All language subtitles for The.Accidental.Detective.2.In.Action.2018.KOREAN.ALL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kita bisa hidup sampai 100 tahun.

Jadi, kita harus lakukan hal yang kita sukai.

Sampai kapan kau akan hidup begini?

Kau harus segera merintis kariermu dan menikah.

Biar kuberikan saran. Ada dua syarat untuk menikah.

Uang dan penampilan

Kau tampan.

Sayang sekali rambutmu hilang lebih awal.

Bahkan Jang Dong-gun akan terlihat jelek jika botak.

Lupakan penampilan. Lalu, apa yang tersisa?

Uang.

Kau harus mulai berbisnis!

Namun, aku belum pernah menjalankan bisnis sebelumnya.

Apa sulitnya berbisnis? Itu semua bergantung padamu!

Temukan karakteristikmu dan lakukan sesuatu yang berbeda!

- Sepakat! - Sepakat!

- Caplah dengan yakin. - Baik.

- Itu menentukan keberhasilanmu. - Baik.

Berhasil.

Apa yang akan kau lakukan setelah aku ambil alih tempat ini?

Aku juga harus mengejar mimpiku.

KANTOR DETEKTIF

DIPLOMA UNIVERSITAS POLISI

SERTIFIKAT PENGHARGAAN

WARGA BERANI BANTU PECAHKAN KASUS PEMBUNUHAN

- Kau tak pergi kerja? - Sebentar lagi.

- Sayang. - Ya?

Biaya hidup bulan ini.

Syukurlah.

Aku sangat khawatir saat kau mau menjual toko komik untuk menjadi detektif.

- Aku pergi kerja dulu. - Ya.

Sampai kapan kau akan marah kepadaku?

Jangan sentuh aku.

Aku tak bilang apa pun saat kau didemosi karena tahu kau lebih menderita.

Namun, kau menolak promosi dan melakukan apa?

Detektif?

Aku sudah pernah bilang sebelumnya.

Hukum detektif swasta akan disahkan, jadi, aku harus mulai lebih awal

dari yang lain supaya...

Aku pergi dulu.

KAU ADA DI MANA, BEBE?

Bebe?

Jumlah imbalan tak pernah disebutkan. Itu sebabnya tak ada yang mau membantu.

KOMUNITAS KASUS DINGIN

TIDAK ADA UNGGAHAN BARU

Apa ada sesuatu yang menarik?

Tidak.

Aku sedang memeriksa kasus baru di internet.

Kau menemukan sesuatu?

Tidak.

Berapa tarif untuk menemukan kucing yang hilang?

Kucing terlalu cepat. Kau tak bisa menangkapnya.

Benar juga.

Astaga!

Permisi...

Masuklah.

Silakan duduk.

PEMBUKAAN TOKO BARU

Rasanya enak dan akan kuberikan banyak gratisan.

Silakan pesan dari kami.

Silakan.

Baik.

- Silakan dilihat. - Ya.

Terima kasih.

Sudah waktunya makan siang.

Kau mau makan apa?

Makanan di sana tak enak.

Kau pernah mencobanya?

Tidak, tapi terlihat jelas.

Sekarang pukul 12.25.

Ini jam sibuk di tempat makan, tapi koki malah membagikan selebaran.

- Tempat seperti itu tak mungkin enak. - Memangnya dia koki?

Kau tak lihat tangannya tadi?

Kulit jari-jari dia meradang, tanda bahwa dia seorang koki.

Kulitku pun meradang karena mencuci piring di rumah.

Dan sepatu bot karetnya.

Kenapa dia memakai sepatu bot di hari secerah ini?

Koki memakainya di dapur karena sering terkena air.

Pengantar makanan juga memakainya!

Ayolah.

Dengarkan.

Selebaran ini bertuliskan "Kangdongwon".

Namun, kontainer makanan yang dia bawa

bertuliskan "Restoran Monggo".

Restoran yang hampir bangkrut sering ganti nama dan mulai lagi.

Kau tak ingat Restoran Monggo?

Kita pernah pesan saat kantor ini baru buka.

Mereka hanya beri tiga acar dan rasanya tak enak!

Asin sekali! Jangan pesan dari sini lagi.

Ada banyak bukti, tapi kenapa kau tak sadar?

Apa kau sungguh detektif?

Kau mengarang cerita mengenai Hiu Putih, 'kan?

- Bu, sebelah sini! - Ya!

Kami mau tambah tiga porsi daging.

Dengar, Dae-man.

Kau pikir kasus perzinaan, penipuan, atau hewan peliharaan hilang tak penting?

Kau pikir kita detektif rendahan?

Kita punya harga diri sebagai detektif. Bagaimana mungkin melakukannya?

Harga diri? Apa itu?

Kau menganggapku lelucon

karena aku berhenti jadi polisi dan duduk di sini bersamamu?

Katakan dengan jujur.

Kau senang bisa pura-pura menjadi detektif

dan diperlakukan seperti pahlawan di dunia maya, 'kan?

Kau sama sekali tak realitis.

Apa yang kau lakukan selama ini dengan rasa realitas yang tinggi?

Hanya kau yang berkorban?

Aku juga melepaskan toko komikku!

Sebagai mantan polisi, bukankah kau yang seharusnya mendapatkan kasus baru?

Hei! Kenapa harus aku yang melakukannya?

Apa yang kau katakan saat kita memulai ini?

Kau bilang 70.000 anggota komunitas akan membantu.

Kau menyuruhku memercayaimu!

Ada apa dengannya?

Lagi pula, kau tak bisa bayar uang sewa tokomu.

Benar, 'kan?

Lupakan. Mari kita tentukan persentase bagi hasil.

Apa?

Selama ini, aku menahan diriku karena ingin menghormatimu.

Aku akan minta bantuan komunitasku untuk mendapatkan kasus.

Namun, aku dapat 70% dan kau hanya dapat 30%.

Begitu? Baiklah.

Kau boleh ambil semuanya jika bisa dapat kasus.

Sepertinya kau tak begitu mengerti karena terlalu kuno.

Zaman sekarang, semua orang membuat permintaan secara online melalui ponsel.

Kau tahu apa itu medsos? Itu adalah media... Kira-kira begitulah.

Intinya, kita harus mengubah cara kita bekerja.

Pria itu mesum! Dia ada di toilet wanita!

Maafkan aku. Aku akan mentraktirmu. Kumohon maklumi dia sekali ini saja.

Kalau begitu, kau harus mentraktirku.

Terima kasih.

- Dae-man. - Ya?

Aku sudah membebaskanmu. Pergilah sebelum Ketua Tim tiba.

Aku pernah mendapatkan penghargaan dari komisarismu.

Ketua timmu bukan tandinganku.

Kau jelas-jelas tertangkap basah sedang mengintip di toilet perempuan!

Dan itu di toilet kantor polisi.

Kumohon pergilah. Kami sedang sibuk!

Tolong selidiki lagi.

Ini bukan kecelakaan biasa.

- Kumohon. - Ada apa itu?

Kasus itu sudah selesai diselidiki.

Tidak!

- Pergi! - Tak begitu!

Kumohon jangan kembali.

Jika diselidiki ulang, kau akan menemukan...

Rupanya kau diabaikan oleh polisi. Aku bisa membantumu.

- Aku Kang Dae-man, detektif swasta. - Astaga.

Kau mau ditahan sungguhan?

Aku akan pergi. Sampai jumpa, Detektif Cho.

- Ya. Aku tak akan mengantarmu - Baik.

- Hubungi aku! - Pergilah!

Kantor detektif terbaik di Korea!

Tidak.

KANTOR PENGACARA YOO BYUNG-IL

Hei, Gwang-jong!

Baiklah. Aku akan meneleponmu.

- Dunia sudah berubah. - Aku ada klien.

Halo, Pak. Silakan masuk.

- Kau tahu sendiri. - Baiklah.

- Makanya... - Maaf.

- Dengarkan aku. - Berisik.

Wang-gyu, kuletakkan ini di sini.

- Baik! - Hubungi aku.

Tak boleh asal tempel.

TERTANGKAP

KAU ADA DI MANA, BEBE?

Hewan secepat ini sulit ditangkap.

GWANG-GYU

"Kesabaran itu pahit, tapi buahnya manis." Kau harus bersabar.

Apa pun itu. Istrimu ada di sini.

Apa?

Apa kalian menyukainya?

Terima kasih. Datang lagi.

Sampai nanti.

Yang kedua?

Selamat makan.

Terima kasih.

Selamat datang.

Dae-man. Kau tak memberi tahu istrimu?

Aku sangat terkejut!

Kau sudah datang.

Toko seramai ini, tapi kenapa kau tak minta bantuanku?

Kau bahkan minta Gwang-gyu untuk membantu di sini.

Terima kasih atas bantuanmu. Kami menghargainya.

- Permisi, satu ramyeon. - Baik.

Kau tak perlu repot-repot ke sini. Bagaimana dengan anak-anak?

Astaga. Aku harus menjemput Gun-woo.

- Cepat pergilah. - Baik.

- Sampai jumpa di rumah. - Ya.

Ada apa ini?

Karena toko komik sangat sepi, aku memutar otakku.

Dan aku sadar bahwa bukan komik yang paling kusuka.

Lantas?

Makan ramyeon sambil membaca komik.

Semua ini berkatmu.

Kau sendiri yang bilang.

Temukan karakteristikku dan lakukan sesuatu yang berbeda.

Terima kasih, Dae-man.

Berkatmu, aku bisa segera menikah.

Astaga.

AKU BUTUH BANTUAN!

Jadi, dia butuh bantuan

karena toko terlalu ramai?

Ayo makan ikan mentah hari ini.

Kirim.

