Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
♫ Semalam aku khawatir memikirkanmu ♫
♫ Pagi ini, merekah mewah tepat di depan mataku ♫
♫ Begitu aku melihat bayanganmu yang anggun, aku sangat terpukau ♫
♫ Cintaku padamu begitu dalam hingga tak bisa menghindari ketakutan ♫
♫ Namun hal itu membuatku menampik keceriaan ♫
♫ Aku telah melepaskan dan membuang perisai dan topi bajaku sejak lama. Hanya berharap selama-lamanya ♫
♫ Membisikkan kata-kata cinta di telingamu ♫
♫ Aku rela melupakan kewibawaan dan kejayaan untukmu ♫
♫ Untuk menggenggam tanganmu saat kita berjalan menuju cakrawala ♫
♫ Sejak rambut ini hitam hingga memutih sebagai keluarga biasa selamanya ♫
♫ Aku tidak mampu menginjak kelopak yang berguguran di tanah ♫
♫ Pertemuan dan perpisahan kita akan menyatu bagaikan batuan aluvial ♫
♫ Apa pilihanku bila aku tidak mau meminum teh Nyonya Meng untuk melupakan hubungan kita di masa lalu? ♫
♫ Masa-masa terindahmu bersamaku terukir dalam hatiku ♫
[ Cinta Abadi 2 ]
[ Episode 15 ]
[ Kediaman Pangeran ke-8 ]
Tuan.
Luka Pangeran tidak begitu parah.
Tuan, ada satu hal yang tidak kumengerti.
Aku bisa masuk ke istana dan menyelamatkan Pangeran,
semuanya berkat bantuan seorang master seni beladiri.
Orang itu memiliki keahlian seni beladiri yang sangat kuat dan sangat pintar memanfaatkan medan.
Dia menggunakan senjata siluman untuk menunda pengejaran para prajurit, membuat kami memiliki waktu untuk kabur.
Apakah dalam menyiapkan perangkap atau dalam posisi bertarungnya,
orang itu sangat mirip dengan Pangeran.
Pangeran berbudi luhur. Semua orang mengetahuinya.
Tidak mengejutkan mendapatkan bantuan dari seorang master yang ahli.
Tuan, titah kerajaan dari istana tiba untuk memanggil Pangeran agar segera bertemu dengan Raja.
Mengingat begitu parahnya luka Pangeran, apa yang harus kita lakukan?
Untuk menyelamatkan Pangeran,
carilah seseorang.
Obat ini mulai bekerja pada kecepatan yang lebih lambat.
Aku tidak tahu berapa lama aku bisa terus menjagamu.
Kuharap tidak akan terjadi hal yang buruk.
Jangan khawatir. Itu akan baik-baik saja.
Salam, Ayahanda.
Salam, Yang Mulia.
Tidak perlu formalitas.
- Terima kasih Ayahanda. - Terima kasih Yang Mulia.
Putraku, kau pasti sudah mendengar apa yang terjadi malam ini.
Empat jam yang lalu, kau berada di mana?
- Saat itu, aku bersama Qu Tan'er. - Menjawab Yang Mulia...
Qu Tan'er adalah seorang pelayan di Kediaman Pangeran ke-8.
Kesaksiannya tidak bisa diandalkan.
Ayahanda, aku dengan tulus meminta kau mengizinkan orang di luar aula untuk masuk.
Suruh dia masuk!
Terima kasih, Ayahanda.
Salam, salam Yang Mulia.
Semoga panjang umur dan sejahtera, Yang Mulia!
Angkat kepalamu.
Kalau kau berani memberi kesaksian palsu padaku, aku akan menghukummu dan seluruh keluargamu.
Aku tidak berani, Yang Mulia.
Empat jam lalu, kedua pelanggan ini memang berada di penginapanku.
Mereka bahkan membantuku membuat seorang penipu membayar apa yang dia belanjakan.
Aku sebaiknya menjelaskan dari awal.
Mereka meminta padaku kamar tamu terbaik
dan bahkan meminta padaku sebotol anggur yang enak untuk menambah kesenangan mereka.
Semua orang di penginapan bisa memberikan kesaksian untukku.
Mereka berdua bahkan saling berpelukan erat.
Cukup!
Pergilah.
Ayahanda, apa yang dikatakan penjaga penginapan semuanya benar.
Semua orang di penginapan juga bisa memberikan kesaksian untukku.
Cheng'er, apa kau berani melepaskan pakaianmu di hadapanku
untuk membuktikan kau tidak bersalah?
