Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com
♫ Semalam aku khawatir memikirkanmu ♫
♫ Pagi ini, merekah mewah tepat di depan mataku ♫
♫ Begitu aku melihat bayanganmu yang anggun, aku sangat terpukau ♫
♫ Cintaku padamu begitu dalam hingga tak bisa menghindari ketakutan ♫
♫ Namun hal itu membuatku menampik keceriaan ♫
♫ Aku telah melepaskan dan membuang perisai dan topi bajaku sejak lama, Hanya berharap selama-lamanya ♫
♫ Membisikkan kata-kata cinta di telingamu ♫
♫ Aku rela melupakan kewibawaan dan kejayaan untukmu ♫
♫ Untuk menggenggam tanganmu saat kita berjalan menuju cakrawala ♫
♫ Sejak rambut ini hitam hingga memutih Sebagai keluarga biasa selamanya ♫
♫ Aku tidak mampu menginjak kelopak yang berguguran di tanah ♫
♫ Pertemuan dan perpisahan kita akan menyatu bagaikan batuan aluvial ♫
♫ Apa pilihanku bila aku tidak mau meminum teh Nyonya Meng untuk melupakan hubungan kita di masa lalu? ♫
♫ Masa-masa terindahmu bersamaku terukir dalam hatiku ♫
[Cinta Abadi 2]
[ Episode 28 ]
Ayolah. Sudah cukup! Biarkan aku bertanya sesuatu padamu.
Apa kau masih ingat Dunia Roh Gaib?
Dunia Roh Gaib? Apa itu?
Kalau begitu... apa kau masih ingat Raja Iblis?
Raja Iblis? Dan Adik Perempuan Iblis! ("Di" artinya sama dengan Adik aki-laki)
Baiklah, kau menang.
Dapatkah kau berhenti membuang kerikil ke sana?
Kau membuat takut ikan-ikanku sampai mereka kabur!
Saat ini kau masih punya keinginan untuk memancing?
Kalau aku tidak memancing, apa yang akan kita makan nanti?
Siapa kau?
Rencana penyerangan gagal.
Kami tidak tahu apakah Pangeran ke-8 sudah mati atau masih hidup. Jenderal Wei menyuruhku untuk memberitahumu untuk pergi sekarang juga.
Apakah mati atau masih hidup?
Bukankah rencananya sempurna?
Bagaimana bisa begini?
Orang Tua Aneh! Cepat pergi selamatkan dia!
Tunggu!
Aku sudah berjanji pada mereka aku akan menjagamu.
Bagaimana bisa aku pergi meninggalkanmu sendiri?
Orang Tua Aneh, tempat ini sangat aman, tidak seorang pun akan menemukanku!
Aku mohon padamu! Kalau terjadi sesuatu pada Cheng Cheng,
aku juga tidak mau hidup!
Jangan panik. Tentang apa yang baru saja dia katakan,
siapa yang tahu apakah itu benar? Bagaimana kalau itu adalah sebuah kebohongan?
Kau mau pergi atau tidak? Kalau kau tidak pergi, aku akan terjun ke danau ini sekarang!
Jangan, jangan, jangan. Kalau langit mengenal cinta, itu juga akan bertindak tanpa ampun. Kalau seseorang memiliki cinta, dia akan mati muda.
Baiklah, baiklah! Aku pergi!
Ini, lanjutkan memancing.
Yang Mulia, ruang belajar kerajaan ada di depan.
Tampaknya itu tidak dijaga.
Tidakkah kalian merasa kalau masalahnya berjalan terlalu lancar?
Benar. Meskipun pasukan utama dari pengawal kerajaan ditarik oleh Jendral Wei,
berdasarkan sifat Mo Yi Huai,
dia tidak akan cukup bodoh meninggalkan keamanan ruang belajar raja dengan pengawal yang sangat sedikit.
Tidak bagus.
Kita mungkin masuk dalam sebuah jebakan.
Yu Hao! Cepat beritahu Jendral Wei dan Pangeran ke-14 untuk segera mundur!
Baik.
Aiya, jangan repot-repot, Adik ke-8.
