Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Bentrokan antara unit pengendali kerusuhan
dan pengunjuk rasa proyek perumahan, dipimpin Sumeth, sudah delapan bulan.
Dan kekerasan terus meningkat.
Bentrokan dipicu perjanjian pembelian tanah pemerintah
dengan taipan perusahaan konstruksi.
Kita akan memperjuangkan tanah kita.
Demi hak rakyat.
KAMI TAK PUNYA TEMPAT LAIN
Jika mereka ingin kita pergi,
hanya ada satu cara.
Kalian harus membawa mayat kami!
Aku takkan pergi! Aku akan mati di sini!
Itu daerah kumuh. Ada berbagai kriminal di sana.
Mereka akan mengembangkannya. Apa salahnya itu?
Bentrokan sudah berlangsung terlalu lama karena pertemuan sialan itu.
Rencana Pembangunan Ekonomi Internasional atau IEDP akan segera dimulai.
Tuan rumah, Thailand, menyambut para pemimpin bisnis dari berbagai negara.
IEDP KONSTRUKSI TEKNOLOGI IDE
SAWASDEE SELAMAT DATANG DI THAILAND
Pemerintah merebut tempat kami. Tempat tinggal kami.
Kami hidup di negara gagal.
Apa mereka pikir kontainer ini bisa menutup
kegagalan pemerintah dari mata luar?
Kurasa tidak. Lihat perbuatan mereka. Lihat!
Ini adalah kompleks rakyat kelas dunia yang pertama di Asia Tenggara.
The Grand Bangkok River Complex,
Heaven on Earth, Nakhon Sawan,
yang berlokasi tepat di ibu kota yang berkembang.
Proyek ini dikembangkan oleh merek terkemuka
dengan standar internasional,
Konstruksi Teknologi Ide,
yang dipimpin oleh Pak Wichai.
Kondo ini sudah dipesan habis bahkan sebelum pembangunannya.
Ini hasil persetujuan kebijakan pemerintah
yang memungkinkan orang asing membeli tanah dan properti di negara kita.
Jadi, siapa pemilik tanah di proyek perumahan ini?
Itu dibeli dengan donasi orang yang dikelola yayasan kami.
Pemerintah harus berhati-hati mengusir mereka secara tiba-tiba.
POLISI
Siap?
Aku takkan pergi! Aku akan mati di sini!
AKU AKAN MATI DI SINI
Tembak.
Pergi dari sini. Bawa Pak Sumeth pergi.
Tembak.
Hei, Nak!
Sial.
Semuanya, hati-hati! Itu peluru asli!
Tembak.
LAHIR DAN MATI DI SINI
Pond! Kemari!
LAHIR DAN MATI DI SINI
- Sial. - Sial. Bagaimana ini?
Bawa masuk dulu.
- Cepat. - Ayo.
Kami berada di depan lokasi Perumahan Rakyat Ruamjai.
Semua area telah dikuasai orang-orang
dan warga asli proyek ini.
Bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa makin panas.
Ini seperti kota penuh kekerasan, seperti medan perang sungguhan.
Kau tak boleh merekam di sini.
Ini perintah.
Tinggalkan area ini. Semuanya, pergi. Dengar?
- Di sini! Kemari sekarang! - Kemari!
Ayo.
- Naik mobil. - Sudah?
- Satu, dua, tiga. - Angkat.
- Ikut aku. Di sini berbahaya. - Ayo.
Sial!
- Hei. Pond, bantu aku. - Apa-apaan kau? Di sini berbahaya.
Tarik napas.
- Sedang apa kau? Cepat. - Duluan saja!
Pond!
Pond!
Pond, bagaimana keadaanmu?
YAYASAN RUAM PALUNG JAI
Pond. Bertahanlah, Pond.
- Tolong Pond. - Maaf terlambat.
Tembak.
YAYASAN RUAM PALUNG JAI
Pergilah. Jangan cemaskan aku.
HENTIKAN DIKTATOR
Ayo, cepat keluarkan mereka. Ayo.
Siapa bajingan itu?
Informan. Tangkap keparat itu.
Berhenti!
Bajingan!
Kubilang berhenti!
Berhenti!
Berhenti! Ini polisi!
Sial. Berhenti.
Polisi ditembak.
POLISI
BANGKOK BREAKING: HEAVEN AND HELL
Peluru asli digunakan dalam bentrokan di depan Perumahan Ruamjai,
meningkatkan ketegangan di antara pengunjuk rasa.
Unjuk rasa kemungkinan akan berlanjut.
Remaja yang ditembak, tapi kau selamatkan
baik-baik saja.
Kalau Pond?
Hei, beri tahu mereka
kejadian hari itu
adalah kecelakaan.
Pond masuk ke sana tanpa izin. Itu bukan salahmu.
Katakan itu, ya?
Baik.
YAYASAN RUAM PALUNG JAI
Semua yang terjadi
adalah salahku.
Aku melanggar perintah dan membawa timku ke sana.
Semua anggota komite di sini
telah mempertimbangkan insiden yang terjadi
dan sepakat
bahwa perbuatanmu
adalah tindakan tak bertanggung jawab
yang tak hanya membahayakan dirimu, tapi juga rekan-rekanmu.
Yayasan Ruam Palung Jai
telah memutuskan bahwa kau
akan diberhentikan sementara.
Dokter bilang kondisi Pond jauh lebih baik.
Tapi dia mungkin akan perlu istirahat panjang.
Bagaimana biaya pengobatannya?
Ditanggung yayasan. Aku hanya mencemaskan keluarganya.
Dengan kondisinya, siapa yang akan menafkahi mereka?
Weaw.
Aku membawa buah...
Kenapa kau membawa Pond ke sana?
Kau lihat keadaannya?
Kau bahkan tak bisa menjagaku dan putraku.
- Kenapa kau lakukan ini? - Cukup.
Jika kau tak bisa menjaga seseorang, jangan bawa mereka.
- Kau bisa pergi ke sana sendiri! - Ibu.
Kenapa kau memilih jadi paramedis?
Aku ingin membantu orang.
Jadi, sekarang apa?
Apa rencanamu?
- Ayah, sakit. - Ini es. Kau akan baik-baik saja.
Ambulans! Ambulans sudah datang?
Lain kali. Jangan khawatir.
Aku bertemu pelanggan, entah...
Aku sudah ke atas.
Aku di sini.
- Silakan. - Terima kasih.
Terima kasih.
Hei, pesananmu sudah siap.
Terima kasih.
SALDO SAAT INI 12.542,26 BAHT TRANSFER
Halo, Bu.
Weaw, aku punya pesanan untuk 5.000 buah lagi. Bisa kau ambil?
Kirimkan sekarang.
Akan kukirim pesanannya besok pagi.
TRANSFER DITERIMA 10.000,00 BAHT DARI WANCHAI PRAISOONG
Bos memanggilku.
Ibu, ayam dengan selasih.
Katakan berapa kali kau mencurangi kasino.
