Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
♫ Semalam aku khawatir memikirkanmu ♫
♫ Pagi ini, merekah mewah tepat di depan mataku ♫
♫ Begitu aku melihat bayanganmu yang anggun, aku sangat terpukau ♫
♫ Cintaku padamu begitu dalam hingga tak bisa menghindari ketakutan ♫
♫ Namun hal itu membuatku menampik keceriaan ♫
♫ Aku telah melepaskan dan membuang perisai dan topi bajaku sejak lama ♫
♫ Hanya berharap selama-lamanya membisikkan kata-kata cinta di telingamu ♫
♫ Aku rela melupakan kewibawaan dan kejayaan untukmu ♫
♫ Untuk menggenggam tanganmu saat kita berjalan menuju cakrawala ♫
♫ Sejak rambut ini hitam hingga memutih sebagai keluarga biasa selamanya ♫
♫ Aku tidak mampu menginjak kelopak yang berguguran di tanah ♫
♫ Pertemuan dan perpisahan kita akan menyatu bagaikan batuan aluvial ♫
♫ Apa pilihanku bila aku tidak mau meminum teh Nyonya Meng untuk melupakan hubungan kita di masa lalu? ♫
♫ Masa-masa terindahmu bersamaku terukir dalam hatiku ♫
[Cinta Abadi 2]
[Episode 11]
Cendekiawan.
Yang Mulia?
Apa ada hal yang mendesak, Yang Mulia?
Aku membawa anggur paling enak
dan tidak tahu kalau kau sedang mandi.
Kau jelas-jelas tahu.
Menarik sekali! Pangeran ke-8 jelas-jelas tahu kalau Liu Shang sedang mandi,
tapi masih bersikeras masuk. Dia memang memiliki ketertarikan khusus.
Jiwa fujoshiku baru saja bangkit. [ Fujoshi - seorang wanita yang menyukai komik Jepang tentang hubungan dekat dua pria ]
Yang Mulia,
bisakah kau menunggu sementara aku memakai pakaian yang pantas, dan aku akan datang ke ruang belajar untuk arahanmu?
Aku bersikap kasar hari ini. Cendekiawan, kau boleh kembali berpakaian.
Cendekiawan, mengapa kau mendesah?
Yang Mulia, kau pasti salah dengar.
Pendengaranku selalu bisa diandalkan.
Kalau begitu... aku permisi dulu.
Aku tidak akan mengganggu kau dan Cendekiawan bermain-main dengan air lagi. Kalian berdua bersenang-senanglah.
Berhenti di sana. Kau akan kembali bersamaku.
Cendekiawan, tidak perlu terburu-buru.
Minumlah teh hangat dan hati-hati terkena flu.
Terima kasih, Yang Mulia sudah perhatian.
Jing Xin, kau tampaknya terlalu banyak panas. [Kondisi dalam pengobatan China saat diet tidak seimbang]
Kurangi makan daging dan lebih banyak makan sayuran.
Kau tidak melihat kejadian itu. Itu sangat dramatis bagi penglihatan.
Kurasa meskipun Pangeran ke-8 bukan gay,
dia pasti memiliki semacam kecenderungan terselubung.
Tapi, aku tidak bisa mengkhawatirkan itu lagi.
Sekarang, aku hanya menunggu Pangeran Pertama membawaku kembali.
Tapi, Pangeran Pertama mungkin
ingin tetap tinggal di sini sebagai Pangeran Tertua.
Aku pasti kembali. Kalau dia ingin tinggal, ya silahkan.
Nona,
apa kau tidak peduli tentang cinta antara kau dan Pangeran Pertama lagi?
Mengapa kau memanggilku nona lagi?
Dan bahkan mengatakannya dengan sangat serius.
Aku...
Nona,
Ada kata-kata tulus yang kukatakan padamu hari ini.
Karena kau jatuh ke dalam air,
kau kehilangan ingatanmu,
dan perilakumu berubah.
