Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Film ini hanya dramatisasi fiksi yang diangkat
dari kisah dan kejadian nyata di tahun 2016.
Kenapa lama sekali?
Aku tadi ketiduran.
Ayo, ponselmu berdering?
Duk-hee, tolong bawakan seragamnya.
Baik!
Halo? Siapa ini?
Halo, ini Ny. Kim Duk-hee?
Ya, siapa?
- Maaf. - Selamat siang,
- Lihat-lihat dong! - Aku Putra Jin-young Bank Hwaseong.
- Halo? Siapa? - Asisten Manajer Son, Bu.
Kau mau bermohon pinjaman, kan?
Ya, benar.
Ada produk yang kami mau tawarkan,
kau ada waktu?
Katanya aku tak lulus berkas.
Ini beda,
ini program Sunshine Loan, khusus masyarakat berpenghasilan rendah,
kau bisa dapat pinjaman $20.000.
Jadi, aku bisa bermohon kredit?
Gyeonggi-do, Hwaseong 10 Juni 2016
- Maaf... - Ibu!
Lihat-lihat kalau jalan!
Bank Hwaseong
Aku mau bertemu Asisten Manajer Son.
Aku lagi melayani klien, bisa antri?
Aku lagi buru-buru!
Aku lagi dilayani sekarang.
Ada masalah apa?
Tolong hubungi Son, tak bisa kuhubungi dia!
Serasa aku mau gila!
Ada masalah apa?
- Dia mencari Tn. Son. - Tn. Son!
- Jangan ke sana! - Kau tak boleh di sini.
Baik, tolong hubungi dia, Son Jin-young!
Bisa kubantu? Aku Asisten Manajer Son Jin-young.
Bukan kau, Son Jin-young itu laki-laki!
Orang itu tak ada di sini.
Ibu yakin itu cabang ini?
Apa maksudmu?
Tadi aku ditelepon oleh dia...
Apa ini bukan rekaman pesan pembicaraanku!
Son Jin-young, Bank Hwaseong,
Asisten Manajer cabang Bongdam, Son Jin-young!
Ibu sudah pernah mengirim uang?
Ya, katanya itu buat biaya permohonan kredit.
Kami tak pernah memungut uang apapun.
Apa maksudmu?
Dia menyuruhku setor biaya permohonan kreditnya.
Aku...
- Dia ditipu. - Aku melihatnya di berita.
- Kau tak apa? - Dudukkan dia.
Berikan kantongan atau apa saja!
Bank lain juga begitu.
Kau harus bayar biaya permohonan kreditnya.
Kau akan rugi.
Sudah pasti!
Kau tak ada tempat lain untuk meminjam?
Baiknya kau ajukan dulu pinjaman,
melunasinya, baru gunakan sisanya.
Aku bisa pinjami hingga $50.000.
Aku bisa memahamimu.
Orang tuaku juga kerja di laundry.
Sudah baikan?
Mau air putih?
Bajingan itu.
Bagaimana cara menangkap bajingan itu?
DITERJEMAHKAN | COMELMUEWA
Aku capek.
Kau tak apa?
Aku capek sekali.
Pernyataannya sudah selesai?
Ya sudah.
Nomor rekeningku juga.
Kau habiskan semuanya.
Jadi, penipuannya sebanyak...
$3.200.
Tidak.
Maksudmu tidak?
Kau salah baca.
Tertulis di sini.
1, 2, 3 nol.
$32.000?
Kau sudah lakukan 8 kali deposit.
Ya.
$8,000 untuk pekerjaan komputer tambahan,
$1,400 meningkatkan nilai kredit,
$6,000 untuk biaya permohonan kredit.
Bajingan ini.
Kau sama sekali tak curiga?
Kau tak curiga kalau itu pengelabuan suara?
Tidak sama sekali?
Aku butuh sekali uang itu.
Tapi, 8 kali mereka meminta uang.
Aku tak bisa berkata lagi.
Apa rumahmu pernah terbakar?
Tabungan hidup hangus terbakar, tapi asuransi tak menanggungnya,
dan malah diabaikan?
Aku turut berduka...
Kau kira dirimu lebih parah dariku?
Dengar, detektif.
Aku tak mau bersedih,
dan aku tak bisa bersabar.
Katakan bagaimana cara agar uangku bisa kembali.
Bisa kau tangkap bajingan itu?
Kami akan menyelidikinya,
tapi butuh waktu melacak rekeningnya.
Berapa lama?
Agak lama.
Hei, bantu pihak urusan luar negeri.
Aku baru kembali dari pengintaian.
Mereka minta bantuan kita.
Terus siapa yang akan bantu kita?
Ada lagi?
Sudah selesai?
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO. WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE.
KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login
- Ibu! - Ibu!
Kalian senang, Nak?
Senang, ya?
Hati-hati.
Sudah ketemu mobilku?
Sudah, mau lihat?
Tada!
Dulu warnanya merah. Kenapa sekarang hitam?
Warnanya kecokelatan.
Kau tak suka?
Dulu warnanya merah...
Ny. Kim.
Sudah kumasukkan sepatu dan sikat giginya tadi didalam.
Orangtua lainnya nanti protes,
jika kita sering masukkan anak-anak secara gratis.
Aku mengerti.
Terima kasih sudah menjaga mereka.
Qingdao, Cina 30 Juni 2016
Cepatlah keluar.
Tak bisa menelepon?
Aku merekammu sedang masturbasi.
Mau kukirimkan ke keluargamu?
Maumu apa?
Bayarlah, jika mau video itu dihapus
Bank Y - Asisten manajer Jang
Kau gak kerja? Santai saja.
Baru aku mulai.
Aku pergi dulu!
Ya, pak.
Terakhir kita bicara, kau tak bilang kreditmu macet.
Sangat disayangkan jika ditolak.
Sebentar.
Hei!
Kau mau bicara dengan atasanku?
Aku akan sambungkan.
Halo, aku atasannya Cho Won-young.
Kami bisa naikkan nilai kreditmu jika kau bayar.
Kau tak bisa pinjam $2.000?
Aku tahu itu sulit.
Kau mau pinjam $15.000, kan?
Tapi sebenarnya kau bisa pinjam $30.000.
Baik, kusambungkan lagi ke Tn. Jung.
Ya, ini aku.
Jika kau tak bermohon...
762...
Kawan.
Hei, bajingan! Kau mau menipuku?
Dia sering gagap di telepon.
Ajari dia lagi.
Larang dia tidur sebelum menghapalnya.
Telponnya! Jangan sering ngelamun.
Maaf.
Akan ku-smskan nomor rekeningnya.
Terima kasih.
Ada apa?
Tak ada apa.
Kenapa kau bikin kesal begini.
Kenapa kau ke sana?
Jangan cengeng, berdiri.
Kami tak kabur.
Terus apa? Kenapa pergi ke konsulat?
Jalan-jalan?
Sial.
Kumohon.
Kau lihat apa, bodoh?
Hei!
Dasar bodoh.
Lihat ini.
Lihat, bodoh.
Seoul, Gwanak-ro 8-gil...
Aku tahu NIK dan alamatmu.
Aku tahu no. telpon keluargamu.
Kau mau aku telpon adikmu?
Atau ku-edit foto telanjangnya dan unggah ke torrent?
Jangan!
Lihat bajingan ini.
Jangan libatkan keluargaku.
Akan kucincang kau.
Uang kotormu dan membusuklah di penjara.
Kau...
Uang kotor itu gak ada.
5 nol itu $100 ribu dan 6 nol ya sejuta.
Meski kau kacaukan, 7 nol tetaplah $10 juta.
