All language subtitles for Andhadhun 2018 BluRay 1080p Hindi DD 5.1 x264 ESub

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

= Terjemahan Titi Sayeed = ( Resync By Coffee_Prison )

APAKAH HIDUP ITU? TERGANTUNG PADA HATI.

Ceritanya panjang.

Kopi?

ANDHADHUN

Jalan Prabhat, Pune

Paman!

- Paman sakit? - Hei, Bandu!

Ayo, saya antar menuju bajaj.

Tapi upahnya 10 rupee.

Ini.

Aah!

Kalau kamu lakukan ini lagi, aku akan ikat uang ini ke celanamu, paham?

Sekarang panggil bajaj.

Bajaj!

- Hei, Maestro! - Hai!

Masuk.

Aku dapat dua les lagi.

Jangan, Pak, batalkan semua lesnya.

- Kenapa? - Anak Jamal Nagar itu membuatku kesal.

Dan Mrs Gokhle...

dia suka menyentuhku.

- Abha Gokhle? - Ya.

Dia lebih suka aku ketimbang pianonya kalau aku mengajarinya main piano.

Dua bulan lagi ada pertandingan.

Mestinya konsentrasi dan praktek lebih sering.

- Aku tak tahu harus bagaimana. - Abha Gokhe itu adalah tiketmu ke London.

Beri dia semangat.

Pak, aku mencari inspirasi bukan keringat.

Siang atau malam tidak penting kalau tidak punya penglihatan.

Jika aku mendengarkan dengan baik-baik, aku bisa mendengar semua suara dunia ini.

Hai, Aakash. Ini sub chicken tikka-nya dan ini es tehnya.

Seperti yang kamu suka.

Terima kasih.

Semua orang sudah tahu kesulitannya menjadi buta.

Aku akan beri tahu manfaatnya. Fokus.

Dan artis berusaha keras untuk fokus.

Jalan berkeliling seharian mencari inspirasi. Dan pulang sore hari.

Lalu pergi lagi.

Seni menawarkan banyak hal bagi seseorang.

Tapi tetap harus dipotong pajak penuh.

Kota Magarpatta, Pune

Semi hatiku yang haus

Telah lama aku menunggu

Aku tenang setelah kau datang

Sayangku!

Lagu yang indah!

Di mana kamu, Pramod Sinha?

Ini komentar dari Denmark?

Hamlet juga dari sana, 'kan?

Ya, Sayang!

Panggilan dari Dani.

Oh!

- Hai, Sayang! - Hai, Tante!

- Kamu mau pergi menyelam? - Iya. Lesnya mulai minggu depan.

- Apa Ayah berolah raga? - Iya. Dia berlari satu jam sehari.

- Ok. Sampai nanti, Tante! - Sampai nanti!

Kenapa dia memanggilku tante?

Setidaknya dia bisa panggil aku Simi.

Dia masih anak-anak.

Butuh waktu, 'kan?

Kita sudah menikah tiga tahun, Pramod.

Butuh waktu berapa lama?

Dan sekarang makanan utamanya.

Membunuh kepiting bisa dengan cara memasukkannya dalam air mendidih.

Tapi saya tidak mau membuatnya terkejut.

Jadi, saya akan...

menaruhnya di freezer selama dua jam.

Dan setelah kepiting tidur nyaman,

saya akan

mengeluarkannya

dan memasukkannya ke dalam air mendidih.

Katanya daging kepiting mengandung zat afrodisiak.

Jangan tanya cara penulisannya, ya.

Saya bisa menjelaskan artinya jika Anda mau.

Ooh!

Pedas. Enak sekali.

Fantastis!

Fantastis!

Oh, kamu telah memikat hatiku!

Mestinya kamu tampil di TV.

Apa kamu mau aku bicara dengan orang TV?

Bersama Simi yang seksi!

Semua bohong!

Beraninya kamu datang ke kamarku dan bicara seperti itu padaku?

Kamu pikir aku siapa?

Simi. Kamu mau...air?

Jangan mendekat denganku.

Aku tahu kenapa kamu ke sini. Kamu mau meracuniku, 'kan?

Tapi tidak mudah untuk membunuhku.

Ada apa?

Kenapa kamu tidak merekamnya?

Bodoh! Aku tadi sedang audisi.

Untuk perawat Radha Bagian dua.

Dengarkan ide ceritanya.

Perawat Radha

lari dari rumah sakit jiwa di adegan pertama.

Ini cuma film murah.

- Ha ha! - Tolong, bicaralah dengan mereka.

Dengan teman-temanmu dari film.

- Tolong! Ayolah! - Ya, Tuhan!

Apa yang kamu lakukan!

Hei! Apa kamu buta?

Kamu tak melihat? Motor kuning sebesar ini?

Aku bicara denganmu. Halo!

Buka jendelanya. Kenapa kamu memakai kacamata, orang gila?

Hei, tolol!

Halo!

Aku akan mengirim fotomu ke polisi. Kamu gila!

Kota ini penuh dengan orang gila.

Maafkan saya!

Sakit tidak?

Saya minta maaf.

Saya benar-benar minta maaf. Semoga kamu tidak apa-apa.

Mau saya...

antar ke suatu tempat? Bisa saya bantu apa saja?

Hei, mau ke mana? Ini kopi, roti sandwitch.

Bu, aku baru saja makan pagi dengan misal pav. Aku tidak apa-apa.

Jangan. Aku tidak enak. Hati aku masih berdebar-debar. Gula?

Kenapa menyeberang jalan sendiri?

Mestinya piara anjing pemandu?

Siapa yang akan merawat anjingnya? Aku punya kucing di rumah.

Minum kopinya.

Ini serius, bagaimana kalau kamu cedera?

Karir dari seorang artis pendatang baru akan berakhir sebelum saatnya.

Seorang artis?

Kamu kerja di mana?

Aku pemain piano.

Piano?

Kamu bisa main bagus?

- Hei, Badshah. - Ya, Pak.

Setiap malam kamu lupa mengunci ruang penyimpannya.

Saya lupa, Pak. Maaf.

Setiap kali maaf. Aku tidak suka. Aku sudah bilang, 'kan?

Ke mana kamu bawa aku, Sophie?

- Kenalkan ini ayahku. - Halo, Pak. Apa kabar?

Franco.

Di mana kamu menemukan pria ini?

Secara kebetulan.

Wow!

Apa yang kamu lakukan kalau malam?

Omong-omong, kalau tidak keberatan.

Kenapa matamu?

Aku terkena bola kriket di kepala saat aku berumur 14 tahun.

Apa?

Aku terkena bola kriket sewaktu umur 14. Saraf mataku rusak.

Kita mengobrol sesuatu yang menggembirakan saja, ya?

- Tentu. - Yah.

Kamu tahu kamu tak akan bisa bayar bajaj dari tipnya Franco.

Ini...

Jalan Prabhat, Gang Nomor Empat.

Apa ini?

Ini LSM.

Untuk orang cacat.

Aku di sini selama tiga bulan. Tebak berapa sewanya.

Hanya lima ratus rupee sebulan.

Banyak pepohonan di sini. Lingkungannya bagus.

Tiap hari aku dibangunkan oleh kicauan burung.

Ini tangganya.

- Iya. - 18 tangga.

Jadi...

Mau kopi?

Tidak, hari ini aku sibuk. Tapi aku bisa jemput jam lima?

Terima kasih.

Lagumu bagus.

Aku suka sekali.

- Aku akan sempurnakan dulu. - Kenapa kamu pikir itu belum sempurna?

Karena memang belum sempurna.

Ada hal-hal yang sempurna karena belum sempurna.

Jangan diacak-acak lagi, ya. Sampai ketemu.

- Atau aku akan menemuimu, oke, aku jalan. - Sampai nanti. Ok.

Hai! Aku turun dua menit lagi.

Hei, selamat sore!

- Hai. - Hai, selamat sore! Apa kabar?

Baik.

Oh, ya ampun!

Ada kotoran burung di kacamatamu.

Iya. Burung-burung di sini memang begitu.

Matamu kelihatan sangat normal. Maksudku...

kamu tidak bisa melihat sama sekali?

Tidak seperti itu.

Aku bisa merasakan cahaya.

Aku kasih tahu jam berapa sekarang, ya?

Kelihatannya jam...

5.30 sore.

Oh ya, kotoran burung itu sangat beruntung.

Baru saja ku lihat wajah yang begitu cantik

Aku harus bilang apa yang tertulis di wajah itu

Seperti lautan yang dalam

Di mana hatiku tenggelam saat ini

Sejak saat aku cedera

Apa salah mataku di sini?