Bajingan!
Aku melihatmu melakukannya berkali-kali.
Kau harus memanggil ayahmu ke sini untuk pekerjaan mudah?
Kau mau mati? Begitu?
Ayo ulangi.
Jawab dengan baik.
Aku tak pernah curang, Pak.
Pak, aku tak pernah curang.
Pak, sumpah aku tak pernah curang.
Kenal dia dari mana?
Aku temannya, Pak.
Lihat wajah temanmu.
Menoleh ke sini.
Dengar. Kembalikan uang hasil curangmu dari kasino besok siang.
Ditambah bunga dua kali lipat.
Jika besok belum ada,
aku akan mencarimu.
Sudah kubilang
kau tak cocok untuk pekerjaan ini.
Ya, Ayah.
Ayah apanya!
Ya, Pak.
Halo, Sin. Apa semua sudah diurus?
Sudah beres.
Bagus.
Ada pekerjaan besar untukmu.
Polisi masih mengejarku.
Kenapa kau takut mereka?
Setelah pekerjaan ini,
kau dan anakmu bisa menghilang dan hidup tenang.
- Berapa? - Dua juta.
Aku sudah mentransfer uang mukanya. Periksalah.
SAISIN DAMRONGYOO SALDO 408.456,13 BAHT
DIJUAL KEBUN DURIAN DI PRACHIN BURI, 1,6 HEKTARE, 320 METER PERSEGI
Halo, Paman Toi.
Ini Saisin. Aku menelepon untuk menanyakan kebun.
Ada apa, Saisin?
Kau masih mau? Kau sudah memutuskan?
Jika kau tak mentransfernya bulan ini, aku harus jual kepada orang lain.
Banyak orang menghubungi.
- Begini... - Harganya cukup murah.
Bisa kau tahan sebentar lagi? Aku hanya butuh sedikit uang lagi.
Aku sangat menginginkannya.
Begini saja. Bisakah kau transfer separuh uang mukanya dulu?
Kutransfer sekarang.
Oke? Terima kasih banyak, Paman.
JUMLAH 300.000,00 BAHT
KONFIRMASI
SAISIN DAMRONGYOO SALDO 108.456,13 BAHT
Sial.
Maaf. Maafkan aku.
Tak apa, Nak. Pergi saja.
KOSONG
LANTAI TIGA TEMPAT PARKIR VIP TARGET DUDUK DI BELAKANG
Mau ceker?
Kenapa kau duduk di sana? Ambil dan lihatlah.
Hanya ada satu jalan masuk dan keluar rumah sakit.
Target utama akan ada di mobil ini.
Mobil akan tiba pukul 13.00 di lantai tiga tempat parkir VIP.
Sejak kapan kau perencana?
Jika kau mau tahu, tanya bos.
Bos, kenapa kau menyuruh Chop datang?
Chop hanya akan menjagamu.
Siapa targetnya?
Terima kasih.
Ini pil terakhir.
Kau harus ke rumah sakit besok, Nona.
...bermain sejak dia empat tahun.
- Sini. - Dia tujuh tahun.
Tiga tahun, dan dia bisa main begini.
Ya. Dan aku berusaha...
Kaew, apa mereka akan tahu aku tak memainkannya?
Tapi ini bagus.
Pak Wichai tak boleh mengacau.
- Bersulang. - Bersulang.
Bersulang untuk anak itu.
Bersulang.
Hampir selesai, Pak.
Semua petinggi setuju menandatangani juga.
Kau tahu peluru asli digunakan dalam kerusuhan itu?
Menteri sangat mencemaskan ini.
Apa itu pihak ketiga?
Ya, Pak.
Jangan mengacau. Taruhanku besar untuk ini.
Baik, Pak.
RS INTERNASIONAL KEKAISARAN
Halo.
Mei, ada pekerjaan untukmu.
Apa itu?
Pekerjaan makan.
Aku sedang diet.
Meiji, pasien di kamar 009 butuh obat setelah makan.
Baik.
Tapi ini orang Barat.
Makanya aku tak mau, Jalang.
Kali terakhir dengan orang Barat, aku hampir tak makan.
Meiji, pasien butuh pindai CT. Periksa tanda vital di kamar 101.
Baik.
Kuajari dia cara menyebut namaku semalaman.
Namaku Mei. Jadi, kusuruh dia mengatakan May-uei.
Dia terus memanggilku May-oi. Sialan.
TEH BOBA PENGIRIMAN 60 BAHT
WANCHAI PRAISOONG
YOLADA PALINPORNSAKUL JAWAB
- Halo, Pak. - Sial.
Bisa antar pesananku ke tempat parkir VIP di lantai tiga?
Aku tak bisa turun. Aku sibuk.
Aku ada banyak pekerjaan...
Meiji, beri obat pada pasien di kamar 1009.
Ya. Sebentar. Aku segera ke sana.
Itu maksudku. Bisakah kau membantuku?
Tentu, Nona. Pesanan akan sampai dalam 45 detik.
Sungguh 45 detik?
Jika terlambat, gratis.
Oke. Sampai jumpa dalam 45 detik.
PENGATUR WAKTU 45 DETIK
Sial.
Maaf.
Astaga, gawat. Maaf.
Maaf. Radiatornya terlalu panas.
Sial, ini gila.
Boleh lewat? Pelangganku menunggu.
Ya. Maaf.
PARKIR VIP
Tujuh, enam, lima, empat...
Kau sungguh tepat waktu.
Astaga.
Aku hampir dapat ini gratis.
Lepaskan!
Lepaskan aku!
Jangan berisik.
Sial. Tangkap anak itu!
Ada apa di sana?
- Apa ini? - Diam.
Lift.
Ikut denganku.
Ayo.
Cepat.
Apa? Menyetir saja.
Tiga pengawal naik.
AMBULANS RS INTERNASIONAL KEKAISARAN
Berhenti.
MELACAK NONA KECIL PRIORITAS UTAMA
Halo, IGD.
Pasien adalah kurir.
Dia mengalami cedera leher,
tak bisa dipindahkan dari tandu.
Hei. Biarkan paramedis melakukan tugas.
Maafkan aku. Terima kasih.
Chop, amankan jalan.
Baik.
Terima kasih. Sudah selesai.
Maaf membuang waktu kalian.
Apa?
Ambulans itu. Cepat, ikuti.
Paket berangkat. Ikuti ambulans.
Oke. Nyalakan musik.
- Kita mau ke mana? - Ambil jalan elak.
- Apa? - Ambil jalan elak.
Hei. Kau baru memodifikasi mobilmu?
Aku tak bisa bernapas.
Bukankah kau perawat?
- Lakukan sesuatu. - Aku magang selama sepekan.
Angkat bajunya.
Kemari.
Sial.
Peluru masuk paru-paru. Tanpa bantuan, dia akan mati.
Diam dan menyetir saja.
Percaya. Dulu aku paramedis.
