Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com
♫ Semalam aku khawatir memikirkanmu ♫
♫ Pagi ini, merekah mewah tepat di depan mataku ♫
♫ Begitu aku melihat bayanganmu yang anggun, aku sangat terpukau ♫
♫ Cintaku padamu begitu dalam hingga tak bisa menghindari ketakutan ♫
♫ Namun hal itu membuatku menampik keceriaan ♫
♫ Aku telah melepaskan dan membuang perisai dan topi bajaku sejak lama. Hanya berharap selama-lamanya ♫
♫ Membisikkan kata-kata cinta di telingamu ♫
♫ Aku rela melupakan kewibawaan dan kejayaan untukmu ♫
♫ Untuk menggenggam tanganmu saat kita berjalan menuju cakrawala ♫
♫ Sejak rambut ini hitam hingga memutih ♫
♫ Sebagai keluarga biasa selamanya ♫
♫ Aku tidak mampu menginjak kelopak yang berguguran di tanah ♫
♫ Pertemuan dan perpisahan kita akan menyatu bagaikan batuan aluvial ♫
♫ Apa pilihanku bila aku tidak mau meminum teh Nyonya Meng untuk melupakan hubungan kita di masa lalu? ♫
♫ Masa-masa terindahmu bersamaku terukir dalam hatiku ♫
[Cinta Abadi 2]
[ Episode 26 ]
Siapa di sana?
Cepatlah pergi!
- Kalau tidak, tak seorang pun dari kita yang bisa lolos! - Kita harus pergi bersama-sama!
Yang terpenting menemukan bukti untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah.
Aku ini seorang Pangeran. Hidupku tidak berada dalam bahaya!
Siapa yang mempunyai ide yang bisa dicoba?
Oh... maafkan aku.
Huh...
Ini tidak akan berhasil, dan itu tidak akan berhasil juga!
Aku kira kita bisa membawa pengawal kerajaan untuk mengeluarkan dia dari penjara.
Mendobrak penjara! Aku setuju!
Siapa yang akan pergi bersamaku? Angkat tanganmu! Dua?
Ini tangkai botol arakku, bukan tanganku.
Jing Xin! Kau!
Pangeran ke-14, kau masih belum melakukan apa pun untuk Jing Xin,
tapi kau sudah bertingkah bagaikan pasangan yang ketat!
Apa itu pasangan yang ketat?
Jangan bicara omong kosong!
Kesehatanku baik-baik saja. (Pasangan yang ketat berbunyi mirip sekali dengan penyakit bronkhitis)
Baiklah! Aku tidak sepaham dengan kalian! Aku akan pergi sendiri!
Xiao Tan!
Cheng Cheng!
Semua yang hadir, tidak perlu merasa malu!
Sebuah pelukan, di dunia Xiao Tan,
- sesuatu yang normal. - Apa kau baik-baik saja? - Bagaimana keadaanmu?
Hal itu perbuatan biasa saat dua orang berada di bawah pengaruh hormon!
Apa itu hormon? Berapa harga untuk satu kilogram hormon?
Tuan, kenapa Kakak ke-8 tidak pulang bersamamu?
Kami bertemu dengan sipir penjara dan Pangeran ke-8 memintaku pergi lebih dulu untuk mencari pelaku sebenarnya.
Adik ke-14, apakah Ayahanda sudah membuat keputusan?
Nenek memohon pada Ayahanda untuk meringankan hukuman Pangeran ke-8.
Bagaimanapun, Mo Yi Huai terus menerus ikut campur dalam hal ini.
Ayahanda memerintahkan aku untuk melakukan pengusutan bersama-sama dengan Mo Yi Huai! Tapi dengan campur tangan Mo Yi Huai,
bagaimana kita bisa mencapai kesimpulan yang adil untuk memecahkan masalah ini?
Yu Hao, apa ada kabar baru tentang hal ini sekarang?
Tidak.
Benar! Beberapa hari yang lalu,
Mo Jing Kang secara diam-diam mengumpulkan bukti terkait!
Aku kira dia pasti khawatir kalau kita akan menemukan beberapa bukti.
Karena Mo Yi Huai menggunakan pembunuh bayaran untuk mengalahkan Pangeran ke-8,
dia pasti sudah menyembunyikan beberapa bukti.
Kelihatannya kita harus menerobos masuk ke dalam Kediaman Putra Mahkota.
Saat kau menyebutkan hal itu, aku ingat
ketika aku berada di perpustakaan Mo Yi Huai hari itu,
aku melihat sebuah lemari rahasia.
