Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Awalnya, itu mendatangi Ibu sebagai ular.
Lalu sering berubah wujud untuk menyiksanya.
Tapi, Ibu anak yang patuh.
Dia turuti orang tuanya dan tak pernah melepas tali itu.
Jadi, selama di luar rumah, Roh Jahat tak bisa menyentuhnya.
Karena sentuhan Roh Jahat...
membuatmu berbuat jahat.
Oh rumah berkah dari kayu tua.
Pelindung bagi jiwa yang baik dan tulus.
Kami akan menjagamu tetap terang dan tak pergi jauh.
Surga ada di dalam rumah ini.
Samuel, Nolan, 10 menit lagi, nak.
9 menit lagi, Nolan.
Ibu bilang, di hati kita cuma ada cinta.
Makanya Roh Jahat begitu menginginkan kita.
Mau menghancurkan cinta ini.
Agar kita saling benci.
Saling bunuh.
Seperti yang menimpa orang-orang di luar sana.
Satu sentuhan saja, tanpa tali.
Dan rumah ini tak bisa lagi menyelamatkanmu.
Habisin.
Bagus.
Suara kodok nyaring terdengar semalam.
Musim semi akan tiba.
Kita sudah siap.
Hari yang baik untuk menjalani hari baik.
Jangan beri makan anjing.
Bukan cuma kita kelaparan.
Aku makan tak sebanyak dirimu.
Ibu?
Boleh kita dengarkan nanti malam?
- Ini bukan bulan baru. - Aku cuma tanya Ibu.
Sebaiknya kita tunggu. Jika tidak, nanti tak terasa berkesan.
Sudah kubilang.
Nanti kau akan terbiasa.
Di sini Roh Jahat tak bisa menyentuhku,
dari pagi hingga malam, setiap hari.
Meski hutan berbahaya,
tapi kita aman terlindung di sini.
Lihat itu?
Ayo, Koda, bawakan kelinci besar untuk kita.
Siap semuanya?
Jangan sampai lepas.
Jangan sampai lepas.
Ibu pernah bilang,
bahkan sebelum Roh Jahat merasuki orang,
dunia sudah jahat.
Makanya si Jahat datang.
Orang-orang menerimanya,
meski mereka tak sadari.
Lepaskan mereka.
Tapi Nenek tahu.
Dan cuma Kakek yang mempercayainya.
Kakek orang baik dan membangun tempat ini buat Nenek.
Rumah suci, terlindung dari Roh Jahat.
Rumah bagi keluarga,
jauh dari bahaya dunia.
Hidup di sini dulu terasa damai.
Seiring waktu, Nenek mulai merasakan ada...
sesuatu yang jahat.
Di hutan,
semakin kuat.
Dia tak mau lagi keluar rumah.
Jadi, Kakek mengikatkan tali...
ke pondasi rumah,
agar Nenek bisa keluar tanpa bahaya.
Lepaskan mereka, Junebug.
Nolan.
Apa yang kau lakukan?
Mengendurkan tali agar telurnya bisa diambil.
Jangan.
Bisa jadi itu jebakan.
Aku bisa ambil, telurnya di sana.
Berikan parangmu.
Tidak.
Biar Ibu yang putuskan.
Dia bisa ikat talinya.
Aku tak mau melepaskannya.
Kita tak sejauh ini cuma untuk mati kelaparan.
Apa yang bikin kau begitu yakin?
Karena aku lebih tua darimu.
Cuma 3 menit.
Tapi Ibu lebih menyayangiku.
Apa?
Apa?
Tadi bilang apa?
Aku tak bilang apa-apa.
Sam!
Sam!
Sam!
Nolan!
Samuel!
Sam!
Taliku.
Samuel!
Sam!
Sam!
Samuel!
- Samuel! - Sam! Sam.
Ayo.
Nolan!
Lari!
Cepat kembali ke tali
Tidak!
Tidak
Oke.
Si Jahat menyentuhmu?
Si Jahat menyentuhmu, Nolan?
Kayaknya tidak.
Pegang kuat talinya.
