All language subtitles for Danger One 2018 1080p WEB-DL Eng

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Dengar, aku tak bicara soal perubahan sepenuhnya.

Cukur sedikit rambutmu dan biarkan janggutmu tumbuh.

- Gadis-gadis akan menyukainya. - Aku sudah punya istri, ingat?

Terserah kau. Sampai di mana aku tadi?

Aku berada di restoran dan mau membuat teman kencanku terkesan.

Jadi aku memesan belut panggang atau semacamnya.

Aku tahu aku seharusnya memesan burger.

Sungguh, harusnya aku memesan burger.

Tapi aku tak melakukannya, Eric. Kuberitahu padamu.

Aku memakan habis belut menjijikan itu...

...dan itu bukan pilihan terbaikku.

Kau tahu pesan moral dari cerita itu?

Memesan burger saja?

Kawan, diamlah.

Dia anggap itu menawan. Upayaku berhasil.

Jadi pesan belut dan telan saja itu.

Tacos.

Sedikit steik panggang tak pernah melukai siapa pun.

Apa hanya ada kita di sini? Di mana polisi?

Kita akan baik saja.

Mereka menikamkannya langsung ke kepalaku.

Apa aku akan mati?

Hanya beberapa jahitan, jangan khawatir.

- Itu tidak parah. - Sebenarnya tak terlalu sakit.

Aku suka potongan rambutmu.

Tunggu.

Bisa beri kami tumpangan?

Hanya sampai ujung jalan, sebentar saja.

Kalian mau tumpangan ke ujung jalan sebentar saja?

Apa kami terlihat seperti Uber?

- Pergilah dari sini. - Ayolah, Bung.

Jangan jadi orang menyebalkan.

Apa kau menyentuhku?

Dia menyentuhku lagi. Pria ini.

Apa itu mendesak?

Jangan menyentuh orang lain.

Sekarang kau bisa naik ambulans.

Terlihat bagus, Kawan. Aku segera kembali.

Apa? Mau ke mana kau?

Ya!

Siapa mereka?

Siapa yang mau naik ambulans?

Ayo!

Eric.

Apa yang kau lakukan?

Aku harus mengambil tugas lagi.

Sudah dua kali tugas malam pekan ini.

Aku tahu.

Anak-anak tak pernah bertemu kau. Cuti hamilku tersisa dua minggu.

Kau tak bisa terus melakukan ini.

Dengar, ini soal uang, Val.

Kau mau aku bagaimana?

Katakan tidak untuk sekali saja.

Tidak semudah itu.

Kerja tambahan itu tak membantu.

Aku akan bicara dengan Dean untuk tahu pendapatnya.

Paham?

Andai kau terima pekerjaan yang ditawarkan kakakku padamu.

Aku sedang berusaha, Val. Sedang berusaha.

Sial.

Pergilah.

Aku akan menghubungimu nanti.

Aku mencintaimu.

Ibu datang, sayang. Ada apa?

Hei.

Ini aku.

Ya, ayo.

Ayo, ayo.

Apa yang kau lakukan? Jangan, jangan.

Jangan buka itu di sini. Dasar bodoh.

- Tunggu sampai di tempat pengantaran. - Aku hanya gatal.

Ya, terserah. Masuklah.

Ayo.

Apa, aku supirmu sekarang?

Pakai sabuk pengamannya untuk keselamatan.

Bagian sulitnya sudah berakhir. Kau bisa tenang.

Pikirkan yang bisa kau lakukan dengan semua uang itu.

Itu jumlah yang cukup besar.

Sebaiknya kau bepergian.

Pergilah ke New York.

Santiago, Chile.

Ada festival teater yang menakjubkan di Reykjavik.

Apa maksudmu?

Benar.

Kau lebih menyukai mariyuana dan video game, ya?

Bukan, ganja dan video game.

Sial.

Ada apa?

Kita dibuntuti.

Bisakah kita melewati malam tanpa memukul orang lagi?

Itu bukan salah kita.

A, seharusnya ada polisi di sana sebagai awalnya.

B, kita melakukan apa yang harus kita lakukan.

Maksudku, bedebah itu penyebabnya.

Sudah kau masukkan aku dalam jadwal tugas malam ini?

Ya. Akan kulakukan itu nanti.

Karena gajiku sedikit kurang bulan lalu.

Kurasa kau lupa mencatat beberapa jadwal tugasku.

Kau yakin itu?

Bravo butuh sabuk kipas baru.

Sial. Apa dia bisa jalan malam ini?

Mungkin. Kau akan mendorongnya.

Bagus. Lihat ini.

Aku agak.. Maksudku, aku tak bisa...

...memantau gaji semua orang, paham maksudku?

Aku tak punya asisten. Tak mampu membayarnya.

Aku ingin tempat ini punya 5 asisten, tapi selagi kita bicarakan itu,...

Bagaimana kalau kita pasang bak air panas di sini?

Ide yang sangat bagus.

Maksudku bukan yang mewah, hanya standar untuk 4 orang.

Semua unit, terjadi kebakaran gedung di La Brea.

- Sebaiknya kita ambil itu? - Tidak, terlalu jauh.

Paham maksudku? Di dunia yang sempurna,...

...kita ingin punya lima asisten.

Jika punya waktu malam ini, ada yang mau kubicarakan.

- Kenaikan jabatan? - Ya, begitulah.

Jika posisi itu masih ada.

- Biar kupikirkan itu. - Harap ke East Adams dan San Pedro.

- Kita ambil itu? - Kecelakaan tunggal..

- Itu untuk kita. - Ada korban cedera.

- Brie, kau bawa Bravo malam ini. - Baiklah, dipahami.

Reuben, simpan ponselmu.

Aku sedang bersih-bersih, bukan memakai ponsel.

Unit 9 menanggapi.

Diulangi, Unit 9 menanggapi.

Dimengerti. Unit 9, tangani itu.

Ayo beraksi.

Baiklah, kau menang.

Aku sudah memikirkannya, dan selamat.

Kau kepala EMT baru kita.

- Bagus. - Ya, itu bagus.

- Tapi apa maksudnya itu? - Maksudnya?

- Apa yang diikuti jabatan itu? - Kebanggaan.

Kehormatan. Mungkin sedikit tanggung jawab lebih.

Kenapa, ada hal lain yang kau cari?

Kenaikan gaji akan bagus.

Kau tahu bagaimana keadaan perusahaan.

Dalam perekonomian seperti ini?

Jangan katakan ekonomi baik saja.

Karena itu hanya omong kosong media liberal.

Masalahnya, Sam masih sakit.

Kau mengetahuinya. Kami masih belum tahu jalan keluarnya.

Dengan jam kerja kita saat ini,...

Aku tak pernah habiskan waktu bersama keluargaku lagi.

Itu tak adil untuk mereka.

Kau akan baik saja.

Berapa umur Darla sekarang?

- Nora. - Nora?

Kau bapak baptisnya. Umurnya 4 bulan.

Benar, aku tahu itu. Terserah. Ini masalahnya, dengar.

Aku pernah menikah, aku tahu betapa sulitnya itu.

Dan jujur, aku tak pandai mengatasinya.

Aku suami yang buruk.

Aku bahkan Ayah yang buruk.

Tapi di sini, aku pahlawan.

Kau dan aku, kita menyelamatkan orang.

Itu yang terpenting, bukan?

- Kau tak paham maksudku. - Jadi prioritasmu soal gaji?

- Bukan. - Buktikan itu.

- Beritahu aku motivasimu. - Aku suka pekerjaan ini.

Aku tak tahu. Apa aku tahu itu? Buktikan.

Beritahu aku kenapa kau ambil pekerjaan ini.

- Karena.. - Belok. Belok kiri, Eric!

Belok di sini dan fokuslah kembali pada pekerjaan kita.

- Baik. Fokuslah. - Aku bisa.

