Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kenapa kau memberatkan dirimu?
Tak ada yang memercayaiku di sini. Apalagi di luar sana.
Orang tak percaya Iván pelakunya, tapi aku malah dihukum.
Carmen menunjukkan penilaian orang tentangku di Internet.
Katanya jika aku mengaku bersalah,
- keluargaku akan dicukupi... - Apa?
Dia ingin menyelamatkan Iván.
Kau tak bunuh Joel. Kau tak bisa dipenjara.
Ada lagi.
Aku mencoba memeras Carmen dengan video dan Joel terlibat.
Dia mau bantu agar aku bisa tinggal di Spanyol.
Tunggu. Apa maksudmu memeras?
Video apa?
Dalmar, tolonglah.
Video kematian Raúl.
Videonya menunjukkan Carmen melihat dari atap usai dia jatuh.
Menurutmu Carmen yang bunuh Joel?
Mungkin.
Tapi orang yang ada di Alumni dan menodongkan pisau padanya
adalah Eric dan Chloe.
Tak kelihatan, tapi itu dua orang dari Alumni.
Maaf, tapi Dalmar menyalahkan Eric dan Chloe agak aneh bagiku.
Dia sudah mengaku, 'kan?
Suap dan tekanan di medsos. Perlu dijelaskan lagi?
Maaf, tapi lihat.
Jika kita melihat mereka di pesta, kita bisa mengesampingkan mereka.
Tapi tak terlihat apa-apa di sini.
Tentu. Kau anak kulit putih tampan, kaya, yang mudah membayar uang jaminan.
- Kau pun dikesampingkan. - Apa?
Kau seketika bisa mengutak-atik komputer.
- Kau mungkin sembunyikan sesuatu. - Kau ini kenapa?
Kita berempat ada di sini.
- Bukan Iván. Titik. - Oke. Dalmar juga bukan.
Jadi, ada yang percaya Eric dan Chloe? Mari kita analisis situasinya.
Ibu diperas, baku hantam dengan pisau, Eric tak waras...
- Mereka sudah diinterogasi polisi. - Terus?
Kaum fasis itu pelakunya.
Mereka membunuh dan membuang jasadnya.
Akan kulakukan apa pun agar mereka dipenjara.
Entahlah. Kita semua tahu Héctor dan Emilia bajingan.
Tapi membunuh orang?
Bagaimana jika Eric dan Chloe pelakunya?
Aduh...
Omar, kau belum mampu mengangkat barang pindahan.
Atau untuk perubahan besar.
Ya, tapi aku tak mampu menyewa tempat ini sendiri.
Apa aku harus bunuh diri?
Harus kita apakan ini?
Haruskah kita ambil atau buang?
Sini.
Ada apa?
Kau tak seharusnya kemari, Omar.
Ini berat bagimu.
Ayo kita keluar.
Aku kehilangan semuanya.
Kau punya keluargamu.
- Akan kuambil obatku. - Jangan.
Berhenti mengandalkan itu di setiap krisis.
Tutup matamu.
Tidurlah, Nak
Sampai makan malam siap
Jika makan malam kita belum siap
Tetangga akan siapkan
Ibu menyanyikan lagu itu untuk kita saat kecil.
Ya. Saat kau koma, aku menyanyikannya untukmu setiap hari.
Kau tampak bereaksi dan mendengarku.
Dan sumpah, aku merasa
kau tersenyum.
Tidurlah, Nak
Sampai makan malam siap
Jika makan malam kita belum siap
Tetangga akan siapkan
Tidurlah, Nak
Sampai ibumu datang menemuimu
Roti ada di atas meja
Dan manisan ada di baki
Tidurlah, Nak
Sampai makan malam siap
Jika makan malam kita belum siap
Tetangga akan siapkan...
ANDA MUNGKIN SUDAH CHECK IN.
PENERBANGAN ANDA KE NEW YORK (JFK) BERANGKAT 24 JAM LAGI.
Sumpah mati, bukan dia pelakunya.
Bahkan Chloe?
Nico, Chloe bisa berbuat semaunya dengan sepupumu.
