All language subtitles for The.Hard.Way.2019.NF.WEB-DL

ak Akan
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
br Breton
km Cambodian
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole Download
ha Hausa
haw Hawaiian
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish Download
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Itu. Kau lihat dia? Vic di sana. Ada di sana.

Hentikan mobilnya.

Cody!

Hei!

Ayo. Cody.

Cody, ayo!

Hei!

Cody!

Jangan bergerak!

Bangsat!

Sialan!

Cody.

Oh, sial.

Bertahanlah, Kawan.

Hei, ini aku.

Kau tertembak di mana? Seberapa parah?

Anterior vena cava, Bung,

Biar kulihat.

Astaga.

Lihat dia, Bung.

Dia membunuh gadis itu.

- Bajingan itu. - Hei, simpan tenagamu.

Sialan.

Lacy. Kau harus mengurus Lacy.

- Baiklah. Jangan cemas. - Ya.

-Jangan cemaskan dia. -Ya.

Kenapa bisa terlibat? Apa yang terjadi?

- Katakan. Apa yang terjadi? - Toro, Bung.

Toro.

Aku mengambil sesuatu darinya. Aku ambil sesuatu darinya.

POLISI

Apa maksudmu?

Bung, kita teman.

- Kita melakukan hal bodoh bersama. - Ya, benar.

Beri tahu John...

Beri tahu John aku tinggalkan sesuatu untuknya.

Apa? Di mana?

Beri tahu aku. Ayo, Cody, di mana?

John akan tahu.

John selalu tahu.

Cukup. Ayo. Kau sudah aku pegang.

- Beri tahu John... Bilang aku minta maaf. - Cukup.

Ini harus dengan...

cara yang sulit.

Bangsat.

Aku sudah memegangmu, Kawan.

Bangsat.

Bangsat!

HOUSE OF PAYNE - JAZZ PEMBUKAAN AKBAR

Di mana orang ini?

Namanya Ivo. Dari Ukraina.

Dia cukup bagus.

Tetapi dia akan kalah dalam enam langkah.

Ganti jadi empat.

Kau tahu, mulut tertutup tak dapat makan, ya?

Ya, kau. Apa yang kau pikirkan, Keponakan?

Bicaralah, lalu buang sampah

dan kunci pintu belakang seperti yang aku minta setengah jam lalu.

Ini hanya...

Aku besar mendengar cerita-cerita tentangmu.

Lalu aku melihatmu main catur dengan seseorang.

Itu tampak tak cocok dengan pakaian rapi,

golf dan catur yang Negro ini lakukan di depanmu?

Maksudku...

Afganistan, operasi khusus semua cerita gila Rambo Fallujah kulit hitam,

semua cerita petarung jalanan.

Dengar, orang-orang cenderung berlebihan

karena mereka merasa perlu percaya mitos.

Tetapi sebenarnya, aku bukan "Superman." Aku bahkan bukan petarung hebat.

Tetapi pamanmu, Cody. Dialah bajingan tangguh sebenarnya.

Kau akan lihat saat dia pulang pekan depan.

Lalu karena dia rekan baruku di bar,

kau akan mendengar kisah Paman Cody langsung.

Tetapi kini, kau perlu membuang sampah seperti yang aku minta

agar aku bisa memulangkanmu.

Karena aku tak mau dengar omelan kakakku

karena kau pulang telat.

Carmine tercinta kita kini tempat nongkrong hipster kulit hitam.

Tidak bisa! Tidak dalam pengawasanku.

Siapa pemilik tempat ini?

Begini saja.

Aku pengusaha.

Jadi aku tawarkan 20.000 di atas yang kau bayar,

kau berkemas, dan buka di Bushwick atau tempat lain

dan semuanya baik.

Setuju?

Tidak setuju.

Tuan-tuan, selamat malam, kami sudah tutup.

Hei, Keparat. Kau tahu siapa ini?

Tenang, Paulie, aku bisa.

Siapa namamu, Sok Tahu?

Payne.

Pas sekali.

Dengar, Payne, kurasa kau tidak paham.

Tempat ini yang disebut nilai sentimental dalam komunitasku.

Banyak orang hebat pernah minum, berdarah, dan mati di sini.

Sekarang kau ambil penawarannya

sebelum aku tarik kembali, dan menghajarmu.

Sekakmat.

Kau tahu...

aku memahamimu soal...

sentimental itu.

Kau tahu, aku paham derita seorang putra

yang ayahnya hampir dibunuh di bar yang belum membolehkan dia masuk.

Dan untuk putranya itu...

untuk tumbuh besar dan memiliki bar tersebut...

Begini...

pertama, kau harus menerima penolakan.

Kedua, kau sudah salah dengan mendorong keponakanku saat masuk.

Tadi aku akan membiarkannya

karena dia perlu sedikit ditempa.

Ketiga, aku dengar komentar soal kulit hitam itu, tidak bagus.

Melihat dari gaya jalan penjaramu dan bajumu yang berantakan,

kau pernah dipenjara.

Biar aku beri tahu beberapa perubahan

karena kau pernah dipenjara.

Keran air sekarang langsung keluar jika kau taruh tanganmu di bawahnya.

Kita punya presiden kulit hitam dan kulit oranye,

dan ini...

sudah bukan Carmine lagi.

Ya!

Jelas kau tak tahu sedang bicara dengan siapa.

Sedangkan kau jelas tidak paham betapa aku tak peduli dengan itu.

Jadi... aku beritahu tindakanku.

