Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kuucapkan salam kepada leluhurku.
Masuk.
Nanti ada persembahan untuk leluhurku.
Hadir…
Masuk…
Ikuti Mak.
Aku ikuti perintah leluhur.
Aku ikuti perintah leluhur.
Berikan apa yang kuinginkan.
Berikan apa yang kuinginkan.
Aku janji akan setia kepada leluhur.
Aku janji akan setia kepada leluhur.
Tidak ada yang bisa mencabut semua ini selain Mak,
atau orang yang lebih tinggi ilmunya daripada Mak.
Kalau aku ingkar…
Kalau aku ingkar…
…aku siap menanggung segala akibatnya.
…aku siap menanggung segala akibatnya.
Ratna?
Ayo, ini sudah jam berapa?
Sarapan, lalu berangkat. Nanti terlambat lagi.
Ibu, ini.
Aduh, Aa sudah disuruh mengambil kacamata yang baru,
tapi masih belum diambil.
Nanti Ibu akali ya?
Kau pegang dulu, ya?
Sebentar. Ini celana adikmu.
Ayo, Dod. Ayo, cepat.
Asalamualaikum.
Alaikum salam.
Dod.
Tiga tambah satu berapa?
- Empat. - Pintar.
Ini.
Adik Aa makin pintar.
Kak, Dodi sudah punya kacamata yang baru, Kak.
Ini, Ibu, kuitansinya.
Tadi sisanya untuk beli bensin Dani.
Sibuk sekali main ponsel terus?
Lagi jatuh cinta?
Apa-apaan, Aa?
- Lagi tanya teman untuk pelajaran nanti. - Kalau jatuh cinta, tinggal bilang saja.
- Lihat saja jika tidak percaya! - Ya, sudah.
Sekolah yang rajin.
Dod, ayo. Bu.
- Pergi dulu. - Hati-hati ya.
Awas, Kakak ambil sepatu.
Ada apa, Bu?
Melihat Dani seperti itu?
Mau sampai kapan kau seperti ini terus?
Ibu capai melihat kelakuanmu.
Bergadang tiap malam.
Rumahnya hanya dijadikan tempat tidur.
Ibu buka warung dan terus berjuang karena Ibu ingin anak-anak Ibu sukses.
Tidak seperti Ibu.
Tidak seperti mendiang ayahmu.
Sudah dua tahun lebih Ibu menunggumu sadar.
Namun, kau malah keenakan
dengan kehidupanmu yang tidak jelas begini.
Ibu mau tahun ini kau kuliah.
Belajar tanggung jawab kepada dirimu sendiri
dan menjaga adik-adikmu.
Siapa yang tidak tanggung jawab, Bu?
Mengapa Ibu tidak pernah memahami Dani?
Dani memang bukan anak yang bisa Ibu banggakan sekarang.
Namun, Ibu perlu tahu kalau Dani punya keinginan, Bu.
Sekarang Dani sedang berjuang, Bu.
Belajar memperbaiki mesin motor yang rusak dari teman Dani.
Dan setiap kali Dani cerita kepada Ibu,
Ibu tidak pernah mau memahami apa yang Dani inginkan!
Keinginanmu itu tidak bisa Ibu ikuti lagi, Dan.
Sudah berapa lama dan berapa banyak Ibu memberimu modal, Dan?
Tidak ada yang sukses dan tidak ada hasilnya.
Lalu, maksudmu, kini Ibu harus mengikuti kemauanmu
untuk buka bengkel di sini
supaya teman-teman gengmu bisa berkumpul di sini tiap malam,
bergadang tiap malam dan menjadi omongan orang, begitu?
Belum terlambat bagimu untuk kuliah lagi, Dan.
Dani tidak mau kuliah, Bu!
Kuliah itu tidak menjamin kesuksesan!
Ya sudah, kalau begitu, sekarang kau cari kehidupanmu sendiri di luar sana
tanpa Ibu harus melihatmu!
Maksud Ibu?
Silakan kau keluar dari rumah ini, Dan.
Ibu tidak mau kau menjadi contoh buruk bagi adik-adikmu.
Dani akan buktikan kepada Ibu…
kalau Dani bisa sukses tanpa bantuan dari Ibu.
Dani akan ingat
semua ucapan Ibu hari ini.
- Ikan apa? - Ikan mujair, Bu.
- Ikan mujair tiga kilo ya. - Ya.
- Dibersihkan ya, Pak. - Boleh.
- Pak, mau tempe ya. - Ya.