Dia memanipulasi Eric agar keinginannya dituruti.
Kau mengada-ada.
Sepupumu bukan hanya gila. Dia juga tergila-gila pada Chloe.
Berhenti menyebutnya gila!
Nico, sepupumu kurang sehat.
Ya, aku tahu. Dia pun gampang dimanipulasi.
Tapi aku tak akan memaafkan orang yang menghinanya.
Lagi pula, kaulah yang terobsesi soal Raúl. Sepanjang hari, setiap hari.
Jika kau peduli padaku, jangan katakan apa pun.
Oke...
Aku akan bungkam karena aku tahu kau akan terluka dan tak pantas begitu.
Tapi akan kucari video itu.
Jika sepupumu harus dipenjara, maaf ya, dia bakal dipenjara.
Sumpah, aku tak punya.
Berjanjilah, jika Chloe punya, dia akan hapus.
Serius, kami tak punya video itu.
Kenapa kau histeris?
Karena aku tak bisa berhenti membayangkan kau akan dihukum.
Ada yang tak beres.
- Kau beri tahu orang? - Tidak.
Kau berdebat dengan Sara tadi. Kau tak cerita, 'kan?
Kubilang tidak, Eric.
Kau tunduk ke gadis mana pun yang mencumbumu.
Menyakitkan sekali kau meragukanku.
Aku mengkhawatirkanmu. Itu saja.
Nico tak pandai berbohong.
Aku hafal gerak-geriknya.
Selain berbohong, dia merasa bersalah juga.
Ya, Sayang. Tapi dia selalu melindungimu.
Aku bakal memercayainya.
Oke, anggap saja Nico tak keceplosan.
Bagaimana jika ada yang lihat kita berkelahi dengan Joel?
Tidak.
Sial, kurasa dia memang keceplosan. Atau mungkin Dalmar.
Tidak, Sayang. Jangan marah.
Kita beri tahu polisi kita tak melihat Joel.
Meski Dalmar mengaku, siapa peduli? Mereka tak percaya. Semua aman.
Dan kau? Ponselmu kembali?
Ya.
Aku harus mengecasnya.
Ponselmu hilang saat kita melawan Joel...
- Jika ditemukan orang, kita tamat. - Aku tahu.
Mereka menatap kita. Mereka tahu. Semua orang tahu.
Tidak, Sayang.
Tenang saja. Jika kita gugup, mereka akan curiga.
Aku hanya ingin balas dendam.
Aku memikirkan Joel dan ingin membunuh pelakunya.
Sayang, pikiranmu sangat buruk karena kau sangat marah.
Itu wajar, tapi kau bukan pembunuh.
Chloe dan Eric teman dekat kita.
Tidak, sebenarnya kita tak sedekat itu.
Aku sudah cerita ulahnya padaku?
Demi masuk Alumni, dia mengkhianatiku dan menunjukkan Emilia rekening pribadiku.
Aku tak punya bukti, tapi sudah pasti. Dia benar-benar wanita terjahat
dan bakal nekat demi keinginannya.
Dan Eric yang malang, yang kurang cerdas...
Tapi aku tak bisa membayangkannya memegang pisau.
Tak mungkin dia membunuh.
Tapi yang kubayangkan, dia memaksa Eric melakukannya.
Astaga.
Mereka pelakunya.
Tapi kenapa?
Untuk melindungi diri mereka.
Dia dan ibunya.
Itu jelas.
Di mana Ayah dan Ibu?
Ayah pusing, jadi mereka ke rumah sakit untuk memastikan Ayah tak apa-apa.
Tak usah cemas.
Mereka kelelahan.
Dan mereka makin tua.
Bagaimana keadaanmu?
Berantakan.
Bukan Dalmar pelakunya, tapi Héctor dan Emilia.
Mereka menjebaknya dan membuat kampanye agar dia dihukum.
Itu spekulasi. Tak ada bukti.
Meski ada, siapa yang bakal mencarinya?
Kau pun takut mereka. Kau sebut mereka jahat dan busuk.
Ya, tapi bukan pembunuh.
