All language subtitles for The_Eternal_Love_2_-_Episode_23

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com

♫ Semalam aku khawatir memikirkanmu ♫

♫ Pagi ini, merekah mewah tepat di depan mataku ♫

♫ Begitu aku melihat bayanganmu yang anggun, aku sangat terpukau ♫

♫ Cintaku padamu begitu dalam hingga tak bisa menghindari ketakutan ♫

♫ Namun hal itu membuatku menampik keceriaan ♫

♫ Aku telah melepaskan dan membuang perisai dan topi bajaku sejak lama ♫

♫ Hanya berharap selama-lamanya ♫

♫ Membisikkan kata-kata cinta di telingamu ♫

♫ Aku rela melupakan kewibawaan dan kejayaan untukmu ♫

♫ Untuk menggenggam tanganmu saat kita berjalan menuju cakrawala ♫

♫ Sejak rambut ini hitam hingga memutih ♫

♫ Sebagai keluarga biasa selamanya ♫

♫ Aku tidak mampu menginjak kelopak yang berguguran di tanah ♫

♫ Pertemuan dan perpisahan kita akan menyatu bagaikan batuan aluvial ♫

♫ Apa pilihanku bila aku tidak mau meminum teh Nyonya Meng untuk melupakan hubungan kita di masa lalu? ♫

♫ Masa-masa terindahmu bersamaku terukir dalam hatiku ♫

[Cinta Abadi 2]

[ Episode 23 ]

Malam ini sedikit dingin. Mengapa Yang Mulia minum di sini sendirian?

Aku sangat sedih karena kehilangan orang kepercayaanku.

Sendirian adalah hukuman yang pantas aku terima.

Memang, aku berada dalam kesulitan.

Jika tidak, aku tidak akan menipu.

Hingga kini,

apakah kau masih bersikeras bahwa kau adalah orang yang sama denganku?

Yang Mulia dan aku memang orang yang sama.

Hanya saja aku adalah pangeran yang telah kembali dari masa depan.

Pada hari ketika jiwa kita saling terhubung,

aku melihat bagaimana kau dan Tan'er dipaksa untuk berpisah.

Apakah itu kenangan masa depan?

Jika kau adalah aku, bagaimana kau bisa percaya ini?

Tentu saja, aku bisa mengerti jika kau tidak mempercayainya.

Tetapi aku percaya bahwa aku akan dapat membuktikannya kepadamu dalam beberapa hari mendatang.

Yang Mulia!

Yu Hao, masuklah.

Menginformasikan... Pangeran ke-14 datang.

Yu Hao, bisakah kau membedakan mana dari kami yang merupakan Pangeran ke-8 yang sebenarnya?

Itu...

Dari luar, mungkin sulit dibedakan.

Bisakah kau mengajukan pertanyaan untuk kami jawab?

Ingat, pertanyaan itu harus yang hanya bisa dijawab oleh Pangeran ke-8 yang sebenarnya.

Bolehkah aku bertanya bagaimana aku datang ke kediaman?

Ketika aku berumur 14 tahun, aku pergi berburu dengan Ayahanda.

Aku ditipu oleh Kakanda dan terjebak di gunung malam itu.

Untungnya, kau, putra seorang penebang kayu, ada di sana untuk membimbingku menuruni gunung.

Sejak saat itu, kau tidak pernah pergi dari sisiku.

Tolong maafkan aku. Aku tidak dapat membedakan yang mana pangeran yang sebenarnya.

- Tidak apa-apa. Ini bukan salahmu. - Tidak apa-apa. Ini bukan salahmu.

Beri tahu Adik ke-14 untuk masuk.

Baik.

Kakak ke-8! Aku telah menyelamatkan Jing Xin!

Setelah melihat Tan'er, dia--

Kakak ke-8, ini...

Ada dua Kakak ke-8?

Kakak ke-8, apakah kau ingat

apa yang paling aku banggakan ketika aku masih kecil?

Pacuan kuda dengan Kakak Pertama di hutan.

Meskipun kau tidak bisa menandingi keahliannya, kau meraih peluang yang tepat untuk melewati kudanya.