Tapi kau lebih bahagia daripada sebelumnya.
Aku juga bahagia untukmu.
Tapi kadang-kadang,
aku merasa kau menjadi orang asing.
Aku tidak lagi melihat Nona yang kukenal dulu.
Ini membawa pada kekhawatiran yang tak terucapkan jauh di lubuk hatiku.
Nona, bisakah kau mengerti?
Jing Xin,
aku tidak ingin menyembunyikan ini darimu lagi.
Biarkan aku berterus terang padamu. Aku memang bukan nonamu.
Aku juga bukan berasal dari Dong Yue.
Kalau begitu kau siapa?
Apa kau mempercayainya?
Aku juga tidak bisa menjelaskannya,
tapi aku merasa itu sesuatu yang sangat aneh.
Nona, kau bahkan tidak ingat gelang yang ibumu berikan padamu
dan tanda cinta yang diberikan Pangeran Pertama padamu.
Daripada mengatakan kau memiliki penyakit otak
lebih masuk akal mengatakan kau bukan nonaku sama sekali.
Dengan begini, itu akan lebih masuk akal.
Meskipun, aku tidak sampai pada logikamu...
Selamat Jing Xin, kau akhirnya mengerti.
Aku bukan nonamu.
Aku Qu Xiao Tan.
Kalau begitu di mana nonaku?
Mengapa kau menjadi nonaku?
Jangan panik dulu. Jadi begini.
Aku sebenarnya datang dari sebuah dimensi yang berbeda.
Atau lebih spesifiknya, sebuah alam semesta paralel.
Karena aku terlibat dengan penipu gila
dan didorong ke dalam laut.
Aku pikir aku pasti akan mati,
tapi saat aku bangun, aku menjadi diriku yang sekarang.
Mengenai nonamu...
aku juga tidak tahu.
Tapi... aku di sini juga korban.
Yang artinya...
nonaku tidak pernah bisa kembali, bukan?
Jing Xin,
meskipun nonamu hilang, kau masih memiliki aku.
Jangan khawatir, aku akan bersikap baik padamu seperti nonamu.
Aku tidak menginginkannya.
Aku tidak perlu kau bersikap baik padaku.
Aku hanya ingin nonaku kembali.
Jing Xin! Jing Xin!
Kakak ke-8, bagaimana bisa kau melakukan itu? Kau pergi untuk melihat dia saat sedang mandi?
Awalnya, aku pikir orang yang kau sukai adalah Nona Tan'er.
Dari yang tampak sekarang, mungkinkah orang yang kau sukai adalah Cendekiawan Liu Shang?
Aku hanya ingin memastikan
rahasia apa yang dia sembunyikan.
Kakak ke-8, berhentilah mencoba menyembunyikannya. Aku mengetahuinya.
Beberapa hari yang lalu, saat kau mengundangku bertemu di luar sendiri, kau menggunakan pakaian biasa.
Itu mirip gaya Cendekiawan Liu Shang, dan kau menyuruhku untuk jangan menyebut-nyebut pertemuan kita lagi.
Jadi tampaknya inilah alasannya.
Apa yang kau katakan tadi?
Aku mengundangmu bertemu di luar kediaman?
Benar. Itu beberapa hari yang lalu. Aku juga merasa aneh.
Aku berpikir kau benar-benar bersikap waspada padahal
kau bahkan tidak percaya pada kediamanku.
Adik ke-14,
yang penting dalam masalah ini adalah sederhana. Jelaskan padaku.
Apa yang kukatakan atau kulakukan saat itu?
Jangan tertinggal detil apa pun.
Kenapa?
Aku hanya ingat kalau beberapa hari yang lalu, kita tidak membicarakan masalah penting apa pun.
Aku hanya bercanda tentang kau dan Nona Tan'er,
tapi tampaknya kau tidak ingat apa pun tentang itu.
Kau bahkan bertanya detilnya padaku. Aku pikir kau hanya berpura-pura bodoh saat itu.
