Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kalian mungkin tak tahu
bagaimana jalan ini bisa menjadi begitu terkenal di seluruh dunia.
Itu berkat para tentara Amerika.
Semua dimulai pada tahun 1966.
Go-go bar pertama dibuka di sini.
Aku lahir pada tahun itu.
Sekarang, aku bos di sini.
Meski aku hanya polisi berpangkat rendah,
ke mana pun aku pergi, orang-orang menghormatiku.
Di jalanan ini, aku yang paling berkuasa.
Baiklah,
Tuan Simon adalah bos yang sebenarnya.
Dia yang paling berkuasa di sini.
Ja-Chai!
Ja-Chai! Tolong bantu aku!
Jangan libatkan aku! Lepaskan!
Tolong aku! Simon mau membunuhku!
- Aku tak paham maksudmu! - Dia mau membunuhku!
- Jangan sentuh aku! - Ja-Chai, tolong!
Tolong! Ja-Chai!
Bos, tolong dengarkan aku.
Dia memiliki ratusan bisnis,
baik yang gelap maupun yang legal.
Dia bisa melakukan apa pun yang dia mau.
Sekarang. Dengarkan baik-baik.
Kenapa kau bermain kotor seperti itu?
Kenapa?
Kau ingat untuk apa uang yang kuberikan padamu?
Untuk memulai hidup baru!
Bukan untuk berjudi, Berengsek!
Chai! Kau seorang polisi! Chai!
Hei, Ja-Chai! Mau ke mana kau?
Tunggu sebentar. Ada yang mau kubicarakan.
BAGIAN SATU: PEKERJAAN EMAS
Di sini tempat semuanya dimulai.
Tadi malam, aku pergi ke kelab Tuan Simon.
KASINO GELAP SIMON
Hei, Ja-Chai!
Pasang semua.
Hei, ayolah. Sekali lagi.
Ini tip untukmu.
Sialan.
Kau tak bisa pergi begitu saja. Ayo sekali lagi!
Ingatlah pistol ini.
Dari sinilah semuanya mulai bercabang.
Aku butuh 500.000.
- Jangan berjudi saat kau tak mujur. - Tidak! Aku harus.
Aku baru kehilangan uang untuk perawatan putriku. Harus kudapatkan lagi.
Nanti pasti kukembalikan. Percayalah padaku.
Aku akan mengurusnya.
Lima ratus ribu?
Untuk barang tua ini, paling banyak aku bisa memberimu 100.000.
Tuan Simon berada dalam pengawasan orang lain,
yaitu Ayah tirinya.
Namanya Nicholas.
Dia di ambang kematian.
Kini Tuan Simon mengelola semua bisnis.
Halo, dengan Angel Pizza.
Mau pesan apa?
Menu apa yang paling favorit?
Yang paling favorit Neapolitan.
Bagaimana dengan Hawaiian?
Ya, itu ada.
Bagus. Pesan satu piza Hawaiian, ya.
Satu piza Hawaiian.
Minumannya?
Apa yang sedang kauminum?
Teh lemon.
Ini pesananmu.
Baik.
Terima kasih.
Aku akan mengambil kembaliannya.
Tidak perlu.
Ini enak. Kau yang memasaknya?
Itu masakan suamiku.
Suamimu
sangat pandai memasak.
Tapi
aku yang membuat teh lemon ini.
Ini?
Itu apa?
Ini?
Hadiah dari temanku.
Hadiah?
Itu barang antik? Apa bisa menembak?
Pernahkah kau menarik pelatuknya?
Mungkin untuk membunuh orang atau semacamnya?
Membunuh orang? Aku tak perlu lagi membunuh siapa pun.
Aku Simon.
Senang bertemu denganmu, Tuan Simon.
Sampai jumpa.
Tentu saja.
Fah?
Kau Fah, 'kan?
Aku Thod.
Aku Thod, adik Singh.
Thod?
Ya.
Apa Singh ada?
Ada.
Kenapa kau ke sini?
Apa Singh ada?
Singh!
Singh!
Kau kabur dari penjara?
Apa?
Singh.
Kenapa aku tak boleh bicara dengannya?
Aku mengurusnya sejak dia kecil!
Waktumu dua pekan.
Tidak lebih, tidak kurang.
Belajarlah cara membuat piza dan mulai bekerja.
Selamat datang.
Thod keluar dari penjara dan membantu kakaknya mengelola restoran piza.
Waktunya bersamaan saat Tuan Simon mendatangiku membawa pistol itu.
Cerita ini awalnya tak berkaitan,
tapi akhirnya jadi berkaitan.
Begitulah kehidupan.
Sesuatu yang tak terduga
bisa mengubah nasib kita selamanya.
Ja-Chai, kau bisa bilang padaku jika membutuhkan uang.
Benarkah?
Hei, Ja-Chai.
Kau tahu, di Lion Star,
keuntungan kami sangat besar.
Tapi, apakah kau tahu ke mana perginya uang kami?
Aku perlu mengirimnya ke Bangkok
untuk diubah menjadi emas sebelum dikirim kembali kepadaku.
Namun, di pekan-pekan terakhir, ada yang tak beres.
Ja-Chai.
Tunggu. Apa wanita ini keluargamu?
- Istriku. - Istrimu?
Ya.
Apa dia orang yang sama seperti yang di poster film?
