All language subtitles for I.Still.Remember.2020.1080p.BluRay.x264.AAC5.1-[YTS.MX]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Halo, Pak Lee Chi-hang?

Ya, ini aku.

Kami telah menerima...

...informasi yang kau kirimkan kepada kami...

...dan editor kami ingin bertemu denganmu.

Kau punya waktu luang lusa?

Hari itu...

Tentu, aku bisa.

Hai, halo.

Halo, namaku Lee...

...aku datang untuk menemui editormu.

Lee Chi-hang?

Ya.

Kau setengah jam lebih awal.

Aku tidak familier dengan area ini...

...jadi, sebaiknya aku datang lebih awal.

Baik, tolong tunggu...

...akan kuberi tahu editorku.

Terima kasih.

Pak Lee, silakan lewat sini.

Tempat ini cukup sulit ditemukan...

...aku terlambat untuk wawancara kerja saat itu.

Duduklah. Kau mau minum?

- Aku baik-baik saja, terima kasih. - Baiklah.

- Pak Lee, halo. - Halo.

Terima kasih sudah datang.

Aku Nona Wong, editor buku ini.

Silakan duduk.

Kita bertukar email...

...aku sudah membaca ceritamu.

Kurasa lebih baik bagi kita...

...untuk berdiskusi lebih jauh secara langsung.

Aku ingin mendengar lebih banyak tentang perasaanmu.

Maaf karena tulisanku tidak bagus.

Tolong jangan berpikir begitu.

Tugasku adalah beri tahu pembaca...

...semua tentang kisah dan pikiranmu.

Jika kau siap...

...bisa kita mulai?

Baiklah.

Mari mulai dengan reuni sekolahmu.

"Itulah hari-hari"

Aku ingat terlambat untuk makan malam.

Karena aku dimarahi pemilik real estat sebelum pergi...

...jadi, sudah cukup larut saat aku tiba.

Mereka masih akan datang?

Macy bilang anaknya sakit.

Mereka semua ingin bertemu Pak Wong, tapi mereka tidak datang.

Dan ini teman SD-ku dan sekarang bosku...

...Yu Leung.

Dia dua tahun lebih tua dariku...

...tapi terus mengulang kelas.

Jadi, akhirnya kami satu kelas...

...di kelas enam SD.

- Apa salahmu? - Aku tidak bisa mengeja.

Kata apa?

"Secondary".

Bu Chan bilang kita tidak bisa masuk SMP jika tidak bisa mengeja.

Biar kuajari kau, gunakan metode "Tiga Kelompok Tiga".

Grup pertama adalah "Sec"...

...lalu "ond"...

...dan "ary".

Tiga ditambah tiga ditambah tiga, sama dengan sembilan. Benar?

Dan ada sembilan kelas sehari di SMP.

- Apa yang kau tertawakan? - Bukan apa-apa.

Lee Chi-hang kini bekerja untukku.

- Dia datang... - Maafkan aku.

Tidak, aku tidak bisa mengatasinya.

Klien itu sangat merepotkan, dia ingin bertemu denganmu.

Baik, akan kuurus besok...

- ...mari makan dahulu. - Baiklah.

Chi-hang, kurasa aku mengenalimu.

Ayolah!

Kau bilang tidak mengenalinya dari foto...

...dan kini kau bilang bisa?

- Minumlah! - Hingga kini, aku mengenalinya.

"Siapa ini?"

Omong-omong, di mana Pak Wong?

Lee Chi-hang?

Aku masih ingat suara Pak Wong...

...kali terakhir aku mendengarnya saat kelulusan SD-ku.

Kau sudah besar sekarang.

Untung aku melihat sebuah foto...

...jika tidak, aku tidak akan mengenalimu.

Duduklah...

Ayo, kita minum.

Terima kasih.

Pak Wong, aku tak banyak minum.

Kenapa tidak? Apa ibumu akan memarahimu?

Ibumu masih memarahimu di usia ini?

Pak Wong, ibunya sudah lama meninggal.

Aku akan minum untuknya, tak apa.

Bagaimana kabarmu?

Aku baik-baik...

Bagaimana denganmu, Pak Wong?

Kudengar kau berhenti mengajar.

Kau melewatkan bagian ini karena kau terlambat.

Dia bukan Pak Wong lagi, dia sekarang Bos!

- Bos, minumlah! - Bersulang!

Bukan apa-apa, aku dan istriku mengambil alih toko.

Tapi aku selalu menerima pekerjaan tunai lain...

...aku suka mengajar anak-anak berlari.

Bersulang!

Habiskan! Ayo!

Habiskan! Minumlah!

Yang paling lambat harus minum satu gelas lagi!

Kalian masih ingat...

Lagu kelulusan kita saat itu?

Kau ingat?

Masih ingat...

Aku sudah melupakan sisanya...

Masih ingat melangkah Ke sekolah untuk kali pertama

Masih ingat menongkrong Di jam istirahat setiap hari

Memakai alat tulis sebagai senjata

Berbagi biskuit

Masih ingat menyanyi Denganmu di depan kelas

Kita tumbuh dalam enam tahun

Sepatu kita mengecil hari demi hari

Meninggalkan sekolah kita Sambil menangis bahagia

Hanya untuk menyadari Betapa kita merindukan setiap wajah

Masih ingat betapa sulit tugas itu

Kembalikan sepatuku.

- Kembalikan sepatuku! - Lempar ke arahku!

Kemarilah!

Kita belajar sopan santun, kita berharap bisa lulus

Saat bel sekolah berbunyi, kita harus berpisah

Bagaimana dengan ayahmu?

Ayahku meninggal sebelum aku lahir...

...jadi, aku menemui ibuku setiap kali terjadi sesuatu.