Tubuhku adalah sebuah hadiah dari orang tuaku.
Jika Ayahanda memiliki keraguan, bagaimana bisa aku tidak patuh?
Dadanya jelas-jelas ditikam oleh sebuah pedang.
Mengapa tidak ada luka?
Bagaimana mungkin?
Tidak peduli di mana atau kapan, setiap kali aku melihat tato ini,
hatiku menjadi sangat sakit.
Cheng'er, aku telah salah menuduhmu.
Nak, kau harus beristirahat dengan baik.
Aku akan kembali ke kamar tidurku sekarang.
Sakit di dalam hatiku saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Bukan hanya karena sentuhan Ayahanda, itu juga karena keraguannya.
Kita bisa kembali sekarang.
Mo Lian Cheng, apa kau baik-baik saja?
Aku merasa sepertinya kau menahan sesuatu,
tapi kau terlihat sangat tidak nyaman.
Apa kau sakit?
Tidak apa-apa. Hanya sedikit tegang
karena... aku sangat senang karena kau sangat peduli padaku.
Kau bahkan membuat lelucon di saat seperti ini.
Tampaknya kau sangat baik-baik saja.
Oh ya. Kapan kau mendapatkan tato di dadamu?
Pangeran Pertama.
Berita datang dari mata-mataku di dalam Istana. Dia mengatakan Pangeran ke-8... tidak lagi tersangka.
Itu tidak mungkin! Selir Kerajaan sudah mengatur jebakan yang sempurna!
Bahkan jika dia bisa menggandakan dirinya, tidak mungkin dia bisa melarikan diri.
Berita itu akurat.
Pangeran ke-8 sudah meninggalkan istana dengan selamat.
Qu Tan'er ada di sisinya.
Tan'er. Kau bertanya tentang tato ini tadi.
Di masa lalu, untuk yang kucintai,
aku tertembak oleh panah.
Karena itu mengenai dadamu, itu pasti sangat sakit, kan?
Itu sangat menyakitkan hingga aku sulit bernapas.
Seluruh penglihatanku menjadi gelap pada saat itu.
Aku bahkan mengira aku sudah mati.
Tapi ketika aku berpikir bahwa aku tidak akan bisa melihatnya lagi,
rasa sakit itu lebih buruk daripada kematian.
Aku berkata pada diriku sendiri saat itu,
"Mo Lian Cheng, kau harus bertahan hidup."
"Untuk dia, kau harus hidup dengan sehat."
Jadi itu benar-benar untuknya.
Sayangnya, di duniaku,
pria yang sangat mencintai seperti itu tidak pernah muncul.
Cinta yang menyentuh ini juga tidak pernah terjadi.
Mo Lian Cheng...
Aku bukan dia.
Dia adalah kau.
Kau dari masa depan.
Tan'er yang aku cintai itu energik dan optimis.
Dia tak dapat disangkal lagi adalah orang yang suka dan memuja uang.
Apapun masalah yang dia hadapi, selama dia makan sesuatu yang enak,
semua masalahnya hilang. Tan'er yang aku cintai,
sedikit cabul.
Dia selalu terbawa keingintahuannya yang sangat menjengkelkan.
Tan'er...
Bukankah kau yang aku cintai?
Kau tidak pernah menjadi pengganti orang lain.
Kau adalah orang yang aku, untuk selama-lamanya,
akan lindungi.
♫ Pasir yang berdesir telah berlalu namun aku masih menunggumu ♫
♫ Bersedia menemanimu berjalan menuju cakrawala langit, ♫
♫ awan bergulung datang dan pergi ♫
Tan'er...
Apakah kau tidak percaya padaku
atau dirimu sendiri?
Jika kau tidak percaya padaku,
aku bersedia lebih menderita untuk membuktikan diriku.
Jika... kau terus tidak percaya bahwa aku sangat mencintaimu
atau mungkin, kau tidak mau mengakui bahwa kau mencintaiku,
maka aku bisa memberitahumu dengan sangat jelas...
Berhentilah mencari masalah untuk diri sendiri.
Aku hanya akan memberimu satu pilihan.
Yaitu untuk mencintaiku
karena aku tidak akan pernah membiarkanmu meninggalkanku lagi.
♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫
♫ Pasir yang berdesir telah berlalu namun aku masih menunggumu ♫
♫ Bersedia menemanimu berjalan menuju cakrawala langit, ♫
♫ awan bergulung datang dan pergi ♫
♫ Berada di sisimu, aku tidak pernah merasa kesepian lagi ♫
♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi, ♫
♫ bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫
♫ Saat tirai bambu digulung, hanya ada jubah hijau yang tertinggal ♫
♫ Memimpikan gerimis di sungai selatan. ♫
♫ Tanpa ada rasa khawatir tidak perlu peduli ♫
♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
[Kediaman Pangeran ke-8]
Kau mengatakan seseorang berpura-pura menjadi aku dan bertemu dengan Raja,
membawa Qu Tan'er dan seorang saksi
untuk membuat alibi untukku?
Tepat sekali, Yang Mulia.
Apakah saksinya masih ada?
Dikatakan bahwa dia adalah pemilik sebuah penginapan.
Ketika aku pergi untuk menyelidiki, aku menemukan dia sudah menjual penginapannya.
Keberadaannya tidak diketahui sekarang.
Apakah Tan'er masih di sini?
Nona Tan'er terkena flu dan sedang beristirahat di kamarnya sekarang.
Yang Mulia.
Kasim Hu.
Apakah semua pembunuh dari Balai Hongshun yang bergabung dalam operasi tadi malam
melakukan bunuh diri seperti yang dijanjikan untuk kerajaan kita?
Berdasarkan penyelidikanku, mereka yang berasal dari Balai Hongshun tidak semuanya memiliki kesetiaan yang kuat untuk mati bagi kerajaan kita.
Aku sudah mengirim orang
untuk mengejar dan membunuh para pemberontak yang berani melarikan diri dari kota.
Aku hanya mengizinkan orang yang melukai Pangeran ke-8 untuk hidup
jadi aku bisa menginterogasi dia tentang keberadaan perintah rahasiamu.
Kau memang beruntung, Jenderal,
telah dengan setia melayani ayahku selama bertahun-tahun.
Kau adalah satu-satunya yang dapat aku percaya sepenuhnya sekarang.
Tongkat kerajaan dari Da Yu ini
memberi aku visi sesaat tentang kesuksesan kita dalam menghidupkan kembali kerajaan kita.
Yang Mulia, kau benar-benar telah menetapkan hatimu untuk menghidupkan kembali kerajaan kita. Pada akhirnya itu akan dihargai.
Aku juga menemukan sisa-sisa dari perintah rahasia
di perut si pembunuh.
Berdasarkan pengakuannya,
dia bergegas melarikan diri dan takut surat itu akan jatuh ke tangan orang lain.
Oleh karena itu, dia menelannya.
Kata-kata orang ini tidak cukup untuk menjadi bukti kuat. Apakah ada saksi lain?
Aku menginterogasi kelompok pembunuh lainnya dengan keras.
Pengakuannya benar-benar cocok dengan yang mereka katakan.
Mereka mengakui semuanya sebelum mereka mati.
Oleh karena itu, pasti hal itu benar.
Mi Xue!
Kasim Hu, silakan.
Terima kasih atas usahamu, Kasim Hu.
Menghidupkan kembali kerajaan kita adalah hal yang sangat penting. Tidak boleh ada kelalaian.
Tolong maafkan aku.
Untuk mengembalikan Kerajaan Da Yu Agungku,
pengorbananku terlalu kecil untuk disebutkan!
Walaupun otot dadanya besar,
walaupun kata-katanya terdengar baik,
kau tidak bisa memberikannya ciuman!
Walaupun kau tidak ingin menjauhkan dia,
kau seharusnya setidaknya berkelakuan lebih enggan!
Kalau aku tidak melihatnya, hatiku tidak akan goyah!
Dia terus berkata kalau kau adalah calon isterinya!
Tetapi hal-hal apa yang dia ingat sudah lakukan padamu?
Apakah kau benar berpikir dia mencintaimu?
Pangeran... ke-8?
Kau salah. Kau pantas dihukum.
Lepaskan aku!
Apa yang kau lakukan? Enyahlah.
Kalau kau bertindak seperti ini, aku terdorong untuk menutup mulutmu.
Aku pilek. Menjauhlah dariku.
♫ Terus mencari, menjalani kehidupan seperti mabuk atau bermimpi kehidupan yang lain ♫
Untunglah, hanya demam biasa. Tidak serius.
♫ Ingin mengucapkannya tapi tak bisa mengeluarkan kata-kata ♫
Ada apa? Kau tidak mungkin berpikir kalau aku ingin menciummu.
Hentikan angan-anganmu!