Aku lalu menyebutmu suka makan pangsit kukus karena Nona Tan'er.
Setelah mendengar itu, kau tampak terkejut dan pergi dengan tergesa-gesa.
Sebelum pergi, kau bahkan memerintahkan untuk tidak mengatakan pada siapa pun bahwa kita bertemu hari itu,
bahkan padamu.
Kakak ke-8, ada apa? Apa yang salah?
Apakah kau yakin kau tidak salah?
Kakak ke-8! Bagaimana aku bisa salah mengenalimu?
Kau berdiri tepat di depanku! Setiap gerakan
berasal dari kau sendiri!
Itu mungkin bukan aku.
Bagaimana bisa?
Aku juga tidak percaya, tapi itu benar-benar bukan aku.
Yang Mulia, apakah kau ingat
bagaimana Nona Tan'er melarikan diri dari kediaman langsung setelah dia baru pertama kali tiba di sini?
Aku ingat.
Hari itu ketika kami menangkapnya, dia bersikeras bahwa dia bertindak atas perintahmu.
Sekarang baru aku menyadarinya...
Ya, itu betul.
Dia tidak bisa mengatakan kebohongan yang akan segera terbongkar.
Tampaknya Tan'er juga telah melihat orang ini sebelumnya.
Kalau begitu seseorang sedang menirumu!
Memang.
Aku sudah mendengar sejak lama tentang metode perubahan wajah.
Itu hanya bisa menipu mereka yang tidak kenal baik dengan orang tersebut.
Jika bahkan Adik ke-14 tidak bisa membedakannya,
aku benar-benar tidak mengerti.
Apa motif orang itu untuk melakukan peniruan seperti ini?
Tidak peduli apa motifnya, aku tidak bisa mengampuninya!
Aku hanya akan tahu ketika aku menangkapnya!
Tapi kami tidak punya petunjuk! Bagaimana kita bisa menangkapnya?
Maksudmu apa? Bukankah kalian berdua mengatakannya juga?
Dia sangat peduli tentang seseorang.
Mengapa Jing Xin belum kembali?
Sepertinya dia benar-benar marah kali ini!
Kediaman Pangeran ke-8 ini harus menyediakan makanan untuk karyawannya.
Begitu banyak mangkuk dan sumpit, sangat merepotkan.
Nona Tan'er! Nona Tan'er!
Mengapa kau sendiri yang membersihkan mangkuk dan sumpit?
Sebagai pejabat wanita di Kediaman Pangeran ke-8,
aku harus bisa melakukan semuanya sendiri.
Hanya dengan cara ini aku bisa mengerti betapa kerasnya kerja bawahanku!
Kau belum lama dipromosikan dan kau sudah berbicara seperti seorang politikus.
Kalau begitu, hanya kau sendiri? Apakah tidak ada yang membantumu?
Berhenti bermimpi. Jing Xin tidak ada di sini!
Lalu apa yang dia lakukan? Kapan dia akan kembali?
Dia... tidak akan kembali untuk sementara waktu.
Lalu, kapan dia pergi? Apakah dia sudah makan?
Oh ya! Apa makanan yang dia sukai?
Pangeran ke-14, sejak kapan kau mulai begitu peduli tentang Jing Xin kami?
Kau masih sangat muda.
Ingin mulai berkencan?
Maksudmu apa?
Maksudku, kalian berdua masih terlalu muda.
Saat ini bukan usia yang tepat untuk romansa!
Aku-! Bagaimana aku masih muda?
Di usiaku, tidak aneh jika memiliki seorang putra!
Baiklah, baiklah! Yang Mulia, Pangeran ke-14,
masalah apa yang sangat penting yang perlu kau diskusikan dengan Jing Xin?
Aku tahu! Kau biasanya
hanya berpikir aku hanya bermalas-malasan dan hanya tahu untuk bersenang-senang.
Aku beri tahu! Aku membantu Kakak ke-8 melakukan sesuatu yang besar hari ini!
