Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI
MAIN DI SENSA69 SITUS GAME ONLINE TERLENGKAP AMAN & TERPERCAYA
MAIN DI SENSA69 BEBAS GANGGUAN & MENANG BERAPAPUN PASTI DIBAYAR!
CARI KAMI DI GOOGLE "SENSA69"
A PLACE CALLED SILENCE
A PLACE CALLED SILENCE
♪ Menjelajahi dunia yang jauh dan luas ♪
♪ Kau selalu di sisiku ♪
♪ Oh lautan luas, rumahku ♪
♪ Oh lautan luas, rumahku ♪ [PENGGALANGAN DANA SMA JING HWA]
Mari mengheningkan cipta sejenak
untuk mereka yang meninggal karena tsunami
1 tahun yang lalu.
Di hadapan bencana yang dahsyat,
kita diingatkan arti dari kehidupan.
Kita tumbuh bersama.
Dan kita maju bersama.
Tempat ini luas tapi sekarang cuma terpakai separohnya.
Lihat itu?
Selalu saja bocor. Air hujan terus masuk.
Kau harus cari cara untuk memperbaikinya. / Kurasa
kau harus merenovasi seluruh tempat ini.
Renovasi? Itu butuh biaya mahal, jenius.
Maaf. / Pak Kepala Sekolah.
Aku tak tahu kalau kau ada disini. / Kau tak apa-apa?
Tak apa.
Kau tak apa-apa?
Pakai ini. Nih. / Tak usah. Aku bisa kok.
Biar kulap bajumu,.
Anu, pak...
Pak. / Aku kepikiran...
Bocornya yang disini lebih parah.
Permisi sebentar.
Yeah.
Lagian kenapa buruk sekali cuacanya?
Selalu saja hujan.
Tambal saja.
Masalahnya selalu turun hujan. Bebannya bisa jadi masalah.
Bagaimana kalau atapnya runtuh?
Minimal tunggu sampai acara penggalangan dana selesai
sehingga nanti ada uang buat renovasi.
Acara ini sebentar lagi.
Sekarang disini tergenang sangat tak bisa dibiarkan.
Untuk saat ini carilah cara memperbaikinya.
Ditambal. / Tambal.
Zaifu.
Kenapa kau potong rambut?
Akhir-akhir ini performamu bagus.
Permisi, apa kau melihat Tong?
Permisi, apa kau melihat Tong?
Bu Zhang.
Maaf, apa kau melihat Tong?
Tong?
Dia pergi sama teman-teman sekelas nyari perahu kertas.
Terima kasih.
terjemahan broth3rmax
Sekarang mari kita sambut
Sutradara Kreatif kita, Gao Jingshu.
Tenang, tenang. / Dan Penata Rambut,
Zhong Xiaoqing.
Xiaoqing.
Perancang Kostum, Huang Wenling.
Dan yang terakhir, bintang pertunjukan ini,
model kita,
Chen Yutong.
Chen Yutong.
Mau nyari keseruan?
Atau, kalian cewek-cewek mau gabung kami?
Apa?
Semuanya pergi!
Lebih cantik tanpa poni.
Kamu kreatif banget.
Memang 'kan?
Terlihat lebih bagus.
Kamu cantik.
Katakan.
Dimana ponsel itu?
Tek nemu dimanapun.
Mana ponselku?
Dimana itu?
Disini?
Atau disini?
Lihat dia.
Ayo ngomong, cewek bisu!
Berikan lemnya.
Menjijikkan.
Ibumu menggoda ayahku.
Sekarang siapa yang mau kau goda?
Tahu tidak?
Bagaimana kalau dikasih lipstik.
Cantik.
Cantik banget.
Mempesona.
Bicaralah.
Katakan sesuatu.
Diamlah selama hidupmu.
Ayo pergi.
Dah.
Tong.
Ayo nanti kita pergi ke bekas kastil.
Tong. / Aku akan ramal pakai kartu.
Menemukan dimana ponsel itu.
Tong.
Tong.
Hujannya deras.
Kenapa lompat kakimu tinggi sekali?
Kenapa dengan cuaca ini?
Ya ampun.
Dimana-mana hujan. / Semuanya basah.
Ayahnya Angie memergokinya dan membawa dia pulang lagi.
Kalau tidak kita berempat yang main ke sini
bakalan lebih rame.
"PETI MATI"
Memang benar. Terakhir bisa nelpon.
Tahu tidak?
Ibunya si bisu itu dulunya akuntan.
Sekarang dia bersih-bersih gym.
Yeah.
Demi putrinya yang berharga.
Tak tahan rasanya.
Itu jorok.
Kok bisa ponsel ini nyala setelah sekian lama?
Jingshu.
Halo, Layanan Kepolisian Kota Doma.
Halo, Layanan Kepolisian Kota Doma.
Apa kondisi daruratmu?
TEH JERUK NIPIS SEGAR (KUMQUAT)
Begitu aku mencium aroma teh kumquat aku tahu Bu Li ada disini.
Suamiku yang menanamnya. Nanti kapan-kapan kubawakan.
Terima kasih.
Orangtua mereka sudah melaporkan kasus orang hilang.
Tolong bisa tidak kau berhenti main-main?
Kali ini sungguh tak ada kaitannya sama aku.
Menjengkelkan.
Apa yang bisa kubantu?
Pak Kepala Sekolah.
Menurutku akan lebih baik bagi Tong
kembali ke kelas berkebutuhan khusus.
Apa dia mengalami kesulitan menyesuaikan diri di kelas reguler?
Dia sudah bisu sejak lahir.
Menaruhnya di kelas reguler sekarang
mungkin terlalu susah dia atasi.
Juga,
dia dulu bisa bergaul dengan baik
sama teman-temannya di kelas berkebutuhan khusus.
Dengar, Bu Li.
Dengan penampilanmu,
kerja disini sebagai tukang bersih-bersih
untuk menyokong anakmu.
Sedih saja melihatnya.
Pastinya berat.
Aku cukup menyukai Tong.
Itu sebabnya Bu Zhang memindahkan dia ke kelas reguler.
Supaya dia bisa belajar
hidup seperti orang normal lebih cepat.
Jika dia kupindah kembali sekarang,
orang akan menganggap ada apa-apa
antara kau dan aku.
Dianggap aku menyalahgunakan kekuasaan.
Aku tak akan membahas dengan detil
bagaimana Angie memperlakukan Tong.
Jika kau tak bisa menyelesaikan masalah ini
bisa tidak minimal menjauhkan dia?
Ini manjur untuk batuk.