Karena kau pengangguran, jadi kuajak kau cari makan,
dasar pengecut!
Dia mati. Padahal aku cuma pukul pelan.
Tolong, ampuni aku.
Biar aku yang urus.
Lepaskan dia.
Maaf?
Kubilang, lepaskan dia.
Terima kasih.
Kau akan beritahu yang lainnya kejadian ini?
Aku takkan beritahu, sumpah.
Yakin?
Ya, tak bakal kuberitahu.
Buka mulut.
Lebih baik, beritahu.
Biar mereka tahu kalau ada yang mau kabur akan mati.
Mau kusiapkan mobilnya?
Patahkan satu kakinya.
Chunhelou
Nama.
Kwon Jae Min.
Lebih keras!
Jika aku kabur...
Cepatlah, jangan nangis!
keluargaku akan terima balasannya...
Aku takut, Ibu.
Kenapa takut? Ini kantor Ibu.
Kita tinggal di sini selamanya?
Cuma sebentar kok.
Sampai kutemukam orang jahat itu dan mengambil kembali uang Ibu.
Berapa malam lagi?
3 malam? 4 malam?
Akan Ibu tangkap secepatnya biar tinggalnya tak lama.
$130,16
Tak apa, sayang.
Ibu di sini, aku bangunin kamu?
Sudah Ibu larang main di sini!
Bukan aku, tapi tante ini.
Jangan memarahinya.
Berhentilah main sama anak-anak, kembalilah kerja.
Mereka mungkin bosan,
karena mereka tak bisa ke tempat penitipan anak.
Tak apa, mereka masih bisa main bareng.
Hei.
Kekanak-kanakan sekali.
Kau tak mampu bayar biaya penitipan anak?
Bukan begitu.
Kau sudah dapat pinjaman, pikir apa lagi?
Ya.
Utangku padamu harus kulunasi juga.
Santai saja.
Masalahmu yang lebih penting.
Lagian dia cuma akan hambur-hamburkan.
Emang salah jika kuhabiskan uangku untuk kebahagiaanku?
Kau gila, masa beli 30 kopian CD yang sama.
Meski kami suka sekali Korean idol.
Monsta X itu lebih terkenal!
Semua yang kupilih sudah sukses!
Instingku memang bagus.
Ngawur.
Kau tadi sudah sumpah?
Dia cepat mengerti juga.
Lebih baik begitu daripada habis percuma.
- Hei, buka matamu! - Halo?
- Ini barang rancangan perancang. - Ya!
Aku akan kembali.
Kenapa tak angkat telponku?
Mereka pakai rekening palsu dan ponsel prabayar.
Rekening itu sudah kami tangguhkan, tapi uangnya sudah ditarik.
Terus bagaimana cara menemukannya?
Memang sulit.
Kulihat di internet, uang mereka sudah sebagian dikembalikan.
Bukannya kau harus tangkap bos besarnya?
Bagaimana bisa?
Kepolisian Seoul saja tak mampu.
Berita...
Beritanya ditayangkan karena itu kejadian langka.
Terus aku harus bagaimana?
Anggaplah sebagai pengalaman.
Maaf, tapi kasusnya sudah ditutup.
Ditutup? Baru saja dibuka kok.
Ayo kita bicara. Kau di kantor?
Kenapa, kau mau datang?
- Sama saja yang akan kusampaikan padamu. - Aku ke sana.
Ny. Kim!
Halo?
Kau di mana? Makan siang yuk?
Ada yang harus ku-urus dulu.
Tolong bisa bantu jaga anak-anak?
Kau bawa truknya?
Atasan akan marah.
- Ada apa? - Dasar orang gila!
Kau bilang apa?
Kau bilang gila?
Tidak, Bong-lim, maksudku bukan kau.
Mau kusimpankan makan siangmu?
Tak usah.
Aku lagi sibuk, nanti kutelpon lagi.
Nanti kalau...
Bong-lim, aku lagi nyetir!
Halo, Ny. Kim.
Siapa ini?
Aku Son Jin-young dari Bank Hwaseong.
Kau dimana, brengsek!
Tolong dengarkan dulu.
Diamlah,
uang itu aku pinjam dari rentenir, aku sangat putus asa.
Ini salahmu!
Kali ini serius.
Aku akan jadi informanmu.
Jadi apa?
Sebagai pembocor rahasiamu.
Kau memang bodoh.
Mau menipuku lagi?
Kau memang profesional.
Dasar profesional sialan!
Serius, tolong percayalah.
Aku dikurung di sini, dan dipaksa berbuat begini.
Begitukah?
- Kenapa tak laporkan polisi. - Aku tak bisa!
Aku bisa ketahuan jika menelepon.
Aku akan mati jika aku telpon polisi.
Beneran kau mau jadi informan?
Sumpah.
Oke...
Jika memang ini serius.
Tapi, kenapa aku?
Kau korban tercepat yang mengirim uang.
Sedangkan yang lain butuh seminggu...
mengisi berkas dan deposit, tapi kau sangat cepat.
Untung kau punya tekad yang kuat.
Dan polisi akan membantu para korban.
Aku tak sanggup lagi.
Aku sudahi dulu.
Kau kira aku mempercayaimu?
Kau akan percaya kalau kau diposisiku?
Ya, Ny. Kim, percayalah. Itu benar.
Aku bisa berikan yang kau mau.
Apa yang kumau?
Uang, kau butuh uang, kan?
Ny. Kim,
akan kuberitahu semua yang kutahu.
Tolong laporkan.
Tidak ada ruginya.
Kumohon.
Telepon aku 5 menit lagi.
Apa?
Aku lagi nyetir, telepon 5 menit lagi.
Halo? Ny. Kim!
Angkatlah, Detektif Park.
Angkat teleponnya!
Dasar tak berguna!
Layanan Pengaduan polisi, bisa kubantu?
Aku bisa kirimkan linknya ke bank kami.
Dasar bodoh!
Jangan mengulur waktu dan teruslah menelepon sampai selesai!
Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif...
Kenapa tak angkat?
5 menit lagi, cepatlah!
Son menelpon mau berikan informasi,
tapi aku tak tahu mau nanya apa sama dia.
Misalnya lokasinya?
- Lokasi? - Atau alamat?
Kantor polisi terdekat bisa membantumu jika ada pengelabuan suara?
Aku tak bisa ke sana,
mestinya dia meneleponku kembali.
Katakan apa yang mau kutanyakan ke dia.
Aku butuh apa darinya?
Pergilah ke kantor polisi terdekat...
Sudah bilang aku tak bisa, apa ngomongku belum jelas?!
Dia harus meneleponku!
Tenanglah.
Ada pos polisi 7 menit dari situ.
- Tolong kesanalah dan... - Sudah kubilang aku tak bisa!
Dia harus meneleponku!
Sialan!
Ada evaluasi promosi bulan depan...
Jika pinjamanmu disetujui, kinerjaku akan meningkat...
Sialan...
Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif...
Chunhelou.
Tn. Son.
Aku kenak macet.
Sampai dimana tadi kita?
Kau benar, Bu.
Jika kau curiga, carilah kami di internet.
Kukirimkan linknya.
Maksudmu apa?
Tolong tulislah.
Kau ngomong apa?
CNSGHKFN.
Sebentar.
Sudah kau tulis?
Aku ulangi.
- SSP... - SSP...
GHKFN.
Informasi pertama 14 Juli 2016
Antrilah seperti mereka!
Det. Park!
Berbaris sesuai urutan!
Tolong baris!
Det. Park!
Kenapa mengikutiku ke toilet?
