Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ollie, Ada.
Ibu datang.
Ayo, lewat sini.
Anak-Anak!
Ibu!
Rose!
Ibu di mana?
Ibu!
Tolong kami! Ibu!
Ya Tuhan, kami mohon Kau menjauhkan badai.
Redakan angin berdebu.
Terima kasih telah memberikan pekerjaan ini kepada Henry.
Jagalah mereka yang bepergian.
Jagalah agar Henry selalu aman hingga akhir perjalanannya.
Semoga hasilnya cukup untuk menyelesaikan rumah kami.
Bercocok tanam.
Bantulah aku.
Bantu aku melihat karunia dari-Mu alih-alih hal-hal yang Kau ambil.
Bantu aku menjaga Rose dan Ollie agar sehat dan aman.
Jangan biarkan mereka sakit seperti anak-anak lain.
Rose, lemparkan sedikit jerami, Sayang.
Sedikit saja.
Kita harus menghematnya.
Buatlah aku memar dan berdarah,
jika itu artinya Kau tak akan membuat mereka dalam bahaya.
Ciumlah Ada untukku.
Sampaikan janjiku kepadanya bahwa aku akan menahan diriku
dari berbuat jahat agar kami bisa bersama lagi.
MENINGGAL 3 JUNI 1928
Kami semua.
AKU AKAN TIDUR HINGGA KAU DATANG MENEMUIKU
Kau ingat dia?
Kala aku berbaring terjaga di malam hari, lenyapkan kecemasan dari hatiku.
Berilah aku hadiah tidur lelap yang damai.
Amin.
Ibu sudah minta ayahmu menambal ini.
Tak pernah ada waktu.
Menurut Ibu, Ayah akan melihat Philadelphia?
Tidak, terlalu jauh ke timur.
Aku ingin melihatnya.
Aku ingin tahu seperti apa di sana.
Mungkin musim panas berikutnya.
Jika panen berhasil.
Kunci pintu setelah Ibu pergi.
Ikuti jariku saat aku membaca, ya?
SI PRIA KELABU
"Si Pria Kelabu mengunci istri cantiknya
dan kelima anaknya di dalam kamar, lalu mengumpulkan bara dari perapian.
Tujuannya membakar keenam malaikat itu, tapi takdir mengincar satu korban lagi.
Saat lidah api makin tinggi,
si Pria Kelabu menyadari kemejanya tersambar api.
Percuma saja.
Api telah membakarnya.
Kini saat badai debu, abu si Pria Kelabu ikut tertiup angin.
Dia gentayangan saat malam.
Jika tak memakai maskermu, kau akan menghirup debunya,
dan dia akan membuatmu melakukan hal buruk."
Pintu terkunci? Kunci dia di luar!
Kita tak bisa menguncinya di luar.
- Kenapa? - Karena
dia bisa membuyarkan diri,
menyusup lewat celah-celah,
dan saat bernapas kita bisa menghirupnya.
Itu yang terjadi kepada Ibu.
- Ibu menghirup dia. - Tidak.
Ibu sedih karena Ada dan tidak tidur.
Ikutlah denganku.
Aku tak akan masukkan mereka ke tenda, kehilangan sisa yang kita miliki.
Aku tak akan tinggalkan dia di luar sana.
Sendirian.
Anak-Anak...
Jadi, Henry berangkat dengan apa pekan lalu?
- Jadi... - Ya?
Ada cukup banyak yang berangkat.
Orang terakhir yang bertahan.
- Maafkan aku. - Tak apa-apa.
Memang sulit dibersihkan.
Dia batuk semalaman.
Karena flu yang sedang mewabah?
Awalnya begitu, tapi kini makin parah.
Kata dr. Cox, ini pneumonia.
Tidak menular.
Dokter bilang karena terlalu banyak debu di udara.
Apa daya kita soal itu?
Memang berat.
Thomas tidak sehat.
Kalau begitu mereka harus menemui dukun di Guymon.
Dia mengeluarkan artritis dari jari seorang pria tua.