- Bohong. Kau kurir. - Percayalah.
Masih aman?
- Perawat, siapa namamu? - Meiji.
Meiji.
Cari jarum untuk menusuk paru-parunya. Ada di tas medis.
Apakah ini?
Ya. Lepaskan tutup merahnya. Ada jarum di dalamnya.
Tusuk sisi kiri dadanya.
Sial!
Sial.
Sial.
- Apa yang kau lakukan? - Tak ada!
Semuanya, diam!
Fokus. Jika tak mau dia mati, dengar.
Hei.
Mati kita.
Meiji, cari keran tiga jalur.
Tutup katup agar T menghadap ke atas.
Dia sudah sadar.
Awas di belakang kalian. Mereka datang.
MAAF ATAS KETIDAKNYAMANANNYA
Kenapa kau melambat?
Lampu merah.
AMBIL LAJUR KANAN
Pukul lima dan pukul tujuh.
Mereka tepat di belakang kalian.
Bagaimana ini?
Haruskah kita bertarung di lampu merah ini?
HARI SUCI BUDDHA
Hei.
Harganya 20 baht, Pak.
Apa yang mereka lakukan? Kenapa mereka membeli karangan bunga?
Kau melanggar jam malam truk besar.
Kau tak boleh berkemudi di sini. Ikut ke pos.
Tunggu, Pak. Aku...
Aku terlambat mengantar barang, tak bisa kembali.
Aku tak bisa ke mana-mana.
Kumohon, Pak.
Bantulah aku. Hidupku pas-pasan.
Pergilah. Perhatikan waktunya lain kali.
- Terima kasih, Pak. - Ya.
Jalanan negara ini sangat padat. Kenapa mereka banyak berkendara?
HARI SUCI BUDDHA
Hei.
Hati-hati dengan tiga penjual karangan bunga.
Sial.
Jalan!
Sial.
Tancap gas.
- Minggir! - Menyingkir!
- Minggir! - Nyalakan sirene.
Minggir!
Sial.
Belok ke gang itu.
Polisi.
Lebih cepat.
Jika mereka menyusul, kubunuh kalian.
Ada apa dengan trukmu sekarang?
Maaf, Pak. Akan kucoba hidupkan kembali mesinnya.
Singkirkan itu! Cepat!
Ini kompensasi.
Bagaimana situasinya?
Kami menemukan sinyal GPS Nona Kecil.
Kami mengikutinya.
- Kami menemukan sinyal GPS Nona Kecil. - Tangkap satu, bunuh yang lain.
Bos ingin tahu siapa yang mengutus mereka. Jangan sampai anak itu terluka.
Sial.
Ayo, Bajingan.
Bank, angkat tandu.
Hei, minggir.
Apa yang kau lakukan?
Buka.
Hei, Nak!
Pak Kurir!
- Pak! - Hei! Sial.
- Nak! - Pak!
- Hei! - Nak!
- Hei. - Pak!
- Nak. - Pak Kurir!
- Hei! - Hei!
Mati kita.
Sial.
- Tersangka menembak. - Mundur!
Semuanya, pegangan!
Sial!
Hei! Pak!
Minggir!
- Hei! - Hei!
Semuanya, hati-hati! Itu peluru asli!
AKU TAKKAN PERGI! AKU AKAN MATI DI SINI
Belok dan masuk ke sana.
Bagaimana ini? Kita tak seharusnya masuk.
Nyalakan sirene dan terobos.
...pertama, pemerintah harus mengakui
megaproyek ini dirancang demi kepentingan orang dekat pemerintah...
Sial...
POLISI
Informan. Tangkap keparat itu.
Polisi ditembak.
PERHATIAN DILARANG MASUK TANPA IZIN
- Hei. - Hei.
Apa-apaan?
Bank, pakai ini.
Beri kami obat.
Keluar duluan, lalu buka pintu belakang.
Beri kami obat.
Tenang. Semua baik-baik saja. Semua baik-baik saja sekarang.
Tenang.
- Tenang. - Tenang. Semua baik-baik saja.
Tenang.
Mundur. Tenang.
- Jangan. Tenang. - Tenang.
Jangan dorong kami. Semua baik-baik saja.
Permisi. Tolong bantu ibuku. Dia sudah demam berhari-hari.
- Mundur. - Ibu demam berhari-hari.
Tolong bantu ibuku, Pak.
Baik.
Tenang, Semuanya.
Hei!
Sial.
- Tenang. Tak apa. - Sial.
Persetan kalian! Kalian mau mati?
- Mau mati? - Hei!
Kenapa kau menembak?
Kau terluka? Kau tak apa?
Tunggu aba-abaku. Lari saat aku lari.
Ini. Berikan obat ini kepada ibumu.
Terima kasih.
Pergilah.
Saat aku lari, kau lari ke arah lain. Kau mengerti?
Ayo.
Lari!
Hei! Sial.
- Kau mau ke mana? - Ikuti anak itu.
Hei, kembali!
Cepat. Ayo.
Sial!
Hei, kembali!
Kami membantu kalian kabur.
Mau apa lagi?
Ada anak hilang di sini, Semuanya.
- Hai, Sayang. - Dia manis.
- Beri aku uang. - Sayang.
Biarkan aku pergi, Pak. Kumohon.
Pria ini bisa membantumu, tapi aku tak berguna.
Aku beban.
Hei, ada yang baru masuk lagi.
Apa-apaan? Akan kutembak kalian.
- Apa-apaan? - Beri aku uang.
Kau harus mengobatiku.
Aku bukan perawat.
Aku SPG.
Aku sedang main kostum!
- Apa? - Apa maksudmu?
Jika kau tak diam,
kau akan mati.
Aku takkan pergi.
Berikan.
Hei! Kemari. Berhenti. Hei!
Tolong!
Hei!
Kembali!
Minggir.
Pergi ke tempat lain!
Hei.
Berikutnya.
Pergi.
Cepat turun. Turun. Cepat.
Pergi.
- Berdiri di sini. Bawa itu. - Wanita, kemari. Anak, ke sana.
Ini saja?
Anak perempuan di sini. Paman, kemari.
Paman, kemari. Anak laki-laki di sini.
Tolong jangan bawa anakku.
- Pergi. - Pergi.
- Ini tak seperti yang kau kira. Sini. - Pergi.
Anak-anak harus berbaris di sana.
- Pergi. - Dia dengan ayahnya.
- Tenang. Pria, naik mobil ini. - Pergi.
Wanita ke kiri, pria ke kanan. Ayo.
Anak perempuan akan naik bus itu. Anak perempuan.
PENYELAMATAN YAYASAN TAI LA
Itu untukmu.
PENYELAMATAN YAYASAN TAI LA
Darlie.
Ini belum semuanya.
Pekan lalu,
kau tahu,
dua pekerja sakit dan mati.
Jack, Sayang, aku tahu kau mengambil mayat mereka
dan menjual organ mereka.
