All language subtitles for Nonton Film The Monkey King 3 (2018) Subtitle Indonesia XX1

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

D

Di

Dit

Dite

Diter

Diterj

Diterje

Diterjem

Diterjema

Diterjemah

Diterjemahk

Diterjemahka

Diterjemahkan

Diterjemahkan

Diterjemahkan o

Diterjemahkan ol

Diterjemahkan ole

Diterjemahkan oleh

Diterjemahkan oleh

Diterjemahkan oleh m

Diterjemahkan oleh ma

Diterjemahkan oleh mah

Diterjemahkan oleh mahs

Diterjemahkan oleh mahsu

Diterjemahkan oleh mahsun

Diterjemahkan oleh mahsunm

Diterjemahkan oleh mahsunma

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Diterjemahkan oleh mahsunmax

Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang

Selama 500 tahun setelah malapetaka si Raja Kera di surga

Dewi Welas-asih mengumumkan titah sang Buddha.

Dan menunjuk Xuanzhang, seorang biksu kecil dari Chang'an

untuk pergi ke Barat

dan mengambil kitab Buddha.

Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang

Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang

Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang

Tempat apa itu disana?

Kudengar dari pak tua mengatakan, itu disebut Gunung Berbatas Ganda.

Dulu disebut,

Gunung Lima Unsur.

Gunung Lima Unsur?

SI RAJA KERA 2

Biksu suci! Biksu suci!

Turunlah sekarang!

Tunggu, tunggu dulu!

Apa yang harus kita lakukan pada kuda putih itu? / Lalu bagaimana menurutmu?

Kau berbadan tegap. Kenapa tak kita selamatkan dia?

Kami pergi saja, dan kau berhati-hatilah.

Tuan Macan.

Kuda ini punya cerita yang mengharukan.

Dia dulu kuda kerajaan,

tapi sekarang dia dalam perjalanan panjang dan sulit bersamaku.

Dia punya keluarga, seperti dirimu.

Jadi mengapa tidak...

Sebelah sini!

Yang kumaksud dirimu!

Siapa kau?

Lepaskan kain kumal itu!

Ya, yang itu!

Tapi... / Lepaskan saja!

Tapi aku melihat ada tulisannya!

Jika kau tak ingin menjadi santapan si macan, lakukan saja!

Tongkat Emas...!

Bocah nakal!

Bagaimana kabarmu selama ini?

Jadi kau orangnya, huh?

Yah, kurasa bukan.

Sang Dewi menyuruhku untuk pergi bersama biksu untuk mengambil kitab suci.

Aku khawatir kau keliru, tuan.

Aku dari Dinasti Tang yang Agung di Timur...

Dinasti Tang yang Agung di Timur...

Jadi kau memang benar orangnya.

Karena Sang Dewi juga berkata begitu,

aku tak punya pilihan lain kecuali mengawalmu ke Barat.

Mengawalku?

Apakah itu perlu?

Bicara lebih keras!

Aku tak butuh pengawalanmu!

Kau dengar dia, Dewi?

Dia yang tak berkenan, bukan aku yang menolak.

Maka aku pergi saja.

Botak!

Apa ini?

Kenapa aku tak bisa melepasnya?

Sang Dewi yang memberikan ini padaku. Aku juga tak tahu.

Botak! Sekarang!

Lepaskan ini dariku!

Tetap diamlah.

Ada kata-kata yang tertulis disini.

Jangan bergerak. Aku tak bisa lihat tulisannya dengan jelas.

Oh, ini bahasa Sansekerta.

Sepertinya aku tak boleh sekedar membacanya. Aku harus menyanyikannya.

Ayo! Cepat!

Tuan! Bisakah kau menahannya?

Mungkin ini akan terlepas jika kau bisa menahannya sebentar.

Hentikan nyanyiannya...

Manjauhlah! Aku akan melompat jika kau terus memaksaku.

Mau mati?

Tak akan semudah itu.

Apa yang kau inginkan sebenarnya? / Lepaskan gelang emas di kepalaku ini sekarang!

Kalau tidak, aku akan jadi gelang yang bisa mencekikmu.

Sudah kukatakan aku tak tahu cara melepas gelang itu.

Wukong, biksu muda yang disini bersamamu,

dulu adalah seorang bocah yang bernama Jengkrik Emas, pengikutnya Buddha.

Hari ini, dia telah menjadi gurumu.

Kau harus melindungi dan menghormati dia.

Hanya sampai hari ini kau mengambil kitab suci dari Biara Guntur

yang akan melepas gelang emas kepalamu.

Tidak ada pilihan lain.

Aku akan ambil kembali kitab suci bodoh itu.

Sang Dewi belum selesai...

Awan Jumpalitan.

Dalam satu denyut jantung.

Dimana biara itu?

Tuan?

Sang Dewi menyuruhku untuk memberitahumu.