Setidaknya mereka dihukum karena menganiayaku.
Apa?
Aku belum cerita. Mereka mengancam membatalkan magangmu.
Kau tahu kemampuan mereka.
Kau sudah tahu. Sekarang apa?
Kau rela mengorbankan masa depan cerahmu untuk membantuku?
Maaf, Nadia. Aku egois.
Pergilah dan jalani hidupmu yang sudah terjamin.
Hai, Ibu. Bagaimana keadaan Ayah?
Ayah tak apa. Serius.
Aman. Jangan khawatir.
Kami mau pulang.
Oke, dah.
Dah.
Laporkan dua bersaudara itu.
Apa?
Tidak. Tak mungkin.
Jangan cemaskan masa depanku.
Bisa terwujud di mana pun.
Di sini juga.
Lebih baik aku dekat keluargaku.
Héctor.
- Héctor, kita harus... - Mati.
Kita harus hadiri pesta akhir tahun Alumni.
Bersama, sebagai presiden dan wakilnya.
Batalkan.
Mereka dari seluruh dunia.
Mereka di sini, kita harus tunjukkan kita kompak
Jika itu yang kau pedulikan, pergilah sendiri.
Semoga lancar.
Yang kupedulikan hanya dirimu.
Kau mendiamkan, menghindariku, hingga tak tidur di rumah.
Sumpah, aku tak tahan lagi. Aku sangat terpukul.
Tolong lihat aku.
Menghilang dari kehidupan orang yang kau sayangi
adalah bentuk kekerasan terkejam.
Kau salah.
Aku tak menyayangimu.
Sakitilah aku sepuasmu.
Tapi aku tak mampu...
Aku tak mampu melakukan apa pun yang mengurangi penderitaanmu.
Jangan ragu aku tak akan pernah berbuat jahat.
Kau mampu melakukan apa pun agar aku di sisimu.
Jadi, aku meminta transfer
untuk belajar di luar negeri.
Luar negeri?
Di mana?
Sejauh mungkin dari semua ini.
Dari kenangan Joel.
Dan tentunya, darimu.
Tidak.
Katakan itu bohong.
- Kau tak bisa... - Mati saja sana!
Masalahnya, menurut Nico,
Eric dan Chloe menakuti Joel karena pemerasannya.
Kurasa Joel tak akan tega.
Sayang, maaf aku berkata begini.
Aku tahu saatnya tak tepat, tapi Joel mau nekat demi uang.
Mustahil hanya menakut-nakuti.
Ingat video itu memberatkan Carmen dalam kematian Raúl.
Mereka pasti mau menyingkirkan Joel.
Carmen bisa nekat, tapi aku...
Jika dia melempar Raúl dari teras,
dia mungkin bunuh Joel dengan sadis juga.
Atau menyuruh Chloe memaksa Eric.
Kulihat mereka bertiga di pesta, emosional, merencanakan sesuatu.
- Sumpah. - Oke. Lantas, apa rencanamu?
Kita bekerja sama dan mencuri ponsel si Chloe jalang.
Mungkin ada video tenar Carmen atau obrolan yang memberatkan.
Jika kita temukan dan mereka ditangkap,
aku akhirnya bisa akhiri ceritaku dengan Raúl.
Dan kau pun bisa dengan Joel. Kita sama-sama untung.
Setidaknya kita tak ragu lagi.
Oke, bagaimana mencuri ponselnya?
Di sekolah, 'kan?
Tidak.
Tidak, kita butuh tempat yang lebih santai.
Apa?
Ada pesta di Isadora House.
- Cruz9. - Cruz9. Maaf.
Itu pesta mewah yang diselenggarakan Alumni.
Chloe adalah Alumni. Dia akan hadir dan mengajak Eric.
Tepat. Bahkan, mereka dapat RSVP.
Sayang, jangan stres. Tak ada yang melihat atau menuduh kita.
Mari bersenang-senang sedikit, oke?
Sedikit saja.
Tentu.
Hei, halo.
Itu pesta Alumni. Itu artinya kekacauan, narkoba, alkohol.
