Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Bagus.
Margarita Tommy.
Terima kasih.
Selamat menikmati.
Itu saja? Kalau begini, kau akan dapatkan dia di kehidupan berikutnya.
Kau hanya punya tiga bulan. Kembali dan bicara padanya.
Ayolah, kau berharap aku lakukan apa?
Cengkeram lehernya, lalu perintahkan dia jadi istriku?
Aku tak bisa lakukan itu, 'kan?
- Aku sudah rencanakan semua. - Rencana apa?
Segelas Margarita Tommy itu
akan puaskan dahaganya pada tegukan pertama
dan menggodanya untuk tambah lagi.
Saat sudah habis, dia akan pesan lagi.
Lalu, aku akan bicara dengannya lagi.
Saling mengenal, tahu?
Jika dia tidak kembali, kubunuh kau.
Kau cantik. Aku penggemarmu.
Wow, rasanya enak.
Enak sekali.
Wow, kau tampak berseri.
Bercinta dengan seseorang di toilet?
Hei, kembali bekerja.
Pesan satu Margarita.
Non.
Aon, kuserahkan sisanya padamu. Aku harus pergi.
Non, tunggu.
- Dengarkan aku. - Apa, Mind?
Aku tahu kau masih marah, tetapi aku ingin bertemu kau.
Tidak ada yang ingin kubicarakan denganmu.
Kumohon, bisa dengarkan aku?
Apa yang perlu didengar?
Apa foto itu tidak cukup jelas, Mind?
Tolong dengarkan aku, Non!
- Aku paham perasaanmu. - Sial!
Jika kau paham,
sekarang kau tidak akan menggangguku.
Keluar.
Tuan, kau masih mencintai Mind, 'kan?
Maka itu, kau marah.
Karena kau masih cinta padanya, maafkan saja dia
dan kembali padanya.
Maka kau tidak akan perlu buang waktu dengan Nona Toon.
Kemaluanmu akan bisa mengeras lagi.
Dan aku akan pergi dari hidupmu.
Ini lezat sekali, Tn. Koki.
Sungguh?
Ini juga lezat.
Tunggu, biar aku coba juga.
Wadahnya siap, Tn. Koki.
Terima kasih.
Gadis pomelo?
Aku sudah siapkan pomelonya, Tn. Koki.
Terima kasih.
Kau tidak memujiku? Bukankah aku imut?
Yang paling imut di dunia.
Kau merindukan Som-o, 'kan?
Aku ingin membantumu, Benz.
Benz!
Benz!
Pang, kau datang awal.
Bukankah kita akan bertemu pukul 08.30? Ini baru pukul 08.00.
Aku di sini untuk nyanyikan Lagu Kebangsaan Thailand untukmu.
Saat ini pukul delapan.
Thailand menyatukan daging Dan darah rakyat Thailand
Setiap jengkal tanah Thailand
Milik rakyat Thailand
- Sudah lama… - Pang!
Tunggu di luar.
Aku akan menyusul setelah selesai.
Boleh kunyanyikan refreinnya? Itu bagus.
Aku akan pergi.
Benz, biar kunyanyikan kalimat terakhir.
Kemakmuran, hore!
Terima kasih!
PANTI JOMPO
Ini.
- Oh, ini! - Ini.
Pok.
- Tong sepuluh. - Sepuluh.
- Tong delapan. - Lagi!
Salam.
Salam. Ini hari yang indah.
Pak Polisi!
Aku tidak berjudi! Sungguh!
Tolong aku!
- Bu? - Bu.
- Aku tertangkap! Tolong! - Ya, apa yang terjadi?
- Bu. - Aku tertangkap!
- Kenapa kau borgol aku? - Bu, tenang! Bu!
Ha? Halo.
Dia penjaga keamanan, Bu.
- Dia bukan polisi. - Dia satpam, Bu.
SATPAM
Astaga, kau mengagetkanku.
Aku mau beri tahu bahwa kau kedatangan tamu.
- Tamu? - Ya.
Siapa?
