Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-=Konten drama ini tidak terkait kelompok tertentu, agama tertentu ataupun lainnya.=-
Han Sang Goo.
Ingat yang kukatakan.
Jangan tembak.
Kalau dia mati...
Kalau dia mati...
Kau...
tak bisa menerima kenyataan lalu bunuh diri.
Tolong.
Aku ke labfor bersama Kim Dan
saat seorang mahasiswi hilang.
Di bajunya Baek Ah Hyun terdapat darah korban terakhir?
Iya, darahnya banyak sekali.
Kalau ditilik dari pendarahannya sepertinya belum meninggal.
Tapi kalau tak dibawa ke rumah sakit akan membahayakan nyawanya.
Paling lama bisa bertahan 24 jam.
Selamatkan aku.
Kau mau kuselamatkan?
Makanya, kau menggunakan kekuatan prediksi.
Melihatku dan Han Sang Goo?
Apa aku menembak Han Sang Goo?
Dan Han Sang Goo terlibat penculikan Baek Ah Hyun?
Nampaknya begitu.
Akhir ceritanya bagaimana?
Apa?
Fantasimu akhirnya bagaimana?
Biasanya tokoh protagonis akan mengalahkan tokoh antagonis dan hidup bahagia selamanya.
Aku melihat pria itu.
Kau tak mempercayainya.
Jangan anggap aku anak 6 tahun
yang terkesima oleh putri cantik.
Tapi aku 36 tahun.
Aku tak bisa mempercayai fantasimu.
Aku tak memaksamu mempercayaiku.
Bukan juga mengubah sudut pandangan pria usia 36.
Tapi...
Penculikan putri chaebol ini direncanakan dengan cermat.
Mendekati target penculikan.
Dia hidup kembali.
Ini bukan gayanya Han Sang Goo.
Pernah lihat pembunuh berantai yang berubah style secara mendadak?
Tidak.
Kalau tidak, tulis lagi.
Dan...
Harus kau tulis lebih rapi.
-=Episode 3=-
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn!S
Damn!Su
Damn!Sup
Damn!Super
Damn!Super
Damn!SuperS
Damn!SuperSu
Damn!SuperSub
Damn!SuperSub
Damn!SuperSub I
Damn!SuperSub In
Damn!SuperSub Ind
Damn!SuperSub Indo
Damn!SuperSub Indon
Damn!SuperSub Indone
Damn!SuperSub Indones
Damn!SuperSub Indonesi
Damn!SuperSub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee ~
Ada apa?
Kau ada masalah?
Tidak.
Tidak apanya?
Appa tahu dari caramu menggerakkan sumpit.
Karena lonceng?
Ada yang mati...
seorang yang kukenal.
Apa kasus penculikan putri chaebol yang di berita itu?
Entah ada kaitannya atau tidak.
Aku tak bisa lepas tangan.
Jadi karena masalah itu.
2 tahun lalu, kulihat keluarga pria ini mati.
Meskipun aku melihatnya,
tapi aku tak bisa menghentikannya.
Sekarang, aku tak bisa melihatnya mati.
Jangan mendahului takdir.
Kau sudah melakukan yang terbaik.
Seorang harabeoji bilang
ini jimat.
Mungkin karena aku memakai gelang lonceng ini,
aku bisa melihat masa depan orang.
Kurasa bisa dikatakan semacam takdir.
Memangnya kau tukang sihir?
Kenapa Appa?
Apa yang membuatmu mencampuri kehidupan orang lain?
Aku berbeda dengan orang lain. Appa bilang begitu.
Aku terlahir jadi polwan.
Yang selalu menguatkanku itu Appa.
Appa takut kau terluka.
Sering jalan di tepi danau, mana mungkin sepatu tak basah?
Mungkin jika tidak hati-hati akan tercebur ke air.
Karena itu, Dan
kali ini dengarkan Appa.
Baiklah.
Ayo makan.
Aku menyampaikan pesan.
Kesepakatan dimulai.
Ah Hyun sembuhkan dulu!
Selama aku bisa melakukannya
apapun bisa kujanjikan.
Untuk persyaratannya
Tunggu sampai urusan putrimu selesai baru dibicarakan lagi.
Kau mau menghentikan nyawaku?
Kemurahan hati lebih efektif dari ancaman terhadap nyawa.
Hoejang-nim yang mengajariku.
Kau sudah pandai bicara rupanya.
Anjing kecil ini
ternyata tumbuh setiap harinya.
Sekarang kau bisa berbohong tanpa mengedipkan mata?
Aku mau bicara sebentar dengan Ah Hyun-ssi.