Lihat apa? Bu, ada apa?
Tarik napas.
Tarik napas.
Tenang. Tarik napas.
Tarik napas.
Berlutut.
Ibu harus pastikan.
Jangan lihat aku.
Sentuh kayunya!
Tangan di rubanah.
Ucapkan.
Ucapkan!
Oh rumah berkah dari kayu tua.
Pelindung bagi jiwa yang baik dan tulus.
Kami akan menjagamu tetap terang dan tak pergi jauh.
Surga ada di dalam rumah kita.
Oke, berdiri.
- Apa yang terjadi? - Aku tak sengaja.
Aku injak talinya...
Kau sudah gila?
Tenang, Bu. Dia tidak...
Diam! Sedetik lagi, semua sudah berakhir.
Kita semua!
Tali itu nyawamu.
- Maaf. - Ibu tak butuh maaf!
Gunakan akalmu!
Bisa digerakkan?
Sepertinya patah.
Jangan cuma bengong. Ambilkan penyangga kakinya.
Ibu tahu.
Ayo, tak apa.
Tadi wujudnya seperti apa?
Seperti Nenek.
Mau menakutiku.
Sama seperti dulu menakuti Nenek.
Itu saja yang ada untuk hari ini.
Jangan makan buru-buru.
Memang enak.
Dulu Ibu bersyukur...
Roh Jahat tak pernah mengusikmu.
Lalu, ibu mengerti apa rencananya.
Ibu belum pernah cerita.
Tapi pernah sekali....
muncul dalam wujud gadis kecil,
menangis minta tolong.
Dia berdiri tepat di ujung taliku.
Kakinya tersangkut di lubang tikus.
Dia menjerit kesakitan.
Tulangnya...
terlihat keluar.
Ibu terus meyakinkan diriku kalau itu tak nyata.
Tapi jeritannya terus terdengar berhari-hari.
Setiap pagi,
aku keluar memeriksa,
berharap Roh Jahat itu menyerah.
Tapi dia masih di sana,
kulitnya berubah biru keabu-abuan.
Baunya...
Ibu heran kenapa dia masih di sana.
Kenapa?
Karena dia mau aku dekati gadis itu.
Si Roh Jahat itu ingin aku ragu.
Agar melepas talinya.
Roh Jahat itu licik...
dan sabar.
Seperti ular yang kau lihat di hutan.
Bisa menyamar dalam berbagai wujud.
Dan tipuan terbesarnya,
memanfaatkan kalian.
Seiring waktu,
kau akan lupa kalau itu ada.
Saat kau lengah.
Dia akan menangkapmu!
Satu sentuhan saja,
tanpa tali,
cukup...
untuk merasuki salah satu dari kita,
dan masuk ke rumah ini.
Jangan pernah...
lepaskan talinya.
Jangan pernah lepaskan.
Berapa lama?
Sekitar sejam.
Terasa lebih lama malam ini.
Kau membayangkannya?
Ya.
Ceritakan.
Kubayangkan semuanya hilang.
Ibu.
Sam.
Koda.
Rumah.
Tak ada lagi selain kegelapan.
Terus apa?
Aku teringat kita lahir di rumah ini,
yang selalu melindungi kita setiap hari.
Kegelapan itu pun berangsur hilang.
Lihat sekeliling.
Lihat betapa beruntungnya kalian.
Semua impian kalian jadi kenyataan.
Roh Jahat tak bisa menyentuhmu di sini.
Samuel, giliranmu.
Bersihkan jiwamu.
Ingat, lupakan kami semuanya, lalu cari lagi.
Isi rubanah dengan cintamu.
Ingatkan rumah ini kenapa kita pantas dilindungi.
Boleh aku bergerak?
Tidak.
Nolan, aku gatal.
Kubilang, "Jangan bergerak."
Hanya gatal sedikit.
Oke.
Sudah cukup.
Itu sayap burung hantu?
Aku bisa terbang ke mana semauku.
Dan makan semaumu.
Konon,
ada seorang anak yang bisa terbang...
dan menangkap semua tupai di pepohonan.
Hei, Sam.