Ibu, kenapa aku lebih pendek di usia 12 daripada 11 tahun?

Bagaimana bisa?

Berdiri tegak, biarkan ibu mengukurnya untukmu.

Sekarang kau lebih tinggi di usia 12 daripada 11 tahun.

Chi, berdiri di sini...

...mari berbincang dengan Ayah.

Jangan khawatir, aku akan bekerja keras.

Untuk membayar hipotek, agar Chi bisa punya rumah sendiri.

Tolong jaga dia, agar dia bisa tumbuh dengan aman.

Dan menjalani kehidupan biasa, itu saja.

Minta ayahmu menjagamu.

Halo, Pak Wong? Ini ibunya Lee Chi-hang.

Maaf aku merepotkanmu lagi dengan mengantar Chi pulang.

Ya, aku sangat sibuk bekerja.

Lee Chi-hang. Bus sekolah datang.

Aroma ini... Itu tidak dibuat oleh pemiliknya.

- Bagaimana kau bisa tahu? - Itu buatan istrinya!

- Benar! - Luar biasa!

- Makanlah, ayo! - Mari kita coba!

Ayo pulang, Lee Chi-hang.

Lambat laun, aku mulai menyukai bus sekolah ini.

Satu, dua, tiga!

Dan keluarga ini juga.

"Kai-tak Sports"

Bos!

Tokomu buka sesiang ini?

Celana ini tak muat, kau punya ukuran besar?

Bukankah sudah kusuruh Fatty berolahraga lebih banyak?

Entah apa ada ukuran besar.

Aku dapat.

- Ambillah... - Terima kasih, Bos! Sampai jumpa!

Hei, kau sudah bangun?

Bagaimana aku bisa berakhir di sini?

Kau beruntung dapat ranjang untuk tidur.

Apa yang terjadi?

Aku tak menyentuh celanamu, kau sendiri yang ganti.

Aku pingsan, kepalaku sakit.

Pakai sepatumu, ayo.

Kita mau ke mana?

Cepat!

"Buka"

"Keluar untuk berlari"

Hanya ini kemampuanmu?

Kau masih muda, tapi lihat dirimu.

Bagaimana kau bisa seperti ini?

Benar, karena sudah bertemu lagi, berlarilah bersamaku mulai sekarang.

Bu, satu wafel telur, rasa orisinal.

Aku tidak mau, kau makan ini untuk sarapan?

Sarapan? Ini sudah siang.

Ayo, kita temui Bu Wong.

Apa? Bu Wong?

Ayo!

Wafel telur tidak enak saat dingin.

Sayang!

Sayang!

Lihat siapa yang kubawa hari ini.

Bu Wong.

Chi Kecil?

Sudah 20 tahun tidak bertemu...

...kau belum berubah sedikit pun.

- Lihat dirimu. - Bu Wong, kau juga.

Ayolah.

Dia membelikanmu ini.

Itu manis sekali...

...pacarmu pasti banyak.

Tidak mungkin.

- Permisi. - Aku tidak percaya.

Waktunya pemeriksaan, tolong keluar sebentar.

- Baiklah, terima kasih. - Terima kasih.

Tunggu aku sebentar.

Terima kasih.

Ada apa dengan Bu Wong?

Dia demam belakangan ini...

...jadi, datang untuk pemeriksaan.

Dia mengidap kanker sepuluh tahun lalu.

Itu sebabnya aku berhenti mengajar...

...menghabiskan lebih banyak waktu dengannya.

Lalu kami membuka toko, menjual peralatan olahraga.

Tekanan darahnya normal...

...dan laporannya akan keluar dalam dua hari.

Jika dokter mengizinkan...

...dia boleh pulang.

Terima kasih, Perawat.

- Aku mau minum. - Baiklah.

Chi, apa pekerjaanmu sekarang?

Aku bekerja di bidang real estat.

- Itu mengesankan. - Ya.

Kami akan segera memindahkan toko kami...

...bantu kami mencari tempat baru.

- Tentu, kabari saja aku. - Baiklah.

Kuberikan kunci ini beberapa waktu lalu...

...tapi aku menemukannya di luar apartemen tadi.

Bagaimana kau akan menjelaskannya?

Bu Lee, maafkan aku.

Rekanku pasti tidak sengaja meninggalkannya...

...itu tidak akan terjadi lagi.

Stafmu bernama...

Lee Chi-hang?

Suruh dia masuk sekarang!

Chi sedang keluar bekerja, dia belum kembali!

Kau tidak akan membiarkannya, bukan?

Tentu saja tidak.

Begini saja, Bu Lee.

Biaya agensi dibebaskan pada kesepakatan kita berikutnya...

...sebagai bentuk permintaan maaf.

Pastikan tidak ada lain kali.

Ini, jaga dirimu.

Tetap terhidrasi dan hati-hati dengan sengatan panas!

Sampai jumpa!

Lee Chi-hang!

Kurang tepat, mungkin?

Apa yang kurang tepat?

Memecatmu?

Itu bahkan lebih buruk.

Kalau begitu, sadarlah, yang benar saja.

Jangan terlalu merepotkanku.

Aku tak bisa terus melindungimu.

Setiap kali kau mendapat masalah, kau masuk ke sini.

Tapi kau pergi seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Apa yang akan dipikirkan kolega lain?

Lihat?

Master Feng Shui-ku bilang sesuatu yang besar akan terjadi hari ini.

Semoga itu benar...

...selalu menahan kami.

Sudah tujuh tahun.

Tujuh tahun lalu, aku masih duduk di sebelahmu.

Kau tak mau promosi, atau berusaha, tak apa-apa.

Tapi jangan membuat banyak kesalahan ceroboh...