Ini saja yang di daun, dua.
Pak, mau ayam.
- Di mana yang segar? - Ini bagus dan sehat.
- Ini dipotong sepuluh, maaf. - Ya.
- Jadi, berapa Pak? - Dua puluh saja.
Aa.
Mau kangkung.
- Ani, kalau sudah, dikunci ya pintunya. - Ya, Bu.
Sini, Bu.
Sayur asamnya sudah?
Sudah, Bu. Boleh tolong dicicipi dulu?
Lalu, nanti tahunya digoreng krispi ya agar tidak bosan.
- Ya, Bu. - Dari kemarin ditumis terus.
Sama kangkung.
Nanti ditumis pakai oncom saja ya.
Ratna, kau tugas rumahmu sudah selesai?
Belum.
- Kau? - Aku sudah.
Tugasnya mau dikumpulkan besok.
Oke.
- Hai, Bram! - Hei, Bram!
Hai, Semuanya.
- Na, kita duluan ya. - Ya.
- Kita duluan ya. - Dah!
- Hai. - Hai.
Hati-hati, bandoku nanti lepas.
Tidak, tetap cantik.
- Dani. - Mang Dayat.
Sebelumnya, terima kasih sekali.
Karena sejak kau membantuku di sini,
Alhamdulillah pekerjaanku menjadi tambah ringan,
dan bengkel juga selalu ramai karena keahlianmu.
Ini gajimu untuk bulan ini.
Diterima ya.
- Ini tidak terlalu banyak? - Sudah…
Ini rezekimu.
- Terima kasih ya, Mang. - Ya, sama-sama.
Kak. Kakak!
Kakak!
Kakak.
SMS-an sama siapa?
Dodi mau apa?
Dodi haus, mau minum.
Ambil sendiri saja. Gampang, tinggal ke bawah, Dod.
- Kakak… - Sudahlah, Kakak sedang sibuk.
Sana, ambil sendiri.
Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%
Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki
Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino
Kak!
Apa?
Dodi tidak berani, Kak.
Dodi takut.
Ya sudah, Kakak ambilkan.
Kau mengganggu saja.
Jangan sampai ada lalat di dekat makanan.
- Ya, Bu. - Makanya pakai lilin.
- Ya. - Supaya lalat tidak dekat-dekat makanan.
Ambil dulu lilinnya.
- Dah. - Dah.
- Asalamualaikum. - Alaikum salam.
Diantar siapa kau?
Teman, Bu.
Teman dari mana? Kok tidak pakai seragam sekolah?
Ibu bukannya melarangmu untuk bergaul dan berteman.
Ibu hanya takut kau salah jalan.
Apalagi tadi Ibu lihat yang mengantarmu sudah dewasa.
Ya, Bu.
Aa sudah salah jalan, jangan sampai kau juga salah jalan.
Ya, Bu. Ratna bisa menjaga diri sendiri.
Ini, surat dari sekolah.
Ini untukmu dan adikmu. Ada telur dan ayam goreng.
Terima kasih ya, Bu. Aku duluan.
Kang Bismo, hei!
Bengong saja. Ayo masuk.
Ayo.
Mau makan apa? Tinggal tunjuk.
Asal jangan menunjukku, nanti Akang sendiri yang bingung.
- Makan pakai apa? - Pakai ini, Teh. Dadar.
Dadar, terus?
Orek dan oncom.
Ini satu bungkus saja, Kang?
Ya.
Teh.
Ini maaf ya, jangan tersinggung.
Tadi saat lewat di depan,
warung ini terlihat kusam dan kotor.
- Seperti ada yang aneh. - Kotor bagaimana?
Itu cuma perasaan Akang aja. Lihatlah ini. Bersih.
Ini sambalnya.
Nah…
- Terima kasih, Teh. - Ya.
Terima kasih ya.
Mampir lagi ya, Kang?
- Teh. - Akang…
Lihat ini, Teh.
Itu.
Lauk dan nasinya bau.
Ya Allah.
- Masakan kapan, Teh? - Masakan baru, Kang.
- Kok seperti ini? - Ada apa, Aa?
- Makanannya basi. - Astaghfirullahaladzim.
Maaf ya, Aa.
Ini mau diganti saja makanannya atau dikembalikan uangnya?
Uangnya saja kembalikan.
Maaf sekali ya, Aa. Sepertinya ini salah masaknya.
Mengapa bisa bau? Ini masaknya kapan?
Aduh, tidak tahu, Bu.
