All language subtitles for The_Eternal_Love_2_-_Episode_20

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com

♫ Semalam aku khawatir memikirkanmu ♫

♫ Pagi ini, merekah mewah tepat di depan mataku ♫

♫ Begitu aku melihat bayanganmu yang anggun, aku sangat terpukau ♫

♫ Cintaku padamu begitu dalam hingga tak bisa menghindari ketakutan ♫

♫ Namun hal itu membuatku menampik keceriaan ♫

♫ Aku telah melepaskan dan membuang perisai dan topi bajaku sejak lama ♫

♫ Hanya berharap selama-lamanya ♫

♫ Hanya berharap selama-lamanya Membisikkan kata-kata cinta di telingamu ♫

♫ Aku rela melupakan kewibawaan dan kejayaan untukmu ♫

♫ Untuk menggenggam tanganmu saat kita berjalan menuju cakrawala ♫

♫ Sejak rambut ini hitam hingga memutih Sebagai keluarga biasa selamanya ♫

♫ Aku tidak mampu menginjak kelopak yang berguguran di tanah ♫

♫ Pertemuan dan perpisahan kita akan menyatu bagaikan batuan aluvial ♫

♫ Apa pilihanku bila aku tidak mau meminum teh Nyonya Meng untuk melupakan hubungan kita di masa lalu? ♫

♫ Masa-masa terindahmu bersamaku terukir dalam hatiku ♫

[Cinta Abadi 2]

[ Episode 20 ]

Pangeran!

Apa?!

Kabar buruk. Tuan Qu membawa Dekret Kerajaan untuk menggeledah kediaman ini.

Qu Jiang Lin...

Apa yang dia inginkan?

Ikut denganku untuk melihatnya.

Tunggu.

Pangeran, ingatlah.

Kalau dia ingin melakukan penggeledahan, biarkan saja dia melakukannya.

Jangan biarkan dia memiliki alasan apapun untuk mengejekmu.

Biarkan Ayahanda mengetahui bahwa Kediaman Pangeran ke-8 tidak melakukan kesalahan apapun.

Kau tidak perlu mengkhawatirkan

masalahku.

Cendekiawan hanya perlu menunggu dalam Vila Salju.

Cepat! Jalan!

Tunduk!

Berlutut! Berlutut!

Tuan Qu melakukan perbuatan yang besar.

Apa kau bermaksud untuk menyita tempat kediamanku?

Aku tidak berani!

Tuan Qu sudah mempunyai menantu yang menjadi Putra Mahkota,

apalagi yang tidak berani kau lakukan?

Aku hanya mengikuti perintah Raja

untuk mencari Mutiara Penekan Jiwa di dalam kediamanmu.

Apakah Mutiara Penekan Jiwa ini dicari karena keinginan Ayahanda

atau keinginanmu?

Kalau kau tidak merasa bersalah,

maka Pangeran ke-8 tidak akan mempersulit aku.

Lakukan semaumu.

Terima kasih, Pangeran ke-8!

Geledah tempat ini dengan teliti!

Pangeran, apa kita benar-benar akan membiarkan mereka menggeledah dengan penghinaan seperti ini?

Cendekiawan benar.

Kalau aku tidak membiarkan mereka melakukan penggeledahan,

aku akan terlihat bersalah.

Tadi, saat aku melihat Cendekiawan Liu Shang...

Kita akan bicarakan itu nanti.

Ya.

Tuan, kami sudah menggeledah seluruh tempat ini.

Kami tidak menemukan apapun.

Apa?!

Apa mungkin Mutiara Penekan Jiwa benar-benar tidak ada dalam Kediaman Pangeran ke-8?

Mo Lian Cheng selalu penuh muslihat dan licik.

Aku tidak bisa membiarkan hal ini lebih lama lagi.

Aku harus memastikan hal ini untuk diriku sendiri.

Sejak kapan Qu Jiang Lin mempelajari ilmu hitam secara mendalam?