Aku akan mematahkan rahangmu.

Melumatmu sekalian dan melempar kalian keluar jendela

karena aku berpikir untuk mengganti jendela itu sekalian.

Aku akan menghajar si kurus Paulie ini belakangan

agar dia bisa beri tahu yang terjadi denganmu.

Itu setelah polisi melemparmu kembali ke penjara karena melanggar masa percobaan

karena pistol .380 yang kau bawa di pinggang kananmu.

Tetapi, hei...

kau pintar datang membawa pistol.

Tetapi kau membuat kesalahan.

Ya?

Apa itu?

Kau biarkan aku terlalu dekat.

Tangkap, Bangsat.

Kau Bajingan Berengsek.

Kau patahkan rahangku.

Tidak.

Tidak!

Katamu kau bukan petarung hebat.

Memang bukan.

Bertarung adalah saling bertukar pukulan.

Secara teknis ini bukan bertarung, jika cuma aku yang memukul.

Ambil sapu.

Polisi akan segera tiba.

Jika kau mengajarkanku bertarung, aku berjanji tak akan memberi tahu ibuku.

Sudah aku bilang aku tidak bertarung.

Paman Cody akan mengajarimu.

Payne.

Kapan?

Aku akan segera ke sana.

Terima kasih sudah menelepon, Arnold.

Paman Cody tak akan datang hari Senin.

BUKARES, RUMANIA

Tn. Briggs menunggumu di atas.

Pastikan semua terkunci di bawah.

Baik.

Arnold.

Tak menduga kau akan ke Eropa lagi, John.

Ya, aku juga tak menduga.

Ayo, akan aku tunjukkan.

Aku beri tahu pembaruan sejak terakhir kau kemari.

Ya, begitu.

Berapa lama kau tinggal?

Sampai aku makamkan Cody.

Kau butuh sesuatu, kami di sini.

Aku menghargainya.

Aku mengatur pemakaman untuk hari Kamis.

Blanche dan aku akan datang.

Dia masih bertahan denganmu selama ini?

- Ya. - Kasihan dia.

Kau tak membawanya pulang?

Dia akan minta untuk dimakamkan di sini bersama rekan tim lain, Arnold.

Kau harus tahu itu.

Hal-hal berubah, John.

Kau seharusnya tahu itu.

Ya.

Kau mengelola seluruh unit sekarang.

Bukan hanya unit itu saja. Aku juga pegang semua unit lama, John.

Aku mendapat seluruhnya.

Suasana berubah sejak kau pensiun.

AS, Israel...

Bahkan Inggris mau memutus kami. Untuk menutup kami.

Aku tak mau ada masalah denganmu juga.

Tak perlu mencemaskan aku, Arnold.

Ya, aku juga tak mau mengingat masa lalu.

Urus saja saudaramu.

Setuju?

- Tentu saja. - Bagus.

Jadi...

bisa beri tahu kejadiannya?

Dari mana aku mulai?

Cody! Kembali!

Gadis itu.

Dia adalah titik akhirnya.

Bahkan rekan Cody hampir putus asa padahal sering melihat hal buruk.

Cody?

Bangsat! Bertahanlah, Kawan. Bangsat!

Ya, Mason Bellows.

Ya, berbasis di Afrika. Prajurit bagus, tetapi tak bisa ditebak.

Tetapi penembak runduk yang mahir. Dia dan Cody tim yang hebat.

Jadi, dia bisa beri tahu apa soal investigasinya?

Hentikan, John.

Ayolah, Bung.

Mason dan Cody, anggota satuan tugas untuk menyusupi sindikat narkoba

yang berakar di Eropa Timur ini.

Sangat brutal.

Tetapi aku rasa mereka belum siap,

maka itu aku tugaskan ADS ke sana, agar aku bisa mengawasi mereka.

Lalu?

"Lalu"? Kau sudah pensiun, John.

Kau mengelola bar.

Biarkan tetap begitu.

Aku turut berduka.

Vali Bibescu. Kepolisian Bukares.

Aku bekerja dengan saudaramu. Cody pria yang baik.

Apa kalian dekat?

Sedekat tim satuan tugas. Aku, Mason, Cody...

Sayang, bisa menungguku di dalam?

Pergilah duduk di dalam.

Ya, tentu.

- Aku turut berduka. - Terima kasih.

Dengar, aku tahu latar belakangmu.

Semua di sini tahu latar belakangmu.

Antara mereka bekerja denganmu, atau Cody, atau kalian.

Ada sesuatu di balik kematian Cody.

Ini ada hubungannya dengan pembunuhan informan rahasianya.

Biarkan aku tenang dulu, tangani urusan Cody.

Aku mau bicara denganmu dan Mason segera.

Baik.

Terima kasih sudah datang, Vali.

Aku mau ucapkan turut berduka atas kehilanganmu.

Kau akan kembali ke New York?

Tidak, kurasa aku akan di sini sebentar.

Payne, aku di sana saat mereka menembaknya.

"Mereka"?

Ada banyak iblis di kota ini.

Kau tahu mereka di mana?

Ya.

Kau merasakannya?

Di angin?

Di udara?

Gerbangnya terbuka.

Iblis bangkit.

Tunggu aku di pintu.

Semuanya, kita masih dicari.

Sebaiknya kalian berjaga-jaga dan panggil aku jika ada masalah, ya?

- Oke. - Baik, Bos.

Siapa kau?

Sial.

Sialan.

Vali, ini aku.

Aku punya dua masalah untuk disingkirkan.

