All language subtitles for Elite.2018.S08E08.SPANISH.NF.WEB.h264-EDITH.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese Download
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Aduh...

Halo, Sayang.

Apa kabar?

Aku harus bersama...

Luis?

Itu tak masuk akal.

Emilia melaporkan kakaknya. Mereka berdua ditangkap.

Mereka pelakunya.

Sudah pasti bukan.

Kenapa Luis? Kenapa dia ingin membunuhnya?

Karena dia bajingan. Itu sebabnya.

Dia bukan penyuka cara paling ortodoks

untuk menegakkan keadilan, tapi menjadi pembunuh...

Aku lebih mengenalnya.

Dia memerasku berbulan-bulan. Dia bajingan.

Beri tahu dia semuanya.

- Luis tahu... - Benarkah dia melacur?

Trik? Trik apa?

Bukan trik sulap.

Nanti kami ceritakan.

- Kau tahu? - Emilia keceplosan.

Kurasa dia mau aku percaya Dalmar membunuhnya.

Itu benar. Mereka bangun koneksi di sini. Tanpa sepengetahuanku.

Luis tahu dan memerasku dengan itu dalam waktu yang lama.

Kalian bisa bayangkan, aku sangat marah pada Joel.

Aku bicara dengannya. Aku mengamuk.

Aku memaki dan mendorongnya.

Aku menyuruhnya berhenti dan tak melibatkanku.

Kurasa Joel menantang Luis dan mungkin mengancamnya dengan Alumni.

- Itu penyelesaian darinya. - Benar.

Kita pikir Luis mengatasi masalah ini sejak awal.

- Berarti ini salahmu. - Apa?

Kau pancing Joel menantang Luis.

Kenapa? Ambisinya yang liar itu salahku, Omar?

Dia bergaul dengan Héctor dan para bajingan itu?

Dia melacurkan dirinya? Itu salahku, Omar?

Apa?

Triknya.

Joel dibutakan oleh uang dan ingin jadi seperti mereka.

Dia sendiri cari mati. Maaf, tapi aku benar.

Berikan videonya.

Tidak, kita bawa ke polisi. Sudah sepakat.

Ke polisi? Pikirmu mereka bakal apa?

Mereka akan menutupi kejahatan mereka.

Ini tak bisa ditutup-tutupi, Omar.

- Ini bukti tak terbantahkan. - Kita harus pintar.

Kita punya bukti dan harus atur waktunya.

Luis harus dihukum, tapi kakak beradik itu tak boleh lolos.

Mereka tak bunuh Joel.

Mereka tak sungkan menuduhmu dan Dalmar.

Belum lagi penganiayaanku.

Berikan videonya. Mereka pasti dihukum.

Aku ingin melihat Luis dipenjara.

Kau akan melihatnya. Sumpah.

Tapi pakai caraku.

Kau berutang pada Joel.

Kita semua berutang.

Barusan kukirimkan padamu. Waktumu dua hari. Tidak lebih.

Luis?

Polisi manis itu?

Mereka yang terburuk. Polisi dan pria manis.

Berapa lama waktu kita sebelum Dalmar bebas?

Jika dia belum bebas.

- Héctor dan Emilia ditangkap. - Mereka juga?

Seharusnya Ibu menduga kakak beradik busuk itu.

- Kita harus bertindak. - Ya.

Anak kulit hitam itu pasti masih punya videonya.

- Ibu. - Apa?

Aku takut melihat Ibu berpikir sambil pegang wiski.

Beri dia tawaran yang tak bisa dia tolak.

Tentu, karena yang terakhir sangat sukses...

Kita akan butuh rencana...

K.

- K? - K.

"Kabur". Ibu baru kepikiran.

Tahun ajaran akan berakhir.

Jika ini gagal, maka K.

Rencana K.

Pergi dari sini?

- Bagaimana dengan Eric? - Kenapa dia?

Orang gila yan manis ada di mana-mana, Sayang.

Anggaplah Eric pengalaman pertama.

Omong-omong, karena kau suka orang gila,

pastikan yang berikutnya tajir, oke?

Pikirkan masa depanmu.

Entah kenapa kau bersama Héctor.

Kau dimanfaatkan.

Kau mainannya.

Dia ereksi hanya saat mempermalukanmu.

Pada akhirnya, kau akan hancur.

Itukah yang kau mau?

Kau suka melebih-lebihkan.

