Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Penerjemah: M Kibara https://subsource.net/u/1480916
Dukung MKibara di: https://trakteer.id/mkibara
DIAMBIL SEPENUHNYA DENGAN FILM 35MM
Aku harus bertanya sesuatu.
Antara tahun 2018 hingga 2020
pembunuh berantai Amerika yang paling giat dan unik di abad ke-21
melakukan rangkaian pembunuhan terencana di beberapa negara bagian
mulai dari Denver, Colorado,
berlanjut ke Grand Lake,
dan meluas ke Wyoming serta tengah Idaho
sebelum mencapai puncaknya di hutan belantara di Kabupaten Hood River, Oregon.
Berdasarkan wawancara polisi, laporan rinci dari para saksi
kesaksian, juga pengamatan dari berbagai penegak hukum,
ini adalah dramatisasi dari kisah nyata tentang pembunuhan terakhir
dari rangkaian pembunuhan tersebut...
JUWITA YANG TAK BIASA
JUWITA YANG TAK BIASA KISAH MENEGANGKAN DALAM 6 BABAK
BABAK 3
BABAK 3 "BISAKAH KAU MENOLONGKU? KUMOHON?"
Apakah kau seorang pembunuh berantai?
...keberadaan Kultus Velvet Emerald.
Meskipun para skeptis tidak percaya itu adalah hal yang nyata,
kenyataannya itu nyata.
Tapi itu akan dibahas di siaran lain.
Hari ini kita akan membahas
pengungkapan yang mencekam tentang sebuah keluarga Bigfoot
di hutan dekat propertinya
dan tentang hal yang dilakukan Mitchell.
Topik yang cukup serius.
Mari kita langsung saja.
Kita sambut Mitchell W. Mahoney, semuanya.
- Mitchell, kau bisa dengar kami? - Iya.
Mendengar dengan jelas.
Aku tidak akan mengambil omong kosong ini...
Oh! Oh! Tidak boleh begitu, Pak.
Seperti yang kau tahu, aturan utama kami adalah tidak ada bahasa kasar.
Oh, sial. Ya, benar juga. Maaf.
- Tidak bermaksud begitu. - Tak mengapa, tak masalah.
Topiknya emosional. Aku paham. Silakan lanjut, Pak.
Maka aku meneguk segelas Old Grand-Dad
dan aku pergi ke luar.
Senapan gentel sudah terkokang.
Dan tak henti-hentinya kudengar gonggongan anjing
namun saat kubuka pintu untuk keluar,
semuanya berhenti. Dengan cepat, liar.
Hei. Hei!
Bisakah kau menolongku? Kumohon?
BABAK 5
BABAK 5 "SINI, MEONG, MEONG..."
Sini, meong, meong, meong.
Yang benar-benar membuatku kesal
karena kami berencana untuk menjagalnya bulan depan.
Sekarang semuanya lenyap.
Tak kuasa mendengarnya.
Tapi bagian terburuknya adalah,
gelagat mengerikan dari seluruh kejadian ini.
Ya. Begitulah istilahnya.
Bagaimana jika itu menyerangku?
Semua isi perutnya terburai dan dimakan.
Apapun itu, semacam kantong longgar daging dan bulu.
Awalnya kukira itu akan berwarna abu-abu.
Kami pun pernah melihatnya di sini sebelumnya.
Hanya untuk memperjelas bagi pendengar kami,
Mitchell baru saja merujuk pada makhluk luar angkasa.
Ya, terima kasih, Art.
Sini, meong, meong, meong.
"...pergi ke Nova Scotia di tahun 1972,
ke Breckenridge, Colorado pada tahun 1987.
Sekali lagi, ke Moran County pada tahun 2013.
Aku sangat familiar dengan anatomi hal-hal itu.
Dan bahkan hanya melihat garis besar di bawah sinar bulan,
aku bisa langsung tahu apa itu.
