All language subtitles for The.Parades.2024.JAPANESE.WEBRip.NF.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Tidak...

Ryo.

Ryo.

Ryo!

Ryo!

Ryo!

Seseorang!

Ada orang di sini?

Ada orang di sini?

- Baiklah, dengar. - Ya, Pak.

Mungkin ada lebih banyak orang di bawah reruntuhan. Kita harus...

Permisi! Aku tak bisa temukan putraku!

Di mana orang YANG diselamatkan...

Ryo.

Tn. Kanda. Kau baik-baik saja.

Yuko, kau baik-baik saja?

Aku ambilkan selimut.

Kau lihat putraku?

Tn. Kanda.

Apa yang terjadi?

Halo?

Seseorang...

Tak aman di sana!

Tunggu.

Tunggu.

Hei!

Kau tak apa?

Syukurlah.

Aku terbangun terdampar di pantai.

Tak ada yang meresponsku dan aku tak bisa rasakan sentuhan fisik.

Aku tak tahu apa yang terjadi, lalu kau memanggil...

Aku mengerti.

Pertama...

Coba tenang dulu.

Ambil napas dalam-dalam.

Itu cukup besar.

Untuk saat ini, datanglah ke tempat kami.

Kau bisa jalan?

Seperti yang kubilang,

aku pencetus ide untuk pasir bintang ini.

Ya?

Kau pernah melihatnya di toko suvenir, 'kan?

Aku biasa beli untuk keluargaku saat perjalanan kerja.

Benar. 'kan?

Itu aku.

Dia melakukannya lagi.

Itu yang sebenarnya, ya?

Kau tahu, aku berpartisipasi dalam protes mahasiswa, 'kan?

Aku benar-benar miskin saat itu, jadi aku lari ke Pulau Iriomote.

Lalu kau masukkan pasir ke botol dan dijual, 'kan? Kami dengar.

Apa ada tamu baru?

Oh...

Dari gempa itu?

Mungkin.

Halo.

Kau pasti melalui banyak hal.

Itu...

Itu luar biasa.

Michael.

Tempat apa ini?

Ini...

Sulit dijelaskan, tapi...

Tak apa-apa.

Jangan khawatir.

Kita punya banyak waktu, oke?

Kaori, ajak dia berkeliling.

Tentu. Aku Kaori.

Lewat sini.

Maaf.

Apa ini semua?

Aku tak mau menjelaskan.

Ini...

Orang yang punya penyesalan di dunia berkumpul di sini.

Bukan hanya di sini.

Ada tempat seperti ini di seluruh negeri.

Penyesalan?

Apa maksudmu?

Hei, Akira.

Jangan bertele-tele.

Maka kau saja yang bilang, Shori.

Jadi pada dasarnya, kau sudah mati.

Tapi kau tak bisa pergi ke sisi lain karena ada urusan yang belum selesai.

Mati?

Aku mati...

Tenang. Ayo. Istirahatlah hari ini.

Kami ada alkohol juga.

Aku tak mau.

Ikut denganku, ya?

Kau akan baik-baik saja.

Mungkin karena pria.

Mungkin.

Benarkah? Di usianya?

Tunggu.

Lewat sini.

Penghuni terakhirnya pergi.

Maka, tinggal saja di sini.

Aku tahu banyak yang harus ditangani sekaligus.

Jadi, istirahatlah dengan baik.

Apa kalian sama sepertiku?

Itu benar.

Kami seniormu.

Kami ahlinya.

Selamat tidur.

Ini bayimu. Selamat.

Kenapa kau tak mengerti?

Aku...

Itu yang kau mau!

Jangan ikut campur!

Tenanglah.

Ryo, kemarilah.

Menakutkan!

Selamat!

- Lihat. - Awas.

Apa yang kau lakukan?!

Ibu, lihat.

Hentikan!

Cepat pergi.

- Aku tak mau pergi! - Kenapa? Ibu harus bekerja!

Aku tak mau sekolah!

Ibu.

Bangun.

- Ibu! - Ryo!

- Hei. - Selamat pagi.

Selamat pagi.

Hei.

Halo.

Selamat pagi.

Selamat pagi. Kaori, aku mau kopi juga.

Tentu.

Ini.

Apa itu?

Ini yoga.

Orang mati melakukan yoga dan berusaha tetap sehat?

Diamlah.

Yoga.

Aku yang membawa yoga ke Jepang.

Sudah cukup.

Memang begitu.

Karena itu punggungku cedera. Di sini.

Selamat pagi.

Hei, Nona. Selamat pagi.

Kau terlihat manis di siang hari.

Siapa namamu?

Minako Kawakami.

Minako.

Sungguh. Kau cantik.

Michael.

Kau tak bisa katakan itu di zaman sekarang ini.

Apa? Benarkah? Kenapa?

Orang tua ini Michael.

Dan orang yang membawamu kemari adalah Akira.

Pemuda itu adalah Shori.

Dia dulu yakuza.

Itu Tn. Tanaka, mantan bankir

dan aku Kaori, mantan penyambut tamu bar.

Bergabung dengan kami.

Hei!

HANCURNYA PASAR SAHAM

TANGGAL 2 OKTOBER 1990

Ini...

Itu kebiasaan lamaku.

Boleh aku pinjam kunci mobilmu?

Apa?

Tentu.

Sikapnya buruk.

HUBUNGI KAMI JIKA PUNYA INFORMASI ANAK HILANG TERDAFTAR DI BAWAH

Chinatsu!

Aiko!

Kazuki!

Kau juga?