Apa salah mataku di sini?

Apa salah mataku di sini?

Jawablah, oh, Hatiku

Apa salah mataku di sini?

Apa salah mataku di sini?

Apa salah mataku di sini?

Jawablah, oh, Hatiku

Hebat sekali!

- Bagus sekali! - Terima kasih, Pak.

Pria ini akan jadi bintang terkenal.

Bintang.

Kamu punya bakat

yang tak dimiliki semua orang.

Terima kasih, Pak.

Pak, suara Bapak mirip aktor Pramod Sinha.

Apa?

Kamu tahu Pramod Sinha?

Saya pernah melihat film-filmnya di Durdarshan, waktu kecil.

Film apa waktu itu? Annadata!

- Dengar lagu-lagu di Chitrahaar. Hebat! - Oh, ya! Ayo, kita pelukan!

Ayo! Sophie, sini! Ambil foto.

Senyum.

Sudah sampai.

Terima kasih.

Hari ini, kamu dapat tip 4000 rupee. rekor terbesar untuk Franco.

Menunggu sampai terkumpul seratus ribu

biar bisa untuk pergi ke London.

Semoga berhasil!

- Selamat malam! - Selamat malam.

- Aakash! - Hai.

Hai.

Kamu cepat sekali datang.

Cuma untuk latihan.

- Oh, ok. - Iya. Tunjukkan jalannya.

Ok.

Pasti yang ini gangnya.

Aku bisa sendiri.

- Maaf. Kamu tidak apa-apa? - Iya.

Aku ikat hatiku dengan seratus tali

Tapi hati yang nakal ini,

lebih pintar dariku

Apa yang terjadi?

Oh, ada apa denganku?

Kadang dia lari

Sedetik kemudian dia mengejar sesuatu

Setelah terjadi sesuatu, mataku akhirnya terbuka

Itulah yang terjadi

Mengertilah itulah yang terjadi

Dua hati bertemu dan saling cocok selamanya

Tercipta tanpa sepengetahuan kita

Tiada lampu maupun cahaya, maupun kesalahan

Apa salah mataku di sini?

Apa salah mataku di sini?

Jawablah, oh, Hatiku

Apa salah mataku di sini?

Apa salah mataku di sini?

Apa salah mataku di sini?

Jawablah, oh, Hatiku

Hei, Laila, Laila, Laila hidupku

Siapa namamu?

Kutatap dirimu

Chhaila, Chhaila memberimu salam

Siapa namamu?

Kutatap dirimu

Kasihan hatiku, jadi kalut sejak hari ini

Kasihan hatiku, jadi kalut sejak hari ini

Ayo, kita pergi dari Senin malam

Kamu ada di dalam hatiku

Kamu ada di dalam hatiku

Kamu ada di dalam hatiku

Hai, Aakash!

Hai, Pak Pramod.

Kamu bisa mainkan laguku juga?

Tentu. Sebentar saya mainkan.

Jangan!

Jangan di sini.

Datang ke rumahku besok. Kita bikin konser pribadi.

Aku dan istriku.

Dia pengagum berat Rajesh Khanna.

Mainkan satu atau dua lagunya juga. Dia akan senang.

Baik, Pak.

Ambil ini.

Alamatku ada di sini.

Ini baru sebagian. Nanti aku beri lagi.

Hai, Pak!

Mau saya ambilkan minum?

Tidak, Sayang. Aku nyetir mobil.

Jam satu.

- Sampai nanti. - Sampai nanti.

Ada apa dengan jam satu?

Rahasia.

Inspektur!

- Jangan macam-macam! - Maaf, Pak.

Simi, lihat adegan ini.

Yang ini pasti menyenangkan.

Lihat!

Pammi, aku sudah menonton film ini sepuluh kali.

Sekarang, gadis ini juga akan dibunuh.

Berapa kali kamu menontonnya? Ribuan kali, 'kan?

Aku mau ke Bangalore besok.

Hah?

Kamu gila?

Besok itu hari jadi kita dan kamu mau ke Bangalore?

Aku dapat telepon dari Shivji. Ada hal penting.

Aku akan pulang dengan penerbangan sore.

Ayo.

Seperti yang kamu lihat ini kandangku.

Maaf, di sini gelap.

- Saklarnya di sebelah kanan. - Terima kasih.

- Aku tutup pintunya, ya? - Iya.

Bisa tolong buka ini?

- Sudah. - 'Makasih.

- Mau aku ambilkan handuk atau apa? - Ya, bisa pinjam kaos juga?

'Makasih.

- Sebentar, ya. - Ya.

Kamu punya pembuka botol anggur?

Ayo, bersulang untuk rahasia kita.

Sulang untuk...

hujan di Pune.

Untuk musik kamu.

Untuk kamu sebagai musikku.

Kamu perlu itu.

Sekarang kamu harus bilang hebat.

Oke.

- Kamu sedang menuang? Jangan. - Sulang untuk Kishor Kumar.

Baiklah aku kalah.

Apa ini?

Penutup mata?

Ini punyamu?

Iya. Kadang kalau aku tak bisa tidur, aku tutup mataku dengan itu.

Apa yang kamu lakukan?

Tidak apa-apa.

Kenapa semua berjatuhan?

- Aku mencari gelas anggurku. - Pasti di tempat kamu meletakkanya.

- Susah sekali. - Apa yang susah?

Aku pikir aku taruh di sana.

Nanti ada yang jatuh. Gelas anggurnya bisa pecah.

- Memecahkan gelas pertanda keberuntungan. - Gelas anggurmu.

Di mana?

Kamu memakai penutup mata! Kamu serius?

Coba gambarkan aku.

Bagaimana wajahku menurutmu?

Selamat pagi.

Selamat pagi.

Ayo, kita ke kantin sarapan.

Hmm...

Telur dadar paling enak.

Tak ada yang akan memberi Oscar atas kinerjamu.

Bukan, aku bicara jujur.

Bang, bisa pandu aku sampai ke pintu gerbang.

- Ya? - Selamat siang.

Pramod Sinha memanggil saya ke sini.

Suamiku sedang tidak di rumah.

Oh, Nyonya Sinha!

Selamat hari jadi!

Saya Aakash pemain piano dari Franco.

- Untuk konser pribadi. - Konser pribadi?

Tapi dia sedang pergi ke Bangalore. Dia pulang besok.

Tapi dia memanggil saya hari ini.

- Jam satu. Maaf, terlambat lima menit. - Maaf.

- Mungkin tanggalnya salah. - Dia menelepon saya hari ini, Nyonya.

Dia juga telah memberi uang muka.

Dia ingin memberi kejutan.

Saya tadinya tidak ingin memberi tahu. Tapi Nyonya bisa meneleponnya.

Mungkin...

Mungkin... oh... mungkin dia telah datang.

Oke, masuklah.

Aku akan menelepon Pramod.

Pammi!

Apa kamu memanggil musisi dari Franco untuk datang ke rumah?

Syukurlah.

Mestinya kamu bilang, 'kan?

Aku belum ganti baju.

Oke.

Cepat pulang.

Dia akan tiba 10 menit lagi.

Ya, Nyonya. Piano yang indah.

Kamu benar-benar... maksudku...

- Tak bisa melihat. Atau hanya sebagian. - Iya. Benar-benar buta, Nyonya.

Saya terkena bola kriket saat usia 14 dan saraf mata saya rusak.

Dan kamu bisa memainkan alat musik.

Musik hanya soal...

- Mainkan sesuatu. - Ya, baik.

Wow, bagus! Bagus sekali!

Kejutan indah yang diberikan suamiku!

Dia masih romantis.

Nyonya, bisa saya menggunakan toiletnya?

Ya, tentu.

Hmm... kiri.

Kejutan!

Indah sekali!

Bagus!

Oh.

Nampaknya Pramod sudah tiba.

Oh!

Prammi, hai!

Wow, kamu begitu manis!

Terima kasih atas semua ini.

Hadiah yang indah.

Dia bermain dengan indah.

Hebat!

Oh, kamu membuat hatiku bahagia!

- Terima kasih, Pak! - Kamu mestinya ikut di pertunjukan.

- Kamu mau aku bicara dengan orang TV? - Ayo, masuk ke dalam, Pammi.

Aku ingin menunjukkan apa yang kubeli untukmu.

Wow!

Pammi, ini keterlaluan. Aku tak mau bicara.

- Hari jadi apaan? - Sayang!

Kamu baru saja tiba dan mau pergi lagi?

Apa kamu gila?

Apa-apaan ini, Pammi. Kamu setidaknya bisa usahakan untuk hari ini.