Apa ada yang bernama Kang Dae-man di sini?

Akhirnya kau datang.

Silakan sebelah sini.

Silakan duduk.

Baik.

Kau mau teh?

Teh hijau? Atau kopi?

Tunanganku pergi membeli buah, tapi dia tak kembali.

Aku melaporkannya hilang, tapi polisi menyuruhku menunggu.

Lalu, kudengar dia tewas ditabrak kereta.

Apa?

Tolong ceritakan lebih detail.

Setelah hamil, aku tinggal bersama dengannya.

Aku bersama dengannya malam itu.

Terlihat enak sekali.

- Biar kubelikan. - Sudah terlalu malam.

Bayi kita menginginkannya. Bukankah begitu?

Aku akan segera kembali.

- Cepat kembali. - Baik.

KESAYANGANKU

Dia tak kembali setelah itu,

jadi, aku lapor polisi, tapi malah disuruh menunggu.

Aku bertanya ke pabrik tempat dia bekerja dulu.

Karena tumbuh besar di panti asuhan, dia hanya dekat dengan rekan kerjanya.

Apa Jae-min pernah datang kemari?

Dia tak pernah menghubungiku belakangan ini.

Kenapa? Apa dia menghilang?

Kim Jae-min didaftarkan telah meninggal.

Aku ditelepon polisi beberapa hari kemudian.

Katanya Jae-min tewas ditabrak kereta.

Direktur panti asuhan mengidentifikasi, menyemayamkan,

dan mengkremasi jasadnya.

Namun, bagaimana dia...

Kenapa polisi menghubungi panti asuhan, bukan kau?

Panti asuhan terdaftar sebagai kediamannya.

Dia juga meninggalkan ponselnya.

PANTI ASUHAN

Dan ini.

Pria bernama Lee Dae-hyun mengirimkan pesan aneh.

Dia bilang anak-anak dari panti asuhan terus meninggal secara beruntun.

Jadi, dia memperingatkan Jae-min untuk berhati-hati.

Kau memperlihatkan ini ke polisi?

Ya.

Namun, mereka bilang ini tak cukup untuk memulai penyelidikan.

Maaf aku harus membahas ini dalam keadaan seperti ini.

Kebetulan kami spesialis pembunuhan, jadi, kau datang ke tempat yang tepat,

tapi biaya penyelidikan pembunuhan tidaklah murah...

Apa 50 juta won cukup?

Lagi pula, ini uang Jae-min, bukan punyaku.

Dia mengumpulkan uang ini agar kami bisa membesarkan anak di rumah yang lebih baik.

Ini.

Apa dia pernah menderita insomnia atau depresi?

Tidak sama sekali.

Bisakah kau mengisi ini?

Ya.

PERMINTAAN INVESTIGASI

Isi nomor kartu identitas dan nomor telepon saja.

Ya.

Bu Seo, kau tak perlu khawatir lagi karena kami akan menangani kasus ini.

Tidak. Ini kasus pembunuhan.

Akhirnya kita mendapatkan kasus yang setara dengan kita.

Hei!

Bagaimana kau yakin ini bukan kecelakaan?

Orang yang memiliki seseorang berharga, tak akan mungkin bunuh diri,

meski dia sangat menderita.

Detektif Kim Jeon-il berkata demikian.

Bukankah ini sangat jelas?

Polisi mengira dia celaka saat kabur dari rumah.

Dari pengalamanku, kemungkinannya tinggi.

Siapa yang kabur saat membeli buah?

Kau tak pernah berkeinginan kabur saat membuang sampah?

Pasti pernah, 'kan?

Ya.

Apa begitu?

Apa dia celaka saat kabur?

Astaga.

Kenapa kau begitu murung sedari tadi?

Apa karena pembagian hasil 70:30?

Baiklah. Karena ini kasus pertama kita, mari bagi rata 50:50.

Ayo berangkat!

Ayo.

Ke mana?

Coba pikirkan. Jika kita Sherlock, akan pergi ke mana?

Hentikan, Berengsek.

KANTOR DETEKTIF KANTOR POLISI SEONGBUK, REL KERETA

RUMAH HEE-YEON DAN JAE-MIN

Kim Jae-min pergi membeli buah untuk tunangannya yang hamil.

- Kenapa dia bisa ke rel? - Aku sudah beri tahu polisi.

Apa yang terjadi saat itu?

Kim Jae-min sama sekali tak terekam kamera pengawas yang ada

di antara toko buah dan rel kereta.

Itu artinya, dia sengaja menghindari kamera pengawas,

atau pergi naik mobil.

Apa dia hanya sendirian?

Atau seseorang menjemputnya?

Ada kereta datang!

Karena dia terus memaksa, jadi, aku menyelidikinya.

Menurut kondektur kereta, dia hanya sendirian di rel.

Kami menemukan kartu identitasnya dan jasad pun sudah diidentifikasi.

Kau sudah selidiki Lee Dae-hyun?

Pria bernama Lee Dae-hyun mengirimkan pesan aneh.

Kasus tabrak lari Cheol-ho tampak aneh, dan Jae-hee tak mungkin bunuh diri.

Jae-min, kau juga dalam bahaya!

Berhati-hatilah!

Ya. Mereka tumbuh besar di panti asuhan. Namun, dia memakai ponsel sekali pakai,

dan kami tak bisa menghubunginya.

Kau bisa melacak lokasinya.

Kami tak bisa melacaknya karena ini bukan kasus resmi.

Kau sungguh tak akan kembali?

Berhenti bicara omong kosong.

Besok, kau harus memberikan lokasi Lee dae-hyun.

Ketua tim baru sangat tergila-gila dengan peraturan.

Penggunaan ponsel sekali pakai itu ilegal.

Bagaimana jika seseorang sungguh mengincar Kim Jae-min?

Bisa saja kematian teman-temannya berkaitan dengan kasus ini!

Kau harus menemui dan menginterogasi Lee Dae-hyun!

Itulah yang seharusnya dilakukan polisi.

- Apa yang kau pelajari selama ini? - Baik.

Ada pertemuan orang tua di sekolah anak-anak hari ini.

Dan anak kita tak bisa makan ikan mentah.

Sialan!

Kenapa kita makan ikan mentah semahal ini?

Apa karena aku dapat kasus baru?

Kau terlihat menyukai ikan mentah.

Ayo minum.

Ini segar sekali.

Kau pasti punya tabungan cukup banyak.

Uangku mepet.

Semua pasti berjalan lancar. Aku akan segera dapat pesangon.

Kau masih belum mendapatkannya?

Kau sudah lama mengundurkan diri.

Itu...

Setelah kuingat-ingat, Detektif Song bertanya kapan kau akan kembali.

Bukankah kau sudah mengundurkan diri?

- Ya. - Apa? Rupanya belum.

Kau sedang cuti?

Ya.

Jadi, kau iseng mencoba menjalankan kantor detektif?

Bukan begitu.

Kau mengatakan kepadaku bahwa aku tak realistis,

tapi ternyata kau yang terlalu realistis.

Bisakah kau dengarkan perkataanku sampai selesai?

Aku tak perlu mendengarnya!

Selama ini, kau hanya iseng mencoba. Kau mulai proaktif karena ada kasus baru.

Pantas saja. Rasanya ada tulang yang tersangkut di tengorokkan.

Mulai sekarang, hubungan kita hanya sebatas rekan kerja.

Tak boleh akrab dan banyak tanya.

Banyak tanya? Dasar berengsek.

Silakan makan yang banyak. Aku pergi dulu.

Sampai jumpa besok, Pak Noh.

"Pak Noh"? Bajingan ini...

Hei, Dae-man!

Berapa besar kemungkinan kasus ini hanyalah kecelakaan biasa?

Pak Kang, kau harus anggap ini kecelakaan.

Tak ada bukti untuk membuktikan sebaliknya.

Sial. Detektif Song tak bisa mencarikan lokasi Lee Dae-hyun.

Kau pasti memperlakukannya dengan buruk di masa lalu.

Minta bantuan Yeong-cheol.

Aku masih punya harga diri.

Kau saja yang minta bantuannya.

Aku sedang mengemudi sekarang. Kau yang harus menanyakannya.

Kau bisa menghentikan mobil dulu.

Detektif Song!

Kemarilah, Berengsek.

Aku mengajarimu begitu?

Maaf. Aku tak punya pilihan lain.

Dasar bajingan. Kau mau mati?

Membunuh seorang polisi bisa dikenakan hukuman penjara setidaknya 30 tahun.

Apa tak masalah, Pak Noh Tae-su?

Kau Pak Kwon, ketua tim baru?

Bagaimana kau bisa...

Kulihat kau beberapa kali dalam sehari. Bagaimana mungkin tak tahu?

Kau sedang menawarkan diri

untuk membantu orang-orang yang diabaikan oleh polisi.

Kau tak memakai kartu pengunjung.

Kartu pengunjung?

Semuanya, mari berkumpul.

Kalian tak tahu bahwa semua tamu harus memakai kartu pengunjung?

Aturan sederhana saja tak bisa ditepati.

Jika begini, kalian pikir kita berhak menangkap penjahat?

Polisi yang sedang cuti

menempelkan stiker iklan di sini seperti pedagang. Kalian tak malu?

Kalian tak punya harga diri sebagai detektif?

Bagaimana kalian akan mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat warga?

Yang dikatakan Pak Kwon adalah fakta.

Ikuti perintahnya dengan baik.

Dasar bajingan!

Dia luar biasa. Padahal dia lebih muda darimu.

Lepaskan semua stiker di kamar mandi!

Wajahmu bau pesing!

Kenapa melampiaskannya kepadaku? Dia tak bisa mengatakan apa pun tadi.

