Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tarik napas. Pegang dia!
- Taruh bantal di belakang kepalanya! - Kenapa dia begitu?
Itu karena nightshade. Dia mengigau.
Kalungnya bisa mencekiknya.
Biarkan saja.
Tarik napas, Ruth.
Tahan dia, George!
Mengejan, Ruth.
Saatnya mengejan. Mengerti?
Mengejan.
Kepalanya terlihat.
Tak lama lagi keluar.
Sudah keluar.
Dia tak bernapas.
Tidak.
Syukurlah.
Syukurlah.
Berhasil, Ruthie.
Jonah kita.
Syukurlah.
Sakit! Keluar!
- Sudah keluar! - Keluar!
- Sakit! - Ruth, berhentilah!
Dia baik-baik saja.
- Keluarkan dia! - Sudah keluar, Ruth.
Keluarkan dia!
30 TAHUN KEMUDIAN
Judith!
Lihat kotak pensilku?
Judith! Kotak pensilku!
Dimana?
Dimana?
Dimana? Mana kotak pensilku?
Ibu, lihat kotak pensilku? / Ellen, ibu tak lihat.
Aku tidak menemukannya.
Cepatlah.
Judith!
Tidak ada waktu cari itu, nak.
Judith.
Judith.
Tahu caranya mengetuk pintu?
- Ayah yang belikan ini. - Hati-hati!
Minta dulu!
Keluar dari kamarku!
- Awas! - Berhenti bertengkar.
Kubilang, keluar!
Hentikan!
Dia masuk lagi tanpa mengetuk.
Pasti dia yang ambil!
Ibu tak mau terlambat lagi ke kantor.
Tolong bantu Ibu!
Baik. Aku siap.
Dan aku bisa ke sekolah tanpa...
- kotak pensil bodoh itu. - Aku membencimu!
- Aku juga. - Bagus sekali.
Ibu bantu.
Kau tak apa?
Kapan Ayah tidur di sini lagi?
Kapan?
Ibu tak tahu.
- Bis, Ellie. - Oke.
Pergilah.
Kenapa dia sering memanggilku Ellie?
Aku sudah beritahu panggil aku Ellen.
Aku tahu. Dia belum terbiasa.
Nanti juga terbiasa, aku janji.
- Baik-baik di sekolah. - Oke.
Judith.
Judith, tunggu.
Apa yang kau lakukan?
Aku numpang.
Tunggu.
Jangan beritahu Ibu, atau kau akan menyesal.
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO BONUS DEPO 100% 50K+50K = 100K, KETIK BEBAS69 DI GOOGLE
KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login
Aku tahu. Ini tidak baru.
Sudah seminggu kupakai.
Harusnya kau jadi detektif, Perkins.
Kau sedang berhemat?
Aku masih di motel.
Astaga.
Kau bikin masalah lagi, kan, Frank?
Aku akan makan malam dengan istriku malam ini.
Semoga semuanya beres.
Kau memang pintar bicara.
Sial.
Sialan.
"1938."
Ini jelas kasus lama.
Apa ini?
Judith, ibu tidak akan tanya lagi.
Turunlah makan.
Kenapa kau kemari?
Ini rumahku juga.
Kami mau makan malam.
Boleh masuk sebentar menyapa anak-anak?
Tidak, Frank, kau tak bisa datang dan bersikap baik,
lalu aku yang harus jelaskan semuanya.
Itu Ayah? Ayah mau makan malam di sini?
Hai sayang.
Jadi, Judith,
bagaimana proyek biologinya?
Itu dua minggu lalu.
Berapa nilaimu?
- Aku dapat "C". - "C"?
Kau tidak bilang.
Bukan masalah besar.
Karena dia sekarang selalu bersama David.
Siapa David?
Bukan siapa-siapa. Cuma teman sekolah
Kalau dia penting bagimu, kita harus temui dia.
Baik. Mau kuajak ke motelmu?
Judith.
Apa yang kau lakukan di sini?
Berpura-pura kita keluarga bahagia?
Aku sudah selesai. Boleh pergi?
Kalau sudah selesai makan,
- aku ada makanan penutup. - Frank!
Kau harus tunggu.