- Di mana kau? - Di Studio Frankie.

- Aku sedang menguntit Vig. - Sial.

Baik, tunggu aku di sana. Aku berangkat.

Ayo, Bung.

Aku harus ke pembeku. Untuk singkirkan dua masalah ini.

- Kita harus bertemu pagi-pagi. - Baik. Aku bisa bertemu pagi-pagi.

Juga bawa rekamannya.

Ini saatnya kita tunjukkan Briggs, buka ini seluruhnya.

-Baik. -Jaga dirimu, Vali.

Berhati-hatilah.

Apa yang kau lakukan di sini?

Kau baru saja melewatkan permainan yang seru

dengan adikku dan suaminya.

Maaf. Mason, urusan pekerjaan.

Jangan lupa kau harus antar mereka ke bandara pagi ini.

- Penerbangannya pukul 8.00 pagi. - Sial, aku sungguh lupa.

Jangan cemas, aku saja.

Juga putrimu sedang di tengah maraton mandinya.

Biar aku panggil, agar dia ucapkan selamat malam.

- Baik, aku biarkan kau yang urus itu. - Baik.

Roxy, turunlah. Kau sudah sejam lebih di dalam.

Aku segera keluar.

Tentu...

Baik, kau mau apa?

Tidak.

Kau tak seperti dirimu yang biasanya belakangan ini. Sejak Cody...

Kau tahu, aku tak pernah suka membicarakan pekerjaan terlalu detail.

Aku tahu.

Cobalah untuk menikmati sisa malam ini.

Baik. Akan aku lakukan.

Baik...

Aku tak tahu.

Lampu jalan mati entah mengapa.

Aku akan telepon balai kota.

Baik. Ada apa ini?

Hei, Vali. Tebak kami kemari untuk apa?

Di mana uangnya?

Di mana barangnya?

Susan, jangan!

Susan, jangan!

Sialan!

Tolong, tidak!

Ibu? Ayah?

Ada apa di luar sana?

Pastikan tak ada orang di atas.

Siap.

Ibu? Ayah?

Untunglah.

Ayo.

Bodoh! Berhenti!

Sial, Mason, apa-apaan?

Kau buat tempat ini penuh.

Bukan aku, Pak.

Di luar cukup berat.

Ini lebih besar dari yang kita duga.

- Ya. - Ini harus berakhir.

Aku mau kau tak beri tahu siapa pun, terutama Payne tak boleh tahu.

Pak, dia tahu hal ini, mungkin dia bisa membantu kita.

Dia baru kehilangan saudaranya. Dia sudah alami cukup banyak.

Ya.

Sial.

Aku mau kau langsung ke kantorku besok pagi.

Kau diam dulu malam ini.

Tutup dulu. Itu perintah.

Ya, Pak.

Persetan.

MASON

- Ini Payne. - Ini Mason. Kita harus bicara.

Kapan dan di mana?

- Hei, ada apa, Sayang? - Hai.

Hei, Smiley.

Halo. Aku minta wiski polos.

- Aku tahu kau turis. - Begitukah?

- Kau dari AS? -Tahu dari mana?

Aku? Namaku Monica.

Aslinya dari Slowakia. Datang ke Rumania untuk sekolah dan menetap.

Aku mau menjadi dokter...

berakhir menjadi penari.

Aku pernah dengar cerita itu.

Baiklah. Terima kasih untuk semua yang datang malam ini.

Silakan arahkan mata kelaparan kalian

ke panggung utama untuk acara berikutnya,

kami persembahkan Sky yang misterius dan Bidadari mungilnya.

Sepertinya ada yang punya masalah dengan Sky.

Hati-hati. Aku dengar dia ingin menjadi pengacara.

Ya. Aku pernah dengar cerita itu juga.

Ini aku.

Mason?

Aku memintamu sembunyi.

Aku tahu. Tetapi aku telepon Payne. Akan temui dia sekarang.

Hentikan. Aku memintamu untuk tutup mulutmu...

Aku tahu apa perintahmu, Pak.

Aku tahu, ini kakaknya Cody. Itu sebabnya kita bisa percaya dia.

- Mason... - Aku tak bisa lakukan ini sendirian.

Ini Mason, bukan?

Hentikan!

Bukan begitu?

Ya, Pak.

Bagus. Di mana kau akan menemuinya?

New York? Di sana kau sekarang?

Kenapa? Kau tak mau mantanmu tahu tempatmu?

Sayang. Sky...

New York tidak baik untukmu.

Ya.

Sayang, dengar... kau setangkai bunga.

Bunga tidak akan mekar di beton.

Ya, aku rasa kau benar. Aku suka di sini.

Kau tahu, tidak sesibuk dunia luar.

Kisah dongeng kita, aku merindukannya.

Ya.

Itu salahmu.

Kau biarkan aku terlalu dekat.

Oh, ya.

Hei, Sayang.

Di mana dia?

Baik.

Payne, terima kasih sudah datang. Senang jumpa denganmu.

Tunggu dulu, John. Kau kemari bukan untukku?

- Tentu untukmu. - Hei, aku akan tinggalkan dulu.

Tidak mungkin. Kau kemari bukan untukku.

Kau kemari urusan pekerjaan, bukan?

- Sayang... - Lupakan.

Lupakan. Bajingan Berengsek.

Masalah lama yang sama?

Hai. Ayo bersenang-senang.

Ayo.

Senang berjumpa denganmu.