Tentu saja. Tentu saja.
Dan apakah itu yang terakhir, atau apakah kau terus...
..."diganggu?" Tak ada istilah yang lebih baik lagi.
Tidak. Tidak. Mereka terus datang.
Mereka telah memakan ayam-ayamku satu per satu...
Sini, meong, meong, meong.
Sialan!
Sini, meong, meong, meong.
BABAK 1
BABAK 1 "PAK SNUFFLE"
Ternyata ini berbeda.
Bisa jadi lebih baik buatmu, sih.
Entahlah.
Aku bahkan merokok salah satu punyamu malam ini.
Tapi pertama-tama...
Hebat.
- Itu melegakan. - Ya, memang.
Apakah kau masih ingin,
memesan kamar?
Bisakah kita,
berciuman sedikit?
Ya.
Oke.
Hei, apa kita bisa...
Bertukar nomor, jika kau mau...
Yah, baiklah. Kau mau minta...
Kau mau minta nomor?
Tidak ada yang minta nomor lagi. Sekarang zamannya Instagram.
Rasanya aku sudah tua.
Memang.
Mungkin memang itulah yang kusuka.
Ini akan terdengar seperti omong kosong, tapi...
Aku sebenarnya tidak biasa begini.
Maksudku, aku tak masalah melakukannya.
Aku...
Aku hanya harus benar-benar menginginkannya.
Apa kau menginginkannya?
Atau apakah kau, seperti, akan...
menyuruhku untuk pergi menjauh?
Tidak, tidak, aku benar-benar menginginkannya.
Hanya saja, aku...
aku tidak mau mabuk di perjalanan ke sini
dan mulai menyalahkan diriku sendiri, kurasa.
Lihat, belanjaanku saja ada di satu rak.
Punya dia ada di rak yang lain. Kau tahu maksudku?
Jika aku peduli, aku akan mengatakan sesuatu di bar.
Dan jika dia peduli, aku tidak akan berada di sini.
Urusanmu...
Urusanmu bukan urusanku.
Yang terjadi di sini, adalah rekreasi.
Dan aku benar-benar pantas mendapatkannya.
Benar sekali.
Oke.
Murahan.
Ya.
Kau tahu...
Hal terpenting adalah keamanan.
Begitu kita berduaan di ruangan itu,
hanya kita berdua, tanpa saksi.
Apakah kau tahu risiko seperti apa
yang kerap diambil seorang wanita sepertiku
setiap kali akan bersenang-senang sedikit?
Hal itu adalah tragedi.
Para pria pikir kami adalah orang-orang yang kaku
yang tidak suka seks santai.
Kebanyakan dari kami benar-benar suka seks santai.
Kami cuma ingin memastikan
tidak akan ada rencana pembunuhan.
Astaga.
Pikiranku tak sampai ke sana.
Tentu tidak.
Kau bukan wanita.
Selain itu, ada...
risiko kekecewaan yang lumrah,
yang paling umum, yaitu...
kekerasan...
Itu bukan lelucon.
Antara hidup dan mati.
Kurasa...
Kurasa aku mau itu.
Kelihatannya kau pria yang baik.
Sungguh.
Tapi siapa yang tahu pasti.
Maka, aku harus bertanya sesuatu.
Apakah kau pembunuh berantai?
Apa?
Tatap mataku...
dan jawab dengan sungguh-sungguh.
Bukan.
- Bukan... - Bukan.
Apa?
Bukan, aku bukan...
...pembunuh berantai.
Oke.
Oke.
Sekarang bisa kita bahas soal
segala hal yang akan kulakukan padamu?
Lebih keras.
Lebih keras.
Hentikan.
Bisakah kau melepas ini dariku?
Aku tak tahu kenapa ini gagal.
Itu 'kan idemu.
Mungkin kau masalahnya.
Maksud?
Mungkin aku tidak butuh kau dengan ini.
Yah...