- Itu dari Toko Roti Mardoff? - Betul.
Ya.
Jadi...
Judith...
coba dulu kuenya sebelum pergi.
Jangan bujuk kami dengan donat.
Aku mau kue sus.
Habisin dulu ayamnya.
Ayamnya sudah cukup, aku cuma mau makan kue sus.
Itu apa isinya?
Ini yang aku tunggu.
Ini buat ibumu.
Pasti dia akan suka.
Apa ini?
Itu untukmu.
Mau membujukku juga?
Konyol.
Aku...
Semuanya jadi kacau.
Aku harus pergi.
Apa? Tidak!
Aku harus pergi, sayang. Ada pekerjaan.
Kerjakan di sini saja.
Tidak bisa.
Malam ini ayah harus ada di tempatku.
Tidak perlu.
Ya, perlu.
Aku tak mengerti.
Hei.
Aku percaya padamu.
Percaya padaku?
Melarangku tinggal...
- sudah kecewakan anak-anak. - Mereka baik saja.
Kau makan masih pakai baju kerja.
Putrimu dapat nilai C dan dekat dengan cowok.
Itu tidak terdengar baik!
Menurutmu itu salahku?
Jangan sampai kubilang.
Apa?
Ini terlalu berat buatmu sendirian.
Aku sudah lama jalani ini sendiri.
- Makasih, sayang. - Ya.
Kalung palsu.
Pria itu.
Kenapa sikapmu ke Ayah sangat kasar?
Ibu tak bisa bahas sekarang, Ellen.
Biarkan saja, besok ibu cuci.
Aku saja.
"Kau lihat ibuku? tanya si anak bebek."
"Tidak," jawab kadal tua...
"Aku tidak melihat ibumu."
"Aku sibuk seharian menangkap lalat dengan lidahku."
Lalu si bebek melihat berang-berang cokelat di sungai.
"Kamu lihat ibuku?" tanyanya.
"Tidak, jawab berang-berang. Aku tidak lihat."
Ellie, kau sedang apa?
Baca buku.
Si Bebek Yang Hilang?
Kukira buku itu sudah tak ada.
Itu buku untuk bayi, Ellen.
Aku bacakan buat anak kecil tadi.
Anak laki-laki mana?
Dia pergi karena kau.
Ada anak laki-laki di kamarmu?
Itu yang tadi aku omongin.
Kau tak merasa itu aneh?
Perlihatkan lumba bodohmu ini?
Jangan sentuh itu!
Kau sudah terlalu besar untuk teman khayalan,
dan terlalu kecil untuk pacar khayalan.
Tidurlah.
Kenapa kau pakai itu?
Ibu sudah buang.
Jangan sampai ibu lihat.
Tapi ini dari Ayah.
Jangan beritahu Ibu kau simpan ini.
Kenapa Ibu dan Ayah bertengkar?
Mungkin gara-gara kau.
El, tidak.
Cuma bercanda.
Mereka sudah dewasa.
Orang dewasa memang sering bertengkar.
Tidak ada hubungannya dengan kita.
Oke?
Ada apa?
Halo?
Ellie?
Serius?
Ellie? Kau bangun?
Ellie!
Judith!
Ada apa?
Ellie!
Apa? Ada apa?
Kau berlumuran darah! Dia bersimbah darah!
Dia tidak bersimbah darah!
Mungkin kau cuma mimpi.
Itu beneran tadi.
Sayang.
Sangat nyata.
Kau tak apa.
- Bawa itu ke kamarmu, Ellie. - Namaku Ellen!
- Bawalah. - Nanti aku ambil.
- Kaget. - David!
Itu tidak lucu.
Sangat lucu.
Kenapa kau di sini?
Cuma mau sapa.
Mana semuanya?
Cuma Ellie. Ibuku kerja.
Kalau ayahmu?
Dia...
Dia sudah tak tinggal di sini.
Sepertinya mereka akan cerai.
Sayang sekali.
Apa yang terjadi?
Ibuku mau kerja lagi.
Begitu?
Dia teriak-teriak.
Karena mabuk.
Ellie takut sekali.
Bagaimana perasaanmu?
Aku berharap..
ingin semua ini selesai.
