Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle Wetv Dibawa Oleh@Dyah
[Lilin dalam Kubur]
[Episode 04]
Tak kusangka.
Desa Gu Lan ini,
ada penguasa ini.
Mungkin pak tua ini,
dulunya adalah sosok yang populer.
Sosok yang dulu populer?
Mampu melewati semua ini,
sangat tidak mudah.
Tapi,
kita belum sampai pun,
hampir dibunuh ikan aneh.
Masih belum lama di sini,
Si Buta itu memberi kita peringatan.
Menurutmu...
Tuan Jin.
Sedang memikirkan apa?
Aku memikirkan,
puisi yang dikatakan oleh tuan.
Itu juga membahas Xun Gua.
Sudahlah.
Kita datang bukan untuk pak tua itu,
anggap tambah pengetahuan.
Satu kata,
tidak baik tinggal lama disini.
Kita pergi secepatnya.
Tidurlah.
Kamu jangan tidur dulu.
Kuberitahu.
Puisi itu,
aku mengerti.
Lihat.
Perahu sampai di pantai.
Tepi pantai.
Tidak ada air,
sulit bergerak.
Benar.
Hujan deras.
Hujan deras air penuh.
Kapal melewati
banyak pegunungan, 'kan?
Bisa kembali dengan mudah.
Kamu setuju?
Bukan begitu.
Maksudku,
tidak perlu bolak-balik,
aku mengerti puisi ini.
Kalimat saja tidak ingat,
apa yang kamu mengerti?
Kalimat memang lupa,
tapi aku mengerti maksudnya.
Lihat.
Ada kapal
tidak ada air.
Sungai penuh, kembali dengan mudah.
Apa maksudnya?
Apa?
Maksudnya...
hubungan pria dan wanita itu.
Anda tidak membahas yang lain.
Kamu terlalu memaksakan.
Tidak.
Penjelasanku ini,
gabungkan perkataan Si Buta itu.
Apa kamu tahu?
Dia bilang ada bencana, kan?
Apa maksudnya?
Bilang kita terus mengikuti seorang wanita.
Wanita apa?
Apakah gadis Amerika itu?
Bicaralah.
Kalian bicarakan lagi sampai sial.
Mengapa setiap kali membicarakan gadis itu,
akan sial?
Pasti kamu benar.
Aku bercanda dengannya.
Tidur.
Nona Yang,
profesor Chen hari ini bersemangat,
dia mau menemuimu.
Baiklah.
Kamu bekerjalah.
Permisi.
Paman Chen, kuberitahukan satu hal.
Aku mau pergi jauh,
kamu harus jaga baik dirimu,
ingat makan obat dan makan.
Mengerti?
Pergi jauh?
Kau mau kemana?
Ke Beijing.
Teman-temanku dalam masalah,
aku pergi membantu mereka.
Ini...
Aku temukan ini di kamar kakekku,
kamu tahu simbolnya?
Tidak.
Tapi,
sepertinya aku pernah dengar.
Oh ya,
aku di biro barang antik,
ada teman bernama Sun Yao Zu.
Aku pernah mendengarnya berkata,
kamu pergi temui dia.
Sun Yao Zu?
2 tahun lalu,
dia di arkeologi Shan Xi.
Di sana terbongkar,
tempurung hewan.
Dalam tulang-tulang itu,
ada satu tempurung kura-kura besar.
Paling sempurna.
Di atas tempurung itu ada simbol yang sama?
Kudengar,
tim arkeolog ingin
mengirimnya ke Beijing.
Sayangnya,
pesawatnya hancur di tengah jalan.
Dari 15 orang anggota,
hanya dia seorang yang selamat.
Ini karena,
dia menaruh catatan kerja
di Desa Gu Lan.
Dia kembali ke sana buru-buru,
akhirnya dia tidak menaiki pesawat itu.
Profesor Sun,
apa dia tahu makna simbol ini?
Hal ini,
saat itu tidak dipublikasikan,
hanya beberapa orang yang tahu.
Aku kira,
dia seharusnya,
mungkin.
Tidak, dia pasti tahu.
Nanti ada yang datang,
Kamu diam.
Ingat beri dia uang.
Dia datang.
Halo. Mari. mari.
Semuanya sudah dibawa.
