Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia teks dalam Bahasa Indonesia.]
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Serial ini direkam di bawah tindakan pencegahan dengan dekret darurat.]
[Konten di serial ini hanya fiksi bertujuan hiburan. Kebijakan penonton disarankan.]
[KinnPorsche The Series]
Aku tidak akan pergi ke mana pun, kecuali itu penting.
Namun, jika kau ingin pergi bersamaku,
kau akan gemetaran.
Kau sanggup membawa adikku keluar dari rumah?
Benar, bukankah aku hebat?
Kau, ikuti aku.
Kau akan mengantar temanku pulang.
Tuan Korn membawa pengawal baru untuk menjaga Tuan Kinn.
Siapa namanya?
Namanya Porsche.
Terima kasih
telah menyelamatkan hidupku.
Sial, Porsche!
Apa yang kau lakukan?
Lalu, kenapa kau menendangku?
Seharusnya aku yang bertanya.
Kenapa kau berada di tempat tidurku?
Oh.
Lalu, apa yang terjadi semalam?
Aku merasa sebelum aku pingsan. Aku...
Aku berada di sekitar sungai.
Jangan bertanya padaku.
Bir herbalmu mengacaukanku tadi malam.
Begitu terbangun, aku sudah di tempat tidurku.
Lalu, aku...
Lalu, aku merasa telah mencium seseorang.
Memangnya aku tahu?
Namun, aku tahu kalau kau mencoba menciumku sewaktu kau tidur tadi.
Atau, itu hanya mimpi?
Mimpi? Yang bagus? Atau yang buruk?
Beri tahu aku.
Jadi, aku akan mencoba menebak orangnya.
Aku tidak tahu.
Aku hanya tahu,
rasanya aneh.
Tuan Vegas.
Jangan khawatir.
Aku berada di sini untuk menjalankan beberapa tugas.
Aku minta maaf untuk sebelumnya.
Maksudmu, Macau?
Hei, pria seperti dia pantas mendapatkannya.
Terkadang aku juga ingin memukulnya.
Itu benar. Aku...
Maaf.
Kau berada di sini untuk mengurus Tuan Kinn?
Jadi, kau sudah terbiasa?
Hmm. Sebenarnya, tidak juga.
Namun, sekarang aku sudah dipindahkan untuk mengurus Tuan Tankhun.
Tuan Tankhun.
Iya.
Yang satu itu juga luar biasa.
Itu benar.
Kenapa kau memanggilku?
Maaf.
Aku mengganggu, ya?
Kulihat kalian berdua sedang asyik berbicara.
Oh.
Tuan Vegas?
Aku hanya meminjam pemantiknya.
Tidak ada yang memberi tahu kau, ya?
Jika tidak penting,
jangan berurusan dengan keluarga minor.
Memangnya kenapa?
Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan keluargamu.
Namun, jika dia berbicara dengan baik padaku, aku juga akan baik padanya.
Kau tahu, itu namanya sopan santun?
Itu saja?
Tunggu.
Apa?
Uh...
Tentang semalam, kau baik-baik saja?
Tentu saja.
Aku melakukan ini sepanjang waktu.
Ini bukan yang pertama kalinya?
Bukan.
Namun, terlihat seperti pertama kalinya.
Hanya dengan melihatmu, aku tahu, ini benaran pertama kalinya bagimu.
Kau belum pernah mencoba bir herbal sebelumnya?
Bir herbal?
Iya.
Yang kau lakukan sepanjang waktu,
maksudmu dengan meminum bir herbal ini?
Tentu saja.
Apa yang ingin kau sampaikan?
Uh...
Maksudku, sesuatu yang lain
setelah meminum bir itu.
Aku pingsan semalam. Jadi, aku tidak mengingat apa-apa.
Apa itu? Apa yang kulakukan padamu?
- Apa yang terjadi? - Maaf, Tuan Kinn.
Porsche, Tuan Tankhun sedang berada dalam masalah.
Tuan Tankhun!
Tuan Tankhun.
Apa?
Tuan Tankhun.
Di mana Tuan Tankhun?
Dia menghilang!
- Hah? - Apa?
- Tuan Tankhun! - Hah?
