Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Suhunya dingin sekali...
pagi ini, sekitar 20-an derajat...
Hei, kau!
Ayah pasti datang.
Apa ayah pernah tak datang?
Jika kuberitahu, bukan kejutan lagi,
bukan? Sam, tanyakan ibumu,
apa perlu kubawakan dia...
anggur, bir, atau apalah.
Pastikan dia tahu ayah sudah tanyakan.
Petunjuk?
Mau petunjuk?
Oke, ini petunjuknya.
Siap?
Punya leher, tapi tak punya tangan atau kaki.
Ayah belikan ular. Ular berbisa lagi.
Gila kau?
Kau pasti suka, aku janji.
Pelan-pelan, Shaw.
Jangan sampai kita kena masalah lagi.
Barnett sudah ketangkap, kan?
Tak perlu surat perintah.
Dia sudah diamankan.
Sudah aman, tapi kita hampir kena imbasnya.
Karena itu sudah tugas kita. IA sialan.
Aku butuh pekerjaan ini...
cuma karena kau mau sok jagoan lagi.
Mungkin di situ.
Cicilan perahuku belum lunas.
Anak kembarku masuk BU musim gugur ini.
Tahu berapa biayanya?
Aku tahu, tenang.
Tahu? / Ya.
Kau belum tahu. / Aku tahu. Cuma...
Semoga Dent masih di situ.
Dia akan datang. Astaga!
Mandor tadi sudah bilang, kan?
Jangan sok jadi Polisi Jago. / Polisi Jago?
Sialan, 58 ribu dolar.
Itu baru uang kuliah. / Tidak ada...
- promo beli dua gratis satu? - Lucunya.
Kirim saja ke akademi.
Biayanya cuma $3.000.
Agar mereka punya karier bagus,
menangkap penjahat...
di tengah masyarakat yang tak suka mereka?
Jangan lupa arloji emasnya.
Lupa soal jam emasnya.
Kalau kau butuh bantuan, aku siap.
Kau kesulitan bayar tunjangan, bro. Kau mau...
jual koleksi piringan hitammu?
Persetan kau. Tapi aku serius.
Aku tahu.
Makasih, tapi kami baik-baik saja.
Mandor tak bilang kalau dia lagi istirahat.
Dia sudah bisa kita ringkus,
jika surat perintahnya tak lambat.
Mestinya bawa bantuan tadi.
Santai saja dulu.
Jimmy!
Itu dia.
Aku Frank Shaw. Ini Dougie Slater.
Dari satuan Pembunuhan. Apa kabar?
Bisa tinggalkan sandwichmu...
sebentar dan ke sini?
Maaf mengganggu waktu makan siang kalian.
Ini sebentar saja.
Aku lagi makan.
Ayo, Jimmy, cepatlah. Ke sini.
Senjata!
Mundur! Minggir. / Hei!
Kusuruh buang senjatanya dan mundur!
Glock 42, enam peluru.
Tenanglah! / Diam! Jatuhkan senjatanya!
Ayo, Frank, jatuhkan senjatanya. / Jatuhkan senjatanya!
- Jatuhkan. - Mundur!
Aku tembak.
- Frank... - Persetan kau, babi!
Awas!
- Frank! - Minggir!
Frank!
Sudah 4 tembakan, Jimmy!
Sialan. Lima tembakan.
Hei, Jimmy!
Tembakan bagus, Jimmy.
Tapi pelurumu habis, jadi berlutut.
Frank!
Frank!
Hei, kau!
Sam... Apa yang kau lakukan?
Dengar, kau tak usah...
Baiklah, oke, aku baca.
"Bodo...
amat." Oh, oke.
Ayah, lucunya.
- Aku tanya apa kau... - Aku tahu,
datang ke pertunjukan. Ya, aku tahu.
Coba tebak ini. Siap? / Oke.
"Mohon bersabar."
"Aku anjing tua yang lagi belajar trik baru."
Bagus, Ayah.
Kau suka? Kupelajari itu khusus buatmu.
Senang kau latihan. Bagus. Kau perlu itu.
Jadi?
Ayah datang, kan? Jumat depan.
Ayolah, Ayah. Kau selalu datang sebelumnya.
Jadi, Sam...
Ayah tak perlu duduk sama Ibu.
Tenang saja. Aku tak peduli lagi.
