Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Lima huruf untuk ikan tropis.
Huruf ketiga "P."
Gupi.
Jangan tersinggung.
GUPI
Tugas itu untuk malam ini, cushla machree.
Apa mereka pantas mati?
Jika tidak, aku tak memintamu.
Habisi semua orang di ruangan itu.
Saat mereka membangun gereja ini, 200 tahun lalu
252 tahun.
Apa mereka tahu ini akan menjadi Starbucks?
Kudengar itu rencananya.
Mungkin Tuhan suka kopi.
Hampir jadi favorit-Nya jika bukan karena Guinness.
KAFE BRASSERIE SAINT LOUIS
Sey.
Jadi, itu hampir tengah malam.
Apoteknya tutup
tapi Valerie mau tahu.
Aku juga. Aku terus memikirkannya.
Masuk akal.
Apa yang kau lakukan?
Aku masuk ke apotek
dengan membobol masuk.
Seorang polisi memberi tahu rekannya
bahwa dia melanggar hukum.
Aku harus bagaimana? Melaporkanmu?
Tidak, aku tak merusak apa pun.
Aku masuk. Ambil alat tes kehamilan
dan tinggalkan uangnya di kasir.
Bagaimana hasil tesnya?
Dia hamil.
Itu dia, bukan?
Kau Phillipe Hugo?
Aku tak bisa bahasa Prancis.
Temanmu memanggilmu Coco. Ingat?
- Coco. - Seperti cokelat?
Kau mau ke mana?
Ajak adikmu makan malam.
- Lalu bercinta. - Baiklah.
Dia komedian.
Dari mana bocah kumuh sepertimu
dapat uang untuk mobil ini?
Dari adikmu juga.
Aku germonya.
Jangan libatkan adiknya, ya?
Mari bicara soal heroin.
Di mana kau hari Selasa?
Tn. Coco, kau ditahan, mengerti?
Kau sekarat, Jax?
Ya, tangkap dia.
Telepon ambulans.
Polisi!
Mundur.
Tiarap.
Mundur atau aku akan
Jatuhkan senjatamu.
Belum ada yang mati.
MAISON TESSIER PENJAHIT
Satu lagi pelanggan puas.
Aku lihat dia pergi.
Dia sangat senang.
Dia berjalan dengan sepatu seharga 10.000 euro.
Namun, dia menghormatiku dan selalu bawa cokelat yang kusuka.
Sepertinya aku sombong.
Tidak, kau yang terbaik.
Aku saja.
Apa benar kata orang soal cokelat?
Tak baik untukmu?
Apa pelakunya mengganggumu lagi?
Tidak. Bisnis seperti biasa.
Kebanyakan orang bisa menerima penolakan.
Namun, pria ini tersinggung.
Maaf aku penasaran, tapi pria jahat ini
bagaimana kau membujuknya?
Kau perlu gunakan bahasa yang akan dipahami pria.
Jika dia penyair
bicara dari hatimu. Tergantung pada pria itu.
Kau tahu bahasa yang dia pahami?
Jika lain kali mau jas, Pergilah ke Marks and Spencer.
Mengerti?
Jangan pernah masuk ke toko orang tua itu lagi.
Kau paham?
Dia paham.
Cantik, bukan?
Perubahannya tak terlihat.
Aku selalu bilang
wanita akan jatuh cinta
saat menari dengan pria yang memakai jasku.
Namun, jika pria berdansa dengan wanita memakai ini?
Satu, dua, tiga
Apa kau Serge?
Mungkin saja.
Aku Zee. Kau menungguku, bukan?
Kau yang mereka kirim untuk mengurus bisnis ini?
- Apa rencanamu setelah selesai? - Aku akan pergi.
- Jauh dari sini. - Sayang sekali.
Bagaimana dengan privasi?
Warga sipil itu membosankan.
Semuanya
keluar selama sepuluh menit!
Hei, keluar!
Keluar sekarang.
KAU MELEWATKANNYA
Kau bawa senjata?
Aku tak yakin di mana menaruhnya.
Hanya berjaga-jaga.
Dia seksi. Bagus.
Baiklah.
Bosku ingin buat kesepakatan.
Kesepakatan? Tak ada kesepakatan.
Dia membayar harga kami.
Negosiasi selesai.
Bagaimana kalau ini?
Kau kembalikan yang kau ambil
minta maaf
dan pergi dari Paris selamanya.
Jika tidak
COCO SUDAH MATI
kita mengubah ini menjadi malam yang hanya bisa kuingat.
Coco sudah mati.
Coco sudah mati.
Astaga!
Aku tak bisa melihat.
Aku tak bisa melihat.
Sial!
Aku tak bisa melihat!
Seseorang
Aku tak bisa melihat.
Seseorang, tolong aku.
Tolong aku
Tunggu Bisakah kau membantuku?
Semua baik-baik saja?
Tak ada luka atau tertembak?
Aku baik-baik saja. Semua sesuai rencana.
Namun, kau tak memenuhi kontrak, cushla machree.
Jangan panggil aku itu.
Aku tak mau memancingmu.
Namun, kontraknya jelas. Semua orang di ruangan.
Kenapa kau tinggalkan gadis Amerika itu?
Dia masih anak-anak.
Penyanyi yang dibawa ke sana.
Ya, tapi dia ada di ruangan itu.
Berarti dia bukan warga sipil.
Apa yang dia lakukan?
Apa yang membuatnya profesional?
Apa kau memercayaiku?
Kau tahu aku percaya.
Aturanmu tak ada warga sipil.
Tugasku memastikan itu terjadi.
Aku sudah berjanji.
Apa dia pantas mati?
Jika tidak, aku tak memintamu.
Aku mengerti.
Ini selalu saat tersulit bagimu.
Kau merasa dilupakan, tak diberkati.
Seorang biksu tanpa Tuhan.
Itu tak mengganggumu.
Kita berdua sama.
