All language subtitles for The_Eternal_Love_2_-_Episode_27

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com

♫ Semalam aku khawatir memikirkanmu ♫

♫ Pagi ini, merekah mewah tepat di depan mataku ♫

♫ Begitu aku melihat bayanganmu yang anggun, aku sangat terpukau ♫

♫ Cintaku padamu begitu dalam hingga tak bisa menghindari ketakutan ♫

♫ Namun hal itu membuatku menampik keceriaan ♫

♫ Aku telah melepaskan dan membuang perisai dan topi bajaku sejak lama ♫

♫ Hanya berharap selama-lamanya. Membisikkan kata-kata cinta di telingamu ♫

♫ Aku rela melupakan kewibawaan dan kejayaan untukmu ♫

♫ Untuk menggenggam tanganmu saat kita berjalan menuju cakrawala ♫

♫ Sejak rambut ini hitam hingga memutih. Sebagai keluarga biasa selamanya ♫

♫ Aku tidak mampu menginjak kelopak yang berguguran di tanah ♫

♫ Pertemuan dan perpisahan kita akan menyatu bagaikan batuan aluvial ♫

♫ Apa pilihanku bila aku tidak mau meminum teh Nyonya Meng untuk melupakan hubungan kita di masa lalu? ♫

♫ Masa-masa terindahmu bersamaku terukir dalam hatiku ♫

[ Cinta Abadi 2 ]

[ Episode 27 ]

Mengapa mereka belum kembali? Mungkinkah terjadi sesuatu?

Xiao Tan, jangan khawatir.

Pangeran ke-8 dan Tuan Liu Shang sangat berbakat. Mereka pasti akan kembali dengan selamat.

Mereka sudah kembali!

Ayo!

Yang Mulia! Apa kau baik-baik saja?

Mereka tidak melakukan apa pun padamu, bukan?

Untunglah, wajahnya masih baik-baik saja. Kalau tidak, dunia ini akan kehilangan satu pria tampan.

Apa kau benar-benar peduli pada keadaanku?

Tentu saja! Kau adalah pimpinanku!

Aku harus bergantung padamu untuk mendapatkan sebuah jabatan dan naik ke puncak dalam kehidupan ini!

Yang Mulia, Yang Mulia! Raja telah wafat!

Perintah sebelum kematiannya adalah menyerahkan takhta pada Mo Yi Huai!

Kesehatan Ayahanda baik-baik saja! Bagaimana dia tiba-tiba wafat?

Cendekiawan! Apakah Ayahanda ditakdirkan jadi seperti ini?

Ayahanda seharusnya berumur panjang! Mengapa dia tiba-tiba wafat?

Mungkinkah...? Mungkinkah itu karena aku?

Yu Hao! Cari Pangeran ke-14

- dan ikutlah ke istana bersamaku! - Baik!

Cheng Cheng, jangan salahkan dirimu sendiri!

Kau sudah cukup berbuat untuk semua orang.

Mo Yi Huai! Ayahanda tadinya sehat! Bagaimana dia tiba-tiba wafat?

Kau pasti diam-diam merencanakan niat jahat!

Atau mungkin, kau ingin merebut takhta!

Kalau kau punya pertanyaan,

mengapa aku tidak membawamu ke samping aula untuk memberimu penjelasan secara detil? Bagaimana kalau begitu?

Adik ke-14, diam. Jangan sembarangan bicara.

Jangan melawan, Putra Mahkota.

Tentu saja, aku tidak.

Ibu Suri sudah datang!

Salam, Nenek.

Kalian boleh bangun.

- Ya. - Ya. - Ya.

Putra Mahkota. Apa kau membuat penjagaan ketat di luar karena ingin membuat kesepakatan denganku, perempuan tua ini?

Mengapa kau berkata begitu, Nenek?

Ayahanda baru saja wafat. Aku hanya ingin meningkatkan keamanan di dalam istana.

Raja wafat dan sebagai ibunya,

aku tidak ingin orang yang tidak perlu mengganggu peristirahatan terakhir Raja!

