Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Mereka tak mengetahui apa-apa, tak mengerti apa-apa
sebab matanya tertutup, sehingga tak bisa melihat
dan hati mereka tertutup, sehingga tak bisa memahami. -=Yesaya 44:18=-
Iya, baiklah.
- Ayo pindahkan semuanya. - Baik.
Yang bersih ya.
Iya, iya.
Sudah siap ya?
- Iya. - Iya.
Mungkin lagi main di luar, coba kulihat dulu.
3 yang lain mana?
Benar-benar mirip. Wah.
Ah, biar kutulis namanya.
Apollo.
Byeol(Bintang).
Dan Popeye.
Anak-anak cepat sini, para tamu segera datang.
Oh, itu Ibu.
Selamat datang.
Selamat datang.
Terima kasih.
Selamat datang.
Terima kasih.
Selamat datang.
Terima kasih.
Selamat datang.
Terima kasih.
~ Di akhir jalan yang kutempuh ~
~ ada jalan Juru Selamatku ~
~ Terbang menuju pintu yang terbuka ~
~ dan penuh harapan ~
Sel...
~ Selamatkan, dan bunyikanlah ~
1.
2.
3.
4.
5...
29...30.
31.
31 orang memerah.
Ajussi.
Ajumma.
Ibu juga merah.
Roh jahat
membuat Tuhan murka.
Penyebab perang.
Membutakan manusia.
Membuat hati selalu was-was.
Kau hantu.
Atas nama Jesus, kuperintahkan kau
keluar dari tubuh bocah ini.
Cepat keluar dari tubuh anak ini!
Kau akan membunuh 31 orang.
Membuat mereka yang tak berdosa berlumuran darah.
Mencoba menguasai negara ini dengan mudah.
Tolong!
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn!S
Damn!Su
Damn!Sup
Damn!Super
Damn!Super
Damn!SuperS
Damn!SuperSu
Damn!SuperSub
Damn!SuperSub
Damn!SuperSub I
Damn!SuperSub In
Damn!SuperSub Ind
Damn!SuperSub Indo
Damn!SuperSub Indon
Damn!SuperSub Indone
Damn!SuperSub Indones
Damn!SuperSub Indonesi
Damn!SuperSub Indonesia
Diterjemahkan oleh : -- ifabee --
Badan amal di bawah naungan satu agama
31 orang umat Kristiani diracuni secara masal.
Korbanpun bergeletakan.
Ada geomsa!
Ayo, ayo!
Geomsa-nim, mereka bunuh diri atau dibunuh?
Untuk mengetahui penyebab kematian mereka harus dilakukan autopsi.
Namun berdasarkan sebuah catatan yang ditemukan di lokasi
kemungkinan bunuh diri.
Apa isi catatan tersebut?
Kami akan ke Cheon Guk lebih dulu. Itu saja.
Tunggu hingga hasil autopsinya keluar.
Kami akan membuat laporan resmi.
Anda harus lihat ini.
Catatan?
Tapi
jumlah catatan dan jumlah mayat yang ditemukan tidak sama.
Berarti ada satu orang yang hilang?
Atau mungkin
ada satu yang selamat.
Jangan lihat belakang.
Jangan lihat apapun.
Itu...
Loncengnya terus bunyi...
Tolong!
- Dia mau mengambil anakku! - Wanita sialan! Kenapa tak diam saja?
Apa yang terjadi?
- Hei! - Apa yang kaulakukan?
Pergi sana!
Memangnya kau siapa?
- Dasar! - Hentikan!
Aih, dasar. Kau membiarkannya pergi!
Apa? Kau ini siapa sih?
Tidak, jangan.
Ah, sialan.
Sialan!
Tidak, jangan!
Berdiri!
Tunggu di sini!
Hei, sialan!
Tolong kembalikan anakku.
Tolong berikan.
Polisi!
Tolong berikan anak itu!
Lepaskan dulu pria yang kauborgol itu.
Kau temannya, ya?
Apa?
Kenapa menurutmu begitu?
Dia ditangkap karena menculik anak.
Bagaimana kau yakin dia menculik anak ini?
Di jidatnya tak tertulis kata "penculik".
Kau hanya lihat tampilan luarnya saja.
Orang itu tak begitu meyakinkan, tapi aku tak cocok.
Baiklah, tolong berikan anak itu.
Entah kenapa aku tak bisa berhenti memikirkan sebuah puisi.
Sebelum kupanggil nama anak itu
dia tak lebih dari isyarat.
Tapi, saat kupanggil namanya
dia datang padaku dan jadi utusan.
Jadi...
Hei, kau.
Kalau ada yang bicara harusnya kau dengarkan.
- Bayiku. - Tunggu!
Tunggu sebentar.