Oke.

Tapi kamu harus kembali lagi dalam 20 menit.

Mengerti? Dia menunggumu di sini.

Hmm? Oke.

Oke. Sampai nanti, Pammi.

Ada kontaktor yang menunggunya. Harus membuat kesepakatan hari ini.

Katanya hari keberuntungan.

Kamu mau juice?

Tidak, Nyonya. Tidak usah. Terima kasih.

Pramod datang terlambat hari ini.

Kamu bisa pergi.

Ada yang masih harus dibayar?

Tidak apa-apa, Nyonya. Saya akan minta Bapak.

Mau kupon?

Ayo, beli satu.

Kupon, kupon.

Kupon.

Beli kupon. Ayo! Main dengan keberuntungmu.

Mari! Ambil satu.

Hei, Bung.

Pak, tolong.

Letakkan tanganmu di salah satu kupon. Katanya Tuhan selalu bersama orang buta.

Sudah! Dia meletakkan tangannya di kupon.

Anggap itu adalah hadiah besar Bapak.

Keluar dengan seratus rupee.

Terima kasih.

Pak, mau minum teh?

- Tidak, panggilkan bajaj saja. - Hei, pemalas. Bawa ke sini bajajnya.

Antar Bapak ini ke mana beliau mau.

- Cepat. Terima kasih, Pak. - Sebentar.

Tas.

- Mau ke mana, Pak? - Kantor polisi.

Terima kasih.

Mau ke mana?

Sini.

Hati-hati.

Pak, dia ingin melapor.

Ada apa? Katakan.

Pak, saya ingin melaporkan pembunuhan.

Pembunuhan?

- Ya. - Pembunuhan siapa?

Hmm?

Bisa minta air?

Jangan takut. Ada petugas senior disini.

Katakan. Siapa yang telah dibunuh?

Rani telah dibunuh.

Rani? Siapa Rani?

Kucing saya.

Bhandu tinggal di bawah. Anak itu mengganggunya dan pasti telah membunuhnya.

Memang saya gila apa?

Kami di sini untuk mencari kucing?

Rapikan lencanamu.

Kamu melihat kejadiannya?

Bagaimana bisa, Pak?

Aku akan lihat.

Ayo.

Kamu datang lagi?

Di mana rumahmu?

- Daerah Prabhat. - Hah?

Jalan Prabhat.

Kenapa teleponmu mati?

Dari tadi aku berdiri di luar bioskop Alankar satu setengah jam.

Aku mencoba meneleponmu tapi kamu matikan.

Kalau tidak mau datang, 'kan bisa telepon, Manu.

Aku mencintaimu, Sayang.

Aku tadi sedang rapat.

Manu, kamu keterlaluan. Kamu selalu begini.

Ini juga kasus mendesak. Aku minta maaf.

Aku telepon nanti malam.

- Halo, Nyonya. - Halo.

Kasus penting apa?

Dia harus mencari kucing.

Kucing?

- Apa warna kucingmu? - Hitam dan putih, Pak.

Bagaimana kamu tahu?

Semua orang bilang.

Kopi, Pak?

Rani.

Kamu masak sendiri?

Biarkan aku. Tolong cari Rani. Dia bisa tertabrak truk. Ada jalan besar.

Air.

Dingin atau sedang?

Air, Pak?

Ini surat kabar hari ini? Siapa yang membaca?

Saya menggunakannya untuk membersihkan kotoran kucing.

Pak.

Pak.

Pak.

Pak!

Oh, Bapak di sini.

Tolong cari Rani, Pak. Saya harus bagaimana tanpa Rani?

Pak, bis sekolah! Bis sekolah Bandhu, Pak.

Pak, tampar saja dia, pasti akan menceritakan semua.

Bapak tahu apa yang dilakukan waktu itu? Dia mengikat bom di ekor Rani.

Dia tak keluar rumah selama dua hari. Begitu caranya?

Dia ketakutan. Dia benar-benar ketakutan, Pak.

Apa itu tadi, Pak?

Rani! Sayangku!

Rani.

Ke mana saja kamu?

Kamu dua hari belum makan, ya? Terima kasih, Pak.

Terima kasih banyak, Pak.

Telur, telur.

Kamu tidak apa-apa?

- Hai, Franco. - Hai, Simi.

Selamat hari jadi!

Kata sang bos.

Terlambat seperti biasa.

Biar aku telepon dia.

Yang merah?

Iya, tolong.

Sophie.

- Selamat hari jadi, Nyonya. - Terima kasih.

Apa kabar?

Pemain piano kamu bagus.

Saya tahu.

Dia hebat, 'kan?

Pacar?

Hah?

Nyonya, saya telah pesankan kue red velvet-nya.

- Yang untuk penderita diabetes, 'kan? - Iya, jangan khawatir.

- Silahkan, nikmati minumnya. - Terima kasih.

- Lihat Aakash, Pak? - Baru saja pergi naik bajaj.

Takkan berjalan di depan rumahmu

Mulai sekarang dan seterusnya

Ini berita terbesar dari Pune. Aktor tahun 70-an

Pramod Sinha telah ditembak mati semalam.

Mobil Pramod Sinha ditemukan di dekat sungai Indrayani di Pune

dan mayatnya ditemukan di dalam mobil yang sama.

Setelah menghasilkan film-film terkenal seperti

"Spy of Shanghai", "Nurse Radha" dan "Boy Next Door",

Pramod Sinha pensiun dari film

dan bekerja di bidang properti.

Menurut istri Pramod Sinha, Simi Sinha

dia meninggalkan uang tunai sepuluh juta di koper ungu untuk pembelian tanah.

Tapi dia tak pernah kembali setelah itu.

Polisi pastinya sedang menginvestigasi kasus ini

tapi belum menemukan sesuatu.

Tapi tidak salah untuk dikatakan bahwa

meskipun setelah semua rencana pemerintah

kenyataannya

setiap hari uang tunai yang sebegitu besar...

- Katakan di mana sepuluh juta itu? - Saya tidak tahu.

- Dari mana kamu dapat jam tangan itu? - Kutemukan di toilet bar.

Sumpah.

Saya tidak bohong, Pak.

Saya sumpah, Pak, saya tidak tahu.

Anda yakin jam tangan ini milik Pak Sinha?

Saya yang memilihnya.

Untuk ulang tahun terakhirnya.

Anda sudah menemukan sesuatu?

Dia akan mengakui semuanya sampai nanti malam.

Pak.

Pak, ini pemain piano itu.

Duduk.

- Kamu pasti Aakash. - Iya.

Siapa Anda?

Saya Dani.

Ayah bercerita tentang Anda.

Dia juga mengirim foto Anda.

Bukankah Anda yang ketemu dengannya terakhir kali?

Bagaimana dia?

Iya. Dia kelihatan sangat ceria.

Dia kelihatan sangat bahagia.

Dia memang orang yang selalu ceria.

Kamda!

Baca pernyataan Aakashji, yang harus ditandatanganinya.

Tanggal 27 Juni 2017, Pramod Sinha memanggilku untuk konser pribadi.

Saya sampai di sana tepat jam satu siang.

Pramod ji sampai di sana setelah 10 menit. Dia ngobrol dengan saya.

Lalu dia segera keluar dengan kontraktor.

Semua ini bohong. Mereka bersama-sama membunuh Pramod Sinha.

Mereka memasukkan mayatnya dalam tas dan mengambil cincinnya

dengan mematahkan jarinya.

Aku bisa melihat. Lihat mataku.

Pegang dia.

Mereka berselingkuh.

Tidak. Dia bohong?

Omong kosong!

Saya tidak bohong.

Duduk.

Saya lama di sana. Tapi dia tidak pulang.

Jam dua siang, Nyonya Sinha menyuruhku pergi dari sana.

Hari-hari akan berlalu

Tinggal mulai menghitung waktu

Hari-hari akan berlalu

Tinggal mulai menghitung waktu

Untuk mengenang seseorang

Untuk mengenang obrolan manis

Untuk mengenang pertemuan

Dari awal semua kejadian ini

Mimpi-mimpiku menjadi penuh warna

Hari-hari akan berlalu

Terima kasih, Aakash.

Pramod dulu sering bilang...

lupakan masa lalu

pikirkan masa depan.

Tapi hari ini...

saya tidak bisa melihat apa-apa di masa depan.

Dia pergi meninggalkanku sendiri di hari jadi kami.

Dia memanggil Aakash untuk memberiku kejutan.

Dan dia sendiri datang terlambat.

Berbincang dengan kami selama dua menit dan pergi.

Dan sambil menuju pintu dia bilang...