Hidup atau mati...
jika mereka masuk ke proyek ini...
aku pemiliknya!
Enam puluh.
Empat puluh.
Itu sudah adil.
Mau durian?
Ayo.
Jack.
Jacky?
Jalang! Aku menawarimu durian baik-baik, tapi kau menolak.
- Hei! - Hei!
- Bajingan. - Pergi.
Hei, kalian! Bawa keluar jalang ini.
Hei, Bos.
Lihat ini.
Sial.
Kau akan mati?
Jadi, kau perawat atau SPG?
Aku perawat.
Aku mulai magang sepekan lalu, tapi aku tetap perawat.
Apa kau menghinaku?
Tidak, aku butuh bantuanmu.
Astaga.
Astaga apa?
Ototnya besar. Maksudku, lukanya amat besar.
Apa tak sakit?
Omong-omong,
aku belum tahu namamu, 'kan?
Siapa namamu?
Wanchai.
Baiklah.
Salam kenal.
Permisi.
Jika kalian sudah selesai menggoda, bantu aku menemukan anak itu.
Kami dapat info mereka dari CCTV pada rute yang mereka ambil.
Mulai dengan dia. Namanya Wanchai Praisoong.
Dia paramedis terbaik Yayasan Ruam Palung Jai.
Dia mengambil pelatihan sopir ambulans tingkat lanjut,
tapi dipecat karena rekannya hampir mati di kerusuhan Perumahan Rakyat Ruamjai.
Tapi kurasa bos mereka
Sin, mantan pria bersenjata 60 tahun yang kini jadi sopir taksi.
Dia pernah dipenjara untuk penculikan dan pembunuhan.
Orang-orang di lingkarannya mengenal dia sebagai Sin Satu Tembakan.
- Sin Satu Tembakan. - Ya.
Dan pria ini pasti kerabat Sin.
Namanya Bordin Damrongyoo atau Bank. Dia 21 tahun.
Orang terakhir. Yolada Palinpornsakul, dipanggil Meiji.
Dia perawat magang, mantan SPG.
Dia dinobatkan sebagai Nona Blewah Aranyaprathet tahun 2016.
Pada 2019, dia dinobatkan sebagai Lady Noppamas di Bang Khae.
- Itu saja? - Ya, Pak.
Mereka sembunyi di proyek Perumahan Rakyat Ruamjai.
Kumpulkan tim dan geledah bangunan di kedua sisi.
Berikan infonya.
Kami sudah siap.
MELACAK NONA KECIL PRIORITAS UTAMA
Keparat ini...
- Itu dia? - Kurasa itu dia.
Tampaknya dia lolos dari kematian.
- Kurang ajar. - Dia bawa ambulans ke wilayah kita.
Kenapa dia kembali?
Jalan.
Masuk.
Apa-apaan ini?
Berikan anak itu.
Kau tahu siapa aku?
Hei!
Berengsek!
Kubilang berikan anak itu.
Tar. Kau melihat anak kecil di sini?
Ini miliknya?
Kalian tak bisa berkeliaran di sini semau kalian
tanpa izinku.
Tapi aku tak mengambil anak itu. Mengerti?
Antar kami kepadanya.
Baik.
Anak-anak.
Urus mereka.
Terus jalan, Bajingan.
ISTIRAHAT DALAM DAMAI
Kalian suka menonton trik sulap?
Ini bukan apa-apa.
Jalannya rumit.
Jadi, hati-hati saat melangkah.
Jalannya gelap.
Hei!
Keluar, Bajingan.
Keluar atau kutembak.
Kalian tahu
apa filosofi pesulap?
Kejutan.
Persetan dengan itu.
Yaitu mengalihkan perhatian ke tempat lain, Berengsek!
Tar.
Kirim foto para keparat itu kepada anak-anak kita.
Orang yang menemukan anak itu duluan akan kuberi hadiah besar.
Ini pasti akan sangat menghibur.
Aku tak bisa bernapas.
Hei, tunggu.
Tolong aku.
Tolong! Ada orang terluka di sini!
Tolong!
Ayo.
Kau melihat mereka?
- Tidak. - Kalau kau?
- Aku tak kenal mereka. - Jangan bohong.
- Kemari. Kau melihat mereka? - Lihat, Pak Tua!
- Katakan. - Kau lihat mereka?
Kau paramedis terbaik?
Kau meninggalkannya, tapi meminta bantuan dulu.
Kau pahlawan.
Sial. Lari.
- Kau melihat mereka berdua? - Aku tak tahu apa-apa.
- Kau melihat mereka? - Tidak.
Kutanya lagi.
Aku tak melihat mereka.
Kalau kau?
Kau kehilangan paketnya?
Benar?
Apa-apaan?
Dengarkan aku.
Mulai sekarang,
aku pemimpinnya.
Bagianmu adalah milikku.
Mengerti?
Mengerti?
Bagus.
- Kalian menemukan sesuatu? - Aku tak melihat mereka.
Kami tak menemukan mereka. Ayo.
Ayo.
Lihat ini, Anak-anak. Harga susunya sepuluh baht.
Ada sepuluh di kantong ini. Berapa total harganya?
Seratus baht.
Bagus sekali.
- Semoga berhasil. - Ayo.
Senyum, ya.
- Dah. - Dah.
- Bu, tolong aku. - Hei.
Bu, tolong aku. Kumohon.
Bos, satu mayat cukup untuk memberi makan babi-babi ini.
Sisanya akan busuk jika disimpan. Mau kita apakan?
Tak apa. Simpan dulu. Akan kujual itu kepada Jacky.
Ada apa dengan benda ini?
Benda sialan.
Cobalah. Hei, kau terlihat tampan.
Ya.
Lihat apa kau?
- Hei. - Berikan kacamatanya.
Maaf. Ambil saja.
Kirim fotonya saja.
Akan kuurus untukmu.
Hei, Teman-teman.
Aku punya pekerjaan besar untuk kalian.
Apa ini anak yang diinginkan Darlie?
Sial, perawatnya sungguh semanis ini?
- Hei, Perawat! - Ya?
Sial, Blue.
Itu dia. Ambil senjata.
Ayo.
Ambil senjata. Ikuti mereka!
Hei, berhenti!
Hei!
Sial, ikuti mereka!
Lewat sini. Ayo. Cepat.
Cepat. Ayo.
Meiji!
Blue, kemari.
Diam!
Kubilang diam.
Lepaskan.
Ada apa di sini?
- Kosong. - Berikan itu.
Berikan.
Punyamu juga. Berikan.
Berikan.
Tidak mau.
- Blue. - Ya?
Buka.
- Oke. - Kubilang buka!
Ya, Pak.
Sial.
Kau bau sekali.
Ayo.
Adapun alasan unjuk rasa berlangsung hampir satu tahun,
itu dimulai delapan bulan lalu.
CEO Teknologi Ide setuju mengerjakan megaproyek dengan perusahaan asing.