Kau cari siapa?
Aku bisa panggilkan mereka.
- Kau ke sini cari siapa? - Aku…
Aku Benz.
Oh, Benz.
Siapa?
Aku pacar putrimu, Kanta.
Benar, pacar Kanta!
Aku sangat merindukanmu.
- Apa kabarmu? - Aku baik.
Aku senang.
Ayo makan siang, Bu.
- Aku memasak banyak untukmu. - Sungguh?
- Apa ini? - Ini nasi goreng ikan.
Resep mi goreng kuah kental favoritmu.
Benz, aku mengerti perasaanmu.
Jika kau tidak tahan,
kau harus beri tahu yang sebenarnya pada Ibu.
Tidak.
Selama mayat Kanta belum ditemukan,
aku yakin
dia masih hidup.
Kanta.
Kanta, itu kau?
Masuklah, Nak.
Kapan kau datang?
Masuklah.
- Kanta, masuk. - Bu.
Bu.
Ada apa?
Kanta.
Dia di sini. Kanta datang.
Makanlah makan siangmu.
Kanta sedang bekerja.
Nanti dia akan datang.
Kerja lagi?
Oh, tidak, Bibi!
Bibi!
Sial!
Bibi!
Tidak peduli sekeras apa usahanya, mereka tidak akan temukan mayatku, 'kan?
Ya.
Karena jika seseorang temukan mayatmu,
itu akan dikremasi.
Lalu, setelah selesaikan misimu,
bagaimana kau bisa kembali? Ini akan buat seluruh negeri bingung.
Boleh aku hubungi Pang?
Aku hanya ingin Benz berhenti mencari mayatku dan…
Selesaikan misimu
agar kau bisa kembali ke keluargamu.
Baik.
Oke, tidak masalah. Ya.
Baik. Aku akan cepat. Tolong atur.
Aku tidak akan lama.
Oke. Apa-apaan?
Tidak, aku tidak menyumpahimu.
Aku akan ke sana secepatnya, ya.
Kau selalu muncul seperti hantu.
- Itu mengagetkanku. - Hei, kita perlu bicara.
- Tentang? - Kau tidak menggoda Nona Toon?
Bukankah kubilang kau hanya punya tiga bulan? Kau tidak berbuat apa pun!
Ayolah, berhenti mengomel. Aku tahu aku punya tiga bulan.
- Aku tahu. - Ya, kalau begitu, lakukan sesuatu.
Lakukan apa?
Apa aku perlu mulai kemarin dan sukses hari ini?
Berhenti bersikap sarkastis dan segera lakukan sesuatu!
Baik.
Jangan ikuti aku.
Hei! Kubilang jangan ikuti aku.
Apa artinya itu?
Artinya berhenti ganggu aku!
Bahasa macam apa itu?
MAE DUEAN
Semuanya, aku berdandan begini hari ini
karena kita mengunjungi restoran terkenal.
Wow.
Wow.
Semuanya, kita selesai di sini.
Ayo pergi ke restoran lain.
- Aku akan ajak kalian ke… - Nona Cantik.
Seseorang punya hadiah untukmu.
- Siapa? - Apa?
Ikuti aku jika kau penasaran.
Semuanya, seorang bocah memberiku catatan Post-It.
Katanya ini dari orang lain.
"Sampai jumpa di Centenary Park."
- Apa dia di sini? - Di mana?
Semuanya, itu hadiah yang besar sekali!
Semuanya, tolong bantu hitung mundur!
Satu.
Satu.
- Dua. - Dua.
- Apa? - Apa itu?
- Tiga! - Tiga!
Itu cantik sekali!
Siapa yang buat ini untukku?
Aku.
Hei.
Bukankah itu mantanmu?
Kau suka bunga?
Ya.
Tuan…
Aku Non.
Kau mau ambil foto? Aku bisa bantu.
Beri senyum lebar.
Manis sekali.
Sial, lebah!
- Lebah! - Sial, itu lebah!
Kawanan!
Nona Toon.