Mari kita saling bantu.
Terkadang, tidak bicara
lebih baik ketimbang bicara ngawur.
Aku akan segera berkonsultasi sama Bu Zhang.
Terima kasih, pak.
Aku tak akan mengganggumu lagi.
Terima kasih. / Terima kasih.
Anak-anak jaman sekarang
tak kenal takut kemanapun.
Bang Wen, ada rumor di sekolah ini.
Soal seorang pembunuh
mengintai sekitar sini. Diduga, setelah dia bunuh orang,
dia gunakan minyak mayat
untuk membuat lilin.
Menghillang selama 2 hari sangatlah normal.
Aku dulu sering kabur saat seusia mereka.
Bang Wen, aku bicara jujur.
Mungkin pembunuh itu ada dekat sini.
Juga, yang paling penting adalah...
Bang Dai.
Pak, kapan kau datangnya?
Sudah agak lama.
Aku mulai gelisah nunggu kalian.
Kalian menemukan sesuatu?
Kami tahunya...
Kami baru sampai sini. / Yeah.
Apa kira-kira kalian menemukan?
toilet sekitar sini.
Toilet.
Semua disini toilet. / Di luar hujan.
Aku kebelet BAB.
Arah situ.
Tak apa, pak. Ini ada tisu. / Oke.
Tak perlu. Sekarang siang hari.
Aku tak ngerti saja.
Mengapa juga mereka menjadikan dia bos kita?
Kau mestinya yang naik pangkat. / Sudahlah. Tak usah ngomong lagi.
Ayo kita kembali. / Kita masih mencari?
Tidak, sudah hilang.
Satu botol bir. Sebuah petunjuk.
Apa ini?
Tunggu aku!
SENSA69 BEBAS GANGGUAN & MENANG BERAPAPUN PASTI DIBAYAR! CARI KAMI DI GOOGLE "SENSA69"
Tong.
Tetap tenang.
Kami cuma ingin bicara.
Jumat lalu.
Apa kau lihat teman-teman sekelasmu ini yang menghilang?
Gao Jingshu.
Huang Wenling. / Menjijikkan.
Zhong Xiaoqing.
Seseorang melihatmu bersama mereka
sepulang sekolah.
Ada yang kau ingat?
Jika kau ingat sesuatu, tulis saja.
Oh, ya.
Apa ini milikmu?
Tong.
Kau pergi kemana setelah itu? / Tong.
Hai.
Kau ini... / Aku ibunya Chen Yutong.
Kau tukang bersih-bersih sekolah ini.
Bu Li Han.
Silahkan duduk.
Masalahnya adalah,
ada yang bilang
sebelum ketiga gadis ini menghilang,
mereka bersama putrimu. / Benar.
Jumat lalu,
sekolah ini menggelar lomba perahu kertas.
Tong hari itu kurang enak badan,
makanya kuajak dia pulang. / Begitu ya.
Bentar.
Kau bilang padanya hari apa?
Kenapa kau bilang hari Jumat?
Sepertinya kau begitu yakin.
Semua orang tahu. Setelah doa bersama,
beberapa siswi menghilang. / Tunggu sebentar.
Kami bertanya pada dia.
Dia tak bisa bicara. / Aku tak suruh dia bicara.
Ada pulpen dan kertas. Dia bisa tulis.
Nih.
Tulislah yang kamu ingat.
Ayo.
Bagaimana kalau begini saja?
Biar kubawa dia pulang dulu. Aku akan tanya dia.
Barangkali dia mengingat sesuatu,
nanti kukabari. / Apa?
Jadi, kami mesti ngikuti jadwalmu?
Bu.
Anak ini ketakutan. / Apa maksudmu?
Kami menakuti dia?
Siapa yang menakuti dia?
Sekolah macam apa ini?
Kok bisa anak-anak belajar tanpa AC?
Jadi, dia...
Mungkin mereka boleh pulang dulu, dan menuliskan yang diingat.
Kalau kau setuju, lakukan saja. Kenapa tanya aku?
Dengar sini.
Kenapa kau tak ikut pergi hari itu? / Aku demam setelah kecebur ke sungai.
Jumat lalu, kami pergi untuk melepas perahu kertas supaya diberkati sepulang sekolah.
♪ Saat aku kecil, ibu mengatakan ♪
♪ Rumahku adalah lautan luas ♪
♪ Dekat laut aku dilahirkan ♪
♪ Dan di laut aku tumbuh besar ♪
♪ Oh lautan yang luas ♪
Angie!
Angie!
Angie!
Ulurkan tanganmu. / Ayo.
Semuanya mundur. / Angie!
Ulurkan tanganmu. / Pak.
Ulurkan tanganmu. / Ayo.
Pelan-pelan.
Mereka bilang mau pergi ke markas rahasia ini,
sebuah bekas kastil dekat sekolah.
Setelah itu, aku tak bisa menghubungi mereka.
Aku kena demam tempo hari.
Aku ke rumah sakit. / Apa ada bukti?
Lihat saja kalau kau tak percaya.
Baiklah, kau boleh pergi sekarang.
Buang-buang waktu saja.
Selanjutnya, silahkan.
Mari kita sambut Tong kembali ke kelas berkebutuhan khusus.
Beri tepuk tangan.
Tong, kenapa tak ikut saja menggambar sama kami?
Biar ibu lihat.
Tak apa.
Tak perlu lihat arah sini.
Permisi,
Zhong Xiaoqing.
Permisi, Zhong Xiaoqing.
Bisa bantu aku menemukan Zhong Xiaoqing?
Kamu jangan berdiri disini ya? / Aku ibunya.
Jangan bagikan selebaran disini. / Dia menghilang beberapa hari...
Ini tempat lalu lalang mobil, tahu? / Apa?
Bukankah sekolah ini mestinya tanggung jawab atas keselamatan siswinya?
Sudah kubilang berkali-kali tapi kau tak dengar.
Permisi.
Permisi.
Permisi.
Bu Li.
Apa kau melihat Xiaoqing?
Tidak.
Bu Li.
Jika kau melihat Xiaoqing dekat sekolah,
atau di rumah temannya,
tolong bisa kabari aku?
Kalau kulihat dia,
akan segera kukabari.
Ayo.
Tong.
Tong.
Kau sudah melihat Xiaoqing 'kan?
Zhong Xiaoqing.
Jangan bohong padaku, ya?
Jika kami melihat dia, kami secepatnya akan kabari.
Ayo.
SITUS GAME ONLINE TERLENGKAP AMAN & TERPERCAYA CARI KAMI DI GOOGLE "SENSA69"
Bu Li. Selamat datang.