- Ya. - Benarkah?
- Dia istrimu? - Ya. Dia istriku.
Bukan main! Dia seorang bintang film?
Hebat sekali.
- Tuan Simon… - Kau memang hebat!
Mari lanjutkan cerita emas tadi.
Di mana istrimu sekarang?
Dia sudah meninggal.
Meninggal?
- Sudah lama. - Benarkah?
Sayang sekali.
Pantas saja aku tak pernah melihatmu bersama seseorang.
Tuan Simon,
sepertinya aku tak bisa membantumu
karena aku akan segera pensiun dan hidup dari uang pensiunku.
Ja-Chai!
Lakukan ini untukku,
maka kau tak akan butuh uang pensiunmu.
Ja-Chai, aku sudah mengatur segalanya untukmu.
Kau tak perlu melakukan apa pun.
Cukup masuk, tunjukkan dokumen, dan anak buahku yang mengurus sisanya.
Mereka akan memberimu emas.
Kau hanya perlu memasukkannya ke dalam mobil
dan mengantarkannya padaku.
Hanya itu? Masukkan ke dalam mobil
- dan mengantarkannya padamu? - Emas di dalam mobil,
lalu antarkan padaku. Itu saja.
Tapi kenapa aku? Kau punya banyak orang yang bisa melakukannya.
Pada tahun 1998,
seorang gadis usia 16 tahun
pergi berlibur bersama keluarganya dari desa nelayan dekat Pattaya.
Mereka hendak menikmati liburan yang indah di Pattaya.
Namun, dalam perjalanan,
terjadi peristiwa tragis.
Kecelakaan mobil.
Ayah, ibu, dan adik laki-lakinya meninggal dunia.
Gadis itu selamat setelah menjalani tujuh operasi.
Gadis itu adalah Gee.
Lobster!
Hei, Gee!
- Di mana pria itu? - Di sana.
Dia akan naik atau bagaimana?
Sepertinya tidak.
- Apa maksudnya? - Ya, dia hanya berbicara padaku.
Lantas kita tak usah bicara.
Kau bisa bicara padaku,
nanti akan kusampaikan padanya.
Untuk apa aku jauh-jauh kemari hanya demi berbicara denganmu?
Baiklah.
Hei!
Bagaimana? Apa kita akan bicara?
Baik, aku anggap tidak.
Nyalakan mesinnya!
Nona Gee.
- Apa? - Hok akan keluar.
Itu Hok. Hok!
Ini Nona Gee. Dia cukup dikenal di sini.
Aku dengar kau pandai meramal nasib.
Sampai jumpa besok di Pasar Na Kluea.
Hal pertama yang Gee lakukan setelah keluar dari rumah sakit
adalah mengunjungi seorang peramal untuk mempelajari ilmu tersebut.
Beberapa tahun kemudian,
dia menjadi peramal yang paling misterius di Pattaya.
Dia mengenal banyak orang
dan, tentu saja,
pengetahuannya
juga sangat luas.
Baiklah, mari lakukan.
Aku hanya seorang peramal.
Kau tak harus percaya padaku.
Banyak orang yang tak percaya.
Enam bulan lalu,
kau membawa emas milik Simon
dari Bangkok ke Pattaya.
Dalam perjalananmu, di Khao Chi Chan,
kau dihentikan oleh polisi dan bea cukai.
Polisi! Jangan melawan!
Jangan melawan! Keluar dari mobil!
Ini polisi! Jangan melawan!
Jangan melawan!
Aku akan membiarkanmu hidup,
tapi aku tak bisa melepaskanmu begitu saja.
Kau mengerti?
Aku tak bisa membiarkanmu hidup
kalau kau tak memahami konsekuensinya.
Mah? Kumohon dengan sangat.
Jangan, Mah. Tolonglah.
Mah, kumohon.
Untuk mendapatkan emasnya, Simon harus melakukan dua hal.
Pertama, ambil emas sebagai barang bukti.
Hal ini dilakukan agar bea cukai tak dilibatkan.
Kedua, dia membutuhkan seorang polisi yang patuh
untuk membantu mengangkut emas dan membawanya ke Pattaya.
Hei, Gee!
Aku mendapat ikan segar. Mau makan bersama?
Namun,
ini bukan pekerjaan satu orang.
Apa kau punya tim?
Apa kau pernah dengar tentang Thod?
BAGIAN DUA: APA KAU PERNAH DENGAR TENTANG THOD?
Hei!
"PEMBANTAIAN DI LAPANGAN TENIS" TIGA TAHUN LALU
Apa-apaan ini? Siapa kau?
Kenapa kau menembaknya?
Bajingan kau!
Ayo kita main.
- Tidak, enyahlah! - Mulai!
Bajingan!
Bangsat!
Fokuslah!
Tolong aku!
Wah!
Poin terakhir!
Siapa kau?
Tolong, jangan bunuh aku!
Aku menyerah.
Aku takut.
Aku punya keluarga.
Aku janji tak akan melapor polisi. Aku tak melihat apa-apa.
Aku mohon! Aku tak akan bicara.
THOD DITAHAN SELAMA TIGA TAHUN, HINGGA DIA MEMALSUKAN SURAT KETERANGAN
UNTUK KELUAR DARI PENJARA DAN KEMBALI PADA KAKAKNYA
- Selamat datang! - Selamat datang.