Kita berdua orang luar
dan orang luar tak terjebak seperti orang dalam.
Aturan mereka tak berlaku untuk kita.
Kita bebas dari mereka.
Itu yang kupikirkan.
Teruslah berpikir, Finn, untuk itulah Gobert membayarmu.
Kau terus melakukannya, cushla machree
karena kau sangat mahir.
POLISI NASIONAL
Apa kau serius?
Kenapa aku menembak tersangka?
Kau tak hanya menembaknya
kau membunuhnya.
Dia menodongkan pistol
ke kepala anak-anak.
Dia baru saja menembak polisi.
Dia anggap polisi sebagai ancaman.
Aku anggap kau sebagai ancaman.
Apa aku boleh menembakmu?
Sey!
Ada kegilaan di matanya.
Tatapan yang sangat kukenal.
Selalu berakhir
dengan tragedi yang tak perlu.
Jadi, aku menembak.
Alves.
- Apa kabar? - Baik, dan kau?
Baik.
Kau siapa?
Ini Petugas Sidney.
Dia anggota Europol, dari luar Inggris.
Baiklah, ayo.
- Kau punya apa? - Jadi
Tepat sebelum kau mengejar Coco, dia kirim pesan ke seorang gadis.
"Aku merindukanmu. Mencintaimu." Omong kosong biasa.
Gadis itu membalas dia menulis lagu untuknya.
- Coco balas, "Kirim kepadaku." - Ada gunanya?
Ya. Kami putar lagu di perangkat jemala Coco.
Penyanyi wanita.
Namun, kami periksa lewat Shazam, dan nihil.
- Seperti demo. - Tepat.
Mereka yang tewas semalam di Paradis Latin
Geng Marseilles.
Gadis yang terluka itu adalah penyanyi.
Jadi, aku putar demo kepada disjoki.
Gadis yang sama, lagu yang sama.
Kerja bagus, Alves.
Namun, kau akan suka ini.
Para korban di kelab, satu tewas oleh luka tembak
empat lainnya oleh pedang.
- Pedang? - Dari lukanya
lebar bilahnya seperti pedang samurai
tetapi belum ditemukan.
Jadi, seseorang masuk ke kelab dengan pedang samurai
menebas empat orang
menembak satu, berjalan keluar, dan pedangnya tak terlihat?
Benar.
Kau selidiki apa di Europol? Ninja?
Ini bukan lelucon, Pak.
Pedang samurai.
KEDUTAAN AMERIKA SERIKAT
JULINE NOONE WAKIL KONSULAT DIPLOMATIK
Selamat pagi, Petugas.
Aku Wakil Konsul Noone dari Kedubes AS.
Aku mencari Jennifer Clark.
Ada yang menemuinya?
Tidak. Kau yang pertama.
Siapa itu?
Hai, Jennifer.
Aku Nn. Noone dari Kedubes AS.
Jenn saja.
Tak ada yang memanggilku Jennifer.
Jenn.
Ada apa dengan matamu?
Dokter tak yakin.
Ada pembengkakan dan tekanan pada saraf optik.
Karena kepalaku terbentur.
Apa akan membaik?
Dokter tak tahu.
Bisa sementara atau permanen. Sampai bengkaknya turun
dokter tak tahu.
Bisa bantu aku?
- Tentu. - Kau bisa hubungi ibuku?
Dia akan mencemaskanku.
Kau dekat dengannya?
Aku anak bermasalahnya.
Jika punya kesempatan kedua, aku akan menebusnya.
Siapa itu?
Maaf.
Aku Inspektur Sey, Nn. Clark, kepolisian Prancis.
- Kau dari Kedubes AS? - Nn. Noone.
Aku datang untuk bantu warga kami.
Senang berkenalan.
Aku sudah beri tahu polisi semua yang kutahu.
Ya, kau menyanyi di kelab
dan orang-orang ini, salah satunya mengundangmu minum.
- Benar? - Ya.
Lalu tiba-tiba
ada tembakan dan semua menjadi gelap.
Nn. Noone? Bagaimana mengejanya?
N-O-O-N-E.
Aku punya pertanyaan untuk Nn. Clark.
- Secara resmi? - Ya.
Kurasa dia beruntung aku di sini.
Baiklah.
Tolong
Deskripsikan pembunuhnya, Nn. Clark.
Pembunuhnya?
Kau pasti melihatnya.
Aku bingung.
Kurasa ada yang memasukkan sesuatu ke minumanku.
Coba sebisanya.
Siapa pun mereka, aku tak melihat mereka.
Saat itu dimulai
aku sudah buta.
Apa mereka bawa pedang?
- Apa? - Pedang?
Forensik mengatakan beberapa orang tewas karena pedang.
Entahlah.
Hanya saja
Semuanya kacau.
Kau kenal pria bernama Phillipe Hugo?
Dia memakai nama Coco.
Mungkin. Entahlah.
Tampaknya semua orang yang kutemui punya julukan.
Menarik karena dia sudah mati.
Saat meninggal, dia mendengarkan salah satu lagumu.
Kurasa sama anehnya seperti soal pedang.
Sialan!
Aku ceroboh sekali. Maafkan aku.
- Ada apa? - Aku menjatuhkan infusmu.
Tak apa-apa. Kecelakaan bisa terjadi.
Dia berbohong.
- Warga negaramu. - Tentang apa?
Semua yang kudengar.
- Bagaimana kau tahu? - Seorang polisi tahu.
Jika aku mencuri kroisan di kafe pagi ini
kau akan tahu?
Bukan detailnya, tapi aku dapat merasakannya.
Syukurlah aku tak bersalah.
Setidaknya untuk kebanyakan hal.
Bagaimana sisa harimu?
Seperti biasa.
Dokumen, lebih banyak kunjungan seperti ini.
Pekerjaanku mudah ditebak.
- Kau? - Sama.
Kembali ke kantor.