Hujannya lebat sekali hari ini.
Sayang.
Aku tahu.
Temperatur turun di Guangzhou.
Pastikan pakai baju hangat.
Jangan sampai kena flu. / Teh Pu'er yang kau bawakan
manjur.
Lain kali bawakan lagi.
Kau dengar itu?
Jangan ngirim kebanyakan. Aku tak bisa minum semuanya.
"Nasi."
Bang Hui. Berikan 1,5 kilo beras.
1,5 kilo.
Kau tadi ngomong apa? / Tong.
Anak pintar.
Begitu ya. / Tak heran ayahmu memanjakanmu.
Kalau begitu akan kutulis.
Kau tadi ngomong apa? Jumat.
Aku tahu.
Kamu basah kuyup.
Biar kukeringkan.
Bang Hui. Nih. Maaf merepotkan.
Ini.
Ayah mau sampaikan sesuatu.
Dia bilang lain kali akan ngajak kita ke Guangzhou. / 1,5 kilo.
Jadinya 25.
Dia memang ayah tiri, tapi baik sama kalian berdua.
Ada seorang pria yang ngurusmu,
dan yang sayang sama putrimu.
Totalnya 50.
Ya Dewa.
Ini semua jeruk nipis yang ditanam suamiku.
Mbak.
Kupersembahkan ini di kuil kemarin. Bagikan ke orang-orang.
Biar aku.
Kau boleh urus yang segar nanti.
Cuaca yang sangat buruk.
Ayo.
Kalau begitu pindahkan mejanya.
Naiklah duluan.
Hati-hati dong.
Ongkosnya mahal perbaiki temboknya. / Maaf.
Tanganku licin. / Yang benar saja.
Aku sudah sumbangkan semua penghasilan sewaku
untuk amal.
Setiap sennya
pasti dimanfaatkan untuk yang penting. Kau ngerti?
Tong pulang.
Nih, lihat ini.
Ini Gathering Firefly di acara amal.
Ikutlah main selama liburan. Sangat seru.
Bu Xu.
Acara ini untuk korban tsunami 'kan?
Betul. / Kalau begitu kami tak ikutan.
Permisi.
Awas.
Bu Xu.
Apa ada orang baru yang pindah sini? / Yeah, yeah.
Taruh saja situ. / Itu dia.
Pak Lin.
Apa yang kau lakukan di sini?
Bu Xu membantuku. Sewanya lebih murah disini.
Kalian saling kenal? / Yeah, kami ketemu di sekolah.
Bang Lin ini kolegaku.
Hati-hati.
Awas. / Maaf ya. Maaf, maaf.
Maaf ya.
Bu Li. Apa itu jeruk nipis?
Jeruk nipis yang ditanam suaminya Bu Li
rasanya sangat enak.
Bu Xu. Persembahkan ini ke kuil.
Ambillah beberapa. / Gantunglah sebungkus di pintuku.
Apa yang kau lihat?
Masuk saja.
Tong.
Tong.
Di rumah saja.
Ibu mau ambil jeruk nipis.
Tunggu ibu.
[Angie: Kamu dimana? Ayahku sudah nelpon polisi.] [Zhong Xiaoqing: Sampai ketemu di tempat yang biasa.]
Bang Dai.
Tukang bersih-bersih itu.
Selamat, Pak Fang. / Selamat, Pak Fang.
Dah.
Tolong ingatlah kami, pak.
Dah, pak Fang. / Ayo.
Guru.
Hati-hati di jalan. / Kembalilah kerja.
Pak Fang.
Kau baik sekali, Bu Li.
Kau tak mendapatkan ini setelah pensiun.
Dah.
Dah.
Zaifu.
Nanti bawa pulang barang-barang pemberian mereka ini.
Aku sendirian. Tak suka buang-buang barang.
Selamat.
MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rmaxSUB
Pak.
Kubawakan kulkas baru untuk ruang rekreasi.
Dan kupindahkan yang rusak.
Itu sudah lama tak dipakai.
Kulkas itu
sudah sering diperbaiki.
Dan tetap saja rusak.
Rusak artinya ya rusak.
Tak bisa diperbaiki.
Apa kau melihat Angie?
Angie, kau lihat dia?
Sungguh aku tak lihat dia seharian ini.
Aku akan cari.
Yang memasuki aula sekarang adalah para siswi
yang kehilangan asrama karena tsunami.
Sudah setahun mereka di Sekolah Perempuan Jing Hwa,
dan prestasinya bagus dalam
akademik maupun atletik.
Yang akan naik panggung adalah para siswi
dari kelas berkebutuhan khusus, dipandu oleh gurunya.
Anak-anak ini dari bintang,
yang punya keunikan sendiri...
Berikan sambutan paling tulus.
Tong, ngapain disini?
Pak Lin.
Perbaikan apa hampir selesai?
Hari ini gladi-resik yang terakhir.
Drum band solar terms
telah mengikuti banyak kompetisi.
Kepala Sekolah harus tahu. Inilah upaya maksimal kami saat ini.
Kau harus perbaiki menyeluruh nanti.
Terima kasih kepada drum band solar terms
atas penampilannya yang luar biasa.
Sekarang, saatnya untuk Kepsek dan pimpinan sekolah lainnya
untuk naik ke atas panggung untuk peresmian.
Para siswi, mari kita hitung sama-sama.
3.
2.
1.
[Panggilan masuk: "Ayah"]
Itu mayat!
Awas!
Polisi memastikan bahwa siswa yang dilaporkan hilang dalam surat pemberitahuan sekolah telah ditemukan.
Lanjutkan penyelidikan ini.
Begitu berkuasanya si putrinya Kepala Sekolah itu!
Angie selalu mem-bully si bisu itu.
Bu Li.
Tong.
Tong.
Apa ada orang mencurigakan
berkeliaran sekitar sekolah akhir-akhir ini?
Beberapa
guru dan siswi
telah melaporkan tentang
ada seseorang menyelinap masuk di depan sekolah.
Katanya dia mengambil foto, video.
Kamu mengenaiku tadi.
Itu cuma air.
Kenapa kau rekam-rekam video?
Ada seorang pekerja sosial di Yayasan Amal Build 2Gether.
Namanya Li Zaifu.
Selama tsunami tahun lalu
rumahnya hancur tenggelam.
Pak Fang menyelamatkannya.
Dan lewat rekomendasi Pak Fang-lah
dia dapat kerjaan sebagai tukang
di sekolah ini untuk mendapat uang tambahan.
