All language subtitles for Run and Kill 19DRip-INDO

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Manual Translate by D.Y.SUB

Hari baru yang indah.

Sayang, waktunya bangun.

Jika tidak, kau akan kugampar.

Kau masih bermimpi Andy Lau?

Ya, aku mau menikahinya.

Aku akan jadi mertua Andy Lau!

Bangun!

Kau harus ke sekolah.

Ayah, aku ngantuk sekali. Boleh aku bolos?

Habiskan sarapanmu.

Sayang, aku berangkat kerja.

Dasar babi!

Jadilah gadis baik hari ini.

Halo, Paman Sam.

Halo, Si kecil. Kau berangkat sekolah?

Selalu bekerja tepat waktu.

Kau harus menirunya.

- Halo. - Kau habis jalan-jalan?

2 yang besar Pak. Chiu.. Jalan Taman no. 181,

Ini penting? Aku segera bawa kesana.

Ya, ini Cheung.

Bagaimana?

Gampang, kaitkan ke katubnya dan putar pegangannya.

- Kau sedang apa? - Mau kulihat apa ini kosong.

Kau mau meledakkan kita!

Tutup sebentar

Cheung.

Kau bawakan aku sup lagi Ibu?

Ya, ini bagus buatmu.

Nyonya.

- Ambil supnya. - Terima kasih.

Jaga kesehatan... Kau tak harus memasak.

Aku cuma harus menyulut kompor, Itu bukan hal yang sulit.

Dan ini lebih sehat buatmu, daripada buatan restoran.

Cheung,

Aku bayar tagihan air dan listrikmu.

Terima kasih.

Bangunanmu akan roboh. Kenapa kau tak tinggal dengan kami?

Tempat ini rumahku. Dan tetap begitu sampai akhir.

Kenapa kau ingin aku pindah denganmu?

- Kau tak bisa bayar pembantu? - Bukan itu alasannya.

Sejak adikku pindah ke Australia, Aku selalu cemas kau tinggal sendiri.

Kurasa akan jadi bencana jika aku pindah.

Kau tahu kelakuan istrimu.

- Aku hampir lupa. - Apa?

Hari ini, hari jadi pernikahanmu.

Ah ya.

Kau lupa tahun lalu, dia marah selama sebulan.

Kutandai di kalender untukmu.

Terima kasih Ibu. Dia pasti minta barang baru.

Itu uang banyak untuk hadiah hari jadi.

Ini buat Ayahnya, dia mau bangun rumah lain lagi.

Kau sudah memberinya uang untuk beli 2 rumah.

Dia mau yang ke-3 buat cucunya nanti.

Aku tak sabar mengejutkannya.

Cheung!

Apakah nyaman jika berdiri? Kau harusnya di ranjang.

Ranjangku! Kenapa kubilang begitu?

Pria ini bersenggama dengan istriku. Akan kubunuh dia!

Berpakaian!

Kau tak mau tetangga melihatmu.

Atau terutama tuan tanah.

Kenapa dia tega melakukannya? Aku pasti berbuat salah.

Apa karena aku tak telpon sebelum pulang?

Nah, Itu tak mungkin.

Aku lupa beli kecap!

Kubeli biasa apa encer?

Bodoh sekali! Beli saja keduanya.

Aku harus membelinya, sebelum dia marah.

Kecap? Aku harus berikan dia yang terbaik.

Pak. Cheung, kau tak apa?

- Kau juga sudah meniduri istriku! - Aku mau itu, tapi tak pernah begitu.

Cheung, ada apa?

Apa kalian berdua juga selingkuhi suamimu?

Kalian berdua parah.

- Ada apa dengannya? - Entahlah, tak seperti biasanya.

Ibu, kau bisa jemput Pinky? Kumau dia bersamamu beberapa hari.

Apa kau dan istrimu bertengkar?

Tidak.

Nanti akan kujelaskan padamu.

Permisi.

Kau ambil piring dari restoran?

Hei cewek, kau sibuk malam ini?

Apa kau Cheung gendut?

- Siapa kau? - Ini aku Joe.

Joe siapa?

Aku dulu duduk di belakangmu saat kelas 2.