Kelihatannya ada sebuah surat rahasia di dalamnya.
Tan'er! Apa kau ingat tempatnya? Dapatkah kau menggambarkannya?
Tentu saja! Aku akan menggambarnya sekarang juga.
Penjara ini dijaga ketat, tapi dia masih berhasil lolos?
Sampaikan perintahku.
Kirim prajurit untuk memeriksa Kediaman Pangeran ke-8 sekarang juga!
Kita harus menangkap kembali Liu Shang.
Ya.
Siapa di sana?
Suara ribut-ribut apa itu?
Tidak ada apa-apa, aku hanya melihat-lihat saja.
Mungkinkah ada di sini?
[Lencana Komando Kerajaan]
Putra Mahkota, seluruh kediaman sudah diperiksa dengan seksama.
Kami tidak menemukan penyusup.
Tapi ada satu hal lain. Berita terbaru datang dari istana bahwa Liu Shang berhasil lolos.
Yang Mulia, silakan makan.
Aku tidak ingin makan.
Salam Ibu Suri.
Mengapa Tabib Lee ke sini?
Karena raja terdahulu sudah meninggal, Yang Mulia
mulai mengalami susah tidur.
Hanya aku yang bisa menyembuhkannya.
Kau boleh pergi.
Silakan bangun.
Ya.
Apa kau Cheng'er atau peniru itu?
Yang Mulia, surat rahasia ini
adalah bukti yang bisa menunjukkan biang kerok yang sebenarnya.
Perempuan jalang itu!
Itu benar-benar dia!
Dengan bukti ini,
tidak hanya bisa membuktikan Cheng'er tidak bersalah,
juga bisa membuktikan rencana jahat Mo Yi Huai!
Hanya saja siapa kau?
Nenek. Aku, Liu Shang...
juga Mo Lian Cheng.
Aku Mo Lian Cheng dari masa depan.
Berhenti!
Beraninya kau! Buka matamu! Kau berani untuk menghalangi
tandu Ibu Suri?
Tolong maafkan aku, Ibu Suri. Putra Mahkota memerintahkan
bahwa tanpa perintah Raja, setiap orang harus diperiksa.
Ayo ke sini.
Kau sangat setia pada Putra Mahkota.
Aku pasti akan mengatakan pada Raja tentang ini.
Aku akan memberikanmu hadiah besar!
Tolong bebaskan aku, Ibu Suri. Tolong bebaskan aku, Ibu Suri. Aku tahu kesalahanku!
Cepat pergi!
Masuk!
Ibunda!
Ini adalah jam makanmu sekarang.
Mengapa kau datang?
Raja, bubarkan orang-orang di sini dulu.
Aku punya sesuatu yang penting untuk didiskusikan.
Ya. Duduk di sini dulu.
Kalian semua boleh pergi!
Ibunda.
Bangun.
Liu Shang? Kau lari dari penjara
dan masih berani datang ke perpustakaanku? Beraninya kau!
Jangan marah, Raja!
Aku membawanya ke sini untuk sebuah alasan.
Kau bisa memutuskan setelah kau mendengarkan aku.
Liu Shang menemukan biang kerok dibalik upaya pembunuhan.
Ini adalah rencana rahasia Selir Dugu.
Liu Shang, serahkan buktinya pada Raja.
Ya.
Yang Mulia. Ini adalah surat rahasia.
Pada hari upaya pembunuhan, Selir Dugu yang mengirim pembunuh bayaran.
Dan pembunuh itu berniat melukai Yang Mulia di dada kiri.
Lalu, dia mengarang titah kerajaan untuk memanggil Pangeran ke-8 ke istana.
Setelah Pangeran ke-8 memasuki istana,
dia jatuh pada perangkap yang dibuat Selir Dugu secara cermat.
Selir Dugu melakukan hal yang sama lagi
dan juga melukai dada Pangeran ke-8
untuk membuat setiap orang bingung dan menjebak Pangeran ke-8 untuk kejahatan itu.
Tulisan tangan ini memang ditulis oleh tangan Selir Dugu sendiri.
Tapi mengapa surat ini berada di tanganmu?
Dan mengapa kau baru menyerahkannya sekarang?
Masalah ini diselesaikan olehku dan karena itu kami tidak mengejarnya lebih jauh.
Tapi sekarang, Pangeran ke-8 dan aku dijebak karena ini.
Kami mulai menyelidiki dan
kemudian aku baru mengetahui Selir Dugu ingin membungkam saksi dengan membunuh mereka
dan menghancurkan bukti.