Dia tak seperti itu.

Meski begitu, aku bisa mengendalikannya.

Ya, itulah yang dikatakan Samu.

Dan kau tahu dia mati.

Aku tak sanggup jika kau bernasib sama.

Terima kasih atas perhatianmu. Sungguh.

Tapi tak perlu.

Boleh kuberi tahu sesuatu?

Lupakan saja.

Tidak. Katakanlah.

Kadang aku berpikir andai kita bertemu di waktu yang berbeda...

Andai... Entahlah.

Andai kita di titik berbeda dalam hidup kita,

mungkin hubungan kita akan langgeng.

Kau tak akan memperhatikanku.

Aku akan selalu memperhatikanmu. Sungguh.

Dan... Siapa yang tahu?

Mungkin hidup memberikan kesempatan kedua untuk kita.

Masa depan tinggal dua minggu lagi.

Dua minggu lagi, kita tinggalkan semua ini.

Aku tak merasa rindu.

Aku hanya ingin menyembuhkan lukaku.

Minggu ini, aku akan tanya rencana kalian setelah lulus.

Apa ada sesuatu setelah ini? Ada masa depan?

Jangan malu dan jawab aku.

Benarkah?

Aku tak percaya. Terlihat palsu.

Aku tak bisa berpikir jernih untuk ini.

Kenapa?

Hidup harus kembali. Kau kembali ke medsos,

lulus semua ujian, dan meninggalkan semua ini.

Bagaimana bisa saat tahu Dalmar akan dibebaskan

dan dia mungkin punya bukti untuk menyingkirkan Carmen?

Itu lagi? Serius?

Kau tak ingin keadilan dalam kematian Joel?

Aku ingin untuk Raúl.

Kau butuh keadilan apa lagi? Penyiksamu sudah mati.

Bukankah kau ingin dia lenyap

saat dia menggertak, melecehkan, dan memukulmu?

- Dia sudah mati. - Tapi aku tak mau Raúl mati.

Kau tak sadar dia menjebakmu bahkan setelah dia mati?

Dia tak akan membiarkanmu pergi. Bebaskan dirimu darinya.

Lupakan dia.

Aku tak yakin bisa.

Kau bisa.

Ayo, rekam aku. Tanya apa rencanaku setelah ini.

Kau. Apa maumu?

Aku mau menemuimu.

Melihatmu di situ,

di sebelah situ.

Tak berdaya. Tanpa kekuatan dan kesombonganmu.

Menyenangkan.

Ada bukti yang bisa membebaskanmu.

Sebuah video.

Ponsel seseorang merekam pesta seksmu dan...

Kejutan!

Pembunuhan Joel terekam juga.

- Jika kuserahkan, kau bebas. - Tunggu apa lagi?

Masalahnya, aku tak terburu-buru.

Kau merusak Joel, itu sebabnya dia mati.

Aku tak peduli siapa pelakunya.

Apa maumu? Uang?

Aku ingin kau memohon padaku.

Permalukan dirimu.

Rasakan perasaan Joel setiap kali bersamamu.

Joel senang bercinta denganku.

Dia menyukai semua yang kudukung.

Itu sebabnya dia mau melakukan apa pun agar sukses.

Dia juga penuh gairah.

Dia pasti tak bercinta seperti itu denganmu.

Itu saja?

Tak mau melihatku memohon? Kau tak akan berjuang?

Kalian kaum miskin sangat lemah.

Pantas kau begitu.

Kau mau videonya? Gampang.

Kau dan adikmu meneken pengakuan,

menyatakan bersalah atas penganiayaanmu.

Pengakuan untuk polisi dan publik,

di mana kau bersumpah mau memukulku sampai mati.

Omar. Kau menggertak.

Kau tak punya bukti. Enyahlah.

Mungkin pemikiran Emilia beda.

Kau mau dipenjara atas kejahatan yang tak kau lakukan?

Kakakmu akan dihukum 20 tahun. Kau pun dihukum beberapa tahun.

Jika ada bukti, itu akan terungkap.

Dengan atau tanpa bantuanmu.

Cuma aku yang punya.

Jika kau tak meneken pernyataan itu dalam 24 jam, aku akan menghancurkannya.

Tak ada pengacara yang akan membebaskan kalian.

Jangan harap, Aladin.

POLISI

Dalmar.

Pasti berat sekali, ya?

Kenapa kau di sini? Dan kau?