Tunggu aku, Pak Noh!

PANTI ASUHAN HYUNGJAE

Fasilitas di sini lebih baik daripada rumahku.

Selamat makan.

Lihat, semua orang makan hidangan berbeda.

Ada banyak sponsor terkenal.

Ada Atlet Gu Ho-cheol.

Dia pingsan saat pertandingan dan tak bermain selama satu musim.

Rumah sakit, tempat pelatihan, panti asuhan, pabrik makanan...

Yayasan ini sungguh besar.

Direktur tempat ini pasti sangat berbakat.

Astaga. Maaf membuat kalian menunggu.

Jika tahu dia punya tunangan, aku pasti menghubunginya.

Aku jadi merasa bersalah.

Tubuh Kim Jae-min rusak parah karena ditabrak kereta.

Bagaimana kau bisa mengenalinya?

Aku bekerja sebagai dokter sebelum menjadi direktur di sini.

Aku yang merawat anak-anak di sini.

Ini.

Ini bekas luka yang kujahit saat dia jatuh dari pohon di umur tujuh tahun.

Aku mengenalinya karena melihat bekas luka ini.

Ayah.

Astaga. Aku belum menawarkan kalian apa pun.

Aku jadi mudah lupa karena sudah tua.

Terima kasih banyak, Sa-hee.

Apa dia putrimu?

Dia anak yang kubesarkan di sini.

Syukurlah, dia tumbuh besar dengan baik.

Dia sudah sibuk dengan urusannya sendiri, tapi tetap datang untuk membantu.

Apa Lee Jae-hee yang bunuh diri pun berasal dari sini?

Ya, benar.

Bagaimana dengan Oh Cheol-ho yang mengalami tabrak lari?

Kalian tahu banyak insiden yang tak menyenangkan.

Mereka anak-anak yang kesepian, jadi, sulit beradaptasi dengan masyarakat

dan sering terlibat dalam masalah.

Meski aku sudah berusaha keras, tetap tak mudah.

Ada apa? Kau mencurigainya? Kau selalu mencurigai semua orang.

Benar, 'kan? Dia terlalu sempurna.

Jika ini film, dia adalah orang yang paling jahat.

Kau menangkap penjahat dari penampilan? Apa keuntungannya jika mereka meninggal?

Keuntungan? Entahlah.

- Pak Noh, omong-omong... - Hentikan!

Lee Dae-hyun memperingatkan Kim Jae-min.

Kita harus menemukan Lee Dae-hyun.

Kita mau ke mana?

Tempat apa ini? Kita ada di mana?

Hei, Chi-hyeong!

Jangan-jangan dia tahu kita datang dan melarikan diri.

Tidak. Dia baru menyeduh ini.

Ada banyak barang di sini.

Astaga! Sial.

Pak Noh, kau datang.

Kupikir mayat. Kenapa dia masuk ke dalam sana?

Aku ingin beristirahat, tapi malah tertidur.

Detektif Yeo.

Tampaknya kau masih berurusan dengan hal ilegal.

Tempat ini sungguh mengesankan.

Apa maksudmu? Aku warga teladan.

Siapa dia?

Namanya Chi-hyeong. Dia agen Unit Kejahatan Siber terbaik,

tapi menderita sindrom Othello.

Dia dipenjara karena ketahuan menyadap istrinya saat di rumah, kantor, dan mobil.

Astaga!

Dia bisa salah paham.

Aku bahkan mengunjungimu di penjara.

Jadi, kau memintaku melacak keberadaan seseorang?

Ya.

Namun, ini ilegal.

Aku tahu.

Aku sudah tobat sekarang.

Baiklah. Bagaimana jika kami memberikanmu sebagian dari bayaran kasus ini?

- Lima persen. - Sepuluh...

Sepuluh persen. Aku sepakat.

Pria ini bukan hanya tampan, tapi pintar berbisnis juga.

- Berapa bayarannya? - Tiga puluh juta.

- Bagaimana jika 15%? - Dae-man.

Cukup laporkan dia ke Unit Kejahatan Siber atas kloning dan penyadapan telepon.

Baiklah.

Karena kalian terburu-buru...

Baiklah.

Apa itu?

- "Lagi apa, Sayang?" - Apa yang kau lakukan?

Aku mencoba menyinkronkan dua ponsel dan mengendalikannya dari jauh

supaya bisa nyala dan mati sesuka hati.

Aku harus memasang program peretasan di ponsel target.

Seperti penipuan lewat telepon.

Mengirim alamat web sudah tak mempan lagi sekarang.

"Kau sudah memacari wanita lain lagi? Kita baru saja putus.

Tolong hubungi aku sekali saja.

Aku di Sungai Han sekarang.

Jika kau tak datang, aku akan lompat dan bunuh diri!"

Kau mau mati?

Ini pasti berhasil!

Ponsel,

dan ini.

Siapa pun yang memiliki dua hal ini, pasti akan terjebak.

Besok, ponsel ini akan sinkron dengan ponselnya.

Dasar berandal.

Ayah pulang.

Ayah sudah pulang.

Baiklah. Ayah akan pergi.

HARI INI IBU MENGISI BAK AIR KAMI MAIN AIR DENGAN BAHAGIA

HARI INI AKU BANGUN, LALU MEMBACA BUKU DENGAN IBU

IBU MEMBUAT TTEOKBOKKI HARI INI AKU PALING SUKA TTEOKBOKKI

Tteokbokki...

Kau begitu percaya diri kemarin.

Kau bilang akan selesai hari ini!

Pak Yeo.

Kupikir aku sungguh bertemu dengan peretas genius.

Peretas genius apanya?

Dae-man, dia dua tahun lebih muda darimu.

Kukira kau lebih tua karena kau sangat tinggi!

Kau seharusnya bilang.

Apa orang ini sungguh laki-laki? Kau sudah memeriksanya?

Lupakan kesepakatan kita.

Kenapa kalian tak sabar sekali?

Apa?

Dia terjebak!

- Sungguh? - Ya!

Lihatlah. Sudah kubilang!

Bagaimana kalian bisa sukses jika tak bisa bersabar?

Sabar!

Namun, kenapa...

Hei, sabarlah!

Kesabaran pun ada batasnya.

- Cepat! - Baik.

"Coba ingatlah sosok terakhirku."

Sekarang, jika dia membuka video...

Saat dia membukanya,

program peretasan akan terpasang...

Bagus.

Ponsel Lee Dae-hyun sudah selesai dikloning.

Kerja bagus, Dik!

- Ayo pergi. Kerja bagus. - Baik.

Bagaimana dengan bagianku?

Setelah kasus selesai.

Dasar bajingan.

Apa kau belajar mengemudi di panti jompo?

Kita tak akan bisa menangkapnya!

Lihatlah kedaaan lalu lintas! Kau pikir ini pesawat?

Dia terus bergerak, tapi kau tak bisa mengejarnya.

Belok kiri. Ayo cepat!

Lampu sein. Belok kiri.

Jalan lurus! Ayo cepat!

Hei, Berengsek! Apa kau sudah gila?

Berkendaralah dengan benar!

- Kau menyetir dengan mata tertutup? - Dia kasar sekali.

Jika begini, kau saja yang menyetir!

Apa?

Dia berhenti. Di mana ini?

Dia di sini?

Berikan kepadaku.

Dia tak punya kartu identitas, jadi, tak mungkin bekerja di perusahaan.

Jika dia bisa bergerak bebas dalam kemacetan...

Sepeda motor?

Hei!

Pak Lee Dae-hyun!

Lee Dae-hyun!

Lee Dae-hyun?

Ada apa ini?

Lee Dae-hyun!

Lee Dae-hyun!

- Hei! - Permisi.

- Apa-apaan ini? - Biarkan dia.

- Biarkan saja. - Apa yang kau lakukan?

Motorku!

Hubungi aku di nomor ini.

Lee Dae-hyun! Berhenti!

Ada yang ingin kutanyakan.

Jangan ikuti aku!

Lee Dae-hyun! Hati-hati!

Lee Dae-hyun! Hei!

Minggir!

Lee Dae-hyun, berhenti! Aku ingin bertanya.

Ini aku, Dae-man!

Kau mengagetkanku!

Diamlah. Kita bisa ketahuan.

Ayo.

Aneh sekali.

Apa ini?

- Ini datar. - Apa?

Layar ini dua dimensi.

Kita di lokasi yang tepat, tapi dia tak di sini.

Dia di atas sana. Tempat yang sama tapi di atas kita.

Ayo naik.

Jangan sentuh aku!

Aku akan naik ke sana. Kau periksa lantai ini.

Aku?

Kenapa? Kau takut?

Jangan meremehkanku.

Kau mau memukulinya sampai mati?

Ini untuk berjaga-jaga.

- Berhati-hatilah. - Baik.

Aku pergi dulu.

Pergilah!

Sial.

Apa ini?

Hentikan!

Lee Dae-hyun. Ada yang ingin kutanyakan.

Tolong hentikan!

Lee Dae-hyun! Berhenti!

Berhenti melarikan diri!

Hei, Lee Dae-hyun!

Hei. Jangan bergerak!

Aku hanya ingin bertanya satu hal.

Kim Jae-min

dibunuh siapa?

Siapa yang membunuh Kim Jae-min?

Hei!

Hei!

Pegang tanganku!

Jae-min. Si Bisa...

- Lee Dae-hyun! - Tae-su! Aku menangkapmu.

Kau beruntung ada kamera pengawas karena perselisihan kepemilikan pabrik.

Kalian hampir ditangkap sebagai tersangka.

Sudah kubilang, ini kecelakaan.

Lee Dae-hyun tak punya kartu identitas. Bagaimana bisa melacaknya dalam sehari?

