Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Bagaimana kau menghadapi ketakutanmu?
Aku menghadapinya. Aku sudah sering takut dalam hidupku.
Sangat takut.
Tapi rasa takut adalah sesuatu yang kau rasakan di perutmu.
Itu seperti pukulan.
Ada dua hal yang harus kau lakukan dengan itu.
Menurutku, lari atau hadapi.
Aku memilih untuk menghadapinya.
Kalau aku, aku seperti berdoa.
Biarkan Ketakutan Menang
Jangan khawatir, akan kupastikan kita bersenang-senang, dan Allie juga ikut.
Baiklah. Aku akan tetap di rumah pada Malam Tahun Baru.
Tapi sebaiknya kita tidak membuat papan visi atau semacamnya.
Berhenti berkedip.
Berhenti berkedip.
Ingat, kau harus menunggu
sampai lemnya lengket sebelum menempelkannya.
Saat menempelkannya, kau harus menekan...
Kau memperhatikan prosesnya?
Kau akan sendirian di pernikahan itu.
Aku tahu.
Alex akan menikah di Tahun Baru.
Siapa yang melakukan itu?
Terdengar seperti keputusan Julie bagiku.
Kau bersemangat?
Selama sebulan terakhir, aku terbangun berteriak,
yakin aku mengalami kecelakaan pesawat.
Pekan ini
aku bermimpi berada di pantai, jari kaki di pasir.
Tapi semalam agak berbeda.
Itu di pantai yang sama, tapi Bubba ada di sana.
Dia mengeluh
piña colada membuat giginya sakit, dan aku berkata,
"Sejak kapan kau bicara? Kenapa suaramu sangat rendah?"
Kau ingin memberi tahu orang mimpimu dan mereka bilang, "Kenapa?"
- Itu aneh. - Astaga.
Bagaimana aku akan melakukan ini sendiri?
Bawa saja foto bibimu ini.
Dia inspirasiku untuk lagu wisudamu.
Elise sangat menginspirasi.
Lihat dia.
Sangat percaya diri dan berdaya.
Lihat kalian berdua.
Pelancong dunia yang cantik.
Pengungkapan ini akan lebih baik andai kau punya cermin panjang.
Aku tidak bisa melihat diriku sebanyak itu sekaligus.
Jika kau takut terbang, kau tidak sendirian.
Lebih dari 40 persen warga Amerika memiliki ketakutan yang sama.
Apa kau tahu terbang adalah bentuk teraman...
Sial. Hei, Nona.
Baiklah, bibir cerah.
Tampak seperti kau akan mencium surat dan mengirimnya ke perang.
Berhenti.
Tamika bilang aku harus merapikan seragamku
untuk wisuda High Flyers.
Kenapa kau tak bilang kau akan wisuda?
Itu bukan masalah besar. Aku bahkan tak berniat hadir,
tapi mereka bilang seseorang yang istimewa akan memberi sambutan.
Aku mengharapkan Hoda Kotb.
Baik, jadi, bagaimana kau merayakannya?
Sebenarnya, aku ingin meminta diskon padamu
untuk beberapa koper yang cocok dengan rambut liburanku.
Jalang, kau bokek. Berhenti bermain-main.
Kalau begitu, baca aku.
Dengar, Linda.
Kau tak mendengarnya dariku,
tapi pergilah ke sub-level dua.
- Beri tahu Mike aku mengirimmu. - Baiklah.
Baiklah. Aku tak perlu mengisap penis untuk koper ini, bukan?
Mungkin saja. Berapa yang kau inginkan?
Aku tidak marah. Aku pernah melakukan lebih banyak demi hal yang lebih murah.
Barang Hilang
Hai.
Kaya mengirimku.
Aku akan lulus hari ini dan aku punya sesuatu...
- Ini luar biasa. - Ya, aku sering mendengarnya.
Setiap ruangan di sini seperti Gua Keajaiban.
Apa pun yang ada di rak bawah.
Bagus.
Jadi, orang-orang meninggalkan barang mereka?
Atau mereka tidak pernah kembali.
Tidak pernah kembali?
Aku akan naik penerbangan pertamaku.
Semoga ini bukan yang terakhir.
Hanya rak bawah.
Astaga. Tidak mungkin.
Tidak mungkin.
Ini seperti milik Elise.
Selera mahal.
- Aku akan mengambilnya. - Selamat kelulusan.
Bocoran, pembicara tamumu adalah video.
Selamat pagi.
Tahan liftnya.
Tahan.
Astaga.