Saat talimu putus,
ada yang aneh?
Seperti apa?
Sesuatu yang aneh.
Ini baru pertama kali talinya terlepas.
Dan tak ada yang terjadi.
Sebab gagal menyentuh kita.
Ya.
Kalau itu terjadi,
Ibu akan membunuh kita?
Seperti dia membunuh Papa?
Membunuh Nenek dan Kakek?
Roh Jahat menyentuh mereka.
Dia melindungi kita.
Aku tahu.
Apa?
Tak ada apa-apa.
Pernah kau mau berjalan bebas seperti Koda?
Bebas tanpa tali di dadamu?
Tapi Koda hanya seekor anjing.
Roh Jahat tak tertatik sama hewan.
Pernah ingin melihat dunia seperti yang dia lihat?
Meski hanya sekali?
Hari ini aku merasakan sesuatu mendekat.
Kau cuma takut.
Kenapa kau tanyakan soal ini?
Ibu tak pernah bohong.
"Dia lebih sayang padaku."
Itu yang kudengar sebelum talimu kuinjak.
Aku tak bilang begitu.
Aku tak bermaksud ini terjadi.
Aku tahu.
Oh rumah berkah...
dari kayu tua.
Rumah...
istriku yang kabur.
Hei, Junebug.
Ada apa?
June!
June!
June, ini aku.
Sudah lama sekali.
Tuhan, aku merindukanmu.
Boleh kulihat mereka?
Kau belum bertahu siapa ayah mereka sebenarnya.
Aku mengerti.
Karena kau harus jujur soal dirimu.
Benarkan, Junebug kecilku?
Aku bukan dia lagi.
Dulu kau menyukainya.
Apa rencanamu?
Aku mengenalmu.
Kau tak pernah punya rencana.
Sebaiknya serahkan mereka padaku.
Atau mau mereka kelaparan?
Hari ini aku hampir berhasil.
Cepat atau lambat,
kau akan menyerah.
Dan saat itu tiba...
akan kupaksa kau memakan anak-anakmu.
June!
June!
Hati-hati. Jangan sampai akarnya rusak.
Menurutmu ini akan membaik?
Belum tahu.
Musim dingin kemarin menyulitkan kita.
Kita cuma bisa berharap.
Apa?
Tak ada.
Cuma melihat tatomu.
Katanya kau buat itu di kota.
Tapi Ibu juga bilang Roh Jahat sudah di sana,
membunuh orang-orang.
Aku tak mengerti...
Tatonya kubuat sebelum semuanya terjadi.
Saat bertemu Papa-mu.
Dulu, aku orang yang berbeda.
Masih menakutkanmu?
Tidak lagi.
Sekarang malah suka.
Kenapa?
Karena itu adalah masa lalu Ibu.
Dunia yang lama.
Dunia penuh penderitaan dan kesedihan?
Apa bagusnya di masa itu?
Tidak tahu.
Saat seusiamu,
aku juga banyak bertanya
dan aku tak selalu mempercayai ibuku.
Makanya kau pergi?
Tak kusangka akan kembali ke sini.
Tapi cuma tempat ini yang teraman bagi kalian.
Tapi kalau si Jahat itu...
menyentuh kita dan masuk ke rumah?
Apa jadinya?
Kita akan saling bunuh.
Begitulah dunia ini berakhir.
Kok bisa tahu kita sendirian?
Mungkin ada rumah lain yang juga dilindungi.
Itu bisa menenangkan hatimu?
Kita tak akan terus hidup sendiri.
Kita tak sendirian, Nolan.
Kita selalu bersama.
Itulah yang terpenting.
Hanya kita yang ada sekarang, sayang.
Kini dunia hanyalah kita.
"Dahulu kala,
di dekat hutan lebat,
hiduplah seorang penebang kayu miskin, bersama istrinya dan dua anaknya,
"yang cowok bernama Hansel...
dan cewek bernama Gretel.
"Suatu ketika, di tengah kelaparan melanda,
dia tak sanggup mencari makan sehari-hari."
