All language subtitles for [Rec].2.2009.720p.BluRay.x264-[YTS.LT][Rec].2.2009.720p.BluRay.x264-[YTS.LT]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Rekam semuanya, sial...

Rosso, rekam!

Baik!

Ok, mari periksa. Tersambung!

Mulai saat ini kita merekam semuanya.

Jangan terputus sampai kita selesai.

-Selesai apa, Chief? -Sampai kubilang begitu, ok?

-Ada yang lain? -Tidak. Kita masuk.

Hebat sekali!

Rosso, periksalah.

Kamera kecil, bekerja.

-Martos, bekerja. -Buat aku terlihat tampan.

Sedang diusahakan.

Kena kau, Rosso!

Chief, bekerja.

-Sinyalnya buruk. -Seperti biasa!

Berapa lama lagi?

3 menit.

Mari periksa senjata...

Area sudah tertutup. seperti biasanya, inspeksi dan kenali keadaan.

-Kita dapat perintah ketika sudah di sana. -Dari siapa?

Dari siapa saja. Sial, mari buat lebih mudah.

Mengerti? Jangan main-main!

Kita harus gunakan ini. Ambil.

Persetan!

Jadi benar ada infeksi?

-Sepertinya begitu. -Masker sialan ini lagi!

-Kau juga, Rosso. -Sial!

Berapa kali akan kau periksa?

Ok semua, bersiaplah.

Chief, bisa kau matikan lampunya? Aku mau periksa lampu kamera.

Larra, dari Argentina dan dari tim sepakbola Valencia.

Aku suka sejak ๏ฟฝEl Matador๏ฟฝ.

Siapa ๏ฟฝEl Matador๏ฟฝ?

Kau tak tahu? Aku takkan berdiri untuk menunjukkannya.

Maria Alberto Kempes!

-Kita ada lampu cadangan? -Ada tiga.

Kau suka dari Granada dan Barca.

Ya, jangan bandingkan dengan Rivaldo, Romario, Koeman,

-Kily, Pirjo... -Sudah cukup!

Kita sudah sampai. Kelihatannya cukup ramai.

...benar-benar hebat...

Bawa semuanya. Besi pendobrak, flares. Semua.

Pak, siapa yang mau bawa besi pendobraknya?

-Aku saja. Sial kau! -Ayolah kawan-kawan!

Hanya bertanya...

Cukup! Ok, ayo cepat, cepat...!

Perhatian, perhatian! Jauhi batas!

Pak!

Begini situasinya,

Kami tahu ada infeksi menular,

Kami sudah karantina gedungnya.

Seorang teknisi dari Kementrian sudah di dalam,

Ia akan mencari tahu keadaan di dalam.

Tugasmu adalah mengawalnya.

-Ini Dokter... -Owen, dari Kementrian Kesehatan.

Senang berkenalan. Tak seorang pun masuk dan keluar?

2 jam lalu seorang Dokter dari Kementrian masuk,

Tapi kami kehilangan kontak 70 menit yang lalu.

Orang-orang yang terinfeksi memperlihatkan semacam gejala,

Agresif, marah dan menyerang.

Gejala yang mirip dengan rabies.

Setidaknya ada dua yang mati di dalam,

Salah satunya Polisi.

-Tahan, tahan! -Kau akan masuk?

Kau akan masuk? Aku mau ikut.

Anak dan istriku di dalam sana.

Singkirkan dia dari sini!

Mereka demam. Aku pergi ke toko obat...

Rosso, kita masuk.

-Terima kasih, -Ayo!

Berhati-hatilah di dalam.

Seperti biasa, kawan-kawan! Yang cepat dan tenang!

-Cepat dan tenang, Pak. -Cepat dan tenang.

-Kita butuh izinnya. -Izin telah diberikan.

Rosso!

Cepat!

Pintu utama terkunci.

Jangan sentuh!

Kenapa...?

Virusnya tidak melalui udara,

hanya dari cairan, darah dan air liur.

Kau bisa lepaskan, tidak ada bahayanya.

-Jadi kenapa harus kita kenakan tadi... -Agar terlihat begitu.

Kita harus jaga kerahasiaan.

Bagaimana, chief?

-Ikuti! -Kau yakin?

-Kita mulai dari atas. -Ayo cepat!

Kita mulai dari griya tawang.

Kami pikir dari sana infeksi dimulai.

Semua aman!

Ini terlalu tenang.

Jalan terus.

Chief, chief, dokter.

Dokter, di atas sana.

Beri jalan.

Silahkan.

-Dan kau? -Aku perlu ambil sampel.

-Seharusnya kita kontrol di bawah. -Tak ada waktu.

Ayo cepat.

Tahan!

Rosso, lindungi aku.

Stop, stop!

Disini. Kita harus melewatinya.

Hati-hati!

Besi pendobrak!

Siap.

Larra, lampu!

-Amankan pintunya, Martos. -Baik.

Kita harus amankan tempat ini,

Yang terpenting, jangan sentuh apapun.

Bila ragu, beritahu aku.

Martos, bagaimana di sana?

Selesai.

Ok, kalian dengar. Kita selesaikan ini.

-Rosso, kau di sini. -Baik.

Apapun yang dikatakannya.

Kau tahu harus apa,

Dokumentasi penting, jadi rekam semuanya.