- Aku tak peduli lagi soal itu. - Tidak.
Bukan soal itu. Aku tidak...
suka tempat ramai, dan...
Aku tak yakin...
bisa benar-benar menikmati...
Sekolah bisa siapkan alat bantu dengar,
tak masalah.
Aku tidak...
- Aku tak mau itu. - Ayah!
Ini penting buatku. Kau yang berikan gitar itu.
Ayah harus lihat aku sudah hebat sekarang.
Sial!
Tunggu.
Kurang jelas kudengar.
Tadi ada konektor Wi-Fi...
yang longgar. Sudah kuperbaiki.
Aku tahu ada yang salah.
Tapi bukan cuma alat bantu dengarnya, Frank.
Kerusakan di kokleamu makin parah.
Waktu bulan Juli, kondisimu masih 50%,
dan sekarang turun 30%.
- 30? - Sudah berapa lama?
10 bulan sejak kecelakaanmu?
Sebelas.
Sebelas bulan ke depan, tak bisa kupastikan...
kemampuanmu masih berapa.
Bagus sekali.
Putriku memang keras kepala.
Dengarkan dia. Dia pintar.
Menurutku tak ada gunanya.
Dengar, aku sudah pernah bilang,
tapi karena kondisi cederamu,
implan mungkin bukan solusi.
Jika sering mendengar suara keras,
kerusakannya bisa makin parah.
Kau harus bersiap menghadapi....
kerusakan yang lebih parah nantinya.
Ya, aku mengerti.
"Mengerti." Artinya aku tidak tuli.
Terima kasih.
Frank!
Frank!
Senang kau kembali, kawan.
Sudah lama sekali.
Ada apa?
Dua pemasok...
Hei, tak perlu teriak.
Maaf.
Dua pengedar, usia 20-an akhir,
ditembak di kepala, eksekusi mati.
Sepertinya pembunuhan berencana.
Orang ini menemukannya sejam lalu,
tapi petugas otopsi memperkirakan pembunuhan...
terjadi semalam.
Permisi, Pak. Aku saja.
Baik.
Frank Shaw. Divisi Pembunuhan. Apa kabar?
Baik. / Bisa ceritakan kejadiannnya?
Aku lagi mencari tempat untuk tidur,
dan menemukan orang ini.
Maaf, Pak, bisa bicara agak keras sedikit?
Mereka di tempatku, orang-orang ini...
Apa?
Mereka di situ, tapi itu bukan tempatnya.
Ini bukan... Itu tempatku.
Frank! Frank?
Kau tak apa, kawan?
Hei.
Hei.
Ini kantor barumu?
Bagaimana kau menemukanku?
Aku detektif.
Apa?
Aku detektif. Bisa melacak. Pesan bir?
Jadi, bagaimana tugas barumu di unit narkoba?
Entahlah.
Sedikit korban, banyak narkoba.
Tak bisa ngeluh.
Tapi rindu juga pemandangan dari lantai enam.
Mampirlah kapan saja.
Atau kau bisa turun.
Gratis buatmu, Detektif.
Apa kabar?
Luar biasa.
Ayolah, Frank, banyak petugas yang punya kekurangan...
atau disabilitas...
Entahlah. Apa istilahnya... / Tuli.
Doug, cukup sebut tuli.
Kau paham maksudku.
Banyak yang sepertimu di kepolisian.
Ya.
Meski begini, kau masih lebih baik dari separuh bajingan di luar sana.
Hanya separuh?
Kenapa? Kau mau apa? Mau menyerah?
Sial, bener begitu?
Arloji emas pensiun? Sialan, itu bukan sifatmu.
Kau pasti gila. Kau sudah ditakdirkan jadi polisi.
Apa yang harus kulakukan?
Benar-benar tak berguna.
Mungkin ada petunjuk soal kasus penembakan di Hyde Park.
Saksi mata. / Ya?
Mereka lihat apa?
Belum tahu.
Dia tuli.
Penerjemah resminya cuti sampai minggu depan.
Jadi, makanya kau di sini?
Aku bukan penerjemah, Doug.
Atasan bilang ini tak bisa ditunda. Cuma setengah jam.
Dan ini bukan cuma soal bantu kasus.
Ini kesempatan buatmu kembali aktif,
bangkit,
dan mulai terbiasa lagi.