Di suatu malam, sambil berbaring, sang penebang kayu...
menghela napas...
dan bertanya pada istrinya,
Bagaimana nasib kita nanti?
Bagaimana aku bisa beri makan anak-anak...
kalau kita sendiri kelaparan?
"Suamiku," jawab istrinya,
besok pagi sekali...
kita bawa mereka...
ke hutan yang paling jauh.
"Kita nyalakan api...
dan beri mereka sepotong roti.
"Lalu kita pergi bekerja...
dan meninggalkan mereka.
"Mereka tak akan tahu cara pulang."
"Dan kita akan terbebas dari mereka."
Ini baru.
Yakin?
Kau lihat sendiri, kan?
Ini bulan baru.
Benar kan, Ibu?
Boleh malam ini kita dengar musik?
Ayolah, Bu.
Nolan?
Nolan.
Kau masih tidur?
Nolan.
Tidur lagi.
Kau lupa loncengmu lagi.
Lebih enak pakai getah.
Ya.
Agar tak terasa kayu.
Kita sudah berusaha sebisanya.
Makan.
Ibu?
Sam?
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Koda.
Sentuh kayunya.
Ucapkan!
Oh rumah berkah dari kayu tua.
Pelindung bagi yang baik dan suci.
Kami akan menjagamu tetap terang dan tak pergi jauh.
Surga ada di dalam rumah ini.
Ucapkan lagi.
Oh rumah berkah dari kayu tua.
Lagi!
Oh rumah berkah...
- dari kayu tua... - Lebih keras!
Pelindung bagi yang baik dan suci!
Ibu.
Ibu!
Aku mau pipis, Ibu!
Ibu!
Kegelapan itu sudah hilang, kan?
Sam.
Kau sudah bangun?
Tidak.
Sam.
Sam!
Ya.
Kita harus keluar dari rumah.
Malam, Nolan.
Aku serius.
Sam!
Mau keluar dengan cara apa?
Begitu kita lepas talinya, si Iblis itu akan mengejar.
Kita hapal hutan ini.
Jika kita saling jaga,
mungkin kita bisa lolos.
Kalau Ibu?
Kita kembali lagi setelah temukan makanan.
Ibu tahu yang terbaik buat kita.
Sepertinya Ibu sudah berubah.
Lihat dia?
Dia juga kelaparan.
Tapi dia selalu punya cara.
Kali ini, kita yang harus bantu.
Dengan tidak menurutinya?
Kau yakin mau melepas tali itu?
Aku bisa lepas talinya,
tapi tak bisa melepasnya dari saudaraku.
Terlalu berbahaya.
Maaf.
Ini alat istimewa.
Namanya kamera.
Apa fungsinya?
Mengambil gambar.
Segala yang terlihat akan terekam oleh mata kecil ini.
Arahkan dulu,
lalu tekan tombol ini dan...
Hasil jepretannya langsung keluar.
Seperti ini.
Ini Ibu...
dari dunia lama.
Beneran ini Ibu?
Hati-hati.
Dulu Ibu berbeda.
Atau yang ini.
Aku foto di teras luar.
Sam.
Ini kita?
Dan ini Koda.
Ya.
Kau bisa foto apa saja.
Tapi foto bagus...
menampilkan lebih dari yang terlihat di kamera.
Momen spesial yang terekam,
seolah tak berubah.
Bisa juga menampilkan perasaan.
Seperti cinta.
Dimana Papa?
Dia yang foto.
Ada fotonya?
Hanya dua yang kusimpan.
Ada satu lagi di sana.
Sudah kusimpan.
Saat apa?
Carilah momen yang tepat.
Mungkin nanti kau temukan...
yang mengingatkan alasan kita hidup.
Meski hanya hal kecil.
Karena hidup kadang keras.
Tapi saat kita ingat alasan kita bertahan,
kita jadi kuat lagi.
Ini...
akan jadi salah satu momen sulit.
Kita sudah melewati musim dingin...
yang parah, kan?
Tapi tak ada yang separah ini.
Semua tanaman...
habis.
Akar tergenang air.
Hewan-hewan belum kembali.
