Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TOKOH, TEMPAT, ORGANISASI, KEJADIAN, GRUP,
DAN LATAR FILM INI ADALAH FIKSI, PANDUAN KESELAMATAN ANAK JUGA DITERAPKAN
PROGRAM INI DIDANAI OLEH DANA PENGEMBANGAN KOMUNIKASI
KEMENTERIAN SAINS DAN TIK
Aku polisi.
Kau tidak dengar?
Aku polisi. Jatuhkan senjata kalian!
Berhenti, Berengsek!
Aku baru saja menembakkan dua peluru kosong.
Yang berikutnya peluru sungguhan.
Jatuhkan senjata kalian.
Letakkan tangan di belakang kepala dan bersandarlah di mobil.
Di mana Choi Ro-hee?
Berengsek, kau marah atau apa?
Berhenti menatap!
Katakan yang kau tahu
di kantor polisi.
Sial.
Akhirnya aku menemukanmu, mata-mata berengsek.
Keluar.
Sudah kuduga ada yang janggal.
Penculik menelepon pengacara pemula
yang merupakan pegawai kontrak?
Aku tahu kau pernah mengenal Ro-hee, tapi ini terlalu mendadak.
Lagi pula, Ro-hee ada padaku.
Aku tahu kau akan mendapat bantuan.
Jadi,
aku yakin ada mata-mata.
Seorang wanita dengan suara tenang.
Sudah kuduga itu terdengar tidak asing.
Kenapa aku tidak mencurigaimu lebih dahulu?
Baiklah. Itu salahku.
Karena kau harus mencari tahu soal obat
yang terus disuntikkan ke Choi Ro-hee dan bagan virus itu,
aku akan membiarkanmu hidup untuk sementara.
Katakan kenapa kau harus hidup.
Waktu terus berjalan.
- Sial. - Kau meleset.
Katamu kau pandai menembak.
- Tentu saja, dalam permainan. - Apa kau...
- Apa... - Kau saja yang menembak!
Kau menyuruh anak kecil menembakkan pistol?
Jatuhkan pistolnya, Jackson.
Namanya "Jaden".
- Benar, Jason. - Namanya "Jaden".
Jaden?
Nama yang membingungkan.
Kita berdua menodongkan senjata
dan kau menyuruhku menjatuhkannya?
Itu sebabnya aku membawa ini.
Hei, itu berbahaya. Berikan ke mereka!
Kau tidak bisa menang sekarang, bukan?
Jatuhkan senjatamu.
Dokter Mo.
Baiklah, giliranmu bicara.
Kenapa kami harus membiarkanmu hidup?
Tidak bisa bicara, bukan?
Kau pikir nyawa manusia tidak berharga, bukan?
Besok pagi,
kau akan ke kantor polisi bersama kami.
Kita harus membayar perbuatan kita.
Kau dan aku.
Aku tidak tahu apa maumu,
tapi sebaiknya kau menyerah.
Mulai sekarang,
Ro-hee bukan subjek eksperimen lagi.
Idealis sekali.
Astaga.
Kau tahu berapa yang diterima Dokter Choi Jin-tae untuk eksperimen ini?
Menurutmu berapa banyak uang yang sudah diinvestasikan sampai sekarang?
Sudah kubilang, bukan?
Uang itu yang paling kejam dan kasar.
Kau pikir menyingkirkanku akan mengakhiri ini?
Ya!
Aku akan mengakhiri ini.
Ro-hee akan hidup sebagai gadis 11 tahun biasa.
Hanya itu yang bisa kulakukan sebagai penculiknya.
Kau...
Apa itu?
JJ.
Siapa namanya?
- Jaden. - Benar, Jaden.
Jika kau macam-macam dengan Ro-hee lagi
seperti ini...
akan kupastikan
kau tak bisa bergerak lagi.
Mengerti, Berengsek?
Jangan memperumit keadaan.
- Astaga, kau terlalu banyak bicara. - Jika kau...
- Tunggu. - Ada apa?
Kau hanya perlu menekan ini.
Ada vila yang bisa kita datangi di dekat sini.
Itu dikelola oleh pasangan tua, jadi, pasti aman. Ayo ke sana.
Baiklah.
- Ro-hee, masuklah. - Baiklah.
Apa ini tindakan yang tepat?
Untuk memublikasikan semuanya.
Mulai besok, aku tak akan berada di sisi Ro-hee.
Keselamatan Ro-hee adalah prioritasku.
Keadaan mungkin akan lebih berbahaya bagi Ro-hee.