Anda senang kembali dalam keadaan hidup?
Aku senang Anda tidak mati.
Apa yang terjadi
selama 128 hari Anda menghilang?
Aku harus tahu.
Saat Anda dewasa,
belajarlah mengubah aturan game.
Rebut perhatian dunia.
Diam tak selamanya berhasil.
Katakan.
Aku di pihak Anda.
Hanya aku yang bisa di pihak Anda.
Sudah lama aku tak melihatmu.
Usaha Anda lancar?
Beginilah.
Aih, pakaianmu kenapa?
Adikmu mana?
Bukannya kalian selalu kemari untuk minum dan bertengkar?
Dia sudah menikah?
Anu... hampir.
Tolong... biarkan saja.
Menantuku...
Di liburan kali ini aku tak akan mengajak mertuaku.
Makanya aku mau naik pesawat.
Pernah dengar tempat wisata Cebu?
Mau Cebu atau Seoul
kau harus membantu mengawasi cucumu.
Ih, kau ini.
Bicara soal berbakti, anak bontotku paling berbakti.
Kali ini dia diterima jadi PNS golongan 9.
Hebat.
Akhirnya aku bisa lega.
Ternyata orang biasa hidupnya seperti ini.
Mengambil hal-hal kecil
lalu disimpan seolah sebagai permata.
Jadi...
adik yang seperti permata
kenapa tak kau perlakukan dengan baik semasa dia hidup?
So In.
Kapan datang?
Aku pesan tulang iga, tulang iga.
Kesukaanmu.
Tentu saja soju.
Oh itu...
Kau, cepatlah makan.
Oppa sudah kenyang.
Selalu pura-pura makan.
Aku dulu tak suka jjajang.
Karena 365 hari kau mati-matian diet menurunkan berat badan.
Shit!
Dasar antisosial!
Dasar Mujigae!
Kau anak sekolah?
Umurmu sudah 36 tahun.
Menang bertengkar melawan adikmu kau senang ya?
Selalu merundungku, mengancamku
menganiaya aku.
Memangnya ini film setan?
Terlepas dari apa?
Hei, sebagai kakak
tak ada yang bisa lebih baik dariku.
Kau memang orang baik.
Sampai membiarkanku mati.
Iya.
Pasti ketakutan... sendirian.
Hari itu...
Aku takut.
Kau pasti membenciku. Sangat.
Iya, aku sangat benci Oppa.
Pastinya.
Oppa nangis?
Nangis apaan...
Hei, saat kau mati
tak sekalipun aku menangis.
Gak nangis? Sama sekali gak nangis?
Wah, dasar.
Sedih sekali.
Kau tahu.
Terpuruk dalam kesedihan
bukan styleku.
Aku tak punya kualifikasi untuk itu.
Yang pasti, menyedihkan sekali.
Sudah habis.
Duduk dulu.
Aku belum bilang maaf.
Setelah menangkapnya baru aku akan bilang maaf.
Jadi...
Jangan pergi seperti ini.
So In.
Kau baik-baik saja?
Tak terluka?
Mana yang sakit?
Sakit.
Aigoo, menangislah.
-=Kasus Hilangnya Wanita di Gyeonggi=-
Di bajunya Baek Ah Hyun putri dari Hoejang Songha Group -=Kasus Hilangnya Wanita di Gyeonggi=-
Di bajunya Baek Ah Hyun putri dari Hoejang Songha Group
ditemukan 3 noda darah.
Petunjuknya?
Di dekat rumah wanita terakhir yang hilang
ditemukan tinja pelaku.
Tapi DNA yang ditemukan hanya 50%.
Baek Ah Hyun?
Masih mengalami afasia, belum bisa memberikan pernyataan.
Kalau begitu...
pertama, kita selidiki 3 wanita yang hilang.
- Iya. - Iya.
Siap!
Hei, ayolah.
Kalau seperti itu, mana bisa kau jadi polisi.
Sedang apa di sini?
Oh.
Kim Hyeongsa?
Aku hanya lewat.
Kantor polisi bukan agen real estate. Masuk saja.
Kau mau kemana?
Terburu-buru tidak?
Mau menangkap.
Han Sang Goo.
Silakan kalau mau mentertawakan.
Aku ikut denganmu.
Apa?
"Barangkali aku bisa membantumu."
Aktor utama bilang begitu.
Tapi aku sudah ganti peran.
Yang lalu gak sesuai.
Hei, hei.
Kau, kau, kau.
Selalu seperti ini.
Pola pikir seperti ini kau tak bisa melakukan hal besar.