Karena alasan inilah
Thod mulai membantu kakaknya,
tapi dia tak hanya berjualan piza.
Dia juga sambil menjual narkoba.
Karena itulah restoran pizzanya jadi berkembang.
Pesan satu piza Neapolitan.
Dan garam spesialnya, ya.
- Untuk siapa ini? - Alan.
Terima kasih. Sampai jumpa lagi.
Terima kasih. Selamat datang.
Singh, kau akan mengantarkan itu?
Ya! Dua porsi dan minuman.
ANGEL PIZZA! OLEH SINGH DAN FAH
Kau sangat licik, ya?
Apa maksudmu?
Sejak kau kembali, kami mendadak dibanjiri pelanggan.
Semua karena garam spesial itu, 'kan?
Tenang saja.
Aku akan menjaga rahasiamu.
Fah, jangan seperti ini.
Jangan lakukan ini.
Hok mau membalas dendam pada Simon karena matanya dicungkil.
Dia memutuskan untuk bekerja sama dengan Gee.
Tapi dia tahu
bahwa dia membutuhkan seseorang untuk menangani semua ini.
Sudah bermain tenis belakangan ini?
Kau juga percaya cerita itu?
Aku tak peduli.
Itu cerita karangan saja.
Paling-paling hanya rumor.
Matamu kenapa?
Kenapa kau mau tahu?
Apa ini membuatmu tidak nyaman?
Intinya,
jika kita bekerja sama,
kau bisa berhenti berjualan narkoba di tempat ini.
Ya, semudah itu.
Karena mulai sekarang,
kau bukan lagi seorang pengedar narkoba kelas teri.
Kau mau merekrutku sambil menyebutku kelas teri?
Tidak, malah lebih buruk.
Kau akan menghancurkan segala hal yang telah dibangun oleh kakakmu.
Kau mengerti?
Apa?
Mau minum bersamaku?
- Kau terlalu banyak minum. Hentikan. - Aku hanya minum satu gelas.
Thod.
Kenapa kau tak mau jadi teman minumku?
Fah, berhenti menggangguku.
Aku tak mengganggumu. Aku mengajakmu minum.
Kau mabuk. Pulanglah.
Seumur hidupku,
tak ada yang pernah peduli padaku.
Tingkahmu saja seperti ini, tapi kau mau dianggap serius?
- Seperti ini? - Ya.
Seperti ini?
Bajingan. Cepat lakukan!
Bangsat!
- Bajingan! - Adik…
Aku…
Bajingan!
Fah, apa yang terjadi?
Tanyakan saja pada adikmu!
Thod?
Kau ini kenapa?
Tak apa-apa. Aku hanya sedikit mabuk.
Sedikit mabuk?
- Singh, dia mau memerkosaku! - Thod!
Kau sadar akan perbuatanmu?
Memang apa yang kulakukan?
Tanya saja istrimu.
Tanya aku?
Apa kau tahu
adikmu telah menjual narkoba di restoran piza kita?
Thod, benarkah itu?
Kau sudah merusak hidupmu,
sekarang kau mau merusak hidup kami?
Aku membawa banyak pelanggan ke tempatmu.
Kau sebut itu merusak? Tak masuk akal.
Kau bilang tak masuk akal?
Tak masuk akal?
Lantas semua ini apa?
Semua ini apa?
Hei, kenapa?
Hentikan!
Thod!
- Apa yang kaulakukan? - Aku menelepon polisi!
Kau tak bisa begitu.
Sekarang kau menodongkan senjata padaku?
Tembak aku.
Lakukan!
Cepat lakukan!
Kau bisa punya pekerjaan yang baik, tapi kau tak mau.
Sebenarnya maumu apa?
Kau mau aku bagaimana?
Aku harus bagaimana?
Membunuh dan menjual narkoba, itu saja yang aku bisa!
Pergilah.
Pergilah dan jangan pernah kembali lagi.
Berengsek!
Pergi sana, Pecundang!
Apa isi tasmu?
Aku tanya, "Apa isi tasmu?"
Bukan apa-apa.
Coba kulihat.
BAGIAN TIGA: MALAPETAKA
Hok tak berhasil,
jadi Gee harus turun tangan.
Dia mengatur makan malam.
Tepatnya, pembunuhan.
Papa Nicholas.
Hei, Papa.
Dia meninggal.
Papa!
Tapi dia memang pantas untuk mati.
Dia orang jahat.
Sangat jahat.
Tanpanya,
aku mungkin sudah mengelola Lion Star sejak dulu!
Tapi bajingan ini tak pernah sekali pun dalam hidupnya
memberiku kesempatan untuk mengambil alih.
Dia hanya terus menunda-nunda sampai dia mati!
Entah untuk alasan apa.
Dia membesarkanku bagaikan anak sendiri.
Aku ingat saat aku masih jadi gelandangan.
Pertama kali aku ditikam dan terluka parah,
Papa…
terus berada di sampingku di rumah sakit.
Siang dan malam.
Tapi aku malah membunuhnya!
Aku membunuhnya!
Aku membunuhnya di rumah sakit. Aku mengambil bantal,
lalu membekapnya…
sampai mati.
Sambil memanggilnya "Papa".
Papa.
Papa!
Papa!
Papa!