Aku terpisah dari keluargaku.

Kupikir bisa kutemukan jika teriakkan nama mereka setiap hari.

Tapi...

jika mereka bisa mendengarku, itu berarti mereka sudah mati.

Kuharap...

kau temukan keluargamu juga.

Jalan raya jadi pemecah ombak, maka daerah kota tak terlalu terpengaruh.

Kami belum menemukan Kawakami.

Semoga dia selamat.

Tim penyelamat melakukan yang terbaik untuk menemukan orang hilang.

Yang bisa kita lakukan kini adalah kerja sama dengan polisi

dan segera melaporkan berita yang akurat.

Mulai bekerja.

Baik, Pak.

Tn. Kanda, aku di sini.

- Selamat kembali. - Hai.

Ya.

Terima kasih.

Waktu yang tepat. Kita makan hotpot malam ini.

Mau bergabung?

Maaf, aku sedang tidak ingin.

Itu sebabnya kau harus ikut.

Ya?

Oh...

Sekarang musim gugur

Di pantai kosong ini

Bahkan jika

Satu mimpi hancur

Ini seribu kalinya.

Aku tak akan melupakanmu

Karena aku berjanji pada pasir

Tak peduli betapa sedihnya aku

Aku tak akan mati

"Pantai Kosong."

Ini lagu yang bagus. Benar, Shori?

Tentu.

Minako, kau mau menyanyikan sesuatu?

Tidak, terima kasih.

Sungguh? Sayang sekali.

Ini dia. Hotpot sudah siap!

Ayo.

- Sudah siap. - Kemarilah.

Terima kasih.

Sangat berat!

Hotpot spesial Kaori!

Tampak lezat!

- Makan daging. - Ayo. Mari makan.

Daging memberimu energi.

- Mari makan. - Ayo makan.

Lezat!

Jadi...

Apa kalian semua punya penyesalan di dunia?

Ya.

Kami hanya punya penyesalan.

Itukah sebabnya kau bermalas-malasan?

Kurasa kami bukan bermalas-malasan.

Apa?

Memang tampaknya kami seperti bermain-main.

Aku tak bermaksud tak sopan,

tapi aku tak bisa buang waktu begini.

Minako.

Apa bisa kau tinggal di sini hari ini saja?

Kenapa?

Karena

kami mungkin bisa membantumu.

Ya. Aku baru mau katakan itu.

Ya, benar.

Sudah waktunya. Cepat makan!

Cepat.

Halo.

Kita tak bisa mulai tanpa melakukan ini, 'kan?

Mulai apa?

Kami selalu melakukan ritual pemurnian sebelum buat film.

Dia mengaku sebagai produser film.

Ayo lihat saat kau punya waktu. Semuanya mahakarya.

Kau bisa menonton semuanya di bioskop di sana.

Baiklah. Ayo.

Baiklah. Ayo.

Semua sedang apa?

Sebulan sekali,

di malam bulan baru, kami semua berkumpul dan mencari.

Apa?

Kami mencari yang kami cari.

Ini sangat aneh.

Kupikir aku tak akan bersama orang-orang saat aku mati.

Shori.

Mencoba memahami kontradiksi adalah kontradiksi itu sendiri.

Itu benar.

Oh. Hei!

Aku temukan mereka.

Chinatsu.

Sayang...

Aiko.

- Ayah. - Ayah...

Kazuki.

Maaf.

Aneh, 'kan?

Kita mati, tapi kita di sini.

Kita jelas ada di dunia ini.

Kita ada.

Maaf.

Ayah tak bisa melindungimu.

Punggungku sakit.

Kaori, tolong ambilkan bir.

Oke.

Ini.

- Terima kasih. - Minako mau?

Akan kuberi padanya.

Terima kasih.

Ini.

Bagaimana?

Apa?

Itu...

Aku terkejut...

dan bingung.

Siapa yang tidak?

Minako, kuharap kau juga segera temukan pacarmu.

Hei! Cukup.

Kenapa?

Ini putraku.

Aku...

Aku punya putra yang kubesarkan sendiri bernama Ryo. Usia tujuh tahun.

Satu-satunya kekhawatiranku adalah apa dia masih hidup atau tidak.

Bisa izinkan aku tinggal di sini lebih lama?

Jempol untuk itu.

Tentu saja bisa.

Kita akan temukan dia.

Jempol ke atas?

Baiklah.

Jempol ke atas.

Benar, kemari. Mari bersulang.

Kami mengerti.

Kaori.

- Baiklah. Bersulang. - Bersulang.

- Bersulang. - Bersulang.

Pintunya terbuka.

Silakan masuk.

Apa ini?

Ini catatan yang kuambil.

Tapi kau tahu,

aku akan meringkasnya jadi satu cerita. Aku seorang penulis.

Benar.

Ada yang salah?

Terima kasih telah memintaku untuk tetap di sini tempo hari.

Aku merasa sedikit lebih baik.

Jangan khawatir. Aku tahu apa yang kau alami.

Apa kau juga mencari seseorang?

Tidak.

Aku hanya ingin mencatat semua ini.

Aku ingin mencatat bahwa ada dunia seperti ini setelah kita mati.

Itu urusanmu yang belum selesai?

Aku tak tahu.

Oh. Kau mau pinjam mobil, 'kan?

Silakan pakai kapan pun kau mau.

Terima kasih.

Kita pasti akan menemukannya.

Tenanglah.

Kau bisa lebih mengandalkan kami.

Minako.

Tolong izinkan aku mewawancaraimu kapan-kapan.