Memadukan 2 tema sudah jadi tren lama.
Memangnya kenapa coba mereka memadukan fantasi dalam drama?
Maksudmu kau percaya padaku?
Bukan perkara percaya gak percaya.
Terus apa?
Aku ingin memastikan mengenai Han Sang Goo...
Dan kata-katamu salah.
Tidak mungkin.
Kenapa?
Mungkin akan berbahaya kalau ikut campur kasus ini.
Tak masalah.
Semua yang kau tahu, katakan padaku.
Aku tak mau menyesal lagi.
Seperti 2 tahun lalu.
Jadi...
termasuk Baek Ah Hyun
beberapa kasus wanita hilang
terkait dengan si pembunuh berantai Han Sang Goo.
Tapi belum jelas.
Iya.
Dan juga...
Tahi yang pernah kau injak
kami menemukannya di sini.
Apa dia mengamatinya diam-diam?
Entahlah.
Selain tahi, tak ada jejak yang tertinggal, sidik jari ataupun rambut.
Korban terakhir yang hilang
seorang mahasiswi yang tinggal di sini.
Ulasan informasinya.
Karena dia juga seorang tutor dia pulang sebelum kuliahnya berakhir.
Lalu menghilang.
Mahasiswi kedokteran.
Seperti dunia ini belakangan.
Sangat langka...
Burung phoenix emas terbang keluar dari lembah.
Hutang untuk biaya pendidikan dan biaya hidupnya banyak.
Saat kuliah sulit menjadi tutor.
Dia tak punya teman.
Keluarganya?
Putus kontak dengan Ayahnya setelah orang tuanya cerai.
Eommanya tinggal di Daegu.
Kudengar darahnya banyak keluar.
Masa iya masih hidup?
Kalau dia masih sadar, harusnya mungkin.
Ini tanda dia praktik menjahit.
Aku yakin tak ada yang spesial.
Kurasa tidak.
18 November, karena jadi tutor sulit mengejar materi kuliah.
Jalan yang kuambil ini apa benar?
19 November, hari ini makan kimbap segitiga. Besok hidupku akan seperti pengemis.
Choi Eun Yoo semakin depresi.
Ada yang mulai aneh dari sini.
Catatan hariannya terhenti selama sebulan.
-=28 Desember=- 80,000 won. Catatan hariannya terhenti selama sebulan.
-=28 Desember=- 80,000 won.
28 Desember, belakangan memikirkannya membuatku tertawa.
28 December, belakangan memikirkannya membuatku tertawa.
Dunia terasa begitu indah.
Cowok itu.
Dia punya pacar?
Aku tak punya informasi kalau dia pacaran.
Orang berubah begitu cepat.
Pasti ada kesempatan.
-=Hasil Tes DNA=-
Hei, sudah kau temukan?
Orang yang berak itu.
Ayo, Seonbae.
Apa?
Sepertinya di sekitar sini.
Chun Seonbae.
Apa yang kaulakukan dengannya?
Buang dulu kepomu.
Lho, kau kan bukan polisi.
Lupakan dulu semua gosip itu.
Aku milik publik.
Tahinya siapa?
Punya Han Sang Goo?
Maksudmu pembunuh berantai Han Sang Goo?
Hei, nama itu kenapa?
Pengangguran, usia 24 tahun.
Ini penyimpangan catatan kriminal dari percabulan secara terbuka.
Apa?
Hei, ayo cepat.
Hei, harusnya dia.
Kau masuk dulu.
Iya.
Kau di luar saja.
Iya.
Yoo Seong Woo-ssi.
Tangkap dia!
Hei, hei, tarik dia.
Sebentar.
Hei, lihat.
Akan kuperlihatkan padamu, Nyuk!
Kau tahu wanita ini?
Kau mengintip wanita melalui jendela.
Juga berak di bawah pohon, kan?
Aku mengaku salah.
Gadis itu di mana sekarang?
Ajussi.
Apa?
Aku...
Apa?
Pengen eek.
Apa?
- Sial. - Apa maksudmu?
Keparat kau!
Berhentilah memukuli orang.
Bukan dia.
Dia tidak sanggup melakukan kejahatan ber-IQ tinggi.
Dia idiot.
Kalau dites paling tidak harus lebih dari level 3.
Ini, dikirim oleh Pusat Dukungan Disabilitas.
-=Pusat Dukungan Disabilitas=-
Oh, sia-sia saja lari.
Ayo.
Hei, informasimu sama sekali tak membantu.
Benar.