Sudah pasti kita aman.
Itu tempat terbaik untuk mencuri ponsel si jalang itu.
Hei, Sis.
"Sis"? Maksudmu "saudari"?
Ya, tentu saja maksudku "saudari".
Oke.
Aku masih belum berterima kasih.
Atas semua upayamu dan Carmen.
Soal jaminan, penangkapanku...
Dukunganmu di dunia maya juga. Terima kasih.
Butuh waktu lama, tapi aku sudah melihat kebaikan kalian.
Hidup memberiku seorang ibu dan saudari dan...
Kurasa waktunya aku mengakrabkan diri dengan kalian.
Atau, setidaknya, melihat perkembangan semua ini.
- Pasti menyenangkan. - Ya, 'kan?
Mau mengobrol sebentar?
- Oke. - Mau?
Masalahnya, aku tak mau meninggalkan Eric sendirian.
Beri dia kebebasan. Jika tidak, dia bakal lebih stres.
- Ya. - Entahlah.
Kau yang lebih mengenalnya.
Tidak, kau benar sekali.
Aku pun suka melihatnya bergaul, tak bergantung padaku.
- Ya. - Atau orang lain. Bagus untuknya, tahu?
Ya.
Jadi ya, dengan senang hati aku mau minum dengan saudaraku.
Oke.
Permisi.
Emilia, kami harus bicara denganmu dan saudaramu.
Dia ingin menyalahkan kami atas penganiayaan itu sejak awal.
Karena kalian pelakunya dan 20 lainnya.
Ya, 20. Kami ada 50 orang. Bukan. Seratus.
- Perhatikan nada sarkastisku. - Baik.
Mana buktinya?
Tugas kami menilai apa laporan ini sah.
Bukan kami, Omar.
Dasar pembohong keparat.
Mereka bahkan mengirim video ancaman.
Masa?
Boleh kami lihat?
Sudah terhapus.
Oh, begitu. Kebetulan sekali.
Tapi aku yakin itu bisa dilacak, 'kan?
Ya. Hubungi pendiri WhatsApp...
Diamlah!
Kami tak memukulinya.
Tapi karena ada gugatan, aku juga ingin buat gugatan resmi juga.
Benar.
Bisakah kami tuntut Omar atas tuduhan palsu?
Tidak, bukan itu gugatanku.
Ini gugatanku, bukan gugatan kita.
Dan itu untuk menggugatmu.
Héctor?
Apa tuduhanmu padanya?
Membunuh Joel.
Sudah kuduga. Dan ya, mereka yang menganiayaku.
- Apa maksudmu? - Kau pelakunya. Kau membunuhnya.
Kau melihatnya? Kau membantunya? Kau punya bukti?
Tugas kalian menilai apa laporannya sah.
Tapi Dalmar sudah mengaku.
Jika kalian tak menyelidikinya, akan kutelepon kepala Keamanan Nasional.
Dia temanku. Aku punya nomornya. Kabari aku.
- Mungkin mengancam kami... - Luis, tuduhannya masuk akal.
Mereka unggah video yang menghasut orang melawan Dalmar.
Cara simpel dan populis untuk alihkan perhatian.
Kau paksa Dalmar mengaku?
Aku tak salah.
Héctor ingin menyakitiku. Dia senang menyakitiku.
Tapi aku tak...
Oke.
Ayo bicara di tempat yang lebih sunyi.
Aku lahir di sini.
Tapi ibuku mulai membawaku ke mana-mana,
usai menemukan pacar kaya mana pun.
Kali ini, saat kami kembali ke Madrid tanpa pacar, aku merasa itu aneh.
Kini aku paham kenapa.
Aku kesal karena dia tak melihat bahwa aku tak bisa menetap.
Aku tak bisa membangun hubungan.
Sekarang kau bisa.
Dengan saudaramu.
Iván, terima kasih. Sungguh.
Terima kasih.
Hei, mau swafoto kakak dan adik?
- Oke. - Ya?
Sebentar.
- Aku saja. Lenganku panjang. - Oke.
Ayo.
- Akhirnya ketemu. - Ada apa?