Wei Zhong Heng telah dikalahkan, sedangkan Pangeran ke-14...
Tampaknya kita meremehkan Mo Yi Huai.
Apa kau terkejut?
Sebuah rencana yang sempurna seperti ini,
aku bisa memprediksinya!
Biar kuberitahu kalian. Pangeran ke-8 sering meremehkan aku,
tapi aku tidak akan pernah berani meremehkan Adik ke-8.
Kakak ke-8, jangan khawatirkan kami! Cepat pergi!
Yang Mulia, kau pergilah dulu! Aku akan menahan mereka.
Kalau Adik ke-8 ingin pergi, tentu saja, aku tidak bisa menahanmu.
Tapi... Aku takut kau tidak bisa pergi.
Cheng Cheng!
- Tan'er! - Tan'er!
Cheng Cheng! Maafkan aku!
Mereka mengelabuiku!
Ini semua salahku.
Adik ke-8, kau bangga pada kecerdasanmu. Biarpun kalian berdua menggabungkan kekuatan hari ini,
kalian masih bukan tandinganku.
Strategimu sudah dikalahkan,
tapi aku selalu menjadi orang yang sangat adil. Untuk memastikan kau menerima kekalahanmu tanpa keluhan,
aku tetap ingin duel melawan Adik ke-8 sekali lagi.
Asalkan Adik ke-8 menang, aku bersedia menyerahkan segalanya.
Kerajaan dan wanita...
Aku akan serahkan semuanya. Bagaimana menurutmu?
Karena kau sudah mencapai kemenanganmu yang sempurna, mengapa kau setuju untuk menyerahkan semuanya?
Mo Lian Cheng, apa kau benar-benar berpikir kau bisa mengalahkan aku?
Biar kuberitahu dirimu. Hari ini,
aku akan biarkan semua orang melihat
tidak peduli apakah itu dalam kecerdasan atau seni bela diri, kau akan dikalahkan olehku!
Baiklah.
Kalau kau tarik kata-katamu, seluruh dunia akan menertawakanmu!
Cheng Cheng!
Kakak ke-8!
Kalian semua mengelabuiku lagi!
Yu Hao, ayo pergi!
Yang Mulia, ayo pergi!
Yang Mulia, Mo Yi Huai melihat rencanaku untuk terlibat dalam memberikan umpan serangan.
Aku tidak berhasil membuat musuh terlibat secara penuh. Tolong maafkan aku!
Kita masuk dalam jebakan Mo Yi Huai! Dia menangkap Nona Tan'er dan Pangeran ke-14!
Apa? Bagaimana mungkin? Pantas saja saat aku menyerang,
aku pikir reaksi Mo Yi Huai aneh. Jadi mereka sudah lama tahu!
Ini kesalahanku membuatmu mengorbankan pasukanmu.
Aiya, berhentilah mengatakan hal-hal tak berguna! Kita tidak bisa kembali ke Kediaman Pangeran ke-8 atau rumah kecilku.
Kalian semua terluka parah. Apakah ada tempat lain yang bisa kita tuju?
Pergilah ke Paviliun Bintang Tersembunyi.
Itu adalah tempat dulu Kakek tumbuh.
Mo Yi Huai tidak boleh tahu apa pun tentang ini.
Kau benar!
Ayo pergi!
Yang Mulia, Jendral Wei telah membawa beberapa prajurit untuk menarik musuh pergi.
Kita akan terus mengawasi keadaan di luar untuk berjaga-jaga apabila seseorang mencoba menyergap kita.
Mo Yi Huai itu... bagaimana bisa dia melukainya begitu serius?
Ini semua adalah kesalahanku. Aku kalah dalam pertarungan dengannya.
Dia menghalangi serangan untukku.
Bagaimana keadaannya? Apakah serius?
Mo Yi Huai bukan hanya mendapatkan Mutiara Penekan Jiwa,
dia juga mempelajari sihir Qu Jiang Lin!
Bocah ini selalu rapuh.
Sekarang dia juga dilukai oleh kekuatan Mutiara Penekan Jiwa.
Aku takut... dia tidak bisa diselamatkan lagi.