Apa Tuan berencana... untuk memeriksaku?

Aku hanya memastikan penggeledahan kediamanmu.

Maaf kalau aku melawanmu hari ini. Aku akan mengundurkan diri.

Pergi!

Yu Hao.

Segera temani aku ke Istana.

Mengapa Pangeran terburu-buru masuk ke Istana?

Setelah Qu Jiang Lin membuat kericuhan besar di kediaman ku,

dia tidak berhasil menemukan apapun,

aku harus melaporkan hal ini terlebih dahulu kepada Ayahanda,

untuk mencegah Qu Jiang Lin melaporkan hal-hal yang merugikan aku lebih dahulu.

Pangeran bijaksana, aku akan mempersiapkannya sekarang juga.

Putri, Pangeran dan Tuan Besar memerintahkan bahwa tak seorangpun boleh mendekati tempat tinggal Nona Kedua.

Minggir kalau tidak mau mati! Hati-hati dengan pecut ku.

Ampuni dia, Putri.

Salam pada putri.

Kau kira kau bisa menahanku?

Putri, mohon ampun. Bukan seperti itu.

Tan'er lelah setelah pergi ke taman hiburan kemarin,

jadi dia sengaja memberi perintah bahwa tak boleh seorangpun mengganggu dia.

Lagipula, Tuan Besar memerintahkan pada kami sebelum beliau meninggalkan kediaman,

tidak ada seorangpun yang boleh mengganggu Tan'er beristirahat. Karena itu...

Bagaimana kalau aku tetap ingin pergi ke sana hari ini?

Putri, bagaimana kalau kau beristirahat dulu sebentar saja?

Setelah Tuan Besar kembali, kami akan...

Kau kira kalau Qu Jiang Lin datang, dia bisa melarangku?

Minggir!

Bodoh! Kau bahkan tidak bisa menghentikan satu orang saja.

Apa artinya ini?

Mengapa kalian terus menunduk? Apa kalian sedang menghitung semut?

Mengikuti seseorang saja kalian tidak berguna.

Lihat gaya dia!

Belajar dari mereka! Cepat ikuti aku.

Qu Tan'er! Qu Tan'er!

Xiao Tan.

Putri, salam.

Jing Xin, kau tidak perlu sopan pada wanita ini.

Kalau kau ingin mengatakan sesuatu, cepat katakan!

Suasana hatiku tidak baik hari ini. Aku tidak punya waktu untuk berbasa basi.

Xiao Tan.

Kau takut apa?!

Hari ini aku datang untuk menyampaikan pesan dari Cendekiawan Liu Shang.

Dia memberitahumu untuk berhenti memikirkan dia dan hanya boleh memikirkan Pangeran ke-8 saja.

Jadi kau datang untuk menunjukkan kekuasaanmu!

Bajingan itu, dia pernah berkata padaku bahwa dia akan melindungi aku.

Aku beritahu kau, kalau dia menipuku hari ini, maka di kemudian hari dia juga akan menipumu!

Aku sumpah kalian semua agar bulu tubuh kalian semua berubah warna menjadi hijau!

Hanya seorang laki-laki.

Mengapa kau begitu kejam?

Kau sakit hati, bukan? Kalau begitu aku akan menyumpahi dia juga.

Pembohong besar! Laki-laki busuk!

Berandalan! Sampai mati aku benci kalian!

Xiao Tan, Xiao Tan, jangan marah-marah lagi.

Kau masih punya aku di sini. Aku akan selalu berada disisimu.

Aku akan menemanimu menyumpahi laki-laki jahat itu!

Jing Xin, aku sangat sakit hati.

Aku merasa sangat sakit...

Ah, baiklah! Aku tidak bisa menahan ini lagi. Kalian orang Dong Yue sangat merepotkan.

Kalian berdua jelas saling mencintai, tetapi memiliki banyak alasan dan ketakutan. Membuatku sakit kepala!