Setelah selesai, dan kami menemukan kebenaran,
kalian semua pasti akan dikejutkan olehku!
Benarkah?
Apa hal besar itu? Katakan padaku!
Adik ke-14! Bukankah kau ingin pergi menonton opera China?
Akan segera dimulai. Ayo pergi.
Aku datang!
Aku akan pergi sekarang!
Jangan menyebarkan apa yang aku katakan padamu.
Tidak ada hal bagus yang datang dari Pangeran ke-8 itu.
Aku harus berperilaku baik hari ini sehingga aku tidak akan dipaksa untuk tinggal di rumahku,
tapi masalah masih datang dari atas.
Terburu-buru membeli barang apa? Dia jelas menghindariku. Jing Xin itu...
Tan'er!
Yang Mulia? Bukankah kau baru saja...?
Baru saja? Baru saja apa?
Dia melakukannya lagi! Aku tidak mau mengikuti permainannya lagi kali ini!
Tidak ada... karena kau sengaja membuat semuanya jadi misterius sepanjang hari,
aku lebih suka tidak memikirkannya.
Sengaja membuat semuanya misterius? Karena kau mengatakannya seperti itu, aku jadi penasaran.
Katakan padaku kalau begitu. Apa yang telah aku lakukan yang kau anggap misterius?
Baiklah. Mengapa kau sangat suka mengucapkan kalimat itu hari ini?
Kau terus bertanya mengapa.
Kalau begitu katakan padaku. Apa yang sudah aku katakan hari ini?
Jika kau tidak dapat menjawab, maka itu berarti
kau mengabaikan kata-kataku. Upahmu akan dikurangi.
Yang Mulia! Ini tidak menyenangkan sama sekali!
Lagi pula, aku tidak ingin bermain denganmu hari ini!
Kurangi bayaranku jika kau mau!
Aku akan menganggapnya sebagai pembayaran untuk kedamaian dan ketenangan!
Ada apa dengan Tan'er hari ini?
Bolehkah aku bertanya kepada kalian para perwira alasan kalian datang ke sini?
Kami di sini untuk menangkap Qu Tan'er atas perintah Selir Kerajaan.
Apa?!
Pangeran sedang tidak ada di sini. Jika kau bertindak seperti ini, aku takut itu tidak akan tepat.
Mereka yang menolak perintah akan dibunuh tanpa diskusi lebih lanjut!
Ini... kau... aku...!
Ini... aku...!
Kalian siapa?
Kenapa kalian menangkapku?
Perwira.
Pangeran, selamatkan aku!
- Pangeran! - Perwira!
Tolong! Tolong!
Cepat panggil Pangeran!
[Kediaman Pangeran ke-8]
- Jing Xin! - Xiao Tan, Xiao Tan!
Apa yang terjadi? Apa yang sedang kalian lakukan?!
- Lepaskan dia! - Jing Xin!
Cepat temukan Pangeran ke-8! Hanya dia yang bisa menyelamatkan aku!
Tahan!
- Pangeran! - Pangeran?
[Kediaman Pangeran ke-8]
Siapa yang mengizinkan kalian untuk begitu berani?
Berani-beraninya kalian menangkap orang dari kediamanku?
Apakah kalian mencoba memberontak terhadap Istana?
[Kediaman Pangeran ke-8]
Jing Xin! Apakah aku salah lihat?
Apa yang sedang terjadi? Kenapa Yu Hao menyerang Pangeran?
Yu Hao tidak mungkin menjadi bagian dari pemberontakan, kan?
Pergi. Cepatlah!
Mari kita lihat siapa yang berani menangkap orang dari Kediaman Pangeran ke-8!
Pengawal Yu, kau datang tepat pada waktunya! Mereka mencoba merebut Xiao Tan kita!
- Yang Mulia! - Yang Mulia.
Kenapa Pangeran ke-8 datang dari arah lain?