Tepatnya, apa yang kita cari?

kau rekam saja.

Tolong terangi sedikit di sini.

Masih hangat.

Zat enzimnya terbukti sangat menular...

Semua khawatir di Roma,

Carboni menelponku pagi tadi,

Ia menyuruhku untuk menghentikan semuanya.

Aku khawatir karena gigitan serangga,

Mungkin dari nyamuk...

Rekam yang di dinding, semuanya...

Mereka takut semuanya sudah terlambat. Oh Tuhanku, akulah hambaMu...

Ada sesuatu di sini!

Ayo!

Martos, periksalah.

Hati-hati.

Kita ke atas!

Rosso, masuklah.

Masuk.

Melapor.

Sepertinya ruang tak terpakai.

-Tak ada apapun, hanya sampah. -Dimengerti.

Apa itu tadi?

Kita tidak sendirian.

Sepertinya begitu. Ayo kita periksa.

Tidak! Prioritas kita adalah periksa ruangan ini.

Ya, dan memeriksa jika ada yang selamat.

Kuingatkan kau, Aku yang memberi perintah di sini.

Ayo, Ayo!

Martos!

Martos, ikut!

Ayo, ayo!

Kau membuat kesalahan.

Apa itu?

Martos.

Larra, lindungi.

Rosso... masuklah.

Masuk!

Martos, melapor.

Datangnya dari sini. Pintunya terbuka.

Aku akan masuk.

Ok, berhati-hatilah.

Sepertinya semua beres.

Ok, lanjutkan.

Di sini.

Hati-hati.

Martos, Martos!

Sepertinya bekas pesta seseorang.

Ok, kembali kemari.

Ada apa, Martos?

Apa itu? Apa yang terjadi di sana?

Bertahanlah, Martos!

Bertahanlah, Martos! Kita datang!

-Di mana? -Di sana!

Martos!

Apa yang terjadi, apa itu tadi?

-Hati-hati! -Martos, tidak!

Martos, tenanglah! Ini kami!

Martos, tenanglah!

-Lepaskan aku! -Sialan, Martos!

Martos, apa yang kau lakukan?

Lepaskan, Larra.

Yesus Kristus!

Lihatlah hambaMu ini, beri ketenangan,

Berikan kebaikanMu padanya.

Darah Kristus memecahkan semua ikatan,

Semua yang mempengaruhi tubuh hambaMu.

Dengan salibMu ini, bebaskan dari musuh kami, Tuhanku.

Dengan salibmu ini, selamatkan kami.

Omong kosong apa ini?

Larra, bantu aku, sial!

Apa yang harus kulakukan?

Kau rekam. tetaplah merekam. Beri jalan!

-Sial! -Aku tak tahan ini!

Tak tahan!

Kenapa dia berhenti sekarang?

Apa yang dia lakukan? Omong kosong apa ini?

Kita harus kembali ke griya tawang.

Kita harus keluar dari sini!

Dia baik-baik saja 5 menit yang lalu! Virus macam apa begini?

Aku sarankan padamu untuk mengikuti yang di perintahkan.

Kau sarankan...?!

Dengan keadaan sekarang ini, kami tak jamin keselamatanmu,

Bahkan keselamatan kami sendiri. Ini keterlaluan!

Ku peringatkan kalian semua, tak ada yang pergi,

Sampai ku perintahkan,

Kalian tahu harus bagaimana...

Sekarang kau dengar!

Aku sudah kehilangan salah satu orangku,

Jadi mulai ceritakan semuanya,

Karena jelas kau tahu semua ini.

Chief, tenanglah.

Baiklah. Baiklah, Tapi kita ke atas dulu.

Kita tak aman di sini.

Ayo, ayo!

Larra, pintunya.

Baik.

Sekarang jelaskan padaku, apa yang terjadi tadi.

Ini bukan virus biasa.

Kita sudah lihat itu tadi!

Ini Tristana Medeiros.

Umur 11 tahun dia menunjukkan gejala kerasukan.

Vatikan memeriksa dan menerima kasusnya.

Kerasukan oleh apa?

A diabolic possession.

Pendeta Albelda yang bertugas merawatnya.

Sekaligus kesempatan untuk mempelajari gejala fisiknya.

of a diabolic possession.

Jika kita bisa mengisolasi esensi kimiawinya,

Kita bisa mencari tahu penyembuhnya.

Apa yang dia katakan, chief?

Apa maksudmu ini?

Ini semua harus dirahasiakan.

Karena itu mereka memilih tempat ini.

Aku tak percaya ini.

Kau tak mungkin serius.

Saat semuanya terlihat akan berhasil,

Ternyata ada sesuatu yang salah.

Ini omong kosong!

Orang ini bermain-main dengan kita!

Kau siapa sebenarnya?!

Kami diberitahu kau dari Kementrian.

Jangan bodoh.

Jawab aku, sialan! Siapa yang mengutusmu?

Tak ada hubungannya dengan Kementrian,

Mereka tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Mereka tak bertugas di sini.

Ini lelucon 'kan?! Dia pendeta, Chief.

Seorang pendeta, chief.

-Kurang ajar! -Kita ditipu!

Ini adalah operasi rahasia.

Tak seorangpun boleh tahu. Bahkan kalian.

Lantas kau mau berbuat apa?

Bunuh kami setelah semuanya selesai?!

Apa tujuanmu, sialan?