Tulangnya langsung lurus.
Untunglah kau ajak anak-anak, Margaret.
Kenapa?
Kurasa kau belum dengar soal Calabash.
Si ayah bilang pintunya terkunci.
Tapi entah bagaimana pengembara itu bisa masuk ke rumah.
Menjarah pantri.
Lalu dia makan biskuit dekat bayi.
Tidak, Birdie, biskuitnya malah sudah habis.
Dia sedang memandangi bayi itu.
Dia pasti lapar.
Kelaparan tak menjelaskan dia menatap bayi seperti itu.
Hanya menatap.
Juga jelas tak penjelasan tindakannya setelah itu.
Dia mengikat si ayah
dan membuatnya melihatnya membunuh si ibu dan anak-anaknya.
Disembelih seperti babi.
Pekerjaan rumah tak ada habisnya.
Bagaimana aku bisa mewaspadai penjahat juga?
Kau harus waspada.
Selalu.
Mereka sudah menangkapnya?
Pengembara itu.
Belum.
Dan aku tak mengerti.
Tak ada yang melihatnya pergi.
Seakan dia lenyap ke dalam debu.
Astaga.
Astaga.
Kau tak bisa berangkat hari ini.
Aku berusaha.
Anginnya kencang sekali. Pasti akan ada badai.
Badai selalu datang.
Tapi orang mati dalam badai dan kau terekspos di kereta itu, Esther.
Tak ada perlindungan.
Pastikan saja Thomas dan Jacob tetap di dalam.
Bersihkan dan tutup rumah.
Meski begitu, debu tetap masuk dari mana-mana.
Aku menemukannya di tempat-tempat aneh.
Semalam aku bermimpi...
Dia tak berhenti batuk.
Aku ambil sapu tangan dan masukkan ke mulutnya.
Berkali-kali.
Maaf.
Aku harus bawa putra-putraku pergi dari sini.
Tenang.
Anak-Anak, pegang tambangnya atau kalian akan tersesat dalam debu!
Di mana Ollie?
Aku tak bisa melihatnya.
Aku mau Ayah.
Ibu tahu.
Di mana dia sebenarnya?
- Membangun jembatan. - Ya.
Ibu punya ide.
Satu garis untuk setiap hari Ayah pergi.
Apa yang membuatmu takut?
Pria itu...
...di luar.
Pria apa?
Tetaplah di sini.
Ibu, jangan keluar sana.
Si Pria Kelabu?
Kau menakutinya dengan ini, Rose.
Ibu sudah suruh membuangnya, 'kan?
Ya.
Ini bisa membantu menghalangi debu, ya?
Bagaimana dengan pria itu?
Si pengembara yang menghilang.
Tak ada orang di luar sana.
Paham?
Ini tak nyata.
Ya.
Seperti mimpi
di siang hari.
Ibu ambil buku ini.
Bisa ceritakan soal gandum?
Tahun pertama ditanam, gandumnya subur.
Setiap angin bertiup, gandum mengayun layaknya ombak laut.
Berjam-jam kita bermain petak umpet di tengah ladang.
Ayo.
Ayo cepat.
Mungkin kalian dekat sekali dan Ibu tak bisa melihat kalian.
Tapi Ibu bisa mendengar kalian tertawa.
Semua sempurna.
Selamat tidur.
Ibu, bangun!
Apa? Ada apa?
Ollie benar. Ada orang di luar.
Lihat?
Tunggu di sini.
Itu Jacob.
Putra Esther.
Keretanya pasti terbalik dalam badai semalam.
Di mana Esther?
Aku tak tahu.
Thomas sembunyi sendirian di bawah kereta,
dia amat ketakutan hingga sulit membawanya keluar.
Mungkin dia ditinggalkan selagi Esther mencari Jacob.
Tuhan bekerja dengan cara yang misterius.
Tapi Dia bijaksana.
Kau harus teguh dalam iman.
Berimanlah bahwa Dia punya rencana untuk Jacob.
Sebuah rencana yang lebih penting dari yang kita pahami.