Setelah IEDP dimulai, sepertinya lokasi itu harus cepat dibersihkan
untuk menyelesaikan proyek sesuai kontrak.
Beri tahu orang kita,
tutup seluruh pintu masuk. Jangan biarkan polisi masuk.
- Oke. - Ayo.
Hei. Ayo.
Adapun perkembangan masalah ini...
Sial.
Di mana anak itu?
Kusuruh Bank menyembunyikannya.
PAMAN SIN
BOS
Halo.
Apa yang terjadi?
- Kubilang hanya ada satu kesempatan. - Akan kukirim sesuai rencana.
Berengsek.
Kau tahu harus bagaimana jika tertangkap, 'kan?
Aku tahu.
Ya, Bos.
Ya.
Aku tahu harus bagaimana.
Percayalah kepadaku.
Hei.
Di mana si Penjilat?
- Aku tak tahu. - Mana mungkin?
Aku bercanda.
Ayolah.
Kenapa serius sekali?
Kita satu tim.
Kenapa harus saling bunuh?
Astaga.
- Hei. - Lepaskan aku!
Bisa-bisanya kalian membiarkan dia lolos.
- Tangkapan bagus. - Masuk ke mobil.
- Kemari. - Masukkan dia ke mobil.
Jangan melawan. Ayo.
Geser.
- Masuk. - Biarkan aku pergi!
Diam.
Biarkan aku pergi!
Diam!
Cepat.
Hei. Aku tak bisa berlari lagi.
- Ada toko. - Apa?
- Kemari. Cepat. - Oke.
- Hei. - Ayo.
Daging babi dan telurnya lebih mahal.
Mi dan susunya lebih mahal juga? Sialan.
Kau memerasku.
Menurutmu bagaimana aku mendapatkan ini?
Dengan sihir?
Astaga. Pergi ke toko lain jika terlalu mahal.
- Baiklah. - "Baiklah"? Pergi.
- Sialan. - Siapa yang sial?
Oke, selanjutnya.
- Mau apa? - Boleh pinjam ponsel?
Tentu.
Kalian punya uang?
Ya.
Dari mana kalian? Kalian terlihat asing.
Ayo!
KAPAN AKU PERNAH TUTUP?
Halo, Anak-anak,
para warga,
pengunjuk rasa,
dan warga di belakang komunitas.
Kalian bisa mendengarku?
Lingkungan kita telah diserang sekelompok paramedis.
Dan kami menemukan salah satunya adalah informan polisi.
Jika kalian melihat pemuda ini,
segera beri tahu kami.
Tentu saja kami akan memberikan imbalan besar.
TAR BAWA MEREKA DAN DAPATKAN IMBALAN
Kita harus menemukan paramedis itu
sebelum orang-orang Darlie membunuh mereka.
Awas kanker.
Hei!
Terima kasih.
Semuanya! Mereka di sini!
Di tokoku! Cepat!
Kau akan menusuk tanganku!
Tak akan. Ayo pergi. Cepat!
Ayo. Cepat.
Pak.
Pak, tolong bantu aku.
Hati-hati, lidahmu bisa melepuh.
Panas, ya?
Tenang saja.
- Ada banyak di sini. - Dapat dari mana? Hebat. Astaga.
Ya.
Kita kehabisan telur?
Sudah kutambahkan.
- Tambahkan sohun juga. - Ya.
- Cepat. - Oke.
Mati kau!
Sial!
Cepat.
Ada apa?
Sial. Ayo.
- Jalan. - Ayo.
Tangkap mereka!
- Jangan sampai kabur! - Ayo!
- Tangkap mereka! - Sial.
Tangkap mereka semua!
Tangkap mereka.
Meiji, sembunyi di mobil.
Ya, telepon mereka sekarang. Suruh polisi membantu kita.
SILAKAN MASUKKAN KARTU SIM
Tak ada kartu SIM.
Serius?
Dasar wanita sialan.
Kau mau?
Kau belum makan apa-apa seharian.
Kenapa cumi-cumi kering manis ini amat enak?
Maju.
- Hei. - Ayo.
Tunggu. Tenang.
Kalian dokter, 'kan?
Aku medik.
- Kukira kau paramedis. - Benar, aku dapat pelatihan paramedis.
Tapi kau kurir saat kita bertemu.
Apa maumu?
Jika kau mendapat pelatihan medis, bosku membutuhkanmu.
- Apa? - Siapa bosmu?
- Pak Sumeth. - Hei!
Darlie mencari mereka berdua.
Jangan ikut campur.
Sial.
Siapa mereka?
Hei!
Bajingan! Keluarlah!
Siapa kau?
Kenapa mereka mencarimu?
Aku tanya, siapa kau?
Tunggu di luar.
Kami akan cari Bank dan anak itu.
Aku mau jawaban saat aku kembali.
Jika kalian...
membantuku menemukan anak itu,
aku akan memberikan imbalan.
Apa?
Berapa imbalannya?
Tiga ratus ribu baht per orang.
Itu milik kalian.
Jika kalian bantu aku,
aku bantu kalian.
Sama-sama untung.
Sepakat?
Kaew, apa mereka akan tahu aku tak memainkannya?
Tapi ini bagus.
Pak Wichai tak boleh mengacau.
Alam tak selalu adil.
Tujuan mereka adalah berenang ke hulu untuk bertelur.
Jika tidak berada di puncak rantai makanan...
kita harus mengikuti permainan yang memaksa kita untuk saling memburu.
Yang terpenting, kebanyakan ikan bersedia melakukan itu.
Kami menemukan sinyal GPS Unit D, Bos.
Oke.
Ayo pergi.
Mereka siap saling bunuh
untuk melindungi sistem yang membuktikan kemenangan itu nyata.
Mereka akan saling bunuh untuk membuktikan nilai mereka.
Maaf, Bos.
- Bukankah sudah kubilang? - Maaf.
Bukankah sudah kubilang
jaga adikku?
Siapa bajingan yang membunuh adikku?
Akan kubunuh bajingan itu!
Tiap musim dingin, beruang grizzly menunggu di hulu untuk makan salmon lezat.
Namun, beberapa makhluk juga diuntungkan secara tak terduga,
misalnya, burung hering.
Mereka datang dan menunggu untuk memakan bangkai ikan
tanpa berusaha keras sama sekali.
Jack, dokternya datang.
SIOMAI, PANGSIT LOKIO, CHEUNG FUN
Barangnya di dalam.
Dokter, suntik aku agar aku bisa mati
Pasienmu memohon kepadamu
Meski kita sangat saling mencintai
Aku mungkin tak pernah membuatmu bahagia
Tolong tinggalkan aku di sini, jauh darimu
Melihatmu hanya akan membuatku sakit
Jika aku di sini...
Ini. Untuk hati dan ginjal.
Hatiku sangat hancur...
Terima kasih banyak.
Hubungi aku jika ada persediaan lagi.
Hei! Jangan bergerak.
Ini orangku.