- Tekan tombolnya. - Aku sudah menekan tombolnya.
Di sini luas, kau bisa bergeser.
Apa-apaan?
- Liftnya berhenti. - Jelas.
Mungkin rusak saat kau mencakar pintunya.
Salahkan Shake Weight-ku.
Omong-omong, kau sudah menyerahkan lembar absenmu?
Astaga.
Semua usaha itu demi pidato video dari kapten pengendalian massa?
Orang yang diinjak-injak?
Terrance Aku di acara wisudamu, di mana kau?
- Halo? - Tolong bersiap...
Halo?
Sial.
Tentu saja, ponselku masih tidak berfungsi.
Semua akan baik-baik saja. Mengerti?
Temanku, Mike, dan calon kekasihku, dahulu bekerja di pemeliharaan,
dan kini dia bekerja di keamanan.
Tunggu.
Mike dari Barang Hilang?
Kau kenal Michael Benedetti?
Ya. Aku butuh koper dan dia membantuku soal itu.
Ya, dia selalu lemah terhadap orang menyedihkan.
Sama seperti Alex.
Apa maksudmu?
Aku heran kau akan ke Hawaii untuk pernikahan Alex.
Maksudku, meski dahulu kalian bercinta.
Seperti makan di tempat kau BAB.
Bagaimana denganmu dan Mike?
Aku sudah mengakui perasaanku di depan Michael,
dan dia dengan sopan dan berulang kali berkata, "Tidak, terima kasih."
Jadi, setidaknya, aku tahu posisiku.
Aku masih berbagi tanaman kami, dan aku menyiramnya.
Philodendron, mereka tak pantas terjebak
dalam hal membingungkan.
- Hanya saja... - Kedengarannya seperti tidak akan.
Apa yang terjadi?
Itu terdengar seperti alarm.
Benarkah?
Apa itu terdengar seperti alarm, Patty?
Jelas!
Halo? Siapa pun?
Astaga.
Kita tidak tahu alarm itu mencoba memperingatkan kita tentang apa,
kau tahu maksudku?
Apa di sini panas? Kau kepanasan?
Kau tahu, aku hanya...
Aku butuh makanan, rokok, atau semacamnya.
Aku tak mau terlibat dalam pencurian kopermu.
"Pencurian kopermu." Lagi pula dari mana itu berasal?
Aku selalu siap.
Air.
- Mau? - Tidak.
Mel belum datang.
- Dia yang ingin kau temui, bukan? - Ya. Aku bosnya.
- Aku bisa mengiriminya pesan. - Aku akan mengiriminya pesan.
Alex Di mana kau? Aku harus segera pergi
Terrance Hei, Jackson, kau baik-baik saja?
Jadi, tinggimu 178 cm, 180 cm, 182 cm?
Sebenarnya, 180 cm.
- Baiklah. - Ya.
Aku masih pegal karena yoga.
- Ya? - Jadi, ya.
Lagi pula, gelasnya jauh lebih berat daripada serbet.
- Itu... Tentu saja. - Ada angin.
Ya. Aku mengerti.
Kita akan naik penerbangan terakhir. Duduklah.
- Dan ke Alex. Patty lewatkan penjemputan. - Dia menghilang?
Mel tak biasanya melewatkan kukis dan minuman jeruk.
Hei, Kawan, bisa bantu aku dan beri tahu dia aku mampir?
- Ya. - Terima kasih.
Apa ada hal lebih tenang yang bisa kau lakukan dengan kartu itu?
Jika kau berhenti dari pekerjaan ini, kau tak perlu mendengarnya lagi.
Baiklah, serius. Kenapa kau membenciku?
Masalah Alex itu dua tahun lalu.
Serius, Patty, kenapa kau sangat membenciku?
Kau duduk di kursiku.
Kau terkejut dengan musim.
Bibirmu yang tebal.
Serta aku benci kau mengambil tempatku di High Flyers.
Jika itu membuatmu merasa lebih baik,
aku melewatkan wisuda sekarang, jadi...
Sebenarnya tidak, karena itu seharusnya wisudaku.
- Tapi kurasa aku lupa tidur dengan Alex. - Itu dia.
Kau tahu, kurasa sangat gila dia mengundangmu ke pernikahannya
dan lebih gila lagi karena kau akan hadir.
Kenapa kau peduli?
Karena akhirnya sepertinya dia sudah melupakanmu.
Sial.
Baiklah. Sekarang, pilih satu kartu. Kartu apa saja.