Tadi tidak seperti ini.
Ya, bau, Rodiah. Ini basi.
Ya Allah… Ini baru, 'kan, masaknya?
Baru, Ibu. Itu masih panas.
Aduh, Bibi tidak tahu mengapa bisa seperti itu.
Inah juga tidak tahu, Bi. Bingung juga.
Tidak tahu mengapa bisa begitu, Bi.
- Rodiah. - Ya, Bu?
Kau ikut aku ya?
- Mau ke mana, Bu? - Sudah, ikut aja.
Ini sebenarnya kita ke mana, Bu?
Sudah, tidak usah banyak bertanya. Ini sudah sampai.
Ini ada yang meninggal ya, Bu?
Bu, maaf.
Ini Mak Ambar meninggalnya kapan?
Tadi sore, setelah asar.
Kalau boleh tahu, meninggal karena apa, Bu?
Untuk lebih jelasnya, aku kurang tahu.
Tapi yang kudengar, sebelum Mak Ambar meninggal,
dia sempat berteriak-teriak,
mengamuk dan mencakar-cakar wajahnya.
Maaf, Bu, aku pulang dulu.
- Asalamualaikum. - Alaikum salam.
Nek!
Nek!
Nek!
Astaghfirullahaladzim.
Nek!
Nek!
Mengapa, Neng?
Mengapa? Astaghfirullahaladzim.
Astaghfirullahaladzim.
- Ada apa, Bu? - Ada apa itu?
Mak, astaghfirullahaladzim.
Ibu?
Ibu?
Tutup pintunya!
Kak, buka pintunya!
Kakak, pintunya!
Mengapa pakai dikunci segala?
Bram, sudah dulu ya. Ada pengganggu datang.
- Bagaimana ini? - Dah.
- Kak, buka pintunya! - Ya, sebentar!
Cepat buka pintunya!
Ya!
Ya, Dodi!
Apa?
Tadi Ibu sudah pulang, tapi Ibu aneh.
Ibu tidak mau bicara dengan Dodi.
Lalu, apa yang aneh?
Biasanya Ibu menyuruh Dodi masuk,
lalu mencium Dodi, tapi ini tidak.
Suruh tutup pintu.
- Ya, mungkin Ibu sedang capai, Dod. - Bukan itu maksud Dodi.
Maksud Dodi, sepertinya itu bukan I…
Aduh.
Apa-apaan kau ini, Dod?
Makanya jangan suka menonton film horor.
- Asalamualaikum. - Alaikum salam.
- Bibi pulang dulu ya. - Terima kasih ya, Bi.
Bagaimana kau ini, Dod?
Tadi kau bilang Ibu sudah pulang. Itu Ibu.
Di sanalah, mulai merasuki kedengkian hati
Menghitung raga dan nyawa
Yang kembali pada kehakikian
Yang hanya menjadi petilasan kalbu…
Ya, Bu, silakan masuk.
Permisi, Pak.
- Aku orang tua Ratna Darma Sekarwati. - Ya?
Mau minta perpanjangan waktu
untuk pembayaran SPP bulanannya sampai bulan depan.
Ya. Sebentar, Bu, aku cek ya.
Di catatan ini,
siswi atas nama Ratna Darma Sekarwati
untuk pembayaran SPP-nya sudah lunas, Bu.
Sudah lunas?
Ya, di sini tertulis sudah lunas dan dibayarkan kemarin.
- Oleh siapa ya, Pak? - Ini, Bu, ada tanda tangannya.
Terima kasih ya, Aa.
Asalamualaikum, Bu?
Kau yang bayar uang sekolah Ratna?
Ya, Bu, Dani sudah bayar.
Uang dari mana kau, Dan?
Alhamdulillah, Dani sekarang sudah bekerja, Bu.
Ya, bagaimanapun juga, ini semua tetap tanggung jawab Dani.
Semoga saja uang yang kau dapatkan itu dari hasil yang baik.
Maaf. Permisi, Teh…
- Es teh manisnya. - Ini.
Yang teh hangat ya?
Nah…
Tadi siapa yang es teh manis?
- Ibu, ya? - Es teh manis dua.
Bu! Bu Sekar!
- Bu Siti. - Mengapa warungnya tutup terus?
Buka, Bu.
Ya. Kemarin aku mau membeli makanan di warung Ibu.
Ternyata warungnya tutup.
- Bu Siti, aku duluan ya. - Ya, Bu.
- Mari. - Mari.
- Tehnya sudah? - Sudah, sebentar.