Kuda-kuda berlari liar di sepanjang jalan

dan kau baru kembali ke istana saat senja.

Karena kau melewatkan pesta ulang tahun Ayahanda, kau dihukum berat.

Kakak ke-8, kau benar-benar menemukan seseorang yang tidak hanya terlihat identik

tetapi juga tidak melewatkan kesempatan dalam perkataannya untuk mengolok-olok aku.

Aku tidak dalam suasana hati yang baik.

Kau sebenarnya tidak asing dengan pria ini.

Tidak asing?

Dia adalah Cendekiawan Liu Shang.

Mengapa Cendekiawan Liu Shang terlihat persis sepertimu?

Aku sedang menyelidiki itu.

Besok pagi, datanglah untuk mengamati.

Aku tidak akan pernah percaya

bahwa ada dua Pangeran ke-8 di dunia ini.

Namun, karena mempertimbangkan jasamu yang menyelamatkan Tan'er,

aku membuat pengecualian khusus untuk mengizinkanmu tetap tinggal di Vila Salju.

Aku sudah memerintahkan Pelayan Zhou untuk memberi tahu para pelayan bahwa

tidak ada yang diizinkan masuk ke Vila Salju tanpa persetujuan langsung dariku.

Pasti akan ada keberuntungan besar di depan setelah selamat dari krisis hidup dan mati. Bahkan si tua Qu tidak bisa membunuh kita.

Kita berdua pasti memiliki hari yang baik ke depannya.

Aku tidak ingin hari yang baik.

Mulai sekarang, aku memberikan semua hari baikku untukmu.

Gadis bodoh.

Satu saja biasanya sudah cukup membuat jengkel.

Sekarang, apa aku harus menemui keduanya bersamaan?

Ini adalah sesuatu yang bahkan tidak bisa aku atasi lagi.

Yang Mulia, meskipun Tan'er sudah aman, dia masih sangat kelelahan.

Akan lebih baik jika kita baru menanyainya beberapa hari lagi.

Tuan, kau bukan lagi ahli strategiku.

Tidak perlu terus memberiku saran.

Kapan kau tahu

bahwa Cendekiawan dan aku terlihat persis sama?

Pada hari ketika Yang Mulia membuat rencana yang sangat rumit untuk menangkap pangeran palsu di istana,

aku mengetahuinya saat itu.

Bagaimana kau bisa membedakan kami, yang asli dan palsu?

Bukankah itu semua karena pangeran palsu terus melakukan gerakan-gerakan dan bermulut manis.

Tidak perlu khawatir, Tan'er.

Setelah aku sepenuhnya mengetahui latar belakang pangeran palsu ini,

aku pasti tidak akan membiarkan dia mengganggumu lagi.

- Kau yang katakan. - Kau yang katakan.

Aku dengar bahwa kau datang dari masa depan.

Memang begitu.

Lalu, Tuan,

aku ingin bertanya

kapan aku akan menikah?

Aku memang datang dari masa depan

tapi... aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Apa maksudmu?

Seorang pria dari masa depan tidak tahu tentang hal-hal di masa depan. Pria masa depan macam apa itu?

Tuan!

Pangeran telah menunggu di ruang kerjanya sejak lama. Semua pelayan diminta untuk pergi.

Tolong cepatlah.

Kalau begitu... aku akan pergi.

Aku akan menyelidikinya dulu. Aku akan memberitahumu begitu aku tahu sesuatu.

Baiklah.

Aku benar-benar tidak bisa terbiasa dengan wajahmu.

Mulai sekarang, ketika kau muncul di hadapanku,

tolong kenakan topengmu.

Aku akan menanyakan tiga pertanyaan padamu.

Jika kau dapat menjawab semuanya, aku akan percaya semua yang kau katakan.

Jika tidak...

Jika tidak, kau dapat melakukan apa pun yang kau suka dengan hidupku.

Pada saat upacara ulang tahun pertamaku, apa yang aku ambil?

Bidak catur hitam untuk permainan "Go" China. Itulah mengapa kau unggul dalam perencanaan strategis.

Di mana satu-satunya tempat aku akan pergi sendiri?

Makam Ibunda.

