Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Icelandic
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ada apa, Mas?
Kamu dan Bonnie harus segera pergi.
Mereka sudah semakin mendekat.
Mereka siapa, Mas?
Mereka siapa, Mas?
Paul.
Di depan ada mobil yang akan antar kalian ke tempat persembunyian.
Nggak.
Aku nggak akan ninggalin kamu, Mas.
Tidak ada waktu untuk berdiskusi, Kinan.
Jaga Bonnie.
Kita harus tetap sama-sama.
Akan kupanggil namamu sambil menyeberangi sunyi.
Kupanggil namamu wanitaku.
Aku mencintai kamu.
Hai, anakku.
Ingat, di kehidupan ini kehormatan nomor satu.
Jadi jangan pernah ragu-ragu.
Buang rasa takutmu.
Paham itu, Sayang.
Sam.
Ayo.
Kinan, biar aku saja.
Masuk, Kinan.
Kinan masuk.
Hidup itu harus jujur, Bonnie.
Tanpa kejujuran...
...keberanian tidak akan pernah muncul.
Dan kau Kinan,
ajari dia berkelahi...
...walaupun dia bukan laki-laki.
Saya tidak memaksa kalian untuk bertempur sampai titik darah penghabisan...
...tetapi bertempurlah dengan keberanian.
Acungkan kepalan tangan kalian.
Hajar. Hajar. Hajar.
Frank.
Serang.
Papa.
Maafin Bonnie ya.
Bonnie belum bisa balik ke Surabaya.
Dilaporkan di Jakarta pada saat ini...
...telah terjadi 25 kasus penculikan anak dalam waktu dua bulan terakhir.
Polisi menduga pelaku terorganisir dalam kelompok besar,
Polisi masih terus menyelidiki kasus ini.
Bon.
Besok hari pertama masuk sekolah.
Jangan bikin ulah kamu.
Ini udah sekolah kelima dalam setahun, Bon.
Mandi terus makan.
Anak-anak, tenang semuanya.
Hari ini ada kabar bahagia.
Sekolah kita kedatangan siswa baru.
Nama saya Bonnie Sambara...
...dan saya nggak percaya cinta.
Jomblo nih.
Hai.
Kenalin, saya Gaga Tirta...
...dan saya pecinta sejati.
Saya akan kenalin kamu sama yang namanya cinta.
Jadi saya minta, kamu jangan jauh-jauh dari saya, ya.
Karena cinta ada di sekitar saya.
Oke, oke. Terimakasih, Gaga.
Kamu bisa duduk di sana, ya.
Baik, anak-anak.
Hari ini kita akan belajar tentang puisi.
"Perempuan tua itu senantiasa bernama:
duka, derita...
...dan senyum yang abadi
Tertulis dan terbaca jelas kata-kata puisi...
...dari ujung rambut sampai telapak kakinya
Perempuan tua itu senantiasa bernama:
korban...
...terima kasih...
...restu dan ampunan.
Dengan tulus setia telah melahirkan berpuluh lakon...
...nasib dan sejarah manusia."
Kalian ada yang mengenal karya puisi ini?
"Perempuan tua itu senantiasa bernama:
cinta...
...kasih...
...sayang.
Tiga patah kata purba.
Di atas pundaknya setiap anak tegak berdiri...
...menjangkau bintang-bintang...
...dengan hatinya...
...dan janjinya."
Ibunda Tercinta karya Umbu Landu Paranggi.
Seorang penyair asal Sumba.
Beliau juga dijuluki sebagai Presiden Malioboro,
Penyair yang Hilang atau Si Kuda Putih asal Sumba.
Beliau adalah pohon rindang yang menaungi menaungi banyak anak muda.
Bahkan,
tidak sedikit mencetak banyak sastrawan hebat.
Wafat pada tanggal 6 April 2021.
Wow.
Hebat, Bonnie. Hebat.
Gimana hari pertama di sekolah ini, seru, 'kan?
Oh...
Suka bakso juga?
Gua Gaga Trita. Hobi bela diri.
Ya, buat pecinta sejati kayak gua,
hobi tadi cukupkan untuk jadiin gua seorang laki-laki.
Iya.
Di balik itu semua lu takut pada dunia.
Setau gue,
pecinta sejati punyanya hanyalah kenangan,
temannya penderitaan,
dan sahabatnya adalah malam.
Gue boleh nanya nggak?
Kenapa lu bisa dikeluarin dari sekolah lu sebelumnya?
Biasa.
Matahin hidung anak kepala sekolah.
Cowok-cowok cabul kayak lo dan teman-teman lo itu.
Menurut lo gimana itu cewek?
Misi permisi kami mau lewat.
Kalau nggak dikasih urusan bisa gawat.
Misi permisi kami mau lewat.
Kalau nggak dikasih urusan bisa gawat.
Misi permisi kami mau lewat.
Kalau nggak dikasih urusan bisa gawat.
Misi permisi kami mau lewat.
Kalau nggak dikasih urusan bisa gawat
Woi!
Woi! Sini lo!
Bajingan!
Woi!
Bangsat lo, bajingan!
Hei!
Maju!
Serang!
Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%
Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki
Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino
Saya nggak ikut tawuran, Pak.
Saya cuman cari orang yang ngelempar batu ke arah saya.