Kau! Suruh para pengawal untuk segera mundur!

Baik.

Cheng'er, Xuan'er. Ada yang ingin kukatakan pada Putra Mahkota secara pribadi.

Kalian berdua boleh pergi.

- Baik. - Baik.

Putra Mahkota. Saat Raja wafat, hanya kau dan Pangeran ke-9 yang ada.

Beritahu aku, mengapa Raja tiba-tiba wafat?

Itu adalah kesalahanku.

Ayahanda kelelahan karena menghadiri urusan kerajaan.

Kesehatannya menurun karena kerja yang berlebihan, sehingga...

Aku seharusnya meminta Ayahanda untuk beristirahat dengan cukup.

Ibu Suri!

Pelayan rendah ini seharusnya melayani Raja dengan lebih baik, tapi dia pergi secara mendadak.

Kasim Xue, bagi Raja memiliki orang yang setia seperti dirimu melayaninya selama ini,

aku... sangat berterimakasih.

Putra Mahkota! Kematian Raja tampak mencurigakan!

Kau lebih baik memberi aku dan semua orang di dunia ini sebuah penjelasan!

Semoga Yang Mulia hidup ribuan tahun dalam kemakmuran!

Bangunlah, pejabat-pejabat kerajaanku tercinta!

Terima kasih, Yang Mulia!

Umumkan titahku pada Pangeran ke-8, Mo Lian Cheng, karena berbohong pada mendiang Raja,

dan mencoba melakukan tindakan pengkhianatan sebagai rakyat yang tidak setia. Dia diperintahkan untuk segera dihukum mati.

Penasihat strateginya, Liu Shang, yang membantunya sebagai kaki tangan dalam pemberontakan! Jadi, dia juga dihukum mati!

Yang Mulia, aku sudah menggeledah Kediaman Pangeran ke-8.

Aku tidak menemukan baik pengkhianat, Mo Lian Cheng atau kaki tangannya, Liu Shang.

Putri kedua Keluarga Qu, Qu Tan'er, juga hilang.

Cari di seluruh ibukota! Tiga orang ini harus ditangkap!

Tan'er!

Apa kau baik-baik saja? Apa kau bisa berdiri?

Jing Xin!

- Aku baik-baik saja. - Ayo.

Prajurit kerajaan,

apa yang kalian mau?

[ Dicari : Pangeran ke-14 ]

Itu mereka!

Maju!

Jangan takut. Aku di sini untuk melindungimu.

Bawa mereka!

Cepat!

Mengapa kau tidak melepaskan aku?

Kalau kita bertarung melawan mereka, semakin banyak prajurit yang akan ke sini.

Asalkan kita pergi dari sini, aku akan menemukan sebuah cara untuk menyelamatkan mereka.

Betul. Adik ke-14 adalah seorang pangeran. Dia akan baik-baik saja.

Kita harus meninggalkan tempat ini dulu dan bertemu dengan Yu Hao.

Untuk menyelamatkan mereka, kita harus merencanakannya nanti.

Ayo.

- Yang Mulia. - Ada apa?

Prajurit kerajaan telah menangkap Pangeran ke-14 dan pelayan pribadi Nona Qu, Jing Xin.

Mereka telah dibawa ke penjara menunggu perintahmu.

Buddha, tolong lindungi Xiao Tan dan semua orang. Jagalah mereka tetap aman!

Jing Xin, jangan khawatir! Aku di sini. Aku pasti akan melindungimu.

Pangeran ke-14, aku bukan khawatir pada diriku sendiri.

Aku berharap langit bisa melindungi

Xiao Tan dan Pangeran ke-8 dan membantu mereka lari dari tempat ini!

Langit, tolong bantu mereka!

Mereka orang baik dan akan diberkati. Mereka pasti akan bisa melarikan diri.

Siapa yang akan melarikan diri?

Mo Yi Huai! Apa kesalahanku? Mengapa kau menangkapku?