Dia tak mungkin sempat
mendengar suaraku karena sudah mati.
Dia tak akan pernah mendengar suaraku lagi.
Gee.
Wajahmu kenapa?
Aku menabrak pintu.
Si gadis piza.
Tuan Simon.
Kalian sudah saling kenal?
Si gadis Angel Pizza.
Tentu saja, aku kenal dia.
Kami saling kenal.
Sudah selesai. Mari kita mulai.
Angel Pizza. Ada yang bisa kubantu?
Halo. Aku mau memesan piza.
Napoleon… piza Neapolitan yang itu.
Aku mau satu.
Mau diantarkan ke mana?
Ruang VIP 1 di Lion Star.
Itu saja.
Aku pesan satu martini.
Aku kurang yakin, tapi petugas polisi itu
sering keluar masuk kasino. Bisakah kau menemukannya?
Boleh pinjam korek api?
Pada saat itu…
- Terima kasih. - aku belum menyadari
bahwa aku adalah bagian dari rencana Gee.
Kau sering ke sini?
Sangat memalukan…
- Ya. - tapi aku terpaksa melakukannya
demi biaya pengobatan putriku.
Namaku Gee.
Bagaimana keberuntunganmu?
Apa yang kaulakukan? Kau sudah gila?
Selamat malam. Dari Angel Pizza.
Apa itu?
- Berengsek! - Apa-apaan ini!
Kau tak tahu aku siapa?
- Fah? - Singh.
Kalian saling kenal?
- Dia istriku! - Pergilah!
Tunggu. Aku atau dia yang pergi? Maksudmu siapa?
Berengsek!
Bangsat!
Pistol!
Pistol!
Fah! Berikan pistolnya!
Nicholas, ayah tiri Simon, dulu sering mengatakan ini padaku.
Dia mengatakan,
"Jangan membunuh karena cinta.
Jangan membunuh karena amarah.
Jangan membunuh karena rasa takut.
Membunuhlah
untuk mendapat keuntungan".
Oleh karena itu,
Simon melakukan kesalahan.
Membuat segalanya menjadi rumit.
APA LAGU FAVORITMU?
Singh!
Masalahnya makin memburuk setiap hari.
Dia mulai membungkus semua barang dengan plastik.
Meja,
kursi,
televisi, kulkas…
Kau harus minum obatmu!
Biarkan aku masuk! Kau butuh obatmu!
Tolong biarkan aku masuk.
…gelas, dan peralatan makan.
Semuanya dibungkus, tak ada yang terlewat.
Tinggalkan aku. Biarkan aku sendiri!
Itulah yang terjadi saat kau tak minum obatmu.
Keluar!
- Dimana obatmu? - Tinggalkan aku!
Pergi!
Terima kasih untuk gelas kedua.
Saat usiaku 16 tahun,
aku juga kehilangan keluargaku.
Jangan menatapku begitu.
Aku tak punya rahasia.
Pekerjaanku adalah menjaga rahasia orang lain.
Lanjutkan ceritamu.
Lalu, apa yang terjadi
pada putrimu setelah itu?
Akan kuceritakan padamu lain kali.
Buka matamu!
Seperti ini korban kecelakaan mobil?
Apa penyebab lubang ini?
- Lubang apa itu? - Kau harus tanya polisi.
Tanggung jawabku hanya membuat laporan autopsi.
Aku tak perlu tanya orang lain karena punya laporan busukmu di sini!
Siapa? Siapa yang menyuruhmu membuat laporan ini?
Jika meragukan hasil autopsinya,
kau bisa meminta evaluasi forensik.
Hanya itu yang bisa kubantu.
RUMAH SAKIT BANG LAMUNG
Apa yang akan kaulakukan jika aku tahu siapa yang membunuh kakakmu?
Apa maksudmu?
Sekarang,
semua orang yang Gee inginkan
sudah ada di situasi yang sama,
kecuali aku,
seorang polisi tua,
seorang polisi tua yang tamak.
Ambil satu kartu dari tiap tumpukan
dan letakkan dengan urutan yang kauinginkan.
Jika aku terlibat,
rencananya akan jadi sempurna.
EMAS
- Aku ingin tahu… - Diam.
Jawabannya ada di atas meja.
Kau punya tanggung jawab atas sesuatu yang berharga
atau dengan seseorang yang penting, 'kan?
PENGEMBARA
Apa kau akan segera memulai perjalananmu?
Kau benar-benar akurat!
Itulah yang dikatakan kartumu.
Menakjubkan.
PERSIMPANGAN
Tapi kau akan menghadapi masalah di pekerjaanmu ini.
Apa ada solusinya?
- Ubah jalurmu. - Ubah jalurku?
- Ubah jalurmu. - Caranya?
Mana kutahu.
Aku bahkan tak tahu ke mana tujuanmu.
Takdirmu bergantung pada dirimu sendiri.
Ubah jalurmu, maka kau akan selamat.
Semua ini apa? Bom?
Entahlah. Mungkin bir.
Aku sudah menerima pekerjaanmu.
Jujurlah padaku.
Mari selesaikan ini dulu.
Aku penasaran
kenapa kau mau membalas dendam,
padahal kau tak peduli apakah Singh hidup atau mati.
Apa maksudmu?
Aku melihatmu menodongkan pistol ke kepala Singh.