Ini bisa buat perasaanmu lebih baik.
- David! - Apa?
Dapat dari mana?
Ambil dari ayahku.
Ayo keluar.
Ini tempat ibuku merokok.
Dia kira kami tak tahu.
Pernah coba?
Tidak.
Mau?
Aku punya ini sejak kecil.
Lumba-lumba bernapas seperti kita.
Mereka sangat pintar.
Ambilah.
Nanti juga terbiasa.
Lumayan juga.
Ini namaku.
E-L...
L...
E...
N.
Ellen.
Siapa namamu?
Kau keren saat merokok.
- Ya? - Oh ya.
J...
O...
N...
A...
H.
Jonah?
Astaga, Ellie!
Apa yang terjadi? Kau tak apa?
Anak itu, dia tertindih.
- Anak laki-laki? - Tolong!
Anak itu di sini. Kuberi dia lumba-lumba.
Teman khayalan tak bisa disakiti, Ellie.
Dia bukan khayalan. Namanya Jonah.
Ada apa ini?
- Ellie manjat ke rak buku. - Aku tak manjat!
Jadi kau jatuhkan cuma buat main-main?
Aku tidak jatuhkan.
- Raknya jatuh sendiri. - Ellen.
Benar!
Rak itu jatuh menimpa tanganmu?
Tidak.
Apa ini?
Jonah menarikku saat raknya jatuh.
Jonah?
Anak itu. Dia menyelamatkanku.
Kau begitu bodoh.
Aku tak bodoh! Diam!
Dan siapa dia?
David.
Hai, Bu Davis.
Aku pulang dulu.
Ide bagus, David.
Kau merokok?
Tidak. Ibu?
Judith, jika aku tak di rumah, jaga adikmu.
Bukannya ajak cowok.
Aku bukan ibunya. Alasanmu?
Ibu lagi kerja.
Mungkin ayah benar, mestinya kau tak bekerja.
Mau cerita soal kejadian tadi?
Sudah kuberitahu tadi.
Kau baca "The Lost Duckling"?
Yah.
Ibu masih ingat ceritanya.
Kasihan si anak bebek.
Tersesat sendirian.
Ini tentang ayahmu?
Kenapa Ibu tak mau dia kembali?
Masalahnya rumit.
Karena Ibu harus kerja.
Bukan soal itu.
Itu...
Seperti saat kau sedang sakit,
dan tak bisa keluar main sama teman-temanmu.
Begitulah perasaanku.
Ayahmu kerja seharian,
kau dan kakakmu di sekolah...
Ibu ingin hidup mandiri.
Aku suka bekerja.
Dia tak ingin di sini?
Dia mau.
Dia ingin bersama kalian.
Tapi, sayang, kami harus selesaikan masalahnya dulu.
Mau ibu bacakan?
Ya?
Ibu bacakan.
Sini.
Oke, sini.
"Si Bebek yang Hilang."
"Daisy, si anak bebek, terbangun suatu pagi...
dan mendapati dirinya sendirian."
Ada apa denganmu?
Kau Jonah?
Bu, bangun!
- Apa? Astaga! - Bantu aku!
Ada wanita di bawah!
Digorok! Aku berlumuran darah!
- Judith! - Aku bersimbah darah!
- Lihat aku! - Tolong aku!
Kau tak apa!
Anak itu di sana!
Lihat Jonah?
Ya, dia kotor sekali.
Dia tak begitu.
Judith, aku tak tahu bagaimana bisa ada yang masuk.
Ini bukan mimpi, tapi beneran.
Tapi Jonah tak menakutkan.
Ya, benar.
Tidak, dia cuma kesepian.
Dia bukan mencari teman, Ellie!
Oke. Hentikan.
Ihu tak tahu harus bilang apa. Tak ada siapa-siapa di sini.
Jangan selalu begadang.
Tak baik buatmu.
Besok kita bicarakan.
Ibu mau kita tidur saja?
Kau bisa tidur denganku jika mau.
Oke, pastinya.
Judith.
Aku tahu ini berat bagimu.
Ini berat buat kita semua.
Tapi ini bukan soal Ayah.
Aku tahu apa yang kulihat.
Ibu tahu.