Ajumeoni, anak itu namanya siapa?
So Min, So Min.
Iya, So Min.
So Min berapa usianya?
15 bulan.
Tapi anak ini baru punya 4 gigi.
Beratnya 9kg.
Tingginya 65cm
Nak, sini ke Ibu.
Nak.
Berdasarkan perkembangan pertumbuhan usia anak ini 11 bulan, Ajumma.
Hari ini Anda bicara dengan Yu Na, namun Anda tak tahu.
- Cepat masuk! - Berikan anakku!
- Ayo ke kantor polisi. - Berikan anakku.
Jalan.
Tahun lalu, anaknya meninggal.
Kabarnya dia generasi ke-7 yang anaknya hanya satu.
Dia tengah dapat perawatan dari psikater.
Sudah 3x melakukan percobaan penculikan anak.
Ah, bodoh, bodoh, bodoh!
Oh, halo.
Anu, atas kejadian tadi aku benar-benar minta maaf.
Aku tak tahu kalau Anda juga polisi.
Satu tonjokan tadi?
Aku sudah melupakannya.
Lagian tak sakit sama sekali.
Tidak mungkin.
Tak apa-apa.
Kau bertugas di polsek mana?
Aku Kim Dan dari kantor polisi Hwaju.
Silakan bicara santai saja.
Seperti yang kau lihat, aku bukan tipe orang yang kasar.
Tapi setidaknya aku harus bertindak tegas.
Kenapa kau mudah curiga aku ayah dari anak itu?
Tapi sama sekali tak pernah curiga pada diri sendiri.
Orang cenderung berbohong.
Stereotype investigator akan menipu dirinya sendiri.
Menemukan fakta tidaklah mudah. Kadang terlalu kompleks.
Ajumma tadi berbeda dari penculik biasanya.
Artinya
yang kaulihat tidak semuanya begitu.
Aku sibuk, permisi.
Lihat apa kau sampai menganga begitu?
Dia...
pria dengan pesona yang mematikan
baru kali ini aku melihatnya.
Siapa sih dia?
Chun Jae In.
Selama 5 tahun berturut-turut dia peringkat 1 dalam menyelesaikan kasus berat.
Menyelesaikan 3 dari 10 kasus paling menggemparkan di Korea
Catatan prestasinya sangat fantastik.
Jadi aku tadi menonjok seorang legenda.
Chun Jae In kau tonjok?
Tidak.
Iya.
Tadi kupikir dia komplotannya.
Apa?
Bagus.
Polisi di negara kita
dalam hatinya
punya niatan ingin memukulinya.
Bagus!
Good!
Ah, titik vital.
Pukulan mematikan.
Hei, sudah kubilang! Jangan memfotoku!
Ah, bercanda. Bercanda.
Aku biayai kuliahmu.
Kau bilang mau jadi jurnalis, kubelikan kamera
kau malah memfoto pose jelek Oppamu.
Luar biasa sekali kau.
Kamera itu bisa kau kemarikan?
Tidak.
Akan kupertahankan.
Loyalitas!
Tapi Oppa kan wawancara, kenapa acak-acakan gitu?
Dalam perjalanan pulang tadi aku membantu menegakkan keadilan.
Wawancaramu lancar?
Seperti waktu itu, kali ini Oppa tak bikin masalah, kan?
Memang kenapa?
Oppa itu punya gangguan kepribadian antisosial.
Gangguan kepribadian antisosial itu memperlakukan orang sebagai alat untuk mencapai tujuan.
4% dari populasi...
Sudah tahu, kenapa masih melakukannya?
Maaf, kau bisa memarahi keluargaku
tapi aku tidak.
Memangnya aku bukan keluargamu, Nyuk!
Katakan. Gimana wawancaramu?
Ujung-ujungnya aku tak bisa bilang berapa IQ-ku
supaya tak meremehkan kemampuan orang lain.
Sikap rendah hati, di wajah tersungging senyum kapitalis.
Puas?
Iya, bagus.
Oppa.
Tanpa aku gimana caramu bertahan hidup?
Gak ada yang akan memungutmu.
Kau ini, dasar!
Makanya, katakan.
Baik-baiklah sama aku.
22 tahun.
Namanya...
Chae So Yoon.
Di pabrik sebagai manager.
Ini.
Putri Anda kapan terakhir kali menelpon Anda?
Sekitar jam 4 lalu.
Kutelpon lagi begitu dia pulang kerja.
Abeonim.
Gadis 22 tahun kadang pulang telat ke rumah.
Bukan berarti dia diculik.
Sudah kukatakan, putriku berbeda.
Dia tak pernah mabuk.
Dia tak punya teman, 'kan. Kami tahu, Anda pulang saja dulu, Abeonim.