Ceritakan tentang hidupmu.

Jika kau mau.

Halo.

Hei.

Bagus.

Terlihat bagus.

Diam.

Dahulu aku pernah membuat film yakuza.

Salah satu film tak serius, 'kan?

Tidak, itu sangat bagus. Akan kutunjukkan padamu kapan-kapan.

Tentu.

Oke, aku pergi.

KETUA SEKRETARIS KABINET KONFERENSI KACAU

PEMBANGKIT TENAGA NUKLIR "SEMAKIN STABIL"

MENINGGAL

Mereka belum menemukan Minako, ya?

HILANG DARI HOSHISUNA, MINAKO KAWAKAMI (35)

Bos, selamat ulang tahun.

Selamat.

Aku menghargainya.

Minumlah.

Terima kasih.

Ayah, selamat ulang tahun.

Makan.

Terima kasih.

Aku tak pandai jadi bangsawan,

tapi mudah melihat masalah tiga orang kecil

tak begitu berarti di dunia gila ini.

Suatu hari kau akan mengerti itu.

Tenanglah.

Ini untukmu, Nak.

Semua siap.

Semua kecuali satu hal.

ADA APA DI SISI LAIN?

Aku kembali.

Hai.

Kaori, tolong ambilkan bir.

Tentu saja.

- Kuletakkan di sini. - Ya.

Ada apa, Shori?

Kau terlihat murung.

Apa? Benarkah?

Hari ini ulang tahun ayahmu, 'kan?

Apa kabar dia?

Dia sudah cukup tua.

Ya.

Sudah tujuh tahun sejak kau datang ke sini.

Terkadang aku berpikir.

Tak akan seperti ini jika aku tetap di sisinya.

Aku pernah membuat film yakuza.

Tapi yakuza masa kini sulit.

Mereka simbol masyarakat.

Tapi mereka dipisahkan dari masyarakat dan tak diberi hak asasi manusia.

Akan kutunjukkan padamu saat kau datang ke bioskop lain kali.

Ya, oke. Aku mengerti.

Apa urusanmu yang belum usai, Shori?

Kenapa tiba-tiba ingin tahu?

Aku menceritakan kisahku pada semua orang.

Aku berakhir di sini karena aku tewas dalam konflik yakuza tujuh tahun lalu.

Aku meninggalkan istriku.

Apa? Kau sudah menikah?

Bukan istri sungguhan.

Itu tak resmi.

Dia sebenarnya cukup lembut.

Apa? Tutup mulutmu.

Kau sudah mencarinya selama tujuh tahun?

Aku tak yakin.

Mungkin aku tak mau jumpa dengannya.

Aku tak bisa memeluknya lagi.

APA YANG TERJADI JIKA URUSAN YANG BELUM SELESAI DIBIARKAN SAJA?

Halo?

Apa yang lain selamat?

Baik. Ayo lakukan yang terbaik.

Ya.

Sampai jumpa.

OKINAWA, 1970

Sekarang musim gugur

Di tempat kosong ini...

Sasaki, Tamashiro ditangkap.

Jadi begitu.

Polisi datang dengan tangan besi.

Kau incaran berikutnya.

Jangan mencolok.

Aku tahu.

Penangkapan Tamashiro akan jadi berita utama pamflet besok.

Ya. Akan kuselesaikan hari ini.

Jadi, Maiko.

Sampai besok.

Koga.

Kau tak apa?

Ya.

Jangan khawatir.

Tempo hari rekan kita, Tamashiro, ditangkap secara tidak sah di jalan.

Kami tak akan pernah menyerah pada penindasan seperti itu dari kepolisian!

Itu benar!

Sekarang waktunya bagi mahasiswa...

Kami tak bisa membiarkan kalian menempati universitas lagi.

Bubarkan barikade dan cepat keluar.

Sprechchor!

Sprechchor!

Kembalikan Okinawa kepada kami!

Kembalikan Okinawa kepada kami!

Kami menentang Perang Vietnam!

Kami menentang Perang Vietnam!

Singkirkan pangkalan militer AS!

Singkirkan pangkalan militer AS!

Maju!

Bersatu!

Bersatu!

Bersatu!

Bersatu!

Koga!

Pukul berapa sekarang?

Ini masih tengah malam. Kau harus berbaring.

Apa itu sakit?

Kau menakutiku!

Maaf. Aku baru saja masuk.

Minako.

Ini sebuah kejutan.

Apa judul film itu?

Judulnya In Search for Lost Time.

Itu bagus, 'kan?

Ya. Tapi itu berakhir di tengah cerita.

Ya, aku tahu. Itu tak tuntas karena aku mati.

Sungguh?

Film ini akan meninggalkan dampak besar bagi kaum muda saat ini.

Itu luar biasa.

Rencana posternya Maiko, pahlawan wanita, berdiri sendiri di pantai.

Lalu judulnya tepat di atas.

Itu akan menjadi populer.

Posternya sudah diputuskan?

Tentu saja.

Aku pembuat keputusan untuk semuanya.

Tema, cerita, dan semuanya.

Tapi kenapa kau mau buat film tentang protes mahasiswa?

Ini.

MENCARI WAKTU YANG HILANG

Ini kisah nyata tentangku.

Ini otobiografi?

Bukan sepenuhnya...

Jadi, aku berpartisipasi dalam protes mahasiswa.

Terlepas dari apakah itu benar atau salah,

di sana ada persatuan.

Film juga sama.

Sekelompok orang dewasa bekerja penuh semangat untuk satu tujuan. Hebat.

