Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BADAN PERFILMAN, MEDIA PERS, RADIO & TV
eACTION MOVIES
STAR ALLIANCE MOVIES
DAXI PICTURES
Kau menyalahgunakan Hukum Langit dan wewenangmu.
Kau tak layak menjadi Dewa.
Hentikan.
Aku Dewi Ratu Langit.
Yang Jian, selama kau bersedia menjadi Dewa dan menuju langit
berjanjilah kau tak akan melanggar hukum,
kau akan melindungi Titisan Dewa dengan jiwamu
dan tak membuat kekacauan di dunia,
maka dosa Yaoji akan diampuni.
Istana Langit akan membebaskan dia.
Akan kuselamatkan sendiri ibuku! Siapa yang berani mencegahku?
Aku tak tertarik menjadi Dewa. Kau menginginkan Titisan Dewa di Neraka?
Kau ambillah sendiri!
Beberapa generasi yang lalu, siluman membawa bencana ke dunia.
Dewa Langit turun untuk menundukkan para siluman.
Manusia terpuruk dalam penderitaan dan kesengsaraan.
Akhirnya, Yuanshi Tianzun mengakhiri perang.
Dia menyatukan jiwa-jiwa yang mati dari 3 dunia menjadi Titisan Dewa.
Dia menyegel titisan itu dan mempercayakannya pada muridnya Yuding Zhenren.
Jika kau tak dilindungi oleh Titisan Dewa, aku dengan gampang membunuhmu.
Sayang.
Sayang.
Sayang, harusnya aku panggil bidan.
Tidak, aku tak percaya orang asing.
Tapi kau kesakitan seharian ini.
Aku masih tak bisa percaya.
Sayang.
Sayang, berilah nama putra kita.
Kita beri saja dia nama Yang Jian, semoga "Jian" bernasib baik.
DEWA ERLANG
terjemahan broth3rmax
Sekarang sembunyilah. Siap atau tidak, aku datang.
Satu...
Dua...
Tiga...
Empat...
Sekarang sembunyilah. Siap atau tidak, aku datang.
Bersiaplah, aku datang.
Blackie, Blackie!
Panas!
Aku kepanasan!
Panas! Panas!
Aku kepanasan!
Kau tak apa-apa?
Panas!
Kakak, kau tak apa-apa?
Air.
Air.
Air. Aku haus.
Air.
Sakitnya.
Sekarang merasa baikan, kak?
Erlang. / Ibu.
Erlang.
Kau tak apa-apa? / Aku tak apa.
Gadis cilik siapa namamu?
Namaku Guoer. / Guoer, terima kasih ya.
Ayo kita pulang.
Boleh aku kesini main denganmu lagi?
Tentu boleh.
Ini, pelan-pelan.
Sudah berkali-kali ibu bilang
kamu bisa sakit kalau pergi ke gunung.
Jangan pernah naik ke pohon besar itu lagi.
Mengerti?
Ya bu. / Ini minum lagi.
Lihat, lihat.
15 TAHUN KEMUDIAN
Kak Erlang.
Erlang, hati-hati.
Erlang,
kenapa kau cuma pilih yang bagus-bagus saja?
Kusisakan untukmu yang bagus.
Punyaku semuanya busuk.
Kau tahu, kesemak busuk itu yang paling manis.
Kak, dia mengambil kesemak bukan buat dia sendiri.
Tentu saja duia butuh kesemak yang bagus.
Kaukira mengenalku dengan baik? / Jadi kau mengambil kesemak buat ayah ibumu?
Kakak kedua, meski kau sudah mengumpulkan kesemak
kau tak bisa turun gunung.
Bagaimana caramu berikan padanya?
Aku...
Aku punya cara sendiri. Sini kembalikan.
Tak mau. / Dasar kau ini...
Apa? Jadi...
kesemak itu bukan buat ayah ibumu?
Dia berniat memberikan pada... / Aku...
Kak Erlang.
Kak Erlang.
Kenapa kau telat?
Aku cari kesemak dulu buatmu. Coba makanlah.
Masih segar dan enak.
Bu, kembaliannya!
Bu!
Kenapa kau beli ceret baru lagi?
Karena Erlang membuat teh kemarin.
Bu.
Ibu membicarakanku? / Ibumu membuatkan teh buatku.
Bu.
Kukira kita akan turun gunung dan membelinya sama-sama.
Kamu kurang sehat.
Jangan selalu paksakan turun gunung.
Itu 'kan saat aku masih kecil.
Sekarang aku sudah dewasa. / Ini demi kebaikanmu.
Melarangku turun gunung demi kebaikanku?
Sayang.
Kurasa kita harus lebih mengawasi Erlang.
Menurutku, dia sudah besar sekarang.
Selama tak berbuat melewati batas,
biarkan saja dia.
broth3rmax
Jiwa menyebar, ruh berhamburan.
Jiwa menyebar, ruh berhamburan.
Hanya beberapa orang saja yang berdoa buat kelahiran anak dan panen yang bagus.
Dengan memenuhi keinginan manusia seperti ini
kita tak akan bisa mengumpulkan kekuatan lebih banyak.
Kak, siapa dia?
Kenapa kau mendambakannya siang dan malam?
Bukan mendambakannya.
Hanya sejak di hari aku berubah ke bentuk manusia
aku selalu bermimpi tentang dia.
Entah kenapa aku bisa terhubung dengan orang ini.
Kakak,
hubungan asmara dialami manusia, juga siluman.
Kau dan aku kurang cukup terlatih.
Jika kita memikirkan masalah tak lazim begini,
maka hal berharga yang tersisa hanyalah
kulit kita ini saja nantinya.
Kukasih tahu. Meski kau Dewa, selama kau berhasrat jadi manusia,
kau akan kehilangan kulit milikmu itu.
Sudah kubilang berulang kali
pusaka yang kucuri dari Yuding Zhenren ini,
saat diam-diam kupelajari sihir darinya.
Akan kubuat kau menyesal bisa merusaknya.
Kau sendiri tak tahu cara pakainya.
Pusaka apaan?
Erlang, Erlang bisa pelan-pelan tidak?
Ibuku melarang aku turun gunung.
Tapi bertahun-tahun ini aku merasa sehat-sehat saja.
Erlang, apa yang kamu inginkan?
Ibu pasti akan membelikannya.
Kak... aku...
Dia tak perlu beli apapun dimanapun.
Erlang, tunggulah sebentar.
Apa memang manjur berdoa di sana? Apa aku harus beli seikat dupa lagi?
Putraku sedang sakit keras.
Ini soal ketulusan hatimu,
bukan banyaknya dupa yang kau bakar.