Tapi apa yang kubutuhkan juga penting.
Kalau kebutuhan kami?
Kita saling membutuhkan.
Bisa bersikap lebih baik pada adikmu?
Dulu kalian sangat dekat,
dan sekarang dia sangat membutuhkanmu.
Dia berlagak seperti membenciku.
Kita semua harus bekerja sama.
Halo.
Dia tak bisa mencintai.
Cuma mau membunuh.
Frank?
Kenapa kau kemari?
Bisa bicara sebentar?
Kalung itu, Frank, kau dapat di mana?
Kenapa lagi kau permasalahkan itu?
Itu bikin anak-anak bermimpi buruk.
Kalung itu membuat mereka mimpi buruk?
- Frank, kau dapat dimana? - Hei, Stuart.
Kutemukan...
di kotak barang bukti.
Ya Tuhan, Frank!
Jangan bicarakan itu...
di depan mereka.
Aku harus lihat kotak bukti itu.
- Aku bisa dipecat karena itu. - Aku tak peduli, Frank.
Aku peduli!
Ini pekerjaanku!
Kau mau tahu kenapa kau tidur di motel?
Seorang ibu dan anaknya ditemukan tewas di rumah mereka.
Astaga, Frank!
Kau berikan kalung dari tempat pembunuhan.
Kau ini kenapa?
Sudah kucuci. Mungkin harganya mahal.
Kalung itu bersama ini?
Aku takkan berikan pisaunya.
Apa lagi yang tertulis?
Jadi...
Menurut laporan,
polisi sudah dipanggil beberapa kali.
Maaf soal keributannya, petugas.
Banyak coyote berkeliaran.
Maksudmu ulah coyote?
Dugaan terbaik kami.
Kenapa, sayang? Kenapa kau lakukan itu?
Katanya anak itu suka melakukan kekerasan.
Kenapa aku di sini?
Ayahnya sudah lama pergi sebelum mereka mati.
George!
George, mau ke mana?
Jangan tinggalkan kami.
Kumohon.
Kau sudah putuskan, Ruth.
- George! - Minggir.
- George, berhenti. - Menjauh dari truk, Ruth.
- George! - Menjauh dari truk, Ruth!
Ibunya merantai anak itu di dalam gudang.
Ruth.
Dianggap kasus pembunuhan-bunuh diri.
Anaknya diduga,
dicekik oleh ibunya,
lalu ibunya menggorok lehernya sendiri.
Tapi ini aneh.
Jika kasusnya ditutup,
mestinya barang bukti ini sudah dihancurkan.
Ini ibunya?
Ya.
Kenapa, kau kenal?
Apa? Tidak.
Tidak.
Ibuku kira aku sering begadang.
Jika menurutmu itu nyata, aku percaya.
Ada sesuatu yang aneh di sini.
David, sudah dulu.
Jadi kau mau mengacuhkanku.
Tidak, bukan begitu.
Daah.
Kau tak apa?
Sekarang Ibu peduli?
Judith, ibu selalu peduli.
Tunggu.
Ingat kalung yang ayahmu berikan?
Ya, aku ingat.
Ada apa?
Wanita yang kulihat tadi malam di ruang bermain,
memakai kalung itu.
Kalungnya masih ada?
Kutendang ke bawah sini.
Tidak ada?
Di mana kalung itu, Judith?
Dimana adikmu?
Kau tak menjaganya?
Aku tak tahu.
Aku bisa naik lebih tinggi dari itu.
Aku lebih besar darimu.
Lihat.
Lihat?
Jonah?
Kau dimana?
Jonah?
Jangan dorong!
Jonah, berhenti!
Ellie!
Ellie, sayang, apa yang terjadi?
Astaga.
- Ambilkan kotak medis. - Ibu!
- Jangan bergerak. - Ibu!
Tahan tanganmu, kau akan baik-baik saja.
Judith! Cepat!
- Tahan sebisamu, sayang. - Ibu!
Aku tahu. Ayo.
Oke.
- Boleh kubantu? - Tidak, sudah cukup, Judith.
- Ini bukan salahku! - Memang kau tak pernah bersalah, kan?
- Kenapa bicaramu begitu? Berhenti. - Ibu!