Lihatlah.

Tim Elit Sampah siap beraksi.

Enyahlah, Max.

Kalian para gadis lama sekali kemari.

Aku harus membuat Ibumu merasakan ejakulasi juga.

Aku pria jantan.

Baiklah. Fokus.

Ayo ke sana dan lakukan tugas kalian.

- Maaf, Pak Kepala. Ada apa ini? - Pengemudinya baik saja.

Kami akan menunggu ambulans lain untuknya.

Penumpangnya sekarat. Dia prioritas kalian.

Astaga.

Baiklah, ambil usungan itu.

Satu, dua, tiga.

Pak Kepala, bisa kami dapat bantuan? Pria ini takkan selamat sampai ke UGD.

- Max, bantu mereka. - Jangan petugas medis payah.

- Pak Kepala. - Beri aku orang yang handal.

- Pria ini bisa tewas. - Aku sedang kerja lembur.

Ini caramu mengakhiri kerja lembur itu.

Bantulah mereka.

Astaga, lihatlah perangkap kematian ini.

Bagaimana bisnismu masih tetap berjalan?

Bagaimana kau temukan penismu?

Aku bingung sekarang.

Ini tak berjalan lancar.

Sudah sering kubilang padamu.

Jangan terlalu dekat dengan mobil itu.

Ini bukan waktu yang tepat untuk saling menyalahkan.

Kau hubungi dia, aku tak mau lakukan itu.

Aku tak mau hubungi dia.

Apa mobil ini sah berada di jalanan?

Berhenti merendahkan mobilku.

Danger One tak pernah mengecewakanku.

- Danger One? - Ya, itu nama kodenya.

Itu jauh lebih baik daripada menyebutnya...

- ...Mobil Bobrok Satu dan Dua. - Kau tak berubah sedikit pun.

- Dia mengalami pendarahan. - Pendarahan dalam?

Tidak. Dia mengalami pendarahan luar yang parah.

Baiklah, kita potong bajunya.

Cairannya.

- Kita pasang infusnya. - Ada apa di belakang situ?

Dengar, aku tak bermaksud mencampuri urusanmu.

Hanya saja, kau tak punya peralatan yang tepat di sini.

Menyebalkan.

Keadaan ini tak bisa diterima di mobil pemadam LA.

Sampai di mana kita?

- Dean? - Astaga.

- Apa? - Seberapa parah itu?

Ada luka tusukan di bawah tulang rusuknya.

Astaga.

Yang benar saja ini.

Astaga.

Denyut jantungnya lemah.

80 per 40, tekanan darahnya menurun dengan cepat.

Denyutnya berhenti. Berikan tekanan pada dadanya.

- Menepi di sini. - Baiklah, sebentar.

Sial.

Ayo.

Sial.

Baiklah, terima kasih.

Alat darurat menunjukkannya. Berakhir sudah.

Dia kesal.

Sudah kubilang padamu.

Aku tak mau melakukan ini denganmu sekarang.

Sial, ini dia.

Ada yang bisa beritahu aku itu bukan kendaraan sasaran?

Ada yang bisa beritahu aku itu hanya kecelakaan biasa?

Kami ikuti mereka dari bandara, menuju timur melalui Jalur 10.

Tidak mencolok, sesuai buku panduan.

Tapi mereka pasti tahu kami, karena menuju gerbang keluar dan mengebut.

Saat kami berhasil mengejar, mereka sudah alami kecelakaan.

Ada dari mereka yang selamat?

Ambulans baru saja membawa penumpangnya.

Pengemudinya tampak baik saja, mereka mengobatinya di trotoar.

Dia tangan kanan Akkerman, Craddock.

Sungguh?

Pak, sebaiknya kita hentikan ini, bukan?

Sama sekali tidak.

Kita sudah melacak operasi ini berbulan-bulan.

Jika Craddock di sini, ini adalah pengiriman besar.

Bisa jadi uang itu ada di mobil, atau pada penumpangnya.

- RS University Hospital yang terdekat. - Kalau begitu pergilah ke sana.

Hubungi aku jika dia sadar.

Hubungi aku jika tidak bangun. Hubungi aku jika dia mati.

Hubungi saja aku. Aku akan periksa mobil ini.

Astaga, semuanya pecahan uang ratusan.

- Haruskah kau sentuh itu? - Tak apa, aku pakai sarung tangan.

Bukan begitu maksudku.

Membuatmu bertanya-tanya, bukan?

- Kau tahu siapa pria ini? - Tidak.

Kenapa mereka membawa uang seperti ini?

Dan berapa banyak uangnya?

Biar polisi yang menghitungnya.

Maksudku, apa kau tidak sedikit penasaran?

Ini pasti lebih dari 100.000.

Tahu apa yang bisa kulakukan dengan uang 100.000?

Membeli sikat gigi?

Astaga, lebih dari itu.

Dengar, anggap kita tidak melihatnya.

- Kembalikan itu. - Tapi kita melihatnya, Eric.

Kita harus memotong mantelnya.

Terima kasih.

Kita bukan memeriksa isi dompetnya.

Apa?

- Astaga. - Apa? Ada apa?

Pria ini memasukkan uang 1 juta dolar ke mantelnya.

Kita hampir sampai.

Biarkan rumah sakit yang mengurusinya.

Mari kita berandai-andai sebentar.

Katakanlah kita tidak serahkan uang ini.

Kita menyimpannya.

Aku tak mendengarkan ini.

Unit 9, UGD minta waktu perkiraan kedatangannya.

Satu menit lagi.

Laporkan uang itu sesaat kau berjalan memasukki pintunya.

- Bagaimana keadaannya? - Masih belum tahu.

- Dia sudah siuman? - Tidak, masih belum.

Pak, kau mengalami kecelakaan mobil.

Pak, berbaringlah.

Di mana dia?

Temanmu? Dia dibawa ke rumah sakit.

Kami akan membawamu ke sana secepatnya.

Berbaringlah, Pak. Kumohon.

Aku akan lihat apa yang terjadi.

- Aku segera kembali. - Jangan khawatir, kuurus ini.

Imigrasi dan Bea Cukai.

Kami tidak mengganggu kasusmu, 'kan?

Aku belum yakin.

Petugas Wilson, boleh aku bicara dengan pengemudinya sebentar?

Tentu.

Dia masih syok, tapi kau bisa bicara dengannya jika mau.

Hei!

Apa?

Yang benar saja!

- Ke mana dia? - Kupikir dia berbaring di sini.

Aku tahu dia di sini tadi.

- Apa dia pesulap? - Apa kau habis minum?

Dia pasti masih di sekitar sini.

Aku tidak minum. Aku sadar.

Kami akan urus suratnya, Eric. Kau tunggu di sini.

Lihatlah pria ini.

Ketahuan.

Aku hanya melihatnya.

Ya, tidak. Aku tahu itu menggoda, bukan?

Bagaimana di sana? Mereka bilang apa?

Mereka bilang kita bisa menyimpannya.

Kalian tidak melaporkan apapun?

Aku tak ingat kita sepakat untuk melaporkannya.

Aku tak ingat kita sepakat untuk menyimpannya.

Ini gila.

- Apa maksud kalian? - Dengar.

Kita bagi tiga, masing-masing dapat lebih dari 300.000 dolar.

Menyia-nyiakannya tanpa setidaknya membicarakannya lebih dulu, itu gila.

Dengar aku.

Tak ada yang bepergian dengan uang tersembunyi seperti itu...

...kecuali mereka menyelundupkannya. Siapapun yang melakukan itu,...

...jelas melakukan sesuatu yang mencurigakan.

- Benar. Itu maksudku. - Aku tahu.

Kau pikir ucapanmu membuatku merasa lebih baik?

- Tunggu, dengarkan aku! - Kurasa tidak.

Milik siapa uang ini?

- Bukan dia. - Kemungkinan kartel narkoba.