Mungkin lebih baik kalau kita tidak membutuhkannya
di awal.
"Di awal."
Kalau tidak salah,
kau hampir akan meminta nomorku.
Berikan.
Hentikan.
- Atau medsos? - Aku tidak punya medsos.
Dengar...
Itu membuatku semakin ingin meminta nomormu.
Ini jadi sangat rumit.
Bukannya kau antusias?
Apa yang kau lakukan?
Kau suka begini?
Hentikan.
Oke, Sayang.
-Jangan terburu-buru. -Aku tak mau menunggu.
Aku bilang aku butuh waktu sebentar!
Sedang apa kau?
Lepaskan ini dariku.
Kau tak bisa memutuskan.
Aku bisa.
Hanya karena aku memintamu untuk mengikatku di awal
bukan berarti kau tak butuh izinku.
Salah.
Lepaskan aku, Bajingan!
Jangan pukul aku!
"Tolong jangan memukulku, Tuan."
Mulai sekarang, kamu hanya bisa memanggilku tuan.
Kau paham?
Hentikan!
Aku yang punya kuasa.
Sekarang, ini yang akan terjadi.
Tolong jangan bunuh aku.
Pertama, kau akan mengisap kakiku.
Jari kaki dulu, sampai ke tumit.
Jangan coba-coba bersuara! Tutup mulutmu!
Perempuan sinting.
Membawa belenggu untuk seks.
Kau sadar kau yang minta, 'kan?
Ya.
Ya, apa?
Ya, Tuan.
Aku akan menyayatmu dengan pisauku.
Dari bibir yang satu ke bibir lainnya.
Melihatmu berdarah sampai mati.
Pak Snuffleupagus!
Aku tak percaya kau suka ini.
Tenang saja, oke.
Aku tak yakin akan suka, tapi aku bersedia mencoba.
Tidak, tidak, tidak. Aku harus yakin padamu,
atau ini akan jadi sangat, sangat menjijikkan.
Maksudku, aku memang pernah sedikit berakting.
Apa?
Aku pernah ada di iklan Holiday Inn Express sekali.
Apa?
Jadi, mungkin sebenarnya kau baik dalam hal ini.
Dengar, menjual sarapan gratis yang panas
tidak sama dengan memukul seorang wanita,
memberitahunya bahwa kau akan memotongnya kecil-kecil.
Pokoknya aku bersedia mencoba.
Tidak, tidak, aku tak mau ada potong-potongan.
Aku mau sesuatu yang intim.
Sesuatu yang romantis.
Seperti tenggorokan yang disayat.
Apa kau sadar kau agak sinting?
Kau tahu pria akan melakukan hampir apa saja untuk berhubungan seks?
Yang benar saja.
Ada-ada saja kau ini.
Jangan coba-coba memberi harapan palsu.
Oke, baiklah. Tapi...
Jangan beri tahu aku, lakukan saja.
Dan jika aku bilang tidak, kau bilang ya.
Lalu kau dorong lebih keras.
Jika aku, takut atau marah.
Bahkan menangis.
Aku...
Aku tidak suka itu.
Jangan jadi pengecut.
Sungguh?
Kesepakatannya sangat jelas.
Oke.
Baiklah.
Ya.
Kuis dadakan.
Apa arti "tidak"?
Ya.
Dan apa satu-satunya kata dalam seluruh bahasa Inggris
yang benar-benar berarti tidak
setelah cuma kita berdua di ruangan itu?
Pak Snuffleupagus.
Pak Snuffleupagus!
Kau baik-baik saja?
Tidak terlalu.
Sial.
Aku sangat minta maaf.
Bisa-bisanya kau mengatakan hal semenyakitkan itu padaku.
Sial, tapi kau bilang...
Kau bilang aku harus mengatakannya. Kukira...
Kau benar-benar fantastis.
Aku tak pernah sebegitu terangsang dalam hidupku.
