Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Watch Online Movies and Series for FREE www.osdb.link/lm
Film yang akan anda saksikan ini...
...berdasarkan sejarah yang dapat dipercaya dengan pemahaman saya...
...tentang kepribadian Nabi besar Islam, Nabi Muhammad Saw. [Majid Majidi].
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
PENERJEMAH | FAKHRUDDIN
Muhammad Rasulullah
Tapal Batas Tanah Suci Makkah
Makkah Tahun Ke-10 Kenabian
Mendukung mereka yang telah diboikot,
dianggap mengabaikan perjanjian Quraisy.
Seluruh penduduk Makkah, apapun status mereka,
harus mematuhinya.
Jika tidak, tanda pengkhianatan akan tertera di tangan mereka.
Supaya orang lain mengambil pelajaran darinya.
Tak ada belas kasihan dalam dirimu Abdul Uzza.
Inilah yang kau warisi.
Membantu penghuni lembah berarti melanggar perjanjian.
Inilah hukumannya.
Perjanjian ini bau pembunuhan.
Ini pengkhianatan terhadap keluargamu sendiri.
Dia berada di bawah perlindunganku, Abu Lahab!
Jika ada yang menghunus pedangnya, maka akan menghadapi pedangku.
Apakah ini sepupuku Hamzah?
Yang melewati kota dengan menutupi wajahnya...
...dan bersikap kurang ajar.
Aku hanya melindungi diriku dari debu.
Kini aku berbicara dengan musuhku secara langsung.
Kau menyebutku musuh?
Katakan apa yang harus kaukatakan!
Aku tak melihat ada orang yang mau mendengarkanku.
Akulah mata dan telinga Makkah, Hamzah!
Bicaralah!
Aku hanya ingin yang terbaik untuk Bani Hasyim.
Kebaikanmu adalah keburukanmu, Abu Sufyan!
Jangan menyimpang, Hamzah!
Aku hanya menandatangani perintah pengasingan Muhammad dan pengikutnya.
Karena aku percaya...
Muhammad akan membuat kekacauan di kota ini...
...dengan penolakannya terhadap para dewa.
Lepaskan dia!
Makkah,
tidak ada tempat bagi pengkhianat.
Siapa pun yang mendapatkan perlindunganmu,
tidak bisa lagi tinggal di sini.
Samuel!
Kamu harus meninggalkan kota ini...
...sebelum matahari terbenam besok!
Selama tujuh tahun pertama misi kenabian,
orang musyrik tidak puas dengan menyiksa dan menganiaya.
Mereka berniat untuk membunuh Rasulullah.
Itulah alasan Muhammad dan pengikutnya meninggalkan Makkah.
Untuk mencari perlindungan di Lembah Abu Thalib...
...yang terletak di antara dua gunung dekat Makkah.
Orang musyrik juga menutup pintu masuk ke lembah untuk memastikan...
...hal itu sesuai dengan perintah yang ditandatangani.
Tidak ada makanan atau logistik yang masuk.
Tidak ada interaksi dengan penduduk Makkah.
Kami umat Islam tinggal di lembah yang tandus ini selama tiga tahun.
Dalam situasi yang sangat sulit di antara tangisan anak-anak yang kelaparan.
Rasulullah bersabda: "kelahiran anak perempuan...
...membukakan pintu surga bagimu".
Selamat!
Beliau memberi nama putrimu dengan nama ibunya,
Aminah.
Beliau memberimu kurma ini sebagai berkah.
Katanya ini akan meningkatkan ASI.
Kau pergi ke mana?
Lima hari perjalanan yang tak membuahkan hasil.
Mencari sebutir gandum,
mencari suku Badui yang bersedia menerima uangku.
Berita pemboikotan menyebar hingga ke suku-suku terjauh.
Jangan khawatir!
Utusan mereka sendiri secara tak sengaja menyampaikan...
...seruan agama Allah secara luas.
Rasulullah baru saja membisikkan sesuatu ke telinga bayi yang baru lahir.
Membuat hatiku dipenuhi dengan kebahagiaan.
Semua akan segera teratasi.
Para pemimpin Makkah tak menyangka bahwa Muhammad dan pengikutnya...
...akan mampu bertahan dan menanggung kesulitan seperti itu.
Keteguhan yang ditunjukkan oleh kaum muslimin selama ini...
...mengungkap perpecahan di kalangan para pemimpin Makkah.
Abu Thalib!
Pemimpin sepuluh suku...
...telah berkumpul di Dar al-Nadwa.
Mereka sedang menunggumu.
Jagalah rumah Rasulullah!
Ali, putraku!
Apakah pembagiannya sudah selesai?
Jangan tinggalkan Rasulullah sendirian!
Tetaplah berada di sisinya!
Tentu saja, ayah.
Di manakah pihak musuh jika kita ingin mengakhiri boikot?
Aku yang paling khawatir...
dengan keluargaku di Bani Hasyim.
Makkah akan menyambut Muhammad.
jika ini yang diinginkan oleh para tetua.
Kita akan menutup mata kita dari dewa-dewa yang tampak,
dan menambatkan hati kita pada yang tak kasat mata.
Katakan padaku, Ash!
Apakah kau siap berbagi meja dengan budakmu?
Lalu kau, Hisyam!
Apakah kau bersedia mengizinkan istrimu,
dengan izin Tuhan Muhammad,
untuk membicarakanmu?
Kau ingin menutup rumah bordil dan bar bagi para pedagang?
Kalau begitu, kalian semestinya menolak leluhur kalian!
Kita seharusnya menghancurkan semua dewa para peziarah.
Lalu duduk dengan tenang sambil berharap ada kafilah yang datang.
Jika ini demi kepentingan para tetua,
lalu kenapa aku tak bersama kalian?
Selamat datang sesepuh Quraisy!
Makkah menghitung hari sampai kota ini bertemu kembali denganmu.
Para tetua masih mengenalimu sebagai pimpinan rapat.
Selamat datang, Abu Thalib!
Waktunya singkat dan banyak yang harus dilalui.
Aku akan sampaikan ringkasan dari apa yang telah dibicarakan.
Makkah tumbuh semakin besar setiap hari,
namun reputasinya menurun.
Beberapa tahun yang lalu,
kota ini memiliki pedagang terkenal seperti Khadijah.
Apakah kau tahu status apa yang dimiliki Muhammad saat ini?
Tidak lebih tinggi dari apa yang telah dia miliki.
Orang pilihan Tuhan.
Abu Thalib!
Pendapatan haji tahun ini meningkat pesat.
Aku meninggalkan pertemuan ini,
karena aku punya rahasia...
...yang hanya bisa kusampaikan kepadamu.
Hatiku telah menerima ajakan Muhammad,
namun aku ingin tahu berapa banyak dia bersedia membayar...
...agar Abu Sufyan bisa memeluk agamanya.
Keyakinan bukanlah barang yang diperjualbelikan, Abu Sufyan!
Dia adalah orang pilihan Tuhan.
Aku juga akan menjadi pengikutnya.
Bersama kita akan mencapai kesepakatan.
Tidak ada aroma yang lebih wangi dari tangan orang yang berikrar setia.
Mungkin saja hatinya akan dipenuhi dengan keyakinan,
tapi jangan membuat dunia orang-orang ini berantakan!
Abu Thalib!
Apakah orang-orang ini tak memiliki tuhan?
Bukankah mereka punya ritual?
Jangan katakan tidak!
Cukuplah bagi Muhammad menyimpan Tuhannya di dalam hatinya,
dan mengambil bagian dalam kemakmuran dan kehormatan kota ini.
Hal yang sama berlaku untukmu, Abu Thalib!
Dengan namamu, sama seperti sebelumnya.
Kau bisa membuat kafilah-kafilah besar di kota ini menjadi makmur.
Tidak, kau sendiri menyadarinya...
...bahwa menunjukkan kekayaan Makkah tak ada gunanya.
Ungkapkan cerita lain yang kau sembunyikan,
Ibnu Hamd!
Cerita lain?
Ikutlah denganku!
Toleransi suku ini telah berakhir.
Semua bersatu dalam satu pendapat.
Apa yang terjadi selanjutnya di luar kendaliku.
Perang antar suku?
Merekalah yang menempatkan diri mereka dalam bahaya.