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn!S
Damn!Su
Damn!Sup
Damn!Super
Damn!Super
Damn!SuperS
Damn!SuperSu
Damn!SuperSub
Damn!SuperSub
Damn!SuperSub I
Damn!SuperSub In
Damn!SuperSub Ind
Damn!SuperSub Indo
Damn!SuperSub Indon
Damn!SuperSub Indone
Damn!SuperSub Indones
Damn!SuperSub Indonesi
Damn!SuperSub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee ~
Kau suka katak?
Iya, aku suka katak.
Katak.
Aku bisa melipat katak.
Lihat ya.
Tuh, sudah selesai.
Katak, katak.
Hari itu saat kau di sana
agassi yang kaulihat...
seperti ini.
Siapa yang menangkapnya apa kau melihatnya?
Tidak lihat ya. Maaf.
Iya.
Seong Woo melihatnya.
Kau melihatnya?
Apa kau ingat wajah orang itu?
Kalau dia datang, aku dan ajussi-ajussi tadi akan menangkapnya.
Aku janji.
Tak apa-apa.
Katakan.
Katakan saja.
Monster.
Monster.
Datang.
Monster...
mengambil
wanita itu.
Monster?
Tubuhnya disembunyikan di mana?
Mayatnya kenapa?
Mungkin korban masih hidup.
Ada 4 orang hilang.
Empat lawan satu sepertinya terlalu sulit untuk ditangani.
Ditambah lagi
Seperti sebuah dunia yang susah.
Misalnya kau punya 5 orang untuk diberi makan.
Kelima-limanya akan kau biarkan hidup?
Sepertinya tersangkanya sedikit idiot.
IQ-nya agak bermasalah.
Ngelantur bicaranya.
Tapi...
3 orang ini kenapa?
3 orang hilang di rumah, kecuali yang ini.
Pekerjaan dan usianya berbeda.
Tempat tinggalnya juga
Cheonho-dong, Nonhyeon-dong.
Agak jauh dari Hwapyeong-dong.
Untuk Baek Ah Hyun-ssi...
Tak ada kaitannya.
Iya.
Choi Eun Yoo jelas berubah.
Tak punya teman, sendirian.
Sulit mengejar mata kuliah.
Hutang terus bertambah seperti bola salju.
Kalau dipikirkan, makin banyak makin realistis.
Harus segera memohon pertolongan roh para Jenderal atau apalah itu...
Lho, be-bentar, Biksu!
Kenapa tak terfikirkan olehku sebelumnya?
Yang membuatku tersenyum tanpa syarat.
Hadiah.
Keluarganya?
-=Mengundang Anda ke Gereja Cheon In=-
Benar. -=Mengundang Anda ke Gereja Cheon In=-
Benar.
Tisu yang dibagikan di gereja.
Apa?
Agamanya?
- Aku Choi Sung Gi Hyeongsa. - Iya, iya.
- Maaf mengganggu. - Begini...
- Mengenai gereja ... - Apa Kim Yeon Hwa ke gereja?
Dia ke gereja?
Benar.
Keduanya ke gereja.
Apa nama gerejanya?
Gereja mana?
Cheon In?
Choi Eun Yoo juga.
Ketiganya ke gereja yang sama.
-=Gereja Cheon In=- Kau bisa sendiri?
Gerejanya besar sekali.
Dilihat dari ajarannya ini hanyalah kultus.
Tapi banyak menarik tokoh dari kalangan politisi dan pengusaha.
Sekarang kelompok Gereja Ortodoks tak punya pilihan.
Gereja yang besar.
Kau mungkin malu.
Pantas saja para seonbae mencegahku.
Kau punya beberapa pilihan.
Pertama,
disetujui oleh atasan secara formal,
dan mencari lagi.
Dua, pura-pura jadi anak domba yang khotbah di jalan.
Tiga, toh sudah sejauh ini.
Tinggal masuk saja.
Itu yang kulakukan saat kuliah.
Kalau tak menemukan jawabannya pilih pilihan ke-3.
Aku akan segera kembali.
Semangat!
Sudah.
Ada apa kemari?
Aku juga sangat khawatir.
Orang-orang yang beriman ini
tiba-tiba saja tak ke gereja.
Aku tak mengira terjadi hal seperti ini.
Apa ke-3 orang yang hilang saling kenal?
Ada 190.000 pengikut yang terdaftar di gereja kami.
Sekalipun dalam kebaktian yang sama sulit saling mengenal.
Jadi...
Tidak ada orang yang kenal Baek Ah Hyeon dan ketiga orang lainnya secara bersamaan?
Maksudmu aku?