Mungkin. Kemungkinan begitu.

Tapi apa mereka akan menemui polisi...

...dan beritahu bahwa uang narkoba mereka dirampok? Tidak.

- Uang ini tak bertuan. - Bagaimana dengan pengemudi itu?

- Pria tua itu? - Ya.

- Dia pingsan. - Ya.

Dia akan terbangun di rumah sakit.

Lalu bilang, "Sial, mana uangku yang diselundupkan temanku yang mati itu?"

"Sebaiknya kulaporkan ke polisi dan membuat diriku ditahan."

Semua orang yang terlibat dalam hal ini...

...akan menerima kerugian mereka dan menjauh pergi.

Mereka akan beranggapan polisi sudah menyitanya.

- Ya! - Bagaimana dengan polisi?

Jika mereka tahu soal uang ini,...

...mereka akan menemui kita sesaat kita keluarkan pria itu dari ambulans.

- Masa bodoh, akan kuserahkan. - Jangan!

Kau tidak mendengarkan.

Max, Kawan. Lepaskan dia.

Eric.

Kami takkan membiarkanmu melakukannya.

Aku dan Max bisa tangani ini. Benar, Max?

Ya.

Kita bagi tiga uang ini dan jangan beritahu siapapun.

Itu rencanamu?

Baiklah. Apa yang akan kau lakukan?

Aku tak mau terlibat. Ini sepenuhnya tindakan kalian.

Sungguh?

Karena jika aku tertangkap, kau kehilangan pekerjaan.

Kau sudah pikirkan itu?

Jika aku tak ambil uang ini, kau kehilangan pekerjaan.

Entah berapa lama lagi aku bisa mempertahankan Turbo Elite.

Jadi seperti yang kubilang, jika kau punya rencana lebih baik,...

Katakan itu.

Baiklah.

Kita selesaikan tugas kita malam ini.

Seolah tak ada yang terjadi.

Kemudian besok, kita kembali bekerja seperti biasa.

Lalu kita bagi uangnya. Menunggu beberapa hari.

Tidak, berbulan-bulan. Pastikan tak ada yang mencurigakan.

Tak ada setoran tabungan besar, tak ada pembelian besar.

Tahukah kau? Dia benar, kita tunggu.

Kita pastikan tak ada orang yang mencari uang itu.

Max?

Jemputanku datang untuk membawaku ke pangkalan.

Baiklah, kau setuju dengan ini?

- Ya, kurasa begitu. - Baiklah.

Satu hal lagi sebelum aku pergi.

- Kau tahu aku pernah di Irak. - Ya.

Eric, apa kau tahu jika aku pernah bertugas di Irak?

Tidak.

Ramadi, Fallujah.

Operasi Phantom Fury.

Di sanalah itu menjadi mudah.

Apa yang menjadi mudah?

Membunuh.

Jadi jika kalian berdua mencoba mempermainkanku,..

Aku akan berpikir lagi.

Kalian harus lihat wajah kalian.

Bagus.

Baiklah, Kawan.

Baiklah.

Sial.

Bagus, waktu yang tepat.

Aku harus pergi dari sini. Bisa kuminta kuncinya?

- Ini mobilmu? - Ya.

Aku tak bisa berikan kuncinya sebelum..

Tentu. Berikan kuncinya padaku.

- Tak bisa. Karcisnya? - Akan kuberikan setelahnya.

- Berikan kuncinya. - Ada karcis parkirnya?

Baiklah, kurasa itu di mobil.

Aku tak bisa berikan kuncinya tanpa karcisnya.

Akan kuambil karcisnya di mobil.

- Tidak, aku butuh karcisnya. - Boleh kuberikan sambil keluar?

Aku tak bisa berikan kuncinya tanpa karcis itu.

- Bisa, berikan kuncinya. - Tidak, karcisnya dulu.

Aku tahu, berikan saja kuncinya.

Aku butuh..

Sial. Maaf.

Boleh kuminta kuncinya? Terima kasih.

Kau baik saja?

Hanya ada dua kunci.

Satu untukku, dan satu untukmu.

Tidak, aku tak mau.

Kau tahu pepatah lama?

"Jangan pertanyakan nilai dari sebuah hadiah"?

Ya.

Artinya, jika seseorang memberimu hadiah bagus,...

Janganlah bersikap menyebalkan.

Baiklah.

Entah apakah itu karena Tuhan atau semacam karma,...

Tapi seseorang beri kita hadiah sangat bagus malam ini...

...dan kau bersikap menyebalkan.

Pertama, tak ada yang beri kita uang itu.

Kita.. Bukan. Kau mengambilnya.

Kau selalu bermain aman, Eric.

Tapi malam ini, itu akan berubah.

Ayahku petugas pemadam sejati.

Saudara-saudaraku, pamanku.

Hanya itu cita-citaku. Kau tahu?

Kemudian aku terluka.

Jadi aku harus mengurungkannya.

Hentikan aku jika kau sudah mendengar cerita ini sebelumnya.

Baiklah. Hentikan.

Apapun itu, aku yakin bisa mendirikan perusahaan seperti ini.

Aku tahu itu risikonya besar.

Tapi aku juga tahu, aku punya pelatihan dan keberanian.

Jadi langsung kulakukan itu. Uang tabungan, uang pensiun, habis.

Mencairkan beberapa cek...

...dan Perusahaan Ambulans Turbo Elite lahir.

Itu jelas terbayarkan.

Pernahkah kau bertanya pada dirimu kenapa tempat ini begitu buruk?

Karena orang-orang brengsek di Balai Kota itu.

Membangun apartemen, perkantoran dan sebagainya.

Kuhabiskan uangku untuk berusaha agar sesuai peraturan.

Aku tak punya uang tersisa untuk merenovasinya.

Ambulans yang kubeli, kedua barang rongsokan Ford itu..

Aku membelinya di Corona dari orang yang tak punya hidung.

Koboi berbadan tinggi dan bodoh.

Giginya putih besar, tanpa hidung.

Jika aku tak punya hidung, aku akan tetap di rumah.

Aku takkan pernah keluar.

Memakai topeng atau semacamnya, paham maksudku?

Pria itu berada di sana dengan lantang dan bangga...

...menjual truk-truk bekas dan ambulans...

...dengan lubang di wajahnya!

Dean.

Mereka berutang padaku, dan mereka menipuku.

Dari yang kulihat, semuanya kembali berputar.

Ambulans berikutnya yang kubeli adalah Chevy baru, turbo diesel 3500.

Aku membelinya dari wiraniaga sebuah dealer mobil.

Pria yang terlalu banyak memakai minyak rambut...

...dengan setelan mewahnya yang menarik.

Tahukah kau?

Pria semacam itu.

Dengan uang ini, kau dan aku..

Kita akan membuat perusahaan ini dua kali lebih besar...

...dari yang kubayangkan pertama kali.

Aku dan sahabatku Eric.

Bukan lagi mentor dan murid, tapi rekanan bisnis.

Kecelakaan mobil? Kurasa kau baik saja.

Tapi uangnya?

Biar kutebak, kau kehilangan uang itu.

Tidak juga. Uang itu masih ada pada Rami, orangku.

Aku sedang dalam perjalanan ke rumah sakit sekarang.

Lalu apa?

Kau pikir mereka akan menaruhnya di bagian barang hilang?

Ini benar-benar tak bisa diterima.

Silas, percayalah padaku. Aku sudah menanganinya.

Aku akan menunggu. Jangan kecewakan aku, JJ.

Kami bicara dengan perawat, kepala dokter bedah.

Dia bahkan memutar kembali rekaman kamera untuk kami.

Nihil. Jika seseorang mengambil uangnya,...

...itu sebelum mereka membawa pria mati itu memasukki pintu.

Bagaimana dengan pengemudinya?

Sebelum dia kabur, apa kau lihat dia membawa tas atau semacamnya?