Cepatlah.
- Inah, nanti kau antar ke meja lima ya? - Ya.
- Yang di sana. - Ya, Bu.
Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%
Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki
Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino
Ayo, semangat.
Ayo. Lihat, ramai.
Bu!
Alhamdulillah, hari ini warungnya ramai.
Ini tadi yang pesan es teh manis.
Nah, ini teh hangatnya ya.
Bu! Ibu!
Lihat, hari ini kita dapat duitnya banyak.
Lihat ini, Bu.
Aduh, alhamdulillah.
Apa yang terjadi itu tidak masuk di akal, Bu.
Aku juga tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi di warung.
Kau tidak akan mengerti, Yah.
Tapi yang kurasakan itu asli, seperti nyata.
- Ini tempat dukun ya, Bu? - Sut!
Maaf.
Permisi?
Ada yang bisa kubantu?
Aku mau minta bantuan Aki.
Usahaku tiga bulan terakhir ini macet.
Dan aku mengalami banyak kejadian aneh, Ki.
Apa ada petunjuk dari Aki mengenai usaha yang macet?
Tulis namamu.
Tanggal lahirmu.
Kepalamu ke sini.
Wahai leluhur yang ada di alam semesta.
Mohon petunjuk agar tahu keadaan sebenarnya.
Mengapa usahanya bisa hancur?
Mohon leluhur coba kasih jawaban.
Siapa kau?
Aku Nyi Wengi.
Siapa kau?
Jangan ikut campur kalau tidak mau mati.
Pergi kau!
Sudah. Aku sudah tahu.
Pergi kau!
Aki?
Ada sesuatu di badanmu.
Itu penyebabnya.
Kau memiliki perjanjian dengan jin.
Yang bernama Nyai Wengi, jin yang sangat jahat.
Jika perjanjian untuk memberi sesajen diingkari,
dan kau mengingkarinya,
karena yang memberi sesajen sudah tidak ada.
Jin itu akan menyerangmu.
Bahan sanak keluargamu.
Apa yang harus kulakukan, Ki?
Segera keluarkan apa yang ada di dalam tubuhmu.
Sebelum terlambat.
Dan ini…
tidak mudah.
- Aki bisa membantuku? - Tidak.
Kali ini aku tidak bisa membantumu.
Kau harus ke tempat orang yang telah memasangnya di tubuhmu.
Atau kerabatnya.
Atau orang yang ilmunya lebih tinggi.
Sekarang kau pergi.
Pergi dari sini!
Cepat!
Pergi kau!
Tidak ada orang yang lewat, Bu.
Tunggu saja, nanti juga ada yang lewat.
Namun, mengapa ya,
orang-orang tidak ada yang mau menjawab pertanyaan soal Mak Ambar.
Benar juga. Mengapa ya?
Itu sepertinya di dalam ada orang ya?
Di mana, Bu?
Aku tidak melihat ada siapa-siapa.
- Ayo masuk saja. - Bu, aku di sini saja ya?
Ya sudah.
- Bu, jangan lama-lama. - Ya.
Maaf.
Permisi?
Maaf.
Permisi.
Aku tunggu di sini saja ya, Sayang?
Kau hanya sebentar, 'kan, mengambil barangnya?
Ayo masuk saja. Temani sebentar.
Ya?
Bram, kau ada seprai baru? Sepertinya ini kotor.
Ada apa, Sayang?
- Seprai baru. Kotor. - Seprai?
Ini.
- Sudah, tidak usah dirapikan. - Sudah apa?
- Sudah kubilang, tidak usah dirapikan. - Bram.
Bram! Aduh, tidak mau!
Bram, tidak mau. Bram. Bram!
- Aku juga tahu kalau kau mau. - Tidak. Tidak mau.
Tidak mau. Tidak mau, Bram! Lepaskan! Minggir tidak?
Bram, stop. Minggir!
Bram, aku teriak ya. Bram, sumpah.
- Bram, stop! - Teriak saja. Tidak ada yang mendengar.
Bram…
Ratna. Ratna, aku minta maaf.
Kau jahat, Bram.
Ratna?
Ratna!
Siapa?
Ini Bibi.
Bi, ada apa dengan Ibu?
Bibi tidak tahu.
Sejak tadi ibumu diam aja.
Ya sudah, Bibi pulang dulu ya.
Nanti kalau ada apa-apa, kabari Bibi.
- Terima kasih ya, Bi. - Ya.
Kak.
Dodi lihat ada yang mengikuti Ibu.