Itu berbeda lho, Pak.
Apa bedanya? Kamu ada di kerumunan. Ngapain kalau bukan tawuran?
Coba kamu lihat.
Bonnie Sambara. SMA Tridaya.
Lima bulan yang lalu, mematahkan hidung siswa di sana...
...dan ini, mau jadi jagoan?
Maafin Bonnie ya, Pak.
Tapi saya akan menjaga Bonnie lebih keras lagi.
Iya, Bu.
Kalau bisa...
...jangan diulangi lagi ya, Bu.
Macho.
Gimana kabarmu hari ini?
Wah...
Saya pengacaranya.
Maaf, Pak. Orang tuanya harus hadir di sini, Pak.
Untuk menyaksikan kelakuan anaknya seperti apa.
Orang tuanya ini kan pebisnis besar, Pak.
Sibuk.
Ditambah lagi dengan orang tuanya lagi keluar negeri.
Jadi saya yang handle dia.
Enggak usah dicari.
Handphone kamu Mama sita.
Bukan itu yang Bonnie cari...
...tapi gesper.
Polisi cuman balikin handphone ke Mama.
Kalau gitu, Bonnie harus balik lagi ke dalam.
Gesper itu nggak boleh hilang.
Eh, eh! Enggak.
Mama nggak mau ya cuma gara-gara gesper, kamu bikin onar di Kantor Polisi.
Udah untung nggak dipermasalahin.
Rekan-rekan di depan saya ini, terancam pidana maksimal sepuluh tahun.
Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 51.
Udah, masuk cepetan.
Barang siapa yang membawa...
Ayo.
...alat pemukul, penusuk,
ataupun senjata tajam.
Dipidana maksimal sepuluh tahun penjara.
Kalian mau menghabiskan masa hidup kalian di dalam penjara?
Gokil!
Kalah gede sih nyali gue.
Kayaknya bener deh dugaan gua.
Kenapa lu, Ga?
Ini cewek gua rasa beneran koboi deh.
Lu lihat deh.
Tuh...
Gespernya aja ngeri, Men.
Asyik banget, gila.
Aduh, papa sayange. Sudah toh, Ga.
Lo lihat gasper sampai begitu kah?
Beta jadi curiga.
Sebenarnya ane suka dengan itu gesper...
...atau kakak nona yang tadi?
- Hahaha. - Yoi...
Hei...
Sialan lu!
Gue mau ke Walang.
Gue mau obrak-abrik sekolahnya.
Gue mau Gaga, sama itu cewek.
Cewek?
Cewek yang mana sih, Cho?
Bonnie.
Bon.
Baru semalam Mama bilang sama kamu, jangan bikin ulah di sekolah.
Terus sekarang kamu tawuran.
Mau dikeluarin dari sekolah lagi kamu?
Bonnie dilempar batu, Ma.
Mereka juga merusak dagangan orang. Wajar Bonnie bales.
Mereka nyerang sekolah kamu, Bon. Bukan kamu.
Itu batu nyasar ke arah kamu, wajar kamu bilang?
Wajar bagi seekor harimau,
malapetaka untuk mangsanya.
Perempuan yang kuat itu bukan perempuan yang bisa menahan luka-lukanya, Bon.
Perempuan yang kuat itu perempuan yang tidak membiarkan luka-lukanya itu...
...menghancurkan dirinya sendiri.
Terus...
Mama perempuan yang mana?
Kehancuran itu tidak bersuara, Bon.
Tapi dia ada.
Ada yang mau tambah minum?
Nona?
Cukup.
Oke, open.
Saya menang.
Gue pasang semua.
- Gue yakin kali ini gue menang. - Ya, silakan dipasang.
Saya menang lagi.
Gimana?
Maaf, Bos.
Ternyata apa yang gue lihat beda orang.
Salah orang?
Iya, Bos.
Kemarin lu bilang yakin itu orangnya.
Sekarang lu bilang salah orang.
Ini daerah lu, 'kan?
Iya, Bos.
Lu cari orang-orang itu sampai ketemu.
Karena gua yakin mereka masih berkeliaran di sini.
Gua bisa cium bau kotorannya.
Paham lu?
Paham, Bos.
Ingat Bonnie,
yang pertama dalam bela diri,
bukan apa yang akan kamu ambil dari seni bela diri...
...tapi apa yang akan kamu berikan...
...kepada seni bela diri itu sendiri.
Ingat itu, Bonnie.
"Cintalah yang membuat diri betah...
...untuk sesekali bertahan.
Karena sajakpun sanggup merangkum duka gelisah.
Kehidupan baiknya mengenal suara sendiri...
...dalam mengarungi saura-suara luar di sana.
Sewaktu-waktu mesti terjaga dan pergi...
...membawa langkah ke mana saja.
Karena kesetiaanlah...
...maka jinak mata dan hati pengembara...
...dalam kamar berkisah...
...taruhan jerih memberi arti.
Kehadirannya membukakan diri...
...berkumul dan merayu.
Hari-hari tergesa berlalu meniup seluruh usia...
...mengitari jarak dalam gempuran waktu.
Takkan jemu-jemu napas bergelut di sini...
...dengan sunyi...
...dan rindu menyanyi."
Lepasin gua.
- Cabut lu. - Tolong!
Bodoh!
