All language subtitles for The_Eternal_Love_2_-_Episode_06

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com

♫ Semalam aku khawatir memikirkanmu ♫

♫ Pagi ini, merekah mewah tepat di depan mataku ♫

♫ Begitu aku melihat bayanganmu yang anggun, aku sangat terpukau ♫

♫ Cintaku padamu begitu dalam hingga tak bisa menghindari ketakutan ♫

♫ Namun hal itu membuatku menampik keceriaan ♫

♫ Aku telah melepaskan dan membuang perisai dan topi bajaku sejak lama. Hanya berharap selama-lamanya. ♫

♫ Membisikkan kata-kata cinta di telingamu ♫

♫ Aku rela melupakan kewibawaan dan kejayaan untukmu ♫

♫ Untuk menggenggam tanganmu saat kita berjalan menuju cakrawala ♫

♫ Sejak rambut ini hitam hingga memutih sebagai keluarga biasa selamanya ♫

♫ Aku tidak mampu menginjak kelopak yang berguguran di tanah ♫

♫ Pertemuan dan perpisahan kita akan menyatu bagaikan batuan aluvial ♫

♫ Apa pilihanku bila aku tidak mau meminum teh Nyonya Meng untuk melupakan hubungan kita di masa lalu? ♫

♫ Masa-masa terindahmu bersamaku terukir dalam hatiku ♫

[Cinta Abadi 2]

[ Episode 6 ]

Cendekiawan, kau sangat pintar dan memilki keahlian strategi yang hebat,

tapi aku harap kau tidak lupa dengan kata "kesetiaan".

Pangeran ke-8, dalam hubungan pribadi, kau adalah penolongku.

Menyangkut kerajaan, kau adalah orang yang bijak. Kalau kau mewarisi takhta kerajaan, kau akan membawa kebijakan bagi kerajaan dan rakyat.

Karena kau adalah pemimpin yang aku pilih untuk aku ikuti,

aku tidak akan pernah mengkhianatimu.

Tapi Pangeranku, mungkin kau juga harus menempatkan dirimu di posisiku.

Menempatkan diriku di posisimu...

Aku dengar, kadang-kadang kau suka minum-minum sendirian.

Karena cuaca sudah berubah, bahkan arakpun akan menjadi dingin dengan cepat.

Di dalam teko arak ini ada bagian dalam yang lembut.

Bagian dalam itu bisa menjaga kehangatan. Kau tidak perlu minum arak yang dingin sejak sekarang.

Terima kasih atas perhatianmu, Cendekiawan.

Aku mengundurkan diri dulu.

Pangeran, sudah waktunya untuk mengunjungi Ibu Suri.

Yu Hao, mulai sekarang,

awasi setiap kegiatan Liu Shang.

Ya.

Mengapa Xiao Tan selalu aneh begitu?

Bahkan kalau dia sudah gila dan berkata omong kosong,

dia tidak seharusnya melupakan masa lalu kita, bukan?

Lagipula, tulisan Xiao Tan akhir-akhir ini benar-benar tidak rapi.

Dibandingkan dengan tulisannya dulu yang sangat teratur dan mudah dibaca,

sangat berbeda jauh. Bahkan kalau dia kehilangan ingatannya,

mengapa kelakuan dan gaya berbicaranya jauh berbeda?

Apakah ada sesuatu yang lucu di atas tanah ini?

Pangeran ke-14.

Ini adalah tinta alis hitam yang diserahkan Kerajaan Bosi untuk upeti.

Ini adalah produk kelas tinggi. Tapi tidak ada gunanya bagi kami laki-laki.

Ini... ini untukmu.

Pangeran ke-14, aku hanya seorang pelayan biasa.

Aku tidak perlu menggambar alisku.

Bahkan kalau aku menggunakannya, tidak ada seorangpun yang melihatnya.

Kau bisa menggunakannya dan membiarkan aku yang melihatnya.

Pangeran ke-14, itukah alasannya mengapa kau sering menatapku?

