Sial. Kau benar.

Kau benar.

Karen, aku...

Sial.

Di sini rupanya.

Oktober.

November.

Apa dia tidur?

Kurasa begitu. Sulit dipastikan.

Aku meninggalkannya di sofa.

- Apa dia melakukannya? - Melakukan apa?

Kau tahu maksudku.

Memecahkan kameranya.

Tidak. Hanya jatuh dari penyangganya.

Seharusnya kukencangkan sekrupnya.

Alat itu sudah tua. Mungkin longgar.

Benar.

Dia tidak kasar, Diane.

Kau bisa memperbaikinya?

Apa?

Kameranya, Bodoh.

Mungkin. Kurasa filmnya rusak

tapi aku tak tahu tempat yang mungkin menjualnya.

Maaf.

Hanya saja kadang...

Kadang aku sangat takut memikirkan bayi kita.

Dengar.

Semua akan baik-baik saja.

Ibuku saja mendoakan kita.

Apa yang kau lakukan?

Aku hanya memeriksa apa dia nyata.

Bagaimana dia naik kemari?

Aku tidak tahu.

Aku tak tahu apa yang kulakukan.

Mungkin kita harus mengembalikannya.

Mitch, udaranya semakin dingin.

Sial. Aku meninggalkan sweater Karen di basemen.

Baik. Aku akan turun mengambilnya.

Kau bantu dia masuk ke mobil.

Karen, sekarang kita masuk ke mobil.

Pelan-pelan.

Astaga, Karen! Tolonglah!

Hei!

Kukira katamu kameranya rusak.

Kameranya hancur di lantai dan filmnya berserakan di luar.

- Kau yakin? - Yakin.

Kau pasti salah lihat.

Mitch, kau mau ke mana?

Menjemput Karen.

Aku mau memotretnya.

Sekarang.

Kau mau aku memeganginya?

Kurasa itu tidak penting.

Aku harus berikan foto ini pada Ada.

Kau takkan meninggalkanku bersama Karen, kan?

Ya, dia akan baik-baik saja. Jangan khawatir.

Bagaimana caraku mengurusnya?

Apa aku harus telepon Ibumu?

Jangan. Dia tak boleh tahu soal ini.

Dia akan marah besar kalau tahu

aku bawa Karen ke rumah ini lagi.

Dia akan baik-baik saja.

Kondisinya memburuk, kan?

Apa itu sesuai dugaanmu?

Kupikir ada kemungkinan kecil

dia sudah meninggalkannya, tapi...

Ada apa?

Mungkin kau sulit menerima penjelasanku ini, Tn. Walker.

Dengar. Jika memang ada cara untuk menolong Karen

aku tak peduli apa pun itu.

Baik.

Kuminta kau dengarkan baik-baik.

"Lama sebelum sejarah dituliskan...

...Bumi kita dihuni oleh satu wujud..."

Aku ragu memakai kata "kehidupan"

karena aturan kehidupan yang kita terapkan

tidak berlaku bagi mereka.

Walau begitu, satu entitas ini...

"...yang tak bisa begitu saja...

...kita lihat atau rasakan."

"Dalam peristiwa langka sepanjang sejarah...

...entitas ini, dengan berbagai alasan...

...memasuki dunia kita."

"Manusia sudah berusaha menggambarkan mereka."

Umat Katolik melihat Iblis dan setan.

Umat Islam menyebutnya jin.

Dari sanalah kata "genie" dalam bahasa Inggris berasal.

Mereka tak terlihat seperti itu.

Maksudku bukan apa yang kau lihat

di film kartun, Tn. Walker.

"Entitas ini bisa sangat berbahaya."

"Sebagian besar tak peduli pada manusia...

...tapi mereka yang masuk dunia kita...

...atau dibawa ke sini...

...bisa sangat dipenuhi dendam."

"Makhluk itu sama sekali tidak ragu...

...merasuki jiwa manusia...

...dengan tujuan murni menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan."

Jadi, apa salah satu makhluk itu...

merasuki adikku?

Aku sangat yakin soal itu.

Foto yang kau tunjukkan padaku telah meyakinkanku.

Dia merasukinya selama ini?

Satu dekade hanya sekejap mata bagi mereka.

Mereka abadi.

Dengar.

Katamu adikku bisa ditolong.

Ya. Mungkin.

Aku hanya bisa mencoba, Tn. Walker.

Elaine, hai.

Diane Sayang.

Aku senang sekali mendengar suaramu.

Aku sangat khawatir atas apa yang terjadi.

Membawa-bawa kardus.

Aku baik-baik saja.