Mari duduk.
Bagaimana boleh?
Sudah datang ke tempatku,
masih meminta kalian traktir.
Duduklah.
Dulu di Beijing traktir makan daging,
bukankah anda tidak puas?
Ini untuk menebusnya.
Itu sudah berlalu.
Kak Chun Lai.
Hari ini kami ingin melihat barang,
juga tidak leluasa karena banyak orang.
Jadi, maaf ya.
Kita rencanakan di ruang
yang tertutup ini.
Benar, benar.
Tidak, tidak.
Boleh minum bir lagi?
Baik.
Tolong ambil 2 botol.
Baik.
Benar.
Semuanya ambil.
Baik.
Kak Chun Lai.
Bagaimana kalau sambil makan sambil lihat?
Benar.
Boleh.
Kalian bosnya.
Lihat.
Kak Chun Lai,
ini sepatu yang kamu perlihatkan,
saat di Beijing, 'kan?
Benar.
Ada sepasang ya?
Pelan-pelan.
Kak Chun Lai.
Lihat.
Di Beijing banyak yang menerima benda antik,
anda tidak pernah berhasil berbisnis.
Terakhir bertemu dengan Tuan Hu.
Benar.
Ini namanya jodoh.
Pasti jodoh.
Jodoh.
Pasti jodoh.
Dengan jodoh ini,
Kita langsung saja.
Aku buka harga,
2 sepatu,
300 yuan.
300 yuan?
Di Beijing,
Bos Hu berikan harga 180 yuan.
Kalian turunkan 60 yuan.
Dengarkan aku,
Kak Chun Lai.
Kita jelaskan,
di Beijing beri kamu 180 yuan.
Itu karena,
melihat anda susah payah ke Beijing.
Benar.
Tetapi siapa sangka
kamu masih ada ini.
Lagipula,
kami bertiga kemari,
belum sampai,
hampir mati di sungai Huang,
ya, 'kan?
Ini kau tidak lupa, 'kan?
Lagi pula,
kami akan mengambil,
semua barangmu ini.
Harganya tidak bisa setinggi itu.
Harus lebih murah.
Benar.
Bukan.
Tuan Hu, kau lupa saat itu kita menolongmu?
Bir datang.
300 yuan 1 pasang sepatu.
300 yuan baru 1 pasang sepatu.
Benar. Lihat.
Tuan Hu demi menolongmu,
hampir mati terseret sungai, 'kan?
Hampir kehilangan nyawa.
Benar.
Ini tak bisa dilupakan begitu saja.
Benar.
Bincanglah dulu.
Aku ke toilet.
Baik.
Harus membalas budi orang.
Apalagi nyawa anda.
Apa nyawamu tidak seharga 60 yuan?
Apa bisa beli nyawamu dengan 60 yuan?
Benar.
1 sepatu kurang 30 yuan.
Jangan terus bahas 30 yuan ini.
Ada apa, pak tua? Buat kaget saja.
Apa ini?
Untukku?
Semuanya harus berusaha.
Aku tidak bisa ambil uangmu begitu saja.
Jimat ini aku gambar sendiri,
tidak sama dengan benda lain.
Ambil saja.
Di antara kita,
tak ada lagi utang.
Jangan terus pikir 60 yuan itu.
Pikirkan.
Tuan Hu,
demi menolongmu, 'kan?
Biaya pengobatannya,
apa pernah kami tagih?
Tidak.
Kami bayar sendiri.
Saat di kapal,
Uang kapal juga sudah 20 yuan.
Kau sudah tau, 'kan?
Apa kau masih pikirkan hal ini?
Benar?
Sayurnya sudah lengkap.
Sudah lengkap.
Baiklah kalau 300.
Aku juga bukan sulit untuk sepakat.
Kak Chun Lai pikirkan dengan baik.
Kau sudah benar.
Aku tuangkan bir.
Tuan Jin,
lihat cincin itu.
Aku merasa cincin itu lumayan.
Kamu lihatlah.
Lihat di dalamnya ada sesuatu tidak.
Aku merasa biasa saja.
Lihatlah.
Jika benda bagus, bagaimana?
Benar, kan?
Aku lihat.
Lihat dalamnya.
Dalam?
Benar tidak?