Dia juga mengganti bajunya!
Yang Mulia, aku tidak kompeten. Aku membiarkan penjahat itu melarikan diri.
Tapi orang itu pasti masih ada di dalam kediaman.
Kami telah mengatur agar orang-orang kita berjaga-jaga di dalam kediaman.
Segera tutup Kediaman Pangeran ke-8. Jangan biarkan seekor lalat pun lolos.
Baik.
Setelah aku pergi, apakah ada yang masuk ke kamarku?
Yang Mulia, beberapa pelayan melihat Cendekiawan Liu Shang mencarimu di ruang belajarmu.
Dia pergi ketika dia melihat kau tidak ada di sana.
Liu Shang?
Yang Mulia, aku pikir bahwa Cendekiawan Liu Shang tidak mungkin berada di ruang belajarmu,
karena aku mencarimu untuknya.
Dia tahu bahwa kau telah meninggalkan kediaman.
Pangeran tidak ada di kediaman sekarang?
Ya. Pangeran ke-8 baru saja pergi dengan Pangeran ke-14.
Yu Hao! Segera kepung Vila Salju!
Aku mau melihat
bagaimana Cendekiawan Liu Shang-ku
akan menjelaskan ini.
Baik!
Xiao Tan, katakan padaku, Cendekiawan Liu Shang
mungkinkah orang yang telah meniru Pangeran ke-8?
Dia yang paling mencurigakan sekarang!
Orang aneh itu... Aku merasakan dari sejak awal bahwa dia sangat aneh.
Yang Mulia, aku mengirim orang untuk mencari di seluruh Vila Salju.
Cendekiawan Liu Shang tidak terlihat.
Kalau begitu tutup seluruh Kediaman Pangeran ke-8.
Aku tidak akan membiarkannya lolos!
Baik.
Yang Mulia, upaya yang begitu besar.
Mungkinkah itu karena ada pembunuh di kediaman?
Dengan upaya yang begitu besar, tetapi kau bahkan tidak memperhatikan.
Atau... kau sedang melakukan sesuatu?
Mohon maafkan aku, Yang Mulia.
Seperti yang kau curigai, aku sedang mengurus hal yang penting.
Mungkin aku terlalu fokus, jadi aku tidak memperhatikan hal-hal yang lain.
Aku ingin tahu... hal penting apa yang kau maksudkan?
Baru saja, aku menerima permohonan dari seseorang
untuk membantu memperbaiki karya kaligrafimu.
Kepala Pelayan Zhou!
Yang Mulia!
Benarkah?
A-aku pantas mati!
Saat aku menjemur lukisan kaligrafimu di matahari hari ini,
aku tak sengaja mengotorkan salah satu lukisanmu!
Di perpustakaan, aku bertugas
mengurus lukisan-lukisan dan buku-buku pangeran.
Baru saja, aku tidak sengaja
mengotorkan salah satu lukisan yang pangeran lukis sendiri!
Apakah kau ingin aku bertanggung jawab atas kesalahanmu pada Pangeran?
Aku tidak berani. Kau sudah salah paham.
Lagipula, Pangeran tidak di kediaman sekarang.
Hanya saja... aku ingin memohon padamu,
mengingat kesetiaanku yang teguh,
bantulah aku untuk memperbaiki lukisan kaligrafinya.
Aku rasa kecelakaan hari ini hanyalah kelalaian Kepala Pelayan Zhou yang tidak sengaja.
Sebenarnya, saat aku memperbaiki lukisan kaligrafimu tadi,
aku terpikat oleh aura lukisan naga terbang melalui awan.
Aku mengambil kebebasan untuk membawanya balik ke kamarku
untuk mengaguminya dengan dekat. Tak disangka aku akan ditangkap basah.
Aku malu.
Manis sekali mulutnya!
Sepertinya kekhawatiranku tidak pantas.
Maaf, aku mohon pengertianmu.
Aku berterima kasih padamu karena telah memperbaiki lukisan kalau begitu.
