Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Inilah zaman yang tak pernah disaksikan dan didengar oleh siapa pun.
Di pegunungan yang jauhnya ribuan mil dari kota,
ada seorang pemuda yang hidup seorang diri dan berteman dengan alam.
Bulma dan Son Goku.
Bagus, kayu bakarnya terpotong semua.
Perutku keroncongan.
Seharusnya ada di sekitar sini.
Kakek, aku mau cari makanan dahulu.
Aneh, barusan sepertinya dia bersinar. Kakek,
apa yang terjadi?
Ada yang aneh.
Sudahlah.
Makan apa, ya? Terakhir kali sudah makan beruang hitam.
Lezat.
Nyaman sekali.
Benar juga, hari ini makan ikan saja.
Ada monyet rupanya, akan kumakan.
Berhasil.
Tangkapan yang besar!
Suara apa itu?
Aku menabrak seseorang.
Dia masih hidup!
Dasar siluman busuk!
Apa kau kemari untuk merebut buruanku?
Tak akan kubiarkan!
Jika kau inginkan buruanku, maju saja! Kuladeni dengan senang hati!
Bisa-bisanya kau merusak mobilku, dasar monster!
Dari dalam perut siluman, keluar lagi seorang siluman?
Bedebah!
Sakit, sakit. Apa itu tadi? Kau bisa gunakan ilmu sihir, ya?
Aneh! Kenapa kau tidak mati?
Bodoh! Aku tak akan mati semudah itu!
Tubuhku sekuat baja!
Akan kumusnahkan siluman busuk sepertimu!
Siluman?
Tunggu!
Aku bukan siluman, aku manusia!
Kau manusia?
Tentu saja aku manusia. Coba kau lihat dengan teliti.
Jangan bergerak! Kau diam saja di sana.
Memang kau juga manusia?
Tentu saja!
Kau terlihat sedikit berbeda dariku, apakah kau sangat lemah?
Itu karena aku perempuan.
Perempuan? Kau perempuan, ya?
Dasar udik, jangan-jangan kau tidak pernah melihat perempuan?
Selain kakekku, kau adalah manusia pertama yang kulihat.
Kakekku sering bilang,
jika aku bertemu dengan perempuan, aku harus bersikap lembut padanya.
Benar.
Apa sekarang kau masih tinggal bersama kakekmu?
Kakekku sudah meninggal sejak lama.
Apa-apaan kau? Mesum!
Ternyata perempuan tidak punya ekor.
Menarik juga.
Udik. Dia mengira memasang ekor palsu di pantat itu keren.
Apa kau yang menangkap monster ini?
Ini bukan monster, ini namanya mobil.
Aku pernah mendengar kakek menyebut soal mobil.
Ternyata ini yang namanya mobil.
Kulihat kau tidak tinggi, tetapi sepertinya kau sangat kuat.
Kakek yang melatihku.
Benar juga, kau bisa mengendarai mobil,
apa kau berasal dari kota?
Benar.
Baiklah, ayo duduk sebentar di rumahku.
Kau perempuan, akan kulayani secara khusus.
Tunggu sebentar.
Rumahnya lewat jalan ini, jangan-jangan...
Mungkin saja anak itu...
Jika benar begitu, meski dia agak aneh,
tapi boleh juga meminjam kekuatannya sebentar.
Hei, kau sedang apa? Apa kau tak mau makan makanan enak?
Aku mau.
Tetapi, jika aku ikut, kau tidak boleh melakukan hal yang aneh-aneh padaku.
Hal aneh itu apa?
Hal aneh itu...
Benar juga, anak ini tidak pernah melihat perempuan.
Jadi, dia sama sekali tidak ada niatan buruk.
Dia kenapa, ya? Sudahlah, kau ikutlah denganku.
Omong-omong, siapa namamu?
Namaku Goku, Son Goku.
Kalau kau?
Namaku...
Bulma.
"Bulma"? Nama yang aneh.
Makanya aku tak ingin mengatakannya.
Bulma.
Menyebalkan! Aku sendiri juga tak menyukai nama ini.
Makanya aku benci anak kecil!
Hei, tunggu sebentar, ya.
Kakek...
Ada apa denganmu?