Kau tak bisa begitu.
Piza, piza. Apa pun jenis pizanya.
Hok.
Itu bukan urusanmu atau siapa pun.
Chonburi, lalu apa?
Apa kau tahu Geng Hiu?
Geng Hiu adalah geng kriminal yang dibentuk para nelayan.
Mah, aku tahu Geng Hiu.
Aku tahu siapa mereka.
Ja-Chai, kenapa dengan Geng Hiu ini?
Informanku memberitahuku bahwa mereka berkumpul
di Samaesarn beberapa jam lalu,
bersenjata lengkap.
Sial. Lalu bagaimana?
- Ubah jalur kita. - Ubah jalur kita?
- Ubah jalur kita. - Ke mana?
- Jalan pintas. - Jalan pintas?
- Jalan pintas. - Melewati Pattaya?
- Ya. - Tidak!
Lantas aku mundur.
- Kau mundur. - Benar.
- Kau tak akan pergi. - Benar.
- Yakin? - Aku tak akan pergi.
- Kau tak akan pergi. - Benar.
Andai kau menarik pelatuk pada hari itu,
itu tak akan mengubah apa pun.
Hanya aku yang boleh membunuhnya. Orang lain tak boleh.
Itu aturanku.
RENCANA MANIS
Aku punya pertanyaan. Kenapa Singh harus mati?
Ini bagian dari rencana kita.
Hanya kita yang tahu bagaimana kakak Thod mati.
Jika tempat pizanya masih berjalan,
Thod tak akan bergabung dengan kita.
Jadi, Singh harus mati.
ALAMAT PENGIRIMAN RUANG VIP 1 GEDUNG LION STAR ENTERTAINMENT
Apa aku juga bagian dari rencanamu?
Tidak.
Berhenti memancing.
Ayo ikut aku.
BAGIAN EMPAT: RENCANA MANIS
UNIT BARANG BUKTI KEPOLISIAN WILAYAH BANGKOK
Sedang lihat apa? Masuk ke mobil.
Untuk apa orang-orang ini?
Bantuan.
Masuk.
Ja-Chai, bangun.
Bangun!
Aku tidak tidur.
Kau tak perlu teriak.
Sudah dekat di persimpangan. Mau mengubah rute?
- Ya. - Kau yakin?
Kenapa kau terus menanyakan itu? Kau bukan bosku!
Berbaik hatilah padaku, ya.
Aku sudah sangat baik padamu.
Kepalamu pasti sudah kuledakkan kalau aku masih muda.
Jika bukan karena Tuan Simon,
aku pun akan berbuat hal yang sama.
Kenapa kita berhenti?
Aku lapar. Aku mau makan.
- Kenapa baru sekarang? - Diamlah.
Aku sangat lapar!
Ada apa denganmu?
Apa kau percaya takdir?
Ini adalah takdir.
Papan reklame itu. Kau lihat wanita itu?
- Kau melihatnya? - Apa?
- Istriku salah satu pemeran di film ini! - Kau ini bicara apa?
Itu istriku. Sudah 30 tahun aku tak melihat film ini!
Aku harus menontonnya.
Harus.
- Kita berangkat setelah aku selesai. - Tak bisa!
Kalau kau punya masalah, kita selesaikan di Pattaya.
- Aku keluar! - Hei!
Ja-Chai!
Mau pesan apa?
Nasi dengan babi goreng dua porsi.
RENCANA MANIS
Aku sangat merindukanmu.
Mau minum apa?
Kopi?
Koktail?
Atau mau susu?
Alkohol.
Martini, ya?
Apa saja.
Aku minum apa saja,
bahkan racun.
Berapa umurmu?
Sudah cukup untuk jatuh cinta.
- Kenapa lama sekali? - Aku lapar.
- Kau bisa mampir… - Kalau tidak, kau bisa mati kelaparan.
Permisi. Ini minumannya.
Nona, minumanmu.
KEAMANAN
Hei, kenapa rasanya pahit sekali?
Punyamu pahit juga?
Berengsek!
Hei!
Pertempuran dimulai, apa kau ketakutan?
Aku takut harus menembakmu.
Maka jangan.
Selamat tinggal, Cantik.
Ayo!
Apa kau mengkhianatiku?
Ha?
Mengkhianatimu?
Bersulang.
Aku merindukanmu.
Aku sangat merindukanmu.
Itu istriku.
Berengsek.
BAGIAN LIMA: HARGA EMAS
Total hadiahnya 560 juta baht.
Hari ini, aku akan mentransfer uangnya ke rekening yang Gee berikan padaku.
Setelah ini, kita sudah tak lagi saling kenal.
Jangan berkomunikasi.
Semoga kalian semua beruntung.
Baiklah.
Untuk pembayaran pertama, masing-masing mendapat 50 juta.
Aku akan mentransfernya ke rekening masing-masing.
Namun, uang itu tak boleh digunakan selama satu tahun.
Mengerti?
Lalu, aku akan transfer sisanya nanti.
Maaf, setelah hari ini, kita tak akan bertemu lagi.
Aku akan mencari kalian saat dibutuhkan.
Semoga berhasil.
Halo?
Halo.
Ini nomor terakhir yang menelepon restoran piza kakakku.
Thod, tunggu! Ini hanya salah paham.
Thod, apa kau marah?