Kalau Anda di sini terus, kami tak bisa menyelesaikan kasusnya.
Hati-hati.
Dia pasti pulang.
Ayahku persis seperti beliau.
Beberapa jam tak bisa dihubungi hati sudah merasa cemas.
Bukan 4 hari, baru 4 jam tak bisa dihubungi.
~ Hush... hush, domba di tengah jalan ~
~ Memakai sepatu merah kets, Agassi ~
Meskipun orang sudah meninggal,
hingga akhir mereka tetap bisa mendengar.
Mendengar siulan...
Hanya bisa mendengar siulan.
"Aku... dibunuh."
Dan ini untuk ke-69 kalinya aku melihat kematian.
Chae So Yoon... dibunuh.
Gunung, tali, pria, bersiul.
Bunga putih.
Aku tak pernah ingin melihat lagi
kematian seseorang.
Ajussi kemana?
Pergi patroli.
Kubawakan kue untuknya.
Terima kasih.
Nak, kau tak apa-apa?
Bayinya bilang tak bisa bernafas karena lehernya sakit.
Melihat apa yang tak seharusnya kaulihat.
Ini tak ada bedanya dengan kutukan.
Kau waktu itu, kenapa bilang begitu padaku?
Aku hanya...
khawatir dengan dedek bayi.
Maafkan aku.
Maaf karena leher bayiku terlilit tali pusar?
Bukan begitu, aku....
Bayiku baik-baik saja, gara-gara kau
yang mengatakan hal buruk!
Kau anak setan!
Matilah!
Mati!
Matilah!
Hentikan.
Kau mati sana!
Jangan begini pada bocah.
Kau matilah!
Matilah!
Aduh, aduh.
- Dia masih bocah, jangan begini. - Mati, mati!
- Dia masih bocah, jangan begini. - Mati, mati!
Kau tak apa-apa?
Tentu saja sedih, mana mungkin tak sedih?
Ayah.
Aku... orang jahat?
Tidak.
Ayah tahu kau hanya ingin membantu orang itu.
Kekuatan Tuhan itu apa?
Penyihir itu apa?
Orang-orang bilang aku kerasukan.
Itu karena Kim Dan berbeda dengan orang lain.
Karena kau spesial.
Bukan membencimu, tapi karena takut perbedaan pada dirimu.
Aku tidak suka begini.
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn!S
Damn!Su
Damn!Sup
Damn!Super
Damn!Super
Damn!SuperS
Damn!SuperSu
Damn!SuperSub
Damn!SuperSub
Damn!SuperSub I
Damn!SuperSub In
Damn!SuperSub Ind
Damn!SuperSub Indo
Damn!SuperSub Indon
Damn!SuperSub Indone
Damn!SuperSub Indones
Damn!SuperSub Indonesi
Damn!SuperSub Indonesia
Diterjemahkan oleh : -- ifabee --
Terima kasih.
Semua sudah kaubaca?
Ah, iya.
Hyeongsa-nim(Detektif).
Anakku...
penakut sekali.
Saat tidur malam, karena takut lampu tak dimatikan.
Inilah yang paling kukhawatirkan.
Kalau dia di tempat yang gelap
dia pasti gemetar ketakutan.
Dia akan baik-baik saja.
Aku akan menemukannya.
Sekalipun dijual ke pulau
dia akan bisa bertahan hidup.
Dia akan kembali dalam keadaan hidup.
Anak ini...
Waktu ulang tahun pertamanya dia mengambil kain sutra*. [Seperti acara "Tedak Siten", kain sutra melambagkan umurnya panjang dan tak penyakitan.]
Siapa...
yang menculik anakku?
Ini kasus yang terjadi di Hwaju 4 hari lalu.
Korban menggunakan tali untuk gantung diri.
Ditemukan seorang warga di sekitar gunung.
Aku mau tanya.
Setelah penjelasanku selesai baru tanya.
Masalah korban bisanya hutang--
Apa yang kaulakukan?
Jangan bicara denganku.
Sekarang ini aku bergelut dengan diri sendiri.
Disimpulkan bunuh diri.
Aku tak bisa menahannya.
Tidak bisa disimpulkan bunuh diri.
Di lehernya terdapat 2 bekas jeratan.
Sangat tidak biasa.
Tapi saat gantung diri, bisa saja meninggalkan bekas seperti ini.
Tempat penemuan mayat tak ada kaitannya dengan korban.
Mereka yang bunuh diri cenderung mencari tempat yang berarti untuk dirinya
Tapi ada 20% pengecualian.
Satu sepatu hilang.
Hei.
Apa yang kaulakukan?
Silakan Anda lanjutkan.
Masih ada 2 kasus lain.
Tekniknya sama.
Ditemukan di Hwaju.