Aku sudah bilang padanya rumah itu tak baik untukmu.

- Dingin sekali, kan? - Kurasa begitu.

Hanya Tuhan yang tahu keadaan di rumah itu.

Kau tahu, ada...

Ada ruang yang cukup luas di sini.

Diane?

Ya. Maaf.

Sinyal di sini jelek.

Aku ada di basemen.

Kau sedang apa di sana?

Diane, ada apa?

Tidak!

Diane!

Tn. Walker.

Mitch. Namaku Mitch.

Baik, Mitch.

Kebanyakan orang cenderung sulit

menerima informasi yang kuberikan padamu ini.

Mereka tak mau berpikir makhluk yang digambarkan

di buku ini sungguh ada.

Tapi kau?

Aku melihat beberapa hal

sejak Karen ada di rumah itu.

Misalnya, kamera itu.

Dia memecahkannya semalam.

Aku bersumpah kameranya berhamburan di lantai.

Pagi ini, kameranya baik-baik saja.

Sudah kubilang makhluk ini sangat dipenuhi dendam.

Mereka tidak terikat

batasan apa pun dalam realita kita.

Mereka mampu menciptakan dunia lain milik mereka sendiri

atau setidaknya menampilkan itu.

Makanya menolong Karen akan sangat sulit.

Mitch.

Maaf aku harus berkata bahwa aku yakin makhluk ini

merasa sangat nyaman di dalam tubuh adikmu.

Dia jelas senang menyiksa orang.

Siapa yang lebih mudah disiksa dari gadis kecil yang polos?

Aku yakin itu alasannya memilih adikmu.

Dia cenderung mengganggu jiwa termuda

dan termurni di dalam rumah.

Dia tahu ketakutan terbesar kita

dan memanfaatkannya untuk melawan kita.

Maaf.

Diane?

Kau mau membahas kejadian hari ini?

Tidak.

Menurutmu apa yang terjadi?

Kau pikir sesuatu terjadi, tapi sebenarnya tidak, kan?

Aku tak mau membahasnya.

Ini seperti saat kukira Karen memecahkan kameranya.

Sumpah. Aku melihatnya, tapi ternyata tidak terjadi.

Dengar.

Makhluk ini...

menakuti kita, tapi tidak nyata.

Hanya bisa menakuti kita kalau kita izinkan, Diane.

Kau pasti Diane.

Apa aku harus bawa Karen turun?

Jangan dulu.

Aku harus menyampaikan beberapa aturan dasar dulu.

Apa ini?

Semacam pengusiran setan?

Apa kau dibesarkan sebagai umat Katolik?

Bisa dibilang begitu.

Dari pihak Ibuku.

Ya, ampun.

Selalu sulit untuk menbatalkan

apa yang telah dipelajari.

Jika ini bisa menghiburmu

aku tak konsentrasi di sekolah Minggu.

Umat Katolik punya ritual

dengan kostum khusus dan peralatan berkilau mereka.

Bahkan kadang itu berhasil

walau bukan karena sebab yang mereka pikirkan.

Inilah aturan dasarku.

Aku akan memanggil arwah

dan coba mengontak entitas di dalam tubuh Karen.

Berarti kita harus bergandengan tangan.

Apa pun yang kau dengar

atau lihat

betapa pun traumatis atau emosional keadaannya

jangan melepaskan tangan

sebelum kuperintahkan.

Menjaga kontak dengan makhluk semacam itu

butuh energi yang besar dan konsentrasi tinggi.

Mungkin dia pemarah.

Juga agresif.

Terlalu cepat memutuskan kontak

bisa menjadi bencana

bagi kita semua.

Katamu "beberapa aturan".

Apa hanya itu?

Tidak.

Istrimu tak boleh datang ke basemen ini

selama prosesnya.

Aku yakin dia tak keberatan.

Selama prosesnya, Mitch.

Aku mengerti.

Apa dia tahu yang dilakukannya?

Entahlah. Kurasa begitu.

Mitch, bagaimana kalau makhluk ini

apa pun itu, menyakiti Karen

dan memperburuk kondisinya?

Kurasa itu mustahil.

Taruh dia di kursi.

Dia harus diikat kencang.

- Sungguh? - Mitch.

Perlawanannya tak hanya bersifat kejiwaan, tapi juga fisik.

Entitas itu akan berusaha

menguasai jiwa Karen.

Merupakan hal yang umum bagi subyek yang dirasuki

mengalami siksaan

atau bahkan mati

selama prosesnya.

Pegang tangannya, Mitch.

Yang kuat.

Ingat yang kukatakan padamu.

Berjabat tangan membuka saluran komunikasi.

