Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Selama ribuan tahun, manusia menguasai planet ini.
Mereka binasa karena keangkuhan mereka.
Virus buatan manusia menciptakan spesies Kera yang cerdas.
Bagi manusia efeknya bertolak belakang,
virusnya menghapus kecerdasan dan kemampuan mereka untuk berbicara.
Ketika Kera dan Manusia bermusuhan, ada satu kera bangkit
dan mengorbankan semua bagi kaumnya.
Namanya adalah Caesar.
BEBERAPA GENERASI KEMUDIAN
Pamer.
Kata Tetua Luna buat dirimu tenang.
Telur yang tepat akan menyanyi kepadamu.
Tetua Luna sudah tua.
Tiga.
Hanya tiga.
Ayo ambil semuanya.
Tidak. Jangan.
Selalu sisakan satu.
Itu hukumnya.
Besok hari pengikatan.
Ini punyamu.
Kau lebih tua.
- Hanya beda matahari terbenam. - Itu lebih tua.
Soona.
Telur mana yang menyanyi kepadamu?
Yang ini.
Sutra.
Kita akan besarkan mereka sama-sama.
Seperti kita dibesarkan.
Nanti akan sama.
Ya?
Ayo.
- Noa! - Noa, tunggu!
Terlalu jauh.
Cari jalan lain.
Noa?
Tidak!
Ya!
Noa!
Anaya! Soona!
Noa!
- Noa! - Tidak!
Penasaran seperti apa burungmu nanti?
Asalkan tidak mirip denganmu, Anaya.
Takut.
Selimut hilang.
Ada apa, Noa?
Sesuatu di pepohonan.
Dia kabur.
Orang asing.
Noa takut.
Anaya tidak.
Bukan kera.
Mungkin...
Gema?
Gema tidak datang dari Lembah.
Apa kau takut?
Tidak setakut Anaya!
Mereka pulang!
- Soona! - Kau dapat telurnya?
- Kau mendaki sampai mana? - Apa berbahaya?
Sangat berbahaya.
Anaya menangis bagaikan bayi.
Berapa telur yang kau hormati?
- Perlihatkan telurnya. - Kau mendaki dengan baik?
- Perlihatkan telurnya. - Perlihatkan telurmu.
Telur.
Perlihatkan, Anaya. Kumohon?
- Siapa mau? - Aku!
Ayo. Berikan! Hei!
Nak.
Perlihatkan.
Semua harus menunggu untuk ikatan.
Bahkan Guru Terhormat.
Aku ibumu.
Aku tahu kau bisa mendaki dengan baik.
Dia menunggu.
Rusak?
Ada waktu untuk itu nanti.
Ayahmu pasti mau lihat.
Dia akan bangga.
- Noa. - Noa.
Noa, kukira kau tidak kembali.
Terlalu keras.
Ya. Ya, Koro.
Ayah. Ahli Burung.
Noa.
Nak.
Sun Eagle tidak ingin bekerja untuk upacara besok.
Kau mendaki dengan baik?
Di atas Sarang Tertinggi.
Kalian semua?
Tidak.
Hanya aku.
Bau apa itu?
Kau pergi ke Luar Lembah?
Tentu tidak.
Itu dilarang.
Tapi ada darah Gema di selimutmu.
Kami tidak pergi ke Luar Lembah.
Aku percaya.
Kau jujur, Noa.
Banyak harus dipelajari.
Banyak harus diajarkan.
Setelah pengikatan besok.
Sekarang, Para Tetua harus tahu.
Gema hanya membawa masalah.
Oda akan mengusir hama itu.
Boleh minta nasihatmu?
Selimut ini ada darah Gema.
Gema.
Aku minta maaf untuk itu.
Ini pertanda buruk bagi kita semua.
- Bau ini. - Usulku adalah...
Kau mendaki Sarang Tertinggi?
Pendakian sulit.
Ya.
Bisa berbahaya.
Bahaya.
Anaya!
Kau menemui ayahmu?
Aku tidak mengerti Eagle Sun.
Aku paham. Dia benci Noa.
Noa.
Selimutmu?
Dengan Para Tetua.
Mereka mengutus Oda untuk mengusir Gema.
Ya, Tetua.
Ketika ibu masih kecil...
musim kering menyusutkan sungai.