...itu hal dasar.

Semua orang di luar sana bertaruh kapan aku akan memecatmu.

Kau tahu itu, bukan?

Tidak semua orang berpikir begitu.

Minum-minum saat jam kerja?

Karena kita berhubungan lagi dengan Chi...

...ingat untuk mengembalikan barang-barangnya.

Benar.

Bu Wong sangat cerewet belakangan ini.

Ini, minumlah.

Omong-omong, aku akan melatih di kamp lari dua hari lagi.

Chi ikut denganku.

Jangan merindukanku.

Baiklah, lakukan tugasmu.

Aku akan segera pulang. Kau tak perlu terlalu sering datang.

Pak Wong, kamp apa?

- Kita sudah membicarakannya, bukan? - Membicarakan apa?

Sebenarnya, aku tidak ingat apa yang kujanjikan malam itu...

...tapi aku ingat sangat senang bertemu Pak Wong lagi.

Bersikap santai dalam segala hal...

...entah itu kekuatan atau kelemahan.

Karena Pak Wong meminta...

...aku akan bersenang-senang selama beberapa hari.

Kali pertama kau bertemu murid Pak Wong, Yu Tin-sum.

Apakah di kamp itu?

Ya.

Baiklah, biar kujelaskan...

...peraturan di kamp pelatihan ini.

Empat hari ke depan...

...kalian akan menerima tingkat latihan yang berbeda.

Joging, pernapasan, peregangan dan lainnya.

Tin-sum, targetmu kali ini lima kilometer.

Mari kita mulai peregangan.

- Baiklah. - Ikuti aku.

Hei, Chi.

Karena kau sudah di sini, kenapa tidak ikut latihan?

Apa?

Dorong ke belakang.

Coba gapai lantai lalu ke kaki kiri.

Bisakah kita makan sekarang, Pak Wong? Aku kelaparan.

Balikkan.

Kau memakai seragam sekolahmu lagi?

Aku tidak menduga akan ada kelas tambahan di hari Sabtu!

Tunggu, biar kuambil makanan dahulu.

- Kita belum bisa makan... - Mereka tidak akan tahu.

Wakil Presdir akan memarahimu lagi jika dia melihatmu.

Sudah waktunya.

Semuanya, mari kita lihat videonya.

Halo, aku Sakaguchi Sota.

Apa kabar?

Dia manis sekali...

Baru saja...

Apa yang dia katakan?

- Entahlah. - Apa maksudnya?

Ada acara lari amal sepanjang lima km...

...dan kita bisa terbang ke Kyoto untuk berlari bersama Sota.

Benarkah?

Jadi, jangan malas-malasan, pertahankan!

Jangan terlalu bersemangat...

...ada lebih dari 200 orang di klub penggemar ini.

Jadi, kita harus mengadakan uji coba di Hong Kong...

...pelari peringkat tiga teratas...

...bisa pergi ke Jepang dan menemui Sota.

Mau bergabung?

Mandy, aku mau coba.

Dengan penampilan seperti ini...

Berat badanku akan turun!

Itu akan seperti bunuh diri?

Tak masalah, akan kulakukan.

Berapa kilogram?

Bukan itu masalahnya, kau hanya perlu berlari lima km.

Aku mengerti...

Mandy!

Hei, Mandy! Bolehkah aku...

Baiklah, kembalikan lain kali.

Tin-sum, jangan khawatir...

...kita melakukan ini bersama.

Baik, jadikan ini permainan yang adil...

...jangan melambat untukku.

Tapi apa berat badanmu akan turun?

Kau sungguh bisa berdiet?

Apa menurutmu aku akan berlari lebih cepat dengan berat lebih sedikit?

Sota, tunggu aku.

Jarak kita akan segera menjadi lebih dekat daripada sekarang.

Kau ingat tempat ini?

Dahulu kita kemari untuk berkencan.

Dan aku merasa seperti tidur denganmu sekarang.

Bodoh, di rumah sakit?

Aku tidak keberatan.

Baiklah, sudah larut.

- Mari bicara besok. - Baiklah.

Sampai jumpa.

Pak Wong, jika kau sangat merindukan Bu Wong...

...mari kita pergi besok.

Omong kosong! Pergi apa?

Omong-omong...

...apa kita pernah berkemah bersama?

Ada kamp kelulusan setelah kelas 6 SD.

Tapi Ibu bilang itu berbahaya, jadi, dia izin sakit untukku.

Bukankah berbahaya karena kini kau tinggal sendirian?

Yang benar saja, Pak Wong.

Kau pasti sangat mencintai Bu Wong...

...kau menyerah mengajar demi dia.

Pernah dengar mengajar dengan contoh?

Jika kau tidak tahu apa yang paling penting bagimu...

...bagaimana seharusnya kau mengajari orang lain?

Wai-ying selalu bilang...

...bahwa bunga menjalani kehidupan pertamanya saat masih segar.

Kehidupan keduanya saat dikeringkan...

...yang juga bisa indah.

Chi.

Rumah sakit menelepon...

...aku harus menemui istriku.

Kau bertanggung jawab atas Tin-sum...

...terima kasih.

Halo, Dokter.

Aku suami Lam Wai-ying...

...bagaimana keadaannya?

Istrimu menunjukkan gejala pneumonia ringan...

...dan dia cukup lemah sekarang.

Biarkan dia istirahat.

Jangan khawatir, dia akan baik-baik saja.

Tapi...

Terima kasih.

Kau tahu betapa aku merindukanmu?

Apa yang kau lakukan?

Segigit, hanya segigit.

Segigit apa?

Sakit, dasar gila!

Aku tidak tahan lagi.

Berada di sini saja sudah menyiksa...