Memastikan tak ada yang akan percaya kalian.

Yah, kau mungkin benar,

Apa yang akan kami laporkan, gedung ini diisi oleh apa?

Orang-orang yang kerasukan.

Iblis.

Chief!

Sial.. sial..!

Hei,

Aku tak perduli apa yang terjadi di sini,

Aku baru kehilangan anak buah,

Aku ingin kita semua keluar dari neraka ini!

Jadi...

Beritahu saja tugas kami...

Dan segera selesaikan secepat mungkin!

Seperti yang di laporkan,

Seharusnya terdapat sampel darah gadis ini,

Darah murninya, itu yang kami perlukan.

Kami perlu untuk mencari penyembuhnya.

Ayo segera cari di sini.

Ada pintu di belakang sana. Ayo, Larra!

Ayo, ayo, cepat!

Aku datang...

Cepatlah, Rosso!

Di sana!

Ya, seharusnya ada di sini.

Ayo maju.

Dokter...

Ini jalan buntu.

-Tidak masuk akal. -Tak ada apapun di sini.

Omong kosong apa ini?!

Kembali, kembali!

Apa ini?!

Ini hasil eksperimen kalian? Apa ini semua?!

Tenanglah.

Tenang...? Ini anak-anak! Mereka semua masih anak-anak!

Keparat!

Kenapa mereka mengirim kita, chief?!

Tenang.

Aku sudang tenang, chief!

Larra! Larra! Tenanglah, ok?!

Apa ini?! Apa ini?!

Tenang, Larra... Sial, tenanglah!

Tenanglah, ok?

Ok, sudah tidak ada apa-apa di sini.

Tidak! Kita harus tetap mencari!

-Darah murni itu pasti di sekitar. -Aku tak mengerti...

-Tak ada apapun di sini! -Pasti ada.

Chief!

Chief!

-Tembak! -Lepaskan! Lepaskan dariku!

Jangan bergerak...

Hati-hati!

-Chief, apa itu tadi? -bagaimana aku tahu?!

Semuanya tenang!

Ayo...

Di langit-langit!

Kemana perginya?

Chief, chief!

Menyingkir!

Hati-hati!

Jangan mendekat. Mundur!

Mundurlah, Rosso, mundur.

-Sial! -Diam!

Jangan mendekat.

Awasi langit-langitnya.

Balikkan perlahan-lahan...

Ok, mundurlah.

Siapa dia?

Tak diragukan lagi, Pendeta Albelda.

Chief, ada sesuatu di sini...

Kurasa ventilasi.

Ventilasi. Tentu saja...

Bravo, Albelda, pintar sekali!

Darah itu pasti di atas sana. Kita harus...

Lepaskan!

Lepaskan dariku!

Ok, tembak! Tembak di kepalanya!

Tembak, tembak!

Tembak di kepalanya!

-Sudah terkontrol. -Itu anak kecil!

-Hanya anak kecil! -Tidak!

Tidak, itu bukan!

Rosso...

Larra, periksa langit-langit.

Ini cukup kuat.

Dokter.

Pegang baik-baik.

-hati-hati! -Sial!

hati-hati!

-Apa yang kau lihat? -Tunggu sebentar...

Rosso, masuklah!

Masuk.

Larra, berhati-hatilah.

Jangan kuatir.

Sial...

Lihat apapun?

Ada sesuatu di sini.

Apa?

Seperti lemari pendingin. Dan masih bekerja.

Tabung tes itu! Ambil!

-Ada labelnya. -Apa yang tertulis?

C28, M03, T. Medeiros.

Kita dapat! Bawalah kemari.

-Ada apa? -Aku tak tahu...

-Ada apa?! -Aku tidak tahu.

Apa ini?

Ayo, keluar dari sana, Larra, keluar!

Cepat, Larra, keluarlah!

Kau baik-baik?

Hebat sekali rasanya.

Berikan itu padaku.

Sudah kau dapat darahnya. Sekarang mari kita keluar.

Tidak, belum yakin. Aku harus periksa dulu.

Periksa apanya?! Sudah jelas tertulis;

Medeiros. Apa lagi yang kau perlukan?!

Bisa jadi bukan. Biarkan aku periksa dulu.

Ini tertulis, Medeiros! Dokter!

Atas Kuasa Tuhanku yang mengatasi semua masalah,

Demi Bapak Yesus, Pemberi cahaya abadi.

Pegang ini, hati-hati.

Dia lagi apa 'sih?

Sang Penenang bagi yang ditinggalkan,

Kau yang hadir di dunia ini sebagaimana diriku,

Yang menguasai segala neraka,

Yang membangkitkan yang telah tiada,

Bebaskan dari semua musuh kami, kasihanilah jiwa kami.

Darahnya bereaksi. Ini asli.

Setan!

Maaf, terbakar di tanganku.

Sekarang bagaimana?

Itu satu-satunya yang kita punya! Sialan!

-Memindai pengenal suara. -Owen.

-Suara dikenali. -Masuklah.

Kami lihat warga sipil di jendela Apa yang harus di lakukan?

Tidak ada yang meninggalkan tempat.

Ku ulangi, tak ada yang boleh keluar sebelum kuperintahkan.

Dimengerti!

Sekarang apa?

-Tetap mencari. -Oh, yang benar saja...

-Larra, pintunya! -Baik, chief.

