Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Raghava, cabut kemana aja gitu.
Mari lakukan sesuatu yang menarik.
Aku tahu sebuah tempat. Kita ke sana, yuk?
Di mana?
Pernah mendengar Demonte Colony?
Mengapa properti di pusat kota sebesar itu masih belum berpenghuni?
Ada banyak mitos di baliknya.
Tak peduli ke mana ia meninggalkan rumah Demonte...
kalung itu akan selalu menemukan jalan kembali ke rumah.
-Halo! -Halo.
Dengar, ini aku, astrolog Nฤdi.
Aku perlu memberitahumu sesuatu yang penting. Kemarilah sekarang juga.
Aku jauh. Aku akan datang lain waktu.
Tolong, ini sangat mendesak. Aku harus bicara denganmu.
Setelah aku meninggalkan pertemuan itu, astrolog Nฤdi sore itu...
Dia telah gantung diri hingga mati.
-Punya aplikasi perekam panggilan? -Ya.
Temanmu Sajith meninggal kemarin.
Orang yang bersamamu bukanlah Sajith. Temui aku sekarang juga!
Srini...
Aku takut setengah mati, Srini.
Keluarkan aku dari sini, Srini.
Kemarilah. Aku akan mengeluarkanmu dari sini, Sajith.
Srini, keluarkan aku dari sini!
Percayalah padaku, saudaraku. Kumohon!
Hei! Aku berbicara padamu!
Sobat, coba lihat ini. Kualitas gambarnya bagus.
Sobat! Kok bisa-bisanya kau melewatkannya? Halangi mereka!
Hei, hati-hati!
Apa yang kau lakukan? Taro kameraku ke dalam tasku.
-Aku bisa mengatasinya. -Simpan saja di dalam!
Ini akan aman. Aku akan mengurusnya.
- Umpan yang bagus! Teruskan. - Rekamannya bagus.
Gol!
Sialan kalian semua!
Teman-teman! Lihat ke atas sana!
Ada seseorang di atas sana!
Bukankah itu apartemen Sam?
Apa sebenarnya yang sedang dia lakukan?
Hei!
Teman-teman, ayo!
-Panggil penjaga! -Penjaga!
-Penjaga, cepat! Lihat di sana! -Sobat, apa yang kau lakukan?
Penjaga, ini darurat! Cepat kemari!
Cepat, ayo, teman-teman!
Tidak, jangan melompat!
Ini lantai 10. Seseorang cepat ke sana!
-Dia akan melompat. -Cepat! Cepat!
Periksa apa yang terjadi padanya.
-Jangan dekati mayatnya. -Dia sudah mati!
Seseorang naik ke atas. Cepatlah!
Kataku, mundurlah!
Jangan dekati mayatnya. Mundurlah!
Lihat ke atas. Masih ada orang.
Lihat, dia akan melompat.
Cepat, hentikan dia!
Pria itu akan melompat!
Hei!
Hei, dia melompat!
Pria itu juga melompat.
Siapa orang-orang ini?
Lihat! Lihat lagi di sana!
Lihat disana lagi!
Lihat, itu Sam! Itu Sam!
Hei Sam! Ini Sam!
Sam!
Sam!
Sam!
Hei, lihat ke sana!
Sam, apa yang kau lakukan?
Sam!
Tolong buka pintunya!
Buka pintunya atau tidak?
Debbie?
"Debbie!"
Kau tak bisa mendengarku?
Kau sudah tuli?
Buka pintunya!
Ada apa denganmu? Buka pintunya.
Debbie!
Buka pintunya atau tidak?
"Debbie!"
Aku bilang buka pintunya!
"Debbie!"
Aku ingin bicara denganmu. Buka pintunya!
Hei--
Hei, berhenti di situ!
-Ibu bilang, berhenti! -Kopi, Nyonya.
Mengapa kau membuatku stres pagi sekali?
-Siapa yang mengundangmu ke sini? -Apa maksudmu?
-Selamat datang, paman. -Omong kosong apa ini?
Sudah enam tahun sejak Sam meninggal.
Kau mencoba mengandung anak Sam dua kali melalui inseminasi buatan.
Dan terjadi keguguran setelah kedua percobaan itu.
Dokter menyarankanmu untuk tak melakukannya lagi, namun...
kau melakukannya lagi!
Debbie, apa yang terjadi?
Kau benar-benar mencoba inseminasi buatan?
Hentikan dramamu!
Kau ingin aku percaya kau tak menyadarinya?
AKU...
Kau tahu putramu akan meninggal karena kanker, dan menginginkan seorang ahli waris...
-Sepertinya itu rencananya selama ini! -Ibu...
Atau kalau tidak, kenapa kau mau mengandung anak Sam?
Bisa diam?
Ucapkan satu kata lagi dan...
Pasien kanker tak dapat memiliki anak pasca Kemoterapi.
Jadi sebelum menjalani Kemoterapi...
sel sperma pasien disimpan oleh rumah sakit.
Jadi sel sperma Sam disimpan sebelum perawatannya.
Aku yang meminta rumah sakit,
mengumpulkannya dan pergi ke klinik kesuburan.
Dan aku akan pergi sebanyak yang aku perlu!
Aku ingin Sam-ku kembali.
Aku ingin dia kembali dalam wujud anakku.
Dia tak pernah tahu tentang hal ini sampai sekarang.
Kau sudah gila?
Bagaimana kau akan membesarkan anak itu sendirian?
Kau menikahinya bahkan setelah kami memperingatkanmu tentang kondisinya.
Kau merawatnya...
dan membantunya melawan kanker!
Jika dia sedikit mencintaimu,
dia akan memikirkanmu
dan tak bunuh diri! Bukankah begitu?
โช Kaulah satu-satunya yang aku impikan โช
Tolong, aku memintamu untuk membatalkan pernikahan ini.
Paman...
Aku hendak membicarakannya.
Baiklah, kita batalkan saja.
Kita batalkan pernikahan ini.
-Sam? -Kau...
Temukan calon suami yang lebih baik untuk Debbie.
Sam?
Sam, kau tak bisa melakukan ini padaku!
Sam!
Aku tak akan menyerah begitu saja padamu.
Bahkan jika itu kehendak Tuhan!
Aku akan berjuang sampai menit terakhir.
Aku tak bisa menyerah begitu saja padamu, Sam.
Apa gunanya hidupku tanpamu?
Apa yang akan aku lakukan?
โช Kaulah satu-satunya yang aku impikan โช
โช Kau adalah jawaban untuk semua pertanyaanku โช
โช Saat air mataku berubah menjadi lautan โช
โช Aku bertahan, Hanya untuk menjalani hidup ini bersamamu โช
โช Bahumu adalah satu-satunya tempat penghiburan โช
โช Saat mimpi kita tetap menjadi misteri โช
โช Saat aku melewati setiap hari Mencoba menghidupkannya kembali โช
โช Aku akan melakukan apa saja Untuk tetap bersatu denganmu โช
Kita akan menghadapi semuanya bersama-sama.
-Paman? -Debbie...
Debbie, Sam selamat!
Operasinya berhasil.
Debbie...
โช Aku berharap kau akan mencariku... โช
โช Wahai cintaku, aku mendengarkanmu โช
โช Aku mendengarmu memanggilku โช
"Debbie, kita akan menjalani hidup bahagia."
"Debbie, mimpi kita akan menjadi kenyataan", katanya.
Lalu mengapa dia bunuh diri, paman?
โช Seperti fatamorgana, kebahagiaan kita terus menghilang saat kita mendekatinya โช
โช Semua pencarian kita adalah sebuah kegagalan โช
โช Kutukan siapakah yang menyebabkan semua ini? โช
โช Kaulah satu-satunya yang aku impikan โช
โช Kau adalah jawaban untuk semua pertanyaanku โช
Apa yang terjadi?
Tidak tahu, Pak. Ada polisi dan ambulans.
Apa masalahnya?
Aku jadi bertanya-tanya kapan lalu lintas ini akan lancar sekarang.
Apa yang terjadi di sini?
-Minggir. -Beri jalan.
Minggir. Beri jalan.
Ini sekarang sudah menjadi masalah.
Pagi pagi...
Turunkan dia dengan hati-hati.
Hati-hati.
"Debbie!"
Mari.
Maaf.
Aku harap kau tidak terluka.
-Tidak, aku baik-baik saja. -Sekali lagi, aku minta maaf.
Tidak apa-apa.
Apa kabar, Sridhar?