Katanya nggak punya uang.
Buat naik angkot, Bang.
Angkot... Cowok kan lu?
Iya, Bang.
Woi, kalian!
Lagi pada sarapan lo?
Apa...
An...
Tapi kita nggak salah, Pak.
Coba Bapak pikir deh,
selama kita sekolah di sini ada tidak kita cari gara-gara?
Ngeles lu. Gue lihat sendiri lu lecehin itu cewek bersepatu merah...
...sama lu palakin anak-anak cupu.
Fitnah lu!
Enggak, kok Pak. Kita cuman bercanda saja tadi.
Woi...
Pemberontakan itu perlu.
Pak, tadi jelas terjadi sexual assault.
Heh. Mau sampai kapan lu dilecehin?
Kita ini perempuan.
Tolak dong segala bentuk kekerasan juga pelecehan terhadap kaum kita.
Perempuan itu harus bangkit.
Lemah lu!
Cukup.
Maaf, Pak.
Habis saya kesal,
ujung-ujungnya saya juga yang jadi tersangkanya.
Sial bener.
Sekarang, kamu boleh keluar dari ruangan ini.
Lho, Pak. Tapi dia bohong Pak.
Saya ini perempuan dan saya nggak terima tindakan demikian.
Itu sudah termasuk tindakan pidana, Pak.
Pasal 289 KUHP tentang perbuatan cabul...
...dan pasal 368 KUHP tentang pemerasan, Pak.
Apa kamu sudah saya bilang untuk bicara?
Tidak bisa diam, 'kan?
Hei! Kalian tidak dengar bel?
Bubar! Bubar!
Kamu,
kamu,
kamu, kamu...
...tetap di sini, sampai orang tua kalian datang.
Pak.
Saya mau izin ke toilet, ya?
Menurut undang-udang perang pun setiap prajurit diberi kesempatan untuk...
Sudah sana cepat.
- Makasih ya, Pak. - Balik lagi, ya.
- Aduh... - Mau ngapain lu?
Lu yang ngapain?
Kabur kan lu?
Apaan sih, gue mau ke toilet.
Toilet cewek nggak ke arah sini. Ngeles aja lu.
Lu jam segini cari jalan keluar nggak akan ada.
Gerbang di gembok semua.
Kecuali lu mau ikut gua.
Ah, lama. Udah ikut gua yuk.
Ayo ikut gua.
Keburu nyokap lu dateng.
Nah, Blo. Gua bisa cabut lewat sini.
Ini cuma satu-satunya jalan, gimana?
Berani nggak lu?
Eh...
Wuih...
Sial.
Wah, terima kasih.
Lu ngapain ikutin gue?
Gua nggak biasa ninggalin perempuan sendirian.
Apalagi yang manis kayak lu.
Ayo, Blo. Sini, Blo.
Heh... Blo!
Heh, ini loh.
Eeh...
Jomblo, gua anter balik yuk.
Nih.
Masih mau nggak, lu?
Eh...
Ayo masuk, maaf bercanda doang gua tadi.
Balikin gesper gue.
Iya, nanti gue balikin. Masuk dulu aja, yuk.
Mau ngapain lu?
Nggak ngapa-ngapain, gua mau pasangin lu seat belt.
Gue bisa sendiri.
Oke...
- Gesper gua mana? - Ada.
Itu di pinggang gua.
- Kok lu pakai sih? - Gua pinjam.
- Buka! - Iya, sekarang kita ke mana nih?
Begini Pak,
kalau Bonnie terbukti salah...
...saya akan tanggung semua biaya rumah sakit anak-anak kalian...
...tapi saya minta penyelidikan menyeluruh.
Karena saya tau pasti,
Bonnie nggak akan melukai orang yang tidak bersalah.
Kami dan seluruh guru sudah melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Tapi masalahnya,
kesaksian Bonnie itu lemah...
...dan tidak ada satupun murid-murid yang mendukung kesaksian Bonnie.
Kalau anak itu nggak dikeluarin dari sekolah ini...
...sekolah ini bakal saya tuntut sepuluh miliar.
- Setuju. - Kami setuju.
Tenang.
Saya tahu apa yang harus saya lakukan.
Sepertinya,
Bonnie sudah tidak tertolong lagi.
Dengan sangat terpaksa,
Bonnie harus dikeluarkan dari sekolah ini.
Ini rumah lo?
Bukan, ini kafe om gue.
Lo mau minum apa?
Terima kasih ya, Jomblo.
Terima kasih.
Gue boleh minta satu permintaan buat lo?
Bisa kan, lo nggak usah panggil gue jomblo?
Nama gue, Bonnie.
Dan gue nggak suka jadi pusat perhatian cuman gara-gara panggilan lo.
Iya bagus dong, kalau lo jadi pusat perhatian.
Iya, oke...
Bonnie,
cewek yang nggak percaya cinta, si Puisi Girl.
Jago berantem, nggak bisa ditebak.
Hampir semua yang ada di diri lo itu menarik.
Wajar kan jadi pusat perhatian.
Kalau jomblo,
itu panggilan sayang gue buat lo.
- Sini gesper gue. - Gua pinjem dulu.
- Nggak, buka sekarang - Iya, oke.
Iya, gua buka.
Lagian ini gesper cowok, punya siapa sih?