Darah (nyawa) tak ternilai harganya.
Aku tak pernah menginjak darah,
atau terkena darah di pakaianku,
kecuali seseorang yang melakukannya terlebih dahulu.
Abu Thalib!
Jika Muhammad menolak untuk menghentikan pernyataannya,
Bani Hasyim akan mencabut dukungan darinya.
Maka tidak ada pedang yang akan digunakan untuk menyelamatkanmu.
Lalu akankah kau menghadapiku dan orang yang tanpa dukungan...
...yang merupakan utusan Tuhan?
Ketika genderang perang ditabuh,
Bani Hasyim tak akan punya tempat untuk bersembunyi.
Kalian punya waktu sampai matahari terbit besok.
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Pemilik hari Pembalasan.
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah..
dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.
Bimbinglah kami ke jalan yang lurus.
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat,
Nabi sedang Salat
bukan (jalan) mereka yang dimurkai...
...dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat". (Al-Fatihah 1:1-7)
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu memperlakukan pasukan bergajah?
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?
Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong".
Wahai Nabi!
Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu memperlakukan pasukan bergajah?
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?
Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong.
Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar.
Sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
Pasukan Gajah Abrahah
Lewat sini!
Lewat sini!
Cepat!
Ini milikku. Lepaskan!
Lewat sini!
Cepat!
Di mana Tsuwaibah?
Tsuwaibah!
Apa yang harus kukatakan pada Abdul Muthalib?
Katakan padanya bahwa aku akan tetap tinggal.
Aku akan kembali.
Apa kamu lihat?
Di tengah kekacauan,
kehadiranmu memberiku ketenangan.
Saat merasakan keberadaanmu pertama kalinya,
kehangatanmu,
meringankan sakit karena tak tahu apa yang terjadi pada ayahmu...
...dalam perjalanan naas itu.
Abu Thalib!
Di mana Aminah?
Dia tidak mau ikut, apa yang harus kulakukan?
Bukankah jalur pegunungan lebih berisiko bagi ibu hamil?
Dia adalah titipan saudaraku.
Jangan tinggalkan dia sendirian!
Ayo!
Abu Thalib!
Ikutlah denganku!
Ikuti aku!
Apa yang sedang kaulakukan di kota?
Bagaimana kau bisa terluka?
Pasukan Gajah...
...telah mengambil semua unta ayah.
Para tetua suku mengeluh dan meminta perlindungan kita.
Mereka sedekat itu?
Mereka mendirikan tenda di Muqammis.
Abu Dair dan aku di sana, sementara yang lain ditawan.
Di mana ayah?
Aku akan segera kembali.
Ayah, perlawanan mustahil dilakukan.
Hanya beberapa prajurit yang tersisa.
Dari semua suku, tinggal segelintir saja.
Udaid juga membawa berita tentang kawanan untamu.
Pasukan Abrahah menjarahnya sebagai rampasan perang.
Bagaimana dengan Aminah?
Dia berniat menetap di sini.
Aku telah mempercayakannya pada Fatimah.
Jagalah orang-orang yang berlindung di Ka'bah...
...dan yang tinggal di sini!
Bantulah semua orang yang meninggalkan kota!
Temukan juga orang yang paham bahasa Amharik!
Aku Abdul Muthalib, sesepuh Makkah.
Dia Abdul Muthalib, sesepuh Makkah.
Masuk!
Kau sesepuh Makkah...
...dan penjaga pintu Ka'bah.
Selama dua hari perjalananku,
para tetua di setiap kota bersimpuh di kakiku.
Sebagian mereka meminta kebaikan sementara yang lain tidak.
Aku bunuh sebagian mereka dan menghancurkan dewa-dewa mereka.
Aku biarkan yang lainnya dan dewa-dewa mereka.
Namun, penghancuran Ka'bah telah menjadi targetku sejak awal.
Aku datang untuk mendengar permintaan pemimpin Makkah...
...dan melihat apa yang dibawa oleh penjaga pintu Ka'bah.
Sekarang waktunya untuk mengajukan permintaan.
Begitu peperangan dimulai, tak akan ada kesempatan lagi.
Ini adalah permintaanku.
Pasukanmu telah mengambil 90 untaku sebagai rampasan perang.
Tanpa perang, maka tak ada rampasan.
Jadi beritahu mereka untuk melepaskan unta-untaku dan penunggangnya.
Tanpa perang, tak ada kemenangan?
Kau telah kehilangan rasa hormatku, sesepuh Makkah.
Permintaanmu kepada jenderal pasukan gajah...
...yaitu dikembalikannya unta-untamu,
bukan keselamatan kotamu atau rumah Tuhanmu?
Mengapa Tuhanku membutuhkan bantuanku?
Aku hanyalah pemilik unta-untaku.
Kota dan rumah Tuhan ini punya pemiliknya sendiri.
Aku Abrahah, gubernur Yaman,
telah membangun sebuah gereja di Etiopia...
...atas perintah rajaku.
Gereja itu bersinar seterang matahari.
Dengan emas dari dinding-dindingnya,
aku bisa membeli Makkah dan seluruh penduduknya.
Jawablah, penjaga pintu Ka'bah!
Mengapa kemakmuran pasar,
agama dan popularitas Ka'bah terus meningkat?
Apa rahasia di balik Ka'bah?
Aku tidak tahu rahasianya.
Tapi aku tahu bangunan itu...
...terbuat dari batu dan bukan permata.
Tidak dibangun oleh gubernur yang diperintahkan oleh seorang raja.
Dia mengatakan bahwa kunjungan ini telah berakhir.
Bersiaplah melindungi diri kalian!
Kembalikan unta dan penunggangnya!
Menjauhlah dari pasukanku!
Unta-unta itu diserahkan kepadamu besok pagi.
Tapal Batas Tanah Suci Makkah
Ya Allah!
Rumah ini...
...adalah rumah-Mu.
Kami semua penghuni...
...tanah suci-Mu.
Burung Ababil
Tapal Batas Tanah Suci Makkah
Kehendak Allah sedemikian rupa.
Sehingga gajah-gajah itu tak bisa memasuki tanah suci Makkah...
...dan tak mampu berjalan menuju Ka'bah.
Melempar Batu Neraka
Budak-Budak Yahudi Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad Saw.
Cahaya!
Cahaya di langit!
Cahaya!
Lihat! Cahaya!
Cahaya!
Lihat! Cahaya!
Diam di tempat!
Tetap tenang!
Tenanglah! Diam!
Tenang!
"Inilah berkat yang diberikan Musa,
abdi Allah itu, kepada orang Israel sebelum ia mati.
Berkatalah ia, "TUHAN datang dari Sinai, dan terbit kepada mereka dari Seir;
Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran,
dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus;
di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.
Sungguh, Ia mengasihi umat-Nya;
semua orang-Nya yang kudus di dalam tangan-Mulah mereka,
pada kaki-Mulah mereka duduk, menangkap sesuatu dari firman-Mu.
Musa telah memerintahkan hukum Taurat kepada kita,
suatu milik bagi jemaah Yakub". (Ulangan 33:1-4)
Biara Buhaira saat Kelahiran Nabi Muhammad Saw.
"Akan tetapi Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia...
...duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit". (Matius 26:64)
Berhala dalam Ka'bah Berjatuhan
Sumur Zamzam Meluap
Rumah Sayyidah Aminah Bercahaya
Bayi Nabi Muhammad Saw.
Hal ini telah terwujud.
Pastikan semuanya mendapatkan makanan.
Tak seorang pun boleh meninggalkan tempat ini dalam keadaan lapar.
Selamat datang, saudaraku!
Apa yang terjadi? Jamuan untuk keluarga dan para tetua?
Kau masih belum mengenal ayah kita?
Aku tahu aku harus duduk di meja.
Untuk memakan sisa-sisa orang miskin.
Aku siap melepaskan semua kehormatan,
tapi aku takkan pernah mempermalukan diriku sendiri.
Kenapa kau terlambat? Si kecil lapar.
Majikanku tak mengizinkanku pergi.
Dia sangat lapar.
Aku melihat jamuan yang telah disiapkan ayahmu di luar Makkah.
Ini adalah perayaan untuk cucunya,
tidakkah kau senang?