Tak ada yang boleh keluar sampai kita selesaikan misi.

Kelihatannya aman. Yang kurang jelas adalah...

Awas!

Minggir!

Mundur, Larra!

Hei, siapa kalian?

-Bagaimana mereka masuk? -Mereka bawa kamera.

Tangkap mereka!

Tangkap? Untuk apa?

Kau tahu mereka takkan kemana-mana.

Kau tahu artinya "Operasi Rahasia?"

Tak boleh ada kamera lain!

Itu perintahnya!

-Ayo, ayo! -Persetan!

Tahan! Jangan bergerak!

Ayo cepat!

Ayo!

-Ke mana mereka? -Aku tak tahu, ayo!

Larra, periksa.

Larra, melapor.

Bersih. Mereka tidak kemari.

Bagaimanapun, mereka tak mungkin keluar.

Semua bersih.

Sudah yakin?

-Apa itu? -Sudah kubilang tembak kepalanya!

-Sial! -Larra.

Cepat!

Sial! Sial! Sial!

Ayo, ayo, cepat!

Ini, pakai!

Kemari, pintunya! Sudah terbuka.

Ini akan menahannya.

Apa yang mereka lakukan?

Pergi.

-Larra, Larra... sial! -Rosso, masuklah.

-Rosso, masuk. -Sial!

Larra... Apa situasimu...? Larra!

Aku didepan, chief.

Tetap di sana. Kami ke sana.

Bertahanlah. Setelah semua aman, kami ke tempatmu.

-Tahan Nyonya! -Tembak.

-Tahan! -Tembak!

Baik, baik...

Larra, kembalilah! Ayo, cepat!

Berlindung. Berlindung.

Amunisiku, chief! Aku kehabisan amunisi!

Cepat berlindung!

Jendelanya, jendela.

Sial!

Ok, tenanglah.

Senjatamu, lihat...

Kau masih punya peluru. Kau bisa, Larra.

Kau masih bisa melawan...

Larra, apa yang kau lakukan?!

Larra... Larra!

Larra!

Chief...

Kita keluar dari sini.

Berikan perintahnya, sial!

Keluarkan kami!

Suara tidak dikenal.

Kita belum selesai,

Kita butuh darahnya.

Hanya ada satu sampel, kau yang bilang kan!

Sekarang sudah tidak ada. Sudah berakhir!

Kita dapatkan sampel baru.

Itu omong kosong.

Kau yang bilang, harus darah murni.

Medeiros yang memulai kontaminasinya.

Iblis itu bersarang dalam dirinya.

Kita harus menemukan Medeiros.

Itu satu-satunya jalan.

Kita tak tahu apa dia masih hidup.

Cukup!

Kita keluar.

Kau punya anak?

Bagaimana denganmu?

Apa?

Bila virus ini menyebar keluar,

Tega kah kau menembak kepala anakmu?

Kita lebih baik memiliki penangkalnya.

Chief...

Jangan bergerak.

Jangan sentuh.

Seorang wanita.

Sudah mati.

-Apa ini? -Petasan roket.

Petasan roket?

Apa-apaan...?

Chief, aku menerima sinyal dari Martos.

Apa? Perlihatkan.

Masuk, Rosso.

Sekarang kita tahu di mana mereka.

Awas!

Lepaskan dia dariku! Lepaskan dia!

kameranya, Ambil kameranya!

Aku sudah pegang!

Aku kenal kau.

Diam! Dengan nama Kristus, kau di mana?

Rekam semuanya. Ini penting.

Ia mengenalmu? Apa-apaan ini?

Mereka hanya bagai boneka. Dia bicara melaluinya.

Dia siapa?

Gadis itu, Medeiros. Iblis.

Kau di mana?

Ka tak pernah menyerah, pendeta.

Tuhan melindungiku.

Tolong aku, aku tak kuat menahannya!

Ini dia!

Tangkap dia!

Dengan nama Tuhan, dimana kau sembunyi?

Carilah, pendeta!

Dia kabur, Rosso. Tolong aku!

Tunggu, kita perlu tahu. Terakhir kalinya, katakan!

Demi Tuhan kami, katakan di mana?!

Di mana kau sembunyi?!

Apa yang harus ku lakukan?

Rosso, sial!

Pegang kuat-kuat!

Apa yang kau lakukan? Dia sudah hampir mengatakannya.

Hampir. Itu kesempatan terakhir.

Tidak, masih ada kesempatan lain.

-Martos. -Sial!

Ada apa?

Aku tak tahu. Lensanya rusak.

Mungkin bergeser.

pakai pemantik.

-Aku tak yakin. -Mau diletakkan di mana?

Disini, disini.

-Tak akan jatuh? -Tidak. Pegang dulu.

Biar kutambah, untuk berjaga-jaga.

-Ada berapa sekarang? -Tiga.

-Cukup tidak? -Sepertinya.

Berapa lama lagi?

Jangan kuatir, kau rekam saja.

Tiga roket bisa membuatnya terbang?

Yah, harganya 20 Euro, dan lagi,

kita patungannya bertiga kan?

Yah!

Benar kan?

Kau ditipu!

Sial. Bukannya segitu?

Dia brengsek!

Ayolah, dia kan adik perempuanmu.

-Iya, kau suka padanya. -Apa? Dasar brengsek.