Profesi polisi bisa membosankan.
Semoga kasusmu sukses, Inspektur.
Kau juga, Nn. Noone, semoga sukses dengan Amerika Serikat.
- Halo? - Halo, Inspektur Sey.
Ya.
Ini Carl Staley, atase sipil di Kedubes AS.
Ya, aku sudah bertemu kolegamu.
Kami tak tahu siapa Wakil Konsul Noone ini.
Ya, aku paham.
Terima kasih, Tn. Staley.
BUKAN SIAPA-SIAPA
Lumayan.
Neo-ekspresionis, adalah kaki tangan pencucian uang.
Primitivisme pascamodern.
Namun, menyenangkan. Ya, 'kan?
Entahlah. Aku tak paham.
- Kau tahu aku hilang 75 juta. - Bagaimana?
Aku membayar untuk pangeran Saudi kita.
Ayahnya berhenti kirim uang, jadi aku membiayai pembelian narkoba.
Apa yang terjadi jika aku harus rugi 75 juta euro?
- Jual Basquiat-mu? - Aku tak yakin itu asli.
Namun, kau asli, kerugian Irlandia adalah keuntungan Prancis.
Kau pernah merindukan Irlandia?
Ya, satu atau dua wanita.
Tak rindu penjara.
Mari kita duduk.
Kau tahu apa lagi yang asli?
Nilai jalanan untuk 75 juta euro heroin murni.
300 juta.
Apa pendapat Pangeran?
Dia ingin pulang.
Aku yakin. Pulang ke Ayah.
Namun, dia punya janji dengan polisi.
- Semoga salah satu teman kita. - Bukan.
- Inspektur Sey. - Sey?
Aku tak menentang polisi jujur.
Aku cuma butuh mereka di balik meja agar tak menyakitiku.
Namun, Sey
Dia sangat menyebalkan.
Terima kasih.
- Inspektur. - Pangeran Majed Bin Faheem.
Senang berkenalan.
Silakan.
Ya. Baiklah.
Aku tinggal di kota ini seumur hidupku.
Aku tak pernah tahu tempat ini ada.
Jika ingin tempat tinggal yang bagus di Paris, belilah hotel, bukan?
Kau datang untuk beri tahu
kapan pesawatku akan dikembalikan?
Aku datang untuk bertanya kepadamu.
Seolah-olah aku adalah tersangka.
Kau adalah saksi.
Benar, bukan?
Pesawatmu mendarat di Le Bourget pukul 16.30
dalam perjalanan dari Beirut.
Saat masih di landasan
disambut orang-orang yang kau kira petugas bea cukai Prancis.
Ya. Aku tak punya alasan meragukan.
- Ya, tentu saja. - Saat itu siang bolong.
Buka pintunya.
Buka pintunya.
Kau mengenali salah satu pencuri?
Tidak.
Apa yang mereka cari?
Apa yang ada di pesawat?
Tidak ada.
Mereka membuat kesalahan.
Mungkin saja.
Apa ini mereka?
Para penggerebek pesawatmu
semua sudah mati.
Dibunuh semalam.
- Kau tak merasa aneh? - Tidak.
Jujur, aku senang, dan kau juga harus senang.
Kau kenal pria ini?
Tidak. Siapa dia?
Jules Gobert.
Seorang penjahat.
Sebenarnya, itu tak adil. Dia kepala mafia Paris.
Perjudian, prostitusi, heroin.
Semua orang harus mencari nafkah.
Kini, aku terlambat
untuk rapat yang lebih penting dari ini.
Kau tak jawab pertanyaanku.
Apa yang mereka curi darimu?
Aku diserang siang bolong di tanah Prancis.
Sebagai rasa hormat kepada tamu negaramu
kembalikan pesawatku secepatnya.
Zee.
Duduklah.
Di sini.
Mari kita minum.
Aku senang kau datang.
Siapa itu?
Chi-Mai. Dia menggantikan Rudi yang mati.
Menurutku kau pahlawan baginya.
Kau harus beri dia tanda tangan?
- Temanmu yang lain? - Teman lain?
Dia juga penggemar.
Kenapa gadis dari kelab masih hidup, Zee?
Ada seorang polisi.
Hanya itu jalanku untuk keluar.
Kenapa tak kembali setelah polisi pergi?
Aku tak tetap tinggal.
Sebelum kau biarkan paranoia menguasaimu
dia tak tahu apa-apa.
Aku di sana saat dia ditanyai. Dia tak sadar.
Seorang warga sipil. Bahkan tak bisa mengenali pembunuh.
Dia berbohong dan kau ceroboh.
Intinya, dia tidak bicara.
Siapa orang-orang itu?
Aku ingat pertama kali bertemu Zee.
Dia keras kepala saat itu.
Bibirnya terbelah.
Mata tertutup bengkak.
The Breton lakukan ini kepadamu?
Kau lakukan ini pada The Breton?
Kau tak berani
Dia seganas singa.
Gadis kurus sepertimu membunuh germo tertangguh di Paris.
Kau salah satu pelacurnya?
- Aku bukan pelacur siapa pun. - Tampaknya bukan.
Jika mau membunuhku, lakukan.
Membunuhmu?
Pembunuh yang asli?
Itu komoditas yang amat berharga, cushla machree.
Itu bahasa Irlandia yang berarti "detak jantungku."
Kau temukan panggilanmu hari itu.
Ada apa dengan singa itu?
Tidak apa-apa.
Jika tak mau bunuh gadis buta itu, tak bisa kupaksa, bukan?
Mereka akan membunuhnya, bukan?
Kini aku melihat singa merayap kembali.
Jika kau ragu soal ini, biarkan singa itu tidur.
RUMAH SAKIT
Polisi.
Apa kabar?
Agak sakit.
Ini untuk menghiburmu.
Bagus.
Biar kubuka.
Terima kasih.
Aku memikirkanmu.