Pangeran ke-14, kalau tidak ada hal lain,

aku akan mengundurkan diri.

Mengapa dia terlihat sedang bermasalah?

Ada pembunuh!

- Kejar dia! - Cepat!

Jadi kau berkata bahwa Cendekiawan Liu Shang memanggilmu ke dalam kamarnya,

hanya untuk mengajakmu menemaninya bermain catur?

Tapi dia tidak berkata satu patah katapun.

Kemudian dia memintamu menyiapkan vas bunga mawar ini?

Dia juga berkata dia akan datang untuk mengambilnya setelah gelap.

Dia itu orang aneh.

Tentang iblis itu, sepertinya dia sudah datang.

Aku akan membukakan pintu untuknya.

Tan'er, aku sangat merindukanmu.

Bagaimana keadaanmu? Apa kau menderita?

Aku tidak kompeten. Aku tidak mampu melindungimu dengan baik.

Apakah dia Pangeran Pertama?

Kelihatannya dia adalah laki-laki lain dalam cinta segitiga ini.

Pangeran Pertama, aku bukan Qu Tan'er mu. Cepat lepaskan aku.

Bagaimana mungkin kau bukan Tan'er milikku?

Kalau aku katakan bukan, maka aku bukan dia.

Aku tidak mau terlibat dalam cinta segitiga mu!

Bagaimana mungkin kau bukan Tan'er milikku?

Ternyata... kau juga...

sama denganku?

Kita berasal dari zaman yang sama?

Jam ini terlihat sudah tua.

Ini pasti barang antik.

Mungkinkah kau lebih tua dariku?

Jangn biarkan orang lain mendengar hal ini.

Oh, benar, benar... Kita harus merendahkan diri dan tidak membuka jati diri kita.

Tan'er benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Dia bahkan tidak mengingatku.

Tidak peduli bagaimanapun dia berubah,

dia masih tetap Tan'er yang aku cintai seumur hidupku.

Tan'er.

Kalau begitu aku akan membawamu pulang.

Kau benar-benar teman sejati. Seorang teman yang setia juga.

Kau hanya perlu membawaku pergi, tidak perlu ada pertanyaan.

Kau benar-benar sahabatku mulai sekarang!

Aku akan membawamu pulang sekarang juga. Ayo pergi.

Sayonara! (Selamat tinggal dalam bahasa Jepang)

Kakak Pertama, kau masih berstatus tahanan rumah

dan sekarang kau akan membawa pelayanku pergi tanpa izin dariku.

Bukankah itu akan menambah kesalahanmu?

Adik ke-8, Tan'er dan aku adalah teman dari kecil,

dan kami saling mencintai. Sejak lama kami sudah sepakat untuk hidup bersama seumur hidup.

Aku harap adik ke-8 merestuinya.

Benar, benar. Pangeran Pertama dan aku

saling mencintai dan tidak akan berubah sampai kami meninggal nanti.

Meninggalkan tempat kediaman pangeran tanpa izin, hukumannya adalah mati.

Kalau kau ingin meninggalkan Kediaman Pangeran ke-8 secepatnya,

maka kau harus menurut dan bekerjasama denganku. Kalau kerjasamamu itu baik

maka aku akan memberikan kebebasan sebagai gantinya.

Kakak Pertama, sekarang Tan'er sudah menjadi pelayan kamar tidurku.

Di kemudian hari, dia akan menjadi istriku.

Tidak ada seorangpun yang boleh menyentuh wanita milikku.

Mengapa aku tidak mempunyai daya sedikitpun untuk melawan Pangeran ke-8?

Aku tidak akan melepaskan Tan'er semudah itu.

Karena kau adalah orang dalam Kediaman Pangeran ke-8,

kau tidak boleh melirik laki-laki manapun di kemudian hari.