Sudah kubilang, Zheng Quan'an kakinya patah
bahkan dia tak sanggup berdiri. Awalnya dia juga tak percaya ini.
Kemudian, dia bakar segenggam penuh dupa di hadapan dewa.
Lalu tak keluar kemana-mana, tiba-tiba dia bisa berdiri kembali!
Bukankah menurutmu itu efektif?
Kayak sebuah keajaiban!
Perhatikan itu. Sungguh "dupa yang mahal".
Ya, amat mahal.
Kak, minumlah teh ini.
Apa ini? Siapa yang berdoa sekuat ini?
Dewi yang agung, aku berdoa padamu. Kurasa usiaku sudah 50 tahun.
Aku masih ingin punya seorang putra.
Mohon kabulkanlah doaku.
Kak, coba lihat ini, kak.
Lihat betapa tuanya dia.
Masih juga ingin punya anak.
Meier, aku harus serahkan ini padamu.
Aku akan pergi mencari Titisan Dewa 3 alam.
Sudah menghilang dari dunia dewa selama 100 tahun.
Dan aku disini sudah 20 tahun.
Namun belum menemukan apa-apa.
Erlang, kusarankan kau lupakan saja.
Jika kau sakit lagi, ibu akan menyalahkanmu lagi.
Jangan halangi aku.
Erlang.
Kak, aku berhasil!
Aku berhasil!
Aku berhasil! / Erlang, kembalilah secepatnya!
Aku tahu, tunggulah aku disini!
Guk! Guk!
Kau tak waras ya?
Blackie.
Guoer.
Kak Erlang?
Erlang, sedang apa kau disini?
Sudah berhari-hari sejak terakhir kita ketemu.
Aku merindukanmu.
Ayahku lagi sakit.
Jadi aku tak bisa menemuimu.
Bukankah kau juga mestinya sakit?
Bagaimana kau bisa turun kemari?
Berkat ini.
Apa ini?
Jimat pelindung. / Jimat pelindung?
Kudengar orang yang di gunung berkata ada yang mengabulkan doa.
Kuminta mereka berdoa, dan menuliskan ini untukku.
Ini cukup efektif. Jauh-jauh aku kemari
dan tak terjadi apa-apa terhadapku. Dengan bantuan ini,
aku bisa sering kemari main bersamamu.
Ya. / Ini.
Makanlah kesemak manis, baru kupetik hari ini.
Guoer.
Guoer!
Ayah memanggilku.
Kau harus pulang.
Baiklah.
Terima kasih, Kak Erlang.
Ayah, sini kubantu.
Guoer, siapa yang membawakanmu buah kesemak ini?
Erlang yang beri.
Erlang? Dari keluarga mana?
Orang yang tinggal di atas gunung.
Di atas gunung?
Guoer.
Keluarga itu amat aneh.
Mereka tiba-tiba pindah ke sini 20 tahun lalu,
dan tak pernah bergaul sama warga desa.
Sebaiknya kita jangan sering berhubungan dengan mereka.
Ibu. / Ibu.
Kenapa kalian pulang larut malam begini?
Saat aku menebang kayu bakar pagi tadi,
pergelangan kakiku keselo. Kakak membopongku waktu pulang.
Ya betul.
Ibu sisakan 2 mangkok nasi buat kalian.
Terima kasih, bu.
Kak...
Aku capek. / Istirahatlah.
Ya.
Airnya sangat dingin.
Jadi jimat itu benar-benar manjur.
Sebentar.
Taruh di dalam disini.
Tanganmu sangat trampil.
Seandainya ibuku masih hidup.
Aku akan menjagamu seperti ibumu.
Hm.
Semoga ayahku lekas sembuh.
Bagaimana kalau aku berdoa dan menuliskan jimat buat ayahmu juga?
Apa apa?
Ayahku berkata kalau...
aku harus menjauhimu.
Sebentar lagi malam. Mari kita pulang.
Bu. / Zhao.
Erlang.
Bu.
Bu, apa makanannya sudah siap?
Ya.
Kau yang menebang semua kayu bakar ini? Pasti kamu capek.
Tidak juga.
Maaf, pak.
Apa bapak mau ambil air?
Kudengar 20 tahun lalu,
seorang anak ajaib jatuh dari langit ke desa ini.
Apa itu benar?
Anak ajaib dari langit?
Aku tak pernah dengar itu.
Tapi ada keluarga yang pindah ke sini 20 tahun lalu.
Mereka selalu tinggal di atas gunung.
Nampaknya sangat aneh.
Kau tak apa-apa, paman?
Tak apa, terima kasih nona.
Apa paman tahu, keluarga yang tinggal di gunung?
Kudengar ada anak ajaib di keluarga itu.
Anak ajaib?
Ya kejadiannya 20 tahun lalu.
Paman.
Ayah, nih kuambilkan.
Ini.
Pelan-pelan.
Guoer, apa kau pernah bertemu keluarganya Erlang?
Mengapa ayah tanya begitu?
Hari ini di desa, ada orang menanyakan mereka.
Wanita itu membicarakan soal anak ajaib.
Mereka pasti punya musuh pribadi,
itu sebabnya mereka tetap tinggal di gunung.
Mulai sekarang, kularang kau menemui dia lagi.
Keluarga itu mungkin membawa malapetaka bagimu.
Guoer.
Guoer.
Guoer.
Guoer, ada masalah apa?
Ayah melarangku menemuimu lagi. / Mengapa?
Apa keluargamu pindah ke sini 20 tahun lalu?
Ya.
Memang kenapa? / Kalian tak pernah bergaul dengan orang luar.
Tapi ada orang ke desa ini menanyakan soal keluargamu.
Dan menyebutkan soal anak ajaib dari langit.
Ayah menganggap kau mungkin sembunyi dari masalah.
Itu tak mungkin.
Ayah ibuku selalu berada bersamaku sejak aku kecil.
Kami selalu hidup dengan tenang.
Aku tak pernah tahu kalau ada masalah.
Lalu kenapa kalian selalu tinggal di atas gunung?
Karena ibuku bilang kalau
aku bisa sakit kalau turun gunung.
Kamu 'kan juga tahu itu.
Aku tak tahu...
kalau ada alasan lainnya.
Kemungkinan apa alasan lainnya? / Dari pada tetap disini,
biar aku pulang saja menanyakan sama mereka.
Sayang, anak-anak kita sudah dewasa sekarang.
Kurasa kita ceritakan sama mereka
mengenai masalah itu sekarang.
Kita tunggu ampai mereka dewasa sepenuhnya.