Aku adalah Putra Langit. Aku bisa memenjarakan siapa saja yang kumau.

Jing Xin.

Ke mana nonamu pergi?

Jangan takut. Beritahu aku. Aku juga ingin membawanya kembali.

Aku ingin mengatakan pada dunia bahwa aku akan menobatkan Tan'er sebagai ratuku.

Aku... tidak tahu ke mana nonaku pergi.

Jadi kau tidak akan memilih jalan keluar yang mudah tapi lebih memilih yang susah?

Aku tanya padamu sekali lagi. Nonamu lari ke mana?

Katakan!

- Penjaga, ke sini! - Baik!

Tidak peduli apa yang harus kau lakukan. Buatlah dia bicara!

Jangan khawatir, Yang Mulia! Tidak peduli apa yang harus aku lakukan, aku akan membuka dengan paksa mulut wanita ini!

Jangan memukulnya! Jing Xin! Jangan memukulnya!

Mo Yi Huai! Aku peringatkan dirimu. Jangan memukulnya!

Aku bicara padamu. Pukullah aku kalau kau punya keberanian.

- Jing Xin! Hentikan, berhenti memukulnya! - Kau mau bicara atau tidak?

Jing Xin! Jing Xin!

Berhenti memukulinya! Berhenti memukulinya!

- Jing Kang, sebarkanlah. - Jing Xin!

Kalau mereka tidak mau kembali,

Ibu Suri, Mo Jing Xuan, dan Jing Xin semuanya akan mati.

Baik.

Lihat di sana!

Cari dengan seksama!

Pergi ke arah sana!

Yang Mulia!

Jumlah prajurit yang mengejar kita semakin banyak!

Kalau ini terus berlanjut

akhirnya kita akan ditemukan. Aku akan pergi mengalihkan perhatian mereka.

Jangan! Target terbesar Mo Yi Huai adalah kita berdua.

Kalau kau muncul sembarangan, bukankah itu langsung masuk ke dalam jebakannya?

Tapi kita tidak bisa terus seperti ini. Kita tidak bisa hanya duduk menunggu kehancuran kita.

Yang Mulia, biar aku saja. Tidak akan ada apa-apa.

Itu bagus. Berhati-hatilah.

- Jangan khawatir, Yang Mulia! - Tunggu!

Apa kau ingat tempat Pangeran ke-14 dan aku pergi saat kami membuat kesalahan di waktu kecil?

Aku ingat.

Pergi alihkan perhatian pasukan dan bawa mereka pergi.

Lalu, cari berita Adik ke-14 dan temui kami di sana.

Baik.

Yang Mulia, jaga dirimu!

Aku ingin tahu bagaimana kabar Jing Xin!

Jangan panik. Kita akan selamatkan Jing Xin.

Hanya saja sekarang belum waktunya.

Ya. Kita harus memiliki sebuah rencana menyeluruh untuk membalik keadaan dengan cepat dengan satu serangan.

Ayo pergi ke tempat pertemuan untuk bertemu dengan Yu Hao lalu mencari tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Jing Xin! Jing Xin!

Bangunlah! Ayo makan dulu.

Terima kasih, Pangeran ke-14. Aku tidak membutuhkannya.

Jing Xin! Jangan sungkan padaku!

Aku melihatmu menderita sendiri, tapi aku tidak bisa menolong.

Ini sungguh...

♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫

♫ Menikmati musik sendirian sambil memandang cahaya lentera datang dan pergi ♫

Pangeran ke-14... tolong jangan katakan itu.

Jing Xin selalu berpikir,

betapa beruntungnya, aku di sini bersamamu.

Kalau tidak, akan sangat sulit bagimu melewati ini sendirian.

Jing Xin! Kau selalu berpikir demi diriku!

Sebenarnya...

Sebenarnya, aku jatuh cinta padamu saat pertama kali aku melihatmu di Kediaman Pangeran ke-8!

Saat aku melihat senyummu,

aku pikir kau orang yang paling suci dan cantik di dunia ini!