- Ini. - Apa ini?
Awalnya aku gak tahu dia bilang apa,
tapi aku coba ketik ini...
dalam bahasa Korea,
dan inilah artinya.
Dekat Chunhelou, gedung lantai 3, Qingdao, Cina.
Aku mulai merinding,
dan sadar kalau dia serius.
Kapan dia nelpon?
Saat mau kemari.
Katanya dia disekap dan menelpon polisi.
Ada yang lucu?
Jujur saja, ini aneh.
Datang berikan informasi begitu kuberitahu kalau kasusnya sudah ditutup.
Kau bisa lacak lokasinya di log panggilan telponku.
Percuma.
Kasus ini tak bisa diselediki lagi.
Kenapa tidak?
Tidak ada alamat untuk pusat panggilan itu.
Kita tak bisa tanpa itu.
Kalau begitu...
Kau bisa cari sekarang!
Polisi macam apa kau ini semuanya serba mau disediakan?
Serba mau disediakan? Kau sudah keterlaluan.
Kau tidak lihat tadi kantornya?
Semua orang panik karena kasus $10 juta itu!
Aku harus tangani tangisan para korban itu!
Aku juga korban!
Rugi besar dan kecil, kita semua korban!
Detektif, cepatlah kemari!
Bentar.
Janji mau menyelidikinya kembali.
Lepaskan.
Berjanjilah!
Lepaskan.
Det. Park!
Kau tak mau menyelidikinya kembali?!
Kau tak bakal bisa menangkap bos besar itu!
Pengelabuan suara
Chunhelou
Mencari Korban Pengelabuan Suara
Halo, tolong baca ini.
Aku lagi mencari korban pengelabuan suara.
Bu, tolong ambil ini.
Silakan baca.
Halo.
Aku sedang mencari korban pengelabuan suara, tolong ambil...
Dapatkan hingga $100.000 atas Informasi Pengelabuan Suara anda
Hadiah $100.000 jika berhasil menangkap pelaku.
Son menyuruhku menaruh uangnya di kulkas,
buat jaga-jaga jika rekeningku diretas.
Tapi kulkasku sudah kosong saat aku pulang.
Menelpon pakai nomor bank,
dan kok bisa tahu ada berapa rekeningku?
Tentu saja aku percaya, mana ada yang tak percaya?
Katanya rekeningku digunakan untuk penipuan.
Jadi mereka butuh uang dan rekeningku buat penyelidikan.
Sebenarnya aku kerja di bank.
Orang-orang mengejekku karena sudah ditipu.
Modus penipuan pengelabuan suara makin meningkat,
menurutmu apa penyebabnya?
Menyamar sebagai polisi...
Mereka sangat terorganisir.
Sebagai petugas penagihan rekening bank,
penarikan pinjaman yang menjanjikan, dan pengiriman uang,
bahkan terdiri dari call center.
Bahkan menghubungi yang belum saling kenal.,
agar mereka mudah memutus percakapan.
Bos Besar
Sehingga sangat sulit...
menangkap pemimpinnya.
Karena mereka mengoperasikan call center di luar negeri,
sangat sulit melacak lokasi mereka.
Meski kau temukan lokasinya,
kau tak bisa menangkap tanpa berkoordinasi dengan kepolisian setempat.
Ya, benar.
Pemimpinnya memanfaatkan itu saat dia menipu dengan bebas.
Suka cari masalah.
Mereka tak bisa diam.
Kalian pacaran?
Apa?
Kau dari tadi melihat ponselmu.
Bukan begitu.
Aku juga pernah kasmaran.
Kau kemana saja membawa truk perusahaan?
Karena seorang pria?
Siapa? Apa aku kenal?
Tidak seperti itu.
Halo?
Kau kenapa? Ini tak seperti yang kau pikir!
Ada apa ini?
Tn. Son, bicaralah.
Tn. Son?
Aku sudah bantu sebisanya agar mereka mau menyelidikinya kembali.
Kutemukan 9 korban lagi, tapi mereka masih menolak...
meski dengan pernyataan dan deposit mereka.
Kenapa mereka tak bisa menyelidikinya ulang?
Menurut Det. Park, kita butuh alamat.
Sialan! Aku tidak tahu.
Dia beneran detektif?
Kenapa dia begitu bodoh?
Kan sudah kubilang.
Dia orangnya keras kepala,
dan sering curiga.
Dia tanya bagaimana kau bisa dipercaya,
dan kenapa kau tak mau perkenalkan dirimu.
Bagaimana jika terjadi masalah?
Mereka tak peduli apa yang menimpaku!
Pokoknya, kasus ini harus kembali dibuka.
Jika kau tak bisa mempercayainya, percayalah padaku.
Mati!
Hai.
Kau Min-ji dan Hoon?
Dia seorang polisi!
Tante.
Tak apa.
Kau gila? Aku tak bisa rekam.
Kami butuh petunjuk agar alamatnya ditemukan.
Tidak, aku tak bisa.
Carilah bangunan 3 lantai dekat Chunhelou...
Bukannya aku sudah cari?
Banyak sekali Chunhelous di Qingdao.
Ada 72! 72!
Seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.
Sial, mati aku...
Ada yang unik dari bangunannya?
Ada mesin jahit, konveksi pakaian.
Mesin jahit?
Itu saja.
Itu belum cukup, kan?
Mana bisa aku foto?
Aku juga tidak tahu.
Mana aku tahu apa kau bisa memfotonya...
atau merekam? Aku tidak ada di sana!
Duk-hee! Kenapa kau tak angkat telponku?
Temui anak-anakmu!
Kenapa? Mereka terluka?
Kau tak mau? Enak loh.
- Itu Ibu! - Kau mau apakan mereka?
Minji, Hoon.
Ibu!
Tolong jangan.
Kenapa aku tak boleh?
Kau datang mengambil anak-anakku, apa aku harus diam saja?
Min-ji! Hoon!
Kami menerima laporan.
Ada yang peduli dengan keselamatan mereka.
Siapa yang laporkan?
Bu, kau begitu marah.
Hukum macam apa ini?
Kau bahkan tak mau menangkap penjahat itu...
malah mengambil anak-anakku? Beginikah hukum?
Kau lihat apa? Datang mau menonton?!
Pergilah!
Mau lihat bagaimana kalau aku marah!
Bu, kami sudah berusaha bantu.
Anak-anak tak boleh tidur di ruang loker.
Kekerasan tidak cuma penganiayaan.
Apa? Penganiayaan?
Tidak, dia sangat sayang anak-anaknya.
Kami akan jaga mereka di pusat rehabilitasi sampai penyelidikan selesai.
Kau bisa kunjungi mereka jika formulirnya sudah diserahkan.
Tolong, akan kulindungi dan menjaga mereka tetap aman.
Bagaimana caramu?
Bayar tempat penitipan anak saja tak mampu.
Aku bisa carikan uang.
Aku punya informasi kejahatan.
Jika kita bisa tangkap para penipu itu, uangku bisa kembali.
Lalu aku bisa sewa rumah, menitipkan anak-anak ke tempat penitipan anak.
Bu.
Kau sudah lihat posternya?
Mereka akan berikan $100.000 untuk info pengelabuan suara dan...
Bu.
Tolong, aku sudah janji akan menjaga mereka!
Maaf, tapi itu sudah tugasku melindungi anak-anak.
- Kumohon! - Petugas.
Aku tak mau pergi.
Ibu!
Min-ji, Hoon, Ibu akan menjemputmu.
Jangan takut.
Ibu!
Ibu!
Min-ji! Hoon!