Dia akan menarik perhatian dunia,
dan mereka yang berinvestasi dalam eksperimen ini melalui Jaden
bisa membahayakan Ro-hee.
Hal buruk mungkin terjadi dan semua tidak berjalan sesuai rencana.
Tapi Ro-hee yang kukenal
akan tetap kuat dalam situasi apa pun.
Dia tidak bisa hidup seperti ini selamanya.
Aku hanya perlu memercayainya.
Kau dan Pengacara Choi.
BAB 8. ANAK PERTAMA
POLISI
BERDASARKAN NOVEL HARI PENCULIKAN KARYA JEONG HAE-YEON
Nama.
Kau bahkan tidak mau menyebut namamu?
Kita pernah bertemu, dua kali.
Seorang polisi memergokimu di TKP,
menculik korban penculikan,
dan menyembunyikan penculik yang ditangkap.
Pengacara tidak akan cukup untukmu.
Kau mungkin butuh bantuan ilahi.
Sial.
Para bedebah itu juga tak mau bicara, dan mereka tak punya apa-apa.
Aku sudah memeriksa buktinya.
Tumpukan pertama adalah uang tunai, dan sisanya adalah potongan kertas.
Permainan apa yang kau mainkan?
Kau menegosiasikan uang tebusan untuk anak yang mati.
Apa maksudmu dengan mati?
Benar, maafkan aku.
Kurasa kau belajar apa arti hak diam dari film,
tapi kalian tidak bisa pergi karena tertangkap basah.
Tetap diam tidak akan mengubah apa pun.
TIM KEJAHATAN KEKERASAN 1
Kurung dia dan ajukan surat perintah.
- Baik, Pak. - Baik, Pak.
NOMOR PRIBADI
Halo, ini Park Sang-yun.
Ini Kim Myeong-jun.
Kau.
Di mana kau sekarang? Apa yang kau lakukan?
Aku meneleponmu untuk meminta bantuanmu.
Kurasa kau tidak berhak meminta bantuan.
Di mana Choi Ro-hee?
Dia masih hidup dan sehat. Jangan khawatir.
Begini...
Aku meneleponmu
karena aku butuh bantuanmu.
Silakan.
Negosiasi
akan dilakukan untuk Ro-hee hari ini.
Ro-hee...
akan bernegosiasi dengan keluarganya.
Apa maksudmu?
Untuk apa dia melakukan itu?
Mereka yang membayar tebusan untuk Ro-hee
ingin membuat publik percaya bahwa Ro-hee sudah mati.
Mereka yang mengurungku dan Ro-hee.
Tolong tangkap mereka.
Maka aku akan mengeluarkan Ro-hee dari sini dengan selamat.
Tapi satu hal.
Kau harus melakukan ini sendiri.
Kenapa?
Kurasa ada mata-mata di kepolisian.
Bagaimana aku bisa memercayaimu?
Kau tahu putriku, Hee-ae, bukan?
Dia dioperasi besok.
Aku berpikir untuk menyerahkan diri
setelah melihatnya selesai dioperasi.
Aku akan ke rumah sakit.
Tapi sebelum itu...
aku harus membawa Ro-hee ke tempat yang aman.
Aku akan menyerahkan diri...
setelah itu.
Katakan...
apa permintaanmu.
Halo?
Pak, aku punya camilan tengah malam.
Ini kesukaanmu, jokbal.
Baiklah.
TERBARU NOMOR PRIBADI
Astaga, apa yang kulakukan?
Selamat pagi, Dokter Mo.
Kau akan melepaskanku atau membunuhku?
Cepat pergi.
Kau tahu aku tidak bisa pergi.
Jika kau membebaskanku, hanya beberapa orang yang akan mati.
Jika tidak, kita semua bisa mati.
Jika kau pergi, aku akan membebaskanmu.
Jika tidak, kau akan mati.
Kritik aku sesukamu.
Tapi ini pilihan untuk semua orang.
Yang terpenting adalah mencegah penelitian Dokter Choi dipublikasikan.
Kau tak mau Ro-hee menjadi tontonan semua orang, 'kan?
Ayolah, untuk apa aku mengkritikmu?
Aku juga orang tua.
Omong-omong, siapa namanya?
Nama putrimu.
Byeol.
Byeol rupanya.
Byeol.
Nama yang cantik.
Nama putriku Kim Hee-ae,
seperti nama aktris itu.
Aku melihat Byeol waktu itu, dan dia sangat cantik.