Lihat itu?

Lapisan plastik.

Kurasa yang kita cari bukan tas.

Teman-teman..

Kalian mau melihat mayat lainnya?

Tidak.

Aku punya yang bagus di rak nomor satu.

Pria itu kehilangan testikelnya.

Jadi begitu saja? Kita akan melepaskan uang itu?

Aku tak berkata begitu.

Kalau begitu apa rencanamu?

Ambulans pertama yang menanggapi. Mari kita periksa dokumen mereka.

Dipahami, Unit 6 dalam perjalanan. Ganti.

Kau bisa bernapas normal dengan alat ini.

Hei.

Aku tahu aku agak terlalu keras sebelumnya.

Kau tahu, hanya perusahaan ini yang aku punya.

Kau tak harus berinvestasi padaku jika tak mau, paham?

Dengar.

Aku hanya ingin malam ini berakhir.

Aku mau pulang ke keluargaku, dan hanya itu saja.

- Paham? - Baiklah.

Bagaimana keadaanmu?

- Apa dia akan pulih? - Dia akan baik saja.

Terima kasih.

Sayang, kau membuat Ibu takut.

- Kau baru selamatkan keluarga itu. - Ayah dalam perjalanan pulang.

- Sekarang, selamatkan keluargamu. - Mari kita pulang.

Itu payah. Meski itu bagimu, Dean.

Dengan hal yang kulakukan ini, kita bisa pergi ke mana saja.

Kita bisa pergi ke Alaska.

Tidak, coba lagi.

Tempat yang lebih hangat dan cerah.

Bagaimana kalau Cancun?

- Kita bukan mau liburan musim semi. - Max.

Bagaimana kabarmu?

Agen Beckwith. ICE.

Maaf mengganggu permainanmu, hanya ada beberapa pertanyaan.

Dengar, kecelakaan mengerikan di San Pedro itu,...

...kau menaikki ambulans. Itu tanda tanganmu, bukan?

Bagaimana kalau kita berbincang di luar?

Kau tampak mati.

Hei.

Bangun.

Butuh sedikit dorongan?

Kurasa aku sudah cukup minum kopi untuk hari ini.

Bagaimana jika sesuatu selain kopi?

Kurasa tidak.

Kau masih merasa gelisah.

Tidak.

Sesuatu terjadi malam ini?

Tidak.

Kau tahu kau bisa bicara denganku, 'kan?

Kau tahu kau bisa memercayaiku.

Kau bisa ceritakan semuanya padaku.

Benar?

Bicaralah padaku.

Ini bukan ide bagus. Ini..

Itu akan menyenangkan.

Dengar, aku beritahu kau sebelumnya, aku tak bisa melakukan ini.

Baiklah.

Hei, Brie?

Dengar, kecelakaan itu malam ini..

Seluruh unit, terjadi penusukan di simpang jalan Mateo dan 8th.

Tahukah kau? Aku dan Reuben..

Kami akan menggantikanmu untuk panggilan ini.

Kau tetaplah di sini. Ceritakan padaku nanti.

Reuben, ayo kita jalan!

- Unit 6 menanggapi, ganti. - Dipahami.

Ayolah, jangan begitu sekarang.

Bravo Two, ayolah! Mau bensin?

Kelihatannya dia akhirnya benar-benar menyerah.

Sial.

Eric!

Astaga.

Kami harus membawa Danger One.

Tidak, tidak. Jangan lakukan itu.

- Tak bisa. - Apa? Kenapa?

Dean pasti sedang kembali.

Kami akan urus ini. Jangan khawatir, tak apa.

Tapi aku sudah bilang..

Biar aku pergi keluar dan memeriksa Dean.

Lalu melihat kapan dia akan kembali, mengerti?

Jangan pergi ke mana-mana. Aku segera kembali.

- Apa masalahnya? - Entahlah.

Dengar, Max menghubungi.

Polisi, FBI atau siapapun itu baru saja menanyai dia...

- ...dan dia panik. - Apa?

Kita harus tetap fokus...

...seandainya harus bicara dengannya saat dia emosi...

...sebelum dia melakukan hal bodoh.

Di mana Danger One?

Aku berusaha memberitahumu.

Ada panggilan masuk, Bravo tak mau menyala.

- Mereka pergi begitu saja. - Brie membawanya?

Uangnya ada di dalam sana.

Kenapa kau tak ikut bersama mereka?

Brie tak mau menunggu!

Hei, Max.

- Di mana Dean? - Sebentar.

Max, sebentar Tunggu sebentar.

- Tunggu dulu. - Di mana dia?

Aku di sini. Ada apa, Max?

Di mana uang itu, Dean? Aku ingin melihatnya.

- Dengar, uangnya aman. - Aku tak bicara denganmu.

Hei, tenanglah. Semuanya baik saja.

Dia katakan yang sebenarnya, uang itu di tempat aman dan..

Jadi..

Bagaimana dengan FBI?

Itu bukan FBI, tapi ICE.

- ICE? - Ya. Imigrasi dan Bea Cukai.

Mereka bagian dari satuan tugas...

...yang melacak uang selundupan keluar masuk bandara.

Mereka tahu jika orang yang kita bawa membawa uang tunai.

Mereka sedang mengikuti dia.

Paham ucapanku?

Mereka tahu soal uang itu.

Hanya masalah waktu sebelum mereka tahu yang sebenarnya...

...dan kita dalam kesulitan.

Dean!

Kita tetap sesuai rencana.

Rencana payah itu. Rencanamu.

Dengar, aku tak peduli apa yang kalian lakukan.

Tapi aku mau bagianku lalu pergi dari sini.

Ke mana?

Keluar. Keluar kota, menghilang!

Dengar, pergi saat penyidikan adalah cara terbaik untuk..

Aku tak mau masuk penjara.

Jadi berikan bagianku sekarang juga.

Kami tak bisa berikan.

Apa yang kalian rencanakan?

Aku tidak bodoh.

Kami tak bisa berikan uangmu karena uang itu tak ada di sini.

Brengsek.

Mereka akan membawanya kembali.

Mereka?

Mereka? Siapa mereka?

Berikan uangku!

- Enyahlah. - Max, dengar.

- Ya Tuhan. - Di mana uangku?

- Dasar brengsek. - Max, tenanglah.

Kuperingatkan kau, aku akan membunuhmu.

Akan kubunuh kalian berdua.

- Dasar gila, lepaskan aku. - Lepaskan dia, Max!

Lepaskan aku!

Kau akan mati, Dean!

Dengarkan aku.

Uang itu keluar dengan mobil ambulans satunya.

Mobil itu akan segera kembali.

Ini bukan penipuan, Kawan.

- Hanya kesalahpahaman. - Berhenti membohongiku!

- Aku tidak menipumu. - Berhenti membohongiku!

Kau sudah gila, kau gila!

Kau akan mati.

Aku tidak menipumu.

- Kau akan mati. - Untuk apa kulakukan itu?

Kau akan mati!

Ya Tuhan!

Kau tak apa, kau baik saja?

- Ya Tuhan! - Kau berusaha menipuku?

Hentikan!

Berhenti menembak, jangan! Berhenti menembak!

Ya Tuhan!

Brengsek!

Ya Tuhan.

Dean, apa yang kau lakukan?

Apa maksudmu apa yang kulakukan?

Aku menyelamatkanmu.

Kita bisa perbaiki keadaan ini, kita bisa membuatnya lebih baik.

Kita bisa..

Jadi?

Hei.

Kau tak apa-apa?

Lihat apa yang kau lakukan padanya.

Ya, sial.

- Tanganmu. - Masa bodoh tanganku.

- Tidak. - Akan kuurus itu nanti.

Apa yang akan kita lakukan?

Entahlah, tapi kita takkan menyerahkan diri kita.

Kita melewati titik di mana kita tak bisa mundur sekarang.