Kelas 2? Itu sudah 20 tahun.

Kau ingat aku, kan? Ayo minum-minum.

Senang bisa bertemu lagi.

Bersulang!

Kenapa mereka senang sekali?

Lihat dimana kita, leluasa.

Kau lihat cewek itu?

Ya, dia senyum padamu.

Dia dulu istriku, Kini dia cuma meniduri bule.

Kau menikah? Kukira kau homo.

Itu lucu, takkan mungkin. Sepertinya itu sakit sekali.

Jika kau tahu maksudku.

Sial! Lihat yang itu.

Wanita itu terlalu seksi.

Dia milikku malam ini. Lihat ini.

- Kau sungguh melakukannya? - Biar kutunjukkan!

Ayo mulai.

Tunggu, aku harus pamitan.

Baik.

Cheung gendut, aku pulang dengan cewek itu.

Aku tak percaya dia menikah. Bukankah itu asyik.

Kau tak takut kena AIDS?

Tequila!

Fanny, dimana uang kami?

Hei Rose, Mary!

Kami mau itu kembali.

Aku selalu tepati janji. Akan kubayar dalam 3 hari, oke?

Pacar baru?

Sedang apa kau disini!

Kau pesan apa?

Yang nendang, oke?

Segera datang.

Halo, Kimmy.

Kau ingat aku.

Minumanmu siap.

Aku tahu.

Haruskah kubayar?

Tentu, kenapa tidak.

Kurasa tak harus.

Semua wanita sama saja, tak bisa jaga selangkanganmu.

Apa katamu, gendut?

Apa? Apa aku salah bicara?

Kau tak harus bilang begitu pada semua cewek.

Istriku meniduri pria juragan toko.

Kau berbuat salah, sepertinya.

Kau tahu apa yang kubicarakan.

Jika dia meniduri pria lain, renungkan kenapa dia begitu.

Mungkin kau tak sadar memperlakukannya buruk.

Hei, sejak hari pernikahan kami,

Aku tak pernah melirik wanita lain.

Kuberi dia semua uangku.

Jika dia minta tak mau ngeseks, Aku cuma menurutinya.

Wow, kau sungguh idiot?

Kau benar, aku gendut idiot.

Beritahu yang kau pikirkan.

Apa maksudmu?

Seperti, kau pernah berpikir beri mereka pelajaran.

Aku takkan melakukannya.

Kusadari aku jelek, dan gendut.

Aku tak bisa romantis, dan banyak tidur.

Tapi pria gendut cepat keluar, jika kau tahu maksudku.

Tidak tolong beritahulah!

Maksudmu kau ejakulasi dini?

Ya, dan dia tak pernah puas.

Kutuntun dia meniduri pria itu, dan membiarkannya pakai ranjangku.

Kau biarkan mereka pakai ranjangmu!

Nah mereka tak bisa ngeseks di ruang tamu!

Jika tetangga melihatnya, Itu akan memalukan!

Lalu, mereka semua bergosip.

Terutama wanita yang itu. dia cerewet, dia bicara apapun.

Bukankah kau pria? Kenapa kau kesal?

Tentu aku pria! Aku kesal.

Maka beri mereka pelajaran.

Akan kulakukan, tapi aku belum pikirkan caranya.

Biar kutanya, jika kau pulang sekarang....

Dan memergokinya lagi, kau mau apa?

Aku takkan bodoh. Aku secepatnya pergi.

Kenapa tak sewa orang untuk melakukannya!

Dimana aku menemukan orang untuk melakukannya?

Aku wanita, dan kurasa kelakuan istrimu itu salah.

Akan kubantu menghajar mereka.

Apa kau ahli kungfu? Kau bisa hajar 2 orang?

Kau tahu yang bisa membantumu? Uang.

Apa kau punya itu? Jika punya, siapapun akan membantumu.

Aku bisa berikan dia uang?

Tidak, kau harus tendang pantatnya.

Biar kukenalkan pada seseorang, Mereka bisa bantu bereskan ini.

Karena cuma pengantara Tarifku $5000 untuk biaya jasa.

Cuma $5000?

Tunggu aku.