Takutnya kalau kita cerita sekarang, mungkin menimbulkan masalah.
Erlang.
Erlang, kau mau ngomong sesuatu?
Bu, apa ayah dan ibu pindah kemari
20 tahun lalu?
Ya, memangnya ada apa? / Kalau begitu ceritakan yang sebenarnya.
Apa kita tinggal disini
untuk menghindari masalah yang lalu-lalu?
Erlang, terjadi bencana alam di tempat asal kita.
Itu sebabnya kita pindah dan tinggal disini.
Lalu kenapa kita tak bergaul sama warga desa?
Ibu mengkhawatirkan tentang penyakit anehmu.
Aku khawatir nanti orang-orang akan menggosipkannya.
Lalu apa ibu tahu 20 tahun lalu
ada anak ajaib jatuh dari langit ke desa ini?
Anak ajaib dari langit?
Pastinya itu dirimu, Erlang.
Kamu dulu sangat cerdas ketika masih kecil,
anak ajaib dari langit pastinya itu dirimu.
Lalu kenapa kita tak... / Sudah cukup, Erlang.
Kembalilah kerja sama kakakmu. Ibu dan ayah masih ada urusan.
Ayo.
Apa lihat-lihat?
Terus kasih makan ulat sutranya.
Erlang.
Kau memang benar. Kurasa ibu menyembunyikan sesuatu dari kami.
Tapi dia tak mau cerita. Dan aku tak bisa banyak tanya.
Jika kau belum mendapat jawaban jelas
ayahku pasti tetap menentang hubungan kita.
Lalu kita harus bagaimana?
Ayah. / Paman.
Apa yang ayah lakukan disini?
Sudah mulai mendung, aku membawakanmu payung.
Ini tanah kita, kita mengelolanya sendiri.
Paman, biarkan aku membantu. / Tak perlu, aku bisa sendiri.
Paman, biarkan aku membantu. / Lepaskan!
Ayah, ayah.
Ayah.
Pergilah dari sini.
Tak kuijinkan kalian bertemu lagi.
Paman.
Aku menyukai Guoer dengan tulus.
Aku tak akan menyakiti hatinya.
Tolong tak usah bicara ngawur.
Pergilah saja, sana!
Ayah, ayah.
Guoer, aku tak bisa mempercayakanmu
pada keluarga yang tak jelas masa lalunya ini.
Ayah.
Erlang sangat perhatian padaku.
Sejujurnya,
aku ingin menikah dengannya. / Tidak. Pastinya tidak.
Jika kau memaksa,
lebih baik aku mati di depanmu.
Ayah.
Guoer, bersumpahlah di depanku
bila kau tak akan menemui dia lagi,
dan kau tak akan menikah dengan dia.
Ayo, bersumpahlah!
Bersumpahlah!
Kakak.
Aku membututi dia ke gunung.
Dalam sekejap saja, dia menghilang.
Dan Cermin Pelacak Ajaib berhenti bereaksi.
Dia pasti dilindungi oleh orang berkemampuan tinggi.
Orang itu pasti ada hubungannya dengan Titisan Dewa.
Lalu bagaimana cara kita bisa memancing orang berkemampuan itu keluar?
Sekarang kalau dia sedang jatuh cinta sama gadis itu,
bagaimana kalau...
Begini,
kami tak bisa menyetujui lamaran pernikahan anda.
Soal masalah ini, aku takutnya
kau harus menyetujuinya.
Aku tak mau pergi, lepaskan!
Lepaskan aku!
Ayah!
Lepaskan putriku!
Ayah... / Kak, itu dia orangnya!
Dia beruntung menikah denganku.
Ayah, aku tak mau pergi.
Lepaskan putriku!
Kau memaksa bawa putri orang.
Hajar dia!
Ayah! / Bawa dia!
Bawa dia! Ayo!
Kak Erlang.
Lepaskan Guoer! / Siapa kau?
Aku Yang Jian.
Mundur! Mundur!
Jika ingin tuan kalian selamat,
mundur!
Jangan halangi aku! Pergi kalian!
Pergi!
Pergilah kalian semua!
Pergi!
Ayah.
Kau juga, pergi!
Ayah terluka? / Awas kau ya, bajingan!
Dasar tak berguna!
Cermin Pelacak Ajaib tak berespon.
Orang berkemampuan itu belumlah keluar.
Harusnya tak kita ganggu mereka.
Tetap terus amati.
Nona, kusarankan kau siapkan upacara pemakaman ayahmu.
Tabib, tolong cari cara lain.
Tabib, tolonglah dia!
Kondisinya terlalu parah, maafkan aku.
Tabib. / Ayah...
Aku mohon. Tolonglah dia!
Ayah... / Sungguh aku tak bisa menolong nyawanya.
Kecuali...
Kecuali apa?
kecuali kau punya jamur Lingzhi berusia 1000 tahun,
tak ada cara lain lagi. / Jamur Lingzhi berusia 1000 tahun?
Tabib, jamur Lingzhi yang kau sebutkan itu,
dimana aku bisa menemukannya? / Kudengar ada jamur Lingzhi berusia 1000 tahun,
di tebing Gunung Yuping.
Tapi tempat itu sangatlah berbahaya. Orang biasa tak akan bisa kembali.
Permisi. / Ayah!
Ayah!
Tunggulah aku.
Erlang.
Siapa itu?
Kau kuat sekali.
Siapa kau?
Namaku Yang Jian.
Yang Jian.
Jamur Lingzhi.
Kau menginginkan jamur Lingzhi?
Ya! Minggir kau! / Jangan mimpi.
Kau bukan hanya mengganggu ketenangan bertapaku,
tapi juga coba-coba mencuri milikku.
Apa kau ini peri?
Apa? Memang aku mirip peri?
Aku butuh jamur itu untuk menyelamatkan nyawa orang, amat mendesak!
Apa kau mau menyelamatkan ayahmu,
atau ibumu? / Tak ada waktu menjelaskannya.
Minggir!
Naik!
Jamur Lingzhi adalah tanaman ajaib.
Sebagai manusia, kau kira bisa semudah itu memetiknya?
Ini bukan daun bawang!
Pergi sana!
Aku ingin memetiknya, bukan urusanmu!
Dasar keras kepala!
โช Prrt
Nak, berapa umurmu?
Jangan banyak omong! Akan kutunjukkan diriku yang sebenarnya!
Sudah ketemu! Akhirnya aku menemukannya!
Waktuku 1000 tahun, sungguh sepadan!
Rupanya ada dalam dirimu. / Kamu ini bicara apa?