-Repot sekali. -Taruh dimana?

-Disini saja. -Aku kenapa ada disini?

-Yakin takkan jatuh? -Tidak. Pegang.

Mire, kemarilah.

Kau ikuti arah terbangnya ya?

Ya, lihat saja nanti.

Sial, kau saja yang rekam, aku tak percaya Mira.

Ya, kau yang rekam saja, dan...

Ayolah, ayolah...

Satu, dua, tiga.

Ayolah!

Ayolah!

Terbang ke atas!

Ayo terbanglah!

Dasar sampah!

Buang-buang uang 20 Euro.

-Oh, sial. -Sampah tak berguna!

Percuma petasan roketnya.

Sial, ada apa itu?

Sial.

Apa yang kalian lakukan di sini?

Tak ada!

Gedung kami evakuasi.

-Kenapa? -Pergi saja!

Apa-apaan ini?

Keren!

Semua tertutup plastik.

Biar kulihat.

Siapa mereka?

-Kelihatannya seperti SWAT. -SWAT?

Apa yang mau mereka lakukan?

Tak tahu, tapi pasti ada kejadian besar disana.

Bila tidak, untuk apa...?

Uri, Uri. Lihat dia!

Kau masih merekam?

Dia juga tak bisa masuk.

Kenapa?

-Kita ikuti dia! -Kau berisik!

-Ayo, Uri, kita ikuti! -Hei, kalian tak boleh disini!

-Uri, ayo cepat! -Aku sudah cepat, sial!

-Kenapa? -Dia disana. Disana!

Dia sedang apa?

Lihat, dia bersama petugas pemadam kebakaran itu merencanakan sesuatu.

Tito!

Aku baru saja bicara dengan mamaku,

Kata mama aku disuruh pergi ketempat bibi.

-Kau saja yang ketempat bibi! -Kau idiot!

-Lihat! -Mereka kemari.

Sudah kubilang!

Aku yakin mereka mau masuk.

Ayo!

Sial, ayo ikuti!

-Tito, kau cari masalah! -Ayolah!

Tunggu, Mire!

Sial, tunggu!

-Ayo lari! -Sial!

Kau akan terlibat masalah, Tito.

-Kemari! -Kau yakin?

Kalau tidak, kenapa terbuka?

-Kita mau apa? -Ikut masuk!

-Jangan macam-macam, kawan. -Baik, terserah...

-Ayo, bantu aku! -Mire, tolong pegang...

Tidak, aku tak mau ikut.

-Ayolah! -Aku tidak mau masuk!

Sial! Mire, tolonglah...

Ini kesempatan kita, hanya masuk sebentar.

Kau yakin...?

Mungkin ada keuntungannya.

Sialan, kau lihat apa yang sedang terjadi?

-Kalian seperti bocah! -Lantas kenapa kau ikut?

Kalian yang pertama mengajakku!

Aku muak dengan segala kebodohanmu!

Pertama dengan boneka tadi, sekarang ini!

-Jangan membuatku stress! -Tenang kawan...

Dia selalu mengacaukannya. Ini kesempatan langka...

Kalian tahu apa?

Kameranya milikku, dan aku membawanya pulang!

Sial, Tito! Tito! Sialan!

Dia bodoh sekali...

Biarkan saja...

Kenapa kau begini? kau selalu saja...!

-Jangan begini, Mire. Kumohon.... -Sial, Mire...!

Mire...!

-Lakukanlah untukku... -Dasar cewek bodoh...!

Pergi kalian, brengsek...!

-Mire, kumohon...! -Aku bilang tidak...!

-Sial! -Ada apa?

Tak tahu, aku tak bisa melihat apapun.

Memang saluran pembuangan pasti gelap, dasar bodoh.

Aku mau muntah.

Sial, kukira lebih parah.

Parah? Aku sudah mau muntah.

Ini dibawah jalananmu kan?

-Ampas tinjamu pasti lewat sini. -Kau babi!

Memangnya kau tidak buang air besar?

Lantas kenapa? Dan ini bukan dibawah jalananku!

-Anjing? -Uri, pegang kameranya.

-Ok, ok. -Sudah?

-Tito, ini bahaya. Ayo kita pergi. -Apa-apaan...?

-Polisi! -Sialan!

lari, lari, lari...!

Diam! Mereka akan mendengarmu.

Kita dalam masalah!

Mereka kemari!

Kau sedang apa?

-Lewat sini. -Ayo!

Cepat larinya! Kemari!

Kita akan melewatinya.

Diamlah!

-Mereka masuk lewat sini. -Kau gila!

Kita sudah kelewatan.

Mire, kita tak bisa kembali. Mereka sudah melihat kita.

Ayo, jalan.

Dimana kita?

Sial!

Ok, kita sudah masuk. Sekarang kita keluar.

Tunggu, sial. Kau menyebalkan sekali!

-Tito. -Hei, lihat.

-Uri, letakkan! -Sial!

Keren. Itu asli?

-Rasanya berat. -Tito, letakkan itu.

Sialan...

Kita akan ketahuan.

Lihat, itu mereka. Orang itu dan si pemadam kebakaran.

Lihat sesuatu?

-Brengsek! -Tiba-tiba saja meletus!

Sial!

-Kami tak berbuat apapun! -Bagaimana kalian masuk?

Lewat situ, seperti kalian.