Lepaskan kalung terkutuk itu!
- Cepat! - Lagi kuusahakan!
Sudah.
- Aku harus ikut? - Tidak. Tutup pintunya.
Dr. Stadtman, tolong segera datang.
Ingat,
waktu kunjungan tinggal 15 menit. Terima kasih.
Dia akan baik-baik saja.
Cuma butuh ibunya.
Kenapa putriku?
Laura!
Frank. Tenang.
Dia baru selesai operasi, dan akan baik-baik saja.
Kau dimana?
Aku baru pulang dari bertemu denganmu.
Aku tak bisa ada di semua tempat sekaligus.
Sudah kuduga ini akan terjadi.
Kau tak bisa jaga mereka.
Sayang.
Judith?
Judith, kau di mana?
Hei.
Sepertinya rumahmu kosong.
Hanya kita.
Kau sedang apa?
- David! - Apa-apaan ini?
Maaf.
Kau kenapa?
Butuh sesuatu?
Aku lapar.
Kubuatkan makan malam.
Oh sial!
Maaf. Bikin takut saja.
Kenapa kau pakai itu?
- Aku tak tahu. - Lepaskan.
Ke atas.
Nanti kupanggil saat makan malam siap.
Judith?
Ya?
Mana burungnya?
Tadi kuberi makan, tapi mereka terbang.
Apa?
- Di mana? - Aku tak tahu.
Atur mejanya. Ibu mau masak.
- Ibu. - Apa?
Boleh aku bicara?
Apa?
Ada apa?
Judith.
Tidak jadi.
Halo?
Ini Detektif Jim Callahan?
Siapa ini?
Mungkin kau sudah lupa,
tapi namaku Laura Davis.
Aku istrinya...
Frank Davis.
Laura. Ya, Laura.
Bisa kubantu, Laura?
Ada yang mau kubicarakan soal penyelidikan...
lama yang pernah kau tangani.
Ini tentang kalung.
Pagi.
Beatrice Villalobos, kumohon.
Kau keluarganya?
Teman.
Dilarang masuk kalau bukan keluarga.
Bagaimana kalau teman keluarga?
Nama, tanggal, waktu.
Kamar 43, kanan belakang.
Oke.
Hari ini dia lagi senang.
Baguslah.
Nikmati kunjunganmu.
Keluar!
Dia gila! Aku tak sanggup lagi!
Aku tak mau...
Callahan?
Hai, B.
Apa yang terjadi?
Stroke.
Ada apa denganmu?
Bir.
B, ada masalah.
Detektif Callahan. Terima kasih sudah datang.
Senang kau menelepon, Laura.
- Terima kasih karena tak ikutkan Frank. - Ya.
Ini Beatrice.
Dia ada kaitannya dengan kasus itu.
Halo.
Kau mau...
Masuklah.
Duduk saja di ruang tamu.
Itu kasus paling mengerikan yang pernah kutangani.
Jadi, ibu itu merantai anaknya di gudang.
Tubuh anak itu banyak luka di tangan dan kakinya.
Pasti dia sudah lama dikurung di sana.
Astaga.
Entah mana yang lebih buruk.
Kematian atau kehidupan mereka.
Kami sudah tahu cara hidup mereka,
tapi aku belum yakin...
kami tahu penyebab pasti kematian mereka.
Pisau berlumuran darah itu pasti ada hubungannya.
Ya, tapi kenapa mengurung anaknya...
begitu lama...
hanya untuk mencekiknya sampai mati.
Itu tak masuk akal.
Menurutmu ada kejadian lain saat itu?
Sepertinya ada bagian yang belum terpecahkan.
Tapi dulu fokusnya hanya menutup kasus, kan?
Jadi...
kami tutup.
Kau kenal keluarganya?
Kakaknya, Martha, kenal.
Dia bantu persalinan anak mereka.
Sebaiknya kumpulkan semuanya ke ruangan...
sebelum kita lanjutkan.
Semuanya, siapa?
Nak. Kenapa kalian kemari?
Kami harus tahu apa yang terjadi.
Ini anak-anakku.
Ellen dan Judith.
- Kalian tak boleh di sini. - Kenapa?