Aku rasa kau kemari ingin tahu yang terjadi kepada adikmu.

Jadi, kau tahu apa?

Tidak cukup.

Mari kita mulai dari sana.

Jangan melawan. Ayo!

Ini mengenai seorang gadis.

Selalu begitu, bukan?

Ayo, cepat.

Ayo.

Beri aku semenit.

Aku mohon hentikan!

Tidak!

- Sky! Hei! Kau tak apa? - John!

John.

Kalian mendengarnya, bukan? Cepat keluar. Lepaskan dia.

John!

- Tidak! - Hei!

Tunggu giliranmu.

Hei.

Biarkan dia menjadi pahlawan, ya?

Uang yang mereka berikan untuk pergi dan diam.

Semoga harimu indah.

- Kau tak apa-apa, Sky? - Ya, aku baik-baik saja.

Hei!

Tidak berarti tidak, Bangsat.

Sekarang ambil barangmu, bawa bangsat tak berkuping ini

dan keluar dari sini.

Hei, Bung, kupingmu.

Astaga.

Tak apa.

- Kau tak apa? Bagaimana rasanya? - Aku baik-baik.

- Ya, aku baik-baik. - Baik, pulanglah, bersihkan dirimu.

- Aku akan menemuimu nanti, ya? - Baik.

- Pulanglah. - Baik.

Hei, kau tak apa, Bung?

- Aku hendak memeriksamu. - Ya, tak apa.

Ada yang mau meminjamkan kupingnya.

Ini Macalan 25 dari Luther, penjaga kami.

Terima kasih, Sayang.

Saat ini, hanya kau yang bisa aku percaya.

Sama.

Hei, dengar.

Aku dan adikmu sedang mengerjakan kasus Toro.

Semua di sana, Bung.

Saat ini hanya aku dan Bibescu.

Vali, ya. Aku bertemu dia di pemakaman.

- Dia mau bicara soal sesuatu. - Ada alasan yang bagus.

Dengar, Vali menemukan rekaman

seorang pelacur dibunuh oleh seorang bajingan Joe Vig.

Dia seorang capo di sindikat Toro.

Dia bajingan sadis.

Rekaman menunjukkan mereka memborgol

muncikarinya ke pelacur lain yang baru lepas masa remaja.

Si Bajingan sakit itu meledakkan mereka dalam rekaman.

Vali menunjukkan rekaman kepada adikmu. Cody tidak bisa terima.

Dia kejar Vig.

Itu, kau lihat dia? Vig di sana. Itu di sana.

Hentikan mobilnya.

Hentikan mobilnya.

Cody! Hei!

Berhenti!

Cody! Ayo!

Jadi di mana bisa aku temukan Joe Vig ini?

Di belakangku.

Baju merah.

Kau lihat si Gendut licin yang bicara dengannya?

- Tato? - Itu Frankie Fine.

Dia mengelola kelab untuknya.

Dia juga punya studio tari di Postei.

Joe Vig datang setiap Senin dan Kamis malam

untuk memeriksa penari baru yang Fine bawa.

Katanya mereka menggunakan penari sebagai pembawa narkoba untuk Toro.

Semua gadis di sini, penari, penyanyi, mencari jalan keluar.

Wajah baru dan segar yang bisa mereka pakai.

Adikmu bilang dia punya barang bukti

yang membuktikan bahwa Toro ada dibalik semua ini.

Katanya dia dikirimi barang bukti oleh Ash Polaski.

Masalahnya, aku pikir adikmu sembunyikan buktinya.

Aku terus mencari dan tak bisa menemukannya.

Halo!

Dengarkan.

Jika ada di antara para gadis di sini merasa sanggup untuk naik panggungku,

temui aku di sini di kelab kabaret.

Kami akan temui Briggs esok pagi. Aku dan Vali.

Kami akan menunjukkan rekamannya.

Ini.

Pistol Cody.

Aku harap kau lebih beruntung menemukan yang dia tinggalkan.

Dengar, Payne.

Sungguh, jaga dirimu, ya?

Sampai jumpa.

Sedang apa kau di sini, Pak?

Bagian mana dari sembunyi yang tak kau pahami?

- Sial. - Jadi apa ini?

Ajakan ramah tamah. Kau dan John melepas lelah?

Ya, kurasa itu, Pak. Benar itu.

Dan sejujurnya, aku mulai merasa

hanya aku yang berusaha memecahkan kasus ini.

Cukup!

Dengar, hal ini menjadi lebih besar dari kematian Cody.

Lebih besar dari yang kalian bisa bayangkan.

Kau paham?

Ya, Pak.

Ini Blanche.

Aku rasa kau harus angkat teleponmu.

Blanche.

Sudah aku bilang kasus ini mimpi buruk.

Blanche, aku tahu ini liburan. Kau pikir aku tak ingin di rumah?

Sebentar, Sayang.

Jangan mengujiku, Mason.

Aku kehabisan alasan malam ini.

Aku pulang, Sayang.

Kita di tim yang sama, Briggs.

Kita di tim yang sama!

Apa-apaan itu?

Sial!

Sial!

Oh, sial.

Di sekelilingmu...

Adik, tempat persembunyianmu tak pernah berubah.

Diska lepas USB. Bagus.

Kau tak punya urusan untuk buka mulut soal kami, Ash.

Aku pikir kita teman.

Tetapi Cody mengatakan hal berbeda.

Belum lagi kau buat Toro marah.

Kau melaporkan aku, Ash.

- Di mana uangku? - Aku mohon. Toro, aku mohon.