Kau tidak ingin orang lain melihat kesedihanmu, jadi kau bersikeras untuk pergi sendiri.

Apa makanan kesukaanku?

Kakak ke-8 tidak pernah pemilih terhadap makanan.

Seluruh kediaman tahu itu.

Makanan yang paling kau sukai adalah sesuatu yang sulit ditemukan di kediaman ini.

Itu adalah bubur yang dibuat oleh Ibunda di masa kecil kita.

Sejak saat itu, tidak ada yang bisa membuat bubur dengan aroma seperti yang dimasak Ibunda.

Dan makanan yang paling kau benci... adalah pangsit kukus.

Itu karena setelah Ibunda meninggal, Ibu Suri kasihan pada Yang Mulia

dan mengirim pangsit kukus setiap hari. Mo Yi Huai kemudian menggunakannya untuk mengejekmu. Dia biasa mengatakan bahwa

Yang Mulia adalah anak yatim piatu yang hanya berhak atas pangsit kukus.

Untunglah, perkara ini sudah menjadi masa lalu.

Sekarang, karena seseorang,

pangsit kukus telah menjadi makanan kesukaanmu.

Takdir memang kadang-kadang tak terduga.

Jika Cendekiawan ini bukan Pangeran ke-8 juga,

dia hanya mungkin seorang Buddha.

Jika kau benar-benar seperti yang kau katakan,

aku dari masa depan,

lalu apa maksudmu datang ke sini?

Aku ingin kau menghindari

malapetaka yang aku alami.

Malapetaka apa?

Karena perebutan takhta,

sesama saudara saling membunuh. Di masa depan yang aku alami,

Mo Yi Huai mati karenanya.

Aku tidak ingin kau membuat kesalahan yang sama.

Ternyata buku petunjuk rahasia dari Mutiara Penekan Jiwa telah dianotasikan oleh Kakek.

Sepertinya kekuatan mutiara ini memang ditujukan untukku.

[Ketika fenomena langit yang aneh terjadi, akan ada seseorang dari masa depan]

[yang akan mengubah keadaan politik di Dong Yue.]

Seseorang dari masa depan?

Mungkinkah Kakek benar-benar bisa memprediksi masa depan?

Mengubah keadaan politik di Dong Yue.

Siapakah itu?

Putra Mahkota!

Masuk.

Menginformasikan pada Putra Mahkota,

aku menyelinap ke Kediaman Pangeran ke-8.

Aku mendengar Pangeran ke-8 diam-diam berbicara dengan seorang pria yang mengaku sebagai Mo Lian Cheng.

Mereka berdua sering menyebutkan bahwa Mo Lian Cheng ini adalah seseorang dari masa depan.

Pria ini bahkan mendesak Pangeran ke-8 untuk merenungkan kasih sayang antar saudara yang mendalam.

Jika tidak...

Jika tidak, apa? Katakan saja.

Jika tidak, Putra Mahkota akan...

mati.

Mungkinkah memang ada orang dari masa depan yang akan mengubah status politik di Dong Yue?

Tuan Mo Lian Cheng... Mengapa dia memiliki nama yang sama dengan Adik ke-8?

Apakah benar-benar ada dua orang Adik ke-8?

Keluarga Qu adalah pejabat penting yang membantu mendirikan kerajaan,

tetapi di altar persembahan yang dibangun oleh raja terdahulu, dia berlatih teknik dari negeri asing

dan berusaha menghancurkan Dong Yue kita. Tindakannya harus dihukum.

Untungnya, Huai'er tiba lebih dulu

dan membunuh pemberontak ini dalam kemarahannya. Benar-benar sebuah perbuatan berjasa!

Ayahanda,

sebenarnya ada orang lain yang tiba di altar lebih dahulu.

Siapa?

Adik ke-8.

Karena Cheng'er tiba lebih dulu, mengapa dia tidak membunuh si pemberontak?

Ini juga yang membingungkanku.

Ketika aku bertarung dengan pemberontak Qu itu,

Adik ke-8 mengatakan bahwa dia tidak enak badan, sehingga tidak bisa melawannya.

Tapi aku takut ada motif lain dibaliknya.