Mengikuti apa?
Ada yang mengikuti Ibu di belakang. Seram sekali.
Kau ini, Dod.
Jangan bicara macam-macam. Jangan aneh-aneh.
Panas…
Panas…
Ibu panas…
Panas…
Bu? Ada apa dengan Ibu?
- Panas… - Ibu.
Panas.
- Ibu. - Panas.
Ya Allah Ya Rabbi.
Dod, tolong handuk untuk Ibu!
- Panas… - Bu?
Panas.
Dod, handuk!
Dod?
Dod, apa-apaan kau ini?
Mengambil handuk saja lama sekali.
Astaghfirullahaladzim.
Panas.
Panas…
- Panas… - Astaghfirullahaladzim.
Ibu.
Kalo Ibu butuh bantuan di warung, beri tahu Ratna.
Mengapa luka Ibu bisa seperti ini?
Ibu makan dulu ya?
Bu.
Astaghfirullahaladzim, Ibu!
Ibu?
Dodi, tolong ke atas dan ambilkan ponsel Kakak.
- Kakak mau menelepon Bibi. - Tidak mau.
Astaga, Dod, Ibu sudah seperti ini.
Tunggu di sini. Biar Kakak ambil sendiri.
Ikut!
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Astagfirullah…
Bu…
Dodi?
Dod?
Dodi?
Dodi, sadar!
Dod, lihat Kakak!
Dodi, lihat Kakak. Astaghfirullahaladzim, Dodi!
Lihat Kakak, Dod.
Dod?
Dod? Ya Allah, Dodi.
Asalamualaikum, Na?
Na? Lo?
Mengapa kau menangis?
Aa…
Ibu muntah-muntah, mengeluarkan cairan hitam.
Lalu, sekarang Dodi badannya panas, kejang-kejang.
Ratna tidak tahu harus bagaimana. Ratna takut, Aa.
Ya sudah, kau yang tenang ya.
Kau minta tolong Bi Rodiah atau Inah,
lalu kabari Aa ya.
Ya sudah, Ratna minta tolong ke Bibi sekarang.
Ya. Aa pulang sekarang ya.
- Asalamualaikum. - Alaikum salam.
Bi?
Bi Rodiah!
Bi?
- Bibi! - Siapa?
Ratna, Bi! Bi, tolong Ratna!
Bi, tolong Ratna.
- Aa! Ayo! - Ratna, ayo.
- Ayo, Bi. - Ratna.
Ya Allah, astaghfirullahaladzim.
Aa… Pegangi, Aa.
Dod?
Dodi?
Tadi di sini, Aa.
Mungkin di kamar atas.
Ya sudah, tolong dicek.
Ayo.
Astaghfirullahaladzim.
Ya Allah, Ibu?
Dodi badannya panas, harus dimandikan.
- Ibu! - Dodi.
Sudah.
Astaghfirullahaladzim.
Ibu…
Badannya panas, harus dimandikan.
- Astaghfirullahaladzim, Bu. - Bu, istigfar.
- Badannya panas, harus dimandikan. - Bu… Ya Allah.
Aa…
Mengapa Ibu bisa seperti ini ya, Aa?
Aa…
terima kasih ya sudah pulang ke rumah.
Ya, Na.
Aa juga minta maaf ya.
Dan Aa janji, Aa tidak akan meninggalkan kalian lagi.
Na…
Kau menjaga Ibu dulu ya?
Aa mau membelikan makanan.
- Dod, Aa pergi sebentar ya. - Ya.
Dod…
Kakak ke depan sebentar ya?
Sebentar saja kok.
Mau apa kau ke sini?
Jelaskan kepadaku.
Mengapa kau menghindariku terus?
Ratna.
Aku sudah tidak mau lagi berhubungan denganmu.
- Aku sudah minta maaf. - Aku sudah memaafkan!
Lalu, mengapa kau menghindar?
Aku sudah memaafkanmu.
Namun, untuk berhubungan lagi denganmu, aku tidak mau.
Sebaiknya kau pergi dari sini
dan jangan temui aku lagi.
Jadi, kau tidak mau hubungan kita berlanjut?
Tidak.
Ya sudah.
Namun, foto-foto ini akan kuperlihatkan kepada ibumu.
- Bram, hapus tidak? - Tidak.
- Bram, hapus tidak? - Tidak, minggir!
- Bram, kau jangan gila ya. - Minggir!
- Hei! - Jangan, Bram!
- Hei! - Ratna, minggir!