Pak Kwon, bukan itu yang terpenting sekarang.

Kasus Kim Jae-min harus diselidiki ulang.

Kemungkinan besar itu bukan kecelakaan.

Jadi? Apa ada tersangka?

Kami masih mencari tahu.

Apa kau menemukan bukti bahwa itu bukan kecelakaan?

Belum, tapi...

Lee Dae-hyun pasti tahu sesuatu. Jika dia sudah sadarkan diri...

Jika dia sudah sadar, kami akan menginterogasinya.

Dan jika ada yang mencurigakan, kami akan menyelidikinya.

Terima kasih, Pak Kwon.

Secara resmi.

Jadi, mulai sekarang, jangan ikut campur dalam kasus ini lagi.

Dan kalian berdua.

Aku tak akan tinggal diam jika kalian membantunya tanpa persetujuanku.

Jadi, bersikaplah dengan bijak.

Hei. Apa kalian sudah mencari tahu alamat Lee Dae-hyun?

Belum?

Dia celaka saat melarikan diri! Kau belum melakukannya?

Masalahnya...

Kalian sungguh belum mencari tahu?

Aku tak mau mempersulit kalian, tapi...

Periksa kamera pengawas dan lacak kendaraan yang menuju ke tempat kejadian...

Itu...

Dasar berandal.

- Dae-man, ayo pergi. - Baik.

RENCANA PEMBERANTASAN BUANG AIR KECIL DI JALAN

Apa Ini Layanan Lalu Lintas?

Aku mau memeriksa rekaman kamera pengawas.

Pak!

Aku Detektif Song Jae-pil dari Kantor Polisi Seongbuk.

MI-OK

Coba dengarkan ini.

Kenapa? Apa kau merasa bersalah?

Kudengar kau yang melaporkan insiden Jae-hee bunuh diri.

Kenapa kau ada di rumahnya, Pak Kim?

Itu bukan urusanmu. Berhati-hatilah.

Kau bisa digigit Si Bisa.

Si Bisa?

Sebelum jatuh, Lee Dae-hyun menyebut Si Bisa.

Pak Kim Jung-hwan? Siapa dia?

Kita tak bisa menunggu sampai dia sadar.

Mari kita periksa rumahnya.

Kita tak tahu di mana rumahnya.

Rumah.

Di sini.

Memulai navigasi.

Ya?

Aku ada di ruang perawatan intensif RS Sesarang. Cepat kemari.

Ada apa lagi?

Aku ingin kau mengawasi saksi penting.

Aku sangat sibuk sekarang.

Cepat ke sini!

Berikan kepadaku.

Pak Yeo? Ini Dae-man.

Kami sedang menyelidiki kasus pembunuhan dan pelakunya bukan penjahat biasa.

Bahkan namanya terdengar tak biasa. Namanya Si Bisa.

Astaga. Terdengar sangat menakutkan!

Itu sebabnya kami tak bisa memercayai orang lain.

Aku sangat tersentuh saat melihatmu bekerja!

Aku tak tahu bahwa Korea memiliki peretas segenius kau!

Jadi, Pak Yeo. Maksudku, Chi-hyeong!

Tolong bantu kami.

Hanya kau yang bisa.

Aku harus ke mana?

Tiba di tempat tujuan.

Astaga, kita ketahuan. Bagaimana dia bisa tahu?

Kang Dae-man, kau bajingan.

- Hei. - Malam.

Kau ditelepon istrimu.

Rupanya di kau?

"Rupanya di kau?"

Aku mencarinya seharian!

Ini!

- Malam, Pak. - Hei.

- Aku sudah membukakan pintu untukmu. - Baik. Terima kasih.

Hei, Sayang.

Aku tak mungkin lupa hari jadi pernikahan kita.

Dia pasti tak tahu.

Tanggal 5 Mei, Hari Anak. Bagaimana mungkin aku lupa?

Sepertinya tempat ini hanya digunakan untuk tidur.

Aku sudah memeriksanya.

Apa?

Apa ini?

RUMAH SAKIT SESARANG

SI BISA OBAT TIDUR? TAK ADA WASIAT

PAK KIM?

Oh Cheol-ho, Lee Jae-hee, Kim Jae-min...

Berasal dari panti asuhan yang sama. Bunuh diri, tabrak lari,

dan kecelakaan kereta.

Sangat mencurigakan jika dijabarkan seperti ini.

Kau baru menyadarinya?

Jangan berlagak. Terus lanjutkan.

Kesamaan dari tiga kasus ini adalah...

mereka mati setelah berhenti bekerja di Perusahaan Makanan Hana.

Orang yang menemukan jasad Bu Lee merupakan wali korban tabrak lari.

Dan dia mengancam Lee Dae-hyun juga?

Benar.

Pak Kim adalah kunci utama dari semua kasus ini.

Pak Kim Jung-hwan?

Wali kasus Oh Cheol-ho.

Saksi kasus Lee Jae-hee.

Apa peran dia di kasus Kim Jae-min?

Dan mereka semua terhubung dengan Choi Seung-bok.

Aku tak pernah mendengar nama ini. Siapa dia?

Apa dia Si Bisa?

Pak Kim menyuruh Lee Dae-hyun untuk berhati-hati dengan Si Bisa.

Julukan guru sekolahku juga "Si Bisa".

Sakit jika digigit Si Bisa.

Pasti sangat menyakitkan. Tentu saja sakit.

Maafkan aku! Ini semua salahku!

Setidaknya kau tahu bahwa kau bersalah. Apa yang kau lakukan kemarin?

Apa yang kau lakukan di hari jadi pernikahan kita?

Jangan merengek begitu!

Terima kasih sudah menikahiku.

Barang murahmu pun aku tak keberatan.

Sayang sekali. Aku tak bisa memakainya ke luar.

Pakai saja sesukamu! Akan kubelikan yang lebih bagus lain kali.

Terima kasih, Sayang. Biar kutempelkan.

- Di sebelah mana? - Di punggung.

Kau yang terbaik.

Apa? Siapa ini?

Kau tak melupakanku, 'kan?

Kalian sudah bekerja keras. Silakan minum kopi ini.

Kau baik sekali.

- Tak ada Dokter Kim? - Ya.

- Kapan kau libur? - Minggu ini...

Permisi sebentar.

Ini Detektif Swasta Yeo, mantan Unit Kejahatan Siber.

Chi-hyeong, bagaimana keadaan di sana?

Apa yang terjadi? Aku meneleponmu semalaman.

Maaf, kami sibuk menyelidiki kasus.

Belum ada perubahan.

Sampai kapan aku harus diam di sini? Aku sangat lelah.

Bukankah kau sering mengintai?

Aku selalu bekerja di meja. Aku tak pernah sekali pun mengintai.

Itu dia! Itu tersangka kita! Tangkap dia!

Apa? Di mana?

Hei.

- Dia sungguh merepotkan. - Hei!

Apa Kim Jung-hwan bekerja di sini?

Ya, dia manajer bagian administrasi.

Dia ada di pabrik hari ini?

Tidak, tapi dia akan segera kembali. Omong-omong,

jika itu bukan kecelakaan, lalu...

Si Bisa.

Apa?

Apa kau tahu Si Bisa?

Aku tahu.

Bisa, seperti pada ular.

Kami bisa bertemu Choi Seung-bok?

- Seung-bok? - Ya.

Untuk apa?

Ada yang ingin kami tanyakan.

- Tunggu sebentar. - Baik.

Choi Seung-bok! Aku hebat, 'kan?

Ya. Kerja bagus, Dae-man.

Aku yang akan menanyainya.

Kenapa? Aku punya banyak pertanyaan juga.

Tak boleh asal tanya saat sedang menginterogasi.

Interogasi membutuhkan keahlian khusus.

Aku yang akan menanyainya, jadi, diam dan perhatikanlah. Kau mengerti?

Ya.

Kau kenal Jae-min?

Aku menyukainya, tapi dia sudah meninggal.

Kenapa kau membuatnya menangis?

Jangan menangis.

Ambil ini. Pak Kim!

Kalian mencariku?

Dae-hyun mengalami gangguan delusi yang cukup parah.

Meski begitu, pembunuhan?

Kudengar kau yang menemukan jasad Lee Jae-hee.

Ya.

Kenapa kau ke rumahnya?

Dia seperti kesulitan hidup sendiri, jadi, aku mau bicara dengannya sepulang kerja.

Kau tetap memperhatikan mereka, meski mereka sudah berhenti bekerja?

Mereka tak punya siapa-siapa.

Aku berusaha memperhatikan dan membantu sebisaku.

Saat mereka mulai bekerja di sini, aku membuatkan rekening bank untuk mereka.

Aku mengelola keuangan mereka karena tak ada yang bisa menabung.

Maaf, aku ada urusan lain.

Baik. Terima kasih sudah membantu.

Tunggu sebentar.

Lee Jae-hee bunuh diri dengan membiarkan kompor gas menyala.

Bagaimana kau bisa masuk?

Aku menemaninya saat dia menandatangani kontrak sewa, jadi aku tahu kata sandinya.

Apa kata sandinya?

Aku tak ingat sekarang.

Di hari Kim Jae-min tertabrak kereta, kau ada di mana dan melakukan apa?

Aku mendengar berita itu di pusat pelatihan kami di Pocheon.

- Boleh aku ambil beberapa? - Tentu.

- Terima kasih. - Ya.

Orang itu berbohong.

Bagaimana mungkin dia tahu kata sandi rumah wanita dewasa?

Dia ada di luar, tapi bagaimana bisa tahu bahwa Jae-hee bunuh diri atau tidak?

Penalaranmu sungguh luar biasa.

Aku mengajarimu dengan baik.