Apa yang barusan kau katakan?

Apa maksudmu saling mencintai, banyak alasan?

Aku selalu melakukan hal-hal secara terbuka dan jujur. Biar aku jujur denganmu hari ini.

Cendekiawan Liu Shang tidak pernah setuju menikahi aku.

Dia hanya... memilikimu di dalam hatinya.

Apa maksudmu?

Kalian berdua sudah terikat bersama.

Bagaimana bisa dia masih hanya memiliki aku di hatinya?

Baru hari ini aku mengerti bagaimana rasanya iri pada seseorang.

Cendekiawan Liu Shang menipumu dengan cara menikahiku karena masalah kesehatan.

Dia mau mempercayakanmu pada Pangeran ke-8 sebelum dia menghilang.

Menghilang? Menghilang apa?!

Mungkin sama dengan sekarat.

Jika itu aku, bahkan jika itu hanya untuk sehari, aku akan di sisi orang yang aku cintai.

Tidak perlu mengajariku apa yang harus dilakukan! Di mana dia sekarang?

Kediaman Pangeran ke-8.

Xiao Tan! Ada banyak orang menjaga di luar. Bagaimana kau akan keluar?

Mohon padaku.

Putri, Yang Mulia!

- Aku-- - Lupakan itu. Aku benci etiket Dong Yuemu ini.

Sangat barbar. Dia tidak tahu etiket yang tepat sama sekali.

Apa maksudmu? Apa yang kau lakukan? Menunduk untuk menghitung semut?

Kau bahkan tidak bisa mengikutiku dengan benar! Kau merusak jalanku!

Cepat, menyusul!

Apa dia barusan mengatakan kata-kata yang aku ucapkan sebelumnya?

Sini! Kita harus belajar dari sikapnya.

Ayo, ikuti aku. Aku terlalu baik pada kalian selama ini.

Kemarilah.

Terima kasih banyak.

Aku tidak bisa berkata-kata lagi. Aku harus secepatnya menemukan dia sekarang.

Tunggu. Aku masih mau mengatakan sesuatu.

Kau tidak berpikir menarik kata-katamu, kan?

Aku selalu menepati kata-kataku.

Kau harus menjaga Liu Shang, kalau tidak aku akan kembali untuk mencurinya.

Baik. Aku mengerti. Aku pasti akan menjaganya dengan baik.

Aku selesai dengan kata-kataku. Selamat tinggal.

Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com

Nona Tan'er!

- Apa yang terjadi? - Mengapa kau kembali?

Jangan pikirkan itu. Aku tanya padamu, apa yang terjadi?

Di mana Cendekiawan Liu Shang?

Tuan Qu datang hari ini untuk memeriksa kediaman. Ketika dia tiba, aku tidak melihat Cendekiawan Liu Shang lagi.

[Cheng Cheng, ini kelihatannya pertama kalinya kau tidak ada ketika aku datang mencarimu.]

[Baru sekarang aku sadari]

[bahwa di masa lalu, selalu kau yang mencariku dan menarikku ke sisimu.]

[Tidak peduli betapa kerasnya aku, betapa tidak percaya, betapa aku menyalahkanmu,]

[kau tidak pernah meninggalkanku.]

[Sejak aku datang ke Dong Yue, secara misterius menjadi Qu Tan'er]

[dan memiliki kehidupan yang tidak mudah di sini di dunia yang aneh ini,]

[kau selalu jadi pendukung mentalku.]

[Aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku akan menghadapi semuanya ketika kau tidak di sisiku.]

[Kali ini, giliranku mengejarmu. Giliranku menarikmu kembali ke sisiku.]

[Tidak peduli apa yang terjadi padamu,]

[aku mohon padamu biarkan aku tinggal di sisimu, bahkan walau hanya satu hari lagi.]

[Jika kau kembali dan melihat surat ini, tolong tunggu aku untuk mencarimu.]