Ada Titisan Dewa menuju Neraka dalam dirimu.
Kau punya bakat yang luar biasa.
Aku tak akan membunuhmu. Kuangkat kau menjadi muridku,
dan membawamu kembali ke langit.
Lalu Titisan Dewa kembali ke tanganku lagi.
Aku tak mau pergi, aku akan mengambil jamur Lingzhi.
Itu bukan masalah.
Selama kau mengakuiku sebagai gurumu,
jamur Lingzhi itu jadi milikmu.
Kau sungguh-sungguh? / Aku cuma ingin menjadi gurumu.
Baiklah!
Guruku yang terhormat, sekarang aku muridmu.
Bagus! Akan kuambilkan jamur Lngzhinya.
Ini jamur Lingzhimu.
Siapa aku? / Kau mempermainkanku!
Siapa aku?
Guruku. / Bagus sekali, ini dia.
Kembalilah dan selamatkan dia.
Bagaimana caranya kembali?
Itu gampang.
Ayo, gurumu akan mengirimmu pulang.
Berangkat.
Guoer.
Aku disini ayah. / Yang Jian melakukan ini semua demi aku.
Dia sungguh orang yang penuh kasih sayang.
Namun keluarganya...
Ayah, lekas sembuh ya.
Akan kuturuti semua perkataan ayah.
Kamu turun gunung lagi.
Tidak.
Apa ini?
Itu jimat. / Buat apa?
Jimat itu
bisa melindungi keselamatanku. Sejak aku mendapatkan itu,
tak terjadi apa-apa saat aku turun gunung.
Ini sebuah jimat.
Tapi apa yang ini?
Mengapa harus kuberitahu?
Ibu juga menyembunyikan sesuatu dariku.
Aku khawatir kau bisa mendapat masalah besar. / Masalah besar...
Mana masalah besar ini?
Ibu selalu menakut-nakutiku begitu sejak aku kecil. Sekarang aku sudah dewasa
bukan anak 3 tahun.
Guoer yang memberi kantong kecil ini padaku. Yang tak kumengerti...
mengapa ibu mengkhawatirkanku tiap hari?
Memang, kini kau sudah dewasa.
Aku tak bisa menghukummu lagi.
Kalau begitu mulai sekarang, kau tak boleh meninggalkan kamar ini.
Bu, apa yang ibu lakukan?
Kau bertingkah kayak jagoan saja,
kau bukan hanya membahayakan nyawa keluarga kita, tapi juga membawa bahaya terhadap Guoer.
Bu. Bu!
Tolong buka pintunya!
Sayang.
Sayang.
Sayang.
Sayang.
Sayang. Sayang.
Jian sudah besar sekarang.
Kita harus ceritakan padanya soal masalah itu.
Sayang.
Suamiku, bukannya aku tak mau cerita padanya.
Takutnya jika aku cerita padanya, nanti bisa mengakhiri hidupnya.
Apa maksudmu?
Apa ini?
Aku tak mengkhawatirkan apapun.
Ini tanda yang ditinggalkan oleh petugas patroli dari langit.
Tempo hari aku juga lihat tanda ini
saat aku beli ceret teh.
Jaraknya sekitar 15 kilometer dari pasar.
Pihak berwenang dari langit sebentar lagi mendatangi kita.
Lalu...
Tetap buka saja pintunya. Biar aku lebih dekat dengan Guoer.
Kakak, tolong turutilah kata ibu.
Putuskan hubunganmu
dengan Guoer.
Meskipun kami putus,
hati kami tetap menyatu.
Lihat, apa ini? / Boneka.
Ini dirimu, aku yang membuatnya!
Berjanjilah, sayang
jangan menemui dia lagi.
Guoer, bersumpahlah di hadapanku
bila kau tak akan menemui dia lagi
dan kau tak akan menikah dengannya.
Aku akan menjagamu seperti ibumu menjagamu.
instagram: @broth3rmax
Kak, ayo bangun.
Guoer sedang menunggumu.
Cepat bangun.
Ayo!
Cepat.
Guoer.
Erlang.
Chan sudah cerita semuanya. Katanya ibumu mengurungmu
dan kamu tak mau makan. Betapa bodohnya tindakanmu!
Bagaimana lukamu? Kau sudah pulih?
Aku tak apa-apa.
Selama aku bisa menemuimu, maka aku akan baik-baik saja.
CELANA MURAH BERKUALITAS facebook.com/rumah.celana.37
Guoer, apa ayahmu sudah agak baikan?
Ya, kata tabib dia akan pulih bila sudah menghabiskan jamur Lingzhi itu.
Baguslah kalau begitu.
Guoer.
Bagaimana kalau kuajak kau pergi dari sini?
Kita sembunyi saja di tempat yang tenang.
Lalu kita bisa bersama selamanya, dan tak terpisah lagi.
Lalu bagaimana dengan ayahku?
Kita bisa ajak serta ayahmu.
Bagaimana menurutmu?
Erlang,
tentu saja aku mau pergi bersamamu.
Tapi jika kita meninggalkan semua dengan cara seperti ini,
bagaimana dengan ibumu?
Dan lagi ayahku belum sepenuhnya pulih.
Erlang, tolong bersabarlah.
Tunggu sikap ayahku agak melunak,
percayalah, sebentar lagi dia akan merestui kita.
Tapi apa kau tahu
betapa menderitanya aku bila tak bisa menemuimu?
Aku merasa kau disampingku, tapi aku tak bisa melihatmu.
Aku hanya bisa menunggu kau terus menerus hadir, di hatiku.
Aku juga.
Saat aku tak bersamamu,
aku selalu khawatir bila kau akan menghilang bagai tertiup angin.
Aku takut tak bisa bertemu kamu lagi.
Guoer, cintaku padamu sudah tumbuh dalam hati.
Meski terbakar menjadi abu,
aku tak akan pernah bisa melupakannya.
Dasar memang, manusia. Menjengkelkan.
Siapa menjengkelkan? Kamu yang menjengkelkan!
Pak tua, kenapa kau kemari?
Kau memanggilku paman kalau ada butuhnya.
Sekarang kau sudah mendapatkan jamur Lingzhi, lalu memanggilku "pak tua".
Erlang, siapa orang ini?
Saat aku mengambil jamur Lingzhi,
aku ketemu pak tua in...
paman ini. / Paman? Aku ini gurumu.
Jadi kau berusaha menyelamatkan dia?
Ayahnya.
Ayah mertuamu.
Hari itu aku pergi buru-buru.
Jadi siapa dirimu, tuan?
Aku salah satu dari 12 Peri Kunlun dibawah guru Yuanshi Tianzun.