Sayang!
Min-ji...
Apa yang...
Aku harus bagaimana...
Hingga $100.000
- Halo? - Ya.
Det. Park?
Halo? Detektif?
Ya, ini Detektif Shin Young-soo dari Kepolisian Hwaseong.
Det. Parkir ada?
Det. Park?
Dia keluar sebentar.
Bisa sampaikan pesanmu?
Ya, kumohon.
Sebentar.
Silahkan.
Brengsek.
Takutnya semua polisi mungkin sepertimu.
Kau kenapa?
Dia memohon padamu untuk menangkap para penipu itu, kan?
Lihatlah sisi baiknya.
Kau bisa dapatkan uangnya kembali dan anak-anakmu juga.
Kau cuma perlu menangkap bos besarnya, kan?
Kalian berdua memulainya tanpa aku?
Kubawakan cemilan.
Hei, apa Cina itu jauh?
Bukannya dekat?
Yang dekat itu dekat, yang jauh tetaplah jauh.
Kalau Qingdao?
Butuh satu setengah jam.
Adikku Ae-lim tinggal di sana.
Itu sangat dekat, seperti dari Seoul ke Daejeon.
Benar, kau bilang dia tinggal di sana.
Terakhir aku bertemu saat hari Tahun Baru Imlek.
Aku merindukannya.
Ada sesuatu di wajahku?
Bong-lim.
Bisa bantu tidak?
Bantu apa?
Pergi ke China dan tangkap saja sendiri!
Malah lebih cepat!
Kau mabuk? Sudah cukup.
Kau benar, aku tak bisa lagi menunggu.
Kalian sudah gila?
Kau mau pergi ke Qingdao dan menangkap bos penipu itu?
Yang benar saja.
Polisi saja tak bisa menangkapnya, mana kau bisa?
Kita cuma perlu menangkapnya, itu saja!
Ayo tangkap dia!
Diamlah!
Bong-lim, bisa bahasa Mandarin, kan?
Lupakan bos penipu itu, cukup alamatnya saja.
Begitulah yang dikatakan Det. Park.
Kami tak bisa menyelidikinya ulang tanpa alamat.
Kurasa menemukan alamatnya akan mudah memulainya.
Memangnya gampang menemukan alamatnya.
Apa gunanya sebuah alamat?
Mereka akan berikan hadiah jika punya informasi.
Bisa sampai $100.000 atas Informasimu
Bonus! $100.000!
$100.000...
Sadarlah.
Mana bisa kau pergi ke Qingdao?
Bagaimana kerjaannya?
Tak perlu berhenti,
kita bisa pergi di akhir minggu dan satu hari libur.
Aku belum pernah ke Qingdao.
Hei!
Ini bukan liburan, tinggallah.
Ajak aku! Aku mau pergi juga!
Bong-lim,
tolong aku.
Aku tak bisa hidup tanpa Min-ji dan Hoon.
Sekali ini saja.
Bikin gila saja.
Akhir pekan plus sehari libur.
Ya, itu sudah cukup.
Ayo! Sepakat!
Aku juga! Aku ikut!
Hei!
Sudah kubilangi, ini bukan liburan!
Aku takkan bersenang-senang, janji.
Hei! Aku tak pergi jika dia ikut.
- Bong-lim, ayolah! - Aku harus ikut juga!
Katanya ini bukan liburan.
Kau mau jalan-jalan?
Beginilah biasanya aku berpakaian.
Kampungan.
Lihat pemandangannya!
Kau menjengkelkan sekali.
Cepat!
- Dimana adikmu? - Kutelpon dia.
Ae-lim!
Bong-lim!
- Ae-lim! - Bong-lim!
Kau cantik sekali pakai kacamata itu!
Perkenalkan temanku, Duk-hee.
Aku sudah dengar tentangmu.
Terima kasih atas bantuannya.
Santai saja, ini daerahku.
Percayalah, kita akan temukan call center itu.
Hai! Kau Ae-lim.
Senang berkenalan, aku Sook-ja.
Lepaskan, jangan ganggu dia dulu!
Sebenarnya aku mau ajak dia.
Begitu...
Ayo, boleh duduk di depan?
Boleh.
Ayo pergi!
Ayo kita bergerak.
Ae-lim, aku mau makan dim sum.
Ayo, masuk.
Sook-ja, kita kemari bukan mau bersenang-senang.
Kita masih bisa makan dim sum.
Duk-hee, kita bisa temukan dalam 3 hari?
Kita cuma perlu melihat 9 pabrik itu.
Ada mesin jahit di call center.
Sepertinya itu pabrik pakaian.
Chunhelou
- Ini tempatnya? - Berhenti.
Mereka akan masuk.
- Duk-hee, tunggu! - Ada apa?
Ini.
Ada apa?
Halo.
Aku mau perlihatkan kain.
Tak usah, aku sudah ada pemasok.
Boleh kami menemui bosmu?
Dia tidak ada.
Cuma sebentar kok.
Pergi!
Pergi!
- Bong-lim! - Jariku...
Bong-lim.
Jariku!
Hei! Kenapa kau mendorongnya!
Ngomong bahasa Cina!
Jangan pegang! Persetan denganmu! Oke?!
Bajingan!
Duk-hee, kita pergi saja.
Kau tak apa?
Kayaknya jariku patah.
Si tua bangka itu pakai alat bantu dengar.
Dia tuli, pantasan aku panggil tak dengar.
Harus ngomong "lebih keras".
Kenapa wajahmu?
Di mana aku bisa dapatkan ponsel?
Tak mungkin.
Untuk apa ponsel?
Aku cuma mau sms temanku.
Ini bukan militer, mereka melarang kita menggunakan ponsel.
Aku bisa gila.
Sudahlah, tak ada gunanya.
Semenjak ponselku disita, aku mengalami gejala lepas obat.
Kenapa kau tak cium saja pantat manajer?
Sialan!
Apa-apaan ini?
Maaf, aku salah.
Kau mau mati?
Biarkan saja, dia mabuk.
Pergilah dari sini, pecandu sialan!
Biarkan saja, aku kasihan padanya.
Temannya mati dan kakinya patah.
Itu kuda nil.
Kuda nil, kuda nil.
Apa-apaan kau ini!
Sudah kubilang jangan panggil begitu!
Jangan memanggilku begitu lagi, bodoh!
Kau bilang, kuda nil? Dasar bodoh!
Sudah kubilang jangan memanggilku begitu!
Hei, berhenti!
Cukup.
Cukup apanya?!
Brengsek!
Bajingan!
Bangun!
Sial, dasar...
Kawan, kau sama sekali tak bisa berkelahi.
Diam, jalan yang benar.
Mereka menawarimu segepok uang, ya?
Aku tak seharusnya kemari.
Disitu.
Hei.
Punya narkoba?
Bisa minta sedikit?
Aku tak bisa tidur.
Ya, akan ku-urus.
Selamat malam, pak.
Dasar monyet bermuka sial.
Pak.
Kenapa kau belum tidur, sialan!
Aku datang mau berikan ini...
Ini.
Ambil semuanya.
Untuk apa ini?
Tadi kau bilang tak bisa mengurus semuanya.
Diam, pergilah.
Ini, ambillah.
Ambil apanya?
Percayalah dan beri aku kesempatan, aku akan berusaha.
Berusaha apanya, kau gila apa!
Kumohon! Aku sudah muak dipukuli!
Akan kulakukan apapun.
Akan kuusahakan.
Aku datang mau perlihatkan beberapa kain.
Tidak, aku tak mau.
Sudah kubilangi!
Aku tak mau!