Kami mau membantu. Agar kau tahu kau tak sendirian.

Pasti sangat sulit keluar

dan tak ada teman menunggumu. Jadi, kami di sini. Carmen dan Chloe.

Kau yang memberatkan diriku.

Dalmar, tolong jangan melekat pada masa lalu.

Hanya pendendam yang begitu.

Dan itu tak berfaedah.

Kau tahu? Kulit mereka keriput lebih cepat.

Meski kau berkulit hitam, kau tak perlu khawatir.

Dengar... Enyahlah, sialan.

Seratus ribu.

Apa?

Seratus ribu untuk videonya, beres.

Aku akan segera diusir dari negara ini.

Jika aku kerja sama dengan polisi dan berikan videonya,

aku mungkin dapat izin tinggal.

Atau mereka mungkin mengusirmu karena memberi bukti yang tak relevan.

Kau menawarkan 100.000.

Mustahil tak relevan.

Baiklah.

Aku mengakuinya.

Mungkin itu akan sedikit memperumit hidupku.

Tapi aku jamin itu tak menyelesaikan masalahmu.

Kau akan dipulangkan dan tak akan dapat satu euro pun.

Kutawari kau uang dan pengacara untuk memperjuangkanmu.

Bagaimana jika aku punya video yang lebih baik?

Video pembunuh Joel yang sebenarnya?

Polisi sudah menangkap para fasis itu.

Bukan mereka pelakunya.

Akan kuambilkan videonya, kau berikan ke polisi,

dan aku jamin mereka akan mengurus dokumen izin tinggalmu.

Kau akan diberi kewarganegaraan, tapi tak akan dapat satu euro pun.

Ibu...

Mengapa menawarkan uang sebanyak itu jika kau punya info itu?

Beri dia uangnya.

Tentu. Kita sudah sepakat. 100.000 untuk videomu.

Jangan bilang kami bukan malaikat pelindungmu, Dalmar.

Berikan video itu, baru kita bicara.

Héctor, beri tahu aku.

Kau siap mengaku?

Tidak. Karena aku bukan pelakunya.

Kita akan segera tahu siapa.

Aku tak heran.

Omar punya rekaman kejahatannya.

Suruh hakim memintanya.

Rekaman apa?

Ada orang bejat merekam pesta kami, tapi malah merekam hal lain.

Jika jadi kau, akan kuberi tahu hakim.

Bagaimana aku bayangkan hidupku setelah lulus?

Aku ingin kuliah kedokteran dan mempelajari psikiatri.

Semua yang ada di benakku sangat penting.

Cut. Aku terdengar sok.

Sedikit.

Ayo lakukan sekali lagi.

Entah apa ada yang tertarik dengan ini.

Tanyakan aku sesuatu.

Sebelum bahas masa depanmu,

kau punya urusan yang belum selesai?

Aku akan menyikapi sepupuku secara berbeda.

Dengan begitu, hubungan kami tak akan jauh dan kacau.

Memikirkan tahun ajaran akan berakhir

dan dia lulus seperti ini sama sekali tak baik.

Sepupu, mari kita perbaiki ini, oke?

Maafkan semua hal buruk yang kulakukan. Semuanya.

Jujur,

aku sangat menyayangimu.

Itu lebih bagus.

Dan ini?

- Ada yang membobol! - Tapi kalian tak punya apa-apa.

Omar, ada yang membobol.

Apa?

Tidak.

- Ada yang harus kuketahui? - Sial, laptopku dicuri.

Boleh kuluangkan waktu berdua dengan Omar dulu sekarang?

Aku punya firasat buruk tentang ini. Nanti kutelepon, oke?

- Kau yakin? - Ya.

Oke.

- Apa ini tentang video Joel? - Apa?

Video pembunuh Joel.

Kau tahu apa?

Chloe yang bilang. Karena tempat kita dibobol,

aku sudah tahu. Mungkin kau punya dan ada yang mau.

Tidak. Bukan itu.

Jika kau punya, kita bisa pakai untuk mendapatkan dokumenku.

Benar...

Berarti kau punya?

Sebentar, Dalmar.

Halo?

Ya, ini aku.

Omar, ini pengacara keluargaku.

Dia membantuku menulis pernyataanku.

Aku mengaku bertanggung jawab atas pemukulan itu

dan ingin memukulmu sampai mati.

Tinggal kita tanda tangani, lalu kau akan menerima pengakuanku.