- Ini bukan seperti yang kaukira. - Thod, dengar dulu.
Singh mati karena Simon dan Fah.
Tapi itu nomormu!
Itu semua ideku. Bukan ide dia.
Aku tak peduli rencana siapa itu.
Katakan yang sebenarnya!
Thod.
Arahkan senjatamu padaku.
Aku membutuhkanmu dalam timku.
- Aku tak menyangka akan seperti ini. - Ada video yang mau kutunjukkan
dan kau bisa memikirkannya lagi.
Bagaimana?
Baik.
Satu, dua, tiga
Bawa masuk makanannya.
Kaset itu berisi film Rencana Manis.
Kau tahu di mana aku mendapatkannya?
Aku mencari online dan menemukan film itu dijual di Arsip Film Thailand.
Kau tahu berapa harganya?
Tiga puluh baht.
Bisa saja gratis.
Namun, 30 kilogram emas
bernilai 560 juta baht.
Aku rasa kau tak menyadarinya.
Andai kau tak berhenti untuk menonton film ini,
emas itu sudah akan kembali padaku di Pattaya.
Aku harus kehilangan 560 juta baht
karena film sialan ini!
Aku harus kehilangan 560 juta baht
karena film sialan ini!
Makan sampah ini! Makanlah!
Aku sudah mengatakannya.
Bagaimana caranya…
Bisa kau makan sekarang?
Bisakah? Sekarang sudah bisa?
Makan!
Bagus.
Kunyah! Bagaimana rasanya?
Film seharga 560 juta baht. Rasanya enak, 'kan?
Makan terus!
Bagus!
Terus begitu. Terus makan.
Aku tak menyuruhmu berhenti. Kenapa kau berhenti!
Terus makan!
Terus begitu.
Jangan berhenti.
Ya?
Jangan berhenti. Terus makan!
Makan yang banyak! Ya!
Makan itu!
Tuan Simon.
Aku akan mencari cara untuk merebut kembali emas itu.
Selain pistol emas busuk itu,
emas apa lagi yang bisa kaubawa kembali?
Mulai sekarang, tugasmu hanyalah
menjadi anjing peliharaan yang mematuhi perintahku.
Tuan Simon.
Dengarkan aku.
Aku ini polisi…
bukan anjing peliharaan.
Aku bukan anjing peliharaan.
Takdirmu bergantung pada dirimu sendiri.
Ubah jalurmu, maka kau akan selamat.
PEMBUNUH BERANTAI, LIMA ORANG TEWAS DI LAPANGAN TENIS
Semua orang telah berpisah.
Aku berniat untuk menjual senjataku lagi.
Tak lama kemudian,
ada seorang pria misterius menghubungiku.
Kau Ja-Chai?
Kau siapa?
Kau tak perlu tahu.
Aku bukan siapa-siapa. Tak penting siapa aku.
Jadi, tanpa nama?
Kau bisa memanggilku apa saja.
Apa saja.
Kau bawa barangnya?
Ya.
Boleh kulihat?
Lima juta?
Revolver emas berusia seratus tahun.
DARI EDWARD B. WILSON UNTUK DERNG
Sekarang, antar aku ke pembelinya.
Ayo.
Di mana pembelinya?
Hei, tenang. Kita semua di pihak yang sama!
Tidak. Aku polisi.
Tentu saja, kau polisi!
Apa diperbolehkan memeluk seorang polisi?
Lepaskan aku!
Duduklah dulu.
Aku pembelinya.
Dasar penipu.
Ja-Chai,
Ini restoran piza saudaranya Thod.
Tempatnya jadi seperti ini karena Singh meninggal.
Simon membunuhnya.
Apa yang ingin kaukatakan? Aku tak paham maksudmu.
Baiklah, dengarkan baik-baik.
Di saat yang sama,
Fah yang malang terkurung di hotel Simon.
Dia sedang menghadapi ketakutannya,
menanti keputusan akan takdirnya.
Sampai kapan aku harus tinggal di sini?
Kenapa? Kau tak suka tempatnya?
Ya.
Aku mau bebas.
Kebebasan.
Kau mau kebebasan?
Kebebasan setelah membunuh orang?
Aku tak melakukannya.
Kau yang melakukannya.
Ya ampun, Fah.
Aku bisa membayar ratusan orang
untuk bersaksi bahwa kau yang membunuhnya.
Dasar monster.
Iblis!
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Aku sungguh mencintaimu.
Aku tak peduli bagaimana perasaanmu.
Aku belum pernah merasa seperti ini,
dorongan untuk melindungi wanita ini.
Aku mau mendapatkan hatinya! Menjadikannya milikku.
Membangun kerajaan bersamanya!
Akan kuserahkan segalanya untuknya.
Dan lihatlah bagaimana kau memperlakukanku!
Aku memberimu segalanya. Kau cuma harus tinggal beberapa hari di sini.
Apa kau pikir kau pantas mendapat cintaku? Jawablah!
AKU CINTA FAH
Tuan Simon.
Jangan tinggalkan aku.
Hei, aku mau minta bantuanmu.
Hubungi Thod.
Semuanya akan duduk dan bicara.
Oke?
Sudah saatnya mengakhiri ini.
Jadi, begitulah ceritanya.
Kasihan Singh. Dia kehilangan segalanya karena Simon.