Cabut giginya.

Diam, Bodoh. Lidahmu hampir tercabut.

Aku belum sampai situ.

Ambil gigi taringnya lagi?

Baik. Diam dulu. Aku akan cabut gerahamnya!

Astaga, Bung.

Dengan gigi-gigi yang hilang, kau tampak seperti Jack Pembawa Lentera.

Aku jadi ingin menaruh lilin di mulutnya.

Maafkan aku.

Aku mohon, Toro.

Anggap ini peringatan pertamamu.

Lain kali, orang lain akan duduk di kursi itu membayar untuk Vig.

- Aku mohon, Toro! - Sudah cukup.

Tidak!

Kau sungguh mengecewakanku, Ash.

Adikmu bilang dia punya bukti

bahwa Toro ada di balik semua ini.

Katanya dia dikirimi barang bukti oleh Ash Polaski.

Aku mohon, Toro!

- Sudah cukup. - Tidak!

Tidak!

Kau tinggalkan apa di dalam ini.

Kata sandi.

HOUSE OF PAYNE MEMPERSEMBAHKAN

MASUKKAN KATA SANDI

Saat ini aku tak tahu harus percaya siapa.

Banyak hal terjadi,

aku masih cari tahu alasan mereka belum datang untuk membunuhku.

Aku memegang lima juta yang Ash Polaski ambil dari Toro.

Semuanya, untuk negosiasi bila saatnya tepat.

Sebelum tewas, dia beri aku kunci untuk sebuah kotak

yang disimpan di Mogooaia Palace sebuah kastel di pinggiran kota.

Pada situasi ini, satu-satunya orang yang bisa aku percaya adalah kakakku, John.

Aku sembunyikan kuncinya pada rekaman ini.

John...

Kau tahu harus berbuat apa.

Lima juta.

Selamat malam, Nona-nona.

Aku harap aku tak mengagetkanmu.

Joe, apa kabar?

Pria yang ada di kelab malam ini, meja belakang,

kalian tampaknya memberi perhatian yang amat baik.

Siapa dia?

Dia hanya pelanggan.

- Apa? - Dia hanya pelanggan...

Maafkan aku.

Apa aku menyakitimu?

Kau pikir aku bodoh?

Apa aku terlihat bodoh untukmu?

Aku bertanya satu hal sederhana.

- Joe, dia mantanku, dia datang untuk... - Untuk apa?

Menyelamatkanmu? Mematahkan tangan dan lengan?

Hanya pelanggan?

Kau berutang uang kepada kelab yang diambil dari pelanggan.

Ya.

Aku melihat semuanya.

Begitu pun kamera keamanan.

Sekarang, bicara kepadaku.

- Aku tak tahu apa-apa... - Tidak.

Begini, jangan berbohong kepadaku, Jalang!

Sky, lari!

Jangan di sini, Bung. Kejar mereka.

Ini akan menyenangkan.

- Sial! - Mason, apa-apaan, Bung?

Aku memberimu kuncinya, Bung.

Hei, bantu aku berdiri.

Sial!

Apa yang terjadi denganmu?

Seperti biasa. Ditabrak mobil, dihajar olehmu.

- Sial. - Harusnya kau ketuk.

Aku hampir membunuhmu.

Mengantrelah, banyak yang mencoba belakangan ini.

Sialan.

Apakah Joe Vig?

Tidak, dia masih di kelab saat aku pergi. Ini orang lain.

Orang lain?

Ya, keparat bertopi koboi, aku tak melihat wajahnya.

Toro, bukan?

Ya, pasti dia. Dia keparat dingin tak punya hati.

Kau cukup berantakan.

Kau mau bir?

Ya.

Sial.

- Kaki. - Ya.

Persis adikmu.

Bersulang.

Sial.

Payne, aku pikir mereka membunuh Vali.

Kenapa kau pikir begitu?

Katanya, kami akan bertemu pagi ini, dia tak datang.

Aku bisa menemuimu pagi-pagi.

Vali selalu datang, dia seperti itu.

Katanya dia akan membawa rekaman

tentang si gadis dan germo yang dibunuh.

Aku hubungi ponselnya. Nihil, Bung.

Rumahnya pun sama.

Dengar, Toro mencoba membunuhku dua kali.

Dia pikir aku sudah mati.

Vali seharusnya yang terakhir.

Tidak, ada satu lagi.

Aku.

Ceritakan soal Ash Polaski ini.

Ash? Ya, aku rasa.

Dia informan adikmu.

Setidaknya begitu sampai dia ditemukan tewas

dengan lubang di tempat bekas mulutnya.

Periksalah.

Baik. Kita punya apa?

Lihat ini.

- Itu Polaski. Dari mana kau dapat ini? - Dari Cody.

Ya, ini cukup untuk mendakwa Joe Vig,

tetapi aku menonton ini ratusan kali

dan tak ada apa pun soal Toro.

Ya, kita tak bisa mengidentifikasinya, suaranya disamarkan, dia...

Aku beri tahu,

dia si Keparat berengsek yang menabrakku.

Lihat topi konyol itu.

Sudah cukup.

Tidak!

Ya, aku tak pernah melihat adikmu seperti itu sebelum malam itu di parkiran.

Lihat ini. Begitu tak terkendali.

Mencari Vig.

Tetapi dia begitu bertekad. Kau tahu dia bagaimana.

Sial. Aku merindukannya.

Ya.

Cody pernah bicarakan soal istrinya?

Lacy?