♫ Aku berada di lautan manusia, sedangkan kau berada di puncak dunia ♫

♫ Dinginnya musim semi, mimpi-mimpi musim gugur, tak seorangpun mengingatmu♫

♫ Lembutnya angin menembus gelapnya malam hari, bunga-bunga persik bermekaran untuk satu tahun lagi ♫

Pangeran Pertama sudah pergi.

Kita tidak perlu terus berakting, bukan?

♫ Melalui jendela menatap jauh salju yang turun perlahan, hatiku memimpikan mu seribu kali ♫

♫ Bagaikan setangkai bunga, bagaikan seekor kupu-kupu, begitu tak menentu ♫

Tan'er, aku--

♫ Ribuan senar yang tersambung, sangat sulit untuk terdampar ♫

Pangeran--

♫ Kita tak mungkin kembali ke awal pertemuan kita ♫

♫ Semua orang selalu tahu sulitnya mendapatkan cinta sejati ♫

♫ Masih perlu berjudi sepanjang hidup untuk mendapatkannya ♫

Perasaan ini sangat menyenangkan!

♫ Aku berada di lautan manusia, sedangkan kau berada di puncak dunia ♫

♫ Dinginnya musim semi, mimpi-mimpi musim gugur, tak seorangpun mengingatmu♫

♫ Lembutnya angin menembus gelapnya malam hari, bunga-bunga persik bermekaran untuk satu tahun lagi ♫

Aku...

♫ Kita bagaikan burung layang-layang yang tak ingin berpisah♫

Kau yang bicara dulu.

♫ Melalui jendela menatap jauh salju yang turun perlahan, hatiku memimpikan mu seribu kali ♫

Aktingku hari ini cukup baik, bukan?

Kau harus menjadi laki-laki yang memegang teguh kata-katanya.

Tadi, saat kau katakan kau akan membebaskan aku,

kau tidak boleh menyesalinya.

♫ Kita tak mungkin kembali ke awal pertemuan kita ♫

Tapi mengenai pertemuan kita,

kau tidak boleh memberitahukannya pada siapapun

atau kesepakatan kita akan menjadi batal.

Pelayan Tan'er!

Setelah jam malam, para pelayan wanita tidak diperkenankan keluar dari kediaman.

Bagaimana bisa kau melanggar peraturan kediaman dan tidak menunjukkan rasa malu?

Aku diperintahkan oleh Pangeran ke-8 untuk berada di sini.

Omong kosong!

Pangeran ke-8?

Bagaimana bisa di ada di dalam kereta? Bajunya juga berbeda.

Sinetron apa ini?

Yu Hao.

Beritahu Kepala Pelayan Zhou untuk tidak memberikan dia uang bulan ini.

Dan kalau dia melanggar peraturan kediaman lagi, cambuk dia.

Baik.

Buat siapa dia berpura-pura seperti ini?

Pangeran skizofrenia ini, bagaimana bisa dia memiliki sifat yang begitu berubah-ubah?

Aku harusnya tahu! Aku tidak seharusnya mempercayai janji bodohnya tadi.

[Kediaman Pangeran Tertua]

Pangeran ke-9 tiba!

Salam, Kakanda.

Kau sudah pergi lebih dari sepuluh tahun.

Sekarang akhirnya kau kembali. Bagaimana mungkin tidak ada suara-suara perayaan di sini di istana?

Denganmu secara langsung menyambutku, itu lebih berharga dari emas.

Kau tidak ada di kediamanmu kemarin malam.

Apakah kau pergi menjenguk Nona Tan'er yang sering kau sebut di suratmu lagi?

Aku dengar kalau Nona Tan'er

sudah menjadi pelayan di Kediaman Pangeran ke-8.

Persis karena itulah.

Aku sudah memutuskan untuk pergi menyelamatkan dia dari lautan api,

tetapi tak pernah kusangka kalau Pangeran ke-8 tiba-tiba akan menghalangiku.

Kalau masalah ini terdengar oleh Ayahanda,

aku takutkan Pangeran ke-8 akan menggunakan penyelinapanmu saat menjadi tahanan rumah sebagai alasan

untuk memprovokasi pergolakan yang besar.