Bagaimana dengan kasusnya?
Pangeran Saudi, apa katanya?
Sembunyikan.
Ya, masuklah.
- Halo. - Halo.
Katakan apa katanya.
Dia berbohong soal segalanya.
Bungkam, tetapi setiap orang punya kelemahan.
Pesawat itu membawa heroin yang kita lacak.
Aku tahu. Pangeran tahu.
Gadis itu? Si penyanyi?
Apa pendapatnya tentang semua ini?
Aku belum mendesaknya
mengingat situasinya.
Namun, akan kulakukan sebentar lagi. Dia di ujung lorong.
Jika itu makan siang, bawa pergi saja.
Baunya tak enak.
Jenn, tolong dengarkan aku.
Ada orang datang untuk membunuhmu. Mengerti?
Apa maksudmu?
Mereka menyelesaikan yang dimulai di kelab malam itu
dan itu berarti kau. Mengerti?
- Ya, aku mengerti. - Baiklah.
Kau harus memercayaiku dan lakukan semua perintahku.
Jika tidak, kau akan mati. Paham?
Cobalah tetap tenang.
Pada hitungan ketiga.
Satu, dua, tiga, ayo!
Kau hampir aman.
Apa yang terjadi?
Kenapa kita berhenti?
Sepertinya aku bertemu seorang kenalan.
Inspektur Sey, bukan?
Ya, Wakil Konsul "Bukan Siapa-siapa."
Kini aksenmu seperti orang Inggris.
Aku ingin tahu soal keterlibatanmu.
Jujur, aku sendiri belum yakin.
Kau coba menyelamatkannya.
Berarti kau tak seburuk itu.
Mengejutkan.
Kenapa kau tak menjatuhkannya?
Bukan aku yang kehabisan peluru.
Kau kosong dan aku selalu punya satu.
Kau sudah bangun?
Ya, aku sudah bangun.
Maafkan aku.
Aku juga minta maaf.
Kau aman di sini.
Tak ada yang tahu tempat ini.
Baunya sudah tua.
Maksudku, bukan berarti buruk.
Aku tak tersinggung.
Sial.
Coba hitung langkahmu, ya?
Ini dapurnya.
Wastafel di depan.
Kulkas di sebelah sini.
Mau makan apa? Kuambilkan.
- Ada lampu di sana. - Baiklah.
Jendela, buka jika kau mau.
Baik. Hati-hati melangkah.
Naik dua langkah ke ranjang. Ranjangnya di sebelah kirimu.
Kamar mandinya di seberang, mungkin tiga langkah.
Aku punya teman sekamar.
Biar kuperkenalkan. Aku yakin dia lapar.
Jangan dijatuhkan.
Hanya dia yang kupunya.
- Ikan? - Namanya Why.
Beri dia makan.
Kenapa "Why"?
Karena namaku Zee.
Apa yang terjadi dengan "X"?
Kami tak bahas soal "X".
Sarapan yang enak.
Aku harus bawa kokinya pulang.
Apa yang polisi ingin tahu?
Kronologi, barang yang dicuri.
Apa aku kenal orang-orang yang dibunuh di kelab malam.
Aku berasumsi kau yang bunuh mereka.
Tidak. Itu bukan kami.
Namun, apa kau pernah berpikir jika mereka mati
orang lain punya narkobanya?
Itu bukan keahlianku, seperti kata orang Inggris.
Apa lagi yang polisi tanyakan?
Mereka menunjukkan fotomu.
Memasuki hotel ini.
Bertanya apa aku mengenalmu.
- Apa benar begitu? - Apanya?
- Kenal aku? - Cukup kenal, Kawan.
Kau tak tahu apa-apa.
Jika ada masalah, kau bisa temui ayahmu.
Ayahku sudah mati.
Aku tahu karena dia kubunuh saat usiaku 17 tahun.
Kau harus coba.
Masalahku hari ini adalah kehilangan 75 juta dolar.
Aku harus jadikan seseorang contoh.
Aku bukan polisi. Aku Jules Gobert
duduk di hotel mewahmu ini
pria mandiri bertanya
- "Apa yang kau tahu soal ini?" - Jules.
Kau tidak masuk akal.
Jawab pertanyaanku.
Itu sudah cukup.
Letakkan itu.
Bodoh sekali.
Aku mau dia mati. Kirim Zee.
Itu buruk. Pikirkan tindakanmu.
Zee, sekarang!
- Kapan kau tiba di Paris? - Beberapa bulan lalu.
Kau?
Lima belas tahun.
Namun, tak pernah hidup semewah ini.
Malam pertamaku, aku tidur tertutup kardus di bawah jembatan.
Aku tidur di bawah Pont Neuf.
Lalu aku tidur di metro.
Berapa lama kau memakai kardus?
Tengah malam ketiga, itu diangkat oleh seorang pria.
Dia membelikanku Armagnac.
Bagaimana denganmu?
Kenapa kau kemari?
Aku datang ke Eropa untuk menyanyi dengan band-ku
tetapi kami bubar di Roma sebelum dapat pertunjukan.
Aku bertemu pria ini, Coco.
Masa lalunya tak jelas, tetapi dia memercayaiku.
Dia membawaku ke kelab untuk bernyanyi.
Katanya ingin jadi manajerku.
Beri kontrak rekaman.
Dia punya informasi sejumlah besar uang.
Katanya dia butuh itu untuk pergi dari kehidupan lamanya.
Bagaimana denganmu?
- Bagaimana dengan pria itu? - Hanya memanfaatkanku.
Sudah berakhir?
Ya, berakhir dengan ledakan.
Malam yang hanya bisa kuingat.
Kita ubah ini menjadi malam
yang hanya bisa kuingat.
Itu adalah kau.
Kau bunuh semua orang di ruangan itu?
Ya.
Kau buta karena aku.
Tidak. Aku buta karena aku percaya kebohongan.