Tak mungkin terbang kesana dengan satu lompatan seperti ini.

Setiap penderitaan dalam perjalanan ini telah ditakdirkan.

Setiap langkah adalah sebuah latihan spiritual.

Dengan inilah hidup begitu luar biasa.

Berjalan selangkah demi selangkah itu begitu luar biasa, yah?

Yah, sangat luar biasa. Menakjubkan.

Hey Dewi, dimana kamu? Halo?

Tuan. Sang Dewi sangat sibuk.

Lebih baik jangan ganggu dia.

Ayo menyingkir!

Oh tidak, apa kau serius?

Beraninya kau memakan kudaku?

Longgarkan!

Bukankah ini luar biasa?

Jika ini sepenuhnya selalu sangat luar biasa,

kita bisa berbagi perjalanan ini bersama.

Kau telah memakan kuda kami. Aku harus dapat balasannya.

Kak Monyet.

Kenapa kau ini? Naiki saja kudanya.

Jangan harap aku mau menggendongmu.

Tuan, lain kali kau mungkin tak harus membunuh.

Haruskah kita bicarakan dulu sebelum kau lakukan itu?

Tak mungkin. / Mengapa kau tak naik kuda?

Terbang sangat melelahkan, bukan? / Bisa tidak kau diam?

mahsunmax

Sekarang sudah larut malam. Siluman Tengkorak-Putih keluar untuk menculik anak-anak.

Ayah, tak takut sama sekali.

Itu betul.

Berapa yang kita peroleh hari ini?

Aku lihat dulu. / Baik, sudahlah. Mari kita tutup.

Ya.

Ratu Tengkorak-putih.

Jangan ambil putriku. Jangan!

Mohon jangan diambil dariku, tolong!

Kumohon jangan diambil dariku, kumohon!

Sayang!

Di larut malam begini,

masih belum tidur?

Lancang sekali kamu!

Setelah banyak berbuat jahat,

kau tak bisa selalu "mengkambing-hitamkan" aku.

Untuk suatu kesalahan besar.

Sekarang, apa yang harus kulakukan?

Ratu, mohon ampuni aku.

Aku berjanji tak akan mengulanginya lagi.

Aku berjanji juga, bila kau tak mengulanginya lagi.

Kami tak bisa melawan titah raja kami.

Oh benarkah?

Lalu kau mau melawanku?

Kau takut?

Lalu kenapa tak pulang saja?

Aku harus mendapatkan kitab suci hanya karena aku merasa takut.

Takut tentang apa itu?

Kebenaran.

Kebenaran tentang dunia ini.

Biksu, hanya ada satu cara,

untuk mengetahui tentang kebenaran.

Yaitu dengan Mata Apiku.

Bukankah itu menyeramkan?

Cabul! Cabul!

Dasar cabul!

Bocah nakal!

Temanku,

aku harus bilang monyetmu tubuhnya memang bagus.

Tapi dia cuma terlihat... sangat jelek.

Kau bukan gurunya monyet.

Kau pengambil kitab suci.

Ya, memang. / Sampai juga kau akhirnya disini.

Kakak Sha!

Bajie!

Bagaimana bisa aku setampan ini?

Lancang sekali kau, siluman babi!

Jangan campuri urusanku!

Bisa nggak kau hentikan?

Bisa nggak sih kau berhenti? / Baik?

Apa kau iri karena...

...penampilanku lebih keren darimu?

Kenapa kau menubrukku?

Maaf kawan.

Oh astaga.

Jangan menghalangiku.

Hentikan! Hentikan!

Aku berhenti, sungguh.

Aku sangat imut, apa aku salah?

Satu persatu, kau lebih dulu, Babi!

Kami berdua sedang menunggu pengambil kitab suci.

Dibawah bimbingan Dewi Welas-asih.

Kami harus melindungi dia sebagai pengikut sepenuhnya.

Namaku Zhu Ganglie. Aku telah bersumpah pada sang Dewi akan menghindari makan daging.

Kakak Monyet, kau juga boleh memanggilku Bajie.

Namaku Sha Wujing.

Apa kalian tahu siapa aku?

Raja Kera Tampan dari Gunung Bunga dan Buah.

Lalu kenapa kalian masih berbohong?

Dalam 3 kalimat,

jika kalian tak bisa membuktikan yang kalian ucapkan,

akan kubantai kalian! / Jangan!

Setiap kata yang kami ucapkan adalah benar. / Yah.

Itu yang pertama.

Apa ini masuk hitungan? / Yang itu juga dihitung.

Tuan Pengambil Kitab Suci!

Jangan!

Wukong, hentikan!

Mereka ini monster.

Apa kamu bukan?

Jangan halangi aku. / Jika kau memaksa.

Dorong saja aku kesini.

Guru...

Wukong? Aku sudah bunuh orang.

Ada orang yang mengawasi kita.