Masih ada air.
Tapi masih cukup...
beberapa minggu.
Mungkin sebulan.
Tak lama lagi...
tubuh kita...
mulai melemah.
Kita akan mati.
Jadi, cuma ada satu pilihan.
Dan itu Koda.
Apa?
Kita bisa asinkan dagingnya.
Mungkin bisa bertahan sebulan...
- sebelum busuk. - Tidak!
Aku tahu kalian menyayanginya. Kita semua sayang.
Tapi dia sudah tua sekali,
dan sudah lama dia tak dapat tangkapan.
- Kodok masih bisa dimakan. - Itu tak akan cukup.
Aku makan kulit pohon, serangga. Tak masalah, Bu. Sungguh.
- Nolan. - Mungkin aman kita pergi.
Aku pernah ke luar tanpa tali.
Roh Jahat bisa menyentuhku, tapi tidak.
Karena dia sengaja.
Dia ingin kau meragukanku. Dan lihat...
kau sudah melakukannya.
Kalau Ibu salah? Kalau dunia luar masih ada?
Inilah dunia yang ada!
Di luar sana tak ada apa-apa!
Hanya rumah ini atau Mahkluk Jahat itu. Cuma itu!
Tidak. Disinilah jahat.
Memakan keluarga itu jahat!
Andai kita kelaparan, mau diberi makan apa anjingnya?
Mau mati?
Aku tak mau mati, juga sahabatku!
Tapi ini tak adil!
Dia selalu menjaga kita!
Tanya Samuel saja.
Dia akan setuju denganmu.
Dia bisa bicara sendiri.
Samuel?
Kita tak punya pilihan.
Aku membencimu! Benci kalian berdua.
Aku benci rumah ini!
Ayo, Koda.
Bu, aku bisa jika kau mau.
Tidak.
Tidak.
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Koda!
Tidak!
Tidak! Ibu, kumohon!
Kumohon, tidak!
Koda!
Koda!
Kumohon!
Kau anjing baik.
Terima kasih...
sudah menjaga kami.
Kau anjing baik.
Ibu.
Nolan.
Itu tak nyata.
Dengar.
Kau harus lihat.
Lihatlah tak ada yang perlu ditakutkan!
Si Jahat itu ingin kau berpikir begitu, sayang. Jangan!
Tidak! Jangan.
Tidak.
Nolan! Buka pintunya.
Nolan!
Buka pintunya.
Nolan!
Nolan, ibu bohong.
Aku tak beritahu semuanya. Aku yang bawa Roh Jahat itu.
Roh Jahat itu nyata!
Jika menyentuhku dan masuk ke rumah ini,
akan memaksaku membunuhmu!
Buka pintunya.
Kumohon!
Buka pintunya!
Nolan!
Ibu!
Anak kambing nakal.
Anak kambing nakal.
Kambing bandel, duduk di kursiku.
Ayo sini,
akan kubuat kau tak bisa duduk lagi.
Ada di sini!
Ada di sini!
Ibu!
Sialan. Apa-apaan?
Nakal!
Nakal!
Kambing nakal, meracuni makananku.
Anak kambing bandel.
Nakal!
Sudah kubilang,
kau akan makan anak-anakmu.
Kau tak akan bisa masuk.
Tidak!
Ibu!
Ibu?
Bangun, Bu.
Ibu, bangun!
Tak apa, Bu. Aku akan ikat talinya.
Tenang saja, Ibu.
Ibu, kumohon.
Oh rumah berkah dari kayu tua.
Pelindung bagi jiwa yang baik dan tulus.
Kami akan menjagamu tetap terang dan tak pergi jauh.
Surga ada di dalam rumah kita.
Ibu, kumohon.
Ini sudah rumah kita, Bu.
Kau bisa bangun. Kumohon, Ibu, bangun.
Aku membutuhkanmu.
Kumohon, Bu.
Oh rumah berkah dari kayu tua.
Pelindung bagi jiwa yang baik dan tulus.
Kami akan menjagamu tetap terang dan tak pergi jauh.