Tuan Tankhun!
Tuan Tankhun!
Tuan Tankhun.
Tuan Tankhun!
Ah!
Kenapa kau menginjaknya?
- Tuan Tankhun. - Aw!
- Tuan Tankhun. - Tuan Tankhun.
- Tuan Tankhun. - Aw!
Kau baik-baik saja?
Maaf, Tuan Tankhun.
Kepalaku sakit.
Siapa yang meremas kepalaku?
Atau, mungkinkah itu hantu?
Ada hantu meremas kepalaku!
Pasti ada hantu yang meremas kepalaku!
Tuan Tankhun.
Itu namanya "pengar".
Itu akan membaik. Percayalah padaku.
Tidak, aku selalu berada dalam masalah setiap kali memercayaimu.
Ayo, bangun.
Tuan Tankhun, tenanglah.
Bawalah aku ke spa. Aku ingin menyegarkan diri.
Baik.
Ayo! Pol! Bawakan mobilnya!
Arm, ayo!
Apa? Ada apa denganmu?
Spa itu hanya berada di bawah rumah.
- Oh, ya? - Iya.
Ada spa di bawah?
- Iya. - Iya.
Ketika aku membaca denah rumah, kulihat ada tertulis spa.
Kukira itu hanya candaan. Namun, ini sungguh luar biasa.
Masih banyak lagi kejutan di rumah ini, Porsche.
Dia benar.
- Dia terlihat nyaman. - Hmm.
- Dia mendengkur dengan keras. - Seorang pria tumbang.
Tuan Tankhun-ku.
Kurasa sekarang waktunya.
Waktu kita untuk apa?
Kau ke mana?
Bibi.
Iya?
Sebelum Tuan Tankhun tertidur,
dia memesan Bibi
untuk mengurus kita semua.
Jadi, tubuh kita bisa segar kembali
- dan bisa menjaganya dengan baik. - Tunggu sebentar, Bibi.
Biarkan aku berbicara dengan temanku di sini.
- Aku sedang berbicara dengannya. Di mana sopan santunmu? - Kau gila?
Jika kau ingin spa, tunggu aku di sauna.
Aku akan memijat Tuan Tankhun dahulu.
Apa yang kau lakukan?
Kau mau meninggalkannya di sini?
Kau tidak mendengar kalau dia sedang mendengkur?
Dia seperti orang mati.
Kita ini pria bebas sekarang.
Fudge, aku tidak tahu kita bisa melakukan yang seperti ini.
Kau terlihat seperti tidak mau pergi.
Jangan bertingkah seperti pria baik-baik.
Sebenarnya,
Pol dan aku
sudah lama ingin mencoba pemandian air panas.
Kau mau ikut?
Tidak.
Aku mau pergi ke sauna.
Aku tidak mau lukaku basah.
Apa? Itu hanya luka kecil.
Tidak, aku juga tidak mau melihat alat kelaminmu.
Di mana saunanya?
Kau berjalan lurus, belok ke kanan, lalu belok ke kiri.
Benar, bukan?
Jalan saja. Nanti ada yang memberi tahu kau jalannya.
Pergi.
Apa kau tinggal di atap yang sama?
Pergi!
Ini terasa sangat enak.
Apa sungguh seenak itu?
Uh...
Aku di sini melakukan pemeriksaan untuk Tuan Tankhun.
Aku pergi.
Tunggu.
Duduk.
Apa kau yakin?
Lagi pula, aku juga sedang mencari teman yang dapat menemani.
Sial, kau menjadi aneh hari ini.
Jika merasa akan pingsan, kau bisa beristirahat.
Bagaimana kau bisa menghinaku seperti itu?
Lihat tatoku sebelum mengatakan hal seperti itu.
Apa itu?
Si Phoenix.
Mereka mengatakan kalau itu burung abadi.
Mengapa dengan tato ini?
Ibuku menyukainya.
Ibuku sering membicarakannya ketika aku masih kecil.
Juga, dia mengatakan,
aku tidak bisa mati sebelum adikku menyelesaikan kuliahnya.
Apa kau akan pergi?
Apa yang kau lakukan?
Bukankah sudah cukup panas?
Tidak.