Hei, biar kubayar kau dulu.

Tolol sekali, dia pergi tanpa membayar.

Pria gendut? Kau main-main denganku?

Kemana perginya Si gendut?

Toilet.

Jadi, bagaimana?

Disini tak ada yang lebih dari 120lb.

Apa kau membohongiku?

Tak mungkin. Dia sudah bayar aku $5000.

Hei gendut!

Dia disini.

Kau harus bayar dia sekarang juga!

Apa kau yang cari bantuan?

Tentu!

Tentu!

Kau mendengarku?

Tugasku selesai, sampai jumpa lagi!

Kau punya foto istrimu?

Kau punya satu?

Dia cantik, dan sangat licik.

Dia akan meniduri pria lain di belakangmu.

Jadi sebenarnya apa maumu?

Hei aku bicara padamu?

Aku mau dia mati. Kuingin kau membunuhnya.

- Benarkah? - Aku mau dia mati!

Uang itu tak cukup. Kutarif $100,000, untuk tambahan.

Kau bisa bayar sisanya nanti.

Mana alamatnya?

Tak masalah.

Dia harus mati!

Tak masalah.

Kuingin dia mati. Kognak dan Wiski... kau harus...

Membuatnya mati mabuk!

Aku mau dia mati karena mabuk.

Akan kubayar berapapun.

Kemana semua uangku?

Kau bisa pakai bajumu?

- Lakukanlah. - Baiklah.

Kubenci kau datang disaat begini! Apa maumu?

Nah...

Aku sungguh marah kemarin, dan aku pulang memergokimu,

Masih disini bersamanya.

Kemana lagi kami harus pergi? Katamu kami bisa pakai ranjangmu.

Kau istriku, seharusnya kau beritahu aku jika tak bahagia.

Cheung, aku pergi.

Sampai jumpa.

Aku akan menelponmu.

Tolong jangan lukai kami!

Kami akan membunuhmu! Bangun!

Cepat!

Aku mau senang-senang dulu.

Cepatlah!

Jangan sakiti istriku!

Enyahlah, gendut!

Ayolah!

Cheung!

Jangan sentuh aku!

Jangan sakiti istriku! Sakiti aku saja!

Kembali kesini!

Tolong lepaskan.

Tidak!

Sekarang pikirkan lagi, apa yang terjadi tadi malam?

Aku sungguh mabuk di bar.

Aku bertemu beberapa orang, lalu aku jalan ke rumah.

Itu saja yang kuingat.

Bar mana? Siapa orang-orang itu?

Semuanya samar.

"Aku marah, sangat marah."

"Aku pergi ke bar dan mabuk, aku sangat marah sampai..."

"Mulai mengutuk mereka berdua mati."

"Aku pulang di pagi hari."

"Kupergoki istriku masih bersenggama dengan juragan itu."

"Kuminta mereka berpakaian."

"Pintunya terbuka, pelaku bunuh dia lalu istriku."

Aku jadi polisi selama 10 tahun, dan tak pernah dengar hal seperti itu!

Kini aku orang yang marah.

Petugas Wen.

Aku menangani Unit Pembunuhan

Ini tak ada kaitannya denganku. Selamanya aku takkan lukai istriku.

Masalahnya Pak. Cheung. Kau yang lapor kasus pembunuhnnya.

Dan cuma kau saksi yang hidup.

Itu yang menjadikanmu tersangka utama.

Pikir baik-baik. Apa kau punya musuh?

Apa kau menghina seseorang?

Apa ada hal aneh terjadi di hari sebelumnya?

Beritahu kami detailnya.

Maka kami takkan menuduhmu.

Periksa latar belakang Pak. Cheung dan jika dia lolos...

Bebaskan dia dengan jaminan.

Polisi disini.

- Apa kau Wu Kau-Cheung? - Ya.

Dasar idiot!

Kau sedang apa disana saat orang-orangku beraksi?

Apa ini terkait istriku?

Kau tak ingat? Kita sudah bicara di bar tadi malam.

Tadi malam?

Jangan berlagak bodoh.

Fanny kenalkan kami.

Siapa Fanny?

Ada apa denganmu? Kau antek polisi atau apa?