Karena aku di tempat yang tak seharusnya.
Kenapa mereka ingin kau mati, Jenn?
- Aku tak tahu. - Bohong. Kau tahu.
Kau baru bilang pria yang memercayaimu bernama Coco.
Coco adalah nama di kelab.
Mereka dapat pesan dia sudah mati. Kau terlibat.
Kusarankan kau jujur atau kubuang kau ke jalan.
Mungkin lebih buruk.
Baiklah.
Orang-orang dari kelab
mereka mencuri narkoba dari jet pribadi.
- Jet? - Ya, mereka pencuri kelas atas.
Coco bersama mereka.
Aku juga di sana.
Dia menyembunyikanku dan kulihat semuanya.
Kau lihat di mana?
Entahlah. Lingkungan sewa murah di Paris.
- Aku tak tahu Paris. - Kenapa dia menyembunyikanmu?
Aku bisa buka dari dalam.
Aku membantunya mencuri narkoba yang mereka curi.
Narkoba jenis apa?
Heroin, kurasa.
Dia akan pakai uang itu untuk membantu karierku.
Hentikan!
Sialan!
Sialan!
Finn benar. Tak ada yang tak bersalah di sana.
Lalu apa yang terjadi?
Coco menelepon dan bilang punya narkobanya.
Orang itu memberinya alamat untuk mengantar mobil.
Kami berkendara.
Kami meninggalkannya di
- Di Paris. Di sebuah garasi. - Di mana?
Di mana?
Di dalam mobil
Di garasi, di suatu tempat di Paris.
Tidak cukup.
Kenapa tak deskripsikan pembunuhnya saat polisi minta?
- Karena aku tak mau terlibat. - Kau terlibat.
Berdiri.
Kenapa?
Kita ke suatu tempat.
Ada dua anak tangga.
Di mana kita?
Gereja yang didekonsekrasi.
Apa artinya didekonsekrasi?
Ditelantarkan.
Tak lagi diberkati.
Aku ingin kau bernyanyi.
- Apa? - Menyanyi.
Aku tak bisa.
Aku bilang menyanyi.
Kau harus menelepon sebelum kemari.
Lihat ponselmu. Sudah kucoba.
Kau bisa lihat aku agak kesal.
Kenapa?
Karena dua pria ahli mati di rumah sakit karena kau.
Tak ada yang menyelesaikan pekerjaanku. Tak ada!
Jika mereka ahli, kenapa mati?
Jangan kirim pria untuk lakukan tugas wanita.
Baik. Aku tak akan bisa ulangi kesalahan yang sama, bukan?
Di mana gadis itu?
Kubuang jalang buta itu ke pembakaran sampah di Moulineaux.
Kini dia di udara.
Menjadi asap.
Itu singa ganasku dan dia kembali.
Beri tahu Gobert, kata singa
apa pun yang membuatnya cemas, sudah selesai.
Dia menghargaimu, tetapi itu harus dilakukan.
Paham?
Begitu kau biarkan seseorang, dia akan terus memanfaatkannya.
Bagus. Baru pertama kali kudengar.
Terus panggil aku cushla machree dan akan kutunjukkan.
Hei, kau perlu istirahat.
Namun, aku punya tugas lain. Hanya belum memutuskan.
Sampai saat itu, jangan ganggu aku.
Terserah kau.
Aku tahu kau tak akan mengecewakanku, cushla machree.
Dia sudah pergi.
- Kau tak apa-apa? - Ya.
Pertama kali kau ke rumah sakit
Kau ke sana untuk membunuhku?
Ya, untuk menyelesaikan tugas.
Kau pembunuh bayaran sungguhan.
Pembunuh bayaran wanita.
Kenapa kau tak selesaikan tugasmu?
Ibuku adalah seorang pecandu.
Dia sering meninggalkan kami.
Akhirnya overdosis.
Tugasku adalah menjaga adikku.
Aku gagal.
Aku kehilangan dia.
Namun, aku melihatnya dalam dirimu.
Kurasa sedikit diriku juga.
Bedanya kau masih punya kesempatan
untuk kehidupan lebih baik.
Kau belum lewati batas sepertiku.
Aku tak bisa membunuhmu.
Kau lapar?
Kau menembak di rumah sakit.
Begitu juga pria yang kutembak.
Kau beruntung
tak membunuh orang tak bersalah.
Kau harus diskors.
Ada yang mau kau katakan?
Aku mau pengawasan 24 jam
atas Pangeran.
Aku ingin paspornya disita.
Pangeran akan masuk daftar larangan.
Bagus.
Artinya kau dilarang mendekatinya.
Dia korban, bukan tersangka.
Apa aku jelas?
Para anjing polisi
mencium kokaina di pesawatnya.
Sungguh mengejutkan.
Dia playboy, suka bersenang-senang.
Anjingmu mengendus kokaina
pada setengah jet di Le Bourget.
Jetnya membawa 100kg heroin murni.
Yang dicuri.
Nilai jalanannya 350 juta.
Kami melacak Pangeran berbulan-bulan.
Kau suka berkhayal.
Lima orang mati itu
mungkin tak setuju denganmu.
Tujuh, jika termasuk di rumah sakit.
Bukankah ada penjahat Prancis
yang bisa kau tangkap?
Ya, dalam proyek.
Tangkap pengedar dari jalanan
selagi temanmu membawa 100kg.
- Itu yang kau mau! - Cukup, Sey!
Duta Besar Saudi menghubungi Kemenlu
yang bicara langsung kepadaku.
Politik seperti biasa!
Bukan politik! Uang!
Miliaran dari minyak mereka
yang kita beli
dan senjata yang kita jual.
Maksudnya
Pangeran
di atas tugas polisi sederhana.
Katakan kau mengerti.
Penembak di rumah sakit tak membawa KTP.
Tak ada dompet, hanya uang tunai.
Sidik jari juga belum cocok.