- Kau di mana, Mel? - Aku trauma, Bung.
- Baunya seperti iga pendek di sana. - Kalian melihat Mel?
- Apa katamu? - Kalian melihat Mel?
- Dia tidak datang ke kelasnya. - Tidak sejak kemarin.
Sial. Tidak ada puntung rokok baru juga.
Tadi kau mencium puntung rokok?
- Mencoba mencari Mel. - Mungkin dia berhenti.
- Merokok atau pekerjaannya? - Keduanya.
Salah satu. Entahlah, aku hanya berhipotesis.
- Itu hadiah untuknya? - Permen karet nikotin untuk penerbangan.
Aku ambilkan ijazahnya untuknya. Kupikir dia mungkin menginginkannya.
- Kau sangat perhatian. - Sangat perhatian.
Kau akan merindukan Mel saat dia bepergian.
- Jangan mulai. - Tak ada yang salah dengan itu.
Dengar, aku merindukan Shaun setiap kali dia pergi ke Disney World.
Aku rindu Deshawn saat dia pergi untuk operasi bibinya.
- Saat itu aku merasakannya. Kau berdoa? - Tentu, Bung.
- Ini berbeda. Dia menghilang. - Bung, tenanglah.
Tidak apa-apa memedulikan satu orang
lebih dari orang lain, Terrance.
Kami selalu terlambat. Kau tidak pernah mencari kami.
Seperti kau dahulu peduli pada Tina sebelum kau menghancurkan hatinya.
Tapi aku tidak menyalahkanmu.
Mel seperti Lizzo-Rihanna. Lizzanna.
- Hei. - Akui saja.
Dia menyukainya.
Diamlah, kalian.
- Lihat? - Sudah kuduga.
Aku tak mau melakukan ini dengan kalian. Aku harus menemukan Mel.
Ya, dia menyukainya.
Ini seperti film You've Got Mail.
Bagaimana bisa seperti film You've Got Mail?
Karena namanya Mel.
Sial.
- Kau genius, Bung. - Ayolah, Bung.
Sial. Itu M-A-I-L, tapi kau dapat poin untuk homonim.
Tolong! Ayo!
Ayo!
Semua akan baik-baik saja.
Astaga. Halo?
Tidak ada dunia di mana merah berkedip tidak berarti buruk.
Aku tidak bisa bernapas!
Aku tidak bisa bernapas! Tidak bisa bernapas!
Aku tak boleh mati seperti ini, terjebak di peti besi!
Keluarkan aku dari sini!
Mike bilang dia meninggalkan Barang Hilang beberapa saat lalu.
Hei, Kaya!
Kau punya balsam panas lagi?
Tidak, ada masalah rantai pasokan.
Permisi. Astaga.
Otot paha ibuku tertarik saat bermain pickleball,
dan sekarang jadi masalah.
Dia ada turnamen besar sebentar lagi.
Aku tak tahan...
- Ada apa? - Mel.
Tidak ada yang melihatnya, dan dia belum melakukan penjemputan.
Kami memeriksa Paulie's Pretzels, Dunkin' Donuts,
kamar mandi BAK, kamar mandi BAB.
Dia tidak ada di tempat normalnya.
Baik, pertama, Mel hanya suka Auntie Anne, tak pernah suka Paulie.
Kau sudah periksa kursi pijat?
Tempat menyusui?
Terkadang dia masuk ke sana untuk tidur siang.
Baik, aku bisa mengaktifkan kanal Slack jika kau mau,
tapi jangan beri tahu Mel bahwa aku membantu kalian
karena kami sedang tidak bicara.
Mel terjebak di lift. Bank lift. Sub-level dua. Koridor B.
Ayo. Ayo, cepat.
- Aku tak bisa bernapas! - Kami akan mengeluarkanmu.
Astaga. Sial.
Astaga.
- Kau butuh sesuatu? - Dia butuh rokok.
Nikotin.
Kau baik-baik saja?
Kau sangat terobsesi denganku, itu memalukan.
Beri dia ruang, Bung. Astaga.
Kau harus tenang, Mike.
Aku peduli padanya. Sebagai teman.
Kau ikut?
Salut untuk pemadam kebakaran, Bung.
- Mereka diremehkan, Bung. - Ya.
Kau tahu, mereka juga bisa memanggang lebih baik daripada polisi?
Aku yakin piknik mereka seru.
Karena mereka membuat steik hampir matang.
Tak ada yang setengah matang atau matang.
Aku tak boleh makan steik.