Kakek sedang berbicara.
Bukankah kakekmu sudah meninggal?
Aku menemukannya! Itu Dragon Ball!
Minggir!
Hei! Tidak boleh menyentuh kakek!
Kakek? Ini?
Benar! Ini satu-satunya peninggalan kakek untukku!
Mentang-mentang perempuan, jangan menyentuhnya!
Lihatlah, kakek sedang bersinar,
sepertinya kakek ingin memberitahuku sesuatu.
Ini pertama kalinya kakek seperti ini.
Mau bagaimana lagi, aku akan memberitahumu.
Lihatlah.
Itu kakek! Apakah kau memiliki dua kakek?
Ini bukan kakek, melainkan Dragon Ball.
Dragon Ball?
Benar! Dragon Ball-mu beresonansi dengan kedua Dragon Ball ini, makanya bersinar.
Coba bawa kemari Dragon Ball-mu.
Benar, 'kan?
Aku menemukan bola ini di gudang rumahku.
Aku merasa bola ini aneh.
Jadi aku menyelidikinya.
Alhasil aku menemukan, ternyata ini adalah bola yang sangat ajaib.
Apa ajaibnya bola ini?
Apakah kau ingin tahu?
Ya.
Baiklah.
Di... di sana!
Apakah ini Dragon Ball dalam legenda itu?
Apakah aku harus melafalkan mantra pada bola ini?
Bukan.
Ini benar Dragon Ball,
Tetapi tidak ada gunanya jika hanya satu.
Apa?
Kaisar Pilaf.
Dragon Ball Bintang Satu sampai Bintang Tujuh, totalnya ada tujuh.
Bintang pada tiap bola berbeda.
Ada tujuh, ya. Harus menemukan ketujuh Dragon Ball, barulah bisa memanggil...
Shenron.
Saat itu, barulah lafalkan mantra,
dan sampaikan keinginanmu pada Shenron.
Apa pun keinginanmu, pasti akan terwujud.
Keinginan apa pun akan terwujud? Luar biasa.
Kalau begitu, aku akan menggunakan Tujuh Dragon Ball untuk menguasai dunia!
Hebat sekali!
Ternyata, selama memiliki ketujuh DragonBall,
maka bisa mewujudkan impian apa pun.
Katanya dahulu ada orang yang mendapatkan Dragon Ball,
lalu menjadi kaisar.
Tetapi itu sudah lama sekali.
Sekarang ketujuh Dragon Ball sudah kembali tersebar ke seluruh dunia.
Karena itulah kau keluar dan mencarinya?
Bintang Lima ini, aku temukan dengan susah payah
di kaki gunung sebelah utara sepuluh hari yang lalu.
Kakek memiliki empat bintang.
Bintang Empat.
Aku sudah memutuskan harapan apa yang ingin kubuat.
Meskipun aku sangat ingin stroberi yang tak ada habisnya,
tapi, akhirnya kuputuskan untuk meminta pasangan yang sempurna barulah penting.
Aku sudah memberitahumu isi hatiku, pinjamkan Bintang Empat-mu padaku, ya?
Tidak! Tidak! Ini peninggalan kakekku!
Dasar pelit!
Kau juga tidak menggunakannya, pinjamkan saja padaku.
Aku tahu!
Ternyata kau tumbuh dewasa secepat ini.
Bagaimana kalau begini? Aku akan membiarkanmu menyentuhnya sebentar.
Aku tidak mau menyentuh pantat kotor milik orang lain.
Tidak sopan! Pantatku sangat bersih!
Benar juga, sekalian saja kau mencari Dragon Ball bersamaku.
Bukankah kakekmu menyuruhmu bersikap lebih lembut pada perempuan?
Menemanimu mencari Dragon Ball?
Lagi pula, tinggal di sini juga kau tidak melakukan apa-apa, 'kan?
Jika kau menyebut dirimu pria sejati, kau seharusnya berlatih di dunia luar.
Berlatih di dunia luar? Apakah aku bisa jadi sekuat Kakek?
Tentu saja! Mungkin yang kau tahu hanya gunung tempat tinggalmu.
Kau pasti tidak pernah melihat lautan, 'kan?
