All language subtitles for The_Eternal_Love_2_-_Episode_12

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki

♫ Semalam aku khawatir memikirkanmu ♫

♫ Pagi ini, merekah mewah tepat di depan mataku ♫

♫ Begitu aku melihat bayanganmu yang anggun, aku sangat terpukau ♫

♫ Cintaku padamu begitu dalam hingga tak bisa menghindari ketakutan ♫

♫ Namun hal itu membuatku menampik keceriaan ♫

♫ Aku telah melepaskan dan membuang perisai dan topi bajaku sejak lama ♫

♫ Hanya berharap selama-lamanya membisikkan kata-kata cinta di telingamu ♫

♫ Aku rela melupakan kewibawaan dan kejayaan untukmu ♫

♫ Untuk menggenggam tanganmu saat kita berjalan menuju cakrawala ♫

♫ Sejak rambut ini hitam hingga memutih sebagai keluarga biasa selamanya ♫

♫ Aku tidak mampu menginjak kelopak yang berguguran di tanah ♫

♫ Pertemuan dan perpisahan kita akan menyatu bagaikan batuan aluvial ♫

♫ Apa pilihanku bila aku tidak mau meminum teh Nyonya Meng untuk melupakan hubungan kita di masa lalu? ♫

♫ Masa-masa terindahmu bersamaku terukir dalam hatiku ♫

[Cinta Abadi 2]

[ Episode 12 ]

Mo Lian Cheng.

Sudahlah. Ayo kita bicara setelah naik ke atas.

Jangan sentuh aku!

Kau pembohong besar! Cabul dan orang gila!

Tan'er, aku juga terpaksa karena keadaan.

Apa maksudnya terpaksa karena keadaan?

Apakah lucu membohongiku seperti ini?

Mengapa kau tidak memberitahuku lebih awal kalau kau adalah Mo Lian Cheng?

Apa kau tahu betapa takutnya aku?!

Betapa tak berdayanya aku?!

Bajingan!

Sudahlah.

♫ Cinta tau bukan, aku mulai tidak mengerti ♫

Cepat lepaskan pakaianmu dan jemur di bawah matahari.

Hati-hati, jangan terkena flu.

Apa?

Apa kau masih marah?

Hatiku akan sakit kalau kau terus bertingkah begitu.

Mengapa tanganmu sangat dingin?

Kalau kau masih tidak mendengarkan, aku akan membantumu melepaskan pakaianmu.

Si cabul yang bau!

Jangan sentuh aku. Aku akan melepaskannya sendiri.

Jujurlah padaku.

Tentang apa?

Kau beritahu padaku.

Mengapa kau terlihat sama persis dengan Pangeran ke-8?

Siapa kau sebenarnya?

Darimana kau datang? Mengapa kau harus menyembunyikannya dariku?

Yang terpenting, bagaimana caranya kita kembali?

Aku melihatmu melompat dari tebing, jadi aku mengikutimu.

Tidak menyangka bahwa ada lengkungan ruang di dalam laut.

Dari sana, kita terdampar di Dong Yue, alam semesta paralel ini.

Tapi untunglah, kau ada di sini juga.

Kalau begitu, mengapa kau menyembunyikannya dariku?

Kau bahkan berpura-pura menjadi Liu Shang?

Aku melakukannya untuk melindungimu.

Kalau aku membiarkanmu mengetahui identitasku,

maka Pangeran ke-8 pasti akan mendapatkan petunjuk-petunjuk darimu.

Bagaimanapun, di dunia ini, tidak ada seorangpun yang mengenal dia lebih baik dariku.

Mengapa kau takut kalau dia mengetahuinya?

Apa hubunganmu dengannya?

Melihatmu seperti ini,

kalian berdua terlihat sama persis.

Bukankah aku sudah memberitahumu kalau aku ini adalah dia?

Tapi... sebagai cicitnya?

Bukan, aku adalah dia!

Kalau tidak mau memberitahu hal yang sebenarnya, lupakan saja! Aku tidak akan bertanya lagi!

Apa kau masih ingat aku pernah memberitahumu kisah tentang Pangeran ke-8 dan Permaisuri Pangeran ke-8?

Aku adalah Pangeran ke-8 dan kau adalah Permaisuri Pangeran ke-8!

Setelah krisis yang berbahaya, aku kehilanganmu, jadi aku kembali untuk menemukanmu.