- Mobilnya dicuri. - Apa lagi?
Aku memeriksa CCTV di luar kelab
mencari wanita kedutaan palsu.
Ini dia?
Benar.
Itu saat tiba.
Itu saat pergi.
Dia tak terlihat seperti orang
yang baru menebas empat pria.
Siapa dia?
Dia Ratu Kematian.
Jadi, kau percaya dongeng?
Maaf, apa?
Ratu Kematian.
Pembunuh wanita sangat sulit dicari, terampil, tak dikenali.
Ratu Kematian.
Tidak, hentikan.
Aku dengar di akademi polisi.
Katanya Ratu yang membunuh Belanger.
Aku Henry Belanger!
Kau pikir aku takut pada Gobert?
Bajingan itu.
Mereka juga bilang dia membunuh L'Orange Russe.
Ya. Saat masih kecil, dia membunuh Kennedy.
L'Orange Russe.
Tak ada yang tahu pembunuhnya.
Jika kau tak pernah dengar, aku ada di sana.
Apa lagi selain dongeng?
Aku melacaknya di CCTV dengan pengenalan wajah.
Tempat tinggalnya akan terlacak.
Ini dia.
Aku yakin itu si Ratu.
Aku yakin ini si Ratu.
Bagi seorang Ratu, dia tampak suka makanan cepat saji.
Ini sekitar empat jam sebelum pembunuhan di kelab.
Ini sehari sebelumnya.
Ini hari sebelumnya.
Seterusnya.
Dia wanita yang cantik. Kenapa tak ada yang ajak makan malam?
Aku sudah isi ulang sejak terakhir kita bicara.
Tangan di kepala.
Entah kau sangat lapar
atau ini untuk dua orang.
Kau bisa bantu untuk tujuh menurun.
REPORTER MALAM
Di mana gadis itu?
Apa dia tahu siapa kau?
Apa dia tahu buta karena kau?
Saat melihatnya lagi, apa kau akan beri tahu dia
kau pembunuh pacarnya?
Makanannya cukup enak.
Apa kau tak muak makan ini setiap malam?
Aku tak bosan dengan hal yang baik.
Itu membuat pelanggan senang.
Lalu, apa keahlianmu?
Bangun di pagi hari.
Itu saja?
Ya, itu selalu membuatku tertawa.
Aku masih di sini. Masih hidup.
Itu keajaiban.
Apa yang akan kau lakukan jika menjadi orang lain?
Saat aku sepuluh tahun, seorang guru menanyakan cita-citaku.
Apa yang ingin kulakukan dengan hidupku.
Kataku aku ingin bahagia.
Katanya aku tak paham pertanyaannya.
Namun, kurasa dia yang tak paham hidup.
Bagaimana denganmu?
Apa yang akan kau lakukan jika bukan polisi?
Aku bisa menebaknya.
Kau akan menjadi diriku
Aku akan jadi kau.
TTS
- Tujuh menurun? - Ya, aku tak pernah selesaikan TTS.
Selalu ada satu petunjuk yang membuatku bingung.
Keahlian Rigoletto?
Kata empat huruf. Huruf kedua "E."
Aku tahu Rigoletto adalah opera tentang badut.
Rigoletto bukan badut.
Dia pelawak.
"Bercanda."
- Boleh kuisi? - Tentu.
Teka-teki silang, setelah membunuh orang.
Menawan sekali.
Kau pernah merasa malu?
Tak ada rasa malu, itu bukan emosi.
Itu keadaan pikiran.
Jika hidup dengan aturan, kau terhormat.
Rasa malu bukan masalah.
Kedengarannya sangat mudah.
Mungkin bagimu, bukan aku.
Kenapa menyelamatkan gadis itu?
Apa yang kau inginkan?
Kau coba berbuat baik sebagai penebusan?
Hati-hatilah.
Kau akan mengekspos kebaikan baru itu
pada kegelapan di dalam dirimu.
Maafkan aku.
Bukankah kau harus memaksaku mengaku?
Setelah kita selesai makan.
Dia akan takut sekarang.
Gadis itu.
Pasti kau bilang hanya pergi beberapa menit.
Bisa ambilkan tisu?
Ada di kantong.
Terima kasih.
Beberapa petugas mengira kau legenda.
Ratu Kematian.
Sepertinya mereka sering menganggur.
Mungkin.
Kau pernah ditembak?
Tidak.
Kau beruntung.
- Aku pernah. - Mungkin aku lebih ahli.
Itu empat tahun lalu.
Aku ditembak oleh gangster Rusia.
Kau bawa uangnya?
Kau bawa kokaina?
Penyadap yang kupakai tak berfungsi.
Polisi sialan.
Rekanku ada di jalan. Aku di atap.
Aku harus menunda beberapa detik.
- Beri waktu untuk rekanku. - Apa tindakanmu?
Apa tindakanmu?
- Sesuatu yang tak masuk akal. - Contohnya?
Bertanya.
Untuk mengalihkan perhatian.
Contohnya?
Berapa ukuran sepatumu?
Apa?
Kenapa kau bertanya
Kau baik-baik saja?
Kau menembaknya?
Bukan kau?
Bukan.
Kau pelakunya.
Kau menyelamatkanku.
Kenapa?
Polisi sialan.
- Berapa ukuran sepatumu? - Apa?
Kenapa kau bertanya
Kau menunggunya memberi makan merpatinya.
Katanya membunuh adalah cara pihakmu menjaga ketertiban.
Kurasa itu membuat orang jujur.
Orang Rusia itu coba menguasai Paris.
Orang lain menembaknya sebelum kau.
Kedengarannya kita bekerja untuk pihak yang sama.
Di mana gadis itu?
Kita akan duduk di sini bertahun-tahun sebelum kuberi tahu.
Namun, aku akan mengantarmu.
Dengan satu syarat.
Kembalikan teka-teki silangku.
Tunggu.