Sudah tugasku untuk meringankan beban kekhawatiranmu.
Apakah aku sudah salah menuduhnya?
Dan yang menirukanku adalah orang lain?
Kalau seperti yang kau katakan dulu,
berarti kemungkinan besar orang yang menirukanmu berada di kediaman.
Dan orang ini memperlakukan Nona Tan'er dengan sangat istimewa!
Dengan apa yang kulihat hari ini,
yang paling mencurigakan hanyalah Liu Shang!
Tetapi dia memiliki penjelasan kenapa tidak berada di lokasi! Begitu aneh.
Yang Mulia, selain ini, aku memiliki kekhawatiran yang lain.
Katakanlah.
Orang yang menirukanmu sepertinya akrab dengan seni bela diriku.
Bahkan kelemahanku ketika kita berlatih bersama sebagai anak-anak,
dia sepertinya tahu tentang itu juga.
Benarkah itu?
Tetapi, sekarang kau katakan,
terakhir saat kita disergap,
Liu Shang muncul untuk membantu kita.
Seni bela dirinya memang sangat mirip denganku.
Aku juga merasa demikian.
Liu Shang ini...
lumayan mengkhawatirkan.
Cepat dan duduk!
Xiao Tan, apa yang kau lakukan?
Aku sangat takut tadi!
Apakah mereka mengganggumu saat aku tidak ada?
Apakah kau terluka?
Mereka sudah keterlaluan!
Mereka jelas-jelas menggunakanmu sebagai umpan!
Jing Xin, kau lah, bagaimanapun juga, yang paling perhatian akan diriku.
Aku sangat takut hari ini!
Kalau bukan karena kejadian hari ini,
aku pastinya sudah kehilangan temanku satu-satunya!
♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫
Jing Xin. Sebenarnya, di hatiku,
kau sudah bukanlah hanya seorang teman.
Setelah melalui apa yang terjadi hari ini,
aku sekarang menganggapmu sebagai keluargaku!
Jing Xin.
Jangan marah denganku lagi, oke?
Walaupun aku bukanlah nonamu,
tetapi kalau mungkin,
bisakah kau juga memperlakukanku sebagai keluargamu?
Xiao Tan... baru hari ini aku sadar
di hatiku, sebenarnya, aku sudah lama menganggapmu sebagai
teman yang aku percaya dalam masa krisis
hidup dan mati.
Aku mengerti. Tentang nonaku,
aku tidak bisa menyalahkanmu karena itu.
Kau bukanlah nonaku,
tetapi tubuhmu milik nonaku.
Selama aku mengurusmu,
berarti seperti mengurus nonaku.
Xiao Tan!
Pan'er.
Kak Yi Huai!
Kak Yi Huai, kau datang menjengukku.
Aku masih ada di hatimu, benar kan?
Tidak ada seorangpun dari keluargamu yang berada di sisimu sekarang ini.
Tan'er juga tidak bisa mengunjungimu.
Jadi aku ingin... mengunjungimu untuk mereka.
Kau datang melihatku... hanya karena...
aku adalah kakaknya Qu Tan'er?
Jangan khawatir. Aku pasti akan mencari cara untuk menyelamatkanmu.
Aku akan membantumu menyembunyikan identitasmu.
Kau tidak harus terlibat di kekacauan-kekacauan ini lagi.
Tidak. Aku tidak bisa!
Harapanku satu-satunya di hidup ini
hanyalah untuk bersama denganmu, Kak Yi Huai!
Kalau itu tidak bisa terkabulkan, buat apa aku hidup?
Aku sudah memberitahukanmu berkali-kali. Kenapa kau masih belum mengerti?
Aku hanya memiliki Tan'er di hatiku. Aku tidak ingin kau mengorbankan kebahagiaanmu untukku.
Menyerahlah. Aku pergi.