Keduanya menggunakan kabel untuk menggantung.
Tak ada catatan.
Rentang kejadiannya cukup lama.
Pada dasarnya dalam kasus bunuh diri tidak ditemukan kesamaannya.
Ini pembunuhan berantai.
Lagipula sekarang saat untuk melakukannya.
Berikut ini adalah identifikasinya.
Tidak ada tanda pelecehan seksual ataupun penganiayaan.
Kejahatan dilakukan dengan tujuan untuk membunuh.
Kemungkinan sulit berkomunikasi dengan wanita.
Fisik cacat.
Ada kemungkinan memiliki bayangan dalam segi seksualitas.
Kau lihat apa, Nyuk?
Kedua, semua korban wanita dengan tinggi 155 cm.
Pelaku memilih korban yang mudah ditekan.
Karena itu, pelaku
kemungkinan perawakannya kurus dibanding rata-rata orang.
Selain itu, bekas luka begitu rapi,
Kancing baju yang dikancing sampai atas biasanya jadi panutan dari segi moral.
Setidaknya tak ada kaitannya dengan yang pertama.
Mau mulai penyelidikan dari mana?
3 kejahatannya berhasil.
Si pelaku pasti percaya diri.
Paling tidak... si pelaku akan berusaha ke TKP lagi.
Seonbae-nim, periksa ini.
Baiklah.
Dunia sekarang ini sangat menakutkan.
Sepertinya seorang wanita muda hilang.
Anda lihat spanduk tadi.
Tadi sepertinya Anda lihat.
Ah, belakangan aku jadi takut mengemudikan taksi.
Kami tak bisa pilih-pilih penumpang.
Semisal
kalau ternyata penumpangnya buronan
tak ada cara melarikan diri, taksi kan sempit.
Menakutkan sekali.
Orang itu pasti susah bicara.
Pak, bicara Anda agak kasar.
Aku berisik sekali ya, maafkan aku.
Aku biasa begini, penumpang kadang---
Tutup mulutmu. Jalan saja.
Bisa kau matikan?
Kenapa? Tak enak didengar?
Aku selalu mendengarkan musik saat mengemudi.
Kalau didengarkan, hati rasanya tenang.
Tutup mulutmu!
Kemungkinan jadi TKP
yaitu rumah dan tempat kerja.
Rentang aktivitasnya lumayan luas.
Dengan kata lain pelaku bisa membawa korban menggunakan kendaraan.
Misalnya.
Misalnya...
Supir taksi.
Ah, dasar orang gila. Kau dan montir tak ada bedanya.
Dasar sinting!
Ah, sial betul.
Tak jalan?
Apa?
Sudah membuat Anda takut, aku minta maaf.
Aku akan mengantar Anda selamat sampai tempat tujuan.
Halmeoni.
Aku polisi.
Tadi malam Anda tak mendengar suara jerita wanita di dekat sini?
Atau suara seseorang.
Tidak.
Kami tidur karena lampu mati.
Permisi, Seonsaeng-nim.
Kau siapa?
Aku polisi.
Bisa tanya-tanya?
Kasus pertama terlalu lama.
Hanya ada kasus kedua dan ketiga.
Kedua korban mati di mobil.
Coba buka.
Terus, terus.
Percepat sedikit.
Stop di sini.
Taksi oranye ini.
Orang ini hanya lewat
tepat di seberang jalan.
Tak ambil penumpang.
Oh, benar mobil ini.
Sepertinya ada di sekitar TKP.
Yang terakhir... 2 menit sebelum korban menghilang.
Seonbae, di sini juga.
Coba kau perbesar supaya bisa lebih jelas.
Ah, kena kau!
Bukan apa-apa kok,
Kemarin malam apa Anda tak dengar suara ribut-ribut?
Misalnya suara teriakan.
Tidak tahu.
Kami tengah mencari gadis ini.
Entahlah.
Memangnya ada kejadian apa?
Seorang gadis hilang...
Anu...
Ajussi pengemudi shift siang atau malam?
Ini taksi pribadi, bisa kerja kapan saja.
Kadang siang, kadang malam.
Kemarin malam Anda jalan?
Tidak.
Maaf, bisa lihat black box Anda?
Lihat black box untuk apa?
Bukan untuk apa-apa,
hanya ingin lihat apa ada rekaman mobil lain atau orang.
Ini 'kan jalan akses ke gunung.
Silakan saja.
Tunggu sebentar, kuhidupkan laptopnya.
Silakan lihat black box-nya.
Iya.
Silakan dilihat.
Iya.
Ini gambarnya tak terlihat?
Ah, maaf tak sopan.
Kau Hang Sang Goo Ajussi?
Mohon ikut aku ke kantor polisi.
Aku? Kenapa?
Do Hoon.