Simi...

aku akan kembali sebentar lagi.

Terima kasih.

Dani, Sayang.

Jaga dirimu.

Main ke rumah. Oke?

Simi berbohong di pidatonya.

Berbohong bagaimana?

Pramodji tidak terlambat.

Saya melihat semuanya.

Pertama datang orang ketiga.

Lalu datanglah Pramod ke rumah selagi orang ketiga tersebut masih di dalam.

Lalu datang pemain piano.

Siapa Anda?

Disa. Nyonya Disa.

Saya kepala sekolah Saint Aints.

Saya juga tetangga Pramodji.

Suami saya dan Pramodji sahabat yang dekat.

Mereka pasti sedang bersulang bersama di surga saat ini.

Katakan.

Waktu saya pulang dari kantor pos,

orang ketiga itu satu lift dengan saya.

Dia pergi ke kediaman Pramod.

Dia masih di rumah saat Pramod datang dengan hadiah tepat waktu.

Dan pemain piano itu datang terakhir, orang buta itu.

Salah. Orang buta itu datang dahulu

lalu Pak Pramod.

Tidak. Saya kasih tahu,

orang ketiga itu tiba lebih dahulu.

Ketiga?

- Iya. - Siapa orang ketiga itu?

Dia seperti binaragawan.

Kuat.

Binaragawan.

Kalau saya melihatnya lagi, pasti saya akan mengenalinya.

Binaragawan.

- Ketiga? - Ya. Ya.

Kenapa Anda tidak tanyakan pada Simi?

Dia ada di sana.

Tanyakan padanya.

Santai. Santai.

Ayo.

Itu lagu favorit ayah.

Kamu mau mengajariku?

Tentu.

Siapa orang ketiga itu?

Oh, dia pasti bicara soal minggu lalu. Ada pengantar pizza.

Pertama dia datang,

lalu beberapa saat kemudian, Pramod datang.

Sebenarnya Nyonya Disa hanya berusaha membantu.

Dia pengagum berat Pramod.

Saya menerima 10-12 penelepon iseng setiap hari.

Kemarin puncaknya!

Seorang pria menelepon dan bicara mengenai keterlibatan Bapak.

Dia bilang Bapak membunuh dan membuang mayatnya di jembatan.

Hei, ada apa?

Pelan-pelan.

Kamu tidak apa-apa?

Tidak apa-apa. 'Makasih.

Semua orang menunjukkan kekesalannya. Banyak sekali musuh Manu.

Tapi aku baca di "Sakar' kalian menangkap seseorang.

Seseorang bernama "Surya". Ya, 'kan?

Tapi dia tidak mau mengatakan di mana dia menyimpan sepuluh juta rupee-nya.

Bapak akan membuatnya mengaku. Ya, 'kan, Pak?

Maaf, Manu, tapi boleh aku kasih tahu?

Kalian tidak berpikir tentang Simi.

Kenapa dia menikahi si tua Pramod Sinha?

Perbedaan umur yang sebegitu besar dan perkawinan atas dasar cinta?

Karena uang sudah pasti.

Tapi bagaimana dengan hal-hal lain?

Dia pasti punya simpanan.

Iya. Hari itu, kepala sekolah Disa juga bilang begitu.

Siapa kepala sekolah Disa?

Pak, dia tetangga Pramod Sinha.

Hari itu, dia bersikukuh bahwa ada orang ketiga di sana.

- Dia akan mengenalinya kalau ketemu dia. - Buat sketsanya.

Manu, ini pembunuhan Pramod Sinha.

Ini kasus besar. Kalau kalian bisa membongkarnya semua tim akan naik pangkat.

Pak.

- Saya akan memanggilnya ke kantor polisi. - Tepat!

Dia wanita tua.

Kita akan tanyai di rumahnya.

Aku pergi ke toilet dulu.

Kenapa tidak makan telurnya?

Dia makan telur sebagai sumber proteinnya.

Enam belas.

Aakash.

Sophie, kamu baik-baik saja?

Oh ya? Kamu bagaimana.

Kenapa kamu bertingkah aneh? ( Resync : Coffee_Prison )

Kamu tiba-tiba meninggalkan restoran malam itu.

Aku harus memberikan notasi lagu-lagu Pramod Sinha pada Dani. Bicara nanti, ya?

Yang terjadi malam itu bukan karena simpati ataupun kasual bagiku.

Kalau kamu menganggapnya begitu, katakan dengan jujur.

Aku tidak suka ketegangan diam-diam seperti ini.

Aku bisa jerawatan.

Ke Magarpatta.

Dani?

Tolong belikan obat pereda sakit ke apotik.

Oke.

Nyonya Disa, punya obat untuk sakit kepala?

Punya. Silahkan masuk.

Terima kasih.

Simi, kamu tidak apa-apa?

- Aah. - Simi!

- Kalian mendapat air tepat waktu? - 24 jam.

Pak.

- Semua fasilitas tersedia. - Pak. Kacamata ini ditemukan di lantai 7.

Dari tempat wanita itu terjatuh.

Sepertinya wanita itu terpeleset karena air di balkon.

81 tahun.

Dia orang yang ingin kita tanyai itu?

Iya, Pak.

Nyonya Disa begitu baik orangnya.

Aku kenal dia sejak masih kecil.

Dia baik sekali.

Mundur!

Sedang apa kamu di sini? Kita harus sembahyang. Ayo.

Halo Sophie, aku perlu bicara denganmu. Penting.

Cepat pulang.

Rani!

Ya?

- Bisa aku masuk? - Siapa, ya?

Nyonya Sinha? Ya, silahkan masuk.

Dani mencarimu di kuil. Ke mana saja kamu?

Kenapa?

Hari ini kami ada doa untuk Pramod. Dia tidak memberitahumu?

Ini ada Prashad.

Silahkan duduk.

Sebenarnya...

Aku ingin berterima kasih padamu secara pribadi.

Kamu telah membantu Dani.

Dia masih syok.

Dia wanita yang baik.

Nyonya mau minum? Kopi?

Aku mau kopi saja.

- Gula dan susu? - Hitam saja.

Kopinya enak sekali.

Terima kasih!

Nyonya, Dani bisa latihan di sini di rumah juga.

Piano juga ada di sini. Akan lebih enak.

Minum kopinya nanti dingin.

Sebenarnya saya...

biar saya ambilkan biskuit.

Cukup. Aku sudah menduga.

Hentikan drama ini!

Lepaskan kacamatamu.

Hai!

Tuan buta palsu!

Perkenalkan pistol palsu.

Ya Tuhan!

Nyonya, maaf. Saya tidak mau terlibat dalam masalah ini.

Kenapa Nyonya membiarkan saya masuk hari itu? Mestinya suruh saya pergi saja.

Kupikir kamu buta. Jadi aku memanggilmu.

Dan Nyonya Disa mendengar semuanya.

Dia mati, 'kan, sekarang!

- Kenapa kamu berpura-pura? - Nyonya, saya hanya berekperimen.

Sebagai musisi, saya percaya saya bermain lebih bagus bila tidak melihat.

Saya seorang artis. Saya punya ide gila seperti ini.

Saya pikir tak berbahaya.

Berapa orang yang tahu percobaanmu ini?

Saya bersumpah demi dewa Saraswati, tidak ada yang tahu.

Nyonya bisa catat Nyonya tak akan mendapat masalah dari saya.

Saya sudah memberikan pernyataan. Saya akan pergi dari Pune.

Saya akan pergi ke London untuk ikut pertandingan ini. Saya akan pergi.

- Saya akan pergi. - Duduklah.

Kamu tidak bercerita apa-apa pada Dani soal ini?

Karena, dengar...

ayah Dani, Pramod dan aku...

hidup bahagia.

Manohar hanya...

Dan Pammi ingin memberiku kejutan.

- Siapa yang mendapat kejutan? - Nyonya...

Semua orang tahu saya buta.

Saya tidak melihat apa-apa. Saya lupa. Saya tidak pernah lihat apa-apa.

Jadi tenang!

Saya bersihkan lantai dulu. Kotor sekali.

Ada apa?

Apa yang Nyonya taruh di kue itu?

Apa yang di kue itu?

Apa yang di kue itu?

Terima kasih.

Hai, Mbak. Lihatlah video ini dan kasih saya 50 rupee saja.

- Pergi kamu. - Mbak, ini breaking news.

Oke, berikan uangnya setelah melihat videonya.

Mbak, uangku?

Mbak...

Aakash!

Aakash!

Aakash!

Tolong jangan salah sangka pada kami.

Setelah kematian Pramod, aku kesepian sekali.