Ada apa ini?

Ini berbahaya, kalian tak boleh disini.

Bagaimana denganmu?

Ayo, jalan.

Sial, tunggu, tunggu! Mau apa bawa kamera?

-Sial! -Maafkan aku!

dari mana kau dapatkan itu?!

Ada di lantai sana.

Sepertinya milik polisi.

Pasti yang pertama masuk kemari.

Cepat, keluar dari sini!

Memang kenapa?!

Ada kontaminasi melalui udara!

Dan kau tak pakai masker? Kau kira kami bodoh?!

-Tak ada gunanya. -Tutup mulutmu!

Tapi benar kan?!

Tutup mulutmu, dan kalian keluar!

-Tito, ayo pergi. -Tidak, Mire.

-Sial, aku keluar dari sini. -Ayolah, Tito!

Kau tak dengar?

Kalau tidak, kau mau tembak aku?

Tito, Tito! Uri, tolong pegang.

-Tito, kumohon. -Biarkan aku.

Ayolah, Tito.

Tito!

Persetan!

Pintunya tertutup...

Mundurlah!

Sudah terkunci, dan pintunya panas!

-Terbakar...! -Sial!

Mereka mengelas pintunya, kita tak bisa keluar!

-Hebat! -Tapi kenapa?

Karena mereka mengikuti kalian, tolol! Sial!

Pasti ada jalan keluar lain...

Jalan keluar apa?! Mereka dapat perintah, kudengar dari radio!

Sekarang bagaimana...?

Sekarang kalian dengar perintahku, Mengerti?

Mengerti?!

Sudah kubilang matikan kamera sialan itu!

Kau mau merekam kan? Rekam ini, biar semuanya lihat!

Apa-apaan ini?!

Tanya mereka yang diluar!

Kita harus jalan, anak perempuanku diatas...

Tenang, kau membahayakan kita semua.

Aku juga ingin menemukan kawan-kawanku.

Tapi semua bersama. Diam, katakan dimana anakmu?

-Lantai dua. -Ok, kalau begitu ayo!

Jalan, cepat! Ayo, ayo!

-Aku tak mau ikut naik. -Mire, ayolah!

Kumohon, aku tak mau keatas sana!

Kumohon, aku kau pulang!

Harusnya kau pikirkan tadi sebelum masuk!

Mire, tenang...

Sial, ayo.

Disini.

Ayo, cepat...

Jangan memperlambat. Cepatlah!

Terus, terus!

Sial... yakin disini?

-Yang mana? -Ini.

Sial, sial...

Gerak cepat, jangan tertinggal!

Masuk, cepat!

Tito, ayolah...

Diam. Tenanglah.

Jennifer? Mari Carmen? Jenni...

Mari Carmen! Dimana Jenni?

Mari Carmen, mana anak kita?

Tenanglah Nyonya, tenang!

Sial!

Kenapa dengan wajahnya?

Pegang kameranya.

Pegang!

-Mana pemantiknya! -Tito...

Tito, sedang apa kau?

Mari Carmen!

Kita semua akan mati, berkat video tololmu.

Dengar, tak akan ada yang mati...

-Tak akan. -Kau sedang apa?

Ia menggigitku.

Aku harus menghentikan infeksinya.

Air... Air...

-Tolong kami, kumohon! -Lakukan sesuatu, tolong!

Kau bisa keluarkan kami.

Diluar banyak polisi, tolonglah!

Sabar, tenang dulu, ok?

Semuanya tenang.

Untuk keselamatanmu, jauhi jendela!

Kuulangi, jauhi jendela!

Bilang kami hanya anak-anak, tak tahu apa-apa!

Penembak jitu, Kode 3!

Ada apa?

Merunduk! Semua merunduk!

Apa yang terjadi...?

Aku tak tahu, mereka menembak.

Ayo, ayo!

Hey, tunggu! Sial, tunggu!

Jennifer!

Tahan.

Mundur, Larra!

Kalian siapa?

SWAT. Apa yang harus kita lakukan?

Mereka polisi, harusnya membantu kita.

Cepat, jangan sampai lolos!

Jangan berisik, diam!

Dimana mereka?

Diam.

Sekarang apa?

Aku mau keluar dari sini, tolonglah...!

Persetan! Kita takkan pernah keluar dari sini.

Salahmu, kita semua akan mati disini!

Tutup mulutmu, sialan! Tutup mulut!

Ada apa? Apaan ini?

Uri, ada sesuatu disini.

Sebuah helm.

-Apa yang terjadi? -Berikan padaku.

Ayah...

Ayah, apakah itu kau?

Siapa itu?

Anak perempuan itu.

Aku disini.

Jennifer?

Ayah, aku takut.

Jennifer?

Disana.

Bagaimana?

Kita harus mengeluarkannya.

-Apa ini? -Ayah, buka pintunya.

Tolong, buka pintunya.

-Kita harus tolong dia! -Jangan!

Anak itu, mana anak perempuan itu?

Kami hanya mau menolong anak itu.

-Pergi, pergilah...! -tidak!

Pistolnya, pistolnya! Tembak dia!

Tembak!

-pistolnya! -Tembak!

Tembak!

Bunuh dia, tolong!

Tembak, Mire!

Mire! Sial, Mire! Tembak!

Tahan! Jangan bergerak, tahan!