Kurasa ada hal-hal di luar kendali kita.
Ada yang tidak.
Tak bisa hanya beriman bahwa Dia akan bertindak,
bahwa itu bagian dari rencana atau mereka akan mati.
Kita semua akan dikubur.
Kedengarannya seperti keangkuhan.
Lebih baik daripada mengubur anak lagi.
Aku berusaha pergi.
Dalam badai.
Aku tak bisa mengubah cuaca, Margaret.
Aku tak bisa membuat hujan.
Aku harus bagaimana?
Kau bisa coba menyapu.
Sehat sekali.
Tadi mendadak mimisan.
Tak bisa berhenti.
Udaranya kering.
Itulah dugaanku.
Dugaanmu?
Setelah Ollie dan Ada, aku hanya...
Aku khawatir.
Dulu Ada mimisan seperti ini.
Esther bilang debu membuat Thomas sakit.
Udaranya.
Aku menjual beberapa masker.
Mungkin membantu.
Kau minum obat tidurmu?
Mau saranku?
Tutup rumah sebisa mungkin, pakai maskernya.
Tenang.
Ibu bangun?
Seharusnya kami tak tidur sekamar dengan Ibu.
Kainnya hanya cukup untuk menutup satu kamar.
Bagaimana jika terjadi lagi? Bagaimana jika Ibu tak tidur lagi?
Kau tak paham debu menyusup melalui semua celah?
Karena itulah sepupumu, Thomas, sakit dan kau mimisan.
Aku ingin pergi. Aku ingin ke tempat Ayah.
Saat ayahmu kirim uang lebih banyak, kita langsung naik kereta.
Ibu janji.
Dia memulihkan jiwamu
Ada yang dapat surat?
Kami akan berusaha pergi saat surat Henry datang nanti.
Kurasa kau belum dengar. Layanan kereta telah dihentikan.
Terlalu banyak debu, sebuah kereta di Woodward tergelincir keluar rel.
Semua terbunuh kecuali seekor keledai di gerbong barang.
Kau terjebak seperti kami.
Jadi, begitu.
Ada kabar soal pengembara itu?
Kini mereka menduga si ayah yang melakukannya.
Membunuh anak-anak itu dan mengarang penyusup melakukannya.
Tetangga kami bilang sikapnya aneh di malam sebelumnya,
seperti orang yang berbeda.
Pikirkan saja.
Tak ada yang melihat pengembara itu datang atau pergi.
Pakailah baju tidurmu, Sayang.
- Bukankah Ibu suruh mengikat pintu? - Ya.
Sapi itu membuat kita tetap hidup.
Dia sudah kelaparan dan dia bisa saja dimangsa hewan.
- Dia bisa mati. - Aku mengikatnya.
Kalau begitu harus lebih ketat. Apa?
Si Pria Kelabu melukai sapi itu.
Hentikan.
Jangan sebut Pria Kelabu lagi, paham?
Selesaikan tugas rumahmu.
Rose.
Bisa lemparkan sedikit jerami?
Ibu minta maaf kita bertengkar, tapi...
Rose!
Siapa yang kau lihat di lumbung?
Sudah kubilang si Pria Kelabu.
Kukira Ibu bilang dia tak nyata.
Tak berarti tak ada orang di luar...
Tetap di sini.
Keluarlah atau kubakar lumbung ini, aku bersumpah.
Sudah Ibu bilang tetap di bawah.
Kami takut.
Mundurlah, Anak-Anak.
Siapa kau?
Namaku Saudara Wallace Grady.
Aku tak berniat jahat, Nyonya.
Hanya ingin berteduh.
Henry bilang kalian punya lumbung ini.
Henry?
Kau tak mengenali jaketnya?
Kau menyakitinya?
Tentu saja tidak, Nyonya. Aku pengurus gereja Kristen.
Aku singgah sebentar dalam perjalanan ke barat
dan Saudara Henry memberiku ini,
dan minta aku memeriksa keadaan kalian.
Kenapa tak mengetuk pintu?