Ya, Lacy Love, setiap saat.

Bagaimana dengan adiknya?

Tempat ini bagus.

Bisakah kita melihat ini sebelum kau kembali?

Ya, tentu.

Tetapi apa kau akan kesal kepadaku jika aku menunggu di sini?

- Tidak. Ya. - Ya? Baik, pergilah.

Senang kau mengajakku makan siang.

Aku juga.

- Aku akan berhasil di ujian sejarah. - Aku tahu kau bisa.

Dia mirip sepertimu.

Kau tahu aku siapa, bukan?

Berapa lama kau dan Cody...

Menikah?

Hanya sebentar.

Aku mencintainya.

Dia mau menyelamatkanku, tahu?

Ya, aku tahu.

Tetapi dari siapa?

MONUMEN BERSEJARAH

- Hai. - Hei.

- Aku mengenalmu. - Ya, benar.

Sejak kau sekecil ini.

- Ya, kini aku sudah besar. - Aku tahu itu.

- Kau bekerja dengan Paman Cody? - Ya, benar.

Kau baik-baik saja?

Ya.

Bagus.

Aku merindukannya.

Aku juga.

Frankie yang menyeretku ke dunia mereka.

Dia bilang jika aku tak membantu merekrut para gadis,

mereka akan menghancurkan siapa pun dan apa pun yang di sekitarku.

Joe Vig gila, tetapi Toro, dia iblis.

Setelah setuju aku baru tahu yang sebenarnya mereka lakukan.

Menyelundupkan narkoba.

Aku mau keluar, tetapi Vig menunjukkan dengan jelas

jika aku berhenti

mereka akan mengejar Erin.

Adikku 15 tahun, John.

Entah apa yang akan mereka lakukan terhadap gadis 15 tahun.

Apa ada tempat bersembunyi untukmu dan Erin?

Aku sudah pernah mencobanya.

Toro yang melakukan itu?

Bisa dikatakan begitu.

Vig yang memukul. Itu kegemarannya.

Mereka beri beberapa jam untuk temui Erin. Aku harus lekas kembali.

Ada pengiriman besar keluar.

Frankie sudah mendapat para gadis.

Kau harus jaga dirimu.

Ya.

Kau juga.

Terima kasih.

- Kau siap pergi? - Ya.

Baik. - Siap?

Ya.

- Kau tak apa? - Ayo.

Aku akan mengantarmu ke stasiun.

Tidak!

Saatnya membayar Vig.

Tidak, aku mohon! Jangan lakukan ini! Joe!

- Jangan lakukan ini! Joe, aku mohon! - Dah, Sundal.

Bagaimana rasanya melihat yang kau cintai menderita

sementara kau hanya bisa menatap layar tak berdaya?

Aku mohon!

Tidak!

Tidak!

Aku mohon!

Dua, tiga, empat, dan mulai!

Senyum. Senyum mendatangkan uang. Senyum.

Ayo, Semuanya. Bokong naik.

Seperti itu. Senyum.

Baik, aku mau kau merasa seksi.

Menjadi seksi.

Berputar, turun, dan...

Naik. Ya! Begitu.

Itu aksi terbaik, ya.

Joe Vig?

Joe Vig!

Apa-apaan? Ada apa ini?

Joe Vig?

Siapa kau, Bung?

- Joe Vig? - Tidak kenal.

Aku tak ingat siapa itu.

- Bagaimana sekarang? - Begini saja?

Bagaimana sekarang?

Bisakah salah satu dari kalian panggil keamanan, aku mohon?

- Bagaimana sekarang? - Aku hanya mengelola kelab.

Aku tak terlibat drama mereka.

Aku harap kau temukan apa pun yang kau cari di tempat lain.

- Mari kita jalan. - Tidak!

Keamanan! Sundal!

- Di mana dia? - Di atas! Dia membawa Frankie!

Tidak. Aku mohon, jangan pakai palu.

Tidak.

- Joe Vig? - Aku tak tahu apa-apa!

Joe Vi...

Vig di atas.

Aku bersumpah...

Ayo.

Sialan!

Cepat, waktu kita tak banyak!

Cepat!

Jangan tinggalkan apa pun.

Cepat!

Kau dengar aku? Lekas!

Kemas semua, langsung pindahkan.

Kemasi barang dan pindahkan sekarang!

Sialan! Kau menembakku!

Bajingan!

Jadi kau suka menyakiti wanita, Bangsat?

Kau pasti kesal soal Sky dan Monica.

Mereka meledak-ledak.

Pria tangguh, ya?

Pikirmu kau berani untuk kemari dan menangkapku?

Kau tahu betapa terlindunginya aku?

Kalian polisi akan mati.

Hanya saja kau belum tahu.

Bangsat.

Kau beruntung aku tak punya waktu untuk menyiksamu.

Ini lebih baik dari yang pantas kau terima.

Aku mohon...

Aku mohon jangan bunuh aku.

Aku hanya mengelola kelab.

Semua yang kau lihat di sini, orang itu memaksaku.

- Aku bersumpah. - Siapa?

Toro.

Jadi kau pernah melihatnya?

Dia datang sekali-sekali, tetapi selalu tertutup.

Suara anehnya itu...

Frankie Fine. Kau akan menuruti perintahku.

- Dia hanya kemari untuk Lacy. Tolonglah. - Lacy Love?

Orang itu terobsesi dengannya.

Dia tak akan melepasnya. Lacy akan memberitahumu.

Diam.

Pergi. Masuk ke sana!