Aku tak butuh dikasihani.
Aku tidak kasihani.
Kau bantu, aku membantumu. Begitulah kerja sama partner.
Dulu kita partner, kan?
Bisa jadi aku rindu masa itu.
Mungkin aku merindukanmu.
Aku bahkan tak bawa senjata. Aku bebas tugas.
Bahasa isyaratku juga berantakan.
Lebih mahir dari aku.
Sialan.
Kau berhasil membujukku.
Jadi, apa masalahnya?
Oke.
Ava Fremont,
usia 33 tahun.
Dia ada di gang malam itu.
Sepertinya dia lihat pembunuhan itu.
Melaporkannya lewat 911 tadi pagi.
- Tadi pagi? - Ya.
Tapi pembunuhannya terjadi Rabu malam.
Kenapa baru lapor sekarang?
Itu yang akan kita cari tahu, partner.
Astaga, dia beruntung tuli.
Ya.
Tak perlu dengar kebisingan itu seharian.
Berisik sekali.
Rekan baruku ini,
dia milenial.
Kerjanya main ponsel.
Dia?
Cuma itu kelebihannya.
Tahan liftnya!
Astaga.
- Bangsat! - Itu lucu.
Sangat berbahaya.
Apa isyarat untuk "bokong seksi"?
Ayolah, santai saja.
Aku bukan penerjemah.
Lakukan saja sebisamu.
Kau sudah kembali bertugas? Sebulan?
Bahaya sekali di sini, D.
Bersabarlah.
Bukannya dulu kau bilang, separuh pekerjaan kita...
itu pakai insting, kan?
Seperti naluri?
Kau pasti bisa.
Apartemen 10G.
Hai.
Dan ini Detektif...
Ya.
Jadi, kita perlu...
Tunggu. Ini...
Maaf. Pelan-pelan. Aku tak mengerti.
Bohong? / Tidak, Bu.
Dia kecelakaan setahun lalu.
Penerjemah resmi tidak ada.
Hei.
Terima kasih, Bu.
Sepertinya kau mau pindah.
Maaf.
Yang kutangkap cuma "sialan".
Semuanya diusir.
Maaf.
Jadi, Nn. Fremont?
Hyde Park?
Bisa baca bibir?
Dia bisa baca bahasa bibir?
Aku tahu.
Oke, jadi, kau lihat apa?
Dia keluar, memotret Rabu malam.
Dia lihat...
pertengkaran, cekcok.
Dan merekamnya.
Oke.
- Sedikit waktu lagi. - Sedikit waktu lagi?
Cuma itu.
- Bisa kita bicarakan? - Oke.
Sebentar lagi selesai.
Beri dia sedikit waktu lagi.
Sekarang, kami boleh pergi?
Kau sering keluar malam, memotret?
Malam itu bulan purnama. Indah sekali.
Pernah lihat mereka?
Tidak.
Ada yang kau kenal?
Tidak.
Kita mau...
ambil pernyataanmu.
Maaf. Ulangi.
Ya.
Ya.
Sekarang, kami perlu sita ponselmu.
D, dia tak bisa lihat wajahmu.
Ya. Maaf.
Nona Fremont, ponselmu kami sita dulu...
karena video itu barang bukti,
tapi ponselnya akan dikembalikan.
Ini bukti, tapi akan kami kembalikan.
Sekarang, akan kutulis...
pernyataanmu hari ini,
lalu kau akan periksa dan...
pastikan apa itu sudah benar. Oke?
Oke.
Aku suka.
Gelap.
Ya.
Ya.
Sudah kubilang, kau hebat.
Saat kau ke toilet, kusuruh anak-anak periksa berkasnya.
Dia punya catatan kriminal.
Kasus ringan terkait narkoba, dan pernah direhab.
Juga ditemukan kit Naloxone di kamar mandinya.
Yang benar. / Ya.
Jadi malam itu, dia tak berburu foto bagus.
Bukan di daerah sini.
Tidak, pak.
Dulu tempat ini pasti bagus.
Kira-kira berapa harga unitnya sekarang.
Akan kukabari jika ada info soal pelakunya.
Ya. / Kerja sama tim.
Aku rindu ini. / Katakan lagi?
Kau hebat tadi.
Yang benar saja.
Tunggu di sini.