- Lepaskan! - Bram, jangan!
Sebentar!
Aku pacarnya Ratna.
Aku tidak mau adikku berhubungan dengan orang sepertimu ya.
Pergi dari sini.
Kita putus.
Aa-mu sudah pulang belum?
Bu.
Ini Dani, Bu.
Dani sudah pulang.
Ibu kangen sama dia.
Waktu ayah kalian meninggal,
Ibu bertekad akan menjaga kalian bertiga
dan berjanji tidak akan membuat kalian susah.
Namun, Ibu salah jalan.
Kuucapkan salam kepada leluhurku.
Ibu minta bantuan dukun…
supaya warung laris,
supaya bisa bertahan sendirian menjaga kalian
sampai besar.
Ibu hanya ingin kalian bertiga menjadi orang sukses.
Menjadi orang yang berhasil.
Tidak seperti Ibu.
Ibu sayang sama Dani.
Sama Ratna.
Sama Dodi.
Dani minta maaf, Bu.
Dani sudah salah sama Ibu.
Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%
Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki
Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino
Kak, Aa.
Ada yang datang.
Dodi!
Dodi! Ratna!
Dodi!
Ibu!
Ibu!
Panas!
Jangan ganggu ibu Dodi! Keluarlah dari tubuh Ibu!
Panas!
Panas!
Dodi, buka pintunya!
Tidak bisa, Aa!
Dodi, geser. Geser!
Ratna, ayo! Ayo!
Ratna…
Bu…
- Kita istirahat dulu ya, Bu. - Sakit, Nak…
Ayo kita ke kasur dulu, Dani bantu.
Ayo, Bu.
Bismillahirrahmanirrahim.
Allahu Akbar.
Mau makan.
Aku mau makan!
Dari kemarin belum makan!
- Ada apa, Bu? - Aku mau makan!
Aku mau makan, makan, makan!
- Ibu! - Aku mau makan!
- Dari kemarin belum makan! - Ambilkan makan untuk Ibu.
- Aku mau makan! - Ibu!
Ya Allah… Ibu!
Dodi, ambil tali untuk Ibu. Cepat!
Astagfirullah, Ibu. Sudah, Dani di sini.
- Makan! - Ayo!
Ratna, pegang Ibu.
- Astaghfirullahaladzim! - Astaghfirullahaladzim, Ya Allah.
Dodi, pegangi kaki Ibu!
Aku mau makan, aku lapar.
Bu, istigfar.
Aku mau makan, aku lapar.
Bu, istigfar.
Bu, istigfar.
Istigfar, Bu.
Astaghfirullahaladzim.
- Asalamualaikum. - Mang Dayat?
Sabar ya.
- Terima kasih ya, Mang, sudah datang. - Ya, sama-sama.
Ayo, Mang.
Tahlilannya sudah mau mulai.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Ayo, Mang.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alif-Laam-Miim.
Al-Qur'an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
yaitu orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat,
dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,
dan mereka yang beriman pada Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu, Nabi Muhammad,
dan kitab-kitab suci yang telah diturunkan sebelum engkau
dan mereka yakin akan adanya akhirat.
Tenang. Semua teruskan mengaji.
Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya
dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu sama saja bagi mereka,
apakah engkau, Nabi Muhammad, beri peringatan
atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
Diam kalian!
Percuma kalian mengadakan pengajian di sini.
Karena ini semua akan sia-sia.
Ratna, bawa Dodi ke kamar.
Inah, Ani.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Pak Ustaz!
Bismillahirrahmanirrahim.
Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, fajar",
dari kejahatan makhluk-Nya,
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir
yang mengembus pada buhul-buhul,
dan dari kejahatan…
Pak Ustaz!
Astaghfirullahaladzim! Pak Ustaz!
- Astaghfirullahaladzim! - Bantu…
Astaghfirullahaladzim, Ya Allah…
Astaghfirullahaladzim, Pak Ustaz!
Tolong Ibu, Ratna…
Dani, tolong Ibu.
Ibu tidak mau diikat.
Lepas!
Tolong Ibu.
Ratna.
Ibu tidak mau diikat.
Halo?
Bi Rodiah, Ibu…
- Tadi Ibu… - Ya.
Tadi Ani sudah cerita. Kalian yang sabar ya.
Bibi juga baru dapat informasi, ada kiai yang bisa membantu ibu kalian.
Namanya Kiai Bagja.
Besok kita pergi ke sana bersama.
Besok pagi Bibi jemput ke rumah ya.
