Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com
♫ Semalam aku khawatir memikirkanmu ♫
♫ Pagi ini, merekah mewah tepat di depan mataku ♫
♫ Begitu aku melihat bayanganmu yang anggun, aku sangat terpukau ♫
♫ Cintaku padamu begitu dalam hingga tak bisa menghindari ketakutan ♫
♫ Namun hal itu membuatku menampik keceriaan ♫
♫ Aku telah melepaskan dan membuang perisai dan topi bajaku sejak lama ♫
♫ Hanya berharap selama-lamanya membisikkan kata-kata cinta di telingamu ♫
♫ Aku rela melupakan kewibawaan dan kejayaan untukmu ♫
♫ Untuk menggenggam tanganmu saat kita berjalan menuju cakrawala ♫
♫ Sejak rambut ini hitam hingga memutih, sebagai keluarga biasa selamanya ♫
♫ Aku tidak mampu menginjak kelopak yang berguguran di tanah ♫
♫ Pertemuan dan perpisahan kita akan menyatu bagaikan batuan aluvial ♫
♫ Apa pilihanku bila aku tidak mau meminum teh Nyonya Meng untuk melupakan hubungan kita di masa lalu? ♫
♫ Masa-masa terindahmu bersamaku terukir dalam hatiku ♫
[ Cinta Abadi 2 ]
[ Episode Terakhir : Episode 30 ]
Cheng Cheng hati-hati!
Hati-hati, Cheng Cheng.
Tan'er!
Saat ini, gelar bangsawan Kakak Yi Huai telah dihapus, dijadikan tahanan rumah, dan sedang menunggu hukumannya.
Aku takut hanya kematianmu dalam permintaan maaf yang bisa menenangkan kemarahan Raja.
Kalau kau tidak ingin membuatnya semakin menderita,
lebih baik kau menghilang saja sendiri!
Kakak Yi Huai...
♫ Kembang api telah redup, lalu kau menyalakan lentera dan melihat ke belakang ♫
♫ Dunia fana terombang-ambing, aku mengangkat serulingku dan mendesah ♫
Kakak Yi Huai,
aku tidak pernah menyangka kalau aku akan bisa melihatmu lagi di kehidupan ini.
Tan'er, apakah itu kau?
♫ Tidak ada lagi takdir, jadi mengapa mengungkit janji itu? ♫
Nona Qu.
Aku pernah pergi ke kuil Fangjue
untuk mendapatkan ramalan nasib pernikahan kita. Kemudian aku tahu
bahwa kita ditakdirkan tidak berjodoh.
Lalu, aku bahkan melihatmu secara langsung
mati karena memperebutkan takhta.
Aku diberitahu, satu-satunya cara untuk mengubah nasib yang tidak menguntungkan ini
adalah menunggu
seseorang dari masa depan.
Dia akan membawa kesempatan yang bisa mengubah nasib kita.
Dan pada saat itu,
aku hanya perlu mengorbankan nyawaku
sehingga takdir yang tragis
akan kematianmu akan hancur.
Aku sudah mengatakan yang seharusnya aku katakan.
Mari kita bertemu lagi di kehidupan selanjutnya.
♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫
♫ Menikmati musik sendirian sambil memandang cahaya lentera datang dan pergi ♫
♫ Waktu selalu berlalu, pertemuan kita hanyalah saat yang buram ♫
♫ Wajah ini telah waspada selama ribuan tahun ♫
Tan'er... mengapa kau sangat bodoh?
Bagaimana bisa kau meninggalkan aku?
Tanpamu, apa artinya memiliki takhta kerajaan ini?
Aku hanya ingin bersamamu selamanya.
Aku hanya ingin bersamamu selamanya.
Aku hanya ingin bersamamu selamanya.
Kakanda.
Baiklah.
♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi, bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫
♫ Saat tirai bambu digulung, hanya ada jubah hijau yang tertinggal ♫
Tan'er!
- Cheng Cheng. - Apa kau baik-baik saja? Cepat bangun.
Aku baik-baik saja. Cheng Cheng!
Aku... bukan Cheng Chengmu.
Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa kau bukan Cheng Cheng?
K-Kau jelas-jelas adalah Cheng Cheng.
Meskipun ada gunungan emas di antara kita, aku bisa mengenali langsung tatapanmu.
Kau adalah Cheng Cheng.
Aku akan membuktikannya padamu.
Tidak mungkin. Bagaimana bisa kau bukan Cheng Cheng?
Di mana bekas lukamu?
Yang Mulia, kalau begitu di mana Cheng Cheng?
Di mana dia?
Jawab pertanyaanku dulu, dan aku akan memberitahumu.
Tanyakanlah.
Apa kau mencintai Mo Lian Cheng?
Tentu saja. Aku, Qu Xiao Tan,
hanya akan mencintainya dalam hidup ini.
Kalau begitu tutup matamu.
Cheng Cheng akan muncul di hadapanmu.
Tan'er, Pangeran dan aku
sudah menjadi satu.
Aku tidak akan menghilang lagi.
Mulai sekarang, aku akan berada di sisimu,
untuk sepanjang masa, tidak pernah berpisah.
♫ Aku bersedia menjadi batu biru yang penuh dengan harapan ♫
♫ dengan namamu terukir dalam hatiku ♫
♫ Kembali menjadi kupu-kupu dalam kepompong yang tertutup untuk menenun sutra musim semi ♫
♫ yang tidak bisa dipotong namun terjalin selama-lamanya ♫
Pertama membungkuk pada langit dan bumi!
[Plakat Leluhur Kerajaan]
Kedua membungkuk pada orang tua!
Suami dan istri, saling membungkuk!
Mengantar ke kamar pengantin!
Belum!
Orang Tua Aneh, mengapa kau masih belum datang?
Aku terlambat bangun.
Bisakah kita mulai?
Cepat!
Baiklah...
Matahari bersinar terang, padang rumput dan burung berterbangan.
Pada tanggal 23 bulan pertama, saat...
itu... Aku salah tulis...
Saat ini, ada sepasang mempelai yang akan menjalin hubungan.
Tuan Mo Lian Cheng,
baik saat miskin, sakit,
dalam susah, dalam duka, saat kaya, dalam suka, dalam kebahagiaan,
saat sehat, atau kurang sehat,
bersediakah kau untuk tidak pernah meninggalkan Nona Qu Xiao Tan
dan berjanji untuk mencintai dan menjaganya seumur hidup?
Aku bersedia.
Nona Qu Xiao Tan, baik dalam...
Tidak peduli apa pun keadaannya,
aku bersedia.
Bagus.
Aku umumkan bahwa kalian berdua sekarang telah resmi menjadi suami istri!
Bagus! Bagus!
Saling bertukar tanda cinta!
♫ Begitu aku melihat bayanganmu yang anggun, aku sangat terpukau ♫
♫ Dalam kesendirian, aku mendengarkan hujan turun di pegunungan, meminum anggur bagaikan teh di dinginnya malam ♫
♫ Di mana aku bisa mengirimkan rinduku kecuali melalui suara seruling yang dibawa oleh angin malam melalui tebing abu-abu yang terjal ♫
♫ Aliran sungai, pegunungan yang kosong dan awan merah saat senja, bayanganmu bagai lukisan kaligrafi ♫
♫ Saat hutan yang damai dan sepi kehilangan kemegahannya, hatiku terbelit kebingungan ♫
Aku akhirnya telah mengakhiri penyambutanku.
Apa yang berakhir? Masih ada bagian yang paling penting.
Mempelai pria sekarang boleh...
mencium mempelai wanita.
Ini...
Cheng'er, mungkinkah...
kau akan membiarkan semua orang di sini
menyaksikan adegan ini?
Bukan hanya taman yang dipenuhi orang-orang ini,
aku bahkan ingin semua orang di dunia ini
menyaksikan adegan ini.
Biar semua orang di dunia ini
tahu
bahwa Tan'er adalah wanitaku.