- Apa kabar. - Apa kabar, bro?
Aku tak mau menyakitimu.
Paham?
Apa ini? Tebak-tebakan?
Dia lihat kita.
- Ayo... - Angel,
diam. Oke? Tenang.
Kau tak lihat dia penyandang disabilitas?
Beri dia kesempatan.
Sialan.
Tak apa.
Kami tahu. Tenang saja.
Aku cuma ingin bertanya.
Satu...
Ada salinan videonya?
Ada salinannya?
Tidak. / Tidak? Salinannya tidak ada?
Oke. Satu pertanyaan lagi.
Ada orang lain yang lihat video itu?
Tidak.
Tidak?
Oke.
Aku percaya...
Bawa dia ke sofa.
Ayo, cepat.
Disitu!
- Berbaring! - Tidak!
Lepaskan aku!
Tidak! Kumohon! Tidak!
- Jangan gerak! - Tidak!
Kumohon! Berhenti!
- Pegang dia! - Tahan!
Maafkan aku soal ini.
Tapi ini lebih baik...
Tidak! Kumohon!
...jika kau buta.
Apa-apaan ini?
Mundur! Oke!
Mundur. Jatuhkan senjatanya.
Oke!
Astaga! Sialan!
- Oke! - Jatuhkan senjatanya.
Kujatuhkan. Oke?
Mundur. Lihat? Sudah ditaruh.
Sini.
Ini bukan urusanmu. / Ke belakangku.
Turunkan senjatamu!
Sialan! Tunggu.
Berlutut!
Sialan!
Mason! Aku tertembak.
Ayo!
Cepat, cepat!
Mana pistolnya?!
Simms! Simms, masuklah!
Siapa itu tadi?
Selatan! Lewat tangga! Turun sekarang!
Sal! Tangga darurat sebelah timur!
Baik. Aku pergi.
Ada dua orang turun ke arahmu!
Ayo, cepat.
Sal, kami turun! Tangga darurat, sebelah timur!
Kulihat mereka.
Sialan!
Jangan tembak.
Mengerti? Jangan tembak.
Sial.
Mereka di lantai enam! Ayo ke lantai enam!
- Tidak! Ayo! - Tidak!
Kita harus pergi!
Sial.
Oke, Sal, kembali ke lobi.
- Lobi? - Ya.
Jaga lift di bawah tangga.
Mereka tidak ada di tangga. / Sial.
Aku tak lihat mereka.
Oke, dengar.
Mereka belum sampai ke lobi,
jadi pasti masih di gedung ini.
Banyak tempat bersembunyi di sini.
Mereka masih di gedung ini.
Maksudku, jika dia punya ponsel,
habislah kita.
Mungkin kita butuh orang lagi.
Oke.
Naik lift itu ke lobi.
Bantu Sal berjaga di sana.
Oke. / Pergi!
Baik.
Angel, aku ke atas sekarang.
Hei.
Hei.
Oke?
Aku tidak peduli, aku butuh kalian berdua sekarang.
Hubungi aku begitu sampai.
Bajingan.
Bagaimana keadaanmu, bro?
Aku harus ke rumah sakit, Mase.
Ayolah, itu tak mungkin.
- Aku butuh medis. - Kau percaya ini?
Dua tangga, tangga darurat, dan lift.
Apa kita bisa jaga semuanya?
Sal punya rencana.
Coba lihatlah.
Semua pintu keluar di awasi.
Lift sudah terpantau,
kecuali tangga darurat.
Oke, bagus.
Aku jaga di sini.
- Tidak. - Keluar lewat tangga darurat.
- Pergi, bodoh. - Apaan?
Ini rencanaku.
Kau yang pergi.
Sialan.
Jangan sampai ketahuan.
Hei!
Apa?
Pasti ada orang dalam yang bantu...
mereka.
Ya.
Kau sudah laporkan...
Kamu sudah lapor tadi pagi, kan?
Mereka punya orang dalam,
mata-mata.
Mungkin bagian laporan, yang siap beritahu...
kalau ada laporan soal pembunuhan itu.
Mereka tahu siapa aku.
Karena rekanku...
sudah periksa datamu, mereka juga bisa lihat.
Mereka tahu apa yang kau cari.
Ya.
Malam itu,
kau tidak keluar buat foto-foto.