...dan kini kau menggigitku.

Kau sendirian sekarang.

Aku lapar sekali...

Tempat apa ini? Tidak ada sinyal.

Ada apa denganmu?

Fatty, bangun!

Ada apa denganmu?

Fatty!

Tunggu!

Berdiri!

Satu, dua, tiga, naik!

Makanlah sesuatu.

Cukup, kau mau hal buruk terjadi?

Aku tidak mau menyerah semudah itu...

...semuanya akan sia-sia.

Aku sungguh tidak memahamimu...

...tidak ada yang menyuruhmu berpuasa.

Aku hanya khawatir tidak bisa mengendalikan diri.

Hidupku adalah milik Sota.

Apa itu sepadan?

Seorang selebritas, sepadan dengan menyerahkan hidupmu?

Aku serius...

...aku sangat ingin menjadi belahan jiwanya.

Aku bisa hidup tanpa makan dan masuk universitas.

Tapi aku harus capai tiga teratas, lalu pergi ke Jepang.

Kau cukup keras kepala untuk ukuran orang gemuk.

Aku akan membantumu.

Membantuku? Bagaimana?

Membantumu makan setengah porsi, lalu bicarakan sisanya setelahnya.

Semangat.

Dahulu, saat Fatty memberitahuku...

...alasan berat badannya harus turun dan bahkan dilatih untuk berlari...

...aku tahu dia pasti sudah gila.

Jika tidak, bagaimana dia bisa berpikir bahwa dia akan berhasil?

Latihan harus dibatalkan untuk sementara...

...atau kalian bisa berlatih sendiri.

Ada komplikasi dengan kondisi istriku...

...aku harus lebih sering bersamanya.

Bu Wong baik-baik saja?

Jika dia baik-baik saja, dia tidak akan membatalkannya...

Aku sudah kirim jadwalnya, lakukan saja.

Chi, kau harus menjaganya untukku.

Seperti Dumbo si gajah terbang.

Mereka merekam banyak video selama latihan, bukan?

Kita harus diam.

Lihat anak itu.

- Dia malas sekali, padahal tidak. - Dia bodoh sekali.

Pergilah jika kau bosan.

Begitu banyak kuman di rumah sakit dan kau tidak memakai masker.

Jika kupakai, kau tidak akan mengenaliku.

Mana mungkin aku tidak mengenalimu?

Setelah kupikir-pikir, aku agak menyesal.

Aku menyesal saat Pak Wong memintaku membantu Fatty...

...aku tak menganggapnya serius untuk membantu.

Aku akan mengambil kembali bunga kering ini...

...bawa yang segar ke sini besok.

Apa aku seperti bunga kering sekarang?

Apa aku cantik?

Ya.

Sangat cantik.

Pak Wong?

Tin-sum!

Pak Wong...

Sampai jumpa.

Pertahankan!

Hati-hati di belokan...

...tetap di trotoar.

Hati-hati, Semuanya.

Teruskan.

Aku mengajar Pendidikan Jasmani di SD Ka Yau...

...aku Wong Kwok-wai.

Aku bisa melihatnya.

Lam Wai-ying dari SD Sum Kit.

Halo.

Aku selalu melihatmu lewat dengan mereka di sekitar sini.

Benar, kami biasanya berlari di sekitar area ini.

- Begitukah? - Kau juga?

Ya, dekat.

- Sudah waktunya. - Benarkah?

Secepat ini?

- Pak Wong, sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Hei, kita harus kembali sekarang.

Ada apa?

Di sini agak sepi, bukan?

Jika bukan karena tagihan medis...

...kita bisa mendapatkan tempat yang lebih baik.

Aku suka kita mengambil alih toko sederhana.

Di mana kameraku?

Kotak hartamu ada di sini.

Baiklah.

Meninggalnya Bu Wong...

...mengingatkanku pada ibuku sepuluh tahun lalu...

...rasanya sangat mirip.

Perlahan aku terbiasa hidup sendiri.

Mungkin, selama bertahun-tahun...

...ibuku mengajariku untuk puas dengan apa yang kami miliki...

...dan jangan meminta terlalu banyak.

Hidup sederhana sudah cukup.

Dia juga bilang...

...bahwa lulusan universitas bisa membicarakan ambisi.

Aku lulus, tapi aku tidak punya ambisi.

Kau benar-benar datang?

Ya, untuk sedikit kesenangan.

Ada banyak orang.

Banyak teman datang.

Apa yang harus kulakukan nanti?

Ikuti saja aku dan lari bersama.

Baiklah.

Chi-ling!

Permisi.

Aku mungkin akan meninggalkanmu jauh.

Siapa yang ada di belakangku waktu itu?

Meskipun ini trem terakhir...

...semua orang harus tetap waspada.

Ingat...

...kalian hanya bisa mengambil tas di terminal.

Semangat, Semuanya!

Aku ingat mereka ada di depanku...

...aku sangat ingin menyusul.

Akan bagus jika sedikit lebih dekat...

...aku tidak ingin menjadi yang terakhir.

Aku tidak mau ditinggal sendirian.

Mereka unggul jauh.

Tremnya bahkan tak terdengar lagi.

Malam itu...

...saat itu sangat berangin.

Kenapa berpakaian seperti itu?

Ayo, kita minum.

Leicester kalah lagi, mereka kenapa?

Mereka punya waktu selama setahun dan itu saja.

Setidaknya mereka menikmatinya.

Benar, tapi apa kau pernah?

Kenapa kau kembali ke sini?

Aku baru saja kembali untuk beristirahat.

Tak mau menang berdebat, tapi kehilangan keluarga.

Biarkan saja, pasti istrimu juga sangat kesulitan.