-Tolong kami! -Jangan bergerak... Diam!

Tolong, kami tak berbuat apa-apa.

Tenang, tenang.

Dimana dia? Dimana dia?

-Ia menyerang kami. -Mana dia?

Aku membunuhnya...

Ok, tak apa-apa. Berikan pistolnya padaku, perlahan.

Kenapa pintunya dibuka? Tak seharusnya kau lakukan!

Ia bersuara seperti anak kecil, kami kira...

Kalian pikir apa? Kalian kenapa disini?

Aku tak tahu, aku tak tahu.

Bagaimana sekarang?

Tadi adalah kesempatan kita.

Kita kembali ke awal lagi.

Kenapa kau?

Sakit sekali. Ia menggigitku.

-Mundur! -Tidak, apa yang kau lakukan?

Pegang dia, kita membutuhkannya!

Tenang, nak. tenanglah. Semua baik-baik saja.

-Tidak, tidak! -Apa yang kau lakukan?

Pintu itu, kita harus menguncinya!

Ayo, ayo. Masukkan dia.

Cepat, tutup!

Kita harus mengganjalnya, ambilkan itu!

Ayo, cepatlah!

Sial! Dia kabur!

-Jangan lari, nak! -Jangan biarkan ia kabur.

Ayo, bawa dia kemari!

Bantu aku!

Rosso, ambil kameranya.

Kita harus mendokumentasikan semuanya.

-Sial! -Kenapa?

Baterainya mau habis.

Lalu? Kita selesaikan ini secepatnya.

Tidak, kita butuh bukti. Itu perintahnya!

Ok, suaranya masuk.

-Sudah bekerja? -Sedang kuusahakan.

Ayo, Rosso.

Ok!

Mulai merekam!

Aku akan bertanya padamu sekali lagi.

Siapa kau, dan apa yang kau lakukan disini?

Kami sedang membuat acara TV, itu saja.

Acara TV...

...Aku sembunyi karena...

Ia pasti pembawa acara yang masuk bersama para pemadam kebakaran dulu itu.

-Mundur, kami belum yakin. -Hati-hati.

Pastikan dahulu.

Kemarilah.

Berbalik!

-Ada apa ini? -Bukan urusanmu, tenang.

Hati-hati.

Tenang.

Lihat aku, lihat...!

-Sepertinya ia baik-baik saja. -Wanita itu yang memulainya...

-Apa? -Aku melihat wanita itu.

-Siapa? -Aku tak pasti, gelap sekali...

Wanita itu, Medeiros?

-Aku tak tahu. -Dimana?

Diatas, griya tawang.

Tak ada siapapun disana.

Saatnya mencari tahu dimana dia berada.

Ayo.

Seharusnya kau tak bersikeras, sudah kuperingatkan.

Terakhir kali kau beruntung, tapi kali ini...

Sekarang, beritahu keberadaanmu!

Beritahu aku.

Dengan nama Tuhan Sang Penguasa, kuperintahkan padamu...

Beritahu keberadaanmu!

Aku dimana-mana.

Tidak, tubuh aslimu. Wanita itu, Medeiros.

Dimana persembunyianmu.

Jangan merasa pintar. Kau akan lari nantinya.

Dengan perlindungan Tuhan.

Ia yang memberiku kekuatan menjalani mara bahaya,

Ia yang menangkal semua musuh-musuhku.

Katakan keberadaanmu!

Dalam rahim ibumu!

Lihatlah kesana. Kau akan menikmatinya.

Tipu muslihatmu takkan bekerja lagi.

Katakan dimana kau berada?!

Demi malam tak akan kutakuti,

Dan demi bahaya di siang hari,

Dan demi wabah yang mengintai dalam gelap,

Dengan nama Tuhan Maha Esa dan Roh Agung,

Katakan dimana keberadaanmu?!

Jauh diatas.

Sumpahmu tak menakutiku.

Dimana kau berada?

Sudah kubilang, jauh diatas.

Apa kau takut, pendeta?

Di griya tawang.

Ia tak disana, tak ada apapun disana.

Lampunya membutakanmu.

Dengan nama Tuhan, dimana?

Lampunya takkan memperlihatkanmu.

Oh, sungguh memalukan bukan?

Lampu apa?

Kau bilang gelap. Bagaimana kau melihatnya?

Apa?

Bagaimana kau melihatnya dalam kegelapan?

Kamera itu...

Memiliki pandangan malam.

-Seharusnya aku tahu. -Apa?

"Para malaikat yang kehilangan derajatnya,"

"Karena meninggalkan kodratnya,"

"Tuhan meninggalkan mereka dalam penjara kegelapan,"

"Sampai tiba Hari Penghakiman."

Kau bilang apa?

Penjara kegelapan,

Disitulah dia, lampu takkan menunjukkannya.

Panas, pendeta, panas. Tapi jangan terlalu senang.

Ke atas, ke griya tawang!

Ayo!

Rosso, kau sudah perbaiki lampunya?

Sudah.

Dimana dia? Mengapa ia tak menyerang?

Tak tahu. Aku tak suka ini.

Rosso, kau hati-hati.

Pandangan malam akan memperlihatkan jalan yang tersembunyi,

Jalan yang tak kita lihat.

Mulai darimana?

Aku tahu.

Ayo cepat!

Kumohon, tidak!

-Cepat, cepat! -Ayo!