Gema mencari makanan.
Dia melihat yang kecil dan besar.
Ada hujan yang baik.
Seperti katanya.
Berkuda dengan baik, Oda.
Tidak.
Pengikatan kita pada matahari terbit.
Ahli Burung akan buat pengecualian.
Mereka tak akan membuatnya menunggu sampai musim berikut.
Ya, pasti.
Dia ayahmu.
Dan aku anaknya.
Maka, aku akan menunggu bersamamu.
Anaya juga menunggu.
Jangan.
Aku harus cari yang lain.
Noa.
Oda!
Ada yang...
lain.
Apa yang terjadi di sini?
Pengintai kita.
Dibunuh olehnya.
Manusia.
Dia.
Lightning, kembali ke kudamu.
Menyebar!
Temukan klannya.
Periksa seluruh pelosok!
Kuda si kera!
Lightning, ayo!
Mereka tak mungkin jauh.
Ikuti kudanya! Temukan klannya!
Temukan manusia!
Maju!
Ayo!
Kumpulkan mereka!
Tidak! Kumohon!
Kau, tahanan!
Bakarlah.
Soona! Anaya!
Noa, tolong!
Noa!
Noa!
Noa!
Noa!
Noa!
Anaya! Ibu!
Di mana Soona?
Mereka membawanya.
Mereka memecahkan telurku.
Ibu.
Tolong ayahmu!
Tidak!
Noa!
Tidak!
Lari, Noa! Lari!
Tolong ayahmu!
Pergi, Noa! Lari!
Tidak!
Dia tetua mereka.
Tidak!
Untuk Caesar!
Untuk Caesar!
Bawa mereka ke Proximus!
Cari manusia itu!
Caesar!
Caesar!
- Ayah. - Nak.
Maaf. Ini salahku.
Noa, bebaskan semua burung.
Cepat.
Tundukkan kepalamu.
Noa.
Untuk Caesar.
Ayah...
aku akan temukan mereka.
Aku akan bawa mereka pulang.
Ibu.
Sun.
Ayo, Sun.
Betapa kau masih muda.
Tanpa topengmu.
Tanpa ini.
Bicaralah.
Bicara.
Bukan punyaku.
Tak punya topeng.
Aku bukan...
mereka.
Siapa kau?
Mereka membunuh ayahku.
Mencuri desaku.
Aku mengikuti jejak mereka.
Dialah desaku.
Mereka membunuhnya.
Pasukan Topeng.
Aku Raka.
Aku Noa.
Kera-Kera berjatuhan dari langit.
Dia di luar ketika mereka tiba.
Kau melihat klanku?
Tidak.
Aku sembunyi.
Aku selamat.
Aku melindungi pekerjaan kami.
Ini adalah cara kuno untuk menyimpan gagasan.
Simbol-simbol ini punya makna.
Kera-Kera memahaminya...
pada masa Caesar.
Pasukan Topeng, di desaku...
menyebutkan nama itu...
"Caesar."
Memalukan.
Pasukan Topeng mengambil namanya.
Memutarbalikkan kata-katanya.
Siapa dia sekarang?
Bukan "sekarang".
"Dahulu."
Klanmu tidak tahu Caesar yang sebenarnya.
Terlalu banyak yang lupa siapa dia dahulu.
Aku tahu Para Tetua di desaku.
Mereka membuat hukum.
Itu segalanya.
Itu bukan segalanya.
Jauh sebelum Para Tetuamu...
Caesar yang mengajari kita makna menjadi kera.
Dahulu dia pemimpin kita, pemberi hukum kita.
Kera bersama kuat.
Kera tidak boleh membunuh kera.
Kami, Orde Caesar...
mengikuti perkataannya.
Sampai hari ini...
aku mengikutinya.
Kini aku adalah...
yang terakhir.
Pekerjaannya berlanjut.
Tempat apa ini?
Kami percaya kera membangun ini...
sebagai tempat berlindung bagi manusia.
Sekarang mereka sudah langka.
Namun, pada masa Caesar, jumlah mereka banyak.
Bisa bayangkan?
Mungkin di sini, manusia dirawat, diberi makan...
bahkan mungkin diajari.
Ada apa?
Gema.
Manusia.
Kau pernah melihatnya?