Klasik banget kayak benda pusaka, tau nggak lu.
Apa istimewanya juga ini gesper buat lu, sudah begini juga bentukannya?
Lu kalau ngomong jangan sembarangan.
Ini gesper peninggalan bokap gue.
Ini obat kangen gue tau, nggak.
Blo, gua minta maaf. Gua nggak tau kalau bokap lo udah nggak ada.
Gua minta maaf, Blo. Maaf ya.
Bonnie.
Nama gue, Bonnie.
Iya, oke.
Bonnie.
Om.
Hai, Om.
Saya Gaga Tirta, teman sekelasnya Bonnie.
Frank.
Maaf ya, Om.
Bonnie punya alasan kok untuk kejadian di sekolah tadi.
Om tau, apapun yang kamu perbuat pasti ada alasannya...
...dan itu pun pasti ada konsekuensinya, Bonnie.
Om, Bonnie di skors?
Kamu dikeluarkan dari sekolah itu, Bonnie.
Mamamu...
...dia sepertinya kecewa sekali.
Bonnie juga kecewa Om sama Mama, apa itu boleh?
Bonnie.
Mamamu pun pasti punya alasan untuk itu.
Sama seperti marahnya Mama ke Om selama ini?
Apa yang sebenarnya terjadi, Om?
- Om bukannya kita dulu baik-baik aja. - Cukup, Bonnie.
Kalau gitu saya pamit dulu deh, Om.
Nanti tolong sampaikan ke Bonnie, ya.
Mari, Om
Sialan.
Sialan.
Kinan.
Tenang, Kinan.
Gua mau ke Surabaya.
Bonnie ikut ya, Ma.
Bonnie juga kangen sama Papa.
Iya, Bonnie.
Nanti kita ke Surabaya sama-sama, ya.
Kita ke makamnya Papa, tapi nggak sekarang.
Kamu di kamar dulu ya, oke?
Sudah...
...atau masih ada lagi yang mau kamu luapkan?
Kinan.
Kita sudah sepakat, 'kan,
kalau Bonnie nggak perlu tau kejadian yang menewaskan Papanya.
Biar kita saja yang menyimpan dendam itu.
Bonnie harus hidup tanpa dendam masa lalu kita.
Ini adalah permintaan terakhir Sam kepadaku,
juga kamu, Kinan.
Aku minta...
...bebaskan dirimu dari alkohol.
Bonnie takut melihat keadaanmu.
Lo nggak kenal sama gue, Frank.
Setelah apa yang kita lewati selama ini...
...harusnya lo bisa melihat gue dengan jelas.
Keadaan yang bikin gue jadi pengecut.
Dan gue berontak dari semua itu, Frank.
Kalau bukan alkohol,
apalagi yang bisa ngelupain jiwa dan fisik gue?
Niat gua membunuh si bajingan itu besar, Frank.
Tapi setiap niat itu datang...
...saat itu juga alkohol masuk ke badan gue.
Kalau bukan karena pesan Sam terakhir ke lo.
Kelar pemakaman...
...gue bantai itu semua bajingan.
Gue nggak peduli sama anak buahnya.
Enggak ada istri yang terima, suami dan papa anaknya dibunuh.
Jadi lo,
jangan pernah ikut campur.
Jangan pernah nasehati gue.
Gue nggak mau lihat muka lo lagi.
Harusnya lo kelarin tugas lo.
Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%
Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki
Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino
Mamamu orang baik, Bonnie.
Sama seperti Papamu.
Mungkin dia hanya nggak mau kamu terlibat masalah.
Kebaikanmu itu berupa keberanian.
Artinya...
...kebaikanmu itu juga adalah kelemahanmu.
Kamu itu mirip sama Papamu.
Om ini dulu adalah musuh Papamu.
Om hanyalah seorang preman,
yang sering meminta pungli...
...kepada para pedagang,
para seniman, di wilayah Mal Surabaya.
Termasuk pada Papamu.
Hei. Setoran!
Gue enggak mau bayar.
Nggak usah jualan di sini.
Seniman dan pedagang di wilayah ini, semua sudah bayar uang sewa ke pengelola.
Dan itu mahal.
Enggak usah kalian tambah sama pungli uang keamanan lagi.
Ini penindasan namanya.
Banyak omong lu.
Balik ke tempat orang tua, lu.
Cari ilmu.
Belajar.
Dan jadilah lelaki sejati.
Hidup di jalanan, nggak cukup hanya dengan nyali.
Frank.
Ngapain lu di sini.
Gue mau minta maaf.
Tapi yang harus lu ingat, wilayah ini yang bikin gua tetap hidup.
Tapi sekarang rasanya sudah seperti mati.
Gua udah nggak punya siapa-siapa lagi.
Dan gua nggak butuh siapa-siapa.
Frank, kesetiaan itu tidak berbentuk uang.
Kesetiaan itu mendarah daging seperti kasih sayang.
Begitu juga cinta.
Ada proses menuju ke hati.
Dari sini,
turun ke sini.
Dagang kata-kata, gini aja nih.
Gua nggak akan ganggu lu lagi di sini.
Enggak bisa, Kinan. Ini penindasan namanya.
Lu jangan pernah ikut campur urusan gue.
Gua akan selalu ikut campur, Frank
Apa sih yang sebenarnya lu bela, Sam?