Byeol beruntung
memiliki ibu seorang dokter.
Dia pasti bangga.
Hee-ae terlambat bicara.
Semua orang di TK-nya mulai bicara,
tapi Hee-ae tidak bisa.
Astaga, aku sangat gelisah saat itu.
Jika dipikir-pikir,
kekhawatiran itu tidak ada gunanya.
Kau mencoba mengajariku?
Tidak.
Tidak sama sekali.
Aku hanya iri.
Hee-ae
suka bermain.
Dia tidak pernah membaca buku dan selalu menonton TV.
Saat pergi ke taman bermain, dia tidak akan pulang.
Tapi sekarang,
aku tidak peduli jika dia menonton TV seharian
dan berlarian di taman bermain berhari-hari.
Aku...
hanya ingin dia bangkit kembali.
Kau harus pergi.
Aku akan membawa Jackson.
Maaf mengatakan ini.
Bu Mo.
Kurasa akan bijaksana jika Anda menyekolahkan Byeol di TK biasa.
Kenapa? Apa yang kau cemaskan?
Byeol adalah anak yang sehat dan pintar.
Tapi sepertinya dia makin lemah belakangan ini.
Bisakah kau lebih menjaganya?
Semua kelas kami
diajarkan dalam bahasa Inggris.
Tapi Byeol kesulitan mengikutinya.
Katanya dia benci berbahasa Inggris.
Dia kehilangan minat karena tidak bisa memahaminya,
jadi, lebih sulit baginya untuk bergaul dengan teman-temannya.
Aku akan membayarmu lebih.
Kumohon.
Sejujurnya,
Byeol lebih lambat daripada anak-anak lain.
Hasilnya menunjukkan kemampuan kognitif dan hiperaktivitasnya rendah.
Jika kau khawatir, datanglah ke lembaga kami.
Dia akan membaik jika terus menggambar dan bermain dengan anak-anak di sini.
Baiklah.
Sampai jumpa.
Byeol.
Byeol.
Hei, Park Sang-yun!
Dari mana saja kau semalaman?
Ada apa dengan orang-orang yang dikurung itu?
Aku menangkap basah mereka bernegosiasi untuk Choi Ro-hee.
Apa?
Choi Ro-hee masih hidup.
Apa mereka penculiknya?
Aku harus menyelidikinya. Surat perintahnya akan segera dikeluarkan.
Jangan tinggalkan apa pun dan ambil semuanya!
- Apa yang kau lakukan? - Ambil fotonya!
- Ini kasus lain! - Mundur!
Ini kasus lain!
- Kau tidak bisa mengambil ini! - Mundur!
Apa yang kau lakukan?
Sang-yun.
Apa yang terjadi?
Kami datang untuk mengambil alih kasus penculikan.
Ayolah, seharusnya kau menelepon kami sebelumnya.
Kami sedang mengurus kasus itu.
Kami menangkap tersangka utama semalam.
Berita menyebar lambat di sekitar sini.
Surat perintahnya ditolak.
- Apa? - Ambil semuanya!
- Baik, Pak. - Hei, jangan bergerak.
Ini menghalangi proses hukum.
Kita berdua pegawai negeri, dan kau juga menghalangi proses hukum.
Kalian di sini sungguh tidak peduli soal pangkat, ya?
Apa katamu?
Hei! Apa pangkatmu, Berengsek?
- Dasar kurang ajar! - Yang benar saja.
Ini perintah dari Komisaris Jenderal!
Jaga sikapmu jika kau mengunjungi kantor lain!
Aku meminta kerja samamu.
- Ambil semuanya! - Hei!
Hentikan mereka!
- Hei! - Berhenti, Berengsek!
- Sial! - Berengsek!
Semuanya, berhenti!
Hal pertama yang kalian lakukan di kantor adalah bertengkar?
Ini bahkan belum 12 jam sejak aku menangkap mereka.
Bagaimana bisa surat perintah ditolak padahal mereka punya uang tebusan?
Saat ada perintah, kau harus mengikutinya.
Kalian sekelompok pembuat onar.
Siapa yang memberi perintah ini?
Kau menginterogasiku?
Ini bukan kali pertama situasinya tidak adil dan kotor.
Kenapa kau tidak bisa melupakan ini?
Choi Ro-hee, yang dibuang ke laut, masih hidup.
Kami menangkap mereka dengan uang tebusan di TKP.
Lantas, kenapa kau langsung melepaskan mereka?
Siapa bilang Choi Ro-hee masih hidup?