Satu.
Mereka pebangkai.
Seperti babi hutan.
Namun, lebih rendah.
Manusia itu dungu...
tetapi ada masa...
ketika manusia dan kera hidup berdampingan.
Ya, itu sebuah misteri. Aku tahu.
Namun, mereka penting bagi Caesar.
Maka, mereka penting bagiku.
Aku harus ke kudaku.
Tentu.
Ikuti aku.
Kau tidak mengenal Caesar.
Kau tidak tahu buku-buku.
Tetaplah di sini.
Banyak yang bisa kuajarkan kepadamu.
Enyahlah!
Tidak! Kembali!
Perusak!
Tunggu! Kembali!
Tidak ada bahaya.
Itulah manusianya.
Mencuri di desaku.
Dia mengikutimu dari desamu?
Mungkin Caesar memberiku pertanda untuk pergi.
Tunggu di sini. Pekerjaannya berlanjut.
Aku tak ada waktu...
Aku tidak akan menjadi beban. Aku juga punya kuda.
Tidak bisa pelan-pelan?
Tidak.
Aku yakin dia mengikuti.
Entah kenapa.
Burung yang cantik!
Eagle Sun.
Burung milik ayahku.
Dia mengikuti untuk mengejekku.
Burung ini juga mengikutimu?
Klanku merawat elang.
Menyanyi kepada mereka...
agar mereka mengenal kami.
Sebuah ikatan.
Nyanyikan lagunya.
Kumohon.
Tidak.
Ayahku adalah Ahli Burung.
Dia menyanyi untuk elang-elang.
Namun, aku bukan dia.
Sayang sekali.
Aku tentu akan menikmati lagunya.
Senjata yang aneh.
Rusak.
Raka.
Noa.
Dia mengikuti karena lapar.
Tidak.
Ini...
penting.
Mereka bisa kedinginan.
Tunjukkan belas kasihan.
Dia lebih pintar dari yang lain.
Kita namakan dia Nova.
Kita namakan mereka semua Nova.
Entah kenapa. Itu dari masa Caesar.
Kenapa Caesar sangat peduli dengan Gema?
Konon Caesar diasuh oleh mereka...
meski tampaknya itu mustahil.
Legenda Caesar penting.
Dia adalah Tetua pertama.
Dia memimpin dengan kebaikan...
moral...
gagah...
belas kasih.
Caesar tidak pernah berbagi kamp...
dengan Nova.
Baunya tajam.
Terowongan yang makan cahaya?
Dia melihat yang kulihat.
Tampak dari matanya.
Dia...
bereaksi.
Reaksi bagaimana?
Sama seperti kera.
Jika Gema ikut, biar dia naik kuda.
Apa teman mudaku menunjukkan belas kasih kepada teman seperjalanan kita?
Dia lambat.
Kuda.
Dan tentunya ada siamang.
Lengannya sangat panjang.
Sayang sekali manusia hanya menggunakan kaki untuk berjalan.
Bayangkan jika jatuh dari pohon.
Hanya punya dua anggota tubuh untuk menyelamatkan nyawa.
Namun, jika bisa menggunakan kedua tanganmu...
dan kedua kakimu...
berarti empat kali lebih aman.
Aku membayangkan jika aku bertemu dengan...
Apa itu?
Kuda bergaris.
Menarik.
Kami khawatir manusia sudah punah.
Kau tidak berpamitan?
Aku harus mencari klanku.
Nova tinggal bersama kaumnya.
Kau urus mereka.
Ikuti perintah Caesar.
Untuk mengenang...
siapa dia dahulu.
Ini penting.
Mereka sama sepertimu.
Kau ingin bersama mereka?
Dia punya perjalanannya.
Kita punya perjalanan sendiri.
Ayo.
Nova!
Nova!
Kejar!
Tangkap yang itu!
Yang ini?
Di sana!
Menyebar.
Lightning.
Lewat sini.
Cari dia!
Aku tahu dia di sini!
Raka!
Nova!
Keluarlah!
Aku mencium baumu!
Raka!
Noa!
Noa!
Raka!
Caesar akan memaafkan.
Kita teruskan?
Ini akan memberi kita waktu.
Apa yang kulewatkan?
Dia berbicara.
Dia memanggil namaku.