Ratu, biksu itu hampir sampai kemari.

Apa kita harus merayakannya?

Kenapa kau ini?

Biksu ini makanannya Ratu.

Berapa kali harus kukatakan padamu?

Aku butuh bunga segar.

Dasar kau ini "penjilat" yang bodoh.

Ratu berusia ribuan tahun, menyimpan dendam yang mendalam.

Semua makhluk hidup di tangannya,

akan menderita bagai di neraka.

Apa kau sudah hidup cukup lama?

Ratu, aku salah.

Apa maksudmu "bagai di neraka"?

Akulah neraka.

Dalam waktu 3 hari, akan menjadi reinkarnasimu, Ratu.

Jika kau bisa memakan biksu pada saat itu,

kau tidak butuh siklus itu lagi.

Jadi kau akan menjadi siluman selamanya, Ratu.

Masih 3 hari lagi...

Aku akan menyergap dan bawa dia kesini.

Tak perlu buru-buru.

Biarkan aku bersenang-senang dulu.

Wujing, ini mulai malam.

Mari kita cari tempat beristirahat.

Sekarang berkabut.

Guru, kemana jalannya?

Wujing, sebuah kitab suci mengatakan,

menjadi terperdaya, Buddha adalah tiap orang.

Saat tersadar, tiap orang adalah Buddha.

Bahkan bila matamu terbuka lebar,

kau tetap tak bisa melihat jalannya.

Kau harus membuat suatu jalan selangkah demi selangkah.

Kau mengerti?

Lihat.

Inilah caranya hidup itu luar biasa.

Dimana Bajie?

Biksu, sangat berbau siluman disini.

Kau tetaplah disini. Aku akan memeriksanya.

Ada orang di dalam?

!!

Monster!

Manusia? / Monster!

Jangan panik. / Jangan mendekat!

Guru, kakak Bajie berteriak-teriak.

Berhenti! Aku berbeda dengan yang ada di kandang-kandang.

Monster! / Aku ini hewan jinak!

Kumohon, kami tak melakukan perbuatan jahat.

Jangan sakiti kami.

Silahkan berdiri.

Lekaslah berdiri.

Amitabha.

Aku khawatir kau telah salah paham.

Kau kira si pengikutku ini penampilannya agak ku...

kurang masuk akal. Tapi dia cukup jujur.

Kami berempat hanya sekedar lewat.

Kami hanya memohon makanan sekedarnya.

Terima kasih.

Kalian berempat...

Dan aku, Sun Wukong.

Sungguh berbau siluman disini.

Kenapa kau tinggal disini?

Aku sudah terbiasa begini.

Mulai banyak angin.

Apa kalian lapar?

Ayo cepat, disini banyak angin. Guru, ayo masuk, ayo.

Silahkan masuk...

Ayo. / Ya, Guru.

Letakkan pisaumu...

Masaklah apapun yang kita punya.

Silahkan duduk.

Kakak Sha, air.

Kakak tertua, air.

Aku butuh yang dingin.

Air dingin?

Tiuplah untuk mendinginkannya.

Benar sekali.

Apa gadis-gadis itu putrimu?

Rumahmu cuma butuh seorang anak menantu, disini.

Bajie. / Guru.

Aku sedang melakukan perbuatan baik. Mohon tenanglah.

Tuan biksu, mohon biarkan kami.

Jangan khawatir, aku tentu bisa memberikanmu kehidupan yang bahagia.

Wajah babimu,

akan membuat mereka takut.

Sekarang bukan masalah?

Anak muda.

Enak sekali.

Bukan masalah.

Aku akan sangat sangat mengasihimu.

Sayangku, aku datang.

Wujing. Terus awasi dia, buka matamu lebar-lebar.

Buka mata lebar-lebar... Seperti ini?

Ya, ya, seperti itulah.

Kurasa ada masalah dengan matamu.

Ada sungai kecil disana.

Cucilah matamu disana.

Yah, Wukong.

Jika matamu agak kurang baik,

cucilah agar kau merasa nyaman.

Cuci dulu matamu.

Duduklah.

Kau tak boleh melangkah keluar lingkaran ini sampai aku kembali.

Wukong, lingkaran ini kecil sekali.

Cukup besar.

Wukong, sungguh ini kecil sekali.

Kedua sayangku...

Keluarlah.

Sayang-sayangku.

Sayang...

Tak ada siapa-siapa disini, jangan takut.

Kakak Bajie!

Kakak Bajie!

Kulihat ada kegelisahan di wajahmu, Nyonya.

Karena karma kebaikan dan kesengsaran telah ditakdirkan,

mengapa kau khawatir dirimu sakit, Nyonya?

Saat aku berusia 16 tahun,

aku dipaksa menikah dengan bangsawan.

Setahun kemudian,

kelaparan melanda tempat itu. Banyak orang yang mati.