Yang dia lihat di dunianya hanya ketiga anak itu...

...dan berpikir hal lain datang dengan mudah.

Aku sudah memberinya seluruh gajiku.

Hanya sedikit terlambat, dia mengeluh.

Seolah jika aku pura-pura lupa...

...bukankah dia gila?

Gaji komisi butuh waktu, itu kebijakan perusahaan.

Kau tahu itu.

Maaf, sudah lama kau tak dapat komisi.

Kau belum menikah, kau tak akan mengerti.

Aku ingin menjual mobilnya, dia bilang itu tidak nyaman.

Tapi dia mengganti pembantu setiap enam bulan sekali.

Teman-temannya bahkan lebih buruk...

...terus melarangnya menyewa.

"Menyewa tidak sepadan, kau harus membeli sendiri."

Kita di bidang real estat, tapi apa itu berarti kita harus membelinya?

Apa kita mampu membelinya?

Aku agen real estat, bukan pengembang.

Terkadang, aku iri padamu.

Ibumu meninggal di usia yang baik...

...memberimu apartemen, bebas hipotek.

Bahkan tanpa pacar...

Atau mungkin pernah, entahlah.

Tanpa karier, aku yakin itu.

Tak punya tanggung jawab, itu keren.

Aku pergi.

Pergi?

Ayo pergi.

Itu malam yang panjang...

...seolah-olah fajar tidak datang.

Aku mencarimu semalaman, ke mana saja kau?

Temui saja dia.

Temui siapa?

Pergilah.

Aku memang ingin pergi.

Tempat ini tidak cocok untukku...

...aku ingin pergi bekerja liburan.

Tentu saja, tempat ini tidak cocok untukmu.

Ini kecil, orang berpikiran sempit.

Tak sebanding dengan duniamu di luar sana...

...sangat tinggi dan tampan.

Apa maksudmu?

Kau juga tak suka di sini...

...kenapa kau tidak pergi?

Aku tidak peduli, di mana pun sama saja bagiku.

Ikut aku ke Irlandia.

Ada banyak alkohol di Irlandia?

Kau tahu kenapa seorang gadis membuka diri...

...dan menunggu seseorang?

Apa yang telah kau lakukan?

Kau payah.

Bagaimana kau bisa begitu tidak berguna?

Benar, aku tidak berguna.

Benda ini juga tidak berguna...

...ambillah kembali.

Semua pergi, tak ada yang suka di sini.

Halo, ini hari pertamaku di sini.

Aku mencari manajernya, Pak Yu.

Terima kasih.

Aku Cheung Chi-ling, dan kau?

"Lee Chi-hang, Agen Properti"

Pak Lee, halo.

Ini bisa membantumu.

Chi-ling berhenti.

Mei Lin, tolong tindak lanjuti akunnya.

Terima kasih.

Apa yang kau lakukan?

Aku mencari Nona Cheung dari Apartemen B lantai tiga.

Dia pindah kemarin, berhenti merusak interkom.

Pada saat itu, aku bertanya pada diriku...

Orang seperti apa Lee Chi-hang itu?

Kenapa dia hanya melihat dunia...

...dari balkonnya?

Hati-hati, air panas.

Ibu, lihat apakah ini cukup panas.

Tuangkan.

Aku tidak mau dipijat.

Benar.

Tin-sum, ini keahlian ibumu.

Kau akan merasa senang setelahnya.

Kakimu pasti tegang karena berlari.

Kemarilah, sekarang!

- Tidak... - Ayolah.

Makin cepat selesai, makin cepat kau bisa tidur.

Aku bahkan belum menekan keras...

...itu artinya ototmu sangat tegang dari berlari.

Kau tahu, Sayang?

Tin-sum, jika kau menang besok, itu pasti akan luar biasa.

Jika kau kalah, tidak apa-apa.

Jika kau tidak bisa, itu juga bukan masalah besar.

Ayah dan ibu akan selalu mendukung.

Apa menurut kalian aku sangat naif?

Kami sudah menamaimu Tin-sum.

Karena kami hanya ingin kalian bahagia setiap hari...

...itu saja.

Ayah membelikanmu sesuatu.

Hei, kemarilah!

Ini...

...lihatlah.

Aku kehilangan banyak hal, terbukti.

Itu mengesankan!

Semuanya sudah datang? Aku punya pengumuman.

Untuk menjaga citra sebagai seluruh perwakilan Hong Kong...

...presdir telah memutuskan bahwa semua kandidat harus ditimbang.

Siapa pun di atas 63,5 kg akan didiskualifikasi.

Apa? Ini tidak pernah dibahas!

Itu sebabnya aku memberitahumu sekarang.

Bagaimana kau bisa melakukan ini?

Baiklah, mari kita adil dan ambil suara.

Kau serius?

Yang setuju, berdiri di sini.

Mereka yang keberatan, berdiri di sana.

- Tentu saja, kami keberatan. - Itu tidak adil!

Benar, kenapa menambahkan peraturan ini sekarang?

Sepuluh lawan sepuluh.

Coby?

Kemarilah...

Coby? Hanya kau yang tersisa.

Maaf.

Coby, kita sudah lama berteman...

...dan sekarang...

Kau berani melakukan ini kepadaku!

Biar kujelaskan.

Aku merasa itu kejam bagi klub...

...sebenarnya, mereka hanya ingin menguntungkan diri sendiri.

Maafkan aku.

Pergilah.

Bukankah kau mau ke Jepang? Lalu kenapa kau datang?

Timbangannya sudah kuperbaiki.

Biarkan aku masuk dan kita bicara.

Tin-sum, aku tak mau ke Jepang lagi.

Aku hanya ingin sahabatku kembali.

Apa gunanya?