Bangga dengan bayi yang tak memiliki ayah...
...dan ibu yang tak memiliki air susu;
Mereka sekarang menjadikan budak perempuanku sebagai ibu susunya.
Sudah kubilang untuk mengabaikan jamuan itu!
Aku tak menghadirinya.
Kau pergi dan kembali dengan rasa malu.
Kau bilang harga diri harus dibayar.
Jadi aku pergi demi mendapatkan bagianku.
Bagaimana tampangnya?
Apakah mirip Abdullah?
Aku tak melihatnya.
Bukankah mereka berkata siapa yang mirip dengannya dari kalangan keluarga?
Aku tak bertemu siapa pun.
Inilah bagianmu dari hasil penjualan.
Kehormatan itu bagian anak Abdullah dan delapan pamannya yang lain.
Lahirkanlah seorang anak! Lalu kau akan mendapatkan bagian.
Bagimu, aku hanya membawa kebencian.
Benarkah begitu?
Apakah aku masalahmu?
atau bukan?
Apa karena Abdullah tak memandangmu...
...dan peruntunganmu ada pada diriku?
Penderitaanku adalah karena aku yang...
...mendamaikan Bani Hasyim dan Bani Umayyah.
Dari kesepuluh putra Abdul Muthalib,
bagianku tak sebaik anggota keluarga yang lain dan tak seberani mereka.
Jika kau pembawa kedamaian,
dunia takkan melihat perdamaian antara Bani Hasyim dan Bani Umayyah.
Terkutuklah kau!
Periksalah mereka semua, pastikan tak ada kekurangan!
Periksa dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Bekas luka sekecil apapun akan membatalkan transaksi.
Pisahkan yang kuat dari yang lemah!
Yang ini dari mana asalnya? Bisakah dia bekerja?
Yang itu tidak untuk dijual.
Apa terjadi sesuatu di Makkah?
Ini hari biasa bulan Rabi'ul Awal.
Aku akan kembali.
Kau mau ke mana? Pesananku?
Kita hanya melihat cahaya di langit.
Bukankah Tuhan berbicara kepada Musa melalui api?
Perbedaannya sangat besar antara api dan cahaya.
Bukit Sinai tempat Musa diturunkan tidak diketahui, begitu juga dengan tanah Paran.
Allah dan juru selamat-Nya disembunyikan dari kita.
Bukankah tanah Paran adalah tempat tinggal anak-anak Abraham yang lain?
Bukankah kabar gembira tentang munculnya cahaya-Nya...
...menjadi alasan mengapa Bani Israil berpindah ke negeri ini sejak awal,
agar kelak yang dijanjikan itu muncul di tengah-tengah kita.
Tak diragukan lagi, seorang anak telah lahir dari orang-orang ini...
...dan ruh yang dijanjikan itu, yang ada sejak awal penciptaan,
turun dalam wujud manusia.
Dia kini berada di antara kita.
Jadi kita tahu sesuatu, tapi kita takkan melakukan apa pun untuk memastikannya.
Pertama, kita harus menyelidiki siapa di antara orang-orang Yahudi...
...yang melahirkan anak laki-laki.
Jumlah orang Yahudi di Makkah sangat sedikit.
Samuel, waktu kedatangan sosok yang dijanjikan itu belum jelas.
Kita tunggu dan lihat apa pendapat para ulama Khaibar tentang hal ini.
Jika dia ada di antara kita, kita harus mengikuti seruannya.
Kita akan pergi ke Khaibar dalam beberapa hari ke depan.
Tapi sebelumnya kita perlu mengumpulkan informasi...
...tentang kelahiran bangsa ini yang terjadi di Makkah.
Upacara Adat Pemberian Nama Bayi
"Asaal"
"Asaal"
"Haba"
"Haba"
Mungkinkah seorang rasul berasal dari bangsa ini?
Bukan dari bangsa ini, melainkan untuk bangsa ini.
Ayo pergi!
Kita takkan mendapat jawabannya di sini.
Cucu Abdul Muthalib...
dari suku Bani Hasyim.
Hari itu, setiap orang menamai anaknya dengan nama berhala-berhala sukunya.
Namun,
Abdul Muthalib menuju Hajar Aswad.
Mencari berkah dari batu surga peninggalan Nabi Ibrahim.
Maqam Ibrahim
Muhammad.
Muhammad?
Muhammad, Nama macam apa ini?
Kita belum pernah mendengarnya.
Dari mana nama ini berasal?
Tak ada berkah dari dewa atau jejak leluhur kita pada nama ini.
Nama apa ini?
Tak ada penyebutan nama dewa dalam nama ini.
Kita tak pernah mendengar nama ini dari suku manapun.
Tak ada anak laki-laki yang bernama Muhammad.
Namanya adalah "Yang Terpuji",
terpujilah dia!
Namanya adalah "Yang Terpuji",
terpujilah dia!
Muhammad!
Muhammad!
♪ Namanya adalah Muhammad! Berkah ada pada nama ini! ♪
♪ Namanya adalah Muhammad! Berkah ada pada nama ini! ♪
♪ Namanya adalah Muhammad! Berkah ada pada nama ini! ♪
♪ Namanya adalah Muhammad! Berkah ada pada nama ini! ♪
♪ Namanya adalah Muhammad! Berkah ada pada nama ini! ♪
Apa yang kumiliki?
Tak ada!
Tak ada!
Tak ada!
Tak ada!
Tsuwaibah!
Jamilah meminta budaknya kembali.
Tapi dia baru saja sampai di sini.
Tsuwaibah!
Menyusui bayi yang baru lahir tak butuh waktu lama.
Dia meninggalkan pekerjaan rumahnya...
...untuk menyusui seorang bayi.
Anak ini keponakanmu.
Jamilah juga istriku.
Beri kami waktu! Air susu ibunya tak mencukupi.
Hidup ini singkat, ayo hentikan permainan ini!
Di mana Tsuwaibah sampai dia tak bisa mendengarku?
Tsuwaibah!
Aminah,
Jamilah tak senang budaknya menyusui anakmu.
Pergilah!
Tapi dia masih lapar.
Aku tak ingin ada suara ketidakbahagiaan di rumah ini.
Kenapa kau tak menangis?
Apa yang kaulakukan? Apa kau sudah gila!
- Apa kau ingin mati? - Tunggu!
Kami butuh air.
Kami tertinggal dan haus.
Sedikit lebih jauh di atas sana ada air.
Aku kehilangan keledaiku.
Matahari telah menguras semua energi kami.
- Kami sedang terburu-buru. - Tunggu! Tolong!
Setetes saja agar kami bisa sampai ke sumur.
Hanya setetes.
Lewat sini dan lihat sendiri kondisi kami.
Tunjukkan jalannya!
Mari!
Kau mau ke mana?
Ke Makkah.
Kami pergi untuk berbagi susu anak ini dengan yang lain.
Sebagai ganti roti untuk memberi makan keluargaku.
Kalian datang terlambat. Upacara pemberian nama sudah selesai.
Kau juga akan melewatkan pasar ibu susuan.
Ambil ini!
Di gurun ini kau seharusnya berpikir untuk membawa beberapa kantong air.
Anda sangat baik, Tuan.
Kosongkan ruangan! Aku ingin bicara denganmu.
Dia tak mengerti bahasa kita.
Apa kau mengerti bahasa kami?
Keponakanmu semakin lemah...
...dan sampai kita menemukan ibu susuan lain, dia akan mati kelaparan.
Budak perempuanmu memiliki susu dan kau menahannya?
Ambil biaya untuk susunya...
...atau tentukan harganya dan jual dia!
Aku memberikan budak perempuan itu sebagai hadiah untuk istriku.
Hadiah tak bisa diambil kembali atau dijual.
Istrimu..
Ayah,
Jamilah adalah menantumu.
Jangan berbicara buruk tentang dia,
karena dia bagian dari keluargamu.
Aku tak mengeluh soal menantu perempuanku,
tapi aku malu dengan darah dagingku sendiri.
Bani Umayyah telah membelimu dengan wanita ini.
atau tidak!
Sebaliknya kau telah menjual garis keturunan keluargamu kepada mereka.
Jika bukan karenamu, persatuan ini takkan pernah terjadi.