Kau sangat suka film, ya?

Ya.

Jika itu otobiografi, apa Maiko pacarmu?

Ya. Kurasa begitu.

Apa yang terjadi pada kalian berdua?

Kau tahu. Banyak yang terjadi.

Tapi, kuharap dia bisa melihat film lengkapnya.

Kurasa dia mungkin masih menunggu.

Tidak.

Aku penasaran.

Aku pulang.

Selamat kembali.

Makan malam sudah siap.

Ayo, Kenta.

Dia bilang makan malam siap.

Hei, Kenta. Berhenti bermain gim.

- Riko, ini untuk Ibu. - Oke.

Kenta! Aku bilang makan malam.

Ini.

Kau?

Jumlah yang biasa.

- Kenta? - Yang banyak.

Yang banyak... Ini cukup?

Terima kasih.

Kenta, kau melahap makanannya.

Jadi? Bagaimana kegiatan klubmu?

Tambah.

- Ada pertandingan minggu depan? - Ya.

Menurutmu bisa menang?

Mudah.

- Terakhir mereka kalah telak. - Jangan begitu!

Kenapa kau...

Aku menonton juga.

Jangan diungkit.

Bayinya menendang.

Benarkah?

Tunggu...

Lakukan lagi.

- Bayinya menendang! - Ya.

- Kenta. - Aku tak apa.

Ayo.

Ini antik, tapi masih bisa digunakan.

Lihat, itu sangat berkilau.

Hei, Minako.

Selamat pagi.

Apa yang kau lakukan?

Aku sangat tersentuh dengan kata-katamu kemarin!

Apa? Kata-kata apa?

Kenapa kau membuatnya marah? Aku punya rencana hari ini.

Sungguh, aku tak paham.

Minako, kau bekerja di TV, 'kan?

Lebih ke jurnalis.

Baik. Ambil ini.

Dengar,

aku putuskan untuk selesaikan film itu.

Apa?

Baik. Semuanya dengar.

Acara TV datang dan pergi, tapi film tak terlupakan.

Aku tak bisa biarkan kau lakukan ini dengan setengah hati.

Jadi apa yang harus kita...

Benar. Akira, kau terlihat lambat. Jadi kau bisa pegang ini.

Apa? Ini?

Kaori, kau yang merekam.

Wah, itu pekerjaan penting.

- Tanaka, asisten sutradara. - Ya.

Ya.

Lalu Shori.

Kau tampan, jadi kau bisa berperan sebagai putraku.

Ini naskahnya.

Apa?

MENCARI WAKTU YANG HILANG

Michael, kau sutradaranya?

Aku pemeran utama dan sutradaranya. Ini gaya Yang Ik-June.

Apa? Gaya apa?

- Apa? - Baiklah.

Mari mulai.

Pertama.

Siap.

Mulai.

Sudah...

lima puluh tahun sejak itu.

Apa selanjutnya?

- "Aku mau jumpa dia lagi." - Hah? Apa?

Apa?

"Aku mau jumpa dia lagi."

Berhenti!

Siap, mulai!

Apa itu?

Itu...

Papanmu ikut terekam.

"Aku mau jumpa dia lagi."

Ini bukan soal kalimatnya. Tapi emosinya.

Oke. Sekali lagi.

Aku sudah menjiwai.

Ini tak terbuka mulus.

"Aku mau jumpa dia lagi."

Aku tahu itu.

Terlalu terang!

Harus kutunggu berapa lama?

Langsung saja ke...

Lihat aku dan bersiaplah untuk peranmu.

- Ayo lakukan sekali rekam. - Ya.

Oh...

- Sudah 50 tahun sejak itu. - Aku tahu itu.

Apa? Kenapa kau memutarnya?

Bukan apa-apa.

Kita bisa mulai dengan "Sudah..."

Ini masih hari pertama.

Timnya belum menyatu.

Apa seperti itu?

Ya.

Pembuatan film adalah tentang kerja tim. Benar?

Kenapa bertanya padaku?

Kurasa kita semua perlu mengadakan rapat peninjauan.

Minako, akan kuajari kau soal kamera.

Tak perlu.

- Kenapa? Ayo. - Apa?

Apa itu tamu?

Aku akan pergi.

Di usia semuda itu...

Halo.

Kau bisa melihatku?

Apa yang terjadi?

Aku juga baru di sini.

Sekarang ayo ke sana dahulu.

Siapa namamu?

Nana.

Halo.

Kau suka film?

Apa?

Senang berjumpa.

Aku tahu. Ini mengejutkan, ya?

Maaf, tapi...

Aku tak menyesal.

Aku lega hidupku yang payah berakhir.

Kita kedatangan anak yang sangat lesu.

Apa? Siapa kau?

Oke.

Nona, ada tempat di mana kau bisa beristirahat. Ayo.

Gadis itu tipe begitu, ya, Tanaka?

Mungkin.

Oke, aku pergi.

Shori.

Apa?

Selamat memulai tahun ketujuhmu.

Diamlah.

Maaf, Shori.

Ayah memutuskan untuk membubarkan grup.

KELUARGA KATO

SELAMAT HARI JADI KEDUA

TERIMA KASIH TELAH MENGIZINKANKU NAIK SEPEDA MOTOR BERHARGAMU!

Aku pulang.

Hai.

Kau pulang cepat.

Ya. Aku mengirimimu pesan.

Aku tak menyadarinya. Maaf.

Makan malam kari?

Ya, terima kasih.

Mizuki.

Aku ada hari libur minggu depan.