Kenapa kau begitu takut?
Jadi aku ikutan gugup.
Ah, maafkan aku.
-=Kim Dan=-
Kau mengenakan sesuatu yang menarik.
Ah, pastor tidak suka hal seperti ini ya?
Dulu, sebelum percaya Tuhan
Pernah dirasuki oleh roh jahat.
Injil yang menyelamatkanku.
Sungguh?
Injil yang menyelamatkanku.
Anak Allah memberi berkatNya.
Sehingga orang jahat tak bisa menyentuhku.
Jangan menghambakan diri pada hal mistis.
Ah, iya, iya.
Kalau begitu, aku undur diri.
Iya.
Tapi...
apa kita... pernah bertemu sebelumnya?
Waktu aku menghadiri acara peringatan Baek Ah Hyun.
Oh, di sana ternyata.
Iya, Bujang-nim.
Tidak.
Bukan begitu.
Maafkan aku.
Aku akan segera kembali.
Van itu kenapa?
Van itu menjemput jemaat yang tinggal di pinggiran kota.
Harusnya berisikan 3 orang.
Van?
Supirnya?
Siapa supirnya?
Seorang diaken yang dulunya gelandangan.
Membantu pekerjaan logistik.
Gelandangan?
Apa wajahnya...
Iya, wajahnya terluka parah.
Bekas lukanya cukup besar.
Monster.
Monster....
yang menangkapnya.
Jangan-jangan...
Dia Han Sang Goo.
Dia Han Sang Goo!
Cepat.
Apa yang dia maksud?
Hei, hei.
Di sana.
Sebetulnya aku tak sedang bertugas.
Tapi dia datang dan memintaku ganti shift.
Dia tinggal di ruang serba guna gereja.
Dia pergi.
Sebelumnya dia di sini.
Sangat dekat.
Dia di hadapanku, aku tak mengetahuinya.
Sial.
Sial.
Seorang pembunuh berantai bersembunyi setelah membunuh.
=Han Sang Goo muncul kembali setelah sempat bersembunyi. Ketika polisi menyelidiki=
=dia sengaja membakar wajahnya untuk menyembunyikan identitasnya.=
=Menyamar sebagai seorang supir di gereja.=
Polisi akhirnya...
Telponkan orangku.
Agassi.
Hubungi polwan yang waktu itu.
Sekarang.
Apa?
Aku akan segera ke sana.
Baek Ah Hyun.
Baek Ah Hyun mau bicara.
Anda mencariku?
Ah, beliau ini konsultan.
Dulunya aku polisi.
Pernah ada kejadian yang melibatkan Han Sang Goo.
Han Sang Goo?
Han Sang Goo, benar kan?
Orang yang menculik Agassi.
Benar.
Si pembunuh berantai Han Sang Goo.
Tapi kenapa sebelumnya Anda tak bicara apa-apa?
Aku takut orang itu mendatangiku.
Menemukanku,
dan membunuhku.
Aku takut.
Aku bisa mengerti.
Agassi adalah korbannya.
Anda di mana
selama 128 hari menghilang?
Apa yang terjadi pada Anda?
Dia jahat.
Aku benci sekali dengan tunanganku.
Dulu aku mempercayainya.
Yang mempercayainya lebih dari siapapun.
Tapi dia memperlakukanku seperti tiket lotre.
Kalau tiba-tiba aku menghilang dari dunia ini bagaimana?
Aku ingin dia terluka seperti halnya aku.
Itu sebabnya kulakukan.
Tapi...
Pria itu ada di sana.
Seolah dia sudah menunggu.
Di mana?
Aku tak tahu.
Begitu kubuka mata.
Ruangannya gelap.
Di mana-mana hanya terlihat dinding.
Kau mau apa?
Apapun yang kauinginkan
bisa kuberikan padamu.
Kau pasti tahu siapa aku makanya menculikku.
Kalau Appaku tahu aku diculik kau tak akan dilepaskan.
Appaku Hoejang Songha Group.
Kupikir 1-2 hari hal ini akan berakhir.
Kalau bayar uang tebusan pasti aku akan dilepaskan.
Tapi ternyata tidak.
Itu baru permulaan.
Tolong.
Apa ada orang?
Tolong!
Oh, ya Tuhan...
Ada wanita lain?
Kalian bersama?
Kenapa mereka tak keluar?
Agassi bagaimana bisa...
Kau tanya bagaimana aku kembali dalam keadaan hidup?
Masih hidup kah
mereka?
Sepertinya sudah mati.
2 orang yang lain tidak pernah kulihat.