-Selamat datang, Pak. -Terima kasih.
Lihat ikan-ikan itu!
-Hai paman. Hai Debbie. -Hai.
-Apa kabar? -Baik.
-Hai. Lama sekali.
-Sudah lama sekali. -Ya.
-Semuanya baik-baik saja? -Ya.
-Beri aku waktu sebentar. Aku akan kembali. -Tentu.
-Paman... permisi. Aku akan kembali. -Tentu.
Paman, sungguh menakjubkan!
Restoran Cina yang megah di Chennai.
Itu impian Sam.
Anda telah mewujudkan desainnya dengan cara yang paling sempurna.
Terima kasih sayang.
Semua penghargaan ditujukan kepada Debbie.
Dia ingin melakukan ini untuk Sam.
-Hei, Divya! -Oh, Hai!
"Debbie!"
Hei, kemari.
Salam. Selamat datang.
Daoshi meminta kami untuk menghadiahkanmu patung ini.
Dia juga menyampaikan keinginannya kepadamu.
Teman-teman, tolong kemari sebentar.
Sampai hari ini, sudah enam tahun sejak anakku meninggalkan kita.
Namun, bahkan setelah bertahun-tahun
semua orang favoritnya dan teman dekatnya,
semuanya hadir di sini.
Yang berarti dia juga ada di antara kita.
Jika kalian semua tak keberatan,
mari kita heningkan cipta selama dua menit untuk Sam.
Dan dalam hatimu, sampaikan padanya segala sesuatu yang ingin kau sampaikan padanya.
Aku yakin dia akan sangat bahagia.
-Tentu saja. -Pastinya.
Dimulai.
Kalian semua, minggir!
Mundur.
-Hei, lihat apa yang terjadi. -Baiklah, Pak.
Apa yang terjadi, Sam? Kau baik-baik saja?
Aku memanggilmu...
tetapi kau tak dengar.
Jadi aku menjatuhkan sendok itu untuk menarik perhatianmu.
Aku sunguh minta maaf.
Maaf.
Selanjutnya, jika aku perlu berkomunikasi denganmu...
Boleh manggil kamu dengan cara itu?
Debbie, apa yang terjadi?
Mengapa kau sendirian di sini?
Paman...
Bisakah kita mencoba berbicara dengan roh Sam hari ini?
Apa?
Mengapa tiba-tiba?
Paman, aku merasa Sam mencoba memberitahuku sesuatu.
Aku yakin sekali dia mencoba mengatakan sesuatu.
Debbie, tolong hentikan ini.
Jangan kembali ke titik awal.
Kau berjanji padaku untuk tak melakukan kegiatan seperti itu lagi.
Paman, tolong.
Percayalah padaku.
Aku dapat merasakan kehadirannya.
Aku melihat sesuatu.
Segala sesuatu yang terjadi sejak pagi sungguh aneh.
Paman, aku sangat yakin.
Dia mencoba memberitahuku sesuatu.
Itu bisa mengungkap jawaban yang telah kita cari selama bertahun-tahun.
Demi aku. Sekali lagi.
Untuk sekali ini saja, kumohon!
Mari kita coba berbicara dengan rohnya sekali saja.
Kumohon.
Ya, paman.
Kau di mana? Aku hampir sampai.
Aku sedang melewati Foreshore Estate.
Kami mengambil rute lain karena macet.
-Aku akan segera ke sana. -Sepertinya kau akan terlambat.
-Tidak, tidak, aku akan segera ke sana. -Baiklah. Jangan terburu-buru.
-Ya, tentu. -Jaga dirimu.
-Sridhar, cepatlah sedikit, aku terlambat. -Jalan ini...
-Apa kabar kakak ipar? -Aku baik-baik saja, Dhayalan.
Aishwarya, mari.
Mari.
Kau, keluargamu,
seluruh generasimu melakukannya dengan baik hari ini...
hanya karena kemurahan hati ayahku.
Tak bisakah kau menjaga fotonya tetap bersih?
Maafkan aku, Pak.
Aku tak ingin melihat setitik debu pun pada fotonya lagi.
Aku akan memastikan hal itu tak akan terulang, Pak.
-Maafkan aku, Pak. -Raghu!
Ibu? Masuklah.
Raghu...
Sayangku, bagaimana dia bisa meninggalkanmu?
Kakak...
Ayah...
Mari ikut aku.
Rumah terasa sunyi.
Amirthalingam, Ketua grup perusahaan RSA.
Juga, kakakku.
Itu keinginannya...
untuk membuka surat wasiatnya hanya setelah 60 hari setelah kematiannya.
Dan hari ini adalah hari ke-60.
Dengan semua izin kalian...
Aku membuka surat wasiat di hadapan kalian.
Aku, Sri. Amirthalingam
menulis surat wasiat ini atas kemauanku sendiri dan tanpa pengaruh apa pun.
Setelah masa hidupku,
asetku diperkirakan bernilai 2500 crores
Aku ingin membaginya secara damai dengan ahli waris kedua istriku
Aku membuat surat wasiat ini untuk dibagikan di antara mereka tanpa ada perselisihan.
Sesuai dengan itu, putra tertua dari istri pertamaku, Thiru. Raghunandhan
Dari seluruh nilai aset bergerak dan tidak bergerakku
Aku mewariskan hanya 25 persennya atas namanya...
Ayah! Apa Ayah meninggalkan sisanya untukku?
-Kau tinggalkan segalanya untukku? -Aishu!
Aishu...
Ayahmu tak akan menyerahkannya kepada orang lain dan meninggalkanmu. Bukankah sudah kukatakan?
Kau adalah cahaya kehidupannya.
Ayah!
Aku mencintaimu, Ayah.
Maaf, maaf, kami agak emosional.
Lanjutkan, Dhayalan.
Putriku dari istri keduaku Aishwarya
Dari seluruh nilai aset bergerak dan tidak bergerak ku
Aku hanya mewariskan 5 persen atas namanya...
Apa?
Apa yang barusan kau katakan?
Itulah yang tertulis dalam surat wasiatnya.
Bagaimana dengan sisanya?
Sisanya? Ya, aku akan membacanya.
Sisa 70 persen asetku
Putra bungsu dari istri pertamaku, Thiru. Srinivasan
Aku mewariskannya dengan sepenuh hati atas namanya.
Hilang! Hilang semua!
Semuanya telah hilang.
Kau pemboros!
Kau berjanji kauu tak akan pernah menemui istri pertamamu lagi,
dan dengan senang hati menghabiskan waktu bersama ibuku.
Dan sekarang kau memberi kami sedekah hanya 5 persen?
Kau harap aku diam saja dan menerima kenyataan ini?
Apa kau ayah yang baik?
TIDAK!
Buang saja keinginan orang brengsek ini ke tempat sampah.
Aku akan pergi ke pengadilan.
Aku tahu cara bertarung dan merebut 75 persen bagianku.
Aku tahu.
Dia meninggalkan kita!
Astaga! Mari pulang.
Ibu membuat kesalahan dengan menikahi pria ini.
Bajingan terkutuk ini.
Saudaraku! Dasar bodoh.
Aku akan menemuimu di pengadilan.
-Apaan nih, yang benar aja. -Apa?
Itu bukan salahku... Itu bukan salahku.
-Itu bukan salahku. -Matilah sekarang, kau tak berguna.
-Sudah kuperingatkan! Sekarang matilah. -Ampuni aku.
-Mati. -Aku merasa pusing.
Kalau saja aku punya sedikit petunjuk, aku akan mengubahnya menjadi namamu.
Pengkhianatan yang dia lakukan terhadap ibumu di hari-hari terakhirnya...
Aku rasa hal itu seharusnya menghantui saudaraku.
Itulah sebabnya dia mewariskan semuanya atas nama adiknya, Srinivasan.
Apa? Adikku, yang benar aja!
Tenanglah, Raghu.
Kau...Kau...
Menara ini, seluruh proyek ini adalah impianku.
Jika aku berhasil menyelesaikannya...
Aku akan menjadi arsitek nomor satu di Asia.
Aku akan membuat semua orang berlutut di hadapanku.
Namun kau telah menyerahkan segalanya padanya.
Itu bukan salahku, Raghu. Kumohon... percayalah padaku.
Kau tak mengetahuinya?
Meskipun kaya...
Tak seorang pun cinta kepadaku sejak masa kanak-kanakku.
Aku tinggal di luar negeri seperti anak yatim.
Jika aku menyelesaikan proyek ini...