Siapa bilang uang itu tebusan untuk Choi Ro-hee?
Siapa yang memberitahumu?
Kim Myeong-jun.
Apa?
Bagaimana dengan nomornya? Kau sudah melacaknya?
Dia akan menyerahkan diri.
Hari ini, putri Kim Myeong-jun akan dioperasi.
Dia akan ke rumah sakit bersama Choi Ro-hee.
Sial. Kenapa baru bilang sekarang?
Pembunuhan dan penculikan
bisa disimpulkan sekaligus.
Bagaimana kau percaya dia akan menyerahkan diri bersama Choi Ro-hee?
Selain itu,
bagaimana kau memercayai pernyataan bahwa Dokter Choi dan ayahnya
melakukan eksperimen pada anak-anak?
Seorang korban bersaksi.
Bagaimana kau memercayai korban itu?
Semuanya bukti tidak langsung!
Korban memiliki hubungan dekat dengan si pembunuh,
dan dia juga istri penculik.
Pak, aku pasti akan membawa Kim Myeong-jun
dan Choi Ro-hee hari ini.
Percayalah kepadaku sekali ini saja.
Kenapa kalian, para PNS, tidak bisa mengikuti perintah saja?
Kalian sebaiknya bersiap menyerahkan lencana
jika melakukan sesuatu yang tak bisa kututupi.
Aku butuh bukti kuat.
Jika kau bicara tanpa bukti kuat,
aku tak bisa melindungi kalian.
Kau masih siap untuk itu?
Ya, Pak.
- Halo? - Ini aku.
Di mana kau?
Dalam perjalanan ke Seoul.
Kau sudah selesai?
Ada beberapa pertanyaan dan hal yang ingin kupastikan.
Tapi operasi Hee-ae lebih penting, jadi, datanglah ke rumah sakit.
Aku akan ke sana.
Jangan bilang kau lupa operasinya hari ini.
Aku tidak lupa. Aku sedang bersiap untuk pergi.
Tapi akan ada polisi di rumah sakit.
Aku tahu.
Aku akan menyerahkan diri.
Bagaimana dengan Ro-hee?
Dia ikut denganku.
Aku punya waktu sampai hari ini.
Aku akan mengakhiri semuanya hari ini.
Pastikan kau datang.
Jika tidak,
aku tidak akan membiarkannya.
Apa?
Ini yang kita dapatkan setelah bekerja keras semalam?
Apa yang bisa kita lakukan? Ini perintah dari atasan.
Apa yang terjadi?
Di mana Detektif Park?
Dia di bawah.
Ayo.
Hei.
Kau benar-benar mendapat bantuan ilahi.
Kau pasti berpikir dunia ini lelucon
karena kau dilindungi terlepas dari semua aktivitas ilegalmu.
Sampai jumpa lagi.
Aku pasti akan menghapus senyum itu dari wajahmu.
Bedebah berengsek.
Aku tak suka tatapanmu.
Haruskah kita mengejar mereka?
Kim Myeong-jun yang utama.
- Mari bersiap. - Tapi, Pak...
Tentang semalam dan situasi ini,
kenapa kau tidak memberi tahu kami siapa yang memberimu informasi?
Kau tidak memercayai kami?
Aku bahkan tidak memercayai diriku sendiri.
Bersiaplah.
Baik, Pak.
Kau pasti gugup.
Apa?
Benar.
Operasinya akan berjalan lancar.
Jangan khawatir.
Terima kasih.
Kau akan pergi memakai itu?
Apa?
Kau akan ke rumah sakit untuk menemui putrimu.
Kau akan berpakaian seperti itu?
Aku tidak tahu kau memakai pakaian atau kain lap.
Kenapa dengan ini?
Baunya? Tidak apa-apa.
Pengacara Choi, ayo belikan pakaian untuknya.
Baiklah.
- Akan kubawakan ukuran yang lebih besar. - Baiklah.
Bagaimana penampilanku?
Lebih baik daripada kain lap yang tadi kau pakai.
Aku tidak pernah memakai setelan di depannya.
Bagaimana jika dia tidak mengenaliku karena aku terlalu keren?
Jangan khawatir, kau tidak terlihat sehebat itu.
Benar, bukan?
Benar sekali.
Dia penculikku,
dan aku korbannya.
Apa?
Hei!
Aku akan menyerahkan diri.
- Tidak perlu takut. - Apa?
Tunggu.
Kau baik-baik saja?
Astaga, dia pasti terkejut!
Astaga, tarik napas yang dalam.