Paham? Jangan coba-coba..

Hei, teman-teman, kami dalam perjalanan kembali.

Benar. Jadi keluarkan penis itu dari mulut kalian.

Kita harus bersihkan tempat ini.

Kita akan bersihkan ini, paham?

Mari kita lihat.

Kau mendapatkannya?

- Rami tidak selamat. - Itu sangat disayangkan.

- Aku temukan uangmu. - Luar biasa.

Maksudku, bisa dikatakan bahwa pada titik ini,...

...itu hanya masalah pengambilan kembali.

Aku paham arahnya. Aku akan melakukan panggilan.

Jangan lakukan itu. Jangan. Kumohon.

Aku tak mau kau berkeliaran semalaman dan perburuk situasi, JJ.

Kembalilah ke sini dan kita akan cari jalan keluar untukmu.

Mengerti?

Sudah hampir selesai di situ?

Dean.

Aku tak mendesakmu, hanya saja waktu semakin sedikit.

Mungkin jika kau sedikit membantu..

Berhenti mengeluh. Aku selamatkan nyawamu, ingat?

Aku tak mengharapkan bunga atau semacamnya.

Aku hanya mau kau melakukan satu hal untukku. Apa itu sulit?

Aku sedang melakukan sesuatu yang sangat penting di sini.

Hati-hati, mayatnya bisa terjatuh.

Semua orang di sini begitu ceroboh.

- Ini benar-benar bodoh. - Cepat masukkan usungannya.

Astaga. Masukkan kapak ini ke sana, selesai.

Baiklah, cepat ke sini.

Jika ada rencana, ini waktu yang tepat untuk beritahu aku.

Hei, Dean!

Aku akan alihkan perhatian mereka.

Kau pindahkan Max ke kabin belakang Danger One.

Apa? Sendirian?

Hei! Bagaimana situasinya?

Sekumpulan calon anggota geng menyerang seorang anak.

Menikamnya di dada. Dia akan selamat.

- Baiklah. Kalian baik saja? - Ya, bisa aku bicara denganmu?

Aku sebenarnya mau bicara dengan kalian. Di ruanganku.

Aku punya rencana istimewa.

Baik, masuklah. Ini dia.

Kau di sini, Reuben.

Kau di sini, wanita cantikku.

Bagus, dengarlah ini.

Bau apa itu?

Aku akan memulai tradisi baru di sini di Turbo Elite.

- Bau sekali. - Kawan.

Itu menjadi perhatianku...

...bahwa aku kurang memperhatikan teman-temanku.

Aku tidak menyadari kerja keras para petugas ambulans-ku.

Jadi, berikan ketukan drumnya.

Reuben.

Aku?

Brie mengatakan soal pekerjaan luar biasa...

- ...yang kau lakukan di lapangan. - Aku katakan itu?

Ya. Selamat.

Kau pegawai terbaik bulan ini dalam sejarah Turbo Elite.

Lihat namamu di situ.

Aku akan tunjukkan ini kepada Ibuku.

- Reuben, bagus! - Menakjubkan!

Ini bingkainya. Kau harus memiliki bingkai.

- Ambil itu untukmu. - Aku tak pernah menangkan apapun.

Kau bukan memenangkannya, tapi pantas mendapatkannya.

Terima kasih. Aku merasa terhormat. Sungguh.

- Aku telah bekerja keras.. - Kau tak perlu berpidato.

Baiklah.

Kenapa Eric tidak di sini?

Itu akan canggung.

Dia ingin sekali menang.

Kalian butuh sesuatu?

Katakan saja. Tidak ada? Sudah cukup? Sampai jumpa.

Bos, bisa belikan aku dendeng daging?

Apapun yang kau inginkan, Diva!

Eric, masuk ke mobil.

Tunggu.

Dean pernah bilang bahwa aku bukan pegawai yang baik.

Itu aneh, bukan?

Masuklah, JJ.

Jangan malu-malu.

Nak, kau tampak berantakan.

Ya, ini hari yang buruk.

Aku turut prihatin mendengarnya, sungguh.

Aku tahu kau sudah melakukan panggilan telepon.

Hei.

Tak ada cara mudah untuk mengatakan ini.

Tapi aku menarikmu mundur dari tugas itu.

Itu adalah kesalahan.

Kau bilang itu hanya masalah pengambilan kembali.

Itu keahlian mereka.

Tapi ini operasiku, aku yang menyusunnya.

Dan kita tak menemui kendala dalam tiga pengiriman pekan ini.

Hingga malam ini.

Saat itu menjadi masalah yang sangat besar.

Ya, tapi bisa kuperbaiki itu.

Pikiranku sudah bulat.

Tunjukkan mereka berdua arah yang tepat.

Mereka akan menyelesaikannya, tapi kau keluar.

Itu proyek barumu.

Ya, benar.

Bagus, sangat bagus.

Mungkin aku bisa membantumu saat pembangunannya dimulai.

Dan melakukan apa?

Memberi pelajaran atasan serikat pekerja?

Ayolah, zaman sudah berubah, JJ.

Sekarang aku cukup menyuap orang.

Itu bagian lain dari fungsi uang.

Lagipula, lihatlah dirimu.

Kau akan punya kesempatan habiskan lebih banyak waktu tangani musikmu.

Musik opera yang sedang kau buat.

Itu yang kau inginkan, bukan?

Ya, benar.

Tapi aku tak bisa melakukan itu...

...tanpa kemurahan hatimu, Silas.

Jadi, aku butuh pekerjaan ini.

Itu bukan sepenuhnya salahmu.

Mungkin kau sudah bukan orang yang tangguh lagi.

Kau sudah tua, benar?

- Apa kau bilang? - Tua. Kau sudah tua, JJ.

Jadi, bagaimana jika kau habiskan minumanmu,...

...bawa setelanmu...

...dan rambut palsumu yang konyol itu pulang?

Brengsek!

JJ, hentikan!

Kau lihat itu, Silas?

Lumayan untuk pria tua, ya?

Baiklah, JJ. Aku berubah pikiran.

Kau bisa tetap bekerja dan menyelesaikan pekerjaanmu.

Bawa saja aku ke rumah sakit.

Tidak usah. Tahukah kau?

Aku anggap diriku wiraswasta sekarang.

Tidak, tunggu! Apa yang kau inginkan?

Kombinasi brankasmu.

Tak ada di sini. Jangan, jangan!

0, 1, 6, 5, 4..

- 0, 6, 5, 4. - 5, 4!

Aku sudah menghapalnya.

Halo, cintaku.

Ke mana saja kau selama hidupku?

Baiklah. 1 juta dolar lagi.

Aku anggap kau belum pernah membuang mayat sebelumnya.

Benar, Dean. Belum pernah.

Baik.

Berikan aku ide-idemu.

Kau sudah terlibat sekarang.

Jadi menyerahkan diri bukan salah satu ide itu.

Kau yang membuat kita mendapatkan masalah ini.

Aku hanya berusaha agar tidak ditangkap.

Yang benar saja.

Kau pasti melanggar rambu berhenti.

Aku tidak menerobos rambu berhenti, Dean.

Apa yang harus kulakukan sekarang?

- Menepilah. - Baiklah, aku akan menepi.

Kau tampak gugup. Jangan gugup.

Ada ikatan antara polisi dan petugas ambulans.

Dia hanya akan memberi kita peringatan, lihat saja.

Berhentilah makan itu.

- Aku makan saat gugup. - Sial, dia kemari.

Baiklah, lihat aku. Semuanya baik saja.

Semuanya baik saja.

Tarik napas yang dalam.

Buang perlahan-lahan. Seperti itu.

- Malam, semuanya. - Malam.

Kapten Beckwith, Imigrasi dan Bea Cukai.

Aku melewatkan kalian di garasi itu.

Kurasa sebaiknya temui kalian di sini daripada menunggu kalian kembali.