Baguslah.

Ayo, tanda tangani.

Ada yang lebih baik.

Apa pun yang kau mau, tinggal minta saja.

Aku Sinterklasmu, ibu perimu, jinmu.

Terserah. Katakan maumu, kau akan dapatkan.

Pikirkan baik-baik.

Aku hanya mau tanda tanganmu.

Kau menolak kesempatan mendapatkan semuanya demi tanda tangan?

Masa depan seperti apa yang kau mau? Akan kuwujudkan. Jadilah ambisius.

Atau kau orang bodoh yang tak berani bermimpi?

Begitu caramu menundukkan Joel, ya?

Di mana dia sekarang?

Kau lebih pintar darinya.

Kau punya keuntungan sekarang. Pakailah.

Keluargamu membuatmu percaya itu.

Di duniamu, semua bisa dibeli.

Padahal, tidak.

Aku akan menghancurkanmu, adikmu, klub Alumni, dan sekolah.

- Beres. - Apa?

Kau ingin menghabisi kami dan Las Encinas? Beres.

Akan kutawarkan itu. Menutup Alumni dan sekolah.

Apa maksudmu?

Katakan kau tak suka itu.

Katakan kau tak suka jika semua yang hancurkan hidupmu tutup selamanya.

Pikirkan. Apa yang akan terjadi jika kutanda tangani?

Kami akan dihukum beberapa bulan dan bahkan tak akan masuk penjara.

Dan cemoohan publik yang kau impikan? Nol.

Tak ada. Kau lebih suka itu daripada imbalan besarnya?

Aku harus apa?

Kutanda tangani?

Atau kau beri aku buktinya dan membereskan Las Encinas?

Omar, kau di rumah?

Nadia?

Ada apa?

Tak apa-apa, ada yang membobol, dan aku agak parno.

Aku bisa membuat kesepakatan dengan Héctor untuk menutup Las Encinas.

Akan kuberi video yang membebaskannya dan dia akan menutup sekolah.

Kau baik-baik saja?

Tentu.

Berhenti mencemaskanku.

Akan kuhabisi kanker sialan itu.

Itu ada di tanganku.

Itu yang penting.

Bukan jika aku baik saja atau tidak.

Ini jauh lebih besar.

Kau sadar, tidak?

Lupakan balas dendam dan tentang menutup sekolah.

Tentang kesepakatan yang tak kupahami.

Kau sudah menjadi seperti mereka.

Jika kau buat kesepakatan dan meniru cara mereka,

kau akan pikir kau menang.

Kenyataannya, kau akan menjadi korban berikutnya.

- Aku akan mati jika kau celaka. - Aku akan baik saja.

Bukankah itu yang dibilang Samuel padamu?

Dan Joel?

Setiap kita merasa lebih pintar dari mereka, mereka menghabisi kita.

Omar, lupakan semua ini.

Pergilah ke polisi.

Aku tak bisa kehilanganmu.

Jangan kau.

Halo.

- Omar. - Aku mau melaporkan kejahatan.

- Oke. - Aku punya video malam...

Omar.

- Biar kuurus. - Tenang, aku saja.

Ya, dia saja. Jangan buang waktumu.

Jangan khawatir. Ayo.

Tidak, aku kembali lain waktu saja.

Tenang, Omar. Kau di tangan yang tepat.

Jika kau mau melaporkan kejahatan, lebih cepat, lebih baik.

LAPOR KUNJUNGI KANTOR POLISI TERDEKAT

Jadi, ini tentang apa?

Ayo, akan kubantu.

Kau ingin melaporkan sesuatu dan kau punya video malam...

Malam apa?

Kau bawa?

Aku kembali lain waktu saja.

Aku lebih suka bicara dengan jelas.

Jika kau bisa. Tunjukkan jika kau berani. Entah apa kau berani.

Aku tak paham maksudmu dan juga nada bicaramu.

Kau tahu betul, Omar. Hei!

Begini saja. Berikan videonya dan penderitaanmu akan berakhir.

Aku tak mau kau pergi dan mengalami kecelakaan.

Berikan, sialan!

Tidak! Tolong!

Tolong! Tolong aku!

Ada apa ini?

Tak ada, hanya salah paham.

Apa yang terjadi, Luis?

Kau dengar dia. Salah paham.

Jadi, dia tahu kau punya videonya?

Kacau. Aku akan meneleponnya.

Apa? Untuk apa?