Mengapa? Kau tidak bisa menahannya lagi?
Tentu saja aku bisa.
Tidak pernah lebih baik.
Bagaimana kabar adikmu?
Dia seharusnya baik-baik saja.
Kurasa, dia bermain gim saat aku tidak ada.
Bagaimana dengan adikmu?
Aku tahu kalau kau mempunyai adik.
Rasanya seperti aku tidak punya.
Kami sudah lama tidak saling bertemu.
Kau berada di sini apakah tidak membuat pacarmu marah?
Pacar? Itu hal yang tidak masuk akal.
Sendirian adalah yang terbaik.
Bagaimana denganmu? Kapan kau akan punya?
Juga, bagaimana kau tahu aku tidak punya?
Sejak di sini, aku belum pernah melihatmu dengan wanita mana pun sebelumnya.
Omong-omong, kau juga tidak jelek.
Hanya sedikit terlalu tua.
Namun, botoks bisa membantumu, tahu?
Mulutmu!
Jika kau seorang wanita,
apa kau akan menyukai pria sepertiku?
Sial.
Kapan Porsche akan sadar?
Aku lapar. Ini aromanya enak sekali.
Wah!
Ada apa denganmu?
Ini dia, temanku.
Apa kabar, Pria Tangguh?
Lihatlah dirimu.
Juga, bibir pucatmu.
Sepertinya yang tangguh, ya?
Aku di mana?
Disneyland!
Ya!
Kau gila?
Jangan menilai buku dari sampulnya.
Apa yang kau katakan?
Apa yang dia katakan?
Kita berada di restoran dalam gedung.
Mereka mengganti pakaianmu. Lihatlah.
Hei, makanlah.
Kau makanlah.
Di mana Tuan Tankhun?
Di sana. Dia berada di zona itu dengan Tuan Kinn.
Itu bagus, jika mereka di sini, aku tidak akan bisa makan.
Ya.
Hei, sudah mendidih, aku akan mengangkatnya sekarang.
Aku tidak tahan lagi.
Wah.
Mari makan.
Masukkan jamurnya juga.
Aromanya sangat enak.
Selamat siang, Tuan Vegas.
Bisakah aku bergabung dengan kalian?
Eh, Tuan Vegas.
Tuan Kinn ada di zona itu.
Namun, aku ingin duduk di sini.
Bolehkah?
Ya, Tuan.
Tentu saja, Tuan.
Eh...
Ayo, ganti piringnya. Pete sudah menggunakan yang itu.
- Ini. - Baik.
- Ya. - Ambillah.
Terima kasih.
Baik.
Aku akan bergabung dengan kalian juga.
- Aku akan memberimu set hidangan baru. - Aku akan melakukannya.
Silakan duduk.
Meja ini terlihat lebih menyenangkan.
Kalian ada keju.
[Ya.]
[Haruskah aku menutupnya?]
Tidak perlu.
Kau bisa memakannya.
Hmm.
Rasanya lebih enak dari yang ada di meja itu.
Ada pelelangan berlian yang akan datang Sabtu ini.
Sudahkah kau berlatih untuk mengangkat tanganmu?
Ayahku hanya ingin aku pergi ke sana sebagai formalitas.
Kudengar ini untuk pembukaan pertamamu kepada pers.
Kata-kata menyebar dengan cepat.
Aku tidak memiliki banyak tanggung jawab sepertimu.
Jadi, aku punya waktu
untuk melihat-lihat.
Hmm, yang ini sudah matang.
Ini.
Pengawalku memiliki tangan dan kaki.
Dia bisa melakukannya sendiri.
Maaf, aku lupa kalau kalian memperlakukan pengawal kalian itu berbeda.
Oh, benar.
Kinn mengatakan, kau tidak bisa menyesuaikan diri bekerja di sini.
Jadi, pengawal pribadiku baru saja berhenti.
- Bagaimana jika aku... - Tidak.
Porsche mengurus Tankhun.
Dia tidak akan memberikannya padamu.
Maka kau pergi berbicara dengannya untukku.
Aku tidak suka ikut campur dalam urusan orang lain.
Juga, aku tidak menyukai orang lain ikut campur dalam urusanku.