[ Kediaman Pangeran ke-8 ]

Putra Mahkota tiba-tiba meminta bertemu denganmu. Kecurigaannya pasti sudah muncul.

Yang membahayakan nyawanya untuk menyelamatkan Tan'er hari itu bukanlah aku.

Kalau bukan karena kau yang selalu bertindak semaumu,

rahasia ini tidak akan diketahui orang lain.

Aku sudah memberitahukanmu semua yang terjadi di Altar Damai Jiwa.

Kau adalah orang yang hati-hati. Aku yakin Putra Mahkota tidak akan menemukan celah apa pun.

Yang menyelamatkan Tan'er

bukan hanya memiliki penglihatan yang buruk,

dia juga memperlihatkan kemampuan gaibnya di waktu-waktu tertentu.

Itu saja membuktikan kalau kau dan aku adalah orang yang berbeda.

Putra Mahkota sudah memasuki kediaman.

Tan'er, mohon tunggulah.

Hari itu di Altar Damai Jiwa, Tan'er dan kau sangat intim.

Kalau kita tidak melakukan itu lagi di depan Putra Mahkota, dia pasti akan sangat curiga.

Tan'er, kemari dan pijat bahuku.

Saat memijat bahuku, kau harus membuatku bahagia dengan perasaan lembut dan manis.

Kalau tidak Putra Mahkota akan curiga.

Aku rasa tidak semua orang bisa melakukannya.

Putra Mahkota ada di sini.

Adik ke-8, Tan'er bukanlah pelayan.

Kenapa kau menyuruhnya memijat bahumu?

Putra Mahkota, kau salah sangka.

Dua orang yang saling mencintai,

tentu saja, suka saling bersentuhan.

Tan'er, bagaimana menurutmu?

Yang dikatakan Pangeran ke-8 memang benar.

Saat aku terus memijat, aku merasakan dunia ini menjadi entah bagaimana

lebih terang.

Tan'er, aku memiliki masalah pribadi untuk dibicarakan dengan Adik ke-8.

Kau boleh pergi terlebih dahulu.

Ya.

Adik ke-8 membahayakan nyawanya untuk menyelamatkan Tan'er.

Pantas baginya untuk menyatakan terima kasihnya.

Ada satu hal yang tak kumengerti.

Harap kau menjelaskannya padaku.

Di mana kau mempelajari ilmu gaib yang kau gunakan saat di Altar Damai Jiwa?

Di satu rumah di hutan bambu, aku baru-baru bertemu

dengan seorang tetua yang memiliki ilmu gaib yang hebat.

Apakah orang ini adalah Tetua Mo Lian Cheng yang seringkali kau temui secara diam-diam?

Sejak kapan kau memanggil namaku seperti itu?

Kalau kau mengatakan Tetua Mo Lian Cheng adalah kau sendiri,

maka aku...

Adik ke-8 di Altar Damai Jiwa terus-menerus salah sasaran karena penglihatannya yang buruk,

tetapi Adik ke-8 yang sekarang mampu dengan tepat menangkap teh.

Mungkinkah mereka benar-benar bukanlah orang yang sama?

Karena kau tidak serius terluka dan masih cukup gesit,

aku tidak perlu terlalu khawatir kalau begitu.

Aku pamit.

Aku tidak akan mengantarmu.

Kembali ke kediaman.

Hanya dengan satu perintah dari Pangeran,

dia benar-benar memutuskan untuk tidak pergi denganku.

Cheng Cheng! Aku salah.

Jangan marah.

Aku takut kita berdua akan dikeluarkan dari kediaman pangeran ini

dan akhirnya berkeliaran di jalanan, oleh karena itu, aku tetap di sini.

Aku adalah Tuan Muda Mo Lian Cheng yang terkenal.

Bagaimana bisa aku begitu picik?

Cheng Cheng, jangan marah lagi.

Bunga ini untukmu.

Walaupun aku tidak mempermasalahkan,

kau seharusnya tetap menciumku sebagai permintaan maafmu.

Kalau tidak, hatimu tidak akan tenang.

Putar kepalamu.

Pangeran ke-8 tiba!

Pergi dan bersembunyilah dulu.