Jika coba kabur, aku akan menembakmu.
Kuberi tahu dia teorimu soal Ratu Kematian.
Lalu?
Dia tak mau mengonfirmasi.
Atau membantah.
Berhenti atau kutembak!
Kenapa kau tak mengejarnya?
Karyanya terinspirasi oleh seni jalanan, kau tahu.
Kurasa itu omong kosong.
Ya, jika aku beli lima, dan keparat itu sukses
investasiku akan meroket.
Bagaimana kau menghasilkan uang?
- Tebak. - Di pasar saham?
- Aku gangster. - Kau bercanda?
Aku akan kembali.
Bartender.
Apa gadis cantik jadi lebih pintar?
Itu Viagra yang bicara.
Kau selalu suka berkata jujur, Finn.
Katakan, di mana heroinku?
Andai aku tahu.
Aku juga tak suka misteri.
Mau tahu misteri sebenarnya?
Kenapa Zee belum membunuh Pangeran Bin Faheem?
Kenapa dia masih hidup?
Dia target yang sulit.
Semua orang bisa dibunuh, terutama oleh Zee.
Aku ragu membunuh Pangeran adalah yang kau mau.
Jangan mendikte langkah yang kubuat.
Nikmatilah minumanmu.
Aku mencuri heroinmu.
Pangeran tak ada kaitannya. Dia sebodoh dirimu.
Salam Maria, penuh kasih karunia
Jenn?
Tolong aku!
Menjauh dariku!
Tolong aku!
Kita harus bicara, cushla machree.
Menjauh dariku!
Kami kenal penembak rumah sakit.
Lalu?
Kau tak akan suka.
Polisi, dari stasiun tujuh.
Mereka korup.
Mungkin ada lebih banyak.
Sial. Aku akan ke kantorku.
Teman lamaku, aku butuh bantuan.
Zee, di sini tidak aman lagi.
Ada polisi yang mencarimu.
Kataku, "Pelangganku adalah pria." Katanya, "Lihat ini."
Kubilang siapa pun bisa pakai tas dari sini.
Dia tak percaya dan sangat agresif.
Dia menyakitimu?
Hanya tamparan kecil polisi.
Apa lagi katanya?
Katanya jika kau datang
aku harus menelepon nomor ini
dan bilang, "Setelanmu siap. Kau bisa ambil."
Bagaimana kau tahu tempat tinggalku?
Setelah bertahun-tahun, aku tahu semua yang diperlukan.
Jika kau merasa bebas dan berpikir aku tak tahu, lebih baik.
- Kau tak mengenalku. - Aku tahu kau membohongiku.
Kau bilang gadis itu sudah mati.
Apa kau lelah selalu sendirian?
Begitukah?
Lepaskan dia.
Dia tak berkaitan dengan ini.
Benar-benar tak bersalah.
Kecuali dia membantu pacarnya mencuri 350 juta euro
dari heroin Gobert.
Kau dengar yang menimpanya?
Dia sudah mati.
Ya, aku bersamanya.
Bisa saja aku.
Sekarang apa?
Geng akan berperang.
Aku akan tunggu penawaran terbaik.
Omong kosong.
Kau akan temukan cara untuk mengambil alih.
Aku bukan orang Prancis. Mereka tak terima perintah dariku.
Bahkan dengan semua heroin itu? Semua uang yang akan dihasilkannya?
Apa yang membuatmu berpikir aku memilikinya?
Karena kau lebih pintar dari orang lain.
Otak dan otot.
Kita berdua bersama, kita bisa jadi tim hebat.
Aku ingin keluar.
Mudah mengatakannya.
Namun, pistol seperti kebiasaan buruk.
Mudah diangkat, sangat sulit ditaruh.
Jadi, kau ingin keluar dan aku menyerahkan gadis itu.
Apa imbalannya? Di mana kesepakatannya?
Kau kehilangan arah, Zee.
Gadis itu seharusnya mati.
Kau malah menukar kesetiaanmu.
Karena menyelamatkannya akan menebus dosamu?
Tuhan tak bekerja seperti itu.
Tuhan?
Tuhan sudah lama melupakanku.
Kesepakatan apa yang kau mau?
Aku butuh satu tugas terakhir darimu.
- Apa dia pantas mati? - Ya.
Dia korup.
Dia polisi korup.
Dia akan ke Pasar Petani sejam lagi.
Lakukan dari kejauhan. Kami ingin itu bersih.
Bukti dia hidup dahulu.
Kau sangat mudah ditebak.
- Jenn - Zee?
Di mana kau?
Puas?
Dia akan berada di kios nomor 43. Itu tertulis di bawah kakinya.
Nomor 43.
Senang melihatmu.
Apa yang terjadi?
Mereka menjebakku.
Kau harus percaya aku.
Kenapa kau lari?
Semua polisi yang mengenalmu
tahu kau bersih.
Yang tak tahu
jabatannya lebih tinggi.
Saat memutuskan menangkapku
mereka tak main-main.
Aku hanya bisa kabur.
Aku tak tahan lagi.
Semua suap yang selalu kutolak
Aku polisi yang jujur.
Untuk apa? Difitnah?
- Kau lihat? - Ya.
Namun, kau akan melawan
ketidakadilan itu nanti.
Ada masalah lebih penting.
Itu sudah pasti.
Tunggu.
Halo?
Setelanmu sudah siap.
Kau bisa ambil.
Kau bisa pakai di peti matimu.
Aku bisa lihat Sey memercayaimu dari senyumnya, bahasa tubuhnya.
Kau jelas polisi.
Dia pikir kau teman.
Mereka selalu mengirim pengkhianat, bukan?
Tolong berikan ponselnya.
Katakan temannya mau bicara dengannya.
Lakukan atau mati.
Ada yang mau bicara denganmu.
Katanya dia teman.
Ayo. Tembak dia.
Tunggu apa lagi?
Halo? Sey, angkat telepon.