[Kau harus... Kau harus...]

[...setiap saat, kaulah yang mencariku...]

[Kau harus menungguku untuk menemukanmu. Kau harus. Kau harus. Tan'er.]

Dia bukan Qu Tan'er!

Kalau begitu siapa dia?

Tidak penting siapa dia.

Lagipula, Cheng Cheng yang dia bicarakan

itu bukan aku.

Aku tidak bisa menemukanmu.

Kau juga tidak datang menemuiku.

Cheng Cheng, di mana kau?

Cheng Cheng...

Cheng Cheng! Apakah itu kau?

Kau lagi.

Gadis kecil, apa yang kau lakukan?

♫ Tetap menolak melupakan karena ingin jatuh dalam kenanganku yang panjang ♫

- Orang tua. Orang tua, apa kau sudah kembali? - Sudah.

Tadi, aku tidak sengaja menumpahkan obat.

Tolong buatkan satu lagi untukku.

Baiklah. Aku akan membuat obatnya.

♫ Siapa yang menyihir keterpukauan ini, lelucon yang tidak masuk akal ♫

♫ Awalnya hanyalah perubahan lemah yang berpindah-pindah ♫

♫ Tidak akan membiarkan masa lalu yang telah kulepaskan ♫

♫ tetap ada ♫

♫ Biarkan obsesi berganti menjadi kekuatan, mengapa masih harus dipikirkan?♫

♫ Luka ini pernah terbakar, tapi sekarang kita telah saling melupakan ♫

♫ Kenapa masih bisa bangkit dan membuat mata memerah? ♫

♫ Luka ini membuat hatiku kuat ♫

♫ Tak mampu menembus dinding es yang dingin di dasar hati ♫

Tan'er?

Cheng Cheng...

Di mana kau mempelajari tingkah melodramatis seperti ini?

Apakah kau merasa begitu hebat melakukan semua ini?

Apakah kau begitu terharu dengan apa yang sudah kau lakukan?

Kukatakan padamu, lebih baik kau berhenti bertingkah!

Cheng Cheng...

Biarkan aku merawatmu, oke?

Pergilah.

Aku tidak ingin menemuimu.

Pergi!

♫ di masa lalu? ♫

♫ Biarkan obsesi berganti menjadi kekuatan, mengapa masih harus dipikirkan?♫

Baik.

Kaulah yang bilang begitu. Jangan menyesalinya!

♫ Kenapa masih bisa bangkit dan membuat mata memerah? ♫

♫ Luka ini membuat hatiku kuat ♫

♫ Tak mampu menembus dinding es yang dingin di dasar hati ♫

♫ Luka ini pernah terbakar, tapi sekarang kita telah saling melupakan ♫

♫ Kenapa masih bisa bangkit dan membuat mata memerah? ♫

♫ Luka ini membuat hatiku kuat ♫

♫ Tak mampu menembus dinding es yang dingin di dasar hati ♫

Tan'er...

Maaf.

Aku tidak bisa melindungimu lagi.

Sekarang, aku tidak akan pernah bisa melakukannya.

Maafkan aku.

Apa kau pikir aku sudah kembali?!

Kau memintaku untuk kembali ke mana?

Bukankah berada di sisimu adalah tempatku untuk kembali?

Bajingan! Apa kau masih berencana untuk mengusirku?!

♫ Aku rela melupakan kewibawaan dan kejayaan untukmu ♫

♫ dengan namamu terukir dalam hatiku ♫

kembali menjadi kupu-kupu dalam kepompong yang tertutup untuk menenun sutra musim semi ♫

♫ yang tidak bisa dipotong namun terjalin selama-lamanya ♫

[Kediaman Qu]

Suamiku, putri dari tempat barbar itu

tidak tahu etiket sama sekali.

- Kita benar-benar tidak bisa— - Tuan dan Nyonya.