Tapi suatu hari
putrinya mengalami kecelakaan
dan meninggal.
Kuminta Zaifu untuk kembali bekerja
karena kasihan.
Sejak itulah, kapanpun dia melihat
gadis muda seusia putrinya,
pandangan mukanya terlihat aneh.
Anehnya sekarang aku mulai memikirkan itu.
Lin Zaifu yang mengambil foto para siswimu?
Kurasa kalian harus menyelidiki dia.
Apa itu Lin Zaifu?
Kalian pasti saling kenal.
Tong!
Tong!
Bu Xu.
Tong.
Tong.
Tong.
Kubunyikan bel pintu ratusan kali tapi tak kau buka-buka.
Aku bawa kunci. Makanya aku masuk sendiri saja.
Rumah ini kondisinya parah.
Aku takut terjadi apa-apa.
Kau baik-baik saja?
Oh, ya.
Aku ada sesuatu untuk yayasan amal.
Dan kulihat trukmu parkir di luar.
Bisa tolong bantu antarkan?
Bagaimana kalau besok saja?
Besok?
Baiklah kalau begitu. Baik.
Apa kau memang sibuk hari ini?
Kau juga bantu mengemasinya.
Makasih.
Bang Lin. Bisa kasih tumpangan ke pusat kota?
Siang ini. Ada...
acara reuni alumni. / Bu Xu.
Aku nanti masih ada urusan. / Terima kasih. Kau baik sekali.
Bu Li!
Polisi mencarimu. / Bu Li.
Tanganmu.
Kenapa bisa terluka? / Kena paku.
Tahanlah.
Tak apa.
Seseorang terbunuh di sekolah hari ini.
Ya. / Kenapa kau pulang lebih awal
selama jam kerja?
Pak Polisi.
Putriku hilang.
Kau bisa bantu mencari dia?
Dia adalah Lin Zaifu.
Itu pasti berat. Biar kubantu. / Tak usah.
Bang Lin.
Tapi sekarang ini tidak pasti
kalau putrimu menghilang.
Bagaimana kalau aku periksa di dalam rumahmu?
Jangan dilempar-lempar.
Kresek hitam.
Kresek hitam.
Kresek hitam.
Apa isinya?
Jangan pergi!
Jangan bergerak!
Jangan bergerak!
Kau tak apa-apa?
Kirimkan ambulans.
Dia terluka.
Ternyata Wu Wang yang mengambil gambar.
Aku menemukan di dalam kameranya Wu Wang
banyak video... / Li Han.
dia merekam orang lain. / Bu, nulisnya bisa lebih cepat?
Kita bisa tahan dia dulu. / Usia.
Dia orang mesum.
Beberapa malam sebelumnya, kupergoki dia
berniat tak baik di atap gedung sebrang jalan. Dia juga mengintai di sana tadi.
Kukira itu Lin Zaifu. Itu sebabnya aku kejar dia.
Pak Polisi. Putriku dalam bahaya. / Tentu, tunggu sebentar.
Bisa tolong bantu aku? / Sebentar.
Jangan buang-buang waktu disini. / Kemarilah.
Biar kutanya padamu.
Apa yang kau lakukan sekitar rumahnya dia?
Selasa.
Hitam.
Pakai mantel ini.
Apa yang kau katakan?
Kau tak akan pernah berubah!
Ketawa?
Ketawa?
Ayo ketawa?
Ketawa!
Ayo bicara!
Kenapa kau melakukannya? Katakan!
Apa yang kau lakukan disini?
Apa yang kau lakukan?
Apa?
Paman, sudah cukup. Kau bisa membunuhnya!
Dia kemana-mana bawa kamera merekam-rekam video.
Berapa lama kau sudah lakukan ini dan berapa banyak yang kau rekam?
Berapa video di dalam situ?
Dasar mesum, ayo temui dekter.
Bagaimana caramu mendidik anak?
Dia merekami cewek cewek.
Sekarang bahkan merekamku. Ini semua buktinya.
Kupanggil polisi sekarang. / Tolong jangan.
Kita semua keluarga. Ini tak perlu. Tapi...
Kami yang akan urus ini saat kau panggil polisi. Jangan memperumit masalah.
Hey, nak. / Apa?
Ini uang untuk beli jajan.
Aku tak mau uangmu. / Nak, jangan nangis.
Aku janji. Aku akan pindah besok.
Besok aku sudah pergi. / Kuingin kau pergi sekarang.
Bukan besok.
Sudahlah.
Sudahlah.
Semua ini salahku.
Bang Dai, kau memukulkan agak keras.
Ini memang putranya.
Apa?
Anak yang kabur dari rumah.
Pak. Dia merekam videonya Chen Yutong.
Lihat.
Apa ini gedungmu?
Begitu saja.
Bagaimana dengan yang ini? / Ini... tidak.
Ini bukan rekaman hari ini.
Hanya sekali ambil.
Apa kau punya lagi videonya putriku?
Apa kau lihat dia melakukan sesuatu?
Apa lagi yang kau syuting?
Apa lagi?
Apa kau lihat dia pergi kemana?
Bicaralah.
Bicaralah.
Kenapa tak lapor polisi kalau lihat dia dibegitukan?
Kenapa kau tak menolong putriku?
Kenapa tak kau tolong dia?
Kenapa tak kau tolong?
Aku berusaha melindungimu.
Apa maksudmu?
Apa maksudnya itu?
Kami hanya lihat bagian ini saja.
Mereka sudah
menonton sekitar 56
video penyiksaan anak.
Penyiksaan anak itu kejahatan serius.
Kenapa kau tak menurut sama ibu?
Harus berapa kali kubilang?
Jangan menemui orang lain. Kenapa tak mau nurut?
Harus berapa kali kubilang?
Kenapa tak mau nurut?
Jangan sampai kau ulangi lagi.
Mau ulangi?
Ini untuk kebaikanmu.
Ibu melindungimu. Kau ngerti?
Aku memberi pelajaran sama putriku.
Bang Dai, sekarang.
Pak Polisi, ini tak ada hubungannya sama kasus ini.
Tapi ini beda kasus. / Putriku sungguh dalam bahaya.
Penyiksaan anak itu kejahatan serius.
Tetap disini.
Akan kubantu mencarikan putrimu.
Lalu kami akan putuskan
apakah itu mendidik atau penyiksaan.
Cepat. Cepat!
Ayo! Buka pintunya! Kalian berdua tetap disini.
Ketuk yang ini. Ayo.
Cepat!
Apa kau lihat seorang anak perempuan?