Apakah kau percaya aku dari masa depan?

Meskipun aku tidak sepenuhnya percaya padamu,

kalau apa yang kau katakan benar,

rasa sakit yang kau dapatkan saat menghadapi situasi yang terlarang adalah sebuah peringatan,

karena mengganggu urutan waktu dan ruang.

Akhir-akhir ini,

gejalanya semakin memburuk. Bahkan meskipun aku tidak melakukan kontak fisik dengan yang berhubungan darah denganku

atau Pangeran ke-8, reaksinya masih muncul.

Kau sudah salah muncul di era yang seharusnya bukan waktumu.

Reaksi yang seharusnya terjadi pasti akan terus muncul.

Kondisi yang kau alami adalah akibat dari ini.

Apa yang kukhawatirkan adalah, dengan berjalannya waktu,

kau akan pelan-pelan kehilangan indramu

sampai kau menghilang sama sekali dari tempat ini.

Oh ya.

Aku ada obat-obat di sini.

Setiap kali gejala-gejalamu muncul, langsung ambil satu

untuk mengurangi gejala-gejalamu.

Tetapi, kau tidak boleh memakan obat ini terlalu banyak

karena setiap pil yang dimakan akan memperburuk serangan yang selanjutnya.

Ini mungkin juga akan mempercepat hilangnya dirimu.

Yang penting sekarang adalah menunggu sampai perubahan selestial terjadi lagi.

Saat itulah kau harus langsung meninggalkan era ini.

Jangan khawatir. Aku pasti akan memperhatikan fenomena kosmik untukmu.

Setelah ada perubahan, aku akan langsung memberitahukanmu.

Pangeran ke-9 tiba!

Salam, Ayahanda.

Kang'er, cepat berdiri.

Kang'er, kau sudah tinggal di daerah miskin selama 10 tahun.

Aku selalu merasa bersalah akan itu.

Sekarang kau sudah kembali ke istana, aku harus memberikanmu penghargaan yang setimpal.

Apakah keinginanmu? Katakan saja.

Aku dengan tulus memohon Ayahanda untuk melepaskan hukuman pada Kakanda Tertua.

Akhir-akhir ini, aku melihatnya tak berselera sama sekali dan hanya menyesalinya sepanjang hari.

Dia terlihat begitu lesu. Aku benar-benar merasa kuatir.

Kang'er,

Permaisuri telah meninggal di usia muda.

Mengenai masalah Huai'er,

ini semua karena aku gagal mendidiknya dengan baik dan aku tidak bisa membiarkannya begitu saja.

Tetapi apakah kau tahu sebagai putraku,

Huai'er bahkan berani tidak mematuhi perintahku untuk menikah. Dia menyampingkan sopan santun yang wajar.

Di masa depan, dia mungkin tidak akan bisa menanggung tanggung jawab yang besar.

Kakanda mengatakan kata-kata yang kurang ajar di saat marah.

Kemarin, dia mempertunjukkan penyesalan yang ekstrim dan rasa malu, sampai dia hampir mencabut nyawanya sendiri.

Mohon Ayahanda memeriksa itu.

Apa?

Huai'er menyalahkan dirinya sampai begitu?

Sebarkan perintahku,

melihat Pangeran Tertua bisa menyesalkan kesalahannya dengan berjalannya waktu, semua hukuman-hukumannya sekarang dihapus.

Yu Hao, masalah ini sangat penting. Isinya

bisa membunuh Kakanda Tertua. Kau harus memperhatikannya dengan baik.

Jangan biarkan siapapun mengambilnya dari ruanganku.

Ya.

Kembalinya Kakanda Tertua adalah saat tepat

untuk menguji apakah Qu Tan'er adalah mata-mata.

Amatilah dia dengan seksama beberapa hari ini. Kalau surat ini meninggalkan ruang kerja, langsung beritahukan aku.

Baik.

Salam, Pangeran.