Tapi pembunuhnya meninggalkan surat rahasia ini.
Selir Dugu telah meninggal. Surat rahasia ini tidak bisa dipalsukan.
Berdasarkan bukti dan kepribadian Selir Dugu,
Ay--
Yang Mulia seharusnya percaya
bahwa Selir Dugu memang biang keroknya.
Si binal itu! Jadi kau punya hati dengki!
Aku telah dibodohi olehnya selama ini!
Yang Mulia, ada hal lain yang ingin kulaporkan.
Laporkan!
Yang Mulia.
Lencana Komando Kerajaan?
Bukankah Cheng'er mengatakan itu dicuri?
Memang dicuri.
Yang mencuri lencana tidak lain
adalah Putra Mahkota, Mo Yi Huai.
Dan surat rahasia ini ditemukan di Kediaman Putra Mahkota.
Putra Mahkota menyembunyikan bukti
dan mencuri Lencana Komando Kerajaan. Buktinya sekarang lengkap.
Aku minta kebijaksanaan Yang Mulia untuk mencari kebenarannya.
Mo Yi Huai! Apa motifnya mencuri Lencana Komando Kerajaan?
Raja! Saat ini, kebenarannya telah terbuka.
Cheng'er tidak bersalah.
Cepat keluarkan titahmu untuk melepas Cheng'er!
Dia tidak mungkin tidak bersalah, Ibunda!
Dia menemukan tubuh ganda untuk menipuku!
Apa bedanya antara dia, Mo Yi Huai, dan Selir Dugu?
Yang Mulia! Meniru pangeran seluruhnya adalah perbuatanku.
- Tidak ada hubungannya dengan Pangeran ke-8! - Dan kau siapa?
Mengapa kau terlihat sangat mirip dengan Cheng'er?
Sejauh yang aku tahu, Liu Shang yang sebenarnya sudah mati.
Kau mengambil identitasnya.
Apa niatmu?
Mo Lian Cheng! Aku Mo Lian Cheng!
Aku Mo Lian Cheng dari masa depan!
Ayahanda, kau mungkin tidak mengerti sekarang, tapi apa yang kukatakan adalah benar!
Aku pernah ke Dunia Roh Gaib juga.
Aku melihat Kakek, Mo Yi Feng.
Namaku berasal dari teman dekat kakek.
Tuan Lian Cheng.
Ini... Ayahanda hanya mengatakan padaku sebelumnya.
Bagaimana kau mengetahuinya?
Raja, perjalanan waktu yang Cheng'er bicarakan,
aku sulit mengerti dengan baik saat itu.
Tetapi ada berbagai macam misteri di dunia yang luas ini.
Aku percaya apa yang Cheng'er katakan.
Aku tahu dia adalah Cheng'er.
- Kau juga Cheng'er? - Ayahanda, apa kau masih ingat?
Sebuah tabung bambu yang digunakan oleh Kakek saat dia masih hidup
dan tidak pernah terlihat lagi setelah Mo Lian Cheng lahir.
Di dalam tabung bambu itu ada Segel Langit dan Bumi yang
menyegel jiwa Tuan Lian Cheng didalamnya.
Sebelum Ayahanda meninggal,
dia pernah memberitahuku
bahwa jiwa Tuan Lian Cheng
disegel di dalam tubuh Cheng'er.
Mungkinkah... kau benar-benar Cheng'er?
Kemarilah!
Umumkan titahku
segera bebaskan Pangeran ke-8 dan Liu Shang dari semua tuduhan kejahatan!
Putra Mahkota, Mo Yi Huai, tidak mengikuti ajaran moral dari leluhur dan gagal mematuhi perintahku,
malah berniat jahat dengan pikiran licik.
Dia segera dicopot dari gelarnya Putera Mahkota.
Ya.
Pangeran ke-8, Mo Lian Cheng,
dengan karakter berbudi luhur, pengertian terhadap orang lain,
memiliki bakat keterampilan bertempur dan cerdas, dia mendapatkan kemurahanku.
Umumkan juga bahwa dia akan meneruskan takhtaku.
Aku, anakmu, terima kasih Ayahanda!
Kakak ke-8. Lihat bagaimana kau sekarang.
Kau telah jatuh begitu jauh, dan reputasimu hancur.
Daripada bersikeras pada kehidupan yang memalukan ini,
mengapa tidak mengakhiri sisa harimu dengan cepat?