Lihat ini. Seseorang menghalangi kita lagi.

Di mana Nona Keduamu?

Nona Kedua tidak enak badan dan sekarang sedang beristirahat di tempat tidur.

Bagaimana... Dia tadi masih sehat. Bagaimana bisa sekarang dia tidak sehat?

Mungkin karena dia terkena flu tadi malam.

Nyonya!

Bangun!

Kenapa kau berpura-pura?

Suamiku! Kau mau pergi ke mana?

[Istana Putra Mahkota]

Kakak Yi Huai, makanlah sedikit camilan.

Ini semua adalah kesukaanmu.

Pan'er, tiba-tiba aku ingat

kalau kau sudah lama tidak kembali ke rumahmu.

Bagaimana kalau aku menemanimu pulang hari ini?

Benarkah?

Apa kau begitu ingin menemaniku pulang ke rumahku,

atau kau merindukan Qu Tan'er?

Karena kau sudah menebaknya, kenapa repot-repot mengatakannya?

Sekarang, kau sudah memenuhi keinginanmu dan menjadi Istri Putra Mahkota.

Apa lagi yang belum membuatmu puas?

Baiklah. Aku akan pulang bersamamu.

Tapi semoga suami tetap menjaga martabatku

di depan keluargaku.

Yang Mulia.

Nak!

- Cepat ikut denganku. Aku butuh kau untuk menyelamatkan seseorang. - Lancang!

Ikut denganku untuk menyelamatkan Liu Shang.

Mengapa aku harus percaya padamu?

Kau pikir sendiri. Kau akan tahu saat kau pergi denganku.

Yang Mulia, ini mungkin jebakan.

Aku punya banyak pertanyaan. Semua harus terjawab hari ini.

Tan'er bisakah kau sedikit lebih lembut?

Siapa yang menyuruhmu bersekongkol dengan wanita lain untuk membodohi aku?

Kau bahkan berencana untuk meninggalkan aku. Jadi, mulai sekarang, kau harus diperlakukan seperti ini.

Tan'er, maafkan aku.

Aku mengejarmu dari Dunia Roh Gaib ke duniamu.

Lalu mengejarmu dari duniamu kembali ke Dong Yue.

Semua kulakukan hanya karena tak ingin kehilanganmu. Mungkin, aku terlalu sombong.

Sebelumnya, aku berpikir kalau kau harus jadi milikku.

Aku pikir hanya aku yang bisa melindungimu, jadi aku sudah banyak membuang waktu.

Setelah menyadari kesalahanku, aku sudah jadi seperti ini.

Sejak aku berpikir kau hanya memperlakukan aku sebagai pengganti,

aku takut membuka hatiku sepenuhnya padamu dan bahkan bertengkar denganmu.

Tapi aku tak peduli dengan itu lagi.

Aku mencintaimu.

Aku hanya ingin bersamamu, tak peduli untuk berapa lama.

Kau jelas mempelajari omongan manis itu dariku.

Tapi Pangeran ke-8 dan aku benar-benar orang yang sama.

Apa alasanmu berkata kalau kau menyukaiku dan ingin bersama denganku?

Mungkinkah kau menyukai topengku sebagai Liu Shang itu?

Yang aku sukai bukan Liu Shang atau Pangeran ke-8,

tapi orang yang sering mengajakku makan makanan enak, membuatkan aku sarapan,

berpura-pura menindasku tapi diam-diam melindungiku, sebelum aku datang ke Dong Yue.

Orang yang setelah aku tiba di Dong Yue ini, secara diam-diam memberikan aku bunga,

memberikan aku sesuatu setiap hari, dan merendahkan dirinya menjadi seorang ahli strategi hanya untuk melindungiku.

Tan'er, terima kasih.

Terima kasih karena sudah menemukan aku.

Karena itu aku tidak kehilangan momen kebahagiaan ini.

Seperti yang aku duga!