Bagaimana kalau kita pindahkan rohku dulu padanya seperti sebelumnya?
Jangan.
Cara itu sudah dipertimbangkan sebagai cara yang terakhir. Itu sebaiknya tidak sering dipakai.
Lagipula, kau juga terluka parah.
Kalau kita memaksakan memberikan rohmu padanya,
bukan hanya itu tidak akan menyelamatkan nyawanya,
aku takut, kau pun akan berada dalam bahaya.
Yang Mulia... Yang Mulia...
Kau dan aku adalah orang yang sama.
Mengapa kau memanggilku, "Yang Mulia"?
Sekarang sudah jadi begini, aku tidak tahu
harus memanggilmu apa lagi.
Tapi tidak apa-apa.
Aku akan segera menghilang.
Kau tidak perlu mempermasalahkan itu lagi.
Kau tidak boleh menghilang! Tan'er menunggumu untuk menyelamatkannya.
Tan'er... Aku hanya bisa menyerahkannya padamu.
Tidak bisa!
Aku tidak akan menerima belas kasihanmu. Kau harus sembuh!
Kalau aku menginginkan Tan'er, aku akan langsung bersaing denganmu untuknya.
Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan?
Kalau kau tidak menginginkan Tan'er,
apa yang akan terjadi padanya?
Jangan risau dengan apa yang terjadi antara aku dan dia sebelumnya
atau siapa yang benar-benar dia cintai.
Kau hanya perlu ingat...
kau adalah aku,
dan aku adalah kau.
Setelah aku pergi, kaulah satu-satunya
Mo Lian Cheng.
Entah aku satu-satunya atau bukan,
apakah itu begitu penting?
Aku selalu... ingin berterima kasih padamu.
Kalau bukan karena pertolonganmu,
mungkin aku
sudah mengambil jalan yang salah.
Sekarang, kau bisa menghargaiku.
Aku tidak pernah menjadi milik duniamu.
Orang yang seharusnya menghilang
selalu aku.
Tapi tidak apa-apa.
Tan'er memahamiku.
Kau memahamiku.
Aku tidak punya penyesalan.
♫ Aku mendengar suara laut, betapa lembutnya ♫
Cheng Cheng, apa kau baik-baik saja?
Kau harus hidup dengan baik.
Aku di sini menunggumu untuk datang menyelamatkan aku.
♫ Tertiup oleh angin sendirian ♫
♫ Langit perlahan menjadi muram ♫
♫ Kenangan mulai menggila ♫
♫ Bulan, untuk siapa kau menjadi lembut? ♫
♫ Langit gelap resah dan gelisah ♫
♫ Cahaya matahari menyilaukan mataku ♫
♫ Tubuhku... ♫
Ini bisa menjaganya tetap hangat. Yang Mulia, kau tidak perlu minum anggur dingin lagi.
♫ Aku yang seperti angin, diasingkan ke penghujung dunia ♫
♫ Impian yang tidak bisa digenggam, biarkan saja menyebar ♫
♫ Diri yang arogan sebenarnya adalah karakter yang dalam-dalam kau sembunyikan. ♫
♫ Biarkan aku membebaskan pengendalikan dirimu yang tak terbatas ♫
Aku ingin kau menghindari, karena takhta,
pertarungan antara saudara.
♫ Biarkan aku membebaskan pengendalikan dirimu yang tak terbatas ♫
♫ Kenangan mulai menggila ♫
♫ Bulan, untuk siapa kau menjadi lembut? ♫
♫ Langit gelap resah dan gelisah ♫
♫ Cahaya matahari menyilaukan mataku ♫
♫ Tubuhku, untuk siapa kau berlelah? ♫
♫ Aku yang seperti angin, diasingkan ke penghujung dunia ♫
♫ Impian yang tidak bisa digenggam, biarkan saja menyebar ♫
♫ Diri yang arogan, sebenarnya adalah karakter yang dalam-dalam kau sembunyikan ♫
♫ Biarkan aku membebaskan pengendalikan dirimu yang tak terbatas ♫
♫ Aku yang seperti angin, berjalan sambil menyeret kenangan ♫
♫ Merambah Bima Sakti, mencari dunia yang baru ♫
♫ Liar dan bebas adalah kebebasan yang kau tuju ♫
♫ Biarkan aku jatuh, biarkan aku tenggelam, melepaskanmu ♫
♫ Biarkan aku jatuh, biarkan aku tenggelam, melepaskanmu ♫
♫ Kembang api telah redup, lalu kau menyalakan lentera dan melihat ke belakang ♫
♫ Dunia fana terombang-ambing, aku mengangkat serulingku dan mendesah ♫
♫ Siapa yang terus merusak senarnya? Saat lagu berakhir, masing-masing pergi ♫
♫ Tidak ada lagi takdir, jadi mengapa mengungkit janji itu? ♫
♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫
♫ Menikmati musik sendirian sambil memandang cahaya lentera datang dan pergi ♫
Tuan! Tuan!