Gadis yang terakhir...
Iya.
Choi Eun Yoo.
Dia ditikam
Han Sang Goo.
Pembunuh itu menghujamkan pisaunya.
aku berencana melarikan diri bersama.
Tapi dia menyuruhku lari.
Dia menarik celana penjahat itu.
Lantas?
Aku lari sekencang-kencangnya.
Lari, dan lari.
berusaha untuk selamat.
Hanya itu saja yang kupikirkan.
Maafkan aku.
Harusnya aku menyelamatkannya.
Aku minta maaf sebelumnya.
Tapi aku penasaran akan satu hal.
Apa...
Anda suka sains?
Aku akan melakukan percobaan sendiri.
Dan temanya adalah gaunnya Baek Ah Hyun-ssi.
Darah manusia lebih kental 4x dari air.
Karakteristik darah ini menentukan
kecepatan dan arah percikan darah
yang akan membuat noda darah yang berbeda.
Dilihat sekilas, ini seperti lukisan abstrak.
Kalau diperhatikan lebih dekat akan terlihat karakteristik tertentu.
Ini foto gaun Ah Hyun-ssi yang diperbesar.
Percikan darahnya terserap hingga serat kain.
Seperti yang Ah Hyun-ssi bilang Anda melihat mahasiswi itu tertikam pisau
dan sangat dekat.
Aku ulangi lagi noda darah dengan karakteristik serupa.
Pertama, mengukur panjang noda darahnya.
Dengan menggunakan fungsi trigonometri
besar sudut bisa dihitung.
Nah.
Mari kita lihat dari mana percikan darahnya.
Melalui analisis sumber darah,
memperlihatkan jarak dari penyerang
dan arah percikan darah.
Dan...
Darah di baju Anda
tidak sama, Ah Hyun-ssi.
Ah Hyun-ssi di sini.
Aku jadi mahasiswi.
Pria yang mengayunkan pisau.
Ah Hyun-ssi, kau sendiri yang melakukannya.
Tunggu sebentar.
Selamatkan aku juga.
Entah apa alasan Anda,
Anda menikam mahasiswi itu dengan pisau.
Dan kembali dalam keadaan hidup.
Tidak, bukan begitu.
Bukan aku.
Itu...
Baek Ah Hyun-ssi, berdoalah mahasiswi itu masih hidup.
Kalau tidak, Anda
akan dituntut melakukan pembunuhan.
Katakan...
Di mana dia?
Di seberang pom bensin.
Tidak jauh dari gereja.
Keberadaan Han Sang Goo ditemukan.
Cepat.
Seonbae, aku...
Bisa terlambat, aku harus cepat.
Berjanjilah.
Apapun yang terjadi jangan gunakan pistol.
Aku mengerti.
Aku bahkan tak punya pistol.
Kenapa tak ikut?
Ada hal yang harus kupastikan.
Akan segera kususul.
Katakan.
Di mana dia?
Han Sang Goo.
Bukan di sana.
Masih bernafas.
-=Chun Jae In Hyeongsa-nim=-
Kutunggu.
Iya, Han Sang Goo.
Kau sekarang di mana?
Jawab.
Aku tak bisa katakan.
Biar kutangkap dia.
Aku tak akan membiarkanmu mati.
=Cepat keluar dari sana!=
Hei, Kim Dan.
Sial.
Ah, kenapa tak diangkat?
Hei, hei cepat lacak di mana Kim Dan.
Ah, iya.
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn!S
Damn!Su
Damn!Sup
Damn!Super
Damn!Super
Damn!SuperS
Damn!SuperSu
Damn!SuperSub
Damn!SuperSub
Damn!SuperSub I
Damn!SuperSub In
Damn!SuperSub Ind
Damn!SuperSub Indo
Damn!SuperSub Indon
Damn!SuperSub Indone
Damn!SuperSub Indones
Damn!SuperSub Indonesi
Damn!SuperSub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee ~
Kau sadar.
Dong-Dong-Dong-Dong Gi Appa kenapa bisa meninggal?
Karena menginjak 'emas'.
Kenapa kau tak tertawa?
Dulu kalau aku bilang begitu kau tertawa.
Apa maksudmu?
Lepaskan aku.
Pura-pura tak tahu ya, Byeol.
Kenapa?
Karena sekarang aku jadi seperti ini?
Aku tak punya pilihan.
Aku tak mau dipenjara.
Musnahkan rumah hukuman itu.
Aku tak mau ke penjara.
~ Kuberjalan... hingga ke ujung jalan ~
~ Ada pintu terbuka ke surga ~
Ngapain kalian?