- Eric kambuh. - Apa? Di mana dia?
Di toilet.
Ayo.
Mau air?
Tak usah, terima kasih.
Baik. Ceritakanlah.
Héctor!
Lihat aku. Tak apa-apa.
Tak apa-apa. Tarik napas.
Aku harus menuduh orang lain.
Siapa lagi selain pacar yang cemburu karena Joel mengaku dia pelacur?
- Karena Joel... - Ya, kami tahu itu.
Itu saja.
Héctor, astaga, bantu aku!
Sayang, aku paham perasaanmu. Tapi nanti saja menangis.
- Kau mau apa? - Kita bawa pergi dari sini.
Caranya? Di mana?
Semua tamu dan pelacur sudah pergi. Kita tinggal berdua.
Biar kupikirkan.
Orang yang buang sampah.
Apa?
Gambar dari drone itu.
Dua orang yang bawa sampah dari Alumni. Itu mereka dan mayatnya.
- Periksa pesannya. - Oke.
Ya, dan foto-fotonya.
Eric!
Eric, kau di sini?
Eric! Eric, buka pintunya!
Eric, tolong buka pintunya!
Eric tak ada di sini, sialan!
- Sayang, kau baik saja? - Kau baik-baik saja?
- Ya. - Sara bilang kau kambuh.
Itu istilah halus aku buang air besar.
Sial, bikin takut saja!
Maksudku...
- Ponselmu hilang lagi? - Masih ada semenit lalu.
Kukeluarkan untuk...
Untuk...
Untuk berswafoto dengan Iván.
Lalu Sara datang dan berkata kau kambuh.
Sial, sepupuku memberi tahu Sara.
Sial.
Sara menipuku untuk mencuri ponselku.
Kemari.
Dasar bajingan! Berikan ponselku!
Stop, atau kupanggil satpam untuk mengusir kalian dalam sekejap.
Oke, kita bisa.
Pisaunya. Jangan tinggalkan di situ.
- Sialan, Héctor! Fokus! - Dia mati, Emi.
Kita membawa mayat, sidik jari kita ada di seluruh ruangan.
Di pisaunya juga.
Amonia atau api.
Kita akan bakar atau bersihkan apa pun.
Lalu kalian bawa jasad Joel keluar dari Alumni.
Ya.
Tapi sebelum menyiapkan TKP palsu...
aku harus menyusun rencana.
Dan kulakukan.
Aku pergi ke pesta.
Kutinggalkan saudaraku mengurus mayat dan pisaunya.
Aku diam-diam berbaur dengan orang banyak.
Tanpa ada yang menyadarinya,
aku memasukkan lima dosis GHB ke minuman Iván.
Itu bisa melumpuhkan gajah dalam sekejap.
Itu sebabnya Iván tertidur.
Ya, tapi aku ingin dia pingsan di tempat yang kuinginkan.
Di tempat yang sunyi, jauh dari keramaian pesta.
Itu sesuai dengan pengakuan Dalmar dan Iván.
Hei, Iván! Hei!
Ayo, bangun.
Hei!
Ayo, bangun.
Aduh, kau mabuk!
Tunggu. Ponselku!
Astaga...
Minuman terakhir tak cocok untukku.
- Minuman? - Ya.
- Waktunya pulang, Kawan. - Tidak, aku mau bertemu Joel.
Dia mengirimiku pesan yang sangat aneh.
Entah apa yang terjadi.
Lihatlah.
"Aku muak dengan kecemburuanmu. Kita harus hentikan. Datanglah."
Ya, 'kan?
Kau yang kirim pesan itu?
Di mana ponsel Joel?
Makin banyak sidik jari.
Nanti kita bakar.
PONSEL TERKUNCI IDENTIFIKASI WAJAH
Apa-apaan kau, Emi?
AKU MUAK DENGAN KECEMBURUANMU. KITA HARUS HENTIKAN. DATANGLAH.
LOKASI
Ayo, kita bawa dia keluar.
Apa kaitan Dalmar dengan semua ini?
Ini tempatnya.
Lebih baik aku duduk.