Ada kabar burung,

bila aku membawa bencana ke desa mereka.

Aku terlihat seperti siluman.

Penduduk desa meninggalkan aku di jurang yang sepi,

agar burung bangkai memakanku,

untuk menghormati para dewa.

Tapi kemudian, aku selamat.

Jadi kau bisa katakan,

waktu yang berlalu bukan semestinya suatu penyembuhan yang baik.

Penderitaan berasal dari sikap keras kepala.

Sebenarnya penderitaan itu seperti

lingkaran kecil ini.

Kelihatannya sulit untuk diatasi.

Tapi, selama kau punya keberanian melangkah ke depan,

penderitaanmu akan lenyap.

Karena aku bisa melakukannya sendiri, kau tentu kau juga bisa.

Kau tak bisa berpura-pura di depan mataku,

dengan penyamaranmu.

Guru. / Nyonya?

Nyonya.

Kau telah membuat dia ketakutan.

Mau lari? / Wukong...

Keluarlah...

Aku yakin akan segera menemukan kalian.

Kakak tertua telah membunuhnya...

Nyonya?

Nyonya.

Kau telah sadar?

Kakak tertua.

Dia terbang menjauh.

Dia mati.

Ini kesalahan murid pertamaku.

Dia sangat salah, telah membuatmu ketakutan.

Aku akan tetap membimbing dia dalam kebaikan tentunya.

Guru, tolong aku...

Guru, si monyet telah membunuh 2 gadis itu.

Kakak tertua.

Kalian berdua, diamlah! / Tolong aku! Guru...

Hentikan!

Dasar makhluk jahat.

Telah 3 nyawa. Kau berdosa telah banyak membunuh.

Mereka adalah para siluman.

Beraninya kau berdalih?

Kau punya kekuatan untuk menghancurkan alam semesta,

jika kubiarkan kau berdalih seperti ini.

Ini akan menjadi bencana pada dunia.

Ini bukan urusanmu!

Si monyet itu terlalu sakti.

Ratu, monyet itu cukup jadi masalah.

Masalah?

Aku paling menyukai...

...masalah.

mahsunmax

Wukong...

Wukong...

Wukong, aku tak punya pilihan lain untuk melakukan itu.

Apa kau tetap menggunakan mantra ini untuk mengendalikan aku?

Selama kau tak membunuh yang tak bersalah,

aku tak akan menggunakannya lagi.

Mengapa kau menolak untuk percaya jika mereka itu siluman?

Kau dan aku sungguh serupa.

Kita hanya mempercayai apa yang terlihat di mata kita.

Sekarang aku mengerti sebabnya, sang Buddha menyatukan kita dalam perjalanan ini.

Wukong, lihatlah tasbih doa ini.

Kayu Rose dari tenggara, dan kerang besar dari selatan.

Tapi mereka terikat bersama dengan satu tali.

Seperti kau, aku, Bajie dan Wujing.

Yang menyatukan kita bersama adalah...

perjalanan 36.000 mil ini demi kitab suci.

Kau mungkin tak percaya dengan yang kulihat.

Tapi aku berharap, kau mempercayai bila...

setiap kali kunyanyikan mantra itu

aku merasakan penderitaan yang kau rasakan.

Yang putih itu agak besar,

pasti itu Bajie.

Siluman Tengkorak-Putih mengambil putriku.

Adakah orang yang bisa menyelamatkannya?

Selamatkanlah anakku?

Yang Mulia, Pendeta Tang dan orang-orangnya telah memasuki negeri kita.

Mereka saat ini di kota.

Sambut mereka dengan ramah.

Rasanya manis! Ayo minum!

Yang Mulia, apakah itu lukisan

tentang monster yang kabarnya ada di kota?

Benar sekali.

Pada jaman dulu,

Kerajaan Awan hidup dengan makmur.

Semenjak ada Siluman Tengkorak-putih ini masuk

dia melakukan semua kejahatan dan telah menculik anak-anak tak terhitung jumlahnya.

Dia memakan anak-anak kecil ini.

Dengan nutrisi dari alam, dia bisa memperbaiki tenaganya.

Dia menggantung anak-anak dengan kurungan di Goa Bulan-Berair-nya.

Ada tangisan anak-anak menggema sepanjang tahun.

Aku bisa dengar tangisan mereka kapanpun aku menutup mataku.

Amitabha.

Pasti ada cara untuk mengusir siluman ini.

Biksu suci.

Yang Mulia.

Bersediakah kau membersihkan rakyatku dari kejahatan iblis.

dan mengusir Siluman Tengkorak-Putih ini?

Aku hanya berharap bisa hidup lebih lama

untuk mendengar sekali lagi tawa dari anak-anak kami.

Mohon berdirilah, Yang Mulia.

Semuanya, mohon berdiri.

Jagalah Yang Mulia!

Aku sungguh menyukai cerita dongengmu.