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO. WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE.
KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login
Bangsat!
Sudah berapa kali kau menelpon?
Yang lain sudah menelpon 2-300 kali!
Ponsel itu tak menelepon sendiri.
Sialan...
Apa?
Tadi aku mau nelpon, Pak...
Cepat telpon!
Cepatlah.
Manajer Dae-woo
Ya, pak.
Meja?
Oke, aku akan mengambilnya.
Transaksi Setoran
Dapat, ayolah.
Tenang.
Mengirim pesan
Gagal
Sial.
Nomor yang Anda hubungi dibatasi.
Ya ampun!
Apa gunanya kufoto jika tak bisa mengirimnya?
Apa ini tempat terakhir?
Ya, yang ke-9.
Sialan.
Cuma buat baju kaos.
Mungkin Son mengerjaimu.
Tak mungkin.
Mana ada yang nelpon iseng saat ketakutan?
Terus kenapa belum ketemu? Kita sudah cari kemana-mana.
Aku cuma tukarkan uang secukupnya untuk 3 hari.
Sebenarnya ada 72 tempat.
- Apa? - Apa?
- 72?! - 72?!
Kenapa kau bohong?
Kau bilang 9 dan 1 hari libur sudah cukup!
Dia bilang mesin jahit, jadi, aku yakin itu pabrik pakaian.
Tak mungkin.
Kita tak bisa cari di 72 tempat.
Bukan 72.
Kita sudah periksa 9, tinggal 63 lagi.
- He! - Duk-hee!
Duk-hee, aku sudah capek!
- Bong-lim... - Hentikan!
- Bos besar agak telat datangnya. - Dia selalu telat 30 menit.
Terus kenapa kita datang cepat?
Dia pasti sibuk.
Bukannya dia buka call center lagi?
Jika tidak, harusnya...
dia naikkan lagi gaji kita,
dan mengajukan orang-orang kita, bukankah itu lebih baik?!
Kenapa kalian semua mengeluh?
Aku tak mengeluh.
Kitalah yang menjadikan Qingdao besar.
Tapi kita digaji sangat rendah!
Mau kuhabisi manajer itu?
Biarkan saja.
Aku yang akan bereskan jika tak berguna lagi.
Taruh barang bawaanmu di sini dan masuklah bergiliran.
Oke.
Bantu mereka.
Halo.
Berikan.
Terlalu sempit, jangan berdesakan!
Kantornya jauh dari sini?
Tidak, dekat.
Begitu.
Bisa berikan alamatnya?
Orang tuaku takut.
Kenapa buru-buru?
Kau akan segera tahu.
Baiklah.
Masuklah, idiot!
Masuk!
Cepat!
Bentar.
Berikan kuncinya.
Ini.
Buat mereka kelaparan sehari, jika protes, tambah 2 hari lagi.
Paspor
Apa sebaiknya kusimpan di brankas?
Aku bisa simpankan.
Tak usah.
Lagian aku harus temukan kontaknya.
Boleh ke toilet...
Perutku sakit.
Pergilah.
Oke.
Biasanya dibeginikan.
Sial, aku kena.
Baru saja kuganti pakaianku.
Sialan...
Ayo...
Mengirim faks
Perihal: Foto call center
Mengirim faks
Memindahkan
Bikin apa di sini? Butuh obat juga?
Diam!
Jangan beri tahu siapa-siapa ya.
Kau cari apa?
Diam dan pergilah.
Aku harus menemui si Glasses.
Disini? Sekarang?
Ya.
Sialan.
Memindahkan 70%
Kenapa lambat sekali?
Halo, Pak.
Hei, ada apa?
Ini.
Apa ini?
Buat cemilan?
Camilan tak begitu mahal, Pak.
Mau kemana?
Menemui Glasses.
Oke, pergilah dan ulurkan waktu.
Kenapa harus aku?
Jika aku ketangkap, kau juga.
Akan kubilang kau kaki tanganku.
Salahku apa?
Bantulah sekali saja.
Kau berhutang budi padaku.
Kau tak muak sering dipukuli?
Mulai selarang aku akan melindungimu.
Kumohon? Oke?
Tolong, cepatlah.
Akan kuberikan begitu aku mengambil darinya.
Cepatlah.
Apaan, kapan kau datang?
Aku dari toilet.
Tunggu di sini, aku ambil dulu di kantor.
Sebenarnya aku tak punya uang.
Bisa aku utang dulu?
Sialan, kau gila apa?
Apa ngelag? Ayolah.
Tolong, bantu aku.
Aku akan bersikap baik mulai sekarang.
Aku sering beli sama kamu, bisa aku utang?
Lepaskan, bodoh!
Lepaskan!
Sudah mau selesai!
Kau dari mana saja?
- Dia angkat? - Belum.
Yakin itu faks buat Ny. Kim Duk-hee?
Ya, saat aku masuk, sudah ada setumpuk file faks itu.
Sepertinya itu kiriman informannya.
Kapten pun terkejut.
Biasanya dia tak terkejut.
Dia terkejut?
Kau lihat saja.
Kau harus pisahkan rekening dan orangnya.
- Mintai keterangan korban. - Baik, pak.
Tunggu apa lagi? Cepat susun.
Ada apa ini?
Siapa Kim Duk-hee itu?
Wanita pekerja di tempat cuci.
Dia tertipu $32.000 karena pengelabuan suara.
Ini informannya.
Kwon Jae-min, usia 28 tahun
Dia bongkar kejahatan itu.
Info kedua 18 Agustus 2016
Mereka datang.
Ke sini, cepat!
Sangat lama jika 2 tim.
Ini, cobalah.
Tak ada di jual di tempat lain.
Kau suka juga.
Ayo makan, kita butuh tenaga.
Tak bisa turun lagi.
Tersumbat di sini.
Sakit perut?
Tak seperti itu.
Tunggu, kuambilkan kotak P3K.
Ae-lim, tak usah.
Mana bisa aku tak kuatir? Aku tak tega melihatmu sakit.
Bong-lim...
Kau tidak tahu? Dia cuma pura-pura.
Aku lagi sakit, teganya bicaramu begitu?
Karena atasan itu?
Tahu 'kan dia marah sekali?
Aku juga akan marah.
Dia akan tahu ada yang tak beres, bilang saja kita semuanya sakit.
Kau tak mau angkat?
Tidak, telpon Det. Park.
Det. Park? Angkat.
- Ya. - Aku tak mau.
Kita tak tahu maksud dia apa?
Halo?
Ny. Kim Duk-hee?
Kau mau apa?
Kenapa susah sekali menghubungimu?
Aku sudah meneleponmu seharian.
Aku tak tahu kalau kita seakrab itu.
Kita bisa akrab mulai sekarang.
Kau harus kemari hari ini.
Aku tak bisa, sudah ya.
Tunggu, kau sibuk?
Aku lagi di Qingdao.
Di mana?
Kau gak tahu Qingdao?
Aku tahu, tapi kenapa?
Kau pasti bercanda, lagi berlibur, kan?
Aku mau menangkap bos besar itu.
Kau gila? Itu bahaya sekali.
Aku lebih takut biaya panggilan interlokal ini, daah.
Sebentar!
Ada faks.
Kau bilang apa?
Faks itu ada 400 halaman,
berisi foto rincian center, informan, dan para korban.
Entah bagaimana dia dapatkan selama setahun,
tapi ada lebih 2.700 korban dan kerugian setidaknya $17 juta.
Bagaimana caramu menangkapnya?
Informan itu meneleponmu?
Sudah kubilang dia menelponku!
Malah kau mengacuhkanku!