Sekarang,

kau dan aku terpenjara di sini. Mo Yi Huai bisa membunuh kita kapan saja!

Kalau aku terus menahan kata-kata ini,

aku takut itu akan terlambat.

Jing Xin! Aku hanya ingin tahu,

apakah aku ada di dalam hatimu?

Pangeran ke-14, bagaimana bisa kau mengatakan kata-kata ini?

Aku hanya seorang pelayan di Kediaman Pangeran ke-8.

Aku... tidak pantas menerima cintamu.

Jing Xin! Aku tulus!

Apa menurutmu aku orang yang peduli pada status dan jabatan?

Kau mungkin tidak peduli tentang itu,

tapi aku harus peduli tentang itu sebagai gantimu!

Pangeran ke-14, kau adalah seorang pangeran. Sewajarnya, kau harus mencari

seorang gadis bangsawan yang cantik, elegan, dan unggul dalam segala hal.

Aku... hanya pelayan rendah.

Aku tidak pantas menerima perasaanmu. Meskipun di dalam hatiku, aku...

♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi ♫

♫ Bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫

Aku tidak berani memiliki harapan tinggi.

Jing Xin! Apa yang baru saja kau katakan?

Kau bilang bahwa ada aku di dalam hatimu?

Jing Xin! Kau juga menyukaiku, bukan?

Betulkan?

Jing Xin!

♫ Setelah malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫

Tanda apa di tanganmu?

Tanda ini adalah tanda kontrak sehidup semati yang aku buat saat aku menyelamatkan Tan'er di dimensi waktu yang lain.

Untunglah, dia belum memilikinya. Aku bisa pergi dengan tenang.

Itu tidak ada bedanya apakah dia memiliki tanda kontrak sehidup semati. Kalau kau pergi, Tan'er...

Itulah sebabnya kau harus menjaga Tan'er. Jangan biarkan dia melakukan hal-hal bodoh.

Tapi... kontrak sehidup semati cukup ajaib. Itu bahkan bisa membuat seseorang menyerahkan hidupnya.

Kalau kau bisa menyerahkan hidupmu, maka menyerahkan hal yang lain tidak akan sulit.

Kalau... kontrak sehidup semati ini bisa dimodifikasi,

mungkin... itu bisa menghubungkan pikiran dua orang yang berbeda.

Namun, siapa yang mau orang lain tahu apa yang mereka pikirkan di dalam pikirannya?

Bukankah kau ingin aku tahu apa yang sedang kau pikirkan?

Aku ingin tahu apa yang kau alami bersama Tan'er di masa depan, dan apa yang aku lewatkan.

Kalau begitu aku akan mencobanya besok.

Dengan begini, akan bermanfaat baik untukmu, aku, dan Tan'er.

Yang Mulia! Yang Mulia!

Bagaimana keadaan di istana?

Ibu Suri berada dalam tahanan rumah.

Pangeran ke-14 dan Jing Xin saat ini terkunci di penjara. Istana berada dalam penjagaan ketat.

Karena mereka telah ditahan, maka Mo Yi Huai tidak akan segera membunuh mereka.

Karena kau dari masa depan, kau seharusnya tahu, setelah Dong Yue menjadi begini,

bagaimana akhir dari diriku, Mo Yi Huai, dan Pangeran ke-14.

Aku sebenarnya bukan dari duniamu yang seperti sekarang ini.

Kedatanganku ke sini saat ini, menyebabkan sebuah distorsi dalam waktu dan ruang dunia ini.

Begitu banyak yang berbeda dari apa yang kualami sebelumnya.

Tan'er menjadi istri Pangeran ke-8 sejak awal dan Qu Jiang Lin tidak pernah diasingkan.

Dan Ayahanda... tidak wafat.

Jadi aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi.

Kita hanya bisa melakukan yang terbaik yang kita bisa.

Jangan khawatir. Bagaimanapun, aku tidak akan membiarkan Mo Yi Huai terus bertindak jahat.