- Kau tak baik-baik saja. Lihat aku. - Apa?
Astaga, kau menjadi lebih pucat.
Tarik napas yang dalam.
RUMAH SAKIT ES
Selama pemeriksaan, pastikan kau...
Halo, Dokter Mo.
Maaf aku sering absen saat keadaan sedang sibuk.
Sama sekali tidak.
Benar, ada tamu di ruanganmu.
Tamu?
Kau akan senang melihat mereka.
Ibu!
Bagaimana kau...
Di mana mereka?
Kami berpisah pagi ini.
Telepon dia.
Kau makan dengan lahap.
Ada udang, jadi, pisahkan, ya?
Ro-hee suka makanan Tiongkok.
Begitu rupanya.
Bukannya aku suka makanan Tiongkok. Aku suka makanan di sini.
Ini kali pertama makan di sini, bukan?
Kadang aku membawa pulang makanannya saat mengajarinya
karena Ro-hee tak bisa meninggalkan rumah.
Begitu rupanya.
Ini enak sekali.
Astaga, seleramu juga tinggi.
Kau harus makan. Kau pasti lapar.
Baiklah. Terima kasih.
DOKTER MO EUN-SUN
Ya, Dokter Mo.
Kami?
Belum. Kami masih makan.
Tempat ini?
CHEONGDAM-DONG SACHEONGUNG
Kau ikut?
Tidak.
Aku ingin bertanya sekali lagi
apa kau bisa melepaskan Jaden.
Itu bukan sesuatu yang bisa kuputuskan.
Baiklah.
Kurasa dia masih bingung soal Jaden.
Lagi pula, orang bergerak hanya untuk tujuan mereka sendiri.
Omong-omong, bisakah kau membela kami di pengadilan?
Itu tugasku.
Bukan untukku, tapi untuknya.
Aku?
Pengacara korban
tidak bisa membela pelaku.
Carikan dia pengacara terbaik yang bisa kau temukan.
Aku bisa membayar berapa pun yang mereka inginkan.
Omong-omong,
kenapa restoran ini kosong sekali?
Ini aneh.
Kita menyewa seluruh restoran.
Seluruh tempat?
Jangan terkejut.
Ro-hee yang membayarnya.
Sekaya apa kau?
- Bisakah kau menghitungnya? - Sepertinya bisa.
Untuk real estat, ada rumah Dokter Choi.
Lalu ada saham rumah sakitnya, obligasi, obligasi asing,
saham pasar, dan tabungan.
Totalnya sekitar 120 miliar won.
Apa?
Kau bilang 120 miliar won?
Omong-omong,
berapa yang akan kau minta sebagai tebusanku?
Lima puluh juta won.
Itu melukai harga diriku.
Aku hanya butuh uang untuk operasi Hee-ae.
Ro-hee, kau mau melihat ini?
Apa itu?
Aku memeriksa surel Dokter Choi,
dan dia membuat dompet
di bursa mata uang kripto di Singapura.
Tidak tertulis berapa jumlahnya.
Tapi tanggal dia membuat dompet itu bertepatan dengan saat dia bertemu Jaden.
Jaden bilang kemarin
bahwa mereka tak akan diam saja karena ayahku menerima banyak uang.
Di antara aset keuangannya, investasi terbesar
adalah 10 miliar won dari investor Korea.
Jadi, dari sinilah uang asingnya berasal.
Selidiki itu.
Baiklah.
Bukankah kita terlalu fokus pada uang saat ayahmu meninggal?
Kau tidak akan bersamaku lagi,
jadi, satu-satunya hal yang bisa melindungiku adalah uang.
Kali terakhir kau membawa makanan dari tempat ini...
adalah sehari sebelum insiden itu.
Tak heran aku menolak memakan benda putih tak enak yang kau buat.
Tubuhku menolaknya sendiri karena aku baru saja makan makanan mewah.
Baiklah. Teruslah makan.
Ro-hee, tunggu.
Menurut catatan kartu kredit ibumu,
dia datang ke sini pada tanggal 19 Mei.
Apa?
Benarkah?
Tidak mungkin.
Sehari sebelumnya adalah tanggal 20.
Kau yakin menculikku pada tanggal 21?
Tentu saja.
Bagaimana aku bisa lupa?
Choi Ro-hee menyaksikan kejadian itu.
Saat ini, kita hanya punya pernyataan Park Cheol-won,
tapi kita akan punya informasi lebih saat membandingkannya dengan Ro-hee.
Pukul berapa operasinya?