♫ dengan namamu terukir dalam hatiku ♫
Selimutku kecil! Tidak muat untuk dua orang!
kembali menjadi kupu-kupu dalam kepompong yang tertutup untuk menenun sutra musim semi ♫
Membungkusmu seperti ini, pilekmu akan lebih cepat baik.
Lihatlah betapa sakitnya kau. Bahkan mulutmu tidak setajam biasa.
Atau...
apakah gadis kehilangan IQ mereka saat mereka jatuh cinta?
Kita berdua terkena hujan.
Kenapa hanya aku saja yang sakit?
Karena kekebalan tubuhmu begitu kuat,
bagikan beberapa antibodi denganku!
♫ Berkeliling bolak balik, saat itu sudah terlambat untuk memetik bunga fajar menjelang senja ♫
♫ Terus mencari, menjalani kehidupan seperti mabuk atau bermimpi kehidupan yang lain ♫
Tan'er!
Silahkan masuk, Yang Mulia!
Kudengar kau sakit pilek.
Aku datang untuk memberikanmu sesuatu untuk menyembuhkan pilekmu.
Saat suhu menurun di malam hari,
peganglah benda ini di genggamanmu.
Kalau tanganmu hangat, maka tubuhmu akan hangat.
Hanyalah paket panas.
Yang Mulia, apakah kau datang hanya untuk memberikan aku ini?
Kalau begitu, aku menerimanya.
Tetapi... aku harus lebih lama tidur. Mohon...
Aku ingin bertanya padamu.
Saat kau masuk ke istana denganku kemarin, apakah aku berkelakukan aneh?
Ba-bagaimana?
Bagaimana kalau aku memberitahukanmu
yang masuk ke istana denganmu bukanlah aku?
Apa?
Bukan kau? Kalau begitu...
Aku juga ingin tahu.
Seorang peniru bisa menipu baik Ayahanda dan Tan'er,
sebenarnya makhluk apa ini?
Sekarang kau katakan, aku ingat sesuatu!
Silahkan katakan.
Pangeran palsu itu memiliki sikap yang sembrono.
Dia terus menggodaku juga!
Dia tidak berkelakukan hormat seperti Yang Mulia!
Yang Mulia!... Yang Mulia! Yang Mulia!
Jendelanya tidak tertutup. Pantas aku kena pilek!
Yang Mulia, mohon tutupkan untukku!
Yang Mulia.
Aku sudah merencanakan seperti yang kau minta.
Setelah kau memberikan isyarat, Liu Shang akan langsung ditangkap.
Orang-orang biasa tidak bisa memahami jalan pikiran Liu Shang.
Seseorang yang begitu pandai
pastinya memiliki rahasia yang besar.
Panggil Liu Shang!
- Yang Mulia–- - Bagaimana kabar ibumu?
Yang Mulia begitu sibuk sehingga kau melupakan sesuatu. Orang tuaku meninggal saat aku masih kecil.
Aku ingin berbakti, tetapi mereka sudah tiada.
Tak pernah terpikir seorang bocah yang kuselamatkan dari kolam di bagian selatan kota beberapa tahun yang lalu
benar-benar adalah bantuan terbesarku hari ini.
Sudah takdir kitalah untuk memiliki hubungan yang erat.
Aku tidak akan melupakan apa telah dilakukan Yang Mulia untukku.
Masih terukir di ingatanku bahkan sekarang. Kau menyelamatkanku di kolam di Gang Gumu di sebelah barat.
Cendekiawan, kau tidak pernah mengungkapkan satu informasi apapun.
Aku ingin mengetahui ini.
Bagaimana kau membantuku melarikan diri dari bahaya di istana kemarin malam?
Untuk melindungi Yang Mulia, aku tidak bisa memberitahukanmu.
Mohon, aku meminta pengampunan Yang Mulia.
Apakah kau mencoba melindungiku
atau dirimu sendiri?
Aku bukanlah Jendral Yu Shang.
Aku tidak ingin kau mengulang kesalahan yang dulu.
Yang Mulia, aku mohon pamit.
Mungkin yang menuntunmu ke dalam jebakan kemarin malam
justru ingin situasi ini terjadi.
Yang Mulia, bukankah Yu Shang
jenderal yang kau perintahkan untuk dihukum mati untuk pengkhianatannya ketika kita bertempur di Lai Yi?
Itu benar. Belakangan ini aku baru mengetahui
itu adalah rencana musuh.
Apa Pangeran ke-8 tahu?
Aku tahu! Kau sangat ceroboh!
Bangun! Bangun!
Xiao Tan, apa yang kau lakukan?
Xiao Tan? Aku tanya padamu!
Memilih beberapa barang yang kita perlukan untuk kita bawa.
Ketika kita masih bisa pergi, kita harus segera berkemas.
Aku akan kemas ini, tidak ada lagi.
Cendekiawan Liu Shang! Cendekiawan Liu Shang!
Pangeran ke-8 memerintahkan aku untuk memberi barang ini untukmu.
Intel datang dari memata-matai dekat Dugu Yan. Selir tanpa sengaja tergelincir dan jatuh pagi ini.
Tabib Kerajaan Gao sedang memeriksa nadinya sekarang. Raja juga di sana.
Pangeran mengundangmu untuk memberi salam Selir dengannya.
Silakan bersiap. Kita akan segera pergi.
Apa kau benar-benar pergi?
Aku tidak pernah membayangkan kau sangat peduli pada langkahku.
Aku peduli bisa atau tidaknya aku bisa kembali pulang!
Kau sangat narsis. Apa kau tahu orang-orang seperti kau punya peluang tinggi untuk mendapat kanker?
Bukankah kau seharusnya pergi? Cepat pergi!
Kalau begitu aku akan pergi.
Nadi Selir stabil.
Jelas ketika dia jatuh, dia memastikan untuk melindungi anaknya.
Karena itu, dia baik-baik saja.
Salam, Ayahanda dan Selir Kerajaan.
Memberi salam untuk Yang Mulia Raja dan Selir.
Kalian berdua bisa berdiri.
- Terima kasih Ayahanda. - Terima kasih Yang Mulia.
Cheng'er, kau sebenarnya datang untuk memberi salam pada Selir hari ini. Ini benar-benar jarang terjadi.
Aku dengar Selir sakit,
jadi aku membawa Liu Shang untuk memeriksa nadinya.
Tabib Kerajaan Gao sudah memeriksanya.
Tidak ada yang perlu dilakukan lagi. Aku juga lelah.
Cendekiawan Liu Shang adalah tabib hebat yang dipercayai oleh Ibu Suri. Dia berpengalaman dalam mendiagnosa penyakit tersembunyi.
Aku dengar Selir tidak sengaja jatuh.
Meskipun dari luar tidak terluka, tapi sulit untuk mengetahui apakah anaknya terluka.
Lebih baik untuk memeriksa nadinya kembali.
Sayang, sejak Cheng'er mengatakan dia sangat luar biasa,
maka biarkan kita coba dan periksa.
Yang Mulia, jika kau terus menekanku seperti ini, itu akan mempengaruhi anak kita.
Wajah Selir terlihat kekuningan
dan telingamu pucat. Ini menunjukkan gejala gangguan hati sehingga mengganggu sirkulasi darah dan energi.
Ketika kau hamil, ini akan jadi gejala kehamilan tidak stabil.
Maka seperti yang kau lihat, bagaimana dia harus dirawat?
Gangguan sirkulasi peredaran darah dan energi sangat berhubungan dekat pada kurangnya istirahat.
Jika dia mau menjaga anaknya aman...
Bicara!
Selir tidak bisa terlalu banyak bekerja di malam hari lagi.
Beraninya kau!
Aku mengerti.
Sayang.
Mulai hari ini, istirahat di malam hari. Aku akan menemuimu hanya siang hari.
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
♫ Kembang api telah redup, lalu kau menyalakan lentera dan melihat ke belakang ♫
♫ Dunia fana terombang-ambing, aku mengangkat serulingku dan mendesah ♫
♫ Siapa yang terus merusak senarnya? Saat lagu berakhir, masing-masing pergi ♫
♫ Tidak ada lagi takdir, jadi mengapa mengungkit janji itu? ♫
♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫
♫ Menikmati musik sendirian sambil memandang cahaya lentera datang dan pergi ♫
♫ Waktu selalu berlalu; pertemuan kita hanyalah saat yang buram ♫
♫ Wajah ini telah waspada selama ribuan tahun ♫
♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫
♫ Pasir yang berdesir telah berlalu namun aku masih menunggumu ♫
♫ Bersedia menemanimu berjalan menuju cakrawala langit; awan bergulung datang dan pergi ♫
♫ Berada di sisimu, aku tidak pernah merasa kesepian lagi ♫
♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫
♫ Saat tirai bambu digulung, hanya ada jubah hijau yang tertinggal ♫
♫ Memimpikan gerimis di sungai selatan, tanpa ada rasa khawatir tidak perlu peduli ♫
♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫
♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.