Lalu?
- Apa ini ada kaitannya dengan emas? - Tidak.
Tak ada kaitannya dengan emas.
Tapi kami melakukannya karena ini adalah hal yang benar.
Kami mau balas dendam untuk Singh.
Itu tak ada hubungannya denganku.
Intinya, kau mencuri emasnya
dan membuat hidupku hancur.
Kini, kau sudah terjebak terlalu dalam.
Kau sudah tak bisa lepas tangan semudah itu.
Atau kau bisa pura-pura tak tahu
dan saat semuanya berakhir,
kau bisa menggunakan semua uangmu untuk putrimu.
Jagalah putrimu dengan uang itu,
jangan berikan kembali pada Simon.
Jika kau setuju, aku akan membayar pistol emas itu.
Sebenarnya, Singh tak punya hubungan denganku sama sekali.
Semua ini soal uang.
Perlahan, aku mulai merancang rencana baru
untuk menyelamatkannya…
Aku akan menghubungimu.
…dan juga, rencana pensiunku.
KHUSUS ANGGOTA TUTUP SEMENTARA
POLISI
Soal uang Gee,
putriku dibawa ke rumah sakit.
Semua biaya perawatan sudah kubayar sebelum tahun baru.
Termasuk surat pengunduran diriku juga.
Semuanya berjalan sesuai dengan rencana Gee.
Bukan.
Ini rencanaku.
Sudah kubilang aku tak membawa senjata.
Aroma darah.
Apa yang beraroma darah?
Aku bisa mencium aroma darah.
Di mana-mana.
Masuk.
Masuk!
BAGIAN ENAM: NYAWA DIBAYAR NYAWA, MATA DIBAYAR MATA.
Pernahkah kau ke Hong Kong, Fah?
Ini tiket penerbangan ke Hong Kong.
Sesampainya di sana, kau akan terima tiga juta baht lagi.
Apa maksudmu?
Kenapa aku harus pergi ke Hong Kong?
Untuk mengubah cerita hidupmu.
Cerita apa?
Ceritakan apa yang terjadi pada Singh.
Fah.
Jika berkata jujur, kau bisa pergi dengan uang itu.
Maafkan aku, Thod.
Sejak kejadian itu, aku takut bertemu denganmu.
"SUAMI PENCEMBURU" KISAH PALSU FAH
Gee meneleponku hari itu.
Dia bilang Tuan Simon mau berbagi kepemilikan Angel Pizza.
Jadi, aku menemuinya, di ruangan ini.
Tuan Simon mau membuka Angel Pizza di sini, di Lion Star.
Kami menegosiasikan kesepakatan kami.
Semuanya berjalan lancar.
Tuan Simon meminta Singh menandatangani kontraknya
dan menyuruhnya membawa piza untuk merayakannya.
Saat Singh tiba di sini,
dia kesal melihatku bersama Mr. Simon.
Dia selalu seperti itu.
Tiap melihatku bersama pria lain…
- Angel Pizza! - dia selalu mengamuk.
Sebenarnya, Tuan Simon hanya salah mengambil gelas.
Dia mengambil gelas milikku.
Tuan Simon tak mau menyakiti Singh.
Dia sadar karena Singh bertubuh kecil, dia tak akan menang.
Tuan Simon pergi,
tapi Singh tak mau berhenti.
Kemudian, aku dapat informasi dari polisi
Singh mengejar Tuan Simon sampai ke jalanan.
Mobil Singh menabrak pohon.
Maaf,
aku boleh bicara?
Hari itu, aku duduk di situ.
Dasar penipu.
Kau masuk,
lantas aku pergi.
Kebetulan, aku menyiapkan kotak rokok yang dilengkapi dengan kamera tersembunyi.
Kotak itu merekam semuanya.
Dan di sinilah…
Singh meninggal.
Kau mengingatnya?
Jika tak ingat,
bagaimana kalau kita menonton film pendek?
Sepertinya masalah ini tak mudah ditangani.
Jadi?
Salah satu dari kita akan mati, 'kan?
Halo! Semuanya!
Hai, Semuanya! Konnichiwa!
Mari berpesta.
Ja-Chai, apa ini?
Tuan Simon.
Aku pensiun hari ini!
Pensiun? Itu bukan urusanku.
Justru itu penting untukmu. Ini hari yang indah.
Kita akan menyambut hal baik dan melupakan semua hal buruk.
Hei! Sak, ambilkan beberapa gelas anggur!
- Ambilkan gelas sampanye! - Mah! Keluarkan dia!
- Keluar. - Tapi sampanyenya!
- Minum dulu sampanyenya! - Keluar!
Kuenya juga enak! Kue terbaik di Pattaya!
Cukup! Sialan!
Baiklah. Lepaskan aku!
Berhenti! Jangan ikuti aku.
Hentikan!
Kalian selalu saja mengusikku!
Aku bisa keluar sendiri.
Jangan sentuh aku.
Pergi, sana! Keparat!
Simon adalah temanku.
Aku bebas melakukan apa pun.
Berhenti menggangguku, astaga.
Dapur tutup hari ini, Pak.
Kau ke sini untuk membalas dendam padaku?
Tidak.
Aku ke sini
untuk memaafkanmu.
Aku tak percaya.
Buka bajumu.
Pergilah.
Pergi kataku.