♫ Lagipula semua telah terluka ♫
Kau adalah cucu perempuan pertama dari Keluarga Qu,
tetapi kau sudah membuat dirimu begitu menyedihkan karena cintamu yang bodoh itu.
Siapakah kau?
Jangan takut, Nona Besar.
Seorang teman lama memintaku untuk memberikanmu surat ini.
[Surat ini mewakiliku. Putriku, aku, untuk membantu Keluarga Qu kita bangkit kembali di perbatasan,]
[aku sudah merahasiakan kekuatanku dan menunggu waktuku.]
[Sekarang, aku sudah menyelesaikan persiapan-persiapanku.]
[Selama kau mengikuti instruksiku,]
[semua masalah-masalahmu hari ini akan]
[terselesaikan semuanya.]
Yang Mulia, mata-mata kita di penjara mengirim sebuah pesan
bahwa Qu Pan'er ingin menemuimu.
Qu Pan'er hanyalah pion yang sudah kalah sekarang.
Kenapa kau masih menggangguku dengan masalah seperti ini?
Kau benar, Yang Mulia. Masalah dia tidak pantas untukmu.
Tetapi...
Salam, Yang Mulia.
Kalian boleh pergi dulu.
Ya.
Kelihatannya aku meremehkanmu.
Katakan padaku. Bagaimana kau tahu bahasa kerajaan asalku dari masa lalu? Dan mengapa kau tahu
aku mau mengembalikan Kerajaan Da Yu?
Bagaimana aku menemukannya tidak berguna bagimu.
Selama Yang Mulia bisa menemukan cara untuk mengeluarkanku dari sini,
aku akan secara alamiah mendedikasikan kesetiaanku padamu.
Aku akan mempersembahkan Mutiara Penekan Jiwa kepadamu.
Yang Mulia, Cendekiawan Liu Sheng membalas bahwa dia akan pergi denganmu besok.
Apa dia langsung setuju?
Seperti Yang Mulia prediksikan, awalnya dia ragu akan ide itu.
Tuan, kau dalam keadaan baik.
Untuk alasan apa Pelayan datang padaku?
Pangeran mengirimku untuk mengantar pesan.
Dia bilang dia akan bertamasya ke pinggiran besok dan ingin tahu apakah kau bersedia ikut.
Aku tidak mau pergi.
Ya. Oh, benar.
Pangeran bilang jika kau tidak pergi,
maka dia akan mengirim pelayan lain untuk melayanimu besok.
Mengapa?
Pangeran bilang dia akan membawa Nona Tan'er dengannya untuk bersantai.
Kalau begitu aku tidak akan merepotkanmu untuk mengirimkan orang lain.
Aku akan pergi dengan Pangeran.
Tidak merepotkan!
Aku sudah mengatakannya. Aku pasti pergi.
Aku tahu sekarang. Kau bisa pergi.
Ya.
Yu Hao.
Pergi dan siapkan perjalanan besok.
Yang Mulia, ke mana kau mau pergi?
Ke mana saja. Aku hanya perlu dekat dengan air.
Mengapa?
Ketika waktunya tiba, kebenarannya akan terbongkar.
Tempat ini sangat cantik!
Nona Tan'er, hati-hati!
- Ada ikan di sini! - Pangeran, kau bilang kita datang untuk inspeksi.
Sebenarnya, kau datang dengan Nona Tan'er untuk menikmati pemandangan.
Jadi kenapa?
Jika begitu, mengapa kau minta aku untuk datang?
Tuan, kau yang mau datang.
Bunga ini cantik. Aku menyukainya.
Terima kasih, Yang Mulia.
Bunga ini cocok denganmu.
Jika kau suka, maka pilih sendiri lain kali.
Bertingkah laku mesra di depanku? Sungguh merusak pemandangan!
Pangeran bilang bunga ini sangat cocok denganku.
Di masa yang akan datang, aku akan merepotkan Pangeran dengan meminta bunga lebih banyak.
Aku juga akan berikan kau satu!
Cendekiawan! Aku minta maaf.