♫ Pertemuan dan perpisahan kita akan menyatu bagaikan batuan aluvial ♫
♫ Apa pilihanku bila aku tidak mau meminum teh Nyonya Meng untuk melupakan hubungan kita di masa lalu? ♫
♫ Masa-masa terindahmu bersamaku terukir dalam hatiku ♫
♫ Aliran sungai, pegunungan yang kosong dan awan merah saat senja ♫
♫ Bayanganmu bagai lukisan kaligrafi ♫
Semua lajang muda dewasa, ikut denganku!
♫ Cintaku padamu begitu dalam hingga tak bisa menghindari ketakutan ♫
Kau tidak boleh ikut. Kau adalah milikku.
♫ Aku telah melepaskan dan membuang perisai dan topi bajaku sejak lama. Hanya berharap selama-lamanya ♫
Ya, semua wanita yang belum menikah,
silakan menuju bagian belakang Vila Salju. Semuanya, ayo! Ayo!
Aku pikir itu akan termasuk kita, para lajang pria juga.
♫ Sejak rambut ini hitam hingga memutih ♫
Maksud dari pelemparan rangkaian bunga
adalah siapa pun yang menangkapnya
akan menikah berikutnya.
Sekarang, Xiao Tan akan melempar rangkaian bunganya.
Bagus!
♫ Pertemuan dan perpisahan kita ♫
1... 2... 3!
♫ Masa-masa terindahmu bersamaku terukir dalam hatiku ♫
Jing Xin, kau mendapat dukunganku.
- Pangeran ke-14, kau juga mendapat dukunganku. - Kami mendukungmu.
Xiao Tan.
Cheng Cheng bodoh ini, masih belum masuk.
Terakhir kali, ini tidak tampak semudah ini.
Apakah Tan'er ingin kita mengulang yang terjadi sebelumnya?
Kali ini, aku takut kalau aku tidak bisa memuaskan hasratmu.
Biar kutanya padamu. Apa bedanya antara kali ini dan waktu itu?
Kalau kau tidak bisa menjawabnya, jangan berpikir untuk melepas penutup kepalaku.
Mungkinkah kau tidak tahu?
Memang ada satu aspek yang istimewa kali ini.
Katakan padaku.
Itu adalah, kali ini...
aku tidak akan menghilang di tengah jalan.
Bocah tengik, atas nama bulan aku lenyapkan dirimu!
♫ Waktu seperti kendaraan antar jemput yang hanya lewat namun segera kembali ♫
♫ Perasaan seperti sutra yang tanpa kita sadari telah kusut ♫
Yang istimewa kali ini
adalah aku telah memenuhi keinginanku
yaitu
tidak peduli pada dimensi apa pun,
apa pun waktunya atau masa depan yang mana pun,
yang mana... kehidupan yang mungkin,
kau dan aku ditakdirkan untuk saling jatuh cinta.
Dan Permaisuriku, Ratuku,
ditakdirkan hanya dirimu, Qu Xiao Tan.
♫ Aku bersedia menjadi batu biru ♫
♫ yang penuh dengan harapan ♫
♫ Dengan namamu terukir dalam hatiku ♫
Ini menekan rambutku!
Mengapa kau membawa ini ke sini?
♫ untuk menenun sutra musim semi ♫
Bukankah kau juga menaruh ini di kasur?
♫selama-lamanya ♫
Seharusnya tidak ada apa pun yang tersisa, bukan?
Kalau begitu... apa kau masih memiliki topeng Liu Shang?
Aneh.
Bukankah Xiao Tan menyuruhku datang ke sini untuk makan?
Mengapa tidak ada seorang pun di sini, di restoran ini?
[ Bersediakah kau menikah denganku?]
♫ Burung layang-layang telah pulang. Kapan kekasihku kembali? ♫
Jing Xin, apa kau tahu?
Aku tidak takut pada apa pun,
tapi aku takut padamu.
Mengapa? Mengapa kau takut padaku?
Karena... aku takut pada istriku.
♫Jiangnan yang sepi ini masih begitu bising ♫
Jing Xin, apa kau bersedia?
Kalau begitu biar kutanya padamu.
Apa kau tahu apa bedanya antara kau dan monyet?