Kau pikir kita masih berteman?

Baiklah, ini hidangan terakhir.

Waktu yang tepat apa, mau ikut makan malam?

Apa itu? Kenapa kau tidak menjawab teleponku?

Apa aku wajib menjawab teleponmu?

Aku tak mau melakukan apa pun sekarang.

Ada apa dengan sikapmu?

Aku belum marah, aku tidak bisa pergi ke Jepang.

Bagaimana bisa? Kau tidak bisa masuk tiga besar?

Tidak, aku ditipu...

...bahkan tidak bisa berlari.

Kau pantas mendapatkannya, hanya saja kau memercayai mereka.

Apa katamu?

Berhentilah bertengkar.

Duduk dan makanlah.

Apa yang sebenarnya terjadi? Katakan.

Aku tak percaya Coby...

Kami sudah berteman sejak kecil, tapi dia mengkhianatiku.

Kalian berdua lihat betapa kerasnya aku berlari dan dilatih.

Kenapa mereka melakukan ini kepadaku?

Aku tidak pernah menyinggung mereka.

Karena kau bodoh...

...berlari tanpa alasan jelas.

Apa katamu?

Kenapa kau menyerangku?

Baiklah, diam.

Setidaknya, aku tahu kekuranganku.

Tapi kau? Ada kesadaran diri?

Lulusan universitas, tapi penuh lumpur.

Kau tidak bisa mendapatkan wanita, tapi mereka mencampakkanmu.

Apa yang telah kau capai seumur hidupmu?

Mari makan.

Katakan sesuatu.

Tak mau bicara?

Berhentilah bertengkar.

Keluarlah!

Keluarlah, lawan aku!

Jika kau mengalahkanku, serahkan kepada siapa pun itu.

Keluarlah!

Keluarlah!

Larilah! Kau takut kalah?

Maaf, Pak Wong.

Diharapkan untuk jatuh

Berdiri terlalu lambat

Para penonton meremehkanku

Menghitung hidupku

Aku hanya ingin jalan yang aman

Saat kecemasan tumbuh, jiwaku menua

Terlahir sebagai pecundang

Aku sangat menderita

Tapi jika bisa memilih lagi Akan kubaca fabel itu

Sekarang tanyakan diriku Apakah itu ada artinya?

Semangati dirimu sekali saja

Pada akhirnya, sendirian

Kau akan sadar seumur hidup Tidaklah cukup

Aku menyukaimu Jadi aku menerima kekuranganku

Pemenangnya sekarang Di belakang kita

Seperti sepotong kayu Yang tidak akan terbakar

Ada satu hal Yang tidak bisa ditahan

Galaksi telah hancur Kau harus cari cara baru

Mungkin bintang lain

Kita merayakan hari jadi ke-10 kita di sini.

Untuk hari jadi ke-20 kita, aku ingin berlomba 10 km denganmu.

10 km ditambah 10 km, jadikan lomba 20 km.

Bukankah itu manis?

Saat kesehatanmu membaik...

...kau bisa melakukan apa pun yang kau inginkan.

Aku Huang Rong.

Dengan bantuan Guo Jing sang pahlawan...

...kekuatanku akan meningkat sepuluh kali lipat.

Berkat kau.

Jika kau sungguh dia...

...aku tidak perlu memasak.

Hei, aku sudah membantu mencincang.

Semangati dirimu sekali saja

Pada akhirnya, sendirian

Kau akan sadar seumur hidup Tidaklah cukup

Aku menyukaimu Jadi aku menerima kekuranganku

Pemenangnya sekarang Di belakang kita

Seperti sepotong kayu Yang tidak akan terbakar

Ada satu hal Yang tidak bisa ditahan

Galaksi telah hancur Kau harus cari cara baru

Mungkin bintang lain

Segera, saat setiap detak jantung Menjadi kemewahan

Menangis sia-sia Berpikir kau tidak berguna

Siapa yang bisa menyalahkanmu Karena berusaha?

Aku akan bertahan Dengan napas terakhirku

Tersenyum tanpa penyesalan

Aku belum cukup

Mencintai

Bulan ini.

Hayden, Pegawai Terbaik Bulan Ini.

Selamat!

Orang yang datang terakhir, ada yang ingin kau katakan?

Jika tidak ada urusan lain, mari bertemu lagi bulan depan.

- Baiklah, ayo bekerja! - Baik!

Permisi, aku mencari Wong Kwok-wai.

Wong Kwok-wai? Tolong tunggu.

Putranya datang.

Mari berbincang.

Sebenarnya tidak terlalu buruk...

...hanya masalah kardiovaskular.

Jika memburuk, dia butuh angioplasti.

Sebagai putranya, kau harus menjaganya...

...dan menghindari latihan berat.

Jika harus, datanglah bersamanya.

Pak Wong?

Pulang dan beristirahatlah.

Di mana ponselku? Astaga.

Ini dia.

Ayo.

Aku harus pergi ke suatu tempat.

Halo...

Maaf, aku masih tidak bisa menemukannya.

Bisakah kau membantuku?

Aku tidak bisa melihat dengan baik, aku tidak membawa kacamata bacaku.

Benar, yang ini.

Totalnya empat...

...dan mereka berdua.

1007, 1023, 0627, 0628.

Baik, keempatnya ada di sini.

Terima kasih.

- Terima kasih banyak. - Sama-sama.

Sampai jumpa.

"Kai-tai Sports"

Makanlah sesuatu.

Aku berencana meminta kalian berdua untuk membantu...

...perayaan hari jadi ke-20 kami...

...jadi, aku melibatkan kalian.

Kau masih mau lari?

Ya.

Mungkin Wai-ying juga akan ada di sana.

Potret aku.

Maafkan aku.