Kau mau mengunjungi orang tuaku?

Aku belum sempat mengenalkanmu.

Ya. Kedengarannya bagus.

Kurasa kita juga harus membicarakan masa depan kita.

Kau benar.

Lama tak jumpa.

Kau sama sekali belum berubah.

Tampaknya dia pria baik.

Tapi aku lebih tampan darinya.

Maaf.

Hiduplah dengan baik.

...kenangan tentangmu

Meski kau tak kembali

Aku tak akan...

- Kau pulang terlambat. - Hei.

Kaori, pesan yang keras.

Tentu saja.

Karena aku berjanji pada langit

Tak peduli betapa kesepiannya aku

Aku tak akan mati

Tak peduli betapa kesepiannya aku...

Shori, apa terjadi sesuatu?

...aku tak akan mati

Aku melihat dia.

Apa?

Sepertinya dia sudah melupakanku.

Dia tampak sehat.

Kurasa dia akan menikah.

Itu bagus, 'kan?

Ya.

Kau tahu?

Kekasih barunya adalah pria yang hebat.

Kebalikan dariku.

Aku senang.

Dia akan baik-baik saja.

Aku yakin.

Hei, Shori!

Kau belum menonton filmku.

Kau benar.

Akan kutonton.

Film yakuza membosankanmu.

Ya, itu yang kumaksud.

Maka, ayo. Kita pergi sekarang.

- Akira, ambil mobilnya. - Ayo.

Ayo!

- Kau akan tersentuh. - Kau yakin?

Hei, Nak.

Pastikan untuk menjalani hidupmu.

Apa?

Kau punya tujuan?

Mau ikut kami?

Bos, apa yang kau...

Ayolah.

Tak ada salahnya punya keluarga besar.

Siapa namamu?

Masashi...

Yamada.

Jadi? Itu bagus, 'kan?

Lumayan.

Datanglah setelah semua beres.

Ayo pergi.

Mau pergi?

Ya.

Aku yang membuat yoga populer.

Tidak lagi.

Itu 30 tahun lalu. Aku di bidang periklanan.

Saat itu minat olah raga meledak...

Shori pergi, jadi tak ada yang menghentikannya.

- Aku yang... - Nana, selamat pagi.

Selamat pagi.

Di mana pria yakuza itu?

Dia pergi ke sisi lain.

Kau tak masuk akal.

Apa kau punya penyesalan atau urusan yang belum selesai sejak kau masih hidup?

Apa?

Kurasa itulah alasan kau di sini.

Kau membuatku takut. Apa ini semacam kultus?

Kultus? Sungguh tak sopan.

Hei. Kau mau syuting film bersama kami?

- Minako, siap pergi? - Ih.

Tentu.

Nana, silakan duduk.

MENINGGAL

Setiap hari, aku takut lihat ini.

Entah aku akan bagaimana jika aku menemukan nama Ryo di sini.

Ya.

Kau ingin tahu tentang hidupku?

Ya.

Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu sebelum kau pindah ke sisi lain.

Aku...

Aku Minako Kawakami. 35 tahun.

Aku jurnalis di sini, untuk Hokuto TV, ibu tunggal dari anak berusia tujuh tahun.

Suamimu?

Kami berpisah setelah Ryo lahir.

Aku ingin bekerja, tapi dia tak mengizinkan.

Sejak itu, hanya aku dan Ryo.

Seperti apa dunia ini bagimu?

Maksudmu dunia orang hidup?

Ya.

Aku tak tahu.

Aku sangat sibuk dengan pekerjaan dan mengasuh anak.

Jika diingat lagi, entah kenapa aku berusaha keras.

Jika kau bisa kembali, apa yang ingin kau lakukan?

Aku ingin...

berlibur dengan Ryo.

Karena aku tak pernah sempat mengajaknya.

Dan...

aku ingin minta maaf padanya.

Banyak fakta tak diketahui di dunia yang tak bisa kita lihat,

seperti atom, elektron, dan partikel dasar.

Misalnya, yang kita alami ini tiga dimensi.

Empat dimensi, jika kita tambahkan waktu.

Lisa Randall, seorang ilmuwan...

Ini akan menjadi viral.

Ini genius.

Kau akan unggah itu?

- Benar. - Hei...

Yasuko.

Jangan sayat pergelangan tanganmu seperti Nana, oke? Itu menyebalkan.

Semuanya baik-baik saja?

- Ya. - Maaf.

Mari kita tinjau kata "dimensi".

Ini didefinisikan sebagai indikator untuk pengukuran ruang.

Oke. Apa itu satu dimensi? Itu sebuah garis.

Ini makanan penutup.

Hei.

Nana.

Aku tahu aku mati, tapi...

Boleh aku membunuh orang?

Ada yang ingin kubunuh.

Hei, Nana.

Jangan katakan hal seperti itu.

Kita tak bisa menyakiti orang hidup dari dunia ini.

Bodoh sekali.

Maksudku, kalian sudah mati.

Hei.

Sungguh tak ada rasanya.

Berapa lama aku harus tinggal di neraka ini?!

Nana.

Kenapa kau tak ikut dengan kami?

Aku mau tunjukkan sesuatu.

Apa?

Percaya padaku dan ikut saja.

Baiklah. Ayo pergi!

Apa?

Apa ini?

Semua yang meninggal dan meninggalkan orang tersayangnya.

Kami mencari bersama...

mereka yang kita cari.

Orang yang kita cari...

Aku tak tahu apa penyesalanmu,

tapi kami bisa bantu jika kau mau.