Aku bahkan tidak bisa berada di lift selama satu jam.
Bagaimana mau naik pesawat selama 12 jam?
Aku tidak akan pergi ke Hawaii.
- Kau mau pergi? - Tidak jika itu berarti naik pesawat.
Mulai sekarang, aku hanya berurusan dengan kepastian.
Aku akan tetap di tanah dan naik tangga.
Ayolah, Mel.
JFK BANDARA INTERNASIONAL JOHN F. KENNEDY
Kau membeli sesuatu?
Aku punya rencana untuk membantu Mel. Kau ikut?
Kau tahu aku akan melakukan apa pun untuknya. Apa yang kau pikirkan?
JFK adalah salah satu bandara terbesar di dunia,
jadi, kita harus membentuk seluruh tim untuk melakukan ini.
Pertama, kita butuh benang untuk menunjukkan suasananya.
Benang, siap dipindahkan.
Untungnya, Rory punya koneksi yang bisa membawa kita ke area terlarang.
Hanggar Lima.
Selamat datang di Bandara JFK.
Kode Hanggar Lima: 867052 Lokasi diamankan
Aku akan minta Shaun dan Deshawn membeli kebutuhan lainnya.
Dapat. Berhasil.
Tapi ada satu hal yang tak bisa kulakukan, menyuruh Mel pulang.
Aku bisa mengatasinya. Aku akan meminta Mike melakukannya.
Patty, aku butuh bantuan.
- Bagus. - Bukan bantuan seperti itu.
- Tentu. - Itu rencananya.
- Kau bisa pergi? - Siapa yang akan menghentikanku?
Denise, aku keluar.
Bukankah hanggar latihan terlarang?
Jadi, ini yang terjadi, ya?
Aku selalu berpikir kau akan membunuhku dengan melonggarkan roda mobilku.
Seharusnya aku tahu.
Tak ada orang yang makan ikan microwave
sebanyak itu, tapi tetap waras.
Kau tak memberiku pilihan.
Baik, cepatlah, ya?
Juga hindari wajahku. Aku akan terkubur dalam bulu mata ini.
Keluar, Jelek.
Terrance, sedang apa kau di sini?
- Terima kasih, Patty. - Tidak akan pernah lagi.
Halo. Aku sesama penumpang kelas satu yang menuju Maui.
Terrance, apa ini?
Aku ingin kau naik pesawat ke Hawaii besok,
tapi pertama, kita akan mencoba yang ini.
Ini simulator latihan, jadi, tidak akan meninggalkan tanah.
Kau mau?
Baiklah. Josh?
Yang terbaru dan terhebat dari dapur hantuku.
Kau membuatnya untukku?
Jahe di kukis akan menenangkan perutmu.
- Sampanye akan mengacaukanmu. - Aku tak keberatan.
PELATIHAN AWAL PRAMUGARI JFK
- Kaya. - Sepertinya kita siap naik.
- Kau baik-baik saja? - Sejauh ini baik-baik saja.
Baiklah.
- Kau juga terlibat? - Ya.
Selamat datang di Penerbangan 420.
Menuju Maui, Hawaii.
- Biar kubawakan. - Terima kasih.
Baik, jadi, kau mau kursi dekat jendela atau lorong?
Bagian ini kau harus memilih.
- Hei, kalian. - Hei.
Jendela. Aku belum pernah melihat awan dari dekat.
- Ini bagus. - Ya, kelas satu.
Ya.
Aku punya bom dan pisau, dan aku sangat marah!
Tidak, aku penumpang yang tidak puas.
- Aku tidak punya bom atau pisau. - Ya, aku bisa melihatnya.
Tapi aku sangat marah, aku tidak akan berbohong.
Hanya masalah pribadi, sungguh.
Tidak merasa dilihat di tempat kerja.
Dee Dee membuatku kesal lagi, mendengkur keras sekali.
Aku ingin bicara satu hal tentang dengkuran itu,
satu hal saja, tapi aku dianggap jahat.
Pak, aku ingin kau diam
sebelum aku mengusirmu dari pesawat ini.
- Aku Marsekal Udara. - Mengerti.
Mereka menjagamu dari penumpang gila saat kau terbang.
Senang mengetahuinya.
Selamat datang.
Kami senang melayanimu di penerbanganmu ke Maui.
Seperti burung bar-tailed godwits,
kita akan menggunakan angin suportif untuk membawa kita ke arah barat.
Ini hari yang indah. Ini akan menjadi penerbangan yang lancar.
Kita akan mulai.