Nona Toon, kau harus ke sana.
- Ayo! - Tidak!
Hei, Nona Toon! Kawanan itu menuju ke arahmu!
Aduh, lebah!
Kawanan lebah!
Tn. Non, tolong!
Nona Toon! Oh, hei, itu minuman ringan.
- Berikan padaku. - Tn. Non!
Kemari, Serangga!
Hei! Mereka berpencar!
Sial!
Berhenti!
Nona Toon!
Lewat sini, cepat!
- Hei, tunggu! - Hei!
- Sial, apa masalahmu? - Tetap tenang.
- Tuan, aku hanya butuh ini sebentar. - Hei!
Hei, pergi ambil itu! Astaga.
Tidak, bagaimana aku kerja jika kau ambil laptopku?
- Itu masalahmu! - Kembalikan barangku!
- Kalian sedang apa? Keluar! - Kumohon!
- Jangan ikut campur! - Kumohon!
Jika mau ini kembali, bayar dahulu utangmu.
Tuan, kumohon. Kasihani aku.
Jika ingin laptopmu kembali, bayar utangmu!
Hei, dia tahu. Kemarilah.
- Astaga. - Ayo pergi.
Perlu kutambah gandengan untukmu?
Kau benar-benar aneh.
Itu hanya laptop. Apa sepadan terluka karena itu?
Halo, Ibu Prem. Aku akan kirim…
Kirim tautan baru untuk kelas daring.
Sekarang, laptopku rusak.
Tentu, aku akan cepat. Aku sungguh minta maaf untuk ini.
Sekarang, kita di halaman enam.
Ayo mulai pertanyaan 32.
Bacalah. Nanti akan kita diskusikan.
- Ini. - Apa?
Apa tampak seperti roti manis? Ini laptop.
Tak perlu, aku bisa pakai ponsel.
- Ambil. Tidak kupakai, ambillah. - Tidak.
Tetapi jika pakai telepon, Prem tidak akan bisa lihat dengan jelas.
Dengar itu? Ambillah.
- Ini. - Tidak.
Anggap ini fasilitas pegawai dari bosmu yang tampan.
Ha?
Wow, Semuanya!
Aku hanya pakai sedikit, tetapi busanya banyak sekali.
Ada aroma…
segar dan menggoda
yang menarik orang untuk tetap dekat sepanjang hari.
Wow, lihat dia seperti ini buat aku ingin mencoleknya.
Wow, Aon. Pikiranmu selalu kotor.
Non, kuakui aku orang cabul.
Tidak sepertimu, aku tidak punya siapa pun untuk melakukannya.
Kau punya banyak wanita.
Aon.
Kau merasa penuh energi?
Kau mau bantuanku?
Ya, mau.
Hebat, ayo pergi.
- Kau ke mana? - Aduh!
Dia minta tagihan listrik.
Apa kau gila?
Akan kuambilkan.
Astaga.
Apa-apaan?
Non.
Jujurlah padaku.
Kau coba buat seseorang cemburu?
Coba buat Mind cemburu?
Apa-apaan? Ini bukan tentang dia.
Bukan tentang Mind?
Kursi sialan ini terlalu kecil.
Lalu kenapa tidak kau lakukan?
Tidakkah kau takut nanti akan menyesal?
Tidak lagi!
Dia mulai lebih bertanggung jawab.
Jangan buat dia goyah.
- Oke. - Lanjutkan perbuatan baikmu.
Aku hanya penasaran.
Pria ini, Non,
tidak pernah serius dengan siapa pun, tetapi tiba-tiba begini dengan Nona Toon.
Aon, sudah selesai?
Ya. Aku sudah selesai.
- Aku datang. - Kau terlalu cerewet. Pergi.
Hei.
Berhenti senyum. Memang menyukai unggahannya cukup?
Hei, berhenti mengomel! Semuanya sempurna.
Aku hanya minta kau tidak ikut campur.
Non.
Kenapa kau di sini?
- Tunggu, Non. - Tidak.
Non.