Ini bagaimana?
Yang menang yang akan makan.
Supaya bisa bertahan hidup kalian harus punya keahlian semacam itu.
Buktikan melalui perkelahian.
Tunggu apa?
Jadi kulakukan.
Aku disuruh.
Apa?
Balas dendam.
Supaya mereka melakukan hal yang sama. Aku hebat, kan?
Hanya satu orang yang akan selamat.
Dan berhasil.
Dia mengambil pisaunya.
Balas dendam?
Motifmu melakukan kejahatan adalah balas dendam?
Sebetulnya ada apa denganmu?
Kenapa kau selalu berlagak bodoh? Menyebalkan sekali.
Kau salah orang. Aku...
Kau janji!
Tumbuh dewasa dan jangan lupa.
Kita bertiga.
Ya...
Tapi...
Kau lupa aku?
Benar.
Gambar.
Kau ingat, kan?
Katakan namaku.
Nama?
Sial.
Sebentar, tapi...
Byeol, kenapa kau kembali?
Bukankah kubiarkan kau lari?
Tidak.
Kalau orang itu mencarimu bagaimana?
Aku akan menyelamatkanmu, Byeol.
Jangan sampai kau tertangkap.
Hei, Kim Dan.
Han Sang Goo.
Han Sang Goo.
Jangan tembak!
Polisi tak boleh menembak warga sipil.
Bertindaklah sesuai hukum.
Hukum? Aku tidak yakin bisa menegakkan hukum karena itu aku berhenti jadi polisi.
Kau tak punya kesempatan berpartisipasi dalam pemrosesan secara diskresioner atau keringanan.
2 Maret, 2 tahun lalu.
Setelah kau keluar dari kantor polisi
kau membunuh adikku yang tak berdosa.
Adikmu... kantor polisi...
Mengenakan mantel putih
dia juga menggigit tanganku.
Aku naik pitam dan memukulinya beberapa kali.
Diam kau, keparat!
"Tolong aku", dia memohon satu kali padaku.
Kukatakan semua akan segera berakhir.
Begitu?
Kalau begitu, memohonlah padaku.
Memohon aku mengampunimu.
"Bebaskan aku, kumohon."
Kau pikir aku akan bilang begitu?
Baik.
Pergilah ke neraka!
Tidak.
Apa yang kaulakukan Chun Jae In?
Jadi dia adikmu.
Apa?
Kau tak tahu?
Kau tak tahu, tapi membunuhnya?
Menyingkirlah.
Sebentar.
Apa maksudmu?
Katakan!
Hei, dia milikku kampret!
Kau tak punya lencana jangan berlagak jadi polisi!
Cepat menyingkir!
5 menit.
Bawa dia keluar.
Jangan mendekat.
Siapa berani menghentikanku
akan kubunuh dia.
Lalu aku bunuh diri.
Lihat gila satu ini.
2 tahun.
2 tahun aku mencarinya.
Hingga melepaskan semuanya.
Dua tahun... 5 menit pun tak bisa kau berikan?
Tidak.
Tangkap dia.
Lepaskan.
Dan
Kim Dan.
Puji Tuhan, kau hidup.
Tidak, Dan.
Kau sadar.
Kim Dan.
Chun Jae In Hyeongsa-nim.
Iya.
Ini aku.
Aku masih hidup.
Pelurunya menyerempetmu.
Syukurlah.
Kau begitu enggan mati tapi malah menahan todongan pistol tanpa mempedulikan apapun.
Sepertinya kau mengkhawatirkanku.
Siapa bilang?
Ibu meninggal tanpa ada penyesalan.
Saat aku terbangun tadi, di wajahmu terukir kata-kata ini.
Karena aku tak ingin hutang budi.
Tipe idamanku.
Bukan apa-apa,
kau hutang nyawa dan aku melihatnya.
Mau kemana?
Kau ingin bayar hutangmu?
Itu...
Akan kucicil.
Kau sudah baikan.
Dan.
Appa.
Dan
Kau benar baik-baik saja?
Hmm.
Dasar anak bandel.
Appa takut setengah mati.
Tidak.
Hanya memar sedikit.
Appa sudah dengar kata dokter.
Yang lainnya tak terluka, kan?
Kau bilang tak tahu kalau dia adikku, iya kan?
Aku bilang begitu?
Iya, mungkin.
Karena itu kau membunuhnya?
Begini...
Aku hanya mengikuti suara di kepalaku.
Itu saja.
Bohong.
Orang sepertimu yang buta nada akan sulit mengerti.