Namaku Yuding Zhenren dari Goa Jinzia Gunung Yuxia.
Jadi kau benar-benar seorang peri.
Aku mengenali bakat luar biasamu tempo hari itu
dan memutuskan untuk mengangkatmu sebagai murid.
Kau menyanjungku, tuan.
Aku tak punya bakat begitu. Aku sakit-sakitan saat masih kecil.
Yang Jian, kau tidaklah sakit.
Kau hanya menyimpan Titisan Dewa untuk Neraka dalam dirimu.
Kau tak bisa mengendalikannya. Berlatihlah menempa diri bersamaku.
Kau akan bisa melelehkan Titisan Dewa dan menjadi Dewa.
Aku tak butuh itu semua.
Sekarang ini aku cuma ingin bersama Guoer.
Apa kau tahu,
kalau banyak siluman ingin membunuhmu demi Titisan itu?
Kalau begitu aku tak menginginkannya lagi. Keluarkan saja dari diriku.
Aku paham yang kau bicarakan?
Guoer, ayo kita pergi.
Baiklah, aku bisa mengeluarkannya.
Tapi Titisan Dewa itu sungguh...
Kau mau keluarkan atai tidak?
Baiklah.
Kau sendiri tak peduli hidupmu, kenapa aku harus peduli?
Zhao? / Bu.
Erlang! Erlang, kau kenapa?
Erlang! Kenapa?
Kenapa? Erlang!
Erlang! / Aku mau air, air!
Air!
Air! Aku haus.
Aku butuh air!
Akan kuambilkan air.
Akan kuambilkan air.
Air!
Akan kuambilkan air.
Air! Tapi tak ada air disini.
Akan kuambilkan air.
Ini airnya. Ini.
Boleh aku kesini dan main denganmu lagi?
Tentu boleh. Lihat, apa ini?
Boneka! Jelek sekali.
Ini dirimu, aku yang membuatnya!
Oh bagus kok.
Aku tadi mencarikan buah kesemak untukmu. Makanlah, masih segar dan enak.
Bagaimana kalau kuajak kau pergi dari sini?
Kita sembunyi saja di tempat yang tenang.
Lalu kita bisa bersama selamanya dan tak terpisah lagi.
Mengling, kau pergi ke dunia manusia tanpa ijin, aku akan menghukummu.
Aku hanya ingin bersama kekasihku.
Kenapa kau melarangku?
Kau melanggar hukum langit, aku tak bisa mengampunimu.
Kakak, siapa dia?
Kenapa kau mendambakan dia siang dan malam?
Guoer.
Lukamu belumlah sembuh.
Mengapa kau keluar?
Erlang, ibu tak berniat memisahkanmu dengan Guoer.
Ibu cuma tak ingin
melihatmu terjebak dalam dilema seperti diriku.
Hari ini aku melihat Guoer menyelamatkanmu dengan nyawanya sendiri.
Sungguh ibu terharu.
Aku sangat tahu
kau begitu mendambakan dia.
Bila begitu keadaannya,
ibu tak akan lagi menghalangi kalian bersama.
Ibu.
Erlang sayang.
Jagalah dirimu.
Jagalah keselamatan dirimu dan Guoer.
Aku sekarang bertemu ibunya Erlang.
Erlang dari keluarga baik-baik.
Aku tak akan menentang hubungan ini lagi.
Ayah akan persiapkan pernikahan kalian
setelah tubuhmu pulih.
Baiklah.
Ibu.
Untuk menyelamatkan nyawamu,
ibu harus mengajak ayah dan saudara-saudaramu pergi.
Bawalah ini, hati-hati memakainya.
Bila mendesak, pecahkan saja.
Ibu akan datang dan menyelamatkanmu.
Ingat, jangan gunakan kekuatan sihir.
Atau jiwamu akan menyebar, ruhmu berhamburan.
Baiklah, bu.
Mengling, ini Racun Melupakan Cinta.
Jika kau lupakan cinta celaka ini,
kau akan dihukum, namun kau tetap menjadi peri.
Jika kau bersikeras mempertahankannya,
jiwamu akan menyebar, ruhmu berhamburan.
Lebih baik jiwaku menyebar...
aku tak akan melupakan cinta ini.
Yaoji.
Erlang, kamar disini gelap dan dingin.
Berselimutlah rangkap dua.
Guoer.
Bukannya ibu yang melarangku menikahimu.
Hanya saja...
Erlang.
Walau kita tak mengadakan upacara pernikahan resmi,
karena kau tetap disini, kita sudah pasangan suami istri di mata orang.
Kau harus jujur padaku jika ada sesuatu di benakmu.
Guoer.
Kejadian hari ini,
kau jangan bilang siapapun,
termasuk pada ayahmu.
Dalam kondisi saat ini, aku tak menyembunyikan lagi sesuatu darimu.
Dulu ibu adalah Peri Yaoji dari Alam Hasrat.
Diam-diam aku menikah dengan ayahmu, seorang manusia.
Aku tahu itu melanggar hukum langit,
makanya aku memilih tinggal di gunung.
Kau sebenarnya tak sakit apapun.
Ada Titisan Dewa dari 3 dunia dalam dirimu.
Sebagai bentuk manusia, tubuhmu
tak sanggup menahan dampak kekuatan sihirnya. Itulah sebabnya kau menujukkan gejala seperti itu.
Kau mengatakan yang sebenarnya?
Guoer, aku tak bermaksud merahasiakan ini darimu.
Aku baru mengetahui ini sebelum aku turun gunung.
Tapi wujudmu... sama seperti kami.
Bagaimana mungkin?
Guoer.
Kau tak apa-apa? / Erlang
mereka bilang peri dan manusia
tak seharusnya bersama.
Kita harus bagaimana?
Aku tak peduli.
Aku ditakdirkan menikah denganmu.
Kau akan menjadi istriku.
Apa kau yakin?
Tentu saja.
Jika aku tak diperbolehkan menikah denganmu,
lebih baik aku hancur...
Selama aku bisa pegang janjimu,
tak peduli apakah kau peri atau siluman,
pasti aku bersedia menikah denganmu.
Sudah kutemukan musuhku.
Harus kuakhiri semua ini.
Kakak.
Yaoji bersiap untuk pergi.
Tolong awasi Yang Jian.
Setelah kusingkirkan Yaoji dan lainnya,
akan kuurus dia.
Muridku.
Muridku.
Guru.
Muridku.
Apa kau kehilangan Titisan Dewa
Guru, ini salahku.
Harusnya tak kurahasiakan darimu.
Aku kehilangan Titisan Dewa.