Dia merayuku berbulan-bulan.

Hentikan omong kosong ini, Isa. Kita lapor polisi dan...

Tidak. Apa kau tak sadar tak ada gunanya pergi ke polisi?

Omar sudah ke sana. Hanya ada satu cara untuk mengakhiri ini. Itu harus.

Hei, Sayang. Apa kabar? Semuanya baik?

Dengar, aku kosong malam ini.

Maukah kau bertemu sekitar pukul 22.00?

Isa, dia tak bodoh.

Aku tahu, tapi dia sangat menginginkanku. Dia akan datang.

Percayalah.

- Omar, hentikan ini. - Kita tak bisa lapor polisi.

- Percayai Isa. - Kubilang tidak! Isa!

Isa!

Tak akan kubiarkan kalian berduaan.

Kau harus cari solusi lain.

Jika tak mau biarkan, bantu aku.

Caranya?

Kami bercengkerama sebentar. Kau muncul. Kita tangkap dia.

Agak overdosis. Dia mati.

Isa, kau gila atau apa?

Kau benar-benar gila.

Kau mau merusak hidupmu?

Kawan,

kelab ini milikmu melebihi aku.

Bagianku hanyalah utang. Ibuku tak mau bicara padaku.

Ayahku... Hidupku sudah cukup kacau.

Jangan begitu. Bukan...

Aku akan ambil sampanye dan kita akan bersantai sebentar.

Pelayan yang bawa.

Aku ingin jalan. Aku akan melakukan squat di tangga.

Terima kasih.

Aku mencintaimu.

Aku sangat mencintaimu...

Hei, kau terlalu terburu-buru.

Maaf.

- Maaf. - Kau juga tak perlu pergi.

Kau baik-baik saja?

Aku baru mencium Joel.

Tapi itu bukan Joel. Karena aku tak akan menciumnya lagi.

Kawan, sayangi satu sama lain sebanyak mungkin.

Hidup memang seperti itu. Tahu-tahu...

Sudah terlambat.

Tolong rekam aku.

Sekarang?

Ya, kau buat video soal sekolah dan lainnya, 'kan?

Ini adalah inti dari sekolah.

Ini tentang masa depan, 'kan?

Entah masa depan apa yang menantiku.

Tapi yang kutahu, itu jauh lebih baik dari tahun lalu.

Terima kasih untuk sepupuku dan keluarga,

yang menampung dan merawatku terlepas dari keanehan dan kekuranganku.

Aku tahu banyak orang membenci Las Encinas

karena contoh yang ditunjukkan, tapi itu sangat berarti bagiku.

Semua karena kau. Kau membuatku satu sekolah denganmu.

Aku menyayangimu.

Dan terima kasih.

Apa kau memaafkanku?

Jika kau minta maaf padaku, aku harus apa?

Aku mempersulit hidupmu.

Meski begitu, kau selalu ada untukku.

Sudah, Sara. Cut.

Tidak, biar semua orang tahu. Aku menyayangimu.

Entah aku akan jadi apa, apalagi aku keluar dari rumahmu.

Tapi kau akan selalu bersamaku. Selalu.

Aku tahu banyak orang membenci Las Encinas

karena contoh yang ditunjukkan, tapi itu sangat berarti bagiku.

Pada akhirnya, Luis tak dihukum atas Joel, dan kakak beradik itu pun tak dihukum.

Las Encinas dan Alumni akan terus ada.

Jadi bisnis seperti biasa.

Kita yang tak bejat masih bisa jujur dan bermartabat.

Lebih seperti jinak.

Jadi, tak ada yang berubah.

Nadia, jika kita tak mengubah keadaan, tak ada yang berubah.

Untuk mengubah sesuatu yang sangat mengakar,

tak cukup untuk menghukum satu per satu.

Kita harus membasmi akar masalahnya.

Itu sangat sulit.

Butuh waktu lama dan perjuangan panjang.

Ayo kita makan malam.

Omar, kau mau ke mana?

Untukmu.

Karena kau layak.

Jadi, kau pergi dari rumah Nico.

Ya, aku sudah cukup menyiksa mereka. Tapi aku tak akan jauh.

Oke.

Karena kita punya rencana, 'kan?

Ya, tentu.

Tak perlu dibahas sekarang.

Ya.

Ini juga bagus.

Kubilang ini juga bagus.

Tapi kita kemari bukan karena kau menghindari bicara denganku, 'kan?