Ini bisa dikatakan.... wahyu.
Separuh benar, separuh bohong.
Selama ini, menurutku begitu.
Kau tidak puas dengan proses investigasi
makanya kau balas dendam padaku.
Mungkin.
Aku tak akan melupakanmu hingga mati.
Chun Jae In Hyeongsa-nim.
Tapi kupikirkan berulang kali,
setelah dibebaskan kau mencari adikku.
Bagaimana kau tahu alamatku?
Hari itu, seperti yang kau bilang kau dapat wahyu?
Apa itu...
bukan wahyu dari surga?
Tidak.
Keparat!
Demi orang itu kau mau membunuh.
Aku tak bohong.
Terus kau akan bohong pada orang itu?
Tuhan berkata jangan menipu.
Pembohong akan dibinasakan.
Kau mau aku membacanya?
Tuhan jijik melihat pertumpahan darah dan penipu.
Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu.
Tidak.
Hanya satu kali...
Begitu rupanya.
Benar ada seseorang di belakangmu.
Katakan.
Siapa?
Tak bisa kukatakan.
Aku tak akan pernah
masuk penjara.
Bangsat!
Cepat katakan!
-=Polres Seoul=-
Sedang apa kau di sini?
Kau tak butuh lihat Han Sang Goo?
Dokter bilang kau harus istirahat beberapa hari.
Itulah, siapa suruh kau berbuat onar di penjara?
Ikut aku.
Aku akan tanya sekali lagi.
Yang menikam Choi Eun Yoo dengan pisau
Baek Ah Hyun-ssi, kan?
Ah, sialan!
Orang ini menggunakan hak diamnya.
Hei, korbannya gimana?
Kemarin dia menjalani operasi.
Masih belum sadar.
Kalau begitu kita harus membuatnya bicara.
Barusan?
Han Sang Goo bisa ditransfer ke Kejaksaan setelah 4 hari.
Karena kasusnya jadi perhatian publik.
Karena itulah Geomsa jadi tak sabaran.
Bukan aku.
Apa?
Han Sang Goo yang melakukannya.
Semuanya.
Jadi menurutmu hal ini akan berhasil?
Han Sang Goo juga punya mulut.
Han Sang Goo tak mau bicara?
Sudah ditransfer.
Baru saja.
Reaksinya Baek Ah Hyun begitu?
Firasatku tak enak.
Iya, di mana?
Apa yang kaulakukan? Jangan bergerak!
Hentikan mobilnya.
Hei.
Tahan.
Depan ada apa?
Jawab!
Cepat jawab!
Kalau kita membiarkannya kabur, kita dalam masalah.
Hei, hei.
Di sana!
Kejar.
Iya.
Hei, tangkap dia.
Pistol, pistol.
Pistol..
Hei, Han Sang Goo.
Letakkan pistolnya.
Buang pistolnya, keparta!
Aku tak bercanda.
Letakkan pistolnya.
Jangan tembak!
Jangan mati.
Kau tak boleh mati.
Katakan! Siapa dia?
Sadarlah, keparat!
Siapa yang menyuruhmu membunuh?
Jangan lupa, Byeol.
Namaku....
Byeol, lihat ini.
-=Popeye=-
-=Byeol=- -=Popeye=-
-=Byeol=-
-=Apollo=-
Apollo.
Terima kasih.
Byeol.
Janjimu...
kau tepati.
Jangan mati.
Popeye menunggumu. Aku...
Popeye?
Dalangnya siapa?
Jangan mati.
Han Sang Goo!
Perintah penangkapan ditolak.
Noda darah yang didapatkan tak bisa dijadikan bukti.
Gimana?
Dia mati.
Aku...
melihatnya
barusan.
Lihat apa?
Adikmu.
Sebelum dia mati.
Adikku So In?
Adikmu mengirim pesan padamu.
Damn!SuperSub Indonesia Facebook Fanpage: facebook.com/DamnSuperSubIndo
Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: ~ ngesub.com ~
~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan @ngesub dan nantikan episode berikutnya. ~
-=Cuplikan Episode Berikutnya=-
Kotak Pandora.
Lihat baik-baik, Oppa.
Kebenaran...
Biarkan aku mengingat namanya.
Kasus ini terkubur oleh kebenaran yang tak kasat mata.
Bukan Han Sang Goo.
Seseorang bersembunyi di balik dia.
Apa yang terjadi di pulau itu?
Mereka...
Itu kutukan.
Sekarang aku mengerti kasusnya.
Kasusnya Han Sang Goo.
Tim ini bertanggung jawab atas penyelidikan baru.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.