Ayo ulangi.

Teruskan ceritamu.

Apa kau akan menolong gosip lama itu untuk mengusirku?

Aku hanya ingin memintamu untuk berubah menjadi baik.

Baik, kau bisa membantuku

dengan membiarkanku memakanmu, karena sekarang aku lapar.

Makan saja dia kalau kau bisa!

Tapi aku hari ini vegetarian.

Aku kesini untukmu.

Mari kita bicara di luar.

Aku tak ada waktu. / Apa kau takut?

Padamu?

Guru.

Jangan takut, Guru. Aku akan melindungimu.

Apa sebenarnya yang kau inginkan?

Jangan buru-buru.

Langsung saja.

Kita berdua ini siluman...

...dari jenis yang sama.

Itulah mengapa kita harus saling membantu.

Dengan apa kau bisa membantuku?

Gelang kepalamu tampak cocok kau pakai.

Kau boleh menyimpannya jika kau suka.

Mengapa tidak?

Tapi apa kau bisa melepasnya?

Hanya aku yang bisa membantumu jika kau ingin bebas.

Bagaimana caranya?

Setelah kumakan biksu ini,

tak ada lagi yang membacakan mantra untuk mengganggumu.

Apa kau yakin aku bisa mempercayaimu sekarang?

Ya, aku yakin.

Ayolah.

Lihatlah monyet itu.

Dia harus melakukan apapun yang diperintahkan tuannya.

Hukuman menunggunya kapanpun bila dia membuat kesalahan.

1 sen, 1 jumpalitan.

10 sen, dia akan bersujud padamu.

Siluman Tengkorak-Putih.

Kau tidak kasihan 'kan?

Biar ku jadi orang jahatnya.

Suruh dia menemuiku malam ini, sendirian.

Aku telah meminum 29 dosis pengobatan darah ini,

tapi tak bisa menghilangkan kutukanku sama sekali.

Seandainya aku bisa memakan si Pendeta Tang malam ini,

dan aku masih tak terobati, aku akan memakanmu sebagai gantinya.

Mohon tenanglah!

Yang Mulia.

Kondisi mulai agak berbeda sekarang. Sun Wukong menghalangi jalan kita.

Dia juga jadi masalah para Siluman juga.

Jadi, selama dia bisa memancing si monyet itu,

kita yakin akan punya kesempatan.

Wukong, kau tak apa-apa?

Kau lama sekali. Apa yang kalian bicarakan?

Tak ada yang istimewa. / Tidak mungkin.

Mustahil dia mendatangimu

tanpa suatu alasan.

Apa kau sungguh ingin memberikan pencerahan pada siluman ini?

Ya, sungguh.

Aku tak boleh tinggalkan satu kehidupanpun tanpa pencerahan dalam perjalanan ini.

Aku tak pernah bisa yakin pada diriku sendiri.

Walau aku bisa berhasil melewati ini sampai ke kitab suci,

aku tak pernah merasa bisa jamin.

Baiklah.

Ini terserah padamu.

mahsunmax

Kau sungguh biarkan dia pergi sendirian?

Aku kurang yakin.

Aku akan tidur jika kau masih kurang yakin.

Bocah nakal.

Apa kau tahu yang harus kau lakukan disini malam ini?

Aku kesini...

karena aku berharap kau berubah menjadi baik.

Lagi?

Wukong, kenapa kau kesini?

Wukong, pencerahan adalah hal yang serius.

Jangan menipu disini.

Kaulah orang yang menipu.

Kau ini konyol.

Apa aku konyol? Kau yang konyol.

Ratu Tengkorak-Putih, abaikan saja dia. Mari kita lanjutkan.

Kau idiot!

Kau sungguh menganggap aku akan ikut campur?

Kakak Sha, apa wajah dia jadi pucat

karena ketakutan sekarang? / Yah.

Kakak Bajie, aku sangat kagum padamu.

Ratu Tengkorak-Putih,

jika kau punya nyali,

ayo bertarung denganku.

Jika kau bisa mengalahkanku,

aku akan menikahimu.

Jika aku yang kalah,

kau yang akan menikahiku.

Cukup adil 'kan?

Jika ini tak adil buatmu.

Tentu saja...

kita bisa bicarakan hal yang lain.

Muka babi, menjauhlah dariku, paham?

Apa kau takut?

Ayo, kita buat jarak sekarang.

Tak ada yang boleh ikut campur. Ayo serang!

Wukong, bisakah kau biarkan aku selesaikan dulu ini?

Mundurlah.

Selama kau mengangguk,

akan kubawa siluman jahat ini ke nirwana.

Aku paling benci dipanggil siluman jahat.

Siluman jahat.

Jika tak begitu, lalu harus kupanggil apa lagi kau?

Terserahlah.

Dengar, aku bisa serahkan segalanya.

Aku bahkan bisa serahkan biksu itu.