Lihat, Isa memberikan ini padaku.

Dia bilang memakai 2C luar biasa.

Mau?

Aku tak butuh apa-apa. Aku hanya butuh kau. Kau setuju?

Semua tentang pakai narkoba di sekolah, di kelab, saat bercinta...

- Sambil makan camilan... - Oke, tidak usah. Lihat.

Bagaimana jika kita rekam

dan kirim ke Sara?

Video Las Encinas dan tak ikut-ikutan?

Itu sangat tak realistis.

Aku bercanda, Bodoh!

Bercintalah seolah-olah ini yang terakhir.

Tapi... Apa maksudmu?

Aku hanya bercanda.

Bodoh, aku tegang.

Tapi karena kita tak memakai narkoba atau membuat video...

Aku bercanda, Bodoh.

Astaga, aku bisa melahap wajah konyolmu ini.

Aku mencintaimu.

Sial.

Isa.

Halo.

Mau minuman?

Atau dua.

Kau mau menangkapku?

Kau mau itu?

Tidak.

Rumahku, aturanku.

Singkirkan. Kau tak butuh itu untuk bersenang-senang denganku.

Percayalah.

Jika aku memercayai orang sepertimu, aku pasti sudah mati.

Oke, ikuti permainanku sebentar, lalu permainanmu.

Buka bajumu.

Sara!

Aku butuh bantuanmu.

- Buatlah video denganku. - Oke.

Oke, ayo ke tempat yang lebih sunyi.

Kau lulus dan entah apa yang kau pelajari di Las Encinas.

Aku bisa ceritakan apa yang kupelajari.

Bajingan kaya saling menutupi perbuatan mereka.

Mereka tahu caranya.

Jika tidak, bagaimana menjelaskan sekolah sialan ini

telah melihat kasus overdosis,

pemerkosaan, pembunuhan,

dan tak satu pun jadi berita?

Aku tak paham.

Kenapa orang tua tetap mendaftarkan anak di sini?

Temanku Samu terbunuh.

Begitu juga pacarnya, Marina.

Aku dan Iván nyaris mati.

Kakak beradik fasis dan Alumni menghancurkan Joel.

Mereka tak membunuhnya.

Tapi itu tak penting. Racun sekolah ini

menyebar dan merusak segalanya.

Serius, tak ada yang mau menghentikan ini?

Apa nyawa anak-anakmu tak berharga?

Berapa banyak lagi harus mati?

Berapa lagi harus menderita untuk mengakhiri Las Encinas?

Aku juga perlu menambahkan video.

Bisa diunggah?

Kau menganggapku bodoh?

Kau ingin merayuku agar aku mengakui kejahatan yang kau pikir kulakukan.

Tidak.

Tidak, Sayang.

Ini lebih seperti

makanan terakhir

untuk terhukum.

Akulah makanan itu.

Untuk apa ini?

Membunuhku dengan overdosis?

Begitulah kau akan mati, Jalang!

Kau tahu? Tak ada yang akan peduli.

Gadis kaya yang malang, bangkrut,

kecanduan segala macam narkoba, tak bisa melunasi utangnya,

para penipu di kelabnya, kematian ayahnya...

Semua akan paham kenapa kau ingin bunuh diri.

Tapi aku tak akan menyuntikmu.

Kau lebih suka warna merah muda ini, 'kan?

Sayang, ini dioplos dengan fentanil dan GHB.

Kasihan sekali.

Buka mulutmu.

Buka, Jalang!

Hei.

Hei, bangun.

Bangun. Kita harus bergembira sebelum kau kuhabisi.

Isa.

Isa.

Hei...

Halo.

Kita langsung bercinta saja.

Aku akan memberimu ini sedikit untuk membantumu rileks. Buka mulutmu.

Buka, Isa. Buka mulutmu.

Jangan bergerak. Buka mulutmu.

Begitu.

Begitu. Sudah.

Di mana Luis?

Hei!

Hei!

Kau.

Hei!

Bangun.

Bangun. Hei.

Hei, bangun.

Kau baik saja?

Isa...

Isa...

Isa!

Isa, buka pintunya!

Isa!

Apa-apaan?

Luis, minggir!

Isadora pingsan. Entah apa yang dia minum. Panggil ambulans.

Diam!

Kau salah! Aku tak ada hubungannya dengan ini!

- Tolong dia. - Isa.