Kau pacar Toro?

Apa?

- Tidak. - Katakan kepadanya.

Kau harus percaya kepadaku, John.

Aku cinta Cody.

Toro, dia gila. Dia pikir aku miliknya, dan aku tak akan...

Aku bersumpah kepadamu.

Baiklah.

Baik, aku bantu kau keluar dari sini, tetapi kau kenal Toro.

Jadi, kau atur pertemuanku dengannya, malam ini pukul 20.00

di Mogooaia Palace di pinggir kota.

Katakan kepadanya aku punya lima jutanya,

katakan Joe Vig sudah mati, Frankie Fine sudah mati...

Yang harus dia bawa hanyalah kau.

Katakan pertukarannya antara kau dan uang. Dia hanya mau datang dengan itu.

Sekarang katamu kau cinta Cody, ya?

Maka kau akan lakukan ini untukku.

Juga katakan kepadanya...

jika dia macam-macam denganku, aku akan mengirimnya pulang.

Hei.

Aku baru akan meneleponmu soal jamuan Natal pekan depan,

apa kau bisa datang?

Hei...

Arnold, aku butuh bantuanmu, Bung.

Aku baru atur pertemuan dengan Toro.

- Toro? - Ya.

Itu tak mungkin.

Dengar, aku menemukan sesuatu yang Toro mau.

Aku mau membuat kesepakatan dengannya tetapi aku butuh dukungan.

Ya? Begini, Arnold,

aku hanya mau berikan yang Toro mau dan membebaskan istri Cody.

- Hanya itu saja yang aku mau. - Toro tak berkaitan dengan kematian Cody.

Kau mencampur dua hal berbeda.

Semua hal dengan Lacy Love dan... Akuโ€ฆ

Arnold, aku hanya butuh bantuanmu.

Hanya kau dan anggota ADS lama

untuk melindungiku sementara aku lakukan pertukaran.

Kau boleh ambil penghargaannya setelah Toro tertangkap.

Aku hanya butuh dia keluar. Itu saja. Itu kesepakatannya.

Briggs tidak ikut. Hanya ada kita.

Kau yakin sudah siap?

Cody sudah mati, Payne.

Tim sudah mati.

Hanya kau dan aku, jadi, ya, aku siap.

Kapan dan di mana?

Berapa banyak bangsat yang bisa aku bunuh?

Mogooaia Palace.

Istana kuno yang mengakar pada sejarah di daerah ini.

Dibangun di atas sebuah lubang di tanah yang mereka sebut Gerbang Neraka.

Lubang yang begitu dalam, tak ada yang bisa melihat dasarnya.

Sejak itu mereka bilang manusia hewan terlihat keluar dari sana,

dan makhluk bersayap hitam terbang di daerah sekitarnya.

Jika ini gerbang ke nereka, ini saatnya menutup gerbangnya.

Payne. Aku bisa melihatmu, kau aku lindungi.

Kau temukan tempat tinggi?

Ya.

Payne, ada kendaraan datang.

Dua van dan satu mobil.

Mereka berpencar.

- Mereka mengepung kita. - Ya, sudah kuduga.

Terus kabari aku.

Satu van pergi ke arahmu. Kehilangan visual dari yang dua.

Bergerak.

Periksa posisimu. Siap?

Baik. Dua pemain lain terlihat. Berhenti di dekatmu sekarang.

Sekitar enam berdiri di halaman.

- Aku perlu kau tandai untukku. - Ya.

Payne...

Toro.

Payne, aku ketahuan.

Bergerak.

Payne!

Kau mau berurusan denganku? Aku di sini.

Aku membawa pelacur adikmu, seperti kau minta.

Aku tahu kau di sana, di antara para mayat.

- Ada sesuatu di tembok luar? - Negatif.

Bergerak ke selatan istana.

Diterima.

Kau di sana, Payne?

Di antara para mayat?

Kuburan yang pas bagi John Payne yang berjalan di antara mayat.

Kau tahu itu, John?

John Payne berjalan di antara mayat.

Kau tahu itu?

Bagaimana kau tahu itu, Toro?

Pengecut! Keluar!

Masih belum ada tanda-tandanya. Tembok luar aman.

Tunggu, Pak. Kami temukan sesuatu.

Kami menemukan penembak di mezanin timur laut.

- Kau sudah siap? - Payne, aku sudah membidiknya.

Beri aba-aba.

Payne! Kau mencariku dan aku datang.

Tembak dia.

Ini untuk keluarga.

Sial.

Ini untuk Monica.

Kau tak bisa sembunyi, Bangsat.

Itu untuk Vali.

Ini untuk keluarganya.

Terlambat untuk kabur.

Sial.

Baiklah, Toro. Mari lakukan ini.

Di mana uangku, Payne?

Ada di kapel. Lepaskan dia dan aku akan mengantarmu.

Ada di koper. Lima juta euro.

- Sialan. - Lepaskan dia.

Aku akan tunjukkan tempatnya.

Bagaimana aku tahu kau tak bohong soal isinya?

Aku dapat uangnya, kau dapat wanitanya.

Aku sudah pancing dia. Kau sudah membidiknya?

Aku membidiknya.

Aku sudah membidikmu, Bangsat.

Pak, penembak sudah ditemukan.

Akhirnya. Habisi mereka berdua dan selesaikan ini.

John, awas!

Lacy!

Briggs.

Temanmu sendiri.

Ada musuh di kirimu.

Payne.

Sudah selesai.