Hei, di sini!

Maaf.

Maafkan aku.

- Bukankah ini bagus? - Aku dapat pesan!

Aku...

Aku ingin minta maaf pada seseorang.

Ini wajah bayimu. Itu mata dan hidungnya.

Ini mulutnya.

Aku tak mau mati sampai putriku melahirkan.

Jadi, aku melawan takdirku dan di sinilah aku.

Dunia ini cukup toleran, 'kan?

Aku juga berpikir begitu.

Aku bisa bersama mereka untuk waktu yang lama.

Aku tak punya penyesalan lagi.

Menyaksikan anak-anakku selama ini membuatku sadar...

bahwa mereka sangat kuat.

Mungkin mereka bisa baik-baik saja tanpaku sejak awal.

Terkadang aku berpikir begitu.

Itu tak benar.

HARI KE-32, TAK ADA PAPAN PENGUMUMAN HOKUTO TV, TIDAK ADA KEMAJUAN

Astaga, Michael.

Hei, kenapa kau tidur di sini?

Ayo ke kamarmu, ya? Tn. Tanaka, bantu aku.

Baiklah.

Bangun.

Michael, kau siap?

Satu, dua, angkat.

Baik, ayo jalan.

Dia mabuk.

Apa berjalan lancar?

Ya. Aku senang menulis.

Namun aku tak bisa melihat akhirnya.

Giliranmu, Akira.

Cerita padaku.

Apa? Tidak. Tak ada yang menarik untuk diceritakan.

Kau selalu menghindari pertanyaan tentang dirimu.

Benarkah?

Aku ingin tahu seperti apa hidupmu.

Minako,

aku merasakan semangat jurnalis.

Kau benar.

Tapi...

Kurasa aku tak keberatan cerita padamu.

Alasan kenapa

aku tak bisa pergi ke sisi lain.

Apa ini...

Ya.

Ayahku tampak keras kepala, 'kan?

Bagiku, yang punya fisik lemah sejak kecil,

ayahku adalah hal paling menakutkan di dunia.

Makan siangmu bau.

Apa? Dia mengambilnya.

Dia mau apa dengan itu?

Apa akan dia makan?

Itu menjijikkan.

Dasar aneh.

Itu mengenaiku. Menjijikkan.

- Tak apa? - Jijik.

Nana.

Yasuko.

Yasuko, maafkan aku!

Nana...

Kenapa...

Nana...

Nana, kenapa...

Yasuko, maafkan aku. Aku minta maaf.

Maaf, Yasuko.

Aku minta maaf.

Kenapa... Nana.

Nana.

Aku hanya bisa terbaring di ranjang.

Aku anak pemilik peternakan, tapi tak bisa kerja fisik.

Aku selalu mengira

ayahku tak menerimaku sebagai anggota keluarga.

Saat aku dikabari sampai kapan sisa hidupku,

aku pikir "Kenapa aku?"

Aku sering melampiaskannya pada keluargaku.

Aku sangat menyakiti mereka.

Kurasa...

ini alasan kenapa aku tak bisa melanjutkan.

Ayahku, yang bahkan tak pernah membaca buku,

sudah menulis novel selama bertahun-tahun.

Sebuah cerita tentang aku.

Jika aku masih hidup,

mungkin dia tak akan menulis novel.

Atau mungkin tetap menulis. Aku takkan pernah tahu.

Tapi itu membuatku bahagia.

Rasanya aku akhirnya mengenal ayahku.

AKIRA BERSORAK UNTUK ANAK SAPI YANG BARU LAHIR...

Meskipun...

Andai saja aku tahu saat aku masih hidup.

Nana.

Kamarmu berantakan.

Maaf.

Kau menulis apa?

Aku mencatat semua yang terjadi sejak aku tiba di sini.

SEBELUM KE "SISI LAIN" (BELUM ADA JUDUL) BAB EMPAT BELAS

Ada yang salah?

Kau tahu,

aku sudah minta maaf.

Tapi...

tak ada yang berubah.

Kenapa?

Aku yakin suatu hari,

suaramu akan terdengar.

Tenanglah.

Itu bukan jawaban.

Kau bisa pinjam itu.

Selamat tinggal.

- Selamat malam. - Selamat malam.

Minako!

Minako!

Minako, dia masih hidup!

Putramu! Dia hidup!

Dia masih hidup.

HOSHISUNA PANTI ASUHAN

Kami akan tunggu di sini.

Ryo demam lagi.

Sudah seminggu. Bawa dia ke dokter lagi besok.

Baik.

Ibu.

Ibu.

Ryo, kita ke dokter besok, ya?

Aku ingin bertemu ibuku.

Aku tahu.

Aku yakin ibumu pasti ditemukan.

Ryo.

Maaf Ibu meninggalkanmu sendirian.

Ibu.

Ibu.

Ibu di sana?

Ya.

Ibu di sini.

Ibu ingin minta maaf padamu.

Ibu menjemputmu dari sekolah,

namun Ibu hanyut oleh tsunami.

Maaf.

Ibu, kita pulang bersama, 'kan?

Seandainya bisa.

Apa aku harus tinggal di sini selamanya?

Maafkan Ibu.

Ibu akan menjagamu agar kau tak sendirian, ya?

Baiklah.

Ibu.

Ceritalah hingga aku tidur.

Tentu.

Cerita yang mana?

Hal menyenangkan yang Ibu lakukan baru-baru ini.

Di dunia Ibu sekarang,

semua orang saling membantu mencari orang tersayang.

Seperti parade.

Kedengarannya luar biasa.