Setinggi ini. / Cepat, cepat!
Ketuk yang ini.
Seperti ini. Mungkin.
Kau lihat?
Silahkan masuk. / Terima kasih.
Bu Li. / Pak Yang.
Mereka membawamu untuk ditanyai juga?
Siapa sangka masalah begini
bisa terjadi di sekolah itu?
Pak Yang.
Buat apa kunci ini?
Kulihat Bu Fang membawanya juga.
Maksudmu yang ini?
Ini kunci ruang rekreasi di yayasan amal.
Sudah lama aku belum kembali ke sana.
Kami tak sanggup merevovasinya
jadi sekarang tidak digunakan.
Pak Yang, bisa ke sini sebentar?
KANTOR POLISI KOTA DOMA
Halo, ini Lembaga Amal Build 2Gether Kota Doma.
Halo, hai. Boleh kuminta alamat lama ruang rekreasi?
SENSA69 SITUS GAME ONLINE TERLENGKAP AMAN & TERPERCAYA CARI KAMI DI GOOGLE "SENSA69"
Bukunya Pak Fang
yang menyimpan banyak kehidupan.
Kukasih tahu sesuatu.
Aku punya ponakan laki-laki
awalnya,
dia sungguh bandel. Dan kemudian,
setelah Pak Fang mengajar,
sekarang
dia benar-benar berubah.
Pak Fang itu sungguh
tidak mementingkan diri sendiri dan tak kenal takut.
Selama hidupnya dia mencari kebenaran.
Bukan begitu, Bang Lin?
Orang bisa sekeras batu,
tapi kebenaran seperti palu
yang bisa memecah batu paling keras sekalipun.
Betul.
Begitu yang dikatakan Pak Fang.
Polisi, buka pintunya.
Halo.
Tong. Kaukah ini?
Halo, Wen?
Kuingin tanya padamu. Dimana Li Han sekarang?
Dia pergi membawa mobilnya Pak Yang.
Tapi di rekaman CCTV dia terlihat di suatu tempat dekat rel kereta.
Jalankan pemeriksaan pada seseorang terlebih dahulu.
Suaminya Li Han.
Banyak sekali polisi disini.
Yayasan amalnya di belakang sana.
Aku kelupaan sesuatu.
Halo. / Bu Xu.
Ini Bang Hui.
Halo. / Bu Xu.
Sinyalnya jelek banget disini.
Bicaralah lebih keras. Biar kukeraskan.
Halo, Bu Xu. / Kau ngomong apa?
Kubilang, Lin Zaifu jadi buronan sekarang.
Polisi mencurigainya terlibat dalam kasus hilangnya para siswi sekolah.
Kau dengar itu? Kau harus hati-hati.
Aku tutup dulu. Kami akan sampai sebentar lagi.
Sungguh omong kosong.
Omongan yang ngawur.
Dia sudah gila.
Kau tahu, begitu sunyi
dalam mobil ini.
Biar kuputarkan musik saja.
Perkembangan besar dalam kasus pembunuhan Sekolah Wanita Jing Hwa.
Polisi mencurigai
seorang pekerja sosial full-time di Lembaga Amal BUILD 2GETHER,
pria bernama Lin Zaifu. Mereka saat ini sedang mencari tersangka.
Dengan ini kami menghimbau para warga
untuk melaporkan bila melihat tersangka tersebut.
Berita yang konyol.
Siapa yang bilang begitu?
Konyol sekali.
Apa kau percaya palu kebenaran
bisa memecah batu?
Pergi!
Xiao Tong.
SENSA69 BEBAS GANGGUAN & MENANG BERAPAPUN PASTI DIBAYAR! CARI KAMI DI GOOGLE "SENSA69"
Perahu kecil.
Untuk Pak Fang.
Ini terbang ke langit, lihat?
♪ Terbang ♪
♪ Lalu pergi tidur ♪
Ayah.
Sekarang hari ulang tahunku.
Selamat ulang tahun.
Nanti kita potong kue saat sampai rumah.
Lalu ayah akan mengajakmu ke suatu tempat.
Naik perahu.
Ajak aku naik perahu. / Tentu.
Tentu.
Kenapa suara angin di kamu keras?
Ayah kira kamu di dalam kelas. / Seekor merpati, terluka.
Tong dan aku merawatnya.
♪ Selamat ulang tahun untukmu. ♪
Huijun. Kami ada hadiah untukmu.
♪ Mahkota. ♪
Kau suka?
Selamat ulang tahun.
Cantik sekali. Jangan gerak.
Jangan gerak.
Jangan gerak.
Haijun, yang ceria.
Ayo, yay!
Yang ceria.
Jangan gerak.
Nanti bisa jelek rambutmu.
Jangan gerak.
Cantik sekali.
Kocoklah.
Sup rumput laut khusus ulang tahun.
Kami membuatnya khusus untukmu.
Jangan gerak. Buka mulutmu. / Buka mulutmu. Ayo!
Jangan gerak. Buka mulutmu.
Minum lagi! / Buka mulutmu.
Menjijikkan.
Jangan sembur ke aku. / Lagi!
Sebotol hampir tak cukup.
Buka mulutmu.
Telan!
Kamu merasa mual?
Apa mual pagi hari?
Mual pagi hari. (hamil)
Apa ayahmu sudah tahu ini?
Keluarkan semua.
Lihat sini.
Senyum!
Senyum!
Apa? Kau masih mual?
Apa ini?
Merpati kecil.
Berikan. / Merpati ini terluka.
Merpati, dia terluka!
Kembalikan!
Kembalikan!
Kau harus tendang lagi!
Hentikan, hentikan!
Jangan sentuh aku!
Oper sini.
Apa kau bodoh?
Merpati.
Kenapa tak suruh dia berdiri di atas situ?
Cewek ultah. Dia yang harus naik takhta.
Biar kulihat. Cuma lihat saja.
Jangan gerak.
Berikan!
Merpatimu mau jatuh. / Merpatimu, Huijun!
Naik sana!
Naiklah dan bergembiralah.
Ayo!
Si bisu datang!
Lihat, siapa itu? / Kau begitu melindunginya.
Tong.
Rayakan ultahmu.
Ayo, pertunjukan tetap lanjut.
Buat apa kau panggil dia?
Kami sudah siapkan takhta untukmu. / Naiklah sana!
Naiklah sana!
Ayah...
Kenapa kau bawa pisau?
Ayo pergi.
Naiklah sana!
Dari mana ponsel itu asalnya? / Yang ceria!
Ini ultahmu.
Mengapa kau telpon polisi? Apa yang kau pikirkan?