Lalu kenapa pakai kata "Pak Snuffleupagus"?
Aku cuma butuh rehat.
Segelas air,
mungkin rokok, minuman.
Tidak perlu buru-buru, 'kan?
BABAK 4
BABAK 4 "WARGA PEGUNUNGAN"
Selamat makan.
Berapa lagi?
Kau unggul tiga poin dariku.
Sepertinya kau sudah siap untuk yang satu ini.
Berhenti.
Aku tidak butuh kau untuk membantuku menang. Ya ampun.
Aku mau ini jujur dan adil.
Sekarang tinggal dua.
Oh, astaga...
Jangan terlalu bersemangat. Aku masih unggul satu.
Tidak lama lagi, Bodoh.
Hei, hei!
Hei, hei! Hei!
Itu si perempuan gila.
Ambil semprotan beruang.
Bisakah kau menolongku? Kumohon?
Kau yakin itu bukan salah satu dari mereka yang melakukan ini padamu?
Ssst. Jangan katakan itu keras-keras.
Apa yang kau maksud?
Ada Squatchy di hutan itu.
Kita tidak masuk terlalu jauh.
Squatchy?
Kau yakin seorang prialah yang melakukan ini padamu?
Ya.
-Dia mengejarku dengan truk. -Truk pikap?
Squatch tidak bisa mengemudikan truk pikap.
Kau akan mati jika Squatch ada di situ.
Kau punya senjata?
Kami punya semprotan beruang.
Kukira warga pegunungan biasanya punya senjata.
Kami bukan warga pegunungan.
Kami hanya hippie tua.
Sayang, kau mau pereda sakit? Aspirin?
Bagaimana jika dengan yang sedikit lebih kuat?
-Percocet? -Ya.
Masih ada sisa.
Jangan egois, Mama.
Kau benar, Papa.
Panggil polisi.
Sebaiknya mereka sudah berangkat.
Apa itu?
Oh, kami tidak suka Scott Baio.
Mereka membagikannya secara gratis di pasar loak.
-Kami serobot saja semuanya. -Tidak. Apa itu?
-Itu sarapan Minggu kami. -Apa aku boleh...
Silakan saja.
Tunggu. Duduk dulu.
-Ini, sini. -Oke.
Pengendara tua.
Hah?
Dia bilang kami hippie tua. Aku lebih seperti pengendara tua.
Punya Indian keluaran '59 di garasi.
Tidak bisa melaju lagi, tapi tidak masalah.
Lagipula aku tidak bisa mengendarainya.
Gara-gara motor.
Seluruhnya? Itu parah.
Hanya sampai lutut.
Kau mengendarai semacamnya setiap hari,
tak peduli seberapa baik kau menaikinya.
Tidak masalah.
Tidak ada yang lebih kuat. Di mana, ya?
Kamar mandi di atas.
Polisi dalam perjalanan?
Ya, Sayang.
Tidak.
Janganlah khawatir sedikit pun.
Kau akan segera merasa sangat baik.
Maksudku, jangan ada polisi.
Tidak. Lebih baik kita panggil mereka. Genevieve benar.
Ayolah, jangan berlebihan.
Sebaiknya kita beri tahu mereka.
Kumohon, jangan ada polisi.
Genevieve. Genevieve.
Genevieve.
Percocet...
Genevieve...
Aku tidak ingin melakukan itu. Aku terpaksa.
Bisa kau angkat tanganmu?
Hanya untuk membuat kita berdua merasa lebih santai.
Akan sangat sulit bagimu untuk percaya,
tapi aku tidak akan membunuhmu.
Aku janji.
Tentu.
Aku harus mengikatmu, sih. Tidak apa-apa?
Baiklah.
Ada saran untuk yang tercepat?
Kau punya semacam borgol?
Atau apakah ada tali atau sesuatu...
yang bisa kumasukkan kau ke dalamnya dan menguncinya dari luar?