Di sini ada kabel.
Oleh karena itu,
Kau tersangka utama pembunuhan berantai di Hwanju.
Jadi...
ini wanita yang hilang itu.
Kau kesini sendiri datang ke rumah tersangka.
Atau kebetulan?
Iya.
Ya, seperti itulah.
Tempat ini tak masuk wilayah kantor polisimu.
Itu karena aku kemari.
Aku merasa tempat ini menyeramkan dan intuisiku membawaku kemari.
Dengan mengandalkan foto ini?
Aku juga punya kemampuan menyelidiki.
A-apa, kau bilang apa?
Kemampuan?
Dengarkan, dan jangan merasa sedih.
Sebetulnya aku tak mau mengumbarnya.
IQ-ku 167. 167
Sebelumnya aku menelaah kasus ini,
baru mencurigai tersangka.
Aku saja butuh 4 hari
tapi kau bagaimana bisa...
Gimana bisa kau ke sini lebih cepat dariku?
Sudah kukatakan, kau tak akan percaya.
Kau lagi make narkoba?
Kau pikir aku bercanda?
Seonbae, tim identifikasi sudah datang.
Kau...
Sampai nanti.
Sudah datang?
Aku hanya punya 48 jam sebelum surat penangkapan diterbitkan.
Dalam 48 jam temukan bukti dan minta surat penangkapan.
Atau buat dia mengaku.
Salah satunya harus dilakukan.
Begitu gagal,
monster yang belum pernah kita lihat harus kita lepaskan.
=Han Sang Goo, apa hari itu kau lihat Chae Su Yoon?=
Tidak.
Sebelum ini, apa pernah melakukan hal yang tak bisa hati nurani?
Tidak.
Dari mana saja kau malam-malam begini?
Telpon juga gak kau angkat.
Sudah lama menunggu?
Tentu saja.
Aku capek.
Ngantuk sekali.
Setelah membasuh muka, tidurlah di kamarmu.
Sebentar saja.
Ayah.
Aku 'melihat' lagi.
Melihatnya lagi.
Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.
Appa, kalau aku menghilang apa yang akan Appa lakukan?
Appa akan mati.
Appa dari gadis itu pun begitu.
Tak bisa tidur dan terus menunggu.
Aku benar-benar tak berguna.
Tak berguna.
Putriku.
Hari ini kau pasti sangat sedih dan lelah.
Tidak ada bukti sama sekali. Bagaimana dia bisa melewati detektor kebohongan?
Black box taksinya tak bisa dibuka.
Kabel yang ditemukan di rumah gimana?
Bersih.
Katanya dibeli untuk memperbaiki.
Sidik jari di mobil?
Sampai yang diidentifikasi itu tidak ada.
Yang benar saja.
Dia berkendara tiap hari dan makan di mobil.
Sidik jarinya sendiri bahkan tak ada, aku baru kali ini lihat.
Dia pro.
Dia punya orang yang dijadikan panutan dan sepertinya tak pernah menipu.
Kejahatan tak tergantung pada visual.
Ada apa?
Lihat aku.
Selamat siang.
Permisi,
aku sudah bicara dengan hyeongsa-nim tadi
aku tak bersalah, tapi malah ditahan di sini.
Santai saja.
Kita pernah bertemu sebelumnya, Sang Goo-ssi.
Bisa kupanggil Sang Goo-ssi, kan? Iya.
Han Sang Goo-ssi...
hobimu apa?
Hobi?
Hobi... tidak punya.
Hanya nonton film di rumah.
Kudengar kau suka kartun.
Kau suka yang apa?
Aku suka Toy Story 3
Suka semuanya.
Kau suka warna apa?
Hijau...
Tapi kenapa tanya itu?
Tipe idamanmu seperti apa?
Ini apa maksudnya?
Aku hanya ingin tahu banyak tentangmu.
Jangan merasa terbebani.
Katakan saja yang dipikiranmu.
Anggap seperti teman.
Kunyuk itu pake lipstik?
Gila saja.
Dia bilang akan mengoreknya.
Mengorek apa?
Switch(tombol).
Dia bilang akan bisa menemukan tombol yang bisa menghancurkan keseimbangannya.
Switch.
Hal baik apa yang kaulakukan belakangan ini?
Seekor kucing tertabrak mobil.
Aku membawanya ke rumah sakit hewan.
Kemarin apa yang kaulakukan?
Bekerja, membersihkan rumah.
Mencuci mobil.
Kau sangat bersih.
Senang saja melihat semuanya bersih.
Makanya bajumu kau strika begitu licin.
Kau setrika sendiri?
Maafkan aku.
Tak apa-apa.
Pakai saputangan ini.
Kapan tanganmu terluka?