Kau salah dengar.
Katamu Nova ini lebih pintar dari yang lain.
Namun, terbatas.
Punya kecerdasan, pastinya, tetapi...
Aku punya nama.
Mae.
Aku tahu ke mana mereka membawa klanmu.
Itu pemukiman manusia.
Aku menuju ke sana.
Mencari orang seperti aku.
Ada yang lain...
sepertimu?
Dahulu lebih banyak.
Kau menyembunyikan kebenaran?
Ibuku menyuruhku diam...
demi keselamatanku.
Kau aman bersama kami.
Namun, kau tetap tidak jujur.
Di mana ibumu sekarang?
Aku sendirian.
Sama seperti kami.
Namun, sekarang...
kita saling memiliki.
Mari nyalakan api.
Banyak yang perlu dibicarakan.
Ya.
Kembali.
Kembali!
Noa!
Mae!
Mae!
Tidak!
Mae!
Bertahanlah!
Tidak! Raka!
Raka!
Bersama...
kuat.
Mundur! Manusia!
Tidak!
Selamat datang, Burung Kecil.
Ayo!
Noa!
Aku merindukanmu. Soona.
Tidak.
Kau sudah mati.
Aku melihatmu jatuh.
Kau tidak terluka?
Tidak.
Tidak.
Ibu?
Anaya?
Vonnegut.
Itu buku yang bagus.
Isinya tidak banyak fiksi.
Dia lebih tertarik dengan sejarah.
Terutama sejarah Romawi.
Namaku Trevathan.
Dari mana asalmu?
Kau dahulu.
Itu tidak penting, bukan?
Aku pergi.
Sama sepertimu.
Hampir sampai di pesisir...
kemudian aku jatuh dan pergelangan kakiku patah.
Di situlah Proximus menemukanku.
Kini kau membacakannya sejarah Romawi.
Kau siapa?
Aku manusia yang tidak menolong kera.
Noa.
Berbagi. Harus berbagi.
Bagus.
Noa?
- Noa! - Kau hidup!
Ayah...
dia...
Aku tahu.
Kita harus pergi.
Ayo.
Caesar!
Caesar!
Hari yang indah!
Hari yang indah!
Kita bersyukur untuk perkataan Caesar?
Kita bersyukur.
Apa kita akan tunduk?
Kita tunduk!
Ucapkan perkataannya!
Kera bersama kuat!
Ucapkan perkataannya!
Kera bersama kuat!
Hari yang indah!
Senangnya.
Ketika memikirkan kata-kata itu...
aku merasa senang.
Caesar adalah Tetua pertama.
Kini akulah Caesar.
Dia bukan Caesar.
Hati-hati, Nak. Sekarang kita miliknya.
Ketika kupikirkan semua harta yang ditinggal di dalam untuk kita...
aku merasa sangat senang.
Mungkin sulit untuk dibuka.
Namun, tidak mustahil...
karena kita bekerja sama.
Semua sebagai kesatuan.
Seperti yang Caesar inginkan.
Seperti yang Caesar kehendaki.
Kera bersama kuat!
Tarik!
Tarik!
Tarik! Lagi!
Lihat ini.
- Tarik! - Tarik!
Tarik!
Ya!
Ya!
Lagi!
Cukup!
Mungkin besok lebih kuat.
Jangan khawatir.
Siapa pun yang di dalam pasti sudah mati atau pergi.
Sudah berbulan-bulan kami berusaha membukanya.
Kau tidak tahu kita di mana?
Ketika situasi kacau dan pemerintah bersembunyi...
separuhnya pergi ke tempat ini.
Dengan semua teknologi dan senjata mereka...
Kau tidak mengerti?
Kera itu tidak boleh mendapatkan isi...
Berhentilah memikirkan yang sudah berlalu...
dan mulai memikirkan keadaan yang ada.
Ini kehidupan yang baik...
dan kau punya kesempatan untuk ambil bagian.
Lalu membangun dunia bagi para kera?
Dunia ini sudah milik mereka.
Ada air panas dan pakaian bersih di kamar sana.
Kau akan merasa lebih baik setelah membersihkan diri.
Sebaiknya pikirkan cara agar kau berguna di sini.
Tetua yang terhormat...
harus tunduk.