Kau keluar cari narkoba.
Kulihat alat overdosis di kamar mandimu,
jadi jangan bohong.
Aku taruhkan nyawaku di sini untukmu.
Pelan-pelan.
Kenapa tunggu 2 hari baru kau laporkan?
Oke.
Baik.
Aku tahu.
Kita harus temukan ponsel.
Hei.
Ada berapa orang di gedung ini?
"Dante."
Aku dengar dia.
Tapi maksudku di lantai ini.
Apa?
Hei, sayang. Ke sini untuk pesta?
Kamar mana?
10G.
Liftnya di sana.
- Bunda Teresa sudah naik. - Bagus.
Farrell juga sudah dijalan.
Suruh mereka sisir mulai dari bawah,
usir semuanya!
Angel, sudah cukup. Oke?
Bantuan sedang kemari.
Bikin kesel saja orang ini.
Oke.
Aku akan kembali. Tapi kunci pintunya.
Sialan.
Kunci.
Di sana.
Luka tembak di kiri...
Pertama, tiga aturan.
Aku tahu aturannya. / Satu, tanpa nama.
Dua, dilarang...
membahas kegiatan ilegal.
Tiga. Aku hanya akan terlibat jika pekerjaan...
sudah disepakati broker.
Aku mengerti.
Aku janji akan menjaga kerahasiaan pekerjaan ini...
kepada siapa pun, termasuk kepolisian.
Kau setuju?
Ya, aku setuju aturanmu.
Sekarang, tolong bantu dia.
Bantu angkat dia.
Hei!
Pegang ini. / Apa?
Angkat. / Aku?
Hei!
Lihat!
Pasukan infanteri sudah datang.
Bersenjata? / Tidak.
Penghuni lain? / Hanya sedikit.
Awasi tangga utara.
Bagus.
Ambilkan handuk basah.
Siap.
Sialan.
Semua dengar!
Mereka tak punya ponsel,
tapi pasti mencarinya...
atau internet.
Cari apartemen yang masih dihuni...
geledah dari situ dulu.
Jake, Farrell, amankan gedung ini.
Selesaikan dengan rapi. Jangan ada saksi.
Polisi Boston. Buka.
Simms, awasi pintu belakang...
dan tangga darurat.
Ya, aku di sini.
Sal, hubungi pusat.
Alihkan semua panggilan 911...
dari gedung ini ke kita.
Dengar.
Jika ada yang kabur atau bicara ke siapa pun,
habislah kita. Kau mengerti?
Kita pertaruhkan segalanya,
jadi jangan buat kesalahan.
Polisi? Mereka di sini?
Syukurlah.
Aku tak mengerti.
Polisi?
Kerja sama dengan mereka?
Sialan.
Berarti mereka polisi.
Mereka akan awasi semua pintu keluar,
lobi, tangga,
menggeledah tiap lantai.
Ini terhubung ke mana?
Lift? Tidak.
Pasti ada yang di bawah. Mereka akan lihat.
Lihat saja.
Baterainya.
Lift bergerak.
Lantai dua.
Tiga.
Empat.
Lima.
Enam.
Enam. Mereka di lantai enam.
Ayo.
Namaku...
Sial, dia pakai telepon. Interkom.
Dia mau lapor.
Terima kasih sudah menelepon.
...ada penyanderaan di Gedung York, Roxbury.
Semua operator...
sedang sibuk,
- mohon, tunggu... - Aku tak bisa dengar, jadi dengarkan saja.
Hubungi Detektif Doug Slater,
Departemen C6, suruh kirim pasukan...
ke Gedung York di Roxbury, lantai 6.
...sedang sibuk.
Terima kasih sudah menelepon...
Keamanan Bedford, bisa dibantu? Halo?
Ada orang?
Berhenti!
Jatuhkan senjatanya!
Tiarap!
Sialan.
Kau tak apa?
Lift, mereka naik.
Ke lantai 7.
Sialan, dia bersenjata.
Punya pistol.
Tidak, pelurunya habis.
Itu pistolku!
Bajingan, dia rusaki kameranya.
Oke, dia di lantai 10.
Apa yang kau lakukan?
9! Mereka turun ke lantai 9!
Semua ke lantai 9!
Aku di lantai 9.
Apa-apaan ini? Sudah dibilang jangan tembak!