Bukan.

Lagipula, kau telah selesaikan kesepakatan.

Mereka mau bicara padamu.

Siapa mereka?

Bawa uangnya tengah malam di klub 1997.

Halo!

Hei! jangan telan semuanya. Sisakan beberapa.

Fanny, kau kenal aku?

Hei ini Si Gendut!

Aku kenal kau. Pria ini tajir!

Aku mau tanya padamu.

Kau mau juga?

Aku tak batuk.

Pikirnya ini obat batuk!

Yang ini buatmu.

Fanny, kita sedang apa tadi malam setelah aku mulai mabuk?

Tadi malam? Kita tak berbuat apapun.

Haha! Kalian begituan tadi malam!

Duduk dan dengarkan aku.

Apa yang terjadi tadi malam setelah aku mabuk?

Dengar! Kita tak ngeseks satu sama lain oke!

Ada lagi selain itu?

Tidak.

Fanny...

Enyahlah! Aku tak sudi menidurimu.

- Dia sedang apa? - Tunggu saja dan lihat.

Masuk kesini gendut!

Siapa kau?

Jangan sakiti dia, bawa dia kesini.

Kau tak kenal aku, kan?

Kau menggeleng, itu berarti kau kenal aku.

Tidak, sungguh, Aku tak mengenalmu.

Kita tak pernah saling bertemu.

Tapi kau telah berbuat sesuatu, hingga kita saling mengenal.

Apa yang kuperbuat?

Tplong beritahu, aku tak tahu.

Kau sewa aku untuk bunuh istrimu.

Apa katamu?

Membunuh istrimu!

Kau bayar $30.000 untuk membunuhnya. Jangan pura-pura.

Kau bohong, aku cinta istriku. Kenapa aku melakukannya?

- Dia bohong dia bayar aku $30.000. - Aku tak pernah lihat pria ini.

Diam!

Ayo kembali ke inti masalah.

Apa kau laporkan orangku ke kantor polisi?

- Aku tak melaporkan siapapun. - Tak perlu menyangkalnya!

Kau meremehkan kecerdikanku.

Katakanlah kau tak ingin membunuhnya.

Maka orangku pasti jadi buronan.

Dan mereka harus kembali ke Vietnam.

Kau tahu seperti apa disana?

Aku harus bagaimana Bos?

Jangan panggil aku "Boss"!

Aku menghormatimu.

Kau pemilik SPBU, kau punya apartemen ini.

Kau bahkan menghasilkan $800.000.

Tapi, kami tak berpunya di Hongkong, cuma kulit dan punggung kami.

Maaf Pak, apartemennya juga atas nama istrimu.

Setelah urusan kematian istrimu selesai.

Kau baru bisa menjual dan sewakan apartemenmu.

Maaf aku tak bisa membantumu.

Kau mau mati?

Bos.

Ada apa?

Seorang pria terus menelpon berkata kau utang padanya $800.000.

Katanya dia akan bakar tokonya jika kau tak bayar.

Jangan menjawabnya!

Jack, tutup tokonya.

Menutupnya?

Ambillah cuti!

Kini menurut dan tutup matamu.

Jangan beri nenek masalah lagi. Pergi tidur.

Kenapa kau tak bekerja?

Cheung.

Aku tanya padamu.

Kau bilang apa?

Lihatlah dirimu. Pikiranmu kemana-mana.

Dia mati, tak ada yang bisa kau perbuat.

Kau harusnya tak terus memikirkannya.

Ini memang sudah ajalnya.

Kau tak bisa ubah takdir seseorang.

Kau terlihat capek, Nak.

Pergilah istirahat.

Tetap di rumah dan makan malam. Kau akan merasa baikan.

Sore ini, kebakaran

Melanda "SPBU Cheung" di pusat kota Kowloon.

Pemadam bisa mengatasinya. Dan untungnya tiada yang terluka.

Bom molotov ditemukan di tempat kejadian.

Menurut saksi pada jam 5 sore Geng terlihat menyalakan api di gedung.

Kasus ini akan ditangani oleh Unit Investigasi Kejahatan Serius.

Siapa kau?