Pangeran ke-14! Ibu Suri mengirimku untuk mengeluarkanmu.

Aku telah menyingkirkan semua penjaga. Mari ikut bersamaku.

- Kalau begitu apakah Nenek baik-baik saja? - Ibu Suri baik-baik saja.

Yang Mulia, tidak baik bicara di sini. Pergilah bersamaku dulu.

Karena seperti ini, bebaskan dia juga!

Yang Mulia! Penjagaan istana sangat ketat. Aku takut kau tidak bisa pergi kalau kau membawanya!

- Tapi... - Tolong jangan ragu!

Kalau kau masih tidak mau pergi, mereka akan kembali!

Yang Mulia, saat ini semua orang mengusahakan yang terbaik.

Begitu kau keluar, kau bisa mencari dan meminta bantuan Xiao Tan dan Pangeran ke-8!

Betulkan? Cepat pergi sekarang!

- Cepat Pergi! - Yang Mulia.

- Yang Mulia, lepaskan. - Pergilah!

- Kalau kita tidak pergi sekarang, itu akan terlambat! - Jing Xin!

- Cepat pergi! - Aku akan kembali untuk menyelamatkanmu!

Jing Xin!

Berhenti!

- Kakak. - Dia tampak tidak asing.

Dia seorang tamu.

Seorang tamu? Mengapa ada tamu malam-malam begini?

Mengapa dia mirip Pangeran ke-14?

- Kau salah lihat! - Maju!

Yang Mulia, lari!

Bangun!

Salam, Pangeran ke-9!

- Aktingmu lumayan. - Aku berterima kasih atas pujianmu, Yang Mulia.

- Beri dia hadiah! - Terima kasih, Yang Mulia!

Kau terburu-buru mencariku. Ada apa?

Sekarang, aku harus berterus terang.

Indraku semakin memburuk.

Aku takut hari aku benar-benar menghilang sudah tidak lama lagi.

Semua yang kau lihat sebelumnya tentang apa yang terjadi padaku dan Tan'er

untuk membantumu memahami cinta antara aku dan Tan'er.

Dengan begini, saat aku pergi, kau bisa menjaga Tan'er.

Tan'er... Aku akan serahkan dia padamu.

Kau dan aku adalah orang yang sama.

Jangan khawatir. Aku pasti akan mencintainya sama seperti dengan yang kau lakukan.

Ada satu hal lagi. Kalau kau mendapatkan takhta kembali suatu hari,

ingatlah, jangan membunuh Mo Yi Huai.

Dia orang yang sangat malang.

Aku akan lakukan seperti yang kau ucapkan.

Cepatlah pergi. Kalau kita tinggal di sini terlalu lama,

siapa yang tahu apa yang akan dipikirkan Tan'er?

Jalan.

Selanjutnya.

Jalan.

Tunggu!

Jalan, jalan, jalan.

Jalan!

Selanjutnya!

Cepat jalan. Selanjutnya. Jalan.

Selanjutnya. Tunggu!

Kau. Angkat kepalamu!

Orang ini adalah seorang teman, ke sini untuk menemaniku. Apakah dia harus diperiksa?

Karena dia adalah teman Jendral Wei, tentu saja dia tidak harus diperiksa.

Jalan. Selanjutnya!

Jalan!

Itulah yang terjadi. Jadi aku segera kembali untuk memberi peringatan pada Yang Mulia.

Wei Zhong Heng juga terlibat dalam hal ini?

Yang Mulia. Tampaknya kita harus memburu mereka dengan cepat!

Kalau tidak, masalahnya mungkin menjadi semakin merepotkan.

Tidak perlu. Kalau orang ini terlibat, itu membuat masalahnya semakin mudah.

Yun Ying, perintahkan orang untuk mengikuti Mo Jing Xuan. Kau tidak perlu segera menahannya.

Baik.

Kenapa?

Kita mungkin tidak bisa menangkap mereka semua jika kita terlalu cepat menahannya.