Itu tujuanku, Nyonya, setelah kondisiku lebih baik.
Aku terjebak badai karena cedera di kakiku.
Kupikir penampilanku kacau.
Aku tak ingin menakuti anak-anak dan dirimu.
Kau Rose, 'kan?
Dan kau Margaret.
Henry pasti memberitahuku.
Pengiriman surat lambat karena kereta terhenti.
Kau harus pergi. Sekarang.
Aku bisa beri imbalannya. Warga pasti butuh Firman Tuhan saat ini.
- Warga butuh hujan. - Hal baik pasti berlanjut, Nyonya.
Pergilah! Keluar!
Sapimu kelaparan, berarti kau akan segera kelaparan juga.
Benar, 'kan?
Susunya mengering. Aku bisa buat sapi menghasilkan susu lagi.
- Oke. Tak apa-apa. - Oh, Sayang.
Kau baik-baik saja.
Ibu, tolong.
Bernapas.
Mundur.
- Nyonya, aku bisa membantu... - Ibu.
...tapi aku harus menyentuhnya.
Kenapa?
Aku meletakkan tangan.
Aku bisa menyembuhkan. Sungguh.
Meski kau tak percaya, apa ruginya?
Margaret.
Ibu, tolong!
Lepaskan dia.
Lepaskan dia!
Apa yang kau lakukan kepadanya?
Ibu.
Darahnya berhenti.
Aku akan pergi.
Aku hanya harus istirahat.
Kau bilang bisa buat sapi kami hasilkan susu lagi.
Caranya?
Rumput tumbleweed ini akan menyerap air. Hasilnya banyak pakan.
Aku akan tidur dengan senapan ini. Aku tahu cara menembak.
Kau paham?
Orang akan bergosip jika kubiarkan kau menginap.
Aku bisa bersembunyi.
Tetaplah di lumbung.
Dia menyembuhkanku?
Ibu tak tahu.
Rose!
Aku membencimu, Margaret.
Jahitanmu bagus.
Hanya impian untuk rumah kami.
Kau tak muncul di gereja pekan ini, Margaret.
Kami khawatirkan kau.
Ibu, ini Thomas.
Di mana Esther? Bagaimana dia bisa ke sini sendirian?
Anak malang.
Birdie, panggil sherif.
Menyedihkan sekali.
Dia tidak merawatnya, Margaret.
Mungkin kau bisa cari tahu pikirannya kacau karena berduka
atau masalah lebih serius.
Esther. Ini Margaret.
Esther?
Ingat saat Ada meninggal?
Lama sekali aku berpikir untuk bunuh diri.
Tapi kau harus pikirkan anakmu yang lain.
Kesehatannya.
Pria itu telah merawatnya.
Atau hanya mimpi?
Minumlah.
Seteguk saja.
Berapa lama kau berbaring di sini?
Dia tak sehat.
Kau yakin?
Aku bisa membawanya, tapi kami tak bisa memberinya makan.
Ikut aku, Thomas kecil. Ya.
Margaret.
Terima kasih. Terima kasih telah mengunjungiku.
Tak apa-apa. Kau harus menjaga diri sendiri.
Ada apa?
Hanya sementara, Esther.
Apa yang hanya sementara?
Hanya sampai kau sehat lagi.
Kau membawanya? Ke mana kau membawanya?
Aku tak akan... Ayo tenangkan diri dulu.
Dia putraku. Hanya dia milikku.
Kau tak berbeda dariku. Kau tahu itu?
Kau tak berbeda dariku. Kau selalu berpikir begitu.
Kau akan bernasib seperti aku, kau dengar?
Aku akan tunjukkan rasanya.
Pandang aku. Kau akan bernasib seperti aku.
Kau lihat aku?
Kau akan bernasib seperti aku. Lihat saja nanti. Kau pasti menyesal.
Jangan ambil dia dariku.
"Anggap sebagai kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan,
sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan."
Bagus sekali.
Milikmu?
Dulu milik ibuku.
Ibumu yang membuatmu jadi pendeta?