Sepertinya tulang lenganmu pernah patah
dan banyak sekali.
Tanganku... terluka.
Karena kena pukul?
Siapa yang melakukannya?
Aku... tidak ingat.
Dari data pribadi dia tak punya keluarga.
Pernah diadopsi 2 kali, namun diterlantarkan.
Sejak itu sudah 3-4 kali pindah-pindah panti asuhan.
Orang ini khas sekali.
Lebih tepatnya aku manusia samsak.
Tentu sakit sekali.
Siapa yang melakukannya
kau tak mau mengatakannya?
Pikirkan baik-baik.
Kau ingat?
Aku tak tahu.
Aku.. mau pulang ke rumah.
Aku mau pulang.
Di Finding Nemo ada kata bijak.
Jangan tutup matamu.
dengan begitu perbedaan ketakutan dan imajinasi
akan bisa kau lihat jelas.
Seperti apa orang itu?
Siapapun di luar....
tolong bawa orang ini keluar!
Bawa dia keluar!
Eish.
Wanita ini di mana?
Kau tahu.
Katakan saja.
Supaya kau keluar dari sini.
Kalau kukatakan yang sebenarnya
sungguh kau akan membiarkanku pergi?
"Ku... bunuh..."
"wanita-wanita itu."
Kau...
menunggu kata-kata itu?
Bukan aku.
Tak semua anak yang masa kecilnya kurang beruntung jadi kriminal.
Kurasa...
hanya prasangkamu.
Dunia ini terus berputar.
Tidak mudah.
Hyeongsa-nim, Anda lucu ternyata.
Kau meragukanku, aku tak tahu kenapa.
Kalau mau menangkap
harusnya kau cari bukti dulu.
Baiklah.
Maaf, aku lancang.
Untuk orang yang suka kebersihan
Sepatumu kotor sekali. Dan membuatku merasa risih.
Sepertinya kecuali nonton film...
Ternyata kau punya hobi lain.
Terkait yang terakhir hilang
satu-satunya petunjuk dari tubuh Chae Su Yoon.
Segera kirim buat diidentifikasi. Jangan sampai ada yang ketinggalan.
Chun Jae In, kita bicara sebentar.
Hei, Jae In.
Chun Jae In.
Hei, Chun Jae In.
Oppa, pakaian dalammu.
Iya, makasih.
Ada yang mau kubicarakan.
Jangan sekarang.
Sampai nanti di rumah.
Besok oppa pulang, kan?
Tak perlu panjang lebar.
Serbuk sari ini ditemukan di sepatu tersangka.
Ini anemon gunung.
Kabarnya tak biasa.
Kebanyakan tumbuh di Jeollabuk-do, Bu-an dan Jinan.
Gunung Jili dan Gunung Hanna.
Kalau di daerah tengah, kurang lazim.
Habitatnya di mana?
Ini lokasi hilangnya.
Ah, iya.
Harus dicari di beberapa gunung.
Ketemu!
Sepertinya ketemu.
Ketemu!
Mati penasaran.
Menyedihkan.
Pria itu yang melakukannya?
Dia begitu suka bersih, apa yang ditinggalkannya?
Tangan kanannya.
Jadi kaku sekali setelah mati.
Dapatkan DNAnya sopir taksi itu untuk dibandingkan.
Tunggu apa?
Periksa darahnya.
Pria itu pasti punya bekas goresan kuku.
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn!S
Damn!Su
Damn!Sup
Damn!Super
Damn!Super
Damn!SuperS
Damn!SuperSu
Damn!SuperSub
Damn!SuperSub
Damn!SuperSub I
Damn!SuperSub In
Damn!SuperSub Ind
Damn!SuperSub Indo
Damn!SuperSub Indon
Damn!SuperSub Indone
Damn!SuperSub Indones
Damn!SuperSub Indonesi
Damn!SuperSub Indonesia
Diterjemahkan oleh : -- ifabee --
A-apa itu putriku?
Tolong jawab, Hyeongsa-nim.
Maaf...
Apa itu So Yoon?
Maafkan aku.
Aku tak percaya hingga memastikannya sendiri.
Biarkan aku melihatnya.
Jangan sekarang, Abeonim.
Anda silakan ke Penyidik.
Putriku!
Abeonim.
Abeonim, tenanglah.
Tenanglah.
Mohon Anda tenang.
Jangan begini.
Tidak, tidak.
Abeonim, tenanglah.
Maaf...
Bisa kita bicara?
Hal penting.
Kudengar mayatnya ditemukan.
Suasana hatimu berubah?
Sekarang, kau jujur saja...
Bukan begitu.
Boleh minta makan?
Dasar gila!
Aku juga punya hak.
Dan belum ditetapkan jadi tersangka.
Tolong beri makan yang teratur.