Mengapa?
Oh.
Kau takut jika membuka hatimu,
kau akan terluka lagi?
Teman-teman!
Bagaimana kalian bisa membiarkan dia makan bersama kita?
Vegas.
Pulanglah!
Kau lihat apa?
Tuan Tankhun.
Jangan.
Katakan padaku.
Siapa?
Dia duduk di tempatku.
Aku tidak akan makan lagi.
Tuan Tankhun, tunggu.
Kejar dia.
Iya, Tuan.
Tuan Tankhun.
Lagi.
[Mundur.]
[Mundur sedikit.]
[Berhenti.]
Oh.
Halo yang ada di sana.
Halo.
Ayo, pergi.
Oh.
Bukankah kau harus menonton drama dengan Tuan Tankhun?
Tidak.
Sebenarnya aku pergi ke sauna dengan Tuan Kinn hari ini.
Hah?
Hah?
Hei, jangan katakan Tuan Kinn tak pernah mengajakmu untuk pergi bersama?
Tidak apa-apa.
Aku akan mengundangmu lain kali.
Jadi,
kukira kau itu favorit Tuan Kinn sekarang.
Berikan ini padanya.
Jika dia tidak membukakan pintu, tinggalkan saja di kamarnya.
Tuan Kinn seharusnya lagi mandi.
Kinn, ada apa?
Mengapa kau meneleponku tiba-tiba?
Tidak ada apa-apa.
Sesuatu telah sedikit menggangguku.
Oh.
Kau akan baik-baik saja.
Aku akan mengeluarkannya dari dadamu kalau begitu.
Kau sepertinya tidak pernah berubah.
Jangan membiarkanku menciummu.
Menurutku, kita harus melihat seluruh pemandangannya malam ini.
Sial, Porsche!
Maaf.
Aku...
hanya perlu memberikan ini padamu.
Lanjutkan saja.
Ada apa?
Kenapa kau tampak sangat terkejut?
Yah, aku memang sangat terkejut.
Kau tahu kalau dia sedang ada tamu, tetapi tetap menyuruhku masuk.
Aku merasa sangat dungu.
Kau terkejut karena itu?
Tentu saja.
Kenapa?
Oh.
Kau ingin aku terkejut karena mengetahui kalau Kinn itu seorang gay?
[Kau benar-benar berengsek.]
[Apa kau tidak tahu sejauh apa dunia ini telah berkembang?]
Namun, aku juga terkejut karena masih ada orang-orang sepertimu,
yang menggunakan hal ini untuk mempermainkan orang lain.
Dasar, berengsek rendahan.
Semua orang di sini mengetahuinya.
Kupikir, kau sudah tahu.
Tidak, aku tidak tahu apa-apa.
Jadi, itulah kenapa dia membawa
teman prianya ke rumah malam-malam.
- Sial! - Apa?
Menurutmu, apakah orang yang bukan pasangan...
boleh berciuman?
Ada apa denganmu?
Apa kau mau menciumku?
Makan saja kakiku.
Sudah mengerti?
Berciuman itu hanya dilakukan dengan orang yang kita sukai.
Halo, semuanya!
Selamat datang di Fakultas Musik Universitas Anantrameka!
Bagi kalian yang belum memutuskan
apakah akan berkuliah di sini atau tidak,
hari ini, kita kedatangan seorang alumni baik hati yang akan membagikan pengalamannya.
Aku harus memberi tahu kalian kalau senior kita ini
sangat populer di media sosial!
[Bisakah kalian menebaknya?]
[Yah, tidak perlu.]
[Mari, kita sambut, Wik!]
Siapa itu?
Apa?
Itu Wik.
Bagaimana bisa kau tidak tahu?
Aku tidak mengenalnya. Siapa dia?
Aku ingin berkuliah di sini karena dia.
Oh.
โซ Baru kusadari, kau adalah kenangan indahku โซ
โซ Kini kalender kosong dipenuhi oleh namamu โซ
โซ Setiap kali kita bernyanyi saat berada di jalan tol โซ
โซ Suara tawamu membuatku merasa, ini hari Jumat โซ
Aku terus bertanya pada diriku sendiri,
"Sebesar apa keinginanku untuk mewujudkan impianku?"