Di tempat ini aku menemukan Seruling Pengembara Jiwa dengan menggunakan sihirku.

Sekarang, disini juga tempat dimana Mutiara Penekan Jiwa tersembunyi.

Pangeran ke-8, sepertinya kau sudah tahu tentang rahasia dari Mutiara Penekan Jiwa.

Sepertinya aku tak bisa membiarkanmu hidup lagi.

Tuan Qu, mengapa kau tiba-tiba datang kesini?

Si Tua Qu, kau kura-kura tua...

Tidakkah kau takut kalau Cheng Cheng akan meminta Raja memenggal kepalamu?

Berhenti omong kosong! Mo Lian Cheng, cepat kembalikan Mutiara Penekan Jiwa milikku!

Mutiara Penekan Jiwa? Aku tidak mengerti apa yang kau katakan.

Baik. Kalau begitu, maka jangan salahkan aku

bersikap kejam!

Cheng Cheng!

Cheng Cheng!

Pangeran ke-8? Kalau begitu siapa dia?

Si Tua Qu, kau sebaiknya melepaskan aku!

Jangan bergerak, puteriku yang baik.

Kau sudah banyak membantuku hari ini.

Qu Jiang Lin, kau berani mengacau di depanku?

Pangeran ke-8 mengizinkan aku menemukan rahasia yang begitu besar hari ini.

Aku tak bisa mengendalikan rasa senangku, karena itu, aku harus mengacau.

Cepat lepaskan Tan'er!

Sekarang karena sudah jadi begini, bisakah aku pergi kalau aku melepasnya?

Dengar baik-baik! Kalau kau ingin dia hidup, tukar dia dengan Mutiara Penekan Jiwa!

Tetua.

Oh, sial!

Tuan Qu, aku bisa memberikan padamu Mutiara Penekan Jiwanya, tapi kau harus mengembalikan Tan'er padaku.

Selama Mutiara Penekan Jiwa itu kembali ke pemiliknya yang benar, kau tak perlu khawatir tentang keselamatan Tan'er.

Mutiara Penekan Jiwa! Itu pasti disini!

Itu adalah Mutiara Penekan Jiwa? Mengapa itu disini? Siapa sebenarnya kau?

Aku sudah memberikan padamu Mutiara Penekan Jiwanya. Tan'er harus tinggal.

Bawa Tan'er dan Mutiara Penekan Jiwa itu bersama kita! Cepat!

- Kau berani?! - Tan'er!

Cheng Cheng!

Tidak pernah terpikirkan kalau luka dalamnya akan jadi separah ini.

Setelah dia pergi,

aku takut gadis itu akan mati juga.

Nak, hanya kau yang bisa menyelamatkan dia sekarang.

Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com

♫ Kembang api telah redup, lalu kau menyalakan lentera dan melihat ke belakang ♫

♫ Dunia fana terombang-ambing, aku mengangkat serulingku dan mendesah ♫

♫ Siapa yang terus merusak senarnya? Saat lagu berakhir, masing-masing pergi ♫

♫ Tidak ada lagi takdir, jadi mengapa mengungkit janji itu? ♫

♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫

♫ Menikmati musik sendirian sambil memandang cahaya lentera datang dan pergi ♫

♫ Waktu selalu berlalu; pertemuan kita hanyalah saat yang buram ♫

♫ Wajah ini telah waspada selama ribuan tahun ♫

♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫

♫ Pasir yang berdesir telah berlalu namun aku masih menunggumu ♫

♫ Bersedia menemanimu berjalan menuju cakrawala langit; awan bergulung datang dan pergi ♫

♫ Berada di sisimu, aku tidak pernah merasa kesepian lagi ♫

♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫

♫ Saat tirai bambu digulung, hanya ada jubah hijau yang tertinggal ♫

♫ Memimpikan gerimis di sungai selatan, tanpa ada rasa khawatir tidak perlu peduli ♫

♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫

♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.