Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
CERITA ORISINAL WEBTOON SWEET HOME KARYA CARNBY KIM DAN YOUNGCHAN HWANG
SWEET HOME
Waktunya bersenang-senang.
Sial. Apa yang sedang kulakukan?
Protein.
Apa kau salah satu dari kami?
Aku belum pernah melihatmu.
Aku bukan tikus percobaan yang menyedihkan seperti kalian.
Bagaimana mungkin kau tidak ingat wajah ini?
Apa kalian masih mencari kawan?
Jadi, sudah terkumpul berapa sekarang?
Cha Hyun-su?
Akhirnya kau mengingatku.
Taruh itu dahulu.
Ini?
Bukan berarti untuk kau ambil.
Di mana Jung Ui-myeong?
Di mana bedebah itu bersembunyi?
Stadion!
Dekat dari sini.
Dia hampir mati waktu itu.
Bagaimana keadaannya sekarang?
Keluar dari kepalaku!
Seharusnya aku tak mengambil tubuh sialan ini.
Sial, mengapa tidak bisa?
Tampaknya dia terperangkap dalam tubuh itu.
Dia akan keluar sebentar lagi.
Tak perlu beri tahu.
Aku akan melihatnya sendiri.
Bunuh aku!
Bunuh saja aku!
Akan kulakukan.
Bunuh aku!
Serma Tak, gerbang utama...
Ada orang di gerbang.
Seperti sisa-sisa monster.
Kami datang mencari kerabat.
Kami berjanji tidak akan menyebabkan kerusakan apa pun.
Kami hanya ingin mencari kerabat kami.
Tidakkah kalian muak terus mencari kerabat itu?
Kau bilang tidak membunuh siapa pun.
Itu hanya berlaku untuk manusia.
Jika bukan manusia,
lantas mereka apa?
Mengunci diri membuatmu menjadi kurang wawasan.
Kau ingin tahu apa mereka?
Dunia luar dipenuhi dengan mereka.
Jangan khawatirkan sampah-sampah itu.
Sebaliknya, aku akan memenuhi janjiku.
Kau pantas dapat hadiah untuk usahamu tadi.
Apa yang kau mau?
Serahkan padaku.
Siapa kau?
Kak, dia...
Itu juga.
Tapi ini milikku.
Tidak apa-apa.
Kau baik-baik saja.
Ibu?
Kenapa Ibu...
masih manusia?
Aku mengubah Ibu menjadi monster.
Kau ingin ibu menjadi monster?
Ya.
Kenapa?
Karena aku tidak perlu membenci Ibu.
Kau...
membenci ibu?
Kupikir Ibu membenciku.
Ibu...
Mengapa kau melakukannya?
Karena itulah ibu mengurungmu! Demi kebaikanmu!
Supaya tak melakukannya lagi!
Ibu tak suka bersamaku.
Aku adalah beban dan membuat Ibu takut.
Bukankah Ibu membenciku karena aku monster?
Kupikir Ibu akan mengerti...
jika menjadi monster.
Ibu tidak membencimu.
Ibu mencoba mengabaikan fakta
bahwa kau berbeda dan istimewa.
Ibu tak ingin mengakuinya.
Kenapa?
Ibu takut.
Ibu terlalu serakah.
Maafkan ibu.
Tempat ini terlalu ramai dan berbahaya.
Ibu ingin memulai kehidupan baru bersamamu di luar.
Apa kau
mau pergi bersama ibu?
Bagaimana?
Entahlah.
Pikirkanlah.
Jika ingin memberikan ibu kesempatan lain...
temui ibu di sini.
Ibu akan menunggu hingga kau datang.
Apa yang membawamu ke sini?
Kau tahu tidak ada yang diizinkan keluar.
Mencoba kabur?
Setelah kupikirkan lagi, seragammu terlihat familier.
Mereka sekitar empat orang.
Kau seharusnya
tak mengirim mereka ke Bamseom.
Saatnya melepaskan seragammu
dan berhenti mencampuri urusan orang lain.
Hiduplah dengan tenang bersama yang lain.
- Berengsek! - Lee Dong-jun.
- Kembali ke dalam. - Serma Tak!
Dia tetap di sini.
Pelanggar harus dihukum.
Ja-yeong.
Singkirkan mereka.
Serma Tak!
Kau bilang orang bergejala bebas bergerak.
Maka, aku boleh, 'kan?
Apa yang terjadi?
Serma Tak bergejala.
Aku hampir saja mati terkurung.
Kenapa terkunci di sana?
Mungkin aku terlalu bersemangat.
Bagaimanapun,
hanya ada satu alasan kau mencariku.