Kau ditangkap atas pembunuhan Joel. Kau berhak diam.

- Perkataanmu bisa dipakai melawanmu. - Isa!

Hei!

- Isa! - Hei.

- Isa. - Isa, bangun.

- Isa. - Pakai bajumu.

- Isa. - Sial.

Isa!

Isa!

Kau tahu apa masalahmu?

Kau bajingan biasa-biasa saja

yang masuk ke hidup kami dan berpikir bisa memiliki semuanya.

Tentu.

Jika bocah manja dan plin-plan sepertiku punya semuanya,

kau juga bisa.

Kau tahu? Kau tak bisa.

Karena meski kau punya nyali

soal kokaina, 2C, dan semua narkoba di dunia,

kau tak akan pernah memenuhi standar kami.

Nikmati makanan terakhirmu.

- Sial! - Ayo.

- Apa ini, Jalang? - Diam dan jalan.

- Kalian salah! - Jalan!

Kau tak apa-apa?

Ya.

Luis?

Panggil ambulans.

Sara?

Kurasa kau menginginkan ini.

Terserah kau mau apa.

Apa?

Aku berniat memakainya untuk menyelesaikan masalahku, tapi...

Aku tak peduli lagi.

Sudah waktunya kita semua berbuat benar.

Jika aku harus meninggalkan negara ini,

aku siap.

Kau mencari Chloe?

Ya. Kau melihatnya?

Dia pasti kabur.

Aku mengiriminya video dan dia mungkin tak suka.

Katakan aku mengejar mereka.

Dia dan ibunya. Mereka berdua.

Hati-hati. Itu mudah pecah.

Itu harus tiba di Milan dalam keadaan utuh.

Mereka tak sabar menunggu kita sampai.

Aduh, Emi.

JASA PINDAHAN TRANSPORTASI INTERNASIONAL

Kau mau pergi tanpa pamit?

Tidak.

- Kami akan pergi beberapa hari. - Chloe.

Video ibumu. Aku tahu Sara punya itu.

Aku tahu, Eric, tapi ini masalah waktu.

Kami pasti pergi cepat atau lambat. Begitulah.

Kau tahu aku akan mengenangmu seumur hidupku.

Kau tahu itu?

Ajaklah aku.

Aku ikut denganmu.

Ibu?

Kau tak mau itu, percayalah. Selain itu, jangan anggap ini perpisahan.

Jika berjodoh, kalian akan bertemu lagi.

Ayo berpamitan. Kita pergi.

Bagaimana keadaanmu?

Kenapa dia tak boleh ikut, Bu?

Rasa sakit ini akan hilang, Sayang. Pasti. Percayalah.

Kita harus menetap sekali di suatu tempat.

Biarkan dia menetap dengan bibi, pamannya, dan Nico.

Akan Ibu pastikan kalian bertemu lagi.

Lebih cepat dari dugaanmu.

Oke, Sayang?

Sekarang, Ibu ingin perjalanan ini hanya untuk kita berdua.

Ya.

Pasang sabuk pengamanmu.

Ayo berangkat.

Aku ingin kalian merasakan ini secara langsung.

Ini berkatmu, Omar.

Dan aku tak akan merendahkan diriku

karena aku berniat berkontribusi pada penyebab

semua fail penuh informasi buruk tentang sekolah ini.

Aku muak menjadi boneka mereka.

Para Murid Sekalian, setelah rapat darurat

diadakan kemarin dengan anggota Dewan Sekolah

dan Asosiasi Orang Tua,

dengan ini kuberi tahu bahwa Las Encinas akan segera ditutup dan tanpa batas waktu.

Bagaimana dengan ujian kita? Kita otomatis lulus?

Untuk memastikan kalian punya akses ke ujian akhir,

kami telah mencapai kesepakatan dengan SMA negeri.

Dia bilang "negeri"?

Kantor kepsek tetap buka untuk membantu kalian

menjawab pertanyaan apa pun atau pertanyaan kalian.

Usai sudah.

SMA SAN ESTEBAN

Ini SMA atau TK?

Mereka semua seperti anak kecil, 'kan?

Tidak. Mereka sebaya kita.

Kurasa sebelah sini.

Hei, apa kabar? Aku mau tanya.

Aku mau memakai sesuatu

karena ini sangat kacau. Di mana kamar kecil?

Di sana.

Mau?

Tidak.

Terjemahan subtitle oleh Cindy F

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.