- Akan seperti lepas landas sungguhan. - Baiklah.
Para Penumpang, kita yang berikutnya untuk lepas landas.
Jika aku mati, tolong beri Bubba rumah yang baik.
Apa? Siapa Bubba?
- Mode pesawat! - Sial, benar. Mode pesawat.
- Itulah fungsinya. - Benar. Aku seperti...
Bahkan jika ini jatuh dari langit-langit, pesawat masih bisa mendarat.
Serta pakailah meski itu merusak rambutmu.
Pramugari, siapkan pesawat untuk keberangkatan.
Hei.
Jika kau mulai merasa cemas, tekan saja di sini.
Baiklah.
Aku masih sangat takut.
Apa yang paling membuatmu takut?
Naik ke udara
lalu percaya bahwa kita akan tetap di udara
lalu turun dari udara.
- Jadi, semuanya. - Semuanya.
Baiklah, jadi, aku di sini. Tenang saja.
Pramugari, duduklah.
Kurasa aku tak bisa melakukan ini.
Lihat aku.
Hei, lihat aku.
Kita semua baik-baik saja.
Kita sudah mencapai ketinggian jelajah 30.000 kaki.
Simulasi lepas landas kita selesai.
Astaga. Aku berhasil.
Seperti anak burung yang membebaskan diri dari sarangnya yang aman,
secara perkembangan, dia siap terbang.
Mel, kau siap.
Kau berhasil.
Kau mungkin melewatkan wisudamu, tapi kau takkan ketinggalan pesawat.
- Kau anggota High Flyer sekarang. - Hei.
- Selamat, ya. - Selamat.
- Ayo. - Kau Flyer sekarang.
- Pahlawan! - Kalian melakukan ini untukku.
Aku mencuri bingkainya.
Tapi itu ide Terrance.
Ini semua ide Terrance.
Selamat. Aku bangga padamu.
Terima kasih untuk semua ini.
Entah apa aku bisa naik pesawat tanpamu,
apalagi mendarat sendiri.
Aku tahu kau bisa. Aku tidak ragu.
Kami mungkin tak bisa berada di pesawat bersamamu,
tapi kami semua mendukungmu.
- Kau Jackson Santai sekarang. - Ya.
Mudah.
Jangan khawatir. Pendaratannya sama, hanya ke arah sebaliknya.
Lihat dirimu. Kau berhasil.
Maaf aku terlambat.
Alex, bukankah seharusnya kau berkemas?
Kau pergi malam ini. Sedang apa kau di sini?
- Yang benar saja. Kemari. - Bukankah kau sibuk
- melakukan semua hal tentang pernikahan? - Kemari.
Tidak, tidak untuk ini.
Jika kau datang ke Hawaii untukku, aku bisa berada di sini untukmu.
- Kau melakukan itu. Aku bangga padamu. - Terima kasih.
- Sobatku, kau berhasil. - Ya.
Itu yang kusebut GOAT, Terrance.
Itu yang kau sebut tepat sasaran.
- Kurasa begitu. - Astaga.
Ada apa, Bung? Kenapa kau berdiri seperti Claire Danes?
- Terima kasih banyak sudah datang. - Sama-sama.
Bung, dia? Aku tahu kau tak salah paham, Bung.
Ayolah, Bung, dia akan menikah. Kau tak perlu khawatir.
Tidak, bukan begitu.
Terkadang kau bisa tepat sasaran,
tapi itu tidak penting karena dia mendukung tim lain.
- Sampai jumpa. - Tidak.
- Semua akan baik-baik saja. - Sudah waktunya.
Kau bisa, T.
Aku tak percaya kita membuat papan visi.
Aku butuh sampanye lagi untuk ini.
- Untuk apa penyiram tanaman itu? - Itu.
Benar. Aku memutuskan tahun ini, aku tidak akan bercinta.
Sengaja?
Selama itu menguntungkanku, ya.
Aku hanya ingin menyiram kebunku sendiri.
Sebaiknya itu penyiram tanaman yang keren.
Dengar, kalian berjanji
ini akan lebih menyenangkan daripada Vegas bersama Lamar.
Tapi aku malah melihat Melissa melakukan...
- Sayang, apa yang kau lakukan? - Aku...
Aku hanya memakai selotip washi untuk membingkai pohon palem ini.
- Kau mau menjelaskan itu? - Ya.
Ini pohon palem.
Mereka di Hawaii.
Aku akan ke Hawaii besok.
Di Hawaii, aku akan memberi tahu Alex aku masih menyukainya.