Apa pun yang paling nyaman bagimu, bebas saja
asalkan itu cepat.
Kau perhatian sekali.
Aku tak mencoba mengacaukan harimu
lebih dari yang sudah kulakukan.
Ada tempat perlindungan badai di luar. Ada...
Ada beberapa rantai...
yang bisa kau pakai pada pegangan setelah aku masuk.
Dan ada makanan yang bisa tahan lama.
Kami bukan sekadar hippie tua.
Kami...
Kaum sigap kiamat.
Oke, ayo pergi.
Sial!
BABAK 2
BABAK 2 "KAU SUKA BERPESTA?"
Apa?
Apa? Ada sesuatu di wajahku?
Ada apa?
Aku hanya melihatmu
dan kau sangat tampan.
Langsung menggerayangi kepalaku.
Bagaimana bisa aku seberuntung ini di malam ini?
Kau suka berpesta?
Oh, sial.
Akan segera terang.
Mmm. Ayo.
Waktu lapor keluar tidak sampai siang, dan benda ini...
benar-benar membuatku terangsang.
Sudah lama sejak aku menyentuh benda itu.
Aku juga.
Tapi ini ulang tahunku.
Dan...
seorang teman memberikannya untukku.
Kau tahu, semacam acara spesial.
Ulang tahun, ya?
Ya.
Baiklah.
Aku tak bisa mengecewakan seorang wanita di hari ultahnya, 'kan?
Oh, ya.
Ayo.
Ayo.
Sial.
Apakah kita...
Apakah kita...
Apakah kita akan bercinta?
Oke.
Itukah yang ingin kau katakan?
Kau tahu, akan kukatakan padamu.
Jika kau masih bisa bercinta dalam lima menit...
Tentu.
Kupikir kau bilang barang ini membuatmu terangsang.
Sepertinya ini hanya membuat suasana hatimu buruk.
Mungkin aku berbohong.
Apa ini? Bagian dari permainanmu?
-Cukup sudah. -Kau tahu?
Kita selesai jika aku bilang kita selesai, kau paham?
Tidak, aku tidak paham.
Aku pergi.
Omong kosong. Cari jalan pulang sendiri.
Kokaina. Kokaina. Kokaina.
Hah?
Kokain.
Bukan.
Itu kokaina.
Ini ketamin.
Tidak.
Aku hanya akan memakainya jika perlu, jadi jangan paksa aku.
Aku tak benar-benar ingin melakukan ini, Bung.
Aku hanya...
berusaha bersenang-senang.
Astaga.
Aku sangat suka lagu itu.
Hei!
Ssst! Diam.
Belum pernah menyayat di sana sebelumnya.
Sekarang tidurlah.
Apa-apaan ini?
Dia punya senjata!
Begitu juga denganku!
-Kau kenapa? -Maaf.
Bi-- Bisakah kau menolongku? Kumohon?
Waduh!
Astaga.
Bagaimana cara mengunci pintu ini?
Tunggu sebentar.
Harus pakai kunci, sekalipun dari dalam.
Bisa kau buka pintunya? Kurasa lebih baik aku pergi.
Tidak, tidak, jangan keluar sana! Dia benar-benar akan membunuhmu!
Kau punya senjata?
Tidak, hanya pemukul bisbol.
Sial!
Tolong panggil 911.
Aku tidak yakin aku ingin terlibat.
Kau sudah terlibat, Sayang.
Aku tahu itu sangat mengerikan, tapi aku harus melakukannya.
Oke?
Siapa namamu?
T-- Tanya.
Tanya...
Oke, Tan...
Apa kau punya perban untuk luka sebesar ini?
Ya.
Oke. Aku perlu meminjam mobilmu.
Ayo.
-Kunci yang mana? -Itu... Itu yang itu.
-Itu yang itu. -Oke. Mobil yang mana?
Itu Pinto '78, di luar sana.
-Serius? -Ya.
Oke.