Dia pasti akan datang, bukan?
Jangan khawatir.
Baiklah. Dengar baik-baik.
Aku hampir dipecat di sini.
Kalian pikir sudah cukup berempat? Mau aku minta bantuan?
Tak perlu. Kim Myeong-jun tak akan membuat keributan.
Kami akan membawanya ke sini diam-diam setelah operasinya.
Baiklah.
Mari kita lakukan!
- Kami akan kembali. - Baik, Pak.
Baiklah.
- Kami akan pergi. - Baiklah.
Ayo.
Aku berasumsi keadaan menjadi kacau karena kau tidak menelepon.
Aku tahu kau akan menyelesaikannya.
Apa bos memakai pengaruhnya?
Astaga, dia pria yang luar biasa.
Hei.
Kupikir semuanya sudah beres.
Mengecewakan sekali.
Tapi agak keterlaluan, bukan?
Keterlaluan?
Anggap saja sebagai peringatan dariku.
Aku cukup murah hati untuk menunjukkan masa depanmu.
Ingat.
Lain kali pistolnya akan berpeluru.
Baik, Pak.
Amankan laporan penelitian Pak Choi,
dan bawakan aku putrinya, produk penelitiannya.
Kau harus pulang sebelum kapal dari Rusia tiba.
Jika tidak, kau tahu tak akan selamat seperti ini.
Begitu aku menemukan laporan penelitiannya,
anak itu tidak akan dibutuhkan lagi, Pak.
Bukan begitu.
Anak pertama ini akan membuat sejarah.
Kami akan ke ruang operasi.
Hee-ae akan pergi ke ruang operasi.
Kim Myeong-jun belum datang.
Di sana.
Boleh aku membeli boneka beruang itu?
Aku tidak akan bertemu untuk sementara setelah hari ini,
aku tidak mau menemuinya dengan tangan kosong.
Tentu, aku akan mengambil mobilnya.
Aku akan menunggu di luar.
Baiklah.
Kau juga mau?
Aku tidak membutuhkannya. Cepatlah kembali.
Baiklah.
- Aku beli yang itu. - Baiklah.
Terima kasih.
- Pengacara Choi. - Ya?
Aku tidak ingat apa yang terjadi pada tanggal 20.
Kenapa?
Bagaimana bisa aku tidak ingat hari itu?
Mungkin karena ingatanmu belum sepenuhnya kembali.
Itu tidak masuk akal
karena aku ingat jelas tanggal 19, saat aku makan makanan Tiongkok,
dan tanggal 21, saat aku diculik.
Ada apa?
Kau baik-baik saja?
Ada apa?
Aku baik-baik saja.
Aku tak akan pingsan.
Tidak!
Pengacara Choi.
Pengacara Choi.
Pengacara Choi!
Pengacara Choi.
Pengacara Choi!
Kim Myeong-jun!
Kim Myeong-jun! Cepat!
Pengacara Choi!
Kim Myeong-jun!
Kim Myeong...
Pengacara Choi!
Ro-hee!
Astaga.
Pengacara Choi!
Astaga!
Ponsel.
Seorang pria ditikam!
Ini tempat parkir Sacheongung!
Cheongdam-dong! Ya!
Tolong cepat!
Terima kasih.
Tunggu.
Di mana Ro-hee?
Tunggu.
Ro-hee!
Ro-hee!
Ro-hee!
Sial.
RUANG OPERASI
- Pintu masuk? - Belum.
Permisi. Apa operasinya sudah dimulai?
- Bagaimana dengan walinya? - Dia di sini.
Sudah kubilang menyingkirkanku tidak akan mengakhiri ini.
Tinggalkan Ro-hee di sini!
Pergilah lebih dahulu.
Aku akan mengirimnya kepadamu saat dia sudah tidak berguna.
Aku ingin bertanya.
Apa arti Choi Ro-hee bagimu?
Kenapa kau mengorbankan dirimu untuk melindunginya?
Apa demi uang?
Kami juga bisa memberimu itu.
Kau harus bersikap pintar.
Berengsek!
Sudah kubilang
akan kupastikan kau tak bisa bergerak jika kau menyentuhnya lagi.
Di mana dia?
Berengsek.
Ro-hee.
Kau tak boleh membawa Ro-hee.
Ro-hee.
Ro-hee!
Ro-hee!
Ro-hee!
Ro-hee!
Astaga, ini membuatku gila.
Ada kabar di lantai satu?
Tidak ada apa-apa di sini.
Apa dia tidak datang?