Di istana hari ini, semua orang berkata betapa tepatnya tinjauan masa depanku,

tetapi mereka tidak tahu kalau aku hanya mengandalkan rencana strategimu.

Kenapa kau berkata demikian?

Bencana Sungai Kuning terjadi persis seperti yang kau ramalkan.

Semua di Istana berpikir kalau aku berbakat dalam merancang strategi di masa depan.

Kau adalah seseorang yang teliti dari mulanya.

Bahkan tanpa kata-kataku, kau pastinya akan mengambil tindakan pencegahan yang sama dan tepat.

Tidak banyak di dunia ini yang bisa meramalkan Bencana Sungai Kuning.

Cendekiawan, bagaimana kau mengetahuinya?

Aku datang dari keluarga miskin dan pernah memohon di jalanan. Untuk mencari nafkah,

aku pernah belajar sedikit ilmu meramal dari Biksu Taois.

Lagipula, kalau aku tidak memiliki ketrampilan ini, bagaimana bisa aku membantumu?

Aku dengar raja mencabut hukuman-hukuman Pangeran Tertua beberapa hari yang lalu.

Aku yakin dia sudah mulai persiapan-persiapannya untuk kembali ke Istana.

Sekarang, saat Kabinet Kerajaan masih mendukungku,

bagaimana kalau menggunakan kesempatan ini

untuk menghasut konflik antara Selir Dugu dan Kakanda Tertua?

Pertempuran untuk takhta kerajaan adalah situasi yang sangat berbahaya. Kalau kau bisa mempertahankan hubungan saudaramu,

kau seharusnya mempertahankannya dengan baik. Jangan menyesal pada akhirnya.

Mungkinkah...

kau memprediksi kalau aku akan memiliki penyesalan?

Aku melihat sendiri kakak tertuaku meninggal di pelukan ayahku.

Hanya dengan itu aku paham

kalau semuanya yang kupedulikan sebelumnya tidaklah penting.

Rasa sakit kehilangan saudara

akan selamanya menyertai mimpi-mimpimu, tetapi itu sudah telat untuk menyesal.

Aku harap Pangeran ke-8 bisa bersimpatik dengannya.

Tidak menyangka kalau cendekiawan bisa terlalu berhati-hati.

Bagaimana bisa tidak ada camilan sama sekali?

Dendeng pedas, leher bebek pedas, abon cumi pedas, tidak ada sama sekali.

Orang kuno benar-benar tinggal di ruang hampa.

Kau terus melanggar peraturan.

Mungkinkah kau ingin aku menghukummu sebelum kau mengubah sikap?

Aku hanya tidur berjalan!

Aku pastinya memikirkan makanan di mimpiku,

jadi badanku tak sadar membawaku kemari.

Di hari kau dicambuk, yakinkan tubuhmu juga, supaya kau bisa menahan hukumanmu.

Pangeran ke-8!

Tolong beri aku satu kesempatan lagi untuk mengubah sikapku.

Serahkan aku barang yang kau sembunyikan.

Apakah kau tahu di kediamanku,

mereka yang melanggar perintahku dihukum mati?

Di dalam kediamanan ini, semuanya yang kulakukan bisa dihukum mati.

Karena menyelinap keluar kemarin,

Kepala Pelayan Zhou menghukumku tidak makan seharian.

Kalau aku terus lapar seperti ini, mungkin aku akan sakit.

Pangeran ke-8, kalau kau tidak mempersoalkan masalah ini, aku berjanji akan berubah total

dan menjadi pelayan teladan.

Ambillah ini semua dan makan. Jangan ada yang tersisa.

Jangan ada yang tersisa?

Dia benar-benar adalah seorang pangeran skizofrenia.

Aku akan makan semuanya.

Pangeran ke-8.

Kau tidak pernah berubah meskipun ada peringatan berulang kali.

Sekarang, kau masih berani menyelinap keluar dari kediaman?

Kau baru saja tertangkap mencuri pangsit tadi malam. Apa kau sudah melupakannya?