Untung kau bilang.
Benar, 'kan?
Aku tadi sungguh tak lihat.
Ini barang yang sangat bagus.
Jika begitu,
cincin ini 500 yuan.
500 yuan?
500? Biar kulihat.
Bagaimana bisa 500?
Lihat punyaku ini.
Ini berapa?
Ini emas.
Makanan terlalu panas?
Benar.
Sudah sangat lama
aku tidak pernah
memegang barang yang begitu bagus.
Ini bagus atau tidak?
Barang ini.
800 yuan!
800?
Kau tidak ahli.
Bagaimana bisa 800?
800 yuan. Tidak tawar menawar lagi.
800!
Ini 700!
800!
800? Boleh!
Nasehati dia. Dia gila.
Tuan Jin pasti sudah gila.
Cepat.
Nasehati dia.
Kak Chun Lai.
Menurutku,
begitu banyak barang, jangan bicarakan satu per satu.
kita ambil semua.
Aku berikan harga.
Baik?
Dengarkan tuan Hu.
Berapa?
Yi Fang.
Yi Fang itu apa?
10.000 yuan.
10.000 yuan?
Saudara.
Ada apa?
Kamu sedang apa?
Baik, setuju.
Kak Chun Lai, maaf.
Dia tak pernah lihat barang sebagus ini.
Jadi terlalu senang.
Begini saja,
kita antar dia istirahat,
aku pergi ambil uang.
Duduklah.
Tunggu kami.
Tuan Jin, bantu pegang.
10.000 dari mana!
Tunggu kami,
sebentar ya.
Ayo, Pang.
Kau bersenang-senang saja.
Cepat!
Ini 300!
800!
500!
Bagus!
Mau apa?
Tuan Hu, reaksiku cepat, 'kan?
Apa ada yang aneh?
Tapi aku melihat tidak salah.
Pelayan itu mencurigakan.
Akhirnya aku ikut keluar.
Kemudian bertemu pak tua yang meramal kita.
Dia beri aku satu jimat,
aku melihatnya.
Atas Dui, Dui sebagai kolam.
Di bawah Kan, Kan sebagai air.
Air penuh, kolam kering.
Ini ramalan jelek.
Ramalan jelek?
Saat kita dalam bahaya,
Li Chun Lai ini,
pasti ada masalah dengan pelayan itu.
Saling menatap.
Anda sangat memperhatikan.
Bidang barang antik ada teknik harus beli banyak.
Ambil barang asli menipu penjual.
Asalkan melihat uang langsung ambil.
Pak tua itu kebetulan bertemu kita,
untuk apa membantu kita?
Tidak perlu banyak pikir.
Mana ada hal mudah begini.
Ayo cepat pergi.
Jangan belum berhasil, sudah mati di sini.
Baik.
Penjahat.
Mana orangnya?
Untuk apa masuk?
Aku tanya kamu.
Pergi ambil uang. Sudah sepakat.
Berapa?
Yi Fang.
Yi Fang?
Apa itu Yi Fang?
Aku juga baru tahu.
Yi Fang adalah 10.000 yuan.
Ma Da Dan,
kau tidak menduga
barang kita itu
bisa seharga 10.000 yuan!
Kau akan jadi orang kaya!
Kau ini bermimpi ya.
Kekayaan dari paman bibi nenekmu,
juga tak sampai 10.000 yuan!
Mereka di mana?
Minggir.
Itu ditarik.
Kak.
Lihat.
Ma Da Dan.
Mereka kabur. Lupakanlah.
Lagi pula kita tidak rugi.
Omong kosong!
Jika mereka kabur,
memberitahu orang lain,
bagaimana berbisnis lagi?
Aku tidak mau lagi.
Aku juga tidak mau uang lagi.
Kamu awalnya bukan bilang begini.
Sudah masuk ke sini,
apa bisa sesukamu?
Orang dan barang harus tinggal!
Ke manapun mereka pergi,
harus tangkap kembali!
Pak, kapan berangkat?
Masih beberapa menit.
Naiklah dulu.
Di sana.
Beli tiket.
Belakang.
Belakang.
Beli tiket.
Jangan julurkan kepala, sudah bosan hidup?
Asal biaya bersama aku yang bayar?