Siapa yang tahu saat aku kembali kau tidak mengenali ku?

Maka aku hanya bisa menjagamu, aku tidak mau kehilanganmu lagi. Akan tetapi, siapa yang tahu kalau kita kembali ke Dong Yue lagi?!

Bagaimanapun, kita sudah ditakdirkan untuk saling mencintai.

Lihat. Sekarang,

Kau sudah datang sendiri ke tempat ini. Kau seharusnya sudah mempercayai kata-kata ku sekarang.

Kalau aku mulai mempercayaimu lagi,

itu berarti otakku sudah sepenuhnya hancur!

Bicaralah.

Aku menyuruhmu untuk bicara--

Kemana kau pergi?

Kemana dia?

Jangan khawatir, Tan'er.

Aku tidak akan meninggalkanmu lagi.

Siapa yang memberitahumu untuk tidak meninggalkanku lagi?

Oh, iya. Mo Yi Huai kelihatannya juga datang dari alam semesta lain.

Apa kau tahu hal itu?

Apa yang kau katakan?

Pertama kali aku bertemu dia, aku menemukan kalau dia mempunyai jam saku.

Jam saku itu terlihat sudah tua.

Jadi sangat memungkinkan kalau dia juga bukan dari alam semesta ini.

Jadi karena hal itu, kau pergi menemui dia?

Ya.

Bukan karena dia itu tampan?

Karena kau mengatakannya, dia memang sangat tampan.

Lain kali saat aku bertemu dia, aku seharusnya benar-benar memperhatikan dia.

Tidak. Kau tidak boleh menemui dia lagi.

Mengapa tidak?

Karena jam saku itu... sebenarnya terjatuh tanpa sengaja olehku di tempat dia.

Tidak heran setiap kali aku mencoba berbicara dengannya,

tidak pernah berhasil baik.

Membuang-buang banyak waktuku.

Apa? Menyesal karena tidak punya alasan untuk menemui dia lagi?

Omong kosong apa yang kau katakan?!

Bahkan kalaupun aku menyesalinya, itu bukan urusanmu.

Baiklah. Aku tidak akan turut campur.

Kalau begitu aku akan pergi.

Kau pikir kau bisa menakuti aku? Aku tidak akan jatuh dalam tipuanmu lagi.

Pergi! Pergi! Cepat pergi.

Cepatlah pergi!

Pergilah! Kalau kau hebat, pergi saja. Jangan kembali.

Kau...

jelas-jelas tidak mau aku pergi, tetap berpura-pura tegar.

Kau--

Jangan khawatir.

Aku sudah berkata kalau aku tidak akan meninggalkanmu lagi.

Oh, sudahlah. Nanti, aku akan membawamu kembali ke kediaman. Ingat.

Kau sama sekali tidak boleh memberitahu identitasku pada siapapun, termasuk pada Jing Xin.

Tapi...

Sudahlah. Lain kali, aku akan menjelaskannya padamu.

Kalau begitu, kau harus ingat,

sekarang aku sudah mengetahui kekuranganmu.

Mulai sekarang, jangan berani-berani menyinggung perasaanku lagi!

Apa yang akan kau lakukan?!

Liu Shang itu cukup tampan.

Tapi dia sebenarnya hanya topeng. Sayang sekali...

Katakan, mengapa kau memilih wajah yang begitu tampan saat kau mengubah wajahmu.

Kau lebih baik hati-hati.

Aku merasa kalau Pangeran ke-8 mungkin akan jatuh cinta kepadamu.

Sebaliknya aku ingin bertanya kepadamu,

mengapa kau jatuh cinta dengan topengku,

sehingga kau menggunakan Pangeran ke-8 untuk menyembunyikan perasaanmu?

Apakah kau sakit?

Benar. Aku sakit cinta.

Hanya kaulah yang bisa menyembuhkannya.

Cepat lepaskan aku.

Ini adalah pelecehan seksual.

Aku bahkan belum memberikan pelajaran.

Berapa kali kau sudah mengintipku saat aku sedang mandi? Bagaimana kita mengurus hal itu?

Itu adalah bagian dari pekerjaanku.

Terlebih lagi, kaulah yang sengaja membuka baju untuk bisa kulihat.

Siapa itu?

Tuan, ini aku.