DNA-nya akan segera keluar. Apa yang akan dilakukannya?
Jadi santai saja.
Tolong cepat periksa ini.
Hasilnya sudah keluar?
Han Sang Goo.
Benar dia, kan?
Bukan orang itu.
Kau yakin?
Apa tidak salah?
Cepat periksa ulang.
Kalau tidak, kau yang mati keparat!
Aku ingat...
kau mengatakan ini.
Kasus pembunuhan brantai ini telah bocor.
Para reporter sudah tahu.
Lebih baik kau dengarkan.
Sepatunya Han Sang Goo dan serbuk sari...
Tidak ada cara membuktikan kalau dia di tempat dan waktu yang sama dengan korban
Terus kau mau membiarkannya pergi?
Terus apa yang akan kaulakukan?
Permisi.
Chun Jae In Hyeongsa-nim.
Jesus berkata
"makanlah dagingKu dan minumlah darahKu."
"Maka..."
"mereka yang telah meminum darahKu akan hidup kekal."
"Dan di akhir zaman akan Kubangkitkan dia."
Ini.
Sekarang ini kau bicara padaku?
Sekarang, satu menit begitu berharga.
Bukan begitu.
Kau gila?
Maaf.
Orang itu bilang begitu.
Apa yang dikatakan pria itu?
Saat membunuh Chae So Yoon dia bilang
persis yang barusan kukatakan.
Kau melihatnya?
Bukan dengan mata kepalaku sendiri.
Sulit dijelaskan, tapi kurang lebih begitu.
Kau punya kekuatan super?
Ini kejahatan, bukan fantasi!
Hanya aku yang tak mengerti, begitu?
Terserah kau mau bicara apa.
Tapi kasus ini sangat berbeda.
Pergilah.
3 orang sudah mati, tolong percayalah.
Seperti yang kaukatakan, ini soal hidup seseorang.
Kau berhalusinasi, pulang saja.
Kau sendiri yang bilang.
Jangan hanya percaya pada mata saja.
Kau bilang seorang polisi tak boleh begitu.
Kau sendiri yang bilang begitu.
Ayo.
Kau boleh pergi.
Sampai mati, aku tak akan melupakan Anda
Chun Jae In Hyeongsa-nim.
Ada yang mau kukatakan pada orang ini.
Kau ini...
Masih ada waktu satu menit, kan?
Tolong aku, tolong aku.
Aku...
akan menyelamatkanmu.
Aku akan menyelamatkanmu.
Aku... akan menyelamatkanmu.
Aku akan menyelamatkanmu.
Tolong.
Makan dagingKu dan minum darahKu.
Minum darahKu dan kau akan hidup kekal.
"Makan dagingKu dan minum darahKu."
"Minum darahKu dan kau akan hidup kekal."
"Aku akan membangkitkannya di akhir zaman."
Menolong dengkulmu!
Kau akan ke neraka.
Katakan.
Kau yang waktu itu.
Cepat katakan!
Tak akan kukatakan.
Apa yang kaulakukan?
Kau boleh pergi.
Jangan lepaskan dia.
Kalau begitu, aku pergi dulu.
Tidak.
Tidak.
Tidak.
Tidak.
Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa?
Tidak.
Han Sang Goo, berhenti!
Taruh pistolmu.
- Apa yang kaulakukan? - Ada apa?
Tenanglah, letakkan pistolmu.
Tolong tenanglah.
- Tenanglah. - Letakkan pistolmu.
Letakkan pistolmu!
Jangan lepaskan dia.
Letakkan pistolmu!
Dia harus dibunuh atau seseorang akan mati.
Jangan bergerak!
Kaburlah.
Kalau tidak mereka akan mencarimu.
Byeol(Bintang).
Byeol, lihat sini.
Sadarlah!
- Entah apa yang kaulihat dan kaudengar. - Pistolnya.
Karena emosi pribadi seseorang terpengaruh.
Merendahkan polisi.
Orang sepertimu tak memenuhi syarat jadi polisi!
Kirim orang untuk mengikutinya.
Lacak lokasi taksinya.
Orang itu kenapa?
Mengganggu sekali.
Aku harus berfikir.
Aku harus berfikir.
Tempat kerja ayah.
Sudah tidur?
Tidak.
Tunggu, tunggu sebentar.
Oppa akan menyelamatkanmu.
Tahan sebentar.
So In, buka matamu!
Buka matamu!
Seumur hidup aku taat hukum dan aturan.
Tapi, kalau...
saat itu orang itu ada di depanku
dan di tanganku ada pistol
pilihan apa yang akan kulakukan?
Benar.
Dunia yang kutahu sudah hancur.
Bukan keinginanku, namun aku jadi saksi tragedi yang menimpa orang lain.