Kalau kita membiarkan kedua Mo Lian Cheng lepas lagi, itu akan lebih sulit untuk menangkap mereka.

Sekarang, Wei Zhong Heng telah terlibat juga. Mo Lian Cheng pasti akan menggunakan kekuatannya untuk menyerang balik di saat yang tepat.

Sepanjang kita mengikutinya, aku bisa secara alami menarik dan menangkap mereka semua.

Saat ini, jika kita mau mengalahkan Mo Yi Huai,

kita harus mendapatkan dukungan dari semua pos pasukan di tiap desa.

Bagaimanapun, aku tidak punya Lencana Komando Kerajaan lagi.

Akan sulit untuk mengutus pasukan dari Ibu Kota Kerajaan.

Mengapa membuat masalah begitu rumit?

Setelah malam tiba, aku akan menemukan cara untuk masuk ke dalam

dan menyelamatkan mereka!

Aku pikir pasti akan berhasil!

Jangan!

Istana dijaga ketat. Mo Yi Huai waspada dan bersiap.

Dia mungkin sudah memasang perangkap dan tinggal menunggu kita saja.

Itu benar. Tetua, kau tidak akrab dengan seluk beluk istana.

Bertindak gegabah lebih berbahaya.

Kakak ke-8!

Kakak ke-8!

Adik ke-14? Bukankah kau seharusnya bersama Jing Xin?

Mungkin Kepala Pengawal melihat kalau dia adalah pangeran

dan berpikir bahwa dia terlihat tidak berbahaya,

oleh karena itu mereka membebaskannya karena kasihan! Benar bukan?

Tidak sesederhana itu.

Adik ke-14! Bagaimana kau bisa kabur?

Jenderal Wei menyelamatkanku!

Salam, Yang Mulia.

Ini adalah...?

Ini juga aku.

Aku akan menceritakan secara rinci nanti.

Jenderal Wei, kau sudah membantu kami, terlepas dari konflik kita sebelumnya,

aku sangat berterima kasih padamu.

Aku tersanjung.

Meskipun kita memiliki kesalahpahaman di masa lampau,

itu karena seseorang menabur perpecahan di antara kita. Sekarang, kita sedang menghadapi pergolakan politik.

Meskipun aku kasar, aku masih tahu kebenaran dan kode etik.

Oleh karena itu, aku sangat bersedia membantu Yang Mulia.

Lalu bagaimana dengan Jing Xin? Mengapa dia tidak bersamamu?

Aku tidak berguna. Aku tidak bisa membawa dia keluar.

Adik ke-14, bagaimana kau keluar dari penjara?

Mungkinkah itu perangkap?

Tidak, tidak! Nenek telah mengirim seseorang untuk menyelamatkanku!

Aku melihat Pangeran ke-14 ingin meninggalkan kota.

Jadi aku membantunya pergi dan membawanya ke sini dari kota.

Jika bukan karena Jenderal Wei, aku takut tidak bisa melewati gerbang kota!

Perjalanan ke sini tidak terlalu lancar.

Ayo, kita bicarakan. Aku khawatir setengah mati.

- Kakak ke-8, apa yang kau pikirkan? - Aiya!

Dia pasti memikirkan keadaannya.

Jangan ganggu dia sekarang, ha!

Itu mempengaruhi pikirannya!

Yang Mulia, kau tidak mungkin masih mencurigaiku, kan?

Kau terlalu banyak berpikir, Jenderal Wei.

Aku hanya berpikir semuanya terlalu lancar.

Mungkin ini perangkap Mo Yi Huai.

Itu benar. Aku punya perasaan yang sama.

Tapi ada satu hal yang aku tidak mengerti.

Jika Mo Yi Huai menggunakan Adik ke-14 sebagai umpan,

mengapa belum terlihat munculnya pasukan?

Mo Yi Huai mungkin khawatir kita akan bertindak masing-masing.

Jadi, meskipun dia mengikuti Adik ke-14, dia mungkin tidak menangkap kita semua.