Artinya, ada kemungkinan dia berbohong mengenai hal lain.

Aku akan cari tahu lebih jauh dan buktikan keterlibatannya dalam kasus ini.

Benar. Seperti kau yang terus berbohong kepada istrimu mengenai toko komik.

Kau sangat bersemangat hari ini. Coba buktikanlah.

Tangkap juga pelakunya.

Kita benar-benar tak cocok.

Ayo tangkap dia.

KAU PASTI LELAH SILAKAN DIMAKAN

Aku terlalu populer.

Di mana rumah Lee Jae-hee?

- Unit 401. - Di sini?

Lantai empat, 'kan?

Rumahnya sudah dibersihkan.

KERACUNAN GAS

BUNUH DIRI? TANGGAL 22 SEPTEMBER

Bagaimana mungkin orang yang berencana pergi berlibur dalam 3 hari, bunuh diri?

MULAI KERJA DI KLUB TERMINAL TANGGAL 28 NOVEMBER

Apa ada sesuatu yang berbeda di malam dia terbunuh?

Cheol-ho pergi lebih awal untuk menemui seseorang.

Pak Kim?

Kim Jung-hwan?

Bukan. Seingatku nama panggilan, tapi aku lupa.

Kadal?

- Si Bisa? - Ya, itu dia.

Halo?

Apa?

- Ada apa ini? - Kau tak boleh masuk ke dalam.

Ini area terlarang. Datanglah saat jam kunjungan.

- Minggir! - Tak boleh.

Padahal aku terus mengawasinya...

Namun, tiba-tiba dokter bergegas masuk...

Katanya dia meninggal...

Itu bukan salahmu. Itu kecelakaan.

Kamera pengawas merekam kau yang mencoba menyelamatkannya, 'kan?

Kau mungkin tak tahu, tapi dia sudah membunuh banyak orang.

Ngengat Yeonsinnae tertabrak mobil saat dikejar olehnya dan mati.

- Bukankah begitu? - Ya.

Kau tahu kasus pertukaran pembunuhan?

- Kau menembak orang itu, 'kan? - Ya.

Dor.

Dia sedang berkelahi melawan beberapa orang di atap

dan mereka semua jatuh, lalu tewas!

Bayangkan traumanya.

Bekas luka batin tak mudah hilang.

Berikan tanganmu.

Pria malang lainnya tewas dalam kasus ini.

Tangan ini membawa kematian.

Jika dilihat dari sisi lain.

Aku sangat memahami perasaanmu.

Rumahku dipenuhi dengan cinta

Baiklah.

Ayo kita minum lagi di rumahku.

Tak mungkin bisa. Istrimu akan membunuhmu.

Istriku akan menyiapkan pesta untuk kita.

Kau tinggal di Unit 105, 'kan?

Ya, di sini.

Tunggu sebentar.

- Dae-man. - Ya.

Sesungguhnya, aku dikucilkan di rumahku.

Apa?

Aku dikucilkan. Keluargaku membenciku.

Aku berusaha keras, tapi tak ada yang berjalan sesuai keinginanku.

Jangan menangis.

- Hentikan. - Aku hanya ingin...

- Tae-su! Sayang! - Aku hidup demi keluargaku.

- Sayang. - Kau sedang apa?

Selamat malam, Bu.

Pergilah, Dae-man.

- Aku pulang, Sayang. - Dae-man.

- Ya? - Lewat sini.

- Terima kasih. - Ya. Hati-hati.

- Dae-man! - Ya?

Baik.

Kau sudah datang.

Kita harus makan.

Tae-su.

Semangat.

Ya.

Aku minta alamat Oh Cheol-ho ke Detektif Cho,

tapi alamatnya bukan asrama pabrik.

Lalu, bagaimana Pak Kim bisa mendengar berita tabrak lari?

Dia mengalami banyak patah tulang.

Pendarahannya cukup parah.

- Siapa walinya? - Aku.

Pak Kim tiba

sebelum polisi menghubunginya dan mengaku sebagai walinya.

Jadi, dia sudah tahu sebelumnya?

Benar.

Dan satu lagi.

Katanya Lee Jae-hee minum obat tidur dan membiarkan kompor gas menyala,

tapi dia tak diberi resep obat tidur.

Obat yang ditemukan di sekitar tubuhnya,

tak bisa dibeli tanpa resep.

Seseorang menyelinap masuk, membuatnya tertidur,

menyebar obat tidur di sekitar kasur,

menyalakan gas, dan membuat seolah dia bunuh diri.

Siapa?

Kemungkinan besar Pak Kim.

Dia mungkin punya komplotan.

Jika ada komplotan,

dia akan membukakan pintu untuk Pak Kim,

dan Pak Kim akan menelepon 119, lalu membawa Jae-hee ke rumah sakit.

Jika kita mengetahui asal obat tidurnya,

kita bisa menemukan buktinya.

Ya.

Oh Cheol-ho menemui Si Bisa dini hari dan mengalami kecelakaan.

Kurasa Pak Kim menggunakan Si Bisa untuk memancing Oh Cheol-ho ke sana.

Hei.

Antara Pak Kim yang melakukannya,

atau komplotan yang melakukannya.

Cheol-ho!

Sebelah sini.

Ayo pergi.

Aku sangat yakin bahwa Pak Kim terlibat dalam kasus ini.

Lalu, kenapa dia pura-pura menjadi wali Oh Cheol-ho di rumah sakit?

Untuk menghilangkan kecurigaan?

Choi Seung-bok...

Choi Seung-bok terus menggangguku.

Pasti ada alasan kenapa Lee Dae-hyun menuliskan namanya.

Dae-man.

Emosi berperan penting dalam kasus pembunuhan.

Apa maksudmu?

Kasus ini seolah-olah sudah direncanakan untuk waktu yang lama,

dan tak ada perasaan apa pun.

Apa maksudmu?

Jika kau harus membunuh ayahmu untuk warisan, apa yang akan kau lakukan?

Aku akan menyiapkan alibi dengan baik, dan membuatnya seperti kecelakaan.

Pikirkanlah dengan baik.

Jika kasus ini sama seperti yang kau katakan barusan,

tak boleh ada bukti yang menunjukkan emosi.

Meski motifmu terungkap,

sulit dibuktikan jika tak ada bukti yang mengarah kepadamu.

Jadi, kita harus lebih fokus mencari motif daripada bukti?

Untuk mengetahui motifnya, kau harus memikirkan emosi tersebut...

Biasanya orang membunuh karena menyembunyikan sesuatu,

obsesi, dendam, dan uang.

Hanya uang yang tak melibatkan emosi.

Apa 50 juta won cukup?

Klien kita menyimpan uang pesangon, jadi bukan itu.

Sebelum mengundurkan diri,

Pak Kim mengelola rekening mereka.

Aku mengelola keuangan mereka karena tak ada yang bisa menabung.

Aku tahu!

Bagaimana jika Lee Jae-hee dan Oh Cheol-ho memiliki asuransi jiwa?

Dan Choi Seung-bok adalah pewarisnya.

Pak Kim juga mengelola rekeningnya.

Ketiganya memiliki asuransi kecelakaan,

dan klausa kematian ditambahkan sebelum mereka berhenti kerja.

Siapa ahli warisnya?

- Choi Seung-bok. - Tebakanku benar!

Pak Kwon.

Kim Jung-hwan memiliki motif yang jelas.

Uang.

Aku akan dapat penghargaan lagi.

Tak ada yang mendapatkannya dua tahun berturut-turut.

Kau harus menangkapnya.

Kita harus periksa rekening Choi Seung-bok dulu...

Aku sudah memeriksanya ke bank.

Di waktu yang sama, sejumlah uang disetorkan ke rekening istrinya.

Ini mutasi rekeningnya.

Tolong bantu aku, Pak Kwon.

Ini buku rekening.

Apa kau akan terus diam?

Meski ini di bawah yurisdiksi Pak Kim,

premi asuransi naik secara signifikan dan bertambah klausa kematian.

Bagaimana mungkin tak tahu?

Arus kas kami cukup tinggi

dan pembayaran premi pun terus berubah...

Aku memercayakan seluruh urusan pabrik kepada Pak Kim dan manajer pabrik,

jadi, aku tak tahu apa-apa.

Apa Pak Kim sungguh melakukannya?

Dia masih diam, tapi akan segera mengaku karena kami memiliki bukti.

Dasar bodoh...

Kenapa kau melakukannya? Kau seharusnya memberitahuku jika kesulitan.

Jangan khawatir. Aku akan mengurus istrimu.

Jadi, jangan berbuat dosa lagi. Beri tahu semuanya dan minta maaf.

Detektif Nam! Cepat kemari!

- Kenapa? - Ada apa?

Aku membunuh mereka semua.

Aku membutuhkan uang karena istriku sakit.

Aku memanjat pipa rumah Jae-hee, membuatnya tertidur,

dan membiarkan kompor gas menyala.

Dari mana kau mendapatkan obat tidur?

Kucuri dari RS tempat istriku dirawat.

Siapa Si Bisa?

Aku.

Sudah kuduga. Itu hanya karakter buatan.

Aku menunggunya setiap malam.

Kebetulan dia keluar, lalu kujemput di depan toko buah malam itu.

Mobil mana yang kau pakai?

Mobil pabrik...

- Halo, Pak. - Kau datang, Pak Kwon.

Detektif Noh.

Kami bisa memecahkan kasus ini berkatmu. Sudah kuduga, kau sungguh Hiu Putih.

Ini semua berkat kau, Pak Kwon.

Jika sudah selesai, serahkan dia ke kejaksaan. Aku akan menemui Kepala.

Baik.

Aku pamit dulu.