Apa kau tahu betapa takutnya aku?
Betapa putus asa aku rasakan?
Cheng Cheng.
Cheng Cheng.
♫ Pasir yang berdesir telah berlalu namun aku masih menunggumu ♫
♫ Bersedia menemanimu berjalan menuju cakrawala langit; awan bergulung datang dan pergi ♫
♫ Berada di sisimu, aku tidak pernah merasa kesepian lagi ♫
♫ Setelah malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫
Apa kau bahagia sekarang?
Hati-hati jangan sampai terkena flu.
Seseorang baru saja mengirim semangkuk sup jamur tremella.
Apa kau mau sementara itu masih hangat?
Aku tidak berselera.
Apa menurutmu
Cheng Cheng akan sembuh?
Atau akankah dia...
Jangan memikirkan hal-hal yang buruk.
Tetua Liu mengawasi Cendekiawan dan Pangeran.
Mereka pasti akan sembuh.
Benarkah?
Kalau begitu mengapa hatiku sangat sakit?
Kepalaku penuh dengan semua bayangan saat kami bersama.
Aku merasa seolah-olah aku tidak akan bisa melihatnya lagi.
Xiao Tan, jangan menangis lagi.
Saat kau menangis, aku juga ingin menangis bersamamu.
Dengarkan aku. Baik Pangeran dan Cendekiawan keduanya dalam kondisi kritis.
Kau harus menjaga dirimu sendiri demi mereka.
Apa kau mengerti?
Terima kasih, Jing Xin.
Terima kasih karena berada di sisiku selama ini.
Kalau tidak, aku benar-benar tidak dapat menahan diri lagi.
Kau juga selalu berada di sisiku.
Jadi, Jing Xin akan selalu berada di sisimu.
Sebenarnya, bocah itu sudah tahu lama kalau hari ini akan datang.
Jadi kau tidak perlu begitu bersedih.
Seperti angin, dia datang ke sini
dan pergi,
tidak meninggalkan apa pun.
Bagaimana bisa aku tidak
berduka cita akan dirinya?
Oh, ya. Aku menggunakan benda rahasia ini,
Segel Langit dan Bumi, untuk mengekstrak jiwanya yang tersisa.
Simpan benda ini untuk mengenangnya.
Terima kasih, Tetua.
Terlebih lagi, gadis muda dan adikmu itu
masih berada di tangan Mo Yi Huai.
Aku harus mencari sebuah cara dengan cepat untuk membebaskan mereka.
Sekarang, Mo Yi Huai memaksa untuk memperkuat dirinya sendiri dengan Mutiara Penekan Jiwa.
Cepat atau lambat dia akan kehilangan kendali dan menjadi hancur, melampaui batas tanpa bisa kembali.
Yang lebih menakutkan,
dia bisa menjadi Raja Iblis kedua.
Cendekiawan terus menasihatiku
untuk jangan bertarung dengan Mo Yi Huai.
Namun, bagaimana aku membalikkan keadaan ini?
Aku tidak menyadari kalau kau juga terluka sangat parah.
Duduk... cepat duduk.
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Apakah Tan'er baik-baik saja?
Menjawab Yang Mulia, tadi dia terus membuat kekacauan di Ruang Aroma Halus.