Sebagian begitu.
Ayahku dulu pendeta. Saat kecil dia bilang aku punya sentuhan penyembuh.
Juga semua saudaraku. Aku punya empat saudari.
Di mana mereka sekarang?
Dua di Texas dan demam scarlet menewaskan dua lainnya
saat aku sedang menyebarkan Injil.
Ollie pernah terkena demam scarlet. Dan Ada.
Saat mereka dikarantina, Ada tak berhenti memanggilku.
Aku mencakar pintu yang memisahkan kami hingga kukuku terlepas.
Perpisahan sementara adalah beban dalam kehidupan duniawi kita.
Tapi ada pertemuan yang berlangsung selamanya.
Kau percaya itu?
Aku harus percaya.
Tak ada pilihan.
Anak-anak itu beruntung memilikimu.
Menurutmu tidak?
Setelah Ada meninggal, tidurku gelisah.
Dan aku melakukan hal-hal aneh.
Tak ada pos hari ini. Tapi tukang pos bilang kabut mulai turun.
Terima kasih, Ya Tuhan di surga.
Terima kasih atas kehangatan keluarga Bellum.
Kau menghubungkan kami lewat Saudara Henry dan untuk itu aku sangat bersyukur.
Terima kasih atas kesehatan Rose yang berkelanjutan
dan kami mohon Kau menjaga Ollie dalam cahaya kasih-Mu.
Aku teringat ayat yang diajarkan ayahku.
"Bukan dia dan bukan juga orang tuanya,
tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam Dia."
Terima kasih atas makanan ini.
Dan terima kasih untuk ini.
Datang hari ini?
Itu dari Ayah?
- Yang berikutnya... - Dia bilang apa?
Stop!
- Rose. - Aku...
Hei.
"Anak-anakku sayang,
harapan pertama Ayah adalah kalian bisa memb..."
Membaca.
Membaca.
"Membaca tulisan Ayah yang jelek."
"Harapan kedua Ayah adalah dua helai rumput ini masih hijau
saat sampai ke tangan kalian."
"Ketahuilah, saat Ayah petik,
rumput itu benda tercerah yang pernah kalian lihat."
Bagian berikutnya khusus untuk Ibu, Anak-Anak."
Ayolah.
Kalian bicara rahasia?
Sekarang, Rose.
Turunkan dia.
Tampaknya itu ide buruk.
Siapa kau?
Rose, baca suratnya dengan keras.
"Aku baik-baik saja, Margaret. Tapi jaketku dicuri orang.
Bersama surat dalam sakunya, uang, dan permen untuk anak-anak.
Ada seorang pendeta berkeliaran, minta izin menginap semalam.
Keesokan harinya, teman sekamarku tak kembali setelah makan siang.
Dia ditemukan dengan kepala pecah seperti telur, sepatu botnya diambil.
Tak ada yang tahu ke mana pendeta itu pergi. Seakan dia lenyap.
Aku tak akan sakiti kalian.
- Di mana uangnya? - Habis.
Di mana uangmu?
Habis. Lepaskan dia.
Pasti. Ditukar dengan surat itu.
Sebaiknya kami yang simpan.
Lihat apa pendapat sherif.
Kalian akan kelaparan tanpa aku.
Tanpa kau, surat pertamanya sudah mencapai kami.
Seharusnya kami sudah pergi!
"Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang,
sebab tanpa diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat."
- Malaikat. - Aku menyembuhkannya, 'kan?
Bagaimana jika kubatalkan?
Kukembalikan ke kondisi asalnya.
Menyembuhkannya? Kau penipu.
Ayahmu, si pendeta, penipu juga?
Ayahku pasti menyukaimu.
Keluar.
Keluar!
Aku juga pasti ketakutan.
Kalian sendirian di daerah sepi.
Entah kapan seorang pria akan mampir.
Hanya ada beberapa kunci. Tali tambang?
Itu tak akan menghentikanku.
Tak akan menghentikan si Pria Kelabu.
Sampai jumpa.
Ibu.
Ollie.