Jangan memukulnya!

Cheung gendut?

Kau kenal dia?

Dia pemilik rumah ini.

Bawa dia masuk.

Pakai tenaga.

Lihat apa dia tahu soal obrolan kita sebelumnya.

Apa? Apa pendapatmu soal bisnis ini?

Menjanjikan.

Wah itu pria pintar, biarkan dia bergabung.

- Cuma dia saudaraku yang tersisa. - Lepaskan dia!

Bagaimana kabarmu?

Tak baik.

Apa kau tak mengenalku?

Aku Wah, tetanggamu.

Maafkan temanku memukulmu, mereka belum pernah melihatmu.

Tak apa.

- Baik... - Apa?

Bagaimana kau dapat kuncinya?

Penjaga tempat ini meninggalkan kunci pada putranya.

Kami tinggal disini sementara. Ini rumahmu.

Jadi apa yang kau dengar?

Aku tak dengar apapun!

Aku bercanda. Jadi kau sedang apa mendadak disini?

Kau pasti berbuat hal buruk di Hongkong, beritahu aku.

Mungkin aku bisa bantu.

Tak ada masalah.

Bagus, maka tetap pada rencananya.

Akan kutunggu kau di HongKong.

- Kakak. - Ada apa?

Dia tak dengar apapun.

- Bagaimana kau menanyainya? - Pakai bahasa Kanton.

Aku tak percaya kau.

Jika tak percaya, maka tanyakan sendiri.

Berhenti berdebat.

Fung.

Kurasa dia tak tahu apapun.

Bereskan ini.

Aku pergi.

Ho, aku...

Brother!

Ayolah, bawa aku kali ini.

Aku bisa bantu.

Kalian berdua, pergi dulu.

Untungnya aku mau membantumu. Dengar saja aku.

Kau bisa lakukan?

Tentu saja!

Mereka bisa lakukan?

Dengar, kami biasa dengan hal ini.

Jika katamu begitu.

Jangan khawatir.

Cheung, kau sedang apa? Aku tak melihatmu berhari-hari.

Dimana kau? Polisi mencarimu. Dan tokomu hangus terbakar.

Cheung, kau dengar aku?

Nanti akan kujelaskan semuanya. Dimana Pinky?

Dia disini. Kau mau bicara dengannya?

Tak apa.

Ibu, aku sungguh menyesal.

Cheung, tolong pulang. Apapun itu, aku bisa bantu.

Tolong pulang. Apa yang ingin kau makan?

Jangan menutupku, aku belum selesai.

Anakku, ada apa?

Nenek, apa itu Ayah? Apa dia akan pulang?

Dia akan segera pulang.

Aku kangen sekali pada Ayah.

Kau ada uang?

Aku tak punya.

Apa katanya!

Dia tak punya uangnya.

Apa maumu?

Aku mau keadilan.

Keadilan apa?

Tokonya yang kau bakar bernilai lebih dari $800.000.

Jadi kita selesai?

Kau takkan kemana-mana. Sombong kali.

Aku takkan sepakat denganmu.

"Tikus Hitam" tak membuatku gentar.

Jangan bergerak!

- Kau takkan jauh. - Tunggu!

Pikirmu bisa mengancamku dengan "Tikus Hitam"?

Itu sia-sia!

Kau berhutang $800.000.

Kini aku gandakan.

Diam!

Semua karenamu ada disini kita ada di situasi ini.

Kau juga harus utang $800.000.

Lihatlah.

Lepaskan aku.

Ini tak ada kaitannya denganku.

Kenapa kau harus menyeretku ke urusanmu?

Ini urusanmu juga.

Kau suruh orang membunuh istriku.

Sial! Kau membayarku $5000.

Aku cuma pengantara.

Kaulah yang ingin dia dibunuh.

- Kenapa aku mau dia dibunuh? - Dia menyelingkuhimu.

Diam!

Maafkan aku.

- Mari masak anjing malam ini. - Sepertinya enak.

Aku takut sekali.

Aku berbuat apapun.

Kenapa aku dilibatkan semua ini?

Jangan nangis, ayo pikirkan jalan keluar dari sini.

Kau sedang apa?