Lemparkan senjatamu ke lubang.

Trik yang bagus, Arnold.

Di mana kopernya?

Jadi...

apa ceritanya sekarang, Arnold?

Tak perlu ada cerita, John. Aku sudah selesai.

Semua sudah mati. Termasuk Lacy.

Aku akan ambil lima jutaku dan menghilang.

Sekarang, berikan kopernya.

Kau akan menghilang, itu pasti.

Kau tahu, aku sudah tahu bahwa itu kau.

Kau tahu sejak kapan?

Topinya lucu.

Tetapi tak banyak orang punya pistol 1911 bergagang mutiara

dengan emblem unit lama kita.

Tak terlalu pintar, Arnold.

Apa yang kau pikirkan?

Kau pikir kau akan hilang begitu saja? Menurutmu bagaimana akhirnya?

"John 'Sang Legenda' Payne tewas saat beraksi."

"Toro menghindari polisi."

"Mengesalkan, karena aku sudah hampir menangkapnya."

Sekarang kemarikan, Payne.

Mencariku?

Ya. Aku akan membelahmu seperti Vali.

...seperti Vali.

Ini yang akan kita lakukan.

Geledah rumah Vali.

Temukan saja uangku.

Kenapa kau melakukannya, Arnold?

Kau membuat seluruh unit berputar-putar tanpa hasil.

Kau bisa memindahtugaskan semua orang.

Kenapa tak lakukan itu? Kenapa bunuh mereka?

Kenapa Cody?

Lacy mencintainya.

Aku mau dia mencintaiku.

Sederhana. Cody harus mati.

Itu bukan bisnis. Itu, Temanku, murni urusan pribadi.

Bagaimana dengan keluarga Vali?

Anak-anaknya?

Berikan aku kopernya!

Mereka semua harus mati

karena obsesimu dengan wanita yang tak bisa kau miliki?

Semua hanya pion, John.

Aku lelah menjadi pion permainan orang lain.

Aku putuskan membuat sendiri.

Jangan merepotkanku harus hapus darah dari koper

dan berikan aku kopernya.

Itu untuk Cody, Bangsat.

Cukup! Berikan aku koper jahanam itu!

Aku tahu yang akan terjadi.

Kau akan coba menembakku, tetapi itu tak akan hentikan...

Lalu...

kita akan bertarung.

Ini tak akan berjalan sesuai maumu.

Lalu...

Aku akan membuatmu membayarnya.

Untuk Sky, Monica, Lacy, Vali,

keluarganya, dan Cody,

dengan hidupmu yang menyedihkan.

Ya, itu benar. Kau seharusnya memeriksa pelurumu.

Sebelum itu,

Kau harus mengubah kombinasi brankasmu.

Kau membiarkanku terlalu dekat, Arnold.

TIGA PEKAN KEMUDIAN

Aku akan segera bersamamu.

Silakan duduk di mana saja.

Bisa aku ambilkan sesuatu?

Halo, Adina.

Aku Adina.

Smith.

Jangan sampai tertukar dengan Adina yang bekerja sif malam.

Itu bagus.

Ya. Dokterku bilang ini terapi yang bagus.

Kau tahu, pergi keluar, bicara dengan orang.

Berinteraksi.

Itu bagus. Aku akan ingat itu.

Tadi kau bilang dokter, apa yang terjadi denganmu?

Kecelakaan.

Kecelakaan mobil.

Suamiku akan membunuhku

jika dia dengar aku memberikan semua informasiku.

Terdengar seperti pria pintar.

Itu benar.

Tetapi dia meninggalkan hadiah.

Wow.

Jadi, bisa aku ambilkan sesuatu?

Aku minta kopi saja.

Baik.

Adina, boleh aku pinjam penamu?

Tentu, John.

Aku akan kembali dengan kopimu.

Baiklah.

Lacy...

semua akan baik-baik saja, tak lama lagi.

Aku akan kembali untuk pesananmu.

Jika kau datang ke New York,

carilah aku.

Tempat yang dulu bernama House of Payne...

kini bernama...

Cody's.

Sampai nanti.

John.

Cody tentu menginginkan itu.

Ya. Kini sudah selesai.

AKTA PERAMANATAN ANTARA JOHN PAYNE DAN ERIN ADINA PAYNE

Jadi, kau akan tetap tinggal?

Aku sedang memikirkan itu. Kau?

Tidak. Aku mencari kedamaian dan ketenteraman di bar milikku.

Benar.

Kini aku tahu tempat bir gratis saat di New York.

Ya, tentu.

- Apa? - Damai dan tenteram?

Aku dengar kau mendekorasi ulang bar

dengan dua begundal sebelum kemari.

Zito bersaudara.

Aku tahu.

Aku dengar satu kau pukul pakai pistolnya sendiri,

yang lain kau lempar keluar jendela

karena kau sekalian mau ganti jendela.

Favoritku, kau memberi tahu mereka bagaimana kau akan hajar mereka

sebelum kau hajar mereka.

Apa kau ingat itu?

Kau tahu, orang-orang cenderung berlebihan

- karena mereka punya... - Ya, aku tahu.

Berkelahi. Adalah pertukaran keras dari...

Dengar, Bung.

Damai dan tenteram omong kosong.

Kau mau bir atau tidak?

Jadi, ADS memintaku mengambil alih dari Briggs. Kau percaya itu?

Ya?

Aku rasa jika kau lelah menyajikan minuman, hubungi aku.

Terjemahan subtitle oleh Rio Wibowo

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.