Kenapa?
Apakah Bani Umayyah memiliki status tertentu?
Apa yang aku peroleh dari keluargaku sendiri?
Bahkan Qabil pun tak secemburu dan sebenci kau...
...pada saudaramu,
Abu Lahab!
Imam Agung sudah mengetahui penampakan tersebut.
Dia juga tahu kondisimu yang tercengang...
...dan kau membawa berita munculnya cahaya di Paran ke Madaris.
Dia menganggap tanda-tanda itu sebagai awal dari fajar baru.
Setelah penantian lama, betapa besar karunia yang diberikan di zaman kita.
Kebenaran akan segera terungkap kepada kita.
Aku khawatir.
Khawatir?
Tanda kelahiran telah terjadi, tapi bukan tanda Juru Selamat.
Peristiwa itu mengarah ke Makkah.
Di mana orang Yahudi menjadi minoritas.
Saat itu, tak ada bayi laki-laki yang lahir dari keluarga Yahudi.
Selagi penantian Juru Selamat berlanjut, rumor kedatangannya juga akan tetap ada.
Kita tak seharusnya menantikan murid lain...
...yang akan memecah belah bangsa ini menjadi beberapa kelompok.
Bertahun-tahun kita menanti dari generasi ke generasi, apa arti semua ini,
jika Juru Selamat berasal dari bangsa Arab?
Datangnya Juru Selamat tak ada syarat atau ketentuan dari Tuhan.
Bagaimana jika dia bukan dari bangsa kita?
Kita tak butuh konfirmasi darimu tentang penampakan Juru Selamat,
kamu hanya seorang pegawai.
Tugas kitalah untuk menemukannya.
Di satu sisi aku ragu,
tapi di sisi lain aku yakin.
Bukankah ini perintah Firaun yang disampaikan oleh umat Musa?
Dia harus dikenali, karena ini perintah Kitab.
"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita,
seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya,
dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa,
Bapa yang Kekal, Raja Damai". (Yesaya 9:6)
"Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera...
...tidak akan berkesudahan, di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya,
karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran...
...dari sekarang sampai selama-lamanya.
Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini". (Yesaya 9:7)
Bagaimana jika dia bukan dari bangsa kita?
Bagaimana mungkin seorang nabi jujur jika ia bukan dari bangsa kita?
Apakah kau ragu dengan terpilihnya bangsamu?
Pergilah ke Makkah dan mulailah berusaha!
Saat kau yakin dengan cahaya di Paran,
carilah anak yang memiliki tanda kenabian di bahunya,
tanda yang juga dimiliki oleh para nabi lainnya.
Orang Arab tak percaya akan adanya juru selamat yang dijanjikan.
Jika aku temukan jiwa mulia yang dimaksud tanda-tanda itu..
Anak itu ibarat harta karun, yang dapat mengakhiri penderitaan kita.
Pergi dan temukan dia!
Aku pergi ke arah sana.
Harits!
Tak seorang pun menyewaku menjadi ibu susuan.
Aku cuma dapat ini dari bulu domba yang kita bawa.
Apa yang harus kita lakukan?
Aku tak tahu.
Si Jamil tak punya tenaga untuk kembali.
Relakan! Aku akan membawanya ke pasar.
Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan uang darinya.
Mereka takkan membayarnya.
Itu hanya akan menambah masalah bagi putri kita.
Kita tak punya pilihan lain, Halimah.
Majikanku sangat sulit disenangkan.
Namun, siapapun yang dipilih akan dibayar mahal.
Kalian berdua ikutlah denganku!
Jangan asal mengajaknya berkeliling kota.
Potongan daging yang dimilikinya akan terbakar.
Tubuhnya memiliki bekas luka,
tapi aku akan membelinya dengan harga dagingnya.
Aku takan memungut biaya penyembelihan.
Kau boleh memiliki kulitnya.
Berapa dinar?
Usahakan agar majikanmu memilihku.
Anakku tak punya siapa-siapa dan membutuhkan makanan.
Tangkap dia!
Jamil!
Awas!
Kau mau ke mana?
Jamil!
Awas!
Jamil!
Jamil!
Awas!
Jamil!
Tangkap!
Awas!
Kembalilah!
Jamil!
Jamil!
Awas!
Awas!
Jamil!
Awas!
Tangkap!
Jamil!
Jamil!
Jamil!
Jamil!
Jamil!
Jamil!
Jamil!
Berdirilah!
Berdirilah! Keluar dari sana!
Jamil!
Jamil!
Berdirilah!
Berdirilah!
Berdirilah!
Dia takut.
Biarkan dia tenang!
Maukah kamu makan bersamaku?
Aku merasa akan menerima tamu hari ini.
Jangan khawatir!
Orang lain akan datang dan merawatnya.
Selamat datang.
Masuklah!
Selamat datang.
Silakan duduk!
Baringkan bayimu di sana dan istirahatlah sejenak!
Ayo!
Ayo!
Dia lapar.
Aku tak punya air susu.
Dia menolak semua ibu susuan...
...yang berdatangan beberapa hari terakhir ini.
Air mataku adalah kasih sayang seorang ibu.
Untuk air susu yang dia terima.
Mengapa kamu menangis?
Payudaraku ini tak mengeluarkan air susu,
tapi begitu dia mulai menyusu, payudaraku menjadi penuh.
Siapa namamu?
Halimah.
Halimah Sa'diyah?
Dari suaranya, kamu tahu itu emas murni?
Itu akan menjadi milik orang yang menemukan anak itu.
Seorang anak yang akan dikenal karena keberkahannya.
Dia memiliki tanda di bahunya, di punggungnya.
Karena panas, kota ini memiliki iklim yang sangat kering,
ibu-ibu biasanya mengirim anaknya ke ibu susuan yang tinggal dekat kota...
...atau ke gurun.
Carilah di kota dan sekitarnya!
Pergi!
Pergi!
Cepat!
Aku tahu tak mudah...
...merelakan Muhammad pergi.
Aku sulit berpisah dengannya.
Tak bisakah ibu susuannya tinggal di sini ketimbang mengirimnya?
Dia punya suami dan anak-anak lain.
Bagaimana dia bisa tinggal?
Andai saja engkau memberiku izin ikut dengan mereka.
Ini demi kebaikanmu.
Muhammad yang pergi sendirian.
Kenapa kamu khawatir?
Ini adalah keberuntungan kita.
Aku mengenal keluarga ini dengan baik.
Kita akan mengunjunginya kapan pun ada kesempatan.
Muhammad yang berusia dua bulan memulai perjalanan pertamanya.
Betapa tidak terbayangkan bagi kami,
tapi hal itu begitu menyakitkan dan menjadi sumber kesedihan bagi Aminah.
Buka pintunya!
Untuk melindungi anak-anakmu dari iblis dan roh jahat.
Buka!
Pencarian Tanda Kenabian di Punggung
Tapal Batas Tanah Suci Makkah
Ibu, Biar kulihat!
Siapa namanya?
Selamat datang kembali!
- Itu adalah perjalanan sulit. - Siapa namanya, bu?
- Muhammad. - Bongkar untanya!
[Hujan], Keberkahan Nabi Muhammad
Cepatlah!
Sayang, kau lihat?
Tapal Batas Tanah Suci Makkah
Jangan buka matamu!
Suara Batu Memanggil Muhammad!
Muhammad!
Kemarilah!
Kemarilah!
Keluar!
Minggir!
Tetaplah menjaga kebersihan.
Bakar semua pakaianmu!
Bakar semua biji-bijian hasil panen tahun sebelumnya!
Jangan biarkan hewan minum dari sumur yang terletak di pusat kota!
Bawakan air dari sumur yang berada di luar kota!
Para pengusaha di kota harus membuka gudang mereka...
...dan bermurah hati membagikan pakaian mereka kepada masyarakat.
Apa yang harus kulakukan sekarang?
Cobalah untuk mencari gandum di Ta'if!
Jika kau melihat orang terinfeksi, pisahkan dia dari orang-orang!
Coba dapatkan beberapa ekor unta dan kuda untukku!
Aku telah membawa gandum dan pakaian, tanpa perlu membayarnya.
Makanan dan pakaian?
Keduanya lebih berharga daripada emas murni saat ini.