- Terima kasih, Bi. - Ya, sama-sama.
Tolong!
Lepaskan.
Lepaskan.
- Bagaimana Na? - Tidak diangkat, Aa.
Ini saja tidak berdering.
Mang Dayat.
Bagaimana, Dan?
Kita harus ke rumah Bi Rodiah sekarang.
Kalau terlalu lama menunggu, nanti kita perginya kesorean.
- Ya sudah ayo. - Ya.
Cepatlah.
Aa pergi sebentar ya.
Maaf ya, sebentar.
Cepat, Dan. Hati-hati.
Tadi subuh, Aa.
Seperti biasa, sebelum ke warung, Inah ke sini.
Inah menemukan sesuatu di kantung Bibi.
Mamang tahu tempat ini.
Terima kasih ya, Nah.
Kemari!
- Ratna! - Ya!
- Ayo! - Ya, Aa.
Ayo.
Panas!
Ya. Kita mau mengobati Ibu.
- Ayo, Dan, cepat. - Ayo.
Astaghfirullahaladzim.
La haula wala quwwata illa billah.
Astaghfirullahaladzim.
- Astaghfirullahaladzim. - La haula wala quwwata illa billah.
Dani.
Dan.
Sebaiknya kita salat magrib dulu.
Namun, Mang,
nanti kita terlalu lama sampai ke rumah Kiai Bagja.
Justru itu, Dan.
Dengan salat magrib,
sekaligus kita minta pertolongan
agar kita selamat sampai tujuan.
- Ayo. - Ayo.
Bismillah.
Ayo, Dod, buka.
Ayo. Bismillahirrahmanirrahim.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Sami Allahu liman hamidah.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Assalamualaikum warahmatullah.
Assalamualaikum warahmatullah.
- Astaghfirullahaladzim. - Dod? Dodi? Dod?
Ada apa denganmu?
Aa, Ibu tidak ada!
Astaghfirullahaladzim.
- Ibu! - Astaghfirullahaladzim.
Ibu!
Bu?
Ratna, kau dan Dodi tunggu sini ya.
Aa dan Mang Dayat mau mencari Ibu.
Aa, tolong bantu aku ya?
Kita berpencar. Ayo.
Aa, tunggu, senter.
Ayo, Na.
Aa, ini.
Ayo.
Bu?
- Bu Sekar? - Bu?
- Bu Sekar? - Bu?
Ampun, Bu. Ampun, Bu Sekar!
Jangan aku!
Bu! Ibu!
Di sebelah sana mungkin, Dan.
Mang. Mang!
- Astaghfirullahaladzim. - Pak Angga!
- Astagfirullah. - Ya Allah…
Astaghfirullahaladzim.
Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali.
Astagfirullah.
Aa Nizam!
Ya Allah, Aa Nizam…
Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali.
Mang? Mang Dayat?
Mang?
Mang!
Mang Dayat!
Mang!
Mang Dayat!
Mang Dayat?
Mang Dayat.
Ya Allah, Mang…
Mang…
Mang Dayat.
Kak…
Ibu, Kak.
Bu?
Ibu?
Ibu?
Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%
Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki
Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino
Kakak!
- Dodi! - Kak!
- Kak! - Dodi!
Kak!
- Tolong! - Dod!
Ibu…
Aa!
Bu! Cukup, Bu!
Allahu Akbar!
Raga ini…
masih ibu kalian.
Namun, sukmanya sudah bukan ibu kalian.
Ulurkan tangan kalian.
Usapkan ke wajah sambil baca selawat
agar kalian tahu siapa yang ada di dalam tubuh ibu kalian.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad
dan kepada keluarga Nabi Muhammad.
Buka mata kalian.
Ya Allah!
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Allahu Akbar.
Perjanjian dengan setan adalah perbuatan terkutuk
dan sangat dibenci oleh Allah.
Kita harus keluarkan jin dan jimat yang ada di dalam tubuh ibu kalian.
Kau, ambil buah kelapa hijau tunggal
dari pohon kelapa yang buahnya hanya ada satu saja.
Kemudian tanah kuburan dukun
yang membantu memasang jimat-jimat terkutuk itu di dalam tubuh ibumu.
Lakukan malam ini.
Bi Rodiah pernah cerita, Aa.
Mak Ambar tinggal di Kampung Weton
dan makamnya tidak jauh dari rumahnya.
Pak Kiai,
aku izin titip adik-adikku
dan ibuku.
Hati-hati, Aa.