Aku merasa malu.
Muridku, jika kau tak memperoleh kembali titisan itu,
akan kuusir kau dari rumahku.
Guru, Guru!
Kau kedinginan, Chan?
Ya.
Kita mau kemana?
Boleh aku menumpang pada kalian?
Bu, pengemis tua ini mau menumpang.
Kau mau kemana?
18 kilomater dari sini.
Kalau begitu naiklah. / Terima kasih banyak.
Maaf, permisi, permisi.
Erlang, sekarang bila kau tinggal disini,
mari kita adakan pernikahan secepatnya.
Lalu kalian akan resmi jadi suami istri.
Baik, ini, makanlah ini.
Ya.
Kertas merah.
Hai, berapa harga kertas merah ini? / 5 sen per lembar.
5 sen? / Apa kalian mau adakan pesta pernikahan?
Ya.
Aku beli 3 lembar. / Baik. Selamat ya.
Terima kasih.
Lilinnya 5 sen per biji. / Kubeli 2 bagaimana?
Kotak yang bagus. / Itu kotak anyaman perhiasan.
Kau suka? / Ya.
Berapa harganya? / 10 sen.
Baiklah.
Sudah, kita pergi saja. / Berapa semuanya?
20 sen.
Ambil saja kembaliannya. / Terima kasih, semoga harimu menyenangkan.
Kau tak apa-apa, sayang? / Ya, tak apa.
Ayo, Zhao.
Ayo dorong!
1... 2... 3!
Tak berhasil juga.
Tuan, maukah bantu dorong kereta kudanya?
Tak masalah.
Ayo.
Ayo, Zhao.
1... 2... 3!
1... 2... 3!
Ya bisa!
Ya ayo!
Zhao, pelan-pelan disini.
Nih. / Terima kasih, bu.
Jika ada sesuatu malam hari, kalian berdua tak boleh pergi.
Paham? / Ya, bu.
Chan. / Kayaknya aku tak lapar.
Kita melewatkan pernikahan kakak kedua.
Apa kita ini benar-benar keluarga?
Dasar gadis bodoh, setelah kita menetap,
kita akan jemput kakak keduamu. / Lalu kenapa kita tinggal saja di tempat yang dulu?
Mengapa kita harus pindah?
Saat kami ada waktu, ibumu akan jelaskan satu per satu.
Rasanya aku... / Ini airnya, aku bawakan air minum.
Ini.
Yuding?
Kalian punya makanan?
Baunya enak.
Rasanya jauh lebih enak.
Makan ini.
Baik, aku makan kalau begitu.
facebook.com/broth3rmax
Tn. Li, masuklah ke pesta pernikahan.
Ayah, ada apa?
Tak ada yang mau merayakan bersama kita.
Kalau begitu kita bisa irit waktu dan uang.
Selama ayah ada disini,
kita masih bisa adakan upacaranya.
Ya.
Ayah, sini.
Lewat sini. / Ayo.
Hati-hati jalannya. Awas.
Ayah, hati-hati.
Ya, disini...
Silahkan duduk. / Baik.
Pertama, kami hormat pada langit dan bumi.
Kedua, kami hormat pada yang tua. / Bagus, ya ya, kalian mengadakan pernikahan disini?
Tuan Prajurit,
sedang apa anda di rumahku?
Tuan Prajurit.
Tuan Prajurit. Anda mau menghadiri pesta pernikahan?
Akan kunikmati pestanya dan kubawa dia pergi.
Dengar, ini perintah dari atasan.
Semua pria dewasa
harus ikut perekrutan.
Tidak, Tuan Prajurit.
Ini soal apa?
Kaisar baru punya selir baru.
Dia sedang merekrut warga pria untuk membangun ruang tidurnya.
Bawa pria ini. / Tunggu dulu, Tuan Prajurit.
Tuan Prajurit, dia ini bukan putraku.
Aku bukan orang buta.
Dia ini menantuku.
Menantu?
Dia tadi baru hormat kedua. Mereka belum jadi suami istri.
Memang, mereka belum suami istri.
Dia bukan pria anggota keluargaku.
Erlang, sekarang pulanglah.
Ayah. / Aku bukan ayahmu.
Pulanglah dan cari ayahmu sendiri. / Pergilah.
Tunggu dulu.
Nyonya muda, otakmu bertindak cepat juga.
Tidak.
Masa bodoh!
Apa yang kau lakukan? / Ayah, ayah.
Ayah, kau tak apa-apa?
Sok jagoan, huh?
Tetap hangatkan dirimu.
Ada apa, bu?
Tak ada apa-apa. Tidur saja sama kakakmu.
Tianyou.
Apa itu...
Tuan, tuan.
Boleh aku bicara denganmu?
Zhenren.
Zhenren?
Jadi kau tahu penyamaranku.
Sudah tak usah terlalu sopan begitu.
Maaf lancang, aku harus meminta.
Aku Peri Yaoji dari Alam Hasrat.
Kumohon selamatkan nyawa keluargaku.
Kau Yaoji?
Kau telah melanggar hukum langit.
Aku menikah dengan manusia tanpa ijin.
Aku tahu mungkin bisa dihukum mati.
Tapi putraku Yang Jian dalam bahaya.
Tolong bisakah kau bawa suami dan anak-anakku
dan menjaga keselamatan mereka?
Aku... / Sayang.
Meskipun aku manusia biasa,
aku tak akan meninggalkanmu disini
menanggung beban sendirian.
Suamiku.
Istriku, ketika kita menikah,
aku sudah berjanji,
sampai maut memisahkan kita.
Tolong biarkan aku menghadapi masalah ini bersamamu.
Bagaimana?
Cengeng sekali! Yang benar saja!
Kak, bangun.
Zhao, putraku. Ibu dan ayah ada urusan yang harus diselesaikan.
Kau sama adikmu pergilah bersamanya.
Ingat, tolong jaga baik-baik adikmu.
Mengerti?
Cepat, pergilah.
Ayo, pergilah. / Ibu, ibu. / Ibu.
Jagalah adikmu!
Erlang, dengarkan aku.
Tuan Prajurit, begini saja.
Biarkan saja dia disini. Aku saja yang ikut dengan anda.
Kamu? Kenapa kami butuh orang sakit TBC begini?
Nanti kami malah merawatmu.
Jika kau tak mau ikut,
serahkan istrimu padaku.
Dia bisa memasak buat kami
dan menyediakan "hiburan" malam buat kami.
Bukan begitu?
Kau bilang apa?
Kau cari mati ya, bangsat? Tangkap mereka semua!
Ayah!