"Apakah sepadan jika aku kehilangan sesuatu dalam prosesnya?"
Namun, jika kita sungguh mencintai sesuatu dengan sepenuh hati,
tidakkah menurut kalian, itu sepadan?
Jadi, kuharap,
cerita yang kubagikan hari ini, bisa bermanfaat untuk kalian semua.
Semoga beruntung, semuanya.
Masih ada lagi.
Sebelum kita berpisah,
aku memiliki beberapa pertanyaan untuk kalian semua.
Bagi yang mengetahui jawabannya,
akan mendapatkan kaus fakultas dengan tanda tangan Wik!
Jika sudah siap, mari, kita memulainya dengan pertanyaan pertama.
Pertanyaan pertama, apa lagu pertama yang dikover oleh Wik?
Aku!
- Silakan. - "Hug" oleh Moderndog.
Benar!
Hore! Aku mendapatkan bajunya!
[Mantap!]
Kita lanjutkan ke pertanyaan kedua,
yaitu, apa lagu Wik yang paling banyak ditonton?
- Aku, aku! - Silakan.
"See You Again".
Benar!
Tidak apa, masih ada pertanyaan berikutnya.
Terakhir, apa lagu Wik yang menampilkan seekor kucing dalam video musiknya?
"The Beached Whale".
Benar, "The Beached Whale"!
Tidak, bukan yang itu.
Ada tiga lagu. Dalam video musik "Lost Star", ada ekor kucing setelah kail.
Dalam "Shape of You", terlihat tapak kaki kucing pada bagian pengantar lagu.
Lalu, dalam "I Secretly Like You", ada sebuah boneka kucing.
Apakah itu termasuk?
Ya, benar!
- Benar! - Hore!
Dia temanku, dia temanku!
Bagaimana bisa kau mengingat semua itu?
Aku juga seorang penggemar, tetapi aku tidak mengetahui soal itu.
Siapa kau?
Kupikir, aku akan mendapatkan satu kaus lagi.
Terima kasih banyak, semuanya. Terima kasih.
Terima kasih.
Aku senang sekali!
- Selamat. - Hore!
Jadi?
Apa?
Hah?
Eh...
Oh.
Aku sudah kehabisan kaus.
Eh?
Aku hanya menyiapkan tiga kaus untuk tiga pertanyaan.
Aku benar-benar minta maaf.
Ti... tidak apa-apa.
- Kau menjawab lebih dari satu. - Hah?
Bagaimana jika kuberikan sesuatu yang lain saja?
Oh, benarkah? Boleh, ya?
Apa yang kau inginkan?
Aku benar-benar ingin masuk ke fakultas ini.
Bisakah kau menjadi guru les gitarku?
Ma... maaf.
Siapa namamu?
Porchay.
Tolong, pinjamkan pena.
Semoga kau masuk.
Sampai jumpa.
Kenapa aku selalu tertangkap basah olehmu belakangan ini?
Berdirilah.
Lepaskan bajumu.
Tidak mau.
Kau mau melepaskan sendiri,
atau aku yang melepaskannya?
Lukamu sudah sembuh.
Lalu?
Besok ada acara lelang berlian.
Kau harus hadir sebagai pengawalku.
Apa aku tidak perlu menjadi pengawal Tankhun lagi?
Kau makan bersama Vegas.
Dia marah.
Jadi, dia mengembalikanmu padaku.
Aku ingin tahu,
jika dia tidak mengembalikanku padamu,
akankah terpikir olehmu untuk mengambilku kembali?
Kenapa kau menanyakan itu?
Hanya ingin tahu saja.
Bagiku,
semua anggota kami itu sama.
Permisi.
Ini informasi mengenai Porsche yang Anda minta.
Belakangan ini,
banyak insiden yang menimpa Tuan Kinn.
Rasanya, seperti ada musuh dalam selimut.
Tuan Kim, apakah Anda juga berpikir begitu?
Iya.
Aku sedang berpikir.
Kalau urusanmu sudah selesai, kenapa kau masih di sini?
Maaf. Aku permisi.
Silakan, sebelah sini.