Monyet?
Monyet berbulu. Aku tidak.
Salah! Itu karena monyet tinggal di sebuah gua di gunung,
sementara kau, tinggal di dalam
hatiku.
♫ Sebuah jarum, seutas benang, mempercayakan cintaku di suatu tempat yang jauh ♫
♫ Namun bagaimana aku bisa memberitahumu tentang dinginnya hal ini ♫
♫ Dalam surat cinta, semuanya baik-baik saja. ♫
Lihat. Bunga-bunga mekar lebih cantik tahun ini.
Tan'er,
aku tidak pernah melihat pemandangan yang begitu menakjubkan ini.
Tan'er.
Cepat lihat.
Yang ini adalah kau.
Yang ini adalah aku.
Kita tidak akan pergi kemana-mana.
Mari tinggal di kelompok bunga ini saja, ya?
Tan'er, kau akhirnya kembali ke sisiku.
Apa itu ambisi?
Apa itu kekuasaan?
Aku tidak ingin semua itu.
Aku hanya ingin bersamamu
selama-lamanya!
♫ berpindah-pindah ♫
♫ Tidak akan membiarkan masa lalu yang telah kulepaskan tetap ada ♫
Kakak Yi Huai!
♫ Berlagak seakan kuat, mengapa masih memikirkan hal itu? ♫
♫ Luka ini pernah terbakar, tapi sekarang kita ♫
♫ Saling melupakan. Kenapa masih bisa bangkit dan ♫
♫ membuat mata memerah? Luka ini ♫
♫ membuat hatiku kuat. Tak mampu menembus ♫
♫ dinding es yang dingin di dasar hati ♫
♫ Semua hanyalah kekacauan di dunia fana ♫
♫ Da ra da, da ra da, da ra da ♫
Aku tidak pernah benar-benar mengerti
apa maksudmu dengan dua Cheng'er
bergabung menjadi satu?
Menjawab Nenek, aku juga tidak memahaminya.
Aku takut kalau aku benar-benar tidak akan pernah memahaminya di kehidupan ini.
Aku dengar setelah kau naik takhta,
kau sudah mulai mereformasi secara signifikan di dalam pemerintahan
menyebabkan banyak keluhan di kerajaan.
Itu memang menggoda untuk menantikan pemerintahan masa depan
tapi memaksakan kejadian masa depan untuk terjadi lebih awal
mungkin juga bukan rencana terbaik.
Apa yang Nenek katakan memang benar.
Perjalanan waktu seperti air yang mengalir.
Meskipun itu menyimpang untuk sesaat,
itu tetap akan berakhir di tujuan akhir yang sama, mengalir menuju laut.
Hanya setelah melalui reinkarnasi ini, kau mungkin bisa memahami takdirmu.
Katakan padaku!
Bagaimana bisa kau tidak tahu?
Kau berbicara tentang masa depan.
Aku bukan seorang ahli meteorologi.
Bagaimana bisa aku memprediksi sesuatu dengan akurat tentang fenomena alam?
Tidak kompeten!
Hei!
Aiya, jangan lagi!
Cheng Cheng. Dia...
Kemari. Kenapa?
Apa kau ingin menjadi seorang pemabuk sebelum kembali?
Meskipun aku menjadi seorang pembuat anggur,
aku tidak akan bisa kembali lagi.
Kalian saling berpelukan lagi.
Apa kalian berdua dari tahun anjing?
Selalu memberiku makanan anjing. (membuatku cemburu karena lajang)
- Yang kau katakan benar. - Yang kau katakan benar.
Mengapa mereka sama sepertiku?
Tetua Liu, aku secara khusus membangun kantor astronomis untukmu.
Mengapa masih belum ada laporan?
Kehendak langit sulit dipahami dan disangkal...
Fenomena alam sulit didapat sejak awal.
Itu bukan sesuatu yang bisa aku paksakan untuk datang.
Ada satu hal lagi yang tidak aku mengerti.
Tan'er tidak bisa bersatu dengan Mutiara Penekan Jiwa kali ini. Mengapa?