Pangeran ke-8 ini terus melacakku

bukannya melakukan pekerjaan resminya.

Aku tidak menyelinap keluar dari kediaman. Aku disuruh untuk membeli barang.

Menurut jadwal kerja, tidak seharusnya kau keluar untuk berbelanja hari ini.

Apa? Apa kau diam-diam bertukar waktu dengan seseorang?

Pangeran ke-8, aku sangat merindukan Kediaman Qu,

oleh karena itu, aku mengambil resiko menukar waktu kerjaku untuk keluar dari kediaman.

Dengan pertimbangan bahwa aku anak yang berbakti, tolong ampuni aku.

Mengampunimu?

Aku bisa melakukannya,

tapi kau harus setuju dengan syarat-syaratku.

Syaratku adalah kita harus membuat 3 perjanjian.

3 perjanjian?

Pertama,

kau tidak boleh langsung menatapku.

Aku hanya akan memperlakukan dia seperti ular piton raksasa dalam Harry Potter. Yaitu sekali saja kau melihat matanya maka akan berubah menjadi batu.

Kedua,

kau tidak boleh dengan segera mendekatiku.

Tapi dengan kata lain...

aku dapat dengan segera mendekatimu.

Ketiga, kau tidak boleh

masuk ke kamar tidurku.

Jika aku bisa melakukan semua hal itu,

kau tidak akan beritahu Kepala Pelayan Zhou mengenai kejahatanku lagi?

Pangeran ke-8, kau tidak boleh melanggar kata-katamu, atau kau akan disambar petir.

Tapi,

kau tidak boleh meninggalkan kediaman tanpa permisi lagi.

Baik! Terima kasih, Pangeran ke-8.

Ingat... kalau tidak, kau akan disambar petir.

Sebelumnya, cintaku pada Tan'er akan mulai dari kecurigaanku padanya.

Sepertinya kali ini, jika aku tidak ikut campur, sejarah akan kembali terulang.

Ini begitu tidak bisa dibayangkan.

Aku sebenarnya menjadi saingan cintaku sendiri.

Bagaimana dia mengganti pakaiannya lagi?

Setiap kali pakaiannya berubah, sepertinya dia menjadi pangeran tiran dan kelam begini.

Dan akulah yang selalu membayar harganya.

Bagaimana kau bisa sangat ceroboh dalam menyediakan teh?

Kepribadian Pangeran ke-8 mulai berubah lagi.

Pe-Pelayanmu hanya mengikuti

peraturan yang kamu tetapkan.

Angkat kepalamu.

Aku tidak berani melakukannya.

♫ Semalam aku khawatir memikirkanmu ♫

♫ Pagi ini, merekah mewah tepat di depan mataku ♫

Mungkin karena apa yang telah terjadi di dapur,

aku menakutkan dia.

♫ Begitu aku melihat bayanganmu yang anggun, aku sangat terpukau ♫

Pulanglah dulu.

Baik.

♫ meminum anggur bagaikan teh di dinginnya malam ♫

♫ Di mana aku bisa mengirimkan rinduku kecuali melalui suara seruling yang dibawa oleh angin malam melalui tebing abu-abu yang terjal ♫

Pangeran ke-8.

Apakah Tan'er membuat gerakan yang aneh hari ini?

Mulai dari tadi malam, Nona Tan'er tidak pernah diam-diam memasuki ruang kerjamu.

Surat yang kau tinggalkan masih dalam posisi awal.

Tapi Nona Tan'er memang melakukan sedikit pergerakan yang aneh.

Katakan saja.

Hari ini, Nona Tan'er sepertinya terlalu menghindarimu.

Jika dia bisa menghindari tempat di mana kau berada, dia akan melakukannya.

Aku juga mengetahuinya dengan baik.

Mulai hari ini, kau bisa berhenti mengawasi Nona Tan'er.

Baik.

Perintahkan seseorang untuk membuat sedikit pangsit kukus untukku.