Bagaimana kami menggantinya?
Tak perlu diganti.
saat kamu membagikan milikmu secara adil antara orang Yahudi dan dirimu sendiri.
Itulah keadilan penjaga pintu Ka'bah Ibrahim...
...yang mendorongku untuk melakukan hal ini.
Tak ada perbedaan di antara kita.
Orang-orang Yahudi adalah penduduk kota ini dan merupakan saudara kami.
Itu sudah menjadi hak tetangga. Nasib kita saling terkait.
Ini adalah hadiah untuk menghormati niat baikmu.
Untuk anak-anak kota ini...
...dan anak yang lahir pada malam saat...
...bintang menghujani langit Paran.
Nama anak yang kamu kenal?
Aku tak tahu apa-apa.
Katakan harga barangmu...
...lalu ambil uangnya!
Kau mengetahuinya.
Silakan dimakan!
Muhammad harus kembali bersama Sa'diyah besok.
Dia bukan satu-satunya yang pergi.
Semua anak harus meninggalkan Makkah.
Silakan dimakan!
Apakah kamu tahu betapa aku mencintai Muhammad?
Aku telah menghabiskan seluruh hidupku dalam perpisahan.
Terpisah dengan cintaku sebelumnya,
Abdullah.
Lalu cinta masa depanku,
Muhammad.
Sekarang para ibu pergi dengan anak-anak mereka.
Biarkan aku pergi dengan Muhammad!
Cinta butuh kesanggupan menanggung segala kesulitan.
Karena kamu mencintainya, biarkan dia tetap tak dikenali!
Anak ini telah membawa begitu banyak berkah kepada semua orang,
tapi di manakah bagiannya sendiri?
Hanya jarak dan perpisahan?
Ini adalah rahasia cinta,
tanpa diragukan lagi ada yang lebih mencintainya daripada kamu dan aku.
Muhammad!
Muhammad!
Muhammad!
Halimah Sa'diyah Sakit
Menjauhlah!
Menjauhlah!
Muhammad.
Yang mana dia?
Yang memakai baju putih.
Apa yang kalian inginkan?
Kami tertinggal.
Kami hanya ingin beberapa roti dan air, jika ada.
Syaimah, bawakan mereka air!
Apa yang kalian inginkan dari anak itu?
Untuk disembuhkan.
Tenda kami tak jauh dari sini.
Ambil air dan roti kalian dan pergilah!
Suamiku sakit.
Biarkan dia ikut denganku sebentar agar dia bisa menyembuhkannya!
Aku bilang pergi!
Berapapun jumlah uang yang kau inginkan akan kuberikan,
asalkan kami bisa sembuh.
Aku akan mengakhiri hidupmu jika kau mengucapkan sepatah kata lagi.
Pergi!
Pergi!
Cepat!
Mereka datang. Pergi!
Cepat! Beritahu ayahmu.
Zaid, cepat!
Hei..!!
Tolong aku!
Aku tertikam.
Zaid, Apa yang terjadi?
Aku akan membawa Muhammad ke Makkah.
Persiapkan dia!
Kami akan berangkat sebelum matahari terbit.
Muhammad,
ini tas perjalananmu.
Berikan kepada ayahmu!
Seperti yang kukatakan, aku sangat berhati-hati.
Aku tak pernah meninggalkannya sendirian.
Halimah tak mengizinkan wanita mana pun masuk ke dalam rumah.
Tak seorang pun tahu kalau dia telah kembali.
Suruh mereka bersiap-siap.
Aku yang akan membawanya ke tempat yang aman.
Bagaimana dengan Aminah?
Beritahu dia kalau aku sudah pergi.
Siapkan sesuatu untuk Harits, aku akan segera kembali.
Gua Hira
Muhammad!
Muhammad!
Muhammad!
Muhammad!
Muhammad!
Muhammad!
Muhammad!!
Muhammad!!
Muhammad, selamat datang di gua Hira.
Dengan segala kesunyian,
kemurnian,
dan ketenangannya.
Udara di sini sangat harum!
Kau tiba sangat cepat,
aku khawatir akan kehilanganmu,
tapi tampaknya kau lebih mengenal jalan di sini daripada aku.
Aku merindukan ibuku.
Kapan dia datang?
Kita datang ke sini untuk menunggunya, lalu kita lakukan perjalanan.
Perjalanan?
Perjalanan mengunjungi keluarga.
Muhammad!
Cinta dan kasih sayang antara seorang ibu dan anaknya,
yang telah terpisah selama bertahun-tahun,
berkesempatan untuk mewujudkannya dalam perjalanan.
Untuk mengunjungi kerabat di Yatsrib.
Seorang penduduk desa membawa anak itu ke Makkah...
...dengan tergesa-gesa tadi malam.
Apakah kau tahu namanya?
- Muhammad. - Muhammad.
Muhammad.
Mata air telah mengering.
Mata air sudah kering.
Kita akan berkemah di sini.
Hematlah dalam menggunakan air!
Tetap berikan hewan-hewan ini bagian mereka.
Apakah mereka meminta air dari berhala-berhala itu?
Di tanah gersang ini,
Allah menganugerahkan air kepada keturunan Ibrahim.
Kemudian Allah memerintahkannya untuk membangun Ka'bah dari batu...
...dan menegakkan agama tauhid.
Namun, penduduk negeri ini...
...tak menyembah Allah Yang Maha Esa,
melainkan hanya melihat Ka'bah.
Mereka membawa batu-batu Ka'bah.
Sehingga mereka dapat menyembahnya sesuka hati.
Demikianlah mereka melupakan Tuhan Ibrahim dan agamanya.
Itulah sebab airnya berhenti mengalir.
Kota Madinah
Mereka telah tiba.
Aminah,
Aku tak bisa menunjukkan rasa terima kasih. Setelah sekian lama,
akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi.
Jarak dan keterbatasanmu menjadi alasan kami untuk mengunjungimu.
Matamu mengingatkanku pada Abdullah,
Muhammad!
Selamat datang, Aminah!
Senang sekali bertemu denganmu.
Selamat datang.
Masuklah ke dalam!
Anak-anak, Muhammad adalah tamu kalian,
jadi jagalah dia baik-baik!
Makam Ayah Nabi, Sayyid Abdullah
Abdullah,
Aku telah membawa Muhammad kepadamu.
Kemarilah, Muhammad!
Ayahmu sedang beristirahat di sini.
Ketika aku masih kecil,
aku ingin menyentuh langit,
tapi aku tak bisa. Aku ingin memetik buah...
...yang ada di dahan pohon yang paling tinggi,
karena dengan begitu aku akan lebih dekat dengan langit.
Sama seperti pohon apel itu.
Pertama kali aku melihat ayahmu,
dia seperti buah matang yang terletak di dahan pohon tertinggi...
...yang tak dapat dijangkau siapa pun.
Dia tampan,
mulia,
suci,
dengan wajah berseri-seri.
Allah menerima permohonan Aminah...
...dan menjadikan Abdullah sebagai bagian dari takdirnya.
Meskipun,
kebersamaan ini hanya berlangsung selama dua bulan,
rasanya seperti mimpi yang indah dan damai.
Ibu!
Aku bawakan apel untukmu.
Lebih cepat!
Buka matamu lebih lebar, anakku!
Muhammad!
Muhammad!
Muhammad!
Muhammad.
Beratnya perjalanan tak baik untuk kesehatamu.
Aku merasa lebih baik.
Aku mampu melakukan perjalanan ini.
Aku harus menyampaikan amanah Abdullah.
Aku takkan memaksa lagi.
Aku akan berdoa untukmu.
Muhammad,
ketahuilah ini juga rumahmu.
Aku akan merindukan kota ini.
Kita juga akan merindukanmu.
Semoga perjalananmu aman.
Jalan!
Jalan!
Jalan!
Aku perlu tahu apa yang terjadi pada Muhammad dan Aminah.
Aku bermimpi aku merasa sangat haus,
tapi bukan bibirku yang kering, justru aku melihat diriku...
...menceburkan tubuh Muhammad yang tak berdaya ke dalam air.
Aku tak tahu penafsirannya.
Air?
Aku tak menemukan jawabannya.
Itu membuatku gelisah.