Non, aku harus apa agar kau maafkan aku?
Tak bisakah kau berhenti menggangguku?
Kau bisa marahi aku, tetapi tolong, jangan pergi menjauh begini.
- Non, aku tidak sengaja. - Kau tidak sengaja?
Kau tidak sengaja tidur dengan orang asing itu?
- Non. - Jangan ikuti aku!
Hei!
Aku baru selesai di sana. Bersihkan!
Sekarang!
- Lakukan sekarang! - Oke.
Aku yakin apa pun caranya, kita akan temukan mayat Kanta.
Apa kau tahu? Ada buku yang aku baca.
Katanya dari waktu Steve Jobs lahir,
dia tidak pernah menyerah.
Kenapa Steve Jobs kuat sekali?
Karena dia tidak bisa bicara bahasa Thailand,
tetapi masih coba melakukannya.
Aksennya mungkin terdengar buruk atau tidak bisa dimengerti,
tetapi dia tidak pernah menyerah.
Tn. Benz.
Ya?
Bosku perlu bicara denganmu.
- Baik. - Tn. Benz.
Ini hari terakhir
tim kami akan mencari mayat Nona Kanta.
Kenapa begitu? Kenapa kalian mau berhenti?
Tak bisakah kalian lanjutkan?
Begini, Tn. Benz.
Tim kami sudah kerjakan ini selama hampir satu bulan.
Peluang menemukan mayatnya hampir nol.
- Tetapi bagaimana jika dia masih hidup? - Mayatnya.
Jika itu ada di laut,
pasti sudah kami temukan sejak lama.
Kusarankan lanjutkan hidupmu.
Aku akan pergi.
Kemarilah.
Ayo pergi.
Aku keren sekali. Tampan sekali.
Kau sedang apa?
Kenapa kau tidak memikat dia
dan buat dia jatuh cinta?
Sekarang sudah hampir satu bulan,
dan masih tidak ada hasil!
Kau kesal?
- Astaga. - Aduh, apa kau gila?
Ya, benar. Aku sangat gila sekarang.
Kau bukan aku! Jadi, tak bisa mengerti
betapa frustrasinya aku
menyerahkan hidupku di tanganmu!
Kolonye ini baunya enak.
Kumohon padamu.
Dengan rendah hati, kumohon.
Tolong, kumohon padamu.
- Hei! - Tolong kasihani aku.
- Hei, kau! - Tolong berjanjilah padaku.
- Hentikan! - Tidak sampai kau janji padaku!
Baiklah, janji! Berhenti mengusap di sana!
- Kau akan buat itu bangun! - Aku takkan berhenti.
Aku mengerti.
Aku ingin selesaikan tugas itu secepatnya.
Tetapi aku tidak bisa kendalikan masalah hati. Jadi, aku bisa apa lagi?
Haruskah kuperintahkan ini untuk jatuh cinta sekarang?
Aku tak bisa lakukan itu.
Matilah aku!
Aduh, sudah.
Sejujurnya, aku tidak ingin tinggal lama denganmu.
Aku akan mencobanya, oke?
Oke.
Oke.
Terus melenggang. Naikkan sedikit bahumu.
Dah, Semuanya. Sampai jumpa.
- Oke. - Aku akan pergi.
- Selamat malam. - Selamat malam, Sayang.
Sekarang, kita…
Semuanya!
Tn. Non!
LAYANAN MAKANAN TOON
- Apa kabarmu? - Tn. Non.
Selamat malam.
Selamat malam.
Aku punya bunga untukmu.
Terima kasih.
- Apa di situ ada lebahnya? - Tidak, tidak kali ini. Lihat?
Aman.
- Dia bayar penuh? - Ya.
Lain kali, jangan terlambat.
- Atau ini takkan kukembalikan. - Aku tahu.
Ayo pergi.
Jika lain kali terlambat, kami tak akan kembalikan apa pun.
Dia tahu.
Hei.
Sial.
Astaga.
Ada apa?
Ha?
Aku kembalikan laptopmu.