Surga ada di dalam rumah kita.
Ibu, kumohon.
Kumohon, Bu.
Koda!
Koda!
Koda!
Koda!
Kembali!
Koda!
Kubuat teh daun pinus.
Ini bisa menahan rasa laparmu.
Itu kau tadi di luar?
Di luar mana?
Tadi kulihat...
di hutan,
menertawakanku karena gagal menyelamatkannya.
Mungkin kau cuma mimpi.
Sentuh kayunya.
Sentuh.
Oh rumah berkah dari kayu tua.
Pelindung bagi jiwa yang baik dan tulus.
Kami akan menjagamu tetap terang dan tak pergi jauh.
Surga ada di dalam rumah ini.
Oke.
Sekarang minum.
Kau butuh udara segar.
Takkan kubiarkan kau mati.
Tolong!
Tolong!
Halo!
Tolong!
Permisi!
Hai.
Maaf mengganggu. Aku cuma...
Saat aku tadi mendaki....
kudengar seperti ada yang minta tolong.
Apa itu kau tadi?
Aku...
Kukira tadi cuma salah dengar.
Kukira tak ada siapa-siapa di sini.
Ini...
Kau tak apa?
Siapa namamu, nak?
Nolan.
Maaf, tak kudengar.
- Nolan. - Nolan.
Hai, Nolan. Aku Cole.
Salam kenal.
Jadi...
Di mana keluargamu? Masih di sini?
Ibuku sudah meninggal.
Turut berduka cita.
Apa penyebab kematiannya?
Adikku sakit. Dia butuh makan.
Oke.
Ada makanan di ranselku.
Tahu,
Nolan, trukku sekitar 8km dari sini,
aku bisa mengantarmu dan saudaramu... / Mundur!
Oke.
Oke.
Aku tak bermaksud jahat.
Nolan bilang kau sakit.
- Kami bukan orang bodoh. - Sam.
Aku tak bilang kalian bodoh.
Aku merasa ada yang butuh bantuan.
Kau yang bunuh ibuku.
Tidak, nak. Aku...
Aku tak kenal ibumu. Oke?
Ini semua hanya salah paham.
Maafkan aku. Aku akan pergi sekarang...
- Oke? - Jangan bergerak.
Oke. Tenanglah.
Kalau dia manusia beneran?
Dulu kita bahagia.
Dengar, oke?
Aku cuma mau berbalik dan pergi.
Kembali ke tempatku tadi.
- Cuma... - Kubilangi, "Jangan bergerak!"
Semua baik-baik saja.
- Biarkan dia pergi. - Semuanya baik saja.
Lepaskan dia, Sam.
Kumohon.
Sudah selesai.
Dia sudah pergi.
Tidak!
Sam...
Tolong aku!
Tolong!
Nolan, jangan.
- Dia bilang punya makanan. - Itu jebakan.
Tolong aku!
911, butuh bantuan apa?
Pak?
Pak, dengar aku?
Bisa beritahu...
Pak...
Pak, beritahu kau dimana.
Makanan dari pria itu.
Dia sudah mati.
Itu bukan manusia.
Cobalah.
Kau lepaskan?
Tidak.
Aku menyentuhnya dengan tali terikat.
Jika dia si Jahat itu, dia pasti takkan melepasku.
Kau belum juga mengerti.
Kau dibodohi lagi!
Coba saja.
Tidak.
Mungkin makhluk jahat itu memang tak ada.
Ibu membohongi kita.
Masih ada orang lain di luar sana.
Jika kita yakin tak ada apa-apa di luar sana,
kita pasti tak mau meninggalkannya.
Dia bunuh diri demi melindungi kita,
tapi kau tetap tak percaya!
Coba saja!
Kau akan tahu itu nyata!
Kau akan merasa baikan!
Aku janji.
Dulu,
ada dua saudara yang saling percaya.
Dia menyayangimu!
Dia menyayangimu.
Dan aku menyesal atas perbuatanku.
Tapi kita tidak aman.
Kita akan mati.
Yang penting kita akan bertemu Ibu lagi.