Aku yang bodoh.
Aku selalu bertemu orang jahat di waktu yang salah.
Dan selalu membuat keputusan buruk.
Aku sudah tak bisa lagi kembali dan memperbaiki apa pun.
Tapi kau masih bisa.
Pergi sekarang atau keadaan akan makin buruk.
Fah.
Kau boleh pergi. Aku tak akan menyakitimu.
Benarkah?
Pergi!
Pergilah.
Selamat tinggal, Fah.
Pergi!
- Ikuti dia. - Cepat!
Ikuti Tuan Simon.
Apa rencanamu?
Coba kalian pikir.
Pada saat yang begitu penting,
dua orang terbaik Simon ada di sini, bersamaku.
Jadi, siapa yang melindunginya?
Tidak!
Mati kau!
Mati!
Bajingan!
Simon!
Pergi ke atap gedung!
Mah, kami butuh kau di atap gedung! Cepat!
Dimengerti.
Aku akan mencungkil matamu, Bangsat!
Maafkan aku. Aku minta maaf. Kau harus memaafkanku.
Aku mau tahu seperti apa lubang mata tanpa mata.
Apakah hanya lubang?
Apa yang kaulihat?
Seperti apa kelihatannya?
Apa yang kaulihat?
Apa yang kaulihat?
Gee.
Gee.
Aku kira kita teman.
Aku kira kita teman.
Kenapa kau melakukan ini?
Aku tak akan memberitahumu.
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Lepaskan, Keparat!
Thod!
Berhenti, Simon!
- Ja-Chai? - Ini aku!
- Chai Bangsat. - Aku akan menembak!
Setan!
Kau membunuh Singh dan Nicholas
- dan sekarang dia? - Apa-apaan ini?
Hei! Oke!
- Mundur terus! - Ja-Chai, tenanglah!
Ayo bicara. Apa yang kauinginkan?
- Uang? - Simpan saja!
Jadi, apa maumu?
Aku mau jadi polisi yang baik,
bukan anjing peliharaan.
- Mundur! - Tunggu!
Baiklah!
Kau mau jadi polisi yang baik, 'kan?
Baiklah, aku menyerah.
Aku menyerah. Tangkap aku! Bawa aku ke penjara.
Tangkap aku! Lihat?
Aku menyerah.
Aku menyerah.
Tapi aku sudah pensiun.
Aku tak bisa lagi menangkapmu.
- Lebih baik aku menembakmu! - Sial! Tenanglah!
Tapi ada seseorang yang ingin sekali menembakmu lebih dari siapa pun.
Silakan saja.
Benar?
Di mana kau? Keluarlah!
Di mana kau?
Hok! Di mana kau?
Hok Bangsat!
Hok! Di mana kau?
Aku memaafkanmu.
Astaga.
Sudah terlambat.
Aku masih hidup.
Aku tak akan mati semudah itu!
Itu saja kemampuanmu?
Mah!
Itu saja kemampuanmu, Bajingan?
Indahnya.
Thod membunuh Simon.
Hok membunuh Mah.
Aku hanyalah seorang mantan polisi ceroboh
yang menjatuhkan pistol ke tangan Thod.
Aku akan menjemput putriku dari rumah sakit,
dan kami akan merayakan Tahun Baru bersama.
MALAM TAHUN BARU
Rekam ke sini?
Ya, dan rekam itu.
- Ya, sebelah situ juga - Rekam yang ini.
Oke, rekam yang ini juga.
Oke.
- Bagaimana kalau swafoto? - Ya!
Oke.
Indahnya.
- Ayah, jangan lupa merekamnya. - Ya.
Ayah, aku mau es krim.
- Apa? - Aku mau es krim.
Es krim?
Baiklah.
Ayah akan membelinya.
Rasa apa?
Vanila saja.
Beres, Tuan Putri.
ES KRIM
Satu es krim vanila dan cokelat.
Terima kasih.
Kau ingat aku?
Kau dulu seorang polisi,
tapi kau diam saja saat Simon melumpuhkan tanganku.
Apakah kau menyesal?
Menjadi polisi punya konsekuensinya sendiri.
Matilah.
Aku ditugaskan di jalanan ini sejak baru lulus.
Aku selalu ingin menjadi polisi yang baik.
Namun, itu perlahan berubah.
Aku tak mau mencari masalah.
Aku sudah bekerja di sini selama 30 tahun.
Aku tak pernah tahu
apa aku pernah jadi polisi yang baik.
- Apakah ini kediaman Ja-Chai? - Ya.
Dia ada di dalam?
Tidak ada.
Kau siapa?
Aku putrinya.
Tolong tanda tangan di sini.
RENCANA MANIS
Kini,
kalian mungkin menyadari
bahwa semua ini adalah rencana Glee.
Ini adalah rencananya,
sebuah rencana yang menyebabkan kematian semua orang.
Itu tak menjadi beban baginya…
karena beberapa tahun sebelumnya,
setelah belajar meramal dan kembali ke Pattaya,
dia telah menunggu hari ini,
karena dia tahu
bahwa bagaimanapun,
hari ini pasti akan tiba.
DARI EDWARD B. WILSON UNTUK DERNG
EKSPEDISI RENCANA MANIS
SEMUA PRIA BERSAUDARA
Terjemahan subtitle oleh Fikar
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.