Aku sudah memberikan perintah untuk mengirim Jing Xin untuk terus menemaninya.
Aku lihat dia menjadi lebih tenang.
Aku ingin dia tenang selama beberapa hari. Lalu dia akan berubah pikiran.
Kedua pengkhianat itu masih buron. Aku masih khawatir tentang mereka.
Mereka berdua terluka sangat parah.
Mereka sudah pada akhir nafas mereka.
Meskipun mereka diselamatkan, mereka sepertinya tidak akan bertahan hidup.
Kau harus meningkatkan pasukanmu untuk terus melakukan pencarian.
Kau harus menemukan keberadaan kedua pengkhianat itu.
Ingat, kita harus menangkap mereka kalau masih hidup atau saksi jasad mereka kalau sudah mati.
Aku akan mematuhi perintahmu.
Yang Mulia, pasukan Mo Yi Huai sudah bergerak melewati gunung ini.
Bagaimana perasaanmu, Yang Mulia?
Aku tidak apa-apa.
Luka yang kau derita bahkan lebih serius dari yang aku bayangkan.
Kekuatan Mutiara Penekan Jiwa sudah merusak roh asalmu.
Dengan kesaktianku, aku hanya bisa membantu mempertahankan hidupmu sebentar saja,
tapi aku tak bisa menyembuhkanmu.
Tetua Liu, apakah ada cara lain?
Jika Mo Lian Cheng yang satunya masih ada,
dengan keterampilan medisnya dari Dunia Roh Gaib, mungkin masih ada kesempatan untuk menyembuhkanmu.
Tetapi...
Meskipun aku akan mati nanti,
aku tak akan menyerah pada hal-hal yang harus aku lakukan.
Tetapi,
aku mengabaikan pengorbanannya.
Pada akhirnya,
dia tetap tak bisa menyelamatkan aku.
Siapa pun, ke sini. Cepat tolonglah!
-Apa yang terjadi? - Nonaku sakit.
Bangun! Bangun!
Apa yang terjadi padamu?
Jangan bergerak!
Nona!
Jangan bergerak!
Jangan mendekat atau aku akan membunuhnya.
Kami hanya pengawal biasa. Nyawa kami tidak begitu penting.
Aku sarankan kau letakkan pedangnya sekarang sebelum kau terluka.
Jangan mendekat. Kalau tidak, aku akan bunuh diri di depan kalian.
Nona!
Jangan gegabah!
Jangan ke sini!
Lekaslah pergi. Ini adalah pedangmu.
Jika ada yang bilang pada Mo Yi Huai bahwa
kau membunuh aku dengan pedangmu. Kita lihat bagaimana dia akan menghukummu.
Jangan bergerak.
Biarkan aku pergi.
Tan'er, aku sarankan kau berhenti mencoba melarikan diri.
Aku tak akan membiarkanmu pergi dari sampingku lagi.
Kalau kau bersikeras untuk melarikan diri,
aku tak bisa menjamin apakah akan melampiaskan amarahku pada Mo Jing Xuan atau Jing Xin.
Tidak! Jangan sakiti Jing Xin atau Pangeran ke-14.
Aku tidak akan melarikan diri.
Tapi dengan mengurung aku di sini,
apakah kau benar-benar begitu senang?
Tan'er.
Aku memintamu berhenti bersikap sangat keras kepala.
Jangan pula membuat aku sedih lagi.
Selama kau bisa mengubah hatimu,
aku janji tidak akan meminta pertanggungjawaban atas pengkhianatanmu sebelumnya.
Kaulah yang keras kepala.
Aku tidak keberatan mengatakan yang sebenarnya.
Aku sama sekali bukan Qu Tan'er.
Aku tidak pernah mencintaimu, jadi bagaimana mungkin aku mengkhianatimu?
Aku mohon padamu
untuk melepaskan aku, dan juga Cheng Cheng.
Cheng Cheng?
Mengapa kau begitu tergila-gila pada Mo Lian Cheng?
Kau bisa berkata padaku kata-kata dingin seperti itu karena dia,
bahkan berkata bohong seperti itu!
Lalu bagaimana dengan waktu yang kita habiskan bersama sebelumnya?