Hei! Iván!
Tak kusangka Iván bersama orang lain.
Aku terpaksa berimprovisasi.
Kenapa dia mengaku?
Entah. Dia pasti dipaksa.
Kalian meluncurkan kampanye untuk melawannya.
Untuk alihkan perhatian.
Kau tak memaksanya mengaku?
Tidak.
Bukankah kalian?
Agar kasus cepat dan gampang beres dengan pria kulit hitam ilegal dan stres?
Emilia, kau ditangkap atas pembunuhan Joel Castellano Soler.
Kami hanya ingin menakutinya, oke?
Joel memeras ibu kami.
Kami hanya mau menakutinya. Itu saja.
Kenapa dia memeras ibumu?
Bukan kami pelakunya!
Kenapa kalian rekam Joel bercinta?
Kalian rekam juga saat membunuhnya?
- Itu membuat kalian terangsang? - Kami tak membunuhnya.
Kurekam, siapa tahu rencana kami gagal dan butuh sesuatu untuk menghentikannya.
Aku merekam Joel dan teman-temannya melacur.
Sebelum kubuka pintu untuk Eric menakutinya,
kubiarkan ponselku merekam di rak barang para pelacur itu.
Itu tempat kumpul mereka. Jika terjadi sesuatu di sana,
bisa kupakai untuk melawannya.
Chloe, hentikan dan katakan yang sebenarnya.
Sial!
Ada apa, Sara?
Chloe merekam pembunuhan Joel.
Apa maksudmu pembunuhan? Bukan aku.
- Apa? - Kau bilang...
Aku hanya antek.
Kulakukan demi menyelamatkan Alumni.
Terutama Héctor.
Héctor?
Menyelamatkan Héctor dari apa?
Dari tertangkap.
Dia yang bunuh.
Apa?
Mau apa kalian, Bedebah?
- Mengecek kalian keren atau apa? - Bukan mereka.
Héctor.
Berhenti...
Saudaraku plin-plan dan tak stabil.
Dan dia sangat terobsesi dengan Joel.
Joel memanfaatkannya, mengurasnya demi keuntungannya sendiri.
...bahwa aku mencintaimu.
Kau tahu? Aku tak akan pernah mencintaimu.
Lupakan saja aku. Lebih cepat lebih baik untuk semua orang.
Saat Joel tak lagi membutuhkannya,
Joel tak membiarkannya mendekati atau bahkan menyentuhnya.
Karena itu, dan karena saudaraku sudah gelap mata...
dia pun kehilangan kendali.
Tentang Joel dan dirinya sendiri.
- Kau yakin tak ingat apa-apa? - Tidak, sialan!
Tadi kami teler. Kami bercinta.
Dan saat aku bangun...
Emi, apa yang telah kulakukan?
Jadi antek dan saudari yang mengalah itu mudah...
dan mencintai saudaraku di atas segalanya,
tapi sulit jadi orang bodoh dan menerima tuduhan pembunuhan.
Aku tak bersalah! Dia menuduhku karena dendam! Dia berhasil!
Omar, bagaimana mengeluarkan mereka diam-diam agar tak melewati kerumunan?
Lewat sini.
Aku lupa. Area itu sudah ditutup.
Pekerjaan konstruksi.
Takutnya, kalian harus melewati kerumunan.
Jalang sialan, kau mengada-ada.
Kau tak ingat karena pakai narkoba, Sayang.
Aku hanya berusaha melindungimu sampai akhir.
Itulah yang kulakukan sepanjang hidupku. Melindungimu. Menyayangimu.
Mengutamakan dirimu, tapi ini balasanmu.
Kau selalu terobsesi denganku.
Hentikan.
Kau tak akan menghancurkanku lagi.
Atau pergi jauh dariku.
Kau akan tetap di sisiku.
Selamanya.
Aku akan membunuhnya.
Sumpah, aku serius... Jika kulihat dia...
- Tidak. - Sumpah...
- Jangan bilang begitu. - Astaga.
- Kenapa? - Kenapa?
Terjemahan subtitle oleh Cindy F
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.