Aakash yang menghiburku.

Tahu, 'kan Aakash sangat...

Sensitif!

Ya.

Dia sangat emosional.

Dan dia juga liar di tempat tidur.

Apa dia juga bilang dia jadi buta waktu dia terkena bola saat dia umur 14?

Iya.

Dia tidak buta.

Apa?

- Dia tidak buta. - Tidak, tidak buta. Aku juga baru tahu.

Bagaimana kamu tahu?

Anak di bawah itu...

Tanyakan padanya! Kenapa tanya padaku?

Ya Tuhan!

Oke. Kalau begitu...

- Aku pergi. - Tidak. Kamu di sini saja.

Di sini saja.

Dan kasih pesan buatnya.

Piano Franco sudah laku.

Jadi jasanya tidak diperlukan lagi.

Mbak, uangku?

Kenapa ini?

Apa yang telah kamu lakukan padaku?

Aku tidak bisa melihat apa-apa.

Tapi kamu sudah 14 tahun buta.

Aku baca artikel tentangmu di surat kabar.

Kenapa kamu lakukan ini padaku?

Kamu tidak berhak melakukan ini padaku. Ini salah.

Apa yang kamu taruh di mataku? Aku mau ke dokter sekarang juga.

Bawa aku ke dokter sekarang! Atau aku akan cerita ke semua orang tentang kamu.

Oke. Silahkan ceritakan pada semua orang.

Pergi ke media. Berikan pernyataan lagi ke polisi.

Katakan Simi Sinha membunuh Pramod Sinha dan dia membuatku buta.

Kita lihat siapa yang akan percaya padamu. Semoga berhasil.

Konsentrasi pada musikmu. Kamu seorang artis, 'kan.

Hei.

- Ada apa di ponselmu? - Ada video. Ibu mau lihat?

- Mana? - Di sini. Eh, ke mana videonya?

Uangku!

Sekarang dengar aku. Aku tahu kamu tidak buta.

Siapa saja yang kamu tiduri selain Simi Sinha?

- Sophie, dengar aku. - Jangan berani kamu telepon aku lagi.

- Kalau telepon, aku akan lapor polisi. - Sophie!

Kamu telah melukai hatiku. Tulis lagu tentang itu.

Pergi kamu ke neraka sana!

Kamu membuatnya buta? Apa maksudmu? Bagaimana caranya?

Apa dan bagaimana? Banyak cara tersedia di internet.

- Stress hilang. Sekarang dia benar buta. - Tapi orang buta tetap bisa bicara.

Dia bisa bicara ke media. Kalau ada penyelidikan

aku akan kehilangan pekerjaan. Kita akan ditangkap.

Lebih baik dibunuh saja.

Aku bukan pembunuh berantai yang membunuh semua orang, satu demi satu.

Kamu pura-pura saja jadi suami yang baik. Sembunyi di balik istrimu. Itu saja.

Kamu mestinya mengangkat teleponku dan datang ke sana.

Bibi istriku sedang di ICU. Kamu juga tak mengangkat telepon. Kamu juga menikah.

Dulu...

dan dengan orang yang jauh lebih baik darimu.

Kenapa kamu bawa pistolmu ke rumahku hari itu?

Andai kamu tidak bawa, hal ini tak akan pernah terjadi.

Aku akan membuatnya mengerti. Dia mungkin akan mengampuniku.

Tapi kamu Singham

dan aku yang melakukan pembunuhan, satu demi satu.

Buka pintu!

Siapa ini?

- Jangan sentuh aku. - Tenang, Pak Aakash.

Saya Dokter Swami. Bapak sedang berada di klinik saya.

Bapak terkapar di jalan. Mereka membawa Bapak ke sini.

- Siapa yang membawa saya? - Murli, supir bajaj.

Kami menemukan paspor Bapak dan uang 1000 rupee. Kami menyimpannya dengan baik.

- Anda seorang dokter? - Iya.

Pak, mata saya rusak. Tolong dilihat dan diperiksa.

- Dia buta. - Saya tidak bisa melihat.

- Mata saya. - Oh, sepertinya baru saja cedera.

Sepertinya korneanya rusak.

- Nanti bisa dibantu oleh spesialis mata. - Bawa saya ke sana.

- Bawa saya ke sana. - Ke mana?

Tenang. Bapak sudah ada di rumah sakit.

- Dokter Ambike yang akan memeriksa. - Kapan beliau datang?

- Nanti jam tujuh malam. - Anda tenang saja.

Saya beri Anda suntikan anti tetanus. Berikan tangan Anda.

Kepalkan tangan. Jempol di dalam.

Cukup.

Bagus. Tenang.

Murli, katakan.

Semalam waktu kamu membawaku, kamu lihat orang lain di sana?

Tidak, kenapa?

Ada yang ingin membunuhku.

Ada masalah?

Saya juga mengantar Bapak ke kantor polisi waktu itu.

Ya.

Makan ini.

Saya pernah melihat Bapak sebelumnya.

Bapak membantu saya

menjual kupon lotre.

- Di dekat warung teh di Jalan MG? - Iya, Pak.

Bapak sangat beruntung.

Orang itu menang 10,000 rupee.

- Berapa nomernya? - Nomor apa?

- Apa Bapak tak mau menelepon seseorang? - Tidak.

- Tidak punya keluarga? - Tidak.

Teman, pacar? Pasti punya.

Yang membantu Bapak. Bapak buta sekarang.

Tidak ada.

Kasih tahu kalau dokter datang.

Oke, Pak.

Begini. Lihat ini.

Ini obat. Minumlah setelah makan.

Dan tidurlah.

- Tolong bawa koperku dari mobil. - Baik.

150 ribu. Oke.

Ini uang muka 50 ribu.

200 ribu rupee.

- Atau lupakan saja. Aku pergi. - Oke, oke. Apa maksudmu pergi?

Kamu mau apakan dengan orang buta? Ini tidak sedikit.

Oke. Dua ratus.

Oke dua ratus. Ini 50 ribu uang muka. Ginjal dua-duanya.

Dua-duanya? Dia akan mati.

Memang kenapa?

Buang lagi saja dia ke rel kereta.

Kalau 4-5 kereta api menabraknya, takkan ada yang tahu ginjalnya ada atau tidak.

Aku ke sini lagi setelah menjenguk pasien.

Menurutmu apa ini benar?

Waktu aku mengemis di kereta metro, apa itu benar?

Ayo.

Kita akan dapat dua ratus ribu, karena badannya sehat. Ayo.

- Kenapa kamu khawatir? - Apa dia akan hidup?

Kita akan dikutuk kalau membunuhnya. Gila apa?

Hai, Aakash!

Dokter. Spesialis matanya sudah datang?

Sebentar lagi dia ke sini.

Ayo. Sambil menunggu, kami akan pindai tubuhmu.

Ke kiri dari sini.

Duduklah. Nyalakan lampunya.

Pak, kenapa rumah sakitnya kosong? Apa saya satu-satunya pasien di sini?

Apa ada yang datang ke sini?

Ini rumah sakit tua.

Ada yang baru di dekat sini. Jadi semua ke sana.

Sekarang tua tidak lagi berarti emas.

Lepaskan bajunya.

Lepaskan jam tangannya.

Kendorkan celananya.

Tengkurap.

Tengkurap.

Bagus. Kendorkan celana.

Oke.

Bagus.

Tenang!

Sekarang kamu juga meneleponku?

Iya. Aku yang memutus kabelnya.

Tidak boleh nonton TV sampai ujian Laddu. Film serimu juga dilarang.

Bantu dia belajar untuk ujian.

Sudah berkali-kali aku bilang jangan ganggu aku saat sedang operasi.

Aku telepon balik setelah operasi.

- Operasi? Operasi apa? - Pak, berbaring saja.

Dokter masih di sini.

- Pak, berbaring saja. - Operasi apa yang kalian lakukan?

Pak, seratus ribu saja cukup.

Tolong tekan dia.

Bawa ke sini cepat.

- Dokter mau mengambil ginjalmu. - Seratus ribu cukup.

Seratus ribu saja sudah cukup.

Apa seratus ribu? Aku akan beri kamu sepuluh juta.

Aku bersumpah demi tatoo dewa Shankar, di tanganmu.

Aku bersumpah demi dewa Shankar, di tanganmu.

Dewa Shankar.

Dewa Shankar di tangan.

Sepuluh juta.

Sepuluh juta!

Sebentar.

Dokter!

Kenapa dia tahu saya punya tatoo dewa Shankar di tangan?