Jadi...
Mel.
- Jadi, kau... - Bisa ambilkan pena gliter itu?
Tunggu. Kau bilang kau pergi
karena ingin menyentuh Samudra Pasifik atau semacamnya.
Aku tahu. Tapi ternyata, aku membohongi diriku selama ini.
Seolah-olah aku tak bisa lihat orang lain karena aku memakai kacamata Alex,
dan yang kulihat hanya dia.
- Aku masih menyukainya. - Perasaan yang itu?
- Perasaan romantis? - Ya.
Lalu sekarang aku takut jika aku tak memberitahunya perasaanku,
aku akan menyesalinya seumur hidupku.
Aku tahu bagaimana kedengarannya, tapi...
Saat aku melihatnya di pesawat itu...
Perasaan itu masih ada.
Aku masih merasakannya.
Perasaan tak bisa diperdebatkan.
Ya, bisa.
- Kau mendukung ini? - Ya.
Maksudku...
Ya?
Apa hal terburuk yang bisa terjadi?
Entahlah. Beri tahu aku.
Dengar.
Kau di Maui.
Kau tampak cantik memakai baju terusan sutra Eloquii,
irama wajah, seperti yang kuajarkan.
Kau melihat senampan mai tai.
Kau ambil itu.
Lalu pramutama bar berkata,
"Hei, itu hanya untuk tamu undangan."
Lalu kau bilang, seperti wanita dengan keyakinan dalam misi...
"Aku diundang."
Garnis? Kau tak punya waktu untuk garnis.
Habiskan itu.
Lalu tendang pintu ruang dansa.
Mereka di sana, mempelai wanita, mempelai pria, dan kau,
siap bertarung demi priamu.
Lalu kau bilang, "Jangan nikahi dia, Alex. Kau tak mencintainya. Kau mencintaiku."
Lalu Alex melihat Julie.
Lalu dia melihatmu. Lalu dia melihat Tuhan.
Lalu dia melihatmu dan berkata, "Mel..."
Tunggu.
Hanya aku yang pernah menikah di sini.
Bukan hanya ada Mai Tai dan baju terusan.
Ini yang tidak kau lihat.
Kau gugup dan mual, sudah seharusnya.
Begitu pintu itu didobrak,
semua telepon yang merekam pernikahan
kini menyorotmu.
Semua orang yang mencintai kedua mempelai, melihatmu.
Jantung mereka copot
saat mereka mulai menyiarkan langsung kekacauan yang disebabkan olehmu.
Alex dan Julie melihatmu dengan ketakutan.
Meski begitu, kau masih mengatakannya.
"Jangan nikahi dia, Alex. Kau tak mencintainya. Kau mencintaiku."
Saat kau menunggu jawaban,
kau tidak sengaja bertatapan dengan ibu pengantin wanita.
Dia sangat sedih.
Lalu ayah mempelai wanita,
yang sudah bertahun-tahun tidak melakukan hal fisik,
bersiap untuk menghajarmu
karena merusak hari besar putrinya yang berharga.
Lalu jawaban Alex...
Jangan buat kami menunggu. Apa katanya?
Entahlah.
Aku tak tahu Alex akan bilang apa.
Bagaimanapun, pernikahannya hancur, dan kau menjadi tren.
Bukan dalam artian baik pula.
Tidak.
Aku mengerti.
Semua itu bisa saja terjadi.
Tapi aku lelah mendengarkan orang lain kecuali diriku sendiri.
Aku ingin mencoba.
Tanpa tahu perasaan Alex,
itu akan membunuhku sebelum pesawat.
Ya, itu mungkin kesalahan, tapi itu kesalahan yang ingin kulakukan.
Ya, aku tahu ini terdengar gila
dan ini mungkin akan jadi bumerang, tapi...
Aku tak peduli.
Aku tak peduli.
Karena setidaknya saat aku mati...
dan seluruh hidupku berkelebat di depan mataku,
setidaknya aku akan melihat sesuatu.
Jika ingin melanjutkan hidup, aku harus tahu jawabannya.
Matilah aku karena berpikir jawabannya mungkin dia juga ingin bersamaku.
Pukul berapa penerbangannya?
Pukul 20.18 malam ini. Kenapa?
Meski menurutku itu ide buruk, kenapa tidak memberitahunya sekarang?
Maaf, apa?
Rusak saja Tahun Barunya, bukan pernikahannya.
Sial.
Diterjemahkan oleh Chairunnisa Rahmanindya
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.