Aku tidak sengaja.
Tidak apa!
Aku akan membantumu.
Yu Hao! Katakan padaku sejujurnya!
Apa Pangeranmu berperan sebagai penerima yang canggung atau penyerang yang agresif?
Bagaimana Pangeran canggung? Penyerang apa?
Yang Mulia, tidak apa. Aku akan melakukannya sendiri.
Cincinnya!
Cincin ini hadiah dari Ayahanda.
Aku tidak bisa menghilangkannya. Seseorang harus turun ke air untuk mengambilnya kembali!
Yu Hao!
Aku tidak tahu bagaimana berenang. Aku mohon ampunan.
Bukankah aku tahu dengan jelas jika kau bisa berenang atau tidak? Betapa omong kosong!
Kelihatannya hanya Tan'er atau Cendekiawan yang bisa membantuku.
Aku juga tidak bisa berenang!
Tuan, kau tidak berencana untuk menyatakan bahwa kau juga tidak bisa berenang, kan?
Aku ingat, sejak anak-anak,
kau memancing di sungai.
- Yang Mulia, cincin ini perlu-- - Melapor!
Yang Mulia, penirumu baru saja muncul dekat kediaman!
Aku saat ini mengejarnya ke seluruh kota. Harap Pangeran ke-8 segera kembali ke kediaman.
Yu Hao! Kembali ke kediaman denganku!
Ya!
Aku akan membawa Nona Tan'er kembali ke kediaman.
Bercanda! Di siang hari? Tidak mungkin!
Tidak perlu terlihat sangat mirip! Sudah cukup asalkan memiliki beberapa kemiripan ketika dilihat dari kejauhan.
Apa yang kau katakan? Jika aku setuju sekarang,
lain kali, kau akan memintaku untuk membuat
topeng Mo Jing Xuan atau Mo Yi Huai?
Tetua! Pangeran ke-8 memaksa Tan'er dan aku pergi dengannya! Dia pasti memasang perangkap.
Juga, berdasarkan sikapnya saat ini, dia pasti mulai mencurigai identitasku.
Jadi, kau harus menjadi seperti aku besok untuk menghilangkan kecurigaannya padaku.
Bentuk tubuhmu tidak sebundar diriku!
Bagaimana bisa aku pura-pura jadi kau?
Bukankah cukup untuk membuatnya agak jauh?
Apa yang kau pikirkan?
Katakan... siapa orang yang meniru pangeran?
Mungkinkah...
Apa kau mengkhawatirkan peniru Pangeran ke-8?
Aku tidak, tidak!
Itu benar! Cincin yang bagus. Bagaimana bisa dia hanya menyerah?
Tuan! Tuan!
Mo Lian Cheng?
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
♫ Kembang api telah redup, lalu kau menyalakan lentera dan melihat ke belakang ♫
♫ Dunia fana terombang-ambing, aku mengangkat serulingku dan mendesah ♫
♫ Siapa yang terus merusak senarnya? Saat lagu berakhir, masing-masing pergi ♫
♫ Tidak ada lagi takdir, jadi mengapa mengungkit janji itu? ♫
♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫
♫ Menikmati musik sendirian sambil memandang cahaya lentera datang dan pergi ♫
♫ Waktu selalu berlalu; pertemuan kita hanyalah saat yang buram ♫
♫ Wajah ini telah waspada selama ribuan tahun ♫
♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫
♫ Pasir yang berdesir telah berlalu namun aku masih menunggumu ♫
♫ Bersedia menemanimu berjalan menuju cakrawala langit; awan bergulung datang dan pergi ♫
♫ Berada di sisimu, aku tidak pernah merasa kesepian lagi ♫
♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫
♫ Saat tirai bambu digulung, hanya ada jubah hijau yang tertinggal ♫
♫ Memimpikan gerimis di sungai selatan, tanpa ada rasa khawatir tidak perlu peduli ♫
♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫
♫ Malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.