Bicara soal foto...

Sejak kita bertemu lagi, kita belum berfoto bersama.

Bagaimana kalau kita berswafoto?

Baiklah.

Kita tidak butuh ponsel untuk swafoto.

Ini dia.

Seharusnya kukembalikan ini kepadamu, tapi aku terus lupa.

Ada di sini selama ini.

Foto ini...

...diambil saat kita kelas 6 SD, bukan?

Ya, tampaknya kau lupa semuanya.

Ini dia.

Ayolah.

Dokter baru saja bilang, tentang kesehatanmu...

Apa katanya?

Apa kata dokter?

Apa yang dia tahu?

Aku selalu mengajarkan kepadamu...

...jangan menunda sampai besok yang bisa kau lakukan hari ini.

Tahun ini hari jadi kami yang ke-20 dan ke-21 tahun depan...

...mereka tidak sama.

Mari lari saat kau sudah pulih...

...aku tidak mau sesuatu terjadi padamu.

Kau sangat keras kepala...

...dan sangat menyebalkan hingga kau tak mengerti.

Kau yang keras kepala.

Dia sudah tidak di sini lagi...

...untuk lari atau tidak, tidak ada bedanya sekarang.

Kau dari sekolah mana? Kau tak belajar apa pun?

Tak ada bedanya? Kata siapa tak ada bedanya?

Itu membuat perbedaan besar bagiku.

Prinsip kita berbeda.

Keluar.

Bawa ini juga.

Keluar!

Jaga dirimu.

Pak Lee?

Pak Lee?

Kau butuh istirahat?

Tidak, mari kita lanjutkan.

Aku tidak mengerti kenapa Pak Wong memarahiku saat itu...

...tapi aku mulai mengerti sekarang.

Apa yang kau gumamkan kepada Bu Wong tadi?

Aku ingin libur di hari Minggu.

Pak Wong berlari 10 km, aku ingin berlari dengannya.

Tidak boleh.

Jangan hari Minggu ini.

Aku sudah mengatur pertemuan pukul 09.00 untukmu...

...aku memberimu kesempatan ini dengan klien besar.

Bisa kita lanjutkan nanti?

Perlombaan dimulai besok pagi, aku senggang di sore hari.

Ada apa denganmu?

Klien harus naik pesawat begitu kesepakatannya ditandatangani.

Waktu tidak menunggu siapa pun...

...kendalikan dirimu.

Chi-ling saja sudah pergi...

...kau juga ingin kehilangan pekerjaan?

Kita tumbuh bersama...

...tapi harus ada batasan.

Pokoknya, aku harus menemuimu di sana hari Minggu nanti.

Jika tidak, kita jangan bertemu lagi.

Kau sudah bangun?

Kita harus menandatangani kontrak, jangan terlambat.

Baiklah, sampai jumpa.

Apa yang terjadi? Aku sudah menunggu lama.

Maafkan aku, Bu Ma.

Aku akan meneleponnya lagi, tidak akan lama...

Aku harus pergi sekarang...

- ...aku harus bergegas ke bandara. - Tidak, Bu Ma.

"Nama Agen, Lee Chi-hang"

Chi, aku pergi.

Aku juga hampir selesai.

Sampai jumpa.

"Penjualan Bulan Desember Trusty Realty"

Lain kali duduk di kursi belakang...

...kau tidak bisa duduk di depan saat hamil.

Bagus membiarkan bayi melihat cara ayah mengemudi.

Bodoh, kau ingin dia menjadi sopir?

Apa pun yang dia lakukan, selama dia sehat.

Masuklah, aku harus menelepon sebelum masuk.

Jangan terlalu lama, jangan buat kerabat kita menunggu.

Baiklah.

Kau sudah bangun?

Kita harus menandatangani kontrak, jangan terlambat.

Baiklah, sampai jumpa.

Wimpy Leung, peringkat terakhir lagi!

Ayo, kami menunggu!

Benar, Wimpy Leung!

Aku harus pulang!

Ya! Ayo!

Teruskan, Yu Leung!

Lari lebih cepat, terus jalan!

Teruskan, Yu Leung!

Lari lebih cepat, Yu Leung!

Lari lebih cepat!

Teruskan, Yu Leung!

Lari lebih cepat, terus jalan!

Kau pasti bisa!

Ayo, Yu Leung!

Teruskan!

Lebih cepat, Yu Leung!

Kau pasti bisa, Yu Leung!

Lari lebih cepat!

Kau pasti bisa, Yu Leung!

Apa kau berteman dekat dengan Yu Leung?

Kau bersorak sangat keras tadi.

Aku ingin mendukungnya...

...dan menyemangati diriku.

Menyemangati dirimu?

"Sekali saja dalam hidupmu, semangati dirimu!"

"Tahun 1998"

Halo, Semuanya...

Hari yang luar biasa berada di Kota Kowloon hari ini...

...lihat bagaimana di sini berdengung sekarang?

Kali terakhir di sini sangat penuh sesak...

...mungkin saat bandara pindah 20 tahun lalu.

Penduduk di sini tak keberatan dengan blokade jalan...

...karena jarang bagi pelari...

...untuk menghadiri acara yang sangat penting.

Mereka pasti akan mendukungnya.

Benar, akan segera dimulai di Bypass.

Lalu ke jalan utama, dan ini pos pemeriksaan pertama.

Aku sangat ingin melihat bagaimana mereka menyelesaikan lomba 10 km.

Yu Tin-sum, melapor untuk bertugas.

Kau berhasil.

Tentu saja...

...aku harus menyelesaikan lari amal lima km.

Apa yang terjadi? Aku sudah menunggu lama.

Maafkan aku, Bu Ma.