Hati-hati, Pak.

Kau pasti sirik, 'kan?

Padahal dia tak lakukan apa pun.

Namun, mereka yang mendapatkan pujian.

Setidaknya kita dapat 50 juta.

Kau seharusnya senang. Kenapa terlihat murung sekali?

Ini tak mungkin dikerjakan satu orang.

Gun-woo, Hong-ji!

Mi-ok.

Kepala rumah tangga ini sudah pulang!

Sayang.

Sayang?

Kudengar kau menjual toko komik?

Mi-ok!

Tak boleh lakukan ini demi anak-anak!

Ada pistol! Asyik!

Kau berani sekali!

Bagaimana kau bisa melakukannya tanpa berpikir dua kali?

Tidak! Aku sungguh berpikir keras sebelum mengambil keputusan itu!

Gwang-gyu pasti menertawakanku.

Dia tak seperti itu! Dia sangat baik.

Aku sudah muak!

Ini! Tanda tangani ini!

Aku akan ke pengadilan besok pagi!

Sialan!

Mi-ok. Kumohon!

Maafkan aku! Aku tak akan melakukannya lagi.

- Ayah. - Ya?

Dor!

Mi-ok.

Cepat buka baju dan mandi.

Bisa sendiri, 'kan?

Bau apa ini?

Apa yang kau lakukan?

Itu...

Makanlah.

Terima kasih atas makanannya, Ibu!

Ayah yang membuatnya. Berterimakasihlah ke Ayah.

Ayah yang membuatnya? Tak bisa dipercaya.

Makan yang banyak.

Sayang...

Aku memecahkan kasus yang kuceritakan kemarin.

Begitu? Baguslah.

Hee-yeon, kau menjatuhkan ini.

Terima kasih.

Jae-min suka mendonorkan darah.

KARTU DONOR DARAH

Karena golongan darahnya langka, dia sangat populer di klinik.

- Kami tak yakin apa harus menerima ini... - Terima kasih.

Jae-min bisa beristirahat dengan tenang berkat kalian.

Kuharap kalian terus membantu korban lain.

Tentu saja.

Kasihan sekali.

Khawatirkan hidupmu. Kau mungkin akan bercerai.

Kau terlihat senang sekali.

Kau menyadap kami?

Aku harus menerima bayaranku.

Kuyakin dia akan dipenjara lagi.

Benar.

Aku mencintaimu. Jangan ragu untuk menggunakan jasaku lagi.

Menjengkelkan sekali.

Haruskah kulaporkan ke Unit Kejahatan Siber?

Kau dalam proses perceraian lagi?

Kenapa dia tak bisa memahami perasaan lelaki?

Aku membuat keputusan ini untuk keluargaku.

Kenapa kau memutuskannya sendiri?

Hal terpenting dalam pernikahan

adalah percakapan.

Kau memberiku nasihat mengenai pernikahan?

Haruskah kuberi nasihat mengenai perceraian?

Pelaku yang membunuh karyawannya demi uang asuransi telah tertangkap.

Itu kasus kita.

Para korban adalah anak yatim piatu...

Mereka bertindak seolah mereka yang menangkapnya.

MEMBUNUH KARYAWAN DEMI UANG ASURANSI

Detektif Song!

Apa kau sudah memeriksa kamera pengawas yang pernah kubahas sebelumnya?

Apa? Sial!

Cepat keluar!

Rumah Lee Jae-hee di lantai 4.

Tak mungkin memanjat setinggi itu dengan tangan palsu.

Mobil pabrik yang digunakan Pak Kim untuk menjemput Kim Jae-min

tak pernah mengarah ke tempat kejadian.

Bagaimana bisa kau tak memeriksanya?

Maafkan aku. Aku menerima datanya,

tapi kami dapat pengakuan, jadi, aku tak memeriksanya.

Namun, aku menemukan mobil tersangka.

Ini.

Mobil ini mengarah ke tempat kejadian dan muncul 30 menit kemudian.

Mobil ini tak terdaftar.

Ini.

- Pelatnya 64NO... - Baik. 64NO...

Kalian benar-benar kuno. Tinggal difoto saja.

Jepret.

PUSAT PELATIHAN SARANG

Tanggal 27 April?

RAPAT YAYASAN

Ini.

Minggu itu, para eksekutif yayasan menginap di sini untuk rapat.

Direktur dan kepala rumah sakit.

Direktur yayasan? Kau yakin?

Ya, aku mencatatnya. Aku sangat sibuk hari itu.

Aku tak bisa pulang kerja jika para petinggi datang.

Mereka selalu mengomel.

Kau lihat orang ini?

Oh, dia!

Dia ke sini hari itu?

Ya, dia pergi keesokan harinya.

Dia sangat menderita karena harus melayani Pak Direktur.

Dia tak berbohong saat kita menemuinya pertama kali.

Orang lain yang menculik dan membunuh Kim Jae-min.

CATATAN MEDIS

Walinya adalah Kim Jung-hwan.

Pasien ini dipindahkan ke rumah sakit lain kemarin.

- Ke mana? - Rumah Sakit Sesarang.

Dia tak mampu bayar tagihan rumah sakit.

Sudah kuduga, dia melakukan ini demi istrinya.

Aku tahu. Direktur Woo adalah pelakunya.

Kita tak punya bukti.

Saat pertama kali bertemu dengannya, kubilang bahwa dialah pelakunya.

Dia terlihat seperti orang jahat, tapi kau tak percaya!

Untuk apa lakukan penyelidikan jika hanya mengikuti insting?

Bilang, "Kau terlihat seperti pelakunya," dan masukkan ke penjara!

Jangan marah. Bisa dibicarakan baik-baik.

Maksudku, kita harus tetap waspada karena dia terlihat seperti pelakunya.

Mi-ok.

Kau hidup sesukamu, jadi, aku lakukan hal yang sama.

Jadi, bagaimana?

Direktur tak dapat uang asuransi sama sekali.

Kita harus tahu motifnya supaya bisa menanyainya.

- Itulah tujuan interogasi! - "Interogasi"?

Kau hanya bertanya sebelumnya.

Dia tak akan mungkin bilang, "Ya, aku yang melakukannya."

Interogasi adalah permainan yang menggunakan informasi asimetris.

Menggunakan apa?

Apa? Apa katanya?

Ya ampun. Informasi asimetris.

Dia tak tahu apa yang kita ketahui,

jadi, kita harus menggunakan itu untuk mendapatkan informasi.

Jika dia sudah terpojok, kita lempar umpannya.

Katakan yang sejujurnya. Kau tak punya rencana, 'kan?

Rupanya tak ada!

Jangan lakukan apa pun hari ini. Jaga saja anakmu.

Kita diam saja.

Saat aku mengirim sinyal, keluar dan telepon aku.

Diamlah, Hong-ji!

Jangan berteriak kepada anakku.

Cilukba!

Anak-anak adalah malaikat.

Kau boleh ambil semua ini,

tapi dompetnya berlumuran darah.

Kalian baik sekali.

Kalian sudah memecahkan kasus dan membawa semua ini.

Pekerjaan kami termasuk jasa secara tak langsung.

Ini menyangkut kematian seseorang, jadi, harus diselesaikan dengan baik.

Kau ada di mana saat mendengar berita kematian Kim Jae-min?

Di pusat pelatihan. Hari itu, ada rapat yayasan.

Kau pergi dengan siapa?

Direktur rumah sakit

dan manajer kantor.

Tak ada orang lain yang menemanimu?

Ya, tak ada.

Hong-ji, kita hampir selesai. Jangan menangis.

Kenapa kau bawa anakmu ke tempat kerja?

Cepat lap!

Maaf mengenai itu. Istrinya kabur dari rumah.

Tak apa-apa.

Namun, bukankah kasus ini sudah selesai?

Pak Kim tak membunuh Kim Jae-min.

Apa?

Maaf. Ada telepon.

DAE-MAN

Hei, Chi-hyeong. Bagaimana...

Apa? Mobil tak terdaftar?

Kenapa kau baru...

Kenapa baru beri tahu sekarang?

Berapa pelatnya? 64NO 6406?

Baiklah. Kau jauh lebih baik daripada polisi.

Maaf. Kami baru saja menemukan petunjuk penting.

- Rupanya begitu. - Aku harus pergi.

- Kuambil ini. - Baik.

- Aku pamit dulu. - Ya.

Lalu, kita lempar umpannya!

Tak kusangka pelat nomor dipakai seperti itu. Hiu Putih masih berjaya!

Omong-omong, ada apa dengan dompet Kim Jae-min?

Ada yang harus kuperiksa.

Akan kuberi tahu jika hasilnya sudah keluar.

Ada sesuatu di bibirmu. Astaga.

Sialan.

Hong-ji, kau...

Menurutku,

Kasus ini memiliki dua motif.

Kemungkinan orang-orang ini memiliki tujuan tersendiri.

Motif Direktur Woo berbeda.

Dia menyuruh Pak Kim dan orang lain untuk melakukan semua ini.

Karena anak yatim piatu yang dibunuh Pak Kim mendaftarkan mereka asuransi jiwa!

Direktur Woo mungkin tak tahu mengenai asuransi itu.

Itu...

Itu masuk akal.

Aku yakin ada sesuatu di balik Rumah Sakit Sesarang.

Rumah Sakit Sesarang disebutkan beberapa kali di catatan Lee Dae-hyun.

Kita harus menyelidiki Rumah Sakit Sesarang.

Chi-hyeong! Bagaimana dengan dia?

Karena kasus ini belum selesai, kita harus mengembalikan bayarannya.

Kita harus mengambil kembali bagian Chi-hyeong.

Kenapa harus dikembalikan?

Tak bisa diambil kembali!