Mereka juga terlibat.
Tak ada gunanya menyembunyikannya.
Pernah bertemu Jonah?
Tidak.
Saudariku merahasiakan...
semua yang terjadi.
Ayo,
ikut kami, anak-anak.
Kalian perlu tahu apa yang kalian hadapi.
Martha terikat dengan dunia roh.
Aku pun begitu.
Turun-temurun di keluarga kami.
Ibunya, Ruth,
menemuinya...
karena sangat ingin punya anak.
Ruth dan suaminya sudah lama berusaha,
tapi tak berhasil.
Martha sudah...
mencoba berbagai mantra kesuburan pada Ruth,
tapi sia-sia.
Akhirnya, dia coba satu cara terakhir.
Kalung itu.
Kalung terkutuk itu.
Kakakku tahu kalung itu membawa...
malapetaka.
Tapi dia tidak peduli.
Dengan sombongnya,
dia mengira bisa melawan...
aura jahat kalung itu...
lewat mantra cahaya...
dan kesuciannya.
Tapi dia salah.
Dan Ruth langsung terkutuk setelah memakai...
kalung itu.
Kakakku sering...
dihantui oleh kejadian di rumah itu.
Dia meninggal di usia muda.
Terus kalung itu?
Martha memohon agar aku mengamankannya,
agar tak ada yang melepaskan kekuatannya.
Kenapa tidak dihancurkan saja?
Tidak bisa.
Mengurung kejahatan lebih aman...
daripada melepaskannya ke dunia.
Dan kurasa...
seseorang di sini sudah memakai kalung itu.
Dia memakainya.
Lihat anak itu,
Jonah?
Kalung itu bisa...
mengikat jiwa yang disiksa.
Ada ikatan antara kau...
dan arwah Jonah yang terkurung.
Apa yang harus kita lakukan?
Beatrice.
Aku bisa terhubung dengan apa pun...
yang terikat pada kalung itu.
Silakan lakukan yang perlu.
Kau tak bisa membunuhku!
Jonah. Dia jahat.
Dia tak jahat.
Bayi Ruth...
diracuni kalung jahat itu...
sejak lahir.
Dan Ruth tidak sanggup lagi.
Dia membunuh anaknya sendiri.
Tapi rohnya sudah dikuasai kegelapan,
dan dia kembali untuknya.
Sekarang dia di sini.
Cukup.
Kalung ini harus dihancurkan.
Tak akan ada gunanya.
Kenapa?
Karena dia sudah melekat padamu.
Dia mau kembali untuk membunuh.
Semua yang kau alami, itu ulahnya.
Dia mau melemahkanmu.
Kaulah perantara dia kembali ke dunia ini.
Ini semua ulah Martha, bukan aku.
- Beatrice, bantu mereka. - Kumohon.
Kumohon. Pasti ada yang bisa dilakukan.
Ada.
Jika aku bantu, aku akan ikut terlibat.
Mungkin. Tapi ini kesempatanmu untuk memperbaikinya.
Memperbaiki yang sudah terjadi.
Menebus kesalahan kakakmu.
Apa? Maksudmu?
Ritual pemanggilan arwah.
Untuk berbicara dengan roh Jonah,
memutuskan hubungannya denganmu,
dan memaksanya kembali ke dalam kalung.
- Aku tak bisa. - Judith.
Lakukan tanpaku.
Tak apa. Tak perlu kau terlibat.
Aku takkan memaksa putriku.
Terserah kalian.
Apinya akan padam sendirinya...
begitu arwah itu pergi.
Kita harus ciptakan...
energi positif.
Kekuatan cinta...
menghalau masuknya kejahatan.
Ketakutan...
pintu masuk mereka.
Apa pun yang kau lihat atau alami,
buang rasa takutmu...
agar ritual ini berhasil.
Oke. Kami mengerti.
Sekarang fokuslah.
Dan...
sentuh kalungnya bersamaku.
Pejamkan mata...
dan kita...
panggil arwah itu ke sini.
Jonah.
Ayo, datanglah.
Jonah.
Kami menunggu.
Jika kau tak bisa datang,
biarlah kami yang datang ke duniamu.
Sesuatu terjadi.