Juga menciptakan jalan di antara kita

dan dunia gaib entitas itu.

Jika terlalu cepat melepaskan tangan, kita takkan bisa mengusirnya.

Lalu bagaimana sekarang?

Ada?

Karen Walker.

Karen.

Karen Walker.

Aku mau bicara pada Karen Walker.

Karen, kau bisa mendengarku?

Aku mau bicara pada Karen Walker.

Karen.

Karen, kau bisa mendengarku?

Aku mau bicara pada Karen Walker.

Karen!

Kau bisa mendengarku?

Tolong aku.

Karen, apa itu kau?

Tolong aku.

Sakit.

Tenang, Karen.

Kami akan menolongmu.

Kakakmu bersamaku di sini.

Kami akan menolongmu.

Dia takkan membiarkannya.

Kami akan mencabut rasa sakitmu, Karen.

Dia takkan membiarkannya.

Dia senang menyakitiku dan tak mau berhenti.

Kami akan tetap melanjutkan.

Jangan.

Dia akan menyakitiku.

Dia akan membunuhku!

Kurasa tidak, Karen.

Pasti.

Dia akan membunuhku kalau kalian mengincarnya.

Jika dia membunuhmu, Karen

dia tak punya tempat tujuan lain.

Dia akan menyakitimu.

Dia akan menyakiti kalian semua.

Bagaimana kalau aku bicara baik-baik padanya, Karen?

Kalau aku coba membujuknya untuk tidak melakukan itu?

Dia tak mau bicara padamu.

Bagaimana kalau aku...

Dia tak mau mendengarkanmu.

Dia tak mau mendengarkanmu!

Dia tak mau mendengarkanmu!

Ada.

Benarkah dia bisa menyakiti Karen?

Sungguh?

Jika dia membunuhnya, Mitch

jiwanya akan meninggalkan tubuhnya

dan makhluk itu terpaksa ikut keluar bersamanya.

Kita tahu dia tak menginginkan itu

tapi dia akan melawan.

Mati-matian.

Kau tahu, dahulu kala...

saat kami masih kecil

ada 2 pohon besar yang tumbang

dan kami biasa memanjatnya.

Suatu waktu, akhirnya aku berani melompat

dari satu pohon ke pohon lainnya.

Kurasa itu bisa dianggap semacam prestasi.

Maka kutantang Karen melakukannya.

Dia jauh lebih kecil dariku.

Aku tahu dia tidak mampu, tapi aku tetap menantangnya.

Maka dia melompat.

Tentu saja dia tidak sampai.

Saat dia meraih pohonnya, tangannya tersangkut.

Pergelangan tangannya patah.

Aku tak bisa melupakan suaranya dan tangisannya.

Lalu aku menggendongnya pulang.

Ibu memarahiku

saat Ayah membawa kami ke RS.

Saat itulah aku menyadari arti

dari menjadi seorang kakak.

Seharusnya aku menjaga Karen.

Melindunginya.

Tindakanmu benar, Mitch.

Kau tak bisa mencegah makhluk itu

merasuki tubuh Karen.

Kau sendiri masih kecil saat itu.

Kau beruntung makhluk itu memilih jiwa termuda

dan termurni.

Jika Karen tidak ada...

dia akan memilihmu.

Ayo kita coba lagi.

Karen.

Karen Walker.

Aku mau bicara pada Karen Walker.

Karen Walker.

Aku mau bicara pada Karen Walker.

Karen.

Karen Walker.

Ada yang tidak beres.

Aku mau bicara pada Karen Walker.

Ada, kurasa ada yang tidak beres.

Diane Walker.

Ini pesan untukmu

tentang suamimu, Mitch.

Kau kenal Mitch.

Tidak mampu mempertahankan pekerjaannya.

Tidak bisa membuat bayi.

Karen Walker.

Aku mau bicara pada Karen Walker.

Bayimu akan mati.

Suamimu tak bisa membuat bayi.

Bayinya akan mati!

- Tidak. - Karen!

Karen.

Karen Walker.

Aku mau bicara pada Karen Walker.

Kau lagi.

Dia tak mau bicara padamu.

Tidak masalah.

Aku mau bicara pada Karen.

Kakakmu ada di sini, Karen.

Kau ingat kakakmu, Mitch?

Mitch?

Dia meninggalkanku.

Membiarkanku membusuk.

Melupakanku.

Mitch menyesal.

Dia mau menolongmu.

Tidak bisa.

Dia akan menyakitiku.

Dia akan membunuhku.

Mitch menyesal telah meninggalkanmu.

Dia juga menyesal saat kau cedera.