Mereka membantu Ibu menemukanmu juga.

Jadi begitu.

Maka, giliran Ibu untuk membantu semua orang.

Ya.

Kau benar.

Hei, Tn. Tanaka.

Ya?

Aku punya satu urusan yang belum selesai.

Bisa bantu aku?

Jika itu dalam kemampuanku.

Akira.

Jangan beri aku tatapan "Aku sangat patah hati."

Apa yang kau bicarakan?

Aku tak begitu.

Ya, tapi Minako sangat cantik.

Jika aku lebih muda, aku akan...

Menjijikkan.

Apa?

Apa maksudmu?

Menjijikkan.

Minako.

Aku kembali.

Kemarilah.

Kau mau kopi?

Terima kasih, Kaori.

Michael.

Aku belum mengucapkan terima kasih.

Terima kasih.

Hentikan. Kau membuatku merona.

Filmmu.

Ayo selesaikan.

Apa?

Aku di sini hingga selesai.

Mau dia melihatnya, 'kan?

Ayolah, hentikan! Kau akan membuatku menangis.

Baiklah. Aku akan melakukannya. Ya.

Film ini akan bagus.

Nana juga.

Apa? Tidak.

Nana, ini wajib.

Tidak.

- Tanaka. - Ya.

Ambil kameranya.

Baiklah!

Baik.

Ayo lakukan ini.

- Mulai. - Oke.

Pertama.

Siap, mulai!

Sudah 50 tahun.

Film ini hampir selesai.

Protagonisnya, Koga,

percaya pada revolusi dan mengabdikan diri untuk protes mahasiswa.

Tapi karena takut ditangkap,

dia memutuskan untuk kembali ke Tokyo pada hari protes...

tanpa kekasihnya.

Dia kabur.

Si bodoh itu.

Koga, tunggu!

Maaf.

Tak mungkin aku bisa memulai revolusi.

Kau tak perlu lakukan itu.

Tetap bersamaku saja.

Kita akan jumpa lagi. Aku berjanji.

Maka, Koga keluar dari protes mahasiswa

dan lari ke Tokyo.

Aku tahu ini akan laku.

Maiko menikahi Sasaki.

Dan Koga mengubur dirinya dalam pekerjaan.

Mereka berdua menjalani hidup dengan tutupi masa lalu yang mereka bagi.

Sudah 50 tahun berlalu.

Koga kembali ke kota Okinawa.

Kenangan hari itu kembali ke dalam benaknya seakan itu kemarin.

Maiko...

Dia sangat menjiwai.

Apa kau Mitsuru Koga?

Dan secara kebetulan...

Koga bertemu dengan cucu Maiko.

Apa? Aku?

Kau kenal nenekku, 'kan?

Apa?

Apa kau cucu Maiko...

Tolong temui dia.

Nenek sangat ingin bertemu denganmu.

Berhenti.

Apa kau, anak genius?

Kau luar biasa!

Jempol ke atas!

Luar biasa!

Nana!

Hentikan!

Tolong temui dia.

- Michael, jangan! - Dia mengejekku.

Jadi begitu.

Kau mendahuluiku.

Koga!

Selamat tinggal!

Koga,

jalani hidupmu sepenuhnya.

Koga!

Maiko.

Maiko!

Maiko!

Koga!

Maiko!

Maiko!

Michael.

- Tidak. Tunggu, Michael. - Michael!

Michael!

Ada apa?

Maiko!

Michael!

Michael!

Maiko!

Mari tonton di layar lebar.

Ya, ayo.

Ada apa?

Tentang itu...

Aku ingin memberikan film ini pada seseorang.

Tapi aku merasa sangat malu melakukan hal seperti itu.

Bisakah kalian pergi dan melakukannya untukku?

Apa? Lakukan sendiri.

Aku tahu, tapi...

Michael.

Ayo pergi bersama.

Aku akan menemanimu.

Ini bagus. Persahabatan ini.

Baiklah.

Aku akan pergi.

Sungguh? Ada begitu banyak orang.

Ya. Ini gila.

Hei, kalian.

Ada yang ingin kutunjukkan padamu.

Ikut denganku.

Lewat sini.

Lihat ini!

Kau lihat ini?

Apa itu kau, Michael?

- Kau produser besar. - Jangan menyanjungku.

Kau tak bohong.

Tentu saja tidak.

Kukira kau bohong.

Kami semua begitu.

Lihat.

Wah.

"FILM HARUS BEBAS"

Ini menegangkan.

Aku sangat buruk dalam hal seperti ini.

Kau akan baik-baik saja. Kami akan menunggumu di sini.

Tidak jadi.

Kami datang jauh-jauh ke sini.

Tapi...

Koga. Apa itu kau?

Sasaki?

Ada apa? Setelah sekian lama.

Aku ingin minta maaf pada Maiko.

Izinkan aku temui dia.

Masuklah.

Sasaki, kapan kau meninggal?

Dua tahun lalu. Kanker.

Jadi begitu.

Apa itu?

Ini.

Ini film baruku.

Ini tentang aku, Maiko, dan kau.

Film bahkan setelah kau mati?

Kau penggila film.

Itu benar.

Hanya ini yang bisa kulakukan.

Lewat sini.

Tapi kau?

Aku di sini, pastikan kau aman.

Tidak, jangan.

Semalam, kau katakan banyak hal...

Maiko, kau tak berubah sama sekali.

Dia selalu menunggumu.

Tapi dia memilihmu.

Kau tahu...

Aku masih memikirkan waktu kita bersama saat itu.