Putra Mahkota, silahkan.

Putra Mahkota.

Jing Xin.

Masih ada saingan percintaan yang muncul di sisi Tan'er.

Kenapa kau tidak memberitahukan aku dulu?

Tan'er sudah mengakuinya,

tetapi kau masih diam tentang itu.

Aku bahkan menganggapmu sebagai pengikut yang terpercaya.

Mohon Putra Mahkota mengampuniku!

Aku tidak tahu kalau nonaku

sudah memberitahukanmu tentang Cendekiawan Liu Shang.

Aku tidak bermaksud menyembunyikannya. Mohon Putra Mahkota mengampuniku!

Aku tidak bermaksud menyalahkanmu. Bangkitlah.

Terima kasih, Putra Mahkota.

Putra Mahkota, kau keterlaluan mengganggunya! Apa yang akan dikatakan Kakak ke-8 kalau dia melihat ini?!

Jing Xin adalah wanitaku! Mohon bersikaplah dengan sopan!

Putra Mahkota, mohon tidak mendengarkan perkataan Pangeran ke-14.

Adik ke-14, kau salah paham.

Untung Nona Jing Xin mengingatkan,

aku hampir lupa janjiku dengan Cendekiawan Liu Shang.

Antar.

Putra Mahkota, Pangeran ke-8 memerintahkan

tanpa izin khusus darinya, Vila Salju...

Ini...

Putra Mahkota, lewat sini, silakan.

Kakanda, katakanlah!

Kakanda, mohon jelaskan dulu sebelum pergi!

Putra Mahkota sudah mengetahui tidak ada masalah dengan penglihatanku.

Untung, dia tidak curiga kaulah yang menyamar sebagai aku.

Bagaimana kalau kau menggunakan kesempatan ini

untuk pergi jauh dan memberikanku dan Tan'er sedikit ketenangan?

Bukannya aku tidak mengetahui pemikiranmu,

tetapi aku pasti percaya kalau kau sedang mengusirku.

Kalau kau ingin memahaminya begitu, juga boleh.

Aku sudah berkali-berkali memikirkan bagaimana kita berhadapan satu sama lain,

tetapi aku tidak pernah menduga situasi seperti ini.

Setelah kita berpisah hari ini, kita tidak akan saling bertemu lagi.

Tuan...

Pertemuannya masih belum selesai?

Aku membuatnya terlalu sedikit.

- Ini... - Putra Mahkota datang! Pangeran ke-14 datang!

Putra Mahkota datang! Pangeran ke-14 datang!

Pangeran ke-8 dan Cendekiawan Liu Shang saat ini tengah berdiskusi.

Tidak ada yang boleh mengganggu mereka.

Hanya seseorang yang merasa bersalah akan mencoba menyembunyikan sesuatu dan membuatnya lebih mencurigakan.

Apa kau berniat bertarung denganku?

Dengan Putra Mahkota tiba-tiba mengunjungi Vila Salju, tentu saja, tidak ada alasan untuk menghalangi.

- Salam, Putra Mahkota. - Salam, Putra Mahkota.

Selain wajah, bagian lain sangat mirip.

Kakak ke-8, Putra Mahkota terus menatap pada wanita orang lain.

Dia benar-benar... mengganggu ketertiban dan mengabaikan aturan!

Apa maksudmu dengan itu?

Di depan ruang belajarmu, Putra Mahkota terus menarik tangan Jing Xin.

Di tengah hari... ini sangat tidak masuk akal!

Jika Putra Mahkota mendekati Jing Xin dulu

kemudian buru-buru menuju ke Vila Salju, mungkinkah dia sudah mencurigai Liu Shang?

Kalian semua salah paham.

Aku datang kali ini

untuk bertanya pada Cendekiawan Liu Shang sebuah pertanyaan.

Tapi, Tan'er kelihatannya membuat makanan penutup.

Bisakah kau membiarkanku merasakannya dulu?

Puding ini...

Tentu saja, aku harus merasakan makanan penutup yang dibuat Tan'er lebih dulu.

Enak!

Enak... Enak...

Ketrampilan kuliner Tan'er benar-benar luar biasa.