Minum segelas anggur ini,
dengan begitu kau bisa pergi dengan martabat yang penuh.
Semua yang aku lakukan
selalu jujur dan benar,
bagaimana mungkin aku malu?
Tapi, kau dengan kelicikanmu bersama Mo Yi Huai sebagai kaki tangannya.
Bagaimana kau berani hidup dalam kehidupan yang memalukan ini?
Berhenti!
Titah Ayahanda, Pangeran ke-8 Mo Lian Cheng dijebak oleh yang lain!
Sekarang kebenaran telah terbongkar! Pangeran ke-8 dan Liu Shang segera dibebaskan!
Pengawal Kerajaan berada di luar.
Jika ada yang berani menentang titahnya, menunjukkan ketidaksetiaan!
Orang itu akan langsung dieksekusi!
Kakak ke-8, apa kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Ayahanda telah menghapus kejahatan Mo Lian Cheng.
Bagaimana...
Bagaimana bisa Ayahanda mencopot gelarmu sebagai Putera Mahkota?
Bukan hanya itu. Dia juga membuat titah resmi menyerahkan takhta pada Mo Lian Cheng.
Kita harus memikirkan tindakan balasan! Kita tidak bisa membiarkan upaya kita sia-sia!
Kau telah merencanakannya selama ini.
Aku telah menyiapkan pilihan ini diam-diam, hanya untuk menghadapi resiko ini.
Aku tidak pernah membayangkan Ayahanda akan membuat keputusan yang ekstrim.
Oleh karena itu, dia tidak bisa menyalahkanku.
Yun Ying. Perintahkan para komandan pasukan kita
untuk menyerang istana kerajaan dari utara.
Unit pasukan akan masuk melalui gerbang selatan.
Pengawal kerajaan akan mendukung pertarungan dari dalam istana kerajaan itu sendiri.
Malam ini jam 11, kau harus mengambil alih istana kerajaan atas namaku.
Ya.
Bunuh!
- Jadi itu kau! - Bunuh!
Bunuh!
Urus semua pengawal ini.
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com
Berhenti!
Pengkhianat! Pengkhianat!
Kau harus menyelamatkan dirimu sendiri, Yang Mulia!
Titahku untuk penerus takhta
pasti telah dicuri oleh pengkhianat itu!
Mo Yi Huai, berniat untuk mengambil takhta dengan kekerasan
dan berniat merebut kekuasaan dengan taktik berbahaya, terbukti berkhianat dengan tindakan keji.
Aku harap pejabat istana tidak dibutakan dari kebenaran
atau menyerah pada kekuatan.
Aku sangat menyesal atas kesalahanku sendiri.
Oleh karena itu, aku memutuskan
untuk menyerahkan takhta pada Pangeran ke-8, Mo Lian Cheng.
Pejabat istanaku harus mendukungnya dengan segala kekuatanmu...
Kasim Xue, bawa titah ini ke Ibu Suri.
Kau harus menjaga titah ini.
Siapkan aku segelas...
teh beracun.
Yang Mulia, kau tidak boleh! Yang Mulia!
Jangan tunda. Cepat.
Ya.
Yang Mulia.
Yang Mulia!
Pergi. Pergi siapkan. Cepat!
Cepat ambil!
Pangeran Pertama!
Kelihatannya kau punya sesuatu yang penting untuk dilakukan.
Ini larut malam. Mengapa kita tidak mengirim Yun Ying untuk menemanimu?
- Yun Ying. - Saya disini.
Jaga dia.
Ya.
Anak tak berbakti! Beraninya kau membawa pasukan melawanku!
Aku dipaksa untuk melakukan semua ini, Ayahanda.
Ayahanda ditipu Adik ke-8,
mencopotku dari gelar Putera Mahkota.
Dalam hal apa aku tidak semampu Adik ke-8?
Mengapa kau lebih menyukainya?
Aku lebih menyukai Cheng'er?
Huai'er, apa kau tahu bahwa sebelum ini,
kau selalu jadi pewaris takhtaku di dalam hatiku?
Tapi kau menggunakan cara-cara keji
untuk menuduh keluarga dekatmu.
Melawan nilai moral, tindakan pengkhianatanmu untuk merebut takhta dengan paksa,
mengkhianati jalan keadilan dan kebenaran, telah membuatku sangat kecewa.
Semua ini karena kau!
Tan'er dan aku adalah kekasih masa kecil.
Kami saling memiliki perasaan yang dalam.
Aku sudah berlutut
memohon padamu untuk menitahkan pernikahan kami,
tapi kau menolaknya dengan dingin.
Aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku dengan orang yang kucintai.
Kaulah...
Kau sendiri yang merusak kebahagiaanku!
Jadi aku tidak punya pilihan selain merebut takhta dengan cara apa pun
agar tetap bisa bersama dengan Tan'er selamanya.
Pernikahan itu ditolak bukan karena keinginanku.
Itu berasal dari dekrit Kakekmu sebelum dia meninggal.
Dalam dekritnya, Kakek bertitah pernikahan antara Tan'er dan Cheng'er.
Itu sudah ditentukan oleh takdir.
Huai'er.
Berhentilah sekarang.
Kau tidak bisa berhasil.
Jika kata-kata pemberontakan ini keluar,
pasukanku akan segera dikirim untuk menyelamatkan aku.
Saat Lencana Komando Kerajaan dalam kepemilikanku,
aku sudah mengganti semua kepemimpinan militer dengan orang kepercayaanku.
Bagaimana mungkin Ayahanda masih punya orang yang setia?
Menurutku Ayahanda harus cepat menyusun dekrit untuk menyerahkan takhtamu padaku.
Huai'er, kau bisa mengendalikan pasukanku,
tapi bisakah kau menghentikan semua orang dalam Kerajaan?
Meskipun aku menyerahkan takhta ini padamu,
di mata setiap orang di dunia,
kau tetaplah pengkhianat yang merebut takhta dengan paksa dengan pemberontakan.
Semua menteri tingkat tinggi dalam istana juga sudah memberikan kesetiaan mereka padaku.
Dan untuk opini rakyat jelata,
aku bisa dengan mudah mengatakan pada mereka
bahwa Ayahanda sakit parah.
Siapa dari mereka yang akan tahu kebenarannya?
Ini sudah terlambat.
Menurutku Ayahanda harus menyusun dekrit untuk menyerahkan takhta!
Aku haus.
Ayo. Bawakan aku teh.
Huai'er, aku takut kalau pada akhirnya,
kau tidak akan mendapatkan apa-apa.
Tuliskan dekritnya segera!
Tulislah!
Cepat tulislah!
Aku akan menulisnya.
Aku akan menulisnya.
Putra Mahkota.
Huai'er,
biarkan aku melihatmu baik-baik.
Aku tidak menyalahkanmu.
Dalam hatiku,
kau adalah Huai'er yang paling aku sayang.
Biarkan aku memelukmu sekali lagi.
Ayahanda!
Ayahanda!
Ayahanda, ada apa?
Putra Mahkota, Ayahanda sudah meninggal dunia.
Ayahanda, kematianmu bukan niatku.
Aku hanya menginginkan takhta.
Ayahanda!
- Kesini! Tabib kerajaan! - Putra Mahkota!
- Panggil tabib kerajaan! - Putra Mahkota, tenang dulu!
Tabib kerajaan!
Putra Mahkota, kita harus menutup istana kerajaan
dan istana Ibu Suri segera.
Tak seorang pun boleh bergerak bebas di dalam istana.
Siapa pun yang membocorkan kejadian hari ini
akan dihukum mati tanpa syarat.
Ayahanda selalu berbicara tentang takdir.
Apa sebenarnya kebaikan dari takdir?
Ayahanda,
aku sudah bersalah padamu.
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com
♫ Kembang api telah redup, lalu kau menyalakan lentera dan melihat ke belakang ♫
♫ Dunia fana terombang-ambing, aku mengangkat serulingku dan mendesah ♫
♫ Siapa yang terus merusak senarnya? Saat lagu berakhir, masing-masing pergi ♫
♫ Tidak ada lagi takdir, jadi mengapa mengungkit janji itu? ♫
♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫
♫ Menikmati musik sendirian sambil memandang cahaya lentera datang dan pergi ♫
♫ Waktu selalu berlalu; pertemuan kita hanyalah saat yang buram ♫
♫ Wajah ini telah waspada selama ribuan tahun ♫
♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫
♫ Pasir yang berdesir telah berlalu namun aku masih menunggumu ♫
♫ Bersedia menemanimu berjalan menuju cakrawala langit; awan bergulung datang dan pergi ♫
♫ Berada di sisimu, aku tidak pernah merasa kesepian lagi ♫
♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫
♫ Saat tirai bambu digulung, hanya ada jubah hijau yang tertinggal ♫
♫ Memimpikan gerimis di sungai selatan, tanpa ada rasa khawatir tidak perlu peduli ♫
♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫
♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.