Ini bisa jadi misteri terbesar yang belum terpecahkan.

Tak bisa begini. Kita harus mengembalikan uangnya.

Aku sudah menghabiskan semuanya.

Maka pelaku harus ditangkap.

Baik, lakukanlah.

Kita harus menjual ini untuk membayar klien.

Ayolah!

Tolong analisis darah di foto ini.

Tak perlu terlalu kompleks. Cukup golongan darahnya.

Hong-ji, ini Ibu.

Sebentar lagi, Gun-woo selesai les. Jemput dia.

KANG GUN-WOO

Gun-woo!

Apa aku boleh melihat pistol di kantor polisi?

Gun-woo!

Itu Ayah. Ayah!

- Apa yang kau lakukan? Gun-woo, turun! - Ayah!

- Ayah, tolong aku! - Tidak!

- Ayah! - Mi-ok!

- Mi-ok. Sayang! - Ayah! Tolong!

- Jangan bergerak! - Ayah!

Hong-ji!

Sialan!

- Ayah! - Hei!

Gun-woo, turun!

Ayah!

Sun-woo!

- Gun-woo, cepat turun! - Gun-woo!

Gun-woo!

Gun-woo!

Sayang!

Mi-ok!

Sayang, kau tak apa-apa? Gun-woo, kau tak apa-apa?

Apa-apaan ini?

Bagaimana jika aku tak di sini?

Dasar bajingan!

Bagaimana aku bisa memercayai anak-anak kepadamu?

Maafkan aku, Sayang. Aku berniat datang lebih awal.

Gun-woo!

Anakku!

Dasar bodoh!

Apa ini? Sial!

Gun-woo!

Apa ada obat ini di rumah sakit ini?

Ya, tapi kenapa kau membutuhkan obat tidur?

Aku tak bisa tidur belakangan ini.

Karena aku terus memikirkan seseorang.

Apa obat ini pernah hilang?

Tak pernah. Aku mengurusnya dengan teliti.

Sungguh?

Kau hebat sekali.

Aku ingin mencoba naik motor sejak dulu. Bisakah kau memboncengku?

Aku tak punya motor dan SIM. Aku tak punya apa-apa.

Aku tak mengerti apa yang wanita itu lakukan di sini.

Dia manajer di rumah sakit ini, tapi tak melakukan apa pun.

- Tak dipecat? - Dia masuk karena memiliki koneksi.

Siapa koneksinya?

Woo Won-il, pimpinan yayasan ini.

- Direktur panti asuhan? - Ya.

ZOLPIDEM 10MG

Ketemu.

Chi-hyeong sungguh bodoh.

Detektif Noh Tae-su!

Kita pernah bertemu di panti asuhan.

Kenapa kau ada di sini?

Ada yang ingin kukatakan mengenai Pak Direktur...

Direktur Woo?

Ada apa dengan Pak Woo?

Si Bisa?

Apa...

Akhirnya, kau datang.

Aku tak menyangka akan kembali ke sini.

Tunggu.

Kau ke sini bukan untuk membebaskanku?

Hei, Noh Tae-su!

Apa kau begitu ingin merusak reputasi kita?

Bagaimana bisa kau mencoba memerkosa di kantor polisi?

- Pemerkosaan? - Ini kesalahpahaman.

Pecat dia sekarang juga!

Pak, aku dijebak!

Dia menyuruhku melakukannya!

Kekuatan de fakto!

Pak, apa ini benar-benar aman?

Aku pun tak bisa membukanya saat terkunci. Jangan khawatir.

Ya?

Dolongan darah dari sampel yang kau minta adalah A.

A? Apa kau yakin?

Rhesusnya tidak negatif?

Ini bekas luka yang kujahit saat dia jatuh dari pohon di umur tujuh tahun.

Aku mengenalinya karena melihat bekas luka ini.

Direktur Woo mengidentifikasi Kim Jae-min.

Ada Atlet Gu Ho-cheol.

Dia pingsan saat pertandingan dan tak berpartisipasi selama satu musim.

Setelah pingsan saat pertandingan, dia pernah dikabarkan meninggal.

Dia kembali sehat dan jadi pemain paling berharga.

Makanya dia sempat viral.

Benar.

Ini dia.

Ya, bagus sekali.

Kau sudah gila?

Sayang...

Jangan bertele-tele, katakan saja.

Aku ingin menjadi detektif sungguhan.

Tak bisa dipercaya.

Jika dibiarkan, orang-orang jahat itu akan terus melakukan hal buruk!

Aku harus menangkap mereka.

Apa tak akan selesai tanpamu?

Ya. Aku harus pergi.

Aku janji,

aku tak akan membahayakan keluargaku lagi.

Bagaimana caranya?

Aku...

harus menangkap mereka. Sudah kubilang.

Ayah menangkap orang jahat? Si Penculik juga?

Mi-ok, izinkan aku melakukan ini untuk terakhir kalinya.

Sungguh mengesalkan!

- Pergilah! Sebelum aku berubah pikiran! - Ayah akan pergi?

Terima kasih, Sayang.

Ayah harus membawa pistol.

Terima kasih, Nak.

Semoga berhasil, Ayah!

Mi-ok.

Aku berniat memberitahumu tempo hari.

Tas itu...

Aku akan membelikanmu yang asli jika mendapatkan uang yang banyak!

Aku akan membelikanmu tas yang bagus!

Dasar berengsek!

Bagus sekali.

Ini tak penting. Apa yang kau temukan?

Motif direktur.

Motifnya? Apa itu?

Organ.

Dia mengincar organ anak-anak.

Astaga.

Ada banyak perbuatan Pak Kim yang tak masuk akal.

Menyamar menjadi wali setelah menabrak, lalu membunuh seseorang

dan berpura-pura menemukan mayatnya.

Menurut Pak Kim, keduanya dipindahkan ke Rumah Sakit Sesarang,

dan mengalami mati otak.

Panti Asuhan Hyungjae mengelola kesehatan anak-anak dengan sempurna.

Sponsornya adalah orang kaya atau berkuasa.

Mereka bermitra dengan anak panti.

Direktur Woo memeriksa status mereka melalui pertemuan rutin.

Saat anak-anak cukup tua untuk meninggalkan panti asuhan,

mereka dikirim ke pabrik yang tak menguntungkan.

Mungkin terlihat seperti kegiatan terpuji, tapi sebenarnya, mereka ditahan di sana

sampai organ mereka dibutuhkan, lalu dipecat.

Supaya pabrik atau yayasan tak dicurigai.

Mereka sungguh kejam...

Namun, kasus Kim Jae-min tak cocok dengan teori ini.

Dia meninggal di tempat dan pemakaman diadakan dua hari kemudian.

Tak ada waktu untuk mengambil organnya.

Mereka membutuhkan organnya, tapi dia punya tunangan.

Tak ada yang peduli dengan anak yatim piatu,

jadi, selalu berjalan lancar selama ini. Namun, tiba-tiba ini menjadi rumit.

Jadi, Direktur Woo meminta Si Bisa untuk menculiknya.

Namun, mereka tak bisa ambil organ jika ada kerusakan pada tubuhnya.

Benar juga.

Orang yang tewas karena kecelakaan, bukan Kim Jae-min.

Golongan darahnya adalah AB dengan rhesus negatif.

Namun, golongan darah di dompetnya...

adalah A.

Astaga.

Dae-man, dia mungkin masih hidup.

- Ya. - Benar. Pesawat TG656, tiba pukul 16.25.

Aku melihat jadwal manajer rumah sakit. Semuanya berlangsung hari ini.

Kemungkinan Kim Jae-min dioperasi hari ini. Pak Kwon!

Pak, kita harus bergerak cepat.

Butuh waktu untuk melaporkannya dan mendapat izin dari atasan.

Memecahkan kasus adalah prioritas, jadi, anggap saja kalian kabur.

Kami baru menyadarinya setelah dua jam dan langsung mengejar kalian.

Pak Noh melarikan diri.

Terima kasih, Pak Kwon.

Sampai nanti.

Mari bersiap.

Kenapa kau tak keluar?

Aku sangat lelah hari ini.

Aku ingin merenung sebentar di sini.

- Baik. Tolong kunci pintunya. - Tunggu!

Tunggu sebentar!

Tunggu aku!

Maafkan aku. Aku stres sekali.

Karena kematian Kim Jae-min dipalsukan, operasi tak mungkin di RS Sesarang.

Aku ke panti asuhan,

dan kalian ke bandara, lalu cari Si Manajer.

BANGKOK

- Kau menemukannya? - Belum.

Kau mengeluarkan mobil mewah lewat pintu belakang?

Sayang sekali. Kau tak bisa melakukan operasi hari ini.

Berapa yang kau hasilkan?

Aku bisa membuatmu kaya raya.

Bukankah detektif swasta hanya bergerak jika ada uang?

Pantas anak-anak diperlakukan seperti itu. Kau hanya memikirkan uang.

Lagi pula, tak ada yang memedulikan mereka.

Mereka akan diperlakukan seperti sampah dan tak berguna jika hidup sendiri.

Hidup mereka akan lebih berharga jika bisa membantu hidup orang lain.

Bukankah begitu?

Orang sepertimu yang lebih cocok disebut sampah.

Keluar, Bajingan!

Itu...

Aku sangat gugup. Bukankah mereka membunuh orang?

Ya.

Sial...

Mereka ke arah sini! Sembunyi!

Ayo ikuti mereka.

Baiklah.

Perkiraanku benar. Mereka melakukan transplantasi organ.

Mereka mau ke mana?

Sial.

Di mana motormu?

Diparkir di tempat parkir.

Aku takut ditilang.

- Mohon tinggalkan pesan suara. - Sial, ponselnya mati.