Aku akan punya keluarga,
keluarga kecil yang lucu.
Mimpiku besar.
Sekarang semuanya hancur. Semuanya hancur!
Hei!
Aku harus pergi ke pengadilan sebelum Aishwarya.
Aku ingin setiap sen aset itu kembali.
Itu bukan tugas yang mudah, Raghu.
Ayahmu dengan jelas menulis dan mendaftarkan surat wasiat terakhirnya.
Sekarang saatnya Srinivasan memberimu sebagian bagiannya.
Apa katamu?
Kau memintaku untuk memohon padanya?
-Kaumemintaku untuk memohon padanya? -Tidak, bukan itu maksudku.
Mengapa kita harus menganggapnya sebagai pengemisan?
Baiklah, kita bicara saja padanya.
Aku menemukannya, dan dia ada di Chennai.
-Aku telah meminta afiliasi kita untuk... -Pak...
Ya, kemarilah.
Asisten komisaris telah mengirimkan nomor telepon Chennai milik Srinivasan.
-Tunggu di bawah. -Baik, Pak.
Kita mendapat nomornya.
Ya!
Cukup minum dua pasak dan bersantailah.
Aku akan kembali.
Halo.
-Apa ini Srinivasan? -Ya, siapa ini?
Ini Mahkamah Agung, aku advokat senior Dhayalan.
Ya, katakan padaku, Pak.
Sebenarnya, aku paman dari pihak ayahmu.
Aku ingin membahas sesuatu yang penting denganmu.
-Paman dari pihak ayah? -Ya.
Aku adik ayahmu Amirthalingham, Dhayalan.
Astaga! Tutup teleponnya, dasar tak tahu malu.
-Nayalakan speakernya. -Kau tak malu menelponku?
Dengarlah, Nak, tolong tunjukkan rasa hormat.
Kau ingin aku menunjukkan rasa hormat padamu?
Ibuku menceritakan semuanya kepadaku sebelum ia meninggal.
Orang-orang yang meninggalkan kita akan datang mencarimu suatu hari nanti.
Pukul mereka dengan sandal yang robek dan usir mereka, katanya.
Jadi, jika kau meneleponku lagi...
Aku akan mengumpulkan semua sandal yang robek dari koloniku dan menjemputmu.
Sayang, tolong... bicaralah dengan hormat.
Aku paman dari pihak ayahmu, anakku sayang.
Diam dan tutup teleponnya!
Sridhar, lebih cepat sedikit. Aku sudah terlambat.
Jalan ini ramai. Kita bisa melewatinya.
-Bisa berjalan lebih cepat? -Ya, kita akan segera sampai di sana.
Paman.
Apa yang terjadi?
Daoshi menyetujuinya?
Dia ingin bicara padamu, kemarilah.
Daoshi.
Debbie, aku telah berkomunikasi dengan banyak roh sebelumnya.
Namun, meskipun kita sudah berupaya sebaik-baiknya...
kami tak dapat berkomunikasi dengan Sam, yang berarti...
Entah dia tidak mau bicara denganmu.
Atau jiwanya pasti terperangkap di alam berbahaya.
Untuk berkomunikasi dengan roh seperti itu...
roh kita harus memasuki alam itu.
Tapi itu sangat berbahaya.
Bahkan kesalahan sekecil apa pun...
akan membuat kita terperangkap di dunia itu selamanya.
Kita tak akan bisa kembali.
Jadi pikirkanlah baik-baik dan beri tahu aku.
Daoshi, aku tak tahan lagi.
Aku ingin tahu apa yang terjadi pada Sam.
Aku siap mengambil risiko apa pun untuk itu.
Kumohon.
Oke.
Ini...
Sam akan berbicara dengan kita tentang hal ini.
Debbie, kau harus segera kembali atas perintahku.
Kau harus benar-benar menaati kata-kataku dan tak melakukan apa pun yang lain.
kemeja Sam.
Tolong tolong!
Daoshi...
Sam...
Sam...
Debbie, jangan diam saja. Keluarlah!
Debbie, jangan diam saja. Keluarlah.
Debbie.
Selamatkan aku, Debbie.
Debbie, dengarkan aku. Keluarlah!
Selamatkan aku, Debbie.
Sam...
Dengarkan aku.
Sam bukanlah orang yang meminta bantuanmu.
Itu roh lain dari dunia kita yang meminta bantuanmu.
Keluarlah!
Saudaraku, teman-temanku tergeletak mati, bantu aku.
Saudaraku, tolonglah aku.
Sam bukanlah orang yang meminta bantuanmu.
Itu roh lain dari dunia kita yang meminta bantuanmu.
Keluar!
Keluarlah, Debbie.
Keluar!
Percayalah! Ikutlah denganku dan lihat sendiri.
Tolong bantu aku.
Keluarkan aku dari sini, Debbie.
Sam... Sam...
Debbie, keluar!
Debbie?
Saudara, tolong.
Saudara!
Hei! Aku berbicara padamu!
Debbie... Debbie...
Lama memintaku untuk menyampaikannya kepadamu.
Phurba Suci ini terpesona...
oleh ritual berbulan-bulan yang dilakukan oleh ratusan biksu.
Selama ritual Mahakala Mahayana-mu untuk menghancurkan kekuatan jahat,
Phurba ini akan melindungimu dan Srinivasan.
-Selamat pagi, Dokter. -Selamat pagi, Dokter.
-Siapa yang ada di pintu darurat? -Selamat pagi, Dokter.
- Selamat pagi, Dokter. Apa ini?
-Selamat pagi! -Selamat pagi, Dokter.
Ada peningkatan pada kondisinya?
Tidak, Dokter.
Srinivasan masih belum stabil.
Semua parameter tetap sama.
Bagaimana pun, ia harus tetap menggunakan alat bantu kehidupan.
-Ramesh. -Dokter?
Sudah atur memindahkan Srinivasan?
Ya, tetapi manajemen tampak khawatir.
Kasusnya dijadwalkan untuk disidangkan hari ini.
Bagaimana jika itu membuat kita dan rumah sakit dalam masalah?
Ramesh, Aku akan bertanggung jawab.
Apa pun konsekuensinya, aku akan menghadapinya.
Tolong bantu aku.
Tentu, Dokter.
Penjaga pintu darurat? Datanglah ke garis depan.
Matikan CCTV di tempat-tempat yang sudah aku sebutkan.
Perkara permohonan surat perintah nomor 715 tahun 2015.
Sidang akhir.
Penasihat hukum pemohon, Kiran Reddy.
Penasihat terdakwa, Dhayalan Chakravarthy.
Yang Mulia, kasus ini telah berlangsung selama hampir enam tahun.
Selama enam tahun ini, saudara klienku Raghunandhan, Srinivasan...
terbaring dalam kondisi vegetatif yang bergantung pada alat bantu kehidupan.
Dengan niat mulia untuk mencegah penderitaannya,
Aku meminta Yang Mulia untuk mengabulkan eutanasia pasif baginya.
Maksudku, perintah untuk melepas alat bantu kehidupannya.
Yang Mulia, mereka tak memiliki niat mulia apa pun.
Jika kita menghalangi alat bantu kehidupan, Srinivasan akan mati.
Dan asetnya bernilai beberapa crores...
akan diwariskan kepada keluarga terdekatnya Ragnunandhan,
sebagai terdakwa dalam kasus ini.
Itulah agenda mereka di balik permintaan perintah ini.
Mereka mencoba membunuh seseorang yang memiliki kemungkinan untuk hidup lagi.
Kau mengatakan dia mungkin untuk hidup?
Pengadilan membentuk dewan rumah sakit primer, dewan sekunder,
juga dokter AIIMS,
dan HOD dari banyak institusi ternama...
sebanyak 120 dokter...
telah bersaksi bahwa Srinivasan tidak akan pernah pulih dan telah menyerahkan laporan.
Yang mulia.
Pemohon Aishwarya dan afiliasinya...
mengusulkan banyak kesepakatan kepada kami untuk membagi aset Srinivasan.
Namun Yang Mulia, kami belum siap untuk menangani apa pun di luar pengadilan.
Mereka tak ingin siapa pun mewarisi aset yang tak dapat mereka miliki.
Dan dengan demikian, mereka memperpanjang kasus ini demi alasan egois mereka.
Srinivasan merasakan sakit dan penderitaan setiap menitnya.
Sesuai kasus Gyan Kaur vs. Negara Bagian Punjab...
hak untuk hidup adalah hak yang fundamental.