Maaf, serasa gila menangani kasus $10 juta itu.
Aku sudah teriak-teriak, maaf!
Kenapa?
Sinyal di China sangat jelek, bisa katakan lebih keras?
Aku lagi di kantor.
Katakan lebih keras!
Oke, baiklah.
Aku minta maaf!
Aku salah!
Aku akan bekerja lebih baik lagi!
Kirimkan foto dan file itu sekarang.
Tapi...
file penyelidikan itu tak boleh bocor.
Penyelidikan apanya!
Itu file kiriman buat Duk-hee, kau yang jangan bocorkan!
Kirimkan sekarang!
Kau siapa? Siapa?
Aku sudah dengar semuanya.
Kenapa polisi bodoh ini?
Kirimkan sekarang.
Dan kalau ada waktu, belajarlah agar tak menjengkelkan.
Duk-hee!
Halo? Ny. Kim?
Sebaiknya kuselesaikan dan pulang malam ini.
Aku capek sekali.
Maaf...
jika sikapku kasar.
Kirim
Ini bukan waktu tepat untuk makan, tapi ini enak sekali.
Kau suka?
Tentu saja.
Apa sudah lewat, ya? Tidak ada Chunhelou.
Itu! Chunhelou, disana!
Yang itu?
Benar yang itu!
- Sama persis yang di foto! - Sama!
Berhasil! Kita menemukannya!
Apa tak bisa detektif saja yang tangani ini?
Telepon dia.
Aku harus pastikan dulu wajah Son.
Memastikan apanya?
Kau tahu seperti apa dia!
"Belum yakin alamat, ini, itu,"
ayo kita bungkam dia dengan foto itu!
Hei!
Ada yang keluar.
Di mana?
Itu Son, ya? Itu dia, kan?
Sial, terhalangi.
Terhalangi!
Nanti bilang berhenti.
Berhenti!
Balik.
Ayo cepat, berbalik!
Oke, akhirnya!
Bagus.
Sudah foto dia?
Tentu saja sudah!
Perlihatkan.
Silakan masukkan kartu memori
- Ada apa? - Lupa masukkan kartu memorinya.
Yang benar saja?
Maaf, kukira sudah kumasukkan.
Kenapa juga kami mengajakmu?
Aku tahu akan begini, bodoh!
Tidak ada!
Jika kau sudah masukkan, kok bisa hilang?!
Ini.
Makasih.
Sama-sama.
Terima kasih sama temanmu sudah mau pinjamkan ke kami.
Kami akan jaga agar tetap bersih.
Oke.
Halo Pak.
Aku mau mengajaknya mengambilnya hari ini.
Bong-lim!
Bong-lim!
Ada apa?
Son keluar.
Dimana?
Ke-foto!
Kartunya sudah kau masukkan?
Lupa lagi?
Sudah 5 kali aku periksa.
Aku hampir saja ngompol tadi.
Aku juga.
Kenapa mereka?
Mereka lagi ngapain?
Murah!
Tn. Son!
Murah meriah!
Masuk?
Ya!
Kenapa mereka?
Cuma mengiklankan usaha laundry mereka.
Murah meriah!
Mereka bekerja keras demi uang.
Murah meriah!
Astaga, kebalik!
Silahkan.
Mana makananku?
Aku sudah pesankan.
Mau kemana?
Luar negeri.
- Mau ngapain? - Meminta kerja sama mereka.
Aku tak perintahkan itu!
Apa aku harus mematuhi semua perintahmu?
Semua tugasku sudah kuselesaikan dan aku bebas mau kemana saja.
Bukan cuma kau polisi di sini. Kau ini kenapa?
Aku masih muda.
Setelah menerima 400 halaman faks itu, jantungku mulai berdebar-debar,
dan yang kupikirkan hanyalah "Ayo tangkap bos besar itu."
Kau tak punya alamatnya.
Ayolah, kapten.
Jangan harap semuanya serba mau disediakan.
Tugaskan aku ke China, biar kutemukan alamatnya!
Diam dan makanlah.
Astaga!
Aku sebal sekali padamu!
Siapa lagi yang menelepon?
Kenapa begitu susah menugaskanku ke sana?
Apa ini?
Kami sudah sampai. Kurasa ini tempatnya.
Sup tahu empuk.
Makasih.
Bisa tambahkan lauknya?
- Young-su. - Ya?
Menurutmu?
Ide bagus pergi ke China dan mencari lokasinya.
Betul sekali.
Berikan alamatnya, kutugaskan kau.
Jika alamatnya kuberikan, dia pasti berubah pikiran.
Tidak akan.
Kau dengar dia, kau saksinya.
- Baik, pak. - Ya.
Kapten, Pak.
- Apa ini? - Lihatlah.
Apa ini alamat call center itu?
Ketemu alamatnya, sekarang aku bisa makan.
- Young-su. - Ya?
Ambil paspormu, kita ke China.
Kau tak apa?
Sepertinya karena makanan itu.
Layanan katering itu selalu tepat waktu.
Sekali saja di pagi hari dan malam hari.
Mereka sibuk menipu dan makan prasmanan.
Kutelpon Ae-lim?
Tak apa, tinggal dijahit saja.
Aku akan kembali.
Buka - Istirahat
Dia akan selesaikan.
Bagus!
Sana.
Pindah.
Pergi.
Pergi.
Cepat pergi!
Kau tak bawa ini?
Kau lupa ini, bodoh.
Pergi!
Mau ikut?
Kau belum pernah ke sana.
Halo.
Halo.
Aku mau ini dipermak sedikit.
Hei, kau gila apa?
Memangnya kau di Korea?
Kenapa ngomong bahasa Korea?
Benar.
Ini, potong.
Sini, tolol.
Perpendek lengan bajunya, dan setrika.
Kau lagi istirahat?
Ya.
Apa-apaan...
- Kita ke tempat lain saja. - Kenapa?
Dia lagi istirahat, mestinya dia bilang.
Rombak, potong.
Potong.
Jadi, bisa diselesaikan,
atau tidak?
Kita harus kesana?
Astaga, dia tuli apa? Tak paham-paham?
Ayo pergi.
Tunggu!
Bisa tunggu sampai selesai?
Kau bisa ambil nanti.
Lama tidak?
Cuma 5 menit.
Duduklah.
Kita tunggu saja.
Bukannya dia orang Cina?
Kenapa dia tak bisa bicara?
Dia...
bodoh.
Yang benar?
Bodoh, bodoh.
Dia agak bloon.
Maaf?
Bodoh?
Bodoh.
Dia hebat juga.
Benarkan?
Ya.
Ingin camilan?
Pergilah cari makan.
Aku?
Siapa lagi, apa harus aku?
Orang yang mau makan.
- Kau kenapa sih? - Maaf?
Pergilah beli jika kusuruh!
Mau teh?
Ada kopi juga.
Kopi?
Ada juga keripik.
Keripik apa?
Tn. Son.
Kau Kim Duk-hee?
Kenapa?
Apa aku lebih cantik dari perkiraanmu?
Ternyata kau.
Jangan lihat ke sana.
Ponselku ada di keranjang.
Ambillah diam-diam.
Paswordnya angka terakhir nomorku.
Gunakan ini jika darurat, telpon atau SMS saat bos besar datang.
Det. Park besok baru tiba, dia akan lakukan razia bersama polisi China.
Ini juga penerbangan yang lebih cepat.
Bagaimana kalau tidak ada jadwal penerbangan yang cepat?
Itu pertanyaan aneh, kan?
Baiklah, jadi kau tiba di sini jam 3 pagi?