Sekarang tanggalkan pakaianmu.
Hei, Pete.
Ini... Ini RC...
Dengar, aku di sini, dekat SR 78
dan Jembatan Wilton tua.
Ada sebuah rumah peternakan
di tepi selatan dekat jalan damkar.
Aku perlu kau datang ke sini.
Aku...
Aku terjebak dalam sedikit masalah.
Kena kau, Berengsek!
Kena kau!
Benar.
Semacam sekakmat.
Ya.
Dan lebih dari itu.
Tidak ada yang lebih dari sekakmat.
Ada maupun tidak,
kau benar-benar picik.
Kenapa aku masih hidup?
Kau tak bisa melakukannya.
Setelah semua itu.
Oh.
Kau akan kena masalah.
Aku akan mengambil sedikit masalah
daripada hukuman seumur hidup kapan saja.
Kau ingin aku menghubungi sponsormu?
Apakah kau benar-benar Si Nona Setrum?
Aku tak peduli soal penjara.
Aku hanya tidak ingin mati.
Tidakkah itu lucu?
Bahkan saat kita tahu kita akan menghabiskan sisa hidup kita
dalam kerangkeng kecil,
kita akan berjuang untuk tetap hidup.
Aku selalu bertanya-tanya kenapa orang melakukan itu,
saat aku menonton acara kejahatan nyata.
Kupikir aku akan seperti Gary Gilmore.
Siapa itu Gary Gilmore?
Dia meminta regu tembak.
Kukira aku akan...
melakukan itu...
jika sampai pada saat ini.
Sekarang aku hanya ingin hidup tanpa beban.
Aku tak merencanakan untuk melakukannya, Kawan.
Cinta...
tak harus menjadi sesuatu yang berkembang.
Yang paling murni dan asli bisa menghantammu bagai ombak...
Dalam sekejap...
atau semalam suntuk.
Aku merasakannya untukmu
saat kau meletakkan tanganmu di leherku.
Apakah kau merasakannya untukku?
Itu lagu kita sekarang.
Kau akan selalu memikirkanku tiap kali kau mendengarnya.
Mungkin.
Mungkin...
tidak.
Bajingan!
RC!
RC, kau di sini?
Apa yang terjadi di sini?
Mungkin kau seharusnya tidak menyentuhnya.
- Aku tahu yang kulakukan. - Oke.
Tidak apa-apa.
-Dia sudah mati. -Benar. Dia juga mati.
Tenanglah.
Tenanglah, oke? Aku akan membuka ini.
Apa yang terjadi di sini?
Menurutmu apa yang terjadi, Pete? Lihat dia!
Ayo. Tenanglah.
-Ayo. -Sial!
Tenanglah. Oke, tenanglah.
Luka tembak di bahu kiri.
Tenanglah. Jangan tegang.
Boleh aku gerakkan sedikit untuk membuka borgol?
Tunggu. Kita perlu cari tahu hal yang terjadi di sini dahulu.
Dia butuh penanganan medis sekarang. Itu protokolnya.
Protokolnya adalah kita melaporkannya.
Biarkan saja dia,
kita tunggu paramedis dan unit pembunuhan.
Kita tahu paramedis tidak akan datang setidaknya dalam satu jam.
Tenanglah. Aku akan melepas borgolmu.
Oke.
Itu mengerikan.
Dia terpengaruh kokaina.
Aku pikir dia orang baik.
Siapa yang terpengaruh kokaina?
Di kantong jaketnya.
Tenanglah, kau tak perlu melakukannya sekarang.
Dia membawaku ke sini. Dia pikir tempat ini sepi.
Lalu orang ini menghentikannya dan...
Tak apa, Sayang.
Mengapa lehernya seperti itu?
Dia dirantai pada benda ini dalam waktu yang sangat lama, Pete.
Dia berjuang untuk hidupnya!
Apa lagi yang seharusnya dia lakukan?