Demikian pula, hak untuk mati dengan bermartabat juga merupakan hak dasar.
Klienku ingin meringankan penderitaan saudaranya Srinivasan...
dan memberinya kematian yang damai.
Hanya itu yang kami butuhkan.
Debbie, halo.
-Ya, Aishwarya. -Semuanya tak terkendali.
Raghu memenangkan kasus tersebut.
Mereka sudah memulainya.
Mereka akan segera tiba di rumah sakit untuk melepaskan ventilator Srini.
Kau serius?
Kau harus yakinkan dia.
Aku tak mengerti.
Bagaimana aku meyakinkannya?
Bukankah katamu dia tak akan mempercayai siapa pun...
dan kau akan mengurus semuanya?
Debbie, aku masih ingin membantumu.
Kita tak punya pilihan lain.
Jika kau bicara dengan Raghu, kau pasti bisa meyakinkannya.
Jika tidak, semua usahamu untuk ritual itu akan sia-sia.
Bicaralah padanya dan beri tahu aku.
Kalian pikir kalian ini siapa ?
Hak apa yang kau miliki untuk memindahkan pasien kami tanpa persetujuan kami?
-Di mana dia? -Pak, harap bersabar.
Katakan sebelum kami kehilangan kesabaran.
Pak, tolong jangan berteriak.
Halo, ada perintah pengadilan.
Bagaimana bisa kau memindahkan pasien kami ke belakang kami?
-Pak, harap tetap tenang. -Kami ingin menemuinya.
-Tenanglah, Pak. -Tenang?
Siapa kau? Apa yang terjadi di sini?
-Panggil ketua kalian. -Pak, jika kau tidak keberatan...
Hei!
Panggil ketua kalian!
Aku akan melenyapkan kalian semua.
Pak Dhayalan, aku dokter Richard.
Aku ketua rumah sakit ini.
Aku perlu bicara denganmu langsung, maei.
Aku tak perlu berbicara apa pun denganmu secara pribadi.
Di mana Srinivasan?
Pak Dhayalan, aku akan jelaskan semuanya kepadamu.
Silakan masuk, jangan membuat keributan.
Aku akan membuat kributan.
Beritahu keberadaan Srinivasan atau aku akan menuntut rumah sakit ini dan menutupnya.
Pak Dhayalan.
Tolong dengarkan aku.
Kita masih bisa menyelamatkan Srinivasan.
Apa?
Bisa menyelamatkan Srinivasan?
Aku akan membunuhmu.
Aku telah menunggu hari ini selama enam tahun.
Berikan padaku. Ini perintah pengadilannya.
Beritahu kami keberadaannya dan enyahlah.
Pak Raghu, tolong. Ini lebih besar dari yang Anda kira.
Biar aku jelaskannya.
Kami telah beritahu semuanya kepada adikmu, Aishwarya.
Dia juga tahu bahwa kami memindahkan Srini dari sini.
Oh!
Kau termasuk anggota geng itu, ya?
Kau mengerti sekarang? Mereka sedang merencanakan sesuatu yang lain.
Dialah dalang semua ini.
Hubungi komisaris dan minta dia kemari segera.
Aku tak akan membiarkanmu hidup. Aku akan memasukkanmu ke balik jeruji besi seumur hidup.
Aku ingin Srinivasan mati hari ini.
Hei! Jika Srinivasan mati, kau juga akan mati!
Debbie, tidak...
Tahun 2015...
Kau akan meninggal pada tanggal 6 Juni.
Kau mengalami hal yang sama seperti yang terjadi pada Srinivasan pada hari itu.
Raghu...
Percayalah! Ikutlah denganku dan lihat sendiri!
Tolong aku.
Srini selamat pada hari itu...
hanya karena kau.
Jika dia meninggal hari ini...
kau akan mati bersamanya.
Halo.
Apa yang kau coba katakan?
Alam dipenuhi dengan banyak ciptaan yang luar biasa dan menakjubkan...
...itu di luar imajinasi kita.
Ini salah satu hal tersebut.
Raghu dan Srinivasan dikandung dari atom yang sama.
Mereka tumbuh dan hidup dari rahim yang sama.
Dua kehidupan yang terikat...
secara alami dan dilahirkan pada waktu yang sama...
juga akan tiada pada saat yang sama.
Pernah baca keterikatan kuantum?
Dua partikel yang pecah dari atom yang sama...
bahkan meski mereka terpisah ribuan mil...
akan selalu bertindak dengan cara yang sama.
Kehancuran mereka juga akan sama.
Ini adalah fisika kuantum, bukan kepercayaan takhayul.
Apa pun yang terjadi pada Srinivasan...
akan terjadi padamu juga.
Jika Srinivasan meninggal,
akan terjadi padamu juga.
Bagaimana kau tahu tentang ini?
Kenapa kau begitu yakin?
Pak Dhayalan, Sam putra satu-satunya aku.
Dia dan teman-temannya meninggal dalam keadaan misterius.
Polisi menyebutnya bunuh diri dan menutup kasusnya.
Namun diluar itu...
ada misteri di dalamnya.
6 Juni 2015.
Pada peringatan 6 tahun kematian Sam...
kami mencoba berkomunikasi dengan rohnya.
Tetapi bukan Sam yang berbicara kepada kami.
Srinivasan dan kau.
Debbie... Debbie...
Kami tahu kalian berdua butuh bantuan dari kami.
Kami berangkat untuk mencari Srinivasan dan ketika kami menemukannya,
Kecelakaan itu sudah terjadi dan dia sedang sekarat.
Srinivasan. Tolong.
-Apa yang terjadi? -Tolong!
Apa yang terjadi, paman?
Pendarahan hebat pada organ dalam akibat cedera parah.
Dia kritis parah.
Kita dapat menunda kematiannya dengan dukungan ventilator.
Tapi kita tak bisa menyelamatkannya.
Kami mulai menyelidiki tentang Srini dan bagaimana dia berakhir di dunia itu?
Aku mengambil risiko besar dengan mengizinkanmu masuk ke rumah Srinivasan.
Bahkan belum sehari setelah orang-orang itu meninggal,
seseorang membobol rumahnya dan mencuri sesuatu.
Satu hal penting lagi,
jangan lama-lama disitu, segera keluar.
Di sana, Debbie menemukan kartu perpustakaan teman Srinivasan, Raghavan.
Perpustakaan yang sama yang sering dikunjungi Sam.
Tak mungkin mereka bisa bertemu satu sama lain.
Bagaimana kau yakin?
Hanya tiga tahun setelah Sam meninggal...
Raghavan menjadi anggota perpustakaan ini.
Dalam kasus ini, tak mungkin mereka bisa bertemu satu sama lain.
Tidak, tunggu.
Aku yakin ada hubungan antara keduanya.
Satu-satunya faktor umum antara keduanya adalah perpustakaan ini.
Pak...
Bisa kami melihat daftar buku dan penulis yang mereka baca di sini?
Tolong!
-Pak... Pak... -Beri aku waktu sebentar.
Mereka telah meminjam buku yang sama dari perpustakaan sebelum mereka meninggal.
Aku ingin buku itu.
Buku apa ini?
Nomor seri: 2-4-8-1.
Unsung King of a Fallen Kingdom.
Raghavan yang terakhir meminjam buku itu.
Namun belum dikembalikan.
Catatan mengatakan satu-satunya buku yang kami miliki.
Tidak ada salinan lainnya.
Tetapi, Pak, aku telah mengunjungi rumah Raghavan...
dan aku tak menemukan buku itu...
Bahkan belum sehari setelah orang-orang itu meninggal,
seseorang membobol rumahnya dan mencuri sesuatu.
Paman...
Buku itu ada hubungannya dengan ini.
Pak...
Bisa minta rincian dari orang-orang yang membaca buku-buku ini sebelumnya?
Sebentar.
Aneh!
Buku tersebut hanya dipinjam dari perpustakaan sekali setiap enam tahun.
Tak seorangpun yang meminjamnya lalu mengembalikannya.
Catatan mengatakan pustakawan tua itu menemukan kembali buku itu.
Ini daftar orang yang telah membaca buku tersebut.
Sungguh mengejutkan!
Tak seorang pun dalam daftar itu masih hidup.
Apa maksudmu?
Mereka semua meninggal dalam keadaan yang misterius.
Tak dapat diselesaikan...
Polisi melabeli mereka sebagai kasus bunuh diri dan menutup kasusnya.
Yang terpenting, ada satu fakta lagi yang mengejutkan.