Hak sebagai manusia.
- Siapa lu? - Gue Sam pelukis di pasar ini.
Wilayah ini punya dia.
- Gue enggak ada urusan sama lu. - Kalau jago, jangan main keroyokan.
Sebagai seorang seniman,
nyali Papamu besar.
Dia bertarung ganas bagaikan singa.
Kata-kata yang keluar dari mulutnya sangat bernyawa.
Jantan sekali.
Jangan pernah lu ke sini lagi.
Sejak saat itu,
Om berhutang hidup sama Papamu.
Juga Mamamu.
Gue cuman mau bilang...
...kalau Malik nggak akan tinggal diam, adiknya kita hajar.
Mereka itu mau rebut wilayah lu, Frank.
Dalam wilayah lu ada gua dan teman-teman gua.
Kita juga cari penghidupan di sini.
Kita lawan, Frank.
Dan lu harus berdiri di samping gue lagi.
Makasih ya, Om.
Sudah mau jadi sahabat Papa.
Mbak.
Mbak.
Hmm...
Mbak sudah mabuk berat, sebaiknya mbak pulang, ya.
Diam lo, orang gue masih mau main lagi.
Sudah, lebih baik nona pulang.
Nona sudah kalah banyak lho.
Nih...
Gue masih punya ini.
Gue masih punya ini.
Lepasin saya, jangan macam-macam, ya.
Ini urusan saya.
Tolong!
- Tolong! - Lu bisa diam nggak sih.
- Tolong lepasin. - Diam lu.
Jangan macam-macam...
Woi, sialan!
Lagi pada makan malam lo.
Sialan!
Hei, Sialan!
Enggak semua perempuan bisa jadi mangsa lu, Sialan!
Dari mana aja kamu?
Bukan urusan Mama.
Bagian hidup kamu mana, yang bukan urusan Mama?
Semuanya Mama yang urus.
Kamu matahin hidung orang, Mama yang obatin.
Kamu berantem sama preman di pasar, Mama yang minta maaf.
Kamu hancurin mobil orang, Mama yang ganti rugi.
Sekarang kamu berantem sama teman-teman kamu di sekolah.
Mama yang malu.
- Mau sekolah di mana lagi kamu, Bonnie? - Cukup, Ma.
- Enggak akan pernah cukup untuk kamu... - Apa peduli Mama?
Mama kira dengan ngelakuin yang Mama bilang tadi itu cukup untuk Bonnie.
Enggak, Ma.
Semenjak Papa meninggal Bonnie nggak cuma kehilangan Papa.
Tapi Bonnie juga kehilangan Mama.
Cuman tubuh Mama aja yang ada di hadapan Bonnie,
tapi jiwa Mama nggak tau ada di mana.
Bonnie tahu...
...berat buat Mama untuk kehilangan Papa.
Tapi nggak kayak gini, Ma.
Mama lupa ada Bonnie.
Mama malah sibuk melarikan diri ke minum-minuman keras...
- ...dan tempat perjudian... - Diam!
Jaga omongan kamu ya, Bonnie.
Tampar, Ma.
Tampar lagi Bonnie, kalau memang cuma itu yang bisa Mama lakuin.
Berengsek kamu.
Seberengsek-berengseknya Bonnie adalah cerminan dari Mama!
Siapa lagi yang bisa jadi panutan untuk Bonnie selain Mama. Siapa, Ma?
Asal Mama tahu...
...berkelahi itu membebaskan Bonnie dari rasa benci, Ma.
Benci sama Mama!
Laki-laki atau perempuan...
...dia adalah darah daging kita.
Cinta kita.
Di darahnya mengalir darahmu,
juga darahku.
Rumah kita akan ramai, Kinan,
dengan tangisannya,
tawanya,
juga mainannya.
Kita akan jadi orang tua, Sayang.
Tidak ada yang kusesalkan dalam hidup ini.
Walaupun banyak orang berkata,
"Dunia hanyalah ilusi."
Sedang dunia nyata adalah kebaikan dan keburukan
Lindungilah anak kami, sampai dia membuka mata dan tangisnya terdengar.
Bimbing dia di jalan-Mu hingga dia tumbuh besar nanti.
Karena kami berdua juga ingin merasakan kebahagiaan yang dia rasakan.
Nanti Om bicara sama Mamamu.
Sekarang kamu bersih-bersih.
Setelah itu kamu bisa istirahat.
Frank.
Bonnie ada sama lo?
Iya, dia ada di sini.
Dia juga cerita tentang percekcokan kalian.
Maaf sebelumnya Kinan...
...tapi aku nggak pernah melihat Bonnie sesedih itu.
Gue salah, Frank.
Gue tampar Bonnie, Frank.
Gue emosi.
Kasih dia waktu, Kinan.
Sementara ini,
biar dia di sini.
Nanti kalau dia sudah tenang,
aku suruh dia pulang, oke?
Eh, Om.
Fokus pada sasaran, Bonnie.
Itu nomor satu.
Kecepatan.
Atur jarak.
Dan yang paling penting, tekad.
Aduh.
Om sudah dapatkan sekolah yang mau terima kamu, Bonnie.
Besok Om antar, ya.
- Makasih ya, Om. - Ya.
Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%
Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki
Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino
Bos.