[Selamat menikmati.]
Panggung. Aman.
Area lelang. Aman.
Tangga. Aman.
Pintu darurat. Aman.
Bar. Aman.
Kenapa kau tidak memberi tahu aku kalau acaranya akan sebesar ini, Pete?
Aku pasti akan memilih parfum yang benar.
Ini gila. Ini acara terbesar yang pernah kuhadiri.
Hei, jangan ada obrolan pribadi.
Jadi, Porsche kembali bersamamu?
Yah, kau makan bersamanya.
Khun marah.
Jadi, dia mengembalikan Porsche padaku.
Apa kau yakin kalau Khun marah?
Kenapa dari yang kudengar, kaulah...
yang memintanya kembali? Bukankah begitu?
Kinn.
Situasi menyelamatkanmu.
Apa kau baik-baik saja?
Apa yang terjadi?
Lupakan saja.
Sebuah minuman?
Baik.
Selamat malam, para Nona dan Tuan.
Selamat datang di pelelangan berlian kami.
Aku Mondue, pembawa acara malam ini.
Kita tidak perlu membuang lebih banyak waktu lagi.
Berlian di hadapanku ini disebut
"Aurora Perhiasan".
Sekarang, mari memulai pelelangan berlian pertama kita.
Dimulai dari delapan juta.
Ada yang ingin menawar?
Sebesar sepuluh juta.
Pidpong, di harga sepuluh juta.
Sekarang berada di angka sepuluh juta. Ada lagi?
- Sekarang sepuluh juta. - Sebesar 11 juta.
Baik, seharga 11 juta dari Nona Dujmanee.
Wow, tidak ada yang ingin melepaskannya sekarang.
Di angka 11 juta, satu kali.
Sebesar 13 juta.
Sekarang di angka 13 juta.
Jika tidak ada lagi yang menawar,
di angka 13 juta, satu kali.
- Dua... - Sebesar 14 juta.
Nona Jessica di angka 14 juta.
Wow, harganya semakin lama semakin mahal.
Di angka 14 juta, satu kali.
Di angka 14 juta, dua kali.
Sebesar 15 juta!
Nona Dujmanee...
Wow, Porsche terlihat tampan malam ini.
Dia terlihat seperti idola Korea.
Itulah alasan kau membawanya kembali.
Membawanya kembali?
Siapa yang membawanya kembali?
Khun marah, maka dia mengembalikan Porsche padaku.
Dia hanya alat.
Yah, kau yang lebih dahulu menjadi alat baginya.
Itulah alasan dia kembali padamu.
Seperti yang dilakukan Teh padaku.
Oh, benarkah?
Bersikap baiklah padanya.
Tersenyum padanya.
Wajah yang jelek seperti ini.
Jika aku adalah dia, aku tidak akan menghormatimu sama sekali.
Itu benar.
Apa kau ingin meminum air?
Apa yang dia lihat?
Ayolah.
Wajah jelek lagi.
Tersenyumlah.
- Apa? - Tersenyum.
Baik.
Biarkan bos yang menyelesaikan ini.
Lalu, bagian selanjutnya itu acara penting yang sudah dinantikan semuanya.
Kami persilakan raja malam ini, "Raja Malam".
Itukah yang ayahmu ingin kau membelinya?
Apa yang hendak dia lakukan dengan ini?
Yah, yang pasti dia tidak akan menggunakannya.
Dia akan menggunakannya untuk hubungan relasi, tahukah kau?
Oh.
Dalam halaman sosial budaya hari ini,
pewaris Theerapanyakul yang terkenal memenangkan pelelangan berlian mewah.
Mari kita memulai pelelangan berlian terakhir malam ini.
Kita mulai dari angka 15 juta baht.
Masih tidak ada yang menawar?
Sebesar 30 juta.
Tuan Kinn menggandakan harganya hingga mencapai 30 juta.
Saat ini, jika tidak ada yang menawar, maka aku akan...
Sebesar 35 juta.
Tuan Vegas, di harga 35 juta.
Wow, ini berarti berlian ini bernilai dua kali lipat dari nilainya sekarang.
Jika tak ada lagi, ini akan jadi milik Tuan Vegas seharga 35 juta, satu kali.