Kita tak bisa memulai revolusi.

Tapi...

Kita bersatu. Itu jelas aku tahu.

Maiko.

Maiko.

Maaf.

Maafkan aku.

Halo.

Semuanya baik?

Itu sempurna. Luar biasa.

Kau tak berikan padanya?

Ya, tapi jika dipikir-pikir, kau tak bisa menonton film di rumah.

Akan kuberi saat jadi DVD.

Tapi tak akan ada di DVD.

Ayolah. Tak apa-apa.

Sekarang, mau pulang?

Hei, Semua.

Bagaimana kalu kita menonton film?

Kita bisa undang semua orang.

Ide bagus.

Aku sendiri akan mengatakan itu.

Benarkah?

Ya.

- Ayo lakukan. - Ayo.

Baiklah. Kita lakukan ini!

Michael, kita siap.

Jadi...

Semua, selamat malam. Aku Michael.

Aku memaksa teman-temanku membantuku dan kami berhasil menyelesaikan filmnya.

Film ini punya kekuatan untuk merevolusi era.

Menurutku ini juga menghubungkan masa lalu dan masa kini.

"Film bahkan setelah kau mati?"

Itu kata temanku. Tapi, siapa pun yang melakukannya lebih dulu menang.

Kuharap...

kalian menikmati filmnya.

Jadi,

aku punya ide untuk film baru.

Film lagi?

Film otobiografi.

Aku ingin membuat film soal waktu yang kuhabiskan di sini.

Michael, itu ideku.

Maka, kita bisa melakukannya bersama.

Ini akan menjadi mahakarya.

Tak bisa kubiarkan.

Tidak?

Minako.

Kau tak apa?

Ya.

Hanya belum tersadar.

Aku juga.

Sejujurnya, aku juga merasa sedikit gelisah.

Hei, Tn Tanaka.

Ya?

Di sisi lain itu seperti apa?

Tak bisa kukatakan.

Apa?

Tn. Tanaka seperti sipir kita.

Apa? Kenapa kau tak memberitahuku? Itu sangat menakutkan.

Ayolah. Beritahu kami.

Kau akan segera tahu.

Tanaka, kau keras kepala.

Tapi, kau tahu?

Membuat film itu menyenangkan.

Benar, 'kan?

Film itu luar biasa.

Sekelompok orang dewasa bekerja penuh semangat untuk satu tujuan.

Ini luar biasa.

- Ya. - Benar, kan?

Nana.

Buat lebih banyak film, ya?

Pakai saja catatan di kamarku.

Semangat, Nana.

Kenapa hanya aku?

Akira.

Aku serahkan sisanya padamu.

Pastikan untuk mencatat detail dunia ini.

Kau bisa mengandalkanku.

Tapi kau harus tetap kritis. Jangan kalah, ya?

Dia bersaing dengan siapa?

Mari bersulang.

Bersulang.

Bersulang.

- Bersulang. - Bersulang.

Masih ada sisa makanan. Makanlah.

Mari makan.

Boleh aku minta itu?

- Makan ayam goreng juga. - Baik, aku mau satu.

Terima kasih.

Ini ayam goreng...

- Segini? - Ya, terima kasih.

Sedikit lagi...

...SUARA OMBAK, DAN PANTAI KOSONG

Ketuk pintu.

Apa semua orang sudah tidur?

Ya.

Pada akhirnya, Michael tertidur saat berbicara.

Dia benar-benar penuh energi.

Ini.

Terima kasih.

Kau akan terus menulis?

Ya.

Kurasa sampai ayahku menyelesaikan novelnya.

Jadi begitu.

Pastikan menulis tentangku.

Tentu saja.

Kau akan menjadi karakter utama.

Jangan. Aku hanya ingin sebagian kecil.

Aku ingin bersamamu

sedikit lebih lama.

Kenapa begitu?

Aku...

menyukaimu.

Kenapa melakukan pengakuan?

Apa itu aneh?

Ya, itu aneh.

Aku ingin tahu apa keadaan akan berbeda

jika kita bertemu saat kita masih hidup.

Kurasa kita takkan pernah tahu.

Ya.

Akira.

Terima kasih. Ini menyenangkan.

Sama-sama.

Terima kasih.

Ayo.

Aku oper padamu.

Awas belakangmu.

- Terima kasih. - Lalu ini?

Tepat di tengah.

Baiklah. Ya.

Wah, begitu banyak orang.

Ryo.

- Lama tak bertemu. - Ya.

Kita masih punya waktu. Kau mau minum teh?

Ya, tentu.

Kau sudah dewasa.

Terima kasih sudah datang.

Pertama kali di Tokyo?

Ya.

Ada begitu banyak orang.

Ya, dibandingkan tempat itu.

Benar.

Kau lulus tahun depan?

Ya.

Kau tahu apa yang ingin kau lakukan?

Aku tak yakin.

Tapi, aku mungkin ingin melakukan apa yang ibuku lakukan.

Tolong ceritakan tentang ibuku lagi.

Ya. Tentu saja.

Aku tak sabar menonton filmnya hari ini.

Ya, saksikanlah.

Nana!

Lama tak jumpa.

Hai!

Lama tak jumpa.

Halo.

Jempol!

Jempol!

Tolong tiketnya.

- Lewat sini. - Silakan, teater dua.

Sampai nanti.

Selamat menikmati.

Aku mulai gugup.

Ya.

FILM NANA DATE

DALAM KENANGAN "MICHAEL"

Terjemahan subtitle oleh Putra Archibald

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.