-Sialan kau! -Hei, hei, hei!
-Hei, jangan histeris. -Tenangkan dirimu.
Tenang. Hei, tenanglah, Nona.
Kami akan mengurusnya.
Aku akan ke mobil dan melaporkannya,
lalu kita akan menunggu paramedis di sini.
Korban butuh penanganan medis.
Tugas kita adalah berusaha untuk menjaga dia tetap hidup.
Ini bukan kali pertama aku menghadapi situasi begini.
Dan hanya karena aku punya vagina,
bukan berarti kau bisa mengabaikan perkataanku!
Ini tidak ada hubungannya dengan vaginamu
dan dengan popok yang kau kenakan
ketika aku membersihkan TKP pertamaku.
Kita bahkan tidak tahu apakah dia korban.
Kita perlu mencari tahu itu terlebih dahulu.
Itulah protokolnya.
Kau mau bertanggung jawab atas ini
atau kau mau bantu aku memindahkannya?
Pete!
Oke,akan kubantu kau memindahkannya.
Tenang saja.
Bernapas saja.
Apa-apaan ini?
Seorang wanita datang, dia membunuh kami.
Tenanglah, Bu.
- Dia membunuh kami! - Siapa yang melakukan apa?
Serahkan senjatanya sekarang, atau polwan itu mati.
Dan percayalah, Sayang,
aku tak benar-benar ingin membunuhmu,
terutama setelah hal yang kau lakukan untukku.
Sialan.
Kau jalang bodoh.
-Seharusnya kubiarkan dia-- -Oh, tidak. Tidak begitu,
karena jika dia pergi, kau juga pergi, Berengsek.
Aku sekarang dalam mode bertahan hidup.
Aturanku sudah tidak berlaku.
Nona, serahkan dirimu sekarang...
Tutup mulutmu
dan berikan aku senjatanya.
Letakkan di pangkuanku.
Pete, kau tetaplah fokus memegang kemudi.
Jika satu jari bergerak, akan kutarik pelatuknya.
Kau mengerti?
-Ya, Bu. -Oke.
-Turunlah dari mobil ini. -Nona...
Serahkan dirimu sekarang dan berhenti.
Ini akan berakhir lebih baik untukmu.
Jalang!
Aku adalah Si Nona Setrum.
Turun dari mobil ini.
Larilah, Sayang, ke dalam hutan.
Maju, Berengsek.
EPILOG
EPILOG "SI NONA SETRUM"
Kenapa kita berhenti di sini?
Biar...
Biarkan aku berpikir.
Oke?
Apakah kau benar-benar Si Nona Setrum?
Apakah kau akan membunuhku?
Sebaiknya tidak.
Kenapa kau membunuh semua orang itu?
Terkadang...
Aku tidak melihat manusia.
Aku melihat iblis.
Hei.
Hei.
Hei!
Bisakah kau menolongku? Kumohon?
Oh, gadis manis! Apa yang terjadi?
Astaga!
Sini, biar kubantu.
Ya, ayo.
Sini...
Mari masuk ke dalam truk.
Pelan-pelan.
Kau akan baik-baik saja.
Sini, biar kubantu kau naik.
Oke.
Halo? Aku baru saja menembak seseorang.
Dia menodongkan pistol ke arahku
dan tak ada lagi yang bisa kulakukan.
Aku membawanya sekarang.
Penerjemah: M Kibara https://subsource.net/u/1480916
Dukung MKibara di: https://trakteer.id/mkibara
JUWITA YANG TAK BIASA
Dari gurun tinggi di barat Amerika yang megah,
aku mengucapkan selamat malam kepada kalian semua.
Atau selamat pagi, atau selamat siang,
di mana pun kalian berada di seluruh tanah besar kita ini.
Ini adalah Siaran Shore to Spooky Shore yang termasyhur,
malam gelap di gurun.
Dan aku adalah Art Pallone.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.