Jangan takut.
Ellen...
Kau melihatnya?
Dia di sini.
Dia takut.
Jonah, kau tak diterima di sini.
Hei. Tak apa.
Ini rumah cinta.
Kau tak diterima di sini.
Jonah, kau tak diterima di sini.
Ini rumah...
Kau tak diterima di sini.
Kau tak diterima di sini.
Hentikan, kau menakutinya.
Tunggu.
Tunggu.
Ada arwah lain.
Ruth.
Ellen!
Kau tak diterima di sini.
Kau tak diterima di sini.
Kau tak diterima di sini!
Kau tak diterima di sini!
Tidak, ini salah.
- Dengar! Pergilah, kalian berdua! - Jonah.
Kau tak diterima di sini!
Tidak, Jonah!
Kau tak apa?
Kau tak harus lakukan itu!
Apa itu barusan?
Tetap di sini.
Arwah itu kembali, tapi...
Kenapa kau lakukan itu?
Sayang, tenang.
Ada yang tak beres.
Kau tak apa.
Apa?
Lilinnya masih menyala.
Judith.
Astaga.
Callahan?
Judith!
Apa? Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Ada yang terlewatkan.
Ada yang tak beres di malam kematian Ruth.
Sudah kau periksa barang buktinya, kan?
Sudah.
Beritahu apa saja isinya.
Laporan dan foto-foto.
Entahlah. Pisau.
Pisau? Sejak malam itu?
Kita butuh pisau itu.
Itu bisa membantuku lebih memahami semuanya.
Suruh suamimu ambil pisau itu.
Frank tak percaya yang beginian.
Cobalah sebisamu.
Makasih, Stan.
Dimana Judith?
Di atas, beristirahat.
Ada apa, Laura?
Kenapa Callahan kemari?
Aku panggil dia karena ada hubungannya...
dengan kasus lama itu.
Masih saja bahas soal kalung konyol itu?
Bagus, pintar sekali,
- membawa kalung itu ke sini. - Siapa dia?
Aku perantara roh.
Kumohon, Beatrice.
Apa yang kau lakukan, Laura? Ibu macam apa kau ini?
Melakukan tugasku seperti biasa.
Melindungi putri-putri kita....
- dari semua masalah di rumah ini! - Berhenti teriak.
- Sayang, masuklah. - Aku mau bicara dengan Ayah.
Bantu kami.
Makanya ayah datang.
Ayah, kami butuh pisau itu.
Pisau? Pisau apa?
- Dari kasus itu? - Ya.
Kenapa? Apa hubungannya.
Agar tahu apa yang menimpa kita.
Sayang,
entah apa yang ibumu katakan padamu...
Aku tak bilang apa-apa ke mereka.
Itu menyakiti mereka, Frank.
Ini beneran.
Sayang, pasti ada alasan logis...
- di balik kejadian ini. - Frank.
Kumohon.
Ayah, aku mempercayaimu.
Kau mempercayaiku?
Ayolah.
Makan malam hampir siap.
Kau harus makan.
William, cukup.
Jonah!
Kau bawa mainan untuk William?
Apa benar?
Jangan ke sana.
Tolong!
Jonah!
Jonah!
Jonah, sayang!
Sudah berakhir, William.
Belum.
Akan kubunuh kau!
Hentikan! William, berhenti!
Kau tak bisa membunuhku!
Aku lihat yang kau lihat.
Kita salah mengusir anak itu.
- Apa? - Bukan Jonah.
Ada anak lain, kembarannya.
Namanya William,
dialah yang dirasuki kalung itu.
Dan dia masih di sini.
Ibu.
Judith!
Judith!
Sayang!
Dia kenapa?
Aku tak tahu.
Judith.
- Judith. - Tidak!
Judith.
Kau tak bisa membunuhku!
Tak ada yang mau membunuhmu.
Kau mau menyingkirkanku!
Tidak, itu tak benar.
Kau takkan bisa menghentikanku!
Judith!
Sayang.
Ibu, sakit sekali.
Judith, sayang.
Sayang.
Dia menggigil kedinginan. Ellen, ambilkan tasku.
Harus diberi obat penenang.
Ada apa sebenarnya ini?