Janji ya akan kembali dengan selamat?
Ya.
Aa janji.
Jika ada yang mengganggu perjalananmu,
siramkan air ini.
Terima kasih, Kiai.
- Asalamualaikum. - Alaikum salam.
Kalian bisa mengaji?
Dodi belum bisa mengaji, Pak Kiai.
Tidak apa-apa.
Dodi baca apa yang kau bisa, ya?
Maaf, ini rumahnya Mak Ambar?
Ya.
Kalau makamnya di mana ya?
Jalan saja melewati rumah ini.
Lurus, nanti ketemu makamnya.
- Terima kasih. - Ya, sama-sama.
Ayo, kita lanjutkan.
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Bismillahirrahmanirrahim.
Yaa-Siiin.
Aduh…
Jangan ambil tanah kuburan ini.
Nanti kau bisa celaka.
Sungguh, pasti berlaku perkataan, hukuman, terhadap kebanyakan mereka…
Ibu?
Lanjutkan mengaji.
…karena mereka tidak beriman.
Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka,
lalu tangan mereka diangkat ke dagu, karena itu mereka tertengadah.
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Bismillahirrahmanirrahim.
Kau, ambil buah kelapa hijau tunggal
dari pohon kelapa yang buahnya hanya ada satu saja.
Lanjutkan mengaji.
Ibu?
Ibu?
Mundur.
Mundur. Kalian mundur.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Jangan ikut campur kau.
Mati kau!
Allahu Akbar!
Allahu Akbar.
Astaghfirullahaladzim.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Tiada Tuhan selain Allah.
Allahu Akbar!
Ibu!
Kalian tetap di sini.
Allahu Akbar!
Bu.
Bu…
Bu…
Bu…
Ibu!
Dod…
Bu…
Dodi sayang sama Ibu.
Ibu sayang sama Kak Ratna, 'kan?
Sama Dodi?
Sama Aa Dani?
Ya, 'kan, Bu?
Bu…
Dodi sayang sama Ibu.
Ibu sayang, 'kan,
sama Kak Ratna?
Sama Dodi?
Sama Aa Dani?
Ya, 'kan, Bu?
Bu?
Bu?
Ibu!
Ibu!
- Bismillahirrahmanirrahim. - Sadar, Bu!
Bismillah Allahu Akbar.
Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan,
dan dengan rahmat-Mu…
Allahu Akbar!
Aa!
- Ibu, sadar! - Allahu Akbar.
Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan,
dan dengan rahmat-Mu…
Allahu Akbar!
Mendekatlah.
Kalian, anak-anak, yang harus membalurkan air kelapa
dan tanah kuburan ini ke tubuh ibu kalian.
Kau balurkan di bagian tangan ibumu.
Kau balurkan di muka ibumu.
Dan kau balurkan di bagian kaki ibumu, ya.
Kami iringi dengan doa.
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Bismillahirrahmanirrahim.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna
dari kejahatan ciptaan-Nya.
Ibu haus.
Ibu?
Ibu haus.
Bismillahirrahmanirrahim.
Anak Ibu.
Dan…
Maafkan Ibu, Dan.
Ibu salah kepadamu.
Ibu terlalu memaksakan kehendak Ibu denganmu.
Jaga adik-adikmu, Dan.
Dani tidak akan…
pergi lagi dari rumah.
Dani akan ikuti semua kemauan Ibu.
Ibu jangan pergi dulu.
Dani masih butuh Ibu.
Jadi…
Jadilah dirimu sendiri, Dan.
Lakukan apa pun yang kau mau dalam hidup.
Asal tidak menyakiti orang.
Baik bagimu dan adik-adik kau, Dan.
Tuntun ibu kalian untuk membaca syahadat.
Aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.
Aku bersaksi…
tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.
Dan aku bersaksi
bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Dan aku bersaksi
bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Ibu…
Ibu?
Bu.
- Bu! - Bu, bangun…
Ibu, bangun!
Bu, bangun.
Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali.
Ibu!
Ibu…
Jangan beranjak pergi
Masih ada lanjutannya
Bagaimana?
Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%
Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki
Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino
Bisa, Aa. Ini gampang.
Aa sudah mengajarimu, 'kan?
Adik Aa memang pintar.
Mas?
- Mas? - Ya, Teh? Sebentar ya.
Opor pesananku mana ya?
- Sebentar ya. - Ya.
Ratna, opornya mana?
Ratna?
- Sebentar lagi jadi, Teh. - Ya, Mas.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.