- Ada apa? - Pangeran sudah kembali.

Dia memintamu untuk datang bertemu dengannya di ruang belajar.

Cepat pergi.

Pangeranmu merindukanmu.

Pelayan Zhou, mohon beritahu Pangeran

untuk menunggu sebentar.

Ada tikus nakal di tempat tidurku.

Aku harus mengurus ini dulu.

Ada tikus?!

Aku akan mencari orang untuk membantumu menangkapnya.

Tidak perlu.

Aku sudah terbiasa dengan tikus ini.

Harus aku sendiri yang mengurusnya.

Kalau begitu aku akan kembali dan memberitahukan Pangeran.

Tapi... Tuan, mohon segera datang.

Cepat! Cepat! Dia memintamu untuk buru-buru.

- Kau yakin? - Aku yakin.

Ada apa, tikus kecil?

Kau menungguku untuk mengurusmu?

Ingat. Jangan beritahu Jing Xin dan yang lain tentang identitasku.

Aku mengerti.

Tunggu.

Ada satu lagi yang lebih penting. Kau harus ingat itu.

Mulai sekarang, aku tidak akan pernah pergi lagi.

Salam, Pangeran ke-8.

Aku bertanya-tanya mengapa kau buru-buru memintaku untuk datang ke sini?

Aku memiliki sesuatu yang membutuhkan petunjukmu.

Yang Mulia, silakan bertanya.

Tuan, apakah kau tahu kalau Yu Hao dan aku terburu-buru pergi hari ini

untuk menangkap penjahat yang menyamar sebagai aku?

Apakah Yang Mulia berhasil menangkapnya?

Cukup memalukan. Aku membiarkannya kabur.

Tapi, meskipun penipu itu

sangat mirip dengan penampilanku,

aku yakin dia bukan orang yang melakukan kejahatan di kediamanku hari ini.

Ini... aku tidak mengerti.

Mengapa kau begitu curiga?

Bisakah kau memberitahukanku secara rinci apa yang dilakukan penjahat itu hari ini?

Pertama, penjahat itu

terlihat sangat mirip denganku baik dalam penampilan atau pun bentuk tubuhnya.

Bahkan cara bicara dan sikapnya, kau tidak dapat menemukan kesalahan.

Bahkan Adik ke-14, Yu Hao,

dan mereka yang dekat denganku, tidak melihat adanya perbedaan.

Tapi orang itu hari ini bahkan tidak bisa membodohi

para prajuritku.

Maksud Pangeran ada dua penipu?

Bagaimana menurutmu?

Berdasarkan apa yang kau katakan, aku berani berspekulasi

kalau insiden hari ini

sengaja diatur oleh orang itu untuk membingungkan semua orang. Menurutku,

jika peniru sejati bahkan bisa menipu Pangeran ke-14 dan Yu Hao,

maka orang itu mungkin tidak hanya menggunakan topeng.

Mungkin, dia benar-benar mirip dengan Yang Mulia.

Meskipun aku tidak punya cara untuk mengetahui apa motif orang itu sebenarnya,

berdasarkan semua indikasi dari apa yang terjadi, aku menduga

kalau dia sepertinya muncul bukan untuk menjadi musuh Yang Mulia.

Mungkin, ada kemungkinan dia memiliki beberapa masalah lain.

Atau mungkin, orang itu mungkin Yang Mulia sendiri.

Itu juga mungkin.

Ini tergantung jika kau percaya dengan fantasi.

Dia adalah aku? Omong kosong.

Bagaimana bisa aku percaya sihir?

Tapi berdasarkan apa yang kau katakan sebelumnya,

aku sebaliknya berpikir

kalau kau mengetahui dengan baik apa yang ada di pikiran penjahat itu.

Akan tetapi, apapun motifnya,

jangan khawatir. Dia pasti tidak akan lolos dari tanganku.

Ini adalah barang Yang Mulia yang hilang di air.

Melihat kalau Yang Mulia pergi terburu-buru, aku masuk ke dalam air untuk mencarinya.

Aku hargai kesulitan yang kau lalui.

Barang ini adalah hadiah dari Ayahanda kepadaku.

Sayang sekali jika hilang.

Kau khawatir jika Raja bertanya tentang barang ini nantinya,

itu mungkin mengundang masalah yang tidak perlu, kan?

Tuan, matamu tajam.