Salahmu jika terjadi sesuatu dengannya.

Pasti ada petunjuk.

Apa ada sesuatu di sekitar pusat pelatihan?

Tanggal 27 April?

Minggu itu, para eksekutif yayasan menginap di sini untuk rapat.

Direktur dan kepala rumah sakit.

Aku mendengar berita itu di pusat pelatihan kami di Pocheon.

Pak Kwon!

Detektif Noh tak bisa dihubungi.

- Berhenti! - Kenapa? Ada apa?

Matikan lampu dan mesinnya.

Dorong!

Turun. Dorong ke atas.

Hati-hati. Tak boleh rusak.

Berhenti.

Ini tempatnya? Gelap sekali.

Terlalu sepi.

- Tak ada orang di sini? - Kurasa bukan di sini.

Ayo pergi.

Kelihatan!

- Ke kiri. - Diam!

Tak kelihatan.

Lampunya mati.

- Ke sini! - Harus fokus.

Lakukan dengan benar.

- Ada tangga. - Tak apa.

Tak ada yang mustahil bagi Nina.

Sialan.

Nanti rusak!

- Sini! Mundur! - Aku harus fokus

Aku lihat cahaya!

Aku akan ke sana.

Berhenti!

Mereka semua di sini!

Sialan.

Apa ini?

Tidak!

Nina, keluar dari sana!

- Apa itu? Tangkap! - Apa itu?

Maafkan aku.

- Cepat tangkap! - Ambil!

Jangan sentuh aku!

- Itu Tae-su, 'kan? - Ya.

Berikan kepadaku.

Tunggu.

Kau punya SIM?

Apa yang akan kau lakukan?

Kubelikan yang baru setelah kasus ini selesai.

- Harganya 30 juta won. - Apa?

Cicilannya masih tersisa 47 kali.

Tae-su ada di sana. Apa ini lebih penting?

- Dia lebih penting, tapi... - Makanya ambil ini.

Apa ini?

- Ini juga penting... - Aku akan segera kembali.

Kim Jae-min masih hidup,

dan operasi transplantasi organ ilegal sedang berlangsung!

Kau hanya berspekulasi dan tak ada bukti!

Kenapa kau menjadi seperti Noh Tae-su? Kau bahkan tak tahu lokasinya!

Mereka sedang menuju ke Pusat Pelatihan Sarang.

Jika semua perkataan Kang Dae-man benar,

dan terungkap bahwa polisi tak melakukan apa pun,

bayangkanlah apa yang akan terjadi.

Bagaimana jika salah? Kau akan bertanggung jawab?

Lakukanlah jika kau begitu yakin!

Kerahkan seluruh personil.

Kalian tak dengar? Biarkan aku yang tanggung jawab, jadi, pergilah!

- Hei! - Baik, Pak!

Hei, tunggu!

Aku punya anak.

Tolong selamatkan aku.

Tolong selamatkan aku.

Mari mulai anestesi.

Hitungan mundur dimulai. Satu, dua, tiga...

Motor 30 juta won-ku!

Kenapa di luar berisik sekali?

Ada apa di luar?

Tangkap dia!

Cepat! Tangkap dia!

Tangkap dia!

Tae-su!

Tae-su!

Tae-su!

Chi-hyeong pasti menemukan sakelarnya.

Apa ini?

- Apa ini? Apa yang terjadi? - Ada apa ini?

Dae-man, kau ke arah sana.

Tae-su.

Kita berpencar?

Maafkan aku.

Tunggu sebentar! Aku...

Hei!

Maaf!

Maafkan aku!

Tae-su, hati-hati!

- Apa yang terjadi? - Listriknya mati.

Letakkan itu, Dae-man.

- Bagaimana kau bisa tahu? - Kau pasti bersembunyi.

- Aku juga melihatmu. - Sialan.

Chi-hyeong, kau baik-baik saja?

- Tae-su, aku sangat takut! - Hei!

Apa ini?

Tempat apa ini?

Sebelah sana.

Dasar bajingan!

Orang itu mencoba menculik putraku

Jangan bergerak. Kutembak jika kalian bergerak.

Aku takut sekali!

Sepertinya dia mau menghancurkan kepala kita dengan palu itu!

Dae-man, kunci pintunya.

Direktur Woo, kau memiliki peralatan yang bagus.

Semuanya sudah berakhir.

Kalian tak bisa melarikan diri. Jadi, hentikan semua ini.

Kita selesaikan di sini.

Dokter Jang!

Cepat bunuh mereka. Sekarang juga!

Jika ketangkap di sini, kau juga akan mati.

Bunuh mereka jika ingin hidup.

Kita bisa pergi hidup-hidup?

Apa yang mereka katakan?

- Polisi menunggu di luar! Polisi! - Diamlah.

Aku dapat telepon bahwa mereka baru tiba.

Buatlah keputusan dengan bijak.

Kami hanya menginginkan Direktur Woo. Kalian bisa dibebaskan dengan mudah.

Jangan bergerak dan diam di tempat.

Sepertinya ada yang datang.

Sepertinya anak buahku yang lebih dulu sampai.

- Bagaimana ini? - Buka pintunya!

Buka pintunya!

Tae-gu!

Dae-man!

Sudah kubilang! Bajingan sepertimu

adalah sampah masyarakat!

Dasar sialan!

Doktor Jang, bagaimana ini?

Dae-man, kau baik-baik saja? Sadarlah!

Sadarlah.

Ayolah! Dae-man!

Dingin sekali di sini.

Buka matamu!

Kumohon buka matamu.

Tae-su, ada apa ini?

Apa yang terjadi?

- Dae-man! - Kau baik-baik saja?

Kau baru datang sekarang?

Berengsek.

Hei!

Tamat riwayatku. Mi-ok akan membunuhku! Dia memintaku tak terluka!

- Kau benar-benar... - Darah! Sial!

Sebelah sini!

Detektif! Belok kiri! Bagus!

Kau tak apa-apa?

Sebelah sana! Tangkap mereka!

Jangan bergerak. Angkat tangan kalian!

Berbalik!

- Tiarap! - Jangan bergerak!

Kami sudah menangkap semuanya!

Ya, Pak. Itu benar.

Semuanya berkat penilaianku yang cepat.

Aku akan menemuimu besok pagi.

Jangan melawan. Diamlah!

Apa-apaan ini?

Tutup mulutmu! Masuk ke mobil!

- Cepat naik! - Naik, Bajingan!

Kalian ikuti aku.

Cepat masuk!

Bagaimana keadaannya?

Peluru tak mengenai organ vital. Dia akan baik-baik saja.

Dasar bodoh.

Tae-su.

Kau menangis karena mengkhawatirkanku?

Aku melihatmu menangis.

Jika kau pura-pura mati lagi, aku akan membunuhmu sungguhan.

Kenapa dia menangis?

Aku sangat senang bertemu denganmu. Maafkan aku!

Maafkan aku!

Kudengar harganya 30 juta won.

Kita harus membelikannya sepeda yang bagus.

Pak Noh.

Pak Kwon, terima kasih atas bantuannya.

Penghargaan...

Tolong berikan dia penghargaan lagi.

Kelompok kejahatan terorganisasi memanfaatkan anak yatim piatu

untuk menyediakan organ bagi orang kaya dan berkuasa

Halo.

- Selamat pagi. - Halo.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Terima kasih. Kupikir aku tak akan bisa melihatnya lagi.

Semuanya sudah berakhir.

Kuharap kau hidup bahagia bersama anakmu.

Tolong terima ini.

Uang ini adalah milik kalian. Kami tak bisa menerimanya kembali.

Tidak. Kami tak berhak menerima uang ini.

Kumohon ambil kembali.

Kau akan melahirkan. Gunakanlah ini untuk anak kalian.

Kau benar-benar gila...

- Terima kasih banyak. - Terima kasih.

Terima kasih.

Kuharap kalian hidup bahagia.

Dae-man, mereka pamit.

Jaga dirimu.

Apa yang kau lakukan? Kau mengembalikannya?

Kita harus mencari nafkah!

Bagaimana dengan tagihan rumah sakitku? Aku terluka...

Apa yang harus kukatakan pada Mi-ok?

Aku tertembak. Sialan.

Sialan.

Mereka akan melahirkan.

Bagaimana denganku? Aku punya dua anak! Gun-woo!

- Lalu, apa kita harus menerimanya? - Tentu saja!

- Uang itu? - Ya!

Kau sungguh kejam!

Apa ini?

Hadiah untuk mengungkap penipuan asuransi.

Kenapa tipis sekali?

Hitunglah ada berapa nol.

Apa ini kupon?

Satu, sepuluh, seratus, seribu, sepuluh ribu...

Dua ratus juta won?

Kita menangkap penipu asuransi jiwa.

Seharusnya kau memberitahuku!

Kau mengagetkanku.

Aku tak pernah melihat ini.

Hei. Jangan beri tahu Chi-hyeong mengenai ini.

Tentu saja. Dia sudah dapat tiga juta won.

Kau harus memercayaiku!

Aku tertembak.

Ayolah.

Untuk apa ke toko komikku? Aku pasti akan iri jika melihat Gwang-gyu!

Aku kenal orang ini dari petinggi.

Kemungkinan kasus besar.

Aku meragukannya. Aku tak mau ke sana!

Bayarannya 100 juta won.

TUTUP KARENA ADA PEKERJAAN YANG RAHASIA DAN PENTING

- Hei, duduklah. - Baik.

Mari kita pecahkan kasus ini bersama.

Baik.

KAU ADA DI MANA, BEBE?

- "Bebe"? - "Bebe"?

Terjemahan subtitle oleh Jessie Yobelia

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.