Bulan ini kita untung besar dari meja judi, Bos.
Untung kita dua kali lipat dari bulan kemarin.
Gua suka bisnis di kota ini.
Lapor, Bos.
Anak-anak baru sudah pada datang.
Sudah lu periksa semua?
Sudah, Bos.
Bagus.
Kasih makanan yang sehat-sehat, karena gua butuh dalemannya.
Karena kalau dalemannya rusak, nggak bisa dijual.
Bawa masuk.
Hei! Ayo masuk, cepat!
- Ayo! - Cepat!
Cepat!
Jangan nangis!
Selamat malam, Bos.
Maaf Bos,
kali ini gue mau melihatkan sesuatu hal yang menarik buat Bos.
Bos harus lihat ini.
Lokasinya sudah pasti?
Sudah pasti, Bos.
Bagus.
Makasih, Bos.
Ini satu-satunya sekolah yang mau menerima kamu, Bonnie
Oke?
Cho.
Itu bukannya cewek yang lu cari-cari ya, Cho?
Kok itu cewek bisa ada di sini sih?
Kita kasih sambutan buat dia.
Angkat!
Kursi dipinggirin.
Angkat yang di sana itu, yang pojok!
Ayo, pinggirin!
Cepat-cepat!
Bangku dan meja pinggirin.
Ayo, ayo! Ya, di sana aja.
Lo ternyata.
Sepengecut itu kalian semua di sini.
Gue punya sambutan khusus buat lo.
Gua udah dengar, sedikit cerita tentang lo.
Sekarang tinggal kita buktiin aja.
Lo lewatin gue...
...atau lo jadi follower gue.
Puas lo semua?
Puas lo?
Sialan!
Sialan, lo semua!
Dengar ya. Mulai detik ini, nggak ada lagi tontonan kayak ini.
Dan lo...
Jangan anggap semua orang sama kayak lo.
Sialan!
Gue ini manusia.
Bukan binatang.
Dalam klasifikasi ilmu biologi,
manusia itu juga dari binatang, dari kingdom animalia.
Sama kayak orang utan.
Jago biologi?
Mau tau, klasifikasi lo yang sebenarnya?
Lo lihat bayangan lo.
Gua nggak takut sama lo.
Apa yang gue jalanin, lebih berat dari apa yang pernah lo alamin.
Buka!
Ini beneran, Rab?
Itu, gue baru dikirimin sama teman gua.
Wah, sialan.
Nanti siang gua jemput dia.
Beta ikut?
Enggak usah.
Biar gua sendiri aja.
Wah, boleh juga nyali itu anak.
Lo kenapa diam aja, Cho.
Udah sikat, Cho.
Sini lu, sialan!
Diam lu, Semua.
Ini urusan gue sama dia.
Gentle juga lu.
Sialan!
- Bantai, Cho. - Sikat, Cho.
Injek, Cho. Injek.
Bantai, Cho!
Ngapain sih lu ke sini.
Gua nggak terima lu diapa-apain sama mereka.
Hidung lo kenapa?
Ikut gue keluar.
Cho!
Ke mana tuh, si Macho?
- Masuk - Ngapain sih, Bon.
Bon.
- Cho... - Mau ngapain sih?
Udah, ikut masuk.
Masuk!
Hei, sialan. Ngapain lu masuk mobil gua?
Lu tanya sama cewek lo!
Udah, masuk!
Ini sebenarnya mau ke mana sih?
Berisik lu! Keluar mobil gua.
- Siapa juga mau masuk ke mobil lu. - Lah...
Cho!
Coba kalian lihat sekeliling kalian deh.
Bayangin...
Ada berapa banyak doa yang dipanjatin di tempat ini.
Udah berapa banyak air mata yang jatuh di tanah ini.
Dan ada berapa banyak orang yang nyesel yang ada di dalam situ.
Stres lu!
Ya, kalau memang kalian masih penasaran,
ya udah...
...lanjutin aja.
Mau tau gue, siapa sih yang paling jago di antara kalian.
Woi...
Kok diam?
Ayo dong.
Kalau di antara kalian berdua ada yang mati,
gue kuburin di sini sekarang juga.
Bon, maksud lu apa? Enggak lucu tau nggak.
Gitu dong.
Gue itu mau kalian jabat tangan.
Ya, walaupun gue nggak tau udah berapa lama kalian musuhan,
tapi yang pasti...
...perdamaian itu harus ditegakkan.
Lagian kita sebagai pelajar, ngapain sih bunuh-bunuhan.
Iya, 'kan Ga?
Cho, iya 'kan?
Ngapain sih tawuran?
Udah ngerugiin banyak orang,
mati muda sia-sia.
Mending kita itu ngelakuin hal yang lebih positif lagi.
Kalian berdua itu orang hebat punya pengaruh yang kuat.
Tapi tau nggak apa yang nggak bisa ngalahin itu?
Persahabatan.
Salaman jangan buang muka, sialan.
Nih, muka gua.
Yeah, gitu dong.
Melihat pemandangan ini sekarang.
Sebagai sahabat.
Tadi Om Frank bilang ada barang mau datang.
Tolong di cek, ya.
Nanti kontrolnya kamu aja yang terima
Iya, nanti aku cek ya, Kak.
Gelas gelas di belakang juga itu.