Ju-hyeok, kau melihatnya?
Belum, Pak.
- Apa kau wali Hee-ae? - Ya.
Operasinya berjalan lancar.
Terima kasih.
Mari kita awasi pemulihannya.
- Terima kasih. - Sampai jumpa.
Aku senang semua berjalan lancar.
Terima kasih.
Apa Pak Kim Myeong-jun menelepon?
Siang ini.
Dia bilang akan datang ke rumah sakit.
Dia sudah meneleponmu sejak saat itu?
Dia meneleponmu di telepon umum?
Tidak, dari ponsel.
- Ini. - Baiklah.
Terima kasih.
Halo, ini Park Sang-yun dari...
Di mana dia?
Rumah sakit?
IGD
Aku detektif yang menelepon tadi.
Benar, lewat sini.
Dia mengalami pendarahan hebat karena luka tikam di perut.
Dia sudah stabil sekarang.
Begitu rupanya.
- Hei. - Itu memang terjadi di sini.
Dia juga merusak CCTV.
CCTV? Siapa?
Bedebah yang kita bebaskan pagi ini.
- Di mana Kim Myeong-jun? - Dia menghilang.
Sial.
Dia sangat tangguh, bukan?
Apa yang harus kita lakukan dengannya?
Biarkan saja dia.
Kita akan membawanya ke Rusia seperti ini.
TIM KEJAHATAN KEKERASAN 1
Rapat pendisiplinan akan diadakan besok.
Pulang dan beristirahatlah.
Pulanglah.
Kerja bagus hari ini, Semuanya.
Kau mau ke mana?
Pulang.
Pintu terbuka.
Lihat dirimu.
Apa yang terjadi?
Bagaimana dengan Hee-ae?
Operasinya berjalan lancar.
Kenapa kau sendirian?
Bagaimana dengan Ro-hee?
Aku kehilangan dia.
Apa?
Di mana? Bagaimana bisa?
Jangan khawatir.
Aku akan menemukannya lagi.
Kupikir semuanya akan berakhir hari ini.
Kupikir...
Ro-hee akan kembali ke tempatnya
dan aku akan melihat Hee-ae
masuk ke ruang operasi.
Aku tak peduli
apa yang terjadi kepadaku
jika aku bisa mewujudkan itu.
Sial.
Aku ingin mati.
Kenapa kau mau mati?
Kau punya Hee-ae.
Hee-ae ada di ruang pemulihan,
jadi, ayo ke rumah sakit besok dan menemuinya.
Lalu pergi ke kantor polisi.
Hal terbaik untuk Hee-ae adalah kau menyerahkan diri
dan mengakhiri semuanya.
Apa hubunganmu
dengan pembunuh ayah Ro-hee?
Dialah
yang memberiku bekas luka di leherku.
Apa?
Jangan bilang...
Apa?
Apa maksudmu?
Tidak.
Aku mungkin menyuruhmu menculik Ro-hee,
tapi aku tak pernah menyuruh orang membunuh.
Jadi, jangan khawatir.
Kau harus beristirahat sekarang.
Mari kita temui Hee-ae
besok pagi.
Setelah aku menemukan Ro-hee.
Serahkan dirimu dahulu!
Sampai kapan kau akan mengabaikan Hee-ae?
Tidak, Dokter Choi.
Kau belum pernah menusuk orang, bukan?
- Tusuk aku. Aku akan diam saja. - Tidak, Pak.
Silakan, Pak Park.
Tusuk aku, Berengsek!
Tapi tidak ada uang. Aku hanya menemukan dokumen aneh.
Dokumen?
Kudengar ada dokumen di brankas.
Tapi aku tidak melihatnya.
Dokumen apa?
Pak Park Cheol-won masuk ke rumah
dan hanya menemukan dokumen saat membuka brankas.
Jadi, dia berbalik dan meninggalkan ruangan.
Aku ingin tahu apa kau menyimpannya.
Tidak, kami tidak menemukan dokumen apa pun.
Jika ada sesuatu di brankas, aku yakin kami akan menyimpannya.
Benar, bukan?
Terima kasih.
CATATAN CHOI RO-HEE
Hei.
Kenapa kau kemari selarut ini?
Kami melewatkan sesuatu di TKP.
BADAN FORENSIK NASIONAL
Astaga.
Ini sebabnya aku benci bekerja dengan orang yang tidak bisa tidur.
- Ada lebih banyak di sini. - Baiklah.
Kapan aku akan memeriksa semuanya?
Berapa lama waktuku?