Tak ada siapa-siapa.
Tapi kita belum tahu.
Periksa semua apartemen...
di lantai ini. Sekarang, cepat.
Periksa lantai 9.
Polisi Boston. Ada orang? Buka pintunya.
Oh sial. Jangan bergerak.
Jangan bergerak.
Jangan bergerak. Kutembak kepalamu.
Oke.
Periksa semua tempat.
Jangan bergerak.
Jangan bergerak.
Jatuhkan pistolnya.
Jatuhkan pistolmu!
Jatuhkan.
Pistolmu!
Pelurunya habis.
Berlutut atau dia mati.
Tunggu. Oke.
Pelurunya habis.
Kosong.
Tendang pistolnya.
Bego tuli, pistol kosong.
Tembak dia!
Bukan bagian dari tugas.
Apa? Maksudmu apa?
Mau ke mana? Bajingan.
Hei!
Mereka di sini! Keduanya di sini!
Mereka di sini!
Sekarang!
Angel, masuk. Kau bilang apa?
Ulangi, Angel.
Angel, aku tak dengar.
Angel!
Arahkan ke matanya.
Aku kesana!
Selesai.
Apa-apaan ini?
Di mana mereka?
Di mana mereka? / Apa?
Apa yang terjadi? Di mana mereka?
Aku tak tahu.
Tidak tahu?
Mereka tadi di sini, lalu...
Sepertinya sudah pergi.
Astaga.
Sial.
Kenapa mereka tinggalkan senjataku?
Kenapa senjataku di sini?
Apa tujuan mereka ke sini?
Kenapa senjataku ditinggalkan?
Angel,
apa yang mereka lakukan?
Aku tidak tahu.
Ponselku.
Sialan, baru saja kubeli.
- Ambil senjata ini. - Oke.
Kutelepon ponselmu.
Tunggu, dia itu tuli.
Petugas medis bicara dengannya, tapi dia tak dengar sama sekali.
Orang itu pakai alat bantu dengar, Angel.
Dia akan hubungi 911, dan pusat akan menuntun kita ke dia.
Mungkin dia lebih cerdik.
Tahu tidak?
Ya, ini Lynch. Narkoba.
Kau harus lacak ponsel itu. Ya, sekarang.
Sekarang!
Dengar itu?
Cuma musik yang kudengar.
Di sana. Cepat.
Serius? Pergi!
Sialan. Oke.
Hanya...
Pergilah.
Mau aku minggir? Kenapa tidak...
Keluarkan truknya, brengsek!
Ayo, keluar! Singkirkan truk ini.
Simms, berhenti main polantas...
dan fokus pada tugasmu.
Di mana mereka?
Ada petunjuk?
Lantai 1 s/d 3 aman.
Naik ke lantai 4. / Bagus.
Dan cari siapa yang mutar...
musik keras itu...
dan usir dia!
Oke.
Frank, ada apa ini?
Ada apa ini? Doug, tunggu, dengar.
Aku tak bisa dengar apa-apa. Alat bantu dengarku rusak.
Tunggu.
Doug, aku bersama Ava Fremont,
saksi, di gedungnya.
Dia dalam bahaya, aku juga.
Aku tak bisa dengar, jadi dekatkan wajahmu...
ke layar saat kau bicara.
Ava akan baca bahasa bibirmu...
dan menberitahuku.
Oke.
Apa-apaan ini?
Semua berantakan.
Kalau ada yang lapor suara tembakan?
Kalau mereka kirim pasukan? / Tidak.
Farrell dan Potter yang akan urus,
beri tahu semua orang kalau situasi...
sudah aman, oke?
Cerita overdosis tak bisa dipakai lagi.
Angel, kita yang akan selidiki ini.
Apa yang kita katakan itulah ceritanya.
Kalau kita ancam mereka saja?
Misalnya kita bilang,
jika mereka buka mulut, kita kejar mereka dan keluarganya?
Kau yakin orang ini takut sama kita?
- Aku tak tahu. - Kalau ada yang bicara,
habislah kita.
Percayalah, pasti ada yang akan buka mulut.
Seseorang akan membuat kesepakatan.
Menurutmu Simms akan diam,
demi menyelamatkan dirinya?
Kalau Potter?
Kau mau pertaruhkan masa depanmu pada polisi patroli?