Oke.
Bon.
Mama minta maaf ya, Bon.
Mama nggak tau kalau selama ini, Mama ngebiarin kamu hidup sendiri.
Mama udah denger semuanya, Bon.
Mama yakin kamu benar.
Bonnie juga minta maaf ya, Ma.
Ini muka kamu kenapa sih, Bon.
Kamu udah lapor guru belum?
Enggak usah lah, Ma. Ngapain sih lapor guru.
Terus muka kamu kaya gini,
nggak ada orang tua yang di panggil ke sekolah?
Mama mau lihat.
Aduh.
- Perih, 'kan? - Aduh, pelan-pelan, Ma.
Iya.
Makanya nggak usah berantem-berantem lagi, Bon.
Iya, Ma.
Lagian kan Bonnie berantem itu ada alasannya.
Apa alasannya, Mama tanya?
Rata-rata dari mereka itu menindas perempuan sama orang-orang lemah, Ma.
Bonnie nggak suka.
Mama tuh takut, Bon.
Jangan lagi, ya.
Kamu yang tenang ya, Bon.
Mama udah cariin homeschooling yang bagus untuk kamu.
Iya, Ma.
Mama nggak pengen kamu mengulangi kesalahan yang sama kayak Mama.
Ma.
Apaan sih?
Masa depan kamu itu masih luas, Bon.
Mama pengen kamu meraih semua mimpi-mimpi kamu.
Kalau Mama udah nggak punya pilihan.
Waktu Eyang Putri meninggal,
Eyang Kakung sibuk pacaran sama orang yang nggak tau siapa.
Mama sendiri.
Seperti layangan putus.
Tapi suatu saat Mama ketemu Sambara.
Dia yang ngajarin Mama.
Rasa marah dijadikan tenaga dan kekuatan untuk bertarung.
Jadi, Papa yang ngajarin Mama bela diri?
Yah, tapi...
...sayangnya Eyang Kakung itu pengen Mama nikah sama anak temannya.
Dia marah banget waktu tau Mama pacaran sama Papa.
Karena itu Mama kabur dari rumah?
Iya.
Kita berdua kabur.
Kita nggak punya apa-apa.
Tapi setelah kamu lahir,
kita berdua serasa pemilik surga.
Kamu bukan cuma jadi perempuan yang kuat dan pandai bertarung, Bon.
Tapi kamu juga harus bisa mandiri.
Dunia itu penuh dengan misteri.
Sehitam apapun badai itu,
kamu harus bisa hadapi.
Mama sayang banget sama kamu, Bon.
Bonnie juga sayang sama Mama.
Semua sudah siap, Bos.
Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%
Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki
Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino
Frank.
Lama kita nggak ketemu, Frank.
Gue kenalin sama lu semua.
Frank.
Legenda dari dunia kita.
Tapi sayang,
setelah sahabatnya mati, sekarang cuma jadi kucing dapur.
Masih suka ketemu sahabat lu di dalam mimpi?
Atau lu udah lupain semuanya, dan atau juga...
...itu yang lu mau.
Biar lu bisa nikmatin tubuh istrinya.
Sialan!
Bangsat itu dunia kita, Frank.
Saya nggak kenal sama kalian.
Justru gua mau ingetin lu.
Pada setiap saat,
setiap detik, setiap hari, gua tunggu kedatangan lu.
Inget, Frank. Nyawa dibayar nyawa.
Hari ini bakal gua kuras darah dari tubuh lu.
Sama persis yang gua lakuin sama sahabat lo.
Bangun lo, sialan!
Woah!
Woi!
Sialan!
Bonnie!
Bonnie, lari!
Bonnie!
Siapa nama lu tadi?
Bonnie?
Ada aroma Sambara di dalam darah lo.
Gua anaknya, kenapa?
Akan gua ceritain...
...gimana bapak lo mati di tangan gua.
Sialan!
Enggak mungkin bokap gue mati di tangan orang kaya lu, Berengsek!
Di atas langit masih ada langit.
Paul, berani lu sentuh dia, gue potong-potong tubuh lu.
Jangan bicara langit, kalau lu masih injak bumi, Bangsat.
Aah... Bonnie!
Gue suka gaya lu.
Lu persis sama kayak bapak lu.
Dia nggak pernah ngemis untuk hidupnya, sampai hembusan nafas terakhirnya.
Sialan!
Sialan!
Sialan.
Lari, Bonnie. Selamatkan nyawa Mamamu.
Mamamu dalam bahaya. Bonnie lari!
Lari Bonnie!
Ada salam dari Bos Paul.
Sialan!
Darah yang lu tumpahin itu, darah abang gua.
Tikus-tikus kecil seperti kalian bukan halangan buat gua.
Sudah pernah bunuh orang?
Frank.
Jantung lu yang pertama gue keluarin dari tubuh lu.
Kalau lu berani tolak tawaran si Paul, berarti lu berani lawan gua.
Siapa nama lu?
Sambara
Jagoan baru?
Gua cuman pelukis jalanan.
Tapi gua nggak akan ragu ketika hak gua sebagai manusia lu ganggu.
Rakyat kecil nggak bisa mengalah terus.
Hebat. Hebat.
Tapi itu kata-kata yang sering gua denger dari orang yang bakal mati.
Frank.