Menurut laporan otopsi...
tanggal kematiannya 6 Juni.
Buku itu, orang-orang yang mati, dan 6 Juni...
kami mulai menggali lebih dalam untuk menemukan hubungan di antara keduanya.
Baru pada saat itulah kami menemukan aksara Demonte Colony milik Raghavan.
Ditulis bahwa setiap enam tahun sekali,
seseorang akan memasuki Rumah Demonte.
Dan tepat pada bulan ke-6...
Yaitu pada tanggal 6 Juni, mereka akan melihat sebuah kalung.
Menggunakan kalung itu sebagai medianya, kekuatan jahat yang sangat kuat...
akan mengorbankan orang-orang yang masuk ke dalam rumah,
menentukan nasib mereka.
Jiwa orang-orang yang mati...
akan menderita sebagai orang yang diperbudak di dunia Demonte,
tanpa reinkarnasi, kata aksara itu.
Sesuai dengan aksara itu, setiap enam tahun sekali...
itu terjadi dalam kehidupan nyata seperti sebuah siklus.
Jika kita percaya bahwa semua yang ada dalam aksara itu benar,
ada satu hal lagi yang tertulis dalam aksara itu.
Tahun dimana semua pengorbanan manusia dicegah,
Itulah tahun yang dapat mengakhiri siklus ini.
Besok tanggal 6 Juni.
Orang yang membaca buku itu akan pergi ke rumah itu di suatu tempat.
Jika kita dapat mencegah kekuatan jahat itu mengorbankan Srinivasan dan orang-orang itu,
kita dapat mengakhiri siklus ini.
Ini bukan hanya tentang hidupmu.
Aku seorang ayah biasa yang ingin putranya hidup tenang di mana pun ia berada.
Fakta bahwa jiwanya masih menderita di suatu tempat gelap...
Aku tak bisa menerimanya.
Aku mohon padamu.
Paman!
Mohon setujui ini demi anakku.
-Kumohon... -Paman, kumohon. Jangan.
โช Waktu, O' waktu yang terus berjalan โช
โช Bisakah kita mengharapkan hal-hal yang tak terduga? โช
โช Teteskan, wahai tetesan air mata kecil โช
โช Akankah jalan baru terbuka? โช
โช Jam tak akan pernah mundur โช
โช Masa lalu akan selalu Terbakar dalam ingatan kita โช
โช Ini juga akan berlalu Dan terus maju adalah apa yang kita semua lakukan โช
โช Namun aku menjalani hidup ini untukmu โช
Nyonya! Ada surat, Nyonya.
Masuklah. Ini panti jompo lamaku.
Menyediakan fasilitas medis untuk Srinivasan,
dan melakukan ritual Mahakala Mahayana yang dikatakan oleh Daoshi,
tidak mungkin dilakukan di rumah sakit kita di kota.
Itulah sebabnya kami memindahkannya ke sini.
-Daoshi... -Daoshi...
Dia tampak persis sepertimu.
Permisi...
Kau bilang ada portal yang akan terbuka,
dan dengan semangat, katamu kita akan menghentikan kekuatan jahat yang besar.
Kau akan melakukannya bersama mereka?
Mereka tampak seperti orang lemah.
Mereka yang akan melawan kekuatan jahat itu?
Paman, orang-orang ini penipu!
Mereka ada di sini untuk menipu kita.
-Kau percaya pada orang-orang ini? -Saudaraku.
Kalau kau masih tak percaya, bawa jasad Srini dan pergi dari sini.
Pak, dua mayat akan dibakar pada saat yang sama besok, buatlah pengaturan.
Setidaknya bumi ini akan terasa tidak terbebani.
Kau memerasku?
Raghu...
Mereka tak seperti biksu biasa lainnya.
Mereka telah bersiap selama beberapa bulan untuk melaksanakan ritual ini.
Mereka datang dari biara Tibet.
Tak seorang pun dapat mengambil nyawa Srini atau nyawamu di hadapan mereka.
Mengapa semua pembicaraan harus tentang hidupku?
Cukup jika satu dari kalian tinggal di sini.
Sisanya harus pergi ke rumah Demonte...
dan memastikan tak ada hal buruk terjadi.
Aku akan tinggal di sini, Daoshi.
Aku juga akan memberikan dukungan medis untuk Srinivasan.
Kau boleh pergi.
Hei...
Jangan menyerah.
Saat burukku, aku terpaksa memohon pada orang ini.
Berhenti! Pak, jalan di depan diblokir.
-Baiklah... -Silakan putar balik...
-Hei, biarkan mereka lewat. -Baiklah, Pak.
Minta dia untuk menyiapkan jipnya.
Blokir pintu masuk Jalan ke-4.
-Selesai. -Baiklah, Pak.
Selamat datang, Pak. Aku Inspektur Anbuarasan.
Pak Richard memberi tahuku kau akan datang ke sini.
Ada titik masuk dari tiga jalan, ke tempat ini.
Kami telah memblokir semuanya menggunakan barikade.
Sejak sore, kami bahkan tidak mengizinkan orang yang datang untuk jalan-jalan rutin.
Sejauh ini, belum ada seorang pun yang memasuki gedung ini dari luar.
Siapa itu?
Gadis ini?
Tuhan!
Saudaraku, apa aku sudah beritahu sebelumnya
hidupmu akan dalam bahaya jika Srini mati...
kauu akan mempercayaiku?
Kau pikir aku mengulur-ulur kasus ini selama bertahun-tahun...
hanya demi uang, saudaraku?
Sama sekali tidak, saudaraku.
Aku hanya menginginkan kebaikanmu bukan yang lain.
Tak ada hal buruk yang boleh terjadi padamu, saudaraku.
Tiak boleh terjadi hal buruk kepadamu saat aku ada.
Kata-kata ini keluar dari mulutnya?
Aku tak peduli kau percaya atau tidak!
Syukurlah kau sekarang sudah tahu segalanya.
Kita dapat menghentikan segala hal buruk yang mungkin terjadi.
Tuhan itu ada, saudaraku. Tuhan itu ada.
Tentu saja. Tuhan itu ada.
Saudaraku, aku akan menemuimu besok pagi.
Sampai jumpa, paman.
Paman, tolong jaga kakakku baik-baik.
Aku akan menjaganya. Kau jaga diri.
Aktris yang hebat!
Aku mendengar suara dari dalam rumah itu.
Aku tak mendengar apa-apa, Raghu.
Aku dapat mendengarnya!
Petugas? Parthiban, kemarilah.
Suara apa itu?
-Aku pikir ada seseorang yang lolos dari pemeriksaan keamanan. -Ada yang berteriak.
Seseorang terjebak di dalam.
Ada seseorang di sana!
Raghu, dengarkan aku. Jangan pergi ke sana!
Itu bisa jadi jebakan untuk memikat kita masuk.
Debbie, berhenti!
Daoshi, ada seseorang yang terjebak di sana.
Raghu...
-Kau periksa ke atas. -Ayo.
Siapa kalian?
Dan apa yang kau lakukan di sini?
Aku bertanya padamu!
Hei!
Hei!
Apa yang terjadi? Hei, bangun!
Apa yang terjadi?
Siapa kau? Baiklah, tak perlu khawatir.
Raghu!
Cepat, angkat dia.
Tunggu.
Permisi! Kau lagi ngapain?
Kalungnya....
- Kalung Demonte. - Sekarang bukan saat yang tepat untuk mencarinya!
-Pak... Pak... -Hati-hati.
Pak, periksa apakah gadis-gadis itu membawa kalungnya.
Pak, hati-hati.
-Pak, tolong periksa gadis itu baik-baik. -Baiklah, Nyonya.
Raghu, aku akan menemani mereka. Kau ikut kami. Cepat!
-Orang ini, kataku! -Ayo pergi. Cepatlah.
Pak...
Daoshi, ayo pergi.
Daoshi, ayolah.
Minggir! Aku yang sopir.
Kau mabuk dan ingin menyetir? Kau tak punya akal sehat?
Astaga!
Astaga!
Suster, segera siapkan tandu itu!
Dokter, berikan mereka suntikan Midas. Cepat. Lakukan dengan cepat!
-Apa yang terjadi pada mereka? -Darurat! Segera tangani mereka.
Pegang erat-erat kakinya.
Daoshi, ayo pergi.
Nyonya, ke mana?
Tanyakan pamanmu ke mana mereka membawa gadis-gadis itu.
Dia yang menciptakan semua kekacauan ini sejak awal dan sekarang menyuruhku bertanya.