Lalu kenapa tidak memanggilku?
Kenapa?
Kau tidak mau bertemu aku?
Itu jujur.
Hei!
Aduh, sakit.
Kau tidak apa? Kau terluka?
Aku tidak terluka.
Sial.
Astaga.
Dramatis sekali.
TERIMA KASIH
Aduh, sial.
Ya?
Ini.
- Apa ini? - Semprotan untuk memar.
Memar apa? Aku tidak terluka.
Bau balsamnya jelas sekali.
Ini bau kapur barus biasa.
Ada apa?
- Hanya kaget. - Ya.
Ada apa?
Dan kau bilang tidak terluka.
Kau bisa bilang apa adanya.
Jangan terpikat. Aku bosmu.
Tidak!
Ini, pakailah.
- Tidak, ambil kembali. - Ambillah.
Pakai saja. Akui kau terluka.
- Sial. - Jangan malu. Kita tetangga.
Oke?
Kakak!
Kakak!
Pergilah, dia memanggilmu.
Apa? Dia tidak menarik?
Setiap hari, kau bawa dia ke rumahmu. Ada masalah apa?
Apa kau memata-matai aku?
Kakak!
Perlu aku mengintip dia?
Bagus.
Aku tidak bisa lihat.
Biar aku lihat.
Apa dia sudah pergi?
- Dia di sini! - Aduh! Hei!
Aduh, sial.
Kakak!
Kakak.
Hari ini, aku punya kejutan untukmu.
Ini 0,01 dari Korea.
Untuk mengeraskan.
Untuk rangsangan.
Apa kini alatmu berfungsi?
Bonus.
Aku tidak bisa melakukannya lagi.
Ha?
Apa zakarmu akan lunak selamanya?
Oh, aku akan bantu.
- Tunjukkan padaku. - Tunggu, Bonus, hentikan!
Tunggu, Bonus!
Ada seseorang yang ingin aku ajak serius.
Apa?
Katamu kau tidak pernah serius dengan siapa pun.
Aku berubah pikiran.
Lalu kenapa tidak bisa denganku?
Bukankah kau bilang cinta padaku?
Maafkan aku.
Keparat! Sial!
Pakai itu di rumah.
AIMAEM - MASAKAN CAMPURAN THAILAND SEJAK 2010
Wow, lihat dia.
Menggemaskan, cantik.
Gadis tipeku. Geser ke kanan.
Hei, itu gadis yang sama dengan punyaku.
Jangan geser kanan, geser ke kiri.
Kau mau lihat dia cocok dengan siapa?
- Apa? Mau berkelahi? - Koki.
Kalian sedang apa?
Aplikasi Tinder. Ini, lihat.
Setiap wanita di sini tampak fantastis.
Wow, lihat profilnya. Kakinya ramping sekali.
Kita bisa pilih hubungan macam apa yang kita mau.
Jika ingin teman, centang kotak ini.
Jika ingin cinta sejati, pilih yang ini.
SAAT INI AKU MENCARI… CINTA SEJATI
Omong-omong, terima kasih.
Ayolah, bagaimana kau bisa melanjutkan hidup, Benz?
Bukannya melanjutkan hidup,
dia keluar. Bodoh.
Aon.
Beri aku sesuatu yang keras.
Ha?
Baik.
Aku mau segelas minuman yang keras.
Baik.
- Minuman yang keras. - Hei, berhenti!
Hei.
Pergi.
- Ini… Aduh! Ha? - Terima kasih.
- Itu punyaku? - Ini, sesuatu yang keras.
Terima kasih.
Semuanya, selamat datang
di Stasiun Hua Lamphong!
Katanya, ini salah satu stasiun tertua
di Bangkok dan sangat indah.
Mari kita lihat.
LANGSUNG
- Ha? Di mana semua orang? - Aku ingat itu terlihat jelek.
Aku tidak apa.
- Dan soal… - Permisi, Nona.
Di mana Toon?
Di toilet.
Maaf! Apa kau terluka?