- Sedikit terburu-buru. - Baiklah.

Kami paham perasaan itu.

Astaga, aku tidak mengganggu panggilan tugas kalian, 'kan?

- Tidak. - Tak apa, kami baik saja.

Kalian berdua menanggapi panggilan malam ini?

Kau tahu, kecelakaan di San Pedro itu?

- Ya. - Ya.

Maaf.

Pasti sulit orang yang kau bawa mati seperti itu.

Itu bagian dari tugas.

Boleh aku melihat kabin belakangnya?

Untuk apa? Maksudku, kami..

Mungkin kami tak ingin kau melakukan itu.

Maksudku, kami lebih suka kau tak lakukan itu.

Pria yang kalian bawa itu membawa barang selundupan.

Barang itu tak ada padanya saat sampai di rumah sakit.

Mungkin itu orang yang salah.

Tidak.

Tidak, kami tahu dia bagian dari kelompok penyelundup uang...

...dari rekening bank di luar negeri.

Kau tahu, kebanyakan orang tua berusaha menghindari pajak.

Orang tua melakukan itu?

Mungkin uang itu terjatuh di kabin belakang.

- Kami tahu jika ada yang jatuh. - Benar.

Karena kami sangat yakin soal itu.

Kabinnya bersih di belakang sana, hanya sedikit berantakan.

Ya, tetap saja.

Aku harus mencoret apa yang ada dalam daftarku.

Jadi boleh aku memeriksa kabin belakangnya?

Kurasa kau butuh kemungkinan penyebabnya.

Mungkin.

Tersangka menaikki ambulans ini bersamamu.

Itu kemungkinan penyebabku.

- Baiklah. - Buka pintunya.

Tahukah kau? Tolong ke sana dan buka pintu itu untuknya.

Sesuatu terjadi pada tanganmu?

Aku membuat tato.

- Malam ini? - Bukan, hari Sabtu lalu.

Baiklah. Apa itu masih sakit?

Tidak, tak apa-apa.

Apa-apaan ini?

Maafkan aku!

Maafkan aku!

Ya Tuhan.

Jangan, turunkan senjatamu!

Astaga!

Dean, Dean!

Ada mobil yang datang, kita harus pergi.

Eric, ayo! Kau yang mengemudi.

Apa-apaan itu tadi?

- Kau gila. - Ayolah! Harus kulakukan itu.

- Itu berbeda dari Max. - Tidak!

Max adalah pembelaan diri. Kau membunuh pria itu.

- Aku tahu. Dia mau bunuh kita. - Itu pembunuhan!

Bagaimana kau tahu itu?

Karena dia agen korup.

Jika melihat uang itu, dia akan menembak kita.

Tunggu, tanyakan pada dirimu apa yang akan kau lakukan.

Bukan itu! Jelas bukan itu!

Dia tak akan melepaskan kita.

Kenapa dia harus melihat ke kabin belakang ambulans?

Ke mana kau mau membawa kita?

Kembali ke garasi.

Ada yang terlupa olehmu?

Sial!

Dia bilang mau pergi ke luar kota.

Bermil-mil pompa dan pipa. Ini seperti TPA raksasa.

Ayo kita lakukan ini. Aku punya ide.

Kita akan mengangkatnya, lalu akan langsung masuk.

Pelan-pelan.

Dia akan jadi makanan ikan sebelum orang lain tahu.

Angkat dengan kakimu. Ayo, ayo.

Sekarang apa?

Kau buka sabuk yang ini, aku yang ini.

Dalam hitungan ketiga.

Satu, dua, tiga.

Astaga.

Baiklah.

Bantu aku, Eric.

- Tarik! - Aku menariknya!

Ayolah! Dasar pengecut!

Astaga, kau tak bisa.. Sial!

Baiklah.

Dean, kau mau ke mana?

Ini benar-benar ide bodoh.

Kau pasti akan suka ini.

Apa yang akan kau lakukan?

Apa yang akan kau lakukan dengan kapak itu?

Dean, dengarkan aku.

Apa yang kau lakukan?

Kita akan membuatnya muat.

Maafkan aku, Max.

Eric.

Ayo.

Bantu aku angkat ini.

Dean.

Ayo.

Bantu aku angkat ini.

- Ini berat. - Ya.

Awas jarimu.

Tak apa-apa.

Itu sebabnya kau punya 10 jari.

Ini. Lihat.

- Minumlah ini. - Apa itu?

Percocet.

Bukan, ini Oxy. Bahkan lebih baik.

Minumlah yang banyak.

Kau bahkan akan lupa kalau kau punya jari.

Kau tahu yang lebih buruk dari meninggalkan sidik jari di TKP?

Meninggalkan jarimu!

Ayolah, itu bagus!

- Bagaimana acara setelah pestanya? - Kita bisa melakukannya.

Sial. Apa itu mayat?

Ya Tuhan.

Hubungi 911.

- Menjijikkan. - Mari kita hubungi dari mobil.

Kita hanya punya satu jam tersisa.

Dia tampak kesal soal sesuatu.

Dia benar-benar menyebalkan malam ini.

Biar aku yang bicara.

Di mana Reuben?

Bravo tak bisa beroperasi, jadi kusuruh dia pulang.

Lalu untuk apa aku membeli dendeng daging ini?

Kenapa dengan jarimu?

Tidak apa-apa.

Hanya terjepit pintu.

Ya.

Apa?

Aku mau bicara denganmu sebentar.

Dean!

Sebentar, Speedy Gonzales, pelan-pelan.

Apa ini soal malam tahun baru?

Kita bisa saling memercayai, 'kan?

Tentu saja.

Saat aku menanggapi panggilan terakhir,...

...anak itu berdarah di sekujur tubuhnya.

Jadi, di mana kau taruh itu?

Ini dia.

Aku mencari kain kasa.

Jadi kuperiksa laci bawah Danger One.

Lucunya, itu dipasangi gembok.

Lalu kutemukan ini di lantai.

Aneh sekali.

Apa yang sedang terjadi, Dean?

Anda memiliki satu pesan baru.

Eric, ini aku.

Aku tak bisa tidur.

Aku tahu mungkin kau sedang mengemudi atau..

Kau tak perlu menelepon balik.

Aku hanya berharap bisa mengobrol denganmu.

Aku tak suka situasi terakhir kita hari ini.

Jadi, jika kau bisa menghubungi, mungkin aku akan terjaga.

Aku mencintaimu.

Semua unit, tabrak lari, petugas terluka.

Semua unit, diulangi, petugas terluka.

Blok 1400 Newton, seberang jalan Cooper.

- Yang benar saja. - Harap ditanggapi.

Semua unit, tabrak lari, petugas terluka.

Semua unit, diulangi, petugas terluka.

- Kau dengar itu? Lokasi itu? - Ya.

Kita akan mengambilnya.

- Kita mengambilnya? - Ya, bagaimana jika dia selamat?

Itu akan buruk.

Aku ikut bersama kalian.

Tidak, tidak.

- Tak apa-apa, Kawan. - Tidak bisa.

- Dengar, dia sudah tahu. - Apa?

Ya, dia beritahu aku semuanya.

- Semuanya? - Semuanya, semuanya.

Eric. Ayo, masuk.

Belok kiri di sini.

- Di sini? - Ya, di sini. Di lampu itu.

- Dia masih bernapas? - Hampir tidak.

Dia masih bisa selamat jika kita membawanya ke UGD...

...dalam lima menit ke depan.

Kode melambat.

Eric, kita jadikan itu 6 menit.

Eric.

Aku hanya ingin memperjelas, kubilang mengemudinya lebih lambat.

Eric, kita tak bisa biarkan dia selamat dan mengenali kita.

Eric, kau dengar apa yang kukatakan?

Kumohon, pelan-pelan saja.

Dia benar, Eric.

Sial.