Selain itu, pria ini tidak ada kabar.
Dia tak menjawab teleponku.
Oke.
Daoshi, restoranku, ada di dekat sini.
Ayo menunggu disana.
Teruslah hubungi dia sampai saat itu.
Oke.
Sridhar, ke restoran kita.
Cari mekanik dan perbaiki mobil itu dengan cepat.
-Baik, Nyonya. -Aku akan memanggilmu jika ada keadaan darurat.
Tunggu sebentar, Nyonya.
Kuncinya.
Ada pesanan dibungkus terakhir yang tertunda.
Paketnya ada di meja penagihan. Mohon ditangani.
Oke, aku akan mengurusnya. Berangkatlah.
Silakan masuk.
Debbie...
Daoshi?
Aku harus bicara dengan Dempo.
Guruji...
Ya, Daoshi?
Apa yang kita takutkan akan segera terjadi.
Kehidupan Srini dalam bahaya besar.
Jika keadaan di luar kendali kita,
maka manfaatkan Phurba Suci.
Apa pun yang terjadi, pastikan itu tidak jatuh.
Segera mulai ritual Mahayana.
Kita harus menghentikan bencana apa pun yang akan mencoba menyerang kita semua.
Apa yang terjadi, Daoshi?
Gadis-gadis itu...
Mereka telah memicu sesuatu yang berbahaya.
Dokter, bagaimana kondisinya?
Ketiga-tiganya kritis.
Aku pikir mereka mengalami serangan panik yang parah.
Kita tidak dapat mendiagnosis mereka berdasarkan kondisi mereka saat ini.
Permisi.
Siapa kalian?
Bahkan setelah keamanan yang ketat di mana-mana,
Bagaimana kau bisa masuk ke rumah itu?
Hei! Aku bertanya padamu!
Pak...
jika aku beritahu padamu... jika aku beritahu padamu...
Kau tak akan mempercayai.
Kami akan memutuskannya.
Ceritakan saja pada kami apa yang terjadi.
Pak, kami belajar di SNK College di Mahabalipuram.
Kami berada di kamar asrama kami.
Tiba-tiba ada kilatan cahaya,
dan dalam sekejap mata...
kami menemukan diri kami di rumah Demonte itu.
Sekarang apa?
Pak, sudah ku katakan.
Sudah kubilang, anda tak akan mempercayainya.
Berhenti!
Jelaskan padaku dengan jelas.
Pak, kami menemukan sebuah buku di perpustakaan kampus kami.
Buku itu berisi banyak sekali syair... sepertinya nyanyian.
Begitu kami mulai membacanya...
kami bisa merasakan ada kekuatan di kamar kami.
Kemudian, dalam sekejap mata,
kami menemukan diri kami di rumah Demonte.
Pak, kami tak tahu bagaimana itu terjadi.
Apa judul buku itu?
Unsung King of a Fallen Kingdom.
Unsung King of a Fallen Kingdom.
Halo, Pak. Silakan masuk.
Daoshi, permisi sebentar.
Makanan anda sudah siap, Pak. Silakan masuk.
Pak, silakan masuk. Pintunya terbuka.
Sial, teleponnya tidak tersambung!
Halo? Halo, Yamini?
-Anda pesan dari hotel ini, kan? -Pak, bisa dengar?
-Pak, anda dapat mendengarku? -Tetapi tak ada orang di restoran ini.
Menurutmu aku berbohong?
Tik ada orang di restoran ini.
Tidak, tidak, tidak, tidak!
-Kami di sini! -Dasar tak bertanggung jawab!
-Sudah larut malam, dan cuaca buruk... -Pak, lihat ini!
Mereka menerima pesanan dan tutup untuk hari itu.
-Tidak! Tidak! Jangan pergi, Pak. -Diam, Yamini!
-Demi Tuhan, jangan pesan di sini lagi! -Kami di sini. Pak, kumohon.
Pak! Pak! Tolong jangan pergi.
Pak, tolong jangan pergi! Tolong Pak!
Jawab panggilannya, kawan!
Ada sinyal di teleponmu?
Teleponku...
TIDAK?
Ya Tuhan! Wi-Fi? Di sini ada Wi-Fi?
Sebentar.
Bahkan Wi-Fi pun mati.
Bahkan Wi-Fi pun mati?
Mari, Pak.
Buku itu...
Pak...
buku itu ada di suatu tempat di sini.
Sekarang sudah hilang.
Pak, pintunya!
Kami tadi mengunci pintu dari dalam, Pak.
Tapi sekarang sudah terbuka.
Seseorang masuk ke kamar kami. Aku yakin sekali.
Pak, tolong minta mereka memeriksa rekaman CCTV.
-Pak, kami di sini... -Aditi, hentikan!
-Berhentilah mengarang cerita. -Bu...
Aku ingin memeriksa rekaman CCTV. Tolong.
Apa itu menutupi seluruh lantai?
Ya, Pak.
Pak!
Di situlah kami berada.
Jam berapa saat itu?
Tepatnya pukul 11.57 malam, Pak.
Kami melihat mereka di rumah Demonte sekitar pukul 12:10 hingga 12:15 pagi
Gadis-gadis ini ada di sini.
Bagaimana mereka bisa mencapai tempat yang berjarak 40 kilometer...
dalam waktu 15 menit, Bu?
Pak, setidaknya percayalah padaku sekarang.
Harap terus memantau ini...
dan kita pasti bisa mengetahui jika ada orang yang membobol kamar kami.
-Putar. -Baik, Pak.
Hei, berhenti!
Siapa dia?
Dia pustakawan kampus kami. Pak Alphonse, Pak.
Mengapa dia kesana jam segini?
Pak....
Dia memberiku buku itu ketika aku mengunjungi perpustakaan.
Aku membaca buku itu di depannya.
Bisa saja dia yang masuk ke kamar kami untuk mengambil buku itu.
Aditi, kenapa dia melakukan hal seperti itu? Dia staf senior.
Jangan berbohong untuk membuat kami percaya pada buku yang tidak ada.
Aku tidak berbohong! Aku tidak berbohong!
Aku membaca buku itu karena dia merekomendasikannya!
Atau bagaimana aku tahu tentang kalung Demonte!
Apa? Kalung?
Pak...
Pak, jika kita melantunkan satu ayat tertentu dalam buku tersebut...
kita akan mendapatkan kepemilikan kalung Demonte.
Konon katanya dengan menggunakan kalung itu kita bisa memiliki banyak kekuatan mistik.
Itulah yang tertulis di buku.
Kami tidak dapat menahan rasa ingin tahu dan mencobanya.
Jadi, kau melihat kalung itu?
Raghu...
Tunggu.
Mari kita tunggu apa yang terjadi.
Lokesh, tetaplah di dalam mobil.
Ayah akan pergi mengambil makanannya, oke?
Ayah, tunggulah di sini. Aku akan pergi mengambil makanannya.
Baiklah, berhati-hatilah.
Hei! Masuklah, Nak.
Daoshi, permisi sebentar.
Makanannya sudah siap. Silakan masuk.
Pintunya tak terkunci. Masuklah.
Hei...
Kau terlihat sangat familiar.
Kau mengenalku?
Ya, aku pernah mengunjungi tempat ini berkali-kali.
Aku pernah melihatmu di sini.
Yang kudengar hanyalah semua orang memanggil , "Debbie! Debbie!"
Kau selalu siap sedia.
Nih.
Wah!
-Punya uang pas? -Tidak.
Bagus.
Kalau begitu, biar aku yang ambil kembaliannya.
-Hei, Nak! -Hei, hati-hati.
Hati-hati, nak
Tidak bisakah kau menanganinya dengan baik?
Wah, terlepas dari tanganku, paman.
Ya benar! Ngomong-ngomong, tak ada yang menemanimu?
Baiklah, Paman... Itu atas permintaanku, dan Ibu memesan makanan di sini.
Aku meminta Ayah untuk menunggu di mobil...
agar aku dapat memeriksa pesanan dan mengambilnya sendiri.
Dan beginilah caramu memeriksa pesananmu? Dengan menumpahkannya?
Err... tidak, paman.
Nih, pegang.
Kau seharusnya tidak mencegah hal ini terjadi.
Daoshi...
Daoshi?
Daoshi!
Debbie, jangan di sini. Keluar!
Debbie, jangan di sini!
Keluar dari sini!
Debbie, keluar dari sini.
Jangan di sini. Keluar dari sini.