Tidak.
Baik, dengar, bro.
Ya.
Kita semua punya alasan kenapa kita di sini, kan?
Sal, dia punya rumah di Cape, kan?
Ya. / Kau punya motor Ducati.
Dan aku punya Gemma.
Semua biaya medis, terapinya...
Jadi menurutmu...
aku akan tinggalkan putriku...
hanya karena masalah kecil ini? Begitu?
Menurutku tak begitu.
Oke.
Ayo habisi bajingan ini.
Nama? Aku tak tahu.
Mereka tembaki kami. Pasti unit penyamaran,
dari distrik lain.
Frank, kau bawa senjata?
Tidak. Mereka semua bersenjata. 6 orang, 2 polisi.
Dougie, bawa bantuan.
Bertahanlah.
Aku ke sana sekarang.
Akan kuusahakan.
Sinyal terdeteksi.
Sialan.
Farrell, Potter, ke atas lantai 10.
Pakai jaketmu. Ayo!
Kita akan menangkapnya.
Uang, selalu soal uang.
Setiap transaksi di area mereka, ada bagian untuk mereka.
Dia mungkin serakah.
Itu tanda kalau mereka penguasa di sini.
Mereka berdalih gaji kurang,
seolah ini hak tambahan.
Katanya mereka justru menekan tingkat kejahatan.
Hei.
Mereka sesama polisi,
menjaga ketertiban.
Kita buat ini terlihat asal-asalan.
Orang-orang ini bukan polisi.
Cuma preman berlencana.
Pintu.
Aman!
Sialan!
Sialan!
Minggir, sialan! Minggir!
Mereka ke tangga!
Aku butuh sinyal lagi.
Sialan.
Sal, ada sinyal di tangga utara.
Mereka turun. Pergi kesana.
Sal, ketemu mereka?
Sal! Ketemu mereka?
Hei, sayang. Masih bagus.
Ponsel sialan! / Hei, sialan!
Ponselnya jatuh dari atas,
jadi mereka masih di sini!
Dengar.
Aku dan Angel mulai dari atas,
kalian dari bawah, periksa...
semua pintu sampai ketemu mereka.
Mengerti?
Kenapa masih berdiri saja?
Pergi! Cepat!
Aku tak bisa seperti dulu lagi.
Aku tak bisa jadi polisi lagi.
Doug.
Apa? Dia sendirian?
Dia tak bawa bantuan.
Dia masuk ke jebakan.
Kita harus turun sekarang.
Oke.
Oke, pegang ini, turun.
Atau kita lompat.
Angkat tangan, bajingan.
Sudah ketangkap. Di lift lantai 6.
Tahan mereka di situ. Aku ke situ sekarang.
Angkat tangan sekarang!
Angkat tangan! Sekarang!
Lompat.
Hei, mundur dan angkat...
Apa itu barusan?
Tekan lantai enam.
Dimana mereka?
Tidak ada di sini, bodoh.
Tangga darurat aman.
Farrell, kau di mana?
Farrel?
Mereka di terowongan lift,
turun ke lobi.
Turunkan senjatamu, pelan-pelan.
Senjatamu, pelan-pelan.
Kuturunkan pelan-pelan.
Mana partnermu? / Aku tidak bersenjata.
Jatuhkan pistolnya!
Jatuhkan pistolnya, brengsek.
- Jatuhkan! - Sialan. Baiklah.
Frank, lakukan.
Tendang pistolnya.
Jangan bergerak.
Maaf, Frank.
Kau harusnya tak kembali.
Kenapa kau kembali?
Kau mau sok jadi pahlawan?
Ini salahmu, Frank. Semua gara-gara kau!
Tangkap dia!
Jangan! Tidak! Kumohon!
Perlihatan tangannya. Biar kulihat.
Bangsat.
Baik, kalian berdua, keluar dari sini.
Semakin sedikit orang di sini, makin baik. Pergi.
Ayo selesaikan ini.
Jangan melihatku begitu.
Kuambil kesempatan ini demi keluargaku...
dan anak-anak.
Jadi, aku ambil.
Dan akan kulakukan lagi...
Kenapa kau bicara padanya? Dia tak bisa dengar.
Dia tahu apa yang kumaksud.
Bawa dia ke kamar.
Lewat sini.
Duduk!
Hei, Angel.