Kita tak punya pilihan.
Kau harus terima.
Itu hukumnya.
Para Tetua tidak menjelaskan semua...
tentang dunia ini.
Mereka tidak menjelaskannya karena mereka tidak tahu.
Mereka tidak ingin mengetahuinya.
Kau berbeda.
Ayo.
Karena itu disebut pesta toga.
Kau manusia kecil yang lucu, Trevathan.
Hei, kemari.
Kemari, duduklah.
Silakan.
Pergi.
Pergi.
Hari yang indah, bukan?
Kalian berdua datang dari jauh.
Kera dan manusia...
bepergian bersama adalah...
petualangan yang menarik.
Kau Noa, bukan?
Selamat datang, Noa.
Pergi.
Mae...
apa kau tahu tentang konsep...
evolusi?
Itu istilah manusia, bukan?
Kemajuan yang kudambakan butuh waktu.
Waktu lama yang tidak kumiliki.
Sayangnya, aku hanyalah kera yang fana.
Karena inilah aku perlu mendapatkan pengetahuan di dalam kubah itu.
Aku percaya itu bisa...
membuat proses evolusi menjadi instan.
Noa.
Kau tidak mengerti.
Pada masa mereka...
manusia mampu melakukan banyak hal besar.
Mereka bisa meratakan gunung.
Mereka bisa berbicara melintasi lautan.
Mereka bisa terbang, Noa.
Seperti elang terbang.
Namun, sekarang kita akan mempelajarinya.
Kera akan belajar. Aku akan belajar, ya...
dari yang ada di dalam kubah itu.
Itu mustahil.
Tidak ada yang bisa masuk.
Mae.
Kera-Keraku bertemu dengan temanmu.
Aku yakin peta ini milikmu.
Begini, Noa...
sebelum dia bepergian bersamamu...
dan orang utan tua itu...
Mae bersama manusia lain.
Namun, sayangnya...
kera-keraku tidak menyadari nilai mereka...
jadi mereka hanya membawakanku mayat.
Aku tidak dapat berbicara dengan mereka seperti aku berbicara denganmu.
Aku tahu...
kau kemari untuk masuk ke kubahku.
Itu bukan milikmu!
Sekarang milikku, bukan?
Aku akan masuk ke dalamnya.
Tidak peduli berapa kera yang harus kukorbankan.
Noa.
Kudengar kau kera yang sangat cerdas.
Sangat cerdas.
Dia memperbaiki salah satu tongkatmu yang rusak, Trevathan.
Aku sangat membutuhkan kera yang pintar.
Sekarang, bisa kau katakan kepadaku...
apakah Mae pernah bilang cara untuk masuk ke kubahku?
Dia tidak bilang apa-apa.
Tidak bilang apa-apa!
Tidak bilang apa-apa.
Tidak bilang apa-apa.
Noa.
Ayo. Ikut aku.
Ayo.
Aku ingin perlihatkan sesuatu.
Ayo.
Ayo, Noa.
Katakan, apa yang kau lihat?
Klan yang dicuri.
Bukan klan.
Sebuah kerajaan.
Noa, kerajaan untuk kera.
Manusia tidak dapat dipercaya.
Di mana ada dua yang bisa berbicara...
pasti ada yang lain.
Mae kemari untuk mengambil alat di dalam kubahku.
Alat yang bisa membuat manusia kuat...
dan membuat mereka berbahaya.
Karena itu aku harus memilikinya lebih dahulu.
Ya?
Mereka tidak mengerti bahwa ini adalah waktunya kita.
Ini adalah kerajaanku.
Aku harus memusnahkan kaum mereka.
Kecuali kita ingin tinggal di dalam kandang lagi.
Ayo.
Ayo, Noa.
Mari kita makan.
Trevathan!
Ceritakan kami sesuatu.
Ceritakan kisah yang lucu.
Mereka tak akan datang.
Kenapa?
Karena Klan Elang...
sudah tidak ada.
Klan Elang ada di sini.
Kita di sini.
Di negeri Proximus.
Dan Proximus tidak membutuhkan elang.
Kau datang untuk mengoreksiku?
Aku mengoreksi diriku sendiri.
Aku berjanji kepada ayah...
akan membawa mereka pulang.
Aku gagal.
Klan Elang milik...