Keluar dari sini.
Daoshi, apa yang terjadi padamu?
Aku takut!
Buka pintunya! Aku takut!
Buka pintunya!
Aku takut!
Buka pintunya!
Debbie, selamatkan aku! Debbie, aku takut.
Debbie, aku takut. Tolong selamatkan aku.
Debbie, aku takut. Tolong aku!
Tak akan terjadi apa-apa padamu. Tenang saja.
Jangan takut!
Percayalah padaku... percayalah padaku... Tak akan terjadi apa-apa padamu.
Daoshi... Daoshi, apa yang terjadi?
Mengapa kita terjebak? Bagaimana kita bisa lolos, Daoshi?
Debbie, ada seseorang di sini. Debbie!
Ada seseorang di sini, Debbie! Debbie! Ada seseorang di sini!
Tidak! Debbie, aku takut.
Debbie, aku takut!
"Debbie!"
Dia semakin dekat. Aku takut, Debbie.
Raghu... Tolong!
Raghu, tolong jangan sakiti dia.
Raghu, tolong dengarkan aku!
Raghu, kumohon. Dia masih anak-anak. Jangan ganggu dia.
Tolong! Tolong! Lepaskan dia.
Raghu, kumohon. Aku mohon padamu. Jangan sakiti dia.
Selamatkan aku! Selamatkan aku!
Daoshi, dia tepat di belakangmu!
Raghu, tolong lepaskan dia. Tolong jangan sakiti dia.
Raghu, tolong leapskan dia!
Raghu, dengarkan aku. Tolong!
Raghu, lepaskan dia!
Jadi, kau melihat kalung itu?
Jawab aku!
Kau melihat kalung itu?
Pak, memang...
dan aku mengambil kalung itu.
Ketika wanita dan polisi itu mengeledah kami.
Karena takut, aku tak punya pilihan lain kecuali...
Ya Tuhan, tak ada sinyal di sini.
Setidaknya sedikit...
Hei kau! Kau! Kau!
Ini semua karenamu.
Aku percaya padamu, dan kita berada dalam kekacauan ini.
Sudah kubilang, aku tak percaya semua ini!
Sekarang aku terjebak dengan hantu, gara-gara kau.
Dengar! Kau pantas mati.
-Kalian berdua pantas mati! -Kenapa kami pantas mati?
Kau pantas mati!
Berapa kali aku peringatkan kau agar tak menganggap enteng hal ini?
Mengapa kau bawa kalung itu kemari?
Apa?
Ulangi!
Kau pikir aku membawa kalung itu?
Ya! Kau membawanya ke sini!
kenapa ada di sakumu?
Bagaimana pun juga, kau mencoba membunuh saudaramu sendiri demi uang.
Kau menganggap kalung itu berharga,
jadi kau menjentikkannya dan menaruhnya di sakumu.
Kau diam saja, oke. Tutup mulutmu rapat-rapat!
Kau membuatku kesal!
-Hei! Dasar brengsek... -Debbie!
Raghu tidak mengambil kalung itu.
Kalung ini harus ada pada kita.
Itulah takdir kita.
Apa maksudmu, Daoshi?
Ingat, Raghu sedang menulis sesuatu di ruangan itu?
Bawa aku ke ruangan itu.
Setiap 6 tahun sekali,
tepat pada bulan ke 6
Yaitu pada tanggal 6 Juni, mereka akan melihat sebuah kalung.
Menggunakan kalung itu sebagai media, kekuatan jahat yang sangat kuat...
akan mengorbankan orang-orang yang masuk ke dalam rumah,
menentukan nasib mereka.
Daoshi...
Apa ini?
Sigil Baphomet.
Selama abad ke 16-17,
...kelompok sekte yang mengikuti Antikristus...
mengorbankan manusia untuk Setan tetapi sebelum pengorbanan...
mereka menggambar simbol ini.
Apa maksudmu?
Mengapa sketsanya dibuat di sini?
Ingat apa yang Raghu katakan kepadamu saat kau melihatnya di TV itu?
Kau seharusnya tak mencegah hal ini terjadi.
Kita harus terjebak kali ini dan itulah nasib kita.
Kita mencoba mencegah siklus ini...
dan dalam prosesnya, ia telah memprovokasi kekuatan jahat.
Ia tak akan berhenti sampai ia membalaskan dendamnya.
Permisi! Apa yang sebenarnya kau katakan?
Lakukan sesuatu dan akhiri--
Kita harus menghentikan siklus ini.
Kita tak punya pilihan lain.
Daoshi...
Daoshi, apa...
Apa pun yang terjadi, kalian berdua tak boleh masuk ke dalam.
Dengar....
-Aku merasakan sensasi terbakar. -Apa?
Aku tak tahan lagi. Tubuhku terasa terbakar.
Aku tak tahan lagi! Keadaan semakin buruk!
-Tidak... tidak... tunggu! -Minta dia berhenti!
-Raghu, berhenti! -Minta dia berhenti!
Dokter, ini Dhayalan.
Aku mencoba menelpon semua orang.
Aku baru saja datang ke rumah sakitmu dan mendapatkan nomormu.
Dokter, Raghu, dan Debbie berada dalam bahaya besar.
Aku harus menemui mereka sekarang juga.
Apakah mereka berhasil menghubungimu?
Tidak, mereka tak melakukannya.
Tak ada yang menghubungiku, Dhayalan.
Tahu dimana mereka berada?
Aku telah memeriksa rumah Debbie di Purasawalkam.
Dan aku juga menelpon biara.
Mereka tak berada di kedua tempat itu.
Tahu dimana mereka, Dokter?
Tidak, Dhayalan. Aku tak tahu.
Pak... Pak...Anda punya aplikasi BMW?
Ya.
Tak bisakah kau menemukan mobilmu menggunakan itu?
Jangan... Jangan pergi ke sana.
Lepaskan aku. Lepaskan aku.
-Hentikan. Hentikan! -Lepaskan aku. Lepaskan aku.
Raghu, tolong dengarkan aku.
Daoshi.
Daoshi...
Daoshi!
Daoshi... Daoshi...
Daoshi...
Pak, Pak, Pak, belok kiri.
Daoshi...
Daoshi?
Daoshi...
Phurba Suci ini terpesona...
oleh ritual berbulan-bulan yang dilakukan oleh ratusan biksu.
Phurba ini akan melindungimu dan Srinivasan.
Pak, teruslah lurus.
Sedikit ke kanan. Teruskan!
Pak, ayo. Teruslah. Ayo.
Pak, teruslah.
Debbie...
Aku tak melakukannya dengan sengaja.
Kumohon...
Jangan mendekatiku.
Melihatmu saja membuatku takut.
Mengapa kau takut padaku?
Kalau saja aku tak membunuhnya, dia pasti sudah membunuhmu.
Tidak, tidak...
Apa yang kita lihat di TV Akan terjadi secara nyata.
Kau orang yang egois.
Kau akan membunuh semua orang untuk memastikan kau lolos.
Kau telah membunuh Daoshi.
Selanjutnya, kau akan membunuh semua orang.
Kau akan membunuh semua orang!
Benar, aku orang yang egois!
Jika aku harus membunuh kalian semua untuk bisa lolos hidup-hidup,
kalau begitu aku akan melakukannya! Ya, aku memang egois.
Tunggu sebentar.
Semua orang?
Ada empat orang kita di TV.
Ada yang keempat, anak itu.
Siapa dia?
Bagaimana dia muncul di TV?
Aku ingin memeriksa rekaman CCTV.
Ini bukan anak yang muncul di TV.
Hei... Sridhar!
Sridhar... Sridhar...
Sridhar!
-Sridhar, kau mendengarku? -Buka pintunya!
-Sridhar, kau bisa mendengarku? -Buka pintunya, Bung!
Pak, aku rasa mereka tak ada di sana.
-Apa? -Sepertinya tak ada orang di dalam.
-Apa yang kau katakan? -Kami ada di sini!
Apa kau yakin?
Tapi kau bilang kau menitipkannya di sini.
Itulah yang aku tanyakan. Kau mengantarnya ke sini.
-Sepertinya mereka sudah pergi. -Paman! Paman!
-Buka! Kami didalam. -Restoran ini hanya punya satu kunci.
Tidak dapat dikunci dari dalam.
-Paman, tolong buka pintunya. -Aku yakin mereka pasti sudah pergi.
-Ke mana mereka akan pergi pada jam segini? -Hei, paman!