Bagaimana kau dapat mayatnya?
Tugasku hanya mengumpulkan mayat.
Aku ingin bertemu bajingan yang memimpin tempat ini.
Tunjukkan di mana dia.
Baik.
Ayo!
AMBULANS
Kau tak takut?
Tentu aku takut.
Tapi hanya ini cara menemukan anak itu.
Begitu dia kembali...
akan kukeluarkan kalian.
Kita takkan dapat uangnya.
Ayahnya sangat kaya. Dia bisa menebusnya.
Kenapa kau mencemaskannya?
Selamatkan dirimu.
Sial.
Persetan hidupku.
Aku di sini hanya karena segelas teh boba.
Ibuku perawat.
Pekerjaan ini darinya.
Aku punya utang kartu kredit.
Dulu aku SPG acara mobil.
Aku kekurangan uang.
Lalu, kudengar
orang kaya suka merekrut perawat muda untuk merawat mereka secara pribadi.
Aku bahkan mengubah namaku dari Mei jadi Meiji.
Sial.
Ini bisa dibilang peningkatan.
Apa?
Aku takkan membantu mereka secara gratis.
Kau tahu?
Kau tak berhak
menatapku begitu.
Ini. Sudah kuperbaiki.
Takkan jatuh lagi.
Kau tak mau?
Terima kasih.
Aku pernah membantu seseorang di sini.
Aku bertemu geng lokal.
Entah siapa mereka.
Mereka menembak polisi.
Mereka melihatku.
Saat itu aku hampir membuat timku terbunuh di sini.
Sial.
Aku mencoba bertahan sepertimu.
Jika aku bisa menyelamatkan orang lain juga,
itu akan lebih baik.
Dari sebelumnya.
Kenapa kau menjadi kriminal?
Kau tak jago melakukannya.
Apa penyakitmu?
Penyakit jantung.
Jika jantungku berdetak terlalu cepat, aku bisa kena gagal jantung
dan mati.
Itu penyakit fisik atau mental?
Kau tahu soal hal ini?
Tentu.
Aku tahu banyak.
Keluar sini!
Keluar!
Keluar!
Di mana uangnya?
Beberapa penyakit disebabkan oleh kondisi mental.
Kondisi yang memengaruhi tubuh.
Sin, kau harus selamatkan anak kita.
Tolong bantu Bank.
Mereka mau menagih utang ibuku.
Pamanku menembak mati mereka.
Sejak itu,
bicaraku menjadi tak jelas.
Ada banyak zona di tempat ini.
Kurasa kita tak bisa mencari mereka dengan kondisi kita.
Kita bisa kembali ke ambulans dan nyalakan sirene.
Kalau sirene itu menarik perhatian para keparat itu?
Jangan cemaskan itu.
Ada kejutan untuk mereka.
Kau bisa mulai. Aku siap.
Begitu anak itu ketemu, pergi ke ambulans.
Kami akan pergi dan menabrak semua penghalang.
Kau siap?
Kami di sini!
Kami di sebelah sini!
Kami di sebelah sini!
Ayo. Yang lain berkumpul kembali. Cepat.
Kita harus mendahului mereka.
Pegang tanganku.
Ayo.
Sial.
Aku melihat anak itu dan Penjilat.
Bank!
Lari!
Ayo.
Meiji, jika aku tak kembali, tinggalkan aku.
Hei!
Hei, Sayang.
Bank.
Bank, berdiri.
Ayo, berdiri.
Di mana anak itu?
- Tangkap mereka! - Bajingan.
Cepat.
Bunuh mereka!
Sial! Ke mana mereka pergi?
Ikuti mereka!
Kenapa kau meneleponku sekarang?
Kawan, sial. Mereka membunuh semua orang kita.
Persetan ini.
Mundur! Ayo!
Aku takkan pergi! Aku akan mati di sini!
Saya melaporkan di depan lokasi Perumahan Rakyat Ruamjai.
Karena rumor polisi akan membubarkan unjuk rasa malam ini,
banyak mahasiswa dan warga berkumpul untuk bergabung dalam unjuk rasa.
Ayo.
Ayo.
Tarik dan embuskan napas pelan. Tarik napas dalam.
Kita harus mencari jalan keluar.
Berikan uang kami dulu.
Kami bawa anak itu.
Aku takkan membayar siapa pun sekarang. Sini.
- Tunggu. - Hei.
Tapi anak ini milikku.
- Sialan. - Hei!
Jangan macam-macam. Letakkan pistolmu.
Serahkan anak itu padaku.
Berikan anak itu.
Serahkan dia.
Tidak mau.
Aku tak mau pergi.
Kubilang berikan kepadanya.
Tidak. Aku tak mau pergi.
Tidak.
Apa sangat sulit?
Ambil pistolnya.
Bagus sekali.
Hei.
Sin Satu Tembakan.
Aku ingin duel.
Sial.
Kau...
Bajingan. Bukankah julukanmu "Satu Tembakan"?
Aku bohong.
Kau tak apa?
Apa-apaan itu? Teganya kau melakukan itu kepada anak kecil.
Apa maumu? Kau kesal aku menembak bajingan itu.
Haruskah kutembak mati anak ini?
Aku takut.
Ayo cari jalan keluar dari sini.
Aku tak mau pergi.
Aku tak mau.
Aku akan mengeluarkanmu.
Ya?
Kau janji?
Aku janji.
Kubilang letakkan senjata kalian. Sekarang.
Hei, letakkan senjata.
- Lakukan. - Letakkan.
Letakkan senjata.
Yang di belakang, kemari.
Cepat.
Bajingan, kubilang minggir. Lewat sana.
Apa yang kau lihat?
- Jalan. - Cepat.
- Jalan. - Jalan.
Persetan ini!
- Apa ini? - Berdiri.
Ayo, turun ke sana.
Jalan. Turun ke sana.
Bagaimana kau akan menebus penembakan pada petugasku?
Menebus apa?
Sial!
Sial!
Keparat!
Sial!
Siapa kau?
Dengarkan aku.
Sekarang,
polisi bersiap menyerang perumahan sialan ini.
Mereka akan menghabisi kalian.
Lalu, perumahan ini akan hilang.
Kau dan gengmu...
Sial, mereka mati.
Sayang sekali.
Oke. Kau mau anak itu, Bos.
Sedangkan aku
ingin bisnisku terus berjalan.
Tidak. Aku mau anak itu dan bisnismu.
- Apa? Lalu, di mana aku? - Kau tetap di tempatmu.
Perbedaannya hanyalah kau harus menghabisi bosmu.
Tembak dia.
Tunggu.
Aku punya ide.
Begini saja.
Aku akan...
Bos, aku akan membantumu
memburu orang yang menculik anak itu.
Aku juga akan membantu polisi membubarkan massa.
Jadi, kau akan mendapatkan anak itu, dan polisi yang akan dipuji.
Dengar, aku tahu di mana Sumeth dan gengnya.