Aku memberi tahu orang terinfeksi khusus bahwa aku bergejala.
Saatnya bergerak ketika mereka lengah.
Ya, bagus.
Namun, ingat ucapanku?
Kau tidak bisa melewatkan ini.
Kau harus memanfaatkannya untuk membunuh mereka.
Maksudmu,
aku harus melawan setidaknya satu dari mereka, benar?
Sudah kubilang itu akan sulit.
Tapi ini lebih baik daripada putus asa.
Ada banyak benda ini di luar sana.
Tidak masuk akal.
Para bedebah itu
tidak akan diam jika melihat benda ini.
Apa alasannya?
Memangnya apa ini?
Kerja bagus menunggu dengan sabar.
Kebanyakan orang tidak mendengarkanku.
Semuanya mati saat melarikan diri.
Kau pasti berbeda.
Kau sangat membantu di Bamseom.
Berkatmu, aku kembali.
Aku melihatmu menghela napas terakhir.
Kita belum mengenal baik satu sama lain, benar?
Siapa kau sebenarnya?
Monster yang bermutasi?
Bukan.
Lalu apa kau mengendalikan monster?
Sebut saja itu komunikasi batin.
Mendekatlah.
Kau bertanya siapa aku.
Neohuman.
Begitulah kami menyebutnya.
Ini tawaran perdamaian.
Ini akan menguntungkan hubungan kita.
Benda apa itu?
Jantung.
Kita lahir kembali jika kembali ke jantung.
Aku bergejala...
dan mengalami monsterisasi.
Dahulu aku manusia sepertimu,
tapi sekarang aku terlahir kembali.
Tiga hari lagi, bukan?
Mungkin kali ini akan berhasil. Jadi, bertahanlah.
Lupakan itu.
Apa ini?
Hampir lupa.
Sisa-sisa.
Saat berada di Bamseom, beberapa orang aneh mendatangiku.
Mereka menggangguku untuk mencari sesuatu,
jadi, aku membunuh mereka semua.
Lalu aku mendapati mereka menjadi kepompong...
dan lahir kembali.
Lahir kembali?
Maka, aku akan membunuhnya lagi.
Penderitaan tak berujung tepat setelah lahir kembali
akan membuat mereka menyerah.
Mereka terlahir kembali?
Jadi, maksudmu...
Setelah monster, tahap berikutnya...
menjadi manusia abadi?
Tadi mereka mencari kerabat.
Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dari kami.
Mereka bisa saling menemukan dengan mudah.
Aku belum pernah lihat.
- Jika kau melihatnya... - Akan kuberi tahu.
Mereka merusak tatanan alam.
Orang terinfeksi khusus?
Mereka tahu
bahwa kami paling rentan saat berada di jantung.
Jadi, kenapa mereka mengurungmu?
Mereka bisa saja membunuhmu saat kau masih di jantung.
Mereka mencari
cara lebih cepat untuk membunuh kami.
Mereka ingin tahu...
kediaman kami.
Orang-orang terinfeksi khusus ada di stadion.
Kenapa mereka ke sana jika itu yang dicari?
Pasti ada alasan lain.
Kau terus menyebut "kami".
Apa ada banyak neohuman sepertimu?
Bayangkan berapa banyak manusia yang berubah menjadi monster.
Hanya masalah waktu
sebelum semuanya menjadi neohuman.
Antar aku ke stadion.
Katakan apa yang ditakuti orang terinfeksi khusus.
Neohuman.
Makhluk sepertiku.
Keluargamu juga di sana?
Di stadion itu?
Tidak. Sudah lama aku putus kontak dengan mereka.
Lalu untuk apa kembali?
Keluargamu saja tidak di sana.
Aku tak punya tujuan lain.
Di sana juga tak terlalu buruk.
Mari ke sana bersama.
Kau baru saja melamarku?
Kau ingin menjagaku?
Bukan begitu.
Gadis tak peka itu datang.
Cepat juga dia kembali.
Ada apa?
Di mana Hyun-su?
Apa yang lucu?
Biar aku ikut tertawa.
Aku kasihan padamu karena kau akan mati.
Kau kasihan padaku alih-alih pada diri sendiri?
Ketika dia melihatmu,
kau akan benar-benar mati kali ini.
Dia tidak akan lunak lagi padamu.
Eksperimen itu pasti merusak pikiranmu.
Kau banyak melantur.
Biar kutunjukkan
betapa lemahnya...
orang yang kau hormati itu.
Apa aku bisa membangunkannya?
Padahal aku sendiri tidak yakin.
Lantas, kau akan membiarkannya pergi?