Kau yang mengatakannya?
Sedang apa kau, Esther?
Kau akan menjadi seperti aku.
Lihat saja. Kau akan menghirup debunya, dia akan membuatmu melakukan hal buruk.
Ibu.
Ibu di luar semalaman?
SI PRIA KELABU
...menyusup lewat celah-celah...
Kau akan menghirup debunya... melakukan hal buruk...
Margaret.
Tak akan berhenti.
Ibu! Keluarkan kami!
Ibu!
Buka pintunya! Tolong buka kuncinya!
- Ibu! - Apa dia di dalam sana?
Keluarkan kami!
Ibu!
Keluar dari sini! Pergilah!
Ibu menjatuhkan lampunya?
Tidak, itu ulah Wallace.
Bagaimana dia melakukannya?
Ibu terjaga semalaman.
Dan semua pintu masih terkunci.
Kecuali dia tak perlu memakai pintu.
Apa maksud Ibu?
Seharusnya Ibu menyegel bagian bawah pintu ini.
Ibu, tapi si Pria Kelabu hanya cerita, seperti Ibu bilang.
Aku pernah pinjamkan bukunya kepada Wallace.
Tapi dia menyembuhkanmu,
benar, 'kan?
Dan dia masuk ke rumah terkunci selagi Ibu berjaga.
Itulah yang dia inginkan.
Panggil adikmu.
Susupkan kain di bawah pintu dan jangan keluar.
Hai.
Kau tampak sehat.
Sedang apa kau di sini?
Aku datang untuk minta maaf, Margaret.
Maafkan atas pemikiran dan perkataanku.
Kita adalah keluarga.
Bisakah kita lupakan semua ini dan mulai lembaran baru? Aku rindu kau.
Aku rindu anak-anak dan...
Tahukah kau...
warga mulai khawatir.
Sudah lama mereka tak bertemu denganmu.
Sulit menjahit dengan cahaya seredup ini.
Tapi lebih mudah bernapas.
Apa lebih baik keluar sebentar?
Tak baik untuk pikiranmu jika kau pendam masalah.
Mungkin ada baiknya jika kau melepaskan stresmu.
Sudah lama aku ingin keluar juga.
Aku minta bantuan pendeta, berdoa agar pikiranku tenang.
Aku sudah mengunjungi Thomas...
Margaret?
Mungkin kau bisa mulai dengan pesta malam ini.
Percayalah, jangan sampai warga terus berasumsi.
Sebaiknya tunjukkan kau baik-baik saja.
Kau benar.
Kami harus keluar lebih sering.
Ya.
Kita sungguh akan ke pesta dansa?
Esther bilang warga mulai mengkhawatirkan kita, jadi...
Kita harus tersenyum dan pergi.
Sherif Bell akan ada di sana.
Kita bisa ceritakan tentang Wallace,
tentang kejadiannya.
Tanpa surat dari ayahmu...
Jika sherif berpikir ada masalah, atau...
Dia bisa membawa kalian. Berjanjilah kau tak akan bicarakan itu.
Cantik sekali.
Ibu rasa karena pemakainya.
Tetap di dalam!
Kami baik sekali. Kau?
Rose!
Aku tak bisa bernapas!
Ibu!
Ibu! Ibu, hentikan!
Ada apa dengan Ibu?
Kau berteriak! Kau tercekik! Kau tak bisa bernapas!
Tidak, aku sedang tertawa!
Sudah hancur.
Kurasa sebaiknya kita tak pergi.
Kau masih tampak sempurna.
Bukan cuma soal gaunnya.
Apa yang kau...
Hentikan!
Tak apa-apa, Rose.
Ayah segera pulang dan kita selesaikan semuanya.
Sampai saat itu, Ibu akan keluar dan tunjukkan kita baik-baik saja.
Kalian tampak sehat, Margaret.
Kami merasa jauh lebih baik. Terima kasih.
Permisi.
- Ya, benar. - Margaret!
Maukah kau berdansa?
Dengan senang hati.
Jadi, apa kabar?