Namun...
aku seorang saksi yang tak dipercayai siapapun.
Biar kulihat keberuntunganmu hari ini.
Kalau ke atas, kau perlu tangga.
Seseorang dari Timur Laut yang kautunggu akan berkunjung.
Olala, kau orang kaya?
Begitu banyak orang berjasa berdatangan dari segala penjuru.
Siapa dia?
Perwakilan dari Asosiasi Para Tunawisma.
Jangan lihat tampang luarnya. Meski kumel gitu, dia makan bangku kuliah.
Masa?
Hei, merpati kecil.
Tiap ketemu, kau terlihat serakah sekali.
Kulihat kau makin gemuk.
Dasar kapitalis!
Sudah kukatakan padamu jangan hancurkan semua makanan.
Nih makan, ayo.
Aku tak bisa lihat langsung.
Dan...
Kau banyak berubah.
Susah-susah latihan, malah ambil tahi begini.
Aih, kenapa ada yang berak di TKP sih?
Yang benar saja.
Sebelum maling nyolong, mereka biasanya berak di rumah korban.
Kabarnya supaya tak mudah ditangkap.
Tapi ini pertama kalinya kulihat di rumah yang kehilangan.
Sudah.
Ternyata, dunia yang berubah.
Siapa pemilik kotoran ini? Dialah yang akan memberitahu kita.
Aku pergi.
Hei, hei.
Kau bawa ke forensik?
Itu bakalan bau.
Akan kuambil icebox.
Hei, hei, hei.
Hei.
Kau menggelar dagangan di jalan
orang bisa tersandung!
Aku secara psikologis sedang sakit, tahu!
Gimana caramu ganti rugi?
Ini.
Aku yang akan ganti rugi.
Tolong kasih jalan.
Apa kau bilang, keparat?
Sudah kukatakan, aku yang akan bayar ganti ruginya.
Tapi
kau harus buktikan dia melakukan salah.
Dasar orang gila.
Dasar, sana lihat kaca!
Penampilanmu sendiri
mau menodong atau menunggu belas kasihan orang?
Dasar gembel!
Tahun 2013, seorang tunawisma melapor ke kantor polisi.
Mengaku kehilangan tas dengan uang 192,000 Won.
Awalnya tak ada yang percaya.
Kemudian dia menjelma jadi milyader dengan aset senilai 50 milyar.
Apa?
Apa katamu?
Berpakaian seperti ini, bagaimana kau yakin aku seorang pengemis?
Yang kaulihat bukanlah semuanya.
Suara itu...
50 milyar apa maksudmu?
Hei, mending kau makan saja ini!
Sebetulnya
prinsipku menghindari kerja yang sia-sia.
Menghindari kontak tubuh yang tak perlu.
Hari ini hingga kau mati akan kubuat kau merasakannya.
Memperlakukan orang, kau sendiri harus paham diri sendiri.
Orang lain tak tahu makanya tak takut.
Wajah yang sangat ingin kulupakan.
Tapi kami...
seperti halnya hari ini bertemu lagi.
Setelah 2 kali musim semi.
-=Isi drama tidak terkait dengan kelompok tertentu, agama tertentu dan lainnya.=-
-=Tahun 1994=-
-=Cheon Guk(Gerbang Surga)=- Selamat datang para penderma dan jemaat
-=Juru Selamat=-
-=Episode 1=-
-=Polres Seoul=-
-=2014 - 2016 Kasus yang terjadi di Hwaju=-
-=Dicari seorang wanita usia 20 tahun. 28 Februari 2016 sekitar jam 7:20 memakai mantel pink dan sepatu kets merah...=-
-=Hati-hati Kebakaran=-
-=Hati-hati Kebakaran=-
-=Rela memberi konpensasi 50 juta Won=-
-=Polres Seoul=-
-=Post mortem: data fisik yang diperoleh melalui identifikasi setelah korban meninggal=-
-=Hati-hati Kebakaran=-
-=Han Sang Goo=-
-=Orabeoni(Kakak)=-
-=2 Tahun Kemudian=-
Damn!SuperSub Indonesia Facebook Fanpage: facebook.com/DamnSuperSubIndo
Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: ~ ngesub.com ~
~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan @ngesub dan nantikan episode berikutnya. ~
-=Cuplikan Episode Berikutnya=-
Menunggu.
Mengampunimu?
Tolong aku!
Orang itu kembali.
Hanya satu orang yang mungkin selamat.
Apa itu?
Takdir kita tidak biasa.
Tebak apa?
Kalau yang kaukatakan benar
Selanjutnya apa yang akan kulakukan?
Apa yang ingin kaubuktikan?
Dia akan kembali.
Mungkin dia sudah kembali.
Kau mau menipuku?
Hantu apa...
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.