Proximus Caesar sekarang.
Itu hukumnya.
Namun, hukum itu salah.
Waktunya untuk pelajaran malam.
Ada baiknya kau hadir.
Kau tidak datang untuk Gema.
Kau tidak sendirian.
Maaf.
Kera-Kera Proximus menemukan kamp kami.
Mereka membunuh semuanya.
Aku hampir tertangkap.
Aku butuh bantuanmu.
- Aku takut. - Makin banyak kau bicara...
makin aku tidak percaya.
Aku salah tidak memercayaimu.
Kini aku tahu.
Aku memercayaimu untuk menolong dirimu sendiri.
Namun, itu bisa menolongku sekarang.
Aku punya pertanyaan.
Jika kau jujur...
mungkin akan kubantu.
Kau butuh apa di dalam kubah itu?
Itu...
seperti buku.
- Buku yang istimewa. - Maksudnya?
Istimewa?
Manusia kehilangan kemampuan berbicara.
Buku ini bisa mengembalikannya.
Sebuah buku bisa melakukan itu?
Buku yang ini bisa.
Raka berkata kera dan manusia...
hidup berdampingan.
Benar atau tidak?
Dahulu kera tidak berbicara.
Seperti Gema.
Dahulu manusia berkuasa.
Virus yang menyebar...
adalah buatan kami.
Itu membuat kera lebih cerdas.
Dan nyaris membunuh kami semua.
Kau tahu jalan masuknya?
Ya.
Pertanyaan terakhir.
Apakah air akan menghancurkan apa yang ada di dalam?
Noa.
Aku butuh bantuanmu.
Bantuan apa?
Pendakian.
Aku tidak bisa melakukan yang ini sendirian.
Kenapa?
Untuk membebaskan klan kita.
Anaya takut.
Soona, ini Mae.
Halo, Soona.
Apa yang harus kita lakukan?
Kita akan membutuhkan semua ini.
Ikuti aku.
Hati-hati.
Dayanya mengalir, bukan?
Ya.
Kau tak bisa melakukan pendakian sulit...
tanpa Anaya.
Halo, Gema.
Ini mudah terbakar.
Namun, dalam tekanan...
akan meledak.
Tahu dari mana?
Sial.
"Sial"?
- Bawa ke sana. - Baik.
Aku temani Anaya.
Lebih aman begitu.
Anaya! Berhenti.
Kau salah melakukannya.
Baik.
Kau menyukainya.
- Tidak. - Begini caranya.
Soona.
Kami lahir satu matahari terbenam.
Tidak. Anaya...
Dia akan membangunnya kembali.
Kau...
Kau punya kesempatan.
Aku memberimu kesempatan.
Namun, kau berkhayal tentang masa lalu yang tak akan kembali.
Dengarkan aku.
Trevathan, tempatmu bukan di sini.
Menurutmu ini sudah berakhir...
tetapi sebenarnya belum.
Tidak ada yang akan menyalahkanmu atas peristiwa di sini.
Ikutlah kami.
Kumohon.
Dia akan menguliti monyetmu hidup-hidup.
Dan kau...
Yah...
kau akan belajar.
Tidak.
Kumohon!
Kita harus pergi.
Sebentar lagi terang.
Katamu ada pendakian!
Mae, tunggu!
Mae!
Di sana!
Kita harus ke atas sana.
Sekarang kita mendaki?
Lebih mudah dari Sarang Tertinggi.
Mendaki terus.
Noa!
Sial?
Ya.
Tunggu. Hati-hati.
Anaya!
Noa, tempat apa ini?
Bau.
BAHAYA
Apa itu? Noa!
Noa! Apa yang terjadi?
Gema membangun semua ini?
TATA LETAK
SELANG DAN HIDRAN
Tunggu di sini.
Ibu!
KOTAK ARSIP
KUNCI KOMUNIKASI SATELIT
A B C BUKU BIOLOGI PERTAMAKU
Simbol-simbol ini punya makna.
Begitu banyak "uh" dan "ah" dari kandang monyet-monyet itu.
Jack melihat dari dekat. Katanya dia paling menyukai monyet.
Waktunya pergi.
Wah. Apa itu?
Ayo!
Kita harus bergerak cepat.
Pergi ke klanmu...
aku akan memicu peledaknya.