Tak ada, cuma ngobrol.

Jangan bergerak!

Ada orang lain bersamamu?

Tidak!

Apa yang terjadi?

Beritahu dimana dia?

Aku tak tahu.

Tetap di tempatmu.

Beritahu dimana dia?

Bagaimana cewek semalam?

Lumayan.

Dimana kau menahannya?

Beritahu dimana dia?

Aku tak tahu.

Ayahmu tak mau bayar? Kita harus lakukan apa?

Aku akan bayari kita berdua.

- Bagaimana bisa kau hasilkan 2,4 juta? - Aku menabung selama 2 atau 3 tahun.

Jangan membual!

Cepat!

Pergi.

Pergi!

Tahan!

- Aku menyerah. - Jika dia mati, kubunuh seluruh keluargamu.

Bos!

Bos... dia menelponmu.

Tunggu, kita hampir keluar dari sini.

Aku tak bisa lebih jauh lagi.

Katanya dia sekarat.

Apa katamu?

Bukan aku yang bilang. Dia yang bilang.

Kakak, aku takkan sanggup.

Kau akan baik saja.

Tahan.

Aku... aku kedinginan.

Ayo.

- Lewat sini. - Istirahatlah.

Pergi!

Aku takkan sanggup.

Jatuhkan dia.

Jangan bicara, istirahatlah.

Aku haus.

Air...

Jaga dia.

Wah!

Minumlah.

Pelan-pelan.

Jangan buru-buru.

Sudah cukup?

Kakak, bagaimana kondisiku?

Kau terlihat baik.

Ini salahku.

Aku tak seharusnya di belakangmu.

Aku tak menyalahkanmu.

Aku selalu buat kesenangan yang tak berguna.

Aku mau buktikan diriku tak begitu.

- Aku tak mau terus bergantung padamu. - Kau tak seharusnya begitu.

Aku saudaramu.

Maafkan aku.

Maafkan aku.

Bilang kau memaafkanku.

Aku memaafkanu.

Aku lihat Ayah.

Aku lihat Ibu.

Ada saudara kita.

Adik!

Itu sia-sia, ayo pergi!

Dia mati! Ayo pergi!

Cepat!

Aku tak sanggup lagi.

Adikmu memangilmu.

Bertahan, kita hampir sampai.

Awasi dia.

Berpegangan erat.

Jangan mati ,kita hampir sampai.

Bicaralah! Ayo nyanyi!

Tidak, tahan!

Ada jalan keluar di depan.

Wah!

Cheung gendut!

Dimana kau? Tunjukkan dirimu!

Aku akan membunuhmu.

Kau dan semua keluargamu.

Tunjukkan dirimu!

Keluarlah? Dimana kau berada?!

Tunjukkan dirimu!

Hubungi Interpol untuk beri kita berkas Ching Fung.

Kirim fotonya ke markas besar.

Beritahu patroli.

Petugas Wen.

Kenapa kau di kemah pengungsi itu?

Tidakkah kau sudah tahu?

Dia bicara padamu!

Aku disini berusaha membantu.

Sedang apa kau disana?

Aku diculik.

Kenapa?

Kuharap aku tahu.

Jika kau tak mau kerja sama. Kau kuanggap Geng "Tikus Hitam".

Dan kau kutahan sekarang juga!

Aku sungguh tak tahu. Tolong jangan tangkap aku.

Kau kenal pria ini?

Apa hubungan pria ini dengan Cheung?

Kenapa dia membantai seluruh penghuni kemah?

Dia datang...

Untuk selamatkan adiknya.

Adiknya?

Ya, adiknya.

Dia penawar orang Vietnam untuk Cheung.

Tapi mereka ditahan di kemah.

Apa yang mereka tawarkan?

- Bukankah itu terkait istrinya ... - Pada orang Vietnam!

Mereka memerasnya 1.6 juta.

Cheung bayar mereka buat bunuh istrinya?

Tidak, mereka tak ada kaitannya. Dia mabuk malam itu.

Dia cuma mau memberi istrinya dan brengsek itu pelajaran.

Ini semua salahku. Aku pergi sebelum sepakat.