Aku akan meneleponnya lagi, tidak akan lama...

Yu Leung, maafkan aku.

Jika tidak lari bersama Pak Wong...

...kurasa aku akan sangat menyesalinya.

Terima kasih sudah mendukungku selama ini.

"Kau selalu bisa mengalahkan dirimu"

"Pacer, atlet tunanetra"

Itu saja dariku...

...aku sudah melakukan lari amal lima km.

Aku akan mati jika meneruskan.

Teruskan, Pak Wong!

Aku sangat lapar, aku harus makan.

Untuk hari jadi ke-20 kita, aku ingin berlari 10 km denganmu.

Pak Wong, bagaimana kondisimu?

Bapak baik-baik saja?

Medis...

Kami butuh bantuan.

Pak Wong?

Bisakah seseorang membantu?

Pak Wong, jangan menakutiku...

Bisakah seseorang...

Aku tidak tahu apa yang kulakukan.

Pak Wong, jangan menakutiku...

Pak Wong...

Tolong minggir.

Apa yang terjadi di sini?

Tak ada napas dan denyut...

...pasang defibrilator eksternal otomatis.

Baik, mundur.

Menjauh dari pasien, aman!

Tiga, dua, satu, kejut.

Cek napas dan denyut, tak perlu kejut.

1001, 1002, 1003, 1004, 1005...

Bagus, napas dan denyut kembali.

Pak, kau bisa mendengarku?

Chi.

Chi.

Terima kasih sudah datang sejauh ini bersamaku.

Anak baik!

Baiklah, sekarang kami harus membawamu ke rumah sakit.

Bagaimana kau bisa begitu tidak berguna?

Kau payah.

Kau dari sekolah mana? Kau tak belajar apa pun?

Tak ada bedanya? Kata siapa tak ada bedanya?

Itu membuat perbedaan besar bagiku.

Waktu tidak menunggu siapa pun...

...kenapa kau tidak sadar?

Larilah! Kau takut kalah?

Tolong jaga dia, agar dia bisa tumbuh dengan aman.

Jalanilah hidup biasa, itu akan baik-baik saja.

Minta ayahmu menjagamu.

"Sekali saja dalam hidupmu, semangati dirimu!"

"Tahun 1998"

Pak, aku penolong pertama.

Biar kuhentikan pendarahannya.

Pak, kau tidak boleh pergi seperti itu.

Ada pelari yang baru saja terjatuh...

...dan aku bisa mendengar sorakan makin keras di sini.

Dia sepertinya menempa sepanjang sorak-sorai.

Masih ingat melangkah Ke sekolah untuk kali pertama

Masih ingat menongkrong Di jam istirahat setiap hari

Memakai alat tulis sebagai senjata

Berbagi biskuit

Masih ingat menyanyi Denganmu di depan kelas

Kita tumbuh dalam enam tahun

Sepatu kita mengecil hari demi hari

Meninggalkan sekolah kita Sambil menangis bahagia

Hanya untuk menyadari Betapa kita merindukan setiap wajah

Lari terus!

Kau hampir sampai!

Bangun, tunjukkan kemampuanmu!

Ayo! Lari terus!

Bertahanlah!

Hampir sampai! Beberapa langkah di depan!

Bertahanlah, tunjukkan kemampuanmu kepada dunia!

Ayo!

Hampir sampai!

Ayo!

Lari terus!

Lee Chi-hang hampir sampai!

Beberapa langkah di depan!

Ayo!

Terima kasih.

Terima kasih sudah berlari di sisiku.

Siapa lagi?

Hanya kau yang berlari.

Sudah berapa lama?

Kurasa sudah 20 tahun.

Ini belum banyak berubah.

Kau ingat istriku menjemput kita sepulang sekolah?

Begitu melihatnya, kau berlari ke "bus sekolah".

Pak Wong, ingatanmu bagus.

Aku hanya melihat-lihat foto lama untuk mengingat.

Bos!

Dekorasi yang baru.

- Apa kabar, Wanita Gemuk? - Tampak sangat bagus.

Kukira kau tak akan kembali, dari mana saja kau?

Aku kembali ke Filipina untuk menemui putraku.

Karena dia sudah lulus SD...

...sekalian saja merenovasi rumah.

Kau pasti kaya, tak perlu bekerja.

Jadi, kau butuh peningkatan?

Mau ukuran ekstra besar atau bahkan lebih besar?

Ayolah, yang benar saja.

Ada raket badminton baru?

Hei, jangan tanyakan ini padaku mulai sekarang.

Tanya dia, dia yang memimpin sekarang.

Staf baru? Pria yang tampan.

Raket badminton, ya? Lewat sini.

Ya, aku mau yang biru tua.

- Biru tua, yang ini? - Ya.

Tentu.

- Yang ini, bukan? - Ya.

May pelanggan tetap di sini.

Beri tahu aku jika butuh sesuatu...

...dia pensiun.

Terima kasih banyak.

"Kai-tak Sports"

Renovasi membawa perubahan, bisnis membaik.

Itu saja.

Terima kasih, Pak Lee.

Jika ada masalah, hubungi asistenku.

Kau membawa payung?

Mungkin akan segera hujan.

Aku bawa.

Aku tidak akan mengantarmu keluar...

...tidak perlu terburu-buru.

Sampai jumpa...

Permisi.

Aku punya foto di sini...

...bisa masukkan ke buku untukku?

Tentu, akan kuberi tahu editornya.

Terima kasih.

Biar kuantar keluar?

Kau tahu jalan keluarnya?

Ya.

Aku tersesat saat keluar setelah hari pertamaku bekerja di sini.

"Sekali saja dalam hidupmu, semangati dirimu!"

"Tahun 1998"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.