Siapa minta kamu banyak uang.
Lao Hu.
Menurutku tidak pantas.
Mungkin Si Buta Chen menipu kita.
Tidak mungkin.
Ayo.
Lawan mereka.
Tidak, kita akan kalah.
Turun!
Cepat.
Jangan tarik celanaku!
Kenapa tarik celanaku!
Jangan tarik celanaku!
Pang!
Ayo!
Lao Jin!
Cepat berdiri!
Cepat kembali dan panggil orang!
Berhenti!
Jangan kabur!
Kejar!
Berhenti!
Berhenti!
Jangan kabur!
Cepat!
Jangan kabur!
Tangkap dia!
Cepat!
Lao Jin!
Berhenti!
Jangan lari!
Berhenti!
Jangan kabur!
Jangan kabur!
Lao Jin!
Jangan lari!
Kau jangan kejar!
Muntah ya?
Sini kau.
Dasar bejat.
Tahan dia!
Untuk apa kau pancing dia?
Cepat lari!
Cepat!
Berhenti!
Berhenti!
Berhenti!
Pang! Lewat sini!
Berhenti!
Jangan lari!
Berhenti!
Jangan lari!
Tak usah buang waktu lagi.
Hajar!
Kabur!
Sialan!
Cepat lari!
♪ Suatu hari yang cerah ♪
♪ Berkunjung ke danau sakura ♪
♪ Romansa kita dimulai dari sini ♪
♪ Sangat beruntung bisa bertemu lagi ♪
♪ Saat kau akan memulai kehidupan baru ♪
♪ Langit biru yang berawan ♪
♪ Tatapan penuh cintamu ♪
♪ Terpancar di langit biru ini ♪
♪ Lagu yang indah ♪
♪ Dari sarang burung emas ♪
♪ Kau dan aku dalam cahaya bersinar ♪
♪ Udara dan awan yang menggebu ♪
♪ Tak akan menghentikan kita ♪
♪ Semuanya menjadi indah ♪
♪ Sebagai bukti momen pertemuan ini ♪
♪ Langit biru yang berawan ♪
♪ Tatapan penuh cintamu ♪
♪ Terpancar di langit biru ini ♪
♪ Kelopak bunga yang jatuh ke danau ♪
♪ Kita coba mengambilnya ♪
♪ Burung bernyanyi ♪
♪ Nyanyian yang hanya kami pahami ♪
Ayo!
Balik!
Pang!
Gigimu dipatahkan orang.
Ayo!
Habislah.
Kubunuh kau!
Lao San!
Ini di mana?
Kak, biarkan aku.
Sudahlah.
Ma Da Dan, belakang!
♪ Udara dan awan yang menggebu ♪
♪ Tak akan menghentikan kita ♪
♪ Semuanya menjadi indah ♪
♪ Sebagai bukti momen pertemuan ini ♪
♪ Langit biru yang berawan ♪
Hu, jangan pukul lagi.
Lao Hu!
Hu!
Cepat lari!
Ayo!
Ayo cepat!
Mana mereka?
Kau lihat?
Tak lihat.
Kau ke sana.
Ayo.
-Ayo. -Istirahat dulu.
Lelah sekali.
Kesal sekali.
Lawan mereka.
Siapa takut?
Kungfu hebat itu pahlawan.
Mereka tidak takut mati.
Melawan mereka dengan tangan kosong?
Mungkin,
perkataan Mao Ze Dong benar,
mendapat hasil dengan pengorbanan.
Baik-baik saja, Lao Jin?
Jin, minumlah.
Li Chun Lai brengsek.
Penampilannya saja jujur,
otaknya jahat.
Tadi kalian dengar tidak?
Li Chun Lai memanggil bosnya
Ma Da Dan.
Malam itu,
Peti dan anak buah Ma Da Dan
terbakar habis disambar petir.
Anak buahnya mati semua.
Aku ingat.
Ma Da Dan adalah
bos toko peti yang disambar petir?
Mereka mengarang cerita.
Li Chun Lai dimanfaatkan.
Yang rencanakan ini,
pasti Ma Da Dan.
Gali kubur, bunuh monster agar hujan?
Cerita ini untuk menipu kita.
Lao Hu,
bagaimana ini?
Ayo cari solusi.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.