Selain ini,
kau bisa melihat kota yang banyak orang, dan juga melihat dinosaurus dan monster.
Sepertinya menyenangkan sekali. Kalau begitu, aku mau pergi melihatnya!
Benar, begitu barulah pria sejati!
Tetapi bola ini tidak akan kuberikan
padamu, aku akan membawanya di sisiku.
Tidak masalah, kau hanya perlu meminjamkannya padaku di momen terakhir.
Sedikit lagi berhasil, anak ini cocok dijadikan pengawal pribadiku.
Setelah keinginanku tercapai,
aku tak akan peduli apa yang terjadi selanjutnya.
Ayo, kita mulai perjalanan menyenangkan ini!
Tetapi, kita tidak tahu di mana bola lainnya.
Mulai dari mana kita mencarinya?
Kau harus berterima kasih pada otakku yang pintar.
Meskipun aku juga sangat cantik.
Lihatlah.
Dragon Radar ini buatanku.
Lihatlah, tiga titik ini adalah bola yang kita miliki sekarang.
Bola satu lagi kira-kira 1.200 kilometer ke arah barat dari sini.
Aku tidak mengerti.
Jarak sejauh itu tak bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Mobilku juga sudah kau rusak, kita harus mengendarai sesuatu.
Pakai nomor berapa, ya? Sepertinya nomor sembilan.
Hei, minggir, minggir. Menjauhlah sedikit.
Oke, ayo.
Lagi-lagi kau menggunakan sihir!
Ternyata kau memang siluman besar!
Apa yang kau katakan?
Ini namanya Kapsul Serba Guna.
Di kota tempat tinggalku, ini barang kebutuhan sehari-hari.
Cepatlah naik, duduklah di belakang. Cepat!
Duduk yang benar. Kita berangkat!
Luar biasa! Siluman ini larinya lebih cepat dariku!
Hei, kuperingatkan kau, kau tidak boleh asal sentuh, ya.
Meninggalkan kehidupannya di gunung,
Goku dan Bulma memulai perjalanan mereka.
Petualangan aneh dan menggemparkan dimulai dari sekarang.
Mengagetkanku saja.
Tadi kita terbang ke langit, hebat sekali.
Itu bukan apa-apa.
Tak disangka lereng tadi securam itu.
Maaf, tunggu sebentar, ya. Aku akan segera kembali.
Ada apa? Kau mau ke mana?
Kau ini lamban sekali!
Ketika wanita mengatakan hal seperti ini,
artinya dia mau buang air!
Rupanya pipis, ya!
Kau tidak boleh ikut!
Kalau mau pipis, bukannya bisa di sini saja?
- Memang perempuan yang aneh. - Tolong!
Ada apa? Ada apa?
Hei, apakah kau digigit ular? Aku datang menolongmu!
Siapa kau, bocah?
Aku Son Goku, apakah kau temannya?
Benar.
Ada yang harus kubicarakan dengannya, tunggulah di sini sampai kami kembali.
Aku diikat.
Kau begitu saja, bodoh. Sampai jumpa!
Sudah lama tidak makan daging manusia. Aku akan menikmatinya pelan-pelan.
Hei! Sampai kapan aku harus menunggu?
Apa yang kau lakukan? Cepat tolong aku!
Dasar idiot! Bodoh!
Apa? Dia ingin aku menolongnya? Kenapa tidak bilang saja dari tadi.
Tetapi aku tidak bisa terbang.
Benar juga!
Apakah ini bisa berlari?
Seingatku Bulma sepertinya memutarnya di sini. Dicoba saja.
Bergerak! Bergerak!
Berhasil! Kendaraannya bergerak! Ayo!
Aku datang!
Aku datang menolongmu.
Goku.
Bodoh.
Tongkat Sakti, memanjanglah!
Rasakan Tongkat Sakti-ku!
Cepat tolong aku!
Oke, pergilah!
Jika jatuh ke bawah sana, aku juga tidak bisa selamat.
Akhirnya aku tetap saja pipis di celana.
Syukurlah, syukurlah!
Baru saja perjalanan Goku dan Bulma dimulai,
hal seperti ini sudah terjadi.
Ke depannya, masalah apa lagi yang akan menimpa mereka?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.