Tapi! Ini belum berakhir.

Kita lihat saja nanti.

Jangan ada yang bergerak. Serahkan saja dia padaku.

Kakak Bajie!

Kakak Sha, jangan jauh-jauh dari Guru.

Aku tersangkut.

Guru!

Dimana sang biksu? / Dia telah pergi.

Apa kau tahu rasanya darah?

Selama bertahun-tahun, untuk tujuan menghilangkan kutukan ini,

Aku telah meminum banyak darah dari anak-anak ini.

Sekarang saatnya giliranmu.

Setelah aku memakanmu, penyakitku bisa tersembuhkan.

Inilah karma yang kau terima.

Kau mengeringkan darah orang lain untuk mempertahankan hidupmu.

Aku tak tahu perbedaan dirimu dengan para monster itu.

Aku tak akan menjadi monster berbisa seperti Siluman Tengkorak-Putih itu.

Biksu, dunia manusia sudah lama menjadi neraka.

Bahkan Buddha sekalipun tak bisa memusnahkan kejahatan dalam manusia.

Apa kau bisa?

Wukong!

Inilah jenis orang yang lebih jahat dari pada siluman.

Apa aku juga tak boleh membunuh dia?

Tidak, kau tak boleh membunuhnya.

Jika kau tetap melakukan kejahatan, aku akan membereskanmu dengan tongkat ini.

Pulanglah sekarang.

Nak, pulanglah.

Apakah Buddha buta?

Mempercayakan ini pada pengecut sepertimu?

Jika ini bukan demi dia, membunuhi semua dengan tongkatnya,

kau tak akan berada disini.

Kebaikan dan imbalan apa yang kau cari?

Setiap kata yang kau ucapkan adalah omong kosong,

dan setiap langkah yang kau ambil bisa membunuhmu.

Dengan hak apa kau berlagak seperti orang bijaksana?

Dengan hak apa? Katakan!

Terima kasih. Anak-anak telah selamat.

Terima kasih, biksu suci.

Ibu. / Biksu suci menyelamatkan mereka semua.

Mari kta bergegas.

mahsunmax

Biksu suci, mohon tunggu.

Orang-orang dari kerajaan kami sangat bersyukur atas kebaikanmu selamanya.

Mohon terimalah hadiah kami.

Mohon terimalah.

Kau telah menyelamatkan nyawa anakku. Kau sungguh penyelamat kami.

Biksu suci, terima kasih telah menyelamatkan nyawaku.

Biksu, sudah kukatakan,

"Ini belum berakhir..."

Wukong?

Kenapa kau lakukan ini? / Dia siluman.

Jadi setiap orang di dunia ini adalah siluman?

Ibu.

Sayangku.

Nak, kau tak apa-apa? / Harap tenang.

Kau menyakiti anakku. Aku tak akan memaafkanmu.

Kakak Bajie.

Ibu.

Biksu suci, tolong.

Biksu suci, tolong aku.

Guru, hentikan nyanyian mantranya. / Guru, kami tahu dia salah.

Yah.

Biksu suci, tolong aku.

Biksu suci, tolong.

Wukong.

Pergilah saja.

Guru, gadis ini tidak tampak biasa.

Kau tak boleh biarkan dia pergi.

Ya, Guru. Dia tiba-tiba melakukan itu.

Pasti ada alasannya.

Biksu,

mereka telah berubah dari monster.

Hanya saja kau tak bisa melihat mereka sebenarnya.

Tugasku adalah mengawalmu menuju Barat.

Mengawalku?

Itu bukanlah alasan kau bisa membunuh sesukamu.

Untuk tujuan mengawalku.

Kau bahkan tak menyelamatkan seorang anak.

Apa kau takut aku akan mati

atau aku tak akan berhasil sampai ke Barat

untuk melepas gelang kepalamu ini?

Masalahnya bukan pada gelang yang mengikat kepalamu.

Tapi gelang yang mengikat dalam hatimu.

Kau hanya bisa andalkan dirimu sendiri.

Tak ada lagi yang bisa kulakukan.

Apakah ini berakhir?

Pergilah saja.

Guru.

Karma kita berakhir disini. Jangan berlutut di hadapanku.

Kau...

Pergilah!

Bajie.

Kakak Sha. / Kakak tertua.

Jalan di depan penuh bahaya.

Berusahalah semampumu untuk melindungi dia.

Aku pergi.

Kakak tertua. / Kakak tertua.

Kakak tertua!

Guru! / Guru!

Kakak Bajie.

Guru telah diculik!

Terima kasih. Jika kau tak memberitahuku,

aku sungguh tak tahu kalau dia diculik.

Lalu apa yang harus kita lakukan?

Kakak Sha,

kini semuanya menjadi semakin runyam.

Hanya ada 3 pilihan bagi kita.