-Rosso! -Aku datang...

Masuklah!

Sekarang apa? Kita tahu tak ada apa-apa disini.

Apa yang kita cari?

Ok, matikan lampunya.

Matikan semua.

Nyalakan pandangan malam kamera.

Apa? Ini tidak mungkin...

-Apa? -Apa ini?

-Apa yang kau lihat? -Ada pintu di belakang.

Pintu? Apa maksudmu?

-Aku yakin tadi ada pintu. -Tentu saja. Pintu...

Ok, matikan.

-Sial! -Pandu aku.

Jalan kebelakang sana.

Dihadapanmu.

Hampir sampai, 3 langkah lagi.

Kau memegangnya.

Mundur!

Tenanglah, ok?

Kau mau keluar dari sini atau tidak?

Ayo!

Hati-hati!

Berpegangan padaku. Pegangan.

Hati-hati.

Rosso, lampunya!

Hati-hati, chief.

Tak ada apapun disini.

Karena lampunya. Matikan dulu!

Ayo, carilah. Pasti ada yang berbeda.

Apa yang kau lihat?

Lihat sesuatu?

Sial!

-Kesini. -Apa?

Ada sesuatu disana.

-Dimana? -Didepan...

Ok.

Matikan.

Itu dia.

Hati-hati!

Pandu kami!

Chief, bukan kesana. Sebelah kirimu.

Tepat di depan.

-Hati-hati! -Itu dia, itu!

Ada air.

Seperti... Seperti sumur.

-Hati-hati, chief. -Ada sesuatu disini...

Hati-hati!

Chief, chief!

Sial!

Rosso, kemana dia?

Aku tak tahu. Tadi disana!

Matikan dulu, matikan!

Rosso, mana dia?

Aku tak tahu. Sesuatu menariknya.

Pandu aku, Rosso!

Sialan!

Rosso, Rosso, kau dimana? Apa yang terjadi? Apa itu tadi?

Sesuatu memukulku.

-Wanita itu. -Sial, sial!

Kau yakin? Tadi Medeiros? Katakan.

Aku tak tahu!

Kita harus keluar dari sini sekarang!

Aku kehilangan kameranya!

Cari, kita membutuhkannya! Temukan, Rosso! Demi Tuhan...

Aku tak tahu ada dimana. Aku tak melihat apa-apa.

-Carilah, Rosso! -Sedang kulakukan!

Aku tak dapat menemukannya!

Ketemu! Aku mendapatkannya!

Aku disini. Tenanglah, ini aku.

-Kita harus keluar dari sini. -Ia akan membunuh kita.

Kita keluar sekarang.

Tidak, aku butuh darah murninya!

Rosso, dimana dia? Kau bisa melihatnya?

-Aku tak dapat melihat apapun. -Cari dia!

-Aku tak melihatnya. -Aku butuh darah itu, Rosso.

Ia tak dapat melihat kita. Jangan bergerak.

Jika ia tak mendengar kita, Ia tak dapat menemukan kita.

Dokter, jawablah!

Memindai pengenal suara.

Dokter, jawablah. Kuulangi, mohon jawablah!

Dokter, jawablah. Memindai pengenal suara.

Dokter, jawablah!

Kau sedang apa?! Matikan!

Kau sialan!

Ayo, ayo!

Apa yang kau lakukan? Aku membutuhkannya.

-Aku tak perduli. -Aku butuh sampel darahnya.

Aku tak perduli, kita keluar dari sini!

Tunggu, tunggu...

Kita tak bisa pergi sampai dia memerintahkannya.

Apa itu?

Helikopter.

Berikan perintahnya!

Tidak sampai misiku selesai.

Kubilang, berikan perintahnya!

Kubilang tidak, sampai misiku selesai.

Tak ada lagi yang bisa dilakukan, biarkan kami keluar!

Berikan perintah sialan itu!

Apa yang kau lakukan?!

-Berikan perintahnya. -Tidak.

-Stop. -Aku mau keluar!

Apa yang kau lakukan?

-Tidak akan. -Ya, kau akan berikan.

-Stop. -Kau akan berikan!

Dengarkan aku.

Minggir!

Berikan!

Tenanglah.

Aku harus tuntaskan misiku.

Misimu sudah berakhir.

Tahan, hentikan!

Kau sudah gila!

Apa yang kau lakukan?!

Dengar baik-baik. Kau akan baik-baik saja.

Kita membutuhkannya untuk keluar. Kau mengerti?

Tenanglah.

Jangan mempersulit.

Berikan perintahnya.

Bagaimana kau melakukannya?

Kau tak bisa memaksaku!

Tuhan melindungiku.

Aku ingin kau yang mengeluarkanku dari sini.

Tapi, kau tahu apa?

Aku tak membutuhkanmu.

Kau tahu itu kan?

Memindai pengenal suara.

Owen.

Suara dikenali.

Misi sudah selesai, aku minta di evakuasi.

Ada yang selamat?

Hanya seorang wanita.

Aku tinggal. Aku sudah terinfeksi.

Ikuti sesuai rencana, bakar semuanya.

Seorang wanita? Siapa? Bagaimana ia bisa selamat?

Ada di sini. Kita harus mencarinya...

Awas, besi pendobrak...!

-Dobrak pintunya, Martos... -Semua aman...

Larra, lampu...!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.