Zhenren,
apa yang terjadi?
Aku hanya bisa memakai sihirku sekali.
Tapi tak masalah.
Tempatnya tak jauh dari sini.
Kita jalan kaki saja ke sana.
Bu, ada apa?
Begini, ini yang akan kita lakukan...
Nanti kita berpencar, bagaimana? / Ayo, agak cepetan.
Zhenren, aku dan kakakku
tak bisa banyak membantumu. Jadi kau pergilah duluan, maka akan lebih cepat.
Tak bisa begitu.
Aku sudah janji pada ayah ibumu akan menjaga kalian.
Bukankah kita akan menyelamatkan kakak keduaku?
Anu...
Ibu bilang apa padamu?
Sebagai peri, aku tak bisa bohong.
Kata ibumu Dewa akan kesini mencari dia.
Kalau begitu aku tak bisa abaikan begitu saja.
Kau tak boleh kembali!
Yang Chan! Yang Chan!
Ya ampun, Yang Zhao! Yang Zhao!
Ya ampun!
Yaoji.
Kau ini... / Apa kau masih ingat?
Mangling dan Zhangsheng, 1000 tahun lalu?
Helaian rambut Mangling berubah bentuk menjadi dirimu.
1000 tahun cinta berubah jadi 10000 tahun kebencian.
Itu tak akan pernah padam.
Kau kira sehelai rambut bisa lakukan itu?
Siapapun dirimu, Mangling ataupun Qingsi,
aku menjalankan hukum dengan adil, aku tak melakukan hal yang salah.
Mari kita selesaikan masalah kita untuk selamanya.
Mohon ampuni nyawa keluargaku.
Aku berusaha bertanggung jawab sendiri,
apa kau memberiku kesempatan?
Baiklah kalau begitu.
Suamiku.
Ayah!
Ayah!
Blackie, tolong ayahku.
Ayah!
Dasar tak berguna!
Blackie! / Erlang!
Kakak! Tolong lindungi Guoer.
Akan kulawan mereka.
Ayah!
Yaoji Peri pelaku kejahatan,
kau melanggar hukum dan turun ke dunia.
Kami menangkapmu.
Nyawanya milikku. Jangan campuri ini.
Hamba tahu telah berdosa melanggar hukum.
Hamba hanya memohon ampuni nyawa suamiku.
Dirimu sendiri pelaku kejahatan,
kau bukan pada posisi untuk negosiasi.
Tianyou, jangan mendekat.
Jangan bunuh istriku!
Jangan bunuh istriku! / Tidak!
Tianyou, Tianyou, Tianyou.
Jagalah anak-anak kita.
Suamiku.
Suamiku!
Aku ke neraka bersamamu!
Aku berencana menunggu kakakku kemari.
Karena kau berniat bunuh diri,
maka kukabulkan.
Kakak!
Kakak!
Erlang.
Jagalah ibu dan ayah.
Kakak!
Erlang.
Tianyou! Tianyou!
Aku tahu aku akan mati.
Tolong katakan sejujurnya
Zhangsheng...
apa dia masih memikirkanku?
Apa dia masih merindukanku?
Ibu!
Ibu! Ibu!
Ayah. Ayah!
Chan, jangan mendekat. / Ibu. / Cepat tolonglah kakak keduamu!
Ibu!
Guru.
Sebaiknya aku ikut guru dan melatih tenaga dalamku.
Ada dua cara menempa diri.
Pertema tekun, utuk mengimbangi kekurangan bakat.
Kedua adalah pencerahan.
Pelajari ilmu kuno dan sekarang raihlah intisarinya.
Lindungi jiwa asalmu dan kumpulkan jadi satu.
Semua metode berasal dari ketiadaan.
Kau berlagak jagoan, kau bukan hanya membahayakan nyawa keluarga kita,
tapi juga membahayakan Guoer.
Untuk menyelamatkan nyawamu,
aku harus mengajak ayah dan saudara-saudaramu pergi.
Kakak.
Yang Jian, mengejar hasil yang cepat, itu bisa mengganggu pikiranmu.
Kakak. / Erlang.
Erlang. / Guoer.
Biarkan dia tenang dulu.
Yang Jian.
Apa kau kesal tak bisa melatih energimu?
Siapa kau?
Aku peri yang tak penting di gunung ini.
Kudengar Yuding Zhen
mengangkat kembali murid cerdas.
Pastinya itu dirimu.
Aku hanya manusia biasa.
Yang Jian, nampaknya Yuding Zhen
tak memberitahumu yang sebenarnya.
Peri Yaoji yang bertindak kejahatan akan dihukum mati.
di Kolam Penghancur Jiwa pada 3 Maret.
Jika nanti kau tak bisa menjadi Dewa,
nyawanya tak bisa diselamatkan.
Omong kosong!
Ibuku hanya dipenjara di langit.
Bagaimana mungkin mereka menghukum mati dia?
Sebagai peri di Alam Hasrat, dia tahu telah melanggar hukum.
Itu kejahatan yang pantas dihukum mati.
Istana langit tak akan mengampuni dia.
Satu-satunya caramu menyelamatkan dia.
gabungkan dirimu dengan Titisan Dewa menuju Neraka.
Bakarlah kolam itu sampai mengering dengan kekuatan Titisan Dewa.
Maka kau bisa selamatkan ibumu.
Kalau tidak, kau tak akan bertemu dia lagi.
Lalu...
Guru. / Jian.
Aku ada pertanyaan, kapan aku menempa diri menjadi Dewa?
Kau bukan seperti aku.
Kau berbakat dan dibantu oleh Titisan Dewa.
Kau hanya butuh waktu kurang dari 1000 tahun.
1000 tahun?
Tapi kudengar
jika aku menyatu dengan Titisan Dewa ke Neraka
aku akan segera menjadi Dewa.
Apa itu benar?
Itu jalan pintas. / Lalu mengapa tak kau katakan?
Yang Jian, Titisan Dewa menyatukan jiwa-jiwa dari 3 dunia.
Jiwa yang baik maupun yang jahat.
Dengan kekuatanmu kau tak bisa mengendalikannya sama sekali.
Jika hilang kendali, kau segera jadi jahat.
Tapi ibuku akan dihukum mati
pada 3 Maret, di Kolam Penghancur Jiwa. Aku tak punya waktu lagi.
Yang Jian.
Bukan berarti aku tak mau berbagi denganmu.
Karena kau tak punya banyak kekuatan, jiwamu hampir tak bisa mengatasi Titisan Dewa.
Kecuali...
Kecuali apa?
Kecuali ada hati yang murni, yang bersedia jiwanya ditelan Titisan Dewa.