Ya Bholenath, ya dewaku

Kau yang tertinggi di dunia

Ya Bholenath, ya dewaku

Kau yang tertinggi di dunia

Pak Aakash.

Halo.

Bro.

Bangun, Bro.

Apa?

- Tidak. Semua bak-baik saja, Bro. - Tidak ada apa-apa.

Bro. Hei, Bro.

Tidak terjadi apa-apa denganmu.

- Tenang, tenang. - Tidak ada apa-apa, Bro.

Dengar, tidak terjadi apa-apa.

Selamat pagi. Halo.

Tidak terjadi apa-apa, Bro.

Oh, kamu beruntung.

Dokter ini tadinya akan mengambil kedua ginjalmu.

Dan kita akan mendapat dua ratus ribu.

Apa yang kamu bilang soal sepuluh juta?

Hah? Dan bagaimana kamu tahu aku punya dewa Shankar di tanganku?

Kamu memakai sari, 'kan?

Rambutmu hitam.

Kamu seperti adik perempuan P.T. Usha.

Dan kamu, Murli.

Kamu lebih kecil, 'kan, dari bibi. Ya, 'kan?

Umur dan tinggi badan?

Rambutmu seperti pelempar bola cepat Malinga.

- Kamu mengidolakan Aishwara Rau. 'Kan? - Iya.

- Kamu punya fotonya di bajaj. - Iya.

Oh!

Dia punya indera penglihatan ketiga. Murli.

Dia avatar dewa Shankar.

Hei!

Apa?

Kamu berpura-pura buta?

Hei, Bibi.

Aku bisa jadi lotre terbesar dalam hidupmu.

Apa maksudmu, Bro?

Halo, Nyonya.

Ada penyelidikan tentang rekaman data panggilan Pak Sinha.

Silahkan duduk.

- Kamu keluar dulu. - Baik, Nyonya.

Bagaimana kejadiannya?

Tidak apa-apa. Ada penangkapan teroris kemarin. Biasa.

Pasti sakit sekali.

Tak begitu. Aakash melarikan diri.

Polisi sedang mencarinya.

Mereka juga merekam panggilan pacarnya.

Ini semua punyamu. 'Kan?

Orang buta itu masih bisa bicara. 'Kan?

Cari dia.

Halo, Aakash.

Nyonya Sinha!

Saya mau pergi ke London besok.

Saya pikir perlu ketemu Dani sebelum pergi.

- Jadi, latihan terus. - Ya.

Hati-hati dan sering telepon, ya.

Oke. Saya pamit.

Mau aku antar?

Ya. Tentu.

Mau aku belikan makanan Cina pulangnya?

Apapun yang kamu mau.

Angkat. Angkat.

Hmm.

Aakash bersamaku di mobil.

Lalu bagaimana?

Bawa dia ke petugas hutan. Aku akan kubur dia di sana.

Ada masalah dengan bibi istriku.

Sampai nanti. ( Resync : Coffee_Prison )

Katakan.

Aku sudah bilang aku akan pergi.

Dan kamu masih juga membuatku buta.

Dan pacar miskinmu itu

dia mencoba membunuhku. Dia mau membunuhku.

Aku tidur di Halte Swargate ST selama ini.

Manohar menyerangmu?

Jadi kamu tidak tahu.

Aku ingin mataku kembali normal.

Dokter bilang bisa dioperasi.

Kornea bisa dicangkok.

Tapi di pasar gelap. Harganya satu juta rupee.

Beri aku satu juta rupee. Aku akan operasi mata dan pergi ke London.

Mengerti apa tidak?

Bisa dengar aku?

Satu juta.

Atau kalian akan dipenjara.

- Aku akan bilang ke semua media. - Pemerasan?

Kompensasi.

Aku tak punya uang sebanyak itu.

Dan kalaupun aku punya, kenapa mesti kuberikan padamu?

Hei!

Minggir. Apa tak bisa lihat?

Ada apa?

Bajaj menutupi jalan.

Ada gambar Aishwara Rai di belakangnya?

Kamu bisa melihat lagi?

Nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif.

Selamat malam!

Aku bikin poha Cina.

Ayo, dicicipi dan kasih tahu rasanya.

Hei! Apa ini? Darimana kamu dapat ini?

Kenapa kamu?

Kamu tidak apa-apa?

Sakit tidak?

Kamu makan saja. Aku angkat teleponnya. Dan kasih tahu rasanya.

Enak sekali!

Halo.

Halo. Saya detektif Ismail.

Bisa bicara dengan Rasika Ji?

Ya. Saya sendiri.

Begini, Nyonya. Aktor Pramod Sinha waktu itu menyewaku.

Dia curiga istrinya berselingkuh dengan seseorang.

Manu!

Saya mengikutinya dua minggu.

Saya punya foto dan videonya.

Tapi sekarang dia sudah meninggal.

Jadi bisa Nyonya membayar biayanya?

Kenapa Anda bilang padaku? Bagaimana saya tahu?

Karena suami Nyonya yang berselingkuh dengannya.

Karena itu saya cerita ke Nyonya.

Siapa ini?

Mallika.

Kirim salamku untuknya.

Anda tahu siapa suami saya?

- Kalau dia tahu Anda bohong... - Nyonya saya tahu semuanya.

Tapi Nyonya tidak tahu, 'kan, suami Nyonya SHO Javandha...

telah membunuh Pramod Sinha dengan bayaran sepuluh juta rupee.

Oke, saya telepon lagi besok jam 9.30 pagi.

Saya mau sepuluh juta rupee itu.

Atau Nyonya tahu, 'kan, media membayar mahal untuk berita-berita seperti ini.

Seluruh India ingin tahu

siapa yang membunuh Pramod Sinha.

Selamat malam.

Bagus, Bro.

Ayo, kita foto selfie.

Di sini.

Senyum!

Nanti mengenai aku. Apa yang kamu lakukan?

Keluar kamu! Anjing!

Keluar atau kutembak kamu dari sini.

Nanti meletus. Itu pistol sungguhan.

Aku batalkan puasa Karvachauth hari ini.

Kamu pergi ke dia setelah makan 16 telur?

Kamu bersenang-senang bersama artis keparat Simi?

Aku salah. Aku memang bodoh.

Dia sangat licik. Aku benci dia.

- Dia menjebakku. - Apa kamu anak kecil

hingga dia bisa menjebakmu dan kamu tak menyadarinya?

Sudah. Aku tak mau bicara soal dia lagi. Aku bilang kamu.

Aku telah berbuat salah.

Aku hanya mencintai satu perempuan.

Aku hanya mencintaimu.

Aku mencintaimu Rusu.

Diam! Bagimu aku sudah mati!

Bagimu aku sudah mati!

Tidak. Aku mencintaimu.

- Keluar saja kamu. - Tidak, tidak.

Aku sedang turun.

Aku...

mau keluar.

Tolong jangan tembak.

Aku keluar.

Dia menelepon lagi!

Ini telepon Inspektur.

Ini Pak Inspektur.

Jangan tembak. Aku nyalakan pengerasnya.

Ya. Bicaralah, Paresh.

Ya. Halo, Pak.

Mobil Simi Sinha ditemukan di tempat bunuh diri.

Ada satu sepatu dan tas di dekat mobil.

Sepertinya dia telah melompat.

Kami belum menemukan pesan bunuh diri.

Kami masih mencari mayatnya.

Tapi masalahnya banyak buaya di sungai.

Pak.

Halo?

Pak?

Istri dari aktor Simi Sinha telah melakukan bunuh diri.

Saya sedang berada di jembatan Indrayani Pune

di mana mobil Simi Sinha, tas dan sepatunya ditemukan.

Beberapa hari sebelumnya, mayat Pramod Sinha juga ditemukan di sini.

Dan polisi juga percaya bahwa Simi Sinha meninggal dengan cara melompat.

Saat bicara dengan media, anak tirinya Dani berkata

bahwa Simi pergi bersama guru musiknya Aakash.

Tapi sampai saat ini, tidak ada informasi mengenai keberadaan Aakash.

Mereka berdua kabur!

Kami ingatkan bahwa Simi Sinha punya impian dan untuk mewujudkannya

dia menikah dengan seseorang yang usianya dua kali lebih tua.

Setelah kematian Pramod Sinha impian Simi untuk menjadi artis terkenal pupus.

Jadi dia menganggap lebih baik meninggal dengan cara menenggelamkan diri.

Polisi masih harus mengungkap misteri pembunuhan Pramod Sinha.

Kamu menangis karena berita kematianmu?

Dia seorang dokter.

Dia akan mengambil sampel darahmu.