Penafsirannya adalah kepergianmu,
pergilah sekarang!
Tapal Batas Tanah Suci Makkah
Selamat datang, putra Abdul Muthalib!
Mengapa kalian begitu ketakutan?
Kita mengira kawanan perampok itu telah kembali lagi.
- Perampok? - Mereka bukan pencuri.
Kemarin mereka menyerang kafilah kami,
- tapi mereka tak mengincar barang. - Apa yang mereka cari?
Mereka bilang mencari seorang ibu dan anak.
Muhammad!
Aminah! Di mana mereka?
Dalam perjalanan, kesehatan Aminah memburuk.
Kami membawanya ke desa Al-Abwa.
Al-Abwa? Apa yang kalian katakan kepada para penyerang?
Kami tak memberi tahu mereka tentang desa itu.
Kami bilang, mereka kembali ke Yatsrib.
Terima kasih!
Ayo pergi!
Jangan khawatir!
Mari!
Hujan turun seakan-akan takkan pernah berhenti.
Namun akhirnya, hujan pun reda.
Bintang-bintang pun bermunculan,
sangat banyak dan menawan,
seakan-akan tak ada habisnya.
Namun saat fajar menyingsing,
hidup mereka juga berakhir.
Suatu hari, dunia ini akan berakhir.
Satu-satunya yang tersisa...
...adalah cinta dan kasih sayang.
Sama seperti harumnya tanganmu...
...yang menemanimu selama perjalanan dari Yatsrib.
Tuan!
Desa Al-Abwa
Tuan!
- Aminah telah meninggal dunia. - Apa yang terjadi?
Menantu Bani Hasyim telah meninggalkan kita.
Muhammad jatuh sakit.
Muhammad!
Apa yang terjadi padanya?
Dia tak sanggup menghadapi perpisahan ini.
Demam karena kehilangan ibunya. Tuan!
Muhammad!
Makam Sayyidah Aminah
Tubuhnya panas.
Demamnya tak kunjung turun, Tuan!
Abbas!
Lindungi Muhammad!
Samuel.
Aminah telah meninggal dunia.
Aminah.
Aminah.
Menantu Bani Hasyim telah tiada.
Wanita yang dicintai Bani Hasyim meninggalkan kita.
Muhammad.
Aku serahkan dirimu kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Muhammad!
Ketika orang-orang Yahudi mencari tempat tinggal.
Allah memberikan kabar gembira kepada mereka,
Apakah Dia memberitahu kalian bahwa tanah ini sepenuhnya milik kalian?
Apakah tanah ini tak berpenghuni sebelum kalian?
Kita telah menerima kabar buruk dari Makkah, Samuel!
Para pedagang Yahudi...
...dilarang melakukan bisnis apapun.
Apakah menurut kalian hal ini positif bagi orang Yahudi?
Agama kita tak melihat bisnis hanya untuk memperoleh keuntungan,
tapi untuk mengangkat derajat seluruh masyarakat,
agar hal ini terwujud, maka perlu kerja sama dengan masyarakat lain.
Egomu berbahaya dan harus diredam...
...sebelum menghancurkan seluruh masyarakat.
Egomu sendiri dan orang-orang yang memberinya makan.
Barangsiapa melempar batu ke arah langit, maka batu itu akan mengenai kepalanya.
Jangan gunakan nama Tuhan yang tak kau takuti pada pakaianmu!
Musim Haji
Maqam Ibrahim
Hajar Aswad
[Siqayah], Memberi Minum Jemaah Haji
Abu Thalib, ayah.
Muhammad.
Kaum musyrik melaksanakan ritual jahiliyah dengan mengelilingi Ka'bah
Mereka mencampuradukkan praktik lama...
...dengan kemusyrikan dan pemujaan berhala.
Namun, kita mengikuti ajaran agama Nabi Ibrahim.
Yaitu melaksanakan ibadah haji.
Hajar Aswad
Labbaik! (Aku datang memenuhi panggilan-Mu)
Labbaik! (Aku datang memenuhi panggilan-Mu)
Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah!
Selamat datang!
Mantap!
Sebuah kehormatan, kedatangan salah satu pengusaha besar Makkah...
...yang menginjakkan kakinya di tendaku.
Penghuni padang pasir dengan kemewahan seperti ini?
Katakan sejujurnya!
Di mana kau temukan harta karun itu?
Ayahmu menganggapku tak pantas tinggal di Makkah,
maka aku terpaksa menjual mutiaraku di padang pasir.
Aku tak tertarik dengan mutiaramu.
Ayahku juga tak mau menjadi mediatorku.
Khaibar dan aku tahu bagaimana mengenali mutiara.
Aku dengar ayahmu jatuh sakit.
Dia sedang sakit.
Dia mempercayakan urusan haji kepada putranya yang lain.
Berharap haji berikutnya...
...tak ada yang menghalangi bisnisku di Makkah.
Mari kita jadikan jamuan makan ini...
...sebagai kesepakatan awal antara kita dan para pembesar Quraisy.
Temani aku menjenguk ayahku!
Tinggalkan kami!
Aku akan mengorbankan sepuluh ekor unta agar ayah kembali sehat.
Hatiku selalu rindu kehangatan tanganmu,
meskipun engkau jauh dariku.
Tapi engkau adalah seorang ayah,
ayah dan tetua bagi semua orang.
Hatiku tak ingin...
kehangatan tanganmu hilang dariku.
Kematian bukanlah hal yang mudah bagiku.
Muhammad,
pergilah dan beritahu semua kerabat untuk berkumpul di sini!
Jangan putus asa!
Ini hanya penyakit ringan.
Jangan khawatirkan Muhammad,
dia sangat kami sayangi.
Ayah,
Ayah,
ini susu panas.
Minumlah!
Ini akan menghangatkan badanmu.
Ada masa di mana susu sempat ditolak untuk anak ini.
Abu Thalib!
Abu Thalib,
jagalah anak istimewa ini!
Dia tak pernah merasakan kehangatan seorang ayah...
dan merasakan manisnya kasih sayang seorang ibu dalam hidupnya.
Rawatlah dia sebagai bagian dari dirimu.
Layaknya anakmu sendiri.
Sekarang,
Aku bisa beristirahat dengan tenang.
Muhammad!
50 dirham!
150 dirham!
400 dirham!
450 dirham!
500 dirham!
500 dirham!
Terjual!
500 dirham.
Terjual!
Bawa dia pergi!
Budak perempuan berikutnya!
Tsuwaibah!
Tsuwaibah!
Tsuwaibah!
Tolong jangan jual istri dan anakku!
Tolong jangan jual istri dan anakku!
Keluar dari sini!
Tolong jangan jual istri dan anakku!
500 dirham!
500 dirham!
700 dirham!
Terjual!
- Bawakan budak perempuan berikutnya! - Tuan!
Tolong, tuan! Dia Tsuwaibah,
dia telah melayani anda sepanjang hidupnya!
Kesepakatan adalah kesepakatan!
Bayarlah hutangmu dan kau bisa dapatkan istrimu kembali!
Tuan, aku sangat tidak beruntung.
Kawanan dombaku telah terserang penyakit.
Aku tak mengenali penyakit atau kambing.
Aku hanya mengenalimu dan beginilah caramu membalasnya!
Usir dia!
Tuan!
Tuan! Tolong kasihanilah dia!
Tuan! Bersabarlah!
- Tolong berikan aku waktu lagi! - Salam, paman.
Muhammad?
Kau telah tumbuh dengan baik.
Maafkan Tsuwaibah dan anaknya!
Dia sepakat membayar dua kali lipat jumlah yang kutentukan.
Dia memberikan istrinya sebagai jaminan.
Bebaskanlah istrinya!
dia akan membayarmu suatu hari nanti.
Dia? Bagaimana?
Dia tak punya apa-apa lagi untuk diberikan.
Selama dia bekerja untukku,
aku sediakan makanan dan tempat tinggal untuk istri dan anaknya.
Dia serakah, mengajukan pinjaman agar bisa bekerja untuk dirinya sendiri.
Aku tak mampu menanggung penderitaannya.
Beri aku waktu untuk membayar hutangnya, paman!
Jika aku tak mampu, aku akan datang dan bekerja untukmu.
Kau?