Kami sempat sedikit sakit, tapi sudah jauh lebih baik.
Senang mendengarnya. Kalian sudah cukup istirahat?
Kenapa?
Apa kata Rose?
Apa maksudmu?
Tak apa-apa. Dia mimpi buruk akhir-akhir ini.
- Margaret. - Apa?
Kau...
Kau...
Astaga.
Hanya luka lecet.
Hanya kakiku.
Teruslah mainkan musiknya.
Maaf. Permisi.
Apa yang kau lakukan dengannya?
Dengan Pendeta Shaw?
Maaf.
Aku tak ingin anak-anak ketinggalan acara dansa,
tapi luka ini membuatku sedikit pusing.
Margaret.
Bagaimana jika aku mampir nanti bersama dukun yang aku sebutkan?
Dukun?
Ya.
Maksudmu Wallace.
Bukan.
Namanya Everett Lee.
Dia baik sekali. Dia membuatku berpikir jernih lagi dan...
Dia bahkan membantuku mengurus rumah dan membelikanku ini.
Aku tak peduli apa sebutannya.
Itulah pria yang dulu bersembunyi di loteng kami, Sherif.
Yang mengancam kami!
Margaret,
itu tak mungkin.
Kau menampung seorang pembunuh.
Henry mengirimiku surat. Dukunmu membunuh seorang pria di...
Tidak, dia bicara yang sebenarnya.
Aku melihatnya juga. Dan dia mengancam akan kembali.
Kau lihat?
Dia bukan dari dunia ini.
Dia...
Dia menyelinap masuk rumah kami, memindahkan barang di malam hari,
berusaha menyakiti anak-anak.
Dia bisa melewati lubang kunci, jendela yang tertutup.
Dia melebur seperti debu.
- Dia menyusup lewat celah-celah. - Ibu, aku mohon. Ayolah.
Kau bisa menghirupnya.
Dia akan membuatmu melakukan hal buruk.
Mereka sedang bergosip saat ini.
Ingin tahu apakah Ibu...
Apakah Ibu...
Tapi aku bilang juga melihatnya.
Tak penting.
Mereka melihat Ibu seperti ini.
Ibu?
Ibu.
Siapa yang melakukan itu?
Ibu.
Kapan?
Apa dia ada di dalam Ibu?
Tak apa-apa.
Tunggu.
Kau mendengarnya, 'kan?
Ya.
Bagaimana jika ada yang menengok kita?
Pakailah maskermu. Susupkan kain di bawah pintu saat Ibu pergi.
Margaret.
Wallace!
Margaret.
Di sini, Margaret.
Margaret.
Di sini, Margaret.
Kau akan menjadi sepertiku.
Kau akan menjadi sepertiku.
Margaret.
- Di sini, Margaret. - Margaret.
Orang mulai bergosip.
Di belakangmu.
Ibu!
Apa yang terjadi? Apa itu Wallace?
Ya, tapi dia lenyap!
Apa maksud Ibu?
Seperti di dalam buku!
Dia menyatu dengan udara, Rose!
Dia bisa ada di mana saja!
Masuk! Sekarang!
Ibu?
Wallace?
Ada, Ibu minta maaf.
Ibu minta maaf.
Tolong, biarkan Ibu masuk.
Ibu mohon.
Ibu mohon.
- Ibu? - Ibu minta maaf.
Ibu minta maaf.
Ibu?
Kau tertidur.
Ternyata kau.
Kau berjalan dalam tidur lagi.
Ini aku.
Ini Rose.
Ibu, ini aku! Bangun.
- Jangan tembak, ini Rose! - Jangan tembak, ini Rose!
- Ini putri Ibu! - Ini putri Ibu!
Jangan tembak.
- Letakkan senapannya. - Letakkan senapannya.
- Ibu, aku takut sekali. - Ibu, aku takut sekali.
- Ibu harus percaya aku! - Ibu harus percaya aku!
- Ibu harus bangun! - Ibu harus bangun!
Kau bukan Rose.
Ibu.