Pilihan Pertama,

Pergi ke rumah gunungnya kakak-tertua dan membawa dia kembali.

Oh yeah!

Pilihan Kedua, pergi ke Goa Bulan-Berair dan mengganggu mereka untuk mengulur waktu.

Sempurna! Bagaimana dengan Pilihan Ketiga?

Pilihan Ketiga agak rumit. Berusahalah saja memahaminya.

Yaitu, kau pergi ke Goa untuk mengulur waktumu sendiri.

Dan juga kau masih harus pergi ke tempat kakak-tertua.

Bagaimana denganmu? / Biar kuselesaikan dulu.

Kita masih punya tempat peristirahatan terakhir.

Barang-barang itu milikmu. Kuda naga itu milikku.

Mari kita bubar.

Yeah.

Kenapa tak terpikirkan olehku?

Karena kau ini idiot.

Kenapa ini tak terpikirkan olehku?

Kau tak punya perasaan, tak setia, brengsek!

Aku telah lama bersamamu.

Apa sakit? / Tidak.

Kakak Sha, pukul wajahnya! Wajahnya!

Kudanya milikmu.

Kuda Naga, ayo pergi selamatkan Guru.

Untuk apa sebenarnya kau lakukan ini?

Apa kau penasaran?

Karena jika aku memakanmu, aku akan menjadi siluman yang abadi.

Aku tak ingin reinkarnasi. Aku benci menjadi manusia.

Lalu, apa yang terjadi dengan kehidupanmu yang sebelumnya?

Membicarakan itu...

penduduk desa mengatakan

aku membawa bencana pada desa mereka.

Aku dulu terlihat seperti siluman.

Itu saja kisah tentang kehidupanku sebelumnya.

Itu suatu kisah nyata.

Bukankah kau anggap dirimu berbeda

dari orang-orang yang meninggalkanku di jurang yang sepi itu.

Keabadianmu adalah rasa tanpa belas kasihan.

Aku membenci kalian semua.

Kebencian,

hanya bisa melahirkan kebencian.

Mengapa kau harus keras pada dirimu sendiri?

Berhentilah memberi pencerahan padaku.

Dengar,

pencerahanmu tak berguna sama sekali.

Dewi, mengapa kau menghalangi jalanku kembali ke gunungku?

Wukong, walaupun kau kembali ke tempatmu hari ini,

itu bukanlah tujuan akhirmu.

Maka beritahukanlah,

kemana lagi aku harus pergi?

Kakak-tertua, apa kau sudah tahu, Guru telah diculik oleh monster itu.

Kakak-tertua.

Monyet-monyet semuanya, jangan takut. Aku kesini ingin menemui rajamu.

Hanya kau yang bisa menyelamatkan Guru, Kakak-tertua.

Kau tak tahu alangkah lebih baik, tak bisakah kau sedikit bertoleransi dengannya?

Lihat betapa mudanya dia, dan betapa mudanya kau, huh?

Dengar, Kakak-tertua.

Sebuah dahan bisa saja...

mudah patah...

patah dengan mudah.

Sementara 10 dahan sulit dipatahkan bila bersama.

Jika kita berempat bersatu dan pasti...

kita akan bisa mencapai arah Barat dan pastinya bisa mengambil kitab suci.

Dia tidak ada disini.

Kenapa tak kau katakan dari tadi?

Apa yang harus kulakukan? Katakan!

Kakak-tertua!

Hey, lihatlah!

Sepertinya dia rasanya enak.

Dasar genit!

Aku membutuhkan baju perangnya Kakak-tertua ini untuk memberiku keberanian.

Wukong...

Jengkrik Emas (si biksu) telah menunggu selama 10 kali kehidupan

sebelum dirimu ada untuk menjadi pengikutnya dalam kehidupan ini.

Dan kau akan diperbaiki serta dibimbing menuju ajaran Buddha.

Tapi si biksu dalam kehidupan ini,

telah membuang dan meninggalkan aku.

Apa aku melakukan kesalahan?

Wukong, sebenarnya, kaulah yang meninggalkan gurumu.

500 tahun yang lalu, kau sangat percaya diri,

jadi kau membuat kekacauan di surga.

Tapi sekarang, kau sepenuhnya belum berubah.

Mengapa tidak lebih baik percaya orang lain dari pada dirimu sendiri?

Kau selalu menilai orang lain dengan standar dirimu sendiri tentang benar atau salah.

Apa yang dilihat oleh Mata Apimu adalah kebenaran.

Tapi yang dilihat oleh gurumu adalah hati.

Wukong, nyawa gurumu berada dalam bahaya.

Inilah saatnya dia paling membutuhkanmu.

Waktu telah habis.

Bagaimana jika kau berikan aku pencerahan dalam kehidupanmu selanjutnya?

Aku akan tetap menunggu disini, bagaimana?

Semoga kematianku...

bisa membawa pergi sikap keras kepalamu.