Kali ini, Kepala Suku bisa menyentuh kotak batu giok dari Mutiara Penekan Jiwa
dan menahan kekuatan magisnya.
Itu artinya dia dan Mutiara Penekan Jiwa masih berhubungan.
Untuk masalah ini, aku takut bahwa dia mungkin bukan pemilik yang sebenarnya.
Pemilik Mutiara Penekan Jiwa yang sebenarnya
pasti akan bisa memainkan Seruling Pengembara Jiwa tanpa belajar.
Kalau itu bukan karena Kepala Suku kali ini...
terlalu bodoh...
pemilik sebenarnya dari Mutiara Penekan Jiwa kemungkinan besar orang lain.
Kau Orang Tua Aneh! Beraninya kau kasar sekali!
- Hanya karena aku bukan pemilik yang tepat - Hei.
- kau bahkan tidak memiliki rasa hormat padaku lagi! - Cukup.
- Kau... - Aku...
Cheng Cheng.
Aiya!
Kalau begitu siapa pemilik sebenarnya
dari Mutiara Penekan Jiwa?
Tebak siapa.
Kehendak langit sulit diprediksi.
Tidak apa-apa kalau kita tidak bisa kembali.
Tapi sekarang, kita masih harus menahan seorang pria tua menyebalkan seperti dia di sisi kita.
Menyebalkan sekali!
Setelah melihatmu, aku tiba-tiba merasa sangat haus.
Aiya!
Selain berciuman, kalian berdua berpelukan, sementara aku selalu tidak memiliki siapa pun untuk bersandar.
Ini... Aku tidak tahan lagi!
Meskipun kita tidak bisa kembali, sepanjang aku bisa memelukmu,
ini sudah seperti menjadi rumah.
Dalam pelukanmu, aku merasa seperti kembali ke rumah.
Mulai sekarang, di mana pun kau berada,
itu akan menjadi rumah.
Sakit!
- Akankah itu segera keluar? - Segera!
Xiao Tan, ayo dorong lebih keras. Sedikit lebih keras.
1,2,3...
Apakah dia keluar?
♫ Orang bijak hanya asal menghiburmu ♫
Raja Langit, Bodhisattva, Tuhan berkati Ratu
untuk melahirkan seorang pangeran kecil.
Aku bisa dan akan mendapatkan promosi setelah itu.
Naikkan jabatanku menjadi kepala pelayan kerajaan.
Kakak ke-8, kapan Yang Mulia Ratu akan melahirkan?
Mo Lian Cheng... kau bedebah!
Aku tidak akan melahirkan lagi! Kau yang sebaiknya melahirkan di kehidupan selanjutnya!
Bagaimana? Bisakah kau melihatnya sekarang?
Cukup. Cukup. Kau terus berjalan bolak-balik. Kepalaku menjadi semakin besar.
Tetua, berdasarkan pengalaman masa laluku,
Tan'er mungkin mengalami kesulitan dalam melahirkan.
Kau yang mengalami, tapi aku tidak.
Dia mungkin tidak akan mengalami persalinan yang sulit.
♫ bahkan membodohimu ♫
Ayo! Sekali lagi!
1,2,3...
♫ Cinta cinta cinta cinta. Kita bisa mengatakan cinta cinta ♫
♫ Cinta cinta cinta cinta ♫
Dia lahir! Dia lahir! Yang Mulia!
Ratu telah melahirkan!
Ini seorang pangeran kecil. Yang Mulia, lihat.
Selamat, Yang Mulia.
Oh, astaga!
- Manis sekali! - Hebat sekali!
♫ Aturan ke-36 terlalu aneh, cinta juga bisa dipakai sebagai rencana jahat ♫
Kali ini, takdir telah dituliskan.
Mutiara Penekan Jiwa juga tidak ada di dalam tubuh Kepala Suku lagi.
Ini mungkin alasan mengapa dia tidak mengalami kesulitan dalam persalinan.
Langit menunjukkan pemandangan yang begitu aneh. Ini artinya bahwa sang pemilik telah lahir.
Tampaknya kali ini, keinginan Tuan akan bisa terpenuhi.