Waktunya tidak banyak. Rapat pendisiplinannya besok.
Apa ini usaha terakhirmu sebelum menyerahkan lencanamu?
Ada yang bisa kubantu?
Kau bisa membaca ini?
- Aku akan membeli kopi. - Ditambah dua minuman energi.
Baik, Bu.
DATANGLAH KE RUMAH SAKIT!
Hei!
Enak, ya?
Kau tidur sangat nyenyak padahal sebentar lagi akan dipecat.
Maafkan aku.
Kau menemukan sesuatu?
Ya.
Ini catatan yang ditulis sejak masa Dokter Choi Dong-eok.
Seperti pernyataan Seo Hye-eun,
dia mencoba
memperkuat fungsi otak dengan teknologi medis.
Kebanyakan anak-anak adalah subjek penelitian, bukan subjek eksperimen.
Hanya dua anak yang menjadi subjek eksperimennya.
Apa bedanya?
Itu...
Meski pindai MRI sudah digunakan di Inggris sejak tahun '70-an,
kita secara resmi mulai menggunakannya di Korea pada tahun 1988.
Dia menggunakannya dalam penelitian pribadinya.
Metodologinya sederhana.
Dia mencocokkan IQ anak-anak
dan hasil pindai MRI anak-anak itu.
Tapi untuk subjek eksperimen, itu cukup kejam.
Dia menyuntikkan
virus rekayasa genetika ke otak subjek untuk menstimulasinya.
Kurasa dia mencoba memperluas hipokampus,
yang memainkan peran besar dalam ingatan.
Itu berisiko, karena itulah disebut eksperimen.
Kurasa itu sebabnya dia memalsukan adopsi untuk bereksperimen pada Seo Hye-eun.
Kalau begitu, apa Choi Jin-tae menjalani eksperimen yang sama?
Tidak. Choi Jin-tae selalu cerdas.
Ini.
Lihat. IQ-nya 152.
Banyak yang menentang
eksperimen Dokter Choi Dong-eok di komunitas akademis.
Mereka ingin menghentikannya bagaimanapun caranya.
Jadi, dia tidak punya pilihan selain menghentikan eksperimen.
Akibatnya,
kurasa dia berusaha mencari penerusnya
dengan mengadopsi anak yang pintar sejak awal.
Mari kita lihat.
Ini catatan penelitian yang ditulis Choi Jin-tae.
Tapi catatannya berhenti
saat Ro-hee berusia dua tahun.
- Kenapa? - Entahlah.
Kurasa dia menyimpan catatan di tempat lain.
Di mana dia menyimpannya?
Penculikan dan pembunuhan
mungkin terjadi untuk mengendalikan eksperimen ini.
Mungkin saja.
Omong-omong,
mereka meminta 30 miliar won untuk Choi Ro-hee?
Itu sangat sedikit.
Semalam, aku kehilangan anak dan penculiknya.
Penculiknya, yang tidak tahu soal semua ini,
terlibat dalam perkelahian besar.
Penculiknya. Sudah kubilang, bukan?
Hanya dua anak yang menjadi subjek eksperimen.
Ya.
Kandidat subjek eksperimen sebelum Seo Hye-eun.
Anak pertama.
Kim Myeong-jun dari Panti Asuhan Harapan.
PROYEK ANAK GENIUS NO. 1
CATATAN ANAK YATIM PIATU NAMA: KIM MYEONG-JUN
CCTV RUMAH CHOI JIN-TAE
Choi Jin-tae?
Kandidat subjek eksperimen itu
tumbuh dewasa dan menculik hasil akhir eksperimen itu.
Maksudmu Kim Myeong-jun sengaja menculik
dan membunuh Choi Ro-hee?
Jika kau menyerahkan diri dan bekerja sama,
polisi akan menemukan Ro-hee.
Kenapa kau datang ke sini?
Aku harus menemukan Ro-hee, tapi aku tak tahu harus ke mana.
Saat orang tahu Ro-hee genius,
dia akan menjadi hewan di kebun binatang.
Apa yang harus kulakukan untuk mencegah orang-orang jatuh ke dalam bahaya lagi?
Tunjukkan apa yang mereka inginkan.
Di mana Park Sang-yun?
Jika keinginan gila orang dewasa yang membuat Ro-hee menderita,
aku harus menyelamatkannya.
Kenapa kau bertindak sejauh itu?
Aku harus menepati janjiku.
Di mana kau, Pak Kim?
Penerjemah: Muhammad Yudiansyah
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.