Akulah pengantara semua ini.

Apa dia akan dapat masalah?

Bisa-bisanya kau berbuat begitu?

Setelah kesaksian, lepasan dia.

- Dimana Fung? - Disana

Kenapa tak kau beritahu?

Kami mau selamatkan Wah, tapi kami gagal.

Wah?

Kenapa kau tak menjemputku?

Tak ada waktu.

Kini, semua polisi di Hongkong sedang mencarimu.

Ini mengacaukan rencana kita. Kau tahu betapa sulitnya kukumpulkan itu?

Dengan semua uang itu. Aku bisa pensiun di Brazil.

Kau tak bisa begini padaku.

Akan kubereskan ini untukmu.

Brazil, jika kau mau pergi kesana.

Aku takkan menghalangimu.

Adik terkecilku mati.

Kau kenal dia?

Ya, Tuan.

Namanya Tang Wen-Ho, dia pembunuh bayaran.

Dan dia di Hongkong.

Dia bermitra dengan Ching Fung selama perang.

Pasti ada masalah besar.

Menurut Interpol, Mereka datang untuk membunuh

Raja perumahan, Poon Sun Wah.

Mereka merencanakannya besok di pesta perusahaan tahunannya.

Kau harus kesana.

Kau menunggu seseorang?

Mau terima tamu?

Tinggalkan dia.

Aku tak berpikir dia mau.

Kenapa kau mau bertemu disini?

Ibuku tinggal di atas.

Aku khawatir polisi akan mencariku disana.

Bagaimana kau keluar dari kemah?

Untungnya aku tak tertembak. Aku ke kantor polisi setelahnya.

Kau menghubungi polisi?

Tidak, mereka muncul setelah kau pergi.

Kau harus ke kantor polisi.

Menurut Petugas Wen, Geng itu sangat berbahaya.

Nyawamu dalam bahaya.

Apa yang harus kukatakan?

Bahkan jika kubilang semuanya, mereka takkan percaya.

Tapi lebih baik dipenjara daripada terbunuh!

Kenapa aku harus dipenjara?

Oh ya.

Kau akan dinyatakan bersalah.

Ikut dengan kami ke kantor.

Ayo jalan.

Petugas Wen.

Inikah gengnya?

Ya.

Berapa jumlah mereka?

3 atau 4.... aku tak tahu. Mungkin 6 atau 7.

Maaf, aku tak tahu jumlah pastinya.

Pikirkan lagi.

Kau yang bantu dirimu sendiri.

Ching Fung itu sinting.

Dia mau berbuat apa padaku?

Aku tak tahu soal itu, tapi...

Jika dia tak dapat kau,

Dia akan cari keluargamu.

Apa dia tega! Ibuku terlalu tua.

Aku sudah kirim petugas mengawasi rumah Ibumu.

Tak bisa kubayangkan semua kekacauan ini karena alkohol!

Teler tak pernah jadi alasan.

Siapapun harus menanggung perkataan mereka.

Petugas Wen, Seseorang terus menelepon Tuan. Cheung.

Cari tahu siapa dia.

Ching Fung, dia bilang kau tahu namanya.

Lepaskan kami.

Lepaskan cucuku.

Ini tak ada kaitannya dengan kami!

Lepaskan kami.

Tolong setidaknya lepaskan dia.

Kau tak bisa tega begini.

Jangan menyentuhnya. Menjauh darinya!

Jangan menyentuhnya!

Jangan menyentuhnya, tidak!

Bajingan, lepaskan kami!

Apa yang mau kau lakukan?

Tidak!

Jangan gugup.

Jangan menyentuhnya!

Dia tak bersalah.

Kenapa kau ikat kami?

Tolong lepaskan kami.

Mereka di atas sana.

Tuhan tolong jaga ibuku!

Apa mereka tak apa?

Jangan khawatir.

Mereka disana.

Berhenti! Ada gadis terikat di pintu masuk.

Wanita itu diikat di jendela.

Jangan beraksi, tunggu perintahku.

Lepaskan kami.

Kau juga tak bisa lolos dari sini.

Kuharap kau busuk di neraka.