Kita masih belum tahu di mana anaknya.
Kita harus segera menemukan petunjuk supaya bisa melaporkannya pada Tuan kita.
Sayang, berhenti menangis.
Lihat apa yang kau suka. Kau pilih satu.
Yu'er, kalau kau terus menangis,
ibumu akan menjadi serigala besar jahat.
Karena dia menangis seperti itu,
kurasa dia tidak akan memilih apa pun.
Tebak apa yang akan dipilih Yu'er.
Tebakanku dia akan memilih batu berharga itu dan perak.
Lagipula, dia mirip denganku.
Menurutku dia akan memilih potongan catur itu dan busur,
menjadi orang seperti aku.
Dia juga mungkin memilih macan kecil itu.
Kurasa dia akan memilih bola itu. Dia bisa menendangnya.
Menendang bola?
Lihat. Dia mengambil Seruling Pengembara Jiwa.
Yu'er, jangan menangis.
Tan'er, bawa dia dulu.
Baik. Ayo pergi.
Tetua.
Tetua. Tetua!
Apa artinya ini?
Mungkin karena Kepala Suku
tidak bisa membuka kotak giok dari Mutiara Penekan Jiwa,
Mutiaranya menemukan pemilik yang baru.
Maksud Tetua adalah
Yu'er adalah pemilik baru dari Mutiara Penekan Jiwa?
Karena pemilik yang baru sudah lahir,
Raja Iblis tidak akan berhenti.
Aku tidak bisa tinggal di sini lagi.
Aku akan kembali ke Dunia Roh Gaib
untuk menggunakan gabungan kekuatan dari Mutiara Penekan Jiwa dan tenaga dari Tetua Suku yang berbeda
untuk bersama-sama bertarung melawannya.
Yun Yu memiliki kekuatan yang misterius di dalam dirinya.
Dia pasti akan menderita dikejar oleh Pemburu Jiwa.
Dan Seruling Pengembara Jiwa akan memastikan keamanan Yun Yu
selama masa kritis.
Tetua, berhati-hatilah dalam perjalananmu.
Tan'er dan aku akan memastikan keamanan Yun Yu dalam kehidupan ini.
Aku pamit dulu.
Mungkinkah itu semua akan terjadi lagi?
Sepasang raja. Apakah kalian punya yang lebih tinggi?
Aku yakin aku punya kartu yang paling tinggi. Kau lewat atau main?
Cepatlah!
Aku menang, bukan? Ini adalah yang tertinggi!
Sepasang kartu tiga.
Aku menang! Ayolah.
Sepasang kartu tiga...?
Aku menang!
Bukankah ini yang paling rendah?
Selain joker, tiga adalah yang paling tinggi.
Ayo ke sini.
Aku harap kalian berdua cepat mendapat anak.
- Mengapa kau terus menang? - Ayo...
- Aku, salam-- - Tuan Wei, tidak perlu terlalu formal.
Ayo bermain permainan baru ini
untuk sedikit melepas kelelahan tugas-tugasmu.
Aku adalah seorang prajurit dari awal.
Aku tidak bisa belajar jenis permainan yang seperti itu.
Tuan Wei, terserah kau saja kalau begitu.
Cepatlah!
Dalam bermain kartu, orang tidak boleh lengah.
Masih bermain?
Main sekali putaran lagi, dan aku yakin akan bisa menang dua kali.
Tentu saja. Ayo...
Aiya, kau benar-benar pangeran kecil yang menawan.
Ini adalah anak yang aku cari.
Ada apa? Apakah Yu'er berperilaku nakal lagi?
Aku tidak dapat menjaganya dengan baik.
Tidak apa-apa.
Yu'er, ayo pergi.
Ayo pergi ke ibumu.
Jangan menangis lagi.
Bersikaplah yang baik. Ayo pergi ke ibumu.
Cheng Cheng, bisakah kau mencarikan aku kapal terbesar di Dong Yue sini?
Mengapa kau butuh kapal?
Aku sudah diangkat menjadi Ratu.
Aku harus mengumpulkan emas, perak, dan harta karun berharga, mainan dan lukisan antik.