Di harga 35 juta, dua kali.
- Di harga 35 juta... - Sebesar 40 juta.
Di harga 40 juta. Oh.
Tidak ada yang mengalah.
- Siapa yang akan mendapatkannya? - Sebesar 50 juta.
Oh, di angka 50 juta.
Semua orang menjadi hening.
Tuan Vegas, di harga 50 juta, satu kali.
Di harga 50 juta, dua kali.
Selanjutnya, 50 juta...
Sebesar 100 juta.
- Kinn. - Di harga 100 juta.
Itu terlalu banyak.
Jika tidak ada yang menawar lagi, aku akan mulai menghitung.
Di harga 100 juta, satu kali.
Di harga 100 juta, dua kali.
Terjual di angka 100 juta!
Selamat kepada Tuan Kinn.
- Itu adalah pelelangan yang mendebarkan. - Pete.
- Mari, kita persilakan Tuan Kinn - [Di mana Porsche?]
- untuk memberikan kata sambutan. - Aku tidak tahu.
Pertama,
aku ingin berterima kasih pada kalian semua...
Ken, apakah Porsche di sana?
Di mana Porsche?
Yang sudah berpartisipasi dalam acara amal ini.
Terima kasih.
Mari, berikan tepuk tangan untuk Tuan Kinn.
Kau ingin aku mengikutinya?
Ada apa?
Apa yang terjadi?
Aku tidak tahu.
Pete.
Tidak ada petunjuk apa pun.
Ini.
Periksalah semua kamera pengawas.
Sekarang!
Jangan khawatir.
Aku tidak akan melukaimu.
Pria sepertiku tidak suka memaksa siapa pun.
Hanya mau berikan stempel di tubuhmu sebagai cendera mata untuk Kinn.
Hanya dengan begitu, pria paranoid seperti dia akan marah besar.
Aku sudah mendapatkan semua rekamannya.
Mereka membawa Porsche ke lantai 30.
Jangan khawatir.
Aku akan mencoba untuk bersikap lembut.
Jadi, ini yang kau sukai, ya?
Bos.
Kinn terdeteksi.
Porsche!
Porsche.
Tidak ada apa pun di balkon, Tuan Kinn.
Periksa semua kamera.
Aku harus mendapatkan mereka semua malam ini!
- Baik, Tuan. - Baik, Tuan.
Porsche.
Tuan Kinn,
ayo.
Dia tidak apa-apa sekarang.
Lewat sini, Tuan Kinn.
Kalian semua keluar.
- Porsche. - Porsche!
Bisakah kau bangun?
Porsche.
Porsche, apa kau baik-baik saja?
Tuan...
Tidak apa-apa.
- Tuan Kinn. - Tidak apa-apa.
Tuan Kinn, kami akan membereskan...
Tidakkah kau mendengar apa yang kukatakan?
Porsche!
Hei, tetaplah berdiri.
Kenapa kau melepaskan semua pakaianku, hah?
Mandilah sekarang agar kau bisa beristirahat sejenak.
Oh, kau ingin melihatku telanjang?
Kau muntah.
Pergilah mandi.
Ini sangat indah.
Oh.
Oh.
Hei, Porsche.
Wah! Lalu, kita akan memulai lagi.
Baiklah.
Apa kau menyukaiku?
Tipe yang kusukai adalah yang manis,
tidak sepertimu.
Inilah alasan kenapa ia masih tertidur.
Oh, kau marah?
Kau bisa menyentuh punyaku kembali.
Seriuslah.
Kurang ajar.
Aku akan memperlihatkan
yang sesungguhnya padamu.
Kenapa, Kinn?
Astaga.
Ia bangun sekarang, wow.
Mengakulah bahwa kau menyukaiku.
Jika tidak, kenapa kau menciumku saat di dermaga?
[Jika orang-orangmu mengetahui kau tidak menyelesaikan pekerjaanmu]
[dan tidur dengan pria yang gagal dalam tugasnya,]
[apa yang akan mereka rasakan?]
[Makanlah itu!]
[Bergerak.]
[Apakah ini nomor Porchay?]
[Apa kau masih mencari guru gitar?]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.