Cendekiawan, kau benar-benar ahli di kedua ketrampilan bahasa dan bela diri,

tidak ada duanya.

Hanya untuk satu puding, kalian semua perlu bertindak seperti ini?

Aku bisa membuatkan dua lagi.

Jika kau berada di dalam area Altar Damai Jiwa juga hari itu,

mungkin Qu Jiang Lin

tidak akan bisa bertahan selama itu.

Penglihatan Adik ke-8 sebelumnya terlihat lemah.

Kau sebenarnya berulang kali melewatkannya.

Beberapa hari lalu, aku mendapat gangguan mata karena membaca sepanjang malam.

Tapi hari ini, aku sudah membaik.

Jadi itu yang terjadi.

Aku hampir lupa.

Alasan aku ke sini hari ini, aku mengambil harta karun yang langka dan berharga.

Aku harap Cendekiawan bisa menjelaskannya padaku.

Tuan, pengetahuanmu luas dan pengalamanmu banyak.

Bisakah kau mengakses tanda eksternal pada barang ini

dan menebak apa yang ada di dalamnya?

Jika Liu Shang tidak bisa melihat karakter dengan jelas,

dia paling mungkin adalah pria di Altar Damai Jiwa yang menyamar sebagai Adik ke-8.

Kelihatannya barang yang dihadiahkan oleh Ayahanda ini

benar-benar sangat langka,

bahkan Tuan Liu Shang tidak dapat mengidentifikasinya.

Tapi, apa kau benar-benar tidak tahu

atau kau tidak bisa meihatnya dengan jelas?

Barang ini terbuat dari perak dan bahkan ada tulisan segel Mo di atasnya.

Berdasarkan materi dan bentuknya,

pasti segel resmi dari Kerajaan Da Yu.

Kakanda! Jangan pergi!

Kita masih belum menyelesaikan masalah yang tadi!

Bagaimana kau bisa menebaknya?

Di Dong Yue yang aku alami sekitar periode ini,

segel resmi itu diperoleh seorang pejabat lokal di Kabupaten Xiahe.

Dia mengakui itu sebagai milik raja pertama.

Dia segera menawarkannya pada ayahanda.

Ayahanda sebenarnya menghadiahkan itu untuk Putra Mahkota. Ketika aku mendengarnya, aku merasa tidak puas.

Terima kasih pada petunjuknya, aku mengingatnya.

Tapi, Putra Mahkota sudah mencurigaimu.

Dia pasti tidak akan melepaskan masalah ini.

Aku mencoba untuk mengusirmu sebelumnya

karena saat itu aku terbawa emosi.

Sekarang aku harap kau bisa tinggal di sini dan mendiskusikan tindakan balasan denganku.

Tapi, untuk Tan'er,

aku tidak akan pernah menyerah.

Aku juga akan memberikan yang terbaik.

Aku pasti telah menyelamatkan alam semesta di kehidupan masa laluku,

jadi, aku dapat memiliki dua pria ini denganku.

Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com

♫ Kembang api telah redup, lalu kau menyalakan lentera dan melihat ke belakang ♫

♫ Dunia fana terombang-ambing, aku mengangkat serulingku dan mendesah ♫

♫ Siapa yang terus merusak senarnya? Saat lagu berakhir, masing-masing pergi ♫

♫ Tidak ada lagi takdir, jadi mengapa mengungkit janji itu? ♫

♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫

♫ Menikmati musik sendirian sambil memandang cahaya lentera datang dan pergi ♫

♫ Waktu selalu berlalu; pertemuan kita hanyalah saat yang buram ♫

♫ Wajah ini telah waspada selama ribuan tahun ♫

♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫

♫ Pasir yang berdesir telah berlalu namun aku masih menunggumu ♫

♫ Bersedia menemanimu berjalan menuju cakrawala langit; awan bergulung datang dan pergi ♫

♫ Berada di sisimu, aku tidak pernah merasa kesepian lagi ♫

♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫

♫ Saat tirai bambu digulung, hanya ada jubah hijau yang tertinggal ♫

♫ Memimpikan gerimis di sungai selatan, tanpa ada rasa khawatir tidak perlu peduli ♫

♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫

♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.