Jadi sebaliknya membiarkan Adik ke-14 mendatangi kita dan mengatakan pada kita apa yang terjadi di istana

kemudian mengumpan kita masuk ke perangkap yang disiapkan

- untuk menjatuhkan kita dalam satu gerakan besar. - Pasti begitu.

Dan sekarang, Mo Yi Huai mungkin mulai melihat

komandan pasukan Jenderal Wei. Kita harus berhati-hati.

Jika itu seperti yang dikatakan Yang Mulia,

maka bukankah pasukanku...

Tolong jangan terlalu dipikirkan. Aku sudah punya rencana.

Besok, bisakah kau bawa pasukan

dan menyerang depan istana untuk mendapatkan perhatian pasukan utama Mo Yi Huai?

Lalu kita akan memimpin tim elit untuk menyusup ke dalam istana.

Itu sempurna! Kita akan memimpin pasukan elit untuk menyelamatkan Nenek

dan Jing Xin. Lalu kita bisa langsung mengejar Mo Yi Huai!

Untuk mengalahkan musuh, kau harus menangkap pemimpinnya dulu.

Itu tepat. Selama kita menyerang,

aku akan meninggalkan Tan'er di tangan Tetua Liu.

Tetua, kau harus menjaga Tan'er tetap aman.

Jangan khawatir! Aku bisa melakukannya dengan mata tertutup!

Tan'er. Kau harus patuh.

Aku mengerti. Kalian juga harus hati-hati.

Ayo!

Benar-benar seperti yang kau pikirkan.

Mo Yi Huai mengirim pasukan utamanya untuk bertempur dengan Jenderal Wei.

Istana sekarang tidak dijaga dengan ketat.

Semuanya terjadi sangat lancar. Kelihatannya mereka benar-benar jatuh dalam perangkap.

Pada saat ini, kita harus berpisah di dua jalur. Satu grup akan menyelamatkan Ibu Suri dan Jing Xin.

Yang lain akan ikut aku ke perpustakaan kerajaan.

Kita harus mengendalikan Mo Yi Huai sebelum Jenderal Wei mundur.

Kakak ke-8! Mo Yi Huai sulit dikendalikan. Lebih baik jika kalian berdua pergi bersama.

Aku tahu di mana Nenek dan Jing Xin ditahan. Aku akan menyelamatkan mereka.

Adik ke-14, ada banyak perangkap di mana Nenek dan Jing Xin ditahan.

- Kau-- - Kakak ke-8, jangan khawatir!

Karena jumlah penjaga sudah menipis, aku akan baik-baik saja. Tidak akan seberbahaya itu.

Jangan khawatir!

Kalau begitu bawa lebih banyak orang lagi, untuk berjaga-jaga.

Ya!

Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com

♫ Kembang api telah redup, lalu kau menyalakan lentera dan melihat ke belakang ♫

♫ Dunia fana terombang-ambing, aku mengangkat serulingku dan mendesah ♫

♫ Siapa yang terus merusak senarnya? Saat lagu berakhir, masing-masing pergi ♫

♫ Tidak ada lagi takdir, jadi mengapa mengungkit janji itu? ♫

♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫

♫ Menikmati musik sendirian sambil memandang cahaya lentera datang dan pergi ♫

♫ Waktu selalu berlalu; pertemuan kita hanyalah saat yang buram ♫

♫ Wajah ini telah waspada selama ribuan tahun ♫

♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫

♫ Pasir yang berdesir telah berlalu namun aku masih menunggumu ♫

♫ Bersedia menemanimu berjalan menuju cakrawala langit; awan bergulung datang dan pergi ♫

♫ Berada di sisimu, aku tidak pernah merasa kesepian lagi ♫

♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫

♫ Saat tirai bambu digulung, hanya ada jubah hijau yang tertinggal ♫

♫ Memimpikan gerimis di sungai selatan, tanpa ada rasa khawatir tidak perlu peduli ♫

♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫

♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.