Ini aku.
Siapa pun dia, dia menjebakmu.
Aku dikirim untuk membunuhmu.
Dia sudah bertahun-tahun jadi rekanku.
Dia menyuruhmu kemari, bukan?
Ya.
Kalau begitu, siapa pun yang mengutusku, mengirimnya.
Dia bekerja untuk Finn.
Kau bekerja untuk Finn?
Tidak. Finn?
Tidak pernah.
- Kau benar. - Kita adalah teman.
Kita berteman, Sey.
Di mana gadis itu? Apa yang terjadi dengan heroin itu?
Atau kau akan mati.
Kapan kau memutuskan menembak Jax, bukan aku?
Saat menarik pelatuknya.
Aku butuh waktu berpikir.
Bagaimana kondisimu?
Sey
- Aku berdarah sampai mati. - Sayang sekali.
Kau hanya perlu beri kami info.
Ya. Di mana Jenn?
- Entahlah. - Di mana heroinnya?
Entahlah.
Jenn bilang Coco menyimpannya di penjara di Paris.
Di mana, Jax? Kau tahu.
Maaf. Aku salah.
- Maksudmu, "Salahku." - Maaf.
Baiklah.
Apa?
DARURAT
Polisi yang bisa lakukan ini adalah aib.
Halo, temanku yang terlupakan.
Kau menjebakku, Keparat!
Setelah bertahun-tahun.
Setelah mengecewakanku. Itu pertanda kau tamat.
Keahlianmu hilang, tak akan kembali
jadi itu pembunuhan belas kasihan.
Hanya ada satu cushla machree.
Hanya satu detak jantungku.
Mungkin semua ini pertanda bahwa kau yang ceroboh.
Pilihannya kau atau aku, Finn.
Pertanyaannya, mau coba lagi?
Kenapa berpikir gadis itu masih hidup?
Karena dia alat menawar.
Kau tak akan membunuhnya sebelum yakin aku mati
jika kau pintar.
Apa tawaranmu? Kau akan bunuh polisi lain?
Tidak.
Namun, aku berkeliling dengan mobil penuh heroinmu.
Bagaimana dengan itu?
Lilin itu untuk kematianku.
Lilinmu masih menyala, untuk saat ini.
Mari jaga seperti itu.
Ingat, Zee, setelah bertahun-tahun, aku memberimu alasan untuk hidup.
Hati-hati, jangan beri aku alasan untuk mati.
Aku cuma mau buat kesepakatan.
Jadi, buatlah.
Di mana heroinku?
Di luar, tidak jauh.
Kau pikir bisa menguasai Paris?
Aku punya banyak teman yang membantu.
Bahkan polisi?
Apa pentingnya bagimu?
Ya, itu penting.
Yang penting bagimu hanya aturanmu.
Aturan itu dan kesendirian.
Sendirian adalah kekuatan jika kau bisa mengatasinya.
Kau tak pernah sendirian. Kau memilikiku.
Lupakan saja.
Di mana heroinku?
- Jenn, ini aku. Aku di sini. - Zee?
Apa aku akan mati?
Tidak.
Pegang aku.
Tiarap!
Apa mereka tak tahu? Membunuh polisi itu dosa.
Aku baru dengar itu.
Jenn, kau pernah dengar itu?
Aku hanya mengarangnya.
Tembaklah!
Katakan. Apa aku pantas mati?
Kau akan hidup dalam mimpiku, cushla machree.
Satu pertanyaan terakhir.
Berapa ukuran sepatumu?
Aku selalu penasaran.
Aku akan beri tahu, tetapi
Kurasa bagus punya sedikit misteri di kehidupan berikutnya.
Bukankah begitu?
Aku tak mau kehidupan berikutnya.
Jika bisa mengulang
untuk menjalani kembali hidupku, akan kuambil.
Semoga berhasil, Zee.
Kau pantas mati.
Jenn.
Zee?
Ya.
Aku bisa melihat.
Yang rapi. Aku tak mau bekas luka.
Tolong jangan hina aku.
Saat pertama kita bertemu
kukira ada murid yang bisa kuajari.
Aku belajar keahlian lain.
Belum terlambat, Zee.
Aku masih bisa mengajarimu membuat hal-hal indah.
Itu sudah terlambat.
Kau akan dipromosikan, Sey.
Kau akan menerima
Medali Kehormatan Polisi.
Terima kasih.
Maksudmu Medali Tutup Mulut?
Merahasiakan departemenku
yang menolak
menanyai
perdagangan narkoba Pangeran?
Melindunginya karena alasan politik.
Kau mau itu masuk berita?
Biarkan aku lakukan tugasku.
Simpan medali dan promosimu.
Paham?
Sebentar.
Jangan terburu-buru.
- Halo? - Apa kabar?
Tidak buruk.
Mengingat ini kedua dan ketiga kalinya aku ditembak.
- Kau? - Aku baik.
Namun, ini baru pertama kalinya ditembak.
Semoga, kau tak terbiasa.
- Dalam pekerjaanmu - Aku ingin cari pekerjaan baru.
- Melakukan apa? - Entahlah.
Saat tahu, akan kukirim kartu pos.
Sebelum saat itu...
hiduplah dengan baik.
- Selamat tinggal, Sey. - Tunggu.
Aku pakai ponsel sekali pakai. Kau tak bisa melacaknya.
Tidak.
Teka-teki silangmu. Kau menjatuhkannya di luar gereja.
Tinggal satu lagi.
Tiga belas mendatar.
Sudah kubilang selalu ada satu yang tak bisa kujawab.
Kata enam huruf.
"Baru disegarkan."
Huruf kedua "E", huruf kelima "R."
Aku tahu, sudah kucoba, tetapi
Reborn.
Ya.
Terlahir kembali.
Selamat tinggal, Sey.
Selamat tinggal.
Sampai jumpa.
Penerjemah: IYUNO
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.