Jika aku tidak bisa membawa pulang sebagian, bukankah akan sia-sia menjadi Ratu?
Bagaimana kau memindahkan semua harta karun itu dari Dong Yue
dengan kapal?
Aku sudah menyelidikinya.
Karena perubahan gelombang elektromagnetik, menyebabkan dua dimensi paralel bersinggungan.
Kita melompat ke dimensi ini melalui lengkungan itu.
Danau ini adalah retakan dalam dimensi.
Karena itu bisa memindahkan orang dan pakaian ke sini, karena itulah pasti bisa memindahkan semua harta karunnya pulang.
Kau sudah dengar tentang Bermuda, bukan? (Merujuk pada Segitiga Bermuda)
Banyak kapal sering menghilang di daerah itu.
Menurutku itu berdasarkan pada prinsip ini.
Aku berpikir bahwa jika suatu hari, seseorang membaca sejarah Dong Yue,
itu pasti akan membuktikan kebenaran
bahwa dalam tahun tertentu pemerintahan Yuanning, perbendaharaan negara Kerajaan Dong Yue menjadi kosong.
Dan pada akhirnya, kerajaan itu berakhir.
Alasan utamanya adalah karena memiliki ratu yang bodoh.
Kalau begitu aku akan menjadi bodoh.
Aku tidak peduli selama ada uang.
Oh, ya. Aku harap mereka tidak akan mengirim kita ke Dunia Roh Gaib lagi.
Itu akan sangat tragis.
Kau... bisa hidup dengan sangat baik dalam era apa pun.
Seolah-olah kau adalah serangga
dengan daya tahan yang sangat kuat.
Apa namanya?
Kau mau bilang kalau aku Xiao Qiang?! (seekor kecoa)
Lihat tinju kucingku!
♫ Waktu seperti kendaraan antar jemput yang hanya lewat namun segera kembali ♫
Saat aku rajanya, kau adalah ratunya.
Saat aku adalah pangerannya, kau adalah permaisuri pangerannya.
Tidak peduli kapan atau di mana, menjadi apa pun aku,
aku akan mencarimu.
Jatuh cinta padamu. Menikahimu ribuan kali.
Untuk selamanya, selama beberapa generasi,
kita tidak akan pernah berpisah.
♫ Kembali menjadi kupu-kupu dalam kepompong yang tertutup ♫
♫ untuk menenun sutra musim semi ♫
♫ yang tidak bisa dipotong, namun terjalin selama-lamanya ♫
♫ Aku bersedia menjadi batu biru yang penuh dengan harapan ♫
♫ Dengan namamu terukir dalam hatiku ♫
♫ Kembali menjadi kupu-kupu dalam kepompong yang tertutup ♫
♫ untuk menenun sutra musim semi ♫
♫ yang tidak bisa dipotong, namun terjalin selama-lamanya ♫
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com
♫ Kembang api telah redup, lalu kau menyalakan lentera dan melihat ke belakang ♫
♫ Dunia fana terombang-ambing, aku mengangkat serulingku dan mendesah ♫
♫ Siapa yang terus merusak senarnya? Saat lagu berakhir, masing-masing pergi ♫
♫ Tidak ada lagi takdir, jadi mengapa mengungkit janji itu? ♫
♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫
♫ Menikmati musik sendirian sambil memandang cahaya lentera datang dan pergi ♫
♫ Waktu selalu berlalu; pertemuan kita hanyalah saat yang buram ♫
♫ Wajah ini telah waspada selama ribuan tahun ♫
♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫
♫ Pasir yang berdesir telah berlalu namun aku masih menunggumu ♫
♫ Bersedia menemanimu berjalan menuju cakrawala langit; awan bergulung datang dan pergi ♫
♫ Berada di sisimu, aku tidak pernah merasa kesepian lagi ♫
♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫
♫ Saat tirai bambu digulung, hanya ada jubah hijau yang tertinggal ♫
♫ Memimpikan gerimis di sungai selatan, tanpa ada rasa khawatir tidak perlu peduli ♫
♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫
♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.