Tepatnya jam 03.05.
Sial, aku lupa pasporku.
Kau akan razia call center itu besok?
Ya.
Surat perintahnya sudah ada dan polisi China sudah siap.
Tak usah khawatir, siapkan barang-barangmu.
Biar aku yang tangani.
Beneran aku bisa berkemas?
Operasi ini sangat sensitif dan berbahaya.
Ny. Kim, mari kita bertemu lagi...
dalam keadaan sehat.
Sudah dulu.
Selalu saja omong kosong.
Ada masalah apa lagi ini?
Ada pesan dari bos besar?
Dia mau semua manajer berkumpul dan menunggu di sini.
Mau kemana?
Aku kebelet...
- Cepetan. - Ya.
Kau tidak tidur?
Cuma keluar cari udara segar.
Duduk di sini.
Gelisah?
Aku tak apa.
Kenapa kau tak tidur juga?
Aku tak bisa meninggalkanmu sendirian.
Maaf.
Tapi aku mau lihat bos besar itu ditangkap.
Aku libatkan semuanya dalam masalah ini.
Bong-lim sering...
menelponku sambil menangis saat pertama kali ke Korea.
Karena dia merindukanmu?
Dia sedih.
Masih ingat dompetnya hilang di pabrik?
Kau tak tahu dia sangat senang...
saat kau menolongnya ketika semuanya mau...
dia yang buka dompetnya.
Mereka mengeroyoknya, padahal bukan salahnya.
Kau juga tidak berbuat salah.
Makasih.
Bos besar sedang kemari.
- Duk-hee! - Apa?
Ada SMS!
Bos besar akan datang!
Masuk ke mobil!
Ada apa? Apa aku mimpi?
Bangun!
Apa yang terjadi?
Bos besar akan datang.
Bagaimana ini? Kapan polisi datang?
Jangan panik, biasa saja.
Detektif lagi di pesawat.
Akan kuusahakan.
Ada mobil datang, mungkin dia?
Ada apa ya?
Kau di jalan?
Kami menunggumu.
Sial, apa ini jebakan?
Periksa.
Hentikan mereka!
Apa-apaan ini?
Tolong selamatkan aku...
Bajingan!
Ada yang tak beres.
Dia akan menelepon.
Pasti ada yang tak beres.
Kenapa ada katering jam segini?
Ada yang turun!
Apa itu bos besarnya? Bertopi ember.
Dimana?
Lantai atas aman?
Ya, Pak, silahkan naik.
Hei, mau kemana?
Aku tak bisa duduk dan diam saja.
Kau akan kehilangan lebih dari kerugianmu.
Dia benar, Tn. Son akan menelepon.
Bagaimana jika dia tak bisa menelpon?
Kau mau ikut berkelahi juga?
Dia benar, kita tunggu saja Det. Park.
Mereka sedang apa ya?
Mereka kabur.
Mereka mau kabur!
Polisi akan datang besok?
Ya, informasi dari mata-mataku.
Dan para korban itu?
Satu mobil ke Guangzhou, dan satu lagi ke Chongqing.
Bersih-bersihnya berhasil.
Tak usah kuatir, bos.
Sialan.
Hei!
Detektif, kau dimana sekarang?
Baru saja tiba. Permisi.
Semuanya pada kabur!
Mereka tak bakalan pergi.
Bos macam mana yang mau tinggalkan tokonya dan kabur?
Dan mau rugi besar?
Sepertinya tidak!
Aku tahu apa yang sedang terjadi.
Mereka kabur.
Jadi jangan ceroboh. Jika kau bertindak sesukamu,
operasinya bisa gagal.
Jadi, jangan bertindak dan bersembunyilah, ngerti?
Bukannya ini sangat berbahaya?
- Mana yang harus kita ikuti? - Call center itu berbahaya,
jadi menjauhlah, mengerti?
- Abaikan saja, ayo pulang! - Kita tunggu dulu sampai polisi tiba.
Ae-lim, ayo kejar mobil mahal itu.
Oke.
Ayo!
Tunggu!
Antar kami ke rumah sakit!
Tn. Son?
Tn. Son? Itu kau?
Tn. Son!
Kau orang Korea?
Kau kenapa?
Astaga!
Son, apa yang terjadi padamu?
Hubungi ambulan!
Oke, baiklah.
Aku lupa nomor ambulannya.
Aku yang telpon.
Apa yang terjadi? Kami tadi SMS-an.
Aku tak tahu, aku sadar setelah pingsan,
tak seorang pun di asrama, dan dia berlumuran darah.
Tn. Son.
Jae-min, ambulans sedang kemari.
Aku...
Aku sudah foto semuanya.
Baik, aku periksa dulu.
Maafkan aku...
sudah menipumu.
Aku tak mau begitu, aku minta maaf...
Ini semua salahku, semua yang aku tipu...
Tak apa, jangan bicara lagi.
Kau lihat bos besarnya?
Ya, aku yakin.
Sangat jelas kulihat.
Mana bisa kita mengenalinya dengan gambar ini?
Aku sangat kasihan sama Duk-hee.
- Bong-lim. - Ya?
Dia bilang apa?
Ayo kita dengarkan.
"Buatlah tampak alami, seolah-olah itu perang narkoba.."
"Boyong ke sini?"
"Bagus."
"Kau sudah pesan tiket pesawat?"
"Ya, kita bisa pergi sekarang."
"Bandara Qingdao?"
Bandara Qingdao!
Bandara Qingdao?
Bagaimana ini?
Kita harus bagaimana?
Informasi ketiga 21 Agustus 2016
Kapan penerjemahnya datang?
Dia akan tiba jam 8.
Apa? Suruh dia cepat!
Dia bilang rumahnya jauh.
Rumahku lebih jauh.
Det. Park?
Det. Park! Beneran itu kau!
Aku temannya Duk-hee, Bong-lim, ini temannya Tn. Son.
Ini sangat mendesak, nanti kita ngobrol lagi.
Senang berkenalan.
Tidak, tunggu detektif!
Aku tak bisa bahasa Inggris, hanya bisa Mandarin.
Mereka polisi dari Korea dan mau menemui atasanmu.
Oke.
Kau tak bisa bahasa Cina?
Bahasa Cinamu bagus.
Lewat sini.
Dia persilahkan masuk.
Nn. Bong-lim.
Astaga, kenapa pegang tanganku?
Tolong ikut kami.
Kau gila...
Tiba-tiba saja terjadi, kami tak punya pilihan.
Tentu saja itu terjadi tiba-tiba.
Hei!
Kenapa sikapmu begitu?
Jangan arahkan benda itu padanya!
Konsentrasilah dalam menerjemahkan.
Dia bikin emosi.
Tak apa, jadi bagaimana sekarang?
Terus bagaimana sekarang?
Tim Narkoba akan ambil alih dari sini.
Dia bilang tim narkoba akan ambil alih.
Tim narkoba?
Apa hubungan mereka kasus ini?
Apa kataku?
Kau sudah permalukan kami.
Kok bisanya mengikuti petunjuk itu memalukan?
Ini bukan soal narkoba, bos besar itu sudah menghabisi anak buahnya!
Pokoknya, kita harus perbaiki ini!
Kok bisanya kau ada di sana, dan pulang tanpa hasil?
Tapi tidak dengan gembong narkoba itu!
Kapten, ini suatu kesalahan!
Jika mereka ambil alih, kita akan kehilangan dia selamanya!
Peduli setan, kau takkan bisa menangkapnya, dia sangat cerdik.
Pesan tiket pesawatmu dan pulanglah.
Qingdao, aku...