Aku baik-baik saja.
- Aku sungguh minta maaf. - Tidak apa.
Permisi!
Apa kau Nona Toon?
Ya.
Sudah kuduga kau pasti Nona Toon.
Boleh foto denganmu?
Satu, dua.
- Terima kasih atas dukunganmu. - Ya.
Kumohon, satu foto lagi. Dan kali ini, boleh aku memelukmu?
Tidak. Tolong lepaskan aku.
Tolong. Aduh.
Ha? Apa seseorang pingsan atau semacamnya?
Nona Toon!
Nona Toon!
Dasar babi!
Aduh!
Hei, Gemuk!
Kau akan baik-baik saja.
Kau tidak akan hamil.
Ini pertama kali bagiku.
Ah, Tuan.
Sekarang tidak akan ada yang ikut campur, meong.
Sial!
Nona Toon!
Maafkan aku.
Kau.
Maafkan aku!
Maaf.
Tolong jangan tembak aku!
Maaf. Aku takkan pernah lakukan ini lagi.
Jangan mangsa siapa pun lagi, dasar babi menyebalkan.
- Terima ini! - Aduh!
Gemuk!
- Gemuk sialan! - Tn. Non!
Nona Toon.
Kau tidak apa? Aku di sini.
Aku di sini. Kau aman.
Sekarang kau aman.
Aku di sini.
Aku ada di sini.
Kau aman.
Aku tahu. Aku punya bayaran untuk Turbo.
Ya.
Bisakah kita tidak bahas ini, Bu? Aku akan kirimi kau uang, oke?
Kau masih di sini meski kami sudah tutup.
Ajak temanmu pulang.
Hei, bukankah terlalu bodoh untuk kesal pada temanmu di sini?
Bicarakan dengan damai
dan jangan merajuk. Itu buang waktu.
Aku merindukanmu.
Terima kasih
sudah pertaruhkan nyawamu untuk selamatkan aku.
Aku senang melakukannya.
Turbo, kenapa kau tidak kunci pintunya?
Salahku.
Sampai nanti.
Hei!
Kate!
Hei, keluar dan bicara denganku!
Keluar, Kate!
Apa?
- Apa? - Ada apa?
Apa kau terlalu mabuk untuk ingat yang kau lakukan tadi malam?
Apa yang kulakukan?
Turbo, kenapa kau tidak kunci pintunya?
Aduh, kau lagi!
Beraninya kau bawa wanita ke rumahku.
Ini rumahku!
Rumahku!
Buka matamu! Ini rumahku!
Ha?
Salahku.
Sampai jumpa.
Hei!
Balik badanmu.
Apa kau tahu tadi malam kau hancurkan hidupku?
- Jangan terlalu dramatis. - Tidak!
Kau tidak tahu tadi malam itu sepenting apa bagiku.
Apa? Kau mau menikah setelah berhubungan badan?
Jangan pura-pura peduli.
- Ini hari pertamamu, begitu juga besok. - Kau sama sekali tidak merasa bersalah?
- Bisa aku bilang maaf? - Apa ini? Kalian berdebat soal apa?
- Aku minta maaf, tetapi kau masih kesal. - Hei!
Cerewet sekali. Kak, urus dia.
Ada apa?
Dia kacaukan semuanya tadi malam.
Jika dia tak ikut campur, kini kau bisa pulang ke rumahmu.
Ha?
- Itu bisa mengeras lagi? - Hei!
Biar aku lihat.
Aku senang sekali saat bersama Nona Toon.
Jangan bilang kau mulai jatuh cinta padanya?
- Astaga! - Aku suka Nona Toon.
Dia buat aku merasakan cinta lagi.
Itu dia! Itu yang aku bicarakan!
Bersiaplah kembali ke rumahmu.
Hebat! Keren!
Benz.
Makin lama tinggal di rumah, kau akan merasa makin sedih.
Karena itu, kadang kau harus keluar.
Kau mungkin merasa lebih baik.
Terjemahan subtitle oleh Nur Cholis
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.