- Pelan-pelan! - Eric, pelan-pelan!

Eric!

Ikat dia! Menepi!

Sial!

Dasar brengsek. Dari mana kau dapatkan pisau?

Jatuhkan pisaunya.

- Ayo! - Itu sakit! Hentikan!

Sudah mati.

Sudah mati.

Maafkan aku.

Sial.

Unit 9, statusmu.

Diulangi, Unit 9, apa statusmu?

Melaju tanpa sirene. Pasien meninggal.

Dipahami, Unit 9.

Boleh aku melihat ke kabin belakang?

Kau memutilasiku, lalu membuangku ke selokan.

Astaga, kenapa denganmu?

Aku hanya meluapkan emosiku.

Tapi, Dean..

Aku akan waspada terhadap bedebah licik itu.

Aku akan terus mengawasi dia jika aku jadi kau.

Apa kau mencium aroma dendeng daging?

Hei.

Itu luar biasa.

Terima kasih.

Terima kasih, Eric.

Jangan lakukan itu, jangan berterima kasih padaku.

Aku tak mau kau terlibat dengan semua ini.

Tahukah kau?

Jangan ceramahi aku tentang apa yang berbahaya.

Karena aku bisa menjaga diriku.

- Brie. - Apa?

Kau tak tahu yang telah kulalui, yang sudah kulakukan.

- Kau sama sekali tak tahu aku. - Ya, benar.

Aku harus memulai hidupku kembali berkali-kali.

Keluar masuk lapas remaja, dipukuli, ditembakki.

Seharusnya aku sudah mati, tapi tahukah kau?

Ini kesempatanku memiliki hidup yang pantas kudapatkan.

Jadi ya, aku tahu itu berbahaya.

Terserah, aku tak peduli.

Semua itu setimpal.

Sungguh, semua ini?

Ini sudah berakhir.

Sudah berakhir.

Apa yang akan kau lakukan?

Perhatikan dirimu.

Baiklah. Ayo.

Berhenti!

Aku sangat bergairah sekarang.

Kakiku baru saja ditusuk, rasanya sakit.

Apa ini sakit?

Aku ingin kau mencumbuku sekarang.

Baiklah.

Ya, ya.

Fokus, fokus, di situ.

Turun! Ke bawah!

- Mau tahu apa yang kusuka? - Apa?

Itu, ini.

Ini.

- Apa yang kau lakukan? - Aku tahu.

- Tunggu, kau tak mencium itu? - Aku tak mencium apapun.

Tidak, tidak.

- Astaga. Tidak, tidak! - Apa?

Apa, ada apa? Dean!

Apa aku harus melakukan semuanya sendirian?

Tidak, tidak! Kenapa, kenapa?

Sial!

Brengsek!

Eric!

Apa-apaan itu?

Sial!

Eric, hentikan!

Sekali lagi, aku turut berduka atas kehilangan yang kau rasakan.

Dengar, jika butuh sesuatu, hubungi aku, ya?

Baiklah, jaga dirimu.

Itu putrinya.

Ya. Bagaimana dia menerimanya?

Seperti yang kau perkirakan.

Setidaknya dia punya kerabat di sini.

- Mereka katakan sesuatu? - Ya.

Mereka bilang akan memeriksa toko terdekat di area itu.

Mencaritahu apa ada rekaman kamera pemantau di persimpangan.

Tak ada yang melihat sesuatu.

Dengar..

Situasinya menjadi semakin kacau sekarang.

Sebaiknya kita mengakhirinya.

- Apa? - Tidak.

Dia pasti pergi memeriksa petugas ambulans itu.

Itu terjadi setengah mil dari garasi mereka.

Kita tidak tahu pasti soal itu.

Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya.

Tidak. Aku tak mau lagi lakukan ini.

Dulu itu idemu, sebagai awalnya.

Entah denganmu.

Tapi aku tidak bergabung untuk mendeportasi...

...wanita tua kembali ke El Salvador...

...atau apapun yang kita lakukan selama ini.

Ini tiket keluar kita. Mundurlah jika kau mau.

Tapi Beck mati sia-sia.

Jika itu membuatmu merasa lebih baik,...

...kita bisa berikan bagian dia kepada putrinya.

Untuk memastikan kehidupan putrinya terjamin.

Putuskanlah.

Aku bisa menyelamatkan sebagian besar uang itu.

Kupikir dia sudah sepenuhnya setuju.

Mungkin dia tidak cocok untuk ini. Kau paham?

Maksudku, kita harus saling percaya satu sama lain.

Jadi?

Jadi?

Mungkin setelah kau bisa singkirkan dia..

Aku bisa memulai kembali hidupku di mana saja.

Kita berdua.

Katakan sesuatu, Dean.

Dia sahabatku.

Baiklah, tapi kita kehabisan waktu.

Sial.

Jadi, selanjutnya apa?

Untuk sekarang, kita singkirkan dia...

...dan kita akan baik saja.

Hentikan.

Salahku. Aku hanya terlalu bersemangat.

Dengar, kau yakin soal ini?

Satu-satunya yang menghalangi antara kita dan uang itu...

...adalah sepasang petugas medis.

Aku yakin itu.

Brengsek! Jangan!

Brie, hentikan!

Brengsek!

Tenanglah, Brie.

Itu kacau, sangat kacau.

Kau mempermainkanku selama ini?

Lalu apa?

Lalu ke mana kau akan pergi?

Teman-teman?

Astaga. Ada apa ini?

Entahlah, Reuben. Bagaimana kalau kau beritahu aku?

Aku baru menerima SMS.

Dari Brie. Dia ingin aku datang menjemputnya.

Aku yakin itu.

Jadi, Brie? Kau jadi pulang ke rumah denganku atau tidak?

- Ya. - Tidak. Kau pulang sendiri.

- Aku sudah menyalakan lilin. - Tiup lilinnya sendiri.

- Reuben, tetap di sini. - Tidak. Aku yang memimpin di sini.

- Reuben, pergi! - Reuben, tinggal!

Halo, hai.

Apa pengawasnya ada?

Ya, aku pengawasnya. Aku yang memimpin tempat ini.

Siapa kau?

Aku penyidik dari Rigoletto Insurance.

Aku masuk sendiri.

Itu jelas.

Aku berharap bisa mendapatkan sedikit pernyataan...

...mengenai kecelakaan fatal...

...yang terjadi petang tadi.

Bung..

Sekarang pukul 04:00 pagi.

Sudah sedikit larut untuk ini, bukan begitu?

Astaga. Sejujurnya aku pikir terlalu dini.

Bisa keduanya.

Waktunya tak tepat bagimu untuk masuk seperti ini.

Tak bisakah kau kembali temui kami pada jam kerja?

Maaf, aku tak paham apa yang kau katakan.

Bisakah kau bicarakan ini lewat telepon?

Ini tak akan lama.

Aku hanya ingin memastikan...

...bahwa kalian adalah perusahaan yang membawa korban.

- Polisi! Angkat tanganmu! - Angkat tangan!

- Sekarang! Angkat tanganmu! - Tetap angkat tanganmu.

Astaga, Reuben. Apa sulitnya mengunci pintu?

Yang benar saja. Kenapa kau lakukan itu?

Aku akan terus di sini hingga kau beritahu aku di mana uang itu.

Maaf, kami tak paham apa yang kau bicarakan.

Sungguh?

Di mana itu?

Di mana uangnya?

Aku tak bisa beritahu jika kau todongkan senjata itu di mukaku.

Hentikan.

Aku tahu di mana itu.

Jangan dengarkan dia.

Kau tak bisa memercayainya.

Aku akan membawamu ke uang itu.

Brie, jangan.

- Tidak! Reuben! - Reuben!

- Jatuhkan itu! - Yang benar saja.

- Sial. Maafkan aku. - Ya Tuhan.

Jatuhkan senjatamu.