Kau yang bersikeras.
Apa yang kau lakukan?
Lepas. Aku mau pergi.
Ke mana?
Ke stadion.
Hyun-su menuju ke sana.
Semuanya dalam bahaya.
Dia bisa membunuh semua orang!
Kau bisa berjalan?
- Ya. - Ayo pergi.
Kujelaskan nanti.
Kenapa menolak tawarannya?
Tak banyak dari kita yang tersisa di dunia ini.
Tak perlu sampai begini karena manusia.
Bukan itu alasannya.
Aku melakukan ini semata-mata karena emosi pribadi.
Aku hanya bertindak demi kebaikan Cha Hyun-su.
Bedebah seperti kalian kurang beruntung dan berhadapan dengan sisi burukku.
Jangan merasa paling tersakiti.
Wajar jika yang kuat mempermainkan yang lemah.
Berengsek.
Aku melihatmu melakukannya.
Kami cepat belajar.
Makhluk abadi dan cerdas?
Apa yang akan kau lakukan dengan kekuatan itu?
Mengumpulkan neohuman lain yang lahir dari jantung.
Hanya itu.
Itulah alasan aku lahir.
Biar kutanya lagi.
Bagaimana dengan semua kenangan masa lalumu sebagai manusia?
Itu tidak penting.
Kami telah selesaikan semua yang diperlukan
dengan melewati monsterisasi.
Ibuku kembali.
Kukira dia meninggalkanku...
atau membenciku.
Tapi dia datang untukku.
Awalnya aku benci melihatnya,
tapi begitu melihatnya,
aku jadi ingin pergi bersamanya.
Tapi jika aku melakukannya...
akan sulit bagiku...
untuk bertemu Yeong-su lagi, 'kan?
Kapan kau akan pergi?
Kau berniat pergi tanpa pamit?
Pergilah dengan ibumu.
Dia menunggumu.
Aku tidak bisa melihat ibuku lagi.
Dia sudah mati.
Itulah sebabnya kini Bu Cha seperti ibuku.
Jadi, kau harus pergi ke ibumu.
Aku tidak yakin.
Kau bohong. Kau tahu kau ingin pergi.
Maka, kau bisa menanyakan namamu.
Kau yang meletakkannya, 'kan?
Ya. Itu milikmu.
Tahu ini apa?
Ini milik kakakku.
KIM SU-YEONG
Penghargaan untuk mereka yang melindungi orang lain.
Kalian harus saling menjaga. Ya?
Ambillah.
Kenapa?
Kita tidak akan bertemu lagi. Bawalah.
Itu kini milikmu.
Ada apa?
Kau berubah pikiran?
Tidak, aku masih ingin pergi.
Itu sebabnya aku kemari.
Lalu kenapa?
Aku penasaran.
Apa aku...
juga punya nama?
Semua makhluk hidup punya nama.
Jadi, apa aku juga...
Tentu saja.
Mustahil tidak punya.
Sungguh?
Siapa namaku?
Yi-kyung.
Aku merindukanmu.
Apa kau terkejut melihat betapa berbedanya penampilanku?
Bisa dimengerti.
Tapi kau harus mengerti.
Kau melihat bagaimana tubuhku...
hancur berantakan.
Nam Sang-won sudah mati.
Namun, aku masih berdiri di sini...
mengingat siapa dirimu.
Meski pindah ke tubuh orang lain...
aku pergi ke Green Home demi mencarimu.
Aku merindukanmu.
Aku merindukanmu, Yi-kyung.
Pergi!
Pergilah!
Kenapa kau tidak mudah tertipu?
Lepaskan!
Lihat, Yi-kyung.
Dia anak kita.
Kau gila.
Terima kasih, Yi-kyung.
Karena memberiku hadiah ini.
Ambil tubuhku.
Ambil tubuhku saja.
Jika membutuhkannya, pakai saja tubuhku.
Kumohon.
Kau tidak berguna setelah melahirkan anak ini.
Aku membiarkanmu hidup saat itu hanya karena dia!
Kau sudah melakukan tugasmu.
Sekarang kau bisa mati.
Kau harus pergi, Yi-su.
Apa itu namaku?
Seo Yi-su.
Maaf karena butuh waktu lama...
untuk memanggil namamu.
Ibu minta maaf.
Pergilah.
Pergilah.
Pergi...
Pergilah, Yi-su.
Yi-su...
Ibu.
Ibu...
Ibu...
Ibu!
Bangunlah.
Kumohon!
Ayolah, Ibu...
Ibu!
Terjemahan subtitle oleh Aisya Julia
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.