Perbuatan siapa ini?

Apa yang terjadi?

Monyet kurang ajar!

Guru.

Aku kembali.

Wukong?

Cepat pergi!

Kakak Sha, kau saja!

Biar kubalas...

Guru!

Karena sang Buddha mempercayakan kitab suci padamu,

tak akan kubiarkan kau mati.

Bertahanlah.

Siluman Tengkorak-Putih, inilah masa 1000 tahun kau menjemput ajalmu.

Sekarang rohmu akan lenyap...

selama-lamanya.

Buddha, aku bersedia menolong dia menanggulangi ajalnya.

Mohon berikan dia satu kesempatan.

Xuanzhang, jika kau ingin menyelamatkan dia,

satu-satunya jalan adalah membimbing dia menuju reinkarnasi menjadi manusia

Tapi, dirimu sebagai makhluk fana

kau harus menyerahkan nyawamu untuk mewujudkan itu.

Apa kau yakin ingin mewujudkannya?

Ya, aku yakin.

Kau pikir telah menyelamatanku?

Selama masih ada sinar harapan,

aku tak akan menyerah dengan cara apapun.

Apapun hasilnya, aku bersedia pergi pada perjalanan ini bersamamu.

Ini sudah 1000 tahun lamanya...

aku telah menjadi siluman.

Saat aku berusia 16 tahun,

mereka mengatakan...

aku ini siluman jahat.

Tidak! Jangan!

Kau tak akan berhasil.

Wukong.

Ratu Tengkorak-Putih,

ingin menemui ajalnya di dalam tubuhku.

Jika aku tidak membimbing dia ke jalan reinkarnasinya,

dia akan musnah selamanya.

Maukah kau percaya padaku?

Hanya aku yang percaya pedamu,

mulai saat ini.

Bunuhlah aku.

Tidak...

Tidak mungkin.

Wukong.

Pada awalnya kupikir,

memberikan penerangan pada orang,

hanya mendidik mereka dengan kata-kata.

Sekarang baru aku sadar,

jika aku tak memasuki neraka,

bahkan walau aku bisa mencapai ke Biara Guntur,

aku tak akan mendapatkan kitab suci itu.

Sekarang aku telah memutuskan,

jika Siluman Tengkorak-Putih tak bisa merubah ajalnya,

aku akan membantu dia melewati kehidupan ini.

Walau tak berhasil setelah 10 kali masa kehidupan,

aku akan tetap membantu dia, tanpa pernah lupa.

Baiklah.

Sejauh perjalanan 36.000 mil,

aku menunggu kau kembali.

Jika kau tak bisa kembali selama seumur hidup,

aku akan menunggu sepanjang hidup ini.

Walau belum kembali setelah 10 kali masa kehidupan,

aku akan tetap menunggu, tanpa pernah lupa.

Baiklah.

Mulailah.

Kakak-tertua!

Kau tak harus melakukan ini!

Ya, Kakak-tertua. Jangan lakukan ini!

Seandainya aku punya nasib sebaik ini,

di kehidupan selanjutnya,

aku tetap ingin menjadi guru kalian.

Guru...

Disinilah tempat aku harus mengucapkan selamat tinggal.

Guru...

Kakak-tertua. Ini sudah 7 hari.

Mengapa roh Guru belum juga kembali?

Pada saat ini, mari kita bubar.

Tak ada lagi kata "bubar", paham?

Lalu apa yang akan kita lakukan, Kakak-tertua?

Selama tubuh emas Guru masih utuh,

aku akan membawa tubuh Guru, menuju Biara Guntur,

untuk menemui Buddha secara langsung.

Guru, mari kita berangkat!

Oh, aku lapar. Bagaimana ini?

Apa terus lapar?

Mintalah makanan pada orang lain nanti.

JANGAN BERANJAK DULU, PERJALANAN BELUM BERAKHIR...

Tunggu sebentar, Nyonya. Jangan buru-buru pergi.

Siapa yang ingin seorang anak menantu? Akulah orangnya.

Idiot! Apa kau pantas?

Aku berkharisma.

Murni alami.

Ini bulan Tahun Baru. Tiap orang butuh uang keberuntungan.

Pastikan ini cukup untuk semua orang.

Scan-lah kode "Ulasan Kualitas" dengan ponselmu,

untuk menerima sebanyak-banyaknya uang keberuntungan yang dibagikan.

Aku harus simpan beberapa uangnya untuk para wanita di Negri Wanita.

mahsunmax, 11 April 2016 subscene.com/u/910430

NO RESYNC | NO RE-UPLOAD | NO DELETE CREDIT

there's no the best sub but only the perfect viewer

SEE YOU ON NEXT MONKEY KING IN TEN TIMES LIFETIMES

OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now

Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.OpenSubtitles.org

Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.OpenSubtitles.org

Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.OpenSubtitles.org

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.