Ini.
Kau tahu cara gunakan ini. Sebarkan.
- Buat seolah itu sungguhan. - Aku tahu.
Oke.
Dua mayat?
Bagaimana kau menjelaskannya?
Tidak harus dua.
Ini...
untuk tutup mulut.
Mengerti? Diam saja
Anggap ini kompensasi untuk lukamu.
- Kau pantas menerimanya. - Dia memang pantas.
Aku muak dengan bajingan ini.
Baca bahasa bibirku.
Pilihannya cuma ini atau itu.
Paham, kan?
Ayolah, Frank, lakukan demi Sam.
Setidaknya, lakukan demi Sam, agar hidupnya lebih baik.
Itu yang sebenarnya penting.
Tahu tidak? Waktumu lima detik.
Lima, empat, tiga, dua...
- ...satu! - Oke, aku setuju.
- Oh ya? - Tapi...
Bayar dulu 50K.
50?
Apa maksudnya, 50?
Kau pasti sudah gila!
Hei, ayo.
Jangan kira mau...
kuberikan bagianku untuk bajingan ini, kau salah besar...
Ayo, urus dia.
Oke.
Tapi kau bernyali juga, Frank.
Ayo, kita pergi.
Ya.
Tindakanmu sudah tepat. Kau sudah berusaha semampumu untuknya.
Satu pecandu mati, dunia jadi lebih baik.
Hei! Sial!
Sialan! Orang ini!
Hei!
Katamu dia bukan masalah!
Harusnya dia bantu kita cari tahu informasi jalang itu.
Baik, biar aku urus dia.
Tidak! Pergilah ke lobi...
dan pastikan tidak ada yang masuk lagi.
Sekarang, pergi!
Apa rencanamu, Mase? Apa rencanamu?
- Sal, dia kabur. - Apa?
Cepat ke tangga darurat sekarang!
Sial.
Hei!
Ayo.
Ayo.
Hei.
Tak apa.
Dengar semua.
Dia akan kembali untuknya.
Simms, jaga tangga darurat di lantai 11,
jaga-jaga jika mereka naik ke atap.
Angel, kau di lantai 10, tunggu di depan pintunya.
Jangan beri dia kesempatan kedua lagi.
10 menit?
Sal, kau di situ? / Sudah di posisi.
Arahkan saja ke jendela itu.
Oke. Arahkan ke sana.
Oke?
Simms, lokasimu di mana?
Aku di lantai 11.
Slater? / Ya, aku di sini juga...
bajingan.
Angel? / Aku sudah di posisi.
Artinya mereka terjebak.
Tetap di tempat! Akan kubereskan ini sendiri.
Hei. Korek.
Sial!
Oke.
Jalang itu masih hidup!
- Angel, dobrak masuk! - Serius?
Aku butuh pengalih perhatian. Dobrak!
Pintunya tak mau terbuka.
Kalau begitu tembak saja!
Sialan!
Dia bakar tempat ini!
Mase!
Hei, ada rencana atau tidak?
Tetap di situ. Mereka terjebak.
Asap akan mengarahkan mereka kearahku.
Sial.
Sial. Ada apa ini? / Banyak orang yang nonton.
Sialan.
Sial, Mase, mau apa kita di sini?
Persetan. Aku pergi.
Mason, apaan kau... / Sialan!
Mase, keluar dari situ.
Selamat menikmati pertunjukannya.
Mase, apa rencanamu?
Mase!
Sialan!
Apa-apaan ini?
Hei, bajingan!
Kau tak apa? Oke, ayo.
Ada apa ini?
Berantakan sekali. Kita pergi.
Semuanya berantakan.
Hei!
Biarkan saja dia. Ayo keluar.
Frank!
Ya ampun! Apa yang kau lakukan?
Aku tak bisa melihat!
Mereka kemana?
Di bawah sana, pintu terakhir!
Oke, habisi dia.
Persetan kau. Kenapa aku?
Ini semua gara-gara kau, jadi kau harus habisi dia!
Sialan.
Frank?
Dasar bodoh.
Ava!
Tolong!
Dia overdosis!
Hati-hati kepalanya!
Pupilnya mengecil. Cepat pompa dia!
Aman!
Aman!
Donasi seikhlasnya: https://trakteer.id/comelmuewa/link
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.