Dan anak itu? Kau tahu di mana dia?
Aku punya banyak mata dan telinga di tempat ini.
- Ya? - Darlie bekerja sama dengan polisi.
Dia mencari anak yang diculik geng paramedis.
Dia mengkhianatimu.
Dia mau menyalahkan penculikan itu pada massa.
Jadi, siapa anak itu?
Bagaimana situasinya?
Darlie bekerja sama dengan polisi.
Dia mengkhianati manajemen.
Dia menyelamatkan diri.
Oke.
MEMANGGIL PONSEL NYONYA...
Halo, Nyonya.
Ada keadaan darurat.
Adakan rapat setengah jam lagi. Dan kau, segera temui aku.
Semua jurnalis dan warga yang tak terlibat dalam unjuk rasa,
harap tinggalkan area ini.
Aku akan menciptakan situasi agar polisi bisa mengamankan area itu.
Lalu, kau umumkan ini adalah operasi untuk membubarkan massa
yang balas dendam dengan menculik putrimu demi tebusan.
Baik, Pak.
- Hei. - Hei, tak apa.
Turunkan senjata kalian. Tak apa.
Kau percaya padaku sekarang?
Kirimkan foto anak itu.
Kuberikan pada orang-orangku.
Hei, Tar.
Aku takkan pergi! Aku akan mati di sini!
Mulai saja.
Baik.
Aku takkan pergi...
Tenggat yang ditentukan sudah lewat.
Tapi kalian belum mengakhiri unjuk rasa atau meninggalkan area ini...
Selamat datang di duniaku.
Itu cara keluarnya. Bagaimana cara masuknya?
Lewat terowongan rahasia raksasa yang legendaris.
Itu lorong bawah tanah yang menghubungkan proyek perumahan.
Sial. Hal ini nyata?
Aku takkan pergi! Aku akan mati di sini!
Hei!
Aku takkan pergi...
Polisi menembak warga!
Ini pihak berwenang. Kosongkan jalan ke depan.
MINIBUS
Permisi.
Kalian datang dengan ambulans?
Kau yang berikan obat pada anak kecil?
Ya.
Terima kasih. Dia anakku. Istriku sudah menerima obatnya.
Jadi, ada apa ini?
Aku akan pergi dari sini.
Ada polisi di depan, dan mereka bersenjata lengkap.
Akan kuantar kalian ke tempat aman. Naik ke belakang mobil.
Kita sampai.
Di sini sangat aman.
Aku membersihkan lukanya.
Ini air sabun. Agak perih.
Kau akan baik-baik saja.
Kau akan baik-baik saja.
Silakan berbaring.
Kau bukan perawat, 'kan?
Apa?
Kau pasti malaikat.
Aku benar-benar perawat.
IMBALAN UANG JIKA TAHU KEBERADAANNYA
Hei, kau mau makanan?
Terima kasih.
Kubuat satu lagi.
Ada cukup untuk satu mangkuk lagi. Mau berbagi?
Kalian sedang apa?
Astaga. Kalian berbagi?
Manis sekali.
Boleh aku berfoto denganmu dan Koi?
Koi tak punya banyak teman.
Boleh?
Oke. Sekali lagi. Satu, dua...
JUD
Bos, apa yang akan kau katakan
jika aku bisa menemukan dan mengembalikan anak itu padamu?
Aku akan bilang bahwa kita
bisa jadi rekan bisnis yang baik.
Sempurna.
Lorong rahasia ini mengarah ke luar. Tolong ikuti aku.
Akan kuperiksa.
Saat aku bermain dengan Koi,
dia bilang
pria ini bukan ayahnya.
Paman, bajingan ini bukan ayah anak itu.
Sial.
Ya, Darlie?
Kami di titik penjemputan.
Jud hampir sampai.
Tenang. Akan kutangani.
Baik.
Apa kau ayahnya?
Ya. Aku sungguh ayahnya.
Bohong.
Hei, itu suara Jud. Ayo.
Ayo.
DARLIE KAMI JEMPUT DIA DI JALAN KELUAR TEROWONGAN
Ayo pergi sekarang.
Hei.
Nyonya di sini.
Situasi saat ini telah memburuk.
Sebaiknya
kita bakar saja gudang narkoba itu
dan bebaskan semua pekerja.
Tidak bisa. Kita sudah menghabiskan banyak uang.
Jangan sampai ini menjadi bumerang.
Jangan cemas, Tuan-tuan.
Akan kuserahkan ini kepada Sumeth.
Baik.
Urus Darlie.
Kesimpulannya,
kita putus hubungan dengan Darlie
dan jebak Sumeth untuk kerusuhan di kota.
Kita lakukan itu?
Nyonya.
Bagaimana dengan anak itu?
Kita harus menyingkirkannya.
Baik, Nyonya.
Pak Sumeth, massa bubar.
SUMBU, KAIN, BENSIN, SEMPROT, MASKER
Sudah waktunya.
LEMPAR BOM BOTOL
Hati-hati, Semua. Jangan sampai tertangkap.
- Ya. - Baik, Pak.
JARINGAN KOMUNITAS
Cepat.
Ayo. Cepat.
Ayo.
PEKERJAAN BATAL. SINGKIRKAN ANAK ITU. BAYARAN SEPERTI DISETUJUI DI AWAL
Darlie.
Jud mati. Dan para keparat itu menghilang.
Tar, suruh mereka menemuiku di belakang proyek perumahan.
Baik, Bos.
Bagaimana?
Darlie menemukan anak itu.
Kau lumayan juga.
Cepat. Ayo.
Tindakan kalian itu pelanggaran berat
di bawah Pasal 24 UU Penyampaian Pendapat di Muka Umum tahun 2015.
Pihak berwenang harus mematuhi perintah untuk membubarkan unjuk rasa
sesuai dengan rencana aksi dan langkah hukum lebih lanjut.
Ya, Nona Nich.
Beri tahu Nyonya akan kuhancurkan semua bukti.
Tenang. Takkan ada jejak.
Coba ulangi aku.
Kami takkan pergi. Kami akan mati di sini.
Ayo. Kalian akan dapat 500 baht.
Kami takkan pergi. Kami akan mati di sini.
Ya, begitu.
...pergi. Kami akan mati di sini.
Jangan bawa mereka gabung.
- Baik. - Singkirkan mereka.
- Baik. - Oke. Pergilah.
Kami takkan pergi. Kami akan mati di sini.
Pak Sumeth!
Trafo besar meledak, Pak.
Di dalam terowongan tak aman.
Kita harus mengungsi.
Sial.
Jika kalian terluka ringan, bantu yang terluka parah.
Saling bantu. Cepat.
Saling bantu. Cepat.
Ayo.
Hati-hati. Cepat.
Cepat. Ayo.
Cepat.
Ayo. Cepat.
Sial! Sialan.
Paman.
Kita harus pergi sekarang.
Paman.
Pergilah.
- Kita hampir sampai. - Pergilah.