Kau tahu, kau dan temanmu...

...mungkin mau pertimbangkan untuk pergi sekarang.

Ini tak ada urusannya denganmu.

Kau tahu sedang berhadapan dengan siapa sekarang?

Kau tahu?

Lepaskan penutup mukamu.

Jatuhkan senjatamu!

Bisakah dia melepas penutup wajahnya?

Kesempatan terakhir.

Pergi atau mati.

Masa bodoh denganmu, Pak Tua.

Tidak!

Brie, merunduk!

Sial!

Reuben.

Apa yang akan kita lakukan?

Brengsek kau, Craddock!

Brengsek!

Reuben mati karena kau, dasar bodoh!

Dean!

Berikan senjatanya padaku!

Masuk, cepat!

Cepat, aku melindungimu!

Brengsek!

Ayo, ayo!

Cepatlah, ayo!

- Brie! - Matilah kau!

Berhentilah bercanda, ayo.

Menunduk, menunduk!

Eric, ayo jalan!

Jalan, Eric!

Sial!

Reuben tidak pantas mati.

Siapa orang-orang itu?

Kau tahu pria yang kita tabrak?

Kurasa mereka teman-temannya.

Bagaimana dengan pria satunya?

Kurasa dia penjual asuransi.

Aku yakin bukan.

Hei.

Terima kasih.

Karena tidak meninggalkan kami.

Ke mana kita pergi?

Mulholland.

Pamanku punya rumah di bukit.

Kita bisa sembunyi di sana untuk sementara, memikirkan solusinya.

Baiklah. Sebaiknya kau hubungi Val.

Aku akan membawa kita ke sana lebih dulu.

Ada apa? Apa yang terjadi?

Ada yang mengikuti kita.

Pria dari garasi? Penjual asuransi itu?

Menurutmu itu dia?

Sial! Brengsek! Lebih cepat!

- Ya, itu dia. - Menurutmu begitu? Tancap gasnya!

Eric, lakukan sesuatu!

Ya Tuhan!

Eric, kami terjebak di sini!

Berkelok sedikit!

Dean.

Kalian baik saja?

Brie?

Kunciku. Brie mengambil kunciku.

Eric.

Kita harus pergi dari sini. Nyalakan mobilnya.

Tidak bisa. Mobilnya mati.

Dia tertembak.

Mari kita bawa dia ke belakang sini.

Tunggu, tunggu. Aku melihat pria itu.

Kau punya rencana?

Aku tak mau meninggalkan Brie seperti itu.

Kau membuatnya terdengar buruk.

Salah satu paru-parumu mengalami kegagalan.

Yang satunya mungkin dipenuhi cairan.

Kenapa aku memberitahumu?

- Kau tahu itu, bukan? - Masa bodoh.

Mungkin tidak.

Ayo, ayo.

Cara yang buruk untuk mati.

Brengsek!

Brengsek!

Baiklah, cukup sudah.

Ini lucu bagimu?

Dean brengsek.

Hei, berhenti. Brie.

Lingkarkan tanganmu padaku. Kita harus pergi.

Kemarilah, aku akan membawamu pergi dari sini.

- Kau pasti bisa. - Tidak bisa.

Brie, ayo. Kita harus pergi. Sekarang.

Pulanglah, Eric.

Aku bisa tangani ini.

Pergilah ke neraka, brengsek!

Aku tak percaya itu berhasil.

Tidak, tidak. Ke mana kau mau pergi?

Brengsek.

Apa yang kita lakukan di sini?

Ini sudah berjalan cukup lama, jadi buka pintunya.

Buka pintunya, cepat buka pintunya!

Dan berikan uangku!

Lalu aku akan pergi.

Aku janji.

Tahukah kau? Masuk dan ambillah sendiri.

Untuk yang terakhir kalinya. Di mana uang itu?

Kenapa kau membuatnya jadi begitu sulit?

Aku inginkan uangku!

Enyahlah.

Brengsek.

Dasar brengsek bodoh.

Beraninya kau membuang-buang waktuku.

Harap menyingkir.

Mungkin ini sedikit perih.

Dean. Hei, Dean.

Lihatlah omong kosong itu.

Aku akan panggil ambulans.

Menurutmu itu lucu?

Ya, lucu sekali.

Brie. Dia wanita yang liar.

Astaga.

Kau belum menyelesaikan kalimat itu.

Apa?

Saat kau beritahu aku kenapa kau lakukan pekerjaan ini.

Aku sudah tidak tahu lagi.

Kurasa aku ingin membantu orang.

Menjadi orang baik.

Tapi aku mengacaukan semuanya dengan sangat parah.

Kau masih punya kesempatan untuk memperbaikinya.

Dean.

Tidak, tidak.

Dean, ayolah.

Seperti yang kubilang..

Astaga.

Jika Val menutupimu, mungkin kau bisa terlepas dari masalah ini.

Tak ada yang tahu kau di sini.

Karena saat kau memintaku memasukkanmu dalam jadwal tugas,...

...aku tak memasukkanmu ke jadwal, karena aku tak mau membayarmu.

Jadi kau tak pernah ada di sana, tak ada catatannya.

Bagaimana dengan kecelakaan itu? Pria yang kita bawa.

Tak ada yang memperhatikan.

Jika mereka berikan gambaran petugas ambulans yang bersamaku,...

...mereka akan bilang tinggi, berambut hitam dan jalannya aneh.

- Itu aku. - Benar.

Atau Reuben, yang terdaftar di jadwal.

Aku sudah mengira Brie merencanakan sesuatu,...

...jadi kumasukkan uang itu ke lemari samping.

Ambillah.

Lakukan sesuatu yang baik.

Lakukan sesuatu yang baik.

Selamat pagi.

Tak apa-apa, aku baik saja.

Tidurmu nyenyak?

Apa yang terjadi?

Kita tak apa-apa.

Kita akan baik saja.

Dalam berita lokal..

Petugas kepolisian menanggapi laporan baku tembak...

...di kota Vernon yang berujung penemuan mengerikan...

...di perusahaan transportasi medis...

...dengan tiga korban jiwa yang sudah dikonfirmasi sejauh ini.

Dua korban dilaporkan adalah agen ICE.

Tapi identitas mereka belum disebutkan.

Polisi belum memberikan pernyataan...

...bahwa penembakan itu berkaitan dengan tabrak lari mematikan...

...yang menimpa agen ICE yang terjadi kurang 1 mil dari TKP.

Sekian berita pukul 07:00.

Pencatatan Turbo, 11 Mei, pkl. 23:45.

Astaga, aku mendapati anak baru, Reuben...

...melakukan masturbasi di ruang istirahat. Membuat canggung.

Aku tidak memecatnya, hanya memintanya memakai toilet.

Tapi aku penasaran, apa tak ada yang pernah bicara dengannya?

Pengingat, periksa beberapa blog mengenai pengasuhan.

Dan masturbasi di tempat kerja. Dean keluar.

Pencatatan Turbo, 8 Juli, pkl. 01:30.

Ini hari keempat sikap diam El Erico.

Kurasa ini berkaitan dengan acara barbekyu tanggal 4 Juli...

...dimana aku katakan sesuatu yang cabul kepada istrinya.

Dengar, aku mencampur sedikit bourbon, bir dan kokain hari itu.

Aku tidak akan merayakannya? Aku orang Amerika.

Wanita itu menunjukkan bokong merah, putih dan birunya di mukaku.

Kurasa aku akan meminta maaf. Dean keluar.

Pencatatan Turbo, 9 Juli, pkl. 1:45.

Kami tak sengaja menabrak kucing saat menanggapi panggilan malam ini.

Dengar, aku tak membenci kucing.

Kurasa mereka binatang yang baik.

Tapi karena sebab tertentu, aku tak merasakan apapun.

Pengingat, periksa WebMD...

...dan lihat apakah itu artinya aku orang jahat.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.