Tan'er, apakah kau sudah lupa pada sumpah kita? Tan'er?
Apakah kau lupa, Tan'er?
Aku bukan Qu Tan'er!
Apa?
Aku Qu Xiao Tan,
dari dunia lain.
Sejak Qu Tan'er dan kau melompat ke danau, tidak tahu mengapa, aku merasuki tubuhnya.
Awalnya aku juga mengira kau berasal dari dimensi waktu yang lain.
Itu sebabnya aku terus bersamamu dengan harapan bahwa kita bisa menemukan jalan pulang bersama.
Aku meminta Kakak Yi Huai untuk mempertimbangkan baik-baik,
dia tidak sama dengan Tan'er yang dulu lagi!
Liu Shang sebenarnya adalah Pangeran ke-8 lainnya yang berasal dari dimensi waktu berbeda.
Dia datang ke sini karena aku.
Karena itu dia tidak pernah punya niat untuk menculik Qu Tan'er.
Karena itu, tak ada alasan bagimu untuk marah padanya.
Jika kau bukan Tan'er...
lalu di mana Tan'erku?
Di mana Tan'erku?
Aku tidak tahu! Aku benar-benar tidak tahu!
Ini semua salahmu!
Lepaskan!
Cekik saja aku sampai mati.
Aku akan, atas nama Qu Tan'er,
mengembalikan tubuhnya padamu.
Aku hanya memohon padamu untuk melepaskan Cheng Cheng.
Nona.
Tidak... ini adalah tubuh Tan'er.
Tan'er tidak akan meninggalkanku.
Tak peduli apa pun, aku ingin kau menjadi Tan'er yang dulu.
Aku ingin kau ingat betapa kau sangat mencintaiku sebelumnya.
Xiao Tan.
Xiao Tan.
Yang Mulia, Mo Yi Huai telah mengirimkan pengumuman ke seluruh kerajaan bahwa dia akan menjadikan Nona Qu, sebagai ratunya.
Dia akan segera melaksanakan upacara pernikahan kerajaan.
Aku sangat tidak berguna. Aku tak bisa melindungi siapa pun.
Jika Cendekiawan ada di sini, dia pasti akan punya rencana.
Setelah dipikirkan sekarang. Cendekiawan itu telah melakukan banyak untukku.
Akulah yang terus mengabaikan dia selama ini.
Ini adalah nasib bocah itu.
Kau tidak perlu terlalu emosional soal itu.
Meskipun jiwanya telah pergi,
tetapi rohnya terus ada dalam alam semesta
mencari tempat yang tepat untuk menginap selamanya.
Tetua, aku baru ingat
kau pernah menggunakan teknik gaib yang disebut kontrak sehidup semati
untuk menggabungkan dua roh
seakan-akan mereka adalah satu orang.
Apakah mungkin kita bisa melakukan hal yang sama
dan menggunakan aku sebagai tempat menginap rohnya?
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com
♫ Kembang api telah redup, lalu kau menyalakan lentera dan melihat ke belakang ♫
♫ Dunia fana terombang-ambing, aku mengangkat serulingku dan mendesah ♫
♫ Siapa yang terus merusak senarnya? Saat lagu berakhir, masing-masing pergi ♫
♫ Tidak ada lagi takdir, jadi mengapa mengungkit janji itu? ♫
♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫
♫ Menikmati musik sendirian sambil memandang cahaya lentera datang dan pergi ♫
♫ Waktu selalu berlalu; pertemuan kita hanyalah saat yang buram ♫
♫ Wajah ini telah waspada selama ribuan tahun ♫
♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫
♫ Pasir yang berdesir telah berlalu namun aku masih menunggumu ♫
♫ Bersedia menemanimu berjalan menuju cakrawala langit; awan bergulung datang dan pergi ♫
♫ Berada di sisimu, aku tidak pernah merasa kesepian lagi ♫
♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫
♫ Saat tirai bambu digulung, hanya ada jubah hijau yang tertinggal ♫
♫ Memimpikan gerimis di sungai selatan, tanpa ada rasa khawatir tidak perlu peduli ♫
♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫
♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.