Pergi!
Naiklah sana! Ayo lakukan.
Ayam babonnya kabur sama anak ayamnya.
Tak ada yang mencarimu.
Kembali.
Tak ada yang bisa kita perbuat. Kau dengar?
Kita tak bisa berbuat apa-apa.
3...
Merpatinya mau jatuh. Naiklah sana cepat!
Merpatinya jatuh.
Naiklah sana.
Kita tak bisa berbuat apa-apa.
2...
1!
Kalau kau tak naik sana merpatinya akan jatuh!
Tunggu ibu disini.
Naiklah sana! / Lihat.
Merpatinya mau jatuh. Naiklah sana!
Merpati. / Lakukan!
3...
2...
Tak peduli kapan dan dimana
Ini untuk semuanya.
Tindakan baik dan jahat
disebabkan kesadaran.
Tindakan baik dan jahat
disebabkan kesadaran.
Dimana ada kebaikan, kejahatan berakhir...
Ponselku! / Ayo pergi, biarkan saja.
Mana ponselku? / Tinggalkan saja.
SENSA69 SITUS GAME ONLINE TERLENGKAP AMAN & TERPERCAYA CARI KAMI DI GOOGLE "SENSA69"
Yay!
Ayo. Yay!
Bergembiralah!
Senyum!
Apa, kamu masih merasa mual? / Kenapa kau muntahkan?
Jangan gerak.
Naiklah sana!
Ini terbang!
Ayah.
Ini terbang!
Tulis keinginanmu di situ.
Dan nanti akan terkabul.
Naik perahu.
Ayah, ajak aku naik perahu.
Disini
kita ada.
Tak peduli kapan
atau dimana,
ini untuk semuanya.
Tindakan baik dan jahat disebabkan kesadaran.
Dimana ada kebaikan, kejahatan berakhir.
Kehidupan baru dimulai.
Mereka semua sudah mati.
Mereka hanya menuai
yang mereka tabur.
Apa kau ingat kata-kata
yang kau tulis di buku ini?
Maafkan aku.
Aku akan bacakan.
Dan kau mengikuti.
Aku akan bacakan. Dan kalian mengikuti.
Disinilah kita ada.
Disinilah kita ada.
Tak peduli kapan dan dimana
Ini untuk semuanya.
Tak peduli kapan dan dimana
Ini untuk semuanya.
Tindakan baik dan jahat
disebabkan kesadaran.
Tindakan baik dan jahat
disebabkan kesadaran.
Dimana ada kebaikan, kejahatan berakhir, kehidupan baru dimulai...
Hui... Huijun.
Ayo pergi. / Ayo!
"SELAMAT ULANG TAHUN"
Pak Fang. / Zaifu. Zaifu.
Apa kau melihat Huijun? Dia tidak jawab telponnya. / Zaifu. Zaifu.
Dengarkan aku. Dengar.
Mari kita keluar dari sini dulu. Mari...
Dulu.
Maaf.
Ayah.
Ayah.
Ayah disini.
Huijun.
Merpati.
Aku...
Jangan nangis.
Ayah. Ayah tidak nangis.
Tidak nangis...
Tidak nangis...
Ayah akan membawamu pulang. Pulang.
Hui... Huijun.
Huijun!
Ayah akan bawa kamu dan merpati pulang.
Lalu kita akan pergi naik perahu.
Dimana ambulans?
Bisa tolong kami?
Tolong, kami butuh bantuan.
Huijun!
Kau jangan tidur, Huijun.
Huijun!
♪ Aku hanya ingin kau berada disisiku ♪
♪ Angin datang ♪
♪ Dan mencium wajahmu ♪
♪ Sebelum malam menjelang ♪
♪ Biar bintang menyinari matamu ♪
♪ Terbanglah ♪
♪ Lalu pergilah tidur ♪
♪ Terbanglah ♪
♪ Lalu pergilah tidur ♪
♪ Terbanglah ♪
♪ Lalu pergilah tidur ♪
♪ Terbanglah ♪
♪ Lalu pergilah tidur ♪
Permisi, apa kau tahu bagaimana putriku bisa mati?
Tolong bantu aku.
Xiaoqing.
Hubungi aku jika kau tahu sesuatu. / Xiaoqing.
Permisi. Hubungi aku jika kau tahu sesuatu.
Terima kasih. / Ponimu...
sudah berapa kali ibu bilang? / Permisi.
Kenapa? / Hubungi aku jika kau tahu sesuatu. Terima kasih.
Permisi, hubungi aku jika kau tahu sesuatu.
Permisi. Hubungi aku jika kau tahu sesuatu.
Maaf. / Halo!
Sudah kubilang, jangan disini! / Maaf.
Bantu aku.
Tak bisa. / Bantu aku.
Tidak, pergilah!
Zaifu, mari kita ke pinggir. / Tak bisa.
Permisi. Hubungi aku jika kau tahu sesuatu.
Terima kasih. / Permisi.
Maaf. / Tanganku lagi bawa barang. / Hubungi aku jika kau tahu sesuatu.
Hai, halo. Permisi.
Jika kau lihat atau ingat sesuatu, tolong hubungi kami, ya?
Terima kasih.
Zaifu.
Kasih aku lagi.
Kepala Sekolah.
Kepala Sekolah.
Ada apa, Zaifu? / Anu... rekaman CCTV.
Apa mereka menemukan sesuatu?
Kameranya sudah lama rusak.
Zaifu. / Bagaimana bisa rusak?
Pak Fang. / Kepala Sekolah, maaf.
Maaf.
Zaifu. Sudah berapa kali kubilang?
Kau tak bisa merubah
yang sudah terjadi dan tiada.
Sudah pulang saja. Kalau ingin teman ngobrol,
datanglah padaku kapan saja. / Tapi, Pak Fang, bagaimana kamera bisa rusak?
Tolong bantu aku disini, Pak Fang. / Zaifu.
Pak Fang melakukan ini demi kamu. / Pak Fang.
Bawa payung ini. Jangan sampai kehujanan.
Bagaimana kameranya bisa rusak?
Angie.
Yang.
Tolong urus Zaifu.
Kepala Sekolah.
Kepala Sekolah!
Pak, tolong dengarkan aku.
Jangan pergi, pak!
Kau tak apa-apa?
Kau tak apa-apa?
Zaifu!
Aku cuma ingin tanya pada sheriff. Tolong suruh dia temui aku.
Rekan-rekan kami sudah berusaha membantumu sebisanya.
Sheriff!
Sheriff lagi ada rapat. / Sheriff!