Dia akan mencocokannya dengan darahku, kalau cocok dia akan mencangkok korneaku.

Kalau kamu ingin menyelamatkan matamu,

katakan di mana uang sepuluh juta itu?

Hei!

Hei, Dokter! Siapa namamu?

Swami. Swami.

Oke.

Swamiji!

Dengar, Dokter!

Kalau kamu percaya si buta ini, kamu pun akan terjebak. Polisi sedang mencarinya.

Kalau kamu mau uang, aku akan berikan. Lepaskan ikatannya.

Lepaskan ikatanku.

Hei, Nyonya.

Siapa yang akan percaya kamu?

Wanita yang tak bisa dipercaya.

Kamu membunuh suami sendiri.

Aku tidak membunuh Pramod.

Aku melihat semua dengan mata kepalaku sendiri.

Kamu dan Manohar memasukkan mayat Pramod Sinha ke dalam koper.

Kamu tak tahu apa-apa. Kamu datang setelah itu.

Si bego Pammi bohong padaku dia akan pergi ke Bangalore.

Dia kembali untuk memberi kejutan.

Pistol Manohar ada di sana. Aku berusaha membujuknya.

Pistolnya meletus. Itu kecelakaan.

Lalu bagaimana dengan Nyonya Disa?

Ini Misi Ram-Krishna apa?

Ya, aku mendorongnya.

Bagaimana jadinya kalau dia mengenali Manohar?

Ya, aku mendorongnya.

Bagaimana jadinya kalau dia mengenali Manohar?

Terima kasih, Nyonya Sinha.

Kalau Nyonya tidak memberikan uang itu, pengakuan Nyonya akan

sampai ke media, polisi dan anak Pramod Sinha, Dani.

Manohar benar.

Kamu mestinya tidak kubiarkan buta.

Kamu mestinya dibunuh.

Lepaskan aku.

Hei!

Apa kamu bodoh?

Kalau kami buka matamu, kamu akan mengenali kami.

Bagaimana kami bisa membiarkanmu hidup? Tenang dan kerja samalah.

Aku akan membantu dengan makan dan toilet.

Sudah.

Ini lantai paling atas.

Murli, kamu tetap di sini.

Dan Bibi?

Aku di bawah.

Kalau ada yang melihatku aku akan bilang aku di sini untuk bersih-bersih.

Sekali seminggu. Ya, 'kan?

Setelah tidak bisa menemukan atap, dia pasti akan masuk lift.

Saat itulah aku...

Artinya, macan akan masuk dan monyet akan di luar menari-nari.

Oh, kamu merusak susunan baloknya.

Aku ingin mendengar dia berteriak.

Rekam di ponselmu.

Dia terus menerus minum air kelapa dan kebelet kencing terus.

Apa Dokter Ambike itu benar ada?

Setidaknya ada seratus dokter Ambike di Pune.

Kenapa kamu tertawa?

Berkali-kali aku bilang Manohar tak punya sepuluh juta. Dengarkan aku.

Bagaimana mungkin? Kami menonton beritanya.

Memang kalau sudah di TV, apa artinya benar?

Mbak!

Mbak, dengar. Aku juga seorang janda.

Anakku sendirian di rumah.

Tolong aku.

Kami akan mendapat sepuluh juta.

Baru kita lihat.

Tolong!

Selamatkan aku!

Tolong!

Selamatkan aku!

Tolong!

Selamatkan aku!

Tolong!

Selamatkan aku!

Tolong!

Ayo. Kereta berikutnya tiba sejam lagi.

Apa itu jantung dan hati

Dua ginjal yang sehat sudah cukup

Apa itu jantung dan hati

Dua ginjal yang sehat sudah cukup

Permusuhan itu cuma-cuma

Pertemanan yang perlu biaya

Pertemanan yang perlu biaya

Oh, Saudaraku

Apa ini hati, atau jurang yang dalam!

Oh, Saudaraku

Apa ini hati, atau jurang yang dalam!

Oh, Saudaraku

Apa ini hati, atau jurang yang dalam!

Jurang, jurang, jurang!

Oh, Saudaraku

Apa ini hati, atau jurang yang dalam!

Jurang yang dalam, jurang, jurang!

Oh, Saudaraku

Apa ini hati, atau jurang yang dalam!

Oh, Saudaraku

Apa ini hati, atau jurang yang dalam!

Halo. Nyonya Manohar?

Ya. Ini Nyonya Ismail.

Apa uangnya sudah siap?

Iya, sudah. Ke mana aku mesti bawa?

Bukan Nyonya. Suruh suami Nyonya yang polisi itu.

Alamatnya akan dikirim ke ponselnya. Saya tutup teleponnya.

Pergi dan bersihkan kekacauan yang telah kamu buat.

Ayo.

Hati-hati.

Dia seorang polisi. Jangan macam-macam. Lakukan apa yang aku bilang.

Oke.

Tenang.

Apa yang kamu lakukan, Bibi? Kenapa dia ikat aku?

Tidak apa-apa, Bro. Ini untuk kebaikanmu.

Murli, apa yang kamu lakukan?

- Hei, tenang, Pak. - Ada banyak benda di mana mana.

Apa aku tergigit anjing gila hingga akan lari dari sini?

Aku tak bisa mempercayai kalian.

Yang kalian pikirkan susah untuk dimengerti.

Tinggalkan aku.

Ayo!

Bagaimana kalian bisa meninggalkanku seperti ini?

Murli. Bibi.

Monyet lari setelah mengikat tuannya.

Katakan asisten!

Apa kamu akan kembali setelah mengambil uang dari Manohar? Ya!

Manohar akan membekuk teman-temanmu.

Lalu dia akan ke sini menjemputmu.

Kenapa?

Tak bisa bicara?

Aku sedang berpikir...

kamu akan diapakan oleh Manohar?

Apa dia akan memelukmu atau menembakmu?

Karena kamu sekarang jadi masalah baginya.

Kenapa diam saja?

Aakash, coba ke sini.

Kenapa?

Kenapa?

Karena

kita harus saling membantu.

Aku bisa membuka tanganmu.

Apa imbalan yang akan kamu minta?

- Kamu bisa membuka tutup mataku. - Aku tak butuh bantuanmu.

Terima kasih.

Lalu apa rencanamu, dasar bodoh!

Kamu mau menunggu sampai selesai dengan duduk di sini?

Kalau Manohar datang...

Aku akan selamat dan kamu pasti akan mati.

Kamu di mana?

Ha?

Aakash!

Kau anggap pertemuanku hanya mimpi

Kau dapatkan yang kau punya

Apa kamu harus menyanyi lagu ini?

Takkan jalan di depan rumahmu

mulai hari ini dan seterusnya

- Oh! - Ya.

Dengar.

Kalaupun Manohar bisa memberikan uangnya,

kurasa dia tak akan membebaskan kita. Bagaimana menurutmu?

Murli tidak apa-apa. Tak tahu kalau Bibi.

Dokter itu yang sangat berbahaya.

Ya. Ayah yang suruh untuk memutuskan kabelnya.

Ayah akan menjual TV-nya.

Kalau begitu aku dan ibu akan ke rumah nenek.

Yang benar? Coba lihat.

Dapat nilai berapa matematikanya?

Panggil ibumu.

- Apa? - Laporan sampel darah kemarin.

Masuk ke dalam gedung.

Letakkan tasnya di dalam lift.

Saat uangnya naik ke atas,

buktinya akan ke bawah. Jangan sok pintar.

Kalau kamu tidak mau melihat semua di TV malam ini.

Ismail. Angkat tangan!

Berhenti!

- Mana buktinya? - Aku tidak punya.

Siapa yang punya?

- Saku. - Di mana Saku?

Di bawah.

Murli!

Murli, kamu tidak apa-apa?

Murli, dari mana bunyinya? Murli?

- Saku. - Ya.

Aku pegang uangnya. Dia di lift.

Halo!

Buka!

Buka!

Apa rencanamu?

Ada toilet di sini.

Ada jendela terbuka di toilet dan rel keretanya di sekitar sini.

Kenapa? Kamu tidak apa-apa?

Ke sini.

- Ke sini. Buka tutup mataku, Aakash. - Tidak.

Aku bisa memandumu. Tak ada waktu untuk berpikir, Aakash!

Buka mataku. Jangan buka tanganku.

Tak ada waktu untuk berpikir. Aku bisa memandumu.

Kenapa terkunci?

Sialan!

Aakash buka mataku.

Tak ada waktu untuk berpikir. Aku bisa memandumu.

Di mana gudangnya, Aakash.

- Apa semua jendela tertutup? - Iya. Jendela dan pintu tertutup semua.