Ini petugas Wu, aku bertugas disini. Beritahu apa maumu?

Cheung dan mobil.

Maaf, itu mustahil.

- Dia baru membunuh Ibuku. - Tunggu!

Ayah!

Tutup pintunya!

Jangan bertindak. Tunggu saja.

Jangan menembak.

Tunggu.. tunggu saja.

Lapor ke markas besar. Plat nomernya DY 1.162.

Ayah, selamatkan aku.

Pinky, jangan takut.

Ayah, selamatkan aku.

Jangan takut. Lepaskan putriku!

Kumohon, lepaskan dia.

Tolong, lepaskan dia.

Jangan bakar aku.

Lepaskan aku.

Jangan bakar aku. Tolong lepaskan aku.

Tidak!

Jangan menyentuhnya!

Aku yang kau incar! Bunuh aku.

Aku yang membunuh adikmu. Dia tak ada hubungannya.

Lampiaskan padaku.

Kau tak punya nyali untuk membunuhku!

Tidak.

Kumohon.

Bos, tolong lepaskan putriku.

Dia tak ada kaitannya dengan ini.

Lepaskan dia!

Lepaskan dia!

Tolong aku Ayah!

Tolong matikan apinya!

Dia gila!

Sudah kubilang jika adikku mati,

Kubunuh seluruh keluargamu.

Kau tak takut mati? Akan kulakukan nanti.

Aku mau kau ngompol saat kubunuh.

Sudah cukup. Simpan untuk besok.

Aku akan mengurusnya.

Dia milikku. Aku belum mau membunuhnya.

Lakukan sekarang.

Jangan memerintahku.

Baik.

Sebelum misi besok, sebaiknya dia mati.

Karena itu acara yang besar,

Akan ada lebih dari 500 orang yang hadir.

Kau harus tetap siaga.

Jika menemukan tersangka, tangkap dia tanpa mengorbankan nyawa warga.

Jika tak bisa menangkapnya,

Lapor atasanmu atau Petugas Wen.

Ingat jangan beraksi sendiri.

Jangan lupakan keamananmu juga.

Saudara Ho, kita pergi sekarang?

Santailah, ada waktu buat merokok.

Ayah sekarang aku gosong. Apa kau masih mengenalku?

Aku tak mau memisahkan Ayah dan putrinya.

Pria gendut!

Dimana kau?

Tunjukkan dirimu!

Dasar sampah!

Fung? Ada apa denganmu? Apa kau gila?

Kuperingatkan. Jangan kacaukan misi malam ini!

Kau mau menyeret kita semua?

Keluar!

Aku tak pergi sampai membunuhnya.

Dimana kepalanya?

Kau takkan pernah lolos dari sini.

Aku tahu kau disini. Aku bisa mengendusmu.

Kau mau main-main denganku?

Baik! Ayo bermain.

Saat kutangkap kau akan akan kumutilasi kecil-kecil.

Gendut!

Ayo bermain? Tunjukkan dirimu.

Tunjukkan dirimu!

Babi gendut!

Tunjukkan dirimu!

Babi gendut! Kau pikir ini berakhir?

Belum, datang ke atas sini! Ayolah!

Mampus bajingan!

Hanguslah di neraka!

Minggat ke neraka, bajingan.

Dia masih hidup?

Dia masih hidup...

Ini kosong!

Gendut!

Kau terjebak sekarang!

Tak ada bensin!

Tiada sama sekali?

Tiada bensin!

Aku dapat beberapa.

Keluar bajingan!

Tunjukkan dirimu, bajingan!

Akan kuledakkan pantatmu!

Tunggu! jangan pergi.

Aku membunuhnya.

Kubunuh kau bajingan!

Hanguslah di neraka!

Ada bekas ledakan menuju 4 garasi pesawat.

Ada mayat terbakar di garasi terakhir.

Apa bajingan itu mati?

Cuma dia yang kami temukan.

Kurasa dia terguncang. Ambulan akan membawanya.

Biarkan aku lewat. Aku bersama Petugas Wen.

Biarkan dia masuk.

Cheung.

Kau tak mengenalku?

Ayo pergi minum.

Mampus!

Bajingan itu.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.