-Apa ada rumah teman mereka di dekat sini? -Sirhdhar, lihat aku.
Tidak mungkin, Pak.
-Sridhar... -Raghu punya teman di sini?
-Mengapa kita tidak bertanya padanya? -Sridhar!
โช Mengapa kita... โช
โช ...mengembara? โช
โช Kita butuh istirahat โช
โช Mengapa kau tak datang dan melihatnya? โช
โช Semua hadiah yang kami bawa... โช
โช Rasakan udara melalui kulitmu โช
โช Kau kenapa? โช
โช Siapa yang ada di sana? Katakan padaku โช
โช Beristirahatlah di bawah kakiku โช
โช Aku akan memberikan kebutuhanmu โช
โช Beristirahatlah di bawah kakiku โช
Pak, kita hanya membuang-buang waktu di sini.
Aku akan pergi dan mencarinya di mana saja yang aku bisa.
Kau akan menginformasikanmu jika aku menemukannya.
Cari juga di tempat yang kau ketahui.
Ayo berangkat, Pak.
Apa...
TIDAK!
TIDAK! TIDAK!
Daoshi meminta kami untuk menghadiahkanmu patung ini.
Ini patung Dewa Mahakala.
Tuhan yang melindungi biara Buddha kita dari kekuatan jahat.
Kubur patung ini di titik tengah restoranmu.
Patung ini akan menarik energi positif ke tempat ini.
Tak mungkin mendekati ini.
Kami telah mengubur patung yang kuat di sini.
Itulah sebabnya kelelawar tak dapat memasuki zona ini.
Dengar, kubah ini bisa dibuka?
Hanya satu panel kaca yang dapat dibuka.
Apa yang kau lakukan?
Zona aman ini adalah satu-satunya harapan kita jika kita ingin melarikan diri.
Kita harus naik ke kubah.
Cepat. Berikan kursi-kursi itu satu per satu.
Hati-hati.
Dengar, kau harus memanjatnya.
Aku dapat menumpuk kursi hanya dengan berpegangan pada tali di atas.
Hei, hati-hati!
Debbie...
Sam....
Goyang. Tolong tahan!
Kataku, tahan!
Permisi!
Sam?
Selamatkan aku, Debbie.
Sam?
Keinginanmu akan menjadi kenyataan.
Aku sudah pulang ke rumahmu, Debbie.
Kau mengabaikan surat yang datang tempo hari, bukan?
Nyonya.
Ada surat untukmu, Nyonya.
Kau...
Kau hamil, Debbie.
Aku bereinkarnasi di rahimmu, Debbie.
Bagaimana dia muncul di TV?
Kalian kelihatan sangat familiar.
Kau mengenalku?
Hei, sekarang lihat itu!
Kau sangat gemuk dan imut.
Jangan menyerah padaku.
Atau aku akan mati selamanya, Debbie.
Sam...
Aku tak akan menyerah padamu.
Hanya jika kau menyelamatkanku dari dunia ini,
kita bisa hidup bahagia bersama di duniamu.
-Aku tak akan membiarkanmu pergi, Sam. -Jangan keluar dari zona aman!
Aku tak akan membiarkanmu pergi.
Menurutmu apa yang kau lakukan?
Aku takut.
Tolong jangan pergi!
-Berhenti! Jangan pergi. -Aku tak akan membiarkanmu pergi, Sam.
-Selamatkan aku dengan cara apa pun, Debbie. -Dengarkan aku!
Tidak! Jangan melewati zona aman.
Kataku, berhenti!
Berhenti! Tolong jangan lewati zona aman.
Selamatkan aku dari dunia ini, Debbie.
Aku tak akan membiarkanmu pergi, Sam.
Jangan lepaskan aku, Debbie.
-Dengarkan aku! Berhenti. -Bawa aku pergi dari sini.
Tolong, jangan pergi...
Aku tak akan membiarkanmu pergi...
Aku tak akan membiarkanmu pergi, Sam.
Oh, ayolah! Apa yang kau lakukan?
Bukankah dia sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu?
Jangan menyerah padaku, Debbie.
Selamatkan aku dari dunia ini, Debbie.
Kemarilah, aku akan menyelamatkanmu.
Jangan menyerah padaku, Debbie.
Kemarilah, saudaraku. Aku akan menyelamatkanmu dari alam itu.
Debbie...
Aku bilang, kemarilah ke sisi ini dan aku akan menyelamatkanmu!
Jika kita mau lolos...
maka hanya ada satu cara.
Kalung itu.
Kekuatan jahat melakukan semua ini dengan menggunakan kalung itu sebagai medianya.
Jika kita membawa kalung itu ke dalam zona aman ini dan menghancurkannya,
maka kita dapat menghentikan semua ini dan melarikan diri dari sini.
Aku akan memberimu kalung itu.
Hancurkan itu dan keluar dari sini.
Apa?
Aku tak mengerti.
Aku harap kau tahu apa yang akan terjadi jika kau keluar dari zona aman.
Aku tahu, dan itulah sebabnya aku mengatakan apa yang aku katakan.
TIDAK...
Tidak... tidak... tunggu...
Akulah yang menyeretmu ke dalam hal ini.
Jika sesuatu terjadi padamu maka Srini pun tak akan selamat.
Hidup kalian berdua dipertaruhkan di sini.
Ingatlah, meskipun kau membawa kehidupan di dalam dirimu.
Seorang bayi sedang tumbuh di perutmu.
Kau setidaknya harus hidup demi bayi itu.
Aku mungkin terlihat seperti orang yang egois,
tapi aku jelas bukan orang jahat.
-Aku akan mengambilkan kalung itu untukmu. -Raghu...
Raghu...
Raghu, tolong...
Apa pun yang terjadi pada Srinivasan...
akan terjadi padamu juga.
Jika Srinivasan mati,
akan terjadi padamu juga.
Kau dapat masuk hanya dengan menerobos kubah.
Kau dapat masuk hanya dengan menerobos kubahnya.
Dukung Aku di : https://trakteer.id/Hello1
Cepat, ambil tandunya!
Tadi ada disini.
Kalungnya ada di sini.
Pak!
Nak,
Dokter mengatakan peluang Raghu untuk selamat hanya sedikit.
Dia akan hidup hanya sampai dia menggunakan ventilator.
Namun kita punya harapan.
Haruskah kita cabut saja Raghu?
Sekarang, keputusan sepenuhnya ada di tanganmu sebagai adiknya.
Dia akan selamat dari bahaya.
Aku akan memastikan dia hidup!
Pada tanggal 6 Juni 2027,
Aku akan mengakhiri siklus ini!
Aku tak akan membiarkan satu nyawa pun dikorbankan atas nama Demonte.
TIDAK...
nyawa tersebut tak dikorbankan atas nama Demonte.
Aku melihat mereka menyembah seseorang, seakan-akan dia adalah Tuhan mereka.
Dia duduk di atas singgasana.
Seperti seorang Raja!
Semua orang yang mati...
mematuhinya seperti seorang budak.
Matanya keluar,
lidahnya terpotong,
Buku itu tentang raja yang sama yang pernah aku baca.
Dia juga buta.
Dimana buku itu?
Pasti bersama pustakawan itu.
Tak hanya gadis ini tapi semua orang yang mati sebelumnya,
pustakawan itu yang mencari mereka dan menyerahkan buku itu.
Tak seorang pun yang minjam lalu mengembalikanya.
Catatan mengatakan pustakawan lama yang mengembalikan buku itu.
Aku membaca buku itu karena dia menyarankanya.
Atau gimana aku tahu tentang kalung Demonte itu.
Hanya setelah kami membobol rumah pustakawan itu
kami menyadari betapa jahatnya dia sebenarnya.
Untuk menyenangkan roh jahat Demonte,
dia melukai dagingnya sendiri...
dan menampilkan ritual menggunakan darahnya
Selama beberapa generasi....
keluarganya mwnyembah Demonte...
dan hidup untuk mematuhi dia sesuai dengan keinginannya
Permisi. Berhenti.
Selama beberapa generasi
keluarga yang sama telah menguasai buku itu.
Mereka menjaganya, dan sekali enam bulan,
mereka putuskan siapa yang baca dan siapa yang dikorbankan.
Bagaimana hubungan keluarga itu dengan Demonte?
Siapa orang-orang ini?
Dan mengapa membuat pengorbanan? Kita harus cari tahu.
Kita harus mencegah orang membaca buku itu.
Tapi sebelum melakukan semua itu,
kita harus menemukan pustakawan itu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.