Tolong periksakan ini. Sheriff!
Lin Zaifu. Kameranya memang rusak. / Sheriff!
Pak Fang sudah mengkonfirmasi.
Huijun bunuh diri.
Putrimu merenggut nyawanya sendiri.
Kau harus terima faktanya! Jangan kembali ke sini!
Kenapa kau mengatakan Huijun bunuh diri?
Kami percaya padamu.
Zaifu.
Aku hanya manusia biasa.
Huijun sudah mati.
Tapi para gadis itu masih bisa diselamatkan.
Mereka itu jahat.
Mereka itu monster!
Mereka pantas mati!
Putriku tak bisa kembali.
Kenapa kau tidak tolong dia?
Dia tidak kembali, kau tahu?
Tidak kembali!
Kamu sudah percaya padamu!
Katakan.
Dimana putriku?
Zaifu!
Pak Fang!
Pak Fang! / Dimana putriku?
Dimana kau sembunyikan dia?
Putrimu tidak kembali. / Kami bukan pelakunya
yang membunuh putrimu.
Aku sudah mengubur putrimu di petak kebun.
Bagaimana?
Bagaimana rasanya kehilangan anak?
Katakan!
Katakan!
Kembalikan putriku...
LEMBAGA AMAL BUILD 2GETHER KOTA DOMA
Bu Li.
Bu Li. Bu Li.
Tolong, bangunlah. Ayo.
1, 2, 3.
Bangun.
Dasar bajingan itu.
Apa ini... kau menjatuhkan ini?
Si monster Lin Zaifu itu
membunuh 3 siswi sekolah.
Dia menguburkan Tong
dalam petak kebun di atap.
Apa Tong memang di dalam petak kebun?
Itu berari seluruh gedung itu berhantu.
Aku tak bisa menyewakannya lagi sekarang.
Tidak.
Aku akan telpon polisi. Mana ponselku?
Ponselku.
Tas baruku!
Halo, Layanan Kepolisian Doma.
Tolong
panggilkan ambulans.
Apa kau sudah gila?
Biarkan aku keluar! Berhenti sebentar.
Berhenti!
Hentikan!
Hentikan mobilnya!
Baik. Aku yang keluar.
Seluruh gedung sudah tahu
kau memukuli putrimu setiap hari.
Kau sinting. Kau harus ke dokter jiwa.
Kau dengar yang kukatakan?
Kuingin keluar dari mobil!
Biarkan aku keluar.
Biarkan aku keluar.
Biarkan aku keluar!
Dimana Tong?
Dimana Tong?
Aku tanya. Dimana Tong?
Petak kebunmu.
Dibawah tanah.
Apa sebenarnya yang dikatakan Tong padamu?
Kita...
semua pendosa!
Kembalikan putriku!
Kembalikan putriku!
Sekarang kau sama sepertiku.
Aku tidak sama denganmu!
Aku hanya seorang ibu.
Dimana kau sembunyikan Tong?
Dimana kau sembunyikan dia?
Dimana?
Putrimu
sekarang sudah bebas.
Hentikan mobilnya!
Pak, kau hebat. Menghentikan dia dengan satu tembakan.
Meleset. Dia masih hidup.
Ada satu orang lagi! / Panggil ambulans.
Mundur! / Panggil ambulans.
Mana sopirnya?
Sopirnya.
Mana sopirnya?
5 TAHUN YANG LALU
Bu Xu. / Kau sudah kembali?
Pihak perusahaan agak telat pulangnya.
Aku lupa kunciku.
Pinjami aku kunci cadangan. / Akan kuambilkan.
Ini.
Terima kasih.
Kukira kau tak pulang sampai besok.
Kenapa kau berpakaian seperti ini
selagi aku pergi?
Kamu dari mana?
Nongkrong sama teman-teman kerja. / Kamu pergi kemana?
Apa sakit? / Jangan pukul aku.
Akan kubuatkan teh.
Siapa yang kau telpon? Ibumu?
Kau ingin seluruh dunia tahu?
Bunuh aku.
Lihat siapa yang akan menyokongmu.
Aku juga menyokong ibumu.
Kau mau uang?
Ini cuma soal uang.
Kau sungguh ingin semua orang tahu?
Banyak orang di bawah sana.
Aku ingin mereka tahu.
Aku tak pergi kemana-mana. Aku tak mau pergi.
Biarkan aku masuk.
Biarkan aku masuk.
Ini kuncinya.
Buka sendiri pintunya.
Maafkan aku.
Aku salah.
MAIN DI SENSA69 SITUS GAME ONLINE TERLENGKAP AMAN & TERPERCAYA CARI KAMI DI GOOGLE "SENSA69"
Lin Zaifu.
Berhenti.
Lin Zaifu!
Lin Zaifu.
Lin Zaifu. / Ada yang ingin kau katakan pada keluarga korban?
Keluar!
Lin Zaifu.
Permisi.
Permisi.
Xiaoqing masih hidup 'kan?
Bangkitlah.
Pak Fang ternyata benar.
Mengapa kau lakukan ini?
Lihat perbuatanmu.
Ke nerakalah kau!
Bangkit!
Mungkin seseorang kirim pesan ke dia pakai bangau kertas.
Pak Lin.
Kami temukan catatan-catatan aneh ini di apartemenmu.
Mau jelaskan?
Polisi pergi ke sekolah.
9 Januari. Gladi-resik Terakhir.
Begitu banyak yang terjadi hari ini.
Tolong aku.
Siapa yang nulis ini?
Apakah Chen Yutong?
Mengapa dia menulis "tolong aku"?
Bisa bantu aku?
Apa yang telah kau lakukan terhadap Chen Yutong?
Bicaralah.
Dengar.
Ada seseorang yang merekamnya di kameranya
kalau kau membawa dia kesini.
Kenapa kau tak menolong dia hari itu?
Kau tahu betapa percayanya Huijun padamu?
Betul begitu?
Dimana Chen Yutong sekarang?
Dia ada di atap.
Kau bercanda ya?
Aku sudah periksa atap. Tak ada apa-apa.
Bagaimana dengan petak kebunnya?
Kami menemukan sesuatu. Gali sini!
Cepat!
Pak!
Ini. Bangau kertas yang kami temukan di TKP lain.
Setelah membukanya, kita bisa lihat gambar.
Jeruk nipis. Orang. Kipas angin.
Putrimu menghilang.
Mengapa kau mencari dia sendirian?
Bagaimana dengan suamimu? Dimana dia?
Dimana suaminya dia? Kerja di Guangzhou.