Ibu!
- Ibu! - Ibu!
Rose, sedang apa kau di sini?
Si Pria Kelabu tidak menghantui kita.
Apa maksudmu?
Ternyata Ibu.
Ibu berbuat aneh saat tidur berjalan lagi.
Begitulah cara kursi-kursi berpindah dan tempat tidur terbakar.
Jangan bicara soal tidur berjalan lagi.
Kepada siapa pun.
Kenapa Ibu melakukan ini?
Kenapa?
Untuk melindungimu.
Kalau begitu kita harus pergi.
- Ibu berusaha menjaga kita tetap bersama. - Ibu.
Kau, Ibu,
dan adik-adikmu.
Ada sudah mati!
Kau tak mengerti?
Kalian adalah Ibu.
Bagian dari diri Ibu.
- Potongan yang tak pernah sembuh. - Ibu membuatku takut.
Ibu berdarah karena kau terluka.
Ibu masih hidup dalam kubur itu,
tak bisa bernapas di dalam tanah bersama adikmu.
Ibu akan melakukan apa pun,
apa pun agar kita tetap bersama,
agar kita tetap utuh.
Rose!
Ollie!
Hentikan! Bukan Ibu. Paham?
Dia menghirup si Pria Kelabu.
Kau bohong!
Bibi Esther?
Terlambat!
Kau tak bisa lari, Rose!
Lepaskan dia!
Ibu!
Itu bukan ulah Wallace.
Ibu membunuh Bibi Esther.
Kau menyakitinya, Rose!
Lepaskan dia!
Tolong!
Mereka akan membawamu.
Mereka akan membawamu. Ibu mohon.
Hai, Manis.
Di mana Ibu?
Rose, kau baik-baik saja?
Dia tak sehat.
Rose.
Baiklah.
Kalian tunggu di sana.
Jangan khawatir.
Kami hanya akan berbincang sebentar, ya?
Aku tak tahu apa yang merasukinya.
Itu untuk koyote.
Ada yang baru ke sini?
Mereka selalu berkeliaran.
Apa Esther mampir, Margaret?
Dia bilang akan mampir.
Semoga dia tak tersesat dalam badai.
Margaret, anak-anak tampak ketakutan.
Kurasa sedikit gila.
Sebaiknya kubawa mereka.
Hanya sampai Henry kembali.
Sudahlah.
Hei.
Hei.
Hei.
Margaret, hanya beberapa hari.
Kau sudah melakukannya dengan baik. Sangat baik.
Tetap di sini. Jangan melihat.
Mereka akan menggantung Ibu, Rose.
Tapi ada jalan keluarnya,
cara untuk tetap bersama.
Reuni yang berlangsung selamanya.
Kita hanya tidur seperti malam lainnya,
tapi lebih lama.
Tolong jangan.
Ya, Sayang.
Hanya itu caranya.
Tak apa-apa jika kau takut.
Tak apa-apa. Kemarilah.
Kemarilah.
Maafkan Ibu.
Maafkan Ibu untuk semuanya, Rose.
Kau kesayangan Ibu, kau tahu itu.
Aku lelah sekali, Ibu.
Mari berkumpul dengan Ada. Ya?
Bisa ceritakan tentang gandumnya dulu?
Ya.
Tahun pertama ditanam, gandumnya subur.
Tanaman gandumnya setinggi dada.
Setiap angin bertiup, gandum mengayun layaknya ombak laut.
Berjam-jam kita bermain di tengah ladang.
Bersama-sama.
Bisakah kita minum obatnya dalam buah persik?
Menurut Ibu, itu ide bagus.
Ollie!
Ibu!
Aku coba menghentikannya, tapi Ollie takut dan kabur.
Dia harus bersama kita.
Dia bisa tenggelam!
Aku mohon!
Di mana dia?
Maafkan aku.
- Apa? - Hijau!
Mengenang DALE WASETA MARK GADBURY
Film Ini Didedikasikan untuk Donald Jesse Joines
Diterjemahkan oleh Myrna Susanto
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.