Ada orang di sana? Tolong aku.
Awas!
Ayo.
Sial. Dia tak bernapas.
Cukup.
Kau tak ingat kita di sini gara-gara dia?
Kenapa kau sangat ingin menjadi pahlawan?
Kenapa?
Tolong.
Kumohon.
Apa pun yang terjadi, aku harus menyelamatkannya.
Jangan menyerah.
Sadarlah.
Tolong sadar.
Sadarlah.
Ayo bergantian.
Hei, dia sadar.
Tikus.
Ikuti tikusnya.
Ada jalan keluar.
Sial.
Kita harus terus jalan. Ayo.
Sial.
Cepat.
Hei!
Sial. Awas!
Sial. Ke sini.
Ayo.
Anak itu. Kejar dia. Cepat!
Sial.
Jangan bergerak!
Kami dapat anak itu, Bos.
Baik.
Bunuh mereka!
Lihat, Semua.
Semua yang terjadi di sini gara-gara satu gadis kecil itu.
Andai orang tuaku menyayangiku sebesar itu.
Cepat.
Meiji!
- Buka, Meiji. - Ayo.
Ayo. Cepat.
- Ayo. - Sial.
Hei.
Tolong kami.
Anak ini terluka, dan perawat terjebak dengan massa.
Tolong bantu.
PENYELAMATAN YAYASAN TAI LA
- Ayo ke rumah sakit. - Tunggu.
Bukankah kalian
orang yang diburu Darlie dan gengnya?
Kurasa benar.
Halo, Sin.
Sepertinya kau yang membunuh adikku, 'kan?
Hei, kau kenal keparat ini?
Benar. Dia teman lamaku.
Ambil pistol di saku belakangku.
Berapa peluru yang akan kau tembakkan hari ini?
- Ayo. - Berlindung.
- Tembak. - Cepat.
Ayo.
Hei, Bajingan!
Ayo, masuk.
Bajingan!
Sembunyi di sini.
Sial.
Keparat.
Ayo.
Hei!
Ayo.
Sembunyi di sana.
DIJUAL KEBUN DURIAN
Cepat.
Hei!
Ayo, lari!
Ayo.
Ayo.
YAYASAN PENYELAMATAN SUKARELA TAI LA
Hei, periksa!
Astaga.
Manis.
Bajingan!
Hei, Sayang.
Kau terluka? Kau tak apa?
Ayo.
Kau tak apa?
Jangan bergerak. Letakkan pistolnya. Kubilang letakkan.
Lepaskan dia dan mundur.
Lepaskan dia!
Kau aman, Nona Kecil.
Permisi. Di mana Ayah?
Kita mau ke mana?
Pertanyaan bagus.
Bosmu ingin paketnya diantar ke mana?
Antar aku pulang sekarang.
Ke mana?
Kau mau semua imbalannya, Bajingan?
Pekerjaanku dibatalkan. Kau tak tahu?
Trik itu kuno.
- Bank. - Paman.
- Paman. - Jangan lakukan itu.
Aku sungguh tak tahu.
Pekerjaannya batal. Jangan lakukan itu. Bank!
- Paman. - Kumohon.
Sudah kubilang. Jangan lakukan itu.
Jangan!
Tidak!
Tak apa, Nak.
Ayahmu di sini.
- Ayah. - Sekarang sudah aman.
Bank.
Tidak!
Ya, Pak.
Nona Kecil belum ketemu.
Baik.
Kami akan terus berusaha.
Keadaan menjadi tak terkendali.
Jika aku tahu targetnya anak-anak, aku takkan menerima pekerjaan itu.
Apa pun yang terjadi...
kembalikan anak itu pada ayahnya.
Lakukan itu.
AKU AKAN MENGEMBALIKAN ANAK ITU
Mari akhiri semuanya.
Mundur!
Sialan!
Ini akan masuk berita besok.
Anggota geng penculikan anak berkhianat dan saling menembak!
Mari pakai itu.
Oke.
Siapa kau? Sedang apa kau di wilayahku?
Kenapa kau mencampuri urusan polisi?
Polisi?
Kau polisi?
Pegangi dia.
Diam.
Mereka saksi. Bunuh.
Tunggu.
Dia menolongku dalam kerusuhan proyek.
Hei, Nak!
Hei, Nak!
Semuanya, hati-hati! Itu peluru asli!
Pura-pura tak melihat apa-apa. Pergi dari sini.
Terima kasih telah menyelamatkanku.
Dan
terima kasih sudah menepati janji.
Serius, kenapa kau memilih menjadi paramedis?
Aku mencoba bertahan sepertimu.
Jika aku bisa menyelamatkan orang lain juga...
Jangan takut, Perawat.
Jangan mendekat, Bodoh!
Kami sudah mengendalikan situasi di proyek perumahan, Pak.
Itu akan lebih baik.
Dari sebelumnya.
Aku tahu kau takut. Aku juga takut sepertimu.
Kita kehilangan harapan sekarang, tapi izinkan aku meminta satu hal.
Jangan menyerah.
Hidupmu. Jaga itu.
Karena itu satu-satunya yang benar-benar milikmu.
Bajingan.
Bajingan.
HIDUP ADALAH PENDERITAAN
Pemirsa, ini pembersihan besar di lokasi Perumahan Rakyat Ruamjai
setelah unjuk rasa mereda.
Sekarang ada cukup banyak warga
dan sukarelawan
yang membersihkan area ini.
Kita lihat apa yang mereka lakukan di sana sekarang.
Dalam keputusan mendesak hari ini, pemerintah membatalkan kontrak
untuk The Grand Bangkok River Complex, Heaven on Earth, Nakhon Sawan,
oleh Teknologi Ide milik Pak Wichai Soponcharoenrat.
Tanah dikembalikan ke proyek Perumahan Rakyat Ruamjai,
menandai akhir unjuk rasa yang berlangsung hampir satu tahun.
Media telah menghubungi Pak Wichai,
tapi dia menolak diwawancara mengenai masalah ini.
Kau kalah kali ini.
...Pak Sumeth, pemimpin unjuk rasa, ditangkap atas tuduhan...
Semoga berhasil.
...kekerasan.
Jaminan untuknya ditolak oleh pihak berwenang.
Hai, Mei.
Halo, Gadis Nakal. Kau sudah minum obat?
Sudah kuminum semuanya.
Terima kasih, Nona Perawat Pribadi.
Sebenarnya, aku menelepon hari ini untuk mengabari
bahwa aku resmi menjadi paramedis.
Wah. Serius? Wow. Semangat...
Papan reklame jatuh melukai banyak orang di Jalan Bang Na - Trat.
Responden terdekat, tolong segera ke sana.
Kami akan tiba dalam 45 detik.
Siap, Mei?
Siap.
Ayo pergi.
Ayo!
TIDAK ADA HEWAN YANG DILUKAI DALAM PEMBUATAN FILM INI
Terjemahan subtitle oleh Sarah
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.