Semoga kali ini itu cukup bagimu.
Halo?
Siapa itu?
Koda?
Halo?
Ibu?
Halo?
Aku lagi mencari ayahku.
Dia menyuruhku tunggu di mobil,
tapi belum kembali.
Bisa turunkan senternya?
Makasih.
Bagaimana kau bisa kesini?
Kuikuti jejak kakinya di lumpur.
Tinggi, berambut hitam, beruban di samping kepalanya?
Lihat dia?
Kenapa ada tali di pinggangmu?
Untuk melindungiku.
Dari apa?
Dapat dimana senter itu?
Itu senter ayahku.
Aku khilaf.
Aku tak bermaksud begitu.
Apa maksudmu?
Dimana dia?
Apa yang kau lakukan?
Kau apakan dia?
Kukira dia Mahkluk Jahat itu.
Tidak, tunggu!
Kukira dia si Jahat itu!
Kembali!
Kembali!
Talinya... Oh, tidak.
Kumohon! Kembali!
Aku tahu dia nyata.
Sam!
Sam!
Sam!
Nolan!
Sam?
Sam!
Nolan!
Sam!
Sam!
Kau di mana?
Tidak!
Sam?
Itu tak nyata.
Itu tak nyata.
Sam.
Kenapa potong taliku?
Sam.
Sam.
Oh rumah berkah dari kayu tua.
Pelindung bagi jiwa yang baik dan tulus.
Kami akan menjagamu tetap terang dan tak pergi jauh.
Surga ada di dalam rumah kita!
Hentikan, Sam!
Sam!
Sam!
Sam!
Sam!
Sam!
Sam! Jangan lakukan itu!
Rumah ini tak bisa melindungimu lagi.
Nolan?
Sini, sayang.
Sini.
Ibu tidak marah, Nolan.
Saat seusiamu aku juga begitu.
Ibu mau memelukmu lagi, sayang.
Ayo.
Anak manisku.
Ibu rindu sekali.
Kau bukan Ibuku.
Aku lihat kau apakan Sam.
Kau lihat siapa dia sebenarnya.
Aku cuma bantu dia melihatnya.
Lihat perbuatanmu.
Kau hancurkan keluargamu sendiri.
Dan aku bahkan tak perlu menyentuhmu.
Aku tak bermaksud begitu.
Tak apa.
Kau tak perlu takut lagi.
Kau bukan ibuku!
Aku lebih mencerminkan dirinya...
daripada dia sendiri.
Akulah kegelapan...
yang pernah menguasainya.
Akulah kegelapan yang kini menguasaimu.
Akulah kegelapan yang mengalir dalam darahmu.
Kau hanya...
perlu relakan.
Aku tak bisa!
Rubanah itu tak berguna bagimu.
Kau membayangkannya?
Ya.
Ceritakan.
Aku teringat kita lahir di rumah ini,
yang selalu melindungi kita setiap hari.
Kegelapan itu pun berangsur hilang.
Saat kita ingat alasan kita bertahan,
dan untuk siapa kita bertahan,
kita jadi kuat lagi.
Di sini Roh Jahat tak bisa menyentuhku,
dari pagi hingga malam, setiap hari.
Wahai rumah suci dari kayu tua.
Pelindung bagi jiwa yang baik dan tulus.
Jangan pernah lepaskan.
Jangan pernah lepaskan.
Kami akan menjagamu tetap terang...
dan tak pergi jauh.
Surga ada di dalam rumah kita.
Aku menyayangimu, Bu!
Kakakku. Aku harus cari kakakku.
- Kau sudah aman. - Kakakku.
- Tapi jangan tinggalkan dia. - Kau sudah aman.
- Tarik napas - Tidak! Dimana dia?
- Tarik napas. - Dimana dia?
Tarik napas. Tenang saja. Dia di sini.
Sam.
Aku di sini. Hei, Sam.
Aku di sini, Sam.
Aku di sini.
Kita bebas.
Kita bebas.
SEIKHLAS-NYA SAJA: https://trakteer.id/comelmuewa/link
Dia lebih menyayangiku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.