Berhenti!
Kau mau apa?
Bong-lim, tolong terjemahkan!
Sebentar!
Kenapa kalian?
Kalian mau apa?
Informanku bilang bos besar itu ada di bandara.
Aku kesana sekarang, jadi tugaskan 2 petugas?
Ayo pergi!
Aku bisa merasakan semangatmu,
tapi ini Qingdao.
Di Korea kau seorang detektif, tapi tidak di sini.
Tak apa, katakan.
"Kau ini kenapa?
Di Korea kau seorang detektif, tapi tidak di sini,"
dia bilang begitu...
Makanya aku minta tolong.
Ini bukan Korea dan aku tak bisa menangkapnya,
jadi tolong bantu aku.
Makanya aku minta tolong.
Ini bukan Korea dan aku tak bisa menangkapnya.
Tolong bantu aku.
Jika kau tak bertindak, akan kuberitahu semuanya...
kau kehilangan bos besar itu gara-gara kau.
Aku akan mempostingnya,
dan beritahu berita BCC di luar negeri!
Kita lihat saja siapa yang dipermalukan!
Selesai.
Saudaraku, tolong.
Duk-hee! Tunggu!
Ayah!
Duk-hee!
Aku mencarimu ke mana-mana!
Sook-ja...
- Ya? - Dia disana.
Bos besar itu? Kau yakin?
Ya.
Kita harus gimana?
Apa kita telpon Ae-lim?
Dia pergi menemui keamanan bandara.
Tunggu, kita pikirkan sambil mengikutinya.
Pusat Guangzhou sudah dibuka.
Anak-anak Qingdao akan tiba sore nanti.
Suruh mereka ajari ulang.
Apa yang harus kita lakukan? Kita tak bisa menangkapnya.
Kita harus ulur waktu sampai Det. Park datang.
Dia akan datang?
Kapan?
Dia melihat ke sini.
Dia lihat kita?
Kenapa kau mengikutiku?
Aku tanya, kenapa kau mengikutiku?
Kau polisi atau penguntit?
Lupakan, kami bukan siapa-siapa!
Aku... korban.
Suaramu mengelabuiku.
Korban?
Jangan tertawa, bikin mau muntah saja.
Hei.
Apa aku tertawa?
Uangmu raib berapa?
$32,000.
Bodohnya.
$32.000?
Kau buntuti aku karena itu?
Ini $100.000, nilainya lebih tinggi dari mata uang Korea.
Ambil ini dan pergilah,
atau kau mau aku kubur diam-diam.
Sebagai peringatan untuk menjauh, mengerti?
Tersenyumlah, kau untung banyak.
Apa mengancam mereka sudah cukup?
Mereka?
Mereka tadi sangat ketakutan.
Ayo pergi dari sini.
Aku tadi tak bisa jujur.
Kau berhasil menahan diri.
Sebaiknya jangan campuri masalah mereka.
Mungkin kau merasa tak enak, tapi uangnya sudah kau dapatkan.
Ayo pergi.
Ayo.
Sook-ja.
Ya?
Jangan konyol.
Tetaplah di sini.
Kau sudah gila?!
Apa rencanamu?
Sumpah, bos penipu itu ada di bandara!
Pergilah!
Aku tak mau!
Kau mau ditangkap?
Ini sudah melanggar hukum!
Ayo tangkap penipu itu!
Cepat!
Ae-lim!
Sook-ja!
Apa yang terjadi?
Seharusnya kuhentikan Duk-hee tapi aku tak bisa!
Maksudmu apa?
Apa yang terjadi dengannya?
Berapa lama lagi?
Kita bisa ke sana sekarang.
Hei!
Si pengelabuan suara!
Bos besar pengelabuan suara!
Ambil ini, brengsek!
Apa aku salah karena ditipu?
Apa?
Apa aku bodoh karena ditipu?
Tidak.
Itu bukan salahku.
Kaulah yang salah,
karena memanfaatkan orang-orang putus asa.
Jadi, maumu apa?
Serahkan dirimu, sebelum aku yang menyeretmu.
Menyerahlah.
Kau bilang apa?
Aku tak dengar.
Kubilang aku tak dengar, jalang.
Kau menjengkelkan sekali.
Tanganku berlumuran darahmu.
Ayo.
Lepaskan.
Saatnya berangkat, Pak.
Ayo.
Si jalang itu.
Paspor Republik Korea Nama: Oh Myung-hwan
Ini toilet pria...
Kau tak apa?
Polisi?
Di toilet bandara,
ada wanita terluka.
Kemarilah sebentar.
Kau siapa? Lepaskan!
Oh Myung-hwan.
Kau kehilangan sesuatu?
Kesempatan terakhir, berikan.
Myung-hwan, jika kau buat seseorang menangis,
kau akan menangis sejadi-jadinya.
Kau...
Jangan bergerak!
Angkat tangan, merunduk!
Angkat tangan!
Merunduk!
Kim!
Ny. Kim Duk-hee, kenapa wajahmu?
Bos besar itu, brengsek!
Young-su, borgol!
Borgol dia!
Bos besar ditangkap 21 Agustus 2016
Hati-hati.
Makanya aku suruh kau cepat.
Kau selalu lambat.
Bukannya lambat, kau-nya yang selalu cepat.
Kusuruh menjauh karena itu berbahaya.
Lihatlah wajahmu.
Aku harus bagaimana? Dia melarikan diri!
Berkat kau,
bos besarnya ketangkap.
Kau kenapa sih?
Sialan, lihat dirimu.
Bisa kau berdiri?
Hidungku masih ada?
Masih ada.
Duk-hee!
Kau tak apa?
Aku capek sekali...
Kugendong.
Ae-lim, Sook-ja, aku masih bisa jalan.
Duk-hee...
Minggir, tolong minggir!
Astaga.
Temanku menangkap penipu itu.
Tolong beri jalan.
Minggir!
Ini kau?
Ya, aku mau kabur, tapi tak bisa hubungi polisi.
Jadi, kutelpon Kim Duk-hee untuk melaporkannya atas namaku.
- Kau dengar? - Ini dia.
Bukankah kau liburan?
Aku harus cari uang, jadi aku sudahi jalan-jalannya.
- Oke, sampai ketemu. - Hati-hati di jalan.
Ini, Ny. Kim.
Perjanjian
Tandatangani ini dan kami akan membayarmu.
Jawabanku tetap sama.
Jangan pernah datang lagi.
Kau sangat keras kepala, Ny. Kim Duk-hee.
Bukan karena aku mewakili Oh Myung-hwan,
ini $300.000!
Kesempatan seperti ini jarang terjadi.
Kau menangkan lotre, jackpot!
Berikan saja jackpot ini sama si bajingan itu.
Tolong sampaikan itu ke Tn. Oh di penjara.
Ny. Kim!
Jangan permainkan uang korban.
Ny. Kim!
Hei.
Bu, kapan datang?
Kami beli kue.
Kenapa kau beritahukan? Ini pesta kejutan.
Benar, Bu, ini pesta kejutan.
Baik, rahasia.
Kau di mana? Cepatlah!
Kami akan habisi jika kau tak datang cepat.
Aku lapar, cepatlah!
Oke, aku kesana.
DITERJEMAHKAN | COMELMUEWA
Tokoh protagonisnya didasarkan Kim Sung-ja, seorang pekerja laundry di Hwaseong.
Hadiah $100.000 yang ditawarkan oleh Kepolisian tak pernah dibayarkan.
Dia ditawari menyelesaikan masalah dengan bos besar, tapi dia tak mau.
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO. WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE.
KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.