Namun jiwa yang ingin masuk ke titisan dewa semuanya tak murni.
Mereka selalu menginginkan sesuatu
yang akan merubahmu menjadi siluman.
Kau pasti membelit-belitkan rahasia langit.
Kau sebenarnya di pihak mereka.
Kau tak mau menyelamatkan dia,
aku akan selamat dia sendiri. / Yang Jian! / Erlang!
Erlang!
Guru, aku mohon.
Tolonglah selamatkan mereka.
Chan, berdirilah.
Bukannya aku tak mau menyelamatkan mereka.
Sungguh cinta yang celaka!
Peri Yaoji bertindak jahat, melanggar hukum
turun ke dunia, dan tak mengakui kesalahan.
Kau dihukum mati oleh penghancur jiwa.
Ibu! / Erlang!
Ibu! / Erlang!
Yang Jian, ada hukum di langit,
bukan dirimu yang melanggar.
Jika kau memaksa, kami juga akan menghukum mati dirimu.
Hari ini aku akan menyelamatkan ibuku!
Hanya ada satu cara bagimu untuk menyelamatkan dia.
Gabungkan dirimu dengan Titisan Dewa ke Neraka.
Bakar kolam sampai mengering dengan kekuatan Titisan Dewa.
Maka kau bisa menyelamatkan ibumu.
Dasar kau rendahan!
Hamba telah menyelesaikan tugas.
Bisakah hamba terima posisi sebagai Dewa?
Kau ingin menjadi Dewa?
Baik, akan kukabulkan permintaanmu.
Yang Jian, kau sungguh yakin bisa membakar kolam ini sampai kering?
Sungguh konyol! Langit sudah tahu soal Titisan Dewa itu.
Dengan cara begini, kekuatanmu terkuras sepenuhnya
dan menjadi manusia biasa, kau tak bisa menolaknya sekarang.
Erlang.
Erlang. / Guoer.
Erlang.
Aku tak bisa biarkan mereka menghukum ibuku dengan cara seperti ini.
Guoer, maafkan aku.
Aku takut tak bisa menemanimu lagi.
Erlang.
Sekarang pergilah dari sini.
Hiduplah dengan damai.
Yang Jian.
Titisan Dewa menyatukan jiwa-jiwa dari 3 dunia.
Jiwa baik maupun jiwa jahat. Dengan kekuatanmu seperti ini...
Kecuali ada hati yang murni bersedia ditelan oleh Titisan Dewa.
Erlang.
Aku menemukan cara agar bisa bersamamu selamanya.
Mulai sekarang,
tak ada yang bisa memisahkan kita.
Guoer!
Guoer!
Bagaimana kalau kuajak kau pergi dari sini?
Kita sembunyi saja di tempat yang tenang.
Lalu kita bisa bersama selamanya dan tak pernah berpisah lagi.
Erlang sangat memperhatikanku.
Sejujurnya,
aku ingin menikah dengannya.
Guoer!
Guoer!
Erlang...
Siapa bilang Kolam Penghancur Jiwa tak bisa dikeringkan?
Kau menyalahgunakan hukum langit dan wewenangmu.
Kau tak pantas menjadi Dewa.
Serang dia!
Jika kau tak dilindungi oleh Titisan Dewa dengan gampang kubisa membunuhmu.
Erlang!
Hentikan!
Aku Ibu Ratu Langit.
Yang Jian, beraninya kau menentangku.
Aku tak peduli dengan Ibu Ratu.
Akan kuhancurkan semua dewa. Maka tak ada langit lagi.
Erlang, jangan! Ibu Ratu selalu adil.
Dia akan membuat keadilan.
Ibu!
Mereka menerapkan hukuman mati yang sangat hina, jangan minta ampun pada mereka!
Erlang, jangan membantah perintah langit.
Jangan ada orang yang mati lagi.
Ibu Ratu Barat, putraku ingin hidup dan mati dengan Titisan Dewa.
Mohon ampuni Yang Jian atas kelalaiannya.
Yang Jian.
Kau boleh menilai apakah keputusan ini cukup adil.
Dewa Perang Yuxian. / Ya.
Kau bersalah menyalahgunakan kekuatanmu, apa kau akui itu?
Hamba sedang melaksanakan tugas, dan menyelesaikan perintah langit.
Kau kira tak ada yang tahu motif egoismu?
Kau dulu mengganggu peri Mengling dan dibuang.
Kau iri dia jatuh cinta dengan manusia,
lalu kau hukum dia secara pribadi. Kau kira istana langit tak tahu itu?
Ham... hamba selalu menegakkan hukum tanpa berat sebelah.
Mohon selidiki saja.
Untuk tujuan mendapatkan Titisan Dewa ke Neraka
kau memerintahkan Tentara Langit dan Komandan lalu diam-diam memenjarakan Yaoji.
Apa itu juga perintah langit?
Dewa Perang Yuxiao, itu bisa menentukan kau bersalah menyalahgunakan kekuatanmu.
Posisimu dicabut dan tunggu hukumanmu.
Yang Mulia!
Yang Mulia!
Sungguh sikap munafik!
Ini cuma pura-pura! Ibu, jangan sampai dikelabui mereka.
Guoer mati juga gara-gara mereka!
Erlang, hentikan omong kosongmu! / Yang Jian.
Selama kau bersedia menjadi Dewa dan pergi ke langit
berjanji tak melanggar hukum
kau akan melindungi Titisan Dewa dengan jiwamu
dan tak membuat kekacauan pada dunia,
maka dosa Yaoji akan diampuni.
Istana Langit akan membebaskan dia.
Akan kuselamatkan sendiri ibuku, siapa berani mencegahku?
Aku tak tertarik menjadi Dewa. Kau ingin Titisan Dewa ke Neraka?
Ambillah sendiri! / Erlang!
Jika kau mematuhiku, akan kukembalikan hidupnya Guoer.
Kau serius? / Kau harus bersedia menjadi Dewa di langit lebih dulu.
Kau menyembunyikan sesuatu.
Sangat mudah menyelamatkan nyawa Guoer.
Namun hukum langit tak boleh dilanggar.
Jika kau menjadi Dewa, kau tak akan pernah bersama Guoer lagi.
Dia juga akan melupakan cinta diantara kalian.
Layanganku! Layanganku!
Layang...
Layang-layangku! Terima kasih kak.
Terima kasih.
broth3rmax, 15 Januari 2019
no resync/re-upload/delete-credit broth3rmax, 15 Januari 2019
IG: @broth3rmax
facebook.com/broth3rmax
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.