Lu bertiga harus mati.
Dan sebelum lu mati, lu harus tau...
Kinanti ada di tangan gua, Frank.
Mana Bos lo?
Anak sialan!
Hei. Lepasin gue, Sialan.
Di mana Paul?
Jawab!
Sialan, lepasin gua. Lepasin!
Kalau mau kita satu lawan satu.
Jangan jadi banci lu.
Masih belum berubah.
Sahabat lu baru aja gua paksa nyusul suami lu ke neraka.
Sialan! Gue bunuh lu!
Gue bunuh lu!
Gue bunuh lu!
Gue bunuh!
Dan di sana gua ketemu sama anak lu.
Bonnie.
Makanya gua tunda kematian lu.
Karena gua pengen dia lihat langsung ibunya mati di depan matanya.
Anak macan akan menurunkan insting dari induknya.
Gua yakin dia bakal sampai ke sini buat cari lu...
...dengan penciuman yang tajam.
Lu bakal mati di tangan gue, sialan!
Sialan lu! Bangsat!
Sialan!
Sialan!
Sialan lo!
Lo bikin susah hidup gua.
Lo bakanlan mati ditangan gua!
Lo, Paul sialan!
Sialan!
Sialan!
Lo bakanlan mati ditangan gua!
Woi, Berengsek, di mana bos lo?
Di mana bos lo?
Hmm...
Di mana bos lo?
Tolong!
Mana kuncinya?
Mana kuncinya?
Buka cepat!
Ayo, cepat! Cepat!
Kamu kan paling gede di sini.
Kamu bawa mereka ke kantor polisi terdekat, ya.
Iya, Kak. Terima kasih ya, Kak.
Ayo, pimpin jalan.
Semua ikutin dia, ya.
Hati-hati, ayo cepat!
Bangun lo!
Di mana bos lo?
Sialan, di mana bos lo?
Woi!
Gudang besi.
Jalan Kopi.
Paul!
Keluar lo!
Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%
Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki
Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino
Misi permisi kami mau lewat.
Kalau nggak dikasih urusan bisa gawat.
Misi permisi kami mau lewat.
Kalau nggak dikasih urusan bisa gawat.
Misi permisi kami mau lewat.
Kalau nggak dikasih urusan bisa gawat.
Bon, lu masuk sekarang.
Ayo, ini kesempatan.
Kalian tau harus ngapain.
Bon, lu aman?
- Lu mau gencet gua? - Enggak sengaja gua.
Sialan lu.
Bon. Cabut, Bon.
Bonnie...
Apa yang udah lo lakuin terhadap keluarga gue...
...adalah alasan kenapa gue ada di sini sekarang.
Dan sebentar lagi lu akan ada di neraka, berkumpul bersama dengan keluarga lu.
Dan lu bisa tanyain langsung sama mereka...
...apa yang telah mereka lakuin sama abang gua.
Sialan!
Calon mayat banyak tingkah.
Hei, Bonnie.
Sekarang waktunya lu lihat bagaimana ibu lu mati.
Mama.
Mama.
Sialan!
Bangsat!
Lepasin nyokap gue!
Lucu lu.
Pengecut lu, lawan gua!
Bapak lu aja mati di tangan gua.
Apalagi lu.
Sialan!
Mama!
Bon.
Nyokap... Nyokap gua...
Nyokap gua...
Bon, kita selesaiin semua hari ini.
- Yang bener aja sih, Ga. - Yang bener apa, gua udah bener.
Lu nendang gua.
Lu, 'kan?
Aduh, tulang kering gue.
Kompak juga kita, tapi bisa kali nendangnya nggak usah kenceng-kenceng.
Lu juga nyodok gua.
- Gua kan enggak sengaja. - Sama gua juga nggak sengaja.
- Ya, maaf. - Maaf juga.
Berhenti!
Selangkah lagi lu maju, gua percepat kematiannya.
Dasar anak-anak sialan!
Ma!
Ma.
Sini, Ma.
Ini...
...saat kematian lo.
Gua udah pernah bilang sama lo.
Lo akan mati di tangan gua.
Lo akan mati sama persis seperti lu membunuh Sambara.
Suami gue.
Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%
Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki
Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino
Sekarang Mama udah ngebales semua dendam Mama.
Dendam atas kematian Papa kamu dan Frank.
Mama mohon kamu lupakan semua kejadian ini.
Anggap ini nggak ada.
Hapus dari ingatan kamu, Bon.
Maafin Mama.
Di dunia ini nggak ada yang bisa membeli rasa kasih sayang...
...seorang ibu kepada anaknya.
Tau, kan?
Iya, Ma.
Bonnie tau Mama sayang sama Bonnie.
Maafin Bonnie, Ma.
Udah salah mahamin Mama.
Bonnie kira Mama nggak sayang sama Bonnie.
Ternyata...
Mama sedang berperang dengan kesakitan yang tidak kasat mata.
Sekarang Mama sudah lepas dari rasa sakit itu, Bon.
Dendam itu tidak punya mata, Bon.
Biarlah Mama yang menanam dendam itu...
...dan tersesat di dalamnya.
Tapi kamu...
...lahirlah kembali seperti cahaya pagi.
Pergilah bersama terangnya matahari.
Dan jangan pernah tersesat dalam gelapnya dendam.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.