Noa, kau kera yang sangat berguna.
Kau memahami begitu banyak hal.
Namun, kau gagal memperhatikan...
satu hal yang paling penting.
Manusia tidak dapat dipercaya!
Klanmu datang untuk menyaksikannya.
Mungkin kau cukup bodoh...
untuk percaya kepada makhluk yang licik itu.
Namun, aku tidak.
Katakan, Noa...
antara sesama kera...
apa rencana Mae untuk isi kubahku?
Baik.
Apa pilihanmu?
Kau memilih manusia ketimbang kera?
Soona kecil yang manis...
atau manusia kotor itu?
Katakan rencanamu!
Tidak!
Aku mengerti.
Kau boleh pergi, Mae.
Kau boleh pergi.
Kau bebas. Katakan saja...
apakah masih ada benda seperti itu di dalam?
Mae?
Mae.
Tidak.
Kita tidak bisa.
Dia tidak boleh memilikinya.
Mae.
- Maafkan aku. - Mae!
Tidak!
Mae, tidak!
Mae!
Apa yang telah kau perbuat?
Mendaki.
Mendaki!
- Mendaki! - Tidak.
Tidak!
Noa!
- Soona! - Di belakangmu!
Mendaki!
Nak!
- Ibu! - Nak!
Ibu!
Ibu!
Dar!
Pegang dia!
Dar! Pegang tanganku!
- Ibu! - Dar!
Dar!
Dar, aku memegangmu.
Noa, bagaimana ini?
Lewat sini! Ayo!
Klan Elang! Mendaki!
Ikuti Soona! Ikuti Anaya!
- Lewat sini! Mendaki! - Ayo.
Mendaki!
Lewat sini!
Cepat!
Ikuti Soona!
- Cepat! - Ayo!
Ayo.
Cepat!
Mendaki, Soona!
Ini jalan keluarnya!
Cepat!
- Mendaki! - Noa!
Ibu, cepat!
- Noa! - Mendaki, Anaya!
- Soona, cepat! - Pimpin mereka!
Ayo! Mendaki!
Ayo!
Cepat!
Kau pikir bisa menghancurkan kerajaanku?
Kau pikir bisa menghancurkan jati diriku?
- Noa! - Biarkan dia.
Noa.
Kau punya potensi yang besar.
Kau harus berdiri...
agar kau bisa membungkuk untuk rajamu...
sebelum kau mati.
Kalian semua akan menyaksikan...
saat Noa membungkuk kepada rajanya.
Berdirilah.
Berdirilah!
Bagus.
Kera pintar.
Apa ini?
Trevathan tentu menyukai ini.
Cukup!
Cukup!
Mari kita pulang.
Dia datang!
Lembut?
Terlalu keras.
Terlalu keras.
- Sutra. - Bagus.
Noa.
Aku ingin berpamitan.
Proximus benar.
Manusia tak akan menyerah.
Sampai kalian mengambil semuanya...
untuk diri kalian.
Itu memang milik kami.
Silo itu adalah tempat manusia...
dengan benda-benda manusia dan gagasan manusia.
Bukan untuk kera.
Lalu, kera-kera harus bagaimana?
Perlu kami kembali diam?
Kami akan membangun kembali rumah kami.
Lebih baik.
Lebih kuat.
Dari yang telah kami pelajari.
Andai Raka di sini...
dia akan berkata bahwa Caesar-nya...
punya banyak pendapat mengenai ini.
Apakah dia benar?
Dapatkah kera dan manusia hidup berdampingan?
Entahlah.
Penting.
Sampai jumpa.
Ayo.
Perkecil sampai 20.
Titik lintang baru, 2.722.
Diterima. Perbesar.
Beri tahu aku hasilnya.
Ayo ke sini.
- Data sudah dikonfirmasi. - Tautan siap!
Menampilkan.
Kunci Enkripsi DITERIMA
MENERIMA SINYAL SATELIT
Halo.
Ada yang dengar?
Ayo.
Kau mendengarku?
Ya, halo?
Fort Wayne, Indiana. Kami mendengarmu!
Senang bisa mendengar suara orang lain.
Beri tahu posisimu. Di mana lokasimu?
Alih Bahasa: Nazaret Setiabudi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.