Tidak ada toilet di sini.

Ada partisi kaca.

- Kamu bisa memecahkannya? - Di mana?

- Di mana? - Lurus.

Lurus ke depan.

Sudah ketemu?

Di mana itu?

- Di depan. - Di mana di depan?

- Bilang kanan, kiri. - Di depanmu.

Balik badan.

Sekarang?

Ini?

Itu kerangka bangsal.

Apa yang kamu lakukan? Tidak apa-apa. Kamu ke kanan.

Ayo, cepat!

Kita akan tiba di rumah sakit secepatnya.

Murli, terus bicara.

Jangan tidur, Murli.

Cepat!

Cepat! Murli!

Kenapa dia? Tidak ada denyut. Lakukan CPR.

Murli, bicaralah padaku.

- Tolong keluar. - Murli!

Ke bawah, bawah. Ke bawah sedikit.

Ya. Itu pemadam kebakaran.

Ambil itu.

Dan kamu harus memecahkan partisi kaca itu.

Lempar.

Jangan ke arahku!

Aku duduk di sini.

Balik kanan.

Hah?

Bukan. Lurus.

Ke kiri sedikit.

Aku lempar sekarang?

Sudah pecah.

- Pecah? - Mau ke mana kamu ke depan sana?

Nanti terkena pecahan kaca.

Ada baju-baju.

Di ranjang. Ke kiri sedikit.

Pertama, balut tanganmu.

Nyonya Sinha.

Nyonya mau ke kantor polisi denganku?

Aakash?

Kamu yang mengambil darahku!

Tolong aku!

Tolong aku!

Kereta berikutnya akan tiba satu jam lagi.

Hei, Murli!

Tolong!

Pegang dia!

- Pegang dia! - Lepaskan aku!

Lepaskan!

Apa yang kamu lakukan? Lepaskan!!

Lepaskan!

Lepaskan aku!

Kamu telah menyelamatkanku!

Aku akan membantumu.

Aku akan membantumu.

Di mana kacamataku?

Kacamata!

Angkat dia.

Dia lotre paling berharga bagi kita.

- Murli baik-baik saja? Dia tidak apa-apa? - Maaf.

- Dia banyak mengeluarkan darah. - Tidak!

Dia tidak boleh mati. Dokter harus menyembuhkannya.

Dokter, saya punya banyak uang.

Saya punya banyak uang.

Ambil ini. Ambil.

Tenangkan diri Ibu.

Tenang, Bu.

Begini saja. Ibu bisa menyumbangkan organnya, kalau Ibu mau.

Ya.

Kami juga punya banyak masalah di sini.

Kami berdua kabur.

Aku pergi. Kamu juga pergi ke kampung, Empat-enam bulan.

Murli meninggal.

Mau ke mana kita?

Mau menguangkan lotre.

Pesawat pribadi telah menunggu kita di bandara.

Lihat ini.

Oh, maaf. Dengar!

Hubungi Dokter Swami. Dia akan mengurusi semua.

Temukan yang cocok. Satu juta dolar ke dalam rekeningmu.

Enam puluh juta rupee.

Dari situ aku beri kamu sepuluh juta.

Dan kamu bisa mendapatkan dokter cangkok mata paling bagus.

Lalu kamu akan bisa melihat.

Apa? Aku tak mengerti.

Anak perempuan Sheikh perlu cangkok hati.

Tapi golongan darahnya B Rh Negatif.

Golongan darah itu jarang.

- Tebak darah siapa yang cocok dengannya? - Kepunyaanku.

Lalu bagaimana kamu bisa mendapat sepuluh juta?

Darah perempuan jahatmu itu.

Ingat waktu dia ketakutan karena kita ambil darahnya.

Aku simpan di tas.

Perawat melakukan pemeriksaan rutin. Kita mendapat hadiah besar!

Lotre!

Dan jika korneanya cocok dengan matamu, apalagi yang kita inginkan?

Apa yang kita inginkan? Kita tak bisa membunuhnya.

Dia akan mati juga.

Apa itu hidup itu?

Hidup tergantung pada hati.

2 TAHUN KEMUDIAN DI SUATU TEMPAT DI EROPA

Seorang gadis berkulit kuning, yang agak sinting

Seorang gadis yang bergetar seperti daun saat marah

Kalau dia mendengar tentang aku meskipun tidak sengaja

Dia menutup hatinya dengan berbagai cara

Beri tahu aku jika kamu menemukan gadis itu

Beri tahu aku jika kamu menemukan gadis itu

Di bawah sinar mentari, dia menutup rapat matanya

Saat dia berjalan, seolah dia menghirup kehidupan

Beri tahu aku jika kamu menemukan gadis itu

Beri tahu aku jika kamu menemukan gadis itu

Sophie?

Kamu mengelabuhi orang di sini.

Panjang ceritanya.

Kopi?

Sampai nanti, Aakash.

Sampai nanti, Aakash.

Lalu?

Dia akan mati juga. Apa itu hidup?

- Semua tergantung dari hati. - Dokter, dia mengaku di hadapan Dokter.

Polisi akan segera menangkapnya.

- Biarkan dia pergi. - Kita lupakan enam puluh juta?

Bagaimana kamu bisa kasihan dengannya?

Dia telah membunuh dua orang.

Dia membuatmu buta.

Semua pengadilan pasti akan memberinya hukum mati.

Ini bukan soal uang.

Gadis yang tak berdosa akan mendapat kehidupan baru.

Kamu akan mendapatkan kembali penglihatanmu. Ada ginjal juga.

Kematiannya akan memberikan kehidupan baru bagi banyak orang. Bayangkan!

Pegang ini.

Ini tidak benar. Dokter tidak bisa melakukan ini.

Ada halte bis di depan sana. Aku akan turunkan kamu di situ.

- Terima kasih! - Hanya kamu! Karena kamu menyelamatkanku.

Pada dasarnya aku orang baik-baik.

Dokter, tolong!

Kalau aku membunuhnya dan mengambil matanya,

aku takkan bisa bermain piano lagi.

Aku bilang semua itu hanya untuk menakut-nakutinya.

Aku tidak serius.

Kenapa Dokter tiap saat bicara soal mengambil hati dan ginjalnya?

Aku tak akan membiarkannya.

Tolong hentikan mobilnya! Dan tinggalkan kami.

Percayalah, Dokter. Aku tak akan cerita pada siapa-siapa soal Dokter.

Dokter Swami, bisa dengar?

Turun.

Keluar!

Keluar! Sekarang!

Setelah beberapa lama, aku naik bis sampai ke Mumbai.

Kenapa kamu tidak kembali padaku?

Aku tak punya keberanian.

Aku ingin pergi dari semua itu.

Salah seorang teman membantuku pergi ke London.

- Pak, ini punya Bapak? - Ya, terima kasih.

Aku ada konser di Main Square malam nanti. Kamu mau datang?

Penerbanganku besok.

- Oh! - Tapi aku akan usahakan.

Senang sekali bisa bertemu denganmu.

Dia menghancurkan hidup banyak orang.

Kamu mestinya mendengar apa kata Dokter Swami.

Kamu mestinya ambil mata Simi.

Hari yang tidur karena racun usia telah bangun

Dengan bisikan lembut kunci nasib terbuka

Apa yang terjadi serasa kenyataan

Apa yang terjadi serasa kenyataan, ya, serasa kenyataan

Senang bisa bertemu kembali denganmu, bahagia rasanya

Senang bisa bertemu kembali denganmu, bahagia rasanya

Senang bisa bertemu kembali denganmu, bahagia rasanya

Senang bisa bertemu kembali denganmu, bahagia rasanya

Memukul perlahan, mendapat satu skor

Yang muda memukul over

Memukul perlahan, mendapat satu skor

Yang muda memukul over

Saat bertemu dirimu, dapat skor enam

Saat bertemu dirimu, dapat skor enam, ya, benar

Senang bisa bertemu kembali denganmu

Senang bisa bertemu kembali denganmu, bahagia rasanya

Senang bisa bertemu kembali denganmu

Senang bisa bertemu kembali denganmu, bahagia rasanya

Bahagia rasanya

Bahagia rasanya

Hari yang tidur karena racun usia telah bangun

Dengan bisikan lembut kunci nasib terbuka

Apa yang terjadi serasa kenyataan

Apa yang terjadi serasa kenyataan, ya, serasa kenyataan

Senang bisa bertemu kembali denganmu

Senang bisa bertemu kembali denganmu, bahagia rasanya

Bahagia rasanya

Bahagia rasanya

( Resync By Coffee_Prison )

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.