Ingat kejadian di hutan tempo hari?

Ya.

Itu menyakitkan.

Mitch menyakitiku.

Kau ingat kejadiannya?

Kau melompat dari pohon.

Ya.

Mitch menyuruhku melompat.

Itu kesalahannya.

Dia membenciku.

Kau cedera, kan?

Ya.

Kakimu patah.

Ya. Kakiku sakit sekali.

Itu kesalahan Mitch.

Dia mau menyakitiku.

Masa?

Ya.

Makanya dia ada di sini.

Dia mau aku disakiti.

Dia mau aku dibunuh.

Yang patah bukan kakimu. Bukan begitu, Karen?

Hanya pergelangan tanganmu.

Persetan denganmu

wanita jalang!

Ada.

Dia tidak menyukainya.

Kau menipunya?

Aku sudah menduga dia mengejek kita.

Pura-pura menjadi Karen.

Berusaha membuat kita putus asa.

Itulah makanan mereka.

Derita emosional.

Mereka tak punya wujud fisik

selain yang mereka rasuki.

Lalu apa langkah berikutnya?

Aku butuh istirahat.

Bisa berikan bukunya padaku?

Sebaiknya kau periksa keadaan istrimu.

Ya.

Kapan ini akan selesai?

Aku tidak tahu. Ada sangat lelah.

Ada lelah?

Aku juga lelah.

Aku lelah dengan semua ini.

Ini membuatku gila.

Aku mendengar dan melihat banyak hal.

Aku tahu. Aku juga. Tenang.

Kenapa ini terjadi?

Ada bilang dia mengejek kita. Mempermainkan ketakutan kita.

Siapa?

Aku tak bisa menjelaskannya.

Itu tidak cukup, Mitch.

Ada pakarnya.

Maka aku akan pergi dan bicara pada Ada!

Diane!

Ada. Keluar!

Ada.

Mitch, kau harus bawa dia pergi dari sini.

Apa yang terjadi?

Kubilang keluar!

Sebaiknya kau menuruti dia.

Turuti ucapannya.

Mitch.

Kau harus mematuhi aturan dasarku.

Apa ada kemajuan?

Tentu saja.

Dia tampak semakin buruk.

Itu karena kita membawa entitas itu semakin dekat

ke permukaan.

Saat dia berada jauh di dalam jiwa seseorang

hanya kamera Kirlian yang bisa melihatnya

tapi ketahuilah...

setelah kita mengusirnya dari tubuh adikmu...

mungkin ada satu saat

ketika kita berdua berhadapan dengannya.

Aku pernah melihat orang panik

dan hampir gila

saat menghadapi makhluk semacam itu.

Kau pernah melakukan ini?

Mengusir makhluk itu?

Tidak pernah.

Tapi kau pernah melihatnya?

Di rumah ini.

Kau pernah kemari sebelumnya.

Yah...

Aku sudah lama tak melihat foto itu.

Aku penasaran di mana foto itu.

Ada di dalam buku itu.

Tentu saja. Aku tak punya alasan

untuk melihat buku ini selama bertahun-tahun.

30 tahun, tepatnya.

Kenapa kau tak memberitahuku?

Apa ada bedanya?

Entahlah. Kenapa kau memberitahuku sekarang?

Tentu saja aku kenal Pamanmu.

Dulu, kelompok kami melakukan tur

pameran cenayang. Sebagian besar

penipu dan dukun

tapi ada lima orang yang akrab.

Aku, Alexander, dan tiga lainnya.

Kami memahami kekuatan sebenarnya

dalam pengetahuan yang kami miliki.

Atau setidaknya kami pikir begitu.

Alexander mempelajari peralatan fotografi Kirlian.

Yang lain menganggapnya trik dagang murahan.

Memotret aura seharga $1 per foto

tapi teorinya adalah...

jika kamera itu bisa memotret aura

yang tak terlihat mata awam

maka mungkin kamera itu juga bisa menunjukkan hal lainnya.

Seperti entitas ini?

Ya.

Makhluk semacam ini

belum pernah terfoto dalam sejarah.

Bisa bayangkan antusiasme kami

melihat kemungkinan kemenangan besar itu?

Itu bisa membenarkan profesi kami

tapi tentu saja...

kami harus menemukannya dulu.

Atau membuat salah satunya mendatangi kami.

Kalian membawanya kemari?

Instruksi memanggil arwah tertulis lengkap di buku ini

jika kau tahu harus cari di mana.

Maka kami berlima berkumpul di basemen ini

untuk memanggil arwah.

Kami berniat menjangkau dunia mereka.