Baik.

♫ Untuk menggenggam tanganmu saat kita berjalan menuju cakrawala ♫

♫ Sejak rambut ini hitam hingga memutih ♫

Kakanda ke-8, mengapa kau terlihat sangat bahagia?

Kau sudah tersenyum sepanjang hari. Apakah kau mengalami kejadian yang menggembirakan?

Kenapa tidak memberitahuku dan biarkan aku ikut berbahagia?

♫ Aku tidak mampu menginjak kelopak yang berguguran di tanah ♫

Kakanda ke-8, katakan sesuatu.

Kakanda ke-8.

♫ Masa-masa terindahmu bersamaku terukir dalam hatiku ♫

Pangeran ke-8.

Kau bisa pergi sekarang.

Baik.

Pangsit kukus? Kakanda ke-8, kau sudah makan pangsit kukus sekarang?

Aku ingat kalau kau paling benci pangsit kukus.

Adik ke-14.

Jika seorang nona muda

tiba-tiba menolak memandangmu,

dan terus menjauhkan diri darimu, kenapa itu?

Oh... jadi kau mempunyai masalah dengan perempuan.

Jika kau menanyakanku, situasi yang kau ceritakan

adalah tingkat "malu" para wanita ketika mereka jatuh cinta.

Bagaimana kalau dia bertingkah sangat patuh, tapi sering melakukan kesalahan? Apakah itu karena alasan yang sama?

Aku merasa kalau seseorang biasanya akan berubah ketika dia jatuh cinta.

Sama seperti kau yang tiba-tiba suka makan pangsit kukus.

Kakanda ke-8, siapa nona muda yang kau sebut itu?

Sebelumnya,

Aku sangat benci pangsit kukus.

Tapi melihatnya sekarang, mereka tampak menyenangkan

dan rasanya lezat juga. Aku sudah lupa

kenapa aku membencinya sebelumnya.

Pangeran ke-8!

Lihatlah.

Mata-mata kita di istana tidak akan pernah memintamu untuk bertemu

kecuali itu hal sangat penting. Apa bisa jadi ini ada hubungannya dengan posisi Putra Mahkota? [Sangat penting. Mari bertemu di siang hari.]

Tidak ada gunanya menebak. Segeralah siapkan kudaku. Jangan mengkhawatirkan siapapun.

Baik.

Adik ke-14.

Ikutlah denganku ke istana untuk memeriksanya juga.

Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com

♫ Kembang api telah redup, lalu kau menyalakan lentera dan melihat ke belakang ♫

♫ Dunia fana terombang-ambing, aku mengangkat serulingku dan mendesah ♫

♫ Siapa yang terus merusak senarnya? Saat lagu berakhir, masing-masing pergi ♫

♫ Tidak ada lagi takdir, jadi mengapa mengungkit janji itu? ♫

♫ Bulan datang dan pergi, siapa yang ingin untuk sendiri? ♫

♫ Menikmati musik sendirian sambil memandang cahaya lentera datang dan pergi ♫

♫ Waktu selalu berlalu; pertemuan kita hanyalah saat yang buram ♫

♫ Wajah ini telah waspada selama ribuan tahun ♫

♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫

♫ Pasir yang berdesir telah berlalu namun aku masih menunggumu ♫

♫ Bersedia menemanimu berjalan menuju cakrawala langit; awan bergulung datang dan pergi ♫

♫ Berada di sisimu, aku tidak pernah merasa kesepian lagi ♫

♫ Bersedia menunggang angin yang datang dan pergi; bunga-bunga bermekaran jatuh ke tanah ♫

♫ Saat tirai bambu digulung, hanya ada jubah hijau yang tertinggal ♫

♫ Memimpikan gerimis di sungai selatan, tanpa ada rasa khawatir tidak perlu peduli ♫

♫ Setelah malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫

♫ Setelah malam yang anggun menyenangkan, siapa yang sedang bersama di belakang sana? ♫

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.