4 Desember 2005.
Teh jeruk nipis dikirim dari Guangzhou.
6 Desember 2005.
Prakiraan cuaca mengakatakan cuaca akan cerah seharian.
Harus mencuci bajunya Chen Mingzhang.
Sepatunya juga.
Lalu menjemurnya di balkon. 5 Januari 2005.
Kali ini mereka sungguh melewati batas.
Merundung Tong seperti itu.
Aku harus memotong rambutnya. 7 Januari 2006.
Pemesanan teh Pu'er.
Yang dikirim dari Guangzhou.
Tertulis atas nama Chen Mingzhang.
Tong. Kaukah itu?
Apa ini memang dirimu? Bersuaralah supaya ibu tahu.
Halo?
Halo, sayang. Temperaturnya turun di Guangzhou.
Ini semua catatan menyebrangi perbatasannya Chen Mingzhan.
Yang terakhir adalah 5 tahun lalu.
Lalu, dimana
pria ini sekarang?
Jeruk nipis yang ditanam suaminya Bu Li rasanya sangat enak.
Dewa, ini jeruk nipis yang ditanam suamiku.
Begitu aku mencium aroma tes jeruk nipis, aku tahu Bu Li ada disini.
Suamiku yang menanamnya.
Ini manjur untuk batuk.
Pak. Kemungkinan ini tulang laki-laki.
Pria ini adalah ayah tirinya Chen Yutong,
bukan begitu? Suaminya Li Han.
Benar?
Apa hubunganmu dengan Li Han?
Kalian berdua telah berbuat apa?
Dimana Chen Yutong sekarang?
Dia sudah bebas.
Mundur!
Mundur!
Pak.
Apa?
Katamu kau ingin menemuiku. Ada apa?
Pak. Lihatlah ini.
Putramu dengan sukarela memberikan ini pada kami,
kalau kita serahkan ini,
dia akan mendapat pengurangan hukuman. Dan kita juga dapat hadiah.
Chen Yutong waktu itu usianya 9 tahun.
Dan semua kasus ini
nampaknya terhubung dengan dia. Sekarang,
dia menghilang.
Kurasa
kita harus menemukan Tong secepatnya.
Cara tercepat adalah menerbitkan surat pemberitahuan.
Ap Li Han sudah melihat bukti ini?
Tidak. / Kalau begitu, tunggu sebentar.
Aku akan masuk sendirian. Kalian berdua tetap disini.
Baik.
Pak.
Jaringan TV besar telah menerima
video ponsel berjudul Lin Zaifu.
Beberapa waktu lalu, kasus pembunuhan berantai di Sekolah Jing Hwa terpecahkan.
Menurut laporan polisi
untuk menutupi insiden perundungan di sekolah itu
Kepala sekolah, An Huaimin, menyuap pihak berwenang di beberapa kesempatan.
dan terlibat penggelapan donasi melalui kolaborasi dengan yayasan Build 2gether.
Pak Polisi, aku sudah mengakui semuanya.
Apa kau menemukan Tong?
Biarkan aku masuk.
Tak boleh ada yang tahu
yang terjadi hari ini.
Ibu disini.
Ibu disini.
Mengapa kau tak menghubungi polisi?
Aku yang membunuh dia.
Pak Polisi.
Tong tak ada hubungannya dengan masalah ini.
Aku yang membunuh dia.
Aku menikah dengan Chen Mingzhan selama 2 tahun. / Dengarkan aku.
Dia tak pernah berhenti memukuliku. / Ucapanmu tak penting sekarang.
Bukti yang bicara.
Kami secara resmi
menangkap Chen Yutong. / Aku sudah mengaku.
Aku yang membunuh dia.
Tak ada hubungannya dengan Tong. Dia tak bersalah, kumohon.
Pak Polisi, aku mohon padamu.
Aku tanya sekali lagi,
mengapa kau tak menghubungi polisi?
Awalnya dia ayah yang baik.
Tak sangka dia menjadi monster.
Mestinya tak kutinggalkan Tong sendirian di rumah hari itu.
Bagaimana aku tahu kalau Chen Mingzhang pulangnya sehari lebih awal?
Dia...
saat kulihat dia, dia berdarah.
Aku seorang ibu.
Dia masih kecil. Dan dia anak perempuan.
Bagaimana mungkin aku telpon polisi?
Pak Polisi.
Kau bilang aku menyiksa Tong.
Aku cuma berniat menunjukkan padanya dimana batasannya.
Aku tak bisa biarkan orang lain menyakiti dia seperti itu.
Kuingin dia tetap bersamaku.
Apa salahnya?
Apakah itu salah?
Tong lebih berani dari yang kukira.
Bahkan dia ingin membebaskanku.
Dia pergi.
Pak Polisi, kumohon. Kumohon padamu biarkan saja dia.
Kumohon padamu biarkan saja dia.
Kumohon padamu biarkan saja dia.
Petugas Dai, kumohon.
Tolong jangan kejar dia.
Bangun.
Kau yang membunuh dia.
Lepaskan aku.
Aku bisa mendakwamu karena menyerang petugas polisi.
Kau mengerti?
Bang Dai, apa yang kau lakukan?
Saat gladi-resik dimulai, kalian tahu latihannya.
Cari tempat duduk di aula lalu duduklah.
Tong.
Apa?
"Ibu."
Bu Li.
Tolong bisa bukakan pintu ke lantai atap?
Anak pintar.
Untuk Tong.
MASIH ADA...
broth3rmax, 22 September 2024
NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD broth3rmax, 22 September 2024
INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax FOR ADVERTISING ONLY, WA 087814427939 (NEW)
MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rmaxSUB
MAIN DI SENSA69 SITUS GAME ONLINE TERLENGKAP AMAN & TERPERCAYA
SENSA69 BEBAS GANGGUAN & MENANG BERAPAPUN PASTI DIBAYAR!
CARI KAMI DI GOOGLE "SENSA69"
DAI GUODONG DIHUKUM 3 TAHUN PENJARA KARENA MEMBANTU TERDAKWA DALAM MENGHANCURKAN BARANG BUKTI
♪ Kuingin kau berada disisiku ♪
♪ Angin datang ♪
♪ Dan mencium wajahmu ♪
♪ Sebelum malam menjelang ♪
♪ Biar bintang menyinari matamu ♪
♪ Terbanglah ♪
♪ Lalu pergilah tidur ♪
♪ Terbanglah ♪
♪ Lalu pergilah tidur ♪
♪ Terbanglah ♪
♪ Lalu pergilah tidur ♪
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.