Siapa yang akan menjadi penjaminmu?
Abu Thalib?
Apakah belum cukup bahwa Muhammad dapat dipercaya?
Penjaminnya adalah kejujurannya.
Hari ini adalah hari yang istimewa.
Muhammad akhirnya menginjakkan kakinya di rumah ini.
Untuk pertama kalinya keponakanmu meminta sesuatu darimu.
Katakan pada mereka agar tak menjualnya!
Mengapa kau menunggu?
Kembalikan istrinya!
Tsuwaibah adalah budak perempuanku.
Kesepakatan pertukaran untuk kebebasannya adalah...
...kita harus lebih sering bertemu dengan Muhammad.
Ini adalah perjanjian yang berharga.
Jangan lupakan perjanjian kita!
Jangan khawatir! Aku tidak akan lupa.
Tidak!
Tidak!
Kasihanilah!
Kasihanilah dia!
Tolong! Tidak!
Kau mengirim pesan bahwa anak ini laki-laki, di mana dia?
Aku datang jauh-jauh hanya untuk melihat putrimu Sawahi?
Kumohon biarkan dia hidup!
Dia akan melayanimu.
Kau akan memberinya makan supaya dia menjadi...
...budak perempuan keluarga suaminya?
Aku akan memberinya makan dari hasil jerih payahku sendiri.
Kumohon biarkan dia hidup!
Kau sumber kehinaan!
Para wanita dari suku kita melahirkan anak laki-laki.
Saat perang atau bekerja, mereka bisa mengangkat kepala tinggi-tinggi.
Biarkan dia hidup! Kumohon!
Kau tak melahirkan anak laki-laki.
Kau tak pantas hidup!
Siapa kau?
Bukankah dia putrimu?
Dia sangat mirip denganmu.
Dia memiliki mata yang indah,
sama sepertimu.
Seandainya dia berumur panjang,
dia akan melahirkan...
...dan menjaga warisan matamu tetap hidup.
Selamat atas kelahiran anak perempuanmu!
Seorang anak perempuan adalah rahmat.
Abdul Uzza!
Abdul Uzza!
Apa yang tertinggal di Makkah yang belum dimiliki kafilahmu?
Yang tersisa hanyalah hutang Muhammad.
Tentang ibu yang dia bebaskan.
Kafilah itu sangat besar.
Menghitungnya membuatku lelah.
Aku tidak buta.
Mereka membawa Muhammad bersama mereka.
Tak masalah.
Faktanya, kau yang seharusnya menginginkan Muhammad,
bukan saudaramu. Setidaknya kau akan mendapat bagian dari hidupnya.
Tinggalkan aku sendiri!
Kau tak seharusnya berdiam diri di kamarmu,
mengenakan pakaian penuh warna dan mengaku sebagai kepala suku Quraisy!
Jika itu gelar yang pantas,
lalu mengapa gelar itu disematkan kepada Abu Thalib?
Pergilah ke gereja dan temukan Barukh!
Katakan padanya bahwa pesan ini untuk Samuel.
Awan Menaungi Nabi Muhammad Saw.
Ayo berkumpul menyambut lonceng!
Ayo berkumpul menyambut lonceng!
Bergegaslah menyambut lonceng!
Tanda Kenabian Terlihat di Langit
Rahib Buhaira
Saat dunia dipenuhi dengan ketidakadilan dan agama tak ada lagi,
Tuhan akan menunjukkan rahmat-Nya kepada manusia dengan mengutus seorang rasul...
...yang memiliki awan putih di atas kepalanya.
Dia akan menjadi juru selamat kalian.
Bawakan jubahku!
Kota Busra, Suriah Selatan
Bawa mereka pergi!
Menyingkirlah! Minggir!
Lempari mereka dengan batu!
Singkirkan para penderita kusta!
Jauhi mereka!
Jangan mendekat!
Jangan mendekat!
Pergi dari sini!
Tinggalkan kota!
Pindahkan para penderita kusta!
Jauhi mereka!
Apakah anda pemimpin kafilah Arab?
Dia bertanya, apakah anda pemimpin kafilah Arab?
Ya, benar.
Pemimpin gereja ingin mengundang kalian makan siang...
...di hari yang penuh berkah ini.
Terimalah undangannya, paman!
Pembela kaum lemah ini,
apakah dia anakmu?
Muhammad sudah seperti anak sendiri yang tinggal bersama kami.
Dia adalah putra saudaraku.
Saudaramu?
Ya.
Ini juga sebuah pertanda.
Dia sendirian, sementara naungan Tuhan berada di atasnya.
Apa maksudmu?
Tuhan Yang Maha Kuasa berfirman...
...kepada junjungan kita, memberikan kabar baik...
tentang pembawa kabar gembira yang akan hadir...
...dan tinggal bersama kita.
Siapakah pembawa kabar gembira itu?
Dia adalah seorang anak manusia...
...yang dikaruniai roh kebenaran.
Dia akan memberi kesaksian tentang junjungan kita.
Ini kabar baik bagi kita.
"Yaitu Roh Kebenaran; Dunia tidak dapat menerima Dia,
sebab dunia tidak melihat Dia, dan tidak mengenal Dia:
Tetapi kamu mengenal Dia;
sebab Dia menyertai kamu,
dan akan diam di dalam kamu". (Yohanes 14:17)
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran,..
Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;
sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri,
tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya;
dan Ia akan memberitakan kepadamu...
...hal-hal yang akan datang". (Yohanes 16:13)
Salam.
Selamat datang, anak muda!
Salam.
Kenapa mereka tak diperlakukan...
...sebagaimana anda ingin diperlakukan?
Dosa itu berasal dari kami.
Kondisi ini telah ditetapkan...
...agar kita bisa mencari pengampunan dari dosa-dosa orang lain.
Namun, dosa kita adalah mengabaikan orang-orang miskin.
Tetapi perkataanmu...
...mencerminkan perkataan para pendahulu kami.
Al-Masih berkata:
"Perlakukan orang lain...
...sebagaimana kamu ingin diperlakukan".
Ini pertanda lainnya, nak!
Engkau tak peduli dengan kemegahan gereja ini,
justru kau mencari kekurangan manusia.
Seperti yang dikehendaki Tuhan.
Ini adalah perkataan Al-Masih.
Hanya saja dalam wujud berbeda.
Ajaran pertama kami adalah:
ketahuilah bahwa Tuhanmu itu satu.
Di manakah kau temukan Tuhan?
Di dalam hati orang-orang yang tertindas.
"Diberkatilah Dia...".
"...yang datang dalam nama Tuhan". (Matius 23:39)
Di belahan dunia ini, banyak rasul...
yang diutus oleh Tuhan daripada tempat lain.
Aku telah melihat petunjuk di negeri ini,
tentang jatuhnya kebencian suatu bangsa.
Bangsa yang tak bisa menerima nabi mereka sendiri.
Mereka meminta seorang juru selamat dengan lidah mereka,
namun dalam hati mereka ada rasa takut.
Mereka terbiasa mendapat sedikit keuntungan dari dunia ini.
Mereka khawatir dunia mereka akan terbalik.
Semua ini berasal dari ketidaktahuan mereka.
Mereka khawatir juru selamat akan datang...
...dan membatalkan seluruh ajaran dan kitab-kitab nabi sebelumnya.
Mereka tak tahu bahwa dia tidak datang untuk menghapus,
melainkan untuk melengkapi dan menyempurnakan agama.
Ada banyak tanda-tanda kemunculannya.
Beritahu aku salah satu tanda-tanda itu?
Salah satunya ada di antara tulang belikatnya,
apakah kamu sudah melihatnya?
Ya.
Tahukah kamu apa artinya?
Itu adalah tanda kenabian.
Dengarkan baik-baik!
Jalan ini sangatlah berbahaya.
Hentikan perjalananmu sampai sini!
Jangan pergi ke Suriah!
Kembalilah ke Makkah dan jagalah dia baik-baik!
Apa pun yang tersisa di kafilah akan menjadi milikmu.
Kita biarkan mereka meninggalkan Busra,
agar tentara pemerintah tak bisa membantu mereka.
Katamu pelunasan hutang bangsamu adalah suku itu...
...dan tak seorang pun boleh dibiarkan hidup.