William merasuki Judith.
Dia mau mengendalikannya.
Judith takkan bisa melawannya lebih lama lagi.
Waktu kita tak banyak.
Gunakan kalung itu untuk mengusirnya!
Jika arwah sudah merasuki,
akan sulit mengusirnya.
Lakukan sesuatu!
- Ada caranya. - Apa itu?
Aku yakin...
Jonah menampakkan diri ke Ellen pasti ada maksudnya.
Dia mau merasuki Ellen...
agar William bisa pergi.
Ini sangat berbahaya.
Dia bisa terjebak, atau parahnya, tak mengenali dirinya lagi.
Itu tak mungkin.
Pasti ada cara lain.
Kita harus membawanya ke rumah itu.
Frank!
Di sini.
Pegang dia.
- Apa? - Pegang dia.
Dia bukan putrimu lagi.
Entahlah. Semua ini...
Frank, kau dihantui kesalahan...
masa lalu yang menyiksamu.
Apa yang menimpa keluargamu,
dalam lubuk hatimu, kau tahu siapa yang bersalah.
Jika mau menolong putrimu,
hilangkan rasa bersalah itu.
Ada apa?
Tak ada apa-apa.
Ayo mulai.
Ikat dia.
Ini semua simbol cinta.
Hanya cahaya...
yang bisa mengusir kejahatan.
Ingat, tujuan kita...
untuk membangun...
kekuatan cinta, karena cinta adalah solusinya.
Meyakinkan William...
untuk meninggalkan Judith itu sulit,
tapi kita bisa.
Kita bisa jika bersama-sama.
Kami siap.
William.
William, datanglah.
Datanglah, William.
William?
Kami ada di tempat kelahiranmu.
Kumohon, datanglah.
Tampakkan dirimu.
Tidak! Jangan sentuh dia!
Tidak! Ke belakangku! Jangan sentuh dia!
Tampakkan dirimu, William!
Tampakkan dirimu!
Keluarlah dari tubuhnya!
Kejahatanmu tak diterima di sini.
Kejahatanmu tak diterima di sini!
Akan kubunuh kau!
Akan kubunuh kau duluan!
Kejahatanmu tak diterima di sini!
Akan kubunuh kalian semua!
Judith, tidak!
- Tidak! - Judith!
- Tidak! Mundur! - Judith! Tidak!
Frank, tidak!
Frank!
Astaga, Frank.
Ayah?
- Maafkan aku. - Astaga.
Frank.
Maafkan aku, sayang.
Ayah.
Kita harus pergi.
Maafkan aku.
Kita harus selesaikan pengusiran ini...
sebelum terlambat.
Aku merasakan kehadirannya.
Dia di sini.
Dia dekat.
William?
Tampakkan dirimu.
Ellen! Tidak!
Lari.
Dengar. Ibu akan pergi,
dan akan kubawa dia...
- Tidak. - Dan kau... Diam. Kau lari.
Dan jangan berhenti.
Oke?
Ibu sangat menyayangimu.
Judith.
Hai, ibu.
Judith, tidak!
Judith! Hentikan, Judith!
Judith!
Kenapa tidak lari?
Beatrice, tolong bantu aku, kumohon.
Bantu aku mengembalikan Jonah.
Wahai arwah kalung...
terimalah anak ini ke alam kalian.
Hati-hati, Ellen.
Waktu di sana tak bisa dipercaya.
Waktumu tak banyak.
Jonah?
Bantu kami. Kembalilah.
Kalian mengusirku.
Kami salah.
Bantu kami.
William, cukup.
Jonah.
Aku akan membantumu.
Kau tak bisa menyakitiku!
Aku tak mau menyakitimu!
William...
maafkan aku atas apa yang kau alami.
Aku tak mau kau sendirian.
Aku tak percaya!
Ke mana pun kau pergi...
Aku ikut.
Aku menyayangimu.
Nak.
Nak.
Ellen. Judith.
- Oh sayang. - Ibu.
Sini.
Judith.
Judith, kau tak apa!
Aku juga menyayangimu, Ellen.
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO BONUS DEPO 100% 50K+50K = 100K, KETIK BEBAS69 DI GOOGLE
KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.