Kami pikir kami tahu apa yang kami lakukan.

Kami semua tidak siap menghadapi teror

yang kami lepaskan.

Tentu saja kami berusaha mengirimnya kembali.

Mengusirnya ke dunianya sendiri.

Tapi kalian gagal.

Lingkarannya terlalu cepat dilepaskan.

Aku menyadari hal itu sekarang.

Malam itu sangat mengusik kami

sampai kami tak saling bertemu lagi.

Kami tak sanggup melihat satu sama lain.

Barulah sampai kau tunjukkan padaku

foto Karen itu

dan memberitahuku tanggal dia jatuh sakit

aku menyadari...

entah bagaimana makhluk ini

berhasil tinggal di rumah ini.

Menunggu...

jiwa muda yang segar.

Berarti ini tanggung jawabmu?

Karen tersiksa selama 30 tahun

karena sesuatu yang kau bawa ke rumah ini!

Mitch, aku tak tahu sebelumnya.

Pamanmu tak pernah memberitahuku.

Dia pasti langsung tahu

saat melihat fotonya

dan dia akan berusaha melakukan apa yang kita lakukan saat ini

tapi begitu orang tuamu membawa Karen pergi

dan memutuskan tidak berhubungan lagi

maka tak ada lagi

yang dapat dilakukannya.

Dia menulis surat.

Pada Ibuku.

Tapi dia membakarnya.

Astaga.

Dia berusaha memberitahu Ibuku.

Maafkan aku, Mitch.

Kau akan gagal.

Mitch, tunggu.

Itu bukan Karen.

Kau akan gagal

dan mati.

Kau sudah menyerah berpura-pura?

Sakit.

Kau akan membiarkanku bicara pada Karen atau tidak?

Karen sibuk.

Di mana dia?

Bersamaku di sini.

Kalau begitu, kita lanjutkan.

- Apa yang kau lakukan? - Ini sudah berjalan terlalu lama.

Aku yakin hanya tersisa satu pilihan

untuk mengakhiri penderitaan Karen.

Pegang tangannya, Mitch.

Tidak. Ya, Tuhan.

Pasti ada cara lain.

Jika Karen meninggal

jiwanya akan tinggalkan tubuhnya

dan Bumi ini.

Iblis bajingan ini juga akan ikut.

Kau takkan berani.

Bajingan!

Jalang!

Kau melihat amarahnya?

Kau takkan berani membunuh adikmu sendiri.

Kau tak mampu melawannya!

Anak kesayangan Ibu.

Kenapa kau berbuat begini padaku?

Ibu?

Abaikan dia, Mitch.

Setelah aku memaafkan semua dosa-dosamu?

Dosa apa?

Aku tak menyakiti siapa pun.

Dosamu pada Tuhan, Mitch.

Makanya anak harammu itu mati.

Aku mendoakannya setiap hari

dan Tuhan yang baik dengan kebijaksanaannya

merenggut anak harammu

dan melemparnya ke lubang neraka

yang pantas untuknya.

Jangan dengarkan dia, Mitch.

Bersama Ayahmu yang bajingan

yang berbuat kotor dengan wanita lain

setiap kali aku berpaling.

Itu tidak benar!

Mitch, jangan!

Amarahmu membuatnya semakin kuat.

Hanya kau yang kumiliki di dunia ini, Mitch.

Ibu.

Tidak.

Jangan!

Karen?

Astaga. Kurasa dia sudah mati.

Karen?

Jangan!

Tidak!

Mitch?

Karen.

Karen, kau bisa mendengarku?

Karen?

Karen!

Karen?

Ini Mitch.

Kau sudah pulang.

Baiklah.

Tidak apa-apa.

Tidak apa-apa.

Aku harus memastikannya.

Ayo berdiri.

Apa yang kau lakukan?

Duduklah di sini.

Di.

Karen, ini hanya kamera.

Aku akan memotretmu.

Ada, kita berhasil!

Dia sudah pergi.

Baiklah, Karen.

Ayo.

Kau baik-baik saja?

Di mana Ayah dan Ibu?

Kau sudah pergi lama sekali.

Aku tahu.

Dengar. Aku akan membawanya naik.

Sebaiknya kau periksa Ada. Kondisinya tampak kurang baik.

Ada.

Kau baik-baik saja?

Ada?

Ada?

Hai, Bu.

Mitch, kau tak meneleponku kemarin.

Diane terdengar sangat aneh.

Aku sangat khawatir.

Semua baik-baik saja, Bu.

Semuanya...

Mitch?

Mitch, kau masih di sana?

Makhluk itu memilih jiwa termuda

dan termurni.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.