Jadi apa yang kalian inginkan dari harta benda mereka?
Demi keselamatan orang-orang yang sesat di antara kami.
Keselamatan? Setelah 12 tahun penelitian, akhirnya kita memiliki kesempatan.
Aku hanya memikirkan keselamatan bangsaku sendiri.
Ketahuilah Allah berfirman kepada Musa:
"Seorang nabi dari bangsa mereka,
dari bangsa saudara-saudaramu akan dipilih untukmu, maka dengarkanlah dia".
Dia bukan dari bangsa kita, Samuel!
Aku khawatir.
Kau bilang hanya orang Arab yang melindungi mereka,
bukan tentara Romawi.
Mereka sangat kuat dan terlatih.
Ini takkan berhasil.
Pergi dan rekrut beberapa orang lagi!
Kau akan mendapatkannya setelah pertempuran.
Rahasia ini antara kita berdua.
Kirim tiga pemanah ke depan...
...dan rekrut beberapa orang lagi untuk pertempuran ini!
Jika tak ada yang datang?
Kalau begitu, tunggulah di celah gunung!
Ayo!
Kalian semua.
Ikuti kafilah selangkah demi selangkah!
Ayo jalan!
Rencana Buhaira membiarkan kami lebih lambat...
...dari kafilah utama Deir telah dipikirkan secara matang.
Bukankah kau bilang setelah pertempuran?
Seekor kuda sendirian di gurun?
Di manakah ia tinggalkan penunggangnya sebelum kabur?
Tidak ada kuda yang meninggalkan penunggangnya lalu kabur,
kecuali penunggangnya sendiri yang kabur.
Samuel.
Kita akan berhenti di sini.
Ikat unta-unta ini!
Kemarilah!
Kemarilah!
Kurma!
Beri kami Kurma!
Beri kami kurma!
- Hati-hati! - Pelan-pelan!
Beri kami kurma!
Di mana orang-orangmu?
- Di laut? - Tidak.
Dia terluka.
Dia tak bisa melanjutkan perjalanan.
Di mana aku bisa menemukan mereka?
Bagikan semua yang kita miliki kepada mereka!
Sisakan secukupnya untuk mencapai Al-Ghadir.
Jerish!
Wahai Jerish Yang Agung!
Kasihanilah kami!
Dengarlah keluhan kami!
Lihatlah rasa lapar kami!
Wahai Jerish Yang Agung!
Wanita ini dan anak-anaknya...
...adalah tumbal bagi ketenangan-Mu.
Lihatlah kami lagi!
Kami akan melempar tumbal kami ke laut.
Maka bukalah karunianya untuk kami!
Ratapan wanita?
Ratapan wanita!
Pengorbanan menuju laut!
Pengorbanan!
Pengorbanan!
Pengorbanan!
Pengorbanan!
Pengorbanan menuju laut!
Kau pikir kau siapa?
Menjauhlah!
Menjauh dari mereka!
Mereka dikorbankan untuk laut!
Bawa dia pergi!
Bawa dia pergi dari sana sebelum membuat Jerish marah!
Bawa dia pergi!
Tangkap dia!
Ikat dia!
Ikat dia!
Lemparkan dia ke laut!
Abbas!
Lindungi Muhammad!
Menyingkirlah!
Tenanglah!
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan?
Tenang!
Tunggu!
Irhas Nabi Muhammad Saw.
Ayah,
Nabi memanggilmu.
Muhammad adalah utusan Allah...
...yang diberi tanggung jawab...
...menyampaikan kepada kalian pesan Tuhan...
...dengan lantang dan jelas.
Pesan Tuhan kepada Muhammad Saw. adalah:
Perjanjian pemboikotan terhadap kaum muslimin...
...sudah tidak ada lagi.
Perjanjian telah ditandatangani oleh para pemimpin dan pemuka Quraisy.
Putra Abdul Muthalib!
Putra Abdul Muthalib!
Dia bukanlah orang yang mengesahkan perjanjian itu...
...yang bisa membatalkannya kapan saja dia mau.
Suku-suku Quraisy memiliki tetua dan pemimpin.
Mereka memiliki dewa.
Di manakah Tuhan Muhammad yang tak terlihat...
...yang memiliki keberanian melawan dewa-dewa kita?
Latta, Uzza dan Hubal.
Mereka telah membawa karunia dan keamanan bagi orang-orang.
Apa yang diberikan Tuhan Muhammad kepada para pengikutnya...
...selain kemiskinan, kesengsaraan, kelaparan dan kematian?
Wahai para putra Abdul Muthalib!
Inikah wahyu agung seorang pria yang berbicara atas nama Tuhan?
Kalian memanggil orang tua, pemuda, wanita dan anak-anak ke sini...
...untuk menyatakan perjanjian Quraisy tidak berlaku lagi?
Di depan masyarakat umum,
beritahu kami di mana buktinya?
Di bagian manakah kata-kata itu layak untuk didengar?
Mereka tak punya bukti.
Ketahuilah, Abu Thalib!
Perjanjian dan boikot ini akan berakhir jika aku mengatakannya,
dan para pemimpin Quraisy menghendakinya.
Jika hal ini terjadi dengan cara lain,
jawaban Makkah untuk lembah kalian...
...adalah perang dan pedang!
Dengan perjanjian manakah...
kalian memperoleh pendukung untuk berperang?
Mengapa kalian tak bertanya kepada pemimpin kalian,
sebelum kalian menodai tangan kalian dengan darah,
agar mengungkapkan perjanjian yang ditulis dan disahkan secara rahasia?
Barangkali, kalian tak melihat mereka ini sebagai saudara kalian.
Tuhan mewahyukan kepada utusan-Nya...
...bahwa perjanjian itu sudah tak berlaku lagi.
Rayap telah merusak perjanjian tersebut.
Jika tidak, tunjukkan kepada semua orang!
Ini adalah perjanjian yang jelas.
Piagam Perjanjian Pemboikotan Dimakan Rayap
Lihatlah!
Tinggal 'Dengan Nama Allah' yang tersisa!
Allah Maha Besar!
Bukankah dewa-dewa kalian berada di atas kebenaran?
Tuhan yang melindungi orang-orang beriman berada di atas kebenaran.
Tanpa perjanjian, perang yang mana? Pedang yang mana?
Ini adalah sihir!
Siapa, selain tukang sihir,
yang bisa mengetahui perjanjian yang ditandatangani secara rahasia?
Para penyihir juga mengira tongkat Musa adalah sihir,
mereka tak mempercayainya.
Mereka menyebutnya tukang sihir.
Tapi dia utusan Allah.
Segala sesuatu selain Allah Yang Maha Esa...
...tak berarti dan bersifat sementara.
Wahai orang-orang!
Jadikanlah ini tanda ajakan kepada kebenaran!
Berpalinglah kepada Tuhan,
yang tiada bandingannya dan nama-Nya kekal!
Aku melihat tak ada perjanjian yang perlu ditegakkan.
Ini adalah tanda kemenangan mereka, Abu Sufyan!
Jangan ragu lagi,
pedangmu masih tajam.
Selama Abu Thalib masih mendukung dan melindungi Muhammad,
tak ada yang bisa dilakukan.
Muhammad.
Kediaman Nabi Muhammad Saw.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
"Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Wahai Ahlulkitab,
marilah (kita) menuju pada satu kalimat yang sama antara kami dan kamu,
kita tidak menyembah selain Allah,
kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun,
dan tidak sebagian kita menjadikan sebagian...
yang lain sebagai tuhan-tuhan selain Allah'.
Jika mereka berpaling, katakanlah (kepada mereka), 'Saksikanlah...
...bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim'". (QS. Ali 'Imran 3:64)
"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam).
Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat.
Siapa yang ingkar kepada tagut...
...dan beriman kepada Allah...
...sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat...
...yang tidak akan putus.
Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS. Al-Baqarah 2:256)
"Wahai orang-orang yang beriman,
jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah...
...(dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil.
Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.
Berlakulah adil...
...karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan". (QS. Al-Maidah 5:8)
Berbaiat kepada Rasulullah Saw.
Silakan dinilai subjudul ini di www.osdb.link/ne88s Bantulah pengguna lainnya untuk memilih subjudul yang terbaik
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.