Sekarang, Ayahanda hanya menyukai Selir Dugu.

Bahkan sebagai seorang pangeran,

masih sangat sulit untuk bertemu dengan Ayahanda.

Yang Mulia tidak perlu bersedih karenanya. Meskipun Raja terpedaya oleh Selir Dugu,

tidak ada yang bisa merusak cinta antara kalian berdua sebagai ayah dan anak.

Jika Yang Mulia ingin sekali mengekspresikan kasih sayangmu sebagai keluarga untuk ayahmu,

aku mungkin memiliki saran yang baik.

Tolong berikan aku petunjukmu.

Berdasarkan yang aku tahu, Raja sekarang terkenal dengan kebajikan dan kesalehannya,

dan kebetulan hari ini adalah hari festival.

Raja pasti akan mengunjungi Ibu Suri.

Selama Ibu Suri bersedia membantu, kau dapat menggunakan kesempatan ini untuk melihat Raja di istana Ibu Suri.

Dengan cara ini, kau bisa memenuhi baktimu kepada Raja.

Kedua, kalian berdua dapat mengungkapkan perasaan sebagai ayah dan anak.

Apa yang Cendekiawan sarankan patut dipuji. Aku kebetulan sedang bingung tentang ini.

Ayo jangan sia-siakan. Aku akan menulis surat sekarang.

Aku akan memerintahkan Yu Hao pergi ke istana dan mengirimkan surat kepada Ibu Suri.

Sini... Minum...

Apakah kau mencoba membuatku mabuk

jadi aku akan menceritakan yang sebenarnya, kan?

Apakah kau yakin kau bisa mengalahkanku minum?

Kalau begitu, kita akan mengetahuinya jika kita mencobanya.

Kalau begitu biar aku yang bertanya kepadamu.

Jika kau merasa kalau aku bukan Pangeran ke-8,

lalu mengapa aku terlihat sangat mirip dengannya?

Dan mengapa namaku juga Mo Lian Cheng?

Dan mengapa aku bertemu denganmu?

Dan mengapa

kau dan aku di sini seperti dalam ceritaku?

Aku terlihat sama seperti Qu Tan'er.

Hanya ada satu perbedaan karakter dalam nama kami.

Tapi apakah aku Qu Tan'er?

Bukan, kan?

Di mana dia kalau begitu?

Tan'er...

dia mungkin benar sudah hilang.

Sebenarnya, saat kau di Dong Yue dulu,

dia masih ada. Tapi kalian berdua berbagi satu tubuh.

Tapi kali ini, mungkin karena distorsi ruang dan waktu,

dia menghilang.

Qu Tan'er.

Tan'er.

Sebenarnya, aku begitu ingin menghentikanmu

terlibat dengan takdir Dong Yue.

Dengan begitu, kita tidak akan terpisah lagi.

Tapi aku tidak bisa menghentikannya.

Kau tetap kemari.

Mungkin, ini takdir.

Bagaimanapun, aku sudah banyak memikirkannya. Tidak peduli apapun yang terjadi,

apakah itu di masa lalu atau masa depan,

kau dan aku ditakdirkan untuk saling jatuh cinta.

Kau membuatnya terdengar sangat manis,

dengan hal-hal seperti melindungiku atau menjadi takdir,

seolah aku ditakdirkan untuk bersama denganmu.

Kau tidak pernah bertanya padaku

apa yang kumau. Pernahkah kau tanyakan bagaimana perasaanku?

Aku tidak mau ada urusan

denganmu dan Dong Yue.

Aku hanya mau menjual rumah-rumahku,

mendapatkan uang, dan hidup stabil dan kehidupan yang normal.

♫ Biarkan obsesi berganti menjadi kekuatan, mengapa masih harus dipikirkan?♫

Tan'er...

Aku tahu,

semenjak kita bertemu, meskipun aku sudah berhati-hati,

aku masih belum bisa menyadari sepenuhnya perasaanmu.

Tapi pernahkah kau memikirkan tentang

seperti apa pola pikirku selama ini dalam menghadapimu?

Menghadapi seseorang yang dulu adalah orang yang sangat kucintai?

Dan sekarang, "kau" adalah orang yang tidak percaya dan mencintaiku sama sekali?

Apakah kau tahu betapa sakitnya itu bagiku?

Betapa aku merasa tidak berdaya?

Aku ingat ketika kau menyelamatkanku waktu itu,

kau hanya memanggilku Tan'er secara naluriah,

benar?

Apakah aku Tan'er?

Aku adalah Qu Xiao Tan. Bahkan jika cerita yang kau katakan itu benar

maka kau hanya seperti Mo Yi Huai yang juga memandangku sebagai Qu Tan'er.

Bagaimanapun, betapa menyentuhnya ceritamu itu,

kau tidak mengalaminya bersamaku.

Siapa yang kau pikirkan di dalam hatimu itu selalu Qu Tan'er, kan?

Jika kau menganggapnya seperti itu, kalau begitu kau sungguh meremehkan

perasaanku yang sesungguhnya padamu.

Kau juga tidak menghargai cinta sejati Kakanda terhadap Nona Qu.

Bahkan dulu ketika kalian berdua berbagi di tubuh yang sama

aku bisa tahu yang mana dirimu (Xiao Tan).

Begitupun sekarang.

Aku tidak mengalami hal-hal ini bersamamu.

Dia dan kau sudah mengalami begitu banyak hal.

Aku tidak tahu apa-apa soal itu.

Gadis bodoh,

akhirnya kau cemburu dengan dirimu sendiri.

♫ Tak mampu menembus dinding es yang dingin di dasar hati ♫

Jika kukatakan kau itu bodoh,

bagaimana aku juga tidak?

Baiklah.

Hari ini, aku akan minum denganmu sampai mabuk.

Kenapa kau punya kebiasaan berteriak ketika tidur?

Jika aku bertemu dengan seorang penjahat, maka, tentu saja, harus berteriak!

Diamlah.

Apa mau semua orang tahu kalau kau tidur di sini tadi malam?

Kalau begitu... kau... aku...

tadi malam kita...

Aku sangat mabuk. Aku sudah lupa.

Kau--

Ada apa? Apa kau marah?

Busuk! Tentu saja, aku marah!

Kalau begitu, apakah kau marah pada apa yang terjadi

atau karena tidak terjadi apa-apa?

Berandal bau! Aku pergi!

Dadah!

Kau biasanya tidur sampai larut malam. Kenapa kau sudah datang ke Vila Salju sepagi ini?

Aku...

Yang Mulia telah datang kemari secara pribadi. Boleh kutahu alasannya?

Pakaian Tan'er tampaknya sama dengan yang kemarin.

Dia tidak berganti pakaian.

Aku mencuci semua pakaianku, jadi tidak ada lagi.

Aku pulang dulu untuk mengambil sesuatu. Aku akan segera kembali.

Yang Mulia, kenapa kita tidak ke ruang belajarmu untuk berbicara?

Tidak perlu. Karena aku sudah berada di Vila Salju,

mari kita bicara saja di tempatmu.

Aku menerima berita dari Istana kemarin,

Ayahanda akan mengunjungi Ibu Suri di istananya.

Lalu aku mengikuti saranmu

dan segera ke sana.

Tapi...

Mungkinkah ada orang yang dimasukkan oleh Selir Dugu di sisi istana juga?

Memang ada.

Saat aku tiba, Ayahanda sudah pergi.

Ibu Suri cerita padaku

kalau tepat ketika aku hampir tiba,

seorang pelayan Istana datang memberitahukan Ayahanda

kalau Selir Dugu sedang tidak enak badan.

Ayahanda kemudian pergi secepatnya.

Selir Dugu telah membentuk pertahanan yang bahkan setetes air pun tidak bisa menembus.

Jika ini terus berlanjut

dan akhirnya aku tidak bisa menemui Ayahanda,

bagaimana aku bisa tahu

apa yang dipikirkannya?

Yang Mulia, kau tidak perlu risau soal ini.

Selama Selir Dugu masih belum melahirkan, tidak mungkin mencegah Raja untuk menemui putra-putranya.

Tapi bahkan pangeran yang belum lahir ini tidak akan menjadi ancaman bagimu.

Lalu bagaimana caranya aku bisa menemui Ayahanda?

Karena Selir Dugu memperhatikanmu dengan begitu ketat,

kita hanya bisa maju dengan sebuah rencana yang memaksa Raja sendiri yang memintamu menemuinya.

Ide bagus apa yang kau punya?

Yang Mulia, mari membersihkan wajahmu.

Aku sudah selesai cuci muka. Pergilah sekarang.

Cendekiawan, bagaimana kalau kamu yang membersihkan wajahmu?

Aku menghargai perhatian Tan'er,

tapi tidak perlu.

Tuan, tidak perlu terlalu sopan. Mari. Biar kubersihkan untukmu.

- Nona Tan'er, sungguh tidak perlu. - Tuan, ayolah. Jangan malu.

- Nona Tan'er... aku benar-benar tidak memerlukannya. - Ayolah tuan. Hanya cuci muka.

- Ini... Nona Tan'er... - Tuan, biar kubersihkan wajahmu.

Tan'er, hentikan!

Beraninya kau tidak sopan begini pada Cendekiawan!

Cepat minta maaf padanya!

Aku hanya melayani dia sebagai tugasku. Apa salahku?

Apakah aku terlalu toleran padamu?

Beraninya kau membantahku? Hari ini,

Aku menghukummu menghadap dinding dan merenungkan tindakanmu. Kau tidak diizinkan kemari dan melayani Cendekiawan.

Aku akan kembali besok kalau begitu.

- Kau juga tidak boleh datang besok! - Kenapa tidak?

Besok, kau akan menemaniku pergi ke Istana.

Apakah aku harus pergi?

Tidak.

Jika Pangeran memintamu untuk pergi, maka pergilah.

Kalau tidak, selama Pangeran tidak ada di kediaman, maka akan tinggal kita berdua sendirian,

dan dia khawatir.

Pergilah dulu.

Pergilah bersiap-siap untuk mengunjungi Istana besok.

Baik.

Tuan, kenapa kau mengatakan hal seperti itu?

Aku tidak khawatir soal apapun.

Maksudku adalah, jika Yang Mulia tidak berada di kediaman untuk mengawasi,

Nona Tan'er pasti akan lebih susah diatur.

Kau khawatir kalau Nona Tan'er akan menjadi sangat tidak hormat kepadaku.

Apa bisa jadi kalau Yang Mulia mengartikannya berbeda dari yang kumaksud?

Apa yang kau katakan itu benar. Kenapa tidak kugunakan kesempatan ini

untuk mengganti pelayan yang melayanimu?

Tidak perlu. Seorang pelayan yang terlalu patuh

akan lebih membuatku tidak tenang.

Nona Tan'er sangat cocok dengan seleraku.

Yang Mulia, bukankah kau bilang tadi kalau akan masuk ke Istana besok?

Kau benar. Aku tidak seharusnya hanya duduk dan menunggu ajalku.

Aku harus agresif meminta bertemu dengan Ayahanda.

Kau memang harus bertemu Raja,

tapi jika kau secara langsung meminta bertemu,

kau pasti tidak akan bisa menemuinya.

Kau tadi bilang untuk membuat Ayahanda memaksa untuk menemuiku.

Benar.

Yang Mulia, harap dengarkan penjelasanku yang detil.

Salam, Yang Mulia.

Terima kasih telah menyelamatkan nyawaku.

Apakah kau sudah sembuh dari lukamu?

Berterima kasih pada Yang Mulia atas perhatiannya.

Saya baik-baik saja sekarang.

Sekarang, bisakah kau katakan padaku dimana Mutiara Penekan Jiwa berada?

Menjawab pada Yang Mulia, Mutiara Penekan Jiwa sekarang ada di tangan Raja.

Beraninya kau, Qu Pan'er!

Kau menyia-nyiakan usahaku untuk mengeluarkanmu dari penjara.

Mungkinkah kau main-main denganku?!

Aku mohon kebijaksanaan Yang Mulia.

Mutiaranya ada di tangan Raja sekarang.

Untuk Yang Mulia, itu lebih baik daripada berada di tangan orang lain.

Apa maksudmu?

Karena di seluruh Dong Yue

tak ada orang lain yang dapat mempengaruhi Raja selain Yang Mulia.

Kalau begitu, lalu apa gunanya mempertahankanmu?

Mungkin Yang Mulia tidak tahu kalau

mutiara ini memiliki efek magis,

tapi hanya orang dari Klan Qu yang bisa membuka segelnya.

Melapor pada Yang Mulia, Pangeran ke-8

baru saja mengantar sendiri, hadiah ini untukmu.

Dimana dia?

Pangeran berkata bahwa dia tidak ingin mengganggu istirahat Yang Mulia, karena itu dia tidak minta bertemu.

Dia membawa hadiahnya dan kemudian buru-buru pergi.

Sejak kecil, aku tidak disukai oleh Raja sebelumnya.

Karena itu, aku benar-benar berkeinginan untuk mendapatkan kasih sayang Ayahandaku.

Lakukanlah pada orang lain sama seperti apa yang kau ingin mereka lakukan padamu.

Tampaknya aku seperti telah menelantarkan putera-puteraku.

Kasim Xue, segera panggil Pangeran ke-8.

Aku akan mematuhi perintahmu.

Cheng'er, kau sangat bijaksana.

Kau sangat tidak berguna! Apa gunanya mempertahankanmu?

Yang Mulia, mohon maafkan aku! Pangeran ke-8 tidak bertemu dengan Raja waktu itu.

Dia pergi setelah memberikan hadiahnya,

jadi aku tidak melaporkannya padamu.

Aku tidak mengira akan seperti ini.

Aku tidak tahu mengapa Raja memanggil Pangeran ke-8 untuk datang lagi.

Karena itu, aku segera datang memberitahu padamu.

Pangeran ke-8 itu sangat baik dalam rencana jahat.

Segera pergi ke ruangan Raja dan katakan pada Raja kalau aku masuk angin hari ini.

Aku tiba-tiba merasa sakit, dan anakku mungkin berada dalam bahaya.

Biarkan Raja datang untuk memeriksa. Cepat pergi!

Ya.

Salam, Ayahanda.

Semoga Ayahanda sehat.

Puteraku, cepat berdiri.

Terima kasih, Ayahanda.

Puteraku, aku mengerti perasaanmu.

Aku menghargai perhatianmu yang begitu peka dan begitu berbakti.

Ini membuatku tampak agak terlalu tidak pantas.

Ayahanda, bukan begitu. Aku tahu kalau kau sibuk dengan urusan negara.

Sebagai orangmu, aku tidak bisa selalu berada di sampingmu dan berbagi beban denganmu.

Aku seharusnya lebih mengerti dengan kesulitan Ayahanda.

Dengan pemikiranmu seperti itu, aku sangat senang.

Ayahanda, Selir Kerajaan sedang hamil. Apakah kesehatannya baik?

Yang Mulia! Yang Mulia!

Melapor pada Yang Mulia,

Selir Kerajaan sedang tidak sehat! Bolehkah Yang Mulia secepatnya pergi melihatnya?

Bukankah dia masih sehat pagi ini? Apa yang terjadi?

Aku rasa Selir Kerajaan mungkin telah masuk angin dan terus menderita sakit kepala.

Aku takut mengganggumu, jadi aku tidak memberitahumu.

Tapi tadi, penyakit Selir Kerajaan sepertinya semakin memburuk dan dia hampir pingsan.

A-aku... lalu buru-buru kesini untuk memberitahu Yang Mulia.

Mengapa kau tidak mengatakannya sebelumnya? Cepat dan bawa aku kesana.

Kasim Xue, panggil Tabib Kerajaan.

Ya.

Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki

♫ Kembang api telah redup, lalu kau menyalakan lentera dan melihat ke belakang ♫

♫ Dunia fana terombang-ambing, aku mengangkat serulingku dan mendesah ♫

♫ Siapa yang terus merusak senarnya? Saat lagu berakhir, masing-masing pergi ♫

♫ Tidak ada lagi takdir, jadi mengapa mengungkit janji itu? ♫

♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫

♫ Menikmati musik sendirian sambil memandang cahaya lentera datang dan pergi ♫

♫ Waktu selalu berlalu; pertemuan kita hanyalah saat yang buram ♫

♫ Wajah ini telah waspada selama ribuan tahun ♫

♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫

♫ Pasir yang berdesir telah berlalu namun aku masih menunggumu ♫

♫ Bersedia menemanimu berjalan menuju cakrawala langit; awan bergulung datang dan pergi ♫

♫ Berada di sisimu, aku tidak pernah merasa kesepian lagi ♫

♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫

♫ Saat tirai bambu digulung, hanya ada jubah hijau yang tertinggal ♫

♫ Memimpikan